Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

Data base teknologi daerah cerdas

222 Aufrufe

Veröffentlicht am

Pembangunan Daerah Berbasis Teknologi menuntut pendekatan cerdas memanfaatkan teknologi untuk solusi permasalahan pembangunan. Meskipun inovasi/teknologi yang dihasilkan oleh berbagai lembaga litbang telah tersedia, namun khusus teknologi Daerah Cerdas masih terbatas referensinya. Untuk itu, Pusat Teknologi Inovasi Daerah - BPPT perlu menghimpun teknologi-teknologi yang sudah terbukti dan relevan dengan setiap dimensi daerah cerdas.

Data Base Teknologi ini merupakan kumpulan teknologi atau inovasi yang telah dihasilkan oleh BPPT selama kurun waktu 3 tahun terakhir yang relevan dengan dimensi pengembangan Daerah Cerdas.

Bagi Pemerintah Daerah Data Base ini berguna dalam mengembangkan daerahnya menuju Daerah Cerdas dengan mengenali jenis-jenis teknologi yang sudah tersedia atau terbukti dapat diimplementasi untuk memenuhi kebutuhan pengembangan daerah cerdas.

Bagi perekayasa atau inovator dapat memberikan arah tentang ruang lingkup yang bisa dijadikan wahana pengembangan teknologi yang sedang atau akan digelutinya. Pada akhirnya diharapkan dengan terkumpulnya teknologi dalam suatu data base akan tercipta sinergi atau integrasi beberapa jenis teknologi atau hasil inovasi untuk menyempurnakan solusi terhadap pengembangan daerah cerdas.

Veröffentlicht in: Technologie
  • Als Erste(r) kommentieren

Data base teknologi daerah cerdas

  1. 1. Penulis: Yudi Widayanto
  2. 2. DATA BASE TEKNOLOGI UNTUK PENGEMBANGAN DAERAH CERDAS Penulis: Yudi Widayanto BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI 2017
  3. 3. Perpustakaan Nasional RI : Katalog Dalam Terbitan (KDT) Diterbitkan oleh : BPPT PRESS Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Anggota IKAPI,No. 476/DKI/III/2014 Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak isi buku ini, baik sebagian maupun seluruhnya dalam bentuk apapun tanpa ijin tertulis dari Penerbit. Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Perubahan atas Undang- undang Nomor 12 Tahun 1997 Pasal 44 Tentang Hak Cipta Pasal 72 : a. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.5.000.000.000,- (lima miliar rupiah). b. Barangsiapa dengan sengaja menyerahkan, menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak terkait sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.500.000.000,- (lima ratus juta rupiah). Database Teknologi untuk Pengembangan Daerah Cerdas / Penulis : Yudi Widayanto. Jakarta : BPPT-Press, 2017 80 hlm. ; 14,5 x 20,5 cm Font : Bookman Old Style 11 ISBN 978-602-410-128-2
  4. 4. PENGANTAR Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, Dengan mengucap rasa puji syukur kepada ALLAH SWT, Tuhan semesta alam, yang telah memberikan taufiq beserta hidayahnya sehingga kami Tim Works Package (WP) Daerah Cerdas - Pusat Teknologi Inovasi Daerah – PKT – BPPT dapat menyelesaikan buku berjudul “Database Teknologi untuk Pengembangan Daerah Cerdas” Data Base Teknologi ini merupakan kumpulan teknologi atau inovasi yang telah dihasilkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) selama kurun waktu 3 tahun terakhir yang relevan dengan dimensi pengembangan Daerah Cerdas. Data Base ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi Pemerintah Daerah dalam mengembangkan daerahnya menuju Daerah Cerdas. Daerah Cerdas didefinisikan sebagai sebuah konsep atau pendekatan pembangunan daerah yang memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi atau inovasi untuk mengetahui, memahami, mengelola dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada secara efektif, efisien, cepat dan terukur untuk memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan, pengembangan ekonomi serta kesejahteraan. Kami sangat berharap database teknologi yang kami buat ini bisa berguna baik bagi perencana
  5. 5. iv | D A T A B A S E T E K N O L O G I pembangunan daerah maupun pihak-pihak lain yang menjadi partner Pemda dalam mewujudkan daerahnya menjadi Daerah Cerdas. Dalam menyusun laporan database ini kami banyak dibantu oleh Tim WP Daerah Cerdas - PTID, Narasumber dari beberapa Unit Kerja di Kedeputian Teknis di lingkungan BPPT yang telah bersedia membagi hasil-hasil inovasinya untuk mengisi Database Teknologi ini. Untuk itu kami sangat berterimaksih atas kontribusi yang telah diberikan. Diharapkan dengan tersusunya Data Base Teknologi ini akan mempermudah Daerah memperoleh referensi Teknologi atau inovasi yang relevan untuk program daerah Cerdas yang akan disusunnya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jakarta, November 2017 Penulis
  6. 6. SUSUNAN TIM WP DAERAH CERDAS Dr. Yudi Widayanto, S.Si, M.Si (Leader) Dr. Ir. Ugay Sugarmansyah, M.Sc Ir. Windriarti.Hendrojogi, MRTP Medy Parli Sargo, SH, MH Nugraheni Setiastuti, ST, MT Dhita Ayu Pradnyapasa, S.Sosio Wahyu Purnawirawan, ST
  7. 7. D A E R A H C E R D A S | vii DAFTAR ISI PENGANTAR........................................................iii SUSUNAN TIM WP DAERAH CERDAS ...................v DAFTAR ISI .........................................................vii DAFTAR TABEL...................................................viii DAFTAR GAMBAR................................................viii BAB 1. PENDAHULUAN ........................................ 1 A. Latar Belakang ...................................... 1 B. Tujuan................................................... 2 C. Sasaran ................................................. 2 D. Ruang Lingkup ...................................... 3 E. Metode Pengumpulan data .................... 4 BAB 2. DAERAH CERDAS .................................... 7 A. Konsep Daerah Cerdas .......................... 7 B. Definisi Daerah Cerdas .......................... 9 C. Dimensi Daerah Cerdas ......................... 14 Smart People.......................................... 16 Smart Environment ............................... 20 Smart Mobility ....................................... 24 Smart Governance ................................. 29 Smart Economy ..................................... 34 Smart Living .......................................... 38 BAB 3. TEKNOLOGI UNTUK PENGEMBANGAN DAERAH CERDAS .................................... 40 DAFTAR PUSTAKA............................................... 76
  8. 8. D A E R A H C E R D A S | ix DAFTAR TABEL Tabel 1. Dimensi : Smart People.................................46 Tabel 2. Dimensi : Smart Environment ......................47 Tabel 3. Indikator Smart Economy.............................59 Tabel 4. Dimensi : Smart Mobility ..............................62 Tabel 5. Indikator Smart Governance.........................66 Tabel 6. Dimensi : Smart Living .................................71 DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Metode Identifikasi Teknologi Pengembangan Daerah Cerdas ...................6 Gambar 2. Struktur Hirarkis dari Dimensi Daerah Cerdas ......................................................15
  9. 9. D A E R A H C E R D A S | 1 BAB 1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Akhir-akhir ini konsep pembangunan daerah perkotaan dengan pendekatan Smart City sedang marak dibicarakan di kalangan pemerintahan di Indonesia. Maraknya pembahasan dan ide-ide ini berasal dari ide pembangunan smart city dalam mengatasi banyak masalah perkotaan, baik kamacetan, polusi, keamanan warga, sampai penumpukan sampah. Maraknya penerapan pendekatan Smart City rupanya tidak hanya dilakukan oleh daerah kota melainkan kabupaten-pun turut serta. Hal ini selain karena daya tarik dari proyek smart city yang membawa harapan besar, juga dorongan pemerintah. Salah satunya adalah Gerakan Menuju 100 Smart City yang bertujuan untuk membimbing pemerintahan kota/ kabupaten dalam menyusun smart city masterplan. Namun, adanya indikasi masih terbatasnya kemampuan daerah untuk melihat teknologi mana yang harus diprioritaskan, akan menambah risiko gagalnya adopsi teknologi daerah tersebut. Banyak prasyarat yang harus dipenuhi terkait ketersediaan infrastruktur, jaringan internet dan kemampuan sumberdaya manusia serta organisasi agar semuanya terwujud, bisa jadi luput dari perhatian demi menyaksikan unjuk kerja aplikasi smart city. Di sinilah perlu dimilikinya suatu
  10. 10. 2 | D A T A B A S E T E K N O L O G I pemahaman mendalam dari seorang pimpinan (perencana) daerah tentang pembangunan daerah berbasis teknologi. Tuntutan pembangunan daerah berbasis teknologi mengharuskan menggunakan pendekatan cerdas dengan memanfaatkan teknologi untuk solusi permasalahan pembangunan. Saat ini telah tersedia solusi inovasi/teknologi yang semakin mudah diakses, namun khusus tentang teknologi yang relevan dengan Daerah Cerdas masih terbatas referensinya. Untuk itu, perlu dihimpun teknologi-teknologi yang sudah terbukti dan relevan dengan setiap dimensi daerah cerdas agar memudahkan pihak-pihak yang akan merencanakan pengembangan daerah cerdas. B. Tujuan Tujuan dari disusunnya Data Base Teknologi Pengembangan Daerah Cerdas ini adalah untuk menyediakan referensi kepada para perencana pembangunan daerah dalam pengembangan Daerah Cerdas bagi daerahnya. C. Sasaran Adapun sasaran yang diharapkan dari Data Base Teknologi ini meliputi: 1. Teridentifikasinya dan terhimpunnya teknologi atau inovasi khususnya yang dikembangkan
  11. 11. D A E R A H C E R D A S | 3 oleh BPPT yang dapat dijadikan sarana pengembangan Daerah Cerdas pada setiap dimensinya. 2. Tersedianya alternatif bagi pemerintah daerah untuk mengenali jenis-jenis teknolgi yang sudah tersedia atau terbukti dapat diimplementasi untuk memenuhi kebutuhan pengembangan daerah cerdas. 3. Bagi para perekayasa atau inovator dapat memberikan arah tentang ruang lingkup yang bisa dijadikan wahana pengembangan teknologi yang sedang atau akan digelutinya. 4. Terciptanya sinergi atau integrasi beberapa jenis teknologi atau hasil inovasi untuk menyempurnakan solusi terhadap pengembangan daerah cerdas. D. Ruang Lingkup Database teknologi pengembangan daerah cerdas yang dilakukan dalam kegiatan ini dibatasi pada dengan ruang lingkup sebagai berikut: 1. Jenis teknologi atau inovasi yang dihimpun sementara ini hanya mencakup teknologi atau hasil inovasi yang dihasilkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.1 2. Teknologi atau inovasi yang dihimpun merupakan teknologi yang sudah diterapkan atau dibuat pilot project nya dan sudah 1 Ke depan diharapkan dapat dihimpun semua jenis teknologi yang dikembangkan oleh kementerian dan lembaga lain, perguruan tinggi maupun masyarakat profesional di Indonesia.
  12. 12. 4 | D A T A B A S E T E K N O L O G I dilaporkan dalam Laporan Tahunan BPPT mulai dari 2015 hingga 2017. E. Metode Pengumpulan data Database teknologi pengembangan daerah cerdas yang dilakukan dengan metode sebagai berikut: 1. Penyusunan indikator daerah cerdas sebagai acuan kebutuhan teknologi pengembangan daerah cerdas. 2. FGD dengan Narasumber dari Pusat dan Balai atau unit kerja di lingkungan BPPT yang berkompeten menjelaskan tentang teknologi yang dapat mendukung pengembangan daerah cerdas. 3. Penelaahan Laporan Tahunan BPPT (Annual Report) sebagai rujukan daftar teknologi atau inovasi yang telah diunggulkan oleh BPPT dan dapat menjadi kontribusi Lembaga untuk kemajuan Indonesia. 4. Penyusunan daftar pendek Teknologi atau inovasi BPPT untuk pengembangan Daerah Cerdas didasarkan pada indikator yang telah dikembangkan sebelumnya. 5. Pencantuman kolom pengembang teknologi atau inovator untuk memfasilitas kontak lebih lanjut bagi pihak-pihak yang akan menerapkan teknologi pengembangan daerah cerdas. Secara skematis metodologi identifikasi teknologi untuk pengembangan daerah cerdas dapat dilihat pada Gambar 1. Dalam skema tersebut selain dijelaskan
  13. 13. D A E R A H C E R D A S | 5 bagaimana proses kebutuhan teknologi untuk pengembangan daerah cerdas dilakukan, juga tentang bagaimana pemenuhan kebutuhan teknologi yang harus dikerjakan. Namun dalam buku laporan ini bagian tentang strategi pemenuhan dan prakarsa daerah cerdas tidak diuraikan.2 2 Silakan baca Buku “ Daerah Cerdas: Sebuah Pencapaian Terbaik Daerah Inovatif” – PTID 2017 untuk keterangan lebih terperinci tentang bagaimana mengidentifikasi kebutuhan teknologi dan strategi pemenuhannya.
