Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan
B...
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan
i
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat
Tuhan Yang Maha Esa, kare...
ii
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ...
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan
1
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ....
2
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan
sosial, asuhan keperawatan pada klien dengaan h...
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan
3
		 1)	 Mendiskusikan tujuan praktek.
		 2)	 Menyepakati rencana...
4
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ....
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan
5
Kegiatan
Belajar
1. Tujuan Pembelajaran Umum
2. Tujuan Pembelaj...
6
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan
IV. Uraian materi.
Apakah ansietas itu? Ansieta...
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan
7
	 berhubungan dengan ansietas sebagaimana halnya dengan endorfi...
8
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan
Ditandai dengan dengan produktivitas menurun, m...
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan
9
a.	Harga diri rendah
b.	Gangguan citra tubuh
c.	Ansietas
d.	Kop...
10
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan
A. Proses Keperawatan
oGambar : Wawancara
	 c)...
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan
11
1)	Assalamualaikum Bu, Perkenalkan nama saya....., senang dipa...
12
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan
1)	Evaluasi: “Bagaimana perasaan Ibu setelah k...
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan
13
Rangkuman
Selamat Anda telah menyelesaikan modul tentang prakt...
14
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan
Direktorat dan ketehnisian Medik, (2005), Kepe...
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan
15
Lampiran 1
CONTOH : FORMAT PROSES KEPERAWATAN
Nama Mahasiswa :...
16
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan
	 3. Hubungan sosial :
		........................
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan
17
DATA INTERPRETASI MASALAH
A. ANALISA DATA.
No
D I A G N O S A
...
18
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan
Lampiran 2
CONTOH LAPORAN PENDAHULUAN ( LP )
	...
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan
19
Lampiran 3
CONTOH FORMAT STRATEGI PELAKSANAAN
TINDAKAN KEPERAW...
20
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan
Daftar
Gambar
•	 https://rumahtanggabahagia.fi...
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan
21
Hak Cipta Kementrian Republik Indonesia Bekerjasama Dengan
Aus...
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

Praktikum 1 ansietas

1.698 Aufrufe

Veröffentlicht am

Praktikum 1 ansietas

Veröffentlicht in: Gesundheit & Medizin
  • Als Erste(r) kommentieren

Praktikum 1 ansietas

  1. 1. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Jakarta 2015 Australia Indonesia Partnership for Health Systems Strengthening (AIPHSS) KEPERAWATAN JIWA II Suliswati MODUL PRAKTIKUM SEMESTER 7 PANDUAN PRAKTEK KLINIK ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL (ANSIETAS)
  2. 2. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan i Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan berkah dan karuniNyalah penyusun dapat menyelesaikan Modul Mata Kuliah Keperawatan Jiwa I. Buku ini disusun sebagai referensi dan bahan belajar untuk mahasiswa program Pendidikan Jarak Jauh Program D.III Keperawatan yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penyusun mengucapkan terima kasih atas berbagai bantuan baik materiil maupun imateriil dari berbagai pihak atas keberhasilan penyusunan modul ini. Mudah-mudahan Modul ini dapat digunakan secara efektif dan dapat menjadimediayangdapatmeningkatkan pemahaman dan kemampuan memberikan asuhan keperawatan jiwa bagi mahasiswa Pendidikan Jarak Jauh Program D.III Keperawatan. Kata Pengantar Tim Penyusun Gambar : Praktek Keperawatan
  3. 3. ii Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Daftar Isi Kata Pengantar i Daftar Isi ii Pendahuluan 1 Kegiatan Belajar Melakukan Asuhan Keperawatan Pada Klien dengan Masalah Kehilangan 5 Daftar Pustaka 14 Lampiran 15 Daftar Gambar 20
