Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Die SlideShare-Präsentation wird heruntergeladen. ×

Aplikasi Total Quality Management Berlandaskan Good Governance dalam Meningkatkan Kinerja Aparat Pelayanan Publik

Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Wird geladen in …3
×

Hier ansehen

1 von 47 Anzeige

Weitere Verwandte Inhalte

Diashows für Sie (20)

Ähnlich wie Aplikasi Total Quality Management Berlandaskan Good Governance dalam Meningkatkan Kinerja Aparat Pelayanan Publik (20)

Anzeige

Weitere von Dadang Solihin (20)

Aktuellste (20)

Anzeige

Aplikasi Total Quality Management Berlandaskan Good Governance dalam Meningkatkan Kinerja Aparat Pelayanan Publik

  1. 1. Aplikasi Total Quality Management Berlandaskan Good Governance dalam Meningkatkan Kinerja g j Aparat Pelayanan Publik Oleh : Drs. H. Dadang Solihin, MA Disampaikan pada Seminar “Public Service Excellent Based on Total Quality Management” Hotel Grand Cempaka, Jakarta, 13 Juli 2006
  2. 2. Dadang Solihin’s Profile Dadang holds a MA degree ( g g (Economics), University of ) y Colorado, USA. His previous post is Head, Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas).  Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia- Asia Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia.  He got various training around the globe included Advanced International globe, Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers Kuala Managers, Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan ( 00 ); a d Regional Development a d Planning Training os a, Japa (2001); and eg o a e e op e and a g a g Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous.  You can reach Dadang Solihin by email at dadangsol@yahoo.com or by his mobile at +62812 932 2202 dadang-solihin.blogspot.com 2
  3. 3. Pendekatan Model Investasi, Investasi Dll Kinerja Aparat Pelayanan Publik Total Quality Management Prinsip-prinsip G d Pi i i i Good Governance dadang-solihin.blogspot.com 3
  4. 4. Materi  Ciri-ciri Negara-negara yang  Perubahan Paradigma Konsep Akan Sulit untuk Maju Manajemen  Apa itu Good Governance?  TQM Sebagai Paradigma  Siapa saja Stakeholders? p j Manajemen Baru j  Troika: Pola Hubungan  Analisis SWOT antara Pemerintah, Dunia  Fishbone Diagram Usaha Swasta, dan Swasta Masyarakat  Pelayanan Publik  Visi dan Misi Indonesia 2025  Total Quality Government  Tujuan Pembangunan Daerah T j P b D h  Pentingnya Total Quality  Manfaat Good Governance Government  14 Prinsip-prinsip Good  Faktor-Faktor Faktor Faktor Dominan yang Governance Menentukan Daya Tarik Investasi Daerah Berdasarkan Persepsi Dunia Usaha dadang-solihin.blogspot.com 4
  5. 5. AWAS…!! Negara-negara ini Akan Sulit untuk Maju 1. Yang pernah menjadi negara jajahan (Taylor d Hudson, h j di j j h ( l dan d 1972). 2. Yang k kaya dengan SDA (S h d Warner, 1995). d S A (Sachs dan ) 3. Yang memiliki banyak etnis (Mauro, 1995). 4. Yang tengah mengalami masa transisi dari pemerintah otoriter kepada demokrasi dan ekonomi pasar (Patrick Glynn, S h J. Kobrin, d M Gl Stephen J K b dan Moises Naim, 1999) N 1999). 5. Yang berlokasi di sekitar garis Katulistiwa (Todaro, 2002). 2002) dadang-solihin.blogspot.com 5
  6. 6. Apa itu Good Governance?  Suatu konsepsi tentang penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, demokratis, dan i h b ih d k i d efektif.  Suatu gagasan dan nilai untuk mengatur pola hubungan antara pemerintah dunia pemerintah, usaha swasta, dan masyarakat. dadang-solihin.blogspot.com 6
  7. 7. Sta e o de s Stakeholders STATE CITIZENS Executive organized into: g Judiciary Community-based organizations Legislature Non-governmental organizations Professional Associations Public service Religious groups R li i Military Women’s groups Police Media BUSINESS Small / medium / large enterprises Multinational Corporations Financial institutions Stock exchange dadang-solihin.blogspot.com 7
