Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

Sop ukp kkp

22.247 Aufrufe

Veröffentlicht am

Standar Operasional Prosedur ini dibuat dalam rangka memperkuat Kantor Kesehatan Pelabuhan dalam mengimplementasikan IHR 2005 sebagaimana yang diamanatkan dalam Annex 1 b dan merespon berbagai perkembangan sehubungan dengan Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) / (Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia) yang terjadi di dalam negeri dan luar negeri sehingga didalam melakukan tindakan di lapangan pada tiap KKP adalah sama .
Standar Operasional Prosedur ini disusun dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat yang memerlukan pelayanan yang cepat, tanggap dan tidak menghambat lalulintas orang dan barang di wilayah Pelabuhan, Bandara dan Pos Lintas Batas Darat ( PLBD ) .

Veröffentlicht in: Gesundheit & Medizin

Sop ukp kkp

  1. 1. UPAYA KESEHATAN PELABUHAN DAN Disahkan oleh: LINTAS WILAYAH Dirjen PP&PL STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMERIKSAAN KESEHATAN ABK Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama,Sp.P(K),MARS,DTM&H, No. Dokumen : 03.003.2009 Hal : 64 dari 66 DTCEI. PERSIAPAN: A. SUMBER DAYA MANUSIA 1. Dokter 2. Dokter gigi 3. Psikologi 4. D-3 Keperawatan 5. D-3 Analis 6. D-3 Penata Rontgen 7. Petugas penata refraksi 8. Petugas penata audiometri 9. Petugas penata spirometri B. SARANA DAN PRASARANA RUANG PEMERIKSAAN Terdapat meja periksa, kursi tunggu peralatan medis, laboratorium dan peralatan lainnya. PERALATAN 1. Peralatan periksa medis : tensi meter, stetoskop, termometer, senter. 2. Timbangan, alat pengukur tinggi badan. 3. Snellent chart 4. Ishihara book 5. Peralatan laboratorium set 6. Audiometer 7. Spirometer 8. Rontgen portable 9. EKG 10. Torniquet 11. Dental Unit 12. Jas periksa petugas 64
  2. 2. BAHAN 1. Reagensia lengkap 2. Spuit 3cc, 5 cc 3. Pot urine 4. Pot sputum 5. Rectal swab dengan media transport 6. Film rontgen 7. Kertas EKG 8. Kertas spirometri 9. Kertas Audiogram 10. Alkohol swab 11. Plester 12. Chlorine serta bahan desinfektan lainII. JENIS KEGIATAN DAN LANGKAH-LANGKAH JENIS KEGIATAN  Wawancara  Pemeriksaan Fisik  Pemeriksaan Laboratorium/ Rontgen, dll  Penyuluhan Kesehatan  Penerbitan Dokumen Kesehatan LANGKAH –LANGKAH KEGIATAN 1. Keagenan kapal / ABK membuat permohonan pemeriksaan ABK ke Kepala KKP 2. Surat permohonan didisposisikan ke bidang/seksi UKLW 3. Surat permohonan di register di medical record. Pengisian data pribadi ABK : nama, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, alamat, nomor paspor, pekerjaan, jabatan. 4. Anamnesis : riwayat penyakit sekarang, penyakit terdahulu, riwayat penyakit keluarga, riwayat pemeriksaan sebelumnya ( jika ada, disertai bukti tertulis), riwayat pengobatan. 5. Dilakukan pemeriksaan fisik head to toe, hasil pemeriksaan dicatat di status pasien.) Dan dilakukan pemeriksaan laboratorium rutin (darah, urin, feces rutin 6. Pemeriksaan penunjang dilakukan sesuai dengan yang dibutuhkan, meliputi :  pemeriksaan radiologi thorax  pemeriksaan elektrokardiografi (EKG)  pemeriksaan audiometri  pemeriksaan spirometri 7. Hasil pemeriksaan penunjang yang meragukan baru dikonfirm ke dokter yang mempunyai kompetensi 8. Hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratorium dan penunjang lain di evaluasi untuk menyatakan ABK . 65
  3. 3. ALGORITMA PEMERIKSAAN KESEHATAN ABKIII. JEJARING KERJA 1. ADPEL 2. INSA 3. Perusahaan Pelayaran 4. Rumah Sakit 5. Laboratorium Klinik 6. Nahkoda 7. Balai Kesehatan Kerja Pelayaran 8. Dokter spesialis konsulenIV. MEKANISME PELAPORAN  Register Harian  Laporan bulanan melalui SIM KESPEL 66
  4. 4. UPAYA KESEHATAN PELABUHAN DAN Disahkan oleh: LINTAS WILAYAH Dirjen PP&PL STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR VAKSINASI INTERNASIONAL Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama,Sp.P(K),MARS,DTM&H, No. Dokumen : 03.004.2009 Hal : 67 dari 74 DTCEI. PERSIAPAN A. SUMBER DAYA MANUSIA a. Dokter b. D3-Keperawatan/ Kebidanan (Vaksinator) c. D3-Farmasi d. D3-Analis e. Sopir Ambulans B. SARANA DAN PRASARANA RUANG VAKSINASI berisi : meja periksa, meja instrumen, tirai penutup. PERALATAN : 1. Tensimeter stethescope 2. Thermometer 3. Alat penghancur jarum suntik 4. Coldchain 5. Coolbox 6. Ice pack 7. Nierbeken 8. Pinset serurgis 9. Gunting BAHAN : 1. Vaksin 2. Adrenalin 3. Infus set, Abbocath 4. Cairan Nacl 0,9 % atau RL Bhn penanggulangan syok anafilaksis 5. Kapas 6. Alkohol 70% 7. Disposible Syringe 1 cc dan 3 cc 8. Handscoen 9. Plester,Tabung O2, isi, regulator beserta Facemask 67
