Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.
Kelompok 1 : 
Intania Lita 
Linggar Rezita 
Raka Navy 
Raras Ari 
Rosita Eka A.
Gas mulia adalah unsur-unsur golongan VIIIA (18) dalamtabel periodik. Disebutmulia 
karena unsur-unsur ini sangat stabil (...
Sifat-Sifat Gas Mulia 
 Jari-jari atom unsur-unsur Gas Mulia dari atas ke bawah semakin besar karena 
bertambahnya kulit ...
Helium Neon Argon Kripton Xenon Radon 
Nomor Atom 2 10 18 32 54 86 
Elektron Valensi 2 8 8 8 8 8 
Jari-Jari Atom (Ǻ) 0,50 ...
 Helium merupakan unsur ke dua terbanyak dan teringan dari segala jenis unsur kimia yang 
ada. Dimana mencakup 24 persen ...
 Kepadatan dan viskositas uap helium sangat rendah, sedangkan 
konduktivitas termik dan kandungan kalorinya sangat tinggi...
Penggunaan/Manfaat Helium 
Helium memiliki berbagai sifat unik seperti titik didih rendah, kepadatan 
rendah, kelarutan ya...
2. Helium juga digunakan untuk menjaga 
agar hydrogen-oksigen sebagai bahan bakar roket 
tetap berwujud cair. Hal ini kare...
4.Sebagai campuran oksigen dalam tabung penyelam karena dalam tekanan tinggi 
helium tidak larut dalam darah. Bila menggun...
Helium digunakan sebagai gas vektor dalam kromatografi. Helium juga 
digunakan untuk mendeteksi kebocoran. Karena difusin...
Efek Kesehatan Helium 
1. Helium dapat diserap ke dalam tubuh jika terhirup. 
2. Saat terhirup, gas ini akan menyebabkan s...
 Neon adalah gas mulia teringan kedua setelah helium. 
 Gas ini berwarna oranye kemerahan saat dimasukkan dalam tabung v...
Penggunaan Neon 
 Neon biasanya digunakan untuk mengisi lampu neon. 
 Neon dapat digunakan untuk berbagi macam hal seper...
Efek Kesehatan Neon 
 Neon bisa terhirup melalui pernapasan. Neon 
yang terlepas dalam ruangan tertutup bisa 
memicu sesa...
Fakta singkat krypton 
• Nomor atom: 36 
• Massa atom: 83,80 g/mol 
• Densitas: 3,73 10-3 g/cm3 pada 20 °C 
• Titik lebur:...
Kegunaan krypton 
• untuk lampu di mercusuar dan isotop Kr-85 untuk mengontrol ketebalan 
kertas. 
• digunakan untuk mengi...
Reaksi 
• Krypton adalah sebuah gas mulia yang tanpa warna, bau, dan 
rasa. Krypton terjadi di atmosfer dan dipisahkan ole...
Cara memperoleh 
• Kripton (Kr) dapat direaksikan dengan Flour (F2) dan menghasilkan Kripton 
difluorida (KrF2) dengan rum...
Argon 
• Sifat Atom 
1. Struktur kristal : kubus pusat muka 
2. Bilangan oksidasi : 0 
3. Energi ionisasi : ke-1: 1520,6 k...
• Kegunaanya 
Argon digunakan untuk mengisi bola lampu listrik 
agar kawat filamen wolfram lampu tidak mudah 
rusak karena...
Xenon 
• Sifat kimia Xenon(Xe) 
-Tidak berwarna 
- Tidak berbau 
-Tidak berasa 
-Pada keadaan standar gas mulia 
tidak dap...
• Kegunaanya 
Gas ini digunakan dalampembuatan tabung electron, lampu stoboskopik(lampu neon 
yang berkedip dngan frekuens...
Radon 
• Sifat Kimia : Pada suhu dan tekanan 
ruang, radon tidak berwarna tetapi 
apabila didinginkan hingga 
membeku, rad...
• Kegunaanya : 
Radon kadang digunakan oleh beberapa rumah sakit untuk kegunaan 
terapeutik. Radon tersebut di peroleh den...
