SlideShare ist ein Scribd-Unternehmen logo
1 von 4
SOKUN ASSALAM
SEBUAH ALAT TUKAR DI LINGKUNGAN SANTRI PONDOK
PESANTREN MODERN ASSALAM-SURAKARTA.
Oleh: Ngatidjo.
Puskopdit. Bekatigade Yogyakarta
Latar Belakang.
Pondok Pesantren adalah suatu lembaga pendidikan alternative untuk anak-anak usia
sekolah yang beragama Islam, dimana lembaga ini mengkombinasikan pendidikan
sekolah dengan pendidikan agama. Tujuan lembaga pendidikan ini adalah untuk
mempersiapkan generasi muda yang dapat menguasai ilmu pengetahuan sekaligus
menguasai ilmu agama untuk memper-kuat akhlaq (perilaku). Sebagian besar waktu
para santri dipergunakan untuk bejar ilmu agama Islam, tanpa meninggalkan kegiatan
belajar ilmu pengetahuan secara umum seperti disekolah-sekolah umum. Biasanya
sekolah-sekolah di lingkungan pondok pesantren disebut madrasah. Untuk sekolah
tingkat taman kanak-kanak (kindergarten) disebut madrasah diniyah, untuk tingkat
sekolah dasar ( primary / elementary school) disebut madrasah ibtida’iyah , tingkat
sekolah menengah pertama (SLTP) disebut madrasah tsanawiyah, dan untuk se-
tingkat SMA disebut madarasah alliyah.
Pondok Pesantren Modern Assalam adalah salah satu pondok pesantren yang didi-
rikan oleh Majelis (kelompok) Pengajian Assalam- Surakarta. Kegiatan ini pimpin
oleh KH. Djamaludin.( alm) seorang pengusaha yang mengelola perecetakan dan
penerbitan buku Tiga Serangkai Surakarta. Pondok pesantren ini selain menyeleng-
garakan pendidikan agama Islam juga memiliki sekolah dari TK hingga SMA. Se-
luruh sekolah berada di satu komplek yang menempati lahan seluas10, 6 ha, berlokasi
di desa Gonilan, Sukaharjo- Surakarta. Saat ini memiliki tidak kurang 2.000 orang
santri yang berasal dari berbagai daerah.
Kegiatan Pendidikan.
Seluruh santri bertempat tinggal di Pondok Pesantren, sehingga seluruh waktunya
dihabiskan untuk kegiatan belajar. Dari pagi sampai siang hari mereka belajar seperti
sekolah-sekolah pada umumnya. Setelah pelajaran di sekolah, mereka langsung
mengikuti kegiatan belajar agama dengan mengaji. Selain itu para santri juga juga
memperoleh fasilitas kegiatan lain seperti olah raga, kepramukaan, dan lain-lain. Di
lingkungan pondok ini para santri memperoleh kesempatan yang lebih banyak untuk
belajar bahasa Arab dan bahasa Inggris. Kegiatan pendidikan pada umumnya dilaku-
kan selama 6 hari setiap minggunya, yaitu hari Sabtu hingga Kamis. Dan hari libur
jatuh pada hari Jumat. Pada hari Jumat sehabis sholat Jumat sampai dengan pukul
17.00 wib para santri diberikan kebebasan untuk bergaul dan melakukan interaksi
dengan masyarakat di luar pondok.
Sokun Assalam.
Sebagaimana dijelaskan di depan, bahwa sehari-harinya santri hidup di dalam
lingkungan pondok dan tidak diperkenankan pergi ke luar jika tidak hari libur. Untuk
memenuhi segala kebutuhan seperti alat tulis dan makanan ringan hanya dapat
1
membelinya di kantin pondok. Disamping itu dalam rangka membangun sikap dan
perilaku para santri pada tahun 1985 diciptakan suatu sistim alat tukar khusus di
lingkungan pondok. Sistim alat tukar itu diberi nama “sokun assalam”, bentuknya
seperti kartu yang memiliki nilai tukar sama dengan uang nasional. Sokun assalam
memiliki nilai pecahan bervariasi yaitu : Rp. 1.000,00, Rp. 500,00, Rp. 100,00, Rp.
50,00 dan Rp. 25,00. Di setiap sokun terdapat informasi mengenai nomor penerbitan,
nilai sokun, tanda tangan pimpinan pondok serta cap stempel Yayasan Majelis