  14. 14. 6 | D A T A B A S E T E K N O L O G I Gambar 1. Metode Identifikasi Teknologi Pengembangan Daerah Cerdas
  15. 15. D A E R A H C E R D A S | 7 DAERAH CERDAS A. Konsep Daerah Cerdas Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “Cerdas” memiliki pengertian yang mengacu kepada sifat manusia yang sempurna perkembangan akal budinya untuk berpikir, mengerti, dan sebagainya; tajam pikiran; sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat, kuat). Jadi menunjukkan kesempurnaan fisik dan non fisik dari obyek yang dikatakan sebagai cerdas. Sementara kata Daerah atau Regional memiliki pengertian sesuatu yang bersifat daerah atau kedaerahan, atau merujuk pada suatu lingkup wilayah (tergantung konteks). Dengan demikian secara bahasa, Daerah Cerdas berarti suatu lingkup wilayah tertentu (daerah administrasi) yang memiliki kesempurnaan dalam berbagai urusannya untuk melaksanakan fungsinya mensejahterakan masyarakatnya. Menurut Morandi et.al (2015) dalam bukunya “From Smart City to Smart Region” istilah Smart atau Cerdas memiliki pengertian “a well-functioning everyday for the region's inhabitant.” Dilanjutkan dalam bahasannya “A smart region is a place where everything works.” Mengambil pengertian studi ini, cerdas berarti jika segala sesuatunya berfungsi dengan baik bagi penduduk di wilayah itu. Jadi sebuah wilayah atau
  16. 16. 8 | D A T A B A S E T E K N O L O G I daerah cerdas adalah suatu tempat di mana segala sesuatu yang ada di tempat tersebut bekerja dengan baik bagi penduduk di wilayah itu. Morandi et.al (2015) juga merumuskan semacam ‘formula’ bahwa: Smart Region = Smart City + Smart Countryside Pengertian countryside menurut kamus berbahasa inggris adalah a particular section of a country, especially a rural section. Jadi countryside adalah suatu area yang merupakan bagian dari suatu negara/provinsi/ kabupaten yang berada di area perdesaan. Dengan demikian daerah cerdas merupakan gabungan daerah perkotaan cerdas dan daerah perdesaan cerdas. Konsep ini lebih melihatnya dari sudut pandang keruangan (spasial) yang selalu menjaga keseimbangan antar wilayah dan antar aktor untuk mencapai keberlanjutan. Orientasi Smart Region atau Daerah Cerdas adalah peningkatan keterkaitan desa-kota yang bertujuan untuk mengurangi kesenjangan antara perkotaan dan perdesaan dengan menghubungkan keterkaitan fungsional antara dua kawasan tersebut. Kawasan perkotaan dengan potensi pasar yang besar dan kawasan produksi perdesaan yang berbasis pertanian dan sumberdaya alam lainnya harus bisa dioptimalkan pada daerah cerdas.
  17. 17. D A E R A H C E R D A S | 9 B. Definisi Daerah Cerdas Sebagaimana dibahas di bagian sebelumnya bahwa Daerah Cerdas merupakan suatu gabungan yang mencakup daerah kota cerdas dan daerah perdesaan cerdas. Namun kita juga mengetahui jika konteks cerdas dikaitkan dengan suatu kemajuan pastilah daerah perkotaan memiliki modal yang lebih kuat. Untuk itu sebelum membahas dimensi daerah cerdas yang merupakan gabungan keduanya, ada baiknya kita coba pelajari karakteristik dari kota cerdas. Ulasan mengenai Smart City sebenarnya sudah lama didengungkan oleh IBM sebuah perusahaan terkemuka dunia, telah memperkenalkan konsep kota cerdas beserta enam indikator kota cerdas. Saat ini kota-kota di Indonesia juga mengusung konsep kota cerdas dan Surabaya terpilih menjadi kota paling cerdas di Indonesia oleh penghargaan majalah Warta Indonesia. Melihat perkembangan konsep tata kota di Indonesia dapat dikatakan sangat cepat (pada tataran konsep), namun pada proses implementasi tidak secepat wacana yang bergulir terus menerus. Kota cerdas didefinisikan sebagai kota yang mampu menggunakan SDM, modal sosial, dan infrastruktur modern untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kualitas kehidupan yang tinggi, dengan manajemen sumber daya yang bijaksana melalui pemerintahan berbasis partisipasi masyarakat. (Caragliu et al dalam Schaffers, 2010) Sedangkan menurut Dameri & Ricciardi (2015), Smart City timbul karena kebutuhan untuk mengatasi
  18. 18. 10 | D A T A B A S E T E K N O L O G I masalah di lingkungan perkotaan, seperti polusi udara, kemacetan lalu lintas, manajemen sumber daya energi yang buruk, kesulitan dalam mengakses pelayanan publik dan sebagainya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dameri & Ricciardi (2015), untuk mendukung smart city juga dibutuhkan modal intelektual (intelectual capital). Kota cerdas juga diartikan sebagai kota yang memiliki kelebihan dalam hal daya tarik, kreativitas dan kelayakan untuk dihuni (Hollands, 2008). Inisitaif kota cerdas diorientasikan untuk meningkatkan kualitas hidup di kota, mengubahnya menjadi tempat yang lebih baik untuk tinggal. Sementara teknologi yang digunakan di kota dirancang ke dalam suatu platform pengetahuan untuk menciptakan atau berkreasi, berbagi, menggunakan dan memanfaatkan baik pengetahuan individu dan kolektif untuk menghasilkan nilai publik dan ekonomi. Sebuah kota cerdas juga dipahami sebagai kemampuan intelektual tertentu yang menggunakan beberapa aspek sosio-teknis3 dan sosial ekonomi inovatif sebagai aspek pertumbuhan. Sebagai contoh, aspek-aspek ini menyebabkan konsepsi Smart City dimaknai sebagai "kota hijau" karena mengacu pada infrastruktur perkotaan yang memberi perlindungan lingkungan dan pengurangan kadar CO saling berkaitan dengan revolusi ekonomi pita lebar (broadband) "cerdas" yang memberikan kapasitas untuk memproduksi nilai tambah informasi dari pengolahan data real-time dari 3 Dalam konsep sosio-teknis, sebuah proses kerja tidak dapat dilihat sebagai dua hal terpisah yang terdiri dari sistem teknis dan sistem sosial. Keduanya harus dilihat sebagai kesatuan. Jadi, Teori Sistem Sosio-Teknis (socio- technical systems theory) merupakan cara memandang organisasi yang menekankan keterkaitan dimensi teknis dan dimensi sosial.
  19. 19. D A E R A H C E R D A S | 11 sensor dan aktivator. Sedangkan istilah kota berinovasi sebagai ragam dari istilah smart city juga banyak digunakan sebagai sebutan kota cerdas yang merujuk kepada kemampuan kota untuk meningkatkan inovasi berdasarkan modal manusia berpengetahuan dan kreatif (Zygiaris 2013). Di antara beberapa definisi Smart City yang dikutip di atas, terdapat tiga prinsip dasar yang sering digunakan yaitu: aspek TIK, lingkungan dan penciptaan pengetahuan sebagai elemen inti dari sebuah Kota Cerdas (Hollands, 2008; Caragliu et al, 2011;. Schaffers et al. 2011). Dari berbagai pengertian tersebut di atas juga ditemukan bahwa Karakter inovatif dari sebuah Kota Cerdas tidak akan bisa terwujud tanpa teknologi, penciptaan pengetahuan dan penerapannya pada infrastruktur perkotaan, tata kelola, budaya dan warganya. Pengetahuan sering disebut sebagai komponen inti dari kota cerdas dan dipandang sebagai karakter dasar kota cerdas. Khususnya kemampuannya dalam menciptakan dan mengkonsolidasikan pengetahuan dan inovasi dengan modal intelektual yang dimiliki yang berguna untuk memicu proses lebih lanjut dan lebih inovatif lagi bagi wilayah kota itu sendiri. Mengacu pada pemahaman yang dapat dihimpun dari berbagai pandangan di atas, terlihat Kota Cerdas secara umum ditandai dengan hadirnya TIK sebagai bagian dari kehidupan warganya, diperhatikannya aspek lingkungan dan penciptaan pengetahuan serta
  20. 20. 12 | D A T A B A S E T E K N O L O G I berkarakter inovatif. Dua aspek yaitu TIK dan penciptaan pengetahuan memang merupakan karakter masyrakat kota yang merupakan masyarakat berpendidikan cukup serta terbiasa dengan penggunaan TIK dalam kehidupan sehari harinya. Sementara, aspek lingkungan menjadi perhatian karena merupakan masalah yang selalu melekat di daerah perkotaan sebagai konsekuensi pembangunan fisik yang intensif. Jika dibandingkan, untuk karakter inovatif bisa jadi daerah perkotaan lebih subur seiring dengan mudahnya masyarakat memperoleh informasi dan akses pendidikan. Lalu, apa yang bisa di harapkan dari smart- nya daerah perdesaan sebagai bagian dari daerah cerdas yang lengkap? Pertanyaan ini sekaligus membuka ruang berpikir lebih dalam lagi apakah di perdesaan ada hal yang inovatif? Apakah masyarakat perdesaan ada yang kreatif? Jika Anda kebetulan adalah seorang yang hidup dan tinggal di sebuah kabupaten yang sebagaian besar wilayahnya adalah perdesaan tentu akan menjawab “ada” terhadap pertanyaan-pertanyaan di atas. Dan misalnya Anda diminta untuk menceritakan mungkin juga akan banyak hal yang akan menjadi bukti bahwa di daerah perdesaan banyak hal inovatif dan sekaligus orang kreatif. Kondisi infrastruktur TIK yang belum sepenuhnya memadai di daerah perdesaan dan budaya berbagi informasi karya inovatif yang belum menjadi keseharian masyarakat desa menjadikan banyak hal-hal kreatif inovatif tidak terpantau oleh orang lain.
  21. 21. D A E R A H C E R D A S | 13 Untuk menemukan apa saja inovasi dari daerah pedesaan Anda bisa mulai berselancar di dunia maya yang kini sudah banyak dihimpun oleh berbagai individu, LSM, instansi pusat maupun daerah. Sebut saja Program Inovasi Desa (PID) dari Kementerian Desa PDTT, Prgram Lab Inovasi dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang mendorong terjadinya perbaikan ASN pada pelayanan publik. BPPT sendiri juga telah mengembangkan konsep dan telah melakukan beberapa inisiasi pengembangan Desa Inovatif di beberapa Kabupaten seperti Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Magetan.4 Sekarang tinggal bagaimana pemerintah daerah mengimplementasi pendekatan pembangunannya. Mulailah untuk melihat keseimbangan bahwa hal inovatif dan masyarakat kreatif bisa ditemui baik di kota maupun desa. Menghimpun berbagai faktor penghambat pendekatan daerah cerdas adalah bentuk prakarsa yang paling baik di awal pengenalan bagaimana pembangunan daerah berbasis teknologi bisa diterapkan secara berdasar. Daerah Cerdas (Smart Region) dapat didefinisikan sebagai sebuah pendekatan pembangunan kota/kabupaten melalui keterlibatan aktor (pemerintah, akademisi, bisnis, dan masyarakat) dengan memaksimalkan potensi daerah melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi dalam rangka peningkatan kehidupan ekonomi dan sosial untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan. 4 Untuk diskusi tentang konsep desa inovatif dapat dibaca pada Buku “Desa Inovatif” yang diterbitkan PTID-BPPT tahun 2016.
