Pedoman skripsi

790 Aufrufe

Veröffentlicht am

Berikut saya bagikan untuk para mahasiswa/i pedoman, langkah-langkah dalam mengerjakan skripsi.
semoga bermanfaat Terima Kasih

Veröffentlicht in: Bildung
0 Kommentare
5 Gefällt mir
Statistik
Notizen
  • Als Erste(r) kommentieren

Keine Downloads
Aufrufe
Aufrufe insgesamt
790
Auf SlideShare
0
Aus Einbettungen
0
Anzahl an Einbettungen
55
Aktionen
Geteilt
0
Downloads
67
Kommentare
0
Gefällt mir
5
Einbettungen 0
Keine Einbettungen

Keine Notizen für die Folie

Pedoman skripsi

  1. 1. 1 KAIDAH PENULISAN SKRIPSI PERLU UNTUK PEMBIMBING PENTING BAGI MAHASISWA YANG DIBIMBING OLEH: SUDARMAJI
  2. 2. KARAKTERISTIK SKRIPSI BERMANFAAT BAGI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN, BAIK SECARA TEORITIS MAUPUN PRAKTIS, MULAI DARI TINGKAT DASAR SAMPAI PERGURUAN TINGGI, JUGA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DAN PENDIDIKAN KELUARGA. MENGARAH PADA PEMECAHAN MASALAH PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN. UNTUK BIDANG NONKEPENDIDIKAN, SKRIPSI DIARAHKAN PADA PERMASALAHAN BIDANG KEILMUAN YANG SESUAI DENGAN PROGRAM STUDI MAHASISWA. DITULIS ATAS DASAR HASIL PENGAMATAAN DAN OBSERVASI LAPANGAN ATAUPUN PENELAAHAN PUSTAKA. DITULIS DALAM BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR. (KECUALI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS). TEBAL SKRIPSI MINIMAL 45 HALAMAN (MINUS LAMPIRAN). 2
  3. 3. TUGAS PEMBIMBING PEMBIMBING BERTUGAS MENGARAHKAN SISTEMATIKA, METODOLOGI/PROSEDUR, DAN ISI SKRIPSI. PEMB. I DAN II DAPAT BERSEPAKAT UNTUK MEMBAGI TUGAS DALAM PROSES PEMBIMBINGAN PROSES PEMBIMBINGAN DAPAT DILAKUKAN SECARA FLEKSIBEL, YAKNI DALAM WAKTU YANG BERSAMAAN / BERGANTIAN ATAUPUN DISELESAIKAN OLEH PEMB. II DAN DILANJUTKAN KE PEMB. I 3
  4. 4. 4 BAGIAN AWAL SKRIPSI 1) SAMPUL SKRIPSI, 2) HALAMAN KOSONG, 3) ABSTRAK, 4) HALAMAN JUDUL, 5) PERNYATAAN, 6) PENGESAHAN 7) RIWAYAT HIDUP, 8) PERSEMBAHAN, 9) MOTO, 10) KATA PENGANTAR, 11) DAFTAR ISI, 12) DAFTAR TABEL, 13) DAFTAR GAMBAR, 14) DAFTAR LAMPIRAN
  5. 5. 5 ISI SKRIPSI BAB I: LATAR BELAKANG MASALAH, IDENTIFIKASI MASALAH, PEMBATASAN MASALAH, PERUMUSAN MASALAH, TUJUAN PENELITIAN, KEGUNAAN PENELITIAN, DAN RUANG LINGKUP PENELITIAN BAB II: TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS (BILA ADA) BAB III: METODE PENELITIAN, VARIABEL PENELITIAN, DEFINISI OPERASIONAL, RENCANA PENGUKURAN, POPULASI, SAMPEL, TEKNIK SAMPLING, TEKNIK PENGUMPULAN DATA, INSTRUMEN PENELITIAN, DAN TEKNIK ANALISIS DATA BAB IV: GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN, ANALISIS DATA DAN PENGUJIAN HIPOTESIS/URAIAN JAWABAN ATAS PERTANYAAN PENELITIAN, DAN PEMBAHASAN BAB V: SIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA
  6. 6. 6 ABSTRAK ABSTRAK DITULIS DALAM TIGA PARAGRAF. PARAGRAF PERTAMA BERISI URAIAN SINGKAT MENGENAI MASALAH DAN TUJUAN PENELITIAN. PARAGRAF KEDUA BERISI METODE YANG DIGUNAKAN, POPULASI, SAMPEL, INSTRUMENTASI, ANALISIS DATA, DAN INTERPRETASI. PARAGRAF KETIGA BERISI SIMPULAN HASIL PENELITIAN. ABSTRAK DITULIS DENGAN SPASI GANDA DAN TIDAK LEBIH DARI 500 KATA (DUA HALAMAN).
  7. 7. KATA PENGANTAR HALAMAN INI BERISI TENTANG INFORMASI SECARA GARIS BESAR MENGENAI ISI/ MATERI PENULISAN SKRIPSI. BERISI URAIAN YANG MENGANTARKAN PARA PEMBACA SKRIPSI KEPADA PERMASALAHAN YANG DITELITI. PADA KATA PENGANTAR DAPAT DISERTAKAN UCAPAN TERIMA KASIH KEPADA PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT SECARA LANGSUNG DAN BERJASA DALAM PROSES PENULISAN SKRIPSI 7
  8. 8. LATAR BELAKANG MASALAH BAGIAN INI MENJELASKAN TENTANG PENTINGNYA PERMASALAHAN YANG AKAN DITELITI DILIHAT DARI SEGI PENGAJARAN DAN PENGEMBANGAN ILMU. HAL YANG PERLU DISAJIKAN PADA LBM ADALAH ALASAN APA DAN MENGAPA PENELITI MERASA PERLU UNTUK MELAKUKAN PENELITIAN. APA AKIBATNYA JIKA PERMASALAHAN YANG ADA TIDAK DITELITI. LBM HARUS MENGUNGKAPKAN GEJALA-GEJALA KESENJANGAN YANG TERDAPAT DI LAPANGAN SEBAGAI DASAR PEMIKIRAN UNTUK MENEMUKAN PERMASALAHAN. 8
  9. 9. IDENTIFIKASI MASALAH BAGIAN INI BERISI TENTANG KAJIAN TERHADAP BERBAGAI PERMASALAHAN YANG MUNCUL DAN PERLU DIPILAH-PILAH SESUAI DENGAN MAKSUD, TUJUAN, DAN RUANG LINGKUP PENELITIAN. IDENTI-FIKASI MASALAH DITUANGKAN DALAM BENTUK PERNYATAAN, DAN BUKAN DENGAN KALIMAT TANYA 9
  10. 10. PEMBATASAN MASALAH BAGIAN INI BERISI TENTANG PERMASALAHAN POKOK YANG AKAN DITELITI SESUAI DENGAN RUANG LINGKUP PENELITIAN. BATASAN MASALAH DIAMBIL BERDASARKAN BUTIR-BUTIR YANG ADA PADA IDENTIFIKASI MASALAH DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ASPEK-ASPEK METODOLOGIS, KELAYAKAN, DAN KETERBATASAN PENULIS DALAM MELAKUKAN PENELITIAN 10
  11. 11. PERUMUSAN MASALAH PERMASALAHAN YANG MUNCUL DAN TELAH DIBATASI HARUS DIRUMUSKAN SECARA JELAS DAN LUGAS. PERUMUSAN MASALAH DAPAT DILAKUKAN DENGAN KALIMAT TANYA ATAUPUN KALIMAT NARATIF. MASALAH YANG DIRUMUSKAN HARUS RELEVAN DENGAN TUJUAN PENELITIAN DAN HIPOTESIS 11
  12. 12. TUJUAN PENELITIAN DIKEMUKAKAN SECARA RINGKAS TENTANG TARGET YANG INGIN DICAPAI, BAIK SECARA UMUM MAUPUN SECARA KHUSUS. BANYAKNYA BUTIR DALAM TUJUAN PENELITIAN TIDAK HARUS SAMA DENGAN BANYAKNYA RUMUSAN MASALAH. TUJUAN UMUM YANG INGIN DICAPAI DIGAMBARKAN SECARA SINGKAT DALAM SATU ATAU DUA KALIMAT. TUJUAN KHUSUS DIRUMUSKAN DALAM BENTUK BUTIR-BUTIR (MISALNYA, 1, 2, 3, DST) YANG SECARA SPESIFIK MENGACU KEPADA PERTANYAAN PENELITIAN 12
  13. 13. 13 KEGUNAAN PENELITIAN KEMUKAKAN KEGUNAAN PENELITIAN BAGI PIHAK-PIHAK TERTENTU YANG TERKAIT DENGAN MASALAH YANG DITELITI, BAIK YANG BERSIFAT PRAKTIS MAUPUN YANG BERSIFAT TEORITIS
  14. 14. 14 RUANG LINGKUP SECARA BERURUTAN, BAGIAN INI BERISI URAIAN TENTANG OBJEK (MATERI) YANG AKAN DITELITI, SUBJEK (PELAKU) YANG MENJADI SASARAN PENELITIAN, DAERAH (LOKASI) PENELITIAN, SERTA WAKTU PELAKSANAAN PENELITIAN.
  15. 15. TINJAUAN PUSTAKA BAGIAN INI BERISI ANALISIS BERBAGAI TEORI YANG DIGUNAKAN SEBAGAI ACUAN, SERTA ANALISIS BERBAGAI PENELITIAN TERDAHULU YANG RELEVAN. TINJAUAN PUSTAKA TIDAK HANYA BERISI KUMPULAN PENDAPAT PARA PAKAR, MELAINKAN MENGUNGKAP BEBERAPA TEORI ATAU PENGERTIAN POKOK DAN PENGERTIAN TURUNANNYA SESUAI DENGAN PERMASALAHAN YANG DITELITI 15
  16. 16. KERANGKA BERPIKIR BERISI GAMBARAN TENTANG POLA HUBUNGAN ANTARVARIABEL MAUPUN KERANGKA KONSEP YANG DIGUNAKAN OLEH PENELITI UNTUK MENJAWAB PERMASALAHAN YANG DITELITI. KERANGKA BERPIKIR DAPAT BERUPA TEORI, EVIDENSI-EVIDENSI, DAN DAPAT PULA BERUPA PEMIKIRAN PENELITI SENDIRI. KERANGKA BERPIKIR HARUS DIRUMUSKAN DALAM BENTUK KALIMAT DEKLARATIF. JADI, BUKAN DENGAN KALIMAT PERTANYAAN, KALIMAT SARAN, ATAUPUN KALIMAT PENGHARAPAN. 16
  17. 17. HIPOTESIS HIPOTESIS HARUS DIRUMUSKAN SECARA SINGKAT, JELAS, DAN LUGAS DENGAN KALIMAT PERNYATAAN. HIPOTESIS DIRUMUSKAN BERDASARKAN TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR YANG TELAH DILAKUKAN 17
  18. 18. METODE PENELITIAN PADA BAGIAN INI TIDAK PERLU DIURAIKAN TENTANG PENGERTIAN METODE/METODOLOGI ATAUPUN JENIS-JENIS METODE PENELITIAN, BAIK OLEH PENULIS MAUPUN OLEH PARA PAKAR PENELITIAN. CUKUP DIJELASKAN “METODE APA” YANG DIGUNAKAN, SERTA ALASAN SECARA RASIONAL “MENGAPA” PENELITI MENGGUNAKAN METODE TERSEBUT DALAM PENELITIANNYA. 18
  19. 19. VARIABEL PENELITIAN VARIABEL APA SAJA YANG MENJADI TITIK PERHATIAN PENELITI, BERAPA JUMLAH VARIABEL YANG DITELITI, APA YANG MENJADI VARIABEL BEBAS DAN TERIKAT. PADA BAGIAN INI TIDAK PERLU DIURAIKAN PENGERTIAN VARIABEL, YANG PERLU DIJELASKAN ADALAH DEFINISI OPERASIONAL (BUKAN KONSEPTUAL), SERTA PENGUKURAN VARIABEL YANG BERISI LANGKAH/TEKNIK PENGUKURAN. 19
  20. 20. POPULASI, SAMPEL, DAN TEKNIK SAMPLING TIDAK PERLU DIURAIKAN PENGERTIAN POPULASI, SAMPEL, ATAUPUN TEKNIK SAMPLING. CUKUP DIJELASKAN APA/SIAPA YANG MENJADI POPULASI, BERAPA JUMLAH SAMPEL, TEKNIK APA YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGAMBIL SAMPEL DISERTAI ALASAN PENGGUNAAN TEKNIK TERSEBUT SECARA RASIONAL 20
  21. 21. BEBERAPA TEKNIK 21 SAMPLING 1. SAMPLING ACAK (RANDOM SAMPLING) A. SAMPLING ACAK SEDERHANA (SIMPLE RANDOM SAMPLING) B. SAMPLING ACAK BERATURAN (ORDINAL RANDOM SAMPLING) C. SAMPLING BILANGAN ACAK (NUMBERS RANDOM SAMPLING) 2. SAMPLING KELOMPOK (CLUSTER SAMPLING) 3. SAMPLING BERTINGKAT (STRATIFIED SAMPLING) 4. SAMPLING BERTUJUAN (PURPOSIVE SAMPLING) 5. SAMPLING DAERAH/WILAYAH (AREA SAMPLING) 6. SAMPLING KEMBAR (DOUBLE SAMPLING) 7. SAMPLING BERIMBANG (PROPORTIONAL SAMPLING) 8. SAMPLING BOLA SALJU (SNOWBALL SAMPLING)
  22. 22. TEKNIK PENGUMPULAN DATA PADA BAGIAN INI HARUS DIJELASKAN TENTANG BERBAGAI TEKNIK/CARA DAN LANGKAH-LANGKAH YANG DIGUNAKAN OLEH PENELITI DALAM PROSES PENGUMPULAN DATA, SERTA DIKEMUKAKAN PULA ALASAN YANG RASIONAL “UNTUK APA” DAN “MENGAPA” PENELITI MENGGUNAKAN TEKNIK TERSEBUT DALAM PENELITIANNYA 22
  23. 23. BEBERAPA TEKNIK PENGUMPUL DATA 23 1. PENGAMATAN (OBSERVATION) A. NONPARTICIPANT OBSERVATION B. PASSIVE PARTICIPANT OBSERVATION C. MODERATE PARTICIPANT OBSERVATION D. ACTIVE PARTICIPANT OBSERVATION E. COMPLETE PARTICIPANT OBSERVATION 2. WAWANCARA (INTERVIEW) 3. DOKUMENTASI (DOCUMENTATION) 4. TES (TEST) 5. ANGKET (QUESTIONAIRE)
  24. 24. INSTRUMEN PENELITIAN PADA BAGIAN INI DIURAIKAN TENTANG SEMUA ALAT PENGUMPUL DATA MAUPUN ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN DALAM PENELITIAN, BAIK DENGAN TES ATAUPUN NONTES. DIURAIKAN PULA ANALISIS UNTUK MENGETAHUI KUALITAS INSTRUMEN (VALIDITAS DAN RELIABILITAS). UNTUK INSTRUMEN YANG BERUPA TES HASIL BELAJAR, HARUS DICARI TINGKAT KESUKARAN, DAYA PEMBEDA, DAN EFEKTIVITAS DISTRAKTOR (PENGECOH). 24
  25. 25. TEKNIK ANALISIS DATA DIKEMUKAKAN LANGKAH YANG DITEMPUH SERTA TEKNIK YANG DIGUNAKAN OLEH PENELITI DALAM MENGANALISIS DATA. SEBELUM MELAKUKAN PENGUJIAN ATAS HIPOTESIS YANG DIAJUKAN, TERLEBIH DAHULU PENULIS MELAKUKAN PENGUJIAN (UJI PRASYARAT) UNTUK MENGETAHUI KEACAKAN DATA (UJI KEACAKAN), NORMALITAS DATA (UJI NORMALITAS), HOMOGENITAS DATA (UJI HOMOGENITAS), DAN LINIERITAS (UJI LINIERITAS). UJI PRASYARAT TERSEBUT DILAKUKAN SESUAI DENGAN KEPERLUAN. 25
  26. 26. GAMBARAN UMUM DAERAH 26 PENELITIAN BERISI URAIAN MENGENAI KONDISI ATAU KEADAAN FISIK MAUPUN NONFISIK LOKASI DAN SUBJEK PENELITIAN. (BUKAN KEHARUSAN)
  27. 27. ANALISIS DATA DAN PENGUJIAN HIPOTESIS DIKEMUKAKAN LANGKAH-LANGKAH YANG DILAKUKAN PENELITI DALAM MENGANALISIS DATA DAN UJI HIPOTESIS, BAIK DENGAN STATISTIK MAUPUN NONSTATISTIK. JIKA DENGAN STATISTIK, URAIKAN PENERAPAN BEBERAPA RUMUS DAN KRITERIA UJI UNTUK MEMBUKTIKAN HIPOTESIS, TERMASUK UJI PRASYARAT JIKA DIPERLUKAN. (BUKAN UJI INSTRUMEN) 27
  28. 28. JIKA TIDAK DENGAN STATISTIK, MAKA JAWABAN ATAS BEBERAPA PERTANYAAN PENELITIAN DIURAIKAN DENGAN KALIMAT YANG DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN. SELANJUTNYA, DIBERIKAN PEMAKNAAN TERHADAP SEMUA DATA DAN HASIL PENGUJIAN HIPOTESIS. PENELITI HARUS MEMAHAMI KARAKTERISTIK SEMUA DATA YANG AKAN DIMAKNAI AGAR TIDAK TERJADI KEKELIRUAN DALAM PEMAKNAAN. 28
  29. 29. PADA BAB IV TIDAK PERLU DIKEMUKA-KAN 29 ANALISIS UJI INSTRUMEN PENELITIAN (UJI VALIDITAS, RELIABILITAS, TINGKAT KESUKARAN, DAYA PEMBEDA, DAN DISTRAKTOR). JIKA ANALISIS TERSEBUT DILAKUKAN, SEBAIKNYA DITUANGKAN DALAM LAMPIRAN
  30. 30. 30 PEMBAHASAN BERISI URAIAN TENTANG PENEMUAN PENTING DALAM PENELITIAN, IMPLIKASI PENEMUAN TERHADAP TEORI, URAIAN TENTANG KETERBATASAN PENELITIAN, REKOMENDASI UNTUK PENELITIAN SELANJUTNYA. HARUS DIJELASKAN MENGAPA/BAGAIMANA HASIL-HASIL PENELITIAN ITU DAPAT TERJADI. DALAM HAL INI, DIPERLUKAN SIKAP ILMIAH PENELITI, YAKNI SIKAP BERSEDIA DAN TERBUKA MENGEMUKAKAN SEBAB-AKIBAT SEHINGGA DITEMUKAN SESUATU YANG BERBEDA DALAM PENELITIANNYA. DEMIKIAN PULA, PENELITI HARUS MENGEMUKAKAN HASIL PENELITIAN SECARA APA ADANYA DENGAN TIDAK MENINGGAL-KAN ETIKA ILMIAH DAN TATAKRAMA KEILMUAN.
  31. 31. 31 SIMPULAN SIMPULAN HARUS DITULIS SECARA TEGAS DAN LUGAS SESUAI DENGAN PERMASALAHAN PENELITIAN. TERDAPAT DUA MODEL DALAM MENULISKAN SIMPULAN, YAKNI (1) MODEL BUTIR DEMI BUTIR, DAN (2) MODEL ESEI PADAT. UNTUK KARYA TULIS ILMIAH SEPERTI SKRIPSI, PENULISAN SIMPULAN MODEL ESEI PADAT LEBIH BAIK DARIPADA MODEL BUTIR DEMI BUTIR
  32. 32. 32 SARAN KEMUKAKAN SARAN YANG OPERASIONAL BERDASARKAN TEMUAN PENELITIAN. KEMUKAKAN PULA REKOMENDASI YANG DITUJUKAN KEPADA SUBJEK PENELITIAN (SISWA, GURU, ORANG TUA, SEKOLAH/ LEMBAGA), PARA PEMBUAT KEBIJAKAN, PARA PENGGUNA HASIL PENELITIAN, DAN KEPADA PENELITI BERIKUTNYA YANG BERMINAT UNTUK MELAKUKAN PENELITIAN LANJUTAN
  33. 33. 33 REFERENSI SEMUA SUMBER YANG DIPAKAI SEBAGAI RUJUKAN DALAM SKRIPSI HARUS DICANTUMKAN DALAM DAFTAR PUSTAKA. SUMBER YANG TIDAK DIPAKAI ATAU TIDAK DIKUTIP DALAM PENULISAN SKRIPSI, TIDAK PERLU DICANTUMKAN DALAM DAFTAR PUSTAKA
  34. 34. NAMA PENGARANG YANG LEBIH DARI SATU KATA, DITULIS DENGAN MENDAHULUKAN NAMA BELAKANG YANG DIBATASI TANDA KOMA DAN DIAKHIRI TANDA TITIK (NAMA DEPAN DAPAT DISINGKAT). DIIKUTI TAHUN PENERBITAN YG DIAKHIRI TANDA TITIK. JUDUL BUKU DICETAK MIRING YG DIAKHIRI TANDA TITIK. DIIKUTI NAMA KOTA TEMPAT BUKU DITERBITKAN YG DIAKHIRI TANDA TITIK DUA, DAN NAMA PENERBIT DIAKHIRI TANDA TITIK. SUMBER YANG MEMAKAN TEMPAT LEBIH DARI SATU BARIS, DITULIS DENGAN JARAK SATU SPASI ANTARBARIS DAN BARIS KEDUA MENJOROK ENAM KETUKAN (SATU TAB DALAM KOMPUTER). JARAK ANTARA MASING-MASING SUMBER ADALAH DUA SPASI 34
  35. 35. 35 LAMPIRAN BAGIAN INI BERISI SEMUA DOKUMEN YANG DIGUNAKAN DALAM PENELITIAN DAN PENULISAN SKRIPSI. SETIAP LAMPIRAN HARUS DIBERI NOMOR URUT DAN NOMOR HALAMAN SESUAI DENGAN URUTAN PENGGUNAANNYA. JIKA PERLU, DAPAT DITAMBAHKAN JUDUL PADA LAMPIRAN TERSEBUT.
  36. 36. 36 MARGIN BATAS ATAS, BAWAH, DAN TEPI KANAN BERJARAK 3 CM DARI PINGGIR KERTAS, BATAS TEPI KIRI BERJARAK 4 CM DARI PINGGIR KERTAS. KHUSUS PENGETIKAN JUDUL BAB ATAU SEJENISNYA, BATAS ATAS PENGETIKAN BERJARAK 6 CM DARI PINGGIR KERTAS. BATAS TIAP-TIAP TEPI TERSEBUT MERUPAKAN BATAS MAKSIMAL, ARTINYA HASIL KETIKAN TIDAK BOLEH MELEBIHI BATAS TETAPI BOLEH KURANG.

×