Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.
PHARMACON        Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493  ANALISIS ASAM RETINOAT PADA ...
PHARMACON        Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493PENDAHULUAN                   ...
PHARMACON        Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493sudah mewakili populasi sampel...
PHARMACON       Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493turut 1 mL, 2 mL, 3 mL, 4 mL da...
PHARMACON       Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493Analisis Kuantitatif Asam Retin...
PHARMACON         Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493menempati pusat-pusat serapan...
PHARMACON         Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493pada sampel E sebesar 0,014% ...
Filename:               1Directory:              G:jurnal pharmaconpharmacon ed.3terbitTemplate:               C:Documents...
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

879 1744-1-sm

2.367 Aufrufe

Veröffentlicht am

  • Als Erste(r) kommentieren

879 1744-1-sm

  1. 1. PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493 ANALISIS ASAM RETINOAT PADA KOSMETIK KRIM PEMUTIH YANG BEREDAR DI PASARAN KOTA MANADO Siti Suhartini, Fatimawali, Gayatri Citraningtyas Program Studi Farmasi, FMIPA UNSRAT Manado ABSTRACTCosmetic whitening is a cosmetic that contains the active ingredient intended to bleach andbrighten the skin or whiten the skin. Retinoic acid is used in whitening creams but isprohibited because it can cause dry skin, burning, and teratogenic (defects in the fetus). Thepurpose of this study was to determine whether whitening creams circulating in the city ofManado contains retinoic acid and to determine the levels of retinoic acid whitening creamfound on the face. The samples studied were lightening cream sample A, sample B, sampleC, sample D and sample E. The qualitative identification of retinoic acid have been done withThin Layer Chromatocraphy (TLC) it has been given the dark blood if seen in UV spectrum254 nm. Quantitative analysis was done by UV spectrophotometric maximum wavelength of352 nm. The results indicated that three of sample contaided retinoic acid. Retinoic acidconcentration in sample C was 0,021%, sample D was 0,026%, sample E was 0,016% andproduct retinoic acid cream (Vitacid) was 0,053%.Key words : Retinoic acid, Cosmetic whitening, Thin Layer Chromatocraphy (TLC), UV spectrophotometric. ABSTRAKKosmetika pemutih adalah kosmetika yang mengandung bahan aktif pemutih danpenggunaannya bertujuan untuk mencerahkan kulit atau memutihkan kulit. Asam retinoatdilarang digunakan dalam krim pemutih karena dapat menyebabkan kulit kering, rasaterbakar, dan teratogenik (cacat pada janin). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuiapakah krim pemutih yang beredar di wilayah kota Manado mengandung asam retinoat danuntuk mengetahui kadar asam retinoat yang terdapat pada krim pemutih wajah tersebut.Sampel krim pemutih yang diteliti adalah sampel A, sampel B, sampel C, sampel D dansampel E. Pemeriksaan kualitatif asam retinoat dilakukan dengan kromatografi lapis tipis(KLT) yang menghasilkan noda bercak gelap jika dilihat di bawah sinar UV 254 nm.Penetapan kadar dilakukan secara spektrofotometri UV pada panjang gelombang 352 nm.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pemeriksaan kualitatif terdapat 3 sampel yangmengandung asam retinoat. Kadar asam retinoat pada sampel yang diperiksa adalah 0,021%untuk sampel C, 0,026% untuk sampel D, 0,016% untuk sampel E dan 0,053% untuk sampelpembanding (Vitacid).Kata kunci : Asam retinoat, Kosmetika Pemutih, Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Spektrofotometri UV 1
