Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.
Mikroskop 
Di Susun Oleh : 
•M. Asril K. 
•Rizky P.
Pengertian 
Mikroskop adalah alat untuk melihat benda-benda mikro. Mikroskop terdiri dari 
dua lensa cembung, yaitu lensa ...
Fungsi 
Fungsi mikroskop mirip dengan lup, yakni untuk melihat objek-objek 
kecil. Akan tetapi, mikroskop dapat digunakan ...
Proses terbentuknya bayangan pada mikroskop, seperti yang 
diperlihatkan pada Gambar dibawah. Pada Gambar terlihat bahwa 
...
Bagian-bagian Mikroskop
• LENSA OKULER 
yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk 
membentuk bayangan maya, tegak, dan...
• REVOLVER 
revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara 
memutarnya. 
• REFLEKTOR 
terdiri dar...
• MEJA MIKROSKOP 
berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati. 
• PENJEPIT KACA 
penjepit ini berfungsi u...
Proses Pembentukan Bayangan 
Benda OA diletakkan di ruang II (antara fob dan Rob) didepan 
lensa objektif sejauh Sob, deng...
Perbesaran Pada Mikroskop 
Panjang mikroskop atau jarak antara lensa objektif dan lensa okuler 
sama dengan jarak bayangan...
Perbesaran total yang dihasilkan mikroskop merupakan perkalian antara 
perbesaran yang dihasilkan oleh lensa objektif dan ...
dan untuk pengamatan dengan berakomodasi maksimum 
Mok = [Sn / fok] + 1 
Dengan : 
fok = panjang fokus lensa okuler. 
meng...
Sifat bayangan 
Baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa 
cembung. Secara garis besar lensa objekt...
Mikroskop
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

Mikroskop

mikroskop

  • Loggen Sie sich ein, um Kommentare anzuzeigen.

  • Gehören Sie zu den Ersten, denen das gefällt!

