Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.
Ada Udang di Balik Batu
Ada udang di balik batu
Itu mengharap sesuatu
Memberi uang ada maunya
Menolong orang ada maunya
Me...
Aduhai
Pria:
Indahnya, indahnya aduhai
Wanita:
Manisnya, manisnya aduhai
Duet:
Saat-saat memadu cinta
Saat-saat yang palin...
Pria:
Bersemi, semoga bersemi
Tumbuhlah dan mekarlah cinta sejati
Wanita:
Indahnya, indahnya aduhai
Pria:
Manisnya, manisn...
Air Mata dan Mata Air
Panas sungguh menyengat
Bagai membakar bumi ini
Resah berjuta insan
Di dalam menanti turunnya hujan
...
Ajojing
Duet:
Ajojing yo hayo, ajojing kita bersama ajojing
Ajojing yo hayo, ajojing kita bersama ajojing
Wanita:
Jangan t...
Anak yang Malang
Sungguh tega... orang tua...
Sampai hati... membunuh anaknya
Anaknya
(Sungguh malang nasibmu kawan
Sunggu...
Anaknya Lima
Pria:
Mau kemana adik yang manis
Jalan sendiri tiada berkawan
Di tengah rintiknya hujan gerimis
Badan basah k...
Asam Garam
Wanita:
Garam di laut asam di gunung
Dalam periuk juga bertemu
Tak usah ragu tak usah bingung
Cinta suciku hany...
Pria:
Sungguh cintamu suci mulia
Aku percaya engkau setia
‘Pabila memang harus berpisah
‘Ku rela jadi jejaka tua
Duet:
Gar...
Bangkitlah
Muliakan jangan kau hinakan
Kaummu yang lemah ini
Walaupun luka di hatimu
Dan dendam membara di jiwa
Tinggalkan...
Banyak Jalan Menuju Roma
Banyak jalan menuju roma
Banyak jalan menuju roma
Bila engkau gagal mencapai cita-cita
Coba lagi ...
Bebas
Bebas aku bebas dari belenggu
Bebas sekarang bebas
Tuntas sudah tuntas beban jiwaku
Tuntas sekarang tuntas
Kuhirup k...
Bencana
Masih perlukah air mata
Untuk menangisi dunia
Yang selalu dilanda bencana
Macam-macam malapetaka
Gempa bumi banjir...
Bimbang
Ani, cinta yang pertama
Tiada mudah kulupakan
Ricca, berhati mulia
Cintanya aku dambakan
Mereka teman yang setia
S...
Bismillah
Kalau mau belajar (baca bismillah)
Sesudah belajar (alhamdulillah)
Kalau mau bekerja (baca bismillah)
Sesudah be...
Bisnis
Dengarlah kawan-kawan aku punya cerita
Kisah hidup manusia yang mencapai dewasa
Dari hari ke minggu hingga datangny...
Boleh Saja
He, boleh saja, boleh saja kau cintai dunia
Tapi ingat satu saat kau ‘kan meninggalkannya
Sekarang atau lusa, t...
Buah Duri Neraka
Telah kutanam benih anggur yang merah
Juga benih delima
Tetapi yang tumbuh buah duri neraka
Harus kutelan...
Bunga Surga
Wanita:
Cintaku kepadamu tak akan pernah layu
Bagaikan bunga surga yang segar selamanya
Pria:
Cintaku kepadamu...
Camelia
Camelia… Camelia...
Camelia… Camelia...
Riangmu riangku
Susahmu juga kesusahanku
Camelia… Camelia...
Camelia… Came...
Cinta Kembar
Dedy/Herry:
Aduh, aduh, aduh, jadi pusing
Tambah pusing
Rhoma:
Kenapa
Dedy/Herry:
Ah, ah, ah, jadi bingung
Ta...
Rhoma:
Cintanya gadis kembar dua
Dedy/Herry:
Sya-la-la-la, sya-la-la...
Aku bahagia
Rhoma:
Ya-ya-ya-ya
Dedy/Herry:
Aku bah...
Cinta Segitiga
Tersebutlah kisah dua anak manusia
Mereka begitu saling menyintai dan begitu bahagia
Tetapi, sungguh mereka...
Citra Cinta
Dihiasi alam manusiawi
Dengan cinta sebagai rahmat-Nya
Agar dapat hidup berkasih-sayang
Laki-laki dan perempua...
Dasi dan Gincu
Wanita:
Bukan bahu berbintang bukan leher berdasi
Yang kudambakan pria yang punya hati
Pria:
Bukan alis ber...
Dawai Asmara
Wanita:
Dawai asmara bergetar syahdu
Pria:
Mengalunkan senandung rindu
Wanita:
Belaian mesra membuai jiwa
Pri...
Wanita:
Terkadang lembut dan manja
Cinta membuat terlena
Ada kala bergelora
Bak debur ombak samudera
Wanita:
Pesona cinta ...
Derita
Cukup lama cinta kita bina, cukup lama
Cukup sudah perjuangan kita, cukup sudah
Untuk membina mahligai indah
Rumah ...
Derita di Balik Tawa
Betapa harus ‘ku tersenyum
Sementara hati menangis
Betapa harus ‘ku tertawa
Sementara hatiku luka
Bet...
Deritamu Deritaku
Wanita:
Ke manakah ‘kan kucari
Panjangnya jalan kutelusuri
Panjangnya malam aku lalui
Ke mana perginya p...
Do Mi Sol
Duet:
Do mi sol, mari menyanyi
Do mi sol, mari menyanyi
Mari nyanyi bersama menyanyi tentang cinta
Mari nyanyi b...
Dunia
Dunia, oh, penuh misteri
Dunia, oh misteri
Penuh tantangan, penuh cobaan, penuh misteri
Dunia, oh misteri
Penuh tant...
Engkau
Sebagai ibu dari seorang anak
Kau wanita yang penuh kasih saying
Sebagai istri dari seorang suami
Kau wanita yang p...
Euphoria
Euphoria, euphoria, euphoria kebebasan
Tentu gembira (gembira) ya gembira
Kalau menggapai cita-cita
Tentu berkesa...
Gali Lobang Tutup Lobang
Gali-gali-gali-gali-gali lobang
Gali-gali-gali-gali-gali lobang
Lobang digali menggali lobang
Unt...
Gali lobang tutup lobang
Menggali buat menutup
Gali lobang tutup lobang
Sana rata sini lobang
Gali lobang tutup lobang
Tet...
Gembala
Gembala duhai gembala, tempatmu jauh di desa
Gembala duhai gembala, temanmu hewan belaka
Namun engkau tak pernah m...
Gitar Tua
Hanya gitar tua ini yang aku berikan
Sebagai kenang-kenangan untukmu sayang
Kau anggaplah benda ini pengganti di...
Habis Gelap Terbitlah Terang
Selama hidup di dalam dunia
Tak ‘kan sunyi dari ujian
Lenyap yang satu datang yang lainnya
Be...
Hampir Saja
Wanita:
Semakin malam semakin dingin
Semakin mesra kita berdua
Pria:
Angin yang berhembus di malam ini
Menamba...
Hatimu Hatiku
Wanita:
Kacamatamu memandangiku
Kacamataku memandangimu
Pria:
Hangat pancaran sinar tatapanmu
Membangkitkan ...
Hayo
Hayo, hayo, hayo semua
Hayo, hayo, hayo gembira
Hayo, hayo, hayo semua
Hayo, hayo, hayo gembira
La-la-la-la-la-la, la...
Indonesia
Hijau merimbuni daratannya
Biru lautan di sekelilingnya
Itulah negeri Indonesia
Negeri yang subur serta kaya ray...
Jaga Diri
Jaga-jaga diri, jaga-jaga diri, jaga dirimu, jaga
Jaga-jaga diri, jaga-jaga diri, jaga dirimu, jaga
Jaga-jaga di...
Kaya Hati
Pria:
Bagaimana, Sayang, hidup bersamaku
Dalam rumah tangga apa pun tak punya
Wanita:
Aku bahagia walau hidup su...
Ke Monas
Wanita:
Ke mana, ke mana, kita pergi ke mana
Mencari hiburan di malam Minggu ini
Pria:
Mencari, mencari hiburan m...
Wanita:
Aih, lucu dong ya?
Pria:
Memang lucu sekali
Duet:
Mencari, mencari hiburan malam ini
Jangan jauh-jauh kita ke mona...
Kekasih
Paling disayang tentu sang kekasih
Paling dimanja tentu sang kekasih
Walau dicubit, tapi cubitnya sayang
Walau dig...
Kemarau
Setahun sudah tak turun hujan
Bumi kering menangis retak
Tiada daun walau sepucuk
Tiada air walau setetes
Bagaikan...
Kerinduan
Wanita:
Betapa hati rindu pada dirimu, duhai kekasihku
Segeralah kembali pada diriku, duhai kekasihku
Pria:
Aku ...
Keruntuhan Cinta
Kasih ‘ku teringat selalu
Betapa manisnya senyummu
Takdir mesra kasih memanja
Padaku kau pasrahkan cinta
...
Kuraca
Kuraca kuraca
Oh oh kuraca
Kuraca kuraca
Oh oh kuraca
Mari gembira bersama
Dengan irama kuraca
La-la la-la la-la hu...
Kutunggu
Kutunggu, kutunggu, kau kutunggu
Kunanti, kunanti, kau kunanti
Oh manisku, sayangku
Oh manisku, sayangku
Telah la...
Lagi-lagi Cinta
Bila manusia dilanda cinta
Mata yang belalak seakan buta
Walau banyak celanya kasih nampak sempurna
Walau ...
Lagu buat Kawan
Jangan suka mencela
Apalagi menghina, wahai kawan
Kesalahan berbicara bisa membawa celaka
Jangan menyebar ...
Lain Kepala Lain Hati
Lain lubuk lain airnya, lain pula ikannya
Lain orang lain kepala, lain pula hatinya
Ada yang berbudi...
Langit Pun Berduka
Sudah kau tanamkan mawar di hatiku
Tetapi mengapa kau tancapkan durinya juga
Sudah kau nyatakan setia p...
Lelaki
Sudah biasa bagi setiap lelaki
Lihat wanita aduhai senang sekali
Boleh saja memandang asal tak terlalu lama
Kalau t...
Lidah
Lidah itu sangat tajam
Tajamnya lebih dari pedang
Bicaralah macam-macam
Asal jangan ngomongin orang
Karena dari omon...
Mama
Mama!
Mama kau puspita belahan jiwa
Mama kau jelita hiasan sukma
Mama...
Putihnya hatimu seputih salju
Lestari cintam...
Masa Depan
Sedari kecil sehingga dewasa
Keras berpikir memeras tenaga
Pagi hari sekolah karena harus belajar
Malam hari di...
Masya Allah
Masya Allah...
Sempurna Tuhan menciptakan
Dirimu yang tiada celah
Kurasa engkaulah orangnya
Yang tercantik di ...
Melodi Cinta
Melodi, melodi, melodi cinta, melodinya cinta
Melodi, melodi, melodi cinta, selamanya indah
Bila si dia berpo...
Menggapai Matahari
Wanita:
Tiada hujan tanpa berawan
Tiada bulan tanpa berbintang
Pria:
Tiada juang tanpa rintangan
Tiada ...
Wanita:
Doaku, Sayang, selalu menyertaimu
Pria:
Semoga Tuhan berkenan mengabulkan
Wanita:
Agar diberikan kemudahan
Pria:
K...
Misteri Cinta
Semua indah dan hidup jadi gairah
Gelora jiwa yang jatuh cinta
Rasa bahagia manis madu puspa cinta
Terpadu d...
Nostalgia
Cerita lama tentang asmara
Dua manusia menjalin cinta
Awal bahagia berujung duka
Terhempas, terdampar bahteranya...
Pantun Pinuntun
Walau indah fatamorgana
Tapi ternyata hanya bayangan
Tapi ternyata hanya bayangan
Walaupun indah hidup di ...
Patah Hati
Terlalu besar cintaku padanya
Terlalu sayang hatiku padanya
Ini membuatku patah hati
Kala dia meninggalkan perg...
Pemarah
Jadi orang jangan pemarah
Salah sedikit naik darah
Kalau kita jadi pemarah
Teman jauh rejeki susah
Lebih baik jadi...
Pengabdian
Hidup laksana satu jalan
Berlembah ngarai dan likuan
Penuh onak duri merintang
Hidup memang penuh tantangan
Tet...
Piano
Pria:
Piano, mari main piano
Wanita:
Piano, mari main piano
Duet:
Menyanyi diiringi dengan piano
Menari diiringi den...
Wanita:
Pak Guru, kini aku sudah tahu
Sekarang beri pelajaran baru
Pria:
Memang kau muridku yang nomor satu
Yang kusayangi...
Primadona Desa
Hai bunga primadona desa, kau indah merekah
Izinkan ‘ku memetikmu untuk kutanamkan
Dalam jambangan hati di ...
Puing-puing
Pria:
Puing-puing kenangan masa lalu
Mimpi-mimpi indah hanyalah semu
Lupakan itu semua yang lalu biar berlalu
...
Raib
Bunga desa yang kupuja raib entah ke mana
Tercabut dari jambangan kala badai menyerang
Kalau masih bersemi di manakah...
Rambate Rata Hayo
Pria:
Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul
Begitu harusnya kita bekerja
Wanita:
Dengan bekerja sama...
Rantai-rantai Derita
Rona, rona semerah jingga
Membekas di langit senja membara
Mata, mata yang selalu basah
Tak mampu men...
Romantika
Yang menangis dan yang tertawa
Yang bersedih dan yang gembira
Selalu mewarnai hidup manusia
Baik ia miskin ataup...
Rujuk
Pria:
Maksud hatiku datang kemari
Untuk mengajakmu rujuk kembali
Wanita:
Pikirkan dulu maksud hatimu
‘Ku tak mau nan...
Sampai Pagi
Wanita:
Mari menyanyi
Pria:
Nyanyi yang merdu
Wanita:
Mari menari
Pria:
Nari yang seru
Wanita:
Bergaya
Pria:
R...
Satu Antara Dua
Wanita:
Aku sudah bosan melihat tingkahmu
Selalu pulang malam hai bau minuman
Pria:
Jangan turut campur in...
Sawan Kam Hina
Wanita:
Sawan kam hina, pawan kare sor
Jiarare jum ese, jesebanma nache mor
Pria:
Sawan kam hina, pawan kar...
Pria:
Mojewa kare kya jane ham koi sara
Wanita:
Jana kahahe puche nadiyaki dhara
Pria:
Mojewa kare kya jane ham koi sara
W...
Sayang
Yang, ini aku, kekasihmu yang dahulu
Yang, ini aku, janganlah engkau ragu
Yang, tentu kamu masih ingat suaraku
Yang...
Stop
Sa-da-pak sa-da-pak sa-da-pak sa-da
Sa-da-pak sa-da-pak sa-da-pak sa-da
Sa-da-pak sa-da-pak sa-da-pak sa-da
Sa-da-pak...
Tabir Kepalsuan
Ternyata hatimu buta
Buta karena tabir kepalsuan
Kucoba untuk tidak putus asa
Membuka mata hatimu
Kucoba m...
Tak Terduga
Pria:
Tak pernah kukhayalkan berjumpa denganmu
Sekarang kurasakan hangatnya cintamu
Wanita:
Tak pernah kuimpik...
Tiada Berdaya
Sudah kehendak takdir kita berdua
Berjumpa dan bercinta, berpisah pula
Ayah-ibumu, sayang, telah memilih
Pad...
Tiada Lagi
Tiada lagi duka di hatiku
Sejak kau kembali padaku
Hatiku kini bahagia selalu
Hidup bersamamu kasihku
Tetaplah ...
Wahai Pesona
Pria:
Wahai pesona
Wanita:
Wahai kekasih
Pria:
‘Ku memanggilmu melalui lagu
Nada cinta merayu
Wanita:
Oh waha...
Wanita:
Ho... ho... ho...
Namamu selalu dalam ingatanku, dalam ingatan
Wajahmu selalu di cermin mataku
Pria:
Tiada hari be...
Zulfikar
(Zulfikar) a-ya-ya-ya-ya
(Zulfikar) ya…
(Zulfikar) oi-oi-oi-oi-oi
(Zulfikar) o…i
Zulfikar orang memanggilku
Zulfi...
Cinta Pertama
Kisah cinta yang pertama kali
Oh membawa kenangan bagiku
Serta kepahitan di dalam jiwaku
Yang tiada dapat ku...
Dendam
Apabila ada orang menghina
Jangan engkau balas pula menghina
Karena itu tiada berguna
Cuma akan membawa bencana
Jug...
Gala Gala
Kiniku telah kembali
Kembali padamu kasih
Setelah lama kutinggal pergi..
Lama sudah ku menanti
Menanti memadu ka...
Generasi Muda
Wahai kawan generasi muda
Mengapa engkau asyik terlena?
Menghisap ganja dan sejenisnya
Itu semua merusak jiw...
Gulali
Aa... Oo...
Taman alam jiwa penuh bunga
Rasa suka cita menggelora
Saat tersentuh cinta dilanda asmara
Manis penuh p...
Jana Jana
Hey..hey..hey..hey….
Ha..ha..ha..ha..ha….
Tere bina sooney thhe din
Sooney sooney sare palchin
Sooni badi thi ye...
Tu jo lauteke aya hai
Khushi ka sama laya hai
Likhenge milenne ki kahaniyan
Yaar kabi dobara yun door
Jana jana ja na na…
...
Nafsu Serakah
Di mana-mana di belahan muka bumi ini
Terdengar suara genderang perang silih berganti
Di mana-mana di belaha...
Nilai Sehat
Kekasih tak menggiurkan
Permata tak menakjubkan
Jabatan tak membanggakan
Lingkungan tak menggairahkan
‘Pabila ...
Sama Saja
Perempuan di jaman sekarang
Ada uang wahai abang sayang
Tapi bila waktu tanggung bulan
Kantung kempes hai abang ...
Syahdu
Ha... ha...
Bila kamu di dekatku hati rasa syahdu
Satu hari tak bertemu hati rasa rindu
Ku yakin ini semua perasaan...
Tak Kan Lagi
Tak ‘kan lagi aku menyintai
Tak ‘kan lagi aku menyintai
Dirimu kasih, dirimu kasih
Setelah engkau mengkhianat...
Tersesat
Manusia, banyak manusia tersesat
Banyak yang tersesat
Tak tahu apakah tujuan hidupnya
Di dalam dunia
Sesungguhnya...
Bersatulah
Wahai, ketahuilah
Sesungguhnya Muslim bersaudara
Wahai, berpeganglah
Pada tali Allahu ta’ala
Hayo (hayo) bersat...
Allah (Allah), hanya pada-Nya
Allah (Allah), kita menyembah
Allah (Allah), tunduk dan bertaqwa
Bila datang kebenaran
Pasti...
Generasi Muda II
Hayo generasi muda putra-putri bangsa
Singkirkanlah selimutmu, bangun dan bangkitlah
Bersihkanlah pakaian...