  22. 22. 14 | D A T A B A S E T E K N O L O G I C. Dimensi Daerah Cerdas Secara umum terdapat enam dimensi Daerah Cerdas yang diadopsi dari konsep smart city services, yaitu: 1. Smart Governance. Penyelenggaraan pelaya- nan publik berbasis teknologi informasi yang memudahan interaksi pemerintah dengan warga dan sektor bisnis, serta pengambilan keputusan berbasis real time data. 2. Smart Economy. Layanan e-business dan e- commerce yang mendorong tingkat perekono- mian masyarakat. 3. Smart Mobility. Penerapan sistem cerdas untuk mendukung layanan transportasi publik, logistik, dan kenyamanan bagi pengguna mobil, sepeda, dan pejalan kaki. 4. Smart Environment. Pemanfaatan sumber energi terbarukan, sistem monitor dan pengendalian polusi, green building. 5. Smart People. Masyarakat yang cerdas karena mendapatkan kesempatan pendidikan dan pengembangan skill yang luas dalam melalukan inovasi dan penerapan teknologi. 6. Smart Living. Pola hidup atau lifestyle yang cerdas, sehat, dan aman, didukung kualitas lingkungan hunian yang baik. Perlu ditekankan bahwa dimensi Daerah Cerdas bukanlah suatu yang harus ada semuanya dikerjakan
  23. 23. D A E R A H C E R D A S | 15 di suatu wilayah atau daerah dalam satu waktu. Dimensi Daerah Cerdas ini merupakan suatu sudut pandang atau ruang lingkup yang membatasi pembahasan jika kita mendalami satu ruang lingkup perencanaan Pembangunan dengan pendekatan Daerah Cerdas. Namun, jika suatu daerah secara sumberdaya dan fiskal mampu untuk menggarap keseluruhan dimensi secara serentak, hal itu akan semakin bagus. Berdasar kajian PTID BPPT tahun (2016) setiap dimensi Daerah Cerdas memiliki struktur yang hirarkis dalam kerangka pikir Daerah Cerdas (Gambar 2). Gambar 2. Struktur Hirarkis dari Dimensi Daerah Cerdas SMART ECONOMY SMART GOVERNANCE SMART LIVING SMART MOBILITY SMART ENVIRONMENT SMART PEOPLE
  24. 24. 16 | D A T A B A S E T E K N O L O G I Smart People Smart people dalam skema hirarki dimensi daerah cerdas diposisikan sebagai dasar atau pondasi. Dalam pengertian umum fondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban yang disalurkan dari struktur atas ke tanah dasar pondasi yang cukup kuat menahannya tanpa terjadinya differential settlement pada sistem strukturnya. Sama halnya dalam pengembangan daerah cerdas, maka posisi smart people harus menjadi bagian yang mampu menjadi tumpuan bagi struktur bangunan yang lain mulai dari aspek lingkungan, ekonomi, tata kelola, mobilitas dan terakhir harus mampu mewujudkan kehidupan yang lebih baik (smart living). Smart people adalah salah satu dimensi paling penting dari bangunan daerah cerdas. Stephen F. De Angelis (2014) mengatakan “Technology will certainly help, but smart cities start with smart people not smart technologies.” Dengan demikian, suatu keniscayaan bahwa teknologi akan menyelesaikan persoalan, namun kota cerdas harus mulai dari orang cerdas bukan teknologi cerdas. Smart people adalah masyarakat yang ikut berperan aktif secara langsung demi terciptanya daerah cerdas dan juga mendukung untuk pembentukan daerah cerdas. Pengaruh smart people dalam daerah cerdas merupakan Modal Sosial (social capital) melalui: 1. Meningkatnya rasa tanggung jawab terhadap kepentingan publik
  25. 25. D A E R A H C E R D A S | 17 2. Meluas partisipasi dan peran aktif dalam proses demokrasi antar masyarakat 3. Menguatnya keserasian, dan menurunnya kejahatan Peran smart people terhadap daerah cerdas yaitu sebagian besar dari masyarakat ikut berpartisipasi terhadap perkembangan daerah tersebut. Dengan demikian dapat diartikan masyarakat yang mendukung daerahnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Smart people dapat berbentuk komunitas ataupun kumpulan dari sebagian masyarakat yang memiliki gagasan untuk membangun daerahnya agar lebih maju. Maka dapat dikatakan bahwa smart people adalah ujung tombak dan penggerak daerah cerdas itu sendiri, di mana membidik dan mendidik manusia smart people adalah modal utama pembangunan daerah cerdas. Lalu apa indikator yang menunjukkan bahwa suatu daerah telah mencapai satu tahap peningkatan smart people. Tentu banyak ragam yang dapat dipakai untuk menunjukkan bahwa masyarakat daerah tersebut “smart”. Setidaknya ada tiga kelompok atau lingkup indikator smart people yaitu: 1. Inklusif, 2. Pendidikan dan 3. Kreativitas. Inklusif artinya berpandangan holistik, di mana komunitas masyarakat yang cerdas tidak hanya terintegrasi, kolaboratif, dan terbuka tetapi juga mengakomodir berbagai macam minat masyarakat. Sebuah komunitas yang cerdas dengan kesadaran
  26. 26. 18 | D A T A B A S E T E K N O L O G I dapat membuat keputusan dengan cara menerapkan teknologi yang relevan sebagai katalis untuk memecahkan permasalahan dan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Ketika daerah atau kota terpisahkan oleh dominannya kelompok (misalnya, oleh ras, etnis, atau bahasa), dan antara anggota kelompok tadi tidak memiliki hubungan dengan orang lain, maka daerah tersebut menjadi rentan terhadap gejala gangguan sosial (seperti penyakit dan kejahatan) yang mengancam kualitas hidup semua orang. Dengan demikian, daerah cerdas membantu menemukan "kesatuan" di masyarakat (Kanter dan Litow 2009). Adapun indikator inklusif adalah:  Rumah Tangga yang memiliki akses internet.  Penduduk yang memiliki akses smart phone Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada hakikatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka membangun peradaban bangsa. Kenyataan menunjukkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan penting dalam perkembangan peradaban, terutama perekonomian dunia. Abad ke-21 bahkan diyakini akan menjadi abad baru yang disebut era informasi-ekonomi (digital economic) dengan ciri khas perdagangan yang memanfaatkan elektronika (e-commerce). Saat ini tak dapat dipungkiri TIK merevolusi cara hidup manusia mulai dari cara berkomunikasi, cara belajar, cara bekerja, cara berbisnis dan lain-lain. TIK
  27. 27. D A E R A H C E R D A S | 19 mengubah proses kerja dari statis menjadi digital, mobile dan virtual. Hal tersebut menyebabkan proses kerja meningkat tajam di berbagai aktivitas modern manusia termasuk di rumah tangga. Karenanya TIK dapat meningkatkan kualitas hidup manusia dan secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakan-nya dalam segala aktivitas. (Murtiyasa, B. 2008) Lingkup indikator smart people berikutnya adalah pendidikan. Aspek pendidikan sebenarnya sangat luas dalam pengaruhnya terhadap daerah cerdas. Karena pendidikan termasuk persoalan strategis dalam pembangunan yang darinya berpangkal banyak persoalan lain yang lebih pelik, seperti krisis ekonomi gangguan keamanan dan sebagainya. Maka kualitas pendidikan masyarakat, yang tentu bersamaan dengan itu penting diperhatikan aspek kesehatan, menjadi penentu terhadap masa depan digital global yang kompetitif dari suatu daerah. Maka indikator yang banyak digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu daerah mampu memiliki masyarakat yang cerdas adalah proporsi lulusan sarjana di daerah tersebut. Aspek berikutnya dalam smart people adalah kreativitas. Kreativitas diakui sebagai pendorong utama daerah cerdas, dan dengan demikian penduduk yang cerdas, pendidikan, pembelajaran dan pengetahuan memiliki kepentingan dalam mewujudkan daerah cerdas. Gagasan yang lebih luas daerah cerdas mencakup penciptaan iklim yang kondusif untuk munculnya masyarakat kreatif (Nam dan Pardo, 2011). Menjadi daerah kreatif adalah salah satu visi daerah cerdas. Infrastruktur dalam pembangunan manusia
  28. 28. 20 | D A T A B A S E T E K N O L O G I seperti: pekerja sektor kreatif, jaringan pengetahuan, organisasi swadaya di bidang kreatif, lingkungan bebas kejahatan adalah poros penting bagi perkembangan Daerah atau Kota (Florida 2002). Dengan demikian indikator yang bisa menunjukkan bahwa daerah sudah pada pencapaian smart people di bidang kreativitas meliputi: Pekerja di sektor kreatif, organisasi swadaya kreatif dan jaringan pengetahuan. Smart Environment Dalam struktur hirarki dari dimensi daerah cerdas, letak dimensi smart environment di atas smart people. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan hidup merupakan pondasi penting kedua setelah smart people untuk menjamin keberlanjutan (sustainability). Di dalam literatur pengembangan daerah cerdas ada sedikit perbedaan sudut pandang. Di satu sisi lingkungan yang cerdas dinyatakan sebagai dunia fisik yang saling berhubungan melalui jaringan terus menerus dan dengan sensor yang tak terlihat, aktuator dan unit komputasi, tertanam dengan sempurna di dalam benda-benda dalam kehidupan sehari-hari kita (Cook dan Das 2005). Misalnya, dengan mengembangkan Smart Home yaitu tempat tinggal di mana diterapkan suatu perangkat komputasi dan teknologi informasi yang diharapkan dapat menanggapi atau memenuhi kebutuhan penghuninya dan dapat digunakan untuk meningkatkan kehidupan sehari-hari di rumah. Di sisi lain, lingkungan digambarkan sebagai
  29. 29. D A E R A H C E R D A S | 21 suatu yang menarik tentang kondisi alam (seperti iklim, ruang terbuka hijau, polusi, pengelolaan sumber daya dan upaya perlingan lingkungan) (Giffinger dan Milanović 2007). Perbedaan sudut pandang di atas sebenarnya menyangkut fokus perhatian peneliti yaitu yang pertama lebih memperhatikan aspek teknologi informasi dan aspek komputasi yang diimplementasi, sementara pendekatan kedua lebih pada obyek lingkungan alam yang lebih luas. Buku ini lebih condong untuk menggabungkan kedua cara pandang di atas, dengan alasan bahwa pandangan pertama yaitu pendekatan aplikasi TI akan dapat dicoba untuk diaplikasikan pada obyek lingkungan alam yang lebih luas dari sekadar di lingkungan buatan. Dengan mengadopsi kedua sudut pandang di atas, maka indikator yang bisa menunjukkan bahwa suatu daerah telah mencapai kondisi lingkungan yang cerdas jika mencakup setidaknya tiga kelompok indikator berikut: Smart Building, Manajemen Sumber daya, dan Sustainable Urban Planing. Smart Building Smart Building biasa juga disebut dengan Intelligent Building System (IBS) adalah sebuah konsep bangunan pintar dimana konsep ini menggunakan sistem otomatisasi yang dinamakan Building Automation System (BAS). Sistem otomatisasi pada Smart Building mengacu pada penggunaan teknologi informasi dan komputer untuk mengendalikan peralatan yang berada di dalam bangunan tersebut.
  30. 30. 22 | D A T A B A S E T E K N O L O G I Secara definisi smart building adalah sebuah konsep yang memadupadankan desain arsitektur, desain interior dan mekanikal elektrikal agar dapat memberi kecepatan gerak/mobilitas serta kemudahan kontrol juga akses dari arah mana pun dan waktu kapanpun dalam hal otomatisasi dimana semua aktifitas yang terjadi pada sebuah bangunan atau gedung dapat terjadi tanpa adanya interverensi manusia didalamnya, dalam artian biarpun tidak ada orang didalamnya maka bangunan ini akan menjalankan perintah sesuai dengan program yang telah kita buat dan kita tanamkan pada otak bangunan itu. Dengan mengetahui seberapa banyak bangunan mengimplementasi konsep smart building berarti akan diketahui berapa persen daerah tersebut telah melakukan penghematan penggunaan sumberdaya terutama energi. Apabila daerah ingin menerapkan konsep smart building ini, maka perlu ada beberapa infrastruktur dan prasarana yang harus disiapkan agar menunjang Masyarakat di daerah itu dapat mengoperasikan teknologi-teknologi yang ada di dalamnya. Beberapa infrastruktur yang wajib ada di antaranya adalah:  Dukungan akses teknologi internet yang stabil dan cepat  Jaringan komunikasi yang cepat  Adanya dukungan dari vendor-vendor yang ahli dalam hal ini. Smart building juga akan jauh lebih hemat, konsep ini juga bisa mengurangi kebutuhan staf operasional
  31. 31. D A E R A H C E R D A S | 23 yang dapat mengurangi jumlah pengeluaran (apabila diaplikasikan di skala perusahaan). Gedung tersertifikasi berkelanjutan Salah satu indikator smart environment adalah jumlah gedung atau bangunan yang memiliki sertifikasi berkelanjutan. Dalam hal ini di Indonesia telah ada Lembaga Konsil Bangunan Hijau Indonesia atau Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia). GBC Indonesia adalah lembaga mandiri (non government) yang berkomitmen penuh terhadap pendidikan masyarakat dalam mengaplikasikan praktik-praktik terbaik lingkungan dan memfasilitasi transformasi industri bangunan global yang berkelanjutan. Didirikan pada tahun 2009 oleh para profesional di sektor perancangan dan konstruksi bangunan gedung yang memiliki kepedulian kepada penerapan konsep bangunan hijau, GBC Indonesia bertujuan untuk melakukan transformasi pasar serta diseminasi kepada masyarakat dan pelaku bangunan untuk menerapkan prinsip-prinsip bangunan hijau, khususnya di sektor industri bangunan gedung di Indonesia. GBC Indonesia memiliki 4 kegiatan utama, yaitu : Transformasi pasar, Pelatihan, Sertifikasi Bangunan Hijau berdasarkan perangkat penilaian khas Indonesia yang disebut GREENSHIP. Dengan semakin banyak bangunan yang memiliki sertifikat Greenship maka semakin cerdaslah daerah tersebut dari sudut pandang lingkungan.