Mikroskop

  1. 1. Mikroskop Di Susun Oleh : •M. Asril K. •Rizky P.
  2. 2. Pengertian Mikroskop adalah alat untuk melihat benda-benda mikro. Mikroskop terdiri dari dua lensa cembung, yaitu lensa objektif dan lensa okuler. Lensa objektif terletak dekat benda dan lensa okuler bersifat sebagai lup terletak didekat mata. Umumnya fok lebih besar daripada fob. Benda diletakkan di ruang II lensa objektif (antara fob dan Pob). Bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif bersifat nyata, terbalik dan diperbesar, oleh lensa okuler bayangan ini akan dilihat sebagai benda nyata, dan akan diletakkan di ruang I lensa okuler. Bayangan akhir yang dibuat oleh lensa okuler terletak didepan lensa okuler, maya dan terbalik. Bayangan akhir yang dibuat oleh mikroskop adalah terbalik, maya dan diperbesar.
  3. 3. Fungsi Fungsi mikroskop mirip dengan lup, yakni untuk melihat objek-objek kecil. Akan tetapi, mikroskop dapat digunakan untuk melihat objek yang jauh lebih kecil lagi karena perbesaran yang dihasilkannya lebih berlipat ganda dibandingkan dengan lup. Pada mikroskop, objek yang akan diamati harus diletakkan di depan lensa objektif pada jarak antara fob dan 2fob sehingga bayangannya akan terbentuk pada jarak lebih besar dari 2fob di belakang lensa objektif dengan sifat nyata dan terbalik. Bayangan pada lensa objektif dipandang sebagai objek oleh lensa okuler dan terbentuklah bayangan pada lensa okuler. Agar bayangan pada lensa okuler dapat dilihat atau diamati oleh mata, bayangan ini harus berada di depan lensa okuler dan bersifat maya. Hal ini dapat terjadi jika bayangan pada lensa objektif jatuh pada jarak kurang dari fok dari lensa okuler.
  4. 4. Proses terbentuknya bayangan pada mikroskop, seperti yang diperlihatkan pada Gambar dibawah. Pada Gambar terlihat bahwa bayangan akhir yang dibentuk oleh mikroskop bersifat maya, terbalik, dan diperbesar. Jarak antara lensa objektif dan lensa okuler menentukan panjang pendeknya sebuah mikroskop.
  5. 5. Bagian-bagian Mikroskop
  6. 6. • LENSA OKULER yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif • LENSA OBJEKTIF lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif. • TABUNG MIKROSKOP (TUBUS) tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler. • MAKROMETER (PEMUTAR KASAR) makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat. • MIKROMETER (PEMUTAR HALUS) pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.
  7. 7. • REVOLVER revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya. • REFLEKTOR terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya. • DIAFRAGMA berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk. • KONDENSOR kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan.
  8. 8. • MEJA MIKROSKOP berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati. • PENJEPIT KACA penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser. • LENGAN MIKROSKOP berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop. • KAKI MIKROSKOP berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop. • SENDI INKLINASI (PENGATUR SUDUT) untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.
  9. 9. Proses Pembentukan Bayangan Benda OA diletakkan di ruang II (antara fob dan Rob) didepan lensa objektif sejauh Sob, dengan menggunakan prinsip pembiasan pada lensa cembung (sinar istimewa), maka akan dihasilkan bayangan OB dibelakang lensa objektif, terbalik, diperbesar, nyata dan berjarak Sob’ dari lensa objektif. Bayangan OB ini dianggap sebagai benda bagi lensa okuler, dan terletak di ruang I lensa okuler (antara fok dengan lensa) dan berjarak Sok. Oleh lensa okuler, bayangan ini akan dibiaskan didepan lensa okuler, tegak, diperbesar dan semu dan berjarak Sok’. Maka bayangan yang dihasilkan oleh mikroskop secara keseluruhan adalah OC. Sehingga sifat OC terhadap OA adalah terbalik, diperbesar dan semu. Jadi pada mikroskop terjadi dua kali pembesaran.
  10. 10. Perbesaran Pada Mikroskop Panjang mikroskop atau jarak antara lensa objektif dan lensa okuler sama dengan jarak bayangan objektif ke lensa objektif ditambah jarak bayangan objektif tadi ke lensa okuler atau secara matematis dituliskan d = S’ob + Sok dengan: d = panjang mikroskop, S‘ob = jarak bayangan lensa objektif ke lensa objektif, dan Sok = jarak bayangan objektif ke lensa okuler. Untuk mencari besar Sok, digunakan persamaan = -
  11. 11. Perbesaran total yang dihasilkan mikroskop merupakan perkalian antara perbesaran yang dihasilkan oleh lensa objektif dan perbesaran sudut yang dihasilkan oleh lensa okuler. Secara matematis, perbesaran total yang dihasilkan mikroskop ditulis sebagai berikut. M = Mob × Mok dengan: M = perbesaran total yang dihasilkan mikroskop, Mob = perbesaran yang dihasilkan lensa objektif, dan Mok = perbesaran sudut yang dihasilkan lensa okuler. Perbesaran yang dihasilkan oleh lensa okuler memenuhi Mok = Sn / fok sedangkan perbesaran sudut yang dihasilkan lensa objektif mirip dengan perbesaran sudut lup, yakni, untuk pengamatan tanpa akomodasi Mob = S’ob / Sob • dan untuk pengamatan dengan berakomodasi maksimum • Mok = [Sn / fok] + 1 • dengan f= panjang fokus lensa okuler.
  12. 12. dan untuk pengamatan dengan berakomodasi maksimum Mok = [Sn / fok] + 1 Dengan : fok = panjang fokus lensa okuler. menggunakan mikroskop dengan mata berakomodasi maksimum berarti letak bayangan akhir berada di titik dekat mata di depan lensa okuler. Jadi, dapat dituliskan s’ok = −sn Untuk pengamatan dengan mata tidak berakomodasi, bayangan dari lensa obyektif harus jatuh dititik fokus focus okuler. Jadi panjang mikroskop untuk mata tidak berakomodasi adalah: d = s’ob + fok Keterangan: fok = titik fokus lensa okuler
  13. 13. Sifat bayangan Baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, lalu yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara, semu, terbalik, dan lebih lagi diperbesar. Pada mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti gambar benda nyata, sejajar, dan diperbesar. Jika seseorang yang menggunakan mikroskop cahaya meletakkan huruf A di bawah mikroskop, maka yang ia lihat adalah huruf A yang terbalik dan diperbesar.

×