  5. 5. LABORATORIUM: 1. Test Kehamilan FORMULIR: 1. Formulir permohonan vaksinasi, 2. Form status pasien, 3. Surat Keterangan kontra indikasi Vaksinasi ( BahasaInggris) 4. Buku ICVII. JENIS KEGIATAN DAN LANGKAH-LANGKAH JENIS KEGIATAN: 1. Pemeriksaan Kesehatan 2. Pemberian Imunisasi 3. Penerbitan buku ICV LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN 1. Pemohon vaksinasi mendaftar di loket pendaftaran. 2. Pemohon vaksinasi diarahkan menuju ruangan pelayanan vaksinasi. 3. Pemohon vaksinasi mengisi formulir permohonan Vaksinasi yang meliputi : Nama, umur, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, pekerjaan, alamat, No Telp, No Pasport, Negara tujuan, jenis Vaksinasi, nama dan alamat agen perjalanan, . Selain itu formulir ini juga berisi bahwa pemohon telah mengetahui informasi tentang vaksinasi dan kemungkinan efek sampingnya. Kemudian formulir ditandatangani oleh pemohon. Selain sebagai alat administrasi, formulir ini juga berfungsi sebagai Inform Consent. 4. Petugas mencatat identitas pemohon ke dalam buku registrasi khusus vaksinasi yang meliputi : Nomor buku ICV, nama, Nomor pasport, umur, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, pekerjaan, alamat, Negara tujuan, jenis vaksin, tanggal pemberian vaksin dan masa berlaku vaksinasi, Nomor Batch Vaksin dan tanggal kadaluarsanya . 5. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kepada pemohon berupa pemeriksaan fisik. Khusus vaksinasi meningitis, WUS dilakukan pemeriksaan tes kehamilan. Hasil pemeriksaan ini dicatat dalam form status pasien, yang juga berisi tentang riwayat alergi dan riwayat vaksinasi dan riwayat penyakit dahulu. 6. Tindakan vaksinasi dilakukan oleh dokter atau perawat atas instruksi tertulis dari dokter. 7. Bila ditemukan kontra indikasi atas keterangan dokter ahli , maka pemberian vaksinasi tidak dilakukan, maka kepada pemohon diberikan penjelasan tentang akibat yang mungkin timbul bila tidak mendapatkan imunisasi, dan diberikan surat keterangan secara tertulis 68
  6. 6. 8. Bila tidak ditemukan kontra indikasi, selanjutnya : a. Vaksinator mencuci tangan dengan sabun, kemudian dilanjutkan dengan memakai handscoen. b. Ambil vaksin yang akan dipakai, lakukan pengecekan vial vaksin untuk memastikan nama jenis vaksin, tanggal kadaluarsa dan warna larutan vaksin. c. Untuk kemasan vaksin yang berbentuk beku kering, dilakukan pencampuran dengan cairan pelarutnya sesuai dengan petunjuk.Kemudian dikocok sampai rata, lalu perhatikan warna larutan vaksin. Warna larutan vaksin yang baik yaitu putih bening/jernih, jika tidak maka berarti larutan vaksin tersebut sudah rusak walaupun belum kadaluarsa, jadi vaksin tersebut tidak dapat digunakan. d. Untuk vaksin multi dosis yang sudah di oplos, maka sebaiknya di habiskan dalam waktu 8 jam, karena kalau sudah lewat batas waktu tersebut maka efektifitas vaksin sudah berkurang, sisa vaksin tersebut tidak dapat dipakai dan harus dibuang. e. Kemudian aspirasi larutan vaksin yang sudah siap pakai sesuai dengan, lalu ganti needlenya dengan yang baru. Vaksin sudah siap untuk disuntikkan. f. Setelah dilakukan desinfeksi pada kulit dengan kapas air hangat, kemudian dilakukan penyuntikan vaksin. Vaksinasi Yellow Fever dan Meningitis penyuntikan secara sub kutan yaitu posisi jarum suntik menembus kulit dengan kemiringan 45 ْ◌. Sedangkan Vaksinasi Thyfoid dan influenza secara intramuscular yaitu jarum suntik menembus kulit dalam posisi tegak lurus atau 90 ْ◌. dilakukan desinfeksi pada kulit dengan kapas . Setelah jarum menembus kulit dilakukan aspirasi sedikit untuk memastikan bahwa jarum suntik tidak masuk kedalam pembuluh darah. Selanjutnya dilakukan penyuntikan secara perlahan sampai larutan vaksin habis. Setelah itu jarum dicabut, lalu lubang bekas penyuntikan segera ditutupi dengan kapas dan diplester. g. Catatan : sebaiknya menjadi langkah tersendiri Bila terjadi syok anafilaktik, atasi dengan segera menyuntikkan adrenalin 1:1000 dengan dosis 0,2 s/d 0,3cc secara intramuskular. Pasang infus dan berikan oksigen. Lanjutkan dengan observasi ketat tanda-tanda vital seperti tensi, nadi dan pernafasan serta kesadaran. Bila sampai terjadi henti nafas dan henti jantung lakukan RJP. Sementara itu siapkan fasilitas ambulan untuk merujuk pasien ke Rumah sakit. Bila dalam 15 menit belum ada perubahan, penyuntikan adrenalin dapat dilakukan lagi seperti sebelumnya. h. Setelah semua proses penyuntikan selesai, pisahkan syringe disposible dari sampah medis yang lain untuk kemudian dilakukan penghancuran needle dengan alat khusus. 69