Pengajian Islam Surakarta.
Contoh : SOKUN (CEQUE )ASSALAM
Dipergunakan di kalangan santri Pondok Pesantren Modern Assalam- Surakarta sejak
tahun 1985- 1993.
2
Untuk memperoleh dan bisa menggunakan sokun setiap siswa harus menukarkan
uang miliknya di kasir pondok. Setiap transaksi penukaran akan dibukukan oleh kasir.
Dan selanjutnya para santri bisa menggunakan untuk membeli barang-barang di
kantin pondok. Kantin akan melakukan penghitungan sokun saat selesai pelayanan.
Jika akan melakukan pembelanjaan (pengadaan barang) di luar pondok, pihak kantin
akan menukarkan sokun dengan mata uang nasional di Kasir Pondok.
Kegiatan pertukaran sokun oleh santri dilakukan pembatasan jumlah uang yang dapat
ditukar. Jumlah maksimum uang nasional (rupiah) yang dapat ditukar adalah senilai
Rp. 5.000,00 (lima ribu rupiah) dan dapat dilakukan setiap 3 (tiga)hari sekali.
Pembatasan ini diberlakukan dengan maksud agar para santri bisa lebih menghemat
uang miliknya.
Nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan “Sokun Assalam”.
Dari pihak pengelola Pondok pesantren, memperkenalkan sokun dengan maksud, agar
para santri:
1. Bisa berinteraksi dengan seluruh komponen kelembagaan Pondok pesantren
melalui penggunaan sokun.
2. Melatih santri untuk bisa berhemat dan tidak melakukan pemborosan uang.
3. Melatih kedisiplinan santri dalam menggunakan uang.
4. Memperkenalkan identitas kelembagaan pondok.
5. Melatih mental para santri untuk bisa bersabar dan toleransi antar santri.
6. Mengembangkan sikap kebersamaan antar santri.
Aspek Legalitas.
Dalam penerbitan, pengelolaan serta penggunaan sokun, tidak didukung adanya
legalitas atau tidak perlu ada ijin dari pemerintah. Dengan alasan hal ini tidak akan
beredar di luar pondok dan hanya berlaku untuk transaksi di dalam lingkungan
pondok.
Pengendalian peredaran uang sokun.
Pihak Pondok Pesantren membatasi uang sokun , seluruhnya kira-kira senilai Rp.
5.000.000 (lima juta) dengan perkiraan 1.000 orang santri masing-masing hanya
diperbolehkan menukarkan Rp. 5.000 paling tinggi. Dan setiap santri tidak
diperbolehkan memiliki sokun lebih dari Rp. 5.000. Untuk mengendalikan peredaraan
maka dilakukan pencatatan penerimaan dan pengeluaran sokun oleh kasir.
Berhentinya penggunaan sokun.
Penggunaan uang sokun ternyata tidak dilanjutkan lagi sejak tahun 1993. Karena
dipandang kurang praktis. Jika dahulu kantin pondok hanya ada 1 (satu) masih dirasa
mudah untuk melakukan koordinasi serta mekanismenya cukup sederhana. Namun
semenjak jumlah santri semakin bertambah dari 1000 orang menjadi 2000 orang,
dirasakan semakin repot dalam memberikan pelayanan. Selain itu, disebutkan bahwa
munculnya kebijakan baru tentang pengelolaan kantin, yaitu kantin tidak lagi dikelola
3
oleh pihak pondok dan diserahkan kepada pihak lain. Hal ini dirasa tidak praktis bagi
pengelola kantin. Dengan menurunnya nilai mata uang (inflasi) juga menyurutkan
semangat pengelola sokun untuk mengembangkan lebih lanjut.
KESIMPULAN SEMENTARA.
1. Sokun sebagai pengganti mata uang yang diberlakukan di lingkungan pondok
pesantren cukup efektif untuk membangun proses interaksi antar elemen
pondok.
2. Penggunaan sokun bagi para santri mampu mengembangkan sikap hidup
hemat dan tidak boros.
3. Sistim sokun tidak dikembangkan lebih lanjut karena “penggagasnya”
(insiatornya ) telah meninggal dunia dan tidak dilakukan pengkajian lebih jauh
tentang manfaat lainnya.
4

