Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

Sumber hukum

1.885 Aufrufe

Veröffentlicht am

  • Als Erste(r) kommentieren

Sumber hukum

  1. 1. SUMBER HUKUM <ul><li>SUMBER HUKUM MATERIAL </li></ul><ul><li>SUMBER HUKUM FORMAL </li></ul>
  2. 2. 1. SUMBER HUKUM MATERIAL <ul><li>SUMBER HUKUM YANG IKUT MENENTUKAN ISI DARI PADA HUKUM ITU SENDIRI. ISI DARI HUKUM ITU DITENTUKAN OLEH BERBAGAI SEGI KEHIDUPAN MANUSIA </li></ul>
  3. 3. 2. SUMBER HUKUM FORMAL <ul><li>SUMBER HUKUMYANG TERDAPAT DALAM UNDANG-UNDANG, KEBIASAAN, KEPUTUSAN HAKIM, PERJANJIAN DAN PENDAPAT SARJANA HUKUM </li></ul>
  4. 4. MACAM HUKUM FORMAL <ul><li>UNDANG-UNDANG </li></ul><ul><li>KEBIASAAN </li></ul><ul><li>KEPUTUSAN HAKIM </li></ul><ul><li>PERJANJIAN/TRAKTAT </li></ul><ul><li>PENDAPAT SARJANA HUKUM </li></ul>
  5. 5. UNDANG-UNDANG <ul><li>SUATU PERATURAN NEGARA YANG MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM YANG MENGIKAT UMUM DAN DIBUAT SERTA DIPELIHARA OLEH PENGUASA NEGARA </li></ul>
  6. 6. UNDANG-UNDANG DIBEDAKAN <ul><li>UNDANG-UNDANG DALAM ARTI SEMPIT------- SETIAP KEPUTUSAN YANG DIBUAT OLEH PEMERINTAH BERSAMA-SAMA DPR </li></ul><ul><li>UNDANG-UNDANG DALAM ARTI LUAS------ SETIAP KETETAPAN ATAU KEPUTUSAN YANG ISINYA MENGIKAT UMUM. UNDANG-UNDANG INI MELIPUTI : </li></ul>
  7. 7. <ul><li>UNDANG-UNDANG DASAR </li></ul><ul><li>KETETAPAN MPR </li></ul><ul><li>UNDANG-UNDANG/PERPU </li></ul><ul><li>PERATURAN PEMERINTAH </li></ul><ul><li>KEPUTUSAN PRESEDEN </li></ul><ul><li>KEPUTUSAN MENTRI </li></ul><ul><li>PERDA PROPENSI </li></ul><ul><li>PERDA KABUPATEN/KOTA </li></ul>
  8. 8. KEBIASAAN <ul><li>PERBUATAN MANUSIA YANG DILAKUKAN BERULANG-ULANG DALAM HAL YANG SAMA. BILA KEBIASAAN ITU DITERIMA OLEH MASYARAKAT, MAKA KEBIASAAN ITU MENJADI NORMA </li></ul>
  9. 9. KEPUTUSAN HAKIM <ul><li>KEPUTUSAN HAKIM TERDAHULU YANG SERING DIIKUTI DAN DIJADIKAN DASAR KEPUTUSAN HAKIM YANG LAIN MENGENAI MASALAH YANG SAMA, AKAN MENJADI DASAR KEPUTUSAN HAKIM YANG HARUS DITAATI OLEH MASYARAKAT </li></ul>
  10. 10. PERJANJIAN <ul><li>KESEPAKATAN ANTARA DUA ORANG/ LEBIH TENTANG SESUATU HAL, DIMANA MASING-MASING FIHAK MELAKSANAKAN HAK DAN KEWAJIBAN </li></ul>
  11. 11. PENDAPAT SARJANA HUKUM <ul><li>PENDAPAT SARJANA HUKUM YANG TERNAMA JUGA MEMPUNYAI KEKUASAAN DAN PENGARUH DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH HAKIM </li></ul>
  12. 12. PERJANJIAN <ul><li>PROF. SRI SUDEWI,SH--------  PERBUATAN HUKUM DIMANA DUA ORANG ATAU LEBIH MENGIKATKAN DIRINYA KEPADA ORANG LAIN </li></ul><ul><li>PROF. SUBEKTI, SH------  SUATU PERISTIWA DIMANA SESEORANG BERJANJI KEPADA ORANG LAIN ATAU DUA ORANG ITU BERJANJI UNTUK MELAKUKAN JANJI TERSEBUT </li></ul>
  13. 13. <ul><li>TIRTO DININGRAT,SH------  SUATU PERBUATAN HUKUM BERDASARKAN KATA SEPAKAT DIANTARA DUA ORANG/LEBIH, SEHINGGA MENIMBULKAN AKIBAT HUKUM YANG DIPERKENANKAN OLEH UNDANG-UNDANG </li></ul>
  14. 14. <ul><li>WIRYONO PROJODIPURA, SH------  SUATU PERBUATAN HUKUM MENGENAI HARTA BENDA ANTARA DUA FIHAK. DIMANA SATU FIHAK BERJANJI UNTUK MELAKUKAN SESUATU HAL ATAU TIDAK MELAKUKAN SESUATU HAL, SEDANGKAN FIHAK LAIN BERHAK MENUNTUT PELAKSANAAN JANJI TERSEBUT </li></ul>
  15. 15. UNSUR-UNSUR PERJANJIAN <ul><li>ADANYA PERBUATAN HUKUM </li></ul><ul><li>ADANYA DUA ORANG/LEBIH YANG TERLIBAT </li></ul><ul><li>MEMILIKI HAK DAN KEWAJIBAN MASING-MASING </li></ul><ul><li>ADANYA SESUATU PRESTASI DAN HAL TERTENTU YANG DIPERJANJIKAN </li></ul>
  16. 16. BENTUK PRESTASI/OBYEK <ul><li>MENYERAHKAN SESUATU </li></ul><ul><li>MELAKUKAN SESUATU </li></ul>
  17. 17. SYARAT SAHNYA PERJANJIAN <ul><li>ADANYA KATA SEPAKAT DARI MEREKA YANG MEMBUAT PERJANJIAN </li></ul><ul><li>ADANYA KECAKAPAN DARI MEREKA YANG MEMBUAT PERJANJIAN </li></ul>
  18. 18. <ul><li>ADANYA SESUATU HAL TERTENTU/OBYEK/ PRESTASI YANG DIPERJANJIKAN </li></ul><ul><li>ADANYA SESUATU SEBAB YANG HALAL </li></ul>
  19. 19. JENIS-JENIS PERJANJIAN <ul><li>PERJANJIAN KONSENSUIL DAN FORMAL </li></ul><ul><li>PERJANJIAN SEPIHAK DAN TIMBAL BALIK </li></ul><ul><li>PERJANJIAN BERNAMA DAN TIDAK BERNAMA </li></ul>
  20. 20. HAPUSNYA SUATU PERJANJIAN <ul><li>PEMBAYARAN </li></ul><ul><li>PEMBAHARUAN HUTANG </li></ul><ul><li>PEMBEBASAN HUTANG </li></ul><ul><li>MUSNAHNYA BENDA YANG TERUTANG </li></ul><ul><li>PEMBATALAN </li></ul><ul><li>LEWAT WAKTU/ KEDALUWARSA </li></ul>

×