LATAR BELAKANG
• SAMPAI ABAD KE-18 ALGA, JAMUR DAN LUMUT KERAK DIKLASIFIKASIKAN DALAM KELOMPOK
YANG SAMA.
• MENYATUKAN KET...
JAMUR
• JAMUR ADALAH TABUNG OSMOTROPHS
EUKARIOTIK YANG TIDAK MEMILIKI KLOROFIL YANG
MEMILKI MISELIUM/MISELIA DAN HIFA.
• A...
JAMUR
• JAMUR DI BAGI BERDASARKAN TIPE SPORA.
• BAIK SPORA SEKSUAL ATAU ASEKSUAL YANG
TERBENTUK DARI ANTENA MISELIA DG
BER...
JAMUR
• JAMUR DI KLASIFIKASIKAN
DALAM 5 FILUM:
1. ASCOMYCOTA,
2. BASIODIMYCOTA,
3. DEUTEROMYCOTA ( JAMUR IMPERFECTI),
4. C...
ASCOMYCOTA
• MEMILIKI ASCOPSPORES YANG TERLETAK DI
DALAM TUBUH BUAH KHUSUS (ASCUS).
• KEBANYAKAN DARI MEREKA MEMILIKI
FILA...
ZYGOMYCOTA
• KONJUGASI JAMUR SAPROFIT
DENGAN HIFA COENOCYTIC.
• FILAMEN SPORA MENGHASILKAN
ISTIRAHAT DISEBUT ZYGOSPORES
(S...
DEUTEROMYCOTA
• BEREPRODUKSI SECARA ASEKSUAL ATAU SEKSUAL CONIDIOSPHORES,
CHLAMYDOSPORES, DAN ORTHOSPORES.
• MEMILIKI CHLA...
BIOLOGI JAMUR
• BIOLOGI JAMUR DI GUNAKAN UNTUK PENGELOMPOKAN JAMUR ITU SENDIRI.
• TUBUH VEGETATIF JAMUR (TALUS) PADA DASAR...
PERANAN EKOLOGI JAMUR
• DEKOMPOSISI BAHAN ORGANIK YANG BERSAMA-SAMA DENGAN BAKTERI DAN
PROTOZOA, MENDAUR ULANG C, N, DAN B...
DISTRIBUSI JAMUR
• UNTUK MEMILIKI SEKITAR 10 TUBUH BUAH DI DAERAH 5 M2 DENGAN
MASING-MASING TUBUH BUAH MENDISTRIBUSIKAN JU...
ADAPTASI LINGKUNGAN
• UNTUK BERTAHAN HIDUP DALAM KONDISI YANG TIDAK
MENGUNTUNGKAN, MISALNYA MUSIM DINGIN, MUSIM KEMARAU,
K...
REPRODUKSI JAMUR
REPRODUKSI JAMUR
1. SEKSUAL -> MELALUI KONTAK GAMETANGIUM DAN KONJUGASI. KONTAK
GAMETANGIUM MENGAKIBATKAN...
KEBANYAKAN JAMUR YANG HAPLOID SELAMA SEBAGIAN BESAR DARI SIKLUS
HIDUP MEREKA, OCCURING DIPLOIDY HANYA SEBENTAR SEBELUM MEI...
REPRODUKSI SEKSUAL MELIBATKAN HETEROKARION MENJALANI KARYOGAMI
DIIKUTI OLEH PEMBELAHAN MEIOSIS, UNTUK MENGHASILKAN SPRES. ...
ALGA
• GANGGANG PADA UMUMNYA, SECARA MORFOLOGI DAN FISIOLOGINYA
BERAGAM SESUAI DENGAN KLOROFIL DAN KEMAMPUAN UNTUK
MENGADA...
ALGA DIKELOMPOKKAN BERDASARKAN PIGMENNYA :
GANGGANG COKLAT
(PHAENOPHYTA)
• PIGMEN : KLOROFIL A,C, XANTHOFIL
• CADANGAN C(K...
