Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

Shalat jumat

130 Aufrufe

Veröffentlicht am

BCA Syariah Jobs: Micro Marketing Staff | Legal Funding Section Head
BCA Syariah JobsThe development of Islamic banking is growing quite rapidly in recent years show public interest increasing on Islamic economics. To meet customers' needs for sharia services, PT Bank Syariah BCA operates in order to realize the vision and mission of BCA Syariah, funding a variety of products, services and financing have been developed and marketed to the public. For business development that will support the future expansion of PT Bank BCA Syariah, we open career opportunity for young and potential professionals to develop themselves and build their career with us.
Staf Penjualan Mikro (PJM) - Jabodetabek

Job Description

Carry out Mikro BUR (Bina Usaha Rakyat) - BCA Syariah explanation and product offering to prospective customer of small and medium-sized enterprises (self-employed) segment both using canvassing and referral methods, and other method
Maintain good relationships with existing micro segment customers
Placement: Jabodetabek

Requirements

Minimum possess Associate degree (Diploma 3)
Maximum 35 years old for experienced candidates or 26 years old for fresh graduate candidates
Minimum 1 year working experience in the direct sales field, such as in the consumer goods, micro banking, etc. for experienced candidates
Have marketing and target oriented passions
Have extensive network
Have SIM C and two-wheel motor vehicles
Mastery the local language and know the local community
Computer literated minimum in Microsoft Office
Closing date: May 28, 2015

Kepala Bagian Legal Pembiayaan (Perbankan) - Jatinegara, Jakarta Timur
Job Description

Check the documentation requirements, in particular the legality of prospective customers
Examine the legal subjects of prospective customers
Create and coordinate the letters / documents related to the provision of financing
Examine the quality of letters / documents related to the provision of financing in the legal aspects
Secure the collateral in accordance with the provisions and procedures
Check the completed notarized deed
Check the documents completeness before the signing of financing and collateral binding agreements

Requirement

Possess Bachelor degree majoring in Law from reputable university
Preferably for those who understand the Sharia System
Have 4 years experience in banking
Closing date: May 8, 2015

For those who are interested and meet the requirements above please send your complete application to:
Human Capital BCA Syariah
Jl. Jatinegara Timur No. 72
Jakarta Timur
Or to email addresses below.

Veröffentlicht in: Design
  • Als Erste(r) kommentieren

  • Gehören Sie zu den Ersten, denen das gefällt!

