Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

Parenting

918 Aufrufe

Veröffentlicht am

  • Als Erste(r) kommentieren

  • Gehören Sie zu den Ersten, denen das gefällt!

Parenting

  1. 1. Pendidikan merupakan tugas dan tanggung jawab semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pentingnya pendidikan membuat semua lapisan maupun jalur harus bekerjasama satu sama lainnya. Terlebih partisipasi orang tua dan masyarakat menjadi syarat penting bagi keberhasilan pembangunan pendidikan dalam otonomi daerah. Bahkan orang tua turut bertanggung jawab akan kemajuan belajar anak- anaknya. Bahkan dalam penelitian telah membuktikan efek positif dari keterlibatan orang tua terhadap pendidikan anak akan mempengaruhi outcome sekolah.
  2. 2. Dari hal tersebut diketahui bahwasanya partisipasi orang tua sangat membantu perkembangan belajar anak. Peran aktif orang tua berpengaruh terhadap pendidikan anak. Namun, kebanyakan orang tua pada saat ini hanya menyerahkan pendidikan anak-anaknya pada pendidikan formal saja yang dikelola oleh sekolah. Tanggung jawab orang tua akan pendidikan anaknya diserahkan sepenuhnya pada guru yang ada di sekolah. Mengingat pendidikan bukan hanya mencetak lulusan yang memiliki kemampuan akademik saja melainkan juga akhlak, moral dan spiritualitas. Maka Orang tua juga berperan sebagai penanggung jawab utama pendidikan anak, sehingga tidak boleh 100% menyerahkan pendidikan anak pada sekolah, apalagi dengan banyaknya kasus yang terjadi yang memperlihatkan adanya pergeseran makna pendidikan menjadi pengajaran semata. Peran serta keluarga dan masyarakat dalam pendidikan perlu diterapkan dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan. Sehingga pendidikan bukan menjadi tanggung jawab tunggal sekolah tetapi tanggung jawab bersama seperti yang telah dijelaskan dari berbagai sumber di atas.
  3. 3. Menurut pendapat Anderson dan Berla (1994) telah mengkaji dan menganalisis delapan puluh lima kajian yang telah mendokumentasikan manfaat menyeluruh dari keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak. Sebuah keterlibatan orang tua yang direncanakan secara efektif dan diterapkan dengan baik akan memberi manfaat yang sangat banyak bagi orang tua, pendidik, dan sekolah.
  4. 4. 1) Adapun manfaat bagi Anak-anak adalah: a) Anak-anak cenderung lebih paham, tanpa memandang latar belakang suku atau ras, status sosial ekonomi maupun tingkat pendidikan orang tua. b) Secara umum anak-anak mendapatkan peringkat, nilai dan presentasi kehadiran yang lebih baik. c) Anak-anak secara konsisten mengerjakan pekerjaan rumah mereka. d) Anak-anak memiliki harga diri yang lebih baik akan lebih disiplin dan menampakkan pendapat serta motivasi untuk bersekolah. e) Perilaku positif anak-anak tentang sekolah akan selalu berhasil meningkatkan perilaku baik di sekolah serta mengurangi pelanggaran disiplin. f) Meminimalkan jumlah siswa yang ditempatkan di pendidikan khusus dan di kelas remidial.
  5. 5. 2) Manfaat bagi Orang Tua a) Para orang tua meningkatkan interaksi dan diskusi dengan anak-anak mereka dan para orang tua menjadi lebih responsive dan sensitive terhadap perkembangan intelektual, sosial, dan emosi anak-anak. b) Para orang tua lebih percaya diri dalam mengasuh dan terampil dalam membuat keputusan. c) Sebagai orang tua, memperoleh wawasan tentang perkembangan anak, akan lebih berguna dan menjadi dorongan positif sehingga mengurangi pemberian hukuman pada anak-anak mereka. d) Para orang tua memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tugas guru dan kurikulum sekolah. e) Saat para orang tua sadar tentang apa yang dipelajari anak-anak, mereka dengan senang hati membantu ketika para guru meminta mereka terlibat dalam aktivitas pembelajaran di rumah. f) Persepsi orang tua terhadap sekolah menjadi lebih baik dan memperkuat ikatan serta komitmen dengan sekolah. g) Para orang tua akan lebih sadar dan menjadi lebih peduli terhadap kebijakan-kebijakan pendikdikan anak-anak mereka ketika para orang tua diminta sekolah untuk terlibat sebagai tim pengambil keputusan.
