Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.
BAHAYA, KERENTANAN,KAPASITAS DAN PENGURANGAN           RESIKO         Renee Picasso Manoppo Diakonie Katastrophenhilfe Pro...
KESEPAKATANMASYARAKAT YANG TERTIMPA BENCANA MEMILIKIHAK UNTUK:
KESEPAKATANMASYARAKAT YANG TERTIMPA BENCANA MEMILIKIHAK UNTUK:     MENDAPAT PERTOLONGAN
KESEPAKATANMASYARAKAT YANG TERTIMPA BENCANA MEMILIKIHAK UNTUK:     MENDAPAT PERTOLONGAN    UNTUK HIDUP BERMARTABAT
APAKAH INI DAPAT DIKATAKAN       BENCANA????
“BAHAYA”“KERENTANAN”    “RESIKO”  “BENCANA” “KAPASITAS”
BAHAYA/ANCAMAN (HAZARD)
BAHAYA/ANCAMAN (HAZARD)Suatu keadaan yang akibatkan oleh FENOMENAALAM YANG LUAR BIASA ataupun MANUSIA yangberpotensi merus...
BAHAYA MENURUT JENIS
BAHAYA MENURUT JENIS       ALAM•Banjir•Angin ribut•Badai dan petir•Gempa bumi•Gunung meletus•Tanah longsor•Tsunami•Kebakar...
BAHAYA MENURUT JENIS       ALAM           TEKNOLOGY                    TERORISME                       BIOLOGI            ...
KERENTANAN (VULNERABILITY)
KERENTANAN (VULNERABILITY)UU no. 23 Tahun 2007.“KONDISI ATAU KARAKTERISTIK GEOLOGIS, BIOLOGIS HIDROLOGIS,KLIMATOLOGIS, GEO...
RESIKO (RISK)
RESIKO (RISK)PRAKIRAAN ATAU KEMUNGKINAN POTENSIKERUGIAN YANG DITIMBULKAN OLEH BAHAYADISUATU WILAYAH DALAM KURUN WAKTUTERTE...
HUBUNGAN ANTARA ANCAMAN,  KERENTANAN DAN RESIKO
HUBUNGAN ANTARA ANCAMAN,  KERENTANAN DAN RESIKO          ANCAMAN (H)
HUBUNGAN ANTARA ANCAMAN,  KERENTANAN DAN RESIKO          ANCAMAN (H)         KERENTANAN (V)
HUBUNGAN ANTARA ANCAMAN,  KERENTANAN DAN RESIKO          ANCAMAN (H)           RESIKO         KERENTANAN (V)
BENCANA (DISASTER)PERISTIWA ATAU RANGKAIAN PERISTIWA YANG MENGANCAM DANMENGGANGGU KEHIDUPAN DAN PENGHIDUPAN MASYARAKAT YAN...
ELEMEN-ELEMEN BENCANA
ELEMEN-ELEMEN BENCANA BERDAMPAK PADA MANUSIA BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK  LANGSUNG.
ELEMEN-ELEMEN BENCANA BERDAMPAK PADA MANUSIA BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK  LANGSUNG. BIASANYA DIPICU OLEH BAHAYA BA...
ELEMEN-ELEMEN BENCANA BERDAMPAK PADA MANUSIA BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK  LANGSUNG. BIASANYA DIPICU OLEH BAHAYA BA...
ELEMEN-ELEMEN BENCANA BERDAMPAK PADA MANUSIA BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK  LANGSUNG. BIASANYA DIPICU OLEH BAHAYA BA...
ELEMEN-ELEMEN BENCANA BERDAMPAK PADA MANUSIA BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK  LANGSUNG. BIASANYA DIPICU OLEH BAHAYA BA...
ELEMEN-ELEMEN BENCANA BERDAMPAK PADA MANUSIA BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK  LANGSUNG. BIASANYA DIPICU OLEH BAHAYA BA...
FAKTOR PEMICU
FAKTOR PEMICU•   KEMISKINAN•   PERTUMBUHAN POPULASI•   URBANISASI BESAR – BESARAN•   TRANSISI BUDAYA•   DEGRADASI LINGKUNG...
