Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

Science and Research

108 Aufrufe

Veröffentlicht am

Slide ini menjelaskan pengantar tentang riset sosial dan kedudukannya dalam ilmu pengetahuan. dirangkum dari chapter I buku Social Research Methods yang ditulis oleh W. Lawrence Neuman

Veröffentlicht in: Bildung
  • Als Erste(r) kommentieren

  • Gehören Sie zu den Ersten, denen das gefällt!

Science and Research

  1. 1. SCIENCE and RESEARCH Chapter 1 Ahsanul Minan NPM: 1806158966 Social Research Methods by W. Lawrence Neuman
  2. 2. Non-scientific Pre-scientific MEMBANGUN PENGETAHUAN BARU Penelitian sosial merupakan sebuah proses untuk mempelajari masalah-masalah sosial dengan menggunakan cara berpikir yang logis dan mematuhi prosedur dan aturan Mendapatkan jawaban atas masalah dan menghasilkan pengetahuan baru. OTORITAS TRADISI COMMON SENSE PERSONAL EXPERIENCEMITOS MEDIA Mendasarkan pada prinsip scientific
  3. 3. Sistem untuk memproduksi pengetahuan, dan Pengetahuan untuk memproduksi sistem asumsi-asumsi mengenai karakter alami dunia pengetahuan; serangkaian prosedur, teknik dan instrument-instrumen untuk mendapatkan pengetahuan, yang terus berkembang selama bertahun tahun meskipun cukup lambat SCIENCE Pengetahuan mengenai science dikelompokkan ke dalam teori teori teori sosial didefinisikan sebagai sebuah sistem mengenai keterhubungan gagasan atau ide-ide yang membentuk pengetahuan tentang dunia kemasyarakatan Junk-sciencePseudoscience Penyimpangan The Scientific Community Menjaga kemurnian science universalis organised skeptisism disinteretedness komunalisme kejujuran Metode scientific Perilaku scientific
  4. 4. 7 Tahapan dalam Melakukan Riset TEORI Tentukan Topik Publikasikan Intepretasikan Data Analisa Data Cara & kumpulkan data Buat desain penelitian Susun Pertanyaan Penelitian Dalam prakteknya, ketujuh langkah tersebut dapat saja dilakukan secara berulang atau melompat, misalnya, misalnya langkah pertama tidak dimulai dengan menentukan topik, tetapi justru dimulai dengan merumuskan research questions. Pada prinsipnya, penelitian merupakan proses yang interaktif, dimana masing-masing langkah dapat dicampur atau dipertukarkan.
  5. 5. Penelitian sosial Kualitatif dan Kuantitatif Metode Kuantitatif Metode Kualitatif Mengukur fakta obyektif Membangun realitas sosial, makna kultural Fokus pada variabel Fokus pada proses interaksi, kejadian Keandalan diutamakan Otentisitas yang diutamakan Bebas nilai Nilai-nilai tetap ada dan tampak eksplisit Tidak terikat pada konteks Terikat pada situasi Banyak kasus (data) Sedikit kasus (fokus) Analisa statistik Analisa thematic Peneliti tidak bersentuhan langsung (detached) Peneliti terlibat langsung Ragin menjelaskan bahwa metode kuantitatif digunakan untuk merangkum data-data untuk dapat menemukan gambar besarnya, sedangkan metode kualitatif mendalami data untuk melihat aspek-aspek dalam kasus secara lebih jelas dan dalam.
  6. 6. CATATAN 1:  Penjelasan yang disampaikan dalam chapter ini memiliki 2 keunggulan berupa:  penjelasan yang singkat namun jelas. Akan tetapi kelemahan -yang harus dimaklumi karena sifatnya sebagai pengantar- nya adalah penjelasan dalam chapter ini masih berada pada level kulit luarnya saja.  berhasil dalam membangun kesan pembaca bahwa riset itu merupakan kegiatan yang menyenangkan, dapat dipraktekkan dalam kegiatan sehari-hari, dan memiliki manfaat yang besar untuk memproduksi pengetahuan yang ilmiah. Melalui penjelasan dalam chapter 1 ini, pembaca akan terdorong untuk mempelajari lebih lanjut metodologi riset sosial (yang akan dijelaskan di chapter-chapter berikutnya) dengan penuh semangat dan optimisme karena memahami arti penting riset sosial dan -sekali lagi- mudah.
