Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Die SlideShare-Präsentation wird heruntergeladen. ×

Manusia sebagai makhluk Allah

Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Wird geladen in …3
×

Hier ansehen

1 von 44 Anzeige
Anzeige

Weitere Verwandte Inhalte

Diashows für Sie (19)

Ähnlich wie Manusia sebagai makhluk Allah (20)

Anzeige

Aktuellste (20)

Manusia sebagai makhluk Allah

  1. 1. “MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK ALLAH” Nama :Anisa Putri Mayang Sari Nim :1900854211019 Prodi :Agroteknologi
  2. 2. KOMPETENSI DASAR • Mahasiswa mengetahui batasan pengertian dan posisi Allah sebagai Khalik • Mahasiswa mengetahui tentang konsep sunnatullah • Mahasiswa mengetahui tentang posisi manusia di antara makhluk Allah lainnya • Mahasiswa mengetahui batasan pengertian khalifatan fil ardh.
  3. 3. • Materi ini terdiri atas 1) Kemegahan alam ciptaan Allah Swt.; 2) Konsep sunnatullah.; 3) Posisi manusia di antara makhluk ciptaan Allah Swt.; 4) Manusia sebagai khalifatan fil ardh. Untuk mencapai sasaran belajar yang optimal, mahasiswa diberi latihan berupa diskusi dan curah pendapat dalam membahas materi perkuliahan. Kemampuan mengemukakan pendapat atau menyanggah pendapat orang lain menjadi penting dalam proses pembelajaran ini
  4. 4. A. Kemegahan Alam Ciptaan Allah Swt • Manusia diciptakan sebagai makhluk paling sempurna oleh Allah swt. Dia tiupkan ruh ke dalam tubuh manusia tatkala masih berupa janin. Ruh manusia itu adalah ruh ciptaan Allah swt, bukan ruh yang terjadi secara alamiah seperti teori dalam filsafat materialisme. • Dengan ruh itu, manusia mampu berpikir dan memahami serta memiliki ikatan yang kuat dengan Allah. Ikatan itu tidak mungkin diputuskan karena pengikat itu merupakan perwujudan sifat pengasih Allah kepada manusia.
  5. 5. • Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak harus dilakukan, dan kita bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau buruk (negatif) buat diri kita sendiri. Manusia didudukkan sesuai dengan kodrat, harkat, martabat, hak, dan kewajibannya
  6. 6. • Manusia diciptakan Allah melalui perantara kedua ibu bapak yang diawali sejak dalam kandungan. Setelah lahir, manusia tumbuh menjadi anak-anak, remaja, dewasa, dan tua hingga datang ajal kematian. Setelah proses kematian, manusia akan dihisab (diadili) di hadapan Allah swt. untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya seperti akhlak mulut, tangan, kaki, pendengaran, penglihatan, pemikiran, dan hatinya ketika hidup di dunia • (Keterangan lebih lanjut lihat QS Yasin: 65, QS A1 Isra: 36, QS An Nahl: 93, QS A1 A’raf: 180, dan QS A1 Jasiyah: 26). Setelah proses pengadilan akhirat manusia akan menerima ganjaran atau pembalasan sesuai dengan amal perbuatannya masing- masing. (Keterangan lebih lanjut lihat QS Maryam: 33, QS An Nahl: 38, QS A1 Baqarah: 28, dan QS A1 Jasiyah: 26).
  7. 7. Kodrat manusia • Kodrat manusia adalah keseluruhan sifat-sifat sah, kemampuan atau bakat-bakat alami yang melekat pada manusia, yaitu manusia sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Ditinjau dan kodratnya, kedudukan manusia secara pribadi antara lain sesuai dengan sifat-sifat aslinya, kemampuannya, dan bakat-bakat alami yang melekat padanya. Harkat manusia • Harkat manusia artinya derajat manusia. Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  8. 8. Martabat manusia • Martabat manusia artinya harga diri manusia. Martabat manusia adalah kedudukan manusia yang terhormat sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang berakal budi sehingga manusia mendapat tempat yang tinggi dibanding makhluk yang lain. Ditinjau dan martabatnya, kedudukan manusia itu lebih tinggi dan lebih terhormat dibandingkan dengan makhluk lainnya. Hak asasi manusia • Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia sebagai anugerah dan Tuhan Yang Maha Esa, seperti hak hidup, hak milik, dan hak kebebasan atau kemerdekaan.
  9. 9. Kewajiban manusia • Kewajiban manusia artinya sesuatu yang harus dikerjakan oleh manusia. Kewajiban manusia adalah keharusan untuk melakukan sesuatu sebagai konsekuensi manusia sebagai makhluk individu yang mempunyai hak-hak asasi. Ditinjau dan kewajibannya, manusia berkedudukan sama, artinya tidak ada diskriminasi dalam melaksanakan kewajiban hidupnya sehari-hari. • Manusia tersusun atas dua unsur yaitu materi dan immateri, jasmani dan rohani. Unsur materi (tubuh) manusia berasal dari tanah dan roh manusia berasal dari substansi immateri. Tubuh mempunyai daya-daya fisik jasmani yaitu mendengar, melihat, merasa, meraba, mencium dan daya gerak. Sedangkan roh mempunyai dua daya yaitu daya berfikir yang disebut dengan akal yang bepusat dikepala dan daya rasa yang berpusat di hati (Rohiman Notowidagdo 1996:17).
  10. 10. • Menurut Mustafa Zahri (1976:121) unsur immateri pada manusia terdiri dari roh, qalbu, aqal, dan nafsu. Unsur-unsur immateri manusia diuraikan sebagai berikut: • Roh • Hati • Potensi manusia (Akal) • Nafsu
  11. 11. • Karena itu, manusia adalah subjek yang menyadari keberadaannya, ia mampu membedakan dirinya dengan segala sesuatu yang ada di luar dirinya (objek). Selain itu, manusia bukan saja mampu berpikir tentang diri dan alam sekitarnya, tetapi sekaligus sadar tentang pemikirannya. • Manusia mengakui keterbatasan dan ketidakberdayaannya dibanding Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Perksa. Manusia serba tidak tahu, sedangkan Tuhan serba Maha Tahu. Manusia bersifat fana, sedangkan Tuhan bersifat abadi, manusia merasakan kasih sayang TuhanNya, namun ia pun tahu pedih siksaNya.
  12. 12. • Manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan bertujuan untuk mencapai tujuan baik secara duniawi dan surgawi kebahagiaan itu dicapai bila manusia semakin menyempurnakan dirinya. Maka manusia secara bebas mengembangkan dirinya untuk semakin menjadi sempurna dan semakin baik. Manusia mengembangkan segi hidupnya, segi rohani, jasmani, pribadi, sosial, budaya, akal budi, emosi, religiositasnya dan semua segi itu perlu dikembangkan secara seimbang.