• Bahayanya : 
Radon adalah gas karsinogen. Radon adalah bahan beradioaktif dan harus ditangai 
secara hati-hati. Adalah s...
Persenyawaan Gas Mulia 
Pada umumnya syarat yang diperlukan dalampembentukan 
senyawa gas mulia ialah: 
· Atom gas mulia y...
Sampai dengan tahun 1962, para ahlimasih yakin bahwa 
unsur-unsur gas mulia tidak bereaksi. Kemudian seorang 
ahli kimia k...
Atas dasar data tersebut, maka untuk pertama kalinya Bartlet 
mencobamereaksikan Xe dengan PtF6 dan ternyatamenghasilkan 
...
Reaksi gas mulia lainnya, yaitu krypton menghasilkan 
senyawa KrF2. Radon dapat bereaksi langsung dengan 
F2dan menghasilk...
• Apa yang mengakibatkan suara berubah ketika 
kita menghirup helium ? 
• Apa itu konduktivitas termal ? Kemampuan 
suatu ...
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

Kimia Unsur : Gas Mulia - Golongan VIII A

29.664 Aufrufe

Veröffentlicht am

Kimia Unsur : Gas Mulia - Golongan VIII A
Disusun Oleh : XII IPA 2
1. Intania Lita
2. Linggar Rezita
3. Raka Navy
4. Raras Ari
5. Rosita Eka A.
SMA Negeri 15 Surabaya

Veröffentlicht in: Wissenschaft
  • Dating for everyone is here: ❶❶❶ http://bit.ly/2F7hN3u ❶❶❶
       Antworten 
    Sind Sie sicher, dass Sie …  Ja  Nein
    Ihre Nachricht erscheint hier
  • Sex in your area is here: ❤❤❤ http://bit.ly/2F7hN3u ❤❤❤
       Antworten 
    Sind Sie sicher, dass Sie …  Ja  Nein
    Ihre Nachricht erscheint hier

Kimia Unsur : Gas Mulia - Golongan VIII A

  1. 1. Kelompok 1 : Intania Lita Linggar Rezita Raka Navy Raras Ari Rosita Eka A.
  2. 2. Gas mulia adalah unsur-unsur golongan VIIIA (18) dalamtabel periodik. Disebutmulia karena unsur-unsur ini sangat stabil (sangat sukar bereaksi). Tidak ditemukan satupun senyawa alami dari gas mulia. Menurut Lewis, kestabilan gas mulia tersebut disebabkan konfigurasi elektronnya yang terisi penuh, yaitu konfigurasi oktet (duplet untuk Helium). Kestabilan gas mulia dicerminkan oleh energi ionisasinya yang sangat besar, dan afinitas elektronnya yang sangat rendah (bertanda positif). Para ahli zaman dahulu yakin bahwa unsur-unsur gas mulia benar-benar inert. Pendapat ini dipatahkan, setelah pada tahun 1962, Neil Bartlett, seorang ahli kimia dari Kanada berhasilmembuat senyawa xenon, yaitu XePtF6. Sejak itu, berbagai senyawa gas mulia berhasil dibuat. Gas mulia adalah gas yang mempunyai sifat lengai, tidak reaktif, dan susah bereaksi dengan bahan kimia lain. Gas mulia banyak digunakan dalamsektor perindustrian.
  3. 3. Sifat-Sifat Gas Mulia  Jari-jari atom unsur-unsur Gas Mulia dari atas ke bawah semakin besar karena bertambahnya kulit yang terisi elektron.  Energi Ionisasi dari atas ke bawah semakin kecil karena gaya tarik inti atom terhadap elektron terluar semakin lemah.  Afinitas Elektron unsur-unsur Gas Mulia sangat kecil sehingga hampir mendekati nol.  Titik didih unsur-unsur Gas Mulia berbanding lurus dengan kenaikan massa atom.  Titik lebur unsur-unsur Gas Mulia mengikuti sifat titik didih.
