Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.
Teori-teori Biologis dan Psikologis(pada tindak kriminal)<br />
Teori Lombroso: Born Criminal<br /><ul><li>Diperkenalkan 1876 olehCesareLombrossodalamThe Criminal Man.
Lombroso mengobservasikarakterfisik (kepala, tubuh, tangan, dankulit) daritahananItalidanmembandingkannyadengantentaraItalia.
Menyimpulkanbahwaparakriminalsecarafisikberbedadariwarga yang taathukumdanperbedaaninimenunjukkanpenyebab-penyebabbiologis...
Seorang yang terlahirkriminalbisadiidentifikasidengankepemilikan “stigmata” tertentu yang terlihat—sebagaicontoh, ketidaks...
Lelakidengan lima ataulebihdarianomalifisikiniditandaisebagaiseorang yang terlahirkriminal. Pelakukriminalwanitajugaterlah...
Seorangterlahirkriminaladalahsuatu “atavism”. Lombroso memberiteori, sebuahkemunduranpadasebuahtahapanawalevolusimanusia.<...
GORING MENEMUKAN PERBEDAAN STATISTIK YANG SIGNIFIKAN (MESKIPUN SEMENTARA MENGONTROLNYA DALAM KELAS SOSIAL DAN USIA) ANTARA...
Hootenmengadakanstuditerperincipada 17.000 subyekpadabeberapanegara.<br />Studinyamelibatkanukuran-ukuran yang telitipadak...
Kritik Terhadap Karya Hooten:<br />Perbedaan-perbedaan yang diatemukanantaraparatahanandan yang bukantahanansesungguhnyasa...
Gagasan Lombroso atasinferioritaskriminaljugaditemukandalamteori-teorikelemahpikiran, ciri-cirikriminalwarisan, ketidaksei...
Faktor-faktorsosialdan non-biologisterkadangditanggapiolehparateoritisibiologiawaltersebut, namunfaktor-faktorlingkungante...
Mengakui Kelemahan dari Teori-Teori Biologis Awal<br />
C.Ray Jeffery (1979; 1980) danparapendukung modern lain dariteoribiologiskejahatan<br />mengklaimbahwameskipundalammasa-ma...
Alasanutamapenolakanpadateori-teoribiologisawaliniadalahkarenateori-teoritersebuttampaktidakstabil, tidaklogisatausalah. T...
Teori-teori biologi awal ditolak karena:<br />Penyesalansejarahpadaperspektifinipadaratusantahunterakhir (yang dengannya) ...
“KriminologiBiologis” padaakhirnyadidiskreditkankarenapenemuannyasecaraluastidaklahsaintifik, simplistik, dantidakbersebab...
XYY: The Super-Male Criminal<br />
PenemuandalambeberapastudibahwaproporsidaripriaXYYdalampopulasipenjara (dari 1 ke 3%) lebihtinggidaripopulasipriasecaraumu...
HanyadalamproporsikecildaripriaXYYterlibatdalamkejahatandalamsegalabentuk, dansecarasederhanatidakterdapatbuktibahwasindro...
Teori-Teori Biologis Modern tentang Kriminal dan Tindak Kejahatan<br />
Tekanandalamteoribiologitelahbergerakdarispekulasiatas stigmata fisikdan makeup konstitusionaldariterlahirkriminalmenujuke...
Hampirsetiapparateoris modern mengklaimbahwamerekatidakmemilikihasratuntukmengorekdebat yang sudahtua, tanpamaknaatas natu...
Watakkriminalmerupakansimpulandariinteraksibiologis, watak, danlingkungan.<br />C.Ray Jeffery (1977; 1979)<br />
IQ, Fungsionalisasi Mental, dan Tindak Kejahatan<br />
Teoribahwamereka yang melanggarkejahatanadalahlemahdalampikiranataumenderitaketidaksesuaiandalam “ketidakmampuanbelajar” m...
HirschidanHindelang (1977) mengargumenkanbahwahubunganantara IQ danpelanggaranadalahsesuatu yang tidaklangsung, yang manar...
Terrie Moffitt dkk. (Moffitt et.al., 1994) telahmengusulkansebuah model neuropsikologikaldaripelanggaranolehpria (memberia...
Tertosterone dan Agresifitas Kriminal<br />
Beberapapenelititelahmenunjukkanpadahubunganantaratingkattestosteron (hormonpria) danwatak anti-sosialdanagresif.<br />(Bo...