  13. 13. • Tanggung Jawab Manusia sebagai Makhluk Tuhan • Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, dan memberikan jawab serta menanggung akibatnya. Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya sikap tanggung jawab karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia di dalam hidupnya disamping sebagai makhluk Tuhan, makhluk individu, juga merupakan makhluk sosial. Dimana dalam kehidupannya di bebani tanggung jawab, mempunyai hak dan kewajiiban, dituntut pengabdian dan pengorbanan.
  14. 14. • Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab melainkan untuk mengisi kehidupannya. Manusia mempunyai tanggung jawab langsung kepada Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Dalam hubungannya dengan Tuhan, manusia menempatkan posisinya sebagai ciptaan dan Tuhan sebagai pencipta. Posisi ini memiliki konsekuensi adanya keharusan manusia untuk taat dan patuh kepada Penciptanya yaitu dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
  15. 15. • Manusia diserahi tugas hidup yang merupakan amanat dan harus dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan. Tugas manusia di muka bumi ini adalah tugas kekhalifaan, yaitu tugas kepemimpinan, serta pengolaan dan pemeliharaan alam. Khalifah berarti wakil atau pengganti yang memegang kekuasaan. Manusia menjadi khalifah memegang mandat Tuhan untuk mewujudkan kemakmuran di muka bumi. Kekuasaan yang diberikan manusia bersifat kreatif yang memungkinkan dirinya mengolah serta mendayagunakan apa yang ada di muka bumi untuk kepentingan hidupnya
  16. 16. B. Konsep Sunnatullah Pengertian Sunnatullah • Kata sunnatullah dari segi bahasa terdiri dari kata sunnah dan Allah. Kata sunnah antara lain berarti kebiasaan. Sunnatullah adalah kebiasaan-kebiasaan Allah dalam memperlakukan masyarakat. Dalam al-Quran kata sunnatullah dan yang semakna dengannya seperti sunnatina atau sunnatul awwalin terulang sebanyak tiga belas kali. • Sunnatullah adalah hukum-hukum Allah yang disampaikan untuk umat manusia melalui para Rasul, undang-undang keagamaan yang ditetapkan oleh Allah yang termaktub di dalam al-Quran, hukum (kejadian) alam yang berjalan tetap dan otomatis.
  17. 17. • Dalam hukum alam, kemungkinan mukjizat tidak mendapat tempat, sementara dalam sunnatullah, kemungkinan tersebut tidak dinafikan. Kalau hukum alam mengandaikan sebuah aturan yang tidak mungkin dilanggar, dalam sunnah atau adat pelanggaran terhadap kebiasaan tidak menimbulkan sesuatu yang mustahil. Justru adanya kekecualian atau penyimpangan maka adat menjadi adat atau sunnah dan bukan sebuah hukum yang tidak bisa dirubah. • Sunnatullah berlaku secara umum di alam semesta ini, yang menyebabkan adanya kesan keteraturan di dalamnya, sehingga alam semesta disebut kosmos bukan chaos. Tetapi pada level yang lebih tinggi tindak kreatifitas Tuhan mempunyai batas-batas determistik dunia mekanik. Kalau pada level dunia normal, hukum mekanik menjadi ciri yang dominan maka pada level sub atomic hukum mekanik tidak berlaku lagi pada prinsip indeterminisme yang justru dominan.