  4. 4. Helium Neon Argon Kripton Xenon Radon Nomor Atom 2 10 18 32 54 86 Elektron Valensi 2 8 8 8 8 8 Jari-Jari Atom (Ǻ) 0,50 0,65 0,95 1,10 1,30 1,45 Massa Atom (gr/mol) 4,0026 20,1797 39,348 83,8 131,29 222 Massa Jenis (kg/m3) 0,1785 0,9 1,784 3,75 5,9 9,73 Titik Didih (0C) - 268,8 - 245,8 - 185,7 - 153 - 108 - 62 Titik Lebur (0C) - 272,2 - 248,4 - 189,1 - 157 -112 -71 Bilangan Oksidasi 0 0 0 0 ; 2 0 ; 2 ; 4 ; 6 0 ; 4 Keelekronegatifan - - - 3,1 2,4 2,1 Entalpi Peleburan (kJ/mol) @ 0,332 1,19 1,64 2,30 2,89 Entalpi Penguapan (kJ/mol) 0,0845 1,73 6,45 9,03 12,64 16,4 Afinitas Elektron (kJ/mol) 21 29 35 39 41 41 Energi Ionisasi (kJ/mol) 2640 2080 1520 1350 1170 1040
  5. 5.  Helium merupakan unsur ke dua terbanyak dan teringan dari segala jenis unsur kimia yang ada. Dimana mencakup 24 persen massa keunsuran total alam semesta dan 12 kali jumlah massa keseluruhan unsur berat lainnya.  Unsur kimia yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, tidak beracun, serta berada pada posisi terendah dari semua unsur ini berwujud sebuah gas. Namun bisa berubah pada kondisi yang sangat ekstrim.  Gas ini kurang larut dalam air dibandingkan gas lainnya.  Nama Helium berasal dari nama dewa matahari Yunani, Helios.  Pada tahun 1868, astronom Matematika dan Fisika yang berasal dari Perancis, Pierre Jules Casar Jansen berhasil mendeteksi pertama kalinya bahwa helium sebagai tanda garis spektral kuning yang berasal dari cahaya gerhana matahari.  Pada tahun 1903, kandungan helium terbesar ditemukan pada ladang gas alam di Amerika yang sampai saat ini masih menjadi ladang gas helium terbesar di dunia.  Helium merupakan unsur kurang reaktif dan hampir tidak membentuk senyawa kimia dengan unsur lain.
  6. 6.  Kepadatan dan viskositas uap helium sangat rendah, sedangkan konduktivitas termik dan kandungan kalorinya sangat tinggi.  Helium bisa dicairkan namun harus dilakukan dalam suhu amat rendah dan tekanan tinggi.  Helium terbentuk di bumi oleh peluruhan radioaktif alami unsur yang lebih berat. Sebagian besar helium ini bermigrasi ke permukaan dan memasuki atmosfer.  Namun demikian, berat molekul yang rendah memungkinkan helium untuk terlepas ke ruang angkasa pada tingkat yang sama dengan laju pembentukannya.
  7. 7. Penggunaan/Manfaat Helium Helium memiliki berbagai sifat unik seperti titik didih rendah, kepadatan rendah, kelarutan yang rendah, konduktivitas termal tinggi, dan tidak reaktif. 1. Helium digunakan sebagai gas pengisi pada airships dan balon udara, karena gas ini lebih ringan dari pada udara. Lalu mengapa tidak digunakan gas hydrogen yang 7% lebih ringan dari helium? Alasannya adalah karena gas hydrogen lebih mudah terbakar dibandingkan dengan helium
  8. 8. 2. Helium juga digunakan untuk menjaga agar hydrogen-oksigen sebagai bahan bakar roket tetap berwujud cair. Hal ini karena helium memiliki titik didih yang sangat rendah. 3. Sebagai fluida pendingin (yang hanya dapat terjadi pada tekanan tinggi dan suhu sangat rendah)di reaktor nuklir, dan sebagai gas pembawa dalam analisis kromatografi gas.