  7. 7. Catatan 2: Di sisi lain, terdapat beberapa bagian/statement dalam chapter 1 ini yang perlu didiskusikan lebih lanjut; • Penggunaan imajinasi dan kreatifitas dalam melakukan penelitian sebagaimana disebutkan oleh penulis chapter 1 ini menarik untuk dielaborasi lebih lanjut. Apa maksud imajinasi dan kreatifitas dalam melakukan penelitian? Pada tahap/langkah mana dalam penelitian ini dimana imajinasi dan kreatifitas peneliti diperlukan? Apakah imajinasi dan kreatifitas boleh digunakan pada saat melakukan intepretasi dan analisa data serta pembuatan kesimpulan penelitian? • Dalam menjelaskan tentang otoritas sebagai salah satu sumber pengetahuan, penulis chapter 1 mempersyaratkan bahwa pengetahuan yang bersumber dari otoritas perlu diuji kebenarannya. • Penjelasan penulis dalam chapter 1 ini sangat baik, namun akan lebih baik lagi jika ditambahkan dengan penjelasan tentang adanya instrument pengujian validitas pengetahuan yang disampaikan oleh otoritas sebagaimana dikembangkan dalam dispilin ilmu hadist. • Dalam disiplin ilmu hadist dikembangkan instrument pengujian validitas dengan menggunakan metode “kritik sanad dan kritik matan”. Kritik sanad adalah metode pengujian terhadap integritas dan kredibilitas personal otoritas/individu yang memberitakan hadist dari Nabi, untuk melacak dan menentukan apakah individu yang menyampaikan hadist tersebut layak dipercaya atau tidak. Sedangkan kritik matan adalah instrument pengujian atas materi informasi/ajaran (yang diklaim berasal dari) nabi, untuk menilai dan menentukan apakah materinya benar dan/atau tidak terdistorsi, dengan cara membandingkannya dengan norma dalam al-qur’an dan hadist lain yang terkait. • Metodologi kritik sanad dan kritik matan hadist ini dipergunakan oleh para ahli hadist dalam melakukan penelitian terhadap hadist-hadist Nabi yang menghasilkan beberapa kitab hadist antara lain: Kitab Shohih Bukhori, shohih Muslim, Suna Abi Dawud, dan lain-lain. • Kedua metodologi ini pada dasarnya dapat dikategorikan sebagai metode penelitian sosial.
  8. 8. Catatan 3: • Dalam menjelaskan tentang tradisi sebagai salah satu sumber pengetahuan, penulis chapter 1 secara ringkas namun jelas menjelaskan bahwa tradisi merupakan salah satu sumber menjelaskan bahwa tradisi merupakan salah satu sumber pengetahuan yang sering dipergunakan oleh masyarakat untuk menunjang kebutuhan kehidupan sehari-hari. Penulis chapter 1 menyampaikan bahwa pengetahuan yang bersumber dari tradisi dapat mengandung kebenaran, tetapi juga dapat pula mengandung kesalahan, sehingga perlu diuji validitasnya. Penjelasan ini akan lebih baik lagi jika dilengkapi dengan praktek ilmiah yang diterapkan dalam sistem pembentukan hukum Islam, yang menggunakan pendekatan kajian atas Urf (yang pengertiannya mencakup tradisi dan common sense). • Penulis Chapter 1 mengungkapkan bahwa metode scientific dalam memproduksi pengetahuan baru mulai dipakai pada abad pencerahan. Penjelasan ini kurang begitu tepat jika dimaksudkan untuk mengatakan bahwa abad pencerahan merupakan tonggak waktu dimana metode scientific dipergunakan oleh manusia, kecuali jika statement itu dimaksudkan untuk menunjuk tonggak awal penggunaan metode scientific di Eropa. Dalam dunia Islam, pendekatan saintifik telah lama dipergunakan metode dalam memproduksi pengetahuan, di antaranya dapat kita lihat dalam disiplin ilmu hukum Islam (fikih), ilmu hadist, dan beberapa ilmu alam (yang dikembangkan dari banyak literatur Yunani Kuno), hal ini tak dapat dilepaskan dari pengaruh kebudayaan lain seperti kebudayaan Yunani kuno yang telah sejak lama mempraktekkan prosedur prosedur scientific dalam perkembangan peradaban Islam.
  9. 9. TERIMA KASIH

×