  8. 8. Troika: Pola H b P l Hubungan antara P t Pemerintah, Dunia i t h D i Usaha Swasta, dan Masyarakat Masyarakat Masyarakat, Pemerintah Bangsa, dan Negara VISI Dunia Usaha dadang-solihin.blogspot.com 8
  9. 9. Visi Indonesia 2025: “Indonesia yang Maju, Mandiri dan Adil”  Maju: Secara ekonomi, sosial, tingkat pendidikan, derajat kesehatan, pertumbuhan penduduk, angka h d d k k harapan hid kualitas pelayanan sosial, produktivitas yang hidup, k li l i l d ki i lebih baik, serta memiliki sistem dan kelembagaan politik, termasuk hukum yang mantap.  Mandiri: Kemandirian adalah hakikat dari kemerdekaan, yaitu hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri dan menentukan apa y g terbaik bagi dirinya. y p yang g y  Adil: Semua rakyat mempunyai kesempatan yang sama dalam meningkatkan taraf hidupnya dan memperoleh lapangan pekerjaan, mendapatkan pelayanan sosial, hid d l hl k j d tk l i l pendidikan dan kesehatan, mengemukakan pendapat dan melaksanakan hak politiknya, mengamankan dan mempertahankan negara, serta perlindungan dan kesamaan di depan hukum. esa aa d depa u u . dadang-solihin.blogspot.com 9
  10. 10. Misi Mi i 1. Mewujudkan daya saing bangsa. 2. 2 Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum hukum. 3. Mewujudkan Indonesia aman, damai dan bersatu. 4. Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Berkeadilan. j g 5. Mewujudkan Indonesia Asri dan Lestari. 6. Mewujudkan Masyarakat Bermoral, Beretika dan Berbudaya. 7. Mewujudkan Indonesia Berperan Penting dalam Pergaulan Dunia Internasional D nia Internasional. dadang-solihin.blogspot.com 10
  11. 11. Tujuan Pembangunan Daerah T j P b D h 1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan antar daerah dan antar sub daerah serta antar warga masyarakat g y (pemerataan dan keadilan). 2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. 3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja. 4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat g p p j y daerah. 5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam agar b bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa f tb i i k d i datang (berkelanjutan). dadang-solihin.blogspot.com 11
  12. 12. Manfaat Good Governance 1. Berkurangnya secara nyata praktik KKN di birokrasi 2. Terciptanya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan yang bersih, efisien, efektif, transparan, profesional dan akuntabel. 3 Terhapusnya peraturan perUU-an dan tindakan yang bersifat 3. perUU an diskriminatif terhadap warga negara, kelompok, atau golongan masyarakat 4. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik. 5. Terjaminnya konsistensi dan kepastian hukum seluruh 5 T j i k i t id k ti h k l h peraturan perundang-undangan, baik di tingkat pusat maupun daerah. dadang-solihin.blogspot.com 12
  13. 13. Prinsip-prinsip Good Governance P i i i i G dG 1. Wawasan ke Depan (Visionary) 2. 2 Keterbukaan & Transparansi (Openness &Transparency) 3. 3 Partisipasi Masyarakat (Participation) 4. Tanggung Gugat (Accountability) 5. Supremasi H k S i Hukum (R l of Law) (Rule f L ) 6. Demokrasi (Democracy) 7. Profesionalisme & Kompetensi (Profesionalism & Competency) dadang-solihin.blogspot.com 13
  14. 14. Prinsip-prinsip Good Governance… Pi i i i G dG 8. Daya Tanggap (Responsiveness) 9. Keefisienan & Keefektifan (Efficiency & Effectiveness) 10. Desentralisasi (Decentralization) 11. Kemitraan dengan Dunia Usaha Swasta dan Masyarakat (Private S t (P i t Sector & Civil Society Partnership) Ci il S i t P t hi ) 12. Komitmen pada Pengurangan Kesenjangan (Commitment to Reduce Inequality) 13. Komitmen pada Lingkungan Hidup (Commitment to Environmental Protection) 14. Komitmen pada Pasar yang Fair (Commitment to Fair Market) dadang-solihin.blogspot.com 14