  2. 2. PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493PENDAHULUAN hidroquinon, asam retinoat dan zat warna Kosmetika merupakan suatu sintetis seperti Rhodamin B dan Merahkomponen sandang yang sangat penting K3. Bahan-bahan ini sebetulnya telahperanannya dalam kehidupan masyarakat, dilarang penggunaannya sejak tahun 1998dimana masyarakat tertentu sangat melalui Peraturan Menteri Kesehatan RIbergantung pada sediaan kosmetika pada No. 445/MENKES/PER/V/1998. Sejauhsetiap kesempatan. Di pasaran pada ini bahan-bahan kimia tersebut belumumumnya, banyak beredar sediaan tergantikan dengan bahan-bahan lainnyakosmetika yang berperan untuk keindahan yang bersifat alami (BPOM RI, 2008).kulit wajah. Dalam perkembangan Asam Retinoat di label produk kadangselanjutnya, suatu sediaan kosmetika akan ditulis sebagai tretinoin. Asam retinoat iniditambahkan suatu zat ikutan atau dapat menyebabkan kulit kering, rasatambahan yang akan menambah nilai terbakar, dan teratogenik (cacat padaartistik dan daya jual produknya, salah janin). Asam retinoat adalah bentuk asamsatunya dengan penambahan bahan dan bentuk aktif dari vitamin A (retinol).pemutih (Widana dan Yuningrat, 2007). Disebut juga tretinoin. Asam retinoat ini Kosmetik telah menjadi sebuah lahan sering dipakai sebagai bentuk sediaanperdagangan yang mempunyai omzet yang vitamin A topikal, yang hanya dapatmemuaskan. Kosmetik sendiri sudah diperoleh dengan resep dokter. Bahan inimenjadi bagian kebutuhan primer sering dipakai pada preparat untuk kulitkebanyakan masyarakat. Banyak dari para terutama untuk pengobatan jerawat, danprodusen yang tidak mementingkan sekarang banyak dipakai untuk mengatasikesehatan para konsumen dengan kerusakan kulit akibat paparan sinarmengesampingkan kualitas. Artinya, matahari (sundamage) dan untuk pemutihbanyak produk yang kini beredar di (Andriyani, 2011).pasaran mengandung beberapa zat yang Menyadari hal tersebut, bahwa asamtidak memenuhi syarat kelayakan retinoat dapat membahayakan parapemakaian (Azhara dan Khasanah, 2011). konsumen, maka penulis ingin melakukan Produk pemutih kulit sendiri terbagi analisis asam retinoat dalam krim pemutihmenjadi 3 golongan yaitu kosmetik, wajah secara kromatografi lapis tipis dankosmetisikal, dan kosmetomedik. spektrofotometri UV-Vis, karena metodeGolongan pertama disebut kosmetik, tersebut sederhana dan juga memilikijika produk itu mempengaruhi fisiologi tingkat ketelitian yang baik.kulit dan dapat dibeli secara bebas,contohnya sabun. Golongan kedua disebut METODOLOGIkosmetisikal, jika produk itu Bahanmempengaruhi fisiologi kulit tapi masih Semua bahan yang digunakan dalamboleh dibeli secara bebas-terbatas tanpa penelitian ini adalah Metanol, Asam asetatharus memakai resep dokter, contohnya glasial, Aseton, Etanol p.a, n-heksan,produk yang mengandung alpha hydroxy Asam retinoat, dan Sampel krim pemutih.acid (AHA), asam glikolat, arbutin dan Sampel yang digunakan adalah krimhidrokuinon. Golongan ketiga disebut pemutih yang terdapat di pasaran kotakosmetomedik, produk-produk ini Manado. Pengambilan sampel secara acakmempengaruhi fisiologi kulit dan hanya didasarkan pada produk krim pemutihboleh dibeli dengan resep dokter, import, yang pada kemasannyacontohnya hidrokuinon diatas 2% dan menggunakan bahasa selain Bahasaasam retinoat (Andriyani, 2011). Indonesia, tidak memiliki nomor batch Dalam beberapa kosmetik dapat serta tidak mencantumkan nomor izinditemukan berbagai bahan kimia yang edar. Pengambilan sampel didasarkan atasberbahaya bagi kulit, seperti merkuri, pertimbangan bahwa sampel yang diambil 2