  18. 18. • Perhatikan ayat-ayat Allah di bawah ini : • ‫ش‬ۡ‫َّغ‬‫ی‬ ‫ا‬ً‫س‬‫ا‬َ‫ع‬ُّ‫ن‬ ً‫ۃ‬َ‫ن‬َ‫م‬َ‫ا‬ ِّ‫َم‬‫غ‬ۡ‫ال‬ ِّ‫د‬ۡ‫ع‬َ‫ب‬ ۡۢۡ‫ن‬ِّ‫م‬ ۡ‫م‬ُ‫ک‬ۡ‫ی‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ل‬َ‫ز‬ۡ‫ن‬َ‫ا‬ َّ‫م‬ُ‫ث‬ۡ‫ت‬َّ‫م‬َ‫ہ‬َ‫ا‬ ۡ‫د‬َ‫ق‬ ٌ‫ۃ‬َ‫ف‬ِّ‫ئ‬ٓ‫ا‬َ‫ط‬ َ‫و‬ ۙ ۡ‫م‬ُ‫ک‬ۡ‫ن‬ِّ‫م‬ ً‫ۃ‬َ‫ف‬ِّ‫ئ‬ٓ‫ا‬َ‫ط‬ ‫ی‬َ‫ا‬ ۡ‫م‬ُ‫ہ‬ِّ ‫ہ‬‫اّٰلل‬ِّ‫ب‬ َ‫ن‬ ۡ‫و‬ُّ‫ن‬ُ‫ظ‬َ‫ی‬ ۡ‫م‬ُ‫ہ‬ُ‫س‬ُ‫ف‬ۡ‫ن‬ ِّ‫ر‬ ۡ‫م‬َ ۡ‫اۡل‬ َ‫ن‬ِّ‫م‬ ‫َا‬‫ن‬َّ‫ل‬ ۡ‫ل‬َ‫ہ‬ َ‫ن‬ ۡ‫و‬ُ‫ل‬ ۡ‫و‬ُ‫ق‬َ‫ی‬ ِّؕ‫ۃ‬َّ‫ی‬ِّ‫ل‬ِّ‫اہ‬َ‫ج‬ۡ‫ال‬ َّ‫ن‬َ‫ظ‬ ِّ‫ق‬َ‫ح‬ۡ‫ال‬ َ‫ر‬ۡ‫َی‬‫غ‬ِّ ‫ہ‬ ِّ‫ّٰلل‬ ٗ‫ہ‬َّ‫ل‬ُ‫ک‬ َ‫ر‬ ۡ‫م‬َ ۡ‫اۡل‬ َّ‫ن‬ِّ‫ا‬ ۡ‫ل‬ُ‫ق‬ ٍؕ‫ء‬ ۡ‫َی‬‫ش‬ ۡ‫ن‬ِّ‫م‬ۡ‫خ‬ُ‫ی‬ ؕۡ‫م‬ِّ‫ِّہ‬‫س‬ُ‫ف‬ۡ‫ن‬َ‫ا‬ ۡۤۡ‫ی‬ِّ‫ف‬ َ‫ن‬ ۡ‫و‬ُ‫ف‬ ٌ‫ء‬ ۡ‫َی‬‫ش‬ ِّ‫ر‬ ۡ‫م‬َ ۡ‫اۡل‬ َ‫ن‬ِّ‫م‬ ‫َا‬‫ن‬َ‫ل‬ َ‫ان‬َ‫ک‬ ۡ‫و‬َ‫ل‬ َ‫ن‬ ۡ‫و‬ُ‫ل‬ ۡ‫و‬ُ‫ق‬َ‫ی‬ َؕ‫ک‬َ‫ل‬ َ‫ن‬ ۡ‫ُو‬‫د‬ۡ‫ب‬ُ‫ی‬ َ‫ۡل‬ ‫ا‬َّ‫م‬ۡ‫ی‬ِّ‫ف‬ ۡ‫م‬ُ‫ت‬ۡ‫ن‬ُ‫ک‬ ۡ‫و‬َّ‫ل‬ ۡ‫ل‬ُ‫ق‬ ؕ‫َا‬‫ن‬ُ‫ہ‬‫ہ‬ ‫َا‬‫ن‬ۡ‫ل‬ِّ‫ت‬ُ‫ق‬ ‫ا‬َّ‫م‬ُ‫ی‬ُ‫ب‬َ‫ن‬ۡ‫ِّی‬‫ذ‬َّ‫ال‬ َ‫ز‬ َ‫ر‬َ‫ب‬َ‫ل‬ ۡ‫م‬ُ‫ک‬ِّ‫ت‬ ۡ‫و‬ َ‫م‬ ُ ‫ہ‬‫اّٰلل‬ َ‫ی‬ِّ‫ل‬َ‫ت‬ۡ‫ب‬َ‫ی‬ِّ‫ل‬ َ‫و‬ ۚ ۡ‫م‬ِّ‫ہ‬ِّ‫ع‬ ِّ‫اج‬َ‫ض‬َ‫م‬ ‫ی‬‫ل‬ِّ‫ا‬ ُ‫ل‬ۡ‫ت‬َ‫ق‬ۡ‫ال‬ ُ‫م‬ِّ‫ہ‬ۡ‫ی‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ب‬ِّ‫ت‬ُ‫ک‬ِّ‫ب‬ ۡ‫و‬ُ‫ل‬ُ‫ق‬ ۡ‫ی‬ِّ‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬ َ‫ص‬ ِّ‫ح‬َ‫م‬ُ‫ی‬ِّ‫ل‬ َ‫و‬ ۡ‫م‬ُ‫ک‬ ِّ‫ر‬ ۡ‫ُو‬‫د‬ُ‫ص‬ ۡ‫ی‬ِّ‫ف‬ ‫ا‬ٌۡۢ‫م‬ۡ‫ی‬ِّ‫ل‬َ‫ع‬ ُ ‫ہ‬‫اّٰلل‬ َ‫و‬ ؕۡ‫م‬ُ‫ک‬ ِّ‫ت‬‫ا‬َ‫ذ‬ِّ‫ب‬ِّ‫ر‬ ۡ‫ُو‬‫د‬ُّ‫ص‬‫ال‬
  19. 19. Artinya • Kemudian setelah kamu ditimpa kesedihan, Dia menurunkan rasa aman kepadamu (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu, sedangkan segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri;mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah.Mereka berkata,“Adakah sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini?”Katakanlah (Muhammad),“Sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah.”Mereka menyembunyikan dalam hatinya apa yang tidak mereka terangkan kepadamu.Mereka berkata,“Sekiranya ada sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.”Katakanlah (Muhammad),“Meskipun kamu ada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.”Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu.Dan Allah Maha Mengetahui isi hati. ―QS. 3:154
  20. 20. • َ‫ف‬َ‫ت‬ُ‫م‬ ٍ‫ب‬‫ا‬ َ‫ْو‬‫ب‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬ِّ‫م‬ ‫وا‬ُ‫ل‬ُ‫خ‬ْ‫د‬‫ا‬ َ‫و‬ ٍ‫د‬ ِّ‫اح‬ َ‫و‬ ٍ‫ب‬‫ا‬َ‫ب‬ ْ‫ن‬ِّ‫م‬ ‫وا‬ُ‫ل‬ُ‫خ‬ْ‫د‬َ‫ت‬ َ‫ۡل‬ َّ‫ي‬ِّ‫ن‬َ‫ب‬ ‫ا‬َ‫ی‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫و‬ِّ َّ‫اّٰلل‬ َ‫ن‬ِّ‫م‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ن‬َ‫ع‬ ‫ي‬ِّ‫ن‬ْ‫غ‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َ‫م‬ َ‫و‬ ۖ ٍ‫ة‬َ‫ق‬ ِّ‫ر‬ۖ ٍ‫ء‬ْ‫ي‬َ‫ش‬ ْ‫ن‬ِّ‫م‬ُ‫م‬ْ‫ك‬ُ‫ح‬ْ‫ال‬ ِّ‫ن‬ِّ‫إ‬ ِّ‫ل‬َّ‫ك‬ َ‫و‬َ‫ت‬َ‫ی‬ْ‫ل‬َ‫ف‬ ِّ‫ه‬ْ‫ی‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫و‬ ۖ ُ‫ت‬ْ‫ل‬َّ‫ك‬ َ‫و‬َ‫ت‬ ِّ‫ه‬ْ‫ی‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ۖ ِّ َّ ِّ‫ّٰلل‬ َّ‫ۡل‬ِّ‫إ‬ُ‫ل‬ِّ‫ك‬ َ‫و‬َ‫ت‬ُ‫م‬ْ‫ال‬َ‫ون‬ Artinya • Dan Ya'qub berkata: "Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri". (QS Yusuf, [12]:67)
  21. 21. • َ‫ی‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ َ‫و‬ ‫ًا‬‫د‬َ‫ل‬ َ‫و‬ ْ‫ذ‬ ِّ‫خ‬َّ‫ت‬َ‫ی‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ َ‫و‬ ِّ‫ض‬ ْ‫ر‬َ ْ‫اْل‬ َ‫و‬ ِّ‫ت‬‫ا‬ َ‫او‬َ‫م‬َّ‫س‬‫ال‬ ُ‫ك‬ْ‫ل‬ُ‫م‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ ‫ِّي‬‫ذ‬َّ‫ال‬َ‫ش‬ َّ‫ل‬ُ‫ك‬ َ‫ق‬َ‫ل‬َ‫خ‬ َ‫و‬ ِّ‫ك‬ْ‫ل‬ُ‫م‬ْ‫ال‬ ‫ي‬ِّ‫ف‬ ٌ‫یك‬ ِّ‫َر‬‫ش‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ ْ‫ن‬ُ‫ك‬ُ‫ه‬َ‫ر‬َّ‫د‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ٍ‫ء‬ْ‫ي‬ ‫ا‬ً‫ِّیر‬‫د‬ْ‫ق‬َ‫ت‬ Artinya • yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.(QS Al-Furqan, [25]2)
