Supervisi Hospitality term-7 Peran Supervisor dalam memberikan Motivasi.pptx

Hospitality Industry
Hospitality IndustryHuman Resource & Development
Supervisi
di Hospitality Industry
Compiled by Saeful Anwar
Term -7
Peran Supervisor
dalam
memberikan
Motivasi
MATERI
PEMBELAJARAN
 Memotivasi pekerja
 Teori Kebutuhan
 Meningkatkan Produksi dan
hubungan antar pekerja
Memotivasi Pekerja
Peran dan
tugas SUPERVISOR
Secara sederhana, peran dan
tugas supervisor adalah mengawasi dan
membimbing kinerja karyawan sehari-
hari. Supervisor juga bisa saja bertugas mengelola
tim, shift atau seluruh departemen, bergantung
pada perusahaan itu sendiri.
Namun lebih spesifik, peran dan tugas dari
seorang supervisor adalah bertanggung jawab atas
proses perencanaan hingga hasil akhir tercapainya
tujuan tim atau perusahaan.
Kompetensi Supervisor
 Perencanaan dan pengorganisasian. Berkaitan dengan perannya dalam
merancang dan membagi jadwal dan pekerjaan karyawan.
 Kepemimpinan dan bimbingan. Supervisor membimbing dan memimpin
karyawan yang ada di bawahnya untuk melakukan yang terbaik demi mencapai
target.
 Motivasi. Supervisor memainkan peran penting dalam memotivasi karyawan
misalnya dengan memberikan insentif pada pekerja dengan kinerja baik.
 Penyedia. Supervisor mengatur sumber daya fisik yang menunjang kebutuhan
pekerja, misalnya penyediaan tempat duduk, fasilitas air, penerangan, dan
sarana prasana yang layak.
 Kontrol. Fungsi ini melibatkan tanggung jawab untuk memantau kinerja,
memeriksa perkembangan pekerjaan, mencari tahu penyimpangan dan
membuat solusi.
 Penghubung. Supervisor menjadi penghubung antara manajemen dan pekerja.
Dia mengkomunikasikan kebijakan manajemen pada pekerja dan memberi
instruksi atas nama manajemen. Di sisi lain ia harus mengenal pekerja untuk
mengetahui masalah, keluhan dan saran mereka untuk kemudian dilanjutkan
kepada manajemen.
Lima fungsi supervisor
Menurut Eddi Susanto (www.pqm. co. id, 24 Juli 2006)
mengatakan bahwa ada lima fungsi supervisor, yaitu:
1. Memberikan kejelasan mengenai tujuan yang ingin
dicapai
2. Membangkitkan semangat dari para anggotanya
3. Mengembangan suasana kerjasama
4. Membuat kemampuan anggotanya berkembang
sehingga dapat menjalankan perannya dengan baik
5. Menciptakan kemampuan kelompok untuk
melakukan evaluasi secara berkala mengenai kinerja
unit kerjanya serta mengambil tindakantindakan
untuk memperbaiki kinerja unit kerjanya.
Peran Motivasi
1. Memberikan kejelasan mengenai tujuan bersama yang
ingin dicapai
Supervisor sebagai pemimpin di tempat kerja adalah
memberikan kejelasan mengenai tujuan bersama yang ingin
dicapai. Hal ini biasanya diwujudkan dalam bentuk target-target
kerja dan target suasana kerja yang ingin dicapai. Terkait
dengan tujuan bersama ini, yang tidak kalah pentingnya adalah
membuat aturan main bersama yang didasari tujuan bersama.
Namun pada umumnya supervisor sering melupakan aspek
target suasana kerja yang ingin diciptakannya. Misalnya: ingin
menjadi tempat kerja yang menyenangkan dan saling
menghargai sesama anggota. Target suasana kerja ini dapat
memberikan rasa memiliki dari para anggotannya.
Peran Motivasi
2. Membangkitkan semangat dari para anggotanya
Supervisor sebagai pemimpin di tempat kerja adalah
membangkitkan semangat dari para anggotanya. Semagat
muncul dengan adanya kesepakatan dan merasa dapat
mengendalikan situasinya. Hal ini biasanya dapat dilakukan
oleh supervisor dengan cara mengkomunikasikan tujuan
bersama kepada para anggotannya baik secara kelompok
maupun perorangan. Komunikasi dua arah merupakan kunci
sukses dalam menjalankan fungsi ini. dengan komunikasi dua
arah para supervisor dapat memahami situasi anggotanya
sekaligus mendapatkan pemahaman untuk memberikan
pengaruh.
Peran Motivasi
3. Mengembangkan suasana kerjasama
Suasana kerjasama ini akan terbentuk jika para
anggotanya ada rasa saling menghargai. Sikap
saling menghargai inilah yang harus ditekankan
oleh para supervisor. Dalam hal ini supervisor
perlu memberikan contoh. Penghargaan
seseorang supervisor dapat dilihat dari cara dia
melibatkan dan mendengarkan pendapat orang
lain.
Peran Motivasi
4. Membuat kemampuan anggotanya berkembang
sehingga dapat menjalankan perannya dengan
baik
Hal ini dapat dilakukan dengan mengamati perkembangan
setiap anggotanya masing-masing. Dengan pengamatan
ini, supervisor dapat memberikan umpan balik terhadap
kekuatan atau kelebihan anggota serta hal-hal yang perlu
diperbaikinya.
Peran Motivasi
5. Menciptakan kemampuan kelompok
untuk melakukan evaluasi secara
berkala mengenai kinerja unit kerjanya
serta mengambil tindakan-tindakan
untuk memperbaiki kinerja unit
kerjanya.
Teori Kebutuhan
7 Teori Kepemimpinan
1. Teori Kontingensi
Teori ini mengusulkan bahwa tidak ada satu cara atau gaya
kepemimpinan yang dapat diterapkan pada semua situasi. Dengan
kata lain, ia mengakui bahwa mungkin ada variabel yang
memengaruhi situasi tertentu, dan seorang pemimpin harus
memilih tindakan yang tepat, dengan mempertimbangkan variabel
tersebut.
Dalam hal ini, peneliti kepemimpinan White dan Hodgson
menyatakan, “Kepemimpinan yang efektif adalah tentang
menemukan keseimbangan yang tepat antara kebutuhan, konteks,
dan perilaku.” Pemimpin terbaik tidak hanya memiliki sifat yang
benar tetapi juga kemampuan untuk menilai kebutuhan
pengikutnya, menganalisis situasi yang dihadapi, dan bertindak
sesuai dengan itu.
7 Teori Kepemimpinan
2. Teori Kepemimpinan Situasional
Seperti Teori Kontingensi, Teori Situasi menekankan
pentingnya variabel situasional dan tidak menganggap
gaya kepemimpinan siapa pun lebih baik daripada yang