Shalat jumat

  1. 1. KELOMPOK 1 KELAS : VII1 TUGAS : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SALAT JUM’AT SMPN 2 RAHA DI SUSUN OLEH :
  2. 2. TATA CARA PELAKSANAAN SHALAT JUM’AT DAN DUA KHUTBAH BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hari Jum’at adalah salah satu hari raya orang-orang Islam dan salah satu hari mulia yang telah dikhususkan oleh Allah SWT untuk umat Nabi Muhammad. Pada hari jum’at ada ibadah wajib yang dilaksanakan khusus untuk laki-laki, yaitu sholat jum’at yang dilaksanakan pada waktu tergelincirnya matahari (waktu sholat dzuhur). Hari jum’at juga adalah hari yang istimewa, karena ada amalan-amalan tertentu yang apabila dilakukan pada hari biasa tidak dihitung sebagai ibadah, seperti mandi sebelum sholat jum’at atau banyak yang menyebut sebagai mandi jum’at dan banyak amalan-amalan sunnah yang lainnya. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Shalat Jum’at Shalat Jum’at adalah shalat fardlu dua rakaat yang dikerjakan diwaktu shalat dzuhur pada hari Jum’at. Shalat Jum’at hukumnya Fardlu Ain bagi setiap muslim laki-laki, mukallaf, merdeka, sehat, berada di suatu kampong atau negeri dan tidak dalam keadaan udzur, misalnya sakit, hujan atau menjadi musafir. Bagi kaum muslimin yang tidak udzur yang meninggalkan shalat Jum’at, maka ia disebut orang munafiq. Dalam sebuah hadits diterangkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa yang meninggalkan shlat Jum’at hingga 3x berturut-turut tanpa udzur maka ia termasuk golongan orang-orang munafiq”. (HR.Ath-Thabrani). َ‫ي‬ِ‫ود‬ُ‫ن‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ ‫وا‬ُ‫ن‬َ‫م‬َ‫آ‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ل‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ي‬ِ َّ‫اَلل‬ ِ‫ْر‬‫ك‬ِ‫ذ‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫ا‬ ْ‫و‬َ‫ع‬ْ‫س‬‫ا‬َ‫ف‬ ِ‫ة‬َ‫ع‬ُ‫م‬ُ‫ج‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ِ‫ة‬ َ‫َل‬َّ‫ص‬‫ل‬ِ‫ل‬ “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah ...” (QS. Al Jumu’ah: 9) ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ِ‫ُل‬‫ك‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ٌ‫ب‬ ِ‫اج‬ َ‫و‬ ٌّ‫ق‬َ‫ح‬ ُ‫ة‬َ‫ع‬ُ‫م‬ُ‫ج‬ْ‫ل‬‫ا‬ٌ‫يض‬ ِ‫ر‬َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ٌّ‫ى‬ِ‫ب‬َ‫ص‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ٌ‫ة‬َ‫أ‬ َ‫ر‬ْ‫ام‬ ِ‫و‬َ‫أ‬ ٌ‫وك‬ُ‫ل‬ْ‫م‬َ‫م‬ ٌ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ً‫ة‬َ‫ع‬َ‫ب‬ْ‫ر‬َ‫أ‬ َّ‫ال‬ِ‫إ‬ ٍ‫ة‬َ‫ع‬‫ا‬َ‫م‬َ‫ج‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ ٍ‫م‬
  3. 3. “Shalat Jumat itu adalah kewajiban bagi setiap muslim dengan berjamaah, kecuali (tidak diwajibkan) atas 4 orang. [1] Budak, [2] Wanita, [3] Anak kecil dan [4] Orang sakit.” (HR Abu Daud) Ketahuilah bahwa sesungguhnya hari jum’at adalah salahsatu hari raya hari raya orang- orang Islam dan salahsatu hari mulia yang telah dikhususkan oleh Allah untuk umat Nabi Muhammad SAW. di dalamnya terdapat saat-saat ijabah yang dirahasiakan. Jika seorang muslim meminta kepada Allah tepat pada saat-saat tersebut, maka Allah mengabulkan hajatnya. Oleh karena itu, bersiap-siaplah untuk