  3. 3. PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493sudah mewakili populasi sampel yang dengan fase gerak sistem A berupa n-beredar. Sampel krim pemutih kemudian heksan – asam asetat glasial 0,33% dalamdiambil sebanyak 5 merek sampel yaitu etanol p.a (9:1) dan sistem B berupa n-sampel A, sampel B, sampel C, sampel D, heksan – aseton (6:4). Dibiarkan fasadan sampel E. bergerak naik sampai mendekati batas elusi. Kemudian lempeng KLT diangkatAlat dan dibiarkan kering diudara. Diamati di Alat-alat yang digunakan dalam bawah sinar UV254 berfluoresensipenelitian ini adalah Erlenmeyer, Gelas memberikan bercak gelap, menunjukkankimia, Labu takar, Corong, Pipet volume, adanya asam retinoat (BPOM, 2011).Pipet tetes, Pipa kapiler, Batang pengaduk,Kertas saring Whatman No.41, Aluminium Penyarian Asam Retinoatfoil, Timbangan analitik, Lampu UV254, Ditimbang lebih kurang 20 g sampelBejana Kromatografi, Lempeng KLT pembanding (Vitacid), dimasukkansilika gel 60F254 siap pakai (20 cm x 20 kedalam gelas kimia, bungkus dengancm, tebal 0,25mm), Spektrofotometer UV- aluminium foil, tambahkan 50 mL metanolVis, kuvet. dan kocok hingga homogen. Dinginkan dalam es selama 15 menit dan saringProsedur Penelitian melalui kertas saring Whatman No.41. Filtrat dibiarkan pada suhu ruang selamaPembuatan Larutan Pembanding dan 16 jam (Ditjen POM, 1995).Larutan Uji Timbang lebih kurang 3 g sampelpembanding dan sampel uji, masukkan Pembuatan Larutan Asam Retinoatkedalam gelas kimia, bungkus dengan 1000 ppm Ditimbang lebih kurang 0,01 g Asamaluminium foil, tambahkan 10 mL metanol retinoat, dimasukkan kedalam gelas kimia,dan kocok hingga homogen. Dinginkan kemudian dilarutkan dan diencerkandalam es selama 15 menit dan saring dengan 10 mL metanol.melalui kertas saring Whatman No.41. Pembuatan Larutan Asam Retinoat 500Pembuatan Larutan PengembangSistem A: campuran n-heksan – asam ppm Diambil 25 mL larutan asam retinoat asetat glasial 0,33% dalam 1000 ppm dimasukkan kedalam labu etanol p.a (9:1) v/v tentukur 50 mL, lalu ditambahkan metanolSistem B: campuran n-heksan – aseton sampai garis tanda. (6:4) v/v Penentuan Panjang GelombangIdentifikasi Sampel dengan KLT Lempeng KLT yang telah diaktifkan Maksimum Larutan Asam Retinoat Dipipet 3 mL larutan asam retinoatdengan cara dipanaskan didalam oven 500 ppm dan dimasukkan kedalam labupada suhu 1050C selama 30 menit denganmembuat batas penotolan dan batas elusi tentukur 50 mL (konsentrasi 30 ppm), lalu10 cm. Larutan pembanding dan larutan uji ditambahkan metanol sampai garis tandaditotolkan secara terpisah dengan dan dihomogenkan. Diukur serapanmenggunakan pipa kapiler pada jarak 1,5 maksimum pada panjang gelombang 200 –cm dari bagian bawah lempeng. Jarak 400 nm dengan menggunakan blanko.antar noda adalah 2,5 cm, kemudian Blanko digunakan metanol.dibiarkan beberapa saat hingga mengering.Lempeng KLT yang telah mengandung Penentuan Linieritas Kurva Kalibrasicuplikan dimasukkan kedalam bejana KLT Dipipet larutan asam retinoat 500 ppmyang terlebih dahulu telah dijenuhkan kedalam labu tentukur 50 mL berturut- 3