(Mari kita amalkan) mari amalkan
(Mari kita amalkan) mari amalkan
(Mari kita amalkan) mari amalkan
(Mari kita amalkan) mar...
Kabar dan Dosa
Kabar-kabar tentang adzab yang mengerikan
Orang-orang yang menutup mata hati dan inderanya
Berpaling dari s...
Kabar-kabar tentang kejayaan yang tumbang
Sedu-sedan penyesalan mohon ampun sia-sia
Adzab yang pedih berlaku karena ingkar...
Kiamat
Gunung-gunung yang kukuh terpancang
Hari itu akan diterbangkan
Gedung-gedung yang tinggi menjulang
Hari itu akan di...
Menunggu
Wanita:
Sekian lama aku menunggu
Untuk kedatanganmu
Bukankah engkau telah berjanji
Kita jumpa di sini
Datanglah, ...
Modern
Modernisasi yang kini melanda dunia
Menjadi masalah
Ternyata masih banyak yang salah menafsirkannya
Di dalam berkip...
Tak sembahyang bukan modern
Tapi suatu keingkaran
Urakan bukanlah modern
Bahkan nyaris seperti hewan
Memakai jilbab rapi s...
Terserah Kita
Kalau mau melacur, (he), e harus pakai uang
Kalau mau berjudi, e harus pakai uang
(Hu-ha-huhahu)
Mau mabuk-m...
Lain Kepala Lain Hati
Lain lubuk lain airnya, lain pula ikannya
Lain orang lain kepala, lain pula hatinya
Ada yang berbudi...
Puja
Wahai pesona, bagimu puja
‘Ku memujamu melalui lagu nada indah
Untukmu oh wahai pesona
Senandung fitrah
‘Ku memujamu ...
Mardatilla
Sering ‘ku terjaga tiap malam
Sering ‘ku terjaga tiap malam
Selalu terbayang, selalu terkenang
Setiap malam
Ser...
Lebaran
Tibalah sudah pesta lebaran
Hari raya Idul Fitri
Jiwa yang baru, pakaian baru
Cermin kebahagiaan
Sanak-saudara, ha...
Makan-minumlah sepuas hati
Namun jangan berlebihan
Bergembiralah, berbahagialah
Namun tetap dalam iman
Bikin meriah, bikin...
Dua dan Tiga
Pria:
Aku tahu kau sudah janda
Wanita:
Aku pun tahu kau sudah duda
Pria:
Aku tahu anakmu tiga
Wanita:
Aku pun...
Duet:
Mulai kini semua anakmu
‘Kan kuanggap bagai anakku
Wanita:
Eh, anaknya sudah besar-besar belum?
Pria:
Oh, belum, ya ...
Dewa Amor
Amor, Dewa Amor
Kau sungguh ternama dalam dunia cinta
Karena engkaulah dewanya asmara
Amor, Dewa Amor
Namamu aba...
Awet Muda
Apabila Anda mau awet muda
Sesungguhnya mudah sekali obatnya
Usahakan selalu gembira
Walau sesen pun uang tak pu...
Cane
Cane... Cane...
Perawan Betawi, cantiknye alami
Kaye ratu mimpi
Cane... Cane...
Emang di kampungnye diele kembangnye
...
Persaingan
Perkembangan jumlah manusia
Semakin memadati dunia
Maka tanah dan papan dan bidang pekerjaan
Kini merupakan tan...
Persetan
Dulu aku memuja cinta
Sebelum ku tahu cinta yang palsu
Sebelum merana karena cinta
Kini aku membencinya
Setelah k...
Remaja
Aaa... ooo... haa...
O... o...
Indah masa remaja sungguh indah
Indah masa remaja sungguh indah
Hidup penuh gairah d...
Renungkan
Pernahkah sekali saja kau pikir kejadianmu
Atau pernahkah kau tahu ke manakah kembalimu
Dari setitik yang hina k...
Sebujur Bangkai
Badan pun tak berharga sesaat ditinggal nyawa
Anak isteri tercinta tak sudi lagi bersama
Secepatnya jasad ...
Sifana
Coba mencoba lagi, kau mencoba
Goda menggoda lagi, oh, kau menggoda
Tak pernah putus asa, oh Sifana
Coba mencoba la...
Sumbangan
Menyumbang sebenarnya menyumbang
Memberi dengan keikhlasan
Menyumbang sebenarnya menyumbang
Memberi demi ridla T...
Dermawan hayo para dermawan
Menyumbang demi pembangunan
Menyumbang hayo kita menyumbang
Agar merata kemakmuran
Namun hukum...
‘Ku Sayang Padamu
Senyumnya duhai manis sekali
Membuat pria setengah mati
Matanya duhai tajam sekali
Menusuk jauh ke lubuk...
Hari Berbangkit
Hari berbangkit, hari yang pasti ‘kan datang, kawan
Di hari itu semua amal diperlihatkan
Hari berbangkit, ...
Seni
Wahai kawan, kita adalah bangsa yang berketuhanan
Tentu tak pantas kalau kita bersikap seperti syetan
Dan kita adalah...
Seni adalah bahasa (seni adalah bahasa)
Pemersatu antar bangsa (pemersatu antar bangsa)
Seni indah dan mulia (seni indah d...
Hubungan
Pertemuan dengan dirimu di malam itu
Oh sangat berkesan
Pandanganmu sangat tajam
Menembus hatiku, oh menembus hat...
Siapa yang Punya
Pria:
Yang manis siapa yang punya
Wanita:
Yang punya yang bertanya
Yang tampan siapa yang punya
Pria:
Yan...
Pria:
Betapa aku ‘kan menderita
Bila kau tak setia
Wanita:
‘Ku tak yakin dan juga tidak mungkin
Aku dengan yang lain
Wanit...
Joget
Joget, mari joget
Joget, mari joget
Joget, mari joget
Joget, mari joget
La-la-la-la-la la-la-la-la-la-la-la-la
Mari ...
Kampungan
Pria:
Ha!
Wanita:
Aku manusia bukan burung piara
Pria:
Hai, hai
Wanita:
Aku punya nama menyapa seenaknya
Pria:
A...
Pria:
Suit!
Wanita:
Rupanya sengaja engkau ‘kan menggangguku
Pria:
Hai, hai
Wanita:
Nanti kuadukan pada orang tuaku
Pria:
...
Menangis
Aha-ha-ha, ‘ku menangis hatiku menangis
Aha-ha-ha, ‘ku sedih duhai hatiku sedih
Memikirkan nasibku kini
Yang tak ...
Nasibku
Mengapa nasibku selalu begini
Selama hidupku selalu bersedih
Sungguh aku tak mengerti
Sungguh aku jadi sedih
Di ma...
Pantun Cinta
Pria:
Banyak bunga di taman cuma satu kupetik
Banyak anak perawan cuma adik yang cantik
Wanita:
Banyak buah s...
Suara Gendang
Duet:
Dang-dung-da-da-gen-tang
Wanita:
Suara gendang menggebu-gebu
Duet:
Tang-ting-ta-ta-ken-tang
Pria:
Suar...
Baju Satu Kering di Badan
Apakah yang engkau harapkan
Dariku orang yang tak punya
Bagiku patutlah kiasan
Baju satu kering ...
Kasih dan Sayang
Wanita:
Kau kecup bibirku dengan rasa mesra
Kau peluk diriku dengan kasih sayang
Pria:
Aku tak ingin diri...
Terajana
Pernah aku melihat musik di Taman Ria
Iramanya Melayu duhai sedap sekali
Iramanya Melayu duhai sedap sekali
Sulin...
Di tepi pantai
Di tepi pantai cinta bersemi
Ombak putih menari menjadi saksi
O, di tepi pantai
Pasir yang putih warna cint...
Anak Kera
Seekor anak kera
Yang nakal tetapi sangat jenaka
Pergi ke tepi pantai
Tujuannya untuk bermain-main
Ia pergi send...
Anak Pertama
Kini aku gembira yang kutunggu ‘lah tiba
Anakku lahir sudah hai anakku yang pertama
Sungguh cantik rupanya mi...
Anjing dan Sampah
Kau palingkan muka bila ‘ku memandang
Kau percikkan ludah bila ‘ku menyapa
Begitu tega kau patahkan hati...
Jakarta
Jakarta, ibukota Indonesia
Jakarta, kota kebanggaan kita
Jakarta, hai kota metropolitan
Jakarta, penuh dengan kera...
Harta
Sesungguhnya semua harta di dunia
Serta semua kekayaan yang berlimpah
Bukanlah pedoman kebahagiaan
Dan bukan pula se...
Firman Tuhan
Sesungguhnya...
Perilaku kehidupan manusia penuh dengan kerugian
Kecuali...
Orang-orang yang beriman dan sela...
Punya agama punya aturan
Para sarjana para ilmuwan
Lebih sempurna dengan firman Tuhan
Firman Tuhan harus dimuliakan
Firman...
Ke Binaria
Pria:
Ke manakah sayang tujuan kita pergi
Bergembira malam ini
Bergembira malam ini
Wanita:
Terserah padamu ke ...
Mirasantika
Dulu aku suka padamu dulu aku memang suka
(Ya-ya-ya)
Dulu aku gila padamu dulu aku memang gila
(Ya-ya-ya)
Sebe...
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)

109.558 Aufrufe

Veröffentlicht am

Berikut merupakan kumpulan lirik-lirik lagu Rhoma Irama. Jumlah lirik lagu yang terdapat di dalam file sekitar 260an lagu, dari A sampai Z, mulai dari Adu Domba sampai Zulfikar. Enjoy!!

Veröffentlicht in: Unterhaltung & Humor
  • Als Erste(r) kommentieren

Lirik Lagu Rhoma Irama LENGKAP A-to-Z (260an lagu)

  1. 1. Ada Udang di Balik Batu Ada udang di balik batu Itu mengharap sesuatu Memberi uang ada maunya Menolong orang ada maunya Menanam budi ada maunya Bermurah hati ada maunya Ada udang di balik batu Itu mengharap sesuatu Kalau memang kau mau menolong Tuluskan hatimu Percuma saja engkau menolong Kalau ada maumu Kalau memang kau mau menolong Tuluskan hatimu Percuma saja engkau menolong Kalau ada maumu
  2. 2. Aduhai Pria: Indahnya, indahnya aduhai Wanita: Manisnya, manisnya aduhai Duet: Saat-saat memadu cinta Saat-saat yang paling indah Kata-kata bak mutiara Kata-kata dalam bercinta Wanita: Mesranya, mesranya aduhai Pria: Rasanya, rasanya aduhai Wanita: La-la Pria: Hm-hm Wanita: La-la-la Pria: Hm-hm Wanita: La-la-la-la-la-la-la-la-la Pria: La-la-la-la-la-la Wanita: Menyanyi, bersama menyanyi Mencurahkan rasa cinta dalam hati
  3. 3. Pria: Bersemi, semoga bersemi Tumbuhlah dan mekarlah cinta sejati Wanita: Indahnya, indahnya aduhai Pria: Manisnya, manisnya aduhai Duet: Saat-saat memadu cinta Saat-saat yang paling indah Kata-kata bak mutiara Kata-kata dalam bercinta Pria: Mesranya, mesranya aduhai Wanita: Rasanya, rasanya aduhai Pria: La-la Wanita: Hm-hm Pria: La-la-la Wanita: Hm-hm Pria: La-la-la-la-la-la-la-la Wanita: La-la-la-la-la-la Pria: Sang bunga tersenyum merekah Gembira menyambut tiba musim cinta Wanita: Semuanya nampak ceria Seakan turut merasa bahagia
  4. 4. Air Mata dan Mata Air Panas sungguh menyengat Bagai membakar bumi ini Resah berjuta insan Di dalam menanti turunnya hujan Jerit lapar menggema Ratap dan tangis serta doa Tiada putus terucap Dari segelintir orang beriman Air mata pun mengalir Mata air yang mengering Tandus-gersang bumi ini Tiada air setetes Air mata pun mengalir Mata air yang mengering Tandus-gersang bumi ini Tiada air setetes Tuhan, dosa apa kiranya Hingga Kau murkai semua Adzab pedih-Mu yang menggoncangkan hati Tuhan, hanya pada-Mu kami Memohon pertolongan Limpahkanlah semua rasa kasih sayang-Mu Tuhan, kabulkanlah doa kami Biarkan kemarau berlalu pergi
  5. 5. Ajojing Duet: Ajojing yo hayo, ajojing kita bersama ajojing Ajojing yo hayo, ajojing kita bersama ajojing Wanita: Jangan turutkan hati yang sedih Pria: Mari gembira, jangan bersedih Duet: Ajojing yo hayo, ajojing kita bersama ajojing Ajojing yo hayo, ajojing kita bersama ajojing Pria: Kalau kita selalu gembira Hati kita pun jadi lega Jikalau hati kita lega Maka semangat ‘tuk bekerja Duet: Mari ajojing sampai berkeringat Kalau berkeringat badan jadi sehat Yo mari ajojing dengan bersemangat Kalau bersemangat suasana hangat
  6. 6. Anak yang Malang Sungguh tega... orang tua... Sampai hati... membunuh anaknya Anaknya (Sungguh malang nasibmu kawan Sungguh malang nasibmu kawan) Kisah seorang anak yang malang Disiksa orang tuanya Tersiksa-siksa, disiksa dia Sampai menemui ajalnya Entah apa sebabnya Hingga dia disiksa Mungkin karena ulahnya Yang selalu ingin dimanja Sungguh tiada perikemanusiaan Sampai hati berbuat kejam Kisah terjadi di zaman ini Ayah kejam karena ibu tiri Sungguh kasihan anak yang malang Tiada pernah dapat kasih sayang Selama hidupnya sampai mati Hanya siksa yang didapati Tuhan, adakah maaf Bagi ayah ibu berdosa
  7. 7. Anaknya Lima Pria: Mau kemana adik yang manis Jalan sendiri tiada berkawan Di tengah rintiknya hujan gerimis Badan basah kuyup aduh kasihan Wanita: Aku hendak pergi ke rumah Paman Yang tiada jauh dari kampungku Tiada kusangka hari ‘kan hujan Hingga basah kuyup seluruh tubuh Pria: Apakah adik mau abang tolong? Mari bersama kita berpayung Wanita: Aku sangatlah terima kasih Asalkan abang senang di hati Pria: Omong punya omong abang bertanya Adik sudahkah ada yang punya Wanita: Sayang-sayang abang janganlah marah Adik sudahlah punya anak lima
  8. 8. Asam Garam Wanita: Garam di laut asam di gunung Dalam periuk juga bertemu Tak usah ragu tak usah bingung Cinta suciku hanya untukmu Pria: Walaupun jauh kekasih jauh Jikalau jodoh pasti bertemu Aku tak ragu juga tak bingung Karena ‘ku tahu isi hatimu Pria: Bahagia tercapai cita-cita Wanita: Itulah yang kita harapkan Pria: Bagaimana kalau kita berpisah Wanita: Apa yang ‘kan kita lakukan Wanita: Semoga hal itu Pria: Tak akan terjadi Wanita: Andaikan kita harus berpisah Aku tak lagi mau bercinta ‘Kan kujalani hidup di dunia Walau sebagai perawan tua
  9. 9. Pria: Sungguh cintamu suci mulia Aku percaya engkau setia ‘Pabila memang harus berpisah ‘Ku rela jadi jejaka tua Duet: Garam di laut asam di gunung Dalam periuk juga bertemu Tak usah ragu tak usah bingung Cinta suciku hanya untukmu
  10. 10. Bangkitlah Muliakan jangan kau hinakan Kaummu yang lemah ini Walaupun luka di hatimu Dan dendam membara di jiwa Tinggalkanlah lembah hitam Yang penuh noda dan dosa Bangkitlah jangan kau hinakan Kaummu yang lemah ini Jangan kau turuti nafsumu Syetan pun memburu dirimu Kau cari di dunia ini Emas berlian dan harta Melupakan segalanya Mengundang nafsu celaka Kau dendam karena cinta Membalas membabi buta Kepada semua pria Yang juga sama gilanya
  11. 11. Banyak Jalan Menuju Roma Banyak jalan menuju roma Banyak jalan menuju roma Bila engkau gagal mencapai cita-cita Coba lagi dan coba lagi Janganlah dirimu mengenal putus asa Coba lagi dan coba lagi Banyak jalan menuju roma Banyak jalan menuju roma Bila engkau gagal di dalam satu cara Cari lagi cara lainnya Apabila dirimu tidak mengenal lelah Satu masa tercapai jua Tuhan tidak akan merubah nasibmu Kalau engkau tidak mau merubahnya Bukankah pepatah telah mengatakan Ada kemauan pasti ada jalan Siapa mau jaya harus rajin bekerja Siapa mau jaya janganlah putus asa Banyak jalan menuju roma
  12. 12. Bebas Bebas aku bebas dari belenggu Bebas sekarang bebas Tuntas sudah tuntas beban jiwaku Tuntas sekarang tuntas Kuhirup kembali udara merdeka Tanpa dinding pemisah Bagai burung-burung terbang leluasa Tanpa sangkar celaka Bebas aku bebas dari belenggu Bebas sekarang bebas Tuntas sudah tuntas beban jiwaku Tuntas sekarang tuntas Wahai lembah ngarai yang permai ‘Ku rindu berjumpa Desir angin gemercik air ‘Ku rindu suara Wahai alam yang luas lepas Kembali ‘ku datang Menyatu dalam kebebasan Menghamba pada Tuhan Berakhirlah semua beban penderitaan Wahai kasih belahan jiwa ‘Ku rindu berjumpa Setelah bertahun lamanya Takdir memisah kita Tiada hari seindah kini Penuh madu cinta Yang lama terpendam di jiwa Betapa tercurah Berakhirlah semua beban penderitaan Bebas
  13. 13. Bencana Masih perlukah air mata Untuk menangisi dunia Yang selalu dilanda bencana Macam-macam malapetaka Gempa bumi banjir badai topan Yang selalu membawa korban Dan juga ganasnya peperangan Yang menghantui kehidupan Seakan-akan di dunia Tiada lagi keamanan Seakan-akan di dunia Tiada lagi ketenteraman Apakah ini akibat kesombongan manusia Karena sudah merasa menundukkan semesta Agama cuma di lisan tak lagi diamalkan Keimanan pada Tuhan cuma berupa slogan
  14. 14. Bimbang Ani, cinta yang pertama Tiada mudah kulupakan Ricca, berhati mulia Cintanya aku dambakan Mereka teman yang setia Sama mengharapkan diriku Tak mungkin kalau keduanya Karena hati cuma satu Tiada dapat kubedakan Satu di antara dua Kalau harus ‘ku memilih Sungguh aku tak kuasa Haruskah aku menghancurkan Luhurnya nilai sebuah persahabatan Haruskah aku memisahkan Dua insan yang ikhlas di dalam berteman Daripada mereka harus terpecah Lebih baik aku mengalah Bimbang, hati jadi bimbang Tiada dapat memutuskan Goncang, jiwa jadi goncang Lenyaplah kebahagiaan ‘Pabila satu yang kupilih Pasti yang lain menderita ‘Pabila tiada yang kupilih Pasti mereka tak ‘kan rela Tuhan, pada-Mu oh Tuhan Semua ini kuserahkan Apa yang harus kutempuh Engkau Maha Membetulkan
  15. 15. Bismillah Kalau mau belajar (baca bismillah) Sesudah belajar (alhamdulillah) Kalau mau bekerja (baca bismillah) Sesudah bekerja (alhamdulillah) Mulailah setiap pekerjaan dengan membaca (Bismillah) Sudahilah setiap pekerjaan dengan membaca (Alhamdulillah) Kalau mau makan (baca bismillah) Sesudah makan (alhamdulillah) Kalau mau tidur (baca bismillah) Dan bangun tidur (alhamdulillah) Pinter... Tanpa membaca nama Allah Makan minum tiada berkah (Ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya) Tanpa membaca nama Allah Pekerjaan tiada berkah (Ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya) Bagi orang pandai bersyukur Nikmat Allah ‘kan ditambahkan Tapi bagi orang yang kufur Adzab Allah sangat pedih (Hi... serem) Makanya
