Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

Ruu Etika Peny Neg

ini ruu lama yg belum dibahas?

  • Loggen Sie sich ein, um Kommentare anzuzeigen.

  • Gehören Sie zu den Ersten, denen das gefällt!

Ruu Etika Peny Neg

  1. 1. <ul><li>TUJUAN: </li></ul><ul><li>Sbg pedoman bersikap,berperilaku,bertindak dan berucap dalam melaksanakan tugas, kewajiban, wewenang dan tanggung jawab </li></ul><ul><li>Sarana dan tolok ukur serta instrumen unt mencegah perilaku KKN </li></ul><ul><li>Sarana pemahaman dan pembelajaran unt mewujudkan penyelenggaraan negara yg berakhlak mulia, amanah, disiplin dan menjadi teladan </li></ul><ul><li>Sarana pembentukan Kode Etik dan pengembangan budaya rganisasi kenegaraan </li></ul>RUU ETIKA PENYELENGGARA NEGARA
  2. 2. PENGERTIAN ETIKA: Nilai nilai moral yg mengikat seseorang atau sekelompok orang dlm mengatur sikap,tindakan ataupun ucapannya; NORMA: Ukuran atau patokan bagi seseorang untberperilaku dalam masy; KODE ETIK : Serangkaian aturan tertulis yg mengatur cara berperilaku yg pantas dan etis dlm suatu kumpulan formal sekelompok orang. ETIKA PENYELENGGARA NEGARA Nilai nilai moral yg menjadi pedoman bagi penyelenggara negaradlm menunaikan tugas dan kwajiban yg menyangkut pertanggung jawaban, persamaan, kebaikan, keadilan, kebenaran dan kejujuran KODE ETIK PENYELENGGARA NEGARA Merupakan arah dan pedoman bagi para penyelenggara negara dlm bersikap, bertingkah laku dan berbuat baik dalam melaksanakan tugas maupun pergaulan hidup sehari hari
  3. 3. BENTUK-BENTUK PENYIMPANGAN YG DILAKUKAN OLEH PENYENGGARA NEGARA <ul><li>Ketidak jujuran ( dishonesty ) </li></ul><ul><li>Perilaku yg tidak pantas ( unethical behaviour ) </li></ul><ul><li>Mengabaikan hukum ( disregard of the law ) </li></ul><ul><li>Penafsiran hukum menurut semaunya </li></ul><ul><li>Perlakuan tidak adil (unfair) </li></ul><ul><li>Berperilaku boros (Inefisiensi) </li></ul><ul><li>Menutupi kesalahan (bohong) </li></ul><ul><li>Tidak punya inisiatif </li></ul>
  4. 4. FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA PENYIMPANGAN ETIKA PROFESI <ul><li>FAKTOR INTERNAL </li></ul><ul><li>Kepribadian yg berwujud suatu niat,kemauan,dorongan </li></ul><ul><li>yg tumbuh dari dalam diri seseorang untuk melakukan </li></ul><ul><li>tindakan penyimpangan yg disebabkan lemahnya mental, </li></ul><ul><li>dangkalnya agama dan keimanan </li></ul><ul><li>FAKTOR EKSTERNAL </li></ul><ul><li>Lemahnya aturan, lemahnya Lembaga Kontrol, lingkungan </li></ul><ul><li>kerja yg dapat membuka peluang unt melakukan tindakan </li></ul><ul><li>penyimpangan </li></ul>
  5. 5. MOTIVASI PENYIMPANGAN ETIKA PROFESI <ul><li>IKTIKAD TIDAK BAIK </li></ul><ul><li>KETIDAKTAHUAN HUKUM, </li></ul><ul><li>TDAK TAHU KODE ETIK, KEBIJAKAN </li></ul><ul><li>KESERAKAHAN </li></ul><ul><li>KEWENANGAN DAN KEKUASAAN </li></ul><ul><li>PERSAHABATAN </li></ul><ul><li>KEUNTUNGAN PRIBADI DAN KELUARGA </li></ul><ul><li>KEBODOHAN </li></ul><ul><li>IKUT ARUS </li></ul><ul><li>IKUTI PERINTAH </li></ul><ul><li>JAMINAN KESELAMATAN </li></ul>
  6. 6. NORMA NORMA ETIKA PENYELENGGARA NEGARA <ul><li>BERAKHLAK MULIA </li></ul><ul><li>TEPAT JANJI </li></ul><ul><li>JUJUR </li></ul><ul><li>ADIL </li></ul><ul><li>ARIF </li></ul><ul><li>DISIPLIN </li></ul><ul><li>TAAT HUKUM </li></ul><ul><li>TG. JAWAB DAN AKUNTABEL </li></ul><ul><li>SOPAN SANTUN </li></ul><ul><li>KEHATI – HATIAN </li></ul><ul><li>KESETARAAN </li></ul>

×