  4. 4. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan 1 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Pendahuluan Modul 1 ini berjudul ”Panduan praktek klinik asuhan keperawatan pada klien dengan masalah psikososial (anxietas)“. Sebagai prasyarat dalam mempelajari modul ini Anda terlebih dahulu harus sudah menyelesaikan modul terdahulu yaitu modul mata kuliah keperawatan jiwa I. Selamat Anda telah berhasil menyelesaikan modul mata kuliah keperawatan jiwa I dengan baik, dan sekarang marilah kita lanjutkan untuk mempelajari modul mata kuliah keperawatan jiwa II. Nah, mata kuliah keperawatan jiwa II ini disajikan dalam 4 (empat) modul panduan praktek, yaitu 2 modul panduan praktek klinik asuhan keperawatan pada klien dengan masalah psikososial, dan 2 modul panduan praktek klinik asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan jiwa. Adapun struktur modulnya yaitu: modul 1 tentang praktek klinik asuhan keperawatan pada klien dengan masalah psikososial 1, yang membahas asuhan keperawatan pada klien dengan masalah Gambar : Keperawatan Jiwa anxietas. Modul 2 tentang praktek klinik asuhan keperawatan pada klien dengan masalah psikososial 2, membahas asuhan keperawatan pada klien dengan kehilangan dan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan body image. Modul 3 tentang praktek klinik asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan jiwa 1, membahas tentang asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan halusinasi, dan asuhan keperawatan pada klien dengan perilaku kekerasan. Modul 4, tentang praktek klinik asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan jiwa 2, membahas asuhan keperawatan pada klien dengan isolasi I. PENDAHULUAN
  5. 5. 2 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan sosial, asuhan keperawatan pada klien dengaan harga diri rendah, dan asuhan keperawatan klien dengan defisit perawatan diri. Nah, sekarang Anda akan mulai modul 1 yang mempelajari tentang praktek klinik asuhan keperawatan pada klien dengan anxietas. Anxietas merupakan masalah psikososial yang dapat dijumpai pada individu yang dirawat dirumah sakit dengan penyakit kronis. Cobalah Anda ingat kembali tentang konsep Asuhan keperawatan pada klien dengan masalah psikososial yang telah Anda pelajari pada mata kuliah keperawatan jiwa 1. Selanjutnya jawablah pertanyaan ini dengan benar. Jelaskan pengertian dari masalah psikososial? Baik sekali Anda telah dapat menjawab pertanyaan ini dengan benar. Pada dasarnya setiap individu akan mengalami banyak perubahan yang diakibatkan oleh adanya stressor yang dialami dalam kehidupannya. Setiap perubahan yang terjadi dalam kehidupan individu baik yang bersifat psikologik maupun sosial akan mempunyai pengaruh timbal balik, banyak perubahan perubahan dalam kehidupan akan berdampak pada timbulnya masalah psikososial. Apakah masalah masalah psikososial? Masalah psikososial adalah masalah kejiwaan dan kemasyarakatan yang mempunyai pengaruh timbal balik sebagai akibat terjadinya perubahan sosial dan atau gejolak sosial dalam masyarakat yang dapat menimbulkan gangguan jiwa. Modul ini mempelajari tentang panduan praktek klinik asuhan keperawatan pada klien dengan anxietas. Oleh karena itu, agar Anda dapat mempelajari panduan praktek ini dengan baik maka pelajarilah modul ini setahap demi setahap. Alokasi waktu untuk mempelajari modul panduan praktek klinik ini I JPK (60 menit) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Adapun manfaat yang dapat Anda peroleh dari mempelajari modul panduan praktek klinik ini, Anda dapat memahami dan melakukan asuhan keperawatan pada klien dengan anxietas. Artinya Anda akan dapat memberikan bantuan/memberikan asuhan keperawatan pada individu lain yang mengalami masalah psikososial khususnya anxietas baik dalam lingkungan keluarga maupun diluar lingkungan (masyarakat). Akibat adanya konflik dalam kehidupan. Agar proses belajar dapat berjalan dengan baik Anda diharapkan dapat mengikuti langkah langkah pembelajaran praktek klinik yang akan dijelaskan pada bagian strategi praktek klinik. Bacalah strategi praktek klinik pada bagian berikut ini semoga dapat Anda pahami dengan baik. Sebelum Anda melaksanakan praktek klinik Anda perlu memahami berbagai hal yang perlu dipersiapkan. Pada strategi praktek klinik ini dijelaskan tentang berbagai hal mengenai tahapan praktek klinik, yaitu sebagai berikut: 1. Persiapan praktek klinik: Pada persiapan praktek klinik ini Anda harus memahami secara rinci program praktek klinik yang akan dijalankan yaitu : a. Kompetensi yang akan dicapai b.Tujuan umum dan tujuan khusus praktek klinik c. Jenisdanjumlahkasusyangdibutuhkan d.Stategi praktek klinik. e. Instruktur klinik. f. Pencapaian target kompetensi. g. Evaluasi praktek klinik. h.Penggunaan format dokumentasi asuhan keperawatan 2. Kontrak belajar Setelah Anda memahami secara rinci program praktek klinik yang akan Anda jalankan Anda diminta untuk melakukan asuhankeperawatan pada 1 kasus kelola. 3. Pelaksanaan praktek a. Melakukan preconference (konferensi awal) bersama pembimbing klinik untuk hal sebagai berikut: II. PANDUAN PRAKTEK KLINIK.