  7. 7. 9. Tempat pelayanan vaksinasi : a. Ruang Pelayanan Vaksinasi atau klinik KKP.10. Vaksin yang digunakan adalah yang sudah disetujui oleh WHO, dengan persyaratan : belum kadaluarsa, tersimpan dengan baik dalam cold chain dengan suhu 2 ْ◌ C s/d 8 ◌C ,  tidak ْ berubah secara fisik. Setelah vaksinasi, diterbitkan buku ICV sesuai lampiran 6 IHR 2005.11. Buku ICV ditandatangani oleh yang bersangkutan dihadapan petugas vaksinasi, bagi anak-anak tandatangan dapat diwakili oleh orang tua wali, sedangkan bagi yang buta huruf dapat mempergunakan cap jempol jari kanan.12. Buku ICV diserahkan pada yang bersangkutan setelah ditandatangani oleh Pejabat KKP yang berwenang berdasarkan UU yang berlaku dan IHR 2005(Kepala KKP/ Pejabat yang telah ditunjuk berdasarkan SK Dirjen). 70
  8. 8. ALGORITMAVAKSINASI PenggunaINTERNASIONAL Jasa Pemohon Pendaftaran Pemeriksaan Kesehatan Legalisasi Test kehamilan Tidak Kontra Indikasi Kontra Indikasi Pemberian Vaksin Sesuai Dosis Tidak Divaksinasi Pengisian Buku ICV Diberi Surat Buku ICV Ditandatagani/ Keterangan Cap Jempol Oleh Pemohon Penandatanganan ICV Kepala/Dokter KKP Pemberian Cap Stempel Identitas KKP Serah Terima Buku ICV dan Pembayaran Pencatatan dan Pelaporan 71
  9. 9. III. JEJARING KERJA Dalam pelaksanaan kegiatan imunisasi dapat dibina jejaring kerja dengan instansi terkait: 1. Administratur Pelabuhan /Bandara 2. Imigrasi 3. Beacukai 4. Kandepag (Kantor Departemen Agama) 5. Dinkes (dinas kesehatan) 6. Kedutaan arab saudi 7. PJ TKI (Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia) 8. Biro perjalanan umroh 9. AMPUH 10. AMPPUH 11. SEPUH 12. Asosiasi KBIH 13. Rumah Sakit/Klinik 14. DllIV. MEKANISME PELAPORAN Pelaporan dilaksanakan oleh petugas imunisasi yang meliputi: 1. Laporan pemberian imunisasi 2. Laporan stok vaksin 3. Laporan obat 4. Laporan penerbitan dokumen ICVLaporan intern dapat dilakukan setiap minggu, sedangkan laporan bulanandapat dilakukan melalui SIMKESPEL (Sistem Informasi ManagemenKesehatan Pelabuhan). 72
  10. 10. Form 1 : Permohonan Vaksinasi KANTOR KESEHATAN PELABUHAN ………………………………………………………… FORMULIR PERMOHONAN VAKSINASISaya yang bertanda tangan dibawah ini, Nama : …………………………………………… Nomor Pasport : ............................................................... Tempat Tanggal Lahir : ……………………………………............. Jenis Kelamin : …………………………………………..... Pekerjaan : …………………………………………… Alamat/ No. Telp : .............…………………………………… …...………………………………………… Negara Tujuan :..…………………………………………… Jenis Vaksinasi : …………………………………………… Nama Travel/Agen : …………………………………………… Alamat Travel/Agen : …………………………………………… ..…………………………………………Dengan ini memohon kepada Kantor Kesehatan Pelabuhan…………………….........................................................................................,agar dapat memberikan vaksinasi ………………………….. kepada saya.Dengan ini saya juga menyatakan bahwa semua informasi yangberhubungan dengan vaksinasi ini telah saya ketahui, termasuk efeksampingnya atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi.Demikianlah permohonan ini dibuat agar dapat dipergunakansebagaimana mestinya. …………., …………...2009 Pemohon ( ……………………. ) 73
  11. 11. Form 3. Surat Keterangan Tidak di vaksinasi karena ada kontra indikasi KANTOR KESEHATAN PELABUHAN ………………………………………………………… SURAT KETERANGAN 74
  12. 12. UPAYA KESEHATAN PELABUHAN DAN Disahkan oleh: LINTAS WILAYAH Dirjen PP&PL STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMERIKSAAN LABORATORIUM KLINIK Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama,Sp.P(K),MARS,DTM&H, No. Dokumen : 03.005.2009 Hal : 75 dari 79 DTCEI. PERSIAPAN A. SUMBER DAYA MANUSIA Analis Laboratorium B. SARANA DAN PRASARANA Meja pemeriksaan PERALATAN Peralatan Laboratorium terdiri dari set: 1. Fotometer 2. Microlab 3. Mikroskop binoculer 4. Sentrifuge 5. Hemocytometer 6. Tabung reaksi 7. kaca benda 8. Lancet darah 9. Torniquet (ikatan pembendung) 10. Bunsen 11. Urinometer 12. Pot Urine 13. Gunting 14. Baskom untuk cuci tangan 15. Lemari es 16. Pot feces 17. Tempat Pembuangan Limbah 18. Apron BAHAN 1. Reagensia laboratorium 2. Larutan Turk 3. Larutan Hayem 4. Giemsa 5. Alkohol 70% 6. Larutan Kinyoun-Gabbet 7. Handscoen 8. Disposable syringe 9. Veinoject 75