Weitere ähnliche Inhalte

Ähnlich wie Sokun Assalam Alat Tukar Khusus Pondok Pesantren

AJI SUSENO BAB I proposal.docx
AJI SUSENO BAB I proposal.docxAJI SUSENO BAB I proposal.docx
AJI SUSENO BAB I proposal.docxNirwanIlyasin
 
Kurikulum berbasis kompetensi di pesantren
Kurikulum berbasis kompetensi di pesantrenKurikulum berbasis kompetensi di pesantren
Kurikulum berbasis kompetensi di pesantrenOmay Komarudin
 
Pendidikan Pesantren.docx
Pendidikan Pesantren.docxPendidikan Pesantren.docx
Pendidikan Pesantren.docxZukét Printing
 
Pendidikan Pesantren.pdf
Pendidikan Pesantren.pdfPendidikan Pesantren.pdf
Pendidikan Pesantren.pdfZukét Printing
 
Sistem Pembelajaran Pondok @ Madrasah
Sistem Pembelajaran Pondok @ MadrasahSistem Pembelajaran Pondok @ Madrasah
Sistem Pembelajaran Pondok @ MadrasahAl-Khawarizmi Yiffy
 
Sejarah Pendidikan Islam.pdf
Sejarah Pendidikan Islam.pdfSejarah Pendidikan Islam.pdf
Sejarah Pendidikan Islam.pdfZukét Printing
 
Sejarah Pendidikan Islam.docx
Sejarah Pendidikan Islam.docxSejarah Pendidikan Islam.docx
Sejarah Pendidikan Islam.docxZukét Printing
 
Penerapan Sistem Manajemen Mutu di Pondok Pesantren Beyt Tahfidh An-Nafisa Yo...
Penerapan Sistem Manajemen Mutu di Pondok Pesantren Beyt Tahfidh An-Nafisa Yo...Penerapan Sistem Manajemen Mutu di Pondok Pesantren Beyt Tahfidh An-Nafisa Yo...
Penerapan Sistem Manajemen Mutu di Pondok Pesantren Beyt Tahfidh An-Nafisa Yo...SalsabilaFajriani1
 
Corak Budaya Pesantren di Indonesia-.pdf
Corak Budaya Pesantren di Indonesia-.pdfCorak Budaya Pesantren di Indonesia-.pdf
Corak Budaya Pesantren di Indonesia-.pdfSyarifatul Marwiyah
 
Menata arah pembaharuan pesantren
Menata arah pembaharuan pesantrenMenata arah pembaharuan pesantren
Menata arah pembaharuan pesantrenM Tata Taufik
 
TRADISI LIRBOYO_ RAHMAD IKBAL DEVID.pptx
TRADISI LIRBOYO_ RAHMAD IKBAL DEVID.pptxTRADISI LIRBOYO_ RAHMAD IKBAL DEVID.pptx
TRADISI LIRBOYO_ RAHMAD IKBAL DEVID.pptxlaya89
 
Sejarah yayasan almuthohhar baru
Sejarah yayasan almuthohhar baruSejarah yayasan almuthohhar baru
Sejarah yayasan almuthohhar barufatimatuzzahro23
 
Gabmum darul ihsan
Gabmum darul ihsanGabmum darul ihsan
Gabmum darul ihsanhanif kusuma
 
Kata pengantar
Kata pengantarKata pengantar
Kata pengantariwan Alit
 
Praktik tik ades budiana xiiipa
Praktik tik ades budiana xiiipaPraktik tik ades budiana xiiipa
Praktik tik ades budiana xiiipaAdes Kubima
 

Ähnlich wie Sokun Assalam Alat Tukar Khusus Pondok Pesantren (20)