EUGLENA ( EUGLENOPHYTA)
• PIGMEN : KLOROFIL A, C, XANTHOFIL
• CADANGAN C (KARBON): PARAMYLON
(Β-1, 2-GLUCAN)
• TIDAK TERAD...
GANGGANG HIJAU
( CHLOROPHYTA)
GANGNGAN MERAH
(RHODOPHYTA)
• PIGMEN : KLOROFIL A,B
• CADANGAN C (KARBON): SUKROSA DAN
PATI ...
EKOLOGI FISIOLOGI ALGA
• TERDAPAT DUA EKOLOGI UTAMA ALGA :
1. ALGA FITOPLANKTON
- UNISELULER NAMUN JUGA MEMBENTUK FILAMEN ...
ADAPTASI ALGA DENGAN LINGKUNGANNYA
• ALGA MAMPU MEMPOSISIKAN DIRINYA DENGAN MEMASTIKAN EFISIENSI
DENGAN PANJANG GELOMBANG ...
HUBUNGAN SIMBIOSIS ALGA
• LUMUT KERAK
- MERUPAKAN HUBUNGAN MUTUALISTIK ANTARA FUNGI DAN JAMUR.
• HUBUNGAN AZOLLA-ANABAENA
...
TERIMA KASIH
Fungi, Algae, and Their Association (Terjemah)
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

Fungi, Algae, and Their Association (Terjemah)

817 Aufrufe

Veröffentlicht am

0 Kommentare
2 Gefällt mir
Statistik
Notizen
  • Als Erste(r) kommentieren

Keine Downloads
Aufrufe
Aufrufe insgesamt
817
Auf SlideShare
0
Aus Einbettungen
0
Anzahl an Einbettungen
3
Aktionen
Geteilt
0
Downloads
38
Kommentare
0
Gefällt mir
2
Einbettungen 0
Keine Einbettungen

Keine Notizen für die Folie

Fungi, Algae, and Their Association (Terjemah)

  1. 1. LATAR BELAKANG • SAMPAI ABAD KE-18 ALGA, JAMUR DAN LUMUT KERAK DIKLASIFIKASIKAN DALAM KELOMPOK YANG SAMA. • MENYATUKAN KETIGANYA DALAM BAGIAN YANG SAMA PADA AWALNYA MENIMBULKAN KESALAH PAHAMAN JIKA KETIGANYA MEMILKI KETERKAITAN DALAM TAKSONOMI YANG SAMA. • SEBALIKNYA HAL TERSEBUT DI JADIKAN DASAR DISKUSI UNTUK MENGETAHUI KESAMAAN KETIGANYA DAN KOLONI PUNCAKNYA YAITU LUMUT KERAK. • JAMUR-JAMUR LANYAU (DLM LUMPUR) MEMILIKI SIFAT MIRIP DENGAN JAMUR DAN SELALU DIANGGAP SEPERTI ITU (SEJAK DI PELAJARI SECARA LUAS OLEH AHLI MIKOLOGI) • MEREKA ADALAH ORGANISME BERFILAMEN YANG MULTISELULER. • BERDASARKAN RRNA FILOGENINYA MEREKA TIDAK TERKAIT DENGAN FUNGI ATAU DUA KINGDOM LAIN YAITU HEWAN DAN TUMBUHAN( HASEGAWA ET AL)