“kitamemilikibuktikuatbahwaadahubunganantaratingkattestosterondanpenyimpanganorangdewasa. Hubungantersebutcukupkuatsebagai...
Teori Mednick atas Kecenderungan Kriminal Turunan<br />
Teoriinimenjelaskan, pun tidakolehfaktorgenetis yang secaralangsungmenyebabkanwatak; lebihkarena, seseorangmewarisisebuahk...
Mereka yang tinggalhanyadenganorangtua yang kriminilakanmemilikiwatak yang lebihserupadarimereka yang hanyadibesarkanoleho...
Gottfredson dan Hirschi (1990: 47-63) telah memberikan poin pada cacat-cacat serius pada penelitian Mednick:<br />Perbedaa...
Akibatdarikriminalitasorangtuabiologisditemukanpadastudi Denmark, yang secarastatistiksignifikankarenaadanyajumlah sample ...
Denganukurankuantitatifdengantaraftertentusatudarikembartersebutdibandingkandengankembarannya.<br />variabelbiologisdanlin...
VALIDASI EMPIRIS TEORI BIOLOGIS ATAS WATAK KRIMINAL<br />
Sejumlahbesardaricacatmetodologidanpembatasannyadalampenelitiansemestinyamembuatsuatupenyebabandalammenggambarkanberbagaik...
TEORI PSIKOANALISA<br />
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

Teori teori biologis dan psikologis (pada tindak kriminal)

8.541 Aufrufe

Veröffentlicht am

  • Gehören Sie zu den Ersten, denen das gefällt!

Teori teori biologis dan psikologis (pada tindak kriminal)

  1. 1. Teori-teori Biologis dan Psikologis(pada tindak kriminal)<br />
  2. 2. Teori Lombroso: Born Criminal<br /><ul><li>Diperkenalkan 1876 olehCesareLombrossodalamThe Criminal Man.
  3. 3. Lombroso mengobservasikarakterfisik (kepala, tubuh, tangan, dankulit) daritahananItalidanmembandingkannyadengantentaraItalia.
  4. 4. Menyimpulkanbahwaparakriminalsecarafisikberbedadariwarga yang taathukumdanperbedaaninimenunjukkanpenyebab-penyebabbiologisdaritindakankriminal
  5. 5. Seorang yang terlahirkriminalbisadiidentifikasidengankepemilikan “stigmata” tertentu yang terlihat—sebagaicontoh, ketidaksimetrisanwajahataukepala, telinga yang lebarsepertitelingakera, bibir yang lebar, dagu yang mundur, hidung yang memelintir, tulangpipi yang menonjol, tangan yang panjang, kerutankulit yang menonjol, danjari-jemariataujempol yang besar.
  6. 6. Lelakidengan lima ataulebihdarianomalifisikiniditandaisebagaiseorang yang terlahirkriminal. Pelakukriminalwanitajugaterlahirkriminal, tetapiwanitabisadikenalidengansedikitnyatigaanomali.
