Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.
KEMAMPUAN ADAPTASI MAHASISWA TAHUN PERTAMA
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI DI LINGKUNGAN
UNIVERSITAS
(Penelitian pada Mahasi...
Menurut Ting-Toomey (1997) proses ini umum terjadi ketika seseorang beralih
dari keadaan di mana ia sudah terbiasa (famili...
Pengetahuan yang memadai mengenai masa transisi yang dialami mahasiswa
tahun pertama di universitas akan memudahkan lingku...
yang cukup signifikan ini tentu menuntut kemampuan adaptasi yang baik dari
mahasiswa-mahasiswa baru, terutama di Ilmu Komu...
universitas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi atau sumbangan
positif terhadap disiplin ilmu komunikas...
Mahasiswa memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, terutama di dalam dimensi social
confirmation. Hal ini disebabkan oleh ...
sebelumnya. Tidak hanya itu, seseorang juga dapat megalami identity rejection dimana
individu yang menjalani proses adapta...
sebelumnya. Duran dan Kelly (1998) menjelaskan beberapa komponen yang berkaitan
dengan kemampuan adaptasi komunikasi ini, ...
menjawab sendiri kuisioner yang telah dibuat atau self-administered questionnaires.
Seluruh pertanyaan dalam kuisioner ber...
penelitian ini, terdapat teori adaptasi komunikasi yang perlu diukur melalui indikator.
Berikut ini adalah operasionalisas...
PANDUAN SCORING UNTUK COMMUNICATIVE ADAPTABILITY SCALE

Pemberian skor pernyataan yang favorable dari 1 untuk sangat tidak...
TEMUAN PENELITIAN

Profil Demografi

Tabel Jenis Kelamin
Valid
Frequency Percent
Valid laki-laki

Cumulative

Percent

Per...
Tabel Usia
Valid
Frequency Percent

Cumulative

Percent

Percent

Valid 17 tahun

32

22.7

22.7

22.7

18 tahun

89

63.1...
Tabel Tempat Tinggal
Valid
Frequency Percent
Valid Asrama
Kost
Apartemen
rumah pribadi
Total

Cumulative

Percent

Percent...
lainnya, seperti asrama, dan apartemen, masing-masing dipilih responden sebanyak 16
orang, 4 orang, dan 1 orang.

Tabel Ga...
Komunitas Seni
Valid
Frequency Percent
Valid Ya

Cumulative

Percent

Percent

51

36.2

36.2

36.2

Tidak

90

63.8

63.8...
Organisasi Keagamaan
Valid
Frequency Percent
Valid Ya

Cumulative

Percent

Percent

26

18.4

18.4

18.4

Tidak

115

81....
Tabel Partisipasi Kegiatan
180
160
140
120
100
80
60
40
20
0

YA
TIDAK

Tabel di atas menunjukkan partisipasi responden pa...
Nilai alpha cronbach untuk dimensi “social composure” adalah 0,816. Oleh
karena nilai tersebut lebih besar dari 0,5, item-...
Wit
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha Based on
Cronbach's Alpha

Standardized Items

.766

N of Items
.759

5

Nilai...
MEAN
Statistics
Social

Social

Social

Appropriate

Composure Confirmaton Experience
N

Valid

Disclosure

Wit

Articulat...
Communicative Adaptability Scale (CAS) yang diteliti. Dengan menggunakan skala
Likert dari 1 sampai 5, keenam dimensi ters...
beradaptasi dikarenakan mereka sangat memperhatikan kenyamanan lawan bicara mereka
ketika berinteraksi sehingga mereka dap...
2. Dari enam dimensi Communicative Adaptability Scale (CAS), mahasiswa tahun
pertama Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Ind...
DAFTAR PUSTAKA
Alamsyah, E. (2006). Wajah Pendidikan di Indonesia. Yogyakarta: TigaRaksa Press.
Andina. (2005). Skripsi Ba...
LAMPIRAN

KUESIONER RISET KEMAMPUAN ADAPTASI MAHASISWA BARU
Yth. Responden
Terima kasih atas kesediaan Anda meluangkan wak...
BAGIAN 2 : PENGUKURAN KEMAMPUAN ADAPTASI MAHASISWA BARU
Petunjuk: Di bawah ini merupakan pernyataan-pernyataan yang berkai...
19.

Saya terbuka pada level keterbukaan yang sama seperti orang lain
lakukan terhadap saya.

1

2

3

4

5

20.

Ketika s...
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

Penelitian Kemampuan Adaptasi Mahasiswa Baru

20.024 Aufrufe

Veröffentlicht am

Penelitian ini bersifat kuantitatif dan bertujuan untuk mengetahui kemampuan adaptasi mahasiswa baru dalam menghadapi lingkungan kampus yang baru, teman yang baru, gaya hidup yang baru, dan lain sebagainya.

Veröffentlicht in: Bildung
  • ⇒⇒⇒WRITE-MY-PAPER.net ⇐⇐⇐ has really great writers to help you get the grades you need, they are fast and do great research. Support will always contact you if there is any confusion with the requirements of your paper so they can make sure you are getting exactly what you need.
       Antworten 
    Sind Sie sicher, dass Sie …  Ja  Nein
    Ihre Nachricht erscheint hier
  • You can ask here for a help. They helped me a lot an i`m highly satisfied with quality of work done. I can promise you 100% un-plagiarized text and good experts there. Use with pleasure! ⇒ www.HelpWriting.net ⇐
       Antworten 
    Sind Sie sicher, dass Sie …  Ja  Nein
    Ihre Nachricht erscheint hier
  • Hello! I can recommend a site that has helped me. It's called ⇒ www.WritePaper.info ⇐ So make sure to check it out!
       Antworten 
    Sind Sie sicher, dass Sie …  Ja  Nein
    Ihre Nachricht erscheint hier
  • Sex in your area is here: ❶❶❶ http://bit.ly/39mQKz3 ❶❶❶
       Antworten 
    Sind Sie sicher, dass Sie …  Ja  Nein
    Ihre Nachricht erscheint hier
  • Follow the link, new dating source: ♥♥♥ http://bit.ly/39mQKz3 ♥♥♥
       Antworten 
    Sind Sie sicher, dass Sie …  Ja  Nein
    Ihre Nachricht erscheint hier