  2. 2. JAMUR • JAMUR ADALAH TABUNG OSMOTROPHS EUKARIOTIK YANG TIDAK MEMILIKI KLOROFIL YANG MEMILKI MISELIUM/MISELIA DAN HIFA. • AHLI MIKOLOGI MEMBAGI JAMUR MENJADI JAMUR TINGKAT TINGGI YANG KEBANYAKAN DITEMUI DI DARATAN DAN SEBAGIAN BERSIMBIOSIS ATAU PARASIT PADA TUMBUHAN. • JAMUR TINGKAT RENDAH ,SEBAGIAN BESAR DITEMUKAN DALAM AIR DAN MEMILIKI LEBIH SEDIKIT HIFA DENGAN SEPTUM . • BEBERAPA KELAS JAMUR MEMILIKI HIFA TANPA SEPTA YG MUNCUL SEPERTI SEL-SEL YANG TERUS MENERUS MEMANJANG DENGAN BANYAK INTI. DISEBUT HIFA COENOCYCTIC. KARAKTERISTIK JAMUR
  3. 3. JAMUR • JAMUR DI BAGI BERDASARKAN TIPE SPORA. • BAIK SPORA SEKSUAL ATAU ASEKSUAL YANG TERBENTUK DARI ANTENA MISELIA DG BERBAGAI CARA TERGANTUNG SPESIESNYA. • SPESIES ASEKSUAL TERBENTUK PADA MIXOCELLUM SUATU ORGANISME DIMANA SPORA ASEKSUAL ADLH HASIL PELEBURAN INTI, DUA STRAIN KAWIN DARI SPESIES YANG SAMA. • BEBERAPA JENIS SPORA ASEKSUAL: SPORANGIOSPORES , ARTHROSPORES, DAN CONIDIOSPORE. • SPORA SEKSUAL ( ASCOSPORE ) DIPRODUKSI HANYA DALAM KEADAAN KHUSUS, MISALNYA, PERUBAHAN MUSIM, SUHU, KADAR AIR DAN KETERSEDIAAN HARA. KARAKTERISTIK JAMUR
  4. 4. JAMUR • JAMUR DI KLASIFIKASIKAN DALAM 5 FILUM: 1. ASCOMYCOTA, 2. BASIODIMYCOTA, 3. DEUTEROMYCOTA ( JAMUR IMPERFECTI), 4. CHYRIDIOMYCOTA, DAN 5. ZYGOMYCOTA KARAKTERISTIK JAMUR
  5. 5. ASCOMYCOTA • MEMILIKI ASCOPSPORES YANG TERLETAK DI DALAM TUBUH BUAH KHUSUS (ASCUS). • KEBANYAKAN DARI MEREKA MEMILIKI FILAMEN DENGAN SEPTA BERLUBANG PADA HIFA. • PERFORASI TERLETAK TIDAK TERPUSAT. • SETIAP KOMPARTEMEN HIFA INTI HAPLOID (SEL DIKARIOTIK). • DINDING BERLAPIS-LAPIS. • SPORA SEKSUAL MEREKA BIASANYA CONIDIOSPORES DIPRODUKSI DALAM RANTAI PANJANG • CONTOH: NEUOSPORA CRASSA, EUPENICILLUM, ASPERGILLUS SP. BASIODIOMYCOTA • MENGHASILKAN BASIDIOSPORA YANG BIASANYA TIDAK BERSEPTA. • DIMANA SEPTA-SEPTA NYA BERLUBANG. • SEBAGIAN BESAR FILAMEN TETAPI DAPAT BEREPRODUKSI SECARA SEKSUAL UNTUK MEMBENTUK TUBUH BUAH DENGAN BASIDIA YANG MENUNDA BASIDIOSPORA. • MIRIP DENGAN ASCOMYCOTA SETIAP KOMPARTEMEN HIFA BERISI DUA INTI HAPLOID. • CONTOH: SACCHAROMYCES CEREVISIAE, CRYPTOCOCUS SP.