  22. 22. • َ‫أ‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ‫ا‬ً‫ء‬‫و‬ُ‫س‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ِّ‫ب‬ َ‫د‬‫ا‬َ‫ر‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬ِّ‫إ‬ ِّ َّ‫اّٰلل‬ َ‫ن‬ِّ‫م‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫م‬ ِّ‫ص‬ْ‫ع‬َ‫ی‬ ‫ِّي‬‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ ْ‫ل‬ُ‫ق‬ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ل‬ َ‫ون‬ُ‫د‬ ِّ‫ج‬َ‫ی‬ َ‫ۡل‬ َ‫و‬ ۚ ً‫ة‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫ر‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ِّ‫ب‬ َ‫د‬‫ا‬َ‫ر‬ِّ‫ُون‬‫د‬ ْ‫ن‬ِّ‫م‬ِّ َّ‫اّٰلل‬ َ‫ۡل‬ َ‫و‬ ‫ًّا‬‫ی‬ِّ‫ل‬ َ‫و‬‫ا‬ً‫یر‬ ِّ‫َص‬‫ن‬ • Artinya • Katakanlah: "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?" Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah. (QS Al-Ahzaab, [33]: 17)
  23. 23. • َّ‫س‬‫ال‬ ُ‫ر‬ۡ‫ک‬َ‫م‬ۡ‫ال‬ ُ‫ق‬ۡ‫ی‬ ِّ‫ح‬َ‫ی‬ َ‫ۡل‬ َ‫و‬ َؕٔ‫ی‬ِّ‫ی‬َّ‫س‬‫ال‬ َ‫ر‬ۡ‫ک‬َ‫م‬ َ‫و‬ ِّ‫ض‬ ۡ‫ر‬َ ۡ‫اۡل‬ ‫ی‬ِّ‫ف‬ ‫ا‬ً‫ار‬َ‫ب‬‫ـ‬ۡ‫ک‬ِّ‫ت‬ۡ‫اس‬ۡ‫و‬ُ‫ر‬ُ‫ظ‬ۡ‫ن‬َ‫ی‬ ۡ‫ل‬َ‫ہ‬َ‫ف‬ ٖؕ‫ہ‬ِّ‫ل‬ۡ‫ہ‬َ‫ا‬ِّ‫ب‬ َّ‫ۡل‬ِّ‫ا‬ ُٔ‫ی‬ِّ‫ی‬ُ‫س‬ َّ‫ۡل‬ِّ‫ا‬ َ‫ن‬ۡ‫ن‬َ‫ل‬َ‫ف‬ ۚ َ‫ن‬ۡ‫ی‬ِّ‫ل‬ َّ‫و‬َ ۡ‫اۡل‬ َ‫ت‬َّ‫ن‬ ۡ‫ی‬ِّ‫و‬ ۡ‫ح‬َ‫ت‬ ِّ ‫ہ‬‫اّٰلل‬ ِّ‫ت‬َّ‫ن‬ُ‫س‬ِّ‫ل‬ َ‫د‬ ِّ‫ج‬َ‫ت‬ ۡ‫ن‬َ‫ل‬ َ‫و‬ ۚۚ۬ ً‫ًل‬ۡ‫ِّی‬‫د‬ۡ‫ب‬َ‫ت‬ ِّ ‫ہ‬‫اّٰلل‬ ِّ‫ت‬َّ‫ن‬ُ‫س‬ِّ‫ل‬ َ‫د‬ ِّ‫ج‬َ‫ت‬ً‫ًل‬ Artinya • karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat.Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri.Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan kepada orang-orang yang terdahulu.Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu. (QS Faathir, [35]: 43)
  24. 24. • ُ‫س‬ْ‫م‬َّ‫ش‬‫ال‬ َ‫و‬ِّ‫یم‬ِّ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ال‬ ِّ‫یز‬ ِّ‫ز‬َ‫ع‬ْ‫ال‬ ُ‫ِّیر‬‫د‬ْ‫ق‬َ‫ت‬ َ‫ك‬ِّ‫ل‬َ‫ذ‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫ل‬ ٍ‫ر‬َ‫ق‬َ‫ت‬ْ‫س‬ُ‫م‬ِّ‫ل‬ ‫ي‬ ِّ‫ر‬ْ‫ج‬َ‫ت‬(38)َ‫ك‬ َ‫د‬‫ا‬َ‫ع‬ ‫ى‬َّ‫ت‬َ‫ح‬ َ‫ل‬ ِّ‫َاز‬‫ن‬َ‫م‬ ُ‫ه‬‫َا‬‫ن‬ ْ‫َّر‬‫د‬َ‫ق‬ َ‫ر‬َ‫م‬َ‫ق‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ِّ‫ِّیم‬‫د‬َ‫ق‬ْ‫ال‬ ِّ‫ون‬ُ‫ج‬ ْ‫ر‬ُ‫ع‬ْ‫ال‬ (39)َّ‫ن‬‫ال‬ ُ‫ق‬ِّ‫ب‬‫ا‬َ‫س‬ ُ‫ل‬ْ‫ی‬َّ‫الل‬ ‫ۡل‬ َ‫و‬ َ‫ر‬َ‫م‬َ‫ق‬ْ‫ال‬ َ‫ك‬ ِّ‫ر‬ْ‫د‬ُ‫ت‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫ل‬ ‫ي‬ِّ‫غ‬َ‫ب‬ْ‫ن‬َ‫ی‬ ُ‫س‬ْ‫م‬َّ‫ش‬‫ال‬ َ‫ۡل‬َ‫ون‬ُ‫ح‬َ‫ب‬ْ‫س‬َ‫ی‬ ٍ‫ك‬َ‫ل‬َ‫ف‬ ‫ي‬ِّ‫ف‬ ‫ل‬ُ‫ك‬ َ‫و‬ ِّ‫ار‬َ‫ه‬40} • Artinya • dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah- manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan, dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
  25. 25. • Demikianlah Allah telah menetapkan sesuatu secara tertib. Masing-masing perangkat alam telah di tentukan manzilah, garis edarnya yang pastii, sehingga segala perhitungan dan ketetapan sangat jelas bisa dipastikan. Hitungan waktu (detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun, beserta hitungan yang ada di ataasnaya) terkait dengan semua keteraturan tadi. Itulah sunnatullah, bukan hukum milik alam, tetapi hokum Allah yang ditetapkan di alam. Dan, Allah-lah yang telah mengatur semuanya!