  9. 9. 4.Sebagai campuran oksigen dalam tabung penyelam karena dalam tekanan tinggi helium tidak larut dalam darah. Bila menggunakan udara biasa yang mengandung Nitrogen maka saat menyelam tekanan menjadi tinggi dan Nitrogen menjadi larut dalam darah. Saat penyelam kembali ke permukaan tekanan menjadi lebih rendah menyebabkan kelarutan Nitrogen dalam darah berkurang dan keluar dari dalam darah. Hal ini menyebabkan rasa nyeri yang hebat dan berbahaya.
  10. 10. Helium digunakan sebagai gas vektor dalam kromatografi. Helium juga digunakan untuk mendeteksi kebocoran. Karena difusinya yang sangat cepat, helium sangat ideal untuk mendeteksi kebocoran mikro. Campuran Helium-Argon digunakan sebagai gas pelindung untuk pengelasan baja ringan yang tebal. Karena konduktifitas termalnya yang sangat tinggi, helium digunakan sebagai pendingin untuk: 1. pendinginan batang uranium pada reaktor nuklir 2. pendinginan cetakan di pabrik kaset 3. gas atmosfir untuk dapur heat treatment
  11. 11. Efek Kesehatan Helium 1. Helium dapat diserap ke dalam tubuh jika terhirup. 2. Saat terhirup, gas ini akan menyebabkan suara menjadi tinggi, pusing, sakit kepala, dan perasaan tercekik. 3. Kontak helium cair pada kulit bisa memicu radang dingin (frostbite) dan dalam kasus parah membutuhkan amputasi anggota tubuh. 4. Bila terhirup terus menerus, pendengaran pada telinga secara perlahan kualitasnya akan berubah menjadi frekuensi yang menurun.
  12. 12.  Neon adalah gas mulia teringan kedua setelah helium.  Gas ini berwarna oranye kemerahan saat dimasukkan dalam tabung vakum dan dalam lampu neon.  Kapasitas pendingin neon 40 kali lebih besar dari helium cair dan 3 kali hidrogen cair (per unit volume).  Neon merupakan refrigeran lebih murah daripada helium di sebagian besar aplikasi.  Meskipun pada umumnya tidak reaktif (inert), gas ini dapat membentuk senyawa eksotis dengan fluor di laboratorium.  Belum diketahui secara pasti apakah terdapat senyawa neon di alam akibat sifatnya yang tidak reaktif.  Meskipun neon adalah unsur paling melimpah keempat di alam semesta, atmosfer bumi hanya mengandung 0,0018% neon.
  13. 13. Penggunaan Neon  Neon biasanya digunakan untuk mengisi lampu neon.  Neon dapat digunakan untuk berbagi macam hal seperti indikator tegangan tinggi, zat pendingin, penangkal petir, dan mengisi tabung televisi.  Neon cair merupakan zat pendingin pada refrigenerator untuk temperatur rendah.  Neon juga dapat digunakan untuk memberi tanda pada pesawat terbang karena sinarnya dapat menembus kabut.
  14. 14. Efek Kesehatan Neon  Neon bisa terhirup melalui pernapasan. Neon yang terlepas dalam ruangan tertutup bisa memicu sesak napas.  Kontak kulit dengan neon cair yang bersuhu amat rendah bisa menyebabkan radang dingin (frostbite).  Neon yang terhirup dalam jumlah besar akan memicu pusing, mual, muntah, kehilangan kesadaran, dan kematian.  Dalam ruangan yang tertutup, neon yang terlepas bisa mengurangi konsentrasi oksigen di udara.  Konsentrasi oksigen yang hilang hingga 75% bisa berakibat fatal (kematian). Dampak LingkunganNeon Neon adalah gas atmosfer langka dan dengan demikian tidak beracun serta bersifat inert. Neon tidak menimbulkan ancaman bagi lingkungan karena tidak membentuk senyawa kimia dengan unsur lain.
