Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

V. adaptasi lingkungan dalam peternakan

197 Aufrufe

Veröffentlicht am

Bagian ini menguapas peran lingkungan terhadap ternak

Veröffentlicht in: Bildung
  • Als Erste(r) kommentieren

V. adaptasi lingkungan dalam peternakan

  1. 1. ADAPTASI TERNAK TERHADAP LINGKUNGAN Gusti Rusmayadi PS Agronomi – Faperta Unlam
  2. 2. Sub Pokok Bahasan 1. Prinsip 2. Adaptasi terhadap Lingkungan Khusus 3. Klimogram
  3. 3. 1. Prinsip Prinsip 1. Adaptasi a. Biologik b. Genetik c. Fisiologik2. Aklimatisasi 3. Aklimasi 4. Habituasi 5. Learning 6. Conditioning
  4. 4. 2. ADAPTASI TERNAK TERHADAP LINGKUNGAN • Warmer part of ecological range  smaller size breeds. 1. Bergman’s rule (bentuk tubuh) • Cooler part of ecological range  shorter protruding body organ 2. Allen’s rule • Body cover (hair and adipose tissue) is related to climate 3. Wilson’s rule (insulasi pelindung atau kulit dan bulu) • Warm and humid region  more melanin • pigmentation 4. Golger’s rule (warna) • Hubungan sebab akibat antara perubahan klimat dengan internal tubuh 5. CLAUDE BERNARD (1876) (tubuh bagian dalam/internal) Ecological rule of morphological adaptation
  5. 5. Ecological rule of morphological adaptation 1. Hukum BREGMANN (1847) : TERNAK KECIL DAN RINGAN  PERMUKAAN TUBUH PERSATUAN BERAT LEBIH LUAS DIBANDINGKAN TERNAK BESAR DAN BERAT TERNAK KECIL DAN RINGAN KEHILANGAN PANAS > TERNAK BESAR & BERAT SEORANG TINGGI & KURUS LUAS PERMUKAAN TUBUHNYA > YG PENDEK & GEMUK DENGAN BOBOT YG RINGAN
  6. 6. bangsa ternak besar SAPI BESAR (FH), BERADAPTASI DI DAERAH DINGIN BAGIAN UTARA AMERIKA SERIKAT DAERAH YG LEBIH DINGIN bangsa ternak kecil SAPI KECIL (JERSEY), ADAPTASI LEBIH BAIK DI BAGIAN SELATAN AMERIKA SERIKAT YG PANAS DAERAH YG LEBIH PANAS
  7. 7. SAPI FH BISA DIADAPTASIKAN DI DAERAH PANAS Perlakuan untuk mengurangi disipasi panas: 1. Naungan 2. Pengipasan (fanning)  ↑ koefisien reproduksi dan produksi
  8. 8. DAERAH YG LEBIH DINGIN  bangsa ternak besar DAERAH YG LEBIH PANAS  bangsa ternak kecil Sapi Brahman (besar)  klimat panas ? Shorthorn ( kecil)  klimat dingin ? BERLAWANAN HK DI ATAS :
  9. 9. Sapi Brahman memiliki suatu sistim disipasi panas ekstensif per satuan bobot: telinga, gelambir, kulup pusar, vulva lebih luas dan lebih berkeriput, shg tolerans terhadap panas. Sapi Shorthorn, badan lebih kompak, luas permukaan tubuh lebih kecil dibanding bobot tubuh  kehilangan panas lebih sedikit. HK. BREGMANN SESUAI DG HK. PENYEJUKAN NEWTON : Pada permukaan tubuh yg lebih luas, laju pemindahan panas akan lebih besar A L A S A N:
  10. 10. Ecological rule of morphological adaptation • Spesies ternak berdarah panas, di daerah dingin cenderung berkaki lebih pendek daripada daerah klimat panas. 2. HK. ALLEN • Insulasi pelindung terhadap klimat • Bangsa ternak klimat dingin  penutup tubuh yg luas, padat, lebat dan tebal (300 gram pd Shorthorn)  mengurangi gerakan udara pd kulit dan menahan lap. uap air yg menyelaputi permukaan tbh ternak shg ↓ efisiensi disipasi evaporatif panas. • Bangsa ternak klimat panas  bulu jarang (10 gram pd Zebu), pendek, mengkilat (glassy), kaku dan tipis. • Tebal lemak di bawah kulit pada sapi-sapi Eropa lebih tebal daripada sapi India. 3. HK. WILSON
  11. 11. • Warna  klimat • Pigmen melindungi tubuh terhadap radiasi sinar Ultra Violet • Bulu ternak di daerah tropis  warna lebih cerah/pucat  memantulkan cahaya (radiasi surya) dan sebagai pelindung terhadap panas yg sangat. • Proses pigmentasi bertahap • Kulit sapi semakin gelap  meningkat temperatur dan kelembapan. • musim panas  bulu cerah, • musim dingin bulu gelap. • Sekresi sebum/keringat ↑  dengan semakin ↑ temperatur 4. HK. GLOGER Ecological rule of morphological adaptation