  7. 7. Seorangterlahirkriminaladalahsuatu “atavism”. Lombroso memberiteori, sebuahkemunduranpadasebuahtahapanawalevolusimanusia.</li></li></ul><li>Kriminal sebagai Sifat Rendah Biologis<br />Charles Goring, seorangpegawaimedispenjaraberkebangsaanInggris, menerbitkanThe English Convictpada 1913.<br />Membandingkantahanansetempattinggaldenganorang-orang yang belum lulus universitas, tentara, profesor, danpasienrumahsakit.<br />Lombroso salah: tidakterdapatsuatuhalsebagaitipekriminalfisik.<br />Goring menemukanperbedaanstatistik yang signifikan (meskipunsementaramengontrolnyadalamkelassosialdanusia) antaraparatahanandanmasyarakatsipildalamduakarakteristik—bentuktubuhdanberatbadan.<br />Studi Goring menjadigambaranbagibeberapasarjanasebagaipendefinisianreputasidariteori Lombroso.<br />Tetapi Goring mendukungsebagianteori Lombroso bahwakriminaldilahirkandengantanda-tandakriminal.<br />Teorinyasendirimelewatkanfaktor-faktorsosialpadakriminaldanmenjelaskanbahwaparakriminalsecarainherenlebihrendahdariwarga yang taathukum.<br />
  8. 8. GORING MENEMUKAN PERBEDAAN STATISTIK YANG SIGNIFIKAN (MESKIPUN SEMENTARA MENGONTROLNYA DALAM KELAS SOSIAL DAN USIA) ANTARA PARA TAHANAN DAN MASYARAKAT SIPIL DALAM DUA KARAKTERISTIK:<br />Bentuktubuhdanberatbadan.<br />Duaorangtahanandalamstudinyalebihpendekdankurusdaripadarakyatsipil.<br />Merekajugadicap (olehkesanparapenelitidaripadamelaluites IQ) lebihbersifatmemilikikecerdasanrendah.<br />Goring mengambilpenemuaninisebagaibuktibahwaparakriminalmenderitapembawaandarikedua “kekuranganfisik” dan “kekuranganintelejensia”.<br />Diakemudianmenambahkankaraktermelekat “kecacatan moral” untukmenyertakanpararesidivissebagaimereka yang tidakmemunculkancacatfisikmaupun mental.<br />Dengansatudan lain hal, diamenyimpulkan, semuapelanggarmemilikiwatakrendah yang melekatbersifatumumdibandingwarga yang taathukum.<br />
  9. 9. Hootenmengadakanstuditerperincipada 17.000 subyekpadabeberapanegara.<br />Studinyamelibatkanukuran-ukuran yang telitipadakarakterfisikpadapenghunipenjara-penjara, tempat-tempatpembinaan, penjara-penjarawilayah, danfasilitas-fasilitaspemulihanlainnya.<br />Menggunakanukuran-ukuran yang memilikikarakteristiksamapadaanak-anakkuliahan, pasien-pasienrumahsakit, pasien-pasien mental, pemadamkebakaran, danpolisi<br />Perbandingandariparatahanandansipilinidibuatdengansatuperluasantipologipadakelompokrasialdankebangsaandanberkenaandengantipologi lain daripelanggarankriminal.<br />Meskipundiamemasukkan “pemungutanunsursosiologis” terhadapparatahanan, Hootenmenyimpulkanbahwafaktor-faktorsosiologistidaklahpenting, karenakriminalsecaramendasaradalah “sifatrendahorganis”.<br />Ahli antropologi Amerika E.A Hooten dalam karyanya Crime and the Man (1939) menyerang metode Goring dan kesimpulannya<br />
  10. 10. Kritik Terhadap Karya Hooten:<br />Perbedaan-perbedaan yang diatemukanantaraparatahanandan yang bukantahanansesungguhnyasangatsedikit. Diatidakmemperhitungkanfaktabahwasampelmasyarakatsipilnyatermasukdidalamnyasebuahproporsibesardaripemadamkebakarandanpolisi yang telahterseleksiuntukpekerjaanmerekaberdasarkanukurandankualitasfisik.<br />Sebagaitambahan, adalebihbanyakvariasiantarasesamatahanandibandingkanantaratahanandengansipil. Hootenmemulaidenganasumsikenistaanbiologisdariparakriminaldanhanyamenginterpretasikanperbedaan-perbedaanantaraparatahanandansipil (mis. kening, suara, rahang, warnamata, alis, tatto, dantelinga) sebagairujukanatasinferioritas.<br />KesimpulanHootenbahwaparakriminalsecarabiologis inferior dariwargataathukumsecarajelasmerupakanalurpenjelasan yang tautologis (Vold, 1958:62-63); olehkarenanya, inisebuahpenakdirandenganmengasumsikandengan yang bagaimanadiadimulai.<br />Tidakterdapatkemungkinanuntukmemfalsifikasiteorinya, yang telahbenarkarenadiatelahmengasumsikannyasebagaibenar.<br />