Penelitian Kemampuan Adaptasi Mahasiswa Baru

  1. 1. KEMAMPUAN ADAPTASI MAHASISWA TAHUN PERTAMA PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS (Penelitian pada Mahasiswa Baru Reguler Tahun 2012 Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia) Oleh Alvin Agustino Saputra, Dea Cipta Pematasari, Ranie Febrianti, Riri Kumalasari, dan Stepfany Abstract This study explores the first year students of Communication Science’s ability in how to adapt with new environment, new friends, new life style, new learning style, and self identification. This research aimed to measure the adaptability of newcomers through measuring the level of comfort of newcomers on campus (social composure), desire to participate in a campus environment (social experience), maintenance of social image (social confirmation), opening up (appropriate disclosure), an ability to say properly (articulation), and a sense of humor (wit) by analyzing the newcomers of Communication Science in Faculty of Social and Political Science at University of Indonesia. This components will help measure engagement and interaction of first year students at the university. Kata Kunci: adaptasi komunikasi, culture shock, gaya hidup, identitas diri, konsep diri PENDAHULUAN Dalam kehidupan, manusia pasti menghadapi lingkungan-lingkungan yang berbeda dengan yang pernah ia alami sebelumnya. Tidak jarang seseorang mengalami proses culture shock dalam menghadapi lingkungan yang berbeda dengan lingkungan yang sebelumnya. Menurut Searle dan Ward (Chapdelaine dan Alexitch, 2004) menyebutkan bahwa culture shock adalah tuntutan penyesuaian yang dialami individu pada level kognitif, perilaku, emosional, sosial, dan fisiologis ketika seseorang ditempatkan di budaya yang berbeda. Ketika pertama kali mereka melakukan interaksi di lingkungan yang berbeda tersebut, biasanya seorang individu akan merasa aneh dan berbeda dengan yang lainnya. 1
  2. 2. Menurut Ting-Toomey (1997) proses ini umum terjadi ketika seseorang beralih dari keadaan di mana ia sudah terbiasa (familiar setting) ke keadaan yang asing baginya (unfamiliar setting). Sebagai contoh, seorang mahasiswa pendatang baru yang masuk ke dalam lingkungan akademis baru pasti akan mengalami culture shock karena budaya yang dimilikinya berbeda, seperti perbedaan cara belajar, cara berkomunikasi, cara berinteraksi, dan penggunaan bahasa yang dianggap selalu menjadi masalah bagi para pendatang baru (Ting-Toomey, 1997, h. 258). Untuk menghadapi lingkungan yang berbeda tersebut, individu perlu melakukan usaha penyesuaian. Usaha penyesuaian dirinya sendiri dengan orang lain dan terhadap lingkungan yang berbeda disebut dengan adaptasi (Calhoun & Acocella, 1990). Mahasiswa baru perlu melakukan proses adaptasi karena lingkungan di universitas tentu berbeda dengan lingkungan di Sekolah Menengah Atas (SMA). Sayangnya, tidak semua orang memiliki kemampuan adaptasi yang sama. Ada orang yang bisa dengan mudah beradaptasi dan ada orang yang sulit sekali beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya. Perbedaan kemampuan adaptasi ini tentu menjadi suatu masalah, baik bagi mahasiswa yang kesulitan beradaptasi maupun bagi lingkungannya. Mahasiswa yang kesulitan beradaptasi bisa mengalami gangguan dalam berinteraksi dengan lingkungannya (baik dengan dosen, senior, ataupun teman), gangguan cara belajar yang bisa menyebabkan terhambatnya proses akademis (baik untuk dirinya sendiri maupun dalam pengerjaan tugas kelompok dengan teman), dan krisis identitas. Di dalam tesis Spott (2011) terdapat pendapat dari Stavrianopoulos (2008) yang menyebutkan bahwa tahun pertama merupakan masa-masa kritis bagi kehidupan mahasiswa. Masa tersebut merupakan masa transisi dan penyesuaian terhadap tuntutan sosial dan akademis universitas, masa-masa dengan kemungkinan besar untuk dropout dan perubahan pembelajaran. Lebih lanjut, Spott (2011) mengutip bahwa kehidupan tahun pertama menjadi suatu penelitian yang menarik bagi para peneliti, terutama mengenai kesuksesan tahun pertama mahasiswa (Boulter, 2002; Howard & Jones, 2000; Jorgensen-Earp & Stanton, 1993; Smith & Zhang, 2009) serta mengenai aspek sosial kemampuan adaptasi mahasiswa tahun pertama (Enochs & Roland, 2006; Rice, Cunningham, & Young, 1997). 2
  3. 3. Pengetahuan yang memadai mengenai masa transisi yang dialami mahasiswa tahun pertama di universitas akan memudahkan lingkungan sekitar mahasiswa tersebut, seperti orang tua, dosen, dan senior, untuk membantu mahasiswa tersebut melewati masa transisi dengan sukses. Lingkungan di sekitar mahasiswa baru perlu memberi perhatian lebih pada masa transisi mahasiswa karena pada masa transisi ini, mahasiswa baru menemui perbedaan lingkungan yang cukup signifikan dari masa sekolah menengah atas (SMA). Di dalam lingkungan sosial dan pendidikan di sekolah menengah atas (SMA), kurikulum yang berlaku masih sangat bergantung kepada kapabilitas guru untuk mentransfer semua ilmu kepada murid-muridnya, atau sering juga disebut dengan teacher-oriented-curricullum. Kurikulum untuk murid SMA ini juga telah diatur dengan sangat detail sehingga kurang memacu kebebasan murid-murid untuk memilih studi yang diinginkan. Sedangkan di lingkungan universitas, kurikulum yang ditekankan merupakan kurikulum yang berbasis ke mahasiswa-mahasiswa sendiri (student-oriented- curricullum). Kurikulum ini membebaskan mahasiswa memilih segala hal yang berkaitan dengan studi mereka sehingga mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri, bertanggung jawab, aktif, dan memiliki inisiatif dalam mengikuti kegiatan akademis mereka. Hal ini didukung oleh Alamsyah (2006) yang menyatakan bahwa budaya dan lingkungan Sekolah Menengah Atas masih sama dengan sekolah dasar dan berbeda dengan lingkungan universitas. Hal ini menjadi suatu masalah bagi para mahasiswa tahun pertama karena mereka mengalami perubahan lingkungan yang cukup drastis. Selain itu, lingkungan mahasiswa, terutama lingkungan mahasiswa reguler di program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia merupakan lingkungan yang berbeda dengan lingkungan kampus lainnya. Menurut pengamatan peneliti, hal ini disebabkan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UI yang sering diasumsikan dengan gaya hidup yang medium-high class dan hedonis, hubungan yang cenderung individualis dengan teman, senior, dan bahkan dosen, cara belajar dengan fase waktu yang cepat (fast time pace), student-oriented curricullum, serta tugas yang bertumpuk-tumpuk dengan deadline yang berurutan. Sedangkan di lingkungan sekolah menengah, siswa cenderung memiliki hubungan personal yang dekat dengan teman dan senior, guru yang masih terus mengarahkan segala urusan yang berhubungan dengan akademis, serta tugas yang tidak banyak dan bertumpuk. Perbedaan 3