  13. 13. 10. Kapas 11. Plester 12. Aquadest 13. PPE 14. Reagen 15. Lidi SwabII. KEGIATAN DAN LANGKAH-LANGKAH LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN 1. Pengambilan Sampel 2. Penanganan Sampel 3. Pengujian Sampel 4. Pemusnahan Sampel 1. PENGAMBILAN SAMPEL Sampel atau specimen diambil dari Darah, Urine, Dahak dan Tinja, sekret. Masing-masing sampel berbeda dalam pengambilan, penanganan dan pemeriksaannya. Perlu dijelaskan kewaspadaan universal bagi petugas laboratorium a. DARAH Cara pengambilan darah Kapiler : - Tempat yang akan diambil darahnya dibersihkan dahulu dengan Alkohol 70% - Peganglah bagian yang akan ditusuk (jari manis atau tengah sampai warna kulit merah) - Tusuklah dengan cepat memakai lancet darah atau alat penusuk. - Tusukan harus cukup dalam sehingga darah mengalir keluar dengan sendirinya. - Tetesan yang pertama keluar di bersihkan dengan kapas atau dengan kertas saring. - Tetesan yang berikutnya baru diambil untuk pemeriksaan laboratorium. - Setelah selesai diambil darah,jari dibersihkan dengan Alkohol 70%. Cara Pengambilan Darah Vena : Pada orang dewasa diambil pada salah satu Vena lipatan siku tangan. Biasanya digunakan Spuit 5 atau 10 cc. Caranya : - Pasanglah pita pembendung pada tangan. - Bersihkan tempat yang akan ditusuk dengan Alkohol 70% dan biarkan kering. - Tusuklah kulit menggunakan jarum dengan sudut kemiringan 45° - Tariklah pengisap spuit secara perlahan sampai darah terisi sesuai dengan yang dibutuhkan. - Kemudian buka pita pembendung dan letakkan kapas alkohol 70% diatas jarum dan cabut jarumnya. 76
  14. 14. b.URINE Pengambilan urine untuk pemeriksaan laboratorium klinik sebaiknya digunakan urine segar (urine yang baru ditampung). Urine diambil dari urine aliran tengah yaitu : Urine yang keluar pertama dibuang atau tidak boleh digunakan untuk pemeriksaan. Kemudian urine yang keluar berikutnya yang dipakai untuk pemeriksaan. c. DAHAK ( SPUTUM ) Dahak yang digunakan untuk pemeriksaan laboratorium adalah dahak yang baru dikeluarkan pasien. Dahak SPS d. TINJA Tinja yang digunakan untuk pemeriksaan laboratorium adalah tinja yang baru diambil dari pasien, rectal swab 2. PENANGANAN SAMPEL Penanganan Sampel untuk darah kapiler yaitu langsung diperiksa laboratoriumnya. Untuk darah vena bisa langsung digunakan atau jika kita ingin mengambil serum dari darah, maka darah dibiarkan membeku dalam tabung baru kemudian disentrifuge. Jangan lupa mencantumkan label / etiket ditabung darah untuk menghindarkan tertukarnya sampel. Untuk urine,jika yang akan diperiksa sedimennya maka harus disentrifuge terlebih dahulu .Semua sample seperti darah, urine, dahak, dan tinja harus disimpan dalam wadah yang bersih/steril dan diberi label. Didalam label dituliskan nama pasien,jenis kelamin,umur,jenis pemeriksaan. 3. PENGUJIAN SAMPEL Untuk pengujian sampel darah,urine,tinja dan dahak bisa langsung dilakukan sesuai dengan permintaan dokter. 4. PEMUSNAHAN SAMPEL Sampah laboratorium dikumpulkan pada kantong plastik dan dipisahkan antara sampah medis dan non medis. Untuk sampah medis dibakar dengan menggunakan incinerator sedangkan sampah non medis dibuang ditempat sampah atau penampungan.III. ALUR PELAYANAN LABORATORIUM 1. Pengguna jasa/ masyarakat pelabuhan datang ke pendaftaran KKP selanjutnya ke poliklinik atau bila membawa rujukan dokter dari luar dapat langsung ke laboratorium klinik 2. Di poliklinik dilakukan pemeriksaan medis oleh dokter 77
  15. 15. 3. Untuk menunjang / konfirmasi diagnosa dilakukan pemeriksaan laboratorium klinik 4. Surat permintaan pengujian laboratorium dari dokter 5. Pengambilan spesimen oleh tenaga kesehatan 6. Pengujian spesimen oleh analis kesehatan 7. Hasil pengujian diserahkan ke dokter pemeriksa 8. Bila kemampuan pengujian laboratorium terbatas dilakukan rujukan spesimen ke laboratorium yang lebih lengkapIV. FORMULIR-FORMULIR • Form permintaan pengujian specimen • Form hasil pengujian specimen • Form rujukan specimenV. JEJARING KERJA 1. Laboratorium Daerah 2. Rumah Sakit VI.PENCATATAN DAN PELAPORAN 1. Registrasi harian 2. Laporan Bulanan melalui Sim Kespel 78
  16. 16. ALGORITMA PELAYANAN LABORATORIUM 79