  12. 12. • Terdapat hubungan sebab akibat antara perubahan klimat dengan perub internal tubuh • Aliran darah pada telinga kelinci semakin besar selama cuaca panas  mekanisme tubuh untuk penyejukan. • Temperatur lingkungan berhubungan dg sekresi hormon dalam tubuh ternak. • Cuaca dingin : sekresi hormon tiroksin ↑ pada ayam (2x lipat) daripada musim panas. Hal ini tjd pula pada sapi perah. 5. HK CLAUDE BERNARD (1876) Ecological rule of morphological adaptation
  13. 13. 2.1. PRODUKSI PANAS Produksi panas oleh tubuh diperoleh dari : a. Produksi panas basal (basal heat production ) yang berasal dari : Konsumsi karbohidrat, protein dan lemak b. Faktor-faktor yg meningkatkan produksi panas sehingga melampaui laju metabolisma basal, antara lain :  Latihan fisik  Menggigil  Bulu berdiri (terutama untuk menyimpan panas)  Tonus/otot tanpa kesadaran  Vasokonstriksi  Demam  Penyakit  Peningkatan sekresi tiroksin dan/ adrenalin  Peningkatan laju metabolisma.
  14. 14. 2.2. DISIPASI PANAS Panas yg dihasilkan ternak terutama didisipasikan melalui 4 jalan, yaitu:  Konduksi  Konveksi  Evaporasi  Radiasi  Sebagian kecil panas hilang bersama udara panas dan lembap yg dihirup serta melalui feses dan urin
  15. 15. a. DISIPASI PANAS MELALUI KONDUKSI Panas hilang dari tubuh melalui jalan konduksi, yaitu Kontak fisik ternak dengan benda atau permukaan sekeliling. Beberapa faktor yg mempengaruhi:  Temperatur ternak dan temperatur benda  Luas permukaan yang berkontak  Sapi dan babi disipasi panas (konduksi) : tidur di lantai yang dingin.
  16. 16. b. DISIPASI PANAS MELALUI KONVEKSI Pergantian udara panas pada sekitar permukaan tubuh ternak dengan udara lingkungan yg dingin  perpindahan panas secara konveksi. Faktor-faktor yg mempengaruhi disipasi panas melalui konveksi :  Luas permukaan tubuh  Temperatur permukaan ternak  Temperatur udara sekitar  Kecepatan aliran udara
  17. 17.  konveksi dipertinggi oleh angin  mendinginkan atau memanaskan ternak, tgt apakah temperatur udara lebih dingin atau panas drpd temperatur permukaan tubuh ternak.
  18. 18.  Sarana yang paling penting untuk disipasi panas: evaporasi dari kulit ternak.  Beberapa hal yg mempengaruhi:  Temperatur dan uap lembab (moisture) kulit.  Penutup kulit (rambut, wol, bulu)  Humiditas, kecepatan dan temperature udara sekitar.  Laju dan volume respirasi/pernapasan.  Ketersediaan air untuk dievaporasikan  Luas permukaan tubuh ternak.  Bulu, rambut yg tebal mengurangi disipasi panas melalui evaporasi (penguapan) :  Mengurangi gerakan udara pada kulit  Menahan lapisan uap air yg menyelimuti perm. Tbh ternak ↓ efisiensi disipasi panas scr evaporasi. c. EVAPORASI
  19. 19. ↑ efisiensi evaporasi :  Berkeringat, bagi ternak yg memiliki kel. keringat  Pencukuran bulu (wol) pada musim panas Uap lembap pada kulit, merupakan fungsi dari :  Kelenjar keringat eksockrine  Kelenjar keringat apokrine  Kelenjar minyak (sebum)  Difusi pasif uap lembab kulit  Respirasi corong pernapasan ( hidung, mulut, larynx, trachea, bronchus dan paru-paru)
  20. 20. PENDINGINAN PADA SPESIES TANPA KEL.KERINGAT ?  Uap lembap permukaan tubuh spesies tanpa kelenjar keringat  perspirasi insensibel (insensible perspiration).  Burung (unggas), tdk punya kel. keringat pendinginan evaporatif secara panting (bernapas terengah-engah).  Anjing, sedikit kel. Keringat  bantalan telapak kaki bernapas terengah-engah, udara keluar banyak melalui kelembapan lidah dan corong udara.Darah didinginkan saat melalui daerah tsb.
  21. 21.  Ayam, pada temperatur lingkungan di luar kandang : 37,8 oC atau lebih  beri kipas exhaust  ↓ temperatur kandang menjadi 32,2 - 29,4oC ↑ produksi telur