  26. 26. C. Posisi Manusia di Antara Makhluk Ciptaan Allah Swt • Kadang kita menyadari, kita sebagai makhluk hidup, bukan hanya kita yang merupakan makhluk hidup. Melainkan hewan dan tumbuhan yang ada di muka bumi ini adalah makhluk hidup. Tumbuhan adalah makhluk hidup paling awal pada proses rantai makanan. Ia termasuk makhluk hidup karena ia bernafas, bereproduksi tumbuh, dan lainnya. Namun apakah mereka sama dengan manusia? Perbedaan manusia dengan tumbuhan sangat signifikan. Manusia dapat bergerak sangat leluasa. Lain halnya dengan tumbuhan, mereka sangat terbatas. • Bagaimana dengan hewan? Hewan dapat bergerak dengan leluasa sebagaimana manusia. Namun apa yang berbeda dari hewan? Bahwasannya hewan tidak memiliki akal yang sebagaimana manusia memilikinya. Mengapa? Akal adalah sebuah anugrah dari Allah SWT di mana manusia dapat membedakan mana manusia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Pembedaan ini sangat luas aspeknya, ada kala di mana pembedaan ini dalam konteks prilaku.
  27. 27. • Manusia akan dapat membedakan di mana perilaku tersebut benar atau salah. Misal, mencuri adalah prilaku yang tidak baik. Bersedekah kepada orang yang kurang mampu merupakan contoh prilaku yang baik. Oleh adanya akal, maka lahirlah di dunia yang namanya Manusiawi, di mana manusia akan berpikir apakah prilaku tersebut baik atau tidak baik. Lain halnya dengan hewan, hewan yang tidak memiliki akal hanya melakukan sesuka hati demi kepentingan sendiri. Tidak peduli cara tersebut baik atau tidak baik.. Dalam pelajaran ekologi manusia, kita akan dikenalkan pada teori tentang hubungan manusia dengan alam. Salah satunya adalah anthrophosentis. Di sana dijelaskan mengenai hubungan manusia dan alam. salah satu bentuknya adalah anthoposentris. dimana manusia menjadi pusat dari alam. maksudnya semua yang ada dialam ini adalah untuk manusia. Kalau dipikir-pikir emang benar sih. buat apa coba, ada sapi, ikan, padi, kalau bukan untuk makanan kita. buat apa ada kayu, batu, pasir, kalau bukan buat bangunan untuk manusia. buat apa ada emas, berlian kalau gak dipakai oleh manusia sebagai perhiasan. • Allah SWT. juga menjelaskannya dalam Al Qur’an, bahwa semua yang ada dialam ini memang sudah diciptakan untuk kepentingan manusia.
  28. 28. • ‫ال‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِّ‫إ‬ ‫ى‬ َ‫و‬َ‫ت‬ْ‫س‬‫ا‬ َّ‫م‬ُ‫ث‬ ‫ا‬ً‫ع‬‫ی‬ِّ‫م‬َ‫ج‬ ِّ‫ض‬ ْ‫ر‬َ ْ‫اْل‬ ‫ي‬ِّ‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ َ‫ق‬َ‫ل‬َ‫خ‬ ‫ِّي‬‫ذ‬َّ‫ال‬ َ‫و‬ُ‫ه‬َ‫و‬ُ‫ه‬ َ‫و‬ ۚ ٍ‫ت‬‫ا‬ َ‫او‬َ‫م‬َ‫س‬ َ‫ع‬ْ‫ب‬َ‫س‬ َّ‫ن‬ُ‫ه‬‫ا‬ َّ‫و‬َ‫س‬َ‫ف‬ ِّ‫اء‬َ‫م‬َّ‫س‬ِّ‫ل‬ُ‫ك‬ِّ‫ب‬ ٌ‫م‬‫ی‬ِّ‫ل‬َ‫ع‬ ٍ‫ء‬ْ‫ي‬َ‫ش‬ Artinya • Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS Al Baqarah: 29)
  29. 29. • َ‫و‬ ِّ‫ر‬ْ‫ح‬َ‫ب‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ِّ‫ر‬َ‫ب‬ْ‫ال‬ ‫ي‬ِّ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬‫َا‬‫ن‬ْ‫ل‬َ‫م‬َ‫ح‬ َ‫و‬ َ‫م‬َ‫د‬‫آ‬ ‫ي‬ِّ‫ن‬َ‫ب‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫م‬َّ‫ر‬َ‫ك‬ ْ‫د‬َ‫ق‬َ‫ل‬ َ‫و‬ ۞َ‫ع‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬‫َا‬‫ن‬ْ‫ل‬َّ‫ض‬َ‫ف‬ َ‫و‬ ِّ‫ت‬‫ا‬َ‫ب‬ِّ‫ی‬َّ‫الط‬ َ‫ن‬ِّ‫م‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬‫َا‬‫ن‬ْ‫ق‬ َ‫ز‬ َ‫ر‬ٍ‫یر‬ِّ‫ث‬َ‫ك‬ ‫ى‬َ‫ل‬ ً‫یًل‬ ِّ‫ض‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ق‬َ‫ل‬َ‫خ‬ ْ‫ن‬َّ‫م‬ِّ‫م‬ Artinya • Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan
  30. 30. • ِّ‫ر‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ِّ‫ت‬‫آ‬ ْ‫و‬َ‫س‬ ‫ي‬ ِّ‫ار‬ َ‫و‬ُ‫ی‬ ‫ا‬ً‫س‬‫ا‬َ‫ب‬ِّ‫ل‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ی‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ل‬َ‫ز‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ْ‫د‬َ‫ق‬ َ‫م‬َ‫د‬‫آ‬ ‫ي‬ِّ‫ن‬َ‫ب‬ ‫ا‬َ‫ی‬ِّ‫ل‬َ‫ذ‬ ۚ ٌ‫ْر‬‫ی‬َ‫خ‬ َ‫ك‬ِّ‫ل‬َ‫ذ‬ ‫ى‬ َ‫و‬ْ‫ق‬َّ‫ت‬‫ال‬ ُ‫اس‬َ‫ب‬ِّ‫ل‬ َ‫و‬ ۖ ‫ا‬ً‫ش‬‫ی‬َ‫ك‬ِّ َّ‫اّٰلل‬ ِّ‫ت‬‫ا‬َ‫ی‬‫آ‬ ْ‫ن‬ِّ‫م‬ َ‫ون‬ُ‫ر‬َّ‫ك‬َّ‫ذ‬َ‫ی‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َّ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ل‬ Artinya • Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
  31. 31. • َ‫أ‬َ‫ف‬ ِّ‫ل‬‫ا‬َ‫ب‬ ِّ‫ج‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ِّ‫ض‬ ْ‫ر‬َ ْ‫اْل‬ َ‫و‬ ِّ‫ت‬‫ا‬ َ‫او‬َ‫م‬َّ‫س‬‫ال‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ة‬َ‫ن‬‫ا‬َ‫م‬َ ْ‫اْل‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ض‬َ‫ر‬َ‫ع‬ ‫ا‬َّ‫ن‬ِّ‫إ‬َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ن‬ِّ‫م‬ َ‫ن‬ْ‫ق‬َ‫ف‬ْ‫ش‬َ‫أ‬ َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫ن‬ْ‫ل‬ِّ‫م‬ْ‫ح‬َ‫ی‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ َ‫ْن‬‫ی‬َ‫ب‬َ‫ح‬‫ا‬َ‫ه‬َ‫ل‬َ‫م‬ ً‫وۡل‬ُ‫ه‬َ‫ج‬ ‫ا‬ً‫م‬‫و‬ُ‫ل‬َ‫ظ‬ َ‫ان‬َ‫ك‬ ُ‫ه‬َّ‫ن‬ِّ‫إ‬ ۖ ُ‫ان‬َ‫س‬ْ‫ن‬ِّ ْ‫اْل‬ Artinya • Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,
  32. 32. • Dalam posisi manusia sebagai makhluk yang di beri kebebasan memilih, sejatinya manusia bias menetapkan dirinya mengikuti kebebasan fujur atau taqwa-nya. Oleh karena itu sudah sunnatullah jika manusia, ada yang menjadi kuffur ataupun mukmin. Semua manusia, sejak lahir, telah di jamin sebagai makhluk fitrah, makhluk yan(hadis) • Kebebasan yang dianugerahkan oleh Allah Swt hanya kepada manusia ( dan juga sebangsa jin, karena dikenal adanya dua golongan jin, Muslim dan non-Muslim) menyangkut sejarah penciptaan makhluk manusia yang akan ditugaskan menjadi khalifah di bumi. Perjanjian tentang persiapannya telah disampaikan oleh Allah dalam Al-Qur’an sejak masa awal penciptaan.