Hazard                HASILVulnerability
Hazard                HASIL   Disaster RiskVulnerability
Triggering                                         Factors Hazard                HASIL   Disaster RiskVulnerability
Triggering                                         Factors Hazard                HASIL   Disaster Risk                Disa...
Triggering                                         Factors Hazard                HASIL   Disaster Risk                Disa...
PENINGKATAN KAPASITAS SEBAGAI SALAH SATU          PENGURANGAN RESIKO
PENINGKATAN KAPASITAS SEBAGAI SALAH SATU          PENGURANGAN RESIKO          Ancaman          (Hazard)
PENINGKATAN KAPASITAS SEBAGAI SALAH SATU          PENGURANGAN RESIKO          Ancaman                      KERENTANAN     ...
PENINGKATAN KAPASITAS SEBAGAI SALAH SATU          PENGURANGAN RESIKO                     KAPASITAS                     (Ca...
PENINGKATAN KAPASITAS SEBAGAI SALAH SATU          PENGURANGAN RESIKO                     KAPASITAS                     (Ca...
SIAPA SAJA YANG HARUS TERLIBAT?
SIAPA SAJA YANG HARUS TERLIBAT?MASYARAKAT LOKAL, TERUTAMA DALAM IDENTIFIKASI DAN MENILAI:
SIAPA SAJA YANG HARUS TERLIBAT?MASYARAKAT LOKAL, TERUTAMA DALAM IDENTIFIKASI DAN MENILAI:        BAHAYA, KERENTANAN, RESIK...
SIAPA SAJA YANG HARUS TERLIBAT?MASYARAKAT LOKAL, TERUTAMA DALAM IDENTIFIKASI DAN MENILAI:        BAHAYA, KERENTANAN, RESIK...
SIAPA SAJA YANG HARUS TERLIBAT?MASYARAKAT LOKAL, TERUTAMA DALAM IDENTIFIKASI DAN MENILAI:        BAHAYA, KERENTANAN, RESIK...
PENGURANGAN RESIKO
PENGURANGAN RESIKO✓ KEGIATAN YANG DAPAT KITA LAKUKAN SEBELUM MAUPUN SETELAH BENCANA/ PENYAKIT MENIMPA UNTUK MEMPERSIAPKAN ...
PENGURANGAN RESIKO✓ KEGIATAN YANG DAPAT KITA LAKUKAN SEBELUM MAUPUN SETELAH BENCANA/ PENYAKIT MENIMPA UNTUK MEMPERSIAPKAN ...
PROSES PENGURANGAN RESIKO
PROSES PENGURANGAN RESIKO   PENILAIAN RESIKO    KESIAPSIAGAAN   MITIGASI BENCANA
PROSES PENGURANGAN RESIKO   PENILAIAN RESIKO                      MANAJEMEN PENGURANGAN    KESIAPSIAGAAN         RESIKO BE...
SIKLUS manajemen TANGGAP BENCANA
SIKLUS manajemen TANGGAP BENCANA                             PERINGATAN DINI   KESIAPSIAGAAN                              ...
PENILAIAN RESIKOPENILAIAN RESIKO adalah suatu metode untuk menentukan sifatdan cakupan RESIKO dengan melakukan analisa ter...
PENILAIAN ANCAMAN             PENILAIAN              RESIKO PENILAIANKERENTANAN
PENILAIAN ANCAMAN             PENILAIAN              RESIKO PENILAIAN   PERINGATANKERENTANAN      DINI
PENINGKATAN                           KEPEDULIAN PENILAIAN ANCAMAN             PENILAIAN              RESIKO PENILAIAN   P...
PENINGKATAN                                   KEPEDULIAN PENILAIAN ANCAMAN                          MENGGUNAKAN LANGKAH-  ...
PENINGKATAN                                   KEPEDULIAN PENILAIAN ANCAMAN                          MENGGUNAKAN LANGKAH-  ...