lain. Dinyatakan oleh profesor AS, Paul Hersey dan guru
kepemimpinan, Ken Blanchard, teori situasional adalah
kombinasi dari dua faktor – gaya kepemimpinan dan
tingkat kedewasaan para pengikut.
Menurut teori ini, situasi yang berbeda menuntut gaya
kepemimpinan dan pengambilan keputusan yang
berbeda. Pemimpin harus bertindak dengan menilai
situasi yang mereka hadapi.
7 Teori Kepemimpinan
3. Teori Kepemimpinan Transformasional
Teori Kepemimpinan Transformasional, juga dikenal
sebagai teori Hubungan, berfokus pada hubungan
antara pemimpin dan pengikut. Teori ini berbicara
tentang jenis pemimpin yang inspiratif dan karismatik,
mendorong pengikut mereka untuk berubah dan
menjadi lebih baik dalam suatu tugas. Pemimpin
transformasional biasanya termotivasi oleh kemampuan
mereka untuk menunjukkan kepada pengikut mereka
pentingnya tugas dan kebaikan yang lebih tinggi yang
terlibat dalam melaksanakannya.
7 Teori Kepemimpinan
4. Teori Transaksional
Teori Transaksional, juga disebut sebagai teori
Manajemen atau teori pertukaran kepemimpinan,
berkisar pada peran pengawasan, organisasi, dan kerja
tim. Teori-teori ini menganggap penghargaan dan
hukuman sebagai dasar tindakan kepemimpinan. Ini
adalah salah satu teori yang sering digunakan dalam
bisnis, dan pendukung gaya kepemimpinan ini
menggunakan penghargaan dan hukuman untuk
memotivasi karyawan.
7 Teori Kepemimpinan
5. Teori Perilaku
Dalam Teori Perilaku, penekanan bergeser dari sifat
atau kualitas pemimpin ke perilaku dan tindakan
mereka. Berbeda dengan Teori Manusia Hebat dan
pendekatan sifat pada kepemimpinan, teori ini
menganggap kepemimpinan yang efektif sebagai hasil
dari banyak keterampilan yang dipelajari atau
diperoleh. Ini mengusulkan agar seorang individu
dapat belajar menjadi pemimpin yang baik. Ini adalah
salah satu teori kepemimpinan terbaik.
7 Teori Kepemimpinan
6. Teori Kepemimpinan Orang Hebat
Ini adalah salah satu teori kepemimpinan paling awal dan
didasarkan pada asumsi bahwa kepemimpinan adalah
fenomena bawaan dan bahwa para pemimpin “dilahirkan”
daripada “dibuat”.
Menurut teori ini, seseorang yang mampu memimpin
memiliki ciri-ciri kepribadian seorang pemimpin – pesona,
kepercayaan diri, kecerdasan, keterampilan komunikasi, dan
bakat sosial – sejak lahir, yang membedakan mereka. Teori ini
menekankan kepemimpinan sebagai kualitas yang Anda miliki
atau tidak Anda miliki; itu bukanlah sesuatu yang bisa Anda
pelajari.
7 Teori Kepemimpinan
7. Teori Sifat Kepemimpinan
Teori ini mengikuti jejak teori Manusia Hebat dengan asumsi
bahwa pemimpin dilahirkan dengan sifat-sifat yang membuat
mereka lebih cocok untuk peran seorang pemimpin daripada
orang lain yang tidak memiliki sifat-sifat alami itu.
Dengan demikian, teori tersebut menunjukkan kualitas tertentu
seperti kecerdasan, akuntabilitas, rasa tanggung jawab, dan
kreativitas, yang memungkinkan seseorang unggul dalam
kepemimpinan. Salah satu kelemahan utama dalam pendekatan
sifat kepemimpinan adalah bahwa pendekatan tersebut tidak
menawarkan daftar sifat-sifat kepemimpinan yang konklusif.
 Meningkatkan
Produksi dan
hubungan antar
pekerja
Pengertian Produktivitas
Pengertian produktivitas sebenarnya menyangkut
aspek luas yaitu modal (termasuk lahan), biaya,
tenaga kerja, energi, alat dan teknologi.
Menurut Faustino Cardoso Gomes (1997: 159)
“Secara umum produktivitas menunjukkan rasio
output terhadap input, output biasa terdiri dari
penjualan (sales), biaya produksi (product cost) dan
biaya peralatan (equipment cost)”. Dengan demikian,
produktivitas merupakan perbandingan terbaik yang
diharapkan oleh perusahaan yaitu antara masukan
(input) yang digunakan dengan keluaran (output)
yang dihasilkan
Pengertian Produktivitas
Menurut Kisdarto Atmosoeprapto (2001: 1)
secara umum, produktivitas merupakan
perbandingan antara keluaran (output) yang
dicapai dengan masukan (input) yang
diberikan. Produktivitas juga merupakan hasil
dari efisiensi pengelolaan hasil dan efektivitas
pencapaian sasaran. Efektivitas dan efisiensi
yang tinggi akan menghasilkan produktivitas
yang tinggi.
Pengertian Produktivitas
Menurut Hadari Nawawi dan Murtini Hadari
(1990: 97) bahwa “Produktivitas kerja adalah
perbandingan terbaik antara hasil yang
diperoleh (output) dengan jumlah sumber kerja
yang dipergunakan (input). Produktivitas
dikatakan tinggi jika hasil yang diperoleh lebih
besar daripada sumber kerja yang digunakan,
sebaliknya produktivitas dikatakan rendah jika
hasil yang diperoleh lebih kecil daripada
sumber kerja yang digunakan”.
Faktor2 yang Mempengaruhi
Produktivitas Kerja
Menurut Faustino Carsodo Gomes
(1997: 160) faktor- faktor yang
mempengaruhi produktivitas adalah :
1) Knowledge
2) Skills
3) Ability
4) Attitudes dan
5) Behaviours
Faktor2 yang Mempengaruhi
Produktivitas Kerja
Menurut Balai Pengembangan Produktivitas
Daerah yang dikutip oleh Hisein Umar (2001:
11) ada 6 faktor yang menentukan
produktivitas tenaga kerja, yaitu :
1) Sikap kerja
2) Tingkat keterampilan
3) Hubungan antara tenaga kerja dengan
pimpinan
4) Manajemen produktivitas
5) Efisiensi tenaga kerja
6) Kewiraswastaan
Faktor2 yang Mempengaruhi
Produktivitas Kerja
Taliziduhu Ndraha (1999: 45)
mengemukakan bahwa ada tiga faktor
yang mempengaruhi produktivitas yaitu :
1) Kualitas dan kemampuan fisik
karyawan
2) Sarana pendukung
3) Supra sarana
Referensi
1. https://www.ekrut.com/media/tugas-supervisor
2. Fitri Yuliati, Peran supervisor dalam meningkatkan
produktivitas kerja karyawan bagian produksi di PT Sari
Warna Asli III Karanganyar tahun 2006 , library.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id.
1 von 27