  33. 33. D. Manusia Sebagai Khalifah fil Ardh • Sejak awal penciptaanNya, manusia dijadikan sebagai khalifah di bumi. Manusia sebagai pemakmur bumi. Segala yang ada di bumi di peruntukkan bagi manusia. Oleh karena itu, Allah telah memberi tanggung jawab, dalam proses awal penciptaan, kepada manusia: tanggung jawab yang tidak bisa dipikul oleh makhluk lain.
  34. 34. • ُ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ۖ ً‫ة‬َ‫ف‬‫ی‬ِّ‫ل‬َ‫خ‬ ِّ‫ض‬ ْ‫ر‬َ ْ‫اْل‬ ‫ي‬ِّ‫ف‬ ٌ‫ل‬ِّ‫ع‬‫ا‬َ‫ج‬ ‫ي‬ِّ‫ن‬ِّ‫إ‬ ِّ‫ة‬َ‫ك‬ِّ‫ئ‬ َ‫ًل‬َ‫م‬ْ‫ل‬ِّ‫ل‬ َ‫ُّك‬‫ب‬ َ‫ر‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ْ‫ذ‬ِّ‫إ‬ َ‫و‬َ‫ی‬ َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ه‬‫ی‬ِّ‫ف‬ ُ‫د‬ِّ‫س‬ْ‫ف‬ُ‫ی‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ ‫ا‬َ‫ه‬‫ی‬ِّ‫ف‬ ُ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ج‬َ‫ت‬َ‫أ‬ ‫وا‬ِّ‫الد‬ ُ‫ك‬ِّ‫ف‬ْ‫س‬ُ‫ن‬ْ‫َح‬‫ن‬ َ‫و‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫م‬ َ‫ون‬ُ‫م‬َ‫ل‬ْ‫ع‬َ‫ت‬ َ‫ۡل‬ ‫ا‬َ‫م‬ ُ‫م‬َ‫ل‬ْ‫ع‬َ‫أ‬ ‫ي‬ِّ‫ن‬ِّ‫إ‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ۖ َ‫ك‬َ‫ل‬ ُ‫ِّس‬‫د‬َ‫ق‬ُ‫ن‬ َ‫و‬ َ‫ِّك‬‫د‬ْ‫م‬َ‫ح‬ِّ‫ب‬ ُ‫ح‬ِّ‫ب‬َ‫س‬ُ‫ن‬ Artinya • Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"
  35. 35. • ‫ي‬ِّ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َّ‫ن‬َ‫ف‬ِّ‫ل‬ْ‫خ‬َ‫ت‬ْ‫س‬َ‫ی‬َ‫ل‬ ِّ‫ت‬‫ا‬َ‫ح‬ِّ‫ل‬‫ا‬َّ‫ص‬‫ال‬ ‫وا‬ُ‫ل‬ِّ‫م‬َ‫ع‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ن‬ِّ‫م‬ ‫وا‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ َ‫ِّین‬‫ذ‬َّ‫ال‬ ُ َّ‫اّٰلل‬ َ‫د‬َ‫ع‬ َ‫و‬‫ِّی‬‫ذ‬َّ‫ال‬ َ‫ف‬َ‫ل‬ْ‫خ‬َ‫ت‬ْ‫س‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫ك‬ ِّ‫ض‬ ْ‫ر‬َ ْ‫اْل‬ِّ‫ك‬َ‫م‬ُ‫ی‬َ‫ل‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ِّ‫ه‬ِّ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫ق‬ ْ‫ن‬ِّ‫م‬ َ‫ن‬ُ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ن‬‫ِّی‬‫د‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ل‬ َّ‫َن‬‫ن‬ ِّ‫ن‬َ‫ن‬‫ُو‬‫د‬ُ‫ب‬ْ‫ع‬َ‫ی‬ ۚ ‫ا‬ً‫ن‬ْ‫م‬َ‫أ‬ ْ‫م‬ِّ‫ه‬ِّ‫ف‬ ْ‫َو‬‫خ‬ ِّ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ن‬ِّ‫م‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َّ‫ن‬َ‫ل‬ِّ‫د‬َ‫ب‬ُ‫ی‬َ‫ل‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ل‬ ‫ى‬َ‫ض‬َ‫ت‬ ْ‫ار‬ ‫ِّي‬‫ذ‬َّ‫ال‬َ‫م‬ َ‫و‬ ۚ ‫ا‬ًًْ‫ی‬َ‫ش‬ ‫ي‬ِّ‫ب‬ َ‫ون‬ُ‫ك‬ ِّ‫ر‬ْ‫ش‬ُ‫ی‬ َ‫ۡل‬ ‫ي‬ُ‫أ‬َ‫ف‬ َ‫ك‬ِّ‫ل‬َ‫ذ‬ َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ َ‫ر‬َ‫ف‬َ‫ك‬ ْ‫ن‬ُ‫م‬ُ‫ه‬ َ‫ك‬ًَِّ‫ل‬‫و‬َ‫ون‬ُ‫ق‬ِّ‫س‬‫ا‬َ‫ف‬ْ‫ال‬ Artinya • Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