  4. 4. yang cukup signifikan ini tentu menuntut kemampuan adaptasi yang baik dari mahasiswa-mahasiswa baru, terutama di Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan adaptasi mahasiswa baru. Duran dan Kelly (1988) membagi skala pengukuran kemampuan adaptasi melalui pengukuran tingkat kenyamanan mahasiswa baru di lingkungan kampus (social composure), keinginan untuk berpartisipasi dalam lingkungan kampus (social experience), pemeliharaan citra sosial (social confirmation), pembukaan diri (appropriate disclosure), artikulasi (articulation), dan rasa humor (wit). Komponen-komponen tersebut akan membantu pengukuran keterlibatan dan interaksi mahasiswa tahun pertama di lingkungan universitas. Penelitian mengenai kemampuan adaptasi mahasiswa tahun pertama ini dilakukan dengan memanfaatkan kesadaran diri mahasiswa dalam mengidentifikasi dirinya di dalam lingkungan universitas. Individu juga memperoleh identitas mereka melalui interaksi dengan orang lain. Selain itu, proses pembentukan tersebut juga merujuk kepada cara pandang reflektif kita terhadap diri kita sendiri, baik pada identitas sosial maupun identitas personal. Perkembangan identitas diawali dengan pembahasan self-awareness atau kesadaran diri sesorang. Memahami bagaimana konsep diri atau self-concept kita berkembang adalah salah satu cara meningkatkan self-awareness. Setelah kita mendapatkan gambaran tentang self-concept yang kemudian menimbulkan adanya selfawareness, konsep diri kita akan menjadi lebih stabil. Dalam hal ini ditujukan kepada remaja. Self-awareness akan membantu menstabilkan self-concept dari remaja sebagai sosok yang dinilai sedang menghadapi krisis yang dapat menimbulkan ketidakstabilan emosi dan perilaku. Memahami bagaimana konsep diri berkembang adalah salah satu cara untuk meningkatkan self-awareness. Selanjutnya, setelah kita berhasil melakukan pemahaman terhadap diri kita, kita akan memasuki tahap pemberian nilai terhadap diri kita sendiri atau self-esteem (Duran & Kelly, 1988, h. 65). Dengan mengetahui tingkat kemampuan adaptasi mahasiswa baru, kita bisa membantu mengarahkan mahasiswa baru untuk berinteraksi dengan baik dan benar, serta mengarahkan mahasiswa supaya tidak mengalami krisis identitas. Hal ini juga dapat memfasilitasi orang-orang di sekitar mahasiswa tahun pertama tersebut untuk memfasilitasi masa transisi mahasiswa pada tahun pertama mereka belajar di lingkungan 4
  5. 5. universitas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi atau sumbangan positif terhadap disiplin ilmu komunikasi dengan mengetahui kemampuan adaptasi mahasiswa baru di lingkungan akademis sehingga mempermudah penelitian lainnya yang terkait dengan hal ini, terutama, pada penggunaan teori-teori ataupun pengembangan konsep-konsepnya terkait dengan kemampuan adaptasi mahasiswa baru. PERTANYAAN PENELITIAN Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian, sebagai berikut: 1. Komponen apa yang paling potensial yang dimiliki mahasiswa baru terkait dengan kemampuan adaptasi mahasiswa baru di lingkungan universitas? Dengan mengetahui potensi kemampuan adaptasi mahasiswa tahun pertama di lingkungan sosial dan akademis mahasiswa baru, peneliti bisa lebih memahami hal-hal yang bisa membantu mahasiswa baru untuk bisa sukses melewati tahun pertama di universitas. 2. Bagaimana mahasiswa baru mengidentifikasi dirinya dalam lingkungan universitas? Dengan mengetahui persepsi mahasiswa mengenai dirinya dalam lingkungan universitas, peneliti bisa menggali kelebihan dan kekurangan mahasiswa baru dalam pembawaan serta kesiapan diri mereka untuk menghadapi lingkungan universitas sehingga bisa menjadi indikator untuk membantu mahasiswa baru bertransisi di dalam lingkungan mereka. HIPOTESIS PENELITIAN 1. Mahasiswa memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, terutama di dalam dimensi social confirmation. 5
  6. 6. Mahasiswa memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, terutama di dalam dimensi social confirmation. Hal ini disebabkan oleh pentingnya penerimaan lingkungan bagi proses adaptasi mahasiswa baru sehingga mahasiswa baru bisa beradaptasi dengan lebih baik dan cenderung terus mengasah dimensi tersebut lebih baik dari pada dimensi lainnya. 2. Mahasiswa mampu mengidentifikasi diri mereka bahwa mereka memiliki kemampuan beradaptasi yang cukup untuk menghadapi lingkungan baru (lingkungan universitas). Mahasiswa mampu mengidentifikasi kemampuan adaptasi mereka sehingga mereka bisa lebih memanfaatkan kemampuan tersebut untuk menghadapi lingkungan baru (lingkungan universitas). Kemampuan mahasiswa mengidentifikasi kemampuan adaptasi dan kemudian memanfaatkannya disebabkan oleh kesadaran yang dimiliki oleh masingmasing mahasiswa. LITERATURE REVIEW Pada umumnya, seseorang yang berada pada tahun pertama masa pendidikan di sebuah institusi atau universitas akan mengalami tahap komunikasi yang baru. Mereka akan menghadapi lingkungan sosial maupun lingkungan akademis yang berbeda dari sebelumnya dan mungkin di luar dari harapan mereka akan lingkungan perguruan tinggi. Mereka pun dituntut untuk melakukan proses adaptasi dengan mengolah kemampuan berkomunikasi dan berperilaku untuk mempersepsikan hubungan sosio-interpersonal dan beradaptasi dengan sikap dan tujuan dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar (Duran, 1983). Ketika terjadi perbedaan terhadap harapan individu-individu yang menyandang status mahasiswa baru dengan realita yang ada, banyak dari mereka pada akhirnya tidak dapat membangun kemampuan intelektual dan membina hubungan dalam keanggotaan sosial di lingkungan perguruan tinggi mereka (Cope & Hannah, 1975, h. 447). Hal tersebut dapat mengakibatkan seseorang individu yang melakukan proses adaptasi mengalami identity confusion dimana seseorang berada dalam kondisi terombang-ambing atau bingung dengan identitas mereka di lingkungan baru yang berbeda dari lingkungan 6