  15. 15. Fakta singkat krypton • Nomor atom: 36 • Massa atom: 83,80 g/mol • Densitas: 3,73 10-3 g/cm3 pada 20 °C • Titik lebur: -157 °C • Titik didih: -153 °C • Radius Vanderwaals: 0,197 nm • Isotop: 15 • Energi ionisasi pertama: 1351 kJ/mol • Energi ionisasi kedua: 2350,4 kJ/mol • Energi ionisasi ketiga: 3565 kJ/mol • Ditemukan oleh: Sir Ramsay pada tahun 1898
  16. 16. Kegunaan krypton • untuk lampu di mercusuar dan isotop Kr-85 untuk mengontrol ketebalan kertas. • digunakan untuk mengisi bola lampu listrik yang menggunakan campuran kripton dan argon. • Kripton juga digunakan dalam lampu proyeksi fotografi, dalam lampu energi tinggi seperti yang digunakan di bandara dan di strobo-lamp karena memiliki respon yang sangat cepat pada arus listrik. • Kripton juga digunakan untuk mendeteksi kebocoran dalam wadah tertutup, untuk merangsang fosfor dalam sumber cahaya tanpa memerlukan energi dari luar, dan dalam kedokteran untuk mendeteksi bukaan jantung abnormal.
  17. 17. Reaksi • Krypton adalah sebuah gas mulia yang tanpa warna, bau, dan rasa. Krypton terjadi di atmosfer dan dipisahkan oleh pengelompokkan cairan udara. • krypton terdapat di udara sebagai molekul monoatomik dengan kadar 1,1 x 10-4% • Walaupun jejak krypton ditemukan dalam berbagai mineral, sumber krypton yang paling utama adalah atmosfer bumi. Krypton juga dapat diperoleh dari pembelahan uranium.
  18. 18. Cara memperoleh • Kripton (Kr) dapat direaksikan dengan Flour (F2) dan menghasilkan Kripton difluorida (KrF2) dengan rumus molekul: • Kr(s) + F2 (s) → KrF2 (s) • Reaksi ini dihasilkan dengan cara mendinginkan Kr dan F2 pada suhu -196 0C lalu diberi loncatan muatan listrik atau sinar X. Dari kira-kira selusin senyawaan kripton yang dikenal, semuanya merupakan garam kompleks yang diturunkan dari KrF2. Salah satu contoh pembentukan garam adalah: • KrF2 + SbF5 → KrF+ + SbF6 - • Lalu, pada tahun yang sama, KrF4 dilaporkan oleh Grosse, tetapi kemudian ditemukan kekeliruan. Ada juga senyawa yang belum diverifikasi, yaitu barium garam dari asam karboksilat Kripton. Ion poliatomik ArKr + dan KrH+ telah diteliti dan terbukti untuk KrXe atau KrXe+. Senyawa Kripton berikatan dengan atom-atom selain fluor juga telah ditemukan. Reaksi KrF2 dengan B(OTeF5)3 menghasilkan senyawa yang tidak stabil, Kr(OTeF5)2, yang berisi ikatan Kripton-oksigen. Ikatan Kripton-nitrogen ditemukan pada kation [HC≡N–Kr–F]+, dihasilkan oleh reaksi KrF2 dengan [HC≡NH] + [AsF] dengan suhu dibawah −50°C. HKrCN dan HKrC≡CH (Kripton hidrida-sianida dan hydrokryptoacetylene) dilaporkan stabil hingga 40 K.