memulaiakan hari jum’at sejak hari kamisnya. Dengan cara membersihkan pakaian (yang akan dipakai pada hari jum’at) dan memperbanyak istigfar serta tasbih di hari kamis sore, karena sesungguhnya waktu tersebut keutamaannya sama dengan keutamaan hari jum’at. B. Syarat-syarat Sahnya Shalat Jum’at : 1. Dikerjakan dengan berjama’ah Rasulullah SAW mengerjakan sholat jum’ah dimadinah dengan empat puluh sahabat. (riwayat Imam Baehaqi, dari kitab Qalyubi wa ‘Umairah) 2. Tempat shalat Jum’at sudah tertentu 3. Dilakukan waktu Dzuhur Diriwayatkan dari Sahl Radiyallahu ‘anhu, dia telah berkata: “kami tidak pernah tidur atau makan pada waktu siang kecuali sesudah melakukan sholat Jum’ah” 4. Sebelum shalat Jum’at didahului dua khutbah Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dia telah berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berkhutbah pada hari jum’ah dengan berdiri, kemudian beliau duduk, lalu berdiri lagi.“ Dia berkata: “sebagaumana dilakukan sekarang ini” C. Rukun Khutbah Jum’at : 1. Membaca “Alhamdulillah” dalam khutbah itu Sesuai dengan hadist yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ia berkata: bahwasanya; Apabila Rasulullah saw menyampaikan khutbah pada hari Jum’at beliau memuji Allah, suaranya lantang, dan semangatnya berkobar-kobar bagaikan panglima perang yang sedang memberikan komando kepada bala tentaranya. Beliau bersabda: Hendaklah kalian selalu waspada di waktu pagi dan petang. Aku diutus antara aku dan hari kiamat adalah seperti dua jari ini (yakni jari telunjuk dan jari tengah). Kemudian beliau melanjutkan bersabda: Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah
  4. 4. petunjuk Muhammad saw. Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan dan setiap bid’ah adalah sesat. Kemudian beliau bersabda: Aku lebih utama bagi setiap muslim daripada dirinya sendiri. Karena itu, siapa yang meninggalkan harta, maka harta itu adalah miliki keluarganya. Sedangkan siapa yang mati dengan meninggalkan hutang atau keluarga yang terlantar, maka hal itu adalah tanggungjawabku. (HR Muslim) 2. Membaca shalawat Nabi Muhammad saw dalam dua khutbah 3. Berwasiat dengan “Taqwa” kepada Allah dalam dua khutbah 4. Membaca ayat Al-Qur’an dalam satu khutbah Di khutbah pertama dan kedua sesuai dengan hadist yang diriwayatkan dari Jabir bin Samrah ra, ia berkata: “sesungguhnya Rasulallah saw duduk di antara dua khubah jum’at, membaca Al-Qur’an dan menasihati manusia” (HR Muslim) 5. Memohon maghfiroh (ampunan) bagi sekalian mu’minin pada khutbah yang kedua. D. Syarat-syarat Khutbah Jum’at : 1. Hendaklah kedua khutbah itu dimulai sesudah tergelincir matahari, 2. Sewaktu khutbah hendaknya berdiri jika kuasa, 3. Khatib hendaknya duduk diantara dua khutbah, sekurang-kurangnya berhenti sebentar, 4. Hendaklah dengan suara yang keras kira-kira terdengar oleh bilangan yang sah Jum’at dengan mereka, karena yang dimaksud mengadakan khutbah itu, ialah sebagai nasihat dan pelajaran buat mereka, 5. Hendaklah berturut-turut (tertib), 6. Khatib hendaklah suci dari hadats dan najis, 7. Khatib hendaknya menutup auratnya. E. Sunnah-sunnah