  32. 32. 24 | D A T A B A S E T E K N O L O G I Pengelolaan Sumber daya Indikator smart environment pada kelompok kedua adalah pengelolaan sumberdaya yang mencakup energi, polusi udara, produksi sampah, dan konsumsi air bersih. Sustainable Urban Planing Aspek perencanaan kota sangat berkaitan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Salah satu dimensi perencanaan pada arsitektur kota menunjukkan berbagai titik temu dalam mendukung konsep layanan Daerah Cerdas agar berkelanjutan. Prinsipnya bahwa perencanaan kota harus dapat mengakomodir aspek layanan digital dari sebuah kota atau daerah cerdas sekaligus memperhitungkan perlindungan lingkungan dari penataan ruang yang dilakukan (Anthopoulos and Athena, 2012). Sustainable Urban Planing mencakup perencanaan aksi tentang iklim dan pencapaian persentase RTH terhadap luas wilayah yang telah menjadi ketentuan legal yang harus dicapai. Smart Mobility Smart Mobility adalah sebuah konsep dimana mobilitas didukung oleh moda transportasi yang beragam, ramah lingkungan, dan terintegrasi dengan ICT. Smart Mobility merupakan salah satu solusi bagi masalah perkotaan di Indonesia. Mobilitas adalah salah satu fasilitas yang paling penting untuk mendukung fungsi dari daerah
  33. 33. D A E R A H C E R D A S | 25 perkotaan (Staricco 2013). Meskipun demikian, transportasi sebagai bagian dari moblitas menghasilkan beberapa dampak negatif dan masalah kualitas hidup di kota-kota, seperti: polusi, lalu lintas, kemacetan jalan, waktu lama untuk menyeberang jalan, tingginya biaya pelayanan transportasi dan sebagainya. Oleh karena itu, Smart Mobility adalah salah satu topik yang paling menarik dari bahasan tentang daerah cerdas, karena bisa menghasilkan manfaat yang tinggi terhadap kualitas hidup dari hampir semua pemangku kepentingan kota. Smart Mobility bukanlah inisiatif yang terpisah, tetapi satu set tindakan yang kompleks terutama TIK bisa menjadi poros dari inisiatif Smart Mobility. Lalu bagaimana dengan daerah yang masih dalam kategori kota kecil atau sedang yang secara permasalahan belum menunjukkan adanya kemacetan namun ingin menerapkan smart mobility? Pada daerah kabupaten (yang masih di dominasi kawasan perdesaan) misalnya, konsep smart mobility tetap memungkinkan untuk diterapkan dengan strategi antisipasi terhadap perkembangan kota yang secara alami akan menuju kepadatan yang tentu akan menghadapi kemacetan dan polusi udara jika tidak dipersiapkan dari awal. Kemacetan terjadi karena bertambahnya jumlah kendaraan bermotor terutama kendaraan pribadi sehingga terjadi ketidakseimbangan antara jumlah kendaraan dan lebar ruas jalan yang ada. Hal ini juga berpengaruh pada peningkatan polusi udara. Permasalahan kemacetan di perkotaan akan berdampak
  34. 34. 26 | D A T A B A S E T E K N O L O G I pada aktivitas mobilisasi masyarakat. Jika aktivitas mobilisasi tersebut terhambat maka pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam hal perpindahan/ pergerakan dari suatu tempat ke tempat yang lain akan terganggu. Sebuah Daerah Cerdas juga harus dapat memperhatikan permasalahan aktivitas mobilisasi. Hal ini dilakukan dengan memasukkan dimensi Smart Mobility sebagai salah satu aspek yang mendukung kondisi Daerah Cerdas. Aktivitas mobilisasi terkait dengan aliran barang dan informasi, sehingga dalam Smart Mobility akan mencakup segi transportasi dan teknologi. Adapun lingkup kegiatan pada Smart Mobility adalah transportasi yang efisien, akses multi moda dan infrastruktur teknologi. Sistem transportasi terkait dengan sarana, prasarana dan sistem operasional transportasi. Sarana transportasi seperti mobil, motor, kereta api, kapal laut, pesawat terbang dan lain-lain. Sedangkan prasarana transportasi seperti jalan, rel, jembatan, rambu lalu lintas, halte/stasiun/terminal/tempat pemberhentian, tempat parkir dan lain-lain. Dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan dari segi transportasi, hal yang juga menjadi fokus perhatian adalah mengenai infrastruktur. Diperlukan adanya percepatan pembangunan infrastruktur serta upaya untuk menangani penanganan sektor logistik dalam mengatasi kesenjangan daerah. Saat ini, untuk mencapai transportasi yang efisien, dapat dilakukan dengan mengembangkan green
  35. 35. D A E R A H C E R D A S | 27 transportation. Green transportation merupakan sistem transportasi yang telah memperhatikan aspek lingkungan untuk menghemat energi dan memelihara sumber daya alam yang ada. Yang termasuk dalam green transportation adalah berjalan, bersepeda dan “Green Car”. “Green Car” ini merupakan kendaraan dengan menggunakan tenaga angin, air, listrik dan tenaga surya. Saat ini, upaya dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) menjadi sorotan secara luas. Dalam sistem transportasi, selain transportasi yang efisien, akses multi moda juga harus diperhatikan. Pengertian transportasi multi moda dalam glosarium OECD (2008), yaitu: “movement of goods (in one and the same loading unit or a vehicle) by successive modes of transport without handling of the goods themselves when changing modes”. Dengan semakin meningkatnya jumlah kendaraan pribadi maka akan membuat kondisi jalan semakin padat. Tak heran jika kemacetan akan selalu terjadi dimana-mana. Salah satu solusi yang dapat diberikan untuk para pengguna jalan adalah dengan menggunakan transportasi publik/angkutan umum. Jika demikian maka perlu adanya ketersediaan transportasi publik yang memadai sehingga penumpang akan menjadi aman dan nyaman dalam menggunakan fasilitas transportasi publik tersebut. Di Indonesia, kebijakan Sistem Transportasi Nasional tertuang dalam Peraturan menteri
  36. 36. 28 | D A T A B A S E T E K N O L O G I Perhubungan No. KM. 49 Tahun 2005 tentang Sistem Transportasi Nasional (SISTRANAS). Pada Peraturan Menteri Perhubungan tersebut, sasaran dari Sistranas adalah terwujudnya penyelenggaraan transportasi yang efektif dan efisien. Efektif dalam arti selamat, aksesibilitas tinggi, terpadu, kapasitas mencukupi, teratur, lancar dan cepat, mudah dicapai, tepat waktu, nyaman, tarif terjangkau, tertib, aman, serta polusi rendah. Sedangkan arti dari efisien adalah beban publik rendah dan utilitas tinggi dalam satu kesatuan jaringan transportasi nasional. Pada aliran informasi, media TIK sangat berperan penting. Sehingga tersedianya infrastruktur teknologi sangat diperlukan. Saat ini, smart card merupakan salah satu infrastruktur yang tengah dikembangkan. Dalam penggunaan aplikasi smart card, terdapat beberapa jenis kartu yang terkait dengan data biometrik pengguna. Data biometrik digunakan karena data tersebut berkaitan dengan fisik seseorang yang merupakan kekhasan/ karakteristik khusus dari tiap individu. Contoh aplikasi smart card yang menggunakan data biometrik, yang kini ada di Indonesia antara lain pada ID card (Surat Izin Mengemudi (SIM), e-KTP, dan lain-lain). Menurut Taherdoost (2011), pengunaan smart card akan terkait pada tingkat keamanan, kepuasan dan adopsi. Pada tingkat keamanan penggunaan smart card, terdapat 5 prinsip yang terkait, yaitu privasi, integritas, tanpa penolakan, verifikasi dan authentication (pembuktian keaslian). Teknologi dengan smart card akan digunakan jika memiliki tingkat keamanan dan kepercayaan dari pengguna. Sehingga pelayanan
  37. 37. D A E R A H C E R D A S | 29 terhadap tingkat keamanan pengguna smart card perlu ditingkatkan. Untuk menjamin keamanan perlu adanya lembaga yang memberikan jaminan bahwa smart card yang dikembangknnya aman. BPPT sendiri telah memiliki Lab Inovasi TIK untuk melayani pengujian smar tcard dan electromagnetic compatibility (EMC). Llab pengujian smartcard ini merupakan Lab yang terakreditasi pertama di Indonesia. Smart Governance Penyelenggaraan pemerintahan dengan menyediakan dan memberikan layanan kepada masyarakat dengan baik, ada partisipasi aktif masyarakat yang dapat dilakukan dimana saja, kapan saja, dan dengan perangkat apapun melalui penggunaan TIK. Penggunaan media TIK salah satunya diterapkan pada bidang pemerintahan untuk memberikan pelayanan publik. Dalam meningkatkan pelayanan publik, pemerintah diharapkan dapat memperhatikan 3 aspek yang mendukung, yaitu pelayanan online, infrastuktur TIK dan pemerintahan yang terbuka termasuk di dalamnya e-democracy, e- procurement. Dalam memberikan pelayanan online, semua tahapan yang termasuk pada prosedur online juga harus dilakukan. Misalnya, pada pengajuan izin usaha dari pengusaha pemula yang diajukan di kantor perizinan harus memenuhi prosedur online yang seharusnya dilakukan. Persyaratan dokumen yang harus dipenuhi oleh pengaju izin (pengusaha pemula) tersebut harus lengkap dan benar-benar asli. Begitu
  38. 38. 30 | D A T A B A S E T E K N O L O G I pula dengan dokumen yang dikeluarkan oleh pemberi izin (kantor perizinan) harus dapat dikeluarkan sesuai dengan waktu yang seharusnya. Sehingga dengan pelayanan online yang diberikan, dapat mempermudah dan memberikan kenyamanan serta keamanan pengguna. Bukan untuk mempersulit dan memperpanjang birokrasi. Saat ini, pelayanan yang diberikan oleh pemerintah di Indonesia telah banyak yang mengunakan aplikasi online. Selain pengajuan perizinan, contoh lain dalam pelayanan online antara lain Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), pendaftaran siswa/siswi masuk sekolah secara online, pembuatan paspor secara online, lapor pajak dan lain- lain. Dengan adanya pelayanan online tersebut maka penggunaan kertas dapat dikurangi serta antrian di loket akan berkurang. Sehingga dalam pelayanan publik, diperlukan indikator ketepatan dalam memproduksi barang dan jasa serta tingkat kualitas produk dan jasa yang dihasilkan untuk dapat mengevaluasi pelayanan yang telah diberikan. Peningkatan pelayanan publik juga memerlukan ketersediaan infrastruktur TIK yang memadai. Misalnya dengan penyediaan CCTV (Close Circuit Television) diberbagai sudut kota/kabupaten, dibangunnya Operation/Command Centre serta jangkauan broadband dan sensor yang lebih stabil. Dengan adanya penyediaan infrastruktur tersebut maka diharapkan akan lebih responsif. Selain dengan penyediaan infrastruktur, upaya dalam mencapai smart governance dapat dilakukan
  39. 39. D A E R A H C E R D A S | 31 dengan menyelenggarakan pemerintahan yang terbuka. Sehingga komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah dapat transparan. Misalnya dengan penyediaan open data/penyediaan dan penggunaan big data serta aplikasi terbuka. Keterbukaan informasi dari pemerintah kepada masyarakat sangat diharapkan untuk mendukung terwujudnya partisipasi masyarakat dalam pemerintahan. Dari uraian tersebut, kegiatan Smart Governance ini diharapkan dapat menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dengan tingkat kepuasan masyarakat serta tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi. Fungsi Dasar Smart Government meliputi dua kondisi berikut: 1. Internal (G2G) yaitu hubungan di dalam tubuh pemerintah itu sendiri. • Manajemen pekerjaan • Manajemen pengembangan kota • Manajemen Finansial • Manajemen Inventaris 2. Eksternal (G2C & G2B) yaitu hubungan keluar baik ke masayakat maupun dunia usaha: • Layanan kebutuhan dasar (Kesehatan, Pendidikan, Sosial) • Fasilitas Umum • Perijinan
  40. 40. 32 | D A T A B A S E T E K N O L O G I • Manajemen Penduduk TIK ini berbeda dengan TI (Information technology) yang selama ini telah banyak dikenal. Jika TI telah lama digunakan di lingkungan pemerintahan di Negara- negara sedang berkembang bahkan hampir lebih dari 30 tahun, namun belum dapat digunakan untuk memfasilitasi dan mendorong kehidupan berdemokrasi dan pemerintahan yang bersih. Hal ini dikarenakan sifat TI yang hanya digunakan sebagai otomatisasi pengolahan data (data processing) yang dimanfaatkan oleh pemerintah secara internal saja, sedangkan penggunaan TIK adalah dalam rangka mendukung proses transformasi eksternal pemerintah melalui pemrosesan dan pengkomunikasian data yang biasa dikenal dengan istilah digital connections. Digital connections ini meliputi: (1) hubungan antara dan dalam pemerintahan itu sendiri dalam rangka joint-up thinking; (2) hubungan antara pemerintah dengan masyarakat atau LSM dalam rangka meningkatkan akuntabilitas pemerintah; (3) hubungan antara pemerintah dengan masyarakat bisnis (privat) dalam rangka peningkatan pelayanan; (4) hubungan antar LSM dalam rangka mendukung proses learning dan sinergi antara mereka; (5) hubungan antar masyarakat dalam rangka pembangunan social dan ekonomi. Dengan kata lain penerapan e-governance berarti telah terjadi pergeseran dari e-administration (peningkatan penyelenggaraan tertib pemerintahan) menuju e-citizens (peningkatan hubungan pemerintah
  41. 41. D A E R A H C E R D A S | 33 dengan warga negaranya), e-services (peningkatan pelayanan public) dan e-society (interaksi dan sinergi antara berbagai komponen masyarakat). Ketiga domain tersebut masingmasing saling bersinggungan atau bersinergi sebagai kekuatan bagi terciptanya good governance melalui e-governance. (Astuti 2013). Inovasi pemerintah Daerah Selain faktor dan indikator yang diuraikan diatas, smart governance juga menuntut pemerintah daerah yang lebih inovatif. Akhir-akhir ini inovasi pemerintahan telah menjadi perbincangan yang menarik berkenaan dengan capaian pemerintahan daerah yang melaksanakan desentralisasi. Sejak lama Schumpeter (1934) menyatakan dengan inovasi akan didapat penambahan nilai dari produk, pelayanan, proses kerja, pemasaran, sistem pengiriman dan kebijakan, tidak hanya bagi organisasi tetapi juga bagi stakeholder dan masyarakat. Inovasi mengemukan pada organisasi publik seperti pemerintahan daerah, karena dibandingkan organisasi bisnis, organisasi publik telah jauh tertinggal. Ketertinggalan yang tidak hanya terjadi dalam tataran praktis, namun juga dalam level teori dan konsepsi. Organisasi publik merupakan sektor yang relatif tidak leluasa dalam berhubungan dengan inovasi dibandingkan dengan sektor bisnis. Keengganan sektor publik dalam memanfaatkan inovasi erat kaitannya dengan sejarah dan karakteristiknya yang cenderung statis, formal, dan rigid. Dengan kata lain, sistem dalam