  6. 6. ZYGOMYCOTA • KONJUGASI JAMUR SAPROFIT DENGAN HIFA COENOCYTIC. • FILAMEN SPORA MENGHASILKAN ISTIRAHAT DISEBUT ZYGOSPORES (SPORA BESAR TERTUTUP DALAM DINDING TEBAL) . • KURANGNYA PERFORASI DALAM SEPTA. • CONTOH : RHIZOPUS NIGRICANS CHYRIDIOMYCOTA • MEMILIKI FLAGELLA SEPERTI PROTISTA. • CONTOH: BLASTOCLADIELA EMERSONII, CHYTRIDIUM CONFERVAE, SYZELLOMYCES ACUMINATUS.
  7. 7. DEUTEROMYCOTA • BEREPRODUKSI SECARA ASEKSUAL ATAU SEKSUAL CONIDIOSPHORES, CHLAMYDOSPORES, DAN ORTHOSPORES. • MEMILIKI CHLAMYDOSPORES BERLUBANG DAN ORTHOSPORES. • TELAH BERLUBANG SEPTA. • FILUM INI DIGAMBARKAN SEBAGAI KATEGORI HOLDING UNTUK JAMUR YANG TIDAK ADA SPORA SEKSUAL SETELAH DIAMATI. DENGAN DEMIKIAN, YANG DISEBUT IMPERFECTII JAMUR. • CONTOH: CLADOSPORIUM SP, SPIROTHRIX SP, PNEAMOCYSTIC CARNII.
  8. 8. BIOLOGI JAMUR • BIOLOGI JAMUR DI GUNAKAN UNTUK PENGELOMPOKAN JAMUR ITU SENDIRI. • TUBUH VEGETATIF JAMUR (TALUS) PADA DASARNYA ADALAH SEBUAH PROTOPLAS MULTINUKLEAT TERTUTUP DALAM DINDING YANG KAKU. • DINDING SEL TERDIRI DARI KITIN, GLUKAN, DAN SELULOSA POLIMER PANJANG RANTAI N-ASETILGLUKOSAMIN ATAU GLUKOSA. PADA TINGKAT MOLEKULER, DINDINGNYA TERSUSUN DARI MIKROFIBRIL MENGIKUTI RANTAI MOLEKUL YANG PANJANG, BAIK BERCABANG ATAU TIDAK BERCABANG. • JAMUR BERKECAMBAH DARI SPORA UNINUKLEAT TUNGGAL YANG BERKEMBANG MENJADI MISELIUM BERINTI BANYAK
  9. 9. PERANAN EKOLOGI JAMUR • DEKOMPOSISI BAHAN ORGANIK YANG BERSAMA-SAMA DENGAN BAKTERI DAN PROTOZOA, MENDAUR ULANG C, N, DAN BERBAGAI MACAM ELEMEN LAIN TERMASUK LOGAM DAN METALOID. • PENYEBAB PENYAKIT DAN KERUSAKAN TANAMAN (HASIL PANEN) DAN HEWAN, SEHINGGA BERDAMPAK PADA KEHIDUPAN SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI KEMATIAN, MAKANAN PENDEK USIA, DAN HILANGNYA PRODUK DALAM PENYIMPANAN • PRODUKSI DALAM JUMLAH LUAS DARI PRODUK METABOLIS YANG KHUSUSMERUPAKAN SALAH ATU JALAN YANG TIDAK BIASA PADA JAMUR, SEPERTI ANTIBIOTIK, ALKOHOL, ENZIM, ASAM ORGANIK , PEMBUATAN ROTI , DAN KEJU MASAK. • PENGGUNAAN JAMUR DALAM BIOLOGI EKSPERIMENTAL UNTUK MEMPELAJARI PROSES PENTING SEPERTI MORFOGENESIS , REGULASI GEN , ASAM NUKLEAT DAN SINTESIS PROTEIN , SEHINGGA MEMBERIKAN JALAN UNTUK LEBIH MEMAHAMI PROSES INI PADA EUKARIOT.