Recomendados

Kepemimpinan von
KepemimpinanKepemimpinan
KepemimpinanCkg Nizam
20.8K views33 Folien
Kepimpinan fungsi kepimpinan pengurusan von
Kepimpinan   fungsi kepimpinan pengurusanKepimpinan   fungsi kepimpinan pengurusan
Kepimpinan fungsi kepimpinan pengurusanQaseh Rindu
12K views7 Folien
Tugas mnj sdm masitoh ainurofi' 1961127 von
Tugas mnj sdm masitoh ainurofi' 1961127Tugas mnj sdm masitoh ainurofi' 1961127
Tugas mnj sdm masitoh ainurofi' 1961127MasitohAinurofi
11 views13 Folien
Supervisory management von
Supervisory managementSupervisory management
Supervisory managementafnianisa
40 views13 Folien
Klp 2 leadership von
Klp 2 leadershipKlp 2 leadership
Klp 2 leadershipSamuel Riwu
94 views37 Folien
Kepimpinan von
Kepimpinan   Kepimpinan
Kepimpinan mohdilmi
371 views7 Folien

Más contenido relacionado

Similar a Supervisi Hospitality term-7 Peran Supervisor dalam memberikan Motivasi.pptx

Perilaku Organisasi.pdf von
Perilaku Organisasi.pdfPerilaku Organisasi.pdf
Perilaku Organisasi.pdfFatihahAuliani1
40 views16 Folien
kepemimpinan dalam organisasi von
kepemimpinan dalam organisasikepemimpinan dalam organisasi
kepemimpinan dalam organisasiPoliteknik ATI Padang
296 views15 Folien
Makalah msdm ok von
Makalah msdm okMakalah msdm ok
Makalah msdm okgreeneyes85
644 views22 Folien
12. kewirausahaan, resti pujianti, hapzi ali, dasar manajemen dan fungsi mana... von
12. kewirausahaan, resti pujianti, hapzi ali, dasar manajemen dan fungsi mana...12. kewirausahaan, resti pujianti, hapzi ali, dasar manajemen dan fungsi mana...
12. kewirausahaan, resti pujianti, hapzi ali, dasar manajemen dan fungsi mana...Resti Pujianti
35 views8 Folien
Mohammad sofa permadi(1961019) kp1 2019 von
Mohammad sofa permadi(1961019) kp1 2019Mohammad sofa permadi(1961019) kp1 2019
Mohammad sofa permadi(1961019) kp1 2019LailatulRodhiyah1
16 views19 Folien
Fungsi manajemen mengarahkan von
Fungsi manajemen   mengarahkanFungsi manajemen   mengarahkan
Fungsi manajemen mengarahkanSthefanie Parera
2.7K views6 Folien

Similar a Supervisi Hospitality term-7 Peran Supervisor dalam memberikan Motivasi.pptx(20)