  16. 16. Bisnis Dengarlah kawan-kawan aku punya cerita Kisah hidup manusia yang mencapai dewasa Dari hari ke minggu hingga datangnya bulan Hampir semua manusia mempunyai acara Ada yang rutin kerja ada yang rileks saja Ada yang perginya setiap hari Kalau ditanya dia bilang bisnis Ada yang perginya sekali-kali Kutanya lalu dia bilang bisnis Tapi ternyata kepergian itu Tiada tentu arah dan tujuan Dia hanya pergunakan bisnisnya Tiada serasi dengan ucapan Darilah itu wahai manusia Mengucap kata Anda harus hati-hati Walaupun itu hanyalah “bisnis” Tapi kata itu mengandung banyak arti Itulah kawan-kawan aku punya cerita Kisah hidup manusia yang mencapai dewasa Dari hari ke minggu hingga datangnya bulan Hampir semua manusia mempunyai acara Ada yang rutin kerja ada yang rileks saja
  17. 17. Boleh Saja He, boleh saja, boleh saja kau cintai dunia Tapi ingat satu saat kau ‘kan meninggalkannya Sekarang atau lusa, tua ataupun muda Yang pasti kau akan mati juga He, berbuatlah, berbuatlah apa yang engkau suka Tapi ingat semua itu ‘kan ada balasannya Baik ataupun jahat, lurus ataupun sesat Semua kembali padamu juga Kemewahan dunia ini Memang sangat menyenangkan hati Tapi kesenangan dunia Penuh dengan tipuan belaka Dari itu waspadalah Jangan sampai terpedaya olehnya
  18. 18. Buah Duri Neraka Telah kutanam benih anggur yang merah Juga benih delima Tetapi yang tumbuh buah duri neraka Harus kutelan pahit terasa Menusuk pedih sampai ke hati Oh, pedih Betapa kejam permainan dunia Yang penuh tipu daya Ternyata sang cinta tak selamanya indah Derita kulalui hari demi hari Sementara kau berpesta penuh cinta Besarnya pengorbanan tiada kau hargai Bak menepis lalat yang hinggap di pipi Tak selamanya indah, tak selamanya indah
  19. 19. Bunga Surga Wanita: Cintaku kepadamu tak akan pernah layu Bagaikan bunga surga yang segar selamanya Pria: Cintaku kepadamu ‘kan selalu bergelora Bagai ombak samudera yang tidak pernah reda Wanita: Semoga yang kita ucapkan Abadi dalam kenyataan Pria: Nanti pun kita membuktikan Semua yang kita ucapkan Duet: Cintaku kepadamu tak akan pernah layu Bagaikan bunga surga yang segar selamanya Wanita: Walau seribu datang mengganggu Cintaku tetap padamu Walau sejuta datang menggoda Cintaku tak ‘kan tergoyah Pria: Tak akan mampu satu rintangan Menghalangi kita Tak akan mampu satu fitnahan Memecahkan kita
  20. 20. Camelia Camelia… Camelia... Camelia… Camelia... Riangmu riangku Susahmu juga kesusahanku Camelia… Camelia... Camelia… Camelia... Hidupmu hidupku Matimu juga kematianku Sungguh tak ‘kan kubiarkan Yang berani menjamakmu ‘Kan kupertaruhkan jiwa ragaku ‘Ku tak rela orang lain Bila menyentuh tubuhmu Karena engkaulah suka dukaku
  21. 21. Cinta Kembar Dedy/Herry: Aduh, aduh, aduh, jadi pusing Tambah pusing Rhoma: Kenapa Dedy/Herry: Ah, ah, ah, jadi bingung Tambah bingung Rhoma: Kenapa Dedy: Kekasihku hai serupa sama manisnya Herry: Kekasihku hai manjanya sama cantiknya Rhoma: Gara-gara cinta Dedy/Herry: Cinta, cinta kembar Rhoma: Gara-gara cinta Dedy/Herry: Cinta, cinta kembar Rhoma: Hm, gara-gara cinta Rhoma: Jangan sampai kalian salah mata Terkicuh karena kembarnya Hati-hatilah di kala bercinta Salah alamat ‘kan celaka Dedy/Herry: Kiranya dua bersaudara
  22. 22. Rhoma: Cintanya gadis kembar dua Dedy/Herry: Sya-la-la-la, sya-la-la... Aku bahagia Rhoma: Ya-ya-ya-ya Dedy/Herry: Aku bahagia Rhoma: Ya-ya-ya-ya Dedy/Herry: Aku bahagia Dedy/Herry: Cinta, cinta kembar Rhoma: Gara-gara cinta Dedy/Herry: Cinta, cinta, cinta kembar Rhoma: Gara-gara cinta Dedy/Herry: Cinta, cinta kembar Rhoma: Gara-gara cinta Dedy/Herry: Cinta, cinta kembar Rhoma: Gara-gara cinta Dedy/Herry: Cinta, cinta kembar
  23. 23. Cinta Segitiga Tersebutlah kisah dua anak manusia Mereka begitu saling menyintai dan begitu bahagia Tetapi, sungguh mereka tidak tahu Apa warna cinta di ujung kisah Kabut hitam membayangi mereka Yang mencekam begitu menyeramkan Biduk cinta tak mencapai tujuan Kandas karam di tengah perjalanan O..., kasihan O..., kasihan Orang yang ketiga memecah mereka Membakar rencana sekejam neraka Cinta segitiga membawa derita Akhir pertemuan membawa kematian A... a... Begitulah sebuah kisah cinta Satu hati untuk dua saudara Tak seorang pun di antara mereka Bahagia dalam khayalan cinta O..., kasihan O..., kasihan
  24. 24. Citra Cinta Dihiasi alam manusiawi Dengan cinta sebagai rahmat-Nya Agar dapat hidup berkasih-sayang Laki-laki dan perempuan Agar dapat mengembangkan keturunan Demi penerus perjuangan Begitulah Tuhan meletakkan Nilai cinta dalam kesucian Jadi janganlah kau menyalahgunakan Sebagai pemuas nafsu syetan Dan juga janganlah cinta kau jadikan Alat pembuat kerusakan Bila datang rasa cinta Hati-hati dan waspada Jaga, pelihara, serta kuasailah Sehingga sampai waktunya Halal bagimu berdua Bila biduk cinta tiba di titik nikah Banyak sudah tunas-tunas muda Berguguran sebelum berkembang Korban dari nafsu birahi durjana Yang mengatasnamakan cinta Janganlah kau menodai citra cinta Yang memang suci dan mulia Syukurilah anugerah cinta Pelihara nilai citra cinta
  25. 25. Dasi dan Gincu Wanita: Bukan bahu berbintang bukan leher berdasi Yang kudambakan pria yang punya hati Pria: Bukan alis berukir bukan bibir bergincu Yang kudambakan gadis yang punya malu Duet: Cinta karena dasi si-si akan segera basi Cinta karena gincu cu-cu akan segera layu Wanita: Jabatan perlu, tampan pun perlu Bahkan emas permata Tetapi cinta di atas segalanya Pria: Berhias perlu, cantik pun perlu Untuk gairah cinta Akhlak mulia hiasan yang utama Duet: Tak guna harta benda da-da Kalau jadi neraka Tak guna wajah indah da-da Kalau jadi bencana
  26. 26. Dawai Asmara Wanita: Dawai asmara bergetar syahdu Pria: Mengalunkan senandung rindu Wanita: Belaian mesra membuai jiwa Pria: Tak terlukiskan bahagia Wanita: Hanyut dalam gelora cinta Pria: Hanyut di dalam suka cita Wanita: Tenggelam dalam madu cinta Pria: Tenggelam di dalam bahagia Duet: Dawai asmara bergetar syahdu Mengalunkan senandung rindu Belaian mesra membuai jiwa Tak terlukiskan bahagia Pria: Syair para pujangga mengabadikan cinta Hati para dewasa pasti tersentuh cinta
  27. 27. Wanita: Terkadang lembut dan manja Cinta membuat terlena Ada kala bergelora Bak debur ombak samudera Wanita: Pesona cinta menggapai sukma Pria: Menjanjikan sejuta indah Wanita: Terbit selera tergugah jiwa Pria: ‘Tuk menyemaikan benih cinta Wanita: Semoga putik ‘kan berbunga Pria: Semoga panggil ‘kan berjawab Wanita: ‘Ku ingin hidup dengan cinta Pria: ‘Ku ingin selalu bersamanya Duet: Pesona cinta menggapai sukma Menjanjikan sejuta indah Terbit selera tergugah jiwa ‘Tuk menyemaikan benih cinta
  28. 28. Derita Cukup lama cinta kita bina, cukup lama Cukup sudah perjuangan kita, cukup sudah Untuk membina mahligai indah Rumah tangga yang bahagia Tapi kini apa yang terjadi Kau bersanding dengan orang lain Tak kusangka engkau tak setia, tak kusangka Tak kuduga begini akhirnya, tak kuduga Kau ciptakan pesta meriah di sela tangisku Kau dirikan bangunan cinta di atas lukaku Kau campakkan diriku ini ke lembah derita Kau lenyapkan harapan hidupku, kau lenyapkan Kau hancurkan seluruh hidupku, kau hancurkan Kuharapkan doamu untukku Agar hatiku tabah selalu Menjalani deritaku ini Sampai akhir hayatku nanti Kuterima kepahitan ini, kuterima ‘Kan kubawa luka hati ini, ‘kan kubawa
  29. 29. Derita di Balik Tawa Betapa harus ‘ku tersenyum Sementara hati menangis Betapa harus ‘ku tertawa Sementara hatiku luka Betapa harus aku tersenyum Sementara hati menangis Betapa harus aku tertawa Sementara hatiku luka Harus kuhadapi kenyataan hidup ini Harus kuatasi kepahitan ini Dan kusadari tiada seorang jua Yang dapat meringankan beban derita diriku ini Betapa harus aku menyanyi Sementara hatiku sedih Betapa harus aku menghibur Sementara hatiku hancur Aku mengerti ini sanksi seorang penyanyi Apa pun yang terjadi, apa pun yang terjadi Apa pun yang terjadi, aku harus menyanyi Aku mengerti ini sanksi seorang penyanyi Apa pun yang terjadi, apa pun yang terjadi Apa pun yang terjadi, aku harus menyanyi Walau hatiku ini penuh terhunjam duri Tiada yang peduli Walau hatiku ini koyak tercabik-cabik Tiada yang peduli Walau hatiku ini sakit meradang perih Tiada yang peduli Walau hatiku ini memekik dan menjerit Tiada yang peduli
  30. 30. Deritamu Deritaku Wanita: Ke manakah ‘kan kucari Panjangnya jalan kutelusuri Panjangnya malam aku lalui Ke mana perginya permata hati Kucari-cari dan tiada kutemui Di mana dia berada kini Ke mana dia harus kucari, oh Wahai angin yang lalu Sampaikanlah laguku Ceritakan kepadanya ‘Ku sangat menantikannya Wahai para kelana Katakanlah padanya Jangan biarkan diriku Tersiksa menanggung rindu Pria: Hatimu dan hatiku telah lama terpadu Hatimu dan hatiku telah lama terpadu ‘Ku mendengar ratapanmu Pria: Derita dirimu deritaku Kerinduanmu kerinduanku Yang lama membeban menghimpit kalbu Kini mencairlah rindu yang membeku Duet: Berlalu sudah badai derita Mekarlah sudah bunga asmara, oh
  31. 31. Do Mi Sol Duet: Do mi sol, mari menyanyi Do mi sol, mari menyanyi Mari nyanyi bersama menyanyi tentang cinta Mari nyanyi bersama menyanyi tentang cinta Pria: ‘Ku cinta padamu Wanita: ‘Ku cinta padamu Pria: ‘Ku sayang padamu Wanita: ‘Ku sayang padamu Duet: Mencurahkan isi hati melalui lagu Bercinta sambil menyanyi duhai lebih syahdu Mencurahkan isi hati melalui lagu Bercinta sambil menyanyi duhai lebih syahdu La-la-la la-la-la-la-la la-la-la-la la-la-la La-la-la la-la-la-la-la la-la-la-la la-la-la Duet: La-la-la la-la-la-la-la la-la-la-la la-la-la
  32. 32. Dunia Dunia, oh, penuh misteri Dunia, oh misteri Penuh tantangan, penuh cobaan, penuh misteri Dunia, oh misteri Penuh tantangan, penuh cobaan, penuh misteri Dunia, oh misteri Ada suka ada duka silih-berganti Ada tangis ada tawa silih-berganti Ada miskin ada kaya ada pembeda Begitulah hidup di dunia Penuh tantangan, penuh cobaan, penuh misteri Dunia, oh misteri Segalanya serba semu fatamorgana Segalanya serba fana pasti binasa Segalanya tiada lama ada akhirnya Begitulah hidup di dunia Fatamorgana, pasti binasa, oh sangat fana Dunia, oh misteri Ada suka ada duka silih-berganti Ada tangis ada tawa silih-berganti Ada miskin ada kaya ada pembeda Begitulah hidup di dunia Penuh tantangan, penuh cobaan, penuh misteri Dunia, penuh misteri
  33. 33. Engkau Sebagai ibu dari seorang anak Kau wanita yang penuh kasih saying Sebagai istri dari seorang suami Kau wanita yang penuh bijaksana Bagaimana aku tak berbahagia Beristrikan wanita mulia Bagaimana aku tak merasa bangga Beristrikan wanita jelita Sungguh sukar dicari bandingnya Seandainya kelak engkau tiada Kurasa tak mungkin ada gantinya Kalau memang kita harus berpisah Selamanya aku akan mendua
  34. 34. Euphoria Euphoria, euphoria, euphoria kebebasan Tentu gembira (gembira) ya gembira Kalau menggapai cita-cita Tentu berkesan (berkesan) ya berkesan Kalau mereguk kebebasan (Ya-o-ya-o-la-la, ya-o ya-o-la-la) Tapi jangan sampai lupa daratan (Ya-o-ya-o-la-la, ya-o ya-o-la-la) Dan juga jangan sampai kebablasan Kini kita tiba pada era kebebasan Awas jangan salah mengartikan kebebasan Bukan bebas lepas melakukan pelanggaran Kebebasan bagi manusia bukanlah tanpa batasan Sebagai makhluk berbudaya kita terikat aturan Indahkanlah norma-norma agama (Ha, ha, ha...) Patuhilah rambu-rambu berbangsa (Ha, ha, ha...) Hindarkanlah segala kemungkaran (Ha, ha, ha...) Hentikanlah tindakan kekerasan (Ha, ha, ha...) Euphoria, euphoria, euphoria, euphoria
  35. 35. Gali Lobang Tutup Lobang Gali-gali-gali-gali-gali lobang Gali-gali-gali-gali-gali lobang Lobang digali menggali lobang Untuk menutup lobang Tertutup sudah lobang yang lama Lobang baru terbuka Gali lobang tutup lobang Pinjam uang bayar hutang Gali lobang tutup lobang Pinjam uang bayar hutang Gali-gali-gali-gali-gali lobang Gali-gali-gali-gali-gali lobang Gali-gali-gali-gali-gali Walau makan sederhana (Makan nasi sambal lalap) Walau baju sederhana (Asal menutup aurat) Walau makan sederhana Walau baju sederhana Walau serba sederhana Asal sehat jiwa raga Dan juga hutang tak punya... Itulah orang yang kaya (hi-hu...) Walau gajinya pas-pasan (Enggak lebih enggak kurang) Walau hidupnya pas-pasan (Asal cukup kebutuhan) Walaupun gajinya pas-pasan Walau hidupnya pas-pasan Walaupun serba pas-pasan Hidup ‘kan merasa terang Asal tak dikejar hutang... Enak tidur enak makan (hi-hu...)
  36. 36. Gali lobang tutup lobang Menggali buat menutup Gali lobang tutup lobang Sana rata sini lobang Gali lobang tutup lobang Tetap saja ada lobang Gali lobang tutup lobang Lobangnya tak pernah hilang Gali lobang tutup lobang Pinjam uang bayar hutang Gali lobang tutup lobang Sana lunas sini hutang Gali lobang tutup lobang Tetap saja ada hutang Gali lobang tutup lobang Hutangnya tak pernah hilang Gali lobang tutup lobang... Pinjam uang bayar hutang...
  37. 37. Gembala Gembala duhai gembala, tempatmu jauh di desa Gembala duhai gembala, temanmu hewan belaka Namun engkau tak pernah merasa susah Walau jauh dari keramaian kota Suling bambu sebagai pengisi waktu Apabila gembala melepas lelah Suling bambu aduhai merdu merayu ‘Kan menggugah hati yang mendengarkannya
  38. 38. Gitar Tua Hanya gitar tua ini yang aku berikan Sebagai kenang-kenangan untukmu sayang Kau anggaplah benda ini pengganti diriku Sebagai ganti diriku ‘Pabila kau rindu padaku Petiklah dan menyanyilah Semoga akan terobati Rasa rindumu padaku Walaupun sudah berpisah hati kita bersatu Memang gitar tua ini menjadi kenangan Juga gitar tua ini yang menjadi saksi Saksi cintamu padaku, cintaku padamu Yang tak akan pernah layu
  39. 39. Habis Gelap Terbitlah Terang Selama hidup di dalam dunia Tak ‘kan sunyi dari ujian Lenyap yang satu datang yang lainnya Begitulah tiada putusnya Bermacam bentuknya ujian Tuhan Yang dibebankan pada insan Semata-mata ‘tuk menguji iman Pembeda yang taqwa dan durhaka Apabila kau menemui musibah Jangan lalu putus asa Bunuh diri itu bukan satu cara Mengatasi masalah Bahkan suatu dosa Apabila kau menemui musibah Sabar serta tawakkallah Supaya kau memperoleh kemenangan Dalam ampunan Tuhan Penuh kebahagiaan Tak selamanya langit itu kelam Satu saat ‘kan cerah juga Hiduplah dengan sejuta harapan Habis gelap akan terbit terang
  40. 40. Hampir Saja Wanita: Semakin malam semakin dingin Semakin mesra kita berdua Pria: Angin yang berhembus di malam ini Menambah cepatnya debaran hatiku Wanita: Sekarang cuma kita berdua Duet: Tak seorang pun melihat kita, ho... ho... Wanita: Jangan lakukan itu, kuasai dirimu Takutlah akan dosa, jangan turuti nafsumu Pria: Kau sadarkan diriku dari godaan syetan Hampir saja, hampir saja Wanita: Peliharalah cinta nan suci Janganlah sampai kita nodai Pria: Maafkanlah sayang kekhilafanku ‘Ku bersumpah tak ‘kan mengulangi lagi Wanita: Semakin malam semakin dingin Duet: Semakin mesra kita berdua, ho... ho...