  4. 4. PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493turut 1 mL, 2 mL, 3 mL, 4 mL dan 5 mL aluminium foil, tambahkan 10 mL metanol(10 ppm, 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm dan 50 dan kocok hingga homogen. Dinginkanppm). Kedalam masing-masing labu dalam es selama 15 menit dan saringtentukur tersebut ditambahkan metanol melalui kertas saring Whatman No.41.sampai garis tanda. Dikocok homogen, Filtrat ditampung dalam labu tentukur 50kemudian diukur serapannya pada panjang mL, lalu ditambahkan metanol sampaigelombang maksimum yang diperoleh garis tanda dan dihomogenkan. Dipipet 2serta menggunakan larutan blanko. mL filtrat hasil pengenceran sampel kemudian dimasukkan kedalam labuUji Kuantitatif Sampel tentukur 25 mL, lalu ditambahkan metanol Timbang lebih kurang 3 g sampel sampai garis tanda dan dihomogenkan.pembanding dan sampel uji, masukkan Diukur serapannya pada panjangkedalam gelas kimia, bungkus dengan gelombang 352 nm.HASILAnalisis Kualitatif Asam Retinoat dengan Metode KLTTabel 1: Hasil pemeriksaan kualitatif asam retinoat pada sampel menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan larutan pengembang sistem A Sistem A No. Sampel Lampu UV254 Harga Rf (cm) 1. Pembanding Bercak gelap 2 Asam Retinoat 0,2 cm 10 2. A - - 3. B - - 4. C Bercak gelap 1,8 0,18 cm 10 5. D Bercak gelap 1,6 0,16 cm 10 6. E Bercak gelap 1,7 0,17 cm 10Tabel 2: Hasil pemeriksaan kualitatif asam retinoat pada sampel menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan larutan pengembang sistem B Sistem B No. Sampel Lampu UV254 Harga Rf (cm) 1. Pembanding Bercak gelap 6,4 Asam Retinoat 0,64 cm 10 2. A - - 3. B - - 4. C Bercak gelap 6,4 0,64 cm 10 5. D Bercak gelap 6,4 0,64 cm 10 6. E Bercak gelap 6,4 0,64 cm 10 4
  5. 5. PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493Analisis Kuantitatif Asam Retinoat dengan Metode Spektrofotometri UV-VisLinieritas Kurva Kalibrasi Larutan Asam Retinoat Kurva Kalibrasi 0.7 0.6 Absorbansi y = 0,012x + 0,023 0.5 r² = 0,997 0.4 0.3 0.2 0.1 0 0 10 20 30 40 50 60 Konsentrasi (ppm)Gambar 1. Kurva kalibrasi larutan asam retinoat dengan berbagai konsentrasi secara Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 352 nm. Dari hasil perhitungan persamaan regresi kurva kalibrasi diatas diperoleh persamaangaris y = 0,012x + 0,023 dengan koevisien korelasi (r) sebesar 0,997.Penentuan Kuantitatif SampelTabel 3. Hasil analisis asam retinoat dalam krim pemutih wajah dengan metode spektrofotometri UV-VIS No. Sampel λ (nm) Absorbansi Kadar Asam Retinoat (%) 1 Pembanding 352,1739 0,054 0,054 Asam 0,053 0,051 retinoat 2 Sampel C 352,1739 0,036 0,023 0,034 0,019 3 Sampel D 352,1739 0,038 0,027 0,037 0,024 4 Sampel E 352,1739 0,031 0,014 0,033 0,017PEMBAHASAN campuran senyawa secara cepat dan Analisis kandungan asam retinoat sederhana, sedangkan metodepada krim pemutih wajah yang diambil spektrofotometri UV digunakan untukdipasaran Kota Manado yaitu sampel A, mengukur absorban suatu sampel sebagaisampel B, sampel C, sampel D dan sampel fungsi panjang gelombang (Day, 2002).E menggunakan metode Kromtografi Pada metode Kromatografi LapisLapis Tipis (KLT) dan metode Tipis (KLT), lempeng KLT diaktifkanSpektrofotometri UV. Metode dengan cara dipanaskan di dalam ovenKromatografi Lapis Tipis (KLT) pada suhu 105oC selama 30 menit untukdigunakan untuk memisahkan suatu melepaskan molekul-molekul air yang 5