AJI SUSENO BAB I proposal.docx
AJI SUSENO BAB I proposal.docxAJI SUSENO BAB I proposal.docx
AJI SUSENO BAB I proposal.docx
 
Kurikulum berbasis kompetensi di pesantren
Kurikulum berbasis kompetensi di pesantrenKurikulum berbasis kompetensi di pesantren
Kurikulum berbasis kompetensi di pesantren
 
Pendidikan Pesantren.docx
Pendidikan Pesantren.docxPendidikan Pesantren.docx
Pendidikan Pesantren.docx
 
Pendidikan Pesantren.pdf
Pendidikan Pesantren.pdfPendidikan Pesantren.pdf
Pendidikan Pesantren.pdf
 
Sistem Pembelajaran Pondok @ Madrasah
Sistem Pembelajaran Pondok @ MadrasahSistem Pembelajaran Pondok @ Madrasah
Sistem Pembelajaran Pondok @ Madrasah
 
Sejarah Pendidikan Islam.pdf
Sejarah Pendidikan Islam.pdfSejarah Pendidikan Islam.pdf
Sejarah Pendidikan Islam.pdf
 
Sejarah Pendidikan Islam.docx
Sejarah Pendidikan Islam.docxSejarah Pendidikan Islam.docx
Sejarah Pendidikan Islam.docx
 
Penerapan Sistem Manajemen Mutu di Pondok Pesantren Beyt Tahfidh An-Nafisa Yo...
Penerapan Sistem Manajemen Mutu di Pondok Pesantren Beyt Tahfidh An-Nafisa Yo...Penerapan Sistem Manajemen Mutu di Pondok Pesantren Beyt Tahfidh An-Nafisa Yo...
Penerapan Sistem Manajemen Mutu di Pondok Pesantren Beyt Tahfidh An-Nafisa Yo...
 
Corak Budaya Pesantren di Indonesia-.pdf
Corak Budaya Pesantren di Indonesia-.pdfCorak Budaya Pesantren di Indonesia-.pdf
Corak Budaya Pesantren di Indonesia-.pdf
 
Menata arah pembaharuan pesantren
Menata arah pembaharuan pesantrenMenata arah pembaharuan pesantren
Menata arah pembaharuan pesantren
 
TRADISI LIRBOYO_ RAHMAD IKBAL DEVID.pptx
TRADISI LIRBOYO_ RAHMAD IKBAL DEVID.pptxTRADISI LIRBOYO_ RAHMAD IKBAL DEVID.pptx
TRADISI LIRBOYO_ RAHMAD IKBAL DEVID.pptx
 
draf Proposal Ponpes.pdf
draf Proposal Ponpes.pdfdraf Proposal Ponpes.pdf
draf Proposal Ponpes.pdf
 
Adang.ahmad.dimyati
Adang.ahmad.dimyatiAdang.ahmad.dimyati
Adang.ahmad.dimyati
 
Makalah 1.docx
Makalah 1.docxMakalah 1.docx
Makalah 1.docx
 
Sejarah yayasan almuthohhar baru
Sejarah yayasan almuthohhar baruSejarah yayasan almuthohhar baru
Sejarah yayasan almuthohhar baru
 
Gabmum darul ihsan
Gabmum darul ihsanGabmum darul ihsan
Gabmum darul ihsan
 
Kata pengantar
Kata pengantarKata pengantar
Kata pengantar
 
Praktik tik ades budiana xiiipa
Praktik tik ades budiana xiiipaPraktik tik ades budiana xiiipa
Praktik tik ades budiana xiiipa
 
Madrasah aliyah
Madrasah aliyahMadrasah aliyah
Madrasah aliyah
 
Slamettt
SlametttSlamettt
Slamettt
 

Mehr von Ngatidjo -

Analisa peran koperasi terhadap pemberdayaan usaha anggota
Analisa peran koperasi terhadap pemberdayaan usaha anggotaAnalisa peran koperasi terhadap pemberdayaan usaha anggota
Analisa peran koperasi terhadap pemberdayaan usaha anggotaNgatidjo -
 