  6. 6. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan 3 1) Mendiskusikan tujuan praktek. 2) Menyepakati rencana kegiatan dan strategi belajar dengan mengacu pada kontrak belajar yang telah dibuat. 3) Mengkaji kesiapan diri untuk melaksanakan praktek yang meliputi: pemahaman konsep dan teori terkait dengan kompetensi yang akan dicapai, sikap, dan kondisi psikologis diri dalam menjalankan praktek. 4) Mendiskusikan kasus yang akan dikelola sesuai kontrak belajar. b. Melaksanakan praktek keperawatan; Anda akan melaksanakan praktek asuhan keperawatan berdasarkan kesepakatan dalam kontrak belajar, ada beberapa metoda belajar yang dapat Anda gunakan antara lain adalah: 1) Observasi, Anda melakukan observasi terhadap klien kelola Anda secara mandiri dan mendiskusikan hasil observasi/pengamatan Anda dengan pembimbing klinik. 2) Praktek langsung, Anda melakukan asuhan keperawatan kepada klien kelolaan Anda dibawah bimbingan pembimbing klinik. 3) Diskusi kelompok: Anda akan mendiskusikan bersama anggota kelompok lain berbagai kasus yang berhubungan dengan kompetensi, diskusi ini dapat Anda lakukan sepanjang kegiatan praktek. 4) Penugasan tertulis: Anda melakukan pendokumentasian kegiatan praktek yang telah dilakukan sebagai kelengkapan dari kegiatan belajar dalam mencapai kompetensi. Dokumentasi asuhan keperawatan dibuat dalam bentuk laporan dengan menggunakan format yang telah disediakan dan menyerahkan laporan pada akhir periode praktek (2 hari setelah selesai praktek) kepada pembimbing klinik. c. Melaksanakan post conference (konferensi akhir); kegiatan yang Anda lakukan adalah: 1) Anda mendiskusikan kegiatan praktek yang telah dilakukan bersama pembimbing klinik dan anggota kelompok lainnya. 2) Memperoleh penguatan terhadap aktivitas belajar yang telah Anda lakukan. 3) Menyimpulkan hasil belajar yang sudah diperoleh dan menyampaikan rencana belajar berikutnya. d. Strategi belajar praktek klinik Pada strategi belajar klinik ini ada hal-hal yang perlu Anda ketahui dan laksanakan antara lain yaitu: 1) Anda akan melakukan praktek klinik di rumah sakit atau Puskesmas yang sudah ditentukan. 2) Dalam praktek klinik, kelas akan dibagi dalam beberapa kelompok kecil yang masing masing kelompok akan dibimbing oleh pembimbing klinik. 3) Menyiapkan LP (Laporan Pendahuluan), dan SP (strategi pelaksanaan tindakan) sebelum praktek dilakukan, sehari sebelum praktek klinik dilakukan Anda diharuskan untuk membuat laporan pendahuluan pada masalah anxietas yang akan Anda kelola dan membuat 1 strategi pelaksanaan tindakan untuk masalah utama Anxietas, hal ini untuk
  7. 7. 4 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Selamat belajar, semoga berhasil membantu Anda melakukan praktek klinik. 4) Mencatat kegiatan harian yang telah dilakukan. 5) Menyelesaikan penugasan selama praktek klinik, laporan asuhan keperawatan, laporan kegiatan praktik lainnya. 6) Kehadiran pada praktek klinik 100% e. Tata tertib pelaksanaan praktek klinik. Untuk kelancaran dan ketertiban pelaksanaan praktek klinik. 1) Anda diharuskan hadir 15 menit sebelum praktek klinik dimulai. 2) Anda diharuskan menandatangani daftar hadir setiap hari sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. 3) Anda diharuskan menggunakan seragam dan atribut yang telah ditentukan. 4) Anda diharuskan menyelesaikan penugasan selama praktek klinik sesuai dengan target waktu yang telah disepakati. f. Penilaian praktek klinik. 1) Penilaian dilakukan terhadap pencapaian target kompetensi dan sub kompetensi, diharapkan pencapaian target 100% 2) Penilaian terhadap sikap yang terintegrasi selama melaksanakan praktek klinik. 3) Penilaian terhadap laporan asuhan keperawatan pada klien kelolaan berdasarkan bukti fisik yang ditunjukkan selama proses melaksanakan praktek klinik. 4) Penilaian praktek asuhan keperawatan dilakukan sepanjang praktek klinik berlangsung. Pada periode akhir akan dilaksanakan penilaian pencapaian kompetensi (PPK) yang mencakup seluruh komponen sub kompetensi. 5) Penilaian kompetensi dilakukan sampai Anda kompeten. Setelah Anda memahami strategi praktek klinik yang telah Anda pelajari, maka Anda akan melakukan kegiatan pembelajaran berikutnya. Baiklah Anda selanjutnya akan memulai kegiatan belajar 1, Anda dapat melakukan/memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan masalah psikososial 1, yaitu melakukan asuhan keperawatan pada klien dengan anxietas.