  7. 7. sebelumnya. Tidak hanya itu, seseorang juga dapat megalami identity rejection dimana individu yang menjalani proses adaptasi mengalami penolakan dari lingkungan barunya. Lebih parah lagi, seseorang tersebut juga dapat mengalami kegagalan adaptasi hingga kehilangan identitas di lingkungan barunya (Oberg, 1960) dalam (Cope & Hannah, 1975). Proses adaptasi antar budaya merupakan derajat perubahan yang terjadi ketika seseorang berpindah dari lingkungan yang ia kenal ke lingkungan asing (Ting & Toomey, 1999). Martin dan Nakayama (2010) berpendapat bahwa baik lingkungan asal dan lingkungan baru dapat dikatakan sebagai ruang budaya seseorang apabila lingkungan tersebut memiliki ikatan emosional dan terdapat proses komunikasi yang dapat membangun makna tertentu terhadap seseorang. Tidak hanya lokasi fisik, lokasi sosial juga termasuk ke dalam kategori ruang budaya. Sebagai contoh, ketika seorang anak berbicara kepada orang tua maka ia membentuk ruang budaya pada dirinya sebagai anakanak (Martin & Nakayama, 2010, h. 287). Proses komunikasi yang kita alami di suatu lingkungan kita berada merekonstruksikan identitas diri. Identitas diri yang terbentuk dari proses adaptasi seseorang terhadap kehidupan sosialnya dapat merefleksikan seberapa besar keberhasilan seseorang dalam beradaptasi di lingkungan barunya (Ting & Toomey, 1999). A. Teori Adaptasi Komunikasi Adaptasi komunikasi adalah kemampuan seseorang dalam mempersepsikan hubungan antarpribadi dalam kehidupan sosialnya dan menyesuaikan hasil persepsi tersebut ke dalam tujuan interaksi sosial dan perilaku sosialnya (Duran, 1983, h. 320). Duran (1983) mendefinisikan adaptasi komunikasi sebagai kemampuan kognitif dan behavioral untuk mempersepsikan hubungan sosio-interpersonal dan beradaptasi dengan sikap dan tujuan dalam berinteraksi dengan orang lain. Namun demikian, Duran berkeinginan untuk memperluas konstruksi komunikatif adaptasi untuk memasukkan ketenangan sosial, kecerdasan, keterbukaan yang tepat dan artikulasi. Adaptasi komunikasi sangat penting dalam memahami perubahan komunikasi dan adaptasi pada mahasiswa yang baru memasuki lingkungan yang asing dari lingkungan 7
  8. 8. sebelumnya. Duran dan Kelly (1998) menjelaskan beberapa komponen yang berkaitan dengan kemampuan adaptasi komunikasi ini, yaitu social composure yang didefinisikan sebagai keadaan yang dialami komunikator atau pendatang baru ketika ia mengalami rasa nyaman di dalam lingkungan sosialnya dengan tingkat kekhawatiran komunikasi yang kecil. Social experience adalah keadaan di mana mereka menikmati dan berpartisipasi secara terbuka dengan lingkungan sosialnya. Social confirmation merupakan keadaan ketika ia mempertahankan citra sosialnya yang menarik bagi orang lain dan ikut berkomunikasi di dalamnya. Articulation merupakan kemampuan penggunaan kata-kata yang diucapkan benar dan diterima dengan baik oleh orang lainnya. Sedangkan, wit menampilkan penggunaan humor yang cepat dan meredakan ketegangan sosial. Kemungkinan kebanyakan aspek yang relevan dalam pembelajaran komunikasi adaptif adalah appropriate disclosure, yaitu ketika seseorang menyesuaikan tingkat keterbukaan mereka agar sesuai dengan keintiman situasi saat ini untuk meningkatkan keinginan atau citra positif (Duran & Kelly, 1988). Hawken, Duran, dan Kelly (1991) juga menyorot pentingnya komunikasi interpersonal dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan agar dapat memeroleh kesuksesan di lingkungan akademik di mana mahasiswa yang mendapatkan Indeks Prestasi (IP) yang tinggi di tahun pertama kuliah maka lebih mungkin untuk menjadi komunikator yang efektif daripada siswa yang tidak bisa secara efektif mengartikulasikan ide-ide mereka. Sarana tersebut akan mengukur semua keterlibatan dan interaksi mahasiswa baru dalam lingkungan kampus. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa baru reguler jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UI 2012 berjumlah 141 orang. Metode pengumpulan data untuk penelitian ini menggunakan desain cross sectional survey, di mana pengumpulan data hanya dilakukan satu kali dalam satu periode. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data secara primer dalam penelitian ini adalah survei yang dilakukan dengan cara menyebar kuesioner kepada responden. Peneliti melakukan metode pengumpulan data secara primer karena peneliti mengambil data baru, bukan berdasarkan data yang telah tersedia sebelumnya. Pengisian kuesioner dilakukan dengan cara responden diminta untuk 8
