TOPIK : -  POLIHIDRAMNION -  OLIGOHIDRAMNION -  INFEKSI SELAPUT KETUBAN -  MEKONIUM DALAM AIR KETUBAN -  KELAINAN FUNGSI D...
POLIHIDRAMNION  DAN  OLIGOHIDRAMNION - JUMLAH AIR KETUBAN TERGANTUNG :  USIA KEHAMILAN, KEADAAN IBU DAN KEADAAN JANIN. - J...
- AIR KETUBAN DIPRODUKSI :  - PERMULAAN KEHAMILAN – PERTENGAHAN KEHAMILAN : TRANSUDASI CAIRAN PLASMA MELALUI MELALUI SELAP...
STRUKTUR FUNGSIONAL PLASENTA :
- VOLUME AIR KETUBAN  LEBIH 2000 cc. - MUNCUL SESUDAH KEHAMILAN  LEBIH 20 MINGGU. - DIBAGI ATAS AKUT DAN KRONIK, AKUT  HAN...
POLIHYDRAMNIOS
 
DIAGNOSIS : - SERING PADA TRIMESTER TERAKHIR KEHAMILAN. - FU > DARI TUA KEHAMILAN - DJJ SULIT DIDENGAR. - POLIHIDRAMNION  ...
PERBEDAAN AKUT DAN KRONIS HIDRAMNION
PENYEBAB DAN ANGKA KEJADIAN POLIHIDRAMNION
- TELUSURI PENYEBAB. - KRONIK HIDRAMNION :  DIET PROTEIN   , CUKUP ISTIRAHAT, K/P SEDATIVE. -  POLIHIDRAMNION SEDANG / BE...
OLIGOHIDRAMNION - AIR KETUBAN KURANG DARI 500 cc - PADA TRIMESTER II & III KEHAMILAN, KALAU LEBIH AWAL  PROGNOSA JANIN LEB...
PENANGANAN - PADA TRIMESTER II KEHAMILAN, PROGNOSA JANIN JELEK. - BERLANGSUNG LAMA     HIPOPLASIA PARU DAN DEFORMITAS JAN...
INFEKSI SELAPUT KETUBAN - DISEBUT JUGA AMNIONITIS.  - SERING PADA KPD DAN PARTUS TERLANTAR. - 5 % – 20 % KASUS KPD     AM...
PENANGANAN - AWAL INFEKSI, DIAGNOSA SULIT     GEJALA KLINIK DAN LAB.  TIDAK SPESIFIK. - DIAGNOSA CEPAT, PENANGANAN TEPAT ...
BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI  FK-USU / RSHAM - RSPM Dr. R. HARYONO ROESHADI, SpOG.K.FM HIPOKSIA AKUT  DAN  HIPOKSIA KRONIS
H I P O K S I A - PADA KEHAMILAN  ANEMIA BERAT, O 2  KURANG, PENYAKIT JANTUNG, PARU-PARU, TOKSEMIA, DM, HIPERTENSI, PRIMIG...
- GANGGUAN PERTUKARAN GAS    ASIDOSIS RESPIRATORIK    METABOLISME ANAEROB + GLIKOSIS    ASAM-ASAM  ORGANIK    ASIDOSIS...
- DIAGNOSA  :  PEM. SAMA SEPERTI INSUF. PLASENTA DAN IUGR. - FETAL DISTRESS, JIKA  : -   KELAINAN DJJ :  -  TACHYCARDIA LE...
HIPOKSIA JANIN AKAN MENYEBABKAN ASFIKSIA NEONATORUM     DINILAI DARI : NILAI APGAR (APGAR SCORE). NILAI APGAR DINILAI DAL...
NILAI APGAR
- RESUSITASI AKTIF, INTUBASI ENDOTRACHEAL, O 2  DGN TEK.  (+)  BICARBONAS NATRICUS 7,5 % DOSIS 2 – 4 ml/kg BB;  GLUKOSA  4...
- KALAU PERNAFASAN (-)     RANGSANGAN MEMUKUL  TELAPAK KAKI ATAU MEMESAN TENDON ACHILLES. - KALAU > 1 MENIT PERNAFASAN (-...
SETELAH BAYI LAHIR, DICARI TANDA-TANDA RISIKO TINGGI,  SEPERTI :  - APGAR SCORE < 7 - BBLR ATAU BMK - RSD, TANDA-TANDA SHO...
- DALAM KEHAMILAN  (KJDK)  ATAU PERSALINAN  (KJDP). -  TERJADI KARENA HIPOKSIA BERAT     KEMATIAN JANIN. - TANDA :  - GER...
- RONTGEN FOTO :  - SPALDING’S SIGN (+) - ROBERT’S SIGN (+) - KELAINAN SIKAP JANIN. - AMNIOSKOPI/AMNIOSINTESA :  CAIRAN KE...
BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI  FK-USU / RSHAM - RSPM Dr. R. HARYONO ROESHADI, SpOG.K.FM KULIAH OBSTETRI – GINEKOLOGI GANG...
GANGGUAN FUNGSI PLASENTA  KELANGSUNGAN HIDUP JANIN TERGANTUNG :  KEADAAN IBU,  UTERUS, JANIN DAN FUNGSI PLASENTA. FUNGSI P...
- BOH, TOXAEMIA GRAVIDARUM, PENYAKIT GINJAL DAN HDK,  DM, ISOIMMUNISASI Rh, GEMELLI, POSTMATURITAS. - GANGGUAN VASKULARISA...
STRUKTUR FUNGSIONAL PLASENTA :
 