  42. 42. 34 | D A T A B A S E T E K N O L O G I sektor publik berkarakteristik status-quo dan tidak menyukai perubahan (Suwarno, 2008). Pemberlakuan era otonomi daerah di Indonesia memberikan kesempatan kepada daerah untuk lebih leluasa mengelola daerahnya bagi kesejahteraan masyarakat. Konsekuensi logisnya adalah bahwa setiap daerah mencoba mencari berbagai terobosan untuk meningkatkan potensi dan daya saing sumber sumber ekonominya. Kesadaran akan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang terus-menerus dan tersedianya sumber daya manusia yang teruji menjadi salah satu daya dorong pengenalan dan penerapan sistem inovasi. Pembahasan lebih lanjut inovasi daerah akan disampaikan di bagian akhir dari Buku ini. Smart Economy Daerah cerdas mampu menggabungkan pengelolaan sumber daya untuk memberikan kondisi ekonomi dan sosial yang terbaik (Alawadhi, Suha, et al. 2012). Kecerdasan yang dimunculkan dalam hal ini adalah penggunaan sumber daya yang terbatas secara efektif dan efisien. Inisiatif Daerah Cerdas harus dapat menemukan cara yang lebih inovatif dan solutif untuk mengatasi tantangan ekonomi seperti pemotongan anggaran, resesi ekonomi atau kelesuan pasar. Inisiatif daerah cerdas pada dimensi ekonomi bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing suatu daerah di pasar lokal,
  43. 43. D A E R A H C E R D A S | 35 nasional maupun global, dengan menciptakan lapangan kerja dan menarik tenaga kerja terampil. Inisiatif ini merupakan salah satu unsur dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan, melalui peningkatan perekonomian daerah. Sebagai contoh adalah pada permasalahan persaingan pasar dan ketersediaan lapangan pekerjaan. Inovasi dalam sektor ini akan berusaha menciptakan peluang usaha baru (kewirausahaan) yang pada akhirnya akan memperbanyak ketersediaan lapangan pekerjaan. Kewirausahaan yang akan muncul diharapkan adalah pengusaha pemula berbasis teknologi (PPBT) atau berbasis inovasi. Dimensi Smart economy yang lainnya adalah munculnya para pengusaha baru di daerah. Hal ini bisa ditempuh melalui upaya “hilirisasi” riset dan pengembangan yang ada baik dari kalangan lembaga litbang maupun perguruan tinggi setempat. Diharapkan hilirisasi hasil riset dan pengembangan ini dapat meningkatkan jumlah Pengusaha Pemula Berbasis Inovasi (PPBI) atau Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) di suatu daerah. Hal tersebut berdampak pada indeks inovasinya. Untuk elemen Smart Economy, lingkup kegiatan yang pertama, yaitu kewirausahaan dan inovasi. Lingkup tersebut mempunyai indikator pengusaha pemula berbasis inovasi (PPBI) dan indeks inovasi. Pengembangan Smart Economy juga dapat mengacu pada ukuran yang ada dalam Global Innovation Index (GII), rasio efisiensi inovasi terbagi menjadi 2, yaitu input dan output. Pada aspek input
  44. 44. 36 | D A T A B A S E T E K N O L O G I terdapat pilar yang terkait dengan segi ekonomi, yaitu pilar market sophistication dan pilar business sophistication. Pilar market sophistication memiliki 3 sub-pilar, yaitu kredit, investasi serta trade and competition. Pada pilar business sophistication memiliki 3 sub-pilar, yaitu knowledge workers, innovation linkages dan knowledge absorption. Pada aspek output, terdapat 2 pilar yang terkait dengan segi ekonomi, yaitu knowledge and technology outputs dan creative outputs. Sub pilar knowledge creation, knowledge impact dan knowledge diffusion merupakan bagian dari pilar knowledge and technology outputs. Sedangkan sub pilar intangible assets, creative goods and services dan online creativity merupakan bagian dari pilar creative outputs. Indikator yang terkait dengan kredit adalah kemudahan untuk mendapatkan permodalan. Untuk indikator yang terkait dengan investasi adalah kemudahan berusaha. Hal yang dapat dilakukan dalam kemudahan berusaha adalah dengan bentuk deregulasi, debirokratisasi, penegakkan hukum dan kepastian usaha. Dalam melakukan debirokratisasi, salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan mempermudah dalam pengurusan perijinan, melindungi masyarakat berpendapatan rendah dengan menggerakkan pemberdayaan usaha mikro dan kecil melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan demikian maka bank/lembaga keuangan penyalur dana KUR diharapkan dapat didorong untuk meningkatkan peserta KUR. Dalam segi trade&competition, pemerintah diharapkan dapat
  45. 45. D A E R A H C E R D A S | 37 memperkuat usaha kecil untuk berkompetisi melalui kemudahan-kemudahan yang dapat diraih dalam menjalankan usahanya. Indikator yang terkait dengan knowledge workers adalah dengan kemudahan dari tenaga kerja untuk dapat meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan- pelatihan yang diberikan oleh perusahaan baik itu internal maupun eksternal. Untuk indikator innovation linkages, terkait dengan pendirian pusat inovasi untuk menghubungkan antara pencipta inovasi dengan pengguna inovasi. Dari segi inovasi maka diperlukan untuk adanya kegiatan knowledge absorption agar masyarakat luas dapat memahami dan mengembangkan inovasi. Indikator yang terkait dengan knowledge creation adalah banyaknya paten/hak kekayaan intelektual yang diakui secara tersertifikasi. Sehingga dapat memberikan dampak (knowledge impact) kepada masyarakat sekitar untuk kesejahteraan, melalui kegiatan difusi (knowledge diffusion). Untuk indikator intangible assets dapat dilihat dari banyaknya kreasi model TIK dan bisnis yang berkembang. Salah satunya dengan menjalankan kreatifitas secara online (online creativity). Sehingga diharapkan aspek kreatifitas produk dan pelayanan (creative goods and services) dapat meningkakan pendapatan/segi ekonomi. Tumbuhnya pengusaha pemula berbasis inovasi (PPBI) juga harus didukung dengan skema dan akses pembiayaan.
  46. 46. 38 | D A T A B A S E T E K N O L O G I Kegiatan perekonomian suatu negara tidak hanya bergantung pada pemerintah saja. Namun, peran swasta juga sangat diperlukan. Sehingga diharapkan dengan adanya pertumbuhan ekonomi maka dapat meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja. Dalam perencanaan pembangunan ekonomi daerah, diharapkan pertumbuhan ekonomi dapat meningkat. Tingkat efektivitas dan efisiensi akan terkait dengan produktivitas. Aspek produktivitas ini juga terkait dengan innovation linkages yang telah dijelaskan sebelumnya. Dengan tingkat produktivitas yang tinggi maka akan terjadinya peningkatan pendapatan per kapita. Salah satu tolak ukur dalam pendapatan daerah yaitu PDRB per kapita. Smart Living Smart Living dalam struktur hirarki daerah cerdas berada di puncak atau ibarat atap dari sebuah “Rumah” Daerah Cerdas, artinya pencapaian seluruh dimensi daerah cerdas haruslah berujung pada kondisi dimana masyarakat daerah merasakan atau menjalani kehidupan yang nyaman, aman, sehat, mudah dan sejahtera. Namun pengertian Smart Living sendiri banyak ragamnya. Saat ini, konsep smart living memang sedang diterapkan oleh banyak pengembang perumahan. Hal ini karena gaya hidup yang praktis dan efisien memang dianggap mampu menjawab kebutuhan akan perumahan mengingat kondisi perumahan dan tata
  47. 47. D A E R A H C E R D A S | 39 ruang saat ini yang semakin sempit. Dalam merancang rumah memang selalu dibutuhkan kreativitas, inovasi, dan kiat-kiat baru. Konsep smart living adalah solusi yang tepat untuk gaya hidup modern saat ini. Salah satu gaya hidup yang diterapannya adalah green lifestyle, yang diyakini akan dapat memberikan kehidupan yang lebih berkelanjutan bagi lingkungan dan generasi mendatang. Definisi Smart Living di antaranya Griffinger, R, et al. (2007) mengatakan “Smart Living comprises various aspects of quality of life as culture, health, safety, housing, tourism etc”. Secara umum dapat dikatakan Smart Living adalah dimensi dari pencapaian daerah cerdas dimana kualitas hidup dari masyarakatnya sudah pada taraf nyaman, aman dan sejahtera. Nyaman adalah suatu keadaan senang dan bahagia. Aman adalah suatu keadaan bebas dari rasa ketakutan dan kecemasan. Sedangkan sejahtera adalah suatu keadaan sehat dan damai. Kenyamanan dapat dilihat dari ketersediaan Fasos dan Fasum untuk mempermudah/melayani masyarakat dalam kegiatan sehari-hari serta mempermudah dalam melakukan berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan. Kemudian juga ketersediaan fasilitas hiburan untuk menghibur masyarakat, menambah pengalaman dan wawasan. Sementara faktor keamanan dapat dilihat dari ketersediaan bantuan darurat dalam pencegahan tindak kriminal, misalnya dengan memberikan respon/tindak lanjut tindakan keamanan.
  48. 48. 40 | D A T A B A S E T E K N O L O G I Aspek Kesehatan juga masuk ke dalam dimensi Smart Living karena ketersediaan fasilitas kesehatan, layanan kesehatan dan asuransi kesehatan secara memadai akan menjamin kesehatan masyarakat. Secara keseluruhan pencapaian Smart Living suatu daerah dapat dilihat dari Angka Harapan Hidup untuk mengetahui peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan penduduk.
  49. 49. D A E R A H C E R D A S | 41 BAB 3. TEKNOLOGI UNTUK PENGEMBANGAN DAERAH CERDAS Pembahasan tentang teknologi yang mendukung pengembangan Smart City selama ini banyak didominasi TIK. Hal ini tidak bisa dipungkiri karena dari konsep dasar tentang smart city memang terlahir dari bekerjanya atau berperannya TIK dalam membantu berbagai aspek dalam pengelolaan kota. Tengok saja pengertian Smart City menurut Wikipedia, smart city adalah visi pembangunan perkotaan untuk mengintegrasikan beberapa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan solusi Internet of Things (IOT) dalam sebuah bentuk yang aman untuk mengelola aset kota. Berdasarkan Wikipedia ini, definisi dari Smart City itu begitu luas mencakup berbagai macam keseluruhan teknologi digital yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan, mengurangi biaya dan sumber konsumsi, dan dapat meningkatkan interaksi aktif antara kota dan warganya secara efektif. Deakin (2013) mendefinisikan Smart City sebagai salah satu yang memanfaatkan ICT untuk memenuhi tuntutan pasar (warga kota), dan bahwa keterlibatan masyarakat dalam proses ini diperlukan untuk sebuah kota pintar. Sehingga Kota cerdas akan menjadi kota yang tidak hanya memiliki teknologi ICT di daerah tertentu, tetapi juga telah menerapkan teknologi ini
  50. 50. 42 | D A T A B A S E T E K N O L O G I dengan cara yang positif berdampak pada masyarakat setempat. Sebagaimana diurakan di bagian awal tulisan ini, teknologi yang mendukung pengembangan daerah cerdas sebenarnya terbuka luas darimanapun sumbernya. Baik dihasilkan oleh pengembang teknologi di perguruan tinggi, lembaga riset maupun perorangan dan profesional. Menarik mengkaji teknologi apa saja yang seharusnya dimiliki oleh daerah yang Cerdas. Yang lebih menarik ketika kita berbicara teknologi apa saja yang seharusnya dipunyai oleh daerah cerdas, ternyata jawabnya tidak selalu yang berbasis TIK. Walaupun memang benar bahwa jika ingin mengefektifikan penggunaan aplikasi atau teknologi sebaiknya diimplementasi dengan bantuan atau didukung TIK. Lauren Drell (2012) pernah menulis ada 25 Teknologi yang setiap Smart City harus memilikinya. Di antaranya teknologi: 1. Open-data initiatives and hackathons, seperti kompetisi BigApps New York City, yang menghasilkan berbagai aplikasi hemat untuk memperbaiki kota. 2. Aplikasi parkir, yang bisa menunjukkan driver dimana tempat parkir terdekat yang tersedia. Ini akan menghemat waktu komuter, bahan bakar, mengurangi emisi dan dana, sekaligus mengurangi arus lalu lintas. 3. Aplikasi yang memungkinkan pengguna "mengadopsi" properti kota – seperti tong
  51. 51. D A E R A H C E R D A S | 43 sampah, kotak panggilan, pepohonan, hidran kebakaran, dll - sehingga kota tidak perlu mengeluarkan uang untuk mengirim personil mereka. 4. Sistem pengelolaan limbah berteknologi tinggi. Contohnya Pay As You Throw (PAYT) pembuangan sampah akan mendorong orang untuk mendaur ulang lebih banyak dan membuang lebih sedikit, dengan menggunakan alat RFID untuk memperbaiki proses pemilahan sehingga botol plastik daur ulang sampai ke tempat pembuangan sampah akhir. 5. Sistem pembayaran parkir digital dan mudah digunakan – misal EZ-pass untuk parkir. 6. Sebuah aplikasi panduan kota (A city guide app), adalah informasi tentang museum, taman, landmark, seni publik, restoran dan data lalu lintas real-time. Aplikasi ini, seperti yang ada di Baltimore, Ottawa, Charlotte dan New Orleans, membantu warga dan turis menikmati pengalaman mereka di suatu kota tanpa bantuan orang lain. 7. Layar sentuh di penjuru kota – bisa berupa itu kios untuk membeli berbagai keperluan di kota. 8. Wi-Fi di stasiun kereta bawah tanah dan di kereta api, bersamaan dengan informasi cuaca di setiap stasiun. 9. Kawasan perumahan dan komersial yang hemat energi dan hemat energi. 10.Kios dinamis yang menampilkan informasi real-time, mengenai lalu lintas, cuaca dan berita lokal, seperti Urbanflow di Helsinki.
  52. 52. 44 | D A T A B A S E T E K N O L O G I 11.Sistem peringatan darurat dan sistem tanggap darurat berbasis media sosial - setiap warga negara harus memiliki akses terhadap informasi penting. Entah itu peringatan tentang kejahatan yang baru saja terjadi atau ancaman terhadap bencana. 12.Kepolisian yang menggunakan data real-time untuk memantau dan mencegah tindak kejahatan. 13.Lebih banyak angkutan umum, kereta berkecepatan tinggi, dan bus rapid transit (BRT) untuk membantu warga melintasi kota dengan kecepatan dan emisi rendah. 14.Lampu OLED dan pengawasan di zona kejahatan tinggi, seperti sistem 24/7 yang datang ke Kolkata. 15.Stasiun pengisian daya, seperti Strawberry Tree bertenaga surya di Serbia. Mereka juga berfungsi sebagai halte bus dan hot spot Wi-Fi. 16.Atap ditutupi panel surya atau kebun. Anda bahkan bisa menghasilkan energi matahari di jalur sepeda, seperti SolaRoad dari Amsterdam. 17.Program berbagi sepeda, seperti di Paris, Washington, D.C., Los Angeles dan New York. Keberdaan ruang parkir khusus sepeda juga menjadi pilihan. 18.A sharing economy, Jika kita saling berbagi atau saling menyewakan, maka masing-masing hanya perlu membeli dan menyimpan barang lebih sedikit. Dengan catatan, ada aplikasi untuk membantu menemukan badan amal yang benar- benar membutuhkan barang yang ingin Anda lempar, seperti Zealous Good di Chicago.