KESIMPULAN         MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA :  “KESELURUHAN ASPEK DARI MULAI PERENCANAAN HINGGA  TANGGAP DARURAT S...
Bahaya, kerentanan, resiko dan bencana
Bahaya, kerentanan, resiko dan bencana
Bahaya, kerentanan, resiko dan bencana
Bahaya, kerentanan, resiko dan bencana
Bahaya, kerentanan, resiko dan bencana
Bahaya, kerentanan, resiko dan bencana
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

Bahaya, kerentanan, resiko dan bencana

22.469 Aufrufe

Veröffentlicht am

Veröffentlicht in: Präsentationen & Vorträge

Bahaya, kerentanan, resiko dan bencana

  1. 1. BAHAYA, KERENTANAN,KAPASITAS DAN PENGURANGAN RESIKO Renee Picasso Manoppo Diakonie Katastrophenhilfe Project Office - Indonesia
  2. 2. KESEPAKATANMASYARAKAT YANG TERTIMPA BENCANA MEMILIKIHAK UNTUK:
  3. 3. KESEPAKATANMASYARAKAT YANG TERTIMPA BENCANA MEMILIKIHAK UNTUK: MENDAPAT PERTOLONGAN
  4. 4. KESEPAKATANMASYARAKAT YANG TERTIMPA BENCANA MEMILIKIHAK UNTUK: MENDAPAT PERTOLONGAN UNTUK HIDUP BERMARTABAT
  5. 5. APAKAH INI DAPAT DIKATAKAN BENCANA????
  6. 6. “BAHAYA”“KERENTANAN” “RESIKO” “BENCANA” “KAPASITAS”
  7. 7. BAHAYA/ANCAMAN (HAZARD)
  8. 8. BAHAYA/ANCAMAN (HAZARD)Suatu keadaan yang akibatkan oleh FENOMENAALAM YANG LUAR BIASA ataupun MANUSIA yangberpotensi merusak atau mengancam kehidupanmanusia, menyebabkan kehilangan harta-benda,mata pencaharian, dan kerusakan lingkungan.Bahaya termasuk kondisi tersembunyi yang dapatmenjadi ancaman di masa depan dan mempunyaisumber yang berbeda seperti dari alam ataupunyang disebabkan oleh manusia.
  9. 9. BAHAYA MENURUT JENIS
  10. 10. BAHAYA MENURUT JENIS ALAM•Banjir•Angin ribut•Badai dan petir•Gempa bumi•Gunung meletus•Tanah longsor•Tsunami•Kebakaran•kebakaran hutan
  11. 11. BAHAYA MENURUT JENIS ALAM TEKNOLOGY TERORISME BIOLOGI DAN PERANG • Pandemik•Banjir • Ledakan bom.•Angin ribut • Bahan-bahan berbahaya•Badai dan petir • Penggunaan senjata•Gempa bumi • Pembangkit tenaga nuklir biologis.•Gunung meletus•Tanah longsor • Pengeboran minyak atau • Penggunaan senjata kimia•Tsunami sumber daya mineral•Kebakaran•kebakaran hutan NON ALAM
  12. 12. KERENTANAN (VULNERABILITY)
  13. 13. KERENTANAN (VULNERABILITY)UU no. 23 Tahun 2007.“KONDISI ATAU KARAKTERISTIK GEOLOGIS, BIOLOGIS HIDROLOGIS,KLIMATOLOGIS, GEOGRAFIS, SOSIAL, BUDAYA, POLITIK. EKONOMI DANTEKNOLOGI PADA SUATU WILAYAH UNTUK JANGKA WAKTU TERTENTUYANG MENGURANGI KEMAMPUAN MENCEGAH, MEREDAM, MENCAPAIKESIAPAN DAN MENGURANGI KEMAMPUAN UNTUK MENGHADAPI DAMPAKBURUK BAHAYA TERTENTU”.
  14. 14. RESIKO (RISK)
  15. 15. RESIKO (RISK)PRAKIRAAN ATAU KEMUNGKINAN POTENSIKERUGIAN YANG DITIMBULKAN OLEH BAHAYADISUATU WILAYAH DALAM KURUN WAKTUTERTENTU.