  10. 10. DISTRIBUSI JAMUR • UNTUK MEMILIKI SEKITAR 10 TUBUH BUAH DI DAERAH 5 M2 DENGAN MASING-MASING TUBUH BUAH MENDISTRIBUSIKAN JUTAAN SPORA PER JAM. • JAMUR TERBENTUK PADA DUA LINGKUNGAN PERAIRAN DAN DARAT TETAPI DISTRIBUSI MEREKA DIBATASI OLEH SUHU. • JAMUR DAPAT BERINTERAKSI BAIK ANTARA DIRI MEREKA SENDIRI ATAU DENGAN INANG LAIN, BAIK MUTUALISTIK, NETRALISTIK(KOMENSALISME), ANTAGONISME, ATAUPUN PARASIT.
  11. 11. ADAPTASI LINGKUNGAN • UNTUK BERTAHAN HIDUP DALAM KONDISI YANG TIDAK MENGUNTUNGKAN, MISALNYA MUSIM DINGIN, MUSIM KEMARAU, KEBAKARAN HUTAN, ATAU KEPADATAN RENDAH POPULASI INANG,JAMUR BERADAPTASI DENGAN MEMBENTUK RHIZOMORPHS, KONIDIA, DAN SPORA. • BEBERAPA SPESIES JAMUR TOLERAN/RESISTEN TERHADAP LOGAM BERAT SEPERTI MERKURI, KADMIUM, SENG, DAN TEMBAGA. • JAMUR DIGUNAKAN DALAM PROSES KONTROL BIOLOGI SEPERTI JAMUR ENTHOMOPATHOGENIC DIGUNAKAN MENGENDALIKAN HAMA SERANGGA.
  12. 12. REPRODUKSI JAMUR REPRODUKSI JAMUR 1. SEKSUAL -> MELALUI KONTAK GAMETANGIUM DAN KONJUGASI. KONTAK GAMETANGIUM MENGAKIBATKAN TERJADINYA SINGAMI, YAITU PERSATUAN SEL DARI DUA INDIVIDU. SINGAMI TERJADI DALAM DUA TAHAP, TAHAP PERTAMA ADALAH PLASMOGAMI (PELEBURAN SITOPLASMA) DAN TAHAP KEDUA ADALAH KARIOGAMI (PELEBURAN INTI). 2. ASEKSUAL -> JAMUR MENGHASILKAN SPORA. SPORA JAMUR BERBEDA- BEDA BENTUK DAN UKURANNYA DAN BIASANYA UNISELULER, TETAPI ADAPULA YANG MULTISELULER. APABILA KONDISI HABITATNYA SESUAI
  13. 13. KEBANYAKAN JAMUR YANG HAPLOID SELAMA SEBAGIAN BESAR DARI SIKLUS HIDUP MEREKA, OCCURING DIPLOIDY HANYA SEBENTAR SEBELUM MEIOSIS DIMULAI. NAMUN, ADA BEBERAPA BASIDIOMYCETES YANG DIPLOID SEPANJANG SIKLUS HIDUPNYA. KEBANYAKAN JAMUR HAPLOID TELAH ENVOLVED UNTUK MENGAKOMODASI DUA HAPLOID, MEMUNGKINKAN INTI GENETIK BERBEDA UNTUK HIDUP BERDAMPINGAN DALAM SITOPLASMA YANG SAMA SELANJUTNYA, HIFA DARI MISELIA HAPLOID INDUKNYA YANG BERBEDA DAPAT MENYATU, MEMUNGKINKAN KEDUA SITOPLASMA DAN INTI UNTUK PERTUKARAN, MEMBENTUK MISELIUM HETEROKARYOTIK YANG TUMBUH SECARA VEGETATIF SAMPAI KONDISI MATANG UNTUK REPRODUKSI SEKSUAL TERJADI
  14. 14. REPRODUKSI SEKSUAL MELIBATKAN HETEROKARION MENJALANI KARYOGAMI DIIKUTI OLEH PEMBELAHAN MEIOSIS, UNTUK MENGHASILKAN SPRES. MEIOSIS TERJADI PADA SEL-SEL MEIOSIS DAN KROMOSOM MEMISAHKAN, BERSATU SECARA INDEPENDEN DAN MENYEBERANG SEPERTI EUKARIOTA LAINNYA. PENTING UNTUK DICATAT BAHWA UNTUK KEBANYAKAN JAMUR, MISELIUM MEMILIKI SEJUMLAH JALUR PERKEMBANGAN ALTERNATIF. INI BISA TERUS TUMBUH SEBAGAI HIFA YANG MENGHASILKAN SPORA ASEKSUAL, ATAU KEMAJUAN KE DALAM SIKLUS SEKSUAL.