  8. 8. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan 5 Kegiatan Belajar 1. Tujuan Pembelajaran Umum 2. Tujuan Pembelajaran Khusus Melakukan asuhan keperawatan pada klien dengan anxietas Setelah menyelesaikan pembelajaran ini diharapkan Anda mampu melakukan asuhan keperawatan pada klien dengan Anxietas. Setelah menyelesaikan pembelajaran ini diharapkan Anda mampu: a. Mampu melakukan pengkajian pada klien dengan Anxietas b. Mampu merumuskan diagnosa keperawatan pada klien dengan Anxietas c. Mampu menetapkan rencana tindakan keperawatan pada klien dengan anxietas. d. Mampu melakukan tindakan keperawatan pada klien dengan anxietas sesuai dengan rencana. e. Mampu mengevaluasi tindakan keperawatan yang telah dilakukan pada klien dengan anxietas. f. Mampu membuat dokumentasi asuhan keperawatan pada klien dengan anxietas. III. Pokok - Pokok Materi a. Konsep Anxietas b. Pengkajian klien dengan anxietas. c. Diagnosa Keperawatan klien dengan anxietas. d. Rencana tindakan Keperawatan klien dengan anxietas. e. Implementasi / pelaksanaan tindakan keperawatan pada klien dengan anxietas f. Evaluasi keperawatan pada klien dengan anxietas. Gambar : Gangguan Citra Tubuh III. KEGIATAN BELAJAR PRAKTEK KLINIK :
  9. 9. 6 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan IV. Uraian materi. Apakah ansietas itu? Ansietas adalah suatu perasaan tidak santai yang samar- samar karena ketidaknyamanan atau rasa takut yang disertai suatu respons (sumber seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu); suatu perasaan takut akan terjadi sesuatu yang disebabkan oleh antisipasi bahaya. Ini merupakan sinyal yang menyadarkan bahwa peringatan tentang bahaya yang akan datang dan memperkuat individu mengambil tindakan menghadapi ancaman. Ansietas memiliki nilai yang positif. Menurut Stuart dan Laraia (2005) aspek positif dari individu berkembang dengan adanya konfrontasi, gerak maju perkembangan dan pengalaman mengatasi anxietas. Tetapi pada keadaan lanjut perasaan cemas dapat mengganggu kehidupan seseorang. 1) Konsep anxietas a. Pengertian. Bagaimana tingkatan ansietas itu? Menurut Stuart dan Sundeen (1998), tingkat ansietas sebagai berikut: 1) Ansietas ringan berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari- hari dan menyebabkan seseorang menjadi waspada dan meningkatkan lahan persepsinya. Ansietas memotivasi belajar dan menghasilkan pertumbuhan dan kreativitas. 2) Ansietas sedang memungkinkan seseorang untuk memusatkan pada hal yangpentingdanmengesampingkanyanglain,sehinggaseseorangmengalami perhatian yang selektif namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah. 3) Ansietas berat sangat mengurangi lahan persepsi seseorang. Seseorang cenderung untuk memusatkan pada sesuatu yang terinci dan spesifik dan tidakdapatberfikir tentanghallain.Semuaperilakuditujukanuntukmengurangi ketegangan. Orang tersebut memerlukan banyak pengarahan untuk dapat memusatkan pada suatu area lain. 4) Tingkat panik dari ansietas berhubungan dengan terperangah, ketakutan dan teror. Rincian terpecah dari proporsinya, tidak mampu melakukan sesuatu walaupun dengan pengarahan. Panik melibatkan disorganisasi kepribadian. Terjadi peningkatan aktivitas motorik, menurunnya kemampuan berhubungan dengan orang lain, persepsi menyimpang, dan kehilangan pemikiran rasional. b. Tingkatan ansietas Uraian Materi Menurut Stuart dan Laraia (1998) terdapat beberapa teori yang dapat menjelaskan ansietas, diantaranya: 1) Faktor biologis Otak mengandung reseptor khusus untuk benzodiazepine. Reseptor ini membantu mengatur ansietas. Penghambat GABA juga berperan utama dalam mekanisme biologis c. Faktor Predisposisi
  10. 10. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan 7 berhubungan dengan ansietas sebagaimana halnya dengan endorfin. Ansietas mungkin disertai dengan gangguan fisik dan selanjutnya menurunkan kapasitas seseorang untuk mengatasi stressor. 2) Faktor psikologis Pandangan psikoanalitik. Ansietas adalah konflik emosional yang terjadi antara antara 2 elemen kepribadian – id dan superego. Id mewakili dorongan insting dan impuls primitif, sedangkan superego mencerminkan hati nurani seseorang dan dikendalikan oleh norma-norma budaya seseorang. Ego atau aku berfungsi menengahi tuntutan dari dua elemen yang bertentangan dan fungsi ansietas adalah mengingatkan ego bahwa ada bahaya. 3) Pandangan interpersonal Ansietas timbul dari perasaan takut terhadap tidak adanya penerimaan dan penolakan interpersonal. Ansietas berhubungan dengan perkembangan trauma, seperti perpisahan dan kehilangan, yang menimbulkan kelemahan spesifik. Orang yang mengalami harga diri rendah terutama mudah mengalami perkembangan ansietas yang berat. 