PEMERIKSAAN LAIN YANG MENDUKUNG 1. USG, PERTAMBAHAN DBF SECARA SERIAL 2. AMNIOSKOPI :  VOLUME DAN WARNA AIR KETUBAN 3. STR...
PENANGANAN KEHAMILAN DAN PERSALINAN -. PETUNJUK INSUF, PLASENTA    IUGR. TETAPI IUGR BISA JUGA KARENA : KELAINAN IBU  (GI...
TINDAKAN DALAM KEHAMILAN A. KONSERVATIF - PENGOBATAN KAUSAL  - MEMPERBAIKI FUNGSI PLASENTA, ISTIRAHAT BARING, DIET YANG SE...
PADA TERMINASI KEHAMILAN PENGAWASAN KETAT DILAKUKAN  DENGAN : 1. MENDENGAR DJJ :  MONOAURAL, PHONOCARDIOGRAM . 2. MELIHAT ...
PLASENTA SETELAH KELAHIRAN PENYAKIT-PENYAKIT PADA PLASENTA
PENYAKIT-PENYAKIT PLASENTA  1. KELAINAN BOBOT PLASENTA  NORMAL :    15–20 cm; TEBAL 1,5–3 cm; BERAT 1/6 BERAT BAYI (500–8...
4. PLASENTA MEMBRANACEA : LEBAR DAN TIPIS     PLASENTA PREVIA ATAU RETENTIO PLACENTAE. 5. PLASENTA CIRCULVALLATA PADA 1 %...
7. INFEKSI PLASENTA  PENYEBAB SEPSIS PUERPERALIS DAN PADA JANIN PNEUMONIA,  PERADANGAN TALI PUSAT DAN SEPTICAEMIA. 8. TUMO...
Terima Kasih
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

Kelainan air ketuban dan plasenta

21.852 Aufrufe

Veröffentlicht am

0 Kommentare
4 Gefällt mir
Statistik
Notizen
  • Als Erste(r) kommentieren

Keine Downloads
Aufrufe
Aufrufe insgesamt
21.852
Auf SlideShare
0
Aus Einbettungen
0
Anzahl an Einbettungen
5
Aktionen
Geteilt
0
Downloads
333
Kommentare
0
Gefällt mir
4
Einbettungen 0
Keine Einbettungen