  16. 16. HUBUNGAN ANTARA ANCAMAN, KERENTANAN DAN RESIKO
  17. 17. HUBUNGAN ANTARA ANCAMAN, KERENTANAN DAN RESIKO ANCAMAN (H)
  18. 18. HUBUNGAN ANTARA ANCAMAN, KERENTANAN DAN RESIKO ANCAMAN (H) KERENTANAN (V)
  19. 19. HUBUNGAN ANTARA ANCAMAN, KERENTANAN DAN RESIKO ANCAMAN (H) RESIKO KERENTANAN (V)
  20. 20. BENCANA (DISASTER)PERISTIWA ATAU RANGKAIAN PERISTIWA YANG MENGANCAM DANMENGGANGGU KEHIDUPAN DAN PENGHIDUPAN MASYARAKAT YANGDISEBABKAN, BAIK FAKTOR ALAM, NON ALAM DAN MANUSIA SEHINGGAMENIMBULKAN KORBAN JIWA, KERUSAKAN LINGKUNGAN, KERUGIANHARTA BENDA DAN DAMPAK PSIKOLOGIS.
  21. 21. ELEMEN-ELEMEN BENCANA
  22. 22. ELEMEN-ELEMEN BENCANA BERDAMPAK PADA MANUSIA BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG.
  23. 23. ELEMEN-ELEMEN BENCANA BERDAMPAK PADA MANUSIA BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG. BIASANYA DIPICU OLEH BAHAYA BAIK YANG DISEBABKAN OLEH FENOMENA ALAM, MAUPUN MANUSIA.
  24. 24. ELEMEN-ELEMEN BENCANA BERDAMPAK PADA MANUSIA BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG. BIASANYA DIPICU OLEH BAHAYA BAIK YANG DISEBABKAN OLEH FENOMENA ALAM, MAUPUN MANUSIA. BERSIFAT PERLAHAN MAUPUN TIBA-TIBA.
  25. 25. ELEMEN-ELEMEN BENCANA BERDAMPAK PADA MANUSIA BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG. BIASANYA DIPICU OLEH BAHAYA BAIK YANG DISEBABKAN OLEH FENOMENA ALAM, MAUPUN MANUSIA. BERSIFAT PERLAHAN MAUPUN TIBA-TIBA. BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN KERENTANAN.
  26. 26. ELEMEN-ELEMEN BENCANA BERDAMPAK PADA MANUSIA BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG. BIASANYA DIPICU OLEH BAHAYA BAIK YANG DISEBABKAN OLEH FENOMENA ALAM, MAUPUN MANUSIA. BERSIFAT PERLAHAN MAUPUN TIBA-TIBA. BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN KERENTANAN. MELEBIHI KAPASITAS SUMBER DAYA YANG TERSEDIA.
  27. 27. ELEMEN-ELEMEN BENCANA BERDAMPAK PADA MANUSIA BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG. BIASANYA DIPICU OLEH BAHAYA BAIK YANG DISEBABKAN OLEH FENOMENA ALAM, MAUPUN MANUSIA. BERSIFAT PERLAHAN MAUPUN TIBA-TIBA. BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN KERENTANAN. MELEBIHI KAPASITAS SUMBER DAYA YANG TERSEDIA. PROSES SOSIAL MEMAINKAN PERAN YANG SANGAT PENTING.