  11. 11. Gagasan Lombroso atasinferioritaskriminaljugaditemukandalamteori-teorikelemahpikiran, ciri-cirikriminalwarisan, ketidakseimbangankelenjarendokrin, dantipetubuh, selamadalamberbagaipenjelasanserupa yang berkembangpadaakhirabadkesembilanbelasdanawalabadkeduabelas (lihatVolddan Bernard, 1985; Shoemaker, 1990). <br />
  12. 12. Faktor-faktorsosialdan non-biologisterkadangditanggapiolehparateoritisibiologiawaltersebut, namunfaktor-faktorlingkunganterlihatsebagaiinsidentalketikadibandingkanpadanasibtertentudaritipekriminalfisik.<br />Dalamsemuateori-teoritersebutdalilintiadalahparakriminal, sekalipun yang paling berbahaya, terlahirsecaraalamidaripadaterlahirkarenadidikan.<br />Para kriminaltidaksecarasederhanadibedakandariorangbiasa, telahdiusulkan, merekasecarakarakterberbedadengansebuahkekuranganataucacatbiologis yang sebelumnyatelahmenentukankarakterkriminalmereka (Rafter, 1992).<br />
  13. 13. Mengakui Kelemahan dari Teori-Teori Biologis Awal<br />
  14. 14. C.Ray Jeffery (1979; 1980) danparapendukung modern lain dariteoribiologiskejahatan<br />mengklaimbahwameskipundalammasa-masalaluteori-teoritersebuttidaksepenuhnyadiabaikan, tetapidiperlakukansebagaisebuahsubyektabudansecarasistematisditekanolehpikirantertutup, parapakarkriminologi yang berorientasisosiologi.<br />
  15. 15. Alasanutamapenolakanpadateori-teoribiologisawaliniadalahkarenateori-teoritersebuttampaktidakstabil, tidaklogisatausalah. Terkadangdiiringidengantes-tesempirisdanseringkalidisertakansecarasederhana, gagasan-gagasanberbaurasisdanseksualsecaramudahdihancurkandibawahketelitian. <br />
  16. 16. Teori-teori biologi awal ditolak karena:<br />Penyesalansejarahpadaperspektifinipadaratusantahunterakhir (yang dengannya) klaim-klaim yang berlebihan, buktiempiris yang kurang, kenaifan, kelemahan yang nyata, danpernyataanataupengimbasanpadakekuranganberifatrasialdanetnis…<br />(Dinitz, 1977: 31)<br />
  17. 17. “KriminologiBiologis” padaakhirnyadidiskreditkankarenapenemuannyasecaraluastidaklahsaintifik, simplistik, dantidakbersebab. Faktor-faktorbiologissecara global tertolaksecarahakikipadaketidakmampuanparapakarteoriuntukmemfaktakanpenjelasanrasionaluntukpengembangandarikarakterkriminal<br />(Fishbein, 1990).<br />
  18. 18. XYY: The Super-Male Criminal<br />
  19. 19. PenemuandalambeberapastudibahwaproporsidaripriaXYYdalampopulasipenjara (dari 1 ke 3%) lebihtinggidaripopulasipriasecaraumum (kurangdari 1%) diterimasebagaibukti yang takdapatdibantahbahwakeabnormalankromosominiadalahsebuahkasussignifikan yang menyebabkanwatakkriminal<br />(Taylor, 1984).<br />
  20. 20. HanyadalamproporsikecildaripriaXYYterlibatdalamkejahatandalamsegalabentuk, dansecarasederhanatidakterdapatbuktibahwasindromXYYadalahpenyebabspesifikdariberbagaiwatakkriminal. MeskidukunganmoyoritaskontemporerdaripenjelasanbiologisataskejahatanmenolakteoriXYYsebagaisecarasaintifiktidak valid.<br />
  21. 21. Teori-Teori Biologis Modern tentang Kriminal dan Tindak Kejahatan<br />
  22. 22. Tekanandalamteoribiologitelahbergerakdarispekulasiatas stigmata fisikdan makeup konstitusionaldariterlahirkriminalmenujukestudi yang lebihberhati-hatipadakajian gen-gen, otak, sistem-sistempusatdanotonomissyaraf, nutrisi, keseimbangan hormonal (priadanwanita), metabolisme, tingkat-tingkatpemaksaanpsikologis, danprosespembelajaranbiologis.<br />
