Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

Keterampilan bertanya

  • Loggen Sie sich ein, um Kommentare anzuzeigen.

  • Gehören Sie zu den Ersten, denen das gefällt!

Keterampilan bertanya

  1. 1. KETERAMPILAN BERTANYA (DASAR DAN LANJUTAN)I.Pengertian Dan RasionalDalam PBM tujuan pertanyaan yang dijukan guru ialah agar siswa belajar yaitumemperoleh pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berpikir, baik berupa kalimatTanya atau suruhan yang menuntut respon siswa.Dalam PBM umumnya guru mengajukan pertanyaan kepada siswanya cara yangdigunakan mempunyai pengaruh dalam pencapaian hasil belajar sehingga ketrampilanbertanya dibedakan atas : ketrampilan bertanya dasar, mempunyai beberapa komponenyang perlu diterapkan dalam mengajukan segala jenis pertanyaan, sedangkan ketrampilanbertanya lanjut : lanjutan dari bertanya dasar yang mengutamakan usaha pengembangankemampuan berfikir siswa.A. Tujuan Bertanya Akan Dicapai Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu terhadap pokok bahasan Memusatkan perhatian Mendiaknosis kegiatan khusus yang menghambat siswa belajar Mengembangkan SCL (Studen Center Learning)B. Hal Yang Perlu Diperhatikan1. Kehangatan Dan KeantusiasanBaik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun menerima jawaban siswa, sikapdan gaya guru suara, ekpresi wajah, gerakan badan, dan sebagainya. Menampilkanada tidaknya kehangatan.2. Kebiasaan Yang Harus Dihindaria. Mengulangi Pertanyaan SendiriContoh : Sebelum siswa dapat berpikir maksimal terhadap pertanyaan gurumengulangi pertanyaan kembali akibatnya siswa tidak konsentrasi.
  2. 2. b. Mengulangi Jawaban SiswaMenyebabkan waktu terbuang, siswa tidak mendengar jawaban dari temanyayang lain karena guru akan mengulanginya.c. Mejawab Pertanyaan SendiriPertanyaan dijawab guru sebelum siswa mendapatkan kesempatan cukup untukmemikirkan jawabanya sehingga anak beranggapan tidak perlu memikirkanjawabanya karena guru akan memikirkan jawabanya.d. Pertanyaan Yang Memancing Jawaban SerentakContoh : Apa ibu kota RI?Akibatnya guru tidak dapat mengetahui dengan pasti siapa yang benar danmenutut kemungkinan terjadi interaksi selanjutnya.e. Pertanyaan GandaContoh : Siapa pemimpin orang belanda yang pertama datang ke Indonesia,mengapa mereka datang, dan apa akibat mereka itu bagi bangsaIndonesia.Hal ini akan mematahkan semangat siswa yang hanya sanggup menyelesaikan satudari semua tugas itu.f. Menentukan siswa tertentu untuk menjawabnya. Akibatnya anak yangtidak ditunjuk tidak memikirkan jawabanya.II. KOMPONEN KETRAMPILAN BERTANYAa. Pengungkapan pertanyaan yang jelas dan singkatb. Pemberian acuanContoh : Kita telah mengetahui bahwa erosi tanah dapat disebabkan oleh airdan angin terutama jika tanah itu gundul, tanah yang bagaimana lagi yang mudahterjadi erosi tanah oleh air.c. Pemusatan
  3. 3. d. Pemindahan gilirane. Penyebaran (ada perbedaan)Antara pemindahan giliran : beberapa siswa bergilir diminta menjawab pertanyaanyang sama.Penyebaran : beberapa pertanyaan yang berbeda disebarkan giliranya kepada siswayang bertanda.f. Pemberian waktu erfikirg. Pemberian tuntunan Mengungkapkan sekali lagi pertanyaan dengan cara lain yang lebih sederhana. Mengajukan pertanyaan yang lebih sederhana Mengulangi penjelasan sebelumnya yang berhubungan pertanyaan.III. KOMPONEN KETRAMPILAN BERTANYA LANJUTANa. Pengubahan tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaanPertanyaan yang dikemukakan guru dapat mengandung proses mental yangberbeda-beda, dari proses mental yg rendah sampai proses mentl yangtinggi.Oleh karena itu, guru dalam mengajukan pertanyaan hendaknyaberusaha mengubah tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan daritingkat mengikat kembali fakta-fakta ke bebagai tingkat kognitif lainnya yglebih tinggi seperti pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi.b. Pengaturan urutan pertanyaanUntuk mengembkan tingkatkognitif dari yg sifatnya rendah ke yang lebihtinggi dan kompleks, guru hendaknya dapat mengatur urutan pertanyaanygdiajukan kepada siswa dari tingkat mengingat, kemudian pertanyaaanpemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Usahkan agar janganmemberikan pertanyaan yg tidak menentu atau yg bolak-balik, misalnya sudahsampai kepada pertnyaan aanalisis, kembali lagi kepada pertanyaan ingatan,dan kemudian melonjak pada pertanyaan evaluaasi. Hal ini akan menimbulkankebingungan pada siswa dan partisipasi siswa dalamg mengikuti pelajarandapat menurunc. Penggunaan pertanyaan pecak
  4. 4. Jika pertanyaan yg diberikan oleh siswa dinilai benaar oleh guru, tetapi masihdapat ditingkatkan menjadi lebih sempurna, guru dapata mengajukanpertanyan-pertanyaan pelcak kepada sisiwa tersebut. Beberapa teknikpertanyaan pelacak yg dapat digunkan :1. klasifikasi: jika siswa menjawab dengan kalimat yg kurang tepat, gurudapat memberikan pertanyaan pelacak yg meminta siswa tersebut untukmenjelaskan dengan kata-kata lain shg jawaban siswa menjadi lebih baik2. meminta siswa memberikan alasan (argumentasi) yg dapatmenunjangkebenaran pandangannya dalam menjawab peranyaan guru3. meminta kesempatan pandangan; guru dpat memberikan kesempatankepada siswa lainnya untuk menyatakan persetujuan atau penolkandisertaialas an terhadap jawaban rekannya, agar diperoleh pandangan yg dapataditerima oleh semua pihak4. meminta kesempatan jawaban; guru dapat meminta siswa untuk meninjaukembali jawaban yg diberikannya biladianggap kurtepat5. meminta jawaban yg lebih relevan; bila jawaban siswa kurang relevan,guru dapat meminta jawaban yg benar dan relevan dari siswa tersebut6. meminta contoh7. meminta jawaban yg lebih kompleksd. Peningkatan terjadinya interaksi

×