  22. 22. d. RADIASI  Energi radiasi sinar matahari  memanasi permukaan padat : tanah, air, bangunan, pepohonan, kabut, debu, ternak dsb  memanaskan udara  Energi matahari  energi termal  Faktor-faktor yg mempengaruhi kehilangan panas melalui radiasi :  Luas permukaan tubuh  Temperatur kulit ternak  Temperatur udara sekeliling ternak  Emisivitas kulit ternak (kesanggupan tubuh ternak menyerap dan memancarkan panas).
  23. 23. BERBAGAI KERUGIAN PADA TERNAK AKIBAT TEMPERATUR TINGGI PADA LINGKUNGAN 1. PADA MAMALIA A. STRES Ternak yg alami stres panas :  Pernapasan ↑  Terengah-engah  Pengeluaran air liur berlebihan  Lemas  Boros energi  Konsumsi air ↑  ↓ konsumsi pakan
  24. 24. B. AKTIVITAS SEKSUAL  ↓ kualitas dan kuantitas sel-sel sperma (motilitas dan fertilitas rendah) sapi, domba dan babi  Aktivitas seksual pejantan ↓  ↓ kualitas anak yg dilahirkan : ukuran tubuh kecil.  Pada betina : ↓ jumlah ovum, tjd abnormalitas pada ovum : ruptur membran vitellinus dan zona pellucida serta pengkerutan sitoplasma.  Hyperthermia pada rat yg tjd sebelum dan selama ovulasi  ↓ jumlah telur yg dibuahi sperma.  Pada domba (32 oC)  fertilisasi ↓
  25. 25. C. KEBUNTINGAN DAN PERKEMBANGAN FETUS  Conception Rate (CR) /angka kebuntingan pada sapi lebih besar pada musim dingin drpd musim panas.  Temperatur ↑  pada sapi: ↓ fertilitas & litter size, ↑ abortus dan resorbsi fetus.  Temperatur ↑ , pada ternak (dewasa kelamin) rongga pelvis lebih kecil daripada normal  stillbirth  Sapi-sapi pada kebuntingan 4 – 6 bl  abortus, 2 hari setelah dikenakan suhu 38oC
  26. 26. D. SIKLUS ESTRUS DAN OVULASI  Heat stres  memperpendek lama estrus, ↑ insiden silent heat dan ↓ intensitas estrus  ↓ Jumlah follikel yg masak, ↑ follikel atresia, kista korpus luteum
  27. 27. Main Morphological, Anatomical and Physiological adaptation
  28. 28. Klimogram  Klimogram merupakan grafik yang menunjukkan interaksi antara dua buah unsur iklim rata-rata bulanan dalam siklus (setahun).  Contoh, untuk membuat grafik klimogram hewan dapat digunakan unsur iklim suhu udara dan curah hujan  Kedua unsur iklim tersebut dipilih karena diantara unsur yang lain, unsur tersebut merupakan yang paling besar pengaruhnya terhadap kualitas dan kuantitas produksi hewan
  29. 29. Analisis Klimogram  Dasar analisis adalah dengan mengumpulkan data iklim dari wilayah pusat produksi hewan yang akan dikembangkan, terutama data iklim yang merupakan faktor pengendali utama bagi pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu hewan.
  30. 30. Diagram alir pembuatan klimogram Pilih Hewan Wilayah Sentra Produksi Inventarisir data iklim Plot data 2 unsur iklim Pilih unsur iklim penting Wilayah yang diuji Inventarisir data iklim Plot data 2 unsur iklim Overlay kedua kurva Pola dan bentuk sama
  31. 31. Data iklim sentra produksi kerbau Bulan HSU Kotabaru Kalaan (Riam Kanan) Wilayah ? oC CH oC CH oC CH oC CH Januari 16.1 358.0 27.0 270 24.1 304.58 Februari 18.6 239.0 27.0 209 24.2 242.13 Maret 24.8 265.0 27.3 262 24.8 294.35 April 30.6 308.0 27.2 211 25.0 259.25 Mei 33.3 166.0 27.2 244 25.1 259.19 Juni 33 212.0 26.8 196 24.0 140.23 Juli 29.9 71.0 26.2 196 23.2 167.28 Agustus 28.9 30.0 26.4 113 23.4 106.28 September 26.1 34.0 26.5 115 23.7 114.33 Oktober 20.6 129.0 27.2 132 24.1 133.29 Nopember 16.3 341.0 27.6 153 23.7 246.08 Desember 25.6 222.0 27.1 215 22.8 312.88
  32. 32. Kurva klimogram 0 50 100 150 200 250 300 350 400 0 10 20 30 40 Curahhujan(mm/bulan) Suhu Udara (oC) HSU Kotabaru Kalaan (RK) Sangat panasSangat dingin SangatkeringSangatbasah
  33. 33. Tugas 4. Klimogram  Buatlah klimogram berdasarkan data iklim menurut wilayah yang ditugaskan kepada anda 0 50 100 150 200 250 300 350 400 0 10 20 30 40 Curahhujan(mm/bulan) Suhu Udara (oC) HSU Kotabaru Kalaan (RK) Sangat panasSangat dingin SangatkeringSangatkering

×