  6. 6. PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493menempati pusat-pusat serapan dari yang merupakan noda asam retinoat danpenjerap, sehingga pada proses elusi noda yang kedua diduga noda senyawalempeng tersebut dapat menyerap dan lain selain asam retinoat. Ini disebabkanberikatan dengan sampel (Anonim, 2010). terjadinya penguraian senyawa padaPemeriksaan dilakukan dengan cara lapisan tipis yang disebabkan oleh kerjamenotolkan sampel pada pelat KLT katalis fase diam atau karena adanya airkemudian dielusi dengan menggunakan yang terserap ke permukaan penjerap, ataupengembang sistem A: n-heksan - asam pengaruh udara (Rohman, 2007). Sampelasetat glasial 0,33% dalam etanol p.a (9:1), pembanding pada sistem A memiliki hargasistem B: n-heksan – aseton (6:4). Rf 0,2 cm, pada sistem B harga Rf 0,64 cm.Kemudian noda hasil KLT dilihat dibawah Pada sampel C disistem A memiliki hargapenyinaran lampu UV254. Menurut BPOM Rf 0,18 cm, pada sistem B harga Rf 0,64RI (2011) penggunaan fase gerak tersebut cm. Pada sampel D disistem A memilikididasarkan pada prosedur penelitian yang harga Rf 0,16 cm, pada sistem B harga Rfdilakukan oleh BPOM RI tentang metode 0,64 cm. Pada sampel E disistem Aanalisis idetifikasi asam retinoat dalam memiliki harga Rf 0,17 cm, pada sistem Bkosmetika secara kromatografi lapis tipis memiliki harga Rf 0,64 cm.dan kromatografi cair kinerja tinggi. Jadi dapat disimpulkan bahwa sampelMenurut Rohman (2007) penggunaan dua C, D dan E positif mengandung asamsistem pengembang bertujuan untuk retinoat dan pada sampel A dan B negatifmeyakinkan suatu identifikasi suatu atau tidak mengandung asam retinoat. Halsenyawa. Pengamatan bercak dengan nilai ini dapat dilihat dari hasil kromatografiRf yang diperoleh dengan cara membagi lapis tipis dengan adanya bercak gelapjarak yang ditempuh zat terlarut dengan pada lempeng KLT.jarak yang ditempuh pelarut (Khopkar, Untuk penetapan kadar pada sampel2003). C, D dan E yang positif mengandung asam Suatu senyawa yang mengandung retinoat, maka ketiga sampel tersebutasam retinoat akan mudah diamati. dianalisis menggunakan spektrofotometerDibawah penyinaran lampu UV akan UV. Hasil penelitian menunjukkan bahwaberfluoresensi memberikan bercak gelap nilai absorbansi dan panjang gelombang(Badan POM, 2011). asam retinoat untuk baku asam retinoat Dari tabel 1 dan 2 dapat dilihat bahwa pada konsentrasi 30 ppm, yaitu λmax 352ada 3 sampel yang memberikan hasil nm dengan absorbansi 0,404. Hal inipositif jika diamati dibawah penyinaran sesuai dengan pernyataan menurutlampu UV254. Ini berarti sampel tersebut Farmakope Indonesia Edisi IV (1995)positif mengandung asam retinoat. bahwa asam retinoat akan memberikanMenurut Gritter (1991), untuk serapan pada panjang gelombang 352 nm.mengidentifikasi suatu senyawa dapat kita Nilai absorbansi pada panjang gelombanglakukan dengan melihat harga Rf – nya. 352 nm untuk sampel pembanding, yaituIdentifikasi sahih dilakukan jika senyawa 0,054 dan 0,053; untuk sampel C, yaituyang dianalisis dibandingkan dengan 0,036 dan 0,034; untuk sampel D, yaitusenyawa pembanding pada lapisan yang 0,038 dan 0,037; dan untuk sampel E,sama. yaitu 0,031 dan 0,033. Dari tabel 1 dan 2 dapat dilihat bahwa Dari tabel 3 dapat dilihat bahwa kadarada 3 sampel yang memberikan harga Rf asam retinoat pada sampel pembandingyang berdekatan dengan sampel dan ketiga sampel uji yaitu kadar padapembanding. Pada sistem B terdapat dua sampel pembanding sebesar 0,054% danbercak noda gelap yang dihasilkan oleh 0,051%; kadar pada sampel C sebesarsampel pembanding, sampel C dan sampel 0,023% dan 0,019%; kadar pada sampel DE. Noda bercak gelap yang paling ataslah sebesar 0,027% dan 0,024%; dan kadar 6