  9. 9. menjawab sendiri kuisioner yang telah dibuat atau self-administered questionnaires. Seluruh pertanyaan dalam kuisioner bersifat tertutup atau closed ended questions. Kuesioner yang digunakan diadaptasi dari kuesioner dalam Communicative Adaptability Scale yang dibuat oleh Robert Duran dari Hartford University. Duran (1992) mendefinisikan Communicative Adaptability Scale (CAS) sebagai laporan diri (self report) dan instrumen pengamatan yang dirancang untuk mengukur kemampuan seseorang dalam memahami hubungan sosial dengan orang lainnya dan beradaptasi dengan sikap dan tujuan dalam berinteraksi dengan orang lainnya. Communicative Adaptability Scale (CAS) merupakan ukuran yang multidimensi terdiri dari enam dimensi utama, antara lain social composure, mengukur sejauh mana seseorang merasa tenang dalam situasi sosial, social experience, menilai partisipasi seseorang dalam kehidupan sosial, social confirmation, mengukur kemampuan seseorang dalam mempertahankan citranya terhadap orang lain, appropriate disclosure, menilai kepekaan terhadap tingkat keintiman pertukaran sosial, wit, menilai penggunaan humor untuk meredakan ketegangan sosial, dan articulation, mengukur kesesuaian seseorang dalam penggunaan kata-kata. Berikut ini adalah beberapa contoh pertanyaan dalam kuisioner berdasarkan dimensi dari teori Adaptasi Komunikasi, antara lain: 1. Saya merasa gugup dalam lingkungan sosial. (Social Composure) 2. Saya berusaha membuat orang lain merasa baik. (Social Confirmation) 3. Saya aktif dalam berbagai kelompok sosial yang berbeda. (Social Experience) 4. Saya menyadari keterbukaan diri saya kepada orang lain. (Appropriate Disclosure) 5. Saya sering membuat lelucon dalam situasi lagi tegang. (Wit) 6. Ketika berbicara, saya bermasalah dengan kata-kata yang diucapkan. (Articulation) Pengukuran terhadap variabel dalam penelitian ini menggunakan skala interval Likert dengan lima pilihan jawaban (rentang skor 1-5). Responden akan merespon terhadap pernyataan favorable dan unfavorable dengan memilih satu dari lima jawaban, yaitu sangat tidak sesuai, tidak sesuai, agak sesuai, sesuai, dan sangat sesuai. Dalam 9
  10. 10. penelitian ini, terdapat teori adaptasi komunikasi yang perlu diukur melalui indikator. Berikut ini adalah operasionalisasi dari teori tersebut. Tabel Operasionalisasi dengan Skala Likert Teori/ Variabel Dimensi Sub Dimensi Social Indikator Adaptasi Kemampuan Komunikasi adaptasi mahasiswa Composure orang baru sosial Komunikasi seberapa Skala tenangnya dalam situasi Skala Likert 2012 Social seberapa besar Confirmation kemampuan seseorang dalam menjaga citranya terhadap orang lain Social seberapa besar Experience kemampuan seseorang dalam berpartisipasi di lingkungan sosial Appropriate seberapa besar Disclosure kemampuan seseorang dalam keterbukaannya terhadap orang lain Wit seberapa besar kemampuan seseorang dalam meredakan suasana tegang dengan humor Articulation seberapa besar kemampuan seseorang dalam penggunaan kata-katanya 10
  11. 11. PANDUAN SCORING UNTUK COMMUNICATIVE ADAPTABILITY SCALE Pemberian skor pernyataan yang favorable dari 1 untuk sangat tidak sesuai, 2 untuk tidak sesuai, 3 untuk agak sesuai, 4 untuk sesuai, dan 5 untuk sangat sesuai. Sebaliknya, pernyataan yang unfavorable diberi skor 5 untuk sangat tidak sesuai, 4 untuk tidak sesuai, 3 untuk agak sesuai, 2 untuk sesuai, dan 1 untuk sangat sesuai. Di bawah ini ada dua buah tabel scoring. Tabel pertama untuk mengevaluasi kemampuan adaptasi mahasiswa tahun pertama di lingkungan sosial universitas. Tabel kedua untuk mengevaluasi kemampuan adaptasi mahasiswa tahun pertama di lingkungan akademis universitas. Kedua tabel di bawah ini menunjukkan nomor item-item yang digunakan untuk mengukur masing-masing dari enam dimensi Communicative Adaptability Scale (CAS). Nilai akan dimasukkan pada bagian yang kosong di sebelah kanan nomor item sesuai dengan pengaturan di atas. Kemudian, tambahkan nilai di kolom untuk menemukan nilai keseluruhan untuk setiap dimensinya. Social Composure Item Item # Score 1 2 3 4 5 Factor Score Social Confirmation Item Item # Score 6 7 8 9 10 Factor Score Social Experience Item Item # Score 11 12 13 14 15 Factor Score Appropriate Disclosure Item Item # Score 16 17 18 19 20 Factor Score Wit Articulation Item Item # Score 21 22 23 24 25 Factor Score Item Item # Score 26 27 28 29 30 Factor Score 11
  12. 12. TEMUAN PENELITIAN Profil Demografi Tabel Jenis Kelamin Valid Frequency Percent Valid laki-laki Cumulative Percent Percent 38 27.0 27.0 27.0 Wanita 103 73.0 73.0 100.0 Total 141 100.0 100.0 Total responden yang menjadi objek dalam penelitian ini berjumlah 141 orang dengan dominasi wanita sebagai responden terbanyak, sedangkan jumlah responden lakilaki sangatlah sedikit. Dari tabel 1.1 dapat dilihat bahwa jumlah responden wanita adalah 103 orang atau 73 % dari keseluruhan jumlah responden, sedangkan jumlah responden laki-laki adalah 38 orang atau 27 % dari keseluruhan jumlah responden. 12
  13. 13. Tabel Usia Valid Frequency Percent Cumulative Percent Percent Valid 17 tahun 32 22.7 22.7 22.7 18 tahun 89 63.1 63.1 85.8 19 tahun 16 11.3 11.3 97.2 20 tahun 4 2.8 2.8 100.0 141 100.0 100.0 Total Usia dari keseluruhan responden, baik itu wanita maupun pria, berkisar antara 17 hingga 20 tahun dengan dominasi usia 18 tahun sebanyak 89 orang atau 63.1 % dari keseluruhan jumlah responden. 13
  14. 14. Tabel Tempat Tinggal Valid Frequency Percent Valid Asrama Kost Apartemen rumah pribadi Total Cumulative Percent Percent 16 11.3 11.3 11.3 61 43.3 43.3 54.6 4 2.8 2.8 57.4 60 42.6 42.6 100.0 141 100.0 100.0 Mahasiswa-mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia yang menjadi objek dalam penelitian ini umumnya mendiami rumah pribadi atau tinggal bersama dengan orang tua dan kost sebagai tempat tinggal responden. Kedua tempat ini dipilih oleh responden dengan jumlah yang sama, yaitu 60 orang bertempat tinggal di rumah pribadi atau bersama dengan orang tua dan 60 orang bertempat tinggal di kost dengan persentase 85.2 % atau 42.5 % untuk masing-masing pilihan. Pilihan tempat tinggal 14