Keine Notizen für die Folie

Kelainan air ketuban dan plasenta

  1. 1. TOPIK : - POLIHIDRAMNION - OLIGOHIDRAMNION - INFEKSI SELAPUT KETUBAN - MEKONIUM DALAM AIR KETUBAN - KELAINAN FUNGSI DAN PENYAKIT PLASENTA Kelainan Ketuban Oleh : Yesie Aprillia S.Si,T, M.Kes
  2. 2. POLIHIDRAMNION DAN OLIGOHIDRAMNION - JUMLAH AIR KETUBAN TERGANTUNG : USIA KEHAMILAN, KEADAAN IBU DAN KEADAAN JANIN. - JUMLAH AIR KETUBAN PADA BERBAGAI UMUR KEHAMILAN : - 10 MINGGU, LEBIH KURANG 30 cc. - 20 MINGGU, LEBIH KURANG 350 cc. - 38 MINGGU, LEBIH KURANG 1000 cc. - 42 MINGGU, LEBIH KURANG 500 cc.
  3. 3. - AIR KETUBAN DIPRODUKSI : - PERMULAAN KEHAMILAN – PERTENGAHAN KEHAMILAN : TRANSUDASI CAIRAN PLASMA MELALUI MELALUI SELAPUT AMNION DAN CHORION. - PROSES MENELAN DAN PRODUKSI URINE JANIN. - SIRKULASI AIR KETUBAN MASUK – KELUAR KANTONG. KETUBAN  500 cc PERJAM.
  4. 4. STRUKTUR FUNGSIONAL PLASENTA :
  5. 5. - VOLUME AIR KETUBAN LEBIH 2000 cc. - MUNCUL SESUDAH KEHAMILAN LEBIH 20 MINGGU. - DIBAGI ATAS AKUT DAN KRONIK, AKUT HANYA 2 %. - ANGKA KEJADIAN 1 : 150 – 280 KEHAMILAN. - PENYEBAB : HIDRAMNION ANTARA LAIN : Rh ISO IMUNISASI, DM, GEMELLI, KELAINAN KONGENITAL DAN IDIOPHATIC. POLIHIDRAMNION
  6. 6. POLIHYDRAMNIOS
  7. 8. DIAGNOSIS : - SERING PADA TRIMESTER TERAKHIR KEHAMILAN. - FU > DARI TUA KEHAMILAN - DJJ SULIT DIDENGAR. - POLIHIDRAMNION RINGAN : SESAK NAFAS RINGAN. BERAT : AIR KETUBAN > 4000 cc DYSPNOE & ORTHOPNEA, OEDEMA PADA EXTREMITAS BAWAH. - DIAGNOSIS : MUDAH. - DENGAN PALPASI - PEMERIKSAAN USG. - JUMLAH EMPAT KUADRANT > 24 CM .
  8. 9. PERBEDAAN AKUT DAN KRONIS HIDRAMNION
  9. 10. PENYEBAB DAN ANGKA KEJADIAN POLIHIDRAMNION
  10. 11. - TELUSURI PENYEBAB. - KRONIK HIDRAMNION : DIET PROTEIN  , CUKUP ISTIRAHAT, K/P SEDATIVE. - POLIHIDRAMNION SEDANG / BERAT, ATERM  TERMINASI. - PENDERITA DIOPNAME, ISTIRAHAT TOTAL DAN DIMONITOR. - KRONIK HIDRAMNION, AMNIOSINTESIS JARANG - JIKA DYSPNOE BERAT, ORTHOPNEA, JANIN KECIL  AMNIOSINTESIS. - AMNIOSINTESIS, 500 – 1000 CC/HARI  DIULANGI 2 – 3 HARI. - K/P DIBERI TOKOLITIK. - KOMPLIKASI YANG SERING : KELAINAN LETAK JANIN, PARTUS LAMA, SOLUSIO PLASENTA, TALI PUSAT MENUMBUNG DAN PPH. - PREMATURITAS DAN KEMATIAN PERINATAL TINGGI SERING PADA POLIHIDRAMNION AKUT. PENANGANAN
  11. 12. OLIGOHIDRAMNION - AIR KETUBAN KURANG DARI 500 cc - PADA TRIMESTER II & III KEHAMILAN, KALAU LEBIH AWAL PROGNOSA JANIN LEBIH JELEK - PENYEBAB : PJT, KPD, POSTDATISM DAN KELAINAN KONGENITAL - DIBANDINGKAN POLIHIDRAMNION, PROGNOSA JANIN LEBIH JELEK. - DIAGNOSIS : - UTERUS KECIL DARI USIA KEHAMILAN - TELUSURI PENYEBAB - USG : - MASING-MASING KUADRANT KURANG DARI 1 cm - JUMLAH KEEMPAT KUADRANT KURANG DARI 5 cm
