Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

Okulasi Kakao

3.501 Aufrufe

Veröffentlicht am

  • Als Erste(r) kommentieren

Okulasi Kakao

  1. 1. PERBANYAKANTANAMAN KAKAODENGAN OKULASI Ferry alkadrie & Fikriyadi
  2. 2. PENDAHULUANKakao merupakan salah satu komoditasandalan perkebunan yang peranannyacukup penting bagi perekonomiannasional, khususnya sebagai penyedialapangan kerja, sumber pendapatan dandevisa negara.Kakao termasuk tanaman perkebunanberumur tahunan. Tanaman tahunan inidapat mulai berproduksi pada umur 3-4tahun .
  3. 3. Sistematika Tanaman KakaoMenurut Tjitrosoepomo (1988) sistematika tanamankakao ialah sebagai berikut :Divisi : SpermatophytaAnak divisi : AngioospermaeKelas : DicotyledoneaeAnak kelas : DialypetalaeBangsa : MalvalesSuku : SterculiaceaeMarga : TheobromaJenis : Theobroma cacao L
  4. 4. Syarat TumbuhDi daerah tempat asalnya (Amerika Selatan), tanaman kakao tumbuhsubur di hutan-hutan dataran rendah dan hidup dibawah naungan pohon-pohon yang tinggi. Kesuburan tanah, kelembaban udara, suhu dan curahhujan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan tanaman kakao. Susanto(1994) mengatakan bahwa kakao mempunyai persyaratan tumbuhsebagai berikut :curah hujan 1.600 – 3.000 mm tahun atau rata-rata optimalnya 1.500 mmtahun yang terbagi merata sepanjang tahun (tidak ada bulan kering), garislintang 20 LS samapai 20 LU, tinggi tempat 0 s/d 600 m dpl, suhuyang terbaik 24 C s/d 28 C dan angin yang kuat (lebih dari 10 m detik)berpengaruh jelek terhadap tanaman kakao. Kecepatan angin yang baikbagi tanaman kakao adalah 2-5 m detik karena dapat membantupenyerbukan, kemiringan tanah kurang dari 45% dan tekstur tanah terdiridari 50% pasir, 10% - 20% debu dan 30% - 40% lempung. Teksturtanah yang cocok bagi tanaman kakao adalah tanah liat berpasir danlempung liat berpasir.
  5. 5. TAHAP-TAHAP OKULASI• Menyiapkan Batang BawahKulit kayu ditoreh dari atas, lebar 1,5cm panjang sekitar 5 cm. Kulit kayuini disayat dengan sudut 45ᴼ Caranya, .kulit ditekan pada pisau dengan jaritelunjuk sambil ditarik ke atas sampaiujung torehan.
  6. 6. Lanjutan.•Menyiapkan Mata OkulasiDibuat sayatan dari atas ke bawah danbuat potongan mata okulasi denganpanjang sekitar 4 cm dan lebar 1,5cm.
  7. 7. Lanjutan..•Menempelkan Mata OkulasiLidah kulit batang bawah diangkat, kemudian mata tunasdisisipkan ke dalamnya. Harus diusahakan tepi mata tunasbersinggungan dengan tepi kulit batang bawah. Selanjutnyalidah kulit ditutupkan ke mata-mata tunas dan diikat.Pengikatan dari bawah ke atas membentuk susunan sepertigenteng. Arah bukaan kulit batang bawah bisa dari atas kebawah, tetapi risikonya jika pengikatan tidak rapat, mata tunassering busuk karena tergenang air hujan.
  8. 8. PENGAMATANPengamatan terhadap hasil okulasiialah dengan cara membukatali, mengangkat lidah kulit bawahtanah, dan menusukkan pisau ataukuku ke kulit mata okulasi, jikamata okulasi masih berwarna hijauberarti okulasi jadi, tetapi jikaberwarna cokelat berarti okulasigagal.
  9. 9. HASIL AKHIRSetelah mata okulasi kelihatanmembesar (metir), batang bawahdilengkungkan dengan caramenyayat batangnya di atastempelan. Bentuk pemeliharanyang diperlukan adalah membuangtunas-tunas yang tumbuh selaintunas mata okulasi, melindungitunas baru dari hama dan penyakit,serta melakukan penyiraman danpemupukkan.
  10. 10. KesimpulanPerbanyakan vegetatif akan menghasilkantanaman yang secara genetis sama denganinduknya sehingga akan diperoleh tanamankakao yang produktivitas serta kualitasnyaseragam. Karena itu, penggunaan bahantanam vegetatif yang berasal dari klon-klon kakao yang sudah terujikeunggulannya akan lebih menjaminproduktivitas dan kualitas biji kakao yangdihasilkan.
  11. 11. DAFTAR PUSTAKAAnonimus, 2004, Kakao (theobroma cacao L), Direktorat Jenderal Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Departemen Pertanian RI.Tjitrosoepomo, Gembong, 1988, Taksonomi Tumbuhan (Spermathopyta), Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.Tumpal H.S. Siregar dkk, 2006, Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran Coklat, Penebar Swadaya Jakarta.
  12. 12. TERIMAKASIH

×