4) Pandangan perilaku Ansietas merupakan produk frustasi yaitu segala sesuatu yang mengganggu kemampuan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pakar perilaku menganggap sebagai dorongan belajar berdasarkan keinginan dari dalam untuk menghindari kepedihan. Individu yang terbiasa dengan kehidupan dini dihadapkan pada ketakutan berlebihan lebih sering menunjukkan ansietas dalam kehidupan selanjutnya. 5) Sosial budaya Ansietas merupakan hal yang biasa ditemui dalam keluarga. Ada tumpang tindih dalam gangguan ansietas dan antara gangguan ansietas dengan depresi. Faktor ekonomi, latar belakang pendidikan berpengaruh terhadap terjadinya ansietas. Faktor presipitasi dibedakan menjadi: 1) Ancaman terhadap integritas seseorang meliputi ketidakmampuan fisiologis yang akan datang atau menurunnya kapasitas untuk melakukan aktivitas hidup sehari-hari 2) Ancaman terhadap sistem diri seseorang dapat membahayakan identitas , harga diri, dan fungsi sosial yang terintegrasi seseorang. d. Faktor presipitasi Individu mengatasi ansietas dengan menggerakkan sumber koping di lingkungan. e. Sumber koping Tingkat ansietas sedang dan berat menimbulkan dua jenis mekanisme koping sebagai berikut: a. Reaksi yang berorientasi pada tugas yaitu upaya yang disadari dan berorientasi pada tindakan untuk memenuhi secara realistik tuntutan situasi stres, misalnya perilaku menyerang untuk mengubah atau mengatasi hambatan pemenuhan kebutuhan, Menarik diri untuk memindahkan dari sumber stress, Kompromi untuk mengganti tujuan atau mengorbankan kebutuhan personal. b. Mekanisme pertahanan ego membantu mengatasi ansietas ringan dan sedang, tetapi berlangsung tidak sadar dan melibatkan penipuan diri dan distorsi realitas dan bersifat maladaptif. f. Mekanisme koping
  11. 11. 8 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan Ditandai dengan dengan produktivitas menurun, mengamati dan waspada, kontak mata jelek, gelisah, melihat sekilas sesuatu, pergerakan berlebihan (seperti; foot shuffling, pergerakan lengan/tangan), ungkapan perhatian berkaitan dengan merubah peristiwa dalam hidup, insomnia, dan perasaan gelisah. 2) Data yang perlu dikaji: a. Perilaku. Menyesal, iritabel, kesedihan mendalam, takut, gugup, sukacita berlebihan, nyeri dan ketidakberdayaan meningkat secara menetap, gemeretak, ketidak pastian, kekhawatiran meningkat, fokus pada diri sendiri, perasaan tidak adekuat, ketakutan, distressed, khawatir, prihatin dan mencemaskan b. Afektif Suara bergetar, gemetar/tremor tangan, bergoyang-goyang, respirasi meningkat (simpatis), kesegeraan berkemih (parasimpatis), nadi meningkat (simpatis), dilatasi pupil (simpatis), refleks-refleks meningkat (simpatis), nyeri abdomen (parasimpatis), gangguan tidur (parasimpatis) Perasaan geli pada ekstremitas (parasimpatis), eksitasi kardiovaskuler (simpatis), peluh meningkat, wajah tegang, anoreksia (simpatis), jantung berdebar-debar (simpatis), diarhea (parasimpatis), keragu-raguan berkemih (parasimpatis), kelelahan (parasimpatis), mulut kering (simpatis), kelemahan (simpatis), nadi berkurang (parasimpatis), wajah bergejolak (simpatis), vasokonstriksi superfisial (simpatis), berkedutan (simpatis), tekanan darah menurun (parasimpatis), mual (parasimpatis), keseringan berkemih (parasimpatis), pingsan (parasimpatis), sukar bernafas (simpatis), tekanan darah meningkat (parasimpatis). c. Fisiologis Gambar : Merenung Hambatan berfikir, bingung, preokupasi, pelupa, perenungan, perhatian lemah, lapang persepsi menurun, takut akibat yang tidak khas, cenderung menyalahkan orang lain, sukar berkonsentrasi, kemampuan berkurang terhadap: (memecahkan masalah dan belajar), kewaspadaan terhadap gejala fisiologis. d. Kognitif
  12. 12. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan 9 a. Harga diri rendah b. Gangguan citra tubuh c. Ansietas d. Koping individu inefektif e. Kurangnya pengetahuan 3) Pohon masalah dan diagnosa keperawatan Masalah keperawatan Harga diri rendah Gangguan citra tubuh Ansietas (core problem) Koping individu tak efektif Perubahan fisik/operasi Stressor fisik Kurang Pengetahuan Mengatasi anxietas klien. 4) Rencana tindakan keperawatan. a. Tujuan umum: a) Klien mampu membina hubungan saling percaya. b) Pasien mampu mengenal ansietas c) Pasien mampu mengatasi ansietas melalui teknik relaksasi d) Pasien mampu memperagakan dan menggunakan teknik relaksasi untuk mengatasi anxietas. b. Tujuan khusus: a) Bina hubungan saling percaya b) Sediakan waktu untuk ekspress feeling c) Latihan Teknik Relaksasi dan reduksi stress d) Membuat rencana latihan Teknik Relaksasi dan reduksi stress e) Mempraktikkan teknik relaksasi dan reduksi stress dalam kehidupan sehari-hari. c. Tindakan keperawatan. a. Membina hubungan saling percaya perlu Anda pertimbangkan agar klien merasa aman dan nyaman saat berinteraksi dengan Anda caranya adalah sebagai berikut: a) Mengucapkan salam. b) Berjabat tangan. 6) Implementasi tindakan keperawatan.