  53. 53. D A E R A H C E R D A S | 45 19.Sistem kontrol iklim (Smart climate control systems) yang cerdas di rumah dan bisnis, misalnya termostat Nest. 20.Penggunaan aplikasi perutean lalu lintas, seperti Greenway dan Waze. 21.Sistem daur ulang air. 22.Perencanaan kota yang ramai, seperti Brickstarter. 23.Akses internet broadband untuk semua warga - yang akan mengurangi kesenjangan digital dan memacu pertumbuhan ekonomi. 24.Pembayaran mobile. Dimana mana. Untuk makanan, pakaian jadi dan transportasi umum. 25.Program sharing jalan: Karena itu buang-buang uang dan gas untuk memiliki dua mobil pergi ke tempat yang sama bila tidak terisi penuh. Dari literatur di atas, kembali penulis mengulas bahwa pilihan teknologi yang banyak dikemukakan dalam mengembangan smart city sebagian besar merupakan penerapan TIK untuk memperbaiki dan menjadi solusi permasalahan di kota. Untuk itu, pada laporan ini akan disajikan berbagai teknologi – yang tidak terbatas pada penerapan TIK – untuk mengembangkan Daerah Cerdas. Teknologi yang diuraikan mengacu atau berada pada ruang lingkup indikator 6 (enam) dimensi Daerah Cerdas.
  54. 54. D A E R A H C E R D A S | 46 Tabel 1. Dimensi : Smart People No. Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Pengembang Teknologi / Inovator 1 Inklusif Mengetahui kesiapan masyarakat untuk menerima teknologi Ketersediaan jaringan internet 3G/4G Jumlah Rumah Tangga yang mengakses internet Layanan Manajemen infrastruktur informasi dan aplikasi untuk e- government Unit Kerja di Lingkungan Deputi Bidang TIEM - BPPT 2 Kreativitas Mengetahui tingkat kreativitas masyarakat Pekerja di sektor kreatif Jumlah Pekerja di kreatif Pendampingan dan Panduan Pengembangan Ruang Publik Kreatif. Rancangan DED. PTID– BPPT Gd. 720 Kawasan Puspiptek Pendampingan dan Pembangunan Techno Park: Tempat Tumbuhnya Inovasi dan Bisnis Industri Kreatif di daerah. PPKIT– BPPT Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi Gd. 720 Kawasan Puspiptek 3 Human Capital Manage- ment Untuk mengetahui hubungan teknologi dengan masyarakat Penggunaan ICT untuk Pendidikan Jumlah Sekolah yang mengakses free WIFI Perencanaan dan Pembangunan Zona Pendidikan Di Kawasan Teknopolitan/Technopark. Zona pendidikan di kawasan teknopolitan diharapkan menjadi kawasan pendidikan berjenjang yang saling terintegrasi serta bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten dan sekitarnya dan menjadi tulang punggung penyedia SDM terdidik di Kawasan Teknopolitan. PTID– BPPT Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi Gd. 720 Kawasan Puspiptek
  55. 55. D A E R A H C E R D A S | 47 Tabel 2. Dimensi : Smart Environment No Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Yang Relevan Pengembang Teknologi / Inovator 1 Gedung dan Pemukiman Gedung tersertifikasi berkelanjutan adalah untuk mengurangi dampak lingkungan bangunan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan alami serta bertanggung jawab terhadap lingkungan dan hemat sumber daya sepanjang siklus hidup Struktur dan bangunan Penggunaan material Sertifikasi Produk: Layanan Baru Teknologi Polimer Pusat Teknologi Material – BPPT, Gd 224 Kawasan Puspiptek Serpong Reduksi Risiko Bencana Teknologi Reduksi Risiko Bencana Tanah Longsor Pusat Teknologi Lahan, Wilayah dan Mitigasi Bencana – BPPT Gedung 820 Geostech Shading dan reflector / pencahayaan Memanfaatka n Pencahayaan alami sebagai penerangan bangunan Rekayasa Material Polikristal Silikon untuk Solar Cell. Pusat Teknologi Material – BPPT. Gd 224 Kawasan Puspiptek Serpong Sistem penerangan Control panel Teknologi Smart Grid. Teknologi smart microgrid, untuk mencapai sistem kelistrikan yang optimal dari sumber- sumber energi terbarukan serta meningkatkan kualitas daya pada grid. Balai BesarTeknologi Konversi Energi Kawasan PUSPIPTEK Serpong Gd.620-622 Tangerang Selatan
  56. 56. 48 | D A T A B A S E T E K N O L O G I No Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Yang Relevan Pengembang Teknologi / Inovator bangunan tersebut  green building Sistem air daur ulang Pemanfaatan air bekas pakai Teknologi Pengolahan Potensi dan Kualitas Sumberdaya Air. Keluaran dari kegiatan ini adalah purwarupa unit pemantau kualitas air dengan beberapa sensor seperti suhu, salinitas, debit, pH dan daya hantar sudah beroperasi dalam sistem windows dengan sistem layar sentuh. Balai Teknologi Lingkungan – BPPT. Gedung 820 Teknologi Sistem Kebumian (Geostech), Kawasan Puspiptek Pemukiman yang layak adalah terwujudnya kawasan perkim yang tertata dengan baik yang dapat menunjang peningkatan kualitas ekologis, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan sosial budaya, serta menjamin tatanan Kepadatan bangunan Kepadatan bangunan per Ha Pengembangan teknologi yang terkait dengan pengelolaan lingkungan perkotaan. Unite Kerja di lingkungan Deputi Bidang TPSA - BPPT Kepadatan hunian Jumlah orang yang tinggal dalam satu rumah Lokasi permukiman terhadap kawasan industri Jarak minimum Layanan Perencanaan kawasan industri PTKS – PKT - Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi Gd. 720 Kawasan Puspiptek
  57. 57. D A E R A H C E R D A S | 49 No Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Yang Relevan Pengembang Teknologi / Inovator kehidupan yang berkelanjutan. 2 Sumber Daya Alam Tujuan pemanfaatan energi terbarukan adalah memanfaatkan sumber energi yang dapat dengan cepat dipulihkan kembali secara alami, dan prosesnya berkelanjutan Mendorong efisiensi energi Sosialisasi Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE-BPPT) yang memiliki tupoksi kegiatan pada riset kelistrikan di BPPT, memfokuskan diri pada layanan teknologi bidang audit energi yang ditujukan pada sektor industri, rumah tangga, publik dan bangunan komersial. Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE- BPPT) Meningkat- kan penggunaan sumber- sumber energi terbarukan Pemanfaatan SET Teknologi PLTU Batubara Peringkat Rendah yang Efisien. Balai Besar Teknologi Energi – BPPT. Gd.620- 622 Setu Pemanfaatan Energi Angin. Proyek Wind Hybrid Power Generation (WHyPGen) untuk mendorong pemanfaatan energi angin sebagai sumber energi terbarukan yang lebih lestari dan ramah lingkungan Balai Besar Teknologi Energi – BPPT Gd.620-622 Setu Layanan Teknologi untuk Menjadikan Balai Besar Teknologi
  58. 58. 50 | D A T A B A S E T E K N O L O G I No Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Yang Relevan Pengembang Teknologi / Inovator Objek Eduwisata Energi Terbarukan Konversi Energi Kawasan PUSPIPTEK Serpong Gd.620-625 Tangerang Selatan Potensi Sumber Energi Terbarukan (SET) di daerah Energi Panas Bumi,Energi Air Energi Tumbuhan (Bio Energi), Biomassa/ Biogas Energi Samudra/ Laut, Sel Bahan Bakar (Fuel Cell) Angin, Surya, Panas Bumi Teknologi Kogenerasi s/d 5 MW. Teknologi kogenerasi adalah suatu metode untuk memproduksi energi listrik dan termal secara bersamaan dalam satu proses. Balai Besar Teknologi Energi – BPPT Gedung 620-622 Biodiesel adalah bahan bakar terbarukan yang dibuat dari minyak nabati atau lemak hewani melalui proses transesterifikasi Balai Perekayasa Desain dan Sistem Teknologi – BPPT. Gd. 480 Kawasan Puspiptek Serpong Pemanfaatan Energi Angin. PPT menjalankan Proyek Wind Hybrid Power Generation (WHyPGen) untuk mendorong pemanfaatan energi angin sebagai sumber energi terbarukan yang lebih lestari dan ramah lingkungan. Balai Besar Teknologi Energi – BPPT Gd.620- 622 Setu Kawasan Puspiptek Serpong Teknologi Pengurangan Emisi Karbon Biogas dari Limbah Padat. teknologi ini bertujuan untuk memurnikan gas metan Pusat Teknologi Lingkungan – BPPT Gedung 820 Teknologi
  59. 59. D A E R A H C E R D A S | 51 No Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Yang Relevan Pengembang Teknologi / Inovator yang dihasilkan oleh TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) sampah. Sistem Kebumian (Geostech), Kawasan Puspiptek Mendorong pembangunan PLT mikro hidro di pedesaan Ketersediaan PLT Mikro Teknologi pembangkit listrik mikrohidro. Balai Besar Teknologi Energi – BPPT Gd.620- 622 Setu Kawasan Puspiptek Serpong Pengendalian pencemaran agar kegiatan manusia tidak berdampak buruk, atau turunnya lingkungan hidup sampai tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai peruntukkan-nya Masuknya limbah ke dalam tanah Masuknya limbah ke dalam air Emisi dari kendaraan bermotor Sistem pembuangan limbah Teknologi Pengurangan Emisi Karbon Biogas dari Limbah Padat. Teknologi ini bertujuan untuk memurnikan gas metan yang dihasilkan oleh TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) sampah. Pusat Teknologi Lingkungan – BPPT Gedung 820 Teknologi Sistem Kebumian (Geostech), Kawasan PuspiptekInovasi Teknologi Penanganan Limbah Cair Dan Padat Monitoring Real Time Kualitas Air & Kualitas Udara DED IPAL untuk Kantor, Industri, pelabuhan dll
  60. 60. 52 | D A T A B A S E T E K N O L O G I No Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Yang Relevan Pengembang Teknologi / Inovator Pengelolaan air bersih adalah untuk menunjang kehidupan makhluk hidup dalam melanjutkan kelangsungan hidup, baik manusia, hewan dan tumbuhan. Ketersediaan sistem pengelolaan air bersih Jumlah Masyarakat yang terlayani jaringan air bersih Solusi Penyediaan Air Siap Minum di Lingkungan Kampus dan Perkantoran dengan Teknologi ARSINUM. Pusat Teknologi Lingkungan – BPPT Gedung 820 Teknologi Sistem Kebumian (Geostech), Kawasan Puspiptek Penyediaan pangan dan pertanian berkelanjutan adalah untuk melindungi dan mengembangkan bidang lahan pertanian yang ditetapkan secara Kemampu-an dalam memproduksi pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri Produktivitas pertanian Peningkatan kualitas bibit Kakao melalui teknik mikro- grafting dan mini- grafting serta perbanyakan bibit melalui teknologi ex-vitro; dan Peningkatan teknologi budidaya kakao melalui aplikasi bio-fertilizer. Pusat Teknologi Produksi Pertanian– BPPT Gd. 611 Laptiab, Kawasan Puspiptek, Serpong Inovasi Teknologi BioALA (5- Asam Amino Levulinat) Sebagai Pemacu Biosintesa Klorofil dan Pertumbuhan Tanaman Hortikultura . Pusat Teknologi Bioindustri Gedung 613 LAPTIAB Kawasan PUSPIPTEK
  61. 61. D A E R A H C E R D A S | 53 No Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Yang Relevan Pengembang Teknologi / Inovator konsisten guna menghasilkan pangan pokok bagi kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional. Tingkat keanekaraga man pangan Teknologi Produksi Beras Analog dari Tepung Pangan Lokal. Untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap beras Pusat Teknologi Agroindustri – BPPT. Gd. 630 laptiab Lt 2 Kawasan Puspiptek, Serpong Tingkat kemandirian/ ketahanan pangan daerah Inovasi Teknologi Pupuk SRF (Slow Release Fertilizer) Teknologi pertanian berkelanjutan yang digunakan Perbanyakan Bibit dan Penyelamatan Embrio Kelapa Sawit melalui Aplikasi Teknologi Kultur Jaringan Balai Pengkajian Bioteknologi – BPPT Gedung 630, Balai Pengkajian Bioteknologi Kawasan Puspiptek Serpong Maharsi, Sumber Pangan Protein Hewani. Maharsi adalah nama ikan Nila Laut. teknologi budidaya ikan Nila Laut diharapkan dapat menjadi alternatif komoditas usaha budidaya ikan bagi masyarakat pesisir pantai dan kepulauan.