Manajemen keuangan UMKM
Manajemen keuangan UMKMManajemen keuangan UMKM
Manajemen keuangan UMKMNgatidjo -
 
Pengembangan dan pemberdayaan kelompok usaha ekonomi produktip
Pengembangan dan pemberdayaan kelompok usaha ekonomi produktipPengembangan dan pemberdayaan kelompok usaha ekonomi produktip
Pengembangan dan pemberdayaan kelompok usaha ekonomi produktipNgatidjo -
 
Pengembangan kapasitas ekonomi lokal dan sistem ekonomi kerakyatan
Pengembangan kapasitas ekonomi lokal dan sistem ekonomi kerakyatanPengembangan kapasitas ekonomi lokal dan sistem ekonomi kerakyatan
Pengembangan kapasitas ekonomi lokal dan sistem ekonomi kerakyatanNgatidjo -
 
07 titik kritis pinjaman bermasalah
07 titik kritis pinjaman bermasalah07 titik kritis pinjaman bermasalah
07 titik kritis pinjaman bermasalahNgatidjo -
 
Membangun jejaring untuk keberlanjutan upk pnpm perdesaan
Membangun jejaring untuk keberlanjutan upk pnpm perdesaanMembangun jejaring untuk keberlanjutan upk pnpm perdesaan
Membangun jejaring untuk keberlanjutan upk pnpm perdesaanNgatidjo -
 
Manajemen organisasi karang taruna
Manajemen  organisasi karang tarunaManajemen  organisasi karang taruna
Manajemen organisasi karang tarunaNgatidjo -
 
Pemberdayaan ekonomi akar rumput
Pemberdayaan ekonomi akar rumputPemberdayaan ekonomi akar rumput
Pemberdayaan ekonomi akar rumputNgatidjo -
 

Mehr von Ngatidjo - (8)

Analisa peran koperasi terhadap pemberdayaan usaha anggota
Analisa peran koperasi terhadap pemberdayaan usaha anggotaAnalisa peran koperasi terhadap pemberdayaan usaha anggota
Analisa peran koperasi terhadap pemberdayaan usaha anggota
 
Manajemen keuangan UMKM
Manajemen keuangan UMKMManajemen keuangan UMKM
Manajemen keuangan UMKM
 
Pengembangan dan pemberdayaan kelompok usaha ekonomi produktip
Pengembangan dan pemberdayaan kelompok usaha ekonomi produktipPengembangan dan pemberdayaan kelompok usaha ekonomi produktip
Pengembangan dan pemberdayaan kelompok usaha ekonomi produktip
 
Pengembangan kapasitas ekonomi lokal dan sistem ekonomi kerakyatan
Pengembangan kapasitas ekonomi lokal dan sistem ekonomi kerakyatanPengembangan kapasitas ekonomi lokal dan sistem ekonomi kerakyatan
Pengembangan kapasitas ekonomi lokal dan sistem ekonomi kerakyatan
 
07 titik kritis pinjaman bermasalah
07 titik kritis pinjaman bermasalah07 titik kritis pinjaman bermasalah
07 titik kritis pinjaman bermasalah
 
Membangun jejaring untuk keberlanjutan upk pnpm perdesaan
Membangun jejaring untuk keberlanjutan upk pnpm perdesaanMembangun jejaring untuk keberlanjutan upk pnpm perdesaan
Membangun jejaring untuk keberlanjutan upk pnpm perdesaan
 
Manajemen organisasi karang taruna
Manajemen  organisasi karang tarunaManajemen  organisasi karang taruna
Manajemen organisasi karang taruna
 
Pemberdayaan ekonomi akar rumput
Pemberdayaan ekonomi akar rumputPemberdayaan ekonomi akar rumput
Pemberdayaan ekonomi akar rumput
 