  41. 41. Hatimu Hatiku Wanita: Kacamatamu memandangiku Kacamataku memandangimu Pria: Hangat pancaran sinar tatapanmu Membangkitkan rasa gelora cintaku Duet: Semakin dalam kau memandangku Semakin cepat debar hatiku, ho... Wanita: Tanpa sepatah kata Tanpa sapa dan tanya Dirimu juga diriku Tenggelam di alam syahdu Matamu dan mataku Hatimu dan hatiku Seakan berkata-kata Mengungkapkan rasa cinta Pria: Lidah terasa kelu tak mampu ‘tuk merayu Lidah terasa kelu tak mampu ‘tuk merayu Terbelenggu pesonamu Wanita: Pertama kali ‘ku memandangmu Pertama kali ‘ku mengenalmu Pria: Ternyata cinta juga bisa tumbuh Walau baru pertama kali bertemu Duet: Semakin dalam kau memandangku Semakin cepat debar hatiku, ho...
  42. 42. Hayo Hayo, hayo, hayo semua Hayo, hayo, hayo gembira Hayo, hayo, hayo semua Hayo, hayo, hayo gembira La-la-la-la-la-la, la-la-la-la-la-la La-la-la-la-la-la, hayo gembira Hayo, hayo, hayo semua Hayo, hayo, hayo gembira Carilah dunia sekuat tenaga Tetapi jangan sampai terlalu juga Bila Anda mencari dunia Seumur hidupmu tak ada puasnya Luangkanlah waktumu untuk gembira Janganlah terlalu sibuk dengan kerja Coba lihat orang serakah Dia sadar tahu-tahu sudah tua, o-ho
  43. 43. Indonesia Hijau merimbuni daratannya Biru lautan di sekelilingnya Itulah negeri Indonesia Negeri yang subur serta kaya raya Seluruh harta kekayaan negara Hanyalah untuk kemakmuran rakyatnya Namun hatiku selalu bertanya-tanya Mengapa kehidupan tidak merata Yang kaya makin kaya Yang miskin makin miskin Yang kaya makin kaya Yang miskin makin miskin Negara bukan milik golongan Dan juga bukan milik perorangan Dari itu jangan seenaknya Memperkaya diri membabi buta Selama korupsi semakin menjadi-jadi Jangan diharapkan adanya pemerataan Hapuskan korupsi di segala birokrasi Demi terciptanya kemakmuran yang merata Bukankah cita-cita bangsa Mencapai negeri makmur sentosa Masih banyak orang hidup dalam kemiskinan Sementara ada yang hidupnya berlebihan Jangan dibiarkan adanya jurang pemisah Yang makin menengah antara miskin dan kaya Bukankah cita-cita bangsa Mencapai negeri makmur sentosa
  44. 44. Jaga Diri Jaga-jaga diri, jaga-jaga diri, jaga dirimu, jaga Jaga-jaga diri, jaga-jaga diri, jaga dirimu, jaga Jaga-jaga diri, jaga-jaga diri, jaga dirimu, jaga Jaga-jaga diri, jaga-jaga diri, jaga dirimu, jaga Jangan sampai salah jalan Dalam liku kehidupan Jangan sampai jadi korban Dalam kancah pergaulan Jaga-jaga diri, jaga-jaga diri, jaga dirimu, jaga Jaga-jaga diri, jaga-jaga diri, jaga dirimu, jaga Jaga-jaga diri, jaga-jaga diri, jaga dirimu, jaga Jaga-jaga diri, jaga-jaga diri, jaga dirimu, jaga Banyak hal yang menyilaukan Dalam rimba kemungkaran Banyak hal yang menggiurkan Dalam jurang kehinaan Kalau tak hati-hati ‘Kan tertarik setengah mati Kalau tidak waspada ‘Kan tergoda setengah gila Pikirlah sebelum melangkah Menyesal itu lagu lama
  45. 45. Kaya Hati Pria: Bagaimana, Sayang, hidup bersamaku Dalam rumah tangga apa pun tak punya Wanita: Aku bahagia walau hidup susah Asalkan dirimu selalu setia Duet: Biarlah miskin harta asalkan kaya hati Pria: ‘Ku berjanji, Sayang, bila aku kaya Kau ‘kan kubelikan emas dan permata Wanita: Walau hidup kaya kurasa tak guna Kalau suamiku tak pernah di rumah Duet: Apa gunanya harta ‘pabila makan hati Pria: Memang tiada mudah jadi ‘rang kaya Bila salah melangkah bisa celaka Wanita: Kebanyakan yang kaya lupa daratan Anak serta isterinya oh dilupakan Duet: Miskin jangan terlalu kaya jangan Baiknya hidup sederhana saja
  46. 46. Ke Monas Wanita: Ke mana, ke mana, kita pergi ke mana Mencari hiburan di malam Minggu ini Pria: Mencari, mencari hiburan malam ini Jangan jauh-jauh, kita ke Monas saja Wanita: Ada apakah kiranya di Monas Hingga kau mengajakku pergi ke sana Pria: Apakah engkau benar belum tahu Ada air mancur yang pandai berjoget Wanita: Ha? Bisa joget? Pria: Apa kau tak percaya? Wanita: Jogetnya seperti manusia? Pria: Ya seperti manusia Wanita: Musiknya ada nggak? Pria: Musiknya tentu ada
  47. 47. Wanita: Aih, lucu dong ya? Pria: Memang lucu sekali Duet: Mencari, mencari hiburan malam ini Jangan jauh-jauh kita ke monas saja Marilah, marilah pergi sekarang saja Kita menyaksikan air mancur di sana
  48. 48. Kekasih Paling disayang tentu sang kekasih Paling dimanja tentu sang kekasih Walau dicubit, tapi cubitnya sayang Walau digigit, tapi gigitnya sayang Disayang-sayang itu sang kekasih Dimanja-manja itu sang kekasih Punya uang untuk sang kekasih Punya barang untuk sang kekasih Lupa kawan ingat sang kekasih Lupa makan ingat sang kekasih Lapar jadi kenyang kalau sudah jumpa kekasih Susah jadi senang kalau sudah jumpa kekasih
  49. 49. Kemarau Setahun sudah tak turun hujan Bumi kering menangis retak Tiada daun walau sepucuk Tiada air walau setetes Bagaikan musafir yang haus Di tengah Gurun Sahara Panas terik sang matahari Bagai akan membakar bumi Begitulah bumi yang kering Menanti hujan menyirami Insan dan hewan turut bersedih Pohon layu kering dan mati Kering dilanda musim kemarau Yang seakan tak mau berhenti Oh Tuhan berikan rahmat-Mu Agar kemarau berlalu
  50. 50. Kerinduan Wanita: Betapa hati rindu pada dirimu, duhai kekasihku Segeralah kembali pada diriku, duhai kekasihku Pria: Aku juga rindu lincah manja sikapmu Aku sudah rindu kasih sayang darimu Duet: Semoga kita dapat bertemu lagi seperti dahulu Supaya kita dapat bercinta lagi seperti dahulu Wanita: Gelisah, hati gelisah, sejak kepergianmu Tak sabar, hati tak sabar, menanti kedatanganmu Pria: Tenangkanlah hatimu, jangan gelisah Aku tahu kau menanti Sabarkanlah hatimu, sabarlah sayang Aku segera kembali
  51. 51. Keruntuhan Cinta Kasih ‘ku teringat selalu Betapa manisnya senyummu Takdir mesra kasih memanja Padaku kau pasrahkan cinta Engkau rela hidup bersama Walaupun di dalam derita Alangkah beruntung diriku Mendapat balasan cintamu Namun apa yang hendak dikata Malang tiada dapat dihindari Kasih tercinta telah kembali Memenuhi panggilan Ilahi Tinggallah puing-puing kenangan Runtuhan dari cinta yang indah Berserak menimbun hati ini Menambah nyeri rasa yang pedih Engkaulah bintang yang tak lelah terang Cahayamu tiada lagi Sirnalah segala harapanku Bak biduk dihempas badai lalu Karamnya cinta dalam hati Bukan karena patah berkasih Namun takdir tak menghendaki Hidup bertiarakan kasih Tinggallah puing-puing kenangan Runtuhan dari cinta yang indah
  52. 52. Kuraca Kuraca kuraca Oh oh kuraca Kuraca kuraca Oh oh kuraca Mari gembira bersama Dengan irama kuraca La-la la-la la-la hura-hura Mari menari bersama Dengan irama kuraca La-la la-la la-la hura-hura Kuraca kuraca Oh oh kuraca Kuraca kuraca Oh oh kuraca Kuraca bukannya ca-ca-ca Kuraca juga bukan sampah Kuraca itu joget gembira Kuraca bukannya ca-ca-ca Kuraca juga bukan sampah Kuraca itu joget gembira Kuraca kuraca Kuraca kuraca Kuraca kuraca Kuraca kuraca Ya-ya-ya
  53. 53. Kutunggu Kutunggu, kutunggu, kau kutunggu Kunanti, kunanti, kau kunanti Oh manisku, sayangku Oh manisku, sayangku Telah lama, telah lama, ‘ku menunggu Telah lama, telah lama, ‘ku menanti Belum juga kau datang Belum juga kau datang Kejam, kejam, betapa kejam Membuat aku lama menanti Janji, janji, mengapa janji Kalau tiada engkau tepati Kurasa engkau pun tahu betapa jemu menanti
  54. 54. Lagi-lagi Cinta Bila manusia dilanda cinta Mata yang belalak seakan buta Walau banyak celanya kasih nampak sempurna Walau jelek orangnya kasih nampak menyala Bila manusia dilanda cinta Hati pun mengembang bagai pahlawan Siapa pun saingan berani berhadapan Jangankan cuma harta jiwa pun dikorbankan Jangan salahkan cinta ‘pabila menderita Bukan cinta yang buta tapi jiwa terlena Kalau jiwa terlena akal pun tak berfatwa Cinta tanpa akal berakibat fatal Main api memang berbahaya Hamil tanpa nikah anak tanpa ayah Lagi-lagi alasan cinta Berhati-hatilah dalam bercinta Tanamkanlah niat suci mulia Aturan permainan cobalah dijalankan Bisik dan rayu syetan janganlah didengarkan Berhati-hatilah dalam bercinta Tanamkanlah niat suci mulia
  55. 55. Lagu buat Kawan Jangan suka mencela Apalagi menghina, wahai kawan Kesalahan berbicara bisa membawa celaka Jangan menyebar fitnah Di antara sesama, wahai kawan Jujurlah dalam bicara, janganlah suka berdusta Berdosa... (o ya, ya) Berdosa... Bersihkanlah hati jangan saling membenci Atau berprasangka yang tak pasti Saling menghormati itu lebih terpuji Tanamkanlah rasa cinta-kasih Perangilah rasa iri dan serakah Yang menimbulkan kehancuran semata Milikilahbudi-pekerti mulia Capailah damai sejahtera...
  56. 56. Lain Kepala Lain Hati Lain lubuk lain airnya, lain pula ikannya Lain orang lain kepala, lain pula hatinya Ada yang berbudi ada pendengki Ada yang peramah ada pemarah Lain lubuk lain airnya, lain pula ikannya Lain orang lain kepala, lain pula hatinya Tanya dirimu, termasuk orang yang manakah Wow-wow-wow-wow Supaya tahu siapakah Anda sebenarnya Bila ternyata Anda termasuk yang celaka Wow-wow-wow-wow Perbaikilah kelakuan Anda secepatnya Kalau sudah ada kemudi mudah mengarahkannya Kalau sudah mengenal diri mudah ‘tuk merubahnya Bila kau pendusta coba jujurlah Bila kau pendosa coba sadarlah Lain lubuk lain airnya, lain pula ikannya Lain orang lain kepala, lain pula hatinya
  57. 57. Langit Pun Berduka Sudah kau tanamkan mawar di hatiku Tetapi mengapa kau tancapkan durinya juga Sudah kau nyatakan setia padaku Mengapa kau ingkari juga Membuat hatiku kecewa Ke mana kubawa sepi jiwa ini Ke mana kubawa hati pedih karena cinta Musnahlah harapan ‘tuk menggapai cita Hujan turun tercurah sudah Kiranya langit pun berduka Memang cintamu bagai embun pagi Sirna apabila disinar mentari Basah pipiku berlinang selalu Sungguh kau tega putuskan cinta Hujan pun turun tercurah sudah Kiranya langit pun turut berduka Kiranya langit pun berduka Kiranya langit pun berduka
  58. 58. Lelaki Sudah biasa bagi setiap lelaki Lihat wanita aduhai senang sekali Boleh saja memandang asal tak terlalu lama Kalau terlalu lama itu bisa berbahaya Boleh saja memandang asal tak memperhatikan Kalau memperhatikan bisa kemasukan syetan Yang lebih parah kalau seorang lelaki Lihat wanita itu sudah jadi hobi Boleh saja memandang janganlah seperti hewan Kalau lihat wanita seakan mau menerkam Jangan lihat wanita seperti melihat mangsa Pandangilah wanita, oh dengan rasa kasihan ‘Pabila Anda berjalan tundukkan kepala Jagalah mata, jagalah, jangan jelalatan Bila melihat wanita segera palingkan Karena wanita adalah suatu godaan
  59. 59. Lidah Lidah itu sangat tajam Tajamnya lebih dari pedang Bicaralah macam-macam Asal jangan ngomongin orang Karena dari omongan Bisa menimbulkan salah paham Karena dari omongan Bisa menimbulkan keributan Lidah senjata utama Bagi keselamatan Anda Pandai-pandailah menjaga Lidahmu kala berbicara Kalau bicara baik seperlunya Jangan bicara kalau sia-sia Kalau bicara baik seadanya Jangan bicara kalau berdusta
  60. 60. Mama Mama! Mama kau puspita belahan jiwa Mama kau jelita hiasan sukma Mama... Putihnya hatimu seputih salju Lestari cintamu Pahitnya derita pedihnya jiwa Kau telan semua demi diriku Kesetiaanmu tiada dua Dan pengabdianmu memelas rasa Mama... Sebagai isteriku kau juga sebagai temanku Bahkan kau pengganti ibuku Seluruh hidupmu kau baktikan demi cintamu Dan kau relakan deritamu Mama... Mama... sungguh hatiku terharu Mama... Mama... bertambah jua cintaku
  61. 61. Masa Depan Sedari kecil sehingga dewasa Keras berpikir memeras tenaga Pagi hari sekolah karena harus belajar Malam hari di rumah masih harus belajar Juga biaya banyak dikorbankan Demi membangun hidup masa depan Kalau yang dimaksudkan membangun masa depan Cuma rumah dan sedan oh sangat menyedihkan Karena semua pasti ditinggalkan Masa depan sejati akhirat yang hakiki Tak percuma tenaga tak percuma biaya Bila hasilnya bahagia abadi Capailah dengan yang Tuhan berikan Negeri akhirat rumah masa depan Namun jangan kau lupa nasibmu di dunia Walaupun sementara tapi nikmati juga Dunia hanya tempat persinggahan Ladang akhirat dan bukan tujuan
  62. 62. Masya Allah Masya Allah... Sempurna Tuhan menciptakan Dirimu yang tiada celah Kurasa engkaulah orangnya Yang tercantik di jagad raya Mustahil lelaki tak tergila-gila Mustahil lelaki tak memuja-muja Sempurna Tuhan menciptakan Dirimu yang tiada celah Memandang bibirmu yang selalu basah Sama seperti memandang mangga muda Memandang matamu yang sayu merayu Sama seperti memandang safir biru Yaboi Masya Allah Yaboi yaboi Masya Allah Selama jantungku berdenyut Apa maumu ‘kan kuturut Sebelum darahku membeku ‘Ku rela jadi sahayamu Mustahil dirimu dapat kulupakan Mustahil cintaku dapat terpadamkan Selama jantungku berdenyut Apa maumu kan kuturut
  63. 63. Melodi Cinta Melodi, melodi, melodi cinta, melodinya cinta Melodi, melodi, melodi cinta, selamanya indah Bila si dia berpolah, ‘ku tak pernah marah Bila si dia yang marah, itu hanya manja, sayang Supaya disayang-sayang, inginnya disayang Melodi, melodi, melodi cinta, melodinya cinta Melodi, melodi, melodi cinta, selamanya indah ‘Pabila dalam liku bercinta Terdapat tempat duka Itu bunga bahagia Derita dalam lembaran cinta Walau sakit terasa Itu garamnya cinta Yang menambah-nambah kasih-sayang Yang menambah-nambah keindahan Yang menambah-nambah kerinduan Yang menambah-nambah kemesraan Melodi, melodi, melodi cinta Melodi, melodi, melodi cinta Melodi, melodi, melodi cinta Melodi, melodi, melodi cinta Melodi, melodi, melodi cinta Melodi, melodi, melodi cinta
  64. 64. Menggapai Matahari Wanita: Tiada hujan tanpa berawan Tiada bulan tanpa berbintang Pria: Tiada juang tanpa rintangan Tiada menang tanpa tantangan Wanita: Tiada kumbang tanpa penyengat Tiada bunga tanpa kelopak Pria: Tiada senang tanpa keringat Tiada jaya tanpa bekerja Wanita: Dalam musibah pasti ‘kan ada hikmah Pria: Habis gelap pasti ‘kan terbit terang Wanita: Sabar, tawakkal, serta berjuang Pria: Tanpa menyerah dan putus asa Wanita: Di dalam menggapai matahari Pria: Menggapai segala cita-cita
  65. 65. Wanita: Doaku, Sayang, selalu menyertaimu Pria: Semoga Tuhan berkenan mengabulkan Wanita: Agar diberikan kemudahan Pria: Kemudahan serta kelapangan Wanita: Di dalam menggapai matahari Pria: Menggapai segala cita-cita
  66. 66. Misteri Cinta Semua indah dan hidup jadi gairah Gelora jiwa yang jatuh cinta Rasa bahagia manis madu puspa cinta Terpadu dalam sejuta rasa Untuk kebahagiaan cinta ‘kan minta pengorbanan Itu penderitaan nilai sebuah pengabdian Siksa derita dan seribu bahagia Terpendam dalam misteri cinta Banyak manusia yang terbuai dan dilanda Tanpa tahu hakikinya cinta (Misteri Cinta) Cinta tak terbeli dengan harta Juga dengan permata Bahkan tak tunduk pada penguasa Cinta tak terbendung oleh luka Juga oleh bencana Bahkan tak tertahan oleh senjata (Kalau dijaga-jaga) cinta makin membara (Kalau diancam-ancam) cinta makin dalam (Kalau dipaksa-paksa) cinta akan meronta (Kalau dicegah-cegah) cinta akan menerjang segala
  67. 67. Nostalgia Cerita lama tentang asmara Dua manusia menjalin cinta Awal bahagia berujung duka Terhempas, terdampar bahteranya Hancurlah, sirnalah cita-cita Setelah lama masa berpisah Tiada terduga kini berjumpa Bertemu muka bertatap mata Berdebar, bergetar tali jiwa Terkenang, terbayang nostalgia Sejuta rasa merasuk jiwa Berkecamuk dalam dada Kelu dan kaku serasa lidah Tak mampu untuk berkata Namun sinar mata tiada mungkin berdusta Seakan-akan membuka semua rahasia Berdebar, bergetar tali jiwa Terkenang, terbayang nostalgia Berdebar, bergetar tali jiwa Terkenang, terbayang nos-tal-gi-a...
