Successfully reported this slideshow.

Pengantar metrologi industri

4.292 Aufrufe

Veröffentlicht am

  • Als Erste(r) kommentieren

Pengantar metrologi industri

  1. 1. METROLOGI INDUSTRI BY : Yassyir Maulana, MT
  2. 2. PENILAIAN • TUGAS : 30% • UTS : 30% • UAS : 40%
  3. 3. TUJUAN PEMBELAJARAN SETELAH MEMPELAJARI MATERI KULIAH INI, DIHARAPKAN MAHASISWA DAPAT: • AGAR MAHASISWA MAMPU MENERAPKAN METODE-METODE PENGUKURAN YANG BENAR TERHADAP PERALATAN MESIN SERTA MAMPU MENGANALISIS DATA HASIL PENGUKURAN DENGAN KONSEP STATISTIK UNTUK PENARIKAN KESIMPULAN
  4. 4. TUJUAN MEMPELAJARI METROLOGI INDUSTRI 1. DAPAT MENGELOLA LABORATORIUM PENGUKURAN BAIK YANG ADA DI INDUSTRI MAUPUN DI BENGKEL KERJA PADA PENDIDIKAN KETRAMPILAN TEKNIK. 2. DAPAT MENGGUNAKAN DAN MEMBACA SKALA ALAT-ALAT UKUR DENGAN TEPAT DAN BENAR. 3. DAPAT MENENTUKAN DAN MEMILIH ALAT-ALAT UKUR YANG TEPAT SESUAI DENGAN BENTUK DARI OBYEK YANG AKAN DIUKUR. 4. DAPAT MENGKALIBRASI DAN MEMELIHARA ALAT-ALAT UKUR SEHINGGA ALAT- ALAT UKUR TETAP TERJAMIN KETEPATANNYA BILA DIGUNAKAN UNTUK PENGUKURAN.
  5. 5. LANJUTAN 5. MEMILIKI PENGETAHUAN TENTANG SUMBER-SUMBER PENYIMPANGAN PENGUKURAN DAN DAPAT MENENTUKAN BAGAIMANA CARANYA MENGURANGI SEMINIMAL MUNGKIN PENYIMPANGAN TERSEBUT. 6. DAPAT MERENDAHKAN BIAYA INSPEKSI SEMURAH MUNGKIN DENGAN PENGGUNAAN FASILITAS YANG ADA SECARA EFEKTIF DAN EFISIEN. 7. DENGAN MENGUASAI PENGETAHUAN TENTANG KONTROL KUALITAS, MAKA DAPAT MEMBANTU PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HASIL KERJA, BAIK HASIL KERJA DIBIDANG PENDIDIKAN KETRAMPILAN TEKNIK MAUPUN DIBIDANG PERINDUSTRIAN.
  6. 6. SEJARAH PENGUKURAN SEJARAH PENGUKURAN SUDAH ADA SEJAK ZAMAN DAHULU DENGAN BEBERAPA BUKTI MONUMEN SERTA BANGUNAN YANG LUAR BIASA SEPERTI PIRAMIDA DI MESIR
  7. 7. MESIR KUNO • BANGSA MESIR KUNO MENGGUNAKAN ANGGOTA TUBUH MANUSIA UNTUK MELAKUKAN PENGUKURAN “BARANG SIAPA LALAI ATAU LUPA MENGALIBRASI STANDAR SATUAN PANJANG SETIAP BULAN PURNAMA DIANCAM DENGAN HUKUMAN MATI” Mesir, 3000 SM Firaun
  8. 8. • STANDAR INI DINYATAKAN SAMA DENGAN PANJANG SIKU TANGAN YAITU DARI UJUNG SIKU SAMPAI UJUNG JARI TENGAH. 1 CUBIT = 18” • UNTUK MENGKALIBRASI CUBIT MAKA DIBUAT ALAT KALIBRASI DARI BATU GRANIT HITAM, SEHINGGA MENGHASILKAN STANDAR PENGUKURAN CUBIT YANG DISEBUT ROYAL CUBIT. CUBIT
  9. 9. PALM • GAMBAR DI BAWAH INI MERUPAKAN STANDAR PALM. STANDAR INI DINYATAKAN SAMA DENGAN LEBAR TELAPAK TANGAN MANUSIA • DIKAITKAN DENGAN STANDAR CUBIT, MAKA SATU PALM PANJANGNYA KIRA- KIRA SAMA DENGAN 1/6 CUBIT ATAU DALAM SATUAN INCHI KIRA2 SEBESAR TIGA INCHI