12. kewirausahaan, resti pujianti, hapzi ali, dasar manajemen dan fungsi mana... von Resti Pujianti
12. kewirausahaan, resti pujianti, hapzi ali, dasar manajemen dan fungsi mana...12. kewirausahaan, resti pujianti, hapzi ali, dasar manajemen dan fungsi mana...
12. kewirausahaan, resti pujianti, hapzi ali, dasar manajemen dan fungsi mana...
Resti Pujianti35 views
Leadership Summary : TRAITS, BEHAVIORS, AND RELATIONSHIPS & CONTINGENCY APPRO... von Netta Samosir
Leadership Summary : TRAITS, BEHAVIORS, AND RELATIONSHIPS & CONTINGENCY APPRO...Leadership Summary : TRAITS, BEHAVIORS, AND RELATIONSHIPS & CONTINGENCY APPRO...
Leadership Summary : TRAITS, BEHAVIORS, AND RELATIONSHIPS & CONTINGENCY APPRO...
Netta Samosir20.1K views
Olan von cesarpuk
OlanOlan
Olan
cesarpuk1.4K views
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan - Citra Octavi Putri (19... von CitraOctaviaPutri
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan - Citra Octavi Putri (19...Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan - Citra Octavi Putri (19...
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan - Citra Octavi Putri (19...
Bab 9 ppt memotivasi karyawan - stephanie akuntansi A UNJ 2016 von stephaniejessey
Bab 9 ppt memotivasi karyawan -  stephanie akuntansi A UNJ 2016Bab 9 ppt memotivasi karyawan -  stephanie akuntansi A UNJ 2016
Bab 9 ppt memotivasi karyawan - stephanie akuntansi A UNJ 2016
stephaniejessey2.2K views
Gaya Kepemimpinan Berkaitan Dengan Kinerja von AnnisaYulmi
Gaya Kepemimpinan Berkaitan Dengan Kinerja Gaya Kepemimpinan Berkaitan Dengan Kinerja
Gaya Kepemimpinan Berkaitan Dengan Kinerja
AnnisaYulmi52 views
Kewirausahaan, elsa annastasya, 42317110032, prof. dr. ir. hapzi ali cma, mm,... von Elsa_lee
Kewirausahaan, elsa annastasya, 42317110032, prof. dr. ir. hapzi ali cma, mm,...Kewirausahaan, elsa annastasya, 42317110032, prof. dr. ir. hapzi ali cma, mm,...
Kewirausahaan, elsa annastasya, 42317110032, prof. dr. ir. hapzi ali cma, mm,...
Elsa_lee17 views
jbptunikompp-gdl-dianaandri-19415-5-5.mpia-g.ppt von HenraR
jbptunikompp-gdl-dianaandri-19415-5-5.mpia-g.pptjbptunikompp-gdl-dianaandri-19415-5-5.mpia-g.ppt
jbptunikompp-gdl-dianaandri-19415-5-5.mpia-g.ppt
HenraR1 view

Más de Hospitality Industry

Tata Hidang Dasar Term 14 Memahami proses Transaksi Keuangan di Restoran.pptx von
Tata Hidang Dasar  Term 14 Memahami proses Transaksi Keuangan di Restoran.pptxTata Hidang Dasar  Term 14 Memahami proses Transaksi Keuangan di Restoran.pptx
Tata Hidang Dasar Term 14 Memahami proses Transaksi Keuangan di Restoran.pptxHospitality Industry
7 views17 Folien
Tata Hidang Dasar Term 13 Memahami Tentang Pelayanan Bar.pptx von
Tata Hidang Dasar  Term 13 Memahami Tentang Pelayanan Bar.pptxTata Hidang Dasar  Term 13 Memahami Tentang Pelayanan Bar.pptx
Tata Hidang Dasar Term 13 Memahami Tentang Pelayanan Bar.pptxHospitality Industry
11 views22 Folien
Tata Hidang Dasar Term 12 Pelayanan meeting room (Banquet).pptx von
Tata Hidang Dasar  Term 12  Pelayanan meeting room (Banquet).pptxTata Hidang Dasar  Term 12  Pelayanan meeting room (Banquet).pptx
Tata Hidang Dasar Term 12 Pelayanan meeting room (Banquet).pptxHospitality Industry
9 views17 Folien
Tata Hidang Dasar Term 11 Pelayanan Room Service Order Taker.pptx von
Tata Hidang Dasar  Term 11 Pelayanan Room Service Order Taker.pptxTata Hidang Dasar  Term 11 Pelayanan Room Service Order Taker.pptx
Tata Hidang Dasar Term 11 Pelayanan Room Service Order Taker.pptxHospitality Industry
11 views24 Folien
Tata Hidang Dasar Term 10 Menerapkan pelayanan 2.pptx von
Tata Hidang Dasar  Term 10  Menerapkan pelayanan 2.pptxTata Hidang Dasar  Term 10  Menerapkan pelayanan 2.pptx
Tata Hidang Dasar Term 10 Menerapkan pelayanan 2.pptxHospitality Industry
16 views27 Folien
Tata Hidang Dasar Term 9 Menerapkan pelayanan 1.pptx von
Tata Hidang Dasar  Term 9 Menerapkan pelayanan 1.pptxTata Hidang Dasar  Term 9 Menerapkan pelayanan 1.pptx
Tata Hidang Dasar Term 9 Menerapkan pelayanan 1.pptxHospitality Industry
9 views19 Folien

Más de Hospitality Industry(20)