  17. 17. UPAYA KESEHATAN PELABUHAN DAN Disahkan oleh: LINTAS WILAYAH Dirjen PP&PL STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEGAWASAN LALU LINTAS ORANG SAKIT DI PELABUHAN, BANDARA, PLBD Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama,Sp.P(K),MARS,DTM&H, DTCE No. Dokumen : 03.006.2009 Hal : 80 dari 86I. PERSIAPAN A. SUMBER DAYA MANUSIA 1. Dokter 2. D-3 Keperawatan 3. D-3 Analis 4. D-3 Penata Rontgen 5. Sopir Ambulan B. SARANA DAN PRASARANA RUANG PEMERIKSAAN: Terdapat meja anamnesis; tempat tidur pemeriksaan; kursi tunggu yang memadai. PERALATAN Peralatan di ruang pemeriksaan berupa 1. Tensi meter 2. Stetoskop 3. Alat pendeteksi suhu badan 4. Senter 5. Tangue Spatel 6. Laringoscope 7. Palu Patella 8. EKG 9. Spirometri 10. 10.Rontgen 11. Rapid Test 12. Kursi roda 13. Tandu pasien 14. Ambulans evakuasi BAHAN 1. Perlengkapan APD berupa jas pemeriksa, sarung tangan, masker, tutup kepala, kacamata goggle dll. 2. Form status pasien 3. Form Surat Izin Angkut Orang Sakit 4. Form Surat Izin Masuk Bebas Penyakit Menular 5. Health Alert Card 80
  18. 18. II. KEGIATAN DAN LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN: a. Kedatangan Orang Sakit b. Keberangkatan orang sakit LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN a. KEDATANGAN ORANG SAKIT 1. Informasi kedatangan orang sakit dari nakhoda kapal atau pilot pesawat melalui ATC ke KKP. 2. Informasi di sampaikan melalui radio atau alat komunikasi lain yang berisi informasi :  Keadaan umum orang sakit.  Apakah penderita sakit pada saat di alat angkut  Jika tidak, apakah ada surat pengantar dari KKP / Port health asal yang menyatakan os bukan penderita penyakit menular. 3. Jika tidak disertai surat pengantar, dokter KKP melakukan pemeriksaan langsung orang sakit di atas kapal/pesawat untuk menilai tanda-tanda penyakit menular. 4. Dalam melakukan pemeriksaan langsung diatas dokter dan petugas KKP menggunakan APD, minimal masker dan sarung tangan. 5. Jika di temukan tanda-tanda penyakit menular maka orang sakit tersebut diisolasi dan dirujuk ke rumah sakit rujukan penyakit menular. 6. Penumpang yang kontak (2 baris kiri dan kanan dan 2 baris kedepan dan kebelakang) dilakukan karantina sesuai SOP penanganan PHEIC 7. Sedangkan penumpang lain dalam alat angkut yang sama yang masuk ke pintu Negara harus melewati thermoscanner atau pengukuran suhu tubuh dengan thermometer telinga dan diberikan Health Alert Card 8. Surat pengantar yang menyatakan orang sakit bukan penderita penyakit menular bisa dikeluarkan oleh Rumah Sakit dan dilegasasi dokter KKP. 9. Terhadap orang sakit yang disertai surat izin angkut orang sakit dari pelabuhan/ bandara asal dan bukan penderita penyakit menular, dapat melanjutkan perjalanan. Sedangkan orang sakit yang masuk tanpa surat izin angkut orang sakit dari pelabuhan/ bandara asal setelah pemeriksaan bukan penderita penyakit menular diberikan surat izin masuk orang sakit. 81
  19. 19. b. KEBERANGKATAN ORANG SAKIT 1. Orang sakit yang akan melakukan perjalanan harus mengajukan permohonan izin angkut orang sakit. 2. Permohonan izin angkut orang sakit disertai dengan surat pengantar dari RS / Dokter yang berisi diagnosa medik serta informasi bukan penderita penyakit menular. 3. Dokter dan paramedis melakukan pemeriksaan surat pengantar tersebut apakah ada disebutkan keterangan tentang penyakit menular. 4. Orang sakit yang tidak disertai dengan surat pengantar dari RS / Dokter dilakukan pemeriksaan untuk menilai apakah orang sakit tersebut menderita penyakit menular. 5. Dalam melakukan pemeriksaan langsung diatas dokter dan petugas KKP menggunakan APD, minimal masker dan sarung tangan. 6. Bila orang sakit tersebut berpenyakit menular, maka orang tersebut tidak diizinkan berangkat dan dirujuk/ dikembalikan ke rumah sakit. 7. Sedangkan orang sehat yang kontak erat dengan orang sakit menular tersebut boleh berangkat setelah dikarantina selama 2 kali masa inkubasi (SOP Penanggulangan PHEIC) 8. Pemeriksaan juga ditujukan untuk menilai apakah os tersebut laik terbang/ berlayar atau tidak laik. 9. Orang sakit yang tidak menderita penyakit menular serta laik terbang/ berlayar di berikan Surat Izin Angkut Orang Sakit Sedangkan orang sakit yang tidak menderita penyakit menular tetapi tidak laik terbang/ berlayar ditunda keberangkatannya sampai kondisi stabil atau berangkat dengan didampingi dokter/ atau paramedis yang berkompotensi untuk evakuasi. 82
  20. 20. ALGORITMA KEDATANGANORANG SAKIT INFORMASI ORANG SAKIT IZIN ANGKUT ORANG SAKIT DARI EMBARKASI ASAL ADA TIDAK ADA IZIN MASUK PEMERIKSAAN FISIK PENYAKIT MENULAR PENYAKIT TIDAK MENULAR PHEIC NON PHEIC SURAT IZIN MASUK ORANG SAKIT SOP PHEIC 83
  21. 21. ALGORITMA KEBERANGKATANORANG SAKIT ORANG SAKIT PERMOHONAN SURAT KETERANGAN BUKAN PENDERITA PYKT MENULAR DARI RS TIDAK ADA ADA PEMERIKSAAN FISIK PENYAKIT TIDAK PENYAKIT MENULAR MENULAR TIDAK LAIKLAIK TERBANG NON PHEIC PHEIC TERBANG ADA PENDAMPING TANPA PENDAMPING ISOLASI/ RUJUK MEDIS MEDIS SURAT IZIN ANGKUT TUNDA SOP PHEIC ORANG SAKIT 84
  22. 22. III. JEJARING KERJA 1. ADPEL / ADBANDARA 2. NAKHODA / PILOT 3. PERUSAHAAN PELAYARAN / AIRLINER 4. RUMAH SAKIT 5. PORT HEALTH ASAL / TUJUANIV. PELAPORAN Mekanisme pelaporan : 1. Laporan harian dan bulanan 2. Untuk kasus PHEIC di laporkan min. 1 x 24 jam ke DirJen PP & PL. 3. Laporan bulanan melalui simkespel 85
  23. 23. LAMPIRANNumber : PM.04.02/VIII.4/ /2008To : Port Health Office of ………………………Dear Medical Doctor of Port Health Office of…………………………………. We reffered 1 (one) patient, Name : ………………………………… Age : ……… years old Sex : ................................................ Nationality : ………………………………… Pasport No. : ………………………………… Address :………………………………..…The patient is not being suffered from quarantine disease andcommunicable disease.Thank you. ………., ……………………200 Port Health Officer Port Medical Doctor, 86
  24. 24. UPAYA KESEHATAN PELABUHAN DAN Disahkan oleh: LINTAS WILAYAH Dirjen PP&PL STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGAWASAN OBATDAN ALAT KESEHATAN DI KAPAL / PESAWAT Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama,Sp.P(K),MARS,DTM&H, DTCE No. Dokumen : 03.007.2009 Hal : 87 dari 95I. PERSIAPANA. SUMBER DAYA MANUSIA  Dokter  D-3 Farmasi  D-3 KeperawatanB. SARANA DAN PRASARANA PERALATAN 1. Mobil Operasional 2. Kendaraan operasional 3. Handy Talky 4. Life Jacket 5. Sepatu safety 6. Helm 7. Sarung tangan 8. Kacamata Google BAHAN 1. Surat Tugas 2. Check List/Daftar Obat, P3K Kapal sesuai dengan IMO 3. Check List/Daftar Obat, P3K Pesawat sesuai dengan ICAO 4. Form Berita Acara Hasil Pemeriksaan 5. Blangko Sertifikat  BakuII. JENIS KEGIATAN DAN LANGKAH-LANGKAH KAPAL 1. Pemeriksaan kelengkapan obat dan alat kesehatan dilakukan 2. Kepala KKP mengeluarkan Surat Tugas pemeriksaan ketersediaan obat-obatan / alat kesehatan di kapal 3. Petugas pemeriksa menyiapkan alat dan bahan pemeriksaan 4. Petugas menjelaskan kepada Nakhoda mengenai maksud dan tujuan pemeriksaan ketersediaan obat-obatan / alat kesehatan dan menunjukan surat tugas. 5. petugas meminta daftar obat-obatan / alat kesehatan di kapal. 6. Petugas melakukan pemeriksaan ketersediaan dan kelengkapan obat dan alat kesehatan di kapal sesuai persyaratan IMO 87
  25. 25. 7. Nakhoda diminta menunjukkan keberadaan kelengkapan obat- obatan / alat kesehatan tersebut.8. Petugas memeriksa: a. Jenis obat-obatan b. Jumlah obat-obatan c. Masa kadaluarsa d. Jenis alkes dan fungsinya e. Tempat penyimpanan9. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas memberitahukan hasil pemeriksaan kepada nakhoda untuk ditanda tangani, bila hasil pemeriksaan : a. Sesuai standar IMO dan tidak memiliki sertifikat yang vaild maka akan diterbitkan sertifikat obat-obatan / alat kesehatan di Kapal b. Tidak sesuai standar maka harus melengkapi sebelum keberangkatan10. Sertifikat obat obat-obatan / alat kesehatan ditanda tangani oleh Kepala KKP.PESAWAT1. Pemeriksaan kelengkapan obat dan alat kesehatan dilakukan pada: a. Uji Petik Pesawat berkoordinasi dengan DsKU b. Atas permintaan operator penerbangan2. Kepala KKP mengeluarkan Surat Tugas pemeriksaan ketersediaan obat-obatan / alat kesehatan di pesawat3. Petugas pemeriksa menyiapkan alat dan bahan pemeriksaan4. Petugas menjelaskan kepada Pilot/Purcher mengenai maksud dan tujuan pemeriksaan ketersediaan obat-obatan / alat kesehatan dan menunjukan surat tugas.5. Petugas melakukan pemeriksaan ketersediaan dan kelengkapan obat dan alat kesehatan di pesawat sesuai persyaratan ICAO/ IATA6. Kemudian petugas meminta daftar obat-obatan / alat kesehatan di pesawat.7. Pilot/Purcher diminta menunjukan keberadaan kelengkapan obat-obatan / alat kesehatan tersebut.8. Petugas memeriksa: a. Jenis obat-obatan b. Jumlah obat-obatan c. Masa kadaluarsa d. Jenis alkes dan fungsinya e. Tempat penyimpanan 88