  68. 68. Pantun Pinuntun Walau indah fatamorgana Tapi ternyata hanya bayangan Tapi ternyata hanya bayangan Walaupun indah hidup di dunia Walaupun indah hidup di dunia Tapi ternyata, tapi ternyata Tapi ternyata hanya cobaan Tapi ternyata, tapi ternyata Tapi ternyata hanya cobaan Boleh cinta dan boleh sayang Asalkan jangan terlalu dalam Asalkan jangan terlalu dalam Harta dan jiwa boleh melayang Harta dan jiwa boleh melayang Asalkan jangan, asalkan jangan Asalkan jangan iman dan Islam Asalkan jangan, asalkan jangan Asalkan jangan iman dan Islam Orang pasti ‘kan dipercaya Asalkan saja selalu jujur Asalkan saja selalu jujur Hidup yang miskin terasa kaya Hidup yang miskin terasa kaya Asalkan saja, asalkan saja Asalkan saja pandai bersyukur Asalkan saja, asalkan saja Asalkan saja pandai bersyukur
  69. 69. Patah Hati Terlalu besar cintaku padanya Terlalu sayang hatiku padanya Ini membuatku patah hati Kala dia meninggalkan pergi Seluruh cinta tercurah padanya Seluruh sayang tertumpah padanya Sungguh aku tak bisa mengerti Teganya dia mengkhianati Baru kini aku mengalami Betapa sakitnya patah hati Derita tiada terperih Tiada mungkin akan terobati Luka karena patah hati ini Kecuali dia mau kembali Untuk hidup bersamaku lagi Tak ‘kan bersemi benih cinta lagi Walaupun datang seribu pengganti
  70. 70. Pemarah Jadi orang jangan pemarah Salah sedikit naik darah Kalau kita jadi pemarah Teman jauh rejeki susah Lebih baik jadi peramah Salah sedikit maafkanlah Kalau kita jadi peramah Teman banyak rejeki mudah Banyak ruginya jadi pemarah Musuh berada dimana-mana O-ya-ya... O-ya-ya... Banyak untungnya jadi peramah Teman berada dimana-mana O-ya-ya... O-ya-ya...
  71. 71. Pengabdian Hidup laksana satu jalan Berlembah ngarai dan likuan Penuh onak duri merintang Hidup memang penuh tantangan Tetapi inilah suratan Berlaku bagi tiap insan Hidup adalah pengabdian Pengabdian kepada Tuhan, kepada Tuhan Dalam rumah tangga ada pengabdian Sesama keluarga Di dalam negara ada pengabdian Sesama warganya Dalam pergaulan ada pengabdian Di antara teman Dalam beragama ada pengabdian Hamba pada Tuhan Sesama manusia ada kewajiban Memberi dan menerima Begitu dengan alam kita berkaitan Pasti saling membutuhkan Di dalam pengabdian ada pengorbanan Itu sanksi kehidupan Agar tak sia-sia semua pengorbanan Lakukanlah pengabdianmu semata-mata lilla...h
  72. 72. Piano Pria: Piano, mari main piano Wanita: Piano, mari main piano Duet: Menyanyi diiringi dengan piano Menari diiringi dengan piano Piano, mari main piano Piano, mari main piano Wanita: Pak Guru Not ini apa namanya Pria: Yang mana? Pria: Re-la-la-fa-la-la-re Wanita: Pak Guru, yang ini apa namanya Pria: Yang mana lagi? Pria: Mi-do-do-sol-do-do-mi
  73. 73. Wanita: Pak Guru, kini aku sudah tahu Sekarang beri pelajaran baru Pria: Memang kau muridku yang nomor satu Yang kusayangi selama hidupku Wanita: Pak Guru Not ini apa namanya Pria: Yang mana? Pria: Re-la-la-fa-la-la-re Wanita: Pak Guru, kalau yang ini apa namanya Pria: Yang mana lagi? Pria: Mi-do-do-sol-do-do-mi Wanita: Pak Guru, kini aku sudah tahu Sekarang beri pelajaran baru Pria: Memang kau muridku yang nomor satu Yang kusayangi selama hidupku
  74. 74. Primadona Desa Hai bunga primadona desa, kau indah merekah Izinkan ‘ku memetikmu untuk kutanamkan Dalam jambangan hati di taman sanubari Sebagai tumpang sari semerbak mewangi Hai bunga primadona desa, kau indah merekah Alam sekitar menjadi saksi Jadi saksi akan keindahanmu Kicau burung-burung Memuji penciptaanmu Aneka bunga merasa iri Iri hati akan keindahanmu Karena kumbang-kumbang Bersaing mempersuntingmu Donna-donna-don primadona desa Donna-donna-don primadona desa Donna-donna-don primadona desa Donna-donna-don primadona desa
  75. 75. Puing-puing Pria: Puing-puing kenangan masa lalu Mimpi-mimpi indah hanyalah semu Lupakan itu semua yang lalu biar berlalu Biarkan itu semua terkubur bersama waktu Dan anggaplah semua tak pernah terjadi Dan marilah membina hidup baru lagi Puing-puing kenangan masa lalu Mimpi-mimpi indah hanyalah semu Lupakan itu semua yang lalu biar berlalu Biarkan itu semua terkubur bersama waktu Pria: Kemilau sarwah harta bukan itu harapan Gemilang ketenaran bukan itu tujuan Namun yang kudamba kedamaian Hanya yang kudamba ketenteraman Wanita: Siapa pun dirimu senantiasa cintaku Siapa pun dirimu senantiasa sayangku Pria: Relung-relung hati yang dulu sunyi Hari-hari kita yang dulu sepi Cinta yang nyaris memudar kini bersemi kembali Bak bunga merekah mekar gairah merasuk hati ‘Kan kutempuh sisa hari dari hidupku Bersamamu dan selalu mendampingimu Relung-relung hati yang dulu sunyi Hari-hari kita yang dulu sepi Duet: Cinta yang nyaris memudar kini bersemi kembali Bak bunga merekah mekar gairah merasuk hati Cinta yang nyaris memudar kini bersemi kembali Bak bunga merekah mekar gairah merasuk hati Cinta yang nyaris memudar kini bersemi kembali Bak bunga merekah mekar gairah merasuk hati
  76. 76. Raib Bunga desa yang kupuja raib entah ke mana Tercabut dari jambangan kala badai menyerang Kalau masih bersemi di manakah rimbanya Kalaupun sudah mati di mana pusaranya Taman tiada indah lagi tanpa kau bunga desa Hati tak ceria lagi tanpa kau bunga desa Bunga-bunga di taman Terkulai turut bersedih Karena sang primadona telah pergi Kumbang-kumbang kelana Siapa yang menemukannya Akan kutukar dengan bunga seribu
  77. 77. Rambate Rata Hayo Pria: Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul Begitu harusnya kita bekerja Wanita: Dengan bekerja sama, yang susah jadi mudah Begitu harusnya kita bekerja Duet: Rambate rata hayo, rambate rata hayo Mari kita bersatu kalau memang mau maju Rambate rata hayo, rambate rata hayo Singsingkan lengan baju demi tujuan yang satu Duet: Hidup di dunia tidaklah sendirian Kita pasti membutuhkan teman Untuk saling mengisi, untuk saling memberi Janganlah merasa diri paling utama Di antara sesama manusia Karena tanpa mereka kau bukan apa-apa
  78. 78. Rantai-rantai Derita Rona, rona semerah jingga Membekas di langit senja membara Mata, mata yang selalu basah Tak mampu menahan gejolak jiwa Bangkit meronta Laksana gelombang garang Ingin melepaskan semua belenggu Rantai-rantai derita Rona, rona semerah jingga Membekas di langit senja membara Nasib si miskin berkawan dengan derita Begitu erat seakan tak mungkin berpisah Maut baginya terkatung hijau dan megah Sedangkan hidup mendera tak mengenal iba Ilahi jua tempat pertolongan Manusia hanya berkata kasihan Rona, rona semerah jingga Mengungkap derita insan yang papa Mata, mata yang selalu basah Tercermin hausnya akan bahagia Hidup sengsara penuh dengan kemiskinan Duka yang menimpa tiada hentinya Sepanjang jalan dunia Sepanjang jalan dunia Sepanjang jalan dunia Sepanjang jalan dunia
  79. 79. Romantika Yang menangis dan yang tertawa Yang bersedih dan yang gembira Selalu mewarnai hidup manusia Baik ia miskin ataupun kaya Yang jelata dan yang ternama Yang tak punya dan yang berada Pasti merasakan suka dan duka Itu romantika hidup di dunia Jangan lupa daratan Apabila dalam kegembiraan Dan jangan putus asa Apabila di dalam kesedihan Sedih dan gembira tak ‘kan selamanya Semua ‘kan sirna, ganti, dan berubah Tidak peduli siapa pun dia Tak berarti yang kaya Selalu hidup dalam kegembiraan Tak berarti yang papa Selalu hidup di dalam kesedihan Di sana letaknya keadilan Tuhan Sedih dan gembira sama diberikan Keduanya itu sebagai ujian Romantika hidup di dunia
  80. 80. Rujuk Pria: Maksud hatiku datang kemari Untuk mengajakmu rujuk kembali Wanita: Pikirkan dulu maksud hatimu ‘Ku tak mau nanti bercerai lagi Pria: Ternyata tak kuasa ‘ku berpisah darimu Baru kini terasa aku membutuhkanmu Wanita: Juga itu sayang yang aku rasakan Pria: Maafkan sayang kesalahanku Yang dahulu telah menceraikanmu Wanita: Semua itu telah berlalu Kini mulailah hidup yang baru
  81. 81. Sampai Pagi Wanita: Mari menyanyi Pria: Nyanyi yang merdu Wanita: Mari menari Pria: Nari yang seru Wanita: Bergaya Pria: Rapi-rapi Wanita: Menyanyi Pria: Jali-jali Duet: Menari sampai besok pagi Duet: Sekali-sekali sih boleh dong Daripada-daripada bengong Mikirin utang numpuk segudang Lebih baik kita senang-senang
  82. 82. Satu Antara Dua Wanita: Aku sudah bosan melihat tingkahmu Selalu pulang malam hai bau minuman Pria: Jangan turut campur ini urusanku ‘Ku sekedar minum tak mabuk-mabukan Wanita: Mabuk atau tidak itu sama saja Pria: Ih, lain dong Wanita: Ah, jangan ngomong Wanita: Baik kau pilih saja satu antara dua Aku isterimu atau minuman Pria: Bila itu maumu tentu akan kupilih Yang paling kusayang pasti minuman Wanita: Ha? Pria: Eh, isteri, salah ngomong Wanita: Jikalau begitu berjanjilah kini Mulai saat ini tak ‘kan minum lagi Pria: Baik nyonya besar aku ‘kan berjanji Mulai saat ini tak ‘kan minum lagi Duet: Memanglah minuman tiada gunanya
  83. 83. Sawan Kam Hina Wanita: Sawan kam hina, pawan kare sor Jiarare jum ese, jesebanma nache mor Pria: Sawan kam hina, pawan kare sor Jiarare jum ese, jeseban ma nache mor Wanita: Rama gajab dhae, ye purwayya Pria: Neyya sambhalo kise koe hoke wayya Wanita: Rama gajab dhae, ye purwayya Pria: Neyya sambhalo kise koe hoke wayya Wanita: Hai, purwayya ke age chalena koi jor Jiarare jum ese, jesebanma nache mor Pria: Ho... Duet: Sawan kam hina, pawan kare sor Jiarare jum ese, jeseban ma nache mor
  84. 84. Pria: Mojewa kare kya jane ham koi sara Wanita: Jana kahahe puche nadiyaki dhara Pria: Mojewa kare kya jane ham koi sara Wanita: Jana kahahe puche nadiyaki dhara Pria: Merzihe tum hari le jao kise or Jiarare jum ese, jesebanma nache mor Wanita: Ho... Pria: Jinke balam beri gaehe bidesewa Ae he leke unke pyarkasandesewa Jinke balam beri gaehe bidesewa Ae he leke unke pyarkasandesewa Wanita: Sari mat wori gathae gan gor Jiarare jum ese, jesebanma nache mor Duet: Sawan kam hina, pawan kare sor Jiarare jum ese, jeseban ma nache mor Jiarare jum ese, jeseban ma nache mor Jiarare jum ese, jeseban ma nache mor
  85. 85. Sayang Yang, ini aku, kekasihmu yang dahulu Yang, ini aku, janganlah engkau ragu Yang, tentu kamu masih ingat suaraku Yang, tentu kamu tak lupa kepadaku Yang, sayang Bukankah telah kita rencanakan Hari pesta perkawinan Tentunya telah engkau persiapkan ‘Tuk menyambut aku datang Hatiku tak sabar lagi ingin segera berjumpa Betapa bahagia nanti saat bersanding berdua Yang, ini aku, kekasihmu yang dahulu Yang, ini aku, janganlah engkau ragu Yang, tunggu aku ‘tuk segera menjelangmu Yang, tunggu aku betapa hati rindu Yang, sayang
  86. 86. Stop Sa-da-pak sa-da-pak sa-da-pak sa-da Sa-da-pak sa-da-pak sa-da-pak sa-da Sa-da-pak sa-da-pak sa-da-pak sa-da Sa-da-pak sa-da-pak sa-da-pak sa-da Stop perdebatan, stop pertengkaran Stop permusuhan, stop pertikaian Mari kita (mari kita) saling asih (saling asih) Mari kita (mari kita) saling asuh (saling asuh) Mari kita saling asih, mari kita saling asuh Hargai pendapat orang bila terdapat beda pandangan Sejauh tidak ada yang dirugikan Stop perdebatan, stop pertengkaran Stop permusuhan, stop pertikaian Trang-tang-tang-tang dung-dung-dung dang-dang-dang-dang Dang-dang dung-dung dang-dang dang-dang Dang-dung-dang dang-dang-dung-dung-dang Dung-drang-tang-tang Aduhai sayang waktu yang berharga Habis terbuang dibakar angkara Tujukan pandang arah masa depan Masih banyak yang harus dikerjakan Agama, bangsa, dan negara menagih bagimu, kawan Mari kita berlomba-lomba ‘tuk berbuat kebajikan Keimanan dan kesadaran jadikanlah sebagai landasan Stop perdebatan, stop pertengkaran Stop permusuhan, stop pertikaian Jangan kita (jangan kita) saling benci Jangan kita (jangan kita) saling dengki Jangan kita saling benci, jangan kita saling dengki Gauli setiap insan sebagai kau ingin diperlakukan Tebarkan dan budayakan kasih sayang Stop perdebatan, stop pertengkaran Stop
  87. 87. Tabir Kepalsuan Ternyata hatimu buta Buta karena tabir kepalsuan Kucoba untuk tidak putus asa Membuka mata hatimu Kucoba menguakkan tabir Penghalang cintamu dan cintaku ‘Ku tahu kau terjerat dan terbenam Dalam kepalsuan ‘Ku tak dapat lagi membedakan Siapa dan yang mana Wahai angin pengembara Terbangkan tirai penghalang di hatinya Agar merasakan getarannya jiwa Wahai burung duta suara Dendangkan lagu untuknya tentang cinta Agar hirau akan hatiku yang lara Apakah belum juga kau mengerti Atau memang tiada cinta lagi Telah kupaparkan segalanya padamu Siapa diriku Kini kuserahkan kepadamu untuk Menentukan sikapmu ‘Kan kuterima itu walaupun hati Pedih dan merana Karena ‘ku tahu tak seorang pun bisa Memaksakan cinta Oh, oh, oh, oh
  88. 88. Tak Terduga Pria: Tak pernah kukhayalkan berjumpa denganmu Sekarang kurasakan hangatnya cintamu Wanita: Tak pernah kuimpikan hidup bahagia Sekarang kurasakan indahnya dunia Pria: Rupanya diriku beruntung sekali Seorang bidadari datang menghampiri Wanita: Sama-sama tak menduga Bahwa kita ‘kan berjumpa Duet: Lama-lama jatuh cinta Karena selalu berdua Pria: Semua yang terjadi takdir-Nya Ilahi Jikalau memang jodoh tak perlu dicari Wanita: Semenjak bersamamu tenteram hatiku Bagiku hanya kamu tumpuan hidupku
  89. 89. Tiada Berdaya Sudah kehendak takdir kita berdua Berjumpa dan bercinta, berpisah pula Ayah-ibumu, sayang, telah memilih Pada jodoh yang lain, ‘ku tak berdaya ‘Ku tak berdaya Maafkan aku, kasih, bukan aku tak sudi Menerima cintamu setulus hati Asal engkau bahagia, rela ‘ku melepasmu Turutilah kehendak orang tuamu Selamat berpisah, sayang, kuiring doa Semoga kau bahagia sepanjang masa Sudah kehendak takdir kita berdua Berjumpa dan bercinta, berpisah pula ‘Ku tak berdaya
  90. 90. Tiada Lagi Tiada lagi duka di hatiku Sejak kau kembali padaku Hatiku kini bahagia selalu Hidup bersamamu kasihku Tetaplah kini kau di sisiku Jangan lagi kau tinggal diriku Tiada lagi duka di hatiku Sejak kau kembali padaku Kala engkau pergi ku merasa sunyi Tiada kasih sayang yang aku rasakan Itu berlalu sudah Engkau kembali sudah Janganlah lagi kau tinggal diriku Setelah kurasa bahagia Semoga kita tak berpisah lagi Kuharap untuk selamanya Tetaplah kini kau di sisiku Jangan lagi kau tinggal diriku La-la-la-la-la… La-la-la-la-la-la… Hmmm-hmmm…
  91. 91. Wahai Pesona Pria: Wahai pesona Wanita: Wahai kekasih Pria: ‘Ku memanggilmu melalui lagu Nada cinta merayu Wanita: Oh wahai pesona, wahai kekasih Aku mendengar panggilan cintamu Dalam lagu merayu Duet: Oh wahai pesona Pria: Namamu selalu dalam ingatanku, dalam ingatan Wajahmu selalu di cermin mataku Tiada hari berlalu tanpa cintamu, tanpa cintamu Wanita: O... begitu pula bayang wajahmu Selalu saja menggoda Wanita: ‘Ku memanggilmu melalui lagu Nada cinta merayu Duet: Oh wahai pesona
  92. 92. Wanita: Ho... ho... ho... Namamu selalu dalam ingatanku, dalam ingatan Wajahmu selalu di cermin mataku Pria: Tiada hari berlalu tanpa cintamu, tanpa cintamu Wanita: Oh begitu pula bayang wajahmu Selalu saja menggoda Wanita: ‘Ku memanggilmu melalui lagu Nada cinta merayu Duet: Oh wahai pesona, wahai kekasih ‘Ku memanggilmu melalui lagu Nada cinta merayu Oh wahai pesona
  93. 93. Zulfikar (Zulfikar) a-ya-ya-ya-ya (Zulfikar) ya… (Zulfikar) oi-oi-oi-oi-oi (Zulfikar) o…i Zulfikar orang memanggilku Zulfikar itulah namaku Sebagai penyanyi kutempuh hidup ini Menghibur hati yang sedang sedih Menghibur hati yang sedih Zulfikar orang memanggilku Zulfikar itulah namaku (Zulfikar, Zulfikar, Zulfikar, Zulfikar) Zulfikar orang memanggilku Zulfikar itulah namaku Kerjaku sebagai penyanyi ‘Tuk menghibur hati yang sedih (he) Tugasku membuat orang cemberut jadi tertawa (Ha-ha-ha-ha-ha-ha…) Dan juga membuat orang merana jadi bahagia (Hi-hu…y) Tugasku membuat orang pemurung jadi periang (Ha-ha-ha-ha-ha-ha…) Dan juga membuat orang yang tua merasa muda (Hi-hu…y) Marilah bergembira lupakan kesedihan Menyanyi bersamaku berdendang dalam lagu (Zul-Zul-Zulfikar, Zul-Zul-Zulfikar Zul-Zul-Zulfikar, Zul-Zul-Zulfikar) Zulfikar orang memanggilku (Zul-Zul-Zulfikar, Zul-Zul-Zulfikar) Zulfikar itulah namaku (Zul-Zul-Zulfikar, Zul-Zul-Zulfikar) Zulfikar orang memanggilku (Zul-Zul-Zulfikar, Zul-Zul-Zulfikar) Zulfikar itulah namaku (Zul-Zul-Zulfikar, Zul-Zul-Zulfikar)
  94. 94. Cinta Pertama Kisah cinta yang pertama kali Oh membawa kenangan bagiku Serta kepahitan di dalam jiwaku Yang tiada dapat kulupakan La-la-la-la-la-la-la, la-la-la-la-la-la-la Karena dia senantiasa yang kupuja Semenjak dahulu sampai pada saat ini Cukup kiranya berkesan cerita hidupku Walaupun ia tiada lagi bersamaku
  95. 95. Dendam Apabila ada orang menghina Jangan engkau balas pula menghina Karena itu tiada berguna Cuma akan membawa bencana Juga pada orang yang menyakiti Jangan engkau balas pun menyakiti Serahkan saja kepada Dia Yang Maha Besar lagi Perkasa Murka Tuhan lebih besar daripada murkamu Juga pembalasan Tuhan pasti akan lebih pedih Dari itu lenyapkan dendam Jangan engkau turuti syetan
  96. 96. Gala Gala Kiniku telah kembali Kembali padamu kasih Setelah lama kutinggal pergi.. Lama sudah ku menanti Menanti memadu kasih Penuh rasanya rindu dihati.. Oh tiada terkira rindu segala gala galanya.. Oh tiada terkira rindu segala gala gala gala galanya.. Oh tiada terkira rindu segala gala galanya.. Oh tiada terkira rindu segala gala gala gala gala gala galanya.. Kurindu gayamu ketika bercanda Tawa lepas renyah ceria Kurindu gayamu ketika bermanja Meluluhkan segenap jiwa Kurindu bagaimana engkau memuji Ketika ku meraju Kurindu bagaimana kau mengasihi Ketika ku bersedih
  97. 97. Generasi Muda Wahai kawan generasi muda Mengapa engkau asyik terlena? Menghisap ganja dan sejenisnya Itu semua merusak jiwa Sehingga banyak pula istilah Yang dipakai generasi muda STUNNING katanya FLYING katanya Apabila sudah mabuk ganja Bukankah engkau harapan bangsa Dan penerus generasi tua Bukankah engkau wahai pemuda Tulang punggungnya negara kita Mari lupakan Mari lenyapkan Seluruh jenis narkotika
  98. 98. Gulali Aa... Oo... Taman alam jiwa penuh bunga Rasa suka cita menggelora Saat tersentuh cinta dilanda asmara Manis penuh pesona gulali dunia Taman alam jiwa penuh bunga Rasa suka cita menggelora Saat tersentuh cinta dilanda asmara Manis penuh pesona gulali dunia Gul-gulali dunia, manisnya merasuk ke dalam jiwa Meronai rasa berselera sukma bergairah Gembira, bahagia Semua nampak indah, aduhai manisnya Duh manis gula gulali dunia Manis tiada tara Gul-gulali dunia, manisnya merasuk ke dalam jiwa Meronai rasa berselera sukma bergairah Gembira, bahagia Semua nampak indah, aduhai manisnya Semua nampak indah, aduhai manisnya Duh manis gula gulali dunia Manis tiada tara Hm-hm-hm-hm-hm-hm-hm... Hm-hm-hm-hm-hm-hm-hm...
