Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Die SlideShare-Präsentation wird heruntergeladen. ×

Peran Inkubasi Inovasi Dalam Mematangkan Pelayanan Publik

Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Wird geladen in …3
×

Hier ansehen

1 von 11 Anzeige

Peran Inkubasi Inovasi Dalam Mematangkan Pelayanan Publik

Herunterladen, um offline zu lesen

Disampaikan pada diskusi Bedah Buku “Inovasi Pelayanan Publik di Indonesia” karya Dr. Muhammad Imanuddin
Jakarta, 30 November 2022

Dr. Tri Widodo W. Utomo, SH.,MA.
Deputi Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara LAN RI

Disampaikan pada diskusi Bedah Buku “Inovasi Pelayanan Publik di Indonesia” karya Dr. Muhammad Imanuddin
Jakarta, 30 November 2022

Dr. Tri Widodo W. Utomo, SH.,MA.
Deputi Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara LAN RI

Anzeige
Anzeige

Weitere Verwandte Inhalte

Weitere von Tri Widodo W. UTOMO (20)

Aktuellste (20)

Anzeige

Peran Inkubasi Inovasi Dalam Mematangkan Pelayanan Publik

  1. 1. Peran Inkubasi Inovasi Dalam Mematangkan Pelayanan Publik Disampaikan pada diskusi Bedah Buku “Inovasi Pelayanan Publik di Indonesia” karya Dr. Muhammad Imanuddin Jakarta, 30 November 2022 Dr. Tri Widodo W. Utomo, SH.,MA. Deputi Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara LAN RI
  2. 2. 3 Keunggulan Buku  Framework  Inovasi bukan untuk inovasi; Inovasi tidak terjadi di ruang hampa; Inovasi memiliki konteks dan keterkaitan dengan sub sistem lain dalam organisasi.  Manajemen  Inovasi tidak terjadi tiba-tiba; Inovasi memiliki tahapan yang sistematis.  Modelling  Inovasi membuka diri terhadap diferensiasi dalam penciptaan maupun pelembagaannya; Inovasi tidak bersifat kaku; Inovasi itu sangat mendorong kreativitas aktor.
  3. 3. Inovasi Reformasi Birokrasi Administrasi Publik Pelayanan Publik Kerangka Pikir Buku  Pelayanan publik adalah intisari dan raison d’etre dari eksistensi negara.  Pelayanan publik bukan hanya aktivitas administratif atau pemberian barang dan jasa oleh pemerintah, namun ia juga memiliki theoretical framework, atau bersumber pada disiplin ilmu tertentu (administrasi publik).  Sepenting apapun inovasi dan RB, ia hanyalah alat atau cara. Tujuan terbesar tetap untuk mewujudkan pelayanan yang semakin baik.
  4. 4. Manajemen Inovasi Pelayanan Publik Penciptaan • Solusi atas masalah • Kebaruan ide • Aktor / inisiator • Sarana inovasi Pengembangan • Difusi • Inkubasi • Manajemen SDM • Knowledge Sharing • Organisasi Pembelajar Pelembagaan • Aspek Budaya • Aspek Hukum • Aspek Struktur • Aspek Program dan Anggaran Pelaksanaan
  5. 5. Model Penciptaan Inovasi Pelayanan Persoalan pengguna layanan Persoalan internal 1 Kreativitas sendiri (genuine) Adopsi dari inovasi yang sudah ada 2 Peranan kelompok pimpinan Peranan bawahan 3 Motivasi kinerja Motivasi non- kinerja (misal: kebanggaan) 4 Faktor Pendorong Inovasi Kebaruan (Originalitas) Pencetus Gagasan Motivasi Menciptakan Inovasi
  6. 6. Model Pengembangan Inovasi Pelayanan Inkubasi sempurna Inkubasi tidak sempurna 1 SDM sebagai penggerak perubahan SDM sebagai implementator 2 Proses secara singkat Proses secara mendalam 3 Organisasi pembelajar sempurna Organisasi pembelajar tidak sempurna 4 Inkubasi Manajemen SDM Proses Knowledge Sharing Model Organisasi Pembelajar
  7. 7. Model Pelembagaan Inovasi Pelayanan Inovasi sebagai proses Inovasi sebagai kebiasaan 1 Per-UU-an sebagai perlindungan Per-UU-an sebagai kewajiban 2 Inovasi dipayungi struktur Inovasi tidak dipayungi struktur 3 Program melekat di satuan kerja Program tidak melekat di satuan kerja 4 Aspek Budaya Aspek Hukum Aspek Struktur Aspek Program
  8. 8. Inkubasi Inovasi Mendukung Manajemen Inovasi INKUBASI INOVASI PENCIPTAAN Pelaksanaan Pelembagaan  Mengenali kebutuhan inovasi (apa masalah yang dihadapi?)  Memunculkan gagasan kreatif untuk memecahkan masalah (apa inovasinya?)  Merancang rencana aksi implementasi (bagaimana strategi delivery-nya?)  Memantau kualitas proses berinovasi (bagaimana melakukan monev?)
  9. 9. Menuju Inovasi Pelayanan yang Lebih Baik INOVASI MASIH DILAKUKAN SECARA RELATIF PARSIAL, PIECEMEAL DAN STAGNAN. Parsial: inovasi tidak terkoneksi dengan inovasi lain, dengan peta jalan (roadmap) organisasi, serta tidak memiliki visi jangka panjang. Piecemeal: inovasi kurang memberi efek besar dan kolektif (kurang berdampak sistemik). Stagnan: inovasi tidak berkesinambungan. INOVASI yang HOLISTIK, BERDAMPAK, dan BERKELANJUTAN
  10. 10. Epilog Epilog Epilog Epilog  Buku ini tidak hanya memberi informasi tentang proses dan hasil-hasil inovasi pelayanan publik, namun juga memberi kiat untuk mewujudkan inovasi yang holistik/sistemik, berdampak dan berkesinambungan.  Buku ini menjadi referensi penting bagi instansi pemerintah untuk mengakselerasi inovasi yang lebih bermanfaat.
  11. 11. TERIMA KASIH

×