  19. 19. Argon • Sifat Atom 1. Struktur kristal : kubus pusat muka 2. Bilangan oksidasi : 0 3. Energi ionisasi : ke-1: 1520,6 kJ/mol ke-2 : 3952.3 kJ/mol ke-3: 3931 kJ/mol 4. jari-jari atom :71pm 5. jari-jari kovalen :97 pm 6. jari-jari van der waals : 188pm • Sifat Kimia : sifat kimia unsur Argon sangat stabil dialam, sehingga selalu dalam keadaan gas monoatomik. Bilangan Oksidasi dari unsur Ar adalah 0 • Sifat fisik : 1) Melting point: 83.8 [or -189.3 °C (-308.7 °F)] K 2) Boiling point: 87.3 [or -185.8 °C (-302.4 °F)] K 3) Liquid range: 3.5 K 4) Critical temperature: 150.8 [or -122.2 °C (-188 °F)] K Superconduction temperature: no data K 5) Thermal conductivity: 0.01772 W m-1 K-1
  20. 20. • Kegunaanya Argon digunakan untuk mengisi bola lampu listrik agar kawat filamen wolfram lampu tidak mudah rusak karena argon tidak bereaksi dengan kawat wolfram. Campuran dengan Neon pada lampu TL memberikan warna merah muda pada tekanan rendah dan tekanan tinggi memberikan warna biru. • Bahayanya : Argon bisa terhirup dan masuk ke dalam tubuh. Jika terhirup pada ruangan tertutup, korban bisa lemas karena kekurangan oksigen akibat didesak oleh argon. Efek lain yang mungkin timbul saat menghirup argon adalah pusing, sakit kepala, sesak nafas, mual, muntah, kehilangan kesadaran, dan pada kasus parah mengakibatkan kematian.
  21. 21. Xenon • Sifat kimia Xenon(Xe) -Tidak berwarna - Tidak berbau -Tidak berasa -Pada keadaan standar gas mulia tidak dapat terbakar. • Sifat Fisika Xenon(Xe) -Simbol : Xe -Radius atom: 1.24 Ǻ -Volume atom: 42,9 cm3/mol -Massa atom: 131,29 -Titik didih : 165.1 K -Radius kovalensi : 1.31Ǻ -Struktur Kristal : fcc -Massa jenis : 5,9 g/cm3 -Elektronegativitas : 2.6 -Konfigurasi electron : [Kr]4d10 5s2p6 -Formasi entalpi : 2,3 kj/mol -Titik lebur : 161,39 K -Bilangan oksidasi : 0,2,4,6 -Entalpi penguapan : 12,64 kj/mol - Afinitas elektronnyamendekati nol
  22. 22. • Kegunaanya Gas ini digunakan dalampembuatan tabung electron, lampu stoboskopik(lampu neon yang berkedip dngan frekuensi tertentu), lampu bakterisida, dan lampu yang digunakan untukmengeluarkan laser rubi yangmenghasilkan sinar yang koheren. Xenon digunakan dalammedan energy nuklir dalambejana gelembung udara, probe, dan penerapan lainnya dimana dibutuhkan bobot atom tinggi. • Bahayanya Xenon Radioaktivitas (Xe-133) yang terdeteksi di Gangwon kemungkinan besar sebagian bahan zat radiasi yang bocor dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima di Jepang. Jumlah kebocoran semakinmeningkat dan semakinmeluas. Lebih khusus lagi, Xe-133 tidak terdapat dalamsituasi alam. Angin barat tertiup sejak terjadinya gempa bumi, namun para pakar percaya bahwa zat radioaktifitas yang kebocoran dari PLTN di Fukushima telahmelayang mengelilingi bumi.
  23. 23. Radon • Sifat Kimia : Pada suhu dan tekanan ruang, radon tidak berwarna tetapi apabila didinginkan hingga membeku, radon akan berwarna kuning, sedangkan radon cair berwarna merah jingga. • Sifat fisika : 1. Nomor atom : 86 2. Elektron valensi : 8 3. Jari-jari atom(Ǻ) : 1,45 4. Massa atom (gram/mol) : 222 5. Massa jenis (kg/m3) : 9,73 6. Titik didih (0C) : -62 7. Titikleleh (0C) : -71 8. Bilangan oksidasi : 0,4 9. Keelekronegatifan : 2,1 10. Entalpi peleburan (kJ/mol) : 2,89 11. Entalpi penguapan (kJ/mol) : 16,4 12. Afinitas elektron (kJ/mol) : 41 13. Energi ionisasi (kJ/mol) : 1040
  24. 24. • Kegunaanya : Radon kadang digunakan oleh beberapa rumah sakit untuk kegunaan terapeutik. Radon tersebut di peroleh dengan pemompaan dari sumber Radium dan disimpan dalam tabung kecil yang disebut ‘’benih’’ atau ‘’jarum’’. Radon sudah jarang digunakan lagi namun, mengingat rumah sakit sekarang bisa mendapatkan benih dari ‘’supplier’’ yang menghasilkan benih dengan tingkat peluruhan yang dikehendaki. biasanya digunakan kobalt dan caesiumyang tahan selama beberapa tahun, sehingga lebih praktis ditinjau dari segi logistik. Radon yang bersifat radioaktif digunakan dalam terapi kanker.