  10. 10. • STANDAR INI DINYATAKAN SAMA DENGAN SATU JENGKAL JARI TANGAN MANUSIA. • SATU SPAN DIPERKIRAKAN SAMA DENGAN SETENGAH CUBIT. • KALO DIKAITKAN DENGAN STANDAR INCHI, DIPERKIRAKAN SATU SPAN SAMA DENGAN SEMBILAN INCHI SPAN
  11. 11. • GAMBAR DI BAWAH MERUPAKAN STANDAR DIGIT. STANDAR INI DINYATAKAN SELEBAR UJUNG JARI TENGAN • SATU DIGIT KIRA-KIRA SAMA DENGAN 1/24 STANDAR CUBIT ATAU KIRA-KIRA SAMA DENGAN ¾ INCHI DIGIT
  12. 12. • METROLOGI (ILMU PENGUKURAN) ADALAH DISIPLIN ILMU YANG MEMPELAJARI CARA-CARA PENGUKURAN, KALIBRASI DAN AKURASI DI BIDANG INDUSTRI, ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI. METROLOGI DIKELOMPOKKAN KE DALAM TIGA KATEGORI UTAMA DENGAN TINGKAT KERUMITAN DAN AKURASI YANG BERBEDA-BEDA: 1. METROLOGI ILMIAH: BERHUBUNGAN DENGAN PENGATURAN DAN PENGEMBANGAN STANDAR-STANDAR PENGUKURAN DAN PEMELIHARAANNYA. 2. METROLOGI INDUSTRI: BERTUJUAN UNTUK MEMASTIKAN BAHWA SISTEM PENGUKURAN DAN ALAT-ALAT UKUR DI INDUSTRI BERFUNGSI DENGAN AKURASI YANG MEMADAI, BAIK DALAM PROSES PERSIAPAN, PRODUKSI, MAUPUN PENGUJIANNYA. 3. METROLOGI LEGAL: BERKAITAN DENGAN PENGUKURAN YANG BERDAMPAK PADA TRANSAKSI EKONOMI, KESEHATAN, DAN KESELAMATAN. PENGERTIAN METROLOGI
  13. 13. • METROLOGI LEGAL : • CABANG METROLOGI YANG BERKAITAN DENGAN PELAKSANAAN PENGUKURAN YANG DIPERSYARATKAN OLEH ATURAN HUKUM. PENGUKURAN SEMACAM ITU HARUS DILAKUKAN OLEH LEMBAGA ATAU INSTANSI YANG DIBERI WEWENANG SECARA HUKUM. KHUSUSNYA, HAL- HAL YANG BERDAMPAK PADA TRANSAKSI PERDAGANGAN, KESEHATAN DAN KESELAMATAN. • BADAN HUKUM TERSEBUT SALAH SATUNYA ADALAH BSN (BADAN STANDARISASI NASIONAL, BPOM, DLL) METROLOGI LEGAL
  14. 14. • METROLOGI INDUSTRI : • BERKAITAN DENGAN HAL-HAL YANG MENUNJANG PRESISI PENGUKURAN DI INDUSTRI. TUJUAN AKHIRNYA ADALAH UNTUK MEMASTIKAN BAHWA PRODUK YANG DIHASILKAN (TERMASUK LIMBAHNYA) MEMPUNYAI KARAKTERISTIK YANG SESUAI DENGAN SPESIFIKASI YANG DIINGINKAN. METROLOGI INDUSTRI
  15. 15. METROLOGI INDUSTRI • PENGERTIAN METROLOGI INDUSTRI LEBIH MENGKHUSUSKAN PADA PENGUKURAN GEOMETRIS SUATU PRODUK DENGAN CARA DAN ALAT YANG TEPAT SEHINGGA HASIL PENGUKURANNYA MENDEKATI KEBENARAN DARI KEADAAN YANG SESUNGGUHNYA. • METROLOGI INDUSTRI YANG AKAN DIBAHAS DIPERSEMPIT PADA MASALAH-MASALAH : GEOMETRIS SUATU PRODUK, PENGUKURAN PANJANG DENGAN BERBAGAI BENTUK, PENGUKURAN SUDUT DENGAN BERBAGAI BENTUK, DAN DISINGGUNG PULA SEDIKIT MENGENAI KONTROL KUALITAS.
  16. 16. ISTILAH DALAM PENGUKURAN • KETELITIAN (PRECISION) • KETEPATAN (ACCURATION) • UKURAN DASAR (BASIC SIZE) • TOLERANSI (TOLERANCE) • HARGA BATAS (LIMITS) • KELONGGARAN (CLEARANCE)