Tata Hidang Dasar Term 14 Memahami proses Transaksi Keuangan di Restoran.pptx von Hospitality Industry
Tata Hidang Dasar  Term 14 Memahami proses Transaksi Keuangan di Restoran.pptxTata Hidang Dasar  Term 14 Memahami proses Transaksi Keuangan di Restoran.pptx
Tata Hidang Dasar Term 14 Memahami proses Transaksi Keuangan di Restoran.pptx
Tata Hidang Dasar Term 13 Memahami Tentang Pelayanan Bar.pptx von Hospitality Industry
Tata Hidang Dasar  Term 13 Memahami Tentang Pelayanan Bar.pptxTata Hidang Dasar  Term 13 Memahami Tentang Pelayanan Bar.pptx
Tata Hidang Dasar Term 13 Memahami Tentang Pelayanan Bar.pptx
Tata Hidang Dasar Term 12 Pelayanan meeting room (Banquet).pptx von Hospitality Industry
Tata Hidang Dasar  Term 12  Pelayanan meeting room (Banquet).pptxTata Hidang Dasar  Term 12  Pelayanan meeting room (Banquet).pptx
Tata Hidang Dasar Term 12 Pelayanan meeting room (Banquet).pptx
Tata Hidang Dasar Term 11 Pelayanan Room Service Order Taker.pptx von Hospitality Industry
Tata Hidang Dasar  Term 11 Pelayanan Room Service Order Taker.pptxTata Hidang Dasar  Term 11 Pelayanan Room Service Order Taker.pptx
Tata Hidang Dasar Term 11 Pelayanan Room Service Order Taker.pptx
Tata Hidang Dasar Term 7 Menyiapkan area restoran Part 2.pptx von Hospitality Industry
Tata Hidang Dasar  Term 7  Menyiapkan area restoran Part 2.pptxTata Hidang Dasar  Term 7  Menyiapkan area restoran Part 2.pptx
Tata Hidang Dasar Term 7 Menyiapkan area restoran Part 2.pptx
Tata Hidang Dasar Term 6 Menyiapkan area restoran, 1.pptx von Hospitality Industry
Tata Hidang Dasar  Term 6  Menyiapkan area restoran, 1.pptxTata Hidang Dasar  Term 6  Menyiapkan area restoran, 1.pptx
Tata Hidang Dasar Term 6 Menyiapkan area restoran, 1.pptx
Tata Hidang Dasar Term 5 Memahami tentang menyiapkan menu hidangan 3.pptx von Hospitality Industry
Tata Hidang Dasar  Term 5  Memahami tentang menyiapkan menu hidangan 3.pptxTata Hidang Dasar  Term 5  Memahami tentang menyiapkan menu hidangan 3.pptx
Tata Hidang Dasar Term 5 Memahami tentang menyiapkan menu hidangan 3.pptx
Tata Hidang Dasar Term 4 Memahami tentang menyiapkan menu hidangan 2 - Copy... von Hospitality Industry
Tata Hidang Dasar  Term 4  Memahami tentang menyiapkan menu hidangan 2 - Copy...Tata Hidang Dasar  Term 4  Memahami tentang menyiapkan menu hidangan 2 - Copy...
Tata Hidang Dasar Term 4 Memahami tentang menyiapkan menu hidangan 2 - Copy...
Tata Hidang Dasar Term 3 Memahami tentang menyiapkan menu hidangan 1.pptx von Hospitality Industry
Tata Hidang Dasar  Term 3  Memahami tentang menyiapkan menu hidangan 1.pptxTata Hidang Dasar  Term 3  Memahami tentang menyiapkan menu hidangan 1.pptx
Tata Hidang Dasar Term 3 Memahami tentang menyiapkan menu hidangan 1.pptx
Term 16 Tugas UAS Rev UBD EVENT MANAGEMENT by Saeful Anwar.pdf von Hospitality Industry
Term 16 Tugas UAS Rev UBD EVENT MANAGEMENT by Saeful Anwar.pdfTerm 16 Tugas UAS Rev UBD EVENT MANAGEMENT by Saeful Anwar.pdf
Term 16 Tugas UAS Rev UBD EVENT MANAGEMENT by Saeful Anwar.pdf
Supervisi Hospitality term-15 Memahami tentang Supervisor dengan Multi skill.... von Hospitality Industry
Supervisi Hospitality term-15 Memahami tentang Supervisor dengan Multi skill....Supervisi Hospitality term-15 Memahami tentang Supervisor dengan Multi skill....
Supervisi Hospitality term-15 Memahami tentang Supervisor dengan Multi skill....

Último

surat lamaran pld tahun 2023.docx von
surat lamaran pld tahun 2023.docxsurat lamaran pld tahun 2023.docx
surat lamaran pld tahun 2023.docxAnggunPermatasari25
12 views1 Folie
Perhitungan OEE (Overall Equipment Effectiveness) _Training "TOTAL PRODUCTIV... von
Perhitungan  OEE (Overall Equipment Effectiveness) _Training "TOTAL PRODUCTIV...Perhitungan  OEE (Overall Equipment Effectiveness) _Training "TOTAL PRODUCTIV...
Perhitungan OEE (Overall Equipment Effectiveness) _Training "TOTAL PRODUCTIV...Kanaidi ken
11 views30 Folien
MEDIA INTERAKTIF.pptx von
MEDIA INTERAKTIF.pptxMEDIA INTERAKTIF.pptx
MEDIA INTERAKTIF.pptxJUMADAPUTRA
11 views73 Folien
SK TPPK paud 2023.pdf von
SK TPPK paud 2023.pdfSK TPPK paud 2023.pdf
SK TPPK paud 2023.pdfKomalasari96
69 views3 Folien
Materi Latihan dasar Kepemimpinan (LDK )SMESTA (1).pptx von
Materi Latihan dasar Kepemimpinan (LDK )SMESTA (1).pptxMateri Latihan dasar Kepemimpinan (LDK )SMESTA (1).pptx
Materi Latihan dasar Kepemimpinan (LDK )SMESTA (1).pptxSupriyadiSupriyadi54
24 views4 Folien
MPI K.9 MANAJEMEN KONFLIK.pptx von
MPI K.9 MANAJEMEN KONFLIK.pptxMPI K.9 MANAJEMEN KONFLIK.pptx
MPI K.9 MANAJEMEN KONFLIK.pptxNajwaAuliaSyihab
23 views12 Folien