  26. 26. 9. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas memberitahukan hasil pemeriksaan kepada pilot/purcher untuk ditanda tangani, bila hasil pemeriksaan : a. Sesuai standar ICAO/ IATA dan tidak memiliki sertifikat yang vaild maka akan diterbitkan sertifikat obat-obatan / alat kesehatan di Pesawat b. Tidak sesuai standar maka harus melengkapi sebelum keberangkatan 10. Sertifikat obat obat-obatan / alat kesehatan ditanda tangani oleh Kepala KKP.III. JEJARING KERJA 1. ADPEL/ ADBANDARA 2. INSA 3. Perusahaan pelayaran/ airline 4. Nahkoda/ pilot 5. Apotek Pelaporan 1. Petugas membuat laporan tertulis kepada Kepala KKP dalam waktu 1 x 24 jam. 2. Petugas merekap kegiatan dalam buku registrasi 89
  27. 27. ALGORITMA PENGAWASAN OBAT DAN ALKES DI KAPAL KAPAL BORDING PERGANTIAN SSCEC Permohonan Agen Pemeriksaan obat/ P3K berdasarkan form pemeriksaan obat-obatan di kapal -IMO Tidak lengkap Lengkap dan Sertificate Lengkapi sesuai standar invalid Terbit Sertifikat03/02/2009 7 90
  28. 28. ALGORITMA PENGAWASAN OBAT DAN ALKES PESAWAT Uji petik OBAT / ALKES Pesawat Koordinasi dengan DsKU Pemeriksaan OBAT/ALKESberdasarkan form pemeriksaan obat-obatan di pesawat ICAO/IATA Tidak lengkap Lengkap dan Lengkapi obat/alkes sesuai sertoficate standar invalid Terbit Sertifikat03/02/2009 6 91
  29. 29. Lampiran : PEMERIKSAAN OBAT-OBATAN DI KAPAL IMO (INTERNATIONAL MARITIME ORGANIZATION) REKOMENDASI INTERNATIONAL MEDICINE GUIDE FOR SHIPS Nama Kapal : ........................................... Nakhoda : ......... Bendera : …………………………… Keagenan : ......... Tonnage : …………………………… ∑ Lifeboat : ……. JumlahNo Jenis Obat – Obatan Satuan Hasil Keterangan A B C1 Acetylsalicylic acid, 300 mg tables, 100s Botlle 6 3 2 Termasuk Aspirin2 Alcohol, rubbing (70% ethyl alcohol), 500 Botlle 6 2 1 ml3 Aluminium acetate, ear drops, 13% Botlle 6 2 2 solution in 20-ml bottle with dropper4 Aluminium acetate powder, 2-g packets, Box 2 - - Khusus for making equivalent aluminium acetate penggunaan solution (Burrow’s), 12s bagian luar5 Aluminium hydroxide gel, with Botlle 6 - - magnesium hydroxide or magnesium trisilicate, oral suspention, 360 ml6 Aluminium hydroxide, with magnesium Botlle 10 3 3 hydroxide or magnesium trisilicate, 1-g tablets, 100s7 Aminophylline suppository, rectal, 500 Box 2 1 - Disimpan dalam mg, 12s kulkas8 Amitriptyline tablets, 25 mg, 100s Botlle 1 1 -9 Ampicillin capsules, 250 mg, 100s Botlle 3 1 -10 Antihaemorrhoidal suppositories, 12s Box 6 6 - Disimpan dalam kulkas11 Ascorbic acid tablets (vitamin C), 50 mg, Botlle 3 1 - 100s12 Atropine sulfate injection, 0,5 mg/ml, 1-ml Box 6 1 - ampules, 10s13 Benzathine benzylpenicilin, injection, 2,4 Item 20 - - million units per 5-ml vial14 Benzoic and salicylic acid ointment, 30-g Item 2 1 - tube15 Calamine lotion,plain,120 ml Botlle 8 1 116 Calcium gluconate,effervescent tablet,1 Box 1 - - g,30s17 Cetrimide 40% solution, 500 ml Botlle 3 1 1 Larutan konsentrat (disinfectant)18 Charcoal,activated,powder, 120 g (Norit) Botlle 1 1 1 Pengobatan awal keracunan19 Chloroquine phosphate tablets, 250 mg, Botlle 1 1 1 Obat Malaria 100s20 Chlorphenamine maleate tablet, 4 mg, Botlle 3 1 - 20s21 Chlorphenamine maleate injection, 10 Box 2 1 - mg, 1-ml ampoules,10s22 Chlorpromazine hydrochloride tablets, 25 Botlle 4 2 1 mg, 20s23 Chlorpromazine hydrochloride injection, Box 2 1 - 92
  30. 30. 25 mg in 1-ml ampoules, 10s24 Clove oil, 20 ml Botlle 2 1 1 Untuk nyeri akibat sakit gigi25 Codeine sulfate tablets, 30 mg, 100s Botlle 1 1 - Obat keras (dlm pengawasan)26 Cyclizine hydrochloride tablets,50 Botlle 4 1 1 Anti mual/ muntah mg,100s27 Dextran injection, 6 %, and sodium Botlle 6 - - chloride, 0.9%, 500ml, with administration set28 Diazepam injection, 5 mg/ml, 2-ml Item 20 - - Obat keras (dlm ampoule pengawasan)29 Diazepam tablets, 5 mg, 100s Botlle 2 1 - Obat keras (dlm pengawasan)30 Dimercaprol injection,100 mg in 2 ml Box 6 2 1 Anti keracunan ampoules, 10s logam31 Doxycycline hydrochloride tablet, 100 Botlle 2 - - mg, 100s32 Ephedrine sulfate tablets, 25 mg, 100s Botlle 1 - -33 Epinephrine hydrochloride injection, Box 2 1 1 1:1000, 1-ml ampoules, 10s34 Ergometrine maleate injection, 0.2 ml in Box 1 - - 1-ml ampoules, 10s35 Erythromycin (state or ethilsuccinate) Botlle 3 1 - tablets, 250 mg, 100s36 Eye anaesthetic drops, 0.5 