  23. 23. Hampirsetiapparateoris modern mengklaimbahwamerekatidakmemilikihasratuntukmengorekdebat yang sudahtua, tanpamaknaatas natural melawan nurture atauuntukmembangkitkankembaliteori Lombroso atasteoriterlahirkriminal<br />(Gove dan Carpenter, 1982).<br />
  24. 24. Watakkriminalmerupakansimpulandariinteraksibiologis, watak, danlingkungan.<br />C.Ray Jeffery (1977; 1979)<br />
  25. 25. IQ, Fungsionalisasi Mental, dan Tindak Kejahatan<br />
  26. 26. Teoribahwamereka yang melanggarkejahatanadalahlemahdalampikiranataumenderitaketidaksesuaiandalam “ketidakmampuanbelajar” memilikidukunganempiris<br />(Murray, 1976).<br />penelitiantelahsecarakonsistenmenemukansebuahkelemahanuntukmenengahikorelasinegatifantara IQ (intelligence quotient) danwatakmelanggar, yang tidakmengurangiketikakelas, ras, danfaktor-faktorlainnyadikontrol<br />(Gordon, 1987).<br />
  27. 27. HirschidanHindelang (1977) mengargumenkanbahwahubunganantara IQ danpelanggaranadalahsesuatu yang tidaklangsung, yang manarendahnyakecerdasaanmemberiefeknegatifpadaperformasekolahdantambahannya, yang padagilirannyameningkatkankemungkinanpelanggaran.<br />Gordon (1987) meyakinibahwates-tes IQ secaraakuratmengetuksebuahfaktor “g” yang mendasaridarikecerdasanbawaan, yang ditakardarirefleksisederhanaprestasisekolah.<br />
  28. 28. Terrie Moffitt dkk. (Moffitt et.al., 1994) telahmengusulkansebuah model neuropsikologikaldaripelanggaranolehpria (memberiargumenbahwahaltersebuttidakditerapkanpadawanita yang melanggar) yang melampaui IQ untukberkaitandenganaspek-aspek lain darifungsi mental, sepertikemampuan verbal, integrasi visual-motorik, dankelenturan mental.<br />Para penelitimelaporkanbeberapapendukungbagi model bagipelanggaranpelapor-pribadidanpelanggaranresmi. Namun, pelanggaranpadausia 15 dan 18 secarakonsistenberhubunganhanyapadakemampuan verbal danmemoripadausia 13. Taksatupundarineuropsikologikalmengukurpadausia 13 merupakanprediksi yang tepatuntukpelanggaran yang dilakukankemudian.<br />
  29. 29. Tertosterone dan Agresifitas Kriminal<br />
  30. 30. Beberapapenelititelahmenunjukkanpadahubunganantaratingkattestosteron (hormonpria) danwatak anti-sosialdanagresif.<br />(Booth dan Osgood, 1993).<br />Penelitiantelahmenemukansecarastatistikhubungansignifikan, tapi, kecualiuntukpenemuan yang takmengejutkanbahwatingkattestosteronberasosiasidenganpeningkatanaktivitasseks (hubungannyatampakmelemah)<br />(Udry, 1988),<br />
  31. 31. “kitamemilikibuktikuatbahwaadahubunganantaratingkattestosterondanpenyimpanganorangdewasa. Hubungantersebutcukupkuatsebagaiperhatiansubstantif, tetapitidakbegitukuatbahwatestosteronlayakmenjadipenentuutamadaripenyimpanganpadaorangdewasa”<br />(Booth dan Osgood, 1993).<br />
  32. 32. Teori Mednick atas Kecenderungan Kriminal Turunan<br />
  33. 33. Teoriinimenjelaskan, pun tidakolehfaktorgenetis yang secaralangsungmenyebabkanwatak; lebihkarena, seseorangmewarisisebuahkelemahan yang lebihbesaruntukmengalahpadalingkungancriminogenicatauuntukberadaptasikepadalingkungan normal dengancaramenyimpang.<br />Bahwaindividu yang lemahmewarisisebuah autonomic nervous system (ANS) yang lebihlambatuntukmembangkitkanataumereaksikansuatu stimulus.<br />Seseorang yang dibangkitkansecaraperlahanberpotensibelajaruntukmengontrolagresivitasatauwatak anti-sosialsecaralebihlambatatautidaksamasekali.<br />Olehkarenanya, merekaberadapadaresikolebihbesaruntukmenjadipelanggarhukum<br />(Mednick, 1977).<br />