  17. 17. KETELITIAN (PRECISION) • KETELITIAN (PRESISI) ADALAH KESESUAIAN DIANTARA BEBERAPA DATA PENGUKURAN YANG SAMA YANG DILAKUKAN SECARA BERULANG. TINGGI RENDAHNYA TINGKAT KETELITIAN HASIL SUATU PENGUKURAN DAPAT DILIHAT DARI HARGA DEVIASI HASIL PENGUKURAN. • KETELITIAN DIDEFINSIKAN SEBAGAI KEDEKATAN (CLOSENESS) PEMBACAAN TERHADAP HARGA STANDAR YANG DITERIMA ATAU HARGA BENAR. • PERBEDAAN ANTARA HASIL PENGUKURAN DENGAN UKURAN DARI BENDA UKUR BIASANYA DISEBUT DENGAN ISTILAH KESALAHAN SISTEMATIS (SYSTEMATIC ERROR). • SEMAKIN KECIL KESALAHAN SISTEMATIS INI MAKA PROSES PENGUKURAN YANG DILAKUKAN SESEORANG SEMAKIN TELITI.
  18. 18. KETEPATAN (ACCURASY) • AKURASI ATAU KESAKSAMAAN ADALAH TINGKAT KEDEKATAN DARI NILAI-NILAI UKURAN TERHADAP NILAI YANG SEBENARNYA. APABILA NILAI –NILAI UKURAN SEMAKIN MENDEKATI NILAI SEBENARNYA YANG BERARTI PENYIMPANGAN ATAU KESALAHAN SEMAKIN KECIL, BERARTI SEMAKIN TINGGI AKURASINYA • KESAMAAN ATAU KEDEKATAN SUATU HASIL PENGUKURAN DENGAN ANGKA ATAU DATA YANG SEBENARNYA (TRUE VALUE / CORRECT RESULT). • KETEPATAN BERLAINAN DENGAN KETELITIAN, DAN KETEPATAN YANG TINGGI TIDAK MENJAMIN KETELITIAN YANG TINGGI
  19. 19. ACCURASY VS PRECISION
  20. 20. UKURAN DASAR (BASIC SIZE) • UKURAN DASAR MERUPAKAN DIMENSI ATAU UKURAN NOMINAL DARI SUATU OBYEK UKUR YANG SECARA TEORITIS DIANGGAP TIDAK MEMPUNYAI HARGA BATAS ATAUPUN TOLERANSI. • DAPAT DIKATAKAN UKURAN DALAM BENTUK BILANGAN BULAT
  21. 21. TOLERANSI (TOLERANCE) • TOLERANSI MERUPAKAN VARIASI ATAU PERBEDAAN UKURAN YANG TERLETAK DI ATAS DAN DI BAWAH UKURAN DASAR (BASIC SIZE). • BESARNYA TOLERANSI MERUPAKAN SELISIH DARI UKURAN MAKSIMUM DAN UKURAN MINIMUM • BENDA YANG BERBENTUK POROS MEMPUNYAI TOLERANSI DAN DARI BENDA YANG BERBENTUK LUBANG JUGA MEMPUNYAI TOLERANSI YANG BESARNYA TOLERANSI DARI KEDUA BENDA TERSEBUT TIDAK SELALU SAMA.
  22. 22. LANJUTAN • MAKIN PRESISI SUATU KOMPONEN DIBUAT MAKA BESARNYA TOLERANSI JUGA MAKIN KECIL, SEHINGGA PROSES PEMBUATAN KOMPONEN NYA JUGA SEMAKIN KOMPLEKS • SEMAKIN KECIL TOLERANSI MAKA BIAYA YANG HARUS DIKELUARKAN SEMAKIN BESAR DAN SEBALIKNYA. • CARA PENULISAN PADA GAMBAR TEKNIK ADA BEBERAPA MACAM.
  23. 23. KELONGGARAN (CLEARANCE) • KELONGGARAN MERUPAKAN PERBEDAAN UKURAN ANTARA PASANGAN SUATU KOMPONEN DENGAN KOMPONEN LAIN DI MANA UKURAN TERBESAR DARI SALAH SATU KOMPONEN ADALAH LEBIH KECIL DARI PADA UKURAN TERKECIL DARI KOMPONEN YANG LAIN. • CONTOH YANG PALING JELAS MISALNYA PASANGAN ANTARA POROS DAN LUBANG.
  24. 24. PENTINGKAH METROLOGI INDUSTRI UNTUK KEMAJUAN SUATU NEGARA
  25. 25. TUGAS INDIVIDU • BIKIN WEBSITE MENGGUNAKAN BLOGGER, SESUAIKAN DENGAN NAMA SENDIRI • BUAT POSTING MATERI KULIAH. • KUMPUL SEBELUM UAS • KUMPUL NAMA WEBSITENYA

×