  15. 15. ALGA • GANGGANG PADA UMUMNYA, SECARA MORFOLOGI DAN FISIOLOGINYA BERAGAM SESUAI DENGAN KLOROFIL DAN KEMAMPUAN UNTUK MENGADAKAN PERKEMBANGAN O2 DLM FOTOSINTESIS. • GANGGANG DAPAT TUMBUH DI DAERAH YANG TINGKAT KARBONNYA RENDAH SELAM MASIH ADA CAHAYA DAN AIR. • SECARA FISIOLOGI DAN BIOKIMIA ALGA MEMILIKI KEMIRIPAN DENGAN TUMBUHAN, KARENA KANDUNGAN BIOKIMIANYA SEPERTI KLOROFIL A , KARBOHIDRAT DAN PROTEIN YANG DAPAT DI SAMAKAN DG TUMBUHAN TINGKAT TINGGI. • GANGGANG ADALAH PRODUSEN UTAMA O2 SETIDAKNYA SETENGAH DARI PRODUKSI PRIMER DI DUNIA DIPERKIRAKAN TERJADI DI BAWAH LINGKUNGAN LAUT YANG SEBAGIAN BESAR DARI FOTOSINTESIS OLEH GANGGANG.
  16. 16. ALGA DIKELOMPOKKAN BERDASARKAN PIGMENNYA : GANGGANG COKLAT (PHAENOPHYTA) • PIGMEN : KLOROFIL A,C, XANTHOFIL • CADANGAN C(KARBON):MANNITOL, LAMINARIN (Β-1, 3-GLUCAN) • DINDING SEL TERSUSUN ATAS SELULOSE, ALGINIC ACID • HABITAT : LINGKUNGAN LAUT YANG MENERIMA CAHAYA DENGAN PANJANG GELOMBANG MERAH ORANYE, YAITU, KEDALAMAN 0-75 M ≈. DINOFLAGELATA (PYRROPHYTA) • PIGMEN : KLOROFIL A,C, XANTHOFIL • CADANGAN C(KARBON): PATI Α−𝟏, 𝟒𝒈𝒍𝒖𝒄𝒂𝒏) • DIDING SEL TERSUSUN ATAS SELLULOSE • HABITAT :LAUT, LINGKUNGAN AIR TAWAR DENGAN PANJANG GELOMBANG MERAH.
  17. 17. EUGLENA ( EUGLENOPHYTA) • PIGMEN : KLOROFIL A, C, XANTHOFIL • CADANGAN C (KARBON): PARAMYLON (Β-1, 2-GLUCAN) • TIDAK TERADAPAT PENYUSUN DINDING SEL. • HABITAT : AIR SEGAR. GOLDEN-BROWN (DIATOMS) • PIGMENT : KLOROFIL A,C,E; XANTHOFIL • CADANGAN C(KARBON) : LEMAK • DINDING SEL TERSUSUN ATAS SILICA; SELLULOSE; CACO3 • HABITAT : TANAH, AIR TAWAR DAN LINGKUNGAN LAUT YANG MENDAPAT CAHAYA DI DAERAH PANJANG GELOMBANG MERAH.