Último(20)

Perhitungan OEE (Overall Equipment Effectiveness) _Training "TOTAL PRODUCTIV... von Kanaidi ken
Perhitungan  OEE (Overall Equipment Effectiveness) _Training "TOTAL PRODUCTIV...Perhitungan  OEE (Overall Equipment Effectiveness) _Training "TOTAL PRODUCTIV...
Perhitungan OEE (Overall Equipment Effectiveness) _Training "TOTAL PRODUCTIV...
Kanaidi ken11 views
MEDIA INTERAKTIF.pptx von JUMADAPUTRA
MEDIA INTERAKTIF.pptxMEDIA INTERAKTIF.pptx
MEDIA INTERAKTIF.pptx
JUMADAPUTRA11 views
Menyambut Usia Baligh Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka von ahmadmistari
Menyambut Usia Baligh Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka Menyambut Usia Baligh Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka
Menyambut Usia Baligh Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka
ahmadmistari48 views
Capacity Building Kekerasan Seksual dan Peranan kampus.pdf von Irawan Setyabudi
Capacity Building Kekerasan Seksual dan Peranan kampus.pdfCapacity Building Kekerasan Seksual dan Peranan kampus.pdf
Capacity Building Kekerasan Seksual dan Peranan kampus.pdf
Irawan Setyabudi26 views
LAPORAN BEST PRACTICE ok.pdf von AdeSuryadi21
LAPORAN BEST PRACTICE ok.pdfLAPORAN BEST PRACTICE ok.pdf
LAPORAN BEST PRACTICE ok.pdf
AdeSuryadi2113 views
Pengisian Dokumen SIMKATMAWA UMAHA 2023.pptx von Khoirul Ngibad
Pengisian Dokumen SIMKATMAWA UMAHA 2023.pptxPengisian Dokumen SIMKATMAWA UMAHA 2023.pptx
Pengisian Dokumen SIMKATMAWA UMAHA 2023.pptx
Khoirul Ngibad12 views
LATIHAN7_RENATA ROSERIA SARAGIH_E1G022041.pptx von RenataRoseria
LATIHAN7_RENATA ROSERIA SARAGIH_E1G022041.pptxLATIHAN7_RENATA ROSERIA SARAGIH_E1G022041.pptx
LATIHAN7_RENATA ROSERIA SARAGIH_E1G022041.pptx
RenataRoseria18 views
Motivasi Meningkatkan Diri von KemindoGroup
Motivasi Meningkatkan DiriMotivasi Meningkatkan Diri
Motivasi Meningkatkan Diri
KemindoGroup13 views
Materi Hijrah Nabi Muhammad ke Madinah Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka.pptx von ahmadmistari
Materi Hijrah Nabi Muhammad ke Madinah Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka.pptxMateri Hijrah Nabi Muhammad ke Madinah Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka.pptx
Materi Hijrah Nabi Muhammad ke Madinah Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka.pptx
ahmadmistari93 views
Link MATERI & RENCANA Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)". von Kanaidi ken
Link MATERI & RENCANA Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".Link MATERI & RENCANA Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".
Link MATERI & RENCANA Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".
Kanaidi ken16 views
LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi .docx von randalesmana
LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi .docxLK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi .docx
LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi .docx
randalesmana16 views
Latihan 7_M.Ilham Raditya_E1G020017..pptx von MIlhamRaditya
Latihan 7_M.Ilham Raditya_E1G020017..pptxLatihan 7_M.Ilham Raditya_E1G020017..pptx
Latihan 7_M.Ilham Raditya_E1G020017..pptx
MIlhamRaditya33 views