  12. 13. PENANGANAN - PADA TRIMESTER II KEHAMILAN, PROGNOSA JANIN JELEK. - BERLANGSUNG LAMA  HIPOPLASIA PARU DAN DEFORMITAS JANIN. - OLIGOHIDRAMNION + PJT  PROGNOSA JANIN JELEK. - AMNIO INFUSION DAPAT DIPERTIMBANGKAN - PENANGANAN TERGANTUNG PENYEBAB. - KPD  PENANGANAN KPD - PJT  PENANGANAN PJT - POSTDATISM  PENANGANAN POSTDATISM - DAN SETERUSNYA.
  13. 14. INFEKSI SELAPUT KETUBAN - DISEBUT JUGA AMNIONITIS. - SERING PADA KPD DAN PARTUS TERLANTAR. - 5 % – 20 % KASUS KPD  AMNIONITIS. - AMNIONITIS DAPAT BERLANJUT : ENDOMETRITIS & INFEKSI NEONATAL. - KEMUNGKINAN AMNIONITIS TERGANTUNG PADA : LAMANYA KPD, LATEN PERIOD PERSALINAN, JUMLAH VT DAN JUMLAH AIR KETUBAN. - PENYEBARAN : 1. TRANSCERVICAL  SELAPUT KETUBAN. 2. TRANSCERVICAL  DESIDUA  LAPISAN KHORION. 3. INFEKSI LANGSUNG KE JARINGAN CERVICAL. 4. SYSTEMIC  PLASENTA  CHORION.
  14. 15. PENANGANAN - AWAL INFEKSI, DIAGNOSA SULIT  GEJALA KLINIK DAN LAB. TIDAK SPESIFIK. - DIAGNOSA CEPAT, PENANGANAN TEPAT  PROGNOSA IBU & JANIN BAIK. - GEJALA  DEMAM, MATERNAL & FETAL TAKIKARDI, UTERUS NYERI DAN CAIRAN KETUBAN BERBAU. - PEMERIKSAAN  GRAM, KULTUR DAN SENSITIVITY TEST, BAKTERI AEROB & ANAEROB PERLU SEGERA DILAKUKAN. - UNTUK MENGHINDARI PERITONITIS  PERSALINAN PERVAGINAM. - PEMBERIAN ANTIBIOTIKA  SESUAI DENGAN SENSITIVITY TEST.
  15. 16. BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI FK-USU / RSHAM - RSPM Dr. R. HARYONO ROESHADI, SpOG.K.FM HIPOKSIA AKUT DAN HIPOKSIA KRONIS
  16. 17. H I P O K S I A - PADA KEHAMILAN ANEMIA BERAT, O 2 KURANG, PENYAKIT JANTUNG, PARU-PARU, TOKSEMIA, DM, HIPERTENSI, PRIMIGRAVIDA TUA, POST MATURITAS. - PADA PERSALINAN - JANIN : GANGGUAN TALI PUSAT, DEPRESI PERNAFASAN, PERDARAHAN INTRACRANIAL, KELAINAN BAWAAN : ATRESIA SALURAN PERNAFASAN HIPOPLASIA PARU. - IBU : GANGGUAN HIS, HIPOTENSI, HIPERTENSI / EKLAMPSIA DAN SOLUTIO PLACENTAE. - KARENA GANGGUAN PERTUKARAN GAS DAN O 2 - AKUT (MENDADAK) DAN KRONIS (LAMA) - TERUTAMA DALAM KEHAMILAN DAN PERSALINAN IBU, FUNGSI PLASENTA DAN JANIN.
  17. 18. - GANGGUAN PERTUKARAN GAS  ASIDOSIS RESPIRATORIK  METABOLISME ANAEROB + GLIKOSIS  ASAM-ASAM ORGANIK  ASIDOSIS METABOLIK + GGN KARDIOVASKULAR  KEMATIAN JANIN. - HIPOKSIA  VASOKONSTRIKSI PERIFER DAN SPLANCHNICUS  USUS TERANGSANG  MECONIUM. - DIDUGA HIPOKSIA, BILA : TANDA-TANDA IUGR (+) , MECONIUM (+) GGN KARDIOVASKULAR (+) , PENURUNAN pH DARAH (+) . TERJADINYA
  18. 19. - DIAGNOSA : PEM. SAMA SEPERTI INSUF. PLASENTA DAN IUGR. - FETAL DISTRESS, JIKA : - KELAINAN DJJ : - TACHYCARDIA LEBIH 30 MENIT, - BRADYCARDIA, OCT (+) - MECONIUM (+) - pH DARAH < 7,2 - HIPOSI KRONIS JADI LEBIH BERAT - DAPAT TERJADI HIPOKSIA AKUT : DISTOCIA, PARTUS LAMA, AMNIONITIS DAN TEKANAN TALI PUSAT. OLEH KARENA ITU DIPERTIMBANGKAN CARA PERSALINAN TERBAIK