  6. 6. 3. Manfaat bagi Pendidik a) Ketika suatu sekolah memiliki tingkat presentasi yang tinggi dalam melibatkan orang tua baik di dalam maupun di luar sekolah, para guru dan kepala sekolah akan mudah mendapat pengalaman memperoleh kewenangan yang lebih tinggi. b) Para guru dan kepala sekolah selalu mendapatkan penghargaan yang c) Keterlibatan orang tua yang konsisten membuat peningkatan komunikasi dan hubungan antara para orang tua, guru, dan tenaga kependidikan. d) Guru dan kepala sekolah memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai budaya keluarga dan keberagamannya, dan mereka membuat penghargaan yang dalam untuk kemampuan dan waktu para orang tua. e) Guru dan kepala sekolah dapat melaporkan peningkatan hasil kinerja mereka.
  7. 7. 4) Manfaat bagi sekolah : a) Sekolah yang aktif melibatkan para orang tua dan masyarakat mudah mewujudkan reputasi yang baik di masyarakat b) Sekolah juga lebih berpengalaman dalam dukungan masyarakat c) Program-program sekolah yang mendorong dan mendukung para orang tua selalu bertindak lebih baik dan memiliki program dengan kualitas tinggi daripada yang tidak melibatkan para orang tua. Berkaitan dengan hal tersebut di atas dan menyadari akan tanggung jawab orang tua dan kebutuhan peserta didik pada situasi belajar yang kondusif dan kontekstual, maka pihak sekolah membuat rencana program parenting di sekolah dengan sebutan Kelompok Pertemuan Orangtua (KPO), dimana pihak sekolah diharapakan dapat terlakukan kerjasama dengan orang tua siswa agar terbentuk sinkronisasi antar pembelajaran di sekolah dan di rumah.
  8. 8. KELOMPOK PERTEMUAN ORANGTUA (KPO) PARENT’S CLASS 1. Nama dan Pengertian kegiatan KPO merupakan wadah komunikasi bagi orangtua untuk saling berbagi informasi dan pengetahuan tentang bagaimana melaksanakan pendidikan anak di rumah. 2. Tujuan Kegiatan KPO diharapkan dapat: • Meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan anggota KPO dalam melaksanakan Pendidikan di dalam keluarganya sendiri. • Meningkatkan keinginan orangtua yang mempunyai anak untuk mengirimkan anaknya ke lembaga • Meningkatkan kesiapan bagi keluarga yang belum mempunyai anak usia belajar dalam melaksanakan pendidikan anak di rumah.
  9. 9. 3. Target Kegiatan Orang Tua Siswa/siswi kelas X Orang Tua Siswa/siswi kelas XI Orang Tua Siswa/siswi kelas XII 4. Jadwal Kegiatan Terlampir 5. Kegiatan Parenting 1. Curah Pendapat (CP) Curah Pendapat adalah kegiatan pengumpulan pendapat dari setiap anggota tanpa tanggapan antar peserta dan fasilisator, serta tidak memerlukan kehadiran narasumber. Hasil yang diperoleh adalah daftar pendapat/ permasalahan sesuai topik curhat pendapat. Daftar yang dihasilkan disusun menurut urutan jumlah anggota yang menyetujuinnya dimasukkan kedalam hasil CP.
  10. 10. 2. Sarasehan (SA) Sarasehan (SA) adalah diskusi kelompok dihadiri 1 (satu) atau lebih narasumber. Namun anggota kelompok dan narasumber mempunyai kedudukan yang sama untuk mengemukakan pendapat. Pada kegiatan ini lebih diarahkan pada pertukaran pendapat tentang topik bahasan sarasehan, dan tidak menjadi keharusan diperoleh kesepakatan bersama. 3. Simulasi (SI ) Simulaso (SI) adalah kegiatan dilