Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

Ruminansia

4.562 Aufrufe

Veröffentlicht am

  • Als Erste(r) kommentieren

Ruminansia

  1. 1. Ruminansia adalah kelompok hewan mamalia yang bisa memah (memakan) dua kali sehinggakelompok hewan tersebut dikenal uga sebagai hewan memamah biak. Dalam sistem klasifikasi,manusia dan hewan ruminansia pada umumnya mempunyai kesamaan siri dari sistempencernaan hewan ruminansia dan manusia. Seperti halnya pada manusia, hewan ruminansiamemiliki seperangkat alat pencernaan seperti rongga mulut (gigi) pada hewan ruminansiaterdapat gigi gerahan yang besar yang berfungsi untuk menggiling dan menggilas sertamengunyah rerumputan yang mengandung selulosa yang sulit dicerna. Selain rongga muluthewan ruminansia memiliki persamaan dalam alat pencernaan yaitu esophagus, lambung danusus. Yang membedakan hewan ruminansia dan manusia yaitu susunan dan fungsi alatpencernaan , terutama susunan dan fungsi dari gigi dan lambung.Lambung hewan ruminansia terdiri atas lambung pengunyah, yaitu rumen (perut besar) danretikilum (perut gala), serta lambung kelenjar yaitu omasum ( perut lutab) dan abomasums (perutmasam). Abomasum merupakan lambung sesungguhnya yang juga dimiliki mamalia lainnya.Mekanisme pencernaan makanan hewan ruminansia adalah makanan berupa rumput yang telahdikunyah di dalam mulut masuk ke dalam rumen melalui esophagus makanan disimpansementara dirumen. Selanjutnya, makanan menuju retikulum dan dicerna di dalamnya. Makananyang telah dicerna kemudian dikeluarkan kembalai ke mulut. Didalam mulut dikunyah kembalidan sitelan lagi ke retikulum, proses ini disebut memamah biak. Selanjutnya makanan masuk keomasum, di sini terjadi proses penyerapan air. Selanjutnya makanan diteruskan ke abomasum(perut masam) makanan yang sudah dicerna di abomasum akan akan diteruskan ke usus halus.Di usus halus terjadi proses penyerapan sari-sari makanan, sisa-sisa makanan yang tidak diserapdikirim ke ususu besar. Setelah mengalami penyerapan air, sisa makanan berupa ampasdikeluarkan melalui anus.Hewan seperti kuda, kelinci, dan marmut tidak mempunyai struktur lambung seperti pada sapiuntuk fermentasi seluIosa. Proses fermentasi atau pembusukan yang dilaksanakan oleh bakteriterjadi pada sekum yang banyak mengandung bakteri. Proses fermentasi pada sekum tidakseefektif fermentasi yang terjadi di lambung. Akibatnya kotoran kuda, kelinci, dan marmut lebihkasar karena proses pencernaan selulosa hanya terjadi satu kali, yakni pada sekum. Sedangkanpada sapi proses pencernaan terjadi dua kali, yakni pada lambung dan sekum yang kedua-duanyadilakukan oleh bakteri dan protozoa tertentu.Struktur khusus sistem pencernaan hewan ruminansia :1. Gigi seri (Insisivus) memiliki bentuk untuk menjepit makanan berupa tetumbuhan seperli rumput.2. Geraham belakang (Molare) memiliki bentuk datar dan lobar.3. Rahang dapat bergerak menyamping untuk menggiling makanan.4. Struktur lambung memiliki empat ruangan, yaitu: Rumen, Retikulum, Omasum dan Abomasum.Pola sistem pencernaan pada hewan umumnya sama dengan manusia, yaitu terdiri atasmulut, faring, esofagus, lambung, dan usus. Namun demikian, struktur alat pencernaankadangkadang berbeda antara hewan yang satu dengan hewan yang lain.Sapi, misalnya, mempunyai susunan gigi sebagai berikut:
  2. 2. 3 3 0 0 0 0 0 0 Rahang atas M P C I I C P M Jenis gigi 3 3 0 4 4 0 3 3 Rahang bawahI = insisivus = gigi seriC = kaninus = gigi taringP = premolar = geraham depanM = molar = geraham belakangBerdasarkan susunan gigi di atas, terlihat bahwa sapi (hewan memamah biak) tidakmempunyai gigi seri bagian atas dan gigi taring, tetapi memiliki gigi geraham lebih banyakdibandingkan dengan manusia sesuai dengan fungsinya untuk mengunyah makananberserat, yaitu penyusun dinding sel tumbuhan yang terdiri atas 50% selulosa.Jika dibandingkan dengan kuda, faring pada sapi lebih pendek. Esofagus (kerongkongan)pada sapi sangat pendek dan lebar serta lebih mampu berdilatasi (mernbesar). Esofagusberdinding tipis dan panjangnya bervariasi diperkirakan sekitar 5 cm.Lambung sapi sangat besar, diperkirakan sekitar 3/4 dart isi rongga perut. Lambungmempunyai peranan penting untuk menyimpan makanan sementara yang akan dimamahkembali (kedua kah). Selain itu, pada lambung juga terjadi proses pembusukan danperagian.Lambung ruminansia terdiri atas 4 bagian, yaitu rumen, retikulum, omasum, danabomasum dengan ukuran yang bervariasi sesuai dengan umur dan makanan alamiahnya.Kapasitas rumen 80%, retikulum 5%, omasum 7-8%, dan abomasum 7-8%. Pembagian initerlihat dari bentuk gentingan pada saat otot sfinkter berkontraksi.Makanan dari kerongkongan akan masuk rumen yang berfungsi sebagai gudang sementarabagi makanan yang tertelan. Di rumen terjadi pencernaan protein, polisakarida, danfermentasi selulosa oleh enzim selulase yang dihasilkan oleh bakteri dan jenis protozoatertentu. Dari rumen, makanan akan diteruskan ke retikulum dan di tempat ini makananakan dibentuk menjadi gumpalan-gumpalan yang masih kasar (disebut bolus). Bolus akanJimuntahkan kembali ke mulut untuk dimamah kedua kali. Dari mulut makanan akan ditelankembali untuk diteruskan ke ornasum. Pada omasum terdapat kelenjar yang memproduksienzim yang akan bercampur dengan bolus. Akhirnya bolus akan diteruskan ke abomasum,yaitu perut yang sebenarnya dan di tempat ini masih terjadi proses pencernaan bolussecara kimiawi oleh enzim.Selulase yang dihasilkan oleh mikroba (bakteri dan protozoa) akan merombak selulosamenjadi asam lemak. Akan tetapi, bakteri tidak tahan hidup di abomasum karena pH yangsangat rendah, akibatnya bakteri ini akan mati, namun dapat dicernakan untuk menjadisumber protein bagi hewan pemamah biak. Dengan demikian, hewan ini tidak memerlukanasam amino esensial seperti pada manusia.Hewan seperti kuda, kelinci, dan marmut tidak mempunyai struktur lambung seperti padasapi untuk fermentasi seluIosa. Proses fermentasi atau pembusukan yang dilaksanakan olehbakteri terjadi pada sekum yang banyak mengandung bakteri. Proses fermentasi padasekum tidak seefektif fermentasi yang terjadi di lambung. Akibatnya kotoran kuda, kelinci,dan marmut lebih kasar karena proses pencernaan selulosa hanya terjadi satu kali, yakni
  3. 3. pada sekum. Sedangkan pada sapi proses pencernaan terjadi dua kali, yakni pada lambungdan sekum yang kedua-duanya dilakukan oleh bakteri dan protozoa tertentu.Pada kelinci dan marmut, kotoran yang telah keluar tubuh seringkali dimakan kembali.Kotoran yang belum tercerna tadi masih mengandung banyak zat makanan, yang akandicernakan lagi oleh kelinci.Sekum pada pemakan tumbuh-tumbuhan lebih besar dibandingkan dengan sekumkarnivora. Hal itu disebabkan karena makanan herbivora bervolume besar dan prosespencernaannya berat, sedangkan pada karnivora volume makanan kecil dan pencernaanberlangsung dengan cepat.Usus pada sapi sangat panjang, usus halusnya bisa mencapai 40 meter. Hal itu dipengaruhioleh makanannya yang sebagian besar terdiri dari serat (selulosa).Enzim selulase yang dihasilkan oleh bakteri ini tidak hanya berfungsi untuk mencernaselulosa menjadi asam lemak, tetapi juga dapat menghasilkan bio gas yang berupa CH4yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif.Tidak tertutup kemungkinan bakteri yang ada di sekum akan keluar dari tubuh organismebersama feses, sehingga di dalam feses (tinja) hewan yang mengandung bahan organikakan diuraikan dan dapat melepaskan gas CH4 (gas bio).Sistem Pencernaan Hewan Ruminansia – Sahabat Pustakers, pada kesempatan kali ini Pustakasekolah akan share mengenai sistem pencernaan hewan Ruminansia pemamah biak. Hewanpemamah biak atau ruminansia memiliki susunan gigi yang berbeda dengan manusia. gigi yangberkembang pada hewan pemamah biak adalah gigih geraham karena diperlukan untukmencernakan makanan yang berserat.Gigi seri dierlukan untuk menjepit dan memotong makanan berupa rumput. Jenis makananberupa rumput dan sejenisnya sukit untuk dicernakan sehingga sistem pencernaan hewanruminansia lebih kompleks daripada manusia, baik strukturnya maupun caranya.Lambung ruminansia seperti domba, kerbau dan sapi terdiri atas rumen (perut besar), retikulum(perut jala), omasum (perut kitab), dan abomasum (perut masam). Rumput yang ditelan masihkasar dan masuk ke dalam rumen dan retikulum untuk menjalani proses pencernaan secara
  4. 4. mekanik oleh gerakan dindingnya yang tebal. Pencernaan tersebut terjadi secara kimia olehbakteri fermentasi (respirasi anaerob) sehingga dihasilkan bubur makanan yang relatif masihkasar.Jika sudah merasa kenyang, pemasukan makanan dihentikan. Makanan yang berupa bubur kasardari retikulum sedikit demi sedikit akan dikembalikan ke mulut dan mengalami pencernaansecara kimia oleh air ludah yang ber-PH netral. Di dalam mulut, selulosa alam akan diubahmenjadi glukosa oleh enzim selulose. Selain itu , glukosa akan diubah menjadi asam lemak,CO2, dan CH4.Setelah dari mulut, makanan yang menjadi lebih halus akan masuk ke omasum dan mengalamipencernaan secara mekanik, kemudian akan diteruskan ke dalam abomasum. Abomasum serupadengan lambung manusia. di dalam abomasum, makanan akan mengalami pencernaan secaramekanik oleh dinding abomasum dan pencernaan secara kimia oleh enzim-enzim yangdihasilkannya. Di dalam abomasum juga terjadi pencernaan oleh bakteri yang bersimbiosisdengan hewan tersebut. makanan dari abomasum masuk ke dalam usus halus untuk dicernakanlebih lanjut.Pada ruminansia, terdapat enzim selulose yang berfungsi mencerna selulosa. Enzim ini tidakterdapat pada manusi. Adapun pada kuda, pencernaan selulosa terjadi hanya satu kali, yaknididalam usus buntu. Oleh karena itu, feses sapi dan kerbau lebih halus daripada feses kuda.secara singkat, alur mekanisme pencernaan hewan pemamah biak adalah sebagai berikut:Mulut => kerongkongan => rumen => retikulum => kerongkongan => orasum =>abomasum => usus halus => usus besar => anus.Hewan Herbivor, seperti berang-berang atau beaver (aplodonatia sp), memiliki taring bawah dantaring atas yang besar yang digunakan untuk mengerat tumbuhan. Hewan ini tidak memiliki gigiseri, sedangkan badak tidak memiliki gigi taring dan gigi seri. Adapun hewan karnivor, sepertikucung, memiliki gigi taring, gigi seri dan geraham untuk menguyah makanan.

×