Jum’at : Bagi orang yang akan mengikuti shalat Jum’at, disunnahkan untuk mengerjakan : 1. Mandi dan membersihkan tubuh Mandi pada hari Jumat wajib hukumnya bagi setiap muslim yang balig berdasarkan hadits Abu Sa’id Al Khudri, di mana Rasulullah bersabda: َ‫ع‬ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫هللا‬ ‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬ ِ َّ‫اَلل‬ َ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َّ‫ن‬َ‫أ‬ :‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬ْ‫ن‬َ‫ع‬ ُ َّ‫اَلل‬ َ‫ي‬ ِ‫ض‬َ‫ر‬ َ‫ر‬َ‫م‬ُ‫ع‬ ِ‫ن‬ْ‫ب‬ ِ َّ‫اَلل‬ ِ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ْ‫ن‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬« :َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ْ‫ل‬ِ‫س‬َ‫ت‬ْ‫غ‬َ‫ي‬ْ‫ل‬َ‫ف‬ ،َ‫ة‬َ‫ع‬ُ‫م‬ُ‫ج‬‫ال‬ ُ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫د‬َ‫ح‬َ‫أ‬»
  5. 5. Dari Abdullah bin Umar r.a bahwa rasulullah saw bersabda : Apabila seseorang diantara kalian menghadiri sholat jum’at, hendaklah dia mandi. HR Bukhori. Waktunya adalah sebelum berangkat sholat Jumat. Adapun tata cara mandi Jumat ini seperti halnya mandi janabah biasa. Rasulullah bersabda yang artinya, “Barang siapa mandi Jumat seperti mandi janabah.” (HR. Bukhari dan Muslim) 2. Memakai pakaian yang bersih/putih 3. Memakai wangi-wangian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barang siapa mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu sholat sesuai yang ditentukan baginya dan ketika imam memulai khotbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim) 4. Memotong kuku dan mencukur kumis 5. Memperbanyak membaca ayat Al-Qur’an, do’a dan dzikir 6. Tenang waktu khatib membaca khutbah 7. Bersegera pergi ke masjid Rasulullah bersabda : ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫هللا‬ ‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬ ِ َّ‫اَلل‬ َ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َّ‫ن‬َ‫أ‬ :ُ‫ه‬ْ‫ن‬َ‫ع‬ ُ َّ‫اَلل‬ َ‫ي‬ ِ‫ض‬َ‫ر‬ َ‫ة‬َ‫ر‬ْ‫ي‬َ‫ر‬ُ‫ه‬ ‫ي‬ِ‫ب‬َ‫أ‬ ْ‫َن‬‫ع‬:َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬ «ْ‫ن‬َ‫م‬َ‫و‬ ،ً‫ة‬َ‫ن‬َ‫د‬َ‫ب‬ َ‫ب‬َّ‫ر‬َ‫ق‬ ‫ا‬َ‫م‬َّ‫ن‬َ‫أ‬َ‫ك‬َ‫ف‬ ،َ‫ح‬‫ا‬َ‫ر‬ َّ‫م‬ُ‫ث‬ ِ‫ة‬َ‫ب‬‫ا‬َ‫ن‬َ‫ج‬‫ال‬ َ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫غ‬ ِ‫ة‬َ‫ع‬ُ‫م‬ُ‫ج‬‫ال‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ َ‫ل‬َ‫س‬َ‫ت‬ْ‫غ‬‫ا‬ ِ‫ن‬َ‫م‬ ،ِ‫ة‬َ‫ث‬ِ‫ل‬‫ا‬َّ‫ث‬‫ال‬ ِ‫ة‬َ‫ع‬‫ا‬َّ‫س‬‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫ح‬‫ا‬َ‫ر‬ ْ‫ن‬َ‫م‬َ‫و‬ ،ً‫ة‬َ‫ر‬َ‫ق‬َ‫ب‬ َ‫ب‬َّ‫ر‬َ‫ق‬ ‫ا‬َ‫م‬َّ‫ن‬َ‫أ‬َ‫ك‬َ‫ف‬ ،ِ‫ة‬َ‫ي‬ِ‫ن‬‫ا‬َّ‫ث‬‫ال‬ ِ‫ة‬َ‫ع‬‫ا‬َّ‫س‬‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫ح‬‫ا‬َ‫ر‬ ً‫ش‬ْ‫ب‬َ‫ك‬ َ‫ب‬َّ‫ر‬َ‫ق‬ ‫ا‬َ‫م‬َّ‫ن‬َ‫أ‬َ‫ك‬َ‫ف‬َ‫ب‬َّ‫ر‬َ‫ق‬ ‫ا‬َ‫م‬َّ‫ن‬َ‫أ‬َ‫ك‬َ‫ف‬ ،ِ‫ة‬َ‫ع‬ِ‫ب‬‫ا‬َّ‫الر‬ ِ‫ة‬َ‫ع‬‫ا‬َّ‫س‬‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫ح‬‫ا‬َ‫ر‬ ْ‫ن‬َ‫م‬َ‫و‬ ،َ‫ن‬َ‫ر‬ْ‫ق‬َ‫أ‬ ‫ا‬ َ‫ج‬َ‫ر‬َ‫خ‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬َ‫ف‬ ،ً‫َة‬‫ض‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ َ‫ب‬َّ‫ر‬َ‫ق‬ ‫ا‬َ‫م‬َّ‫ن‬َ‫أ‬َ‫ك‬َ‫ف‬ ،ِ‫ة‬َ‫س‬ِ‫ام‬َ‫خ‬‫ال‬ ِ‫ة‬َ‫ع‬‫ا‬َّ‫س‬‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫ح‬‫ا‬َ‫ر‬ ْ‫ن‬َ‫م‬َ‫و‬ ،ً‫ة‬َ‫ج‬‫ا‬َ‫ج‬َ‫د‬ َ‫ر‬ْ‫ك‬ِ‫ذ‬‫ال‬ َ‫ون‬ُ‫ع‬ِ‫م‬َ‫ت‬ْ‫س‬َ‫ي‬ ُ‫َة‬‫ك‬ِ‫ئ‬َ‫َل‬َ‫م‬‫ال‬ ِ‫ت‬َ‫َر‬‫ض‬َ‫ح‬ ُ‫م‬‫ا‬َ‫م‬ِ‫اإل‬» Artinya : “Barang siapa berangkat ke masjid (Shalat Jum’at) di waktu pertama, maka seperti berqurban onta, barang siapa berangkat di waktu kedua makka seperti berqurban sapi, barang siapa yang berangkat di waktu ketiga, maka seperti berqurban kambing, barang siapa yang berangkat di waktu keempat, maka seperti berqurban (bersedekah) ayam, dan barang siapa yang berangkat di waktu kelima, maka seperti berqurban (bersedekah) telor”.
  6. 6. Disebutkan pula di dalam sebuah riwayat, ”Sesungguhnya manusia di dalam melihat Allah SWT saat di surga, kedekatan mereka dengan-Nya akan sesuai dengan bergegasnya mereka untuk shalat Jum’at.” F. Niat Shalat Jum’at Niat shalat Jum'at bagi makmum: ‫عالي‬َ‫ت‬ ِ‫هلل‬ِ ‫ا‬ً‫وم‬ُ‫م‬‫أ‬َ‫م‬ ِ‫ة‬َ‫ل‬ْ‫ب‬‫ق‬ِ‫ل‬‫ا‬ َ‫ل‬ِ‫ب‬ْ‫ق‬َ‫ت‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ً‫ء‬‫َا‬‫د‬َ‫نأ‬ْ‫ي‬َ‫ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬ َ‫ر‬ِ‫ة‬‫ع‬َ‫م‬ْ‫ج‬ُ‫ل‬‫ا‬َ‫ض‬ ْ‫ر‬َ‫ف‬ ‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ص‬‫أ‬َ Niat sholat Jum'at bagi Imam: َ‫عالي‬َ‫ت‬ ِ‫هلل‬ِ ‫ا‬ً‫ام‬َ‫إم‬ ِ‫ة‬َ‫ل‬ْ‫ب‬‫ق‬ِ‫ل‬‫ا‬ َ‫ل‬ِ‫ب‬ْ‫ق‬َ‫ت‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ً‫ء‬‫َا‬‫د‬َ‫أ‬ ‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬ َ‫ر‬ ِ‫ة‬‫ع‬َ‫م‬ْ‫ج‬ُ‫ل‬‫ا‬ َ‫ض‬ْ‫ر‬َ‫ف‬ ‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ص‬ُ‫أ‬ “Ushalli fardlal jum’ati rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (ma’muman/imaman) lillahi ta’ala”. Keterangan: Bagi orang yang terlambat datang di masjid, sedangkan khatib sedang berkhutbah, hendaklah mempercepat shalat sunnahnya (tahiyatul masjid) dua rakaat, lalu duduk terus mendengarkan khutbah. G. Tata Cara Shalat Jum’at Adapun tata cara pelaksanaan salat Jum’at, yaitu : 1. (Pada beberapa masjid) mengumandangkan Adzan Dzuhur sebagai adzan pertama, 2. Khatib naik ke atas mimbar setelah tergelincirnya matahari (waktu dzuhur), kemudian memberi salam dan duduk. 3. Muadzin mengumandangkan adzan sebagaimana halnya adzan dzuhur. Pada beberapa masjid adzan ini adalah adzan kedua. 4. Khutbah pertama: Khatib berdiri untuk melaksanakan khutbah yang dimulai dengan hamdalah dan pujian kepada Allah SWT serta membaca shalawat kepada Rasulullah SAW. Kemudian memberikan nasihat kepada para jama’ah, mengingatkan mereka dengan suara yang lantang, menyampaikan perintah dan larangan Allah SWT dan RasulNya, mendorong mereka untuk berbuat kebajikan serta menakut-nakuti mereka dari berbuat keburukan, dan mengingatkan mereka dengan janji-janji kebaikan serta ancaman-ancaman Allah Subhannahu wa Ta'ala. 5. Khatib duduk sebentar di antara dua khutbah