Sokun Assalam Alat Tukar Khusus Pondok Pesantren

  • 1. SOKUN ASSALAM SEBUAH ALAT TUKAR DI LINGKUNGAN SANTRI PONDOK PESANTREN MODERN ASSALAM-SURAKARTA. Oleh: Ngatidjo. Puskopdit. Bekatigade Yogyakarta Latar Belakang. Pondok Pesantren adalah suatu lembaga pendidikan alternative untuk anak-anak usia sekolah yang beragama Islam, dimana lembaga ini mengkombinasikan pendidikan sekolah dengan pendidikan agama. Tujuan lembaga pendidikan ini adalah untuk mempersiapkan generasi muda yang dapat menguasai ilmu pengetahuan sekaligus menguasai ilmu agama untuk memper-kuat akhlaq (perilaku). Sebagian besar waktu para santri dipergunakan untuk bejar ilmu agama Islam, tanpa meninggalkan kegiatan belajar ilmu pengetahuan secara umum seperti disekolah-sekolah umum. Biasanya sekolah-sekolah di lingkungan pondok pesantren disebut madrasah. Untuk sekolah tingkat taman kanak-kanak (kindergarten) disebut madrasah diniyah, untuk tingkat sekolah dasar ( primary / elementary school) disebut madrasah ibtida’iyah , tingkat sekolah menengah pertama (SLTP) disebut madrasah tsanawiyah, dan untuk se- tingkat SMA disebut madarasah alliyah. Pondok Pesantren Modern Assalam adalah salah satu pondok pesantren yang didi- rikan oleh Majelis (kelompok) Pengajian Assalam- Surakarta. Kegiatan ini pimpin oleh KH. Djamaludin.( alm) seorang pengusaha yang mengelola perecetakan dan penerbitan buku Tiga Serangkai Surakarta. Pondok pesantren ini selain menyeleng- garakan pendidikan agama Islam juga memiliki sekolah dari TK hingga SMA. Se- luruh sekolah berada di satu komplek yang menempati lahan seluas10, 6 ha, berlokasi di desa Gonilan, Sukaharjo- Surakarta. Saat ini memiliki tidak kurang 2.000 orang santri yang berasal dari berbagai daerah. Kegiatan Pendidikan. Seluruh santri bertempat tinggal di Pondok Pesantren, sehingga seluruh waktunya dihabiskan untuk kegiatan belajar. Dari pagi sampai siang hari mereka belajar seperti sekolah-sekolah pada umumnya. Setelah pelajaran di sekolah, mereka langsung mengikuti kegiatan belajar agama dengan mengaji. Selain itu para santri juga juga memperoleh fasilitas kegiatan lain seperti olah raga, kepramukaan, dan lain-lain. Di lingkungan pondok ini para santri memperoleh kesempatan yang lebih banyak untuk belajar bahasa Arab dan bahasa Inggris. Kegiatan pendidikan pada umumnya dilaku- kan selama 6 hari setiap minggunya, yaitu hari Sabtu hingga Kamis. Dan hari libur jatuh pada hari Jumat. Pada hari Jumat sehabis sholat Jumat sampai dengan pukul 17.00 wib para santri diberikan kebebasan untuk bergaul dan melakukan interaksi dengan masyarakat di luar pondok. Sokun Assalam. Sebagaimana dijelaskan di depan, bahwa sehari-harinya santri hidup di dalam lingkungan pondok dan tidak diperkenankan pergi ke luar jika tidak hari libur. Untuk memenuhi segala kebutuhan seperti alat tulis dan makanan ringan hanya dapat 1
  • 2. membelinya di kantin pondok. Disamping itu dalam rangka membangun sikap dan perilaku para santri pada tahun 1985 diciptakan suatu sistim alat tukar khusus di lingkungan pondok. Sistim alat tukar itu diberi nama “sokun assalam”, bentuknya seperti kartu yang memiliki nilai tukar sama dengan uang nasional. Sokun assalam memiliki nilai pecahan bervariasi yaitu : Rp. 1.000,00, Rp. 500,00, Rp. 100,00, Rp. 50,00 dan Rp. 25,00. Di setiap sokun terdapat informasi mengenai nomor penerbitan, nilai sokun, tanda tangan pimpinan pondok serta cap stempel Yayasan Majelis Pengajian Islam Surakarta. Contoh : SOKUN (CEQUE )ASSALAM Dipergunakan di kalangan santri Pondok Pesantren Modern Assalam- Surakarta sejak tahun 1985- 1993. 2
