Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Die SlideShare-Präsentation wird heruntergeladen. ×
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Nächste SlideShare
Bab i
Bab i
Wird geladen in …3
×

Hier ansehen

1 von 21 Anzeige
Anzeige

Weitere Verwandte Inhalte

Diashows für Sie (18)

Ähnlich wie Bab 3 tambahan (20)

Anzeige

Weitere von Universitas Muhammadiyah Berau (20)

Aktuellste (20)

Anzeige

Bab 3 tambahan

  1. 1. HAKIKAT MANUSIA MENURUT ISLAM
  2. 2. Kemampuan akhir yang diharapkan Mampu mengidentifikasi hakekat manusia dalam pandangan Islam
  3. 3. Bahan Kajian Hakekat manusia dalam pandangan Islam: ►Kajian tentang Konsep Manusia ►Wujud dan Karakteristik Manusia ►Eksistensi dan Martabat Manusia ►Potensi-potensi Manusia
  4. 4. I. KONSEP MANUSIA A. Penggunaan Istilah Dalam al-Qur’an Jika diperhatikan dengan saksama, penggunaan kata yang merujuk pada makna manusia dalam al-Qur’an terdapat beberapa istilah. Istilah tersebut antara lain basyar (‫,)بشر‬ al-Insan (‫,)االنسان‬ dan al-Nas (‫.)الناس‬ Masing-masing istilah tersebut memiliki maksud dan perberdaan tersendiri. Perbedaan tersebut dapat dilihat dalam diagram dibawah ini :
  5. 5. Istilah manusia dalam Al-Qur’an ‫الناس‬‫بشر‬ ‫االنسان‬ -Istilah basyar dalam al-Qur’an Diketemukan sebanyak 37 kali -maknanya merujuk pada sifat Biologis manusia, Seperti berasal dari tanah, makan, dan minum -contoh dalam S. al-Kahfi:110 al-Hijr:33, S. al-Rum:20 -istilah al-Insan dalam al-Qur’an diketemukan Sebanyak 65 kali. -maknanya merujuk pada Sifat Psikologis atau Spiritual manusia Sebagai makhluk yang berfikir, Diberi ilmu, dan mengemban amanah -contoh dalam S. al-Alaq : 5 S. al-Ahzab: 72 -Dalam al-Qur’an Diketemukan sebanyak 240Kali -Maknanya merujuk pada Sifat manusia sebagai Makhluk sosial atau kolektif -contoh dalam S. al-Zumar:27
  6. 6. Pembahasan Dimensi Manusia dalam pandangan Islam ►Manusia sebagai hamba Allah akan menjadi manusia yang taat, patuh dan mampu melakoni perannya sebagai hamba yang hanya mengharap ridho Allah azza wa jalla ►Manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan dalam hidup membutuhkan manusia dan hal lain di luar dirinya untuk mengembangkan potensi dalam dirinya sehingga dapat menjadi bagian dari lingkungan sosial dan masyarakat
  7. 7. Lanjutan …. ►Manusia sebagai khalifah memiliki wewenang untuk memanfaatkan alam (bumi) untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sekaligus bertanggung jawab terhadap kelestarian alam ini. ►Manusia sebagai bani Adam mengacu pada penghormatan pada nilai kemanusiaan, dan menyatakan bahwa semua manusia berasal dari keturunan yang sama. Bagaimana dan apa pun statusnya semestinya juga diperlakukan sama.
  8. 8. ►Manusia sebagai al insan, mengacu pada potensi (positif) dalam berbicara dan menguasai ilmu pengetahuan melalui berbagai proses serta memiliki kecenderungan dalam hal negatif ►Manusia sebagai mahluk biologis (al basyar) adalah mahluk jasmaniah yang berkembang biak, mengalami fase pertumbuhan dan perkembangan, butuh makan dan lain sebagainya, serta mengalami kematian pada akhirnya.