  7. 7. 6. Khutbah kedua : Khatib memulai khutbahnya yang kedua dengan hamdalah dan pujian kepadaNya. Kemudian melanjutkan khutbahnya dengan pelaksanaan yang sama dengan khutbah pertama sampai selesai 7. Khatib kemudian turun dari mimbar. Selanjutnya muadzin melaksanakan iqamat untuk melaksanakan salat. Kemudian memimpin salat berjama'ah dua rakaat dengan mengeraskan bacaan. BAB III PENUTUP Kesimpulan  Shalat Jum’at adalah shalat fardlu dua rakaat yang dikerjakan diwaktu shalat dzuhur pada hari Jum’at.  Syarat-syarat sahnya Shalat Jum’at: 1)Dikerjakan dengan berjama’ah, 2)Tempat shalat Jum’at sudah tertentu, 3)Dilakukan waktu Dzuhur, 4)Sebelum shalat Jum’at didahului dua khutbah.  Rukun Khutbah Jum’at: 1)Membaca “Alhamdulillah” dalam khutbah itu, 2)Membaca shalawat Nabi Muhammad saw dalam dua khutbah, 3)Berwasiat dengan “Taqwa” kepada Allah dalam dua khutbah, 4)Membaca ayat Al-Qur’an dalam satu khutbah, 5)Memohon maghfiroh (ampunan) bagi sekalian mu’minin pada khutbah yang kedua.  Syarat-syarat Khutbah Jum’at: 1)Hendaklah kedua khutbah itu dimulai sesudah tergelincir matahari, 2)Sewaktu khutbah hendaknya berdiri jika kuasa, 3)Khatib hendaknya duduk diantara dua khutbah, 4)Hendaklah dengan suara yang keras, 5)Hendaklah berturut-turut (tertib), 6)Khatib hendaklah suci dari hadats dan najis, 7)Khatib hendaknya menutup auratnya.  Sunnah-sunnah Jum’at: 1)Mandi dan membersihkan tubuh, 2)Memakai pakaian yang bersih/putih, 3)Memakai wangi-wangian, 4)Memotong kuku dan mencukur kumis, 5)Memperbanyak membaca ayat Al-Qur’an, do’a dan dzikir, 6)Tenang waktu khatib membaca khutbah, 7)Bersegera pergi ke masjid.  Tata cara shalat jum’at: 1)Mengumandangkan Adzan Dzuhur, 2)khatib memberi salam dan duduk, 3)Muadzin mengumandangkan adzan sebagaimana halnya adzan dzuhur, 4)Khutbah pertama, 5)Khatib duduk sebentar di antara dua khutbah, 6)Khutbah kedua, 7)Khatib kemudian turun dari mimbar. Selanjutnya muadzin melaksanakan iqamat untuk melaksanakan salat.
  8. 8. Kata Pengantar Segala puji bagi Allah, Dzat yang menegakkan langit, membentangkan bumi, dan mengurusi mahluk, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelaikan pembuatan makalah yang berjudul “TATA CARA PELAKSANAAN SHALAT JUM’AT DAN DUA KHUTBAH” yang Insya Allah dapat diselesaikan dengan baik. Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Hamba Allah dan utusan-Nya yang tercinta, sosok yang paling utama diantara seluruh mahluk. Beliau dimuliakan dengan Al-Qur’an yang merupakan mukjizat serta sunnah yang telah membimbing bagi umat manusia sampai akhir zaman. Penyusun menyadari bahwa dalam pembutan makalah ini banyak kesalahan dan masih jauh dengan kata sempurna. Untuk itu penyususun mengharapakan masukan, kritik dan saranya supaya dalam pembutan makalah akan jauh lebih baik dan dekat dengan kata sempurna.
  9. 9. DAFTAR ISI Kata Pengantar.................................................................................................... i BAB I Pendahuluan.............................................................................................. 1 A. Latar Belakang............................................................................................ 1 BAB II Pembahasan............................................................................................ 