Supervisi Hospitality term-7 Peran Supervisor dalam memberikan Motivasi.pptx

  • 1. Supervisi di Hospitality Industry Compiled by Saeful Anwar Term -7 Peran Supervisor dalam memberikan Motivasi
  • 2. MATERI PEMBELAJARAN  Memotivasi pekerja  Teori Kebutuhan  Meningkatkan Produksi dan hubungan antar pekerja
  • 4. Peran dan tugas SUPERVISOR Secara sederhana, peran dan tugas supervisor adalah mengawasi dan membimbing kinerja karyawan sehari- hari. Supervisor juga bisa saja bertugas mengelola tim, shift atau seluruh departemen, bergantung pada perusahaan itu sendiri. Namun lebih spesifik, peran dan tugas dari seorang supervisor adalah bertanggung jawab atas proses perencanaan hingga hasil akhir tercapainya tujuan tim atau perusahaan.
  • 5. Kompetensi Supervisor  Perencanaan dan pengorganisasian. Berkaitan dengan perannya dalam merancang dan membagi jadwal dan pekerjaan karyawan.  Kepemimpinan dan bimbingan. Supervisor membimbing dan memimpin karyawan yang ada di bawahnya untuk melakukan yang terbaik demi mencapai target.  Motivasi. Supervisor memainkan peran penting dalam memotivasi karyawan misalnya dengan memberikan insentif pada pekerja dengan kinerja baik.  Penyedia. Supervisor mengatur sumber daya fisik yang menunjang kebutuhan pekerja, misalnya penyediaan tempat duduk, fasilitas air, penerangan, dan sarana prasana yang layak.  Kontrol. Fungsi ini melibatkan tanggung jawab untuk memantau kinerja, memeriksa perkembangan pekerjaan, mencari tahu penyimpangan dan membuat solusi.  Penghubung. Supervisor menjadi penghubung antara manajemen dan pekerja. Dia mengkomunikasikan kebijakan manajemen pada pekerja dan memberi instruksi atas nama manajemen. Di sisi lain ia harus mengenal pekerja untuk mengetahui masalah, keluhan dan saran mereka untuk kemudian dilanjutkan kepada manajemen.
  • 6. Lima fungsi supervisor Menurut Eddi Susanto (www.pqm. co. id, 24 Juli 2006) mengatakan bahwa ada lima fungsi supervisor, yaitu: 1. Memberikan kejelasan mengenai tujuan yang ingin dicapai 2. Membangkitkan semangat dari para anggotanya 3. Mengembangan suasana kerjasama 4. Membuat kemampuan anggotanya berkembang sehingga dapat menjalankan perannya dengan baik 5. Menciptakan kemampuan kelompok untuk melakukan evaluasi secara berkala mengenai kinerja unit kerjanya serta mengambil tindakantindakan untuk memperbaiki kinerja unit kerjanya.
  • 7. Peran Motivasi 1. Memberikan kejelasan mengenai tujuan bersama yang ingin dicapai Supervisor sebagai pemimpin di tempat kerja adalah memberikan kejelasan mengenai tujuan bersama yang ingin dicapai. Hal ini biasanya diwujudkan dalam bentuk target-target kerja dan target suasana kerja yang ingin dicapai. Terkait dengan tujuan bersama ini, yang tidak kalah pentingnya adalah membuat aturan main bersama yang didasari tujuan bersama. Namun pada umumnya supervisor sering melupakan aspek target suasana kerja yang ingin diciptakannya. Misalnya: ingin menjadi tempat kerja yang menyenangkan dan saling menghargai sesama anggota. Target suasana kerja ini dapat memberikan rasa memiliki dari para anggotannya.
  • 8. Peran Motivasi 2. Membangkitkan semangat dari para anggotanya Supervisor sebagai pemimpin di tempat kerja adalah membangkitkan semangat dari para anggotanya. Semagat muncul dengan adanya kesepakatan dan merasa dapat mengendalikan situasinya. Hal ini biasanya dapat dilakukan oleh supervisor dengan cara mengkomunikasikan tujuan bersama kepada para anggotannya baik secara kelompok maupun perorangan. Komunikasi dua arah merupakan kunci sukses dalam menjalankan fungsi ini. dengan komunikasi dua arah para supervisor dapat memahami situasi anggotanya sekaligus mendapatkan pemahaman untuk memberikan pengaruh.
  • 9. Peran Motivasi 3. Mengembangkan suasana kerjasama Suasana kerjasama ini akan terbentuk jika para anggotanya ada rasa saling menghargai. Sikap saling menghargai inilah yang harus ditekankan oleh para supervisor. Dalam hal ini supervisor perlu memberikan contoh. Penghargaan seseorang supervisor dapat dilihat dari cara dia melibatkan dan mendengarkan pendapat orang lain.
  • 10. Peran Motivasi 4. Membuat kemampuan anggotanya berkembang sehingga dapat menjalankan perannya dengan baik Hal ini dapat dilakukan dengan mengamati perkembangan setiap anggotanya masing-masing. Dengan pengamatan ini, supervisor dapat memberikan umpan balik terhadap kekuatan atau kelebihan anggota serta hal-hal yang perlu diperbaikinya.
  • 11. Peran Motivasi 5. Menciptakan kemampuan kelompok untuk melakukan evaluasi secara berkala mengenai kinerja unit kerjanya serta mengambil tindakan-tindakan untuk memperbaiki kinerja unit kerjanya.
  • 13. 7 Teori Kepemimpinan 1. Teori Kontingensi Teori ini mengusulkan bahwa tidak ada satu cara atau gaya kepemimpinan yang dapat diterapkan pada semua situasi. Dengan kata lain, ia mengakui bahwa mungkin ada variabel yang memengaruhi situasi tertentu, dan seorang pemimpin harus memilih tindakan yang tepat, dengan mempertimbangkan variabel tersebut. Dalam hal ini, peneliti kepemimpinan White dan Hodgson menyatakan, “Kepemimpinan yang efektif adalah tentang menemukan keseimbangan yang tepat antara kebutuhan, konteks, dan perilaku.” Pemimpin terbaik tidak hanya memiliki sifat yang benar tetapi juga kemampuan untuk menilai kebutuhan pengikutnya, menganalisis situasi yang dihadapi, dan bertindak sesuai dengan itu.