  19. 20. HIPOKSIA JANIN AKAN MENYEBABKAN ASFIKSIA NEONATORUM  DINILAI DARI : NILAI APGAR (APGAR SCORE). NILAI APGAR DINILAI DALAM 1 MENIT DAN 5 MENIT. PENILAIAN : - 7 – 10 : BAYI NORMAL - 4 – 6 : ASFIKSIA SEDANG - 0 – 3 : ASFIKSIA BERAT A = A PPEARANCE P = P OLS RATE (HEART RATE) G = G RIMACE A = A CTIVITY R = R ESPIRATORY EFFORT
  20. 21. NILAI APGAR
  21. 22. - RESUSITASI AKTIF, INTUBASI ENDOTRACHEAL, O 2 DGN TEK. (+) BICARBONAS NATRICUS 7,5 % DOSIS 2 – 4 ml/kg BB; GLUKOSA 40 % DOSIS 1 – 2 ml/kg BB. - KP. MASSAGE JANTUNG DENGAN FREKUENSI 80 – 100 / MENIT. ASFIKSIA BERAT (0 – 3)
  22. 23. - KALAU PERNAFASAN (-)  RANGSANGAN MEMUKUL TELAPAK KAKI ATAU MEMESAN TENDON ACHILLES. - KALAU > 1 MENIT PERNAFASAN (-)  PERNAFASAN BUATAN : DARI MULUT KE MULUT. - KALAU BELUM BERHASIL  SEPERTI ASFIKSIA BERAT ASFIKSIA SEDANG (4 – 6)
  23. 24. SETELAH BAYI LAHIR, DICARI TANDA-TANDA RISIKO TINGGI, SEPERTI : - APGAR SCORE < 7 - BBLR ATAU BMK - RSD, TANDA-TANDA SHOCK - HIPOGLIKEMIA, TANDA-TANDA INFEKSI - KELAINAN KONGENITAL. DARI SELURUH PERSALINAN HIDUP TERDAPAT 5 % BAYI DENGAN RISIKO TINGGI YANG MEMBUTUHKAN PERAWATAN SEGERA.
  24. 25. - DALAM KEHAMILAN (KJDK) ATAU PERSALINAN (KJDP). - TERJADI KARENA HIPOKSIA BERAT  KEMATIAN JANIN. - TANDA : - GERAKAN JANIN (-) - PEMBESARAN UTERUS : BERHENTI ATAU MENGECIL - BB IBU MENURUN - DJJ TIDAK TERDENGAR WALAUPUN DENGAN DAPTONE - TANDA-TANDA KEHAMILAN MENGHILANG, SEPERTI : PIGMENTASI KULIT, PEMBESARAN MAMMA. KEMATIAN JANIN DALAM RAHIM
  25. 26. - RONTGEN FOTO : - SPALDING’S SIGN (+) - ROBERT’S SIGN (+) - KELAINAN SIKAP JANIN. - AMNIOSKOPI/AMNIOSINTESA : CAIRAN KETUBAN SEDIKIT & TENGGULI. - REAKSI KEHAMILAN (-) SETELAH KEMATIAN JANIN LEBIH 2 MINGGU. - DENGAN USG DAPAT DITENTUKAN PASTI. - KALAU BERLANGSUNG LAMA, LEBIH 3 – 4 BULAN DAPAT TERJADI HIPOFIBRINOGENEMIA. OLEH KARENA ITU HARUS SEGERA DILAHIRKAN. DAPAT DILAKUKAN DENGAN INDUKSI PARTUS.
  26. 27. BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI FK-USU / RSHAM - RSPM Dr. R. HARYONO ROESHADI, SpOG.K.FM KULIAH OBSTETRI – GINEKOLOGI GANGGUAN FUNGSI PLASENTA DAN PENYAKIT-PENYAKIT PLASENTA
  27. 28. GANGGUAN FUNGSI PLASENTA KELANGSUNGAN HIDUP JANIN TERGANTUNG : KEADAAN IBU, UTERUS, JANIN DAN FUNGSI PLASENTA. FUNGSI PLASENTA REPIRATORIK, METABOLIK, NUTRISI, ENDOKRINOLOGIK, PENYIMPANAN, TRANSPORASI DAN PENGELUARAN. INSUFISIENSI PLASENTA ADANYA GANGGUAN FUNGSI DIATAS. CONTOH : NUTRISI  BAYI KMK OKSOGENASI  HIPOKSIA JANIN INSUFISIENSI PLASENTA LAMA DAN PERLAHAN : TOXAEMIA GRAVIDARUM LEBIH AKUT : POSTMATURITAS.
