Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

Tugas 3, riview bukti audit copy

  • Loggen Sie sich ein, um Kommentare anzuzeigen.

  • Gehören Sie zu den Ersten, denen das gefällt!

Tugas 3, riview bukti audit copy

  1. 1. Nama : Yusdi Pratama Nim : 07 2114 095 Kelas : A Tugas : Pengauditan Internal BUKTI AUDIT Bukti audit (audit evidence) mendukung laporan keuangan yang terdiri dari data akuntansi dan semua informasi penguat yang tersedia bagi auditor.Jurnal, buku besar dan buku pembantu, dan buku pedoman akuntansi yang berkaitan, serta catatan seperti lembaran kerja (work sheet) dan spread sheet yang mendukung alokasi biaya, perhitungan, dan rekonsiliasi keseluruhannya merupakan bukti yang mendukung laporan keuangan.Ukuran keabsahan (validity) bukti tersebut untuk tujuan audit tergantung pada pertimbangan auditor independen; dalam hal ini bukti audit berbeda dengan bukti hukum (legal evidence) yang diatur secara tegas oleh peraturan perundang-undangan. Sebagai dasar untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan, auditor harus mengumpulkan bukti audit. Meskipun biasanya cacatan akuntansi menyediakan bukti audit yang cukup untuk mendukung pendapat auditor, namun catatan tersebut bukan merupakan satu- satunya bukti audit tyang dikumpulkan oleh auditor. Auditor juga mengumpulkan bukti audit lainnya dengan melakukan pengamatan langsung terhadap perhitungan fisik dsb. Menurut Mulyadi, Pembahasan bukti audit ini didasarkan pada Standar pekerjaan lapangan ketiga yang berbunyi: "Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan. " Karena ada empat kata penting dalam standar tersebut yang perlu dijelaskan yaitu (1) Bukti (2) Cukup (3) Kompeten (4) Sebagai dasar yang layak. Definisi Bukti Audit Bukti audit adalah segala informasi yang mendukung angka-angka atau informasi lain yang disajikan dalam laporan keuangan yang dapat digunakan oleh auditor sebagai dasar yang layak untuk menyatakan pendapatnya.
  2. 2. Cukup Atau Tidaknya Bukti Audit Hal ini berkaitan dengan kuantitas bukti yang harus dikumpulkan oleh auditor. Factor yang mempengaruhi pertimbangan auditor dalam menentukan cukup atau tidaknya bukti audit adalah: 1. Materialitas Dan Resiko 2. Faktor Ekonomi 3. Ukuran Dan Karakteristik Populasi Kompetensi Bukti Audit Kompetensi bukti audit berhubungan dengan kualitas atau keandalan data akuntansi dan informasi penguat. Kompetensi Data Akuntansi. Keandalan catatan akuntansi dipengaruhi secara langsung oleh efektivitas pengendalian intern. Pengendalian intern yang kuat menyebabkan keandalan catatan akuntansi dan bukti bukti lainnya yang dibuat dalam organisasi klien. Kompetensi Informasi Penguat Dipengaruhi oleh berbagai faktor, berikut ini : 1. Relevansi. 2. Sumber. 3. Ketepatan waktu. 4. Objektivitas, dan. 5. Cara perolehan bukti Tipe Bukti Audit dan Prosedur Audit kegiatan audit adalah membuktikan dapat dipercaya atau tidaknya informasi yang disajikan dalam laporan yang diaudit. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan audit, auditor melakukan kegiatan pengumpulan bukti audit, yaitu hal yang dapat digunakan sebagai bukti untuk mendukung kesimpulan-kesimpulan yang akan diambil oleh auditor. Bukti tersebut meliputi: (1) Tipe Data Akuntansi (2) Tipe Informasi Penguat.
  3. 3. 1. Tipe Data Akuntansi a. Pengendalian Intern Sebagai Bukti yaitu yang digunakan untuk mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi. b. Catatan akuntansi Sebagai Bukti merupakan bukti audit bagi auditor mengenai pengolahan transaksi yang dilakukan oleh klien. 2. Tipe Informasi Penguat. a. Bukti fisik yaitu benda yang secara fisik dapat dilihat, diraba, atau dirasakan, seperti tanah, bangunan, mesin dan peralatan, persediaan, dan sebagainya. b. Bukti dokumentasi yaitu dokumen atau catatan yang mewakili keberadaan dan keabsahan transaksi/kejadian yang terkait dengan laporan yang diuji. Bukti dokumentasi dapat berasal dari luar atau diciptakan sendiri melalui sistem di dalam organisasi Contoh bukti dokumentasi yang berasal dari luar seperti; faktur pembelian, kwitansi pengeluaran kas, hasil konfirmasi, dan sebagainya. Sedangkan contoh bukti yang diciptakan sendiri melalui sistem dalam organisasi seperti; bukti penerimaan kas, bukti pemakaian alat tulis kantor, pemakaian bahan bakar, dan sebagainya. c. Bukti akuntansi, meliputi catatan/buku-buku, seperti buku kas umum, buku kas pembantu, termasuk buku besar (ledger), sub-ledger (kartu-kartu), yang digunakan untuk merekam bukti dokumentasi dalam rangka menunjang proses penyusunan laporan. d. Pernyataan dari manajemen atau stafnya yang dibuat secara tertulis, baik yang diperoleh melalui wawancara maupun dari jawaban tertulis terhadap daftar pertanyaan (questionnaire) yang disampaikan auditor. e. Bukti analisis, yaitu hasil analisis yang dibuat oleh auditor terkait dengan data yang dikumpulkannya melalui proses audit yang dilakukan. Sesuai dengan perkembangan teknologi, bukti dapat pula dalam bentuk pita magnetis, hard-disk, flopy-disk, dan rekaman elektronik lainnya. Untuk memperoleh bukti audit, auditor melaksanakan prosedur audit yang merupakan instruksi terperinci untuk mengumpulkan tipe bukti audit tertentu yang harus diperoleh pada saat
  4. 4. tertentu dalam audit. Prosedur audit yang dipakai oleh auditor untuk memperoleh bukti audit adalah inspeksi, pengamatan, wawancara, konfirmasi, penelusuran, pemeriksaan bukti pendukung, penghitungan, dan scanning. Dalam situasi tertentu, risiko terjadinya kesalahan dan penyajian yang salah dalam akun dan dalam laporan keuangan jauh lebih besar dibandingkan dengan situasi yang biasa. Oleh karena itu, auditor harus waspada jika menghadapi situasi audit yang mengandung risiko besar, seperti contoh berikut ini: pengendalian intern yang lemah, kondisi keuangan yang tidak sehat, manajemen yang tidak dapat dipercaya, penggantian auditor publik yang dilakukan oleh klien tanpa alasan yang jelas, perubahan tarif atau peraturan pajak atas laba, usaha yang bersifat spekulatif, dan transaksi perusahaan yang kompleks. Kewaspadaan ini perlu dimiliki oleh auditor untuk menghindarkan dirinya dari pernyataan pendapat wajar atas laporan keuangan klien yang berisi ketidakjujuran. Dalam proses pengumpulan bukti audit, auditor melakukan empat pengambilan keputusan yang sating berkaitan, yaitu penentuan prosedur audit yang akan digunakan, penentuan besarnya sampel untuk prosedur audit tertentu, penentuan unsur tertentu yang harus dipilih dari populasi, dan penentuan waktu yang cocok untuk melaksanakan prosedur audit tersebut.

×