  28. 28. FAKTOR PEMICU
  29. 29. FAKTOR PEMICU• KEMISKINAN• PERTUMBUHAN POPULASI• URBANISASI BESAR – BESARAN• TRANSISI BUDAYA• DEGRADASI LINGKUNGAN• KURANGNYA INFORMASI DAN KEPEDULIAN• KEMARAHAN SIPIL DAN TIDAK TENANG• GEOGRAFIS YANG TERPENCIL• AKIBAT BENCANA YANG SANGAT BESAR• KETIDAKSTABILAN POLITIK
  30. 30. Hazard HASILVulnerability
  31. 31. Hazard HASIL Disaster RiskVulnerability
  32. 32. Triggering Factors Hazard HASIL Disaster RiskVulnerability
  33. 33. Triggering Factors Hazard HASIL Disaster Risk DisasterVulnerability
  34. 34. Triggering Factors Hazard HASIL Disaster Risk DisasterVulnerability Bencana adalah perwujudan dari tinggi rendahnya RESIKO
  35. 35. PENINGKATAN KAPASITAS SEBAGAI SALAH SATU PENGURANGAN RESIKO
  36. 36. PENINGKATAN KAPASITAS SEBAGAI SALAH SATU PENGURANGAN RESIKO Ancaman (Hazard)
  37. 37. PENINGKATAN KAPASITAS SEBAGAI SALAH SATU PENGURANGAN RESIKO Ancaman KERENTANAN (Hazard) (Vulnerablity)
  38. 38. PENINGKATAN KAPASITAS SEBAGAI SALAH SATU PENGURANGAN RESIKO KAPASITAS (Capacities) Ancaman KERENTANAN (Hazard) (Vulnerablity)
  39. 39. PENINGKATAN KAPASITAS SEBAGAI SALAH SATU PENGURANGAN RESIKO KAPASITAS (Capacities) Ancaman KERENTANAN (Hazard) (Vulnerablity) RESIKO akan menjadi LEBIH KECIL
  40. 40. SIAPA SAJA YANG HARUS TERLIBAT?
  41. 41. SIAPA SAJA YANG HARUS TERLIBAT?MASYARAKAT LOKAL, TERUTAMA DALAM IDENTIFIKASI DAN MENILAI:
  42. 42. SIAPA SAJA YANG HARUS TERLIBAT?MASYARAKAT LOKAL, TERUTAMA DALAM IDENTIFIKASI DAN MENILAI: BAHAYA, KERENTANAN, RESIKO DAN KAPASITAS
  43. 43. SIAPA SAJA YANG HARUS TERLIBAT?MASYARAKAT LOKAL, TERUTAMA DALAM IDENTIFIKASI DAN MENILAI: BAHAYA, KERENTANAN, RESIKO DAN KAPASITAS SEHINGGA
  44. 44. SIAPA SAJA YANG HARUS TERLIBAT?MASYARAKAT LOKAL, TERUTAMA DALAM IDENTIFIKASI DAN MENILAI: BAHAYA, KERENTANAN, RESIKO DAN KAPASITAS SEHINGGADAPAT MELAKUKAN AKSI ATAU KEGIATAN TANGGAP BENCANA SERTA MENGURANGI BAHAYA DAN KERENTANAN
  45. 45. PENGURANGAN RESIKO
  46. 46. PENGURANGAN RESIKO✓ KEGIATAN YANG DAPAT KITA LAKUKAN SEBELUM MAUPUN SETELAH BENCANA/ PENYAKIT MENIMPA UNTUK MEMPERSIAPKAN DIRI DAN MASYARAKAT UNTUK MEMBATASI KERUSAKAN DAN MENOLONG REHABILITASI SETELAH TERJADI BENCANA/ MUSIBAH. ADA BANYAK ASPEK DI DALAM PENGURANGAN RISIKO, DAN AKTOR-AKTOR BAIK DARI INDIVIDU, NEGARA DAN ORGANISASI INTERNASIONAL YANG MEMILIKI PERANAN.
  47. 47. PENGURANGAN RESIKO✓ KEGIATAN YANG DAPAT KITA LAKUKAN SEBELUM MAUPUN SETELAH BENCANA/ PENYAKIT MENIMPA UNTUK MEMPERSIAPKAN DIRI DAN MASYARAKAT UNTUK MEMBATASI KERUSAKAN DAN MENOLONG REHABILITASI SETELAH TERJADI BENCANA/ MUSIBAH. ADA BANYAK ASPEK DI DALAM PENGURANGAN RISIKO, DAN AKTOR-AKTOR BAIK DARI INDIVIDU, NEGARA DAN ORGANISASI INTERNASIONAL YANG MEMILIKI PERANAN.✓ PERLINDUNGAN JIWA, PERBAIKAN INFRASTRUKTUR, KESEHATAN SERTA PENDAPATAN MERUPAKAN HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGURANGAN RESIKO BENCANA TERUTAMA PADA KELOMPOK MASYARAKAT YANG RENTAN.