  18. 18. GANGGANG HIJAU ( CHLOROPHYTA) GANGNGAN MERAH (RHODOPHYTA) • PIGMEN : KLOROFIL A,B • CADANGAN C (KARBON): SUKROSA DAN PATI (Α-1,4-GLUCAN) • DINDINNG SEL TERSUSUN ATAS SELULOSE. • HABITAT : LINGKUNGAN TANAH YANG LEMBAB, AIR TAWAR DAN LAUT YANG MENERIMA CAHAYA DI DAERAH PANJANG GELOMBANG MERAH. • PIGMEN : KLOROFIL A,D PHYCOERYTHRIN, PHYCOCYANIN • CADANGAN C (KARBON): PATI (Α-1, 4-AND Α- 1,6-GLUCAN), GLISEROL, GALAKTOSA. • DINDING SEL TERSUSUN ATAS SELULOSA; XYLANS • HABITAT : LINGKUNGAN LAUT YANG MENERIMA CAHAYA DENGAN PANJANG GELOMBANG VIOLET SAMPAI BIRU (≅ 150 = KEDALAMAN 275 M)
  19. 19. EKOLOGI FISIOLOGI ALGA • TERDAPAT DUA EKOLOGI UTAMA ALGA : 1. ALGA FITOPLANKTON - UNISELULER NAMUN JUGA MEMBENTUK FILAMEN DAN KOLONI DI PERAIRAN SEGAR. - UKURAN RATA-RATA 5ΜM 2. RUMPUT LAUT - RUMPUT LAUT TERBENTUK DI SEPANJANG GARIS PANTAI DAN DASAR SUNGAI DIMANA PERGERAKAN AIR TERHALANGI OLEH AKUMULASI SEDIMEN. - RUMPUT LAUT DI BAGI MENJADI 3 KELOMPOK BESAR: CHOLOROPYCEAE, PHAEOPHYCEAE, DAN RHODOPHYCEAE . ADA BEBERAPA DISISI LOKAL SEPERTI BACILLARIOPHYCEAE, CHRYSOPHYTA, CYANOPHYCEAE, XANTHOPHYCEAE
  20. 20. ADAPTASI ALGA DENGAN LINGKUNGANNYA • ALGA MAMPU MEMPOSISIKAN DIRINYA DENGAN MEMASTIKAN EFISIENSI DENGAN PANJANG GELOMBANG YANG TEPAT UNTUK BERFOTOSINTESIS. • JIKA MEREKA BERADA DI AMBIEN RADIASI RENDAH, SEL ALGA MENINGKATKAN KONSENTRASI PIGMEN FOTOSINTESIS DENGAN MENINGKATKAN JUMLAH TILAKIOD PER SEL, MENGURANGI TINGKAT CAHAYA DI MANA FOTOSINTESIS MENJADI JENUH. • PADA TINGKAT AIR YANG LEBIH DALAM DI MANA CAHAYA TIDAK TERSEDIA, BEBERAPA FITOPLANKTON DAPAT BERTAHAN HIDUP DENGAN SECARA MENJATUHKAN METABOLISME MEREKA KE TINGKAT GAYA HIDUP BASAL. • REPRODUKSI ALGA BISA SECARA SEKSUAL, ASEKSUAL, ATAU VEGETATIF PADA ALAM BEBAS.
  21. 21. HUBUNGAN SIMBIOSIS ALGA • LUMUT KERAK - MERUPAKAN HUBUNGAN MUTUALISTIK ANTARA FUNGI DAN JAMUR. • HUBUNGAN AZOLLA-ANABAENA - AZOLLA MERUPAKAN PAKIS HETEROSPOR YANG MENGAMBANG DI AIR YANG BERSIMBIOSIS DENGAN FILAMEN CYANOBACTERIA OKSIGEN PHOTOTROPHIC (ANABAENA) YANG MEMPERBAIKI NITROGEN MELALUI FIKSASI NITROGEN.
  22. 22. TERIMA KASIH

×