  15. 15. Perubahan Paradigma Konsep Manajemen Dari Menjadi Jika tidak rusak, jangan diperbaiki Pengembangan berkesinambungan Mutu tidak penting Pengawasan terhadap mutu g Pembangunan Inovasi Struktur organisasi yang kaku Struktur organisasi fleksibel Birokrasi organisasi berlapis-lapis Lapisan organisasi hanya sedikit Persaingan Kerja sama Kinerja individu Kinerja tim Semua orang terspesialisasi dan Semua orang menambah nilai, dikendalikan fleksibel dan terberdayakan Pendidikan untuk manajemen Pendidikan dan pelatihan untuk semua orang dadang-solihin.blogspot.com 15
  16. 16. Mengapa Manajemen Harus Berubah? M M j H B b h? 1. Ketidakpuasan pelanggan terhadap KUALITAS 1 K id k l h d pelayanan dan produk; 2. Perubahan Eksternal : 2 P b h Ek l  Globalisasi dan Teknologi Informasi  M j Menajamnya Persaingan Pasar P i P  Pengaruh Sosial dan Politik 3. Dorongan I t 3 D Internal : l  Transfer Kepemimpinan  P d ktifit Konflik dan Partisipasi SDM Produktifitas, K flik d P ti i i  Sistem Penghargaan (Reward and Punishment) 4. 4 Keterbatasan Anggaran/Pendanaan. Anggaran/Pendanaan dadang-solihin.blogspot.com 16
  17. 17. Mengapa KUALITAS penting? M ti ?  Merupakan tolok ukur keberhasilan/kesuksesan sebuah produk (b d k (barang/jasa/pelayanan) dilihat dari sisi /j / l ) dilih d i i i konsumen;  Menunjukkan karakteristik produk yang diinginkan oleh konsumen;  Pada akhirnya menjamin keberlangsungan hidup unit penyedia produk  Untung/Rugi? p y p g g dadang-solihin.blogspot.com 17
  18. 18. TQM Sebagai Paradigma Manajemen Baru  Merupakan konsep manajemen modern yang responsif terhadap perubahan eksternal dan internal organisasi/kelembagaan; i i/k l b  Fokus terhadap peningkatan kualitas produk dan kepuasan pelanggan secara terus menerus (continuity);  Komitmen organisasi dalam jangka panjang;  Menekankan pada kerjasama tim (team work);  Melibatkan semua level SDM : manajemen dan karyawan;  Dapat diterapkan di sektor private maupun public; dadang-solihin.blogspot.com 18
  19. 19. Apa Itu A It TQM?  TQM adalah pendekatan manajemen yang berorientasi pada pelanggan dengan memperkenalkan perubahan manajemen yang sistematik dan perbaikan terus menerus terhadap p proses, p , produk, dan p y , pelayanan suatu organisasi. g Input Proses Output Keinginan, Total Kepuasan Kebutuhan, Quality Pelanggan dan Management Harapan (TQM) Pelanggan dadang-solihin.blogspot.com 19
  20. 20. Tujuan TQM T j Reorientasi:  Sistem manajemen,  Perilaku SDM organisasi,  Fokus organisasi, g ,  Proses pengadaan pelayanan dadang-solihin.blogspot.com 20
  21. 21. Prinsip P i i TQM  Promosi lingkungan y g berfokus pada kualitas, g g yang p ,  Pengenalan kepuasan pelanggan sebagai indikator kunci pelayanan berkualitas dan perubahan sistem,  Perilaku dan proses dalam rangka menjalankan perbaikan selangkah demi selangkah dan terus menerus (continue) terhadap barang dan pelayanan yang disediakan oleh sebuah organisasi. organisasi dadang-solihin.blogspot.com 21
  22. 22. Manfaat M f t TQM  perbaikan pelayanan,  pengurangan biaya, biaya  kepuasan pelanggan,  peningkatan keahlian semangat dan rasa keahlian, percaya diri di kalangan staf pelayanan publik,  perbaikan hubungan antara p p g pemerintah dan masyarakatnya,  peningkatan akuntabilitas dan transparansi pemerintah i h  peningkatan produktivitas dan efisiensi pelayanan publik. publik dadang-solihin.blogspot.com 22
  23. 23. Alat t k M Al t untuk Menerapkan TQM k  Curah P d C h Pendapat (B i t t (Brainstorming) i )  Analisa SWOT  Analisa Tulang Ikan (Fishbone Diagram)  Dll dadang-solihin.blogspot.com 23