  36. 36. • َ‫ْن‬‫ی‬َ‫ب‬َ‫أ‬َ‫ف‬ ِّ‫ل‬‫ا‬َ‫ب‬ ِّ‫ج‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ِّ‫ض‬ ْ‫ر‬َ ْ‫اْل‬ َ‫و‬ ِّ‫ت‬‫ا‬ َ‫او‬َ‫م‬َّ‫س‬‫ال‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ة‬َ‫ن‬‫ا‬َ‫م‬َ ْ‫اْل‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ض‬ َ‫ر‬َ‫ع‬ ‫ا‬َّ‫ن‬ِّ‫إ‬َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ن‬ِّ‫م‬ َ‫ن‬ْ‫ق‬َ‫ف‬ْ‫ش‬َ‫أ‬ َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫ن‬ْ‫ل‬ِّ‫م‬ْ‫ح‬َ‫ی‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ْ‫ن‬ِّ ْ‫اْل‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫ل‬َ‫م‬َ‫ح‬ُ‫ه‬َّ‫ن‬ِّ‫إ‬ ۖ ُ‫ان‬َ‫س‬ ً‫وۡل‬ُ‫ه‬َ‫ج‬ ‫ا‬ً‫م‬‫و‬ُ‫ل‬َ‫ظ‬ َ‫ان‬َ‫ك‬ Artinya • Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung- gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh
  37. 37. • Sekalipun manusia adalah makhluk individu, tak ada manusia yang bias lepas dari keberadaan manusia lain. Bahkan dengan alam, manusia pun harus tetap memelihara hubungan baik. Ketergantungan manusia kepada makhluk Allah lainnya adalah fitrah Allah yang tidak bisa ditolak
  38. 38. • Tanggung jawab setiap manusia adalah tanggung jawab pribadi • َ‫ن‬ ْ‫ن‬ِّ‫م‬َ‫ف‬ ٍ‫ة‬ًَِّ‫ی‬َ‫س‬ ْ‫ن‬ِّ‫م‬ َ‫ك‬َ‫ب‬‫ا‬َ‫ص‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫م‬ َ‫و‬ ۖ ِّ َّ‫اّٰلل‬ َ‫ن‬ِّ‫م‬َ‫ف‬ ٍ‫ة‬َ‫ن‬َ‫س‬َ‫ح‬ ْ‫ن‬ِّ‫م‬ َ‫ك‬َ‫ب‬‫ا‬َ‫ص‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫م‬ً‫وۡل‬ُ‫س‬ َ‫ر‬ ِّ‫اس‬َّ‫ن‬‫ل‬ِّ‫ل‬ َ‫َاك‬‫ن‬ْ‫ل‬َ‫س‬ ْ‫ر‬َ‫أ‬ َ‫و‬ ۚ َ‫ِّك‬‫س‬ْ‫ف‬ۚ‫ى‬َ‫ف‬َ‫ك‬ َ‫و‬‫ًا‬‫د‬‫ی‬ِّ‫ه‬َ‫ش‬ ِّ َّ‫اّٰلل‬ِّ‫ب‬ Artinya • Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.
  39. 39. • Manusia di beri tugas untuk memelihara hubungan baik dengan sesame manusia • ‫ا‬َ‫ی‬َ‫ز‬ ‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ن‬ِّ‫م‬ َ‫ق‬َ‫ل‬َ‫خ‬ َ‫و‬ ٍ‫ة‬َ‫د‬ ِّ‫اح‬ َ‫و‬ ٍ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ ْ‫ن‬ِّ‫م‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ق‬َ‫ل‬َ‫خ‬ ‫ِّي‬‫ذ‬َّ‫ال‬ ُ‫م‬ُ‫ك‬َّ‫ب‬ َ‫ر‬ ‫وا‬ُ‫ق‬َّ‫ت‬‫ا‬ ُ‫اس‬َّ‫ن‬‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ی‬َ‫أ‬‫ا‬َ‫ج‬ ِّ‫ر‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬ْ‫ن‬ِّ‫م‬ َّ‫ث‬َ‫ب‬ َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫ج‬ ْ‫و‬َ َّ‫اّٰلل‬ ‫وا‬ُ‫ق‬َّ‫ت‬‫ا‬ َ‫و‬ ۚ ً‫ء‬‫ا‬َ‫س‬ِّ‫ن‬ َ‫و‬ ‫ا‬ً‫یر‬ِّ‫ث‬َ‫ك‬ ً‫ۡل‬‫ِّي‬‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ا‬ً‫ب‬‫ی‬ِّ‫ق‬َ‫ر‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ی‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ان‬َ‫ك‬ َ َّ‫اّٰلل‬ َّ‫ن‬ِّ‫إ‬ ۚ َ‫ام‬َ‫ح‬ ْ‫ر‬َ ْ‫اْل‬ َ‫و‬ ِّ‫ه‬ِّ‫ب‬ َ‫ون‬ُ‫ل‬َ‫ء‬‫ا‬َ‫س‬َ‫ت‬ Artinya • Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu
  40. 40. • Manusia mukmin harus memeliharahubungan yang baik dengan saurada seagama • ٌ‫ة‬ َ‫و‬ْ‫خ‬ِّ‫إ‬ َ‫ون‬ُ‫ن‬ِّ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫م‬ْ‫ال‬ ‫ا‬َ‫م‬َّ‫ن‬ِّ‫إ‬َ‫ْن‬‫ی‬َ‫ب‬ ‫وا‬ُ‫ح‬ِّ‫ل‬ْ‫ص‬َ‫أ‬َ‫ف‬ۚ ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ی‬ َ‫َو‬‫خ‬َ‫أ‬َ َّ‫اّٰلل‬ ‫وا‬ُ‫ق‬َّ‫ت‬‫ا‬ َ‫و‬ْ‫م‬ُ‫ك‬َّ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ل‬َ‫ون‬ُ‫م‬َ‫ح‬ ْ‫ر‬ُ‫ت‬ Artinya • Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