  48. 48. PROSES PENGURANGAN RESIKO
  49. 49. PROSES PENGURANGAN RESIKO PENILAIAN RESIKO KESIAPSIAGAAN MITIGASI BENCANA
  50. 50. PROSES PENGURANGAN RESIKO PENILAIAN RESIKO MANAJEMEN PENGURANGAN KESIAPSIAGAAN RESIKO BENCANA MITIGASI BENCANA
  51. 51. SIKLUS manajemen TANGGAP BENCANA
  52. 52. SIKLUS manajemen TANGGAP BENCANA PERINGATAN DINI KESIAPSIAGAAN BENCANAMITIGASI RESPON REKONSTRUKSI REHABILITASI
  53. 53. PENILAIAN RESIKOPENILAIAN RESIKO adalah suatu metode untuk menentukan sifatdan cakupan RESIKO dengan melakukan analisa terhadap potensiBAHAYA dan evaluasi kondisi-kondisi KERENTANAN yang adadan dapat menimbulkan kerugian.
  54. 54. PENILAIAN ANCAMAN PENILAIAN RESIKO PENILAIANKERENTANAN
  55. 55. PENILAIAN ANCAMAN PENILAIAN RESIKO PENILAIAN PERINGATANKERENTANAN DINI
  56. 56. PENINGKATAN KEPEDULIAN PENILAIAN ANCAMAN PENILAIAN RESIKO PENILAIAN PERINGATANKERENTANAN DINI
  57. 57. PENINGKATAN KEPEDULIAN PENILAIAN ANCAMAN MENGGUNAKAN LANGKAH- LANGKAH KONGKRIT: • PENCEGAHAN, PERSIAPAN. PENILAIAN • SISTEM PERINGATAN DINI. RESIKO • MANAGEMEN LINGKUNGAN. • RENCANA TATA RUANG WILAYAH. • KERJASAMA, JARINGAN. • INSTRUMEN KEUANGAN. • PENGURANGAN KEMISKINAN PENILAIAN PERINGATANKERENTANAN DINI
  58. 58. PENINGKATAN KEPEDULIAN PENILAIAN ANCAMAN MENGGUNAKAN LANGKAH- LANGKAH KONGKRIT: • PENCEGAHAN, PERSIAPAN. PENILAIAN • SISTEM PERINGATAN DINI. RESIKO • MANAGEMEN LINGKUNGAN. • RENCANA TATA RUANG WILAYAH. • KERJASAMA, JARINGAN. • INSTRUMEN KEUANGAN. • PENGURANGAN KEMISKINAN PENILAIAN PERINGATANKERENTANAN DINI • PENINGKATAN KAPASITAS • MEMBANGUN KEBIJAKAN. • HUKUM DAN NORMA-NORMA. • COMMUNITY DEVELOPMENT
  59. 59. KESIMPULAN MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA : “KESELURUHAN ASPEK DARI MULAI PERENCANAAN HINGGA TANGGAP DARURAT SERTA SEGALA KEGIATAN BAIK SEBELUM, PADA SAAT DAN SESUDAH TERJADI BENCANA YANG BERHUBUNGAN DENGAN RESIKO DAN DAMPAK BENCANA” PERAN SERTA MASYARAKAT SANGAT DIPERLUKAN TERUTAMA DALAM MENGIDENTIFIKASI ANCAMAN, KERENTANAN DAN KAPASITAS.PERENCANAAN KESIAPSIAGAAN BENCANA BERBASIS MASYARAKAT DAN BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL MEMUNGKINKAN KITA UNTUK SELALU SIAP DALAM MERESPON DAN MENGANTISIPASI SEGALA GANGGUAN DAN ANCAMAN POTENSIAL DIMASA YANG AKAN DATANG

×