  99. 99. Jana Jana Hey..hey..hey..hey…. Ha..ha..ha..ha..ha…. Tere bina sooney thhe din Sooney sooney sare palchin Sooni badi thi ye meri duniya Tu jo lauteke aya hai Khushi ka sama laya hai Likhenge milenne ki kahaniyan Yaar kabi dobara yun door Jana jana ja na na… Pyar bhulake sara yun door Jana jana jana jana jana na Yaar kabi dobara yun door Jana jana ja na na… Pyar bhulake sara yun door Jana jana jana jana jana jana na Tera wo badli se chaand ke jaise Chhatte pe sajke nikalna Teri deedarrre sey ho ke rosyan Wo meri shaamme ka dhalna Raaton mein wo tere nam ki sham ma Tan hayee mein jalna Teri khayalon mein lamha lamha Wo mera pighal na Tere bina sooney thhe din Sooney sooney sare palchin Sooni badi thi ye meri duniya
  100. 100. Tu jo lauteke aya hai Khushi ka sama laya hai Likhenge milenne ki kahaniyan Yaar kabi dobara yun door Jana jana ja na na… Pyar bhulake sara yun door Jana jana jana jana jana na Yaar kabi dobara yun door Jana jana ja na na… Pyar bhulake sara yun door Jana jana jana jana jana jana na Ye faasley ab tere mere Darmeyan na rahenge Tere hi dar pe zingagi hai Teri hi hoke rehege Pearli hui maayoo siyanthi Jage naye ar maa a..a… Bangke raho youhi umrer saari Is dil ke mey hay ..ma Tere bina sooney thhe din Sooney sooney sare palchin Sooni badi thi ye meri duniya Tu jo lauteke aya hai Khushi ka sama laya hai Likhenge milenne ki kahaniyan Yaar kabi dobara yun door Jana jana ja na na… Pyar bhulake sara yun door Jana jana jana jana jana na Yaar kabi dobara yun door Jana jana ja na na… Pyar bhulake sara yun door Jana jana jana jana jana jana na
  101. 101. Nafsu Serakah Di mana-mana di belahan muka bumi ini Terdengar suara genderang perang silih berganti Di mana-mana di belahan muka bumi ini Teramat banyaknya bergelimpangan manusia mati Itu karena nafsu serakah Manusia yang ingin berkuasa Dengan segala kelicikannya Berlakulah halal segala cara Apakah sekarang Berlaku lagi hukum rimba Golongan yang kuat Menindas golongan yang lemah Segelintir orang Yang haus akan kekuasaan Membuat dunia Penuh dengan penderitaan Hentikanlah penindasan Hentikanlah kedzoliman Kapan kiranya akan tegak keadilan A..h Di mana-mana Hampir di seluruh punggung dunia Terdengar suara keluhan manusia yang gelisah Di mana-mana Hampir di seluruh punggung dunia Banyak manusia jadi mangsa dari sesamanya Itu karena sang manusia Sudah lupa kepada penciptanya Agama hanya pelengkap belaka Manusia telah bertuhan dunia
  102. 102. Nilai Sehat Kekasih tak menggiurkan Permata tak menakjubkan Jabatan tak membanggakan Lingkungan tak menggairahkan ‘Pabila penyakit bersarang di badan Dunia tak lagi menjadi ukuran Yang manis pahit di lidah Yang indah buruk di mata Yang kaya miskin di dada Yang gagah lemah di rasa ‘Pabila penyakit bersarang di badan Dunia tak lagi menjadi ukuran Sebagai ujian Sakit pasti datang pada tiap insan Dzikirkanlah nama-Nya Sabar tawakkallah mohon kesembuhan Semoga musibah membawa hikmah Menghapuskan dosa Bahagia, paling bahagia Yang sehat walau tak punya Berharga, paling berharga Yang sehat dia terkaya Peribahasa hidup dengan nasi dan garam Gairah selera penuh kelezatan Jagalah sehatmu kawan Syukuri nikmat-Nya Tuhan Gunakan sehatmu kawan Juanglah di jalan Tuhan Betapa tingginya nilai kesehatan Itulah hartamu yang tak terbandingkan
  103. 103. Sama Saja Perempuan di jaman sekarang Ada uang wahai abang sayang Tapi bila waktu tanggung bulan Kantung kempes hai abang ditendang Yang cantik yang manis semua sama saja Wahai kawanku kaum lelaki Coba dengar nasehatku ini Apabila mau mencari istri Hendaklah anda berhati-hati Jangan memilih karena cantik wajahnya
  104. 104. Syahdu Ha... ha... Bila kamu di dekatku hati rasa syahdu Satu hari tak bertemu hati rasa rindu Ku yakin ini semua perasaan cinta Tetapi hatiku malu untuk menyatakannya Bila kamu di dekatku hati rasa syahdu Satu hari tak bertemu hati rasa rindu Bila cintaku terbalas oh bahagia sekali Tapi bila tak terbalas ku tak sakit hati Karena aku menyadari siapa aku ini Tak sepadan tak setinggi Tak patut kaucintai Cukup bahagia hatiku Bila bertemu denganmu Cukup bahagia hatiku Dapat memandang wajahmu
  105. 105. Tak Kan Lagi Tak ‘kan lagi aku menyintai Tak ‘kan lagi aku menyintai Dirimu kasih, dirimu kasih Setelah engkau mengkhianati Tak ‘kan lagi aku menyintai Dirimu kasih, dirimu kasih Setelah engkau mengkhianati Tak ‘kan lagi aku menyintai Tak ‘kan lagi Dan sekarang semua telah berubah Sejak engkau terlena dalam pelukannya Tak kusangka, sungguh tak kusangka Kau mudah melupakan semua ucapan Bahagialah bersamanya Aku rela hidup menderita Demi tak menodai kebahagiaanmu ‘Kan kutempuh sisa hidup ini Tanpa cinta lagi sampai ‘ku mati Walau penuh air mata ‘Kan kutempuh sisa hidup ini ‘Kan kutempuh sisa hidup ini Tanpa cinta lagi sampai ku mati Walau penuh air mata Tak ‘kan lagi aku menyintai Dirimu kasih, dirimu kasih Setelah engkau mengkhianati Tak ‘kan lagi aku menyintai Tak ‘kan lagi aku menyintai
  106. 106. Tersesat Manusia, banyak manusia tersesat Banyak yang tersesat Tak tahu apakah tujuan hidupnya Di dalam dunia Sesungguhnya mereka itu buta Tak melihat kebesaran Tuhannya Sehingga maksiat dikira surga Senanglah mereka melakukannya Cukup banyak sudah Nabi-Nya Yang diturunkan ke dunia Untuk menyampaikan risalah Pada seluruh manusia Belum sampaikah ke telinga Kabar tentang negeri yang baka Negeri tempat tujuan kita Ke surga atau neraka Manusia, banyak manusia tersesat Banyak yang tersesat Tak tahu apakah tujuan hidupnya Di dalam dunia Mereka hanyalah berlomba-lomba Dalam segala urusan dunia Begitulah mereka selamanya Sampai menuju ke liang kuburnya
  107. 107. Bersatulah Wahai, ketahuilah Sesungguhnya Muslim bersaudara Wahai, berpeganglah Pada tali Allahu ta’ala Hayo (hayo) bersatu-padu Hayo (hayo) dan seirama Hayo (hayo) seiman sejalan Berpedoman pada Qur’an Mari galang persatuan (Berpedoman pada Qur’an Mari galang persatuan) Hayo (hayo) bersatu-padu Hayo (hayo) dan seirama Hayo (hayo) rapatkan barisan Agar semua musuh Islam Tak ‘kan punya kesempatan (Agar semua musuh Islam Tak ‘kan punya kesempatan) Janganlah kalian suka berpecah-belah Laksana buih di atas lautan Selalu diombang-ambingkan Jiwa dan raga juga harta Jiwa dan raga juga harta Kita relakan demi agama Dan demi tegaknya kebenaran Kita semua tak ‘kan rela Kita semua tak ‘kan rela ‘Pabila ada yang coba-coba Mengganggu dan merusak aqidah
  108. 108. Allah (Allah), hanya pada-Nya Allah (Allah), kita menyembah Allah (Allah), tunduk dan bertaqwa Bila datang kebenaran Pasti hancur kebatilan (Bila datang kebenaran Pasti hancur kebatilan) Hayo (hayo) bersatu-padu Hayo (hayo) dan seirama Hayo (hayo) seiman sejalan Berpedoman pada Qur’an Mari galang persatuan (Berpedoman pada Qur’an Mari galang persatuan)
  109. 109. Generasi Muda II Hayo generasi muda putra-putri bangsa Singkirkanlah selimutmu, bangun dan bangkitlah Bersihkanlah pakaianmu, pandanglah ke muka Tegaknya agama ada di pundakmu Masa depan bangsa ada di tanganmu Tonggak-tonggak tua bergugurlah selalu (Coba renungkan itu) coba renungkan (Coba renungkan itu) coba renungkan (Coba renungkan itu) coba renungkan (Coba renungkan itu) coba renungkan (Dan tinggalkanlah) segala bentuk kemaksiatan (Dan tinggalkanlah) segala bentuk kemungkaran (Dan tinggalkanlah) segala bentuk kejahatan (Dan tinggalkanlah) segala bentuk kenakalan (Dan tinggalkanlah) segala bentuk kemalasan (Dan tinggalkanlah) segala bentuk kebodohan (Dan tinggalkanlah) segala bentuk yang hanya merugikan Hayo generasi muda putra-putri bangsa Singkirkanlah selimutmu, bangun dan bangkitlah Bersihkanlah pakaianmu, pandanglah ke muka Engkaulah harapan Wahai generasi muda insan beragama Tunjukkanlah bahwa Anda berakhlak mulia Sinarilah wajah bangsa dengan keimanan Siapa pun Anda mari amalkanlah Jangan cuma kata mari nyatakanlah Agar citra bangsa harum dan mulia
  110. 110. (Mari kita amalkan) mari amalkan (Mari kita amalkan) mari amalkan (Mari kita amalkan) mari amalkan (Mari kita amalkan) mari amalkan (Jadi pejabat) jadilah pejabat yang taqwa (Jadi karyawan) jadilah karyawan yang taqwa (Jadi pelajar) jadilah pelajar yang taqwa (Jadi seniman) jadilah seniman yang taqwa (Jadi pedagang) jadilah pedagang yang taqwa (Jadi petani) jadilah petani yang taqwa (Jadi apa pun) jadilah apa pun yang selalu bertaqwa Wahai generasi muda insan beragama Tunjukkanlah bahwa Anda berakhlak mulia Sinarilah wajah bangsa dengan keimanan Engkaulah harapan
  111. 111. Kabar dan Dosa Kabar-kabar tentang adzab yang mengerikan Orang-orang yang menutup mata hati dan inderanya Berpaling dari seruan kebenaran ajaran Tuhan Kehancuran, malapetaka baginya Kabar-kabar tentang nikmat kemuliaan Orang-orang yang menaklukkan nafsunya dengan taqwa Melaksanakan seruan kebenaran ajaran Tuhan Kedamaian, kebahagiaan baginya Mengejar keuntungan, menjual kehormatan Mengejar ketenaran, menjerumuskan teman Berdusta itu dosa, menghina juga dosa Menipu itu dosa, mengganggu juga dosa Berjudi itu dosa, mencuri juga dosa Memfitnah itu dosa Berzina juga dosa, dosa, dosa Kabar duka dan gembira Sering sudah disampaikan Cobalah menganalisa Memetik suri tauladan Sudahkah Anda yakin percaya Surga dan neraka itu ada Syetan durjana musuh yang nyata Iman yang lemah jadi mangsanya Kekuasaan sewenang-wenang Pasti datang kebinasaan Kemunafikan, kedurhakaan Pasti datang kutukan Tuhan
  112. 112. Kabar-kabar tentang kejayaan yang tumbang Sedu-sedan penyesalan mohon ampun sia-sia Adzab yang pedih berlaku karena ingkar pada Tuhan Utamakan kesadaran agama Segala keonaran segera diamankan Betapa kerusakan korban bergelimpangan Berdusta itu dosa, menghina juga dosa Menipu itu dosa, mengganggu juga dosa Berjudi itu dosa, mencuri juga dosa Memfitnah itu dosa Berzina juga dosa, dosa, dosa Dosa...