  24. 24. Analisis A li i SWOT Internal Strengths Weaknesses (kekuatan) (kelemahan) External S W Opportunities (peluang) SO WO O Threaths (ancaman) ST WT T dadang-solihin.blogspot.com 24
  25. 25. Analisis Li k A li i Lingkungan Internal I l ( (Kekuatan dan Kelemahan) ) 1. Dukungan semua input pokok yang dibutuhkan Daerah; 2. Proses atau strategi pengolahan ataupun pemanfaatan input tersebut; 3. Hasil yang diperoleh selama ini; dan 4. 4 Perbaikan atau tindakan koreksi yang telah diambil. dadang-solihin.blogspot.com 25
  26. 26. Analisis Lingkungan Eksternal (Peluang dan Ancaman) 1. Kondisi politik, ekonomi, sosial, budaya, teknologi, teknologi fisik dan pendidikan; 2. Peranan yang dimainkan oleh pihak-pihak yang dapat diajak bekerja sama (collaborators) dan pihak-pihak yang menjadi pengganggu ( (competitors); serta p ); 3. Dukungan pihak- pihak yang memberikan atau menyediakan sumber daya yang dibutuhkan y y y g (suppliers). dadang-solihin.blogspot.com 26
  27. 27. Penentuan Isu-Isu Strategis 1. Interaksi antara faktor-faktor kekuatan (Strengths) dengan f k f k peluang (Opportunities) atau d faktor-faktor l ( ) interaksi S-O dengan prinsip “gunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang.“ f “ 2. Interaksi antara faktor- faktor kekuatan (Strengths) dengan faktor-faktor ancaman (Threaths) atau interaksi g ( ) S-T dengan prinsip “gunakan kekuatan untuk menghindari atau mengatasi ancaman.” g g dadang-solihin.blogspot.com 27
  28. 28. Penentuan Isu-Isu Strategis . . . 3. Interaksi antara faktor- faktor kelemahan (Weaknesses) dengan f k d faktor–faktor peluang (Opportunities) atau f k l ( ) interaksi W-O dengan prinsip “atasi kelemahan dengan memanfaatkan peluang “ atau “ f “manfaatkan f peluang dengan meminimalkan kelemahan.” 4. Interaksi antara faktor- faktor kelemahan (Weaknesses) ( ) dengan faktor–faktor ancaman (Threaths) atau interaksi W-T dengan prinsip “minimalkan kelemahan dan g p p hindari ancaman.” dadang-solihin.blogspot.com 28
  29. 29. Pengelompokan Isu-isu Strategis g p g 1 Interaksi S O yang lazim juga disebut sebagai strategi agresif 1. S-O akan menghasilkan isu-isu strategis dalam kelompok keunggulan komparatif (comparative advantage), yang pada hakikatnya merupakan keunggulan Daerah bersangkutan dibandingkan dengan Daerah lain; 2. Interaksi S-T yang lazim juga disebut sebagai strategi diversifikasi tindakan akan menghasilkan isu-isu strategis dalam g g kelompok mobilisasi (mobilization), yang pada hakikatnya merupakan upaya-upaya mobilisasi atas kekuatan yang dimiliki Daerah; dadang-solihin.blogspot.com 29
  30. 30. Pengelompokan Isu-isu Strategis . . . 3 Interaksi W-O yang lazim juga disebut sebagai strategi 3. stabilisasi ataupun strategi rasionalisasi, yang menghasilkan dua kemungkinan pilihan yaitu melakukan sesuatu (investasi) atau tidak melakukan apa-apa dalam arti memilih untuk tidak apa apa melakukan sesuatu (divestasi). Isu-isu strategis yang muncul dari interaksi ini disebut sebagai isu-isu strategis kelompok investment/divestment; 4. Interaksi W-T yang lazim juga disebut sebagai strategi defensif y g j g g g ataupun survival dengan cara-cara untuk mengendalikan kerugian ataupun menghindari kemungkinan kehancuran, yang umumnya dilakukan dalam rangka mempertahankan status quo. Isu isu Isu-isu strategis dalam kelompok ini disebut sebagai isu-isu strategis kelompok status quo. dadang-solihin.blogspot.com 30
  31. 31. Fishbone Diagram  Tujuan: 1. mengkategorikan berbagai sebab potensial dari satu masalah atau pokok persoalan. 2. 2 membantu dalam menganalisis apa yang sesungguhnya terjadi dalam proses sampai produk (barang/jasa/pelayanan) dihasilkan.  Langkah-langkah: g g 1. Menyiapkan sesi Cause Effect sebab-akibat 2. Mengidentifikasi Categories akibat 3. Mengidentifikasi berbagai kategori 4. Menemukan sebab- Problem Statement sebab potensial 5. Mengkaji kembali setiap kategori sebab ti k t i b b utama 6. Mencapai Causes kesepakatan atas sebab-sebab yang paling mungkin dadang-solihin.blogspot.com 31