  62. 62. 54 | D A T A B A S E T E K N O L O G I No Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Yang Relevan Pengembang Teknologi / Inovator “Beras Sehat Dan Tepung Sugih” Produk Inovatif Technopark Lampung Tengah. Beras sehat yang berasal dari jagung dan ubi kayu. Balai Besar Teknologi Pati – BPPT. Desa Negara Bumi Ilir, Kecamatan Anak Tuha, Kab Lampung Tengah Layanan Teknologi Industri Permesinan Peralatan Pabrik Gula. Unit Kerja: PTIM, PTIP, PTL, PTM, MEPPO, BTMP, B2TP, BRDST Pengembangan Varietas Tanaman unggulan Daerah. Misal 1) dengan penyediaan bibit anggrek berkualitas, melalui kegiatan pengembangan varietas dan penyediaan bibit anggrek berkualitas, 2). peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan pelatihan Pusat Teknologi Bioindustri – BPPT. Gedung 630, Balai Pengkajian Bioteknologi Kawasan Puspiptek Teknologi Ex Vitro, Solusi Tepat Penuhi Kebutuhan Bibit Lada. Pusat Teknologi Bioindustri – BPPT. Gedung 630, Balai Pengkajian Bioteknologi Kawasan Puspiptek
  63. 63. D A E R A H C E R D A S | 55 No Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Yang Relevan Pengembang Teknologi / Inovator Eye in the Sky (i-Sky) Innovation: Inovasi baru dalam memantau secara waktu nyata fase tumbuh tanaman padi berbasis data besar inderaja dengan algoritma heuristik. Unit Kerja di lingkungan Deputi Bidang TPSA - BPPT Teknologi Biopeat untuk Mendukung Sistem Pertanian Lahan Gambut yang Ramah Lingkungan. Teknologi Biopeat untuk pengolahan dan pemanfaatan lahan gambut . Ini merupakan pupuk hayati yang mengandung mikroba potensial, telah teruji kemampuannya dalam meningkatkan pH lahan gambut serta meningkatkan produktivitas beberapa tanaman hortikultura. Aplikasi BioPeat dapat meningkatkan grade buah Nanas sebesar 31%. Pusat Teknologi Bioindustri - BPPT 3 Infrastruktur hijau Ketersediaan infrastruktur hijau adalah pembangunan infrastruktur Ketersediaan jaringan jalan Pola jaringan jalan Survey Lalu Lintas dan Asal Tujuan Barang. Survei penghitungan volume lalu lintas dilakukan untuk mengukur volume lalu lintas jalan raya di wilayah studi. Data Pusat Teknologi Sistem Prasarana Transportasi (PTSPT) Gedung Teknologi 2, Lantai 3 Kawasan
  64. 64. 56 | D A T A B A S E T E K N O L O G I No Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Yang Relevan Pengembang Teknologi / Inovator dengan memperhatikan keseimbangan antara memenuhi kebutuhan infrastruktur pada masa sekarang dan masa yang akan datang. tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan matriks asal-tujuan (Origin & Destination) dan untuk memahami kondisi lalu lintas terbaru di wilayah studi (kinerja jaringan jalan). Puspiptek Aksesibilitas antar lokasi Aksesibilitas ke sarana dan prasarana Alat Pantau Kualitas Udara secara Online & Realtime. Pusat Teknologi Lingkungan (PTL) - BPPT Sistem RTH Dokumen Rencana infrastruktur Hijau Pengelolaan Lingkungan Perkotaan. Mulai dari masalah limbah, ruang terbuka hijau, kependudukan, transportasi, energi, air dsb. Pembangunan kota yang konvensional harus diubah paradigmanya menjadi pembangunan yang berwawasan lingkungan melalui penerapan konsep kota hijau (green city). Pusat Teknologi Lingkungan (PTL) - BPPT Sarana pengelolaan lingkungan Teknologi sumur resapan dan komposter rumah tangga (BIOPOS) Unit Kerja di lingkungan Deputi bidang TPSA Teknologi pengendalian erosi dan perlindungan tanah (BIOTEXTILE)
  65. 65. D A E R A H C E R D A S | 57 No Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Yang Relevan Pengembang Teknologi / Inovator Tujuan pembangunan telekomunikasi berkelanjutan adalah menjamin terhubungnya seluruh elemen bangsa dan mendukung persatuan. Kuantitas infrastruktur telekomunikas i Jumlah satuan sambungan telepon Kualitas pelayanan telekomunikas i Rasio keberhasilan panggil Tujuan Pengelolaan sampah berkelanjutan adalah agar pengelolaan sampah dilaksanakan berdasarkan kemampuan sumber daya yang dmiliki untuk Sistem pembuangan sampah Jenis cara pengelolaan sampah Inovasi Plastik Ramah Lingkungan. Plastik ramah lingkungan merupakan bahan yang dapat terdegradasi dalam waktu yang relatif singkat yang dapat terurai di alam. Pusat Teknologi Lingkungan (PTL) - BPPT Pantau Kualitas Limbah Cair Dengan Sistem Online Monitoring (Onlimo). Adalah Teknologi Online Monitoring yang menggunakan komputer (PC) Sebagai Data Logger dan Open Source Software (OSS), serta sistem transfer data menggunakan teknologi Wifi. Pusat Teknologi Lingkungan (PTL) - BPPT
  66. 66. 58 | D A T A B A S E T E K N O L O G I No Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Yang Relevan Pengembang Teknologi / Inovator mempertahankan kondisi fisik lingkungan, mampu berkompetisi, dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang Pelayanan sampah Jumlah masyarakat yang terlayani pengangkutan sampah dan Pemilahan sampah SeleksiTeknologi Sistem Pengolahan Sampah Berbasis Termal di Intermediate Treatmnet Plant (ITF). Adapun kapasitas PLTSa minimal mengolah inputan sampah sebesar 1000 ton/hari. Pusat Teknologi Lingkungan (PTL) - BPPT Kualitas pelayanan kesehatan Tingkat kepuasan pelayanan kesehatan Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS). Pengembangan cloud government dengan fokus pada penerapan Software as a Service (SaaS) dan aplikasi kesehatan, terintegrasi dan berkontribusi dalam mewujudkan Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS) PTIK – BPPT Gedung Tekno 3 – Kawasan Puspiptek
  67. 67. D A E R A H C E R D A S | 59 Tabel 3. Indikator Smart Economy No Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Pengembang Teknologi / Inovator 1 Ekonomi berbasis pengetahuan Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari basis investasi menjadi inovasi Kewirausahaan, Bisnis Inovatif dan hubungan global Jumlah PPBT Penumbuhkembangkan Wirausaha Berbasis Teknologi. Balai Inkubator Teknologi (BIT)– BPPT Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi Gd. 720 Kawasan Puspiptek Difusi Teknologi Perbanyakan Bibit dan Penyelamatan Embrio Kelapa Sawit melalui Aplikasi Teknologi Kultur Jaringan Balai Pengkajian Bioteknologi – BPPT Gedung 630, Balai Pengkajian Bioteknologi Kawasan Puspiptek Serpong Jumlah Even internasional Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) mulai dimanfaatkan untuk tujuan mengamankan agenda-agnda Penting (Vital) Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca - BPPT Layanan Jasa Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Dalam Rangka Mendukung Pengelolaan Sumberdaya Air. Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca - BPPT 2 Pembangunan dan Pemerataan Menaikan kesejahteraaan rakyat atau Produktivitas dan distribusi Indikator makro daerah seperti : Inovasi & Layanan Teknologi Industri Alat Angkut
  68. 68. 60 | D A T A B A S E T E K N O L O G I No Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Pengembang Teknologi / Inovator Ekonomi taraf hidup masyarakat Pertumbuhan ekonomi, PDRB per kapita, Rasio gini, pengangguran dan kemiskinan Inovasi dan Layanan Teknologi Mesin Perkakas, Teknik Produksi dan Otomasi Pusat Teknologi Industri Permesinan - BPPT Teknologi di bidang produksi tanaman; produksi peternakan; produksi perikanan; Pusat Teknologi Produksi Pertanian - BPPT 3. Infrastruktur Inovasi Mendorong berkembangnya inovasi. Basis data dan infrastruktur inovasi Database potensi ekonomi lokal Sistem Inovasi dan Kebijakan Tekno-Industri Pangan. PTKI– BPPT Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi Gd. 720 Kawasan Puspiptek RPK Pendampingan dan Panduan Pengembangan Ruang Publik Kreatif. PTID– BPPT Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi Gd. 720 Kawasan Puspiptek Inkubator industri Pendampingan dan Pembangunan Techno Park: Tempat Tumbuhnya Inovasi dan Bisnis Industri Kreatif di daerah. PTKI– BPPT Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi Gd. 720 Kawasan Puspiptek Showroom produk ekonomi lokal Pendampingan dan Pemungsian Techno Park Perikanan. Menyusun master plan TP, terbentuknya pusat PTID– BPPT Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi Gd. 720
  69. 69. D A E R A H C E R D A S | 61 No Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Pengembang Teknologi / Inovator inovasi, berfungsinya tambak percontohan budidaya ikan nila salina, terbangunnya 1 Prototipe Sistem Budidaya Perikanan Terintegrasi Multi Tropik berbasis konsep SATO UMI, diluncurkannya Portal/Web Teknopark Kawasan Puspiptek Posyantek dan wartek Pendampingan dan Kerjasama dengan Perusahaan dalam penggunaan teknologi e-office, indischool, telecenter, dan Broadband Learning Center (BLC) PTID– BPPT Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi Gd. 720 Kawasan Puspiptek
  70. 70. 62 | D A T A B A S E T E K N O L O G I Tabel 4. Dimensi : Smart Mobility No. Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Pengembang Teknologi / Inovator 1 Transportasi Publik Tujuan transportasi publik ialah mengurangi polusi udara dan suara Green Transportation Keberadaan Regulasi / jumlah peraturan Sistem Informasi Infrastruktur Pelabuhan Indonesia (Sl-IPIna) dalam Menunjang Konektifitas dan Sistem Logistik Nasional. PTSPT- BPPT- BPPT. Gd.Tekco 2 Puspiptek Serpong Perekayasaan Teknologi Baterai untuk Mobil Listrik. Balai Besar Teknologi Energi – BPPT. Gd.620- 622 Puspiptek Serpong Jenis dan waktu kendaraan yang beroperasi Jumlah angkutan umum yang beroperasi Pengembangan Teknologi Platform angkutan umum murah. Pernah dibuat untuk kendaraan 1000cc. Unit Kerja di lingkungan Deputi Bidang Teknologi Industri dan Rancang Bangun BPPT Tujuan transportasi publik ialah untuk mendapatkan kenyamanan, kemudahan dan biaya yang murah. Ketersediaan akses Multi Moda Jumlah halte, stasiun dan terminal penghubung Layanan Penyusunan Master Plan Kawasan Pelabuhan. Dengan Produk berupa Studi Kelayakan, Master Plan dan Basic Design, serta Detail Engineering Design Pusat Teknologi Rekayasa Industri Maritim. BPPT Kualitas Inter Moda Teknologi yang digunakan, Kapasitas angkut, Waktu tempuh Inovasi dalam teknologi prasarana angkutan, sistem pengaturan, keamanan dan pengendalian. Pusat Teknologi Sistem Prasarana Transportasi (PTSPT) Gedung Teknologi 2, Lantai 3 Kawasan
  71. 71. D A E R A H C E R D A S | 63 No. Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Pengembang Teknologi / Inovator Puspiptek 2 Info Mobilitas Tujuan Info Mobilitas ialah untuk memperoleh informasi secara real time, sehingga memudahkan dalam membuat rencana perjalanan /pengiriman barang. Informasi yang memadai. Jenis Informasi yang ada (SMS tentang mobilitas, MAP, Running text, kepadatan Lalin) Perekayasaan Teknologi Bidang TIK untuk Intelligence Transportation System (ITS). Kebijakan Transportasi Perkotaan ditujukan untuk menata kebijakan mengatasi kemacetan lalu-lintas di perkotaan termasuk penerapan ITS untuk manajemen lalu lintas dalam mengurangi kepadatan lalu lintas pada ruas-ruas jalan. Pusat Teknologi Sistem Prasarana Transportasi (PTSPT) Gedung Teknologi 2, Lantai 3 Kawasan Puspiptek Kemudahan memperoleh informasi. Pusat Informasi Model Transportasi Perkotaan Pusat Teknologi Sistem Prasarana Transportasi (PTSPT) Gedung Teknologi 2, Lantai 3 Kawasan Puspiptek Informasi up to date dan akurat Jadwal operasi moda transportasi 3 Infrastruktur Teknologi Tujuan infrastruktur Teknologi ialah Rambu- rambu, dan Marka jalan. Standard penggunaan Rambu dan Sistem Monitoring Dalam Pengelolaan Parkir Untuk Penerapan Parkir di Jalan. Sistem Pusat Teknologi Sistem Prasarana Transportasi (PTSPT)
  72. 72. 64 | D A T A B A S E T E K N O L O G I No. Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Pengembang Teknologi / Inovator untuk memperoleh kelancaran dalam bertransportasi sehingga mampu menekan biaya operasional Marka jalan monitoring dalam pengelolaan parkir di jalan ini didesain dengan menggunakan kamera pintar (kamera yang tersambung dengan program identifikasi kendaraan di central processing unit), untuk mengidentifikasi objek (kendaraan) masuk/ keluar dalam ruang parkir. Gedung Teknologi 2, Lantai 3 Kawasan Puspiptek Traffic Management center Traffic Management center Layanan Teknologi Industri Transportasi Sistem & Prasarana Transportasi untuk Konektivitas & Logistik. Sistem Quick Response untuk Intelligent Transportation System sebagai inovasi sistem tranportasi yang menyajikan info cepat untuk mengurangi hambatan lalu lintas Unit Kerja: PTIST, BPDP, LAGG, MEPPO, BPPH, B2TKS Tujuan infrastruktur Teknologi ialah Smart Card Penerapan Smart Card Teknologi dan Pemanfaatan e-KTP dan Perangkat Card Reader untuk Pelayanan Publik Deputi Bidang TIEM - BPPT
  73. 73. D A E R A H C E R D A S | 65 No. Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Pengembang Teknologi / Inovator untuk menunjang Transportasi Publik dan mobilitas Akses berlalu lintas Akses jalan yang tersedia dan Jalur khusus sepeda