solution of Botlle 2 1 - Sebaiknya diberi tetracaine hydrochloride, in dropper tanda : “Khusus botlles, 10 m penggunaan bagian luar”37 Eye antiinfective drops, 1 % solution of Botlle 3 2 1 clhoramphenicol in dropper botlle, 10 ml38 Eye ointment, 1% tetracycline Item 6 3 1 hydrochloride, 4-g tube39 Eyewash or eye-irrigating Botlle 6 1 1 solution,isotonic,sterile,in plastic squeeze bottle, 120 ml40 Fluorescein sodim ophthalmic Packag 1 - - Untuk deteksi stripe,sterile (1% on paper applicators), e adanya lesi di 200s kornea mata41 Furosemide tablets, 0.5 mg, 20s Botlle 1 - -42 Glyceryl trinitrate tablets, 0.5 mg, 20s Botlle 2 1 1 Simpan ditempat tertutup dengan o o suhu 0 -25 C43 Hydrocortisone sodium succinate, 100- Vial 5 - - mg vial, for injection,intravenous,or intramuscular44 Hydrocortisone ointment 1%, 30-g tube Item 6 2 2 with rectal tip45 Icthtyol and glycerine ointment Item 3 2 1 Kapal ikan dgn kru (ichthamol 10%, glycerine, soft paraffin, > 30 orang wool fat 90 %), in 100-g container memerlukan banyak kontainer46 Insect repellent (diethyltulaomide Botlle 12 6 2 solution), 50 ml47 Iodine, 2.5% solution, in 100-ml botlles Botlle 4 2 1 Botlles should be with glass stoppers market:”poison,for external use only”48 Lidocaine hydrochloride injection 1%, 2- Item 12 - - ml ampoule 93
  31. 31. 49 Lindane cream, 1%, 60-g tube Item 12 2 - Botol diberi tanda ”Racun” hanya untuk penggunaan luar50 Magnesium hydroxide suspension, 550 Botlle 8 2 2 mg/10ml, 500 ml51 Metronidazole tablets, 200 g, 100s Botlle 5 2 -52 Miconazole nitrate, 2%.vaginal Item 5 2 - cream,with applicator,in-80-g container53 Miconazole nitrate, 100-mg, pessary and Item 20 10 - inserter54 Mineral oil(liquid petrolatum), 500 ml Botlle 1 1 -55 Morphine sulfate injection, 10 mg/ml, 1- Box 2 1 - Obat keras dlm ml ampoules, 10s pengawasan56 Naloxone hydrochloride injection, 0.4 Item 6 - - mg/ml, 1-ml ampoule57 Neomycin+bacitracin ointment (5 mg Item 20 10 5 Simpan dlm suhu o o neomycin-500 IU bacitracin zinc per g), 2 -20 C 30-tube58 Oral rehydration salt ( sodium clhoride Item 50 20 5 1 bagian sebaiknya 3.5 mg, sodium item bicarbonate 2,5 g dicampur dgn 1 lt (or trisodium citrate 2,9 mg), potassium air (mendidih/ clhoride 1,5 mg,glucose 20 g) in dingin) waterproof bags/sachets59 Oxigen,size E tank Item 2 1 - Tabung sebaiknya selalu terisi penuh O260 Paracetamol, 500-mg tablets Item 300 150 10061 Petrolatum, white, 60-g tube Item 6 2 2 Untuk luka bakar, luka lecet atau luka kering62 Phenobarbital tablets, 30 mg, 100s Botlle 3 1 - Obat keras dlm pengawasan63 Phenoxymethylpenicillin potassium Botlle 3 1 - tablets 250 mg, 100s64 Pilocarpine hidroclhoride eye-drops, Botlle 2 1 - 25%, 15-ml dropper bottle65 Potassium permanganate, 100 g Botlle 2 1 - Untuk penyakit kulit (khusus penggunan luar)66 Probenecid tablets, 500 mg, 100s Botlle 2 1 -67 Procaine benzylpenicillin, sterile Box 2 1 - Simpan dlm kulkas suspension,injection, 600.000 units/ml, 1- ml vial, 10s68 Proguanil tablets, 100 mg, 100s Botlle 1 1 1 Anti malaria69 Pyrantel tablets, 250 mg, 50s Botlle 1 - -70 Quinine sulfate tablets, 300 mg, 100s Botlle 2 - -71 Quinine dihydroclhoride, injection, 300 Box 2 - - mg/ml, 2-ml ampoule,10s72 Salbutamol aerosol inhaler unit Item 2 1 -73 Sodium chloride injection, 0.9%, 1000ml Botlle 6 2 - Sebaiknya disediakan infus set74 Sodium chloride tablets, 1 g, 1000s Botlle 2 1 175 Spectinomycin hydrochloride, injection, Item 20 - - 2-g per 5-ml vial76 Sulfamethoxazole+trimethoprim (400 Botlle 10 5 - mg-80 mg) tablets, 20s77 Talc(talcumpowder)120 g Can 6 3 3 94
  32. 32. 78 Tetanus immune human globulin, 250 Item 5 - - Simpan dlm kulkas units, vial or ampoule (bukan freezer) sebaiknya disediakan pd kapal yang membawa ternak sapi, kuda, atau kapal yg membawa daging79 Tetanus toxoid adsorbed, single dose, Item 10 - - Simpan dlm kulkas ampoule (bukan freezer)80 Tetracycline ear drops, 1% tetracycline Botlle 10 5 1 solution in dropper botlle, 10 ml81 Tetracycline hydrochloride capsules, 250 Botlle 3 1 - mg, 100s82 Water, sterile, 5-ml ampoules, 10s Box 3 2 -83 Zinc oxide paste, 30-tube Item 12 3 3 Keterangan: A. Crew 25-40 orang atau pelayaran jauh dari pelabuhan B. Crew hingga 25 orang C. Crew kurang dari15 orang Mengetahui , …………………… Nakhoda/Pilot Petugas Pemeriksa .......................... ..................................... NIP. 95

×