  28. 29. - BOH, TOXAEMIA GRAVIDARUM, PENYAKIT GINJAL DAN HDK, DM, ISOIMMUNISASI Rh, GEMELLI, POSTMATURITAS. - GANGGUAN VASKULARISASI DAN PLACENTAIR  INFARK  GANGGUAN FUNGSI. - ISOIMMUNISASI Rh  KEGAGALAN JANTUNG JANIN  OEDEMA  GANGGUAN FUNGSI. ETIOLOGI
  29. 30. STRUKTUR FUNGSIONAL PLASENTA :
  30. 32. PEMERIKSAAN LAIN YANG MENDUKUNG 1. USG, PERTAMBAHAN DBF SECARA SERIAL 2. AMNIOSKOPI : VOLUME DAN WARNA AIR KETUBAN 3. STRES TEST JANIN : KERJA RINGAN ATAU OXYTOCIN INFUS  DESELERASI LAMBAT. 4. KADAR ESTRIOL URINE 24 JAM : > 36 mgg KADAR 12 – 18 ug/24 JAM, KALAU TURUN > 20 %  INSUFISIENSI PLASENTA. 5. HORMON HPL DALAM DARAH : KADAR PUNCAK KEHAMILAN 37 mgg 6. ENZYM ALKALINE PHOSPHATASE DAN OXYTOCINASE MEMBANTU METABOLISME JANIN.
  31. 33. PENANGANAN KEHAMILAN DAN PERSALINAN -. PETUNJUK INSUF, PLASENTA  IUGR. TETAPI IUGR BISA JUGA KARENA : KELAINAN IBU (GIZI DAN OKSIGENASI JELEK) ATAU KELAINAN JANIN (GENETIK) -. TANDA-TANDA IUGR HARUS DIKENALI : BOH DAN FU, LINGKARAN PERUT DAN PERTAMBAHAN B.B. TIDAK SESUAI.
  32. 34. TINDAKAN DALAM KEHAMILAN A. KONSERVATIF - PENGOBATAN KAUSAL - MEMPERBAIKI FUNGSI PLASENTA, ISTIRAHAT BARING, DIET YANG SESUAI, OBAT TOCOLYSIS. B. TINDAKAN AKTIF, KALAU : - KONSERVATIF TIDAK DAPAT DIPERTAHANKAN - KEHAMILAN > 36 MINGGU, DILAKUKAN TERMINASI KEHAMILAN
  33. 35. PADA TERMINASI KEHAMILAN PENGAWASAN KETAT DILAKUKAN DENGAN : 1. MENDENGAR DJJ : MONOAURAL, PHONOCARDIOGRAM . 2. MELIHAT AIR KETUBAN : PEMECAHAN KETUBAN AMNIOSKOI . 3. VARIASI DJJ DAN HIS : CARDIOTOCOGRAFI . 4. PENGUKURAN pH DARAH JANIN.
  34. 36. PLASENTA SETELAH KELAHIRAN PENYAKIT-PENYAKIT PADA PLASENTA
  35. 37. PENYAKIT-PENYAKIT PLASENTA 1. KELAINAN BOBOT PLASENTA NORMAL :  15–20 cm; TEBAL 1,5–3 cm; BERAT 1/6 BERAT BAYI (500–800 gr) PLASENTA YANG BESAR DAN BERAT : SYPHILLIS, CRYTHROBLASTOSIS, DM DAN PENYAKIT GINJAL. 2. PLASENTA SUCCENTURIATA BISA MENYEBABKAN PPH 3. PLASENTA BIPARTITA - PEMBAGIAN LOBUS TIDAK LENGKAP - KALAU LENGKAP  PLASENTA DUPLEKS
  36. 38. 4. PLASENTA MEMBRANACEA : LEBAR DAN TIPIS  PLASENTA PREVIA ATAU RETENTIO PLACENTAE. 5. PLASENTA CIRCULVALLATA PADA 1 % KASUS, KURANG ARTI KLINISNYA. 6. PLASENTA BATTLEDORE INSERSI TALI PUSAT PADA BAGIAN MARGINAL.
  37. 39. 7. INFEKSI PLASENTA PENYEBAB SEPSIS PUERPERALIS DAN PADA JANIN PNEUMONIA, PERADANGAN TALI PUSAT DAN SEPTICAEMIA. 8. TUMOR PLASENTA (CHORIOANGIOMA) TIDAK MEMPUNYAI ARTI KLINIS. 9. INFARK PLASENTA - KARENA GANGGUAN VASKULARISASI DAN PENUMPUKAN FIBRIN - PADA PERMUKAAN FOETAL TIDAK PENTING. - PADA PERMUKAAN MATERNAL  INSUFISIENSI.
  38. 40. Terima Kasih

×