  • 14. 7 Teori Kepemimpinan 2. Teori Kepemimpinan Situasional Seperti Teori Kontingensi, Teori Situasi menekankan pentingnya variabel situasional dan tidak menganggap gaya kepemimpinan siapa pun lebih baik daripada yang lain. Dinyatakan oleh profesor AS, Paul Hersey dan guru kepemimpinan, Ken Blanchard, teori situasional adalah kombinasi dari dua faktor – gaya kepemimpinan dan tingkat kedewasaan para pengikut. Menurut teori ini, situasi yang berbeda menuntut gaya kepemimpinan dan pengambilan keputusan yang berbeda. Pemimpin harus bertindak dengan menilai situasi yang mereka hadapi.
  • 15. 7 Teori Kepemimpinan 3. Teori Kepemimpinan Transformasional Teori Kepemimpinan Transformasional, juga dikenal sebagai teori Hubungan, berfokus pada hubungan antara pemimpin dan pengikut. Teori ini berbicara tentang jenis pemimpin yang inspiratif dan karismatik, mendorong pengikut mereka untuk berubah dan menjadi lebih baik dalam suatu tugas. Pemimpin transformasional biasanya termotivasi oleh kemampuan mereka untuk menunjukkan kepada pengikut mereka pentingnya tugas dan kebaikan yang lebih tinggi yang terlibat dalam melaksanakannya.
  • 16. 7 Teori Kepemimpinan 4. Teori Transaksional Teori Transaksional, juga disebut sebagai teori Manajemen atau teori pertukaran kepemimpinan, berkisar pada peran pengawasan, organisasi, dan kerja tim. Teori-teori ini menganggap penghargaan dan hukuman sebagai dasar tindakan kepemimpinan. Ini adalah salah satu teori yang sering digunakan dalam bisnis, dan pendukung gaya kepemimpinan ini menggunakan penghargaan dan hukuman untuk memotivasi karyawan.
  • 17. 7 Teori Kepemimpinan 5. Teori Perilaku Dalam Teori Perilaku, penekanan bergeser dari sifat atau kualitas pemimpin ke perilaku dan tindakan mereka. Berbeda dengan Teori Manusia Hebat dan pendekatan sifat pada kepemimpinan, teori ini menganggap kepemimpinan yang efektif sebagai hasil dari banyak keterampilan yang dipelajari atau diperoleh. Ini mengusulkan agar seorang individu dapat belajar menjadi pemimpin yang baik. Ini adalah salah satu teori kepemimpinan terbaik.
  • 18. 7 Teori Kepemimpinan 6. Teori Kepemimpinan Orang Hebat Ini adalah salah satu teori kepemimpinan paling awal dan didasarkan pada asumsi bahwa kepemimpinan adalah fenomena bawaan dan bahwa para pemimpin “dilahirkan” daripada “dibuat”. Menurut teori ini, seseorang yang mampu memimpin memiliki ciri-ciri kepribadian seorang pemimpin – pesona, kepercayaan diri, kecerdasan, keterampilan komunikasi, dan bakat sosial – sejak lahir, yang membedakan mereka. Teori ini menekankan kepemimpinan sebagai kualitas yang Anda miliki atau tidak Anda miliki; itu bukanlah sesuatu yang bisa Anda pelajari.
  • 19. 7 Teori Kepemimpinan 7. Teori Sifat Kepemimpinan Teori ini mengikuti jejak teori Manusia Hebat dengan asumsi bahwa pemimpin dilahirkan dengan sifat-sifat yang membuat mereka lebih cocok untuk peran seorang pemimpin daripada orang lain yang tidak memiliki sifat-sifat alami itu. Dengan demikian, teori tersebut menunjukkan kualitas tertentu seperti kecerdasan, akuntabilitas, rasa tanggung jawab, dan kreativitas, yang memungkinkan seseorang unggul dalam kepemimpinan. Salah satu kelemahan utama dalam pendekatan sifat kepemimpinan adalah bahwa pendekatan tersebut tidak menawarkan daftar sifat-sifat kepemimpinan yang konklusif.
  • 21. Pengertian Produktivitas Pengertian produktivitas sebenarnya menyangkut aspek luas yaitu modal (termasuk lahan), biaya, tenaga kerja, energi, alat dan teknologi. Menurut Faustino Cardoso Gomes (1997: 159) “Secara umum produktivitas menunjukkan rasio output terhadap input, output biasa terdiri dari penjualan (sales), biaya produksi (product cost) dan biaya peralatan (equipment cost)”. Dengan demikian, produktivitas merupakan perbandingan terbaik yang diharapkan oleh perusahaan yaitu antara masukan (input) yang digunakan dengan keluaran (output) yang dihasilkan
  • 22. Pengertian Produktivitas Menurut Kisdarto Atmosoeprapto (2001: 1) secara umum, produktivitas merupakan perbandingan antara keluaran (output) yang dicapai dengan masukan (input) yang diberikan. Produktivitas juga merupakan hasil dari efisiensi pengelolaan hasil dan efektivitas pencapaian sasaran. Efektivitas dan efisiensi yang tinggi akan menghasilkan produktivitas yang tinggi.
  • 23. Pengertian Produktivitas Menurut Hadari Nawawi dan Murtini Hadari (1990: 97) bahwa “Produktivitas kerja adalah perbandingan terbaik antara hasil yang diperoleh (output) dengan jumlah sumber kerja yang dipergunakan (input). Produktivitas dikatakan tinggi jika hasil yang diperoleh lebih besar daripada sumber kerja yang digunakan, sebaliknya produktivitas dikatakan rendah jika hasil yang diperoleh lebih kecil daripada sumber kerja yang digunakan”.
  • 24. Faktor2 yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja Menurut Faustino Carsodo Gomes (1997: 160) faktor- faktor yang mempengaruhi produktivitas adalah : 1) Knowledge 2) Skills 3) Ability 4) Attitudes dan 5) Behaviours
  • 25. Faktor2 yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja Menurut Balai Pengembangan Produktivitas Daerah yang dikutip oleh Hisein Umar (2001: 11) ada 6 faktor yang menentukan produktivitas tenaga kerja, yaitu : 1) Sikap kerja 2) Tingkat keterampilan 3) Hubungan antara tenaga kerja dengan pimpinan 4) Manajemen produktivitas 5) Efisiensi tenaga kerja 6) Kewiraswastaan
  • 26. Faktor2 yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja Taliziduhu Ndraha (1999: 45) mengemukakan bahwa ada tiga faktor yang mempengaruhi produktivitas yaitu : 1) Kualitas dan kemampuan fisik karyawan 2) Sarana pendukung 3) Supra sarana
  • 27. Referensi 1. https://www.ekrut.com/media/tugas-supervisor 2. Fitri Yuliati, Peran supervisor dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan bagian produksi di PT Sari Warna Asli III Karanganyar tahun 2006 , library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id.