  74. 74. 66 | D A T A B A S E T E K N O L O G I Tabel 5. Indikator Smart Governance No Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Pengembang Teknologi / Inovator 1 E-Gov Tujuan Pelayanan Online adalah untuk mewujudkan pelayanan prima (lancar, cepat, murah). Jenis layanan Jenis layanan (misal Izin SIUP, IMB, TDP, dll) Prototipe Certificate Authority (CA). CA merupakan sistem terpadu terkait keamanan informasi untuk meningkatkan keamanan data dan transaksi data pada jaringan instansi pusat/daerah BJIK- BPPT Balai Rekayasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Gd 254 Lt.3 Kawasan Puspiptek Kecepatan layanan Waktu Layanan Pengembangan Aplikasi e- Government. Merupakan kegiatan membangun aplikasi Sistem Informasi Manajemen perkantoran baik di pusat maupun di daerah, Aplikasi yang dikembangkan berbasis web dengan menggunakan opensource BJIK- BPPT Balai Rekayasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Gd 254 Lt.3 Kawasan Puspiptek Penurunan biaya/tarif Biaya layanan Masterplan Tatakelola e- Government merupakan kegiatan layanan solusi teknologi kepada pemerintah pusat, daerah. BJIK- BPPT Balai Rekayasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Gd 254 Lt.3 Kawasan Puspiptek
  75. 75. D A E R A H C E R D A S | 67 No Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Pengembang Teknologi / Inovator Kendala teknis Kendala teknis Layanan Teknologi sistem informasi penyelenggaraan pelayanan publik atau e- services dalam lingkup e- government dan e-business; PTIK – BPPT Gedung Tekno 3 – Kawasan Puspiptek Tujuan e-planning, e-budgeting, e- monev adalah untuk meningkatkan koordinasi dalam hal pengambilan keputusan. Efektifitas Penerapann ya dan Keamanan transaksi Efektifitas penerapan dan Keamanan Prototipe Certificate Authority (CA). CA merupakan sistem terpadu terkait keamanan informasi untuk meningkatkan keamanan data dan transaksi data pada jaringan instansi pusat/daerah BJIK- BPPT Balai Rekayasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Gd 254 Lt.3 Kawasan Puspiptek Dampak terhadap kinerja Kecepatan proses planning. Penganggara n dan Keakuratan data pengambilan keputusan Pengembangan Aplikasi e- Government. Merupakan kegiatan membangun aplikasi Sistem Informasi Manajemen perkantoran baik di pusat maupun di daerah, Aplikasi yang dikembangkan berbasis web dengan menggunakan opensource BJIK- BPPT Balai Rekayasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Gd 254 Lt.3 Kawasan Puspiptek
  76. 76. 68 | D A T A B A S E T E K N O L O G I No Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Pengembang Teknologi / Inovator 2 Infrastruktur Pengaduan Masyarakat Jangkauan Broardband untuk memperluas kemudahan publik menyampaikan aspirasi/ keluhan Jenis jaringan dan Efektifitas sensor Jenis jaringan dan Akurasi sensor Peningkatan kualitas layanan ubiquitious e-govermment berbasis internet pada instansi/ lembaga Unit Kerja di lingkungan Deputi Bidang TIEM - BPPT Jangkauan Sensor untuk mendapatkan informasi tentang situasi dan kondisi suatu peristiwa di suatu tempat tertentu secara lengkap dan cepat. Pengembangan Aplikasi e- Government. Merupakan kegiatan membangun aplikasi Sistem Informasi Manajemen perkantoran baik di pusat maupun di daerah, Aplikasi yang dikembangkan berbasis web dengan menggunakan open source BJIK- BPPT Balai Rekayasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Gd 254 Lt.3 Kawasan Puspiptek Kesiapan sumberdaya manusia (berikut SOP) untuk mendukung Pelaksanaan kegiatan pemerintahan yang Profesionali- tas Kualitas layanan Pengembangan Aplikasi e- Government. Merupakan kegiatan membangun aplikasi Sistem Informasi Manajemen perkantoran baik di pusat maupun di daerah, Aplikasi yang dikembangkan berbasis web dengan menggunakan BJIK- BPPT Balai Rekayasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Gd 254 Lt.3 Kawasan Puspiptek
  77. 77. D A E R A H C E R D A S | 69 No Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Pengembang Teknologi / Inovator baik dalam rangka pelayanan kepada masyarakat open source Inovasi Teknologi SIKD berbasis e-Planning Sistem Informasi Kinerja Daerah berbasis e-Planning (SIMR@L). Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran, dan Pelaporan Terintegrasi untuk mendorong interoperabilitas, Berbasis FOSS mendorong efisiensi & kemandirian. 3 Transparansi Tujuan Open Data adalah untuk menyebarkan data publik kepada masyarakat agar dapat mengetahui dan memberikan masukannya kepada pemerintah. Jenis Data publik Pemahaman data Jaringan Sistem Inovasi Nasional (Jarsinas). Jarsinas merupakan kegiatan untuk membangun aplikasi intermediasi online antar komponen SINAS, aplikasi yang dikembangkan berbasis web dengan menu utama berupa alat penelusuran kata terkait inovasi teknologi BJIK- BPPT Balai Rekayasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Gd. 254 Lt.3 Kawasan Puspiptek Tujuan Aplikasi Jangkauan Animo Inovasi Teknologi SEPAK@T – Pusat Teknologi Informasi
  78. 78. 70 | D A T A B A S E T E K N O L O G I No Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Pengembang Teknologi / Inovator Terbuka adalah untuk mempermudah masyarakat mengurus kepentingannya terkait dengan layanan publik. aplikasi masyarakat SIMRAL dan e-Rekapitulasi dalam Pemilu Elektronik. SIMRAL (Sistem Informasi Manajemen perencanaan, Penganggaran, dan Pelaporan) menjadi elemen penting, khususnya untuk lingkup pemerintah daerah. dan Komunikasi, Gedung Teknologi 3 (Ged. Nr. 254) lantai 3. Kawasan PUSPIPTEK Tujuan e- Procurement adalah untuk memberikan kesempatan luas kepada msyarakat berpartisipasi dalam pembangunan melalui pengadaan sarana dan prasarana. Partisipasi publik Kualitas peran serta publik Inovasi dan Layanan Teknologi e-Services. . Dengan pemanfaatan KTP- elektronik. Pemanfaatan NIK dan KTP-el dalam proses demokrasi (pemilihan kepala desa). BJIK- BPPT Balai Rekayasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Gd. 254 Lt.3 Kawasan Puspiptek teknologi pemungutan suara sistem elektronik atau electronic voting (e-Voting) Deputi Bidang TIEM – BPPT
  79. 79. D A E R A H C E R D A S | 71 Tabel 6. Dimensi : Smart Living No. Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Pengembang Teknologi / Inovator 1 Kenyamanan Ketersediaan fasos dan fasum adalah untuk mempermudah/melayani masyarakat dalam kegiatan sehari-hari serta mempermudah dalam melakukan berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan Jenis, jumlah fasos dan fasum yang tersedia Jenis dan jumlah fasos dan fasum yang tersedia Pendampingan dan Panduan Pengembangan Ruang Publik Kreatif. PTID– BPPT Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi Gd. 720 Kawasan Puspiptek Ketersediaan fasilitas hiburan bertujuan untuk adanya fasilitas untuk menghibur masyarakat, menambah pengalaman dan wawasan dan kegiatan sosial Jenis hiburan, Waktu hiburan, Tarif, Jenis hiburan yang tersedia (Kesenian, Sastra, dll), Waktu, Biaya Pendampingan dan Panduan Pengembangan Ruang Publik Kreatif. PTID– BPPT Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi Gd. 720 Kawasan Puspiptek
  80. 80. 72 | D A T A B A S E T E K N O L O G I No. Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Pengembang Teknologi / Inovator 2 Keamanan Ketersediaan bantuan darurat bertujuan untuk pencegahan tindak kriminalitas adalah untuk memberikan respon/tindak lanjut tindakan keamanan Fasilitas keamanan Jenis fasilitas keamanan yang tersedia (CCTV, mesin panic button, dll) Pemasangan kamera pengawas atau Close Circuit Television (CCTV) sebagai bentuk antisipasi bencana di beberapa daerah rawan bencana (2014). Instrumentasi Siaga Dini Berbasis Wireless Sensor Network (FEWS – WSN) (2017) Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Wilayah (PTPSW) - BPPT Peta Kerawanan Bencana Kebakaran Kawasan Perkotaan Unit Kerja di lingkungan Deputi Bidang TPSA - BPPT Aplikasi Sistem Informasi Kebakaran (SIMKAR) berbasis Web Jumlah fasilitas keamanan Jumlah fasilitas Teknologi dari Laboratorium Biometrik BPPT untuk membantu identifikasi Pelaku kejahatan/ korban kejahatan/ korban keselakaan lalu lintas Lab Biometrik PTIK-BPPT
  81. 81. D A E R A H C E R D A S | 73 No. Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Pengembang Teknologi / Inovator Lamanya respon Waktu respon SIQUPON, Bantu Pemerintah Daerah memperoleh Respon Cepat Laporan Masyarakat. Pusat Teknologi Sistem Prasarana Transportasi (PTSPT) Gedung Teknologi 2, Lantai 3 Kawasan Puspiptek 3 Kesehatan Ketersediaan fasilitas kesehatan bertujuan menyediakan saranan dan prasarana kesehatan yang lengkap dan mencukupi Jenis dan jumlah fasilitas kesehatan yang tersedia Jenis fasilitas kesehatan (Klinik, Puskesmas, Rumah Sakit) “Teknologi Untuk industri Bahan Baku dan Obat Herbal” Buku Outlook Teknologi Kesehatan Edisi 2017 : Teknologi untuk Industri Bahan Baku dan Obat Herbal ini disusun dalam rangka memberikan informasi, potret dan proyeksi kebutuhan teknologi untuk mendukung pengembangan dan penguatan industri obat herbal Pusat Teknologi Farmasi dan Medika Gedung LAPTIAB 611-612 Kawasan Puspiptek Kemudahan pencapaian fasilitas kesehatan Lokasi fasilitas kesehatan Inovasi Teknologi Material Biocompatible untuk Alat Kesehatan Implan tulang Generik. Inovasi bahan baku Pusat Teknologi Material - BPPT Gd 224 Kawasan Puspiptek Serpong
  82. 82. 74 | D A T A B A S E T E K N O L O G I No. Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Pengembang Teknologi / Inovator dan teknik produksi massal implant tulang SS 3i6L berbasis bahan baku lokal di industri dalam negeri. Pelayanan kesehatan Tujuan pelayanan kesehatan adalah memberikan pelayanan yang cepat dan nyaman demi masyarakat yang sehat Lama, tarif Pelayanan kesehatan Waktu dan biaya pelayanan kesehatan Inovasi Teknologi Produksi Cangkang Kapsul dari Rumput Laut . Cangkang kapsul dari rumput laut merupakan inovasi teknologi dari BPPT dengan menggunakan bahan alam dari laut, yang lebih terjamin kehalalannya Pusat Teknologi Agroindustri Gedung 612 Laptiab BPPT Kawasan Puspitek Kualitas pelayanan kesehatan Tingkat kepuasan pelayanan kesehatan Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS). Pengembangan cloud government dengan fokus pada penerapan Software as a Service (SaaS) dan aplikasi kesehatan, yang selaras dengan program pengembangan Smart City. terintegrasi dan berkontribusi PTIK – BPPT Gedung Tekno 3 – Kawasan Puspiptek
  83. 83. D A E R A H C E R D A S | 75 No. Lingkup Tujuan Parameter Indikator Teknologi Pengembang Teknologi / Inovator dalam mewujudkan Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS) Angka harapan hidup bertujuan diketahuinya angka harapan hidup adalah untuk mengetahui peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan penduduk Kualitas kesehatan dan kesejahteraan Angka Harapan Hidup Produk Inovasi Black Garlic, Si Hitam Kaya Manfaat. Black garlic adalah bawang putih yang telah di proses secara fermentasi pada suhu dan kelembaban tinggi dalam waktu yang lama, sehingga menghasilkan senyawa biasa. Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT.
  84. 84. D A E R A H C E R D A S | 77 DAFTAR PUSTAKA Alawadhi, Suha, et al. 2012. Building understanding of smart city initiatives. In: International Conference on Electronic Government. Springer Berlin Heidelberg. p. 40-53. Alkadri, Dodi SR, Muchdie, Siswanto S, Fathoni M. 2001. Manajemen teknologi untuk pengembangan wilayah: konsep dasar, contoh kasus, dan implikasi kebijakan. Pusat Pengkajian Kebijakan Teknologi Pengembangan Wilayah, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta. Annual Report BPPT tahun 2015. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Annual Report BPPT tahun 2016. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Annual Report BPPT tahun 2017. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Chourabi, H., Nam, T., Walker, S., Gil-Garcia, J.R., Mellouli, S., Nahon, K., Pardo, T.A. and Scholl, H.J., 2012. Understanding smart cities: An integrative framework. In System Science (HICSS), 2012 45th Hawaii International Conference on (pp. 2289-2297). IEEE. Dameri, R.P., & Ricciardi, F. 2015. Smart City Intellectual Capital: an emerging view of territorial
  85. 85. 78 | D A T A B A S E T E K N O L O G I systems innovation management. Journal of Intellectual Capital 16(4), 860-887 Deakin, Mark (2013-08-22). "From intelligent to smart cities". In Deakin, Mark. Smart Cities: Governing, Modelling and Analysing the Transition. Taylor and Francis. p. 15. ISBN 978-1135124144. Hollands R.G., 2008. Will the real smart city please stand up?, <<City: Analysis of urban trends, culture, theory, policy, action>>, Vol. 12, pp 303- 320. Komninos, N., Schaffers, H., Pallot, M., Trousse, B., Nilsson, M. and Oliveira, A., 2011, May. Smart cities and the future internet: Towards cooperation frameworks for open innovation. In The Future Internet Assembly (pp. 431-446). Springer Berlin Heidelberg. Lauren Drell. 2012. 25 Technologies Every Smart City Should Have. Diunduh dari situs: http://mashable.com/2012/12/26/urban-tech- wish-list/#MA0geQMBB5qf Morandi, Corinna, Rolando, Andrea, Di Vita, Stefano. 2016. From Smart City to Smart Region: Digital Services for an Internet of Places. http://www.springer.com/978-3-319-17337-5 PTID BPPT. 2016. Laporan Kajian Pengembangan Daerah Cerdas [Laporan Work Package tidak diterbitkan]. Pusat Teknologi Inovasi Daerah, BPPT, Jakarta.
  86. 86. D A E R A H C E R D A S | 79 R.Giffinger, C. Fertner, H. Kramar, R. Kalasek, N.Pichler-Milanović, and E. Meijers. 2007. Smart Cities: Ranking of European Medium-Sized Cities. Centre of Regional Science (SRF), Vienna University of Technology, Vienna, Austria.

×