  9. 9. B. PERSAMAAN DAN PERBEDAAN DENGAN MAKHLUK LAIN 1. Persamaan dengan makhluk lain. secara umum antara manusia dengan makhluk Allah yang lainnya (jin, malaikat dan yang lain) memiliki kesamaan dari sisi orientasi (tujuan) penciptaannya yakni sama-sama diberi tugas untuk beribadah pada Allah SWT. Namun demikian dalam kenyataannya terdapat kelompok ciptaan Allah yang lain yang membantah terhadap perintah Allah yakni iblis dan syaitan. Hal ini sebagaimana terekam dalam al-Qur’an S. al-Baqarah: 34 ‫الك‬ ‫من‬ ‫كان‬‫و‬ ‫وستكرب‬ ‫اىب‬ ‫االابليس‬ ‫فسجدوا‬ ‫اسجدواالدام‬ ‫للملئكة‬ ‫قلنا‬ ‫واذ‬‫فرين‬ “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir”
  10. 10. Wujud (Karakteristik) Manusia ►Kemampuan menyadari diri sendiri membuat manusia bisa beradaptasi dengan lingkungannya baik itu lingkungan berupa individu lainnya selain dirinya, maupun lingkungan non pribadi atau benda. ►Sadar akan Eksistensi membuat manusia menyadari bahwa dirinya memang ada dan eksis. Ia mampu menjadi manajer Bagi lingkungan, mampu belajar dan menyelesaikan permasalahan diri
  11. 11. lanjutan ►Memiliki hati nurani, manusia mampu mengenali mana baik dan buruk dalam kehidupannya. Orang yang memiliki hati nurani yang tajam akan memiliki kecerdasan akal budi sehingga mampu membuat keputusan yang Benar atau yang salah. ►Mampu memahami aturan dan memiliki moral. Dalam hal ini seseorang akan Bisa disebut memiliki moral tinggi apabila ia mampu mewujudkannya dalam bentuk perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai moral tersebut.
  12. 12. lanjutan ►karakteristik manusia yang lainnya adalah memiliki rasa tanggung jawab, Baik itu tanggung jawab kepada Tuhan, masyarakat ataupun pada dirinya sendiri ►Manusia Bebas (Merdeka), ia bebas berbuat selama perbuatan itu tetap sesuai dengan kata hati yang Baik maupun moral atau etika
  13. 13. Lanjutan ►Kesediaan Melaksanakan Kewajiban dan Menyadari Hak, kesediaan melaksanakan kewajiban dan menyadari hak ini harus dilatih melalui proses pendidikan disiplin. ►Kemampuan Menghayati Kebahagiaan, kemampuan ini dipengaruhi juga oleh aspek nalar di samping aspek rasa. Untuk mendapatkan kebahagiaan seseorang harus berusaha berlandaskan norma-norma atau kaidah-kaidah yang ada.
  14. 14. II. EKSISTENSI DAN MARTABAT MANUSIA A. Tujuan Penciptaan Manusia Tujuan pokok penciptaan manusia adalah semata-mata hanya untuk beribadah pada Allah SWT. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam al- Qur’an Surat az-Dzariyat :56 yang berbunyi : ‫ليعبدون‬ ‫اال‬ ‫واالنس‬ ‫اجلن‬ ‫خلقت‬ ‫وما‬ “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” Menurut para ulama’, ibadah yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah ibadah yang menyangkut hubungan manusia dengan Allah SWT mahdloh (‫/)مهضه‬vertikal, maupun hubungan manusia dengan sesamanya ( ‫مهضه‬ ‫/)غري‬horizontal.
  15. 15. B. Proses Penciptaan Manusia Selain dalam QS. Al-Mu’minun: 12-15, proses kejadian manusia secara lengkap dijelaskan juga dalam potongan Hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu Mas’ud ra. Berikut ini : ‫عنه‬ ‫هللا‬ ‫رضي‬ ‫مسعود‬ ‫بن‬ ‫اهللا‬ ‫عبد‬ ‫حديث‬:‫ص‬ ‫هللا‬ ‫رسول‬ ‫قال‬‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫لى‬ ‫املصدوق‬ ‫الصادق‬ ‫وهو‬ ‫وسلم‬‫بع‬‫ر‬‫أ‬ ‫امه‬ ‫بطن‬ ‫يف‬ ‫خلفه‬ ‫جيمع‬ ‫احدكم‬ ‫أن‬‫ني‬ ‫م‬ ‫مضغة‬ ‫دلك‬ ‫يف‬ ‫يكون‬ ‫مث‬ ‫دلك‬ ‫مثل‬ ‫علقة‬ ‫دلك‬ ‫يف‬ ‫يكون‬ ‫مث‬ ‫يوما‬‫دلك‬ ‫ثل‬ ‫بكت‬ ‫كلمات‬‫بع‬‫ر‬‫أب‬ ‫ويؤمر‬ ‫الروح‬ ‫فيه‬ ‫فينفخ‬ ‫امللك‬ ‫يرسل‬ ‫مث‬‫واجله‬ ‫رزقه‬ ‫ب‬ ‫وشقي‬ ‫وعمله‬…
  16. 16. dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud –semoga Allah meridlainya- beliau berkata: Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam menceritakan kepada kami dan beliau adalah orang yang jujur dan harus dipercaya: Sesungguhnya (fase) penciptaan kalian dikumpulkan dalam perut ibunya selama 40 hari (dalam bentuk) nutfah (sperma), kemudian selama itu (40 hari) menjadi segumpal darah kemudian selama itu (40 hari) menjadi segumpal daging, kemudian diutuslah Malaikat, ditiupkan ruh dan dicatat 4 hal: rezekinya, ajalnya, amalannya, apakah ia beruntung atau celaka.
  17. 17. AYAH (sel seperma) Kelahiran Fase ‫علقة‬ (segumpal darah) 40 hari IBU (Sel telur/ovum) Pembuahan / fase ‫النطفه‬ dalam rahim Ibu selama 40 hari Fase ‫مضغة‬ (segumpal daging) 40 hari Fase ‫عظام‬ (terbentuknya tulang) Dan ditiupkannya ruh serta 4 Ketentuan (takdir) yang menyangkut Rizki, kematian, amal ibadah, dan kecelakaan dan kebahagiaan Kematian
  18. 18. C. Fungsi dan Peran Manusia Diciptakannya manusia di muka bumi adalah tak lain berfungsi sebagai khalifah dimuka bumi. Peran tersebut sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an S. al-Baqarah: 30 yang berbunyi : ‫خليفه‬ ‫االرض‬ ‫فى‬ ‫جاعل‬ ‫اني‬ ‫للملئكة‬ ‫ربك‬ ‫قال‬ ‫واذ‬(....‫البقرة‬:30) “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi” Istilah khalifah dalam ayat tersebut memiliki makna sebagai penerus ajaran Allah SWT dan pemakmur dan pengelolah bumi beserta isinya.
  19. 19. Potensi Manusia ► Potensi Naluriah (Emosional) atau Hidayat al- Ghariziyyat Potensi naluriah ini memiliki Beberapa dorongan yang berasal dari dalam diri manusia. Dorongan-dorongan ini merupakan potensi atau fitrah yang diperoleh manusia tanpa melalui proses belajar.
  20. 20. ►Potensi Inderawi (Fisikal) atau Hidayat al- Hasiyyat Potensi fisik ini bisa dijabarkan atas anggota tubuh atau indra-indra yang dimiliki manusia seperti indra penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba dan perasa. Potensi ini difungsikan melalui indra-indra yang sudah siap pakai hidung, telinga, mata, lidah, kulit, otak dan sistem saraf manusia.
  21. 21. ►Potensi Akal (Intelektual) atau Hidayat al- Aqliyat Potensi akal atau intelektual hanya diberikan Allah kepada manusia sehingga potensi inilah yang benar-benar membuat manusia menjadi makhluk sempurna dan membedakannya dengan Binatang. ►Potensi Agama (spiritual) atau Hidayat al- Diniyyat Fitrah ini akan mendorong manusia untuk mengakui dan mengabdi kepada sesuatu yang dianggapnya memiliki kelebihan dan kekuatan yang lebih besar dari manusia itu sendiri.

×