1 A. pengertian sholat jum’at...............................................................................1 B. Syarat-syarat sahnya sholat jum’at.............................................................2 C. Rukun khutbah jum’at...................................................................................2 D. Syarat-syarat khutbah jum’at.......................................................................3 E. Sunnah-sunnah jum’at..................................................................................3 F. Niat shola jum’at...........................................................................................5 G. Tata cara sholat jum’at..................................................................................5 BAB III Penutup.................................................................................................. 6 Kesimpulan................................................................................................. 6
  10. 10. Cerama yang akan dibawakan oleh kelompok 1 Assalamu'alaikum Wr.Wb Yang kami hormati ibu guru,dan teman-teman yang saya banggakan Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karunianya kita bisa berkumpul disini. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridhoi oleh Allah swt.Semoga kita sekalian termasuk kedalam umatnya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin Hadirin yang saya muliakan Khutbah yang akan kami sampaikan ini berjudul syirik. Jika kita menginginkan berjumpa dengan Allah kelak di hari kiamat dan Allah merahmatinya, maka kita harus beramal shaleh dan tidak boleh menyekutukan kepada-Nya dengan sesuatu apapun. Hadirin yang saya muliakan Orang yang menyekutukan Allah diharamkan masuk surga dan tempanya yang layak adalah di neraka. Sebagaimana firman Allah berikut ini: ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َُّ‫اَّلل‬ َ‫م‬َّ‫ر‬َ‫ح‬ ْ‫د‬َ‫ق‬َ‫ف‬ َِّ‫اَّلل‬ِ‫ب‬ ْ‫ك‬ِ‫ر‬ْ‫ش‬ُ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ُ‫َّه‬‫ن‬ِ‫إ‬ ُ‫َّار‬‫الن‬ ُ‫اه‬َ‫و‬ْ‫أ‬َ‫م‬َ‫و‬ َ‫ة‬َّ‫ن‬َْ‫ْل‬‫ا‬ Artinya: "Sesungguhnya orang yang menyekutukan Allah, maka sungguh Allah telah mengharamkannya atas dia masuk syurga dan tempatnya (yang layak) itu neraka" Ayat tersebut memberikan pengertian kepada kita bahwa Allah telah mengharamkan orang yang menyekutukan-Nya masuk syurga dan sebagai balasannya yang layak bagi dia adalah nekara. Hadirin yang dimuliakan Allah! Kita diingatkan oleh Rasulullah saw. supaya menjauhi syirik yang kecil, apalagi syirik yang besar. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. dibawah ini: "Takutlah kalian pada syirik yang kecil. Para sahabat bertanya : "Wahai Rasulullah! Apakah Syirik yang kecil itu?. Beliau menjawab: "yaitu riya' (pamer). Allah berfirman kelak dihari pembalasan amal-amalnya hamba-hamba (Allah) : "Kalian pergilah kepada orang-orang yang kalian pameri dengan amal-amal kalian di dunia, maka lihat barangkali kalian menjumpai pembalasan pada orang yang kalian pameri itu" (HR. Ahmat dengan isnad yang bagus dari Ibnu 'Abbas) Hadirin yang berbahagia! Demikianlah khutbah jum'at yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan disertai hidayah dan ridho Allah serta bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi kita semua umumnya. Amin

×