  25. 25. • Bahayanya : Radon adalah gas karsinogen. Radon adalah bahan beradioaktif dan harus ditangai secara hati-hati. Adalah sangat berbahaya untuk menghirup unsur ini karena Radon menghasilkan partikel alpha. Radon juga menghasilkan hasil peluruhan berbentuk padat, dan akibatnya, cenderung membentuk debu halus yang mudah memasuki jalur udara dan melekat permanen dalam jaringan paru-paru, menghasilkan paparan lokal yang parah. Ruang di mana radium, aktinium, atau thorium disimpan perlu diangin-anginkan dengan baik agar tidak terakumulasi dalam udara. Akumulai radon berpontensi mengancam kesehatan dalam tambang uranium dan timah hitam. Pengumpulan radon dalam rumah juga merupakan suatu penemuan yang cukup baru dan kebanyakan penyakit kanker paru-paru dikaitkan dengan pengumpulan radon setiap tahun. Radon dalam rumah dianggarkan menyebabkan kematian akibat kanker paru-paru sekitar 21,000 orang setiap tahun di U.S. Radon adalah penyebab utama kanker paru-paru di U.S. hari ini.
  26. 26. Persenyawaan Gas Mulia Pada umumnya syarat yang diperlukan dalampembentukan senyawa gas mulia ialah: · Atom gas mulia yang mudah mengion ( dan karenanya, berat ) dan · Memerlukan golongan dengan elektronegativitas tinggi ( misalnya F atau O) untuk mengikat atom gas mulia.
  27. 27. Sampai dengan tahun 1962, para ahlimasih yakin bahwa unsur-unsur gas mulia tidak bereaksi. Kemudian seorang ahli kimia kanada bernama Neil Bartlet berhasil membuat persenyawaan yang stabil antara unsur gas mulia dan unsur lain, yaitu XePtF6. Keberhasilan itu didasarkan pada reaksi : PtF6 + O2 → (O2)+ (PtF6)- PtF6 ini bersifat oksidator kuat. Molekul oksigen memiliki harga energi ionisasi 1165 kJ/mol, harga energi ionisasi ini mendekati harga energi ionisasi unsur gas mulia Xe = 1170 kJ/mol.
  28. 28. Atas dasar data tersebut, maka untuk pertama kalinya Bartlet mencobamereaksikan Xe dengan PtF6 dan ternyatamenghasilkan senyawa yang stabil sesuai dengan persamaan reaksi: Xe + PtF6 → Xe+(PtF6)- Setelah berhasil membentuk senyawa XePtF6, maka gugurlah anggapan bahwa gas mulia tidak dapat bereaksi. Kemudian para ahli lainnyamencobamelakukan penelitian dengan mereaksikan xenon dengan zat-zat oksidator kuat, diantaranya langsung dengan gas flourin danmenghasilkan senyawa XeF2, XeF4, dan XeF6.
  29. 29. Reaksi gas mulia lainnya, yaitu krypton menghasilkan senyawa KrF2. Radon dapat bereaksi langsung dengan F2dan menghasilkan RnF2. Hanya saja senyawa KrF2 dan RnF2 bersifat tidak stabil. Senyawa gas mulia He, Ne, dan Ar sampai saat ini belum dapat dibuat mungkin karena tingkat kestabilannya yang sangat besar.
  30. 30. • Apa yang mengakibatkan suara berubah ketika kita menghirup helium ? • Apa itu konduktivitas termal ? Kemampuan suatu unsur untuk menghantarkan panas. • Mengapa ketika neon dilepas di udara bisa me ngurangi kadar oksigen ?

×