  34. 34. Mereka yang tinggalhanyadenganorangtua yang kriminilakanmemilikiwatak yang lebihserupadarimereka yang hanyadibesarkanolehorangtuakriminaladopsinya yang telahdihukumkarenapelanggaran. Tingkat yang lebihtinggidarihukumanditemukanantaraorang-orang yang orangtuabiologisdanadopsinyapernahdihukumkarenatindakkriminal<br />(Mednick et. al., 1984).<br />
  35. 35. Gottfredson dan Hirschi (1990: 47-63) telah memberikan poin pada cacat-cacat serius pada penelitian Mednick:<br />Perbedaan-perbedaanantaraefekkriminalitasdari ayah biologisdanadopsiditemukandalamkajian Copenhagen, sedangkandalamtujuan yang diharapkan, tidaksignifikansecarastatistik.<br />Studi Denmark yang lebihluasmeningkatdarikriminalitas ayah secaraeksklusifkepadacatatankriminaldariorangtua (baikibu, ayah, ataukeduanya).<br />Ketikadisadarisecaraterpisahpadastudikedua, pengaruhkriminalitasibubiologislebihkuatdaripengaruhkriminalitas ayah.<br />Mednickmengaitkansemuasubyek yang samadari Copenhagen kepadasampel yang lebihluasdari Denmark.<br />
  36. 36. Akibatdarikriminalitasorangtuabiologisditemukanpadastudi Denmark, yang secarastatistiksignifikankarenaadanyajumlah sample yang lebihbesar, yang sebenarnyalebihsedikitdibandingkanakibat-akibat yang ditemukandistudi Copenhagen.<br />KetikaGottfredsondanHirschilebihlanjutmembuangsampel Copenhagen (untukmenghilangkankontaminasisampel) danmenganalisa data hanyadarisampel Denmark yang lebihluas, merekatidakmenemukanhubungansignifikanantarakriminalitasanakdanorangtuabiologis.<br />
  37. 37. Denganukurankuantitatifdengantaraftertentusatudarikembartersebutdibandingkandengankembarannya.<br />variabelbiologisdanlingkunganterkadangditerapkansecaralangsung.<br />Sebagiandiatributkanpadafaktor-faktorbiologisdenganasumsibahwalingkunganmerekaberbeda. Anak-anak yang tumbuhbersamaselaludiasumsikanmemilikilingkungan yang sama pula.<br />“concordance”: penelitian terhadap anak kembar<br />
  38. 38. VALIDASI EMPIRIS TEORI BIOLOGIS ATAS WATAK KRIMINAL<br />
  39. 39. Sejumlahbesardaricacatmetodologidanpembatasannyadalampenelitiansemestinyamembuatsuatupenyebabandalammenggambarkanberbagaikesimpulankausalpadatitiktersebutpadasatusaat. Review kitamembimbingkitakepadakesimpulan yang takterelakkanbahwapenelitiangenetikaterkinipadakriminaltelahdidesainsecarakurang, dilaporkansecaraambigu, danbanyaknyakelemahandalammendefinisikanisu-isu yang relevan. <br />(Walters dan White, 1989:478)<br />
  40. 40. TEORI PSIKOANALISA<br />
  41. 41. Merujukpada Kate Friedlander (1947), seorangpsikoanalisklasik Freudian menjelaskankejahatanmemfokuskanpadaketidaknormalanataugangguandalamperkembanganemosisuatuindividusejakmasakecilnya. Idetidakterkontrol, sampaiperkembangan ego mencapaikontrolnyapadasaatmencapaiusiatigatahun.<br />
  42. 42. Premisdasardaripendekatanpsikoanalisaterhadapkejahatanadalahbahwawatakpelanggarataukejahatandalamdirinyasendiritidaklahpenting. Hal ituhanyalahmerupakantandakonflikfisikantaraide, ego, dan superego, yang munculdaripendewasaan yang tak normal ataukontrolatasinsting, hubunganawal yang kurangdengan ayah atauibunya, peristiwaemosionalpadatahapperkembanganemosi, dan/atautindasanseksualataupemaksaankesalahan.<br />
  43. 43. TEORI KEPRIBADIAN<br />
  44. 44. Teorikepribadianberbagidenganpendekatanpsikoanalisadenganasumsibahwakarakterpelanggaranpentinghanyasebagaitandaatassebuahmasalah yang adadalamsuatuindividu.<br />Dalamteorikepribadian, masalahtidakadapadamotivasi yang takdisadari, tetapidalammuatankepribadianseseorang.<br />Teorikepribadiantelahsecaraempirisdiujidenganmetodologi yang lebihtelitidibandingteori-teoripsikoanalisa.<br />

×