  13. 13. 10 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan A. Proses Keperawatan oGambar : Wawancara c) Menjelaskan tujuan interaksi. d) Membuat kontrak (topik, waktu, tempat, tujuan) setiap kali bertemu klien. b. Membantu pasien mengenal anxietas a) Membantu klien mengidentifikasi dan mengekpresikan perasaannya. b)Membantu klien menjelaskan situasi yang menimbulkan anxietas. c) Membantu klien mengenal penyebab anxietas. d) Membantu klien menyadari perilaku akibat anxietas. c. Mengajarkan klien tehnik relaksasi untuk meningkatkan kontrol dan rasa percaya diri klien Contoh: implementasi tindakan keperawatan yang dilaksanakan dengan menggunakan strategi pelaksanaan tindakan sebagai berikut: STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KLIEN DENGAN ANSIETAS Hasil wawancara, klien mengatakan khawatir bahwa setelah operasi matanya malah tidak bisa melihat sama sekali. Mengeluh jantung berderbar-debar, susah tidur, mulut kering, gelisah ,tangan berkeringat dingin, fokus perhatian hanya pada setelah operasi, ransa ng luar tidak mampu diterima, dan lapangan pesepsi menyempit. Hasil observasi, ekspresi wajah terlihat tegang, rentang perhatian menyempit, perubahan tanda-tanda vital (nadi dan tekanan darah naik), tampak sering nafas pendek, gerakan tersentak – sentak , meremas- remas 1. Kondisi Klien 2.Diagnosakeperawatan Ansietas a) Klien dapat mengenal anxietasnya b) Klien dapat mengatasi ansietas melalui latihan relaksasi c) Klien dapat memperagakan dan menggunakan latihan relaksasi untuk mengatasi anxietas. d) Melibatkan Keluarga dalam latihan yang telah disusun 3. Tujuan tindakan keperawatan a) Membina hubungan saling percaya b) Membantu klien mengenal ancietas c) Mengajarkan teknik nafas dalam d) Memasukan kejadwal kegiatan harian klien. 4. Tindakan keperawatan:
  14. 14. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan 11 1) Assalamualaikum Bu, Perkenalkan nama saya....., senang dipanggil suster..., Saya adalah mahasiswa DIII Keperawatan bertugas merawat ibu selama 2 minggu (12) hari yaitu tanggal ....s/d.... mulai dari jam 8.00 Wib sampai dengan jam 14.00 Wib. Nama Ibu siapa? Suka di panggilnya apa? 2) Evaluasi/validasi: Bagaimana perasaan Ibu pagi hari ini? Oh, jadi ibu merasa tidak nyaman? 3) Kontrak: Bagaimana kalau sekarang kita bercakap-cakap tentang apa yang Ibu rasakan sehubungan dengan penyakit Ibu sekaligus cara mengatasinya? Tidak lama, hanya sekitar 30 menit dari jam 09.00 s/d 09.30. Dimana tempatnya bu? Bagaimana kalau di sini saja ya (tempat tidur)? Strategi komunikasi : a. Fase orientasi : 1) Apa yang ibu rasakan sekarang? Adakah hal yang Ibu pikirkan terkait penyakit yang sedang di hadapi? Apakah ada perasaan khawatir? Ceritakan apa yang sedang Ibu rasakan, tanda dan gejalanya? Oh, jadi ibu sering gelisah, susah tidur, mulut terasa kering dan adanya perasaan tidak nyaman. Apa yang telah Ibu lakukan untuk mengatasinya? Apakah berhasil? 2) Baiklah Bu, saya akan mengajarkan kepada ibu bahwa ada beberapa cara mengatasi perasaan khawatir yang ibu rasakan itu. Yaitu latihan relaksasi, dimana inibermanfaatuntukmembuatfisikIbu relaks atau santai. Dalam laihan relaksasi ini ada dua hal yang harus kita lakukan. Pertama latihan tarik nafas dalam dan kedua relaksasi otot progressif. Baiklah Bu, untuk pertemuan kita pagi ini kita akan latihan teknik nafas dalam dulu. Dalam latihan ini Ibu harus memusatkan pikiran dan perhatian pada pernafasan, gerakan mengembang dan mengempisnya otot dada Ibu saat bernafas. Bisa kita mulai Bu? Sekarang Ibu silahkan duduk bersila seperti saya. Pertama-tama ibu tarik nafas perlahan- lahan dalam hitungan satu, Ibu pikirkan bahwa udara memasuki bagian bawah paru- paru Ibu, pada hitungan kedua Ibu bayangkan udara mengisi bagian tengah paru- paru Ibu, dan pada hitungan ketiga Ibu bayangkan paru-paru Ibu sudah terisi dengan udara, setelah itu tahan nafas dalam hitungan tiga, dan kemudian Ibu hembuskan udara melalui mulut dengan meniup udara perlahan-lahan. Nah, sekarang Ibu lihat saya mempraktekanya. Sekarang coba Ibu mempraktekanya. Wah, bagus sekali Ibu sudah mampu malakukanya. Sekarang kita latih kembali selama 5 sampai 10 kali. Bagus sekali. b. Fase kerja: Gambar : Perasaan Khawatir
  15. 15. 12 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan 1) Evaluasi: “Bagaimana perasaan Ibu setelah kita berbincang–bincang dan berlatih cara mengatasi anxietas yang pertama dengan teknik nafas dalam? Apakah bermanfaat bagi Ibu? Bagus .. Coba Ibu Lakukan kembali. Bagus, Ibu telah bisa melakukannya. 2) Tindak lanjut: Baiklah Bu, Mari kita masukan kejadwal harian Ibu. Setiap kali Ibu merasa khawatir, Ibu bisa langsung mempraktekan cara ini. Dan latih juga sesuai jadwal yang sudah Ibu buat. 3) Kontrak: Besok pagi kita bertemu lagi. Saya akan mengajarkan latihan yang keduayaknirelaksasiototprogressifdengancaramengendurkandanmengencangkan seluruh otot- otot Ibu agar tetap relaks dan nyaman. Bagaimana kita bertemu jam 9.00-9.15, disini? Assalamualaikum Wr. Wb. c. Fase terminasi : Evaluasi menggunakan evaluasi formatif, yang dilaksanakan pada setiap tindakan keperawatan yang dilakukan hal ini dapat anda pelajari pada setiap strategi pelaksanaan tindakan keperawatan yang Anda lakukan selain evaluasi formatif Anda juga melakukan evaluasi sumatif yaitu evaluasi yang Anda lakukan pada akhir praktek klinik dapat Anda buat sebagai kesimpulan. 7) Evaluasi:
  16. 16. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan 13 Rangkuman Selamat Anda telah menyelesaikan modul tentang praktek klinik asuhan keperawatan pada klien dengan anxietas dengan demikian Anda anda sebagai mahasiswa DIII Keperawatan yang nantinya akan bertugas sebagai pelaksana keperawatan telah menguasai kompetensi asuhankeperawatanpadakliendenganmasalahpsikososialyaituasuhankeperawatanpada klien dengan anxietas. Hal hal penting yang telah Anda pelajari dalam modul Praktek klinik asuhan keperawatan pada klien dengan anxietas adalah sebagai berikut: Konsep anxietas, Proses keperawatan pada klien dengan anxietas muali dari pengkajian, merumuskan diagnosa keperaeatan, menetapkan rencana tindakan keperawatan, implementasi tindakan keperawatan , evaluasi. Selanjutnya Anda diharapkan dapat menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan kecemasan. selanjutnya Anda diminta untuk membuat proses keperawatan melalui telaah kasus pemicu sebagai berikut: Ny A usia 30 th, mengeluh sakit pada daerah rahim, dan mengalami perdarahan panjang dan banyak selama 2 bulan diluar masa menstruasi.Klien berobat ke RS oleh Dokter klien didiagnosa mengalami Ca servik stadium II, sejak mendengar pernyataan dokter, klien mengalami kesulitan tidur, napsu makan menurun, tekanan darah meningkat, klien mengeluh sakit kepala, sulit untuk berkonsentrasi, kadang kadang klien mengalami ketakutan yang tidak beralasan, dan emosional. Klien memikirkan apakah penyakitnya dapat disembuhkan?, Klien juga mengkhawatirkan keadaan anak anaknya apabila ia harus dirawat dalam waktu yang lama. Kasus pemicu: 1) Tugas mandiri : a. Buatlah rumusan diagnosa keperawatan pada Ny A. b. Lengkapi pengkajian Anda dengan data yang yang dapat menunjang diagnosa di atas. c. Buatlah rencana tindakan keperawatan yang sesuai untuk Ny A. d. Buatlah strategi pelaksanaan ( SP ) untuk Ny A e. Buatlah satuan acara pendidikan kesehatan (SAP) untuk Ny A. 2) Tugas terstruktur: Sebagai persiapan Anda melakukan kegiatan praktek klinik Anda diminta untuk membuat: Laporan Pendahuluan (LP), dan strategi pelaksanaan tindakan keperawatan yang akan Anda pergunakan pada saat praktek klinik 3) Uji praktek klinik: Pada minggu terakhir praktek klinik akan dilakukan uji praktek klinik Anda dapat mengikuti kegiatan evaluasi ini dengan ketentuan sebagai berikut: a. Kehadiran belajar praktek 100%. b. Memenuhi target pencapaian kompetensi /sub kompetensi yaitu -100%. c. Telah menyerahkan seluruh dokumen praktek klinik.
  17. 17. 14 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan Direktorat dan ketehnisian Medik, (2005), Keperawatan Jiwa, Teori dan tindakan Keperawatan. Buku pedoman Asuhan Keperawatan Jiwa I. Cetakan ke II, Jakarta Dirjen Pelayanan Medik, Dep Kes RI. Keliat, B. A ( 1997 ), Gangguan Koping, citra tubuh dan seksual pada klien kanker (ed Indonesia), Jakarta EGC. Stuart G. W, and LJ Sundeen, (1995), Buku saku keperawatan jiwa (ed Indonesia), alih bahasa Achir Yani, Jakarta EGC. ________________________, (1995), Principles and practice of psychiatric Nursing , St Louis, Mosby Year Book. Stuart G.W, and Michele, T. Laraia, (2000), Principles and practice Of psychiatric nursing, ST Louis, Mosby Year Book. Herdman, T.H. (2012), NANDA International Nursing Diagnoses Definition & Classification, 2012-2014. Oxford: Wiley-Blackwell Keliat, B.A., dkk. (2011), Keperawatan Kesehatan Jiwa Komunitas (CMHN - Basic Course). Jakarta: EGC Stuart, G.W.& Laraia, M.T. (2005), Principles and Practice of Psychiatric Nursing. 8thedition. Missouri: Mosby Daftar Pustaka
  18. 18. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan 15 Lampiran 1 CONTOH : FORMAT PROSES KEPERAWATAN Nama Mahasiswa : Waktu Praktek : Ruang Praktek : ___________________________________________________________________ A. IDENTITAS: 1. Nama pasien ( inisial ) :....................................... 2. Umur :............................th 3. Jenis kelamin : Laki laki / perempuan. 4. Status perkawinan : menikah / janda / duda / belum menikah. 5. Orang yang berarti : suami / istri / anak / ayah / ibu / saudara / teman. 6. Pekerjaan : TNI / Polri / PNS / Swasta / Wira usaha / tidak bekerja. 7. Pendidikan : SD / SMP / SMA / PT / tidak sekolah. 8. Tanggal masuk RS :................................................. 9. Tanggal pengkajian :............................................... 10. Diagnosa medik :................................................... 11. Penampilan :.................................................................................................. ............................................................................................................................ ........................................................................................................................... B. PERSEPSI DAN HARAPAN. 1. Pasien : .............................................................................................................................. ............................................................................................................................. 2. Keluarga :.......................................................................................................... ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. C. STATUS MENTAL. 1. Emosi : ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. 2. Konsep diri : ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... 3. Pola interaksi : ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... 4. Gaya komunikasi : ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... D. LATAR BELAKANG STATUS SOSIAL BUDAYA. 1. Pendidikan.: ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... 2. Pekerjaan : ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... A. FORMAT PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL
  19. 19. 16 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan 3. Hubungan sosial : ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... 4. Sosio – Budaya : ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... 5. Gaya hidup :....................................................................................................... ............................................................................................................................... E. Riwayat Keluarga. 1. Genogram ( 3 generasi ). 2. Masalah keluarga dan krisis: ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... 3. Interaksi dalam keluarga: ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... F. PENGKAJIAN FISIK. 1. Riwayat penyakit : .............................................................................................................................. ............................................................................................................................... 2. Kebiasaan yang berhubungan dengan status kesehatan : ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... 3. Merokok : .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. 4. Alkohol / Obat obatan : ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. 5. Istirahat dan tidur: .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. 6. Nutrisi : ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. 7. Eliminasi : .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. 8. Orientasi : ............................................................................................................................. 9. Tingkat aktifitas : ............................................................................................................................. 10. Tingkat energi : ............................................................................................................................. Jakarta; ...........................20........... Praktikan. (...........................................)
  20. 20. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan 17 DATA INTERPRETASI MASALAH A. ANALISA DATA. No D I A G N O S A KEPERAWATAN DITEMUKAN MASALAH DIPECAHKAN MASALAH Tgl Paraf Tgl Paraf B. DIAGNOSA KEPERAWATAN. No DIAGNOSA KEPERAWATAN Rencana Tindakan / Intervensi Tujuan Tindakan Rasional C. PERENCANAAN KEPERAWATAN. Tgl Diagnosa Keperawatan Tindakan Keperawatan Paraf D. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN. Tgl Diagnosa Keperawatan Evaluasi Keperawatan Paraf Subjektif :.............................. ... Objektif :............................... ... Analisa :................................. .. Planning :.............................. ... E. EVALUASI KEPERAWATAN.
  21. 21. 18 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan Lampiran 2 CONTOH LAPORAN PENDAHULUAN ( LP ) A. Kasus ( masalah utama ): ..................................................................................................................... ..................................................................................................................... B. Proses terjadinya masalah : ..................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... C. Pohon Masalah: ..................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... D. Masalah Keperawatan dan data yang perlu dikaji / data pendukung : 1. Masalah Keperawatan : ................................ DS : DO : 2. Masalah Keperawatan :.................................. DS : DO 3. Masalah Keperawatan :................................... DS: DO: E. Diagnosa Keperawatan : 1........................... 2........................... 3............................ F. Rencana Tindakan :
  22. 22. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan 19 Lampiran 3 CONTOH FORMAT STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SP). Nama Klien : Pertemuan ke : Hari / tanggal : Ruangan : -------------------------------------------------------------------------------------------------------------- --------------- A. Proses Keperawatan. 1.Kondisi Klien : a.Data Subjektif : b.Data Objektif : 2.Diagnosa Keperawatan: 3.Tujuan Khusus. 4.Tindakan Keperawatan : B. Strategi Komunikasi : 1. Orientasi : a. Salam terapeutik :...................................................... b. Evaluasi /validasi :.................................................. c. Kontrak (topik, waktu, tempat)............................. 2. Kerja:......................................................................... 3. Terminasi: a. Evaluasi (respon klien terhadap tindakan keperawatn) : b. Rencana tindak lanjut: c. Kontrak yang akan datang (topik, waktu, tempat):
  23. 23. 20 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan Daftar Gambar • https://rumahtanggabahagia.files.wordpress.com/2012/07/bagaimana-menghilangkan- stres-dan-kecemasan.jpg • http://rsdktlampung.com/wp-content/uploads/2014/09/DSC_0090.jpg • https://rofiwida.wordpress.com/about/ • https://infusionnurse.files.wordpress.com/2012/04/4411268_l.jpg • http://www.artikelkeperawatan.info/asuhan-keperawatan-pada-pasien-keracunan-510. html • http://www.mamashealth.com/child/images/childeatyogurt2.jpg
  24. 24. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan 21 Hak Cipta Kementrian Republik Indonesia Bekerjasama Dengan Australia Indonesia for Health Systems Strengthening (AIPHSS) 2015

×