  • 3. Untuk memperoleh dan bisa menggunakan sokun setiap siswa harus menukarkan uang miliknya di kasir pondok. Setiap transaksi penukaran akan dibukukan oleh kasir. Dan selanjutnya para santri bisa menggunakan untuk membeli barang-barang di kantin pondok. Kantin akan melakukan penghitungan sokun saat selesai pelayanan. Jika akan melakukan pembelanjaan (pengadaan barang) di luar pondok, pihak kantin akan menukarkan sokun dengan mata uang nasional di Kasir Pondok. Kegiatan pertukaran sokun oleh santri dilakukan pembatasan jumlah uang yang dapat ditukar. Jumlah maksimum uang nasional (rupiah) yang dapat ditukar adalah senilai Rp. 5.000,00 (lima ribu rupiah) dan dapat dilakukan setiap 3 (tiga)hari sekali. Pembatasan ini diberlakukan dengan maksud agar para santri bisa lebih menghemat uang miliknya. Nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan “Sokun Assalam”. Dari pihak pengelola Pondok pesantren, memperkenalkan sokun dengan maksud, agar para santri: 1. Bisa berinteraksi dengan seluruh komponen kelembagaan Pondok pesantren melalui penggunaan sokun. 2. Melatih santri untuk bisa berhemat dan tidak melakukan pemborosan uang. 3. Melatih kedisiplinan santri dalam menggunakan uang. 4. Memperkenalkan identitas kelembagaan pondok. 5. Melatih mental para santri untuk bisa bersabar dan toleransi antar santri. 6. Mengembangkan sikap kebersamaan antar santri. Aspek Legalitas. Dalam penerbitan, pengelolaan serta penggunaan sokun, tidak didukung adanya legalitas atau tidak perlu ada ijin dari pemerintah. Dengan alasan hal ini tidak akan beredar di luar pondok dan hanya berlaku untuk transaksi di dalam lingkungan pondok. Pengendalian peredaran uang sokun. Pihak Pondok Pesantren membatasi uang sokun , seluruhnya kira-kira senilai Rp. 5.000.000 (lima juta) dengan perkiraan 1.000 orang santri masing-masing hanya diperbolehkan menukarkan Rp. 5.000 paling tinggi. Dan setiap santri tidak diperbolehkan memiliki sokun lebih dari Rp. 5.000. Untuk mengendalikan peredaraan maka dilakukan pencatatan penerimaan dan pengeluaran sokun oleh kasir. Berhentinya penggunaan sokun. Penggunaan uang sokun ternyata tidak dilanjutkan lagi sejak tahun 1993. Karena dipandang kurang praktis. Jika dahulu kantin pondok hanya ada 1 (satu) masih dirasa mudah untuk melakukan koordinasi serta mekanismenya cukup sederhana. Namun semenjak jumlah santri semakin bertambah dari 1000 orang menjadi 2000 orang, dirasakan semakin repot dalam memberikan pelayanan. Selain itu, disebutkan bahwa munculnya kebijakan baru tentang pengelolaan kantin, yaitu kantin tidak lagi dikelola 3
  • 4. oleh pihak pondok dan diserahkan kepada pihak lain. Hal ini dirasa tidak praktis bagi pengelola kantin. Dengan menurunnya nilai mata uang (inflasi) juga menyurutkan semangat pengelola sokun untuk mengembangkan lebih lanjut. KESIMPULAN SEMENTARA. 1. Sokun sebagai pengganti mata uang yang diberlakukan di lingkungan pondok pesantren cukup efektif untuk membangun proses interaksi antar elemen pondok. 2. Penggunaan sokun bagi para santri mampu mengembangkan sikap hidup hemat dan tidak boros. 3. Sistim sokun tidak dikembangkan lebih lanjut karena “penggagasnya” (insiatornya ) telah meninggal dunia dan tidak dilakukan pengkajian lebih jauh tentang manfaat lainnya. 4