  7. 7. PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493pada sampel E sebesar 0,014% dan dapat menyebabkan kulit kering, rasa0,017%. Setelah dilakukan penelitian terbakar, dan teratogenik (cacat padakadar asam retinoat pada sampel janin).pembanding yang merupakan produkvitacid kadar rata-rata asam retinoat adalah DAFTAR PUSTAKA0,053% dan ini memiliki perbedaandengan etiket yang tercantum pada Anonim. 2010. Makalah Kromatografikemasan. Untuk kadar rata-rata pada Lapis Tipis.sampel C adalah 0,021%; kadar rata-rata http://duakatajiefarmasi.blogspot.cosampel D adalah 0,026%; dan kadar rata- mrata sampel E adalah 0,016%. Andriyani, Vina Budi. 2011. Identifikasi Menurut BPOM RI (2008) melalui Asam Retinoat Dalam Krim PemutihPeraturan Menteri Kesehatan RI No. Wajah Secara Kromatografi Lapis445/MENKES/PER/V/1998, asam retinoat Tipis. Universitas Sumatra Utara.termasuk bahan yang telah dilarang Medan.penggunaannya sejak tahun 1998. Asam Azhara dan Khasanah, Nurul. 2011.retinoat juga merupakan obat keras yang Waspada Bahaya Kosmetik.hanya boleh dibeli dengan resep dokter FlashBooks. Yogyakarta.(Badan POM, 2006). Dari penelitian ini Badan POM RI. 2006. Kosmetik Pemutihdiperoleh bahwa sampel C, sampel D dan (Whitening), Naturakos, Vol. 1 No.sampel E positif mengandung asam 1. Edisi Mei 2006. Jakarta.retinoat dan ini tidak sesuai dengan Badan POM RI. 2008. Bahan Berbahayapersyaratan yang ditentukan oleh BPOM Dalam Kosmetik. In: Kosmetikyaitu tentang larangan penggunaan bahan Pemutih (Whitening), Naturakos,berbahaya asam retinoat pada kosmetik Vol. III No.8. Edisi Agustus 2008.yang dapat menyebabkan kulit kering, rasa Jakarta.terbakar, dan teratogenik (cacat pada Badan POM RI. 2011. Peraturan Kepalajanin). Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia NomorKESIMPULAN HK.03.1.23.08.11.07331 Tahun1. Krim pemutih wajah dengan analisis 2011 Tentang Metode Analisis kualitatif secara kromatografi lapis Kosmetika. Jakarta. tipis pada sampel krim pemutih wajah Day, R.A. and A.L. Underwood. 2002. sampel C, D dan E positif Analisis Kimia Kuantitatif. Edisi mengandung asam retinoat dengan Keenam. Penerbit Erlangga. Jakarta. memberikan bercak gelap dibawah Ditjen POM. 1995. Farmakope Indonesia, penyinaran lampu UV254. Edisi IV. Depkes RI. Jakarta.2. Analisis kuantitatif secara Gritter, Roy J, James M. Robbit. 1991. spektrofotometri UV-Vis, yaitu Pengantar Kromatografi. Terbitan kandungan asam retinoat pada krim kedua. Penerbit ITB. Bandung. pemutih wajah sampel pembanding Khopkar, S. M. 2003. Konsep Dasar (Vitacid) sebesar 0,053%, sampel C Kimia Analitik. Penerbit Universitas sebesar 0,021%, sampel D sebesar Indonesia. Jakarta. 0,026% dan sampel E sebesar 0,016%. Rohman, A. 2007. Kimia Farmasi Dari penelitian ini diperoleh bahwa Analisis. Cetakan I. Penerbit : sampel C, sampel D dan sampel E Pustaka Pelajar. Yogyakarta. tidak sesuai dengan persyaratan yang Widana dan Yuningrat. 2007. Bahan ditentukan oleh BPOM yaitu tentang Pewarna Berbahaya pada Sediaan larangan penggunaan bahan berbahaya Kosmetika. Departemen Kesehatan, asam retinoat pada kosmetik yang Jakarta. 7
  8. 8. Filename: 1Directory: G:jurnal pharmaconpharmacon ed.3terbitTemplate: C:Documents and SettingsUserApplication DataMicrosoftTemplatesNormal.dotmTitle:Subject:Author: userKeywords:Comments:Creation Date: 1/2/2013 11:43:00 AMChange Number: 27Last Saved On: 1/31/2013 11:26:00 AMLast Saved By: UserTotal Editing Time: 248 MinutesLast Printed On: 1/31/2013 11:26:00 AMAs of Last Complete Printing Number of Pages: 7 Number of Words: 2,884 (approx.) Number of Characters: 16,443 (approx.)

×