  113. 113. Kiamat Gunung-gunung yang kukuh terpancang Hari itu akan diterbangkan Gedung-gedung yang tinggi menjulang Hari itu akan ditumbangkan Hari itu hari kiamat Hari yang menghancurkan jagat Hari itu hari kiamat Hari yang menghancurkan umat Lautan yang selalu bergelombang Hari itu akan ditumpahkan Langit yang penuh dengan bintang Hari itu akan dihempaskan Hari itu hari kiamat Hari yang menghancurkan jagat Hari itu hari kiamat Hari yang menghancurkan umat Hari itu tiada lagi perlindungan Hari itu tiada lagi pertolongan Semua orang ketakutan Jeritan tangis memilukan Rasa kengerian mencekam Maut menyelubungi alam Hari itu tak berguna lagi harta Hari itu tak berharga lagi nyawa Semua makhluk dimusnahkan Seluruh alam dihancurkan Darah ‘kan menjadi lautan Kepingan bangkai berserakan Terangnya cahaya matahari Hari itu akan dipadamkan Semuanya isi perut bumi Hari itu akan dimuntahkan Hari itu hari kiamat Hari yang menghancurkan jagat Hari itu hari kiamat Hari yang menghancurkan umat
  114. 114. Menunggu Wanita: Sekian lama aku menunggu Untuk kedatanganmu Bukankah engkau telah berjanji Kita jumpa di sini Datanglah, kedatanganmu kutunggu Telah lama, telah lama ‘ku menunggu Derita hidup yang kualami Duhai pahit sekali Pada siapa aku berbagi Kalau bukan padamu Datanglah, kedatanganmu kutunggu Telah lama, telah lama ‘ku menunggu Wanita: Selain dirimu kasih Tiada yang lain lagi Tempat menyandarkan diri Mencurahkan isi hati Lama sekali aku menanti Kedatanganmu kekasih Betapa hati tidak ‘kan sedih ‘Pabila aku sendiri Sekian lama aku menunggu Untuk kedatanganmu Bukankah engkau telah berjanji Kita jumpa di sini Datanglah Pria: Kini ‘ku datang padamu Senyumlah, sambutlah kedatanganku ‘Ku tahu engkau lama menunggu Untuk kedatanganku Memang sengaja ‘ku menggodamu Ingin tahu hatimu Senyumlah, sambutlah kedatanganku Curahkan segala isi hatimu
  115. 115. Modern Modernisasi yang kini melanda dunia Menjadi masalah Ternyata masih banyak yang salah menafsirkannya Di dalam berkiprah Modern dicerna sebagai kebebasan Bebas lepas tanpa adanya batasan Kumpul kebo bukan modern Tapi suatu kemesuman Mabuk-mabuk bukan modern Tapi suatu kemungkaran Karena takut dikatakan ketinggalan zaman E, ikut-ikutan Saringlah dulu apa yang datangnya dari Barat Jangan asal telan Ambil isi dan campakkanlah kulitnya Ambil yang baik dan campakkan buruknya Berkemajuan dan juga berpendidikan Di dalam segala bidang ini modern Kemanusiaan tinggi nilai peradaban Di segala pergaulan ini modern Mari membangun-ngun negara-ra Dengan landasan-san agama Modernisasi yang kini melanda dunia Menjadi masalah Ternyata masih banyak yang salah menafsirkannya Di dalam berkiprah Modern dicerna sebagai kesombongan Tidak percaya lagi kepada Tuhan
  116. 116. Tak sembahyang bukan modern Tapi suatu keingkaran Urakan bukanlah modern Bahkan nyaris seperti hewan Memakai jilbab rapi sopan dan beradab Dan ini perintah Tuhan dipersoalkan Pakaian mini yang membangkitkan birahi Dan mengundang kejahatan tak keberatan Bila aurat-rat terbuka-ka Pemerkosaan-an melanda
  117. 117. Terserah Kita Kalau mau melacur, (he), e harus pakai uang Kalau mau berjudi, e harus pakai uang (Hu-ha-huhahu) Mau mabuk-mabukan, (he), e harus pakai uang Mau haram-haraman, e harus pakai uang Ternyata jalan ke neraka mahal harganya Walaupun mahal anehnya banyak yang suka Melaksanakan zakat (he), hanya bagi yang mampu Melaksanakan haji hanya bagi yang mampu (Hu-ha-huhahu) Mengerjakan sembahyang (he), tidak usah membayar Mengerjakan puasa tidak usah membayar Ternyata jalan yang ke surga murah harganya Walaupun murah anehnya banyak yang ogah Kalau nanti ada yang masuk ke surga Itu karena dia memang berusaha Kalau nanti ada yang masuk neraka Bukan karena Tuhan tak sayang hamba-Nya Semua terserah kita Kalau suka melacur, (he), penyakit akibatnya Kalau suka tak jujur, tak akan dipercaya (Hu-ha-huhahu) Kalau suka mencuri, (he), penjara akibatnya Kalau suka berjudi, tak akan bisa kaya Ternyata jalan ke neraka teramat susah Walaupun susah anehnya banyak yang maksa Kalau suka sembahyang, (he), hidup ‘kan jadi tenang Kalau suka puasa, sehat jiwa dan raga (Hu-ha-huhahu) Kalau suka sedekah (he), harta akan berlimpah Kalau suka peramah teman akan bertambah Ternyata jalan yang ke surga teramat indah Walaupun indah anehnya banyak yang ogah
  118. 118. Lain Kepala Lain Hati Lain lubuk lain airnya, lain pula ikannya Lain orang lain kepala, lain pula hatinya Ada yang berbudi ada pendengki Ada yang pemarah ada peramah Lain lubuk lain airnya, lain pula ikannya Lain orang lain kepala, lain pula hatinya Tanya dirimu, termasuk orang yang manakah Ya-ya-ya-ya Supaya tahu siapakah Anda sebenarnya Bila ternyata Anda termasuk yang celaka Ya-ya-ya-ya Perbaikilah kelakuan Anda secepatnya Kalau sudah ada kemudi mudah mengarahkannya Kalau sudah mengenal diri mudah ‘tuk merubahnya Bila kau pendusta coba jujurlah Bila kau pendosa coba sadarlah Lain lubuk lain airnya, lain pula ikannya Lain orang lain kepala, lain pula hatinya
  119. 119. Puja Wahai pesona, bagimu puja ‘Ku memujamu melalui lagu nada indah Untukmu oh wahai pesona Senandung fitrah ‘Ku memujamu melalui lagu nada indah Untukmu oh wahai pesona Namamu selalu dalam ingatanku Dalam ingatan Walau wajahmu tak mungkin kukhayalkan Tiada hari berlalu tanpa kasihmu Tanpa sayangmu (o...) Begitu pula cinta sucimu selalu saja menyerta ‘Ku memujamu melalui lagu nada indah Untukmu oh wahai pesona (Ho... ho... ho...) Hidup mati kupersembahkan untukmu Hanya untukmu Tiada yang kucinta selain darimu Apa pun kurelakan demi kasihmu Demi sayangmu (o...) Tak siapa pun dapat mencegah cintaku kepadamu
  120. 120. Mardatilla Sering ‘ku terjaga tiap malam Sering ‘ku terjaga tiap malam Selalu terbayang, selalu terkenang Setiap malam Sering ‘ku terjaga tiap malam Sering ‘ku terjaga tiap malam Pikiranku terbang di antara bintang Pikiranku terbang di antara bintang Jauh menerawang ke alam khayalan Mungkinkah ‘ku jumpa dia yang kucinta Oh Mardatilla Tak sesuatu pun yang aku dambakan Tak sesuatu pun yang aku dambakan Dan tak seorang pun yang aku rindukan Melebihi dia, melebihi dia Oh Mardatilla
  121. 121. Lebaran Tibalah sudah pesta lebaran Hari raya Idul Fitri Jiwa yang baru, pakaian baru Cermin kebahagiaan Sanak-saudara, handai dan taulan Saling bersilaturrahmi Peluk dan cium, tangis dan tawa Saling bermaaf-maafan (Minal ‘aidin wal faizin, maafkan lahir dan batin Minal ‘aidin wal faizin, halal bihalal ya’llah amin) Dosa-dosa (yang disengaja) Hari ini (mohon ikhlaskan) Dosa-dosa (yang tak sengaja) Di hari ini (mohon hapuskan) Di hari raya, miskin dan kaya Semua sama gembira Zakat fitrah dan zakat harta Yang mempersatukan kita Pandai-pandailah mengambil hikmah Hari raya yang mulia Tingkatkan iman, amal, dan taqwa Serta perkuat ukhuwah (Minal ‘aidin wal faizin, maafkan lahir dan batin Minal ‘aidin wal faizin, halal bihalal ya’llah amin) Dosa-dosa (yang disengaja) Hari ini (mohon ikhlaskan) Dosa-dosa (yang tak sengaja) Di hari ini (mohon hapuskan)
  122. 122. Makan-minumlah sepuas hati Namun jangan berlebihan Bergembiralah, berbahagialah Namun tetap dalam iman Bikin meriah, bikin gembira Di hari raya lebaran Kepada Allah panjatkan syukur Jangan buka pintu syetan (Minal ‘aidin wal faizin, maafkan lahir dan batin Minal ‘aidin wal faizin, halal bihalal ya’llah amin) Dosa-dosa (yang disengaja) Hari ini (mohon ikhlaskan) Dosa-dosa (yang tak sengaja) Di hari ini (mohon hapuskan)
  123. 123. Dua dan Tiga Pria: Aku tahu kau sudah janda Wanita: Aku pun tahu kau sudah duda Pria: Aku tahu anakmu tiga Wanita: Aku pun tahu anakmu dua Wanita: Eh, anaknya nakal-nakal nggak? Pria: Oh, nggak, cuma itu suka naik-naik, begitu Wanita: Ha, bahaya dong Pria: Bagaimana kalau kita bersatu Demi anakmu demi anakku Bagaimana kalau kita bersatu Demi dirimu demi diriku Wanita: Anakmu dua dan anakku tiga Kini semua hai menjadi lima Pria: Aku mau engkau pun mau Wanita: Apa lagi yang kita tunggu
  124. 124. Duet: Mulai kini semua anakmu ‘Kan kuanggap bagai anakku Wanita: Eh, anaknya sudah besar-besar belum? Pria: Oh, belum, ya lebih kecil dari saya sedikit Wanita: Ha, gawat dong
  125. 125. Dewa Amor Amor, Dewa Amor Kau sungguh ternama dalam dunia cinta Karena engkaulah dewanya asmara Amor, Dewa Amor Namamu abadi dalam setiap hati Hati yang pernah merasa jatuh cinta Amor, Dewa Amor Dewa Amor bersenjatakan panah Dibidikkan pada hati remaja Barang siapa terkena panahnya Berarti ia sedang jatuh cinta Dewa Amor dewa asmara Ia bertahta di singgasana cinta
  126. 126. Awet Muda Apabila Anda mau awet muda Sesungguhnya mudah sekali obatnya Usahakan selalu gembira Walau sesen pun uang tak punya Kalau perlu banyak-banyaklah tertawa Tetapi jangan seperti orang gila Bagi yang sudah tumbuh uban di kepala Walau sudah tua coba berjiwa muda Juga bagi orang yang tak bergigi lagi Pasang gigi palsu kembali muda lagi Kalau mau mendengar nasihat saya Pasti Anda akan melihat hasilnya Sepuluh tahun ‘kan lebih muda Dari usia Anda semula Apabila Anda mau awet muda Coba lakukan saya punya bicara
  127. 127. Cane Cane... Cane... Perawan Betawi, cantiknye alami Kaye ratu mimpi Cane... Cane... Emang di kampungnye diele kembangnye He banyak perjake tergile-gile Cane... Cane... Kalau dandan nggak perne lepas kudungan Kalau jalan matenye nggak jelalatan Cantik parasnye, Cane kagak ketulungan Budi basenye, Cane penuh kesopanan
  128. 128. Persaingan Perkembangan jumlah manusia Semakin memadati dunia Maka tanah dan papan dan bidang pekerjaan Kini merupakan tantangan Macam-macam profesi muncul di sana-sini Akhirnya timbul persaingan Persaingan di segala bidang Semakin maju semakin tajam Di dalam perdagangan juga antar seniman Bahkan sampai soal jabatan Istilahnya jor-joran ataupun perang iklan Kalau perlu sikut-sikutan Ya-ya-ya... Di alam pembangunan bekerjalah Ilmu pengetahuan tingkatkanlah Siapa berpangku tangan bermalasan Pasti akan tergilas roda zaman Apa pun pekerjaan syukuri dan juga ditekuni Karena banyak orang siap mengganti Di zaman macam ini jangan punya rasa tinggi hati Segudang orang pandai banyak antri Persaingan di segala bidang Sebaiknya memang harus ada Karena persaingan akan jadi perangsang Untuk mencapai kemajuan Karena persaingan mutu pun ditingkatkan Kalau tidak akan tenggelam Marilah bersaing dan berlomba Meningkatkan ilmu dan prestasi Persaingan yang sehat ‘kan membawa manfaat Cara keji jangan lakukan Saling tegur dan bina bukan saling menindih Dan bukan saling menjatuhkan Ya-ya-ya...
  129. 129. Persetan Dulu aku memuja cinta Sebelum ku tahu cinta yang palsu Sebelum merana karena cinta Kini aku membencinya Setelah ku tahu cinta yang palsu Setelah merana karena cinta Cinta membuat susah pikiran Juga mengurangi nafsu makan Akhirnya bisa menguruskan badan Apalagi kalau patah hati Sedang menyinta ditinggal pergi Akhirnya bisa mati bunuh diri Lebih baik hidup sendiri Walau tanpa cinta aku bahagia Mulai saat ini persetan dengan cinta Aku benci
  130. 130. Remaja Aaa... ooo... haa... O... o... Indah masa remaja sungguh indah Indah masa remaja sungguh indah Hidup penuh gairah dan ceria Remaja Memang masa remaja paling indah Memang masa remaja paling indah Masa yang penuh canda dan gembira Indah masa remaja Gelora jiwa muda penuh pesona Khayalan dan cita-cita selalu berbunga Gelora jiwa muda penuh pesona Khayalan dan cita-cita selalu berbunga Indah masa remaja Remaja Indah masa remaja sungguh indah Hidup penuh gairah dan ceria Memang masa remaja paling indah Masa yang penuh canda dan gembira Indah masa remaja Ho... ho... ho... Tetapi masa remaja penuh bahaya ‘Pabila salah melangkah fatal akibatnya Tetapi masa remaja penuh bahaya ‘Pabila salah melangkah fatal akibatnya Remaja tunas muda harus dijaga Jangan sampai dia patah sebelum berbunga Remaja tunas muda harus dijaga Jangan sampai dia patah sebelum berbunga Indah masa remaja sungguh indah Indah masa remaja sungguh indah Hidup penuh gairah dan ceria Memang masa remaja paling indah Memang masa remaja paling indah Masa yang penuh canda dan gembira
  131. 131. Renungkan Pernahkah sekali saja kau pikir kejadianmu Atau pernahkah kau tahu ke manakah kembalimu Dari setitik yang hina kini kau berjaya Pernahkah sekali lagi kau berpikir tentang diri Yang selalu terbawa nafsu serta tinggi hati Tak diciptakan jin dan manusia Selain mengabdi pada-Nya Tapi mengapa urusan dunia Yang kau sanjung kau puja-puja Perintah Tuhan tak kau hiraukan Ajakan syetan kau turutkan Sadar dan ingatlah akan kematian Bawa dan bawalah amal kebajikan Renungkanlah hai manusia tugasmu sebagai hamba Jalankan segala titah, jauhkan segala dosa Agar jiwamu selalu tenang dan sentausa
  132. 132. Sebujur Bangkai Badan pun tak berharga sesaat ditinggal nyawa Anak isteri tercinta tak sudi lagi bersama Secepatnya jasad dipendam Secepatnya jasad dipendam Karena tak lagi dibutuhkan Diri yang semula dipuja Kini bangkai tak berguna Dari kamar yang indah kasur empuk tilam putih Kini harus berpindah terkubur dalam perut bumi Kalau selama ini diri berhiaskan Emas intan permata bermandi cahaya Tetapi kali ini di dalam kuburan Gelap pekat mencekam tanpa seorang teman Terputuslah pergaulan Terbujurlah sendirian Diri terbungkus kain kafan Wajah dan tubuh indah yang dulu dipuja-puja Kini tiada lagi orang sudi menyentuhnya Jadi santapan cacing tanah Jadi santapan cacing tanah Sampai yang tersisa kerangka Begitulah suratan badan Ke bumi dikembalikan Kebanyakan manusia terlena sehingga lupa Bahwa maut ‘kan datang menjelang
  133. 133. Sifana Coba mencoba lagi, kau mencoba Goda menggoda lagi, oh, kau menggoda Tak pernah putus asa, oh Sifana Coba mencoba lagi, kau mencoba Goda menggoda lagi, oh, kau menggoda Perhiasan, kemewahan, semua kau sajikan Kesenangan, keindahan, semua kau janjikan Betapa memukau betapa menawan Betapa memukau betapa menawan Segala rayuan kau upayakan Bahkan kau janjikan keabadian Coba mencoba lagi, kau mencoba Goda menggoda lagi, oh, kau menggoda Sejak lama tak terhingga pemujamu yang datang Banyak sudah tua muda korbanmu berjatuhan Dari zaman ke zaman sepanjang zaman Dari zaman ke zaman sepanjang zaman Semakin tua semakin gaya Semakin banyak yang tergila-gila Coba mencoba lagi, kau mencoba Goda menggoda lagi, oh, kau menggoda Tak pernah putus asa, oh Sifana Coba mencoba lagi, kau mencoba Goda menggoda lagi, oh, kau menggoda Tak pernah putus asa, oh Sifana
  134. 134. Sumbangan Menyumbang sebenarnya menyumbang Memberi dengan keikhlasan Menyumbang sebenarnya menyumbang Memberi demi ridla Tuhan Kalau memang benar kau mau menyumbang Kenapa perhitungkan angka Kalau memang benar kau mau menyumbang Kenapa mengharapkan menang Dermawan sebenarnya dermawan Orang yang punya ketulusan Dermawan sebenarnya dermawan Tidak mengharap keuntungan Memberi seribu mengharap sejuta Itu kan ingin cepat kaya Memberi ribuan mengharap miliaran Sudah jelas bukan dermawan Janganlah kau menipu dirimu sendiri Dalam menggunakan uang Tanyakanlah hatimu di saat memasang Mau judi atau nyumbang Semua orang tahu tentang perbedaan Sumbangan dan perjudian Tetapi dengan sengaja membutakan mata Serta menutup telinga Kalau kemungkaran sudah diacuhkan Ini pertanda kehancuran Maka pembangunan ‘kan jadi bumerang Kalau runtuh keimanan
  135. 135. Dermawan hayo para dermawan Menyumbang demi pembangunan Menyumbang hayo kita menyumbang Agar merata kemakmuran Namun hukum Tuhan jangan disamarkan Yang haram jangan dihalalkan Karena pembangunan tanpa ridla Tuhan Tak ‘kan membawa keberkahan Bukankah sudah jelas? Mana yang haram Dan mana yang halal
  136. 136. ‘Ku Sayang Padamu Senyumnya duhai manis sekali Membuat pria setengah mati Matanya duhai tajam sekali Menusuk jauh ke lubuk hati Aku cinta padamu, padamu Aku sayang padamu, padamu ‘Ku tahu banyak pria merayu Mengharap cinta kasih darimu Tetapi, tak berubah cintamu Padaku, pria yang tidak mampu Aku cinta padamu, padamu Aku sayang padamu, padamu Murninya rasa cintamu membuat aku terharu Tulusnya rasa cintamu membuat ‘ku selalu rindu Cintaku pada dirimu aduhai tak akan layu Cintaku pada dirimu aduhai tak akan beku Walau sampai tua nanti Cintaku tak ‘kan terbagi
  137. 137. Hari Berbangkit Hari berbangkit, hari yang pasti ‘kan datang, kawan Di hari itu semua amal diperlihatkan Hari berbangkit, hari yang teramat mendebarkan Di hari itu pahala dan dosa diperhitungkan Celaka, celaka, bagi siapa yang suka mengingkarinya Celaka, celaka, bagi siapa yang suka berbuat dosa Di hari itu hiruk-pikuk memecah telinga Semua manusia gundah-resah dengan urusannya Di hari itu sang ibu lari dari anaknya Tak seorang pun yang dapat menolong sesamanya Celaka, celaka, bagi siapa yang suka mengingkarinya Celaka, celaka, bagi siapa yang suka berbuat dosa Cukup sudah Tuhan memperingatkan Tentang hari peradilan Tak ‘kan luput sedebu perbuatan Semua diperhitungkan Mengapakah tidak kau persiapkan Bekal hari yang mencekam Tiap nafas hanya kau pergunakan Cuma untuk keduniaan Selagi masih ada kesempatan Taubatlah dan beriman Bila nyawa sudah di kerongkongan Tertolak penyesalan Di hari itu tak berharga harta dan jabatan Dan tak berlaku segala macam bentuk tebusan Di hari itu banyak wajah yang tertunduk hina Kecut dan getar karena diri berlumuran dosa Celaka, celaka, bagi siapa yang suka mengingkarinya Celaka, celaka, bagi siapa yang suka berbuat dosa
  138. 138. Seni Wahai kawan, kita adalah bangsa yang berketuhanan Tentu tak pantas kalau kita bersikap seperti syetan Dan kita adalah bangsa yang berkemanusiaan Tentunya tak pantas kalau kita bersikap seperti hewan Kau dendangkan kesesatan (kau dendangkan kesesatan) Kau dewakan nafsu syetan (kau dewakan nafsu syetan) Tiada lagi halal-haram (tiada lagi halal haram) Tiada lagi kesopanan (tiada lagi kesopanan) Kau lupakan agama, kau hancurkan budaya Kau tebarkan bencana, kau hapuskan susila Ayo kita kembali ke jalan Tuhan (yo, ayo) Ayo kita tunjukkan kepribadian (yo, ayo) Ayo kita tegakkan sendi agama (yo, ayo) Ayo kita tegakkan budaya bangsa (yo, ayo) Mari menyanyi dan bergembiralah Tapi tetap dalam kesopanan dan iman Setuju kalau kita menyanyi bersama-sama? (Setuju) Oke, dan tetap dalam iman dan kesopanan, setuju? (Setuju) Baik, yuk kita nyanyi bersama-sama Haa... (haa...) hoo... (hoo...) Haa haa haaa... (haa haa haaa...) Aa (aa) oo (oo) ao (ao) ao (ao) Ye (ye) ye (ye) aaa...