  41. 41. • Manusia harus memelihara hubungan baik dengan orang tua • َ‫ی‬ ‫ا‬َّ‫م‬ِّ‫إ‬ ۚ ‫ا‬ً‫ن‬‫ا‬َ‫س‬ْ‫ح‬ِّ‫إ‬ ِّ‫ْن‬‫ی‬َ‫د‬ِّ‫ل‬‫ا‬ َ‫و‬ْ‫ال‬ِّ‫ب‬ َ‫و‬ ُ‫ه‬‫َّا‬‫ی‬ِّ‫إ‬ َّ‫ۡل‬ِّ‫إ‬ ‫ُوا‬‫د‬ُ‫ب‬ْ‫ع‬َ‫ت‬ َّ‫ۡل‬َ‫أ‬ َ‫ُّك‬‫ب‬ َ‫ر‬ ‫ى‬َ‫ض‬َ‫ق‬ َ‫و‬ ۞ُ‫د‬َ‫ح‬َ‫أ‬ َ‫ر‬َ‫ب‬ِّ‫ك‬ْ‫ال‬ َ‫ك‬َ‫د‬ْ‫ن‬ِّ‫ع‬ َّ‫َن‬‫غ‬ُ‫ل‬ْ‫ب‬ُ‫ق‬َ‫ت‬ َ‫ًل‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬ َ‫ًل‬ِّ‫ك‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ۡل‬ َ‫و‬ ٍ‫ف‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ل‬ ْ‫ل‬ ‫ا‬ً‫م‬‫ی‬ ِّ‫ر‬َ‫ك‬ ً‫ۡل‬ ْ‫و‬َ‫ق‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ل‬ ْ‫ل‬ُ‫ق‬ َ‫و‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬ ْ‫ر‬َ‫ه‬ْ‫ن‬َ‫ت‬ Artinya • Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
  42. 42. • Manusia memelihara hubungan baik dengan alam • ِّ‫َض‬‫خ‬ ُ‫ه‬ْ‫ن‬ِّ‫م‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ج‬َ‫ر‬ْ‫خ‬َ‫أ‬َ‫ف‬ ٍ‫ء‬ْ‫ي‬َ‫ش‬ ِّ‫ل‬ُ‫ك‬ َ‫ات‬َ‫ب‬َ‫ن‬ ِّ‫ه‬ِّ‫ب‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ج‬َ‫ر‬ْ‫خ‬َ‫أ‬َ‫ف‬ ً‫ء‬‫ا‬َ‫م‬ ِّ‫اء‬َ‫م‬َّ‫س‬‫ال‬ َ‫ن‬ِّ‫م‬ َ‫ل‬َ‫ز‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ِّي‬‫ذ‬َّ‫ال‬ َ‫و‬ُ‫ه‬ َ‫و‬ْ‫ن‬ِّ‫م‬ ُ‫ج‬ ِّ‫ر‬ْ‫خ‬ُ‫ن‬ ‫ا‬ً‫ر‬ِّ‫ق‬ ‫ا‬َ‫ه‬ِّ‫ع‬ْ‫ل‬َ‫ط‬ ْ‫ن‬ِّ‫م‬ ِّ‫ل‬ْ‫خ‬َّ‫ن‬‫ال‬ َ‫ن‬ِّ‫م‬ َ‫و‬ ‫ًا‬‫ب‬ِّ‫ك‬‫ا‬َ‫ر‬َ‫ت‬ُ‫م‬ ‫ًّا‬‫ب‬َ‫ح‬ ُ‫ه‬ٌ‫ة‬َ‫ی‬ِّ‫ن‬‫ا‬َ‫د‬ ٌ‫ان‬ َ‫و‬ْ‫ن‬ َ‫ث‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِّ‫إ‬ ‫وا‬ُ‫ر‬ُ‫ظ‬ْ‫ن‬‫ا‬ ۗ ٍ‫ه‬ِّ‫ب‬‫َا‬‫ش‬َ‫ت‬ُ‫م‬ َ‫ْر‬‫ی‬َ‫غ‬ َ‫و‬ ‫ا‬ً‫ه‬ِّ‫ب‬َ‫ت‬ْ‫ش‬ُ‫م‬ َ‫ان‬َّ‫م‬ُّ‫الر‬ َ‫و‬ َ‫ون‬ُ‫ت‬ْ‫ی‬َّ‫الز‬ َ‫و‬ ٍ‫ب‬‫َا‬‫ن‬ْ‫ع‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬ِّ‫م‬ ٍ‫ت‬‫ا‬َّ‫ن‬َ‫ج‬ َ‫و‬َ‫م‬ْ‫ث‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِّ‫إ‬ ِّ‫ه‬ ِّ‫ر‬َ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫ی‬ ٍ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ق‬ِّ‫ل‬ ٍ‫ت‬‫ا‬َ‫ی‬ َ‫َل‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ِّ‫ل‬َ‫ذ‬ ‫ي‬ِّ‫ف‬ َّ‫ن‬ِّ‫إ‬ ۚ ِّ‫ه‬ِّ‫ع‬ْ‫ن‬َ‫ی‬ َ‫و‬ َ‫ر‬َ‫ون‬ُ‫ن‬ِّ‫م‬ Artinya • Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai- tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman
  43. 43. • Manusia mukmin memelihara hubungan baik dengan Manusia lainnya • ِّ‫م‬ ‫وا‬ُ‫م‬َ‫ل‬َ‫ظ‬ َ‫ِّین‬‫ذ‬َّ‫ال‬ َّ‫ۡل‬ِّ‫إ‬ ُ‫ن‬َ‫س‬ْ‫ح‬َ‫أ‬ َ‫ي‬ِّ‫ه‬ ‫ي‬ِّ‫ت‬َّ‫ال‬ِّ‫ب‬ َّ‫ۡل‬ِّ‫إ‬ ِّ‫ب‬‫ا‬َ‫ت‬ِّ‫ك‬ْ‫ال‬ َ‫ل‬ْ‫ه‬َ‫أ‬ ‫وا‬ُ‫ل‬ِّ‫د‬‫ا‬َ‫ج‬ُ‫ت‬ َ‫ۡل‬ َ‫و‬ ۞َّ‫ال‬ِّ‫ب‬ ‫ا‬َّ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ ‫وا‬ُ‫ل‬‫و‬ُ‫ق‬ َ‫و‬ ۖ ْ‫م‬ُ‫ه‬ْ‫ن‬َ‫ل‬ ِّ‫ز‬ْ‫ن‬ُ‫أ‬ َ‫و‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ی‬َ‫ل‬ِّ‫إ‬ َ‫ل‬ ِّ‫ز‬ْ‫ن‬ُ‫أ‬ ‫ِّي‬‫ذ‬‫َا‬‫ن‬ُ‫ه‬َ‫ل‬ِّ‫إ‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ی‬َ‫ل‬ِّ‫إ‬ َ‫ون‬ُ‫م‬ِّ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ ُ‫ن‬ْ‫َح‬‫ن‬ َ‫و‬ ٌ‫د‬ ِّ‫اح‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫ه‬َ‫ل‬ِّ‫إ‬ َ‫و‬ Artinya • Dan janganlah kamu berdebat denganAhli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri".
  44. 44. “Terima Kasih” Wassalamualaikum wr wb.

×