  32. 32. Pelayanan Publik: Existing Condition 1. Kondisi Kelembagaan & Ketatalaksanaan:  hierarki birokrasi panjang, berbelit-belit;  prosedur pelayanan belum tertib;  terjadi duplikasi kewenangan, tidak efisien;  sistem teknologi informasi pelayanan lemah; g p y ;  dampak: pelayanan biaya ekonomi tinggi. 2. Kondisi PNS:  petugas pelayanan belum profesional;  kesejahteraan relatif kurang;  dampak: produktiivitas kerja dan kinerja pelayanan rendah. 3. Pengawasan intern pimpinan dan akuntabilitas lemah;  dampak: praktek pelanggaran prosedur, pungli/KKN; 4 Etos kerja rendah, disiplin kerja lemah, iklim kerja kurang 4. rendah lemah menunjang pelayanan; 5. Sarana & prasarana pelayanan publik belum memadai; 6. K Kesan masyarakat: ki j pelayanan belum memuaskan. k kinerja l b l k dadang-solihin.blogspot.com 32
  33. 33. Pelayanan Publik: Kondisi y g Diharapkan y yang p Pelayanan Publik yang berkualitas, pasti, cepat, mudah, berkualitas pasti cepat mudah transparan, biaya wajar, akuntabel dan didukung :  Hi Hierarki birokrasi yang efisien dan efektif; ki bi k i fi i d f ktif  Mekanisme, prosedur, pelayanan yang tertib, sederhana dan efektif  Petugas pelayanan yang profesional, berkompeten di- bidangnya;  Semangat kerja, dan iklim kerja yang kondusif dan bebas g j , j y g pungli/KKN;  Sarana & prasarana pelayanan memadai;  Kinerja pelayanan yang baik dan akuntabel. dadang-solihin.blogspot.com 33
  34. 34. Prinsip P P i i Penyediaan Pelayanan Publik di P l P blik 1. 1 Kesederhanaan, artinya tidak berbelit-belit, mudah K d h ti tid k b b lit b lit d h dipahami dan dilaksanakan 2. Kejelasan, artinya persyaratan yang jelas, adanya tempat j , y p y y gj , y p bertanya, rincian biaya yang jelas, alur perjalanan dokumen 3. Kepastian Waktu 3 4. Akurasi 5. Kompetensi petugas pemberi pelayanan 6. Tanggung Jawab 7. Kelengkapan Sarana dan prasarana 8. K 8 Kemudahan Ak d h Akses 9. Kedisiplinan dan Keramahan 10 Keamanan 10. dadang-solihin.blogspot.com 34
  35. 35. Kelompok Pelayanan Publik K l kP l P blik 1. Kelompok Pelayanan Administratif yaitu bentuk pelayanan yang menghasilkan bentuk dokumen resmi (contohnya KTP, IMB, Pasport, Sertifikat, akte Kelahiran dll) 2. Kelompok Pelayanan Barang yaitu bentuk pelayanan yang menghaslkan berbagai bentuk barang (jaringan telepon listrik air bersih dll) telepon, listrik, 3. Kelompok Pelayanan Jasa yaitu bentuk pelayanan yang menghasilkan berbagai bentuk jasa (pendidikan, kesehatan, transportasi, pos dll) dadang-solihin.blogspot.com 35
  36. 36. Pola P P l Penyelenggaraan Pelayanan Publik l P l P blik 1. Fungsional dilaksanakan langsung oleh Aparatur Negara dil k k l l hA N sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangannya 2. Terpusat diberikan secara tunggal berdasarkan gg pelimpahan wewenang dari penyelenggara p y pelayanan kepada penyelenggara p y p p y gg pelayanan terkait lainnya yang bersangkutan. dadang-solihin.blogspot.com 36
  37. 37. 3. Terpadu a. Terpadu Satu Atap; berbagai jenis pelayanan yang tidak memiliki keterkaitan tetap diselenggarakan di satu tempat; b. b Terpadu satu pintu; adalah jenis pelayanan yang memiliki keterkaitan proses dan dilayani melalui satu pintu 4. Gugus Tugas yaitu penempatan petugas pelayanan publik secara perorangan pada instansi pemberi pelayanan di lokasi pemberian pelayanan dalam kurun waktu tertentu. dadang-solihin.blogspot.com 37