  139. 139. Seni adalah bahasa (seni adalah bahasa) Pemersatu antar bangsa (pemersatu antar bangsa) Seni indah dan mulia (seni indah dan mulia) Suci murni tiada dosa (suci murni tiada dosa) Tetapi manusia telah menodainya Seni pun diperkosa demi hawa nafsunya Ayo gunakan seni demi agama (yo, ayo) Ayo gunakan seni demi negara (yo, ayo) Ayo gunakan seni ‘tuk kebaikan (yo, ayo) Ayo gunakan seni ‘tuk keindahan (yo, ayo) Mari menyanyi dan bergembiralah Tapi tetap dalam kesopanan dan iman Bagaimana, masih mau menyanyi lagi? (Mau) Oke, masih bisa tertib dan sopan? (Bisa) Oke, ayo kembali kita menyanyi Sudah siap semuanya? (Sudah) Da da da (da da da) da do do (da do do) Da do (da do) na na na (na na na) Na na na (na na na) na da (na da) Haa... (haa...) Aa (aa) oo (oo) ao (ao) ao (ao) Ye (ye) ye (ye) aaa...
  140. 140. Hubungan Pertemuan dengan dirimu di malam itu Oh sangat berkesan Pandanganmu sangat tajam Menembus hatiku, oh menembus hatiku Pertemuan dengan dirimu di malam itu Oh sangat berkesan Aku tersenyum engkau tersipu Hubungan pun mulailah Kuulur tangan kau sambut tangan Bersalaman terjadilah Aku menyapa engkau berkata Percakapan terjalinlah Kata basa-basi sebagai pembuka Dan selanjutnya tawa melimpah tanda Pertemuan dengan dirimu di malam itu Oh sangat berkesan Pandanganmu sangat tajam Menembus hatiku, oh menembus hatiku Menembus hatiku
  141. 141. Siapa yang Punya Pria: Yang manis siapa yang punya Wanita: Yang punya yang bertanya Yang tampan siapa yang punya Pria: Yang punya yang bertanya Duet: Kamu milikku aku milikmu Kamu kasihku aku kasihmu Pria: Semoga tak pernah berpisah Wanita: Berdua selamanya Duet: Semoga tak pernah berpisah Berdua selamanya Pria: Betapa bahagianya hati Bila selalu sehati Wanita: Sudah pasti kita selalu sehati Sampai di akhir nanti
  142. 142. Pria: Betapa aku ‘kan menderita Bila kau tak setia Wanita: ‘Ku tak yakin dan juga tidak mungkin Aku dengan yang lain Wanita: Yang tampan siapa yang punya Pria: Yang punya yang bertanya Yang manis siapa yang punya Wanita: Yang punya yang bertanya Duet: Kamu milikku aku milikmu Kamu kasihku aku kasihmu Wanita: Semoga tak pernah berpisah Pria: Berdua selamanya Duet: Semoga tak pernah berpisah Berdua selamanya
  143. 143. Joget Joget, mari joget Joget, mari joget Joget, mari joget Joget, mari joget La-la-la-la-la la-la-la-la-la-la-la-la Mari kita bersama-sama berjoget Eh Joget tidak dilarang, tak dilarang Asalkan jarang-jarang Tak perlu sering-sering, tidak perlu Karena joget tak penting Berjoget boleh saja, boleh saja Asal sopan caranya Gembira boleh saja, boleh saja Asal tahu batasnya Mari kita joget, mari kita joget Mari kita joget, mari kita joget Mari kita joget, mari kita joget Mari kita joget, mari kita joget
  144. 144. Kampungan Pria: Ha! Wanita: Aku manusia bukan burung piara Pria: Hai, hai Wanita: Aku punya nama menyapa seenaknya Pria: Aku belum tahu siapa namamu Jadi bagaimana aku menyapamu Wanita: Tak perlu kau tahu siapakah namaku Pria: Cakep sih cakep Cuma, sadis lho Pria: Aduhai nona manis Sungguh mati ya, Manis Bila kau marah, Manis Malah bertambah manis Wanita: Wahai pemuda tampan Merayu di jalanan Sungguh tak tahu sopan Dasar laki kampungan
  145. 145. Pria: Suit! Wanita: Rupanya sengaja engkau ‘kan menggangguku Pria: Hai, hai Wanita: Nanti kuadukan pada orang tuaku Pria: Tolong beri tahu siapa namamu Agar aku dapat memanggil namamu Wanita: Tak perlu kau tahu siapakah namaku Pria: Aduhai nona manis Sungguh mati ya, Manis Bila kau marah, Manis Malah bertambah manis Wanita: Wahai pemuda tampan Merayu di jalanan Sungguh tak tahu sopan Dasar laki kampungan
  146. 146. Menangis Aha-ha-ha, ‘ku menangis hatiku menangis Aha-ha-ha, ‘ku sedih duhai hatiku sedih Memikirkan nasibku kini Yang tak punya kekasih lagi Aha-ha-ha, ‘ku menangis hatiku menangis Aha-ha-ha, ‘ku sedih duhai hatiku sedih Sejak ‘ku hidup menyendiri Tiada gairah hidup lagi Kubiarkan badan kurus kering Dilanda rindu setiap hari Aduhai, aduhai
  147. 147. Nasibku Mengapa nasibku selalu begini Selama hidupku selalu bersedih Sungguh aku tak mengerti Sungguh aku jadi sedih Di mana-mana menderita Mengapa nasibku selalu begini Selama hidupku selalu bersedih Kalau hidupku hanya untuk membawa derita Mengapa dulu aku dilahirkan ke dunia Kalau diriku hanya menjadi buah hinaan Mengapa dulu ayah dan ibuku membesarkan Ke mana lagi ‘ku berjalan Membawa derita di badan Apakah untuk selamanya Hidupku jadi pengelana
  148. 148. Pantun Cinta Pria: Banyak bunga di taman cuma satu kupetik Banyak anak perawan cuma adik yang cantik Wanita: Banyak buah semangka dibawa dalam sampan Banyak anak jejaka cuma abang yang tampan Pria: Berjuta bintang di langit Satu yang bercahaya Berjuta gadis yang cantik Adiklah yang kucinta Wanita: Pandai abang merayu, hatiku rasa malu Pria: Rumah atapnya tinggi terbuat dari bambu Cuma adik kupilih dan yang selalu kurindu Wanita: Gunung puncaknya tinggi tertutup oleh salju Memang abang kupilih dan yang selalu kurindu
  149. 149. Suara Gendang Duet: Dang-dung-da-da-gen-tang Wanita: Suara gendang menggebu-gebu Duet: Tang-ting-ta-ta-ken-tang Pria: Suara musik merayu-rayu Duet: Dang-dung da-da-gen-tang Wanita: Suara gendang menggebu-gebu Duet: Na-ni-na-na-ni-na Pria: Mengalunkan lagu merdu Duet: Aduh, aduh, aduh kaki rasanya ingin melangkah Menari-nari menurut irama Aduh, aduh, aduh hati malu untuk bergembira Tapi tak sadar kepala bergoyang
  150. 150. Baju Satu Kering di Badan Apakah yang engkau harapkan Dariku orang yang tak punya Bagiku patutlah kiasan Baju satu kering di badan Baju satu kering di badan Masihkah engkau mengharapkan Cintaku orang yang tak punya Hanya sekerat hati yang penuh kasih sayang Cuma itu milikku yang dapat kuberikan Cinta yang terbalut dengan kemiskinan Kalau sekedar cinta dan rasa kasih sayang Itu yang kau terima sebagai yang kau dambakan Apakah mungkin dapat membahagiakan Bercinta juga perlu uang Bercinta juga perlu makan Bagiku patutlah kiasan Baju satu kering di badan Baju satu kering di badan Lupakanlah aku, lupakan Carilah orang yang berpunya
  151. 151. Kasih dan Sayang Wanita: Kau kecup bibirku dengan rasa mesra Kau peluk diriku dengan kasih sayang Pria: Aku tak ingin dirimu disentuh orang Aku tak ingin dirimu diambil orang Wanita: Kau kecup bibirku dengan rasa mesra Kau peluk diriku dengan kasih sayang Wanita: Haa… Pria: Hmm.. Pria: Bila kita berpisah tak ‘kan ku bercinta Wanita: Bila dikau tiada sunyi kurasa Pria: Bila kita berpisah tak ‘kan ku bercinta Wanita: Bila dikau tiada sunyi kurasa Duet: Kau kecup bibirku dengan rasa mesra Kau peluk diriku dengan kasih sayang
  152. 152. Terajana Pernah aku melihat musik di Taman Ria Iramanya Melayu duhai sedap sekali Iramanya Melayu duhai sedap sekali Sulingnya suling bambu Gendangnya kulit lembu Dangdut suara gendang rasa ingin berdendang Dangdut suara gendang rasa ingin berdendang Terajana… Terajana Itu lagunya… lagu India Hai merdunya… hai merdunya Merdu suara… oh penyanyinya Serasi dengan… indah gayanya Karena asyiknya aku Hingga tak kusadari Pinggul bergoyang-goyang rasa ingin berdendang Pinggul bergoyang-goyang rasa ingin berdendang
  153. 153. Di tepi pantai Di tepi pantai cinta bersemi Ombak putih menari menjadi saksi O, di tepi pantai Pasir yang putih warna cintaku Gemuruh ombak detak jantungku Hembusan angin bisik jiwaku O, hati terpadu sudah di dalam cinta O, di tepi pantai cinta bersemi Ombak putih menari menjadi saksi O, di tepi pantai
  154. 154. Anak Kera Seekor anak kera Yang nakal tetapi sangat jenaka Pergi ke tepi pantai Tujuannya untuk bermain-main Ia pergi sendirian tanpa setahu induknya Setelah puas bermain ia pun ingin pulang Tapi malang nasibnya ia tak tahu ke mana Menangislah akhirnya menyesali dirinya Untuk ketika itu Lalu di sana seorang nelayan Anak kera jenaka Kemudian dibawanya bersama Dibawa ke dalam hutan tempat asalnya semula
  155. 155. Anak Pertama Kini aku gembira yang kutunggu ‘lah tiba Anakku lahir sudah hai anakku yang pertama Sungguh cantik rupanya mirip wajah ibunya Betapa bahagia hai dengan kehadirannya Kau kujadikan raja di dalam rumah tangga Kucurahkan semua hanya untukmu sayang Oh buah hati, wahai permata Besarlah kau segera, anakku yang pertama Riang tiada terkira, hapus segala duka Bila ‘ku memandangnya, hai anakku yang pertama Hm-hm-hm-hm-hm-hm-hm Oh, anakku yang pertama Hm, hm-hm-hm-hm-hm-hm-hm
  156. 156. Anjing dan Sampah Kau palingkan muka bila ‘ku memandang Kau percikkan ludah bila ‘ku menyapa Begitu tega kau patahkan hatiku Begitu tega kau hinakan diriku ‘Ku tahu diriku tiada berharga Tetapi janganlah kau percikkan ludah Anjing lebih mulia dalam pandanganmu Hingga kau anggap aku sampah yang berbau Kalau engkau tak sudi jangan begitu caramu Sungguh penghinaanmu menyakiti hatiku Cantiknya wajahmu memang tak terkata Indahnya tubuhmu memang tiada tara Tapi betapa rendah benar budimu Tapi betapa buruk benar akhlakmu Jikalau begitu budi pekertimu Tiada berarti hai kecantikanmu
  157. 157. Jakarta Jakarta, ibukota Indonesia Jakarta, kota kebanggaan kita Jakarta, hai kota metropolitan Jakarta, penuh dengan keramaian Gedungnya tinggi-tinggi, mencakar langit Kotanya sangat indah, duhai selangit Jakarta, ibukota Indonesia Jakarta, kota kebanggaan kita Apa yang Anda mau ada di sana Dari garam sampai mobil paling mewah Segala macam hiburan tersedia Dari yang kelas kambing sampai utama Jakarta... Jakarta... Jakarta... Selalu melayani selera Anda
  158. 158. Harta Sesungguhnya semua harta di dunia Serta semua kekayaan yang berlimpah Bukanlah pedoman kebahagiaan Dan bukan pula sebagai pembeda Terkadang harta membuat orang lupa Merasa tinggi hati dan berkuasa Tak disadari harta yang digenggamnya Itu semua amanat yang kuasa Maka berhati-hatilah dengan harta Betapa rugi orang yang mendewakan Harta dijadikan pelita hidupnya Tak pernah dipikirkan akan kuasa Tuhan Dalam sekejap semua dihapuskan Lebih rugi lagi orang yang merasa Harta sebagai pembeda harkat manusia Si miskin di pandang rendah di matanya Rasa hormat hanya sesama kaya Dari itu hati-hati dengan harta
  159. 159. Firman Tuhan Sesungguhnya... Perilaku kehidupan manusia penuh dengan kerugian Kecuali... Orang-orang yang beriman dan selalu mengerjakan kebajikan Menunjukkan jalan kebenaran Bernasihat penuh kesabaran Kukuh teguh dengan keyakinan Agama terpatri dalam iman Tipu daya dunia ini gemerlapan dengan fantasi Walau bukan hukum rimba yang lemah tak berdaya Sementara rumah mewah gedung megah menghias kota Fakir miskin anak yatim tunawisma jadi sampahnya Sementara cerdik pandai cendekiawan pencipta rudal Gelandangan pengangguran luntang-lantung merusak mental Sesungguhnya... Perilaku kehidupan manusia penuh dengan kerugian Kecuali... Orang-orang yang beriman dan selalu mengerjakan kebajikan Mana pikiran yang masih sehat Hidup yang rugi tak selama dunia akhirat Mana budaya kita yang asli Kepribadian yang hakiki jangan dicemari Mana agama dan keyakinan Firman Tuhan janganlah sampai disalahgunakan Orang yang rugi Yang tak pernah melakukan kebajikan Orang yang rugi Yang tak pernah menegakkan kebenaran Orang yang rugi Yang tak pernah menunjukkan kesabaran Orang yang rugi Yang tak pernah meluruskan keadilan
  160. 160. Punya agama punya aturan Para sarjana para ilmuwan Lebih sempurna dengan firman Tuhan Firman Tuhan harus dimuliakan Firman Tuhan jangan dipermainkan Firman Tuhan jadikanlah pedoman Firman Tuhan sumber keselamatan Renungkan, resapkan, amalkan Pasti peroleh kedamaian Sesungguhnya... Perilaku kehidupan manusia penuh dengan kerugian Kecuali... Orang-orang yang beriman dan selalu mengerjakan kebajikan
  161. 161. Ke Binaria Pria: Ke manakah sayang tujuan kita pergi Bergembira malam ini Bergembira malam ini Wanita: Terserah padamu ke mana engkau mau Bilang dulu sama Ibu Bilang dulu sama Ibu Pria: Bagaimana kalau kita ke Binaria Banyak pengunjungnya melantai di sana Wanita: Dengan hati rela ‘ku pergi bersama Tapi jangan lupa kembali segera Duet: Marilah bersama kita ke Binaria Bergembira malam ini Bergembira malam ini
  162. 162. Mirasantika Dulu aku suka padamu dulu aku memang suka (Ya-ya-ya) Dulu aku gila padamu dulu aku memang gila (Ya-ya-ya) Sebelum aku tahu kau dapat merusakkan jiwaku (o-o, o-o) Sebelum aku tahu kau dapat menghancurkan hidupku Sekarang tak-tak-tak-tak ‘Ku tak mau tak mau tak-tak-tak-tak-tak ‘Ku tak mau tak mau tak (‘ku tak mau tak) Sekarang tak-tak-tak-tak ‘Ku tak sudi tak sudi tak-tak-tak-tak-tak ‘Ku tak sudi tak sudi tak (‘ku tak sudi tak) Dulu aku suka padamu dulu aku memang suka (Ya-ya-ya) Dulu aku gila padamu dulu aku memang gila Minuman keras (miras), apa pun namamu Tak akan kureguk lagi Dan tak akan kuminum lagi Walau setetes (setetes) Dan narkotika (tika), apa pun jenismu Tak akan kukenal lagi Dan tak akan kusentuh lagi Walau secuil (secuil) Gara-gara kamu orang bisa menjadi gila Gara-gara kamu orang bisa putus sekolah Gara-gara kamu orang bisa menjadi edan Gara-gara kamu orang kehilangan masa depan Mirasantika? (no way...)

×