  15. 15. lainnya, seperti asrama, dan apartemen, masing-masing dipilih responden sebanyak 16 orang, 4 orang, dan 1 orang. Tabel Gabung Komunitas Valid Frequency Percent Valid ya Cumulative Percent Percent 93 66.0 66.0 66.0 tidak 48 34.0 34.0 100.0 Total 141 100.0 100.0 Dari sekian banyak kegiatan di luar mata kuliah wajib mahasiswa yang berada di dalam kampus, seperti komunitas seni, komunitas olahraga, organisasi birokrasi, organisasi akademis, organisasi keagamaan, organisasi wirausaha, organisasi media, dan organisasi sosial, banyak dari responden yang telah ditentukan dalam penelitian ini mengikuti salah satu atau beberapa kegiatan tersebut. sebanyak 93 orang atau 66 % dari keseluruhan jumlah responden mengikuti kegiatan di luar kegiatan belajar mengajar mereka, sedangkan sisanya, yaitu 48 orang atau 34 % dari keseluruhan jumlah responden, tidak mengikuti kegiatan apa-apa selain kegiatan belajar mengajar. 15
  16. 16. Komunitas Seni Valid Frequency Percent Valid Ya Cumulative Percent Percent 51 36.2 36.2 36.2 Tidak 90 63.8 63.8 100.0 Total 141 100.0 100.0 Komunitas Olahraga Valid Frequency Percent Valid Ya Cumulative Percent Percent 29 20.6 20.6 20.6 Tidak 112 79.4 79.4 100.0 Total 141 100.0 100.0 Organisasi Birokrasi Frequency Percent Valid ya Valid Percent Cumulative Percent 19 13.5 13.5 13.5 tidak 122 86.5 86.5 100.0 Total 141 100.0 100.0 Organisasi Akademis Valid Frequency Percent Valid Ya Cumulative Percent Percent 13 9.2 9.2 9.2 Tidak 128 90.8 90.8 100.0 Total 141 100.0 100.0 16
  17. 17. Organisasi Keagamaan Valid Frequency Percent Valid Ya Cumulative Percent Percent 26 18.4 18.4 18.4 Tidak 115 81.6 81.6 100.0 Total 141 100.0 100.0 Organisasi Wirausaha Valid Frequency Percent Valid Ya Cumulative Percent Percent 5 3.5 3.5 3.5 Tidak 136 96.5 96.5 100.0 Total 141 100.0 100.0 Organisasi Media Valid Frequency Percent Valid Ya Cumulative Percent Percent 4 2.8 2.8 2.8 Tidak 137 97.2 97.2 100.0 Total 141 100.0 100.0 Organisasi Sosial Valid Frequency Percent Valid Ya Cumulative Percent Percent 5 3.5 3.5 3.5 Tidak 136 96.5 96.5 100.0 Total 141 100.0 100.0 17
  18. 18. Tabel Partisipasi Kegiatan 180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 YA TIDAK Tabel di atas menunjukkan partisipasi responden pada kegiatan-kegiatan nonakademis atau kegiatan-kegiatan di luar mata kuliah wajib mereka. Responden yang terdiri atas mahasiswa-mahasiswi reguler Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia tahun 2012 diberikan pertanyaan mengenai kegiatan di luar kegiatan belajar mengajar mereka melalui kuisioner dan mereka diperbolehkan untuk memilih lebih dari satu kegiatan sesuai dengan pilihan-pilihan jawaban yang sudah disediakan di kuisioner yang mereka terima. Dari delapan pilihan kegiatan, seperti yang dapat dilihat pada tabel di atas, komunitas seni dipilih oleh sebagian besar responden, yaitu sejumlah 51 orang ikut dan 90 orang yang tidak mengikuti, sedangkan organisasi media memiliki peserta paling sedikit, yaitu hanya 4 orang yang ikut dan 137 orang yang tidak mengikuti. UJI RELIABILITAS DAN VALIDITAS Reliabilitas Social Composure Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Alpha .816 Standardized Items N of Items .817 5 18
  19. 19. Nilai alpha cronbach untuk dimensi “social composure” adalah 0,816. Oleh karena nilai tersebut lebih besar dari 0,5, item-item pernyataan dalam dimensi “social composure” layak untuk dianalisis lebih lanjut. Social Confirmation Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Alpha Standardized Items .780 N of Items .784 5 Nilai alpha cronbach untuk dimensi “social confirmation” adalah 0,780. Oleh karena nilai tersebut lebih besar dari 0,5, item-item pernyataan dalam dimensi “social confirmation” layak untuk dianalisis lebih lanjut. Social Experience Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Alpha Standardized Items .687 N of Items .691 5 Nilai alpha cronbach untuk dimensi “social experience” adalah 0,687. Oleh karena nilai tersebut lebih besar dari 0,5, item-item pernyataan dalam dimensi “social experience” layak untuk dianalisis lebih lanjut. Appropriate Disclosure Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Alpha .525 Standardized Items N of Items .536 4 Nilai alpha cronbach untuk dimensi “appropriate disclosure” adalah 0,525. Oleh karena nilai tersebut lebih besar dari 0,5, item-item pernyataan dalam dimensi “appropriate disclosure” layak untuk dianalisis lebih lanjut. 19
  20. 20. Wit Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Alpha Standardized Items .766 N of Items .759 5 Nilai alpha cronbach untuk dimensi “wit” adalah 0,766. Oleh karena nilai tersebut lebih besar dari 0,5, item-item pernyataan dalam dimensi “wit” layak untuk dianalisis lebih lanjut. Articulation Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Alpha Standardized Items .720 N of Items .715 5 Nilai alpha cronbach untuk dimensi “articulation” adalah 0,720. Oleh karena nilai tersebut lebih besar dari 0,5, item-item pernyataan dalam dimensi “articulation” layak untuk dianalisis lebih lanjut. Validitas KMO and Bartlett's Test Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. .756 Bartlett's Test of Approx. Chi-Square 1.572E3 Sphericity Df 406 Sig. .000 Nilai uji KMO dan Bartlett untuk komponen-komponen “communication adaptability scale” adalah 0,756. Oleh karena nilai tersebut lebih besar dari 0,5, komponen-komponen “communication adaptability scale” layak dianalisis lebih lanjut. 20
  21. 21. MEAN Statistics Social Social Social Appropriate Composure Confirmaton Experience N Valid Disclosure Wit Articulation 141 141 141 141 141 141 0 0 0 0 0 0 Mean 3.7021 3.8794 3.3475 3.3723 3.1801 3.3092 Mode 4.00 3.80 3.20 3.50 3.20 3.60 522.00 547.00 472.00 475.50 448.40 466.60 Missing Sum Dalam penelitian ini, rata-rata dari keseluruhan dimensi yang menunjukkan kecenderungan mahasiswa-mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia tahun 2012 dalam pengaruhnya terhadap kemampuan adaptasi mereka dengan lingkungan Ilmu Komunikasi terletak pada dimensi social confirmation. Hasil tersebut diperoleh dari penghitungan mean antardimensi yang kemudian dibandingkan satu sama lain. Dari keenam dimensi yang menjadi fokus penelitian, masing-masing dimensi memiliki signifikansi yang tidak terlalu jauh. Dimensi-dimensi yang digunakan dalam penelitian memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kemampuan adaptasi mahasiswamahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia tahun 2012. Akan tetapi, dari tabel di atas dapat dilihat bahwa dimensi yang memiliki pengaruh sedikit lebih besar dibandingkan dimensi lainnya adalah social confirmation. Dimensi social confirmation menunjukkan kemampuan seseorang dalam mempertahankan citranya di mata orang lain. Dengan kata lain, seseorang tersebut cenderung mempertimbangkan aspek-aspek yang berhubungan dengan bagaimana cara membentuk citra yang baik di mata orang lain dan apakah upayanya tersebut berdampak pada penerimaan orang lain terhadap dirinya. INTERPRETASI DATA Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pada umumnya, mahasiswa tahun pertama Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia tahun 2012 tidak mengalami kesulitan beradaptasi. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya nilai mean di dalam keenam dimensi 21
  22. 22. Communicative Adaptability Scale (CAS) yang diteliti. Dengan menggunakan skala Likert dari 1 sampai 5, keenam dimensi tersebut memiliki mean lebih dari 2,5 sehingga bisa dikategorikan tinggi. Tingginya mean dari tiap dimensi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa-mahasiswa tersebut merasa kalau diri mereka memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi pula. Mahasiswa tersebut menginterpretasikan diri mereka bahwa mereka memiliki kemampuan dalam beradaptasi di lingkungan universitas di Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia. Apabila dilihat dari data kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa tahun pertama Ilmu Komunikasi Reguler FISIP UI tahun 2012, mahasiswa mengidentifikasi diri mereka bahwa mereka memiliki kemampuan yang cukup untuk beradaptasi, teruatama melalui aspek penerimaan sosial (social confirmation). Mahasiswa merasa bahwa mereka dapat diterima dengan baik dan berusaha melakukan hal-hal yang membuat mereka diterima di dalam lingkungan universitas. IMPLIKASI PENELITIAN Dalam penelitian ini mahasiswa baru Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia angkatan 2012 telah terbukti tidak memiliki kesulitan yang signifikan dalam beradaptasi dikarenakan mereka memiliki aspek penerimaan sosial (social confirmation) yang tinggi, dimana mereka akan cenderung memperhatikan perasaan orang lain agar image mereka terlihat baik, dan selalu membuat orang lain merasa senang apabila sedang berinteraksi dengannya, dengan begitu mereka akan diterima dengan mudah di lingkungan sosialnya. Namun, bukan berarti karena aspek social confirmation yang lebih dominan dari yang lainnya, kelima aspek lainnya diabaikan. Kelima aspek lainnya juga turut mendukung kemudahan dalam beradaptasi dalam suatu lingkungan seperti kenyamanan mahasiswa baru di lingkungan kampus (social composure), keinginan untuk berpartisipasi dalam lingkungan kampus (social experience), pembukaan diri (appropriate disclosure), artikulasi (articulation), dan rasa humor yang diberikan (wit). Hanya saja dalam penelitian kali ini nilai kelima komponen lainnya lebih rendah dibandingkan social confirmation. Dengan kata lain, dapat dikatakan bila mahasiswa baru Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia angkatan 2012 dapat dengan mudah 22
  23. 23. beradaptasi dikarenakan mereka sangat memperhatikan kenyamanan lawan bicara mereka ketika berinteraksi sehingga mereka dapat diterima di lingkungannya. Oleh sebab itu, penelitian ini sangat bermanfaat untuk mengetahui aspek apa yang paling dominan ketika seseorang sedang melakukan adaptasi serta dapat juga mempelajari bagaimana mereka melakukan interaksi yang menjadi kunci untuk dapat dengan mudah diterima di lingkungan barunya. Dapat terlihat dalam penelitian ini, yaitu dengan mengetahui tingkat kemampuan adaptasi mahasiswa baru, kita dapat pula membantu mengarahkan mahasiswa baru untuk berinteraksi dengan baik dan benar sehingga menjauhkan mereka dari krisis identitas. Dengan begitu, penelitian ini dapat memfasilitasi orang-orang di sekitar mahasiswa tahun pertama tersebut untuk melalui masa transisi mahasiswa pada tahun pertama mereka ketika belajar di lingkungan universitas. REKOMENDASI PENELITIAN Penelitian mengenai kemampuan adaptasi seseorang sangatlah menarik dimana banyak hal-hal yang masih bisa dieksplorasi dan dikembangkan di dalamnya. Begitu juga dengan penelitian yang peneliti angkat kali ini, yaitu lebih terfokus pada komponen dominan dalam proses adaptasi mahasiswa baru Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia angkatan 2012. Peneliti berharap dengan adanya penelitian ini dapat membantu penelitian-penelitian berikutnya dalam mengkaji dan meneliti konsep-konsep terkait baik secara korelatif maupun komparatif terhadap kemampuan adaptasi dalam suatu lingkungan, khususnya lingkungan kampus Universitas Indonesia. KESIMPULAN 1. Penelitian ini membuktikan bahwa mahasiswa tahun pertama Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia program reguler tahun 2012 memiliki kemampuan adaptasi yang cukup tinggi apabila dilihat dengan menggunakan Communicative Adaptability Scale (CAS). 23
  24. 24. 2. Dari enam dimensi Communicative Adaptability Scale (CAS), mahasiswa tahun pertama Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia program regular tahun 2012 memiliki potensi yang paling tinggi di dimensi social confirmation. 3. Mahasiswa mengidentifikasi diri mereka sebagai diri yang memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi sehingga menumbuhkan kesadaran bagi para mahasiswa yang membantu mereka dalam proses adaptasi di lingkungan universitas. 4. Kesadaran mengenai kemampuan adaptasi diri mahasiswa juga membantu mereka dalam mempersiapkan diri untuk beradaptasi di lingkungan universitas sehingga mereka bisa menyesuaikan diri dengan cepat. 24
  25. 25. DAFTAR PUSTAKA Alamsyah, E. (2006). Wajah Pendidikan di Indonesia. Yogyakarta: TigaRaksa Press. Andina. (2005). Skripsi Bahasa Pergaulan Sebagai Bahasa Identitas Remaja. Depok. Calhoun, James F., & Acocella, Joan R. (1990). Psychology of Adjustment and Human Relationships. New York: McGraw-Hill. Chapdelaine, R. F., & Alexitch, L. R. (2004). Social skills difficulty: Model of culture shock for international graduate students. Journal of College Student Development, 45(2), 167–183. Cope, R.G., & Hannah, W. (1975). Revolving college doors: the causes and consequences of dropping out, stopping out, and transferring. New York: Wiley. Duran, R. L. (1983). Communicative adaptability: A measure of social communicative competence. Communication Quarterly, 31, 320-326. Duran, R. L. (1992). Communicative Adaptability: A Review of Conceptualization and Measurement. Communication Quarterly, 40 (3), 253-268. Duran, R.L. & Kelly, L. (1988). An investigation into the cognitive domain of communication competence II: The relationships between communicative competence and interaction involvement. Communication Research Reports, 5. Hawken, L., Duran, R. L., & Kelly, L. (1991). The relationship of interpersonal communication variables to academic success and persistence in college. Communication Quarterly, 39 (4), 297-308. Judith, N., Martin, & Nakayama, K., Thomas. (2010). Intercultural Communication in Context. New York. McGraw-Hill. Spott, Jessica. (2011). Thesis Social and Academic Adaptabilty of First Year Freshmen Students. Texas: Texas Tech University. Ting-Toomey, Stella. (1999). Communicating Across Culture. New York: The Guilford Press. 25
  26. 26. LAMPIRAN KUESIONER RISET KEMAMPUAN ADAPTASI MAHASISWA BARU Yth. Responden Terima kasih atas kesediaan Anda meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner ini. Kami merupakan mahasiswa yang sedang melakukan penelitian mengenai kemampuan adaptasi mahasiswa baru. Kuesioner ini ditujukan kepada MAHASISWA BARU Ilmu Komunikasi reguler angkatan 2012 Universitas Indonesia. Kami sangat menghargai kesediaan Anda mengisi kuesioner untuk penelitian ini. Mohon seluruh dengan baik dan jujur. Jika ada pertanyaan mengenai isi kuesioner ini, pertanyaan dijawab silahkan Anda langsung bertanya kepada kami. BAGIAN 1 : PROFIL RESPONDEN Petunjuk: Lengkapilah pertanyaan berikut dengan melingkari jawaban yang paling sesuai dengan diri Anda. 1. Jenis Kelamin : 1. Pria 2. Wanita 2. Usia : 1. 17 tahun 2. 18 tahun 3. Tempat tinggal saat ini: 3. 19 tahun 1. Asrama 5. 21 tahun 4. Kontrakan 2. Kost 4. 20 tahun 5. Rumah pribadi 3. Apartemen 4. Saya bergabung dalam komunitas atau kelompok sosial tertentu di universitas : 1. Ya 2. Tidak 5. Apabila tergabung dengan komunitas atau kelompok sosial tertentu di universitas, komunitas atau kelompok sosial yang saya ikuti adalah: (Boleh memilih lebih dari satu) 1. Komunitas Seni 2. Komunitas Olahraga 3. Organisasi Birokrasi (BEM, BPM, Himpunan Mahasiswa, dll) 4. Organisasi Akademis (Tim Robot, Tim Penelitian, Debat, dll) 5. Organisasi Keagamaan (FSI, Kuksa, dll) 6. Organisasi Wirausaha (HIPMI, dll) 7. Kelompok lain-lain : ........................... (Sebutkan) 26
  27. 27. BAGIAN 2 : PENGUKURAN KEMAMPUAN ADAPTASI MAHASISWA BARU Petunjuk: Di bawah ini merupakan pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan pengalaman perilaku komunikasi sejak awal memasuki lingkungan kampus. Lingkari jawaban Anda pada nomor yang sesuai dengan pilihan jawaban Anda terkait kemampuan adaptasi Anda di lingkungan kampus yang baru. 5= Sangat Sesuai (SS) 4= Sesuai (S) 3= Agak Sesuai (AS) 2= Tidak Sesuai (TS) 1= Sangat Tidak Sesuai (STS) NO. PERNYATAAN STS TS AS S SS 1. Saya merasa gugup dalam lingkungan Ilmu Komunikasi FISIP UI. 1 2 3 4 5 2. Di dalam lingkungan Ilmu Komunikasi FISIP UI, saya merasa tegang dan terdesak. 1 2 3 4 5 3. Ketika saya berbicara, postur tubuh saya terlihat canggung dan tegang. 1 2 3 4 5 4. Suara saya terdengar gugup ketika berbicara dengan orang lain. 1 2 3 4 5 5. Saya merasa rileks ketika berbicara dengan orang lain. 1 2 3 4 5 6. Saya berusaha membuat orang lain merasa baik. 1 2 3 4 5 7. Saya berusaha membuat orang lain merasa penting dan dihargai. 1 2 3 4 5 8. Saya mencoba untuk akrab ketika berbicara dengan orang lain. 1 2 3 4 5 9. Ketika saya berbicara, saya berpikir bagaimana perasaan orang lain. 1 2 3 4 5 10. Secara verbal maupun nonverbal saya mendukung orang lain. 1 2 3 4 5 11. Saya aktif dalam berbagai kelompok sosial yang berbeda. 1 2 3 4 5 12. Saya nyaman bersosialisasi dengan kelompok sosial yang berbeda. 1 2 3 4 5 13. Saya nyaman bertemu dengan orang baru. 1 2 3 4 5 14. Saya mudah bergaul dengan orang lain. 1 2 3 4 5 15. Saya tidak berbaur dengan baik dalam lingkungan Ilmu Komunikasi FISIP UI. 1 2 3 4 5 16. Saya menyadari keterbukaan diri saya kepada orang lain. 1 2 3 4 5 17. Saya menyadari keterbukaan orang lain terhadap saya. 1 2 3 4 5 18. Saya tahu seberapa tepat keterbukaan diri saya. 1 2 3 4 5 27
  28. 28. 19. Saya terbuka pada level keterbukaan yang sama seperti orang lain lakukan terhadap saya. 1 2 3 4 5 20. Ketika saya memberikan informasi, saya tahu apa yang saya ucapkan. 1 2 3 4 5 21. Saya sering membuat lelucon dalam situasi lagi tegang. 1 2 3 4 5 22. Ketika saya gelisah, saya sering membuat lelucon. 1 2 3 4 5 23. Ketika saya merasa malu, saya sering membuat lelucon tentang hal itu. 1 2 3 4 5 24. Ketika seseorang memberikan komentar negatif tentang diri saya, saya meresponnya dengan terbuka. 1 2 3 4 5 25. Orang-orang berpikiran saya memiliki rasa humor yang tinggi. 1 2 3 4 5 26. Ketika berbicara, saya bermasalah dengan kata-kata yang diucapkan. 1 2 3 4 5 27. Saya kadang-kadang tidak memilih kata dengan baik. 1 2 3 4 5 28. Saya kadang-kadang menggunakan satu kata ketika saya mengartikan kata lainnya. 1 2 3 4 5 29. Saya tidak dapat menggunakan kata-kata dengan benar dan tepat. 1 2 3 4 5 30. Saya kesulitan dalam melafalkan kata- kata yang akan diucapkan. 1 2 3 4 5 -TERIMA KASIH- 28

×