  38. 38. Total Q lit G T t l Quality Government t “Perubahan kualitas pelayanan publik hanya dapat dicapai apabila pemerintah memiliki Political Will untuk mulai menerapkan sistem Manajemen Kualitas Menyeluruh (Total Quality Management - TQM) dan diikuti dengan pemberian penghargaan bagi organisasi/instansi yang mencapai kinerja pelayanan yang excellent.” excellent ” (Pakistan National Accreditation Council, 2003) dadang-solihin.blogspot.com 38
  39. 39. Pentingnya Total Quality Government  Sebagian besar organisasi berorientasi profit (swasta/dunia usaha), memiliki misi yang jelas, mengalami p g persaingan, dan mempunyai akuntabilitas di g , p y mata pelanggannya;  Organisasi pemerintah sering mempunyai banyak misi g p g p y y dan budaya kerja yang berlangsung sangat birokratis, kurang akuntabel dan tidak menghadapi persaingan langsung;  Kebijakan otonomi daerah memberikan kerangka yang mengharuskan Pemda meningkatkan kualitas pelayanan sesuai kebutuhan (needs) dan harapan (expectations) masyarakat; k t dadang-solihin.blogspot.com 39
  40. 40. Pentingnya Total Quality Government . . .  Peningkatan peran sektor private menyebabkan munculnya pilihan penyedia barang & jasa bagi masyarakat;  Dorongan perubahan dari internal organisasi (BUMD/instansi/dinas/lembaga) (BUMD/i t i/di /l b ) agar lebih efisien dan l bih fi i d efektif;  Trade off antara keterbatasan anggaran Pemda dengan ketidakpuasan dan tuntutan masyarakat.  Image Pelayanan Publik yang baik dapat menarik INVESTASI dadang-solihin.blogspot.com 40
  41. 41. Faktor-Faktor Dominan yang Menentukan Daya Tarik Investasi Daerah Berdasarkan Persepsi Dunia Usaha (Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah, 2002) 31% 26% 17% 13% 13% dadang-solihin.blogspot.com 41
  42. 42. Kelembagaan (31%) K l b  Terdiri dari empat variabel, yaitu: variabel 1. Kepastian Hukum (39%) 2. 2 Peraturan D P t Daerah ( 25%) h 3. Aparatur dan Pelayanan (22%) 4. 4 Keuangan D K Daerah (14%) h  Dengan demikian dapat dikatakan bahwa g p dalam melakukan investasi para pelaku usaha sangat mengharapkan adanya kepastian hukum dalam menanamkan modalnya di suatu daerah. dadang-solihin.blogspot.com 42
  43. 43. Sosial Politik (26%)  Terdiri dari tiga variabel, yaitu: 1. 1 Keamanan (60%) 2. Sosial Politik (27%) 3. Budaya (13%) 3 B d  Terlihat bahwa hingga saat ini kondisi keamanan di sejumlah daerah di Indonesia perlu mendapat perhatian yang serius karena sangat signifikan mempengaruhi keputusan investor untuk menanamkan modalnya di suatu daerah. dadang-solihin.blogspot.com 43
  44. 44. Ekonomi Daerah (17%)  Terdiri dari dua variabel, yaitu: 1. Potensi ekonomi (71%) 2. Struktur ekonomi (29%)  Faktor Ekonomi Daerah merupakan endowment variable, yaitu p y faktor yang perubahannya tidak dapat dengan segera terjadi dengan kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah daerah.  Dalam melakukan investasi para pelaku usaha lebih banyak menekankan pada potensi ekonomi dari daerah yang akan dituju sebagai tempat melakukan kegiatan usaha dibandingkan dengan struktur ekonomi yang sudah berkembang di daerah tersebut. dadang-solihin.blogspot.com 44
  45. 45. Tenaga Kerja (13%)  Terdiri dari tiga variabel, yakni: 1. Ketersediaan Tenaga Kerja (35%) g j ( ) 2. Biaya Tenaga Kerja (24%) 3. Produktivitas Tenaga Kerja (41%)  Pentingnya variabel produktivitas tenaga kerja menunjukkan bahwa dalam memilih lokasi usaha, para pelaku usaha lebih tertarik pada daerah-daerah yang l k h l bih ik d d hd h dapat menyediakan tenaga kerja dengan kualitas yang baik yaitu dilihat dari produktivitasnya produktivitasnya. dadang-solihin.blogspot.com 45
  46. 46. Infrastruktur Fisik (13%)  Terdiri dari dua variabel yaitu: 1. Ketersediaan Infrastruktur Fisik ( %) di f k i ik (54%) 2. Kualitas Infrastruktur Fisik (46%)  Tampak bahwa kedua variabel ini mendapat bobot yang cukup seimbang. y g p g dadang-solihin.blogspot.com 46
  47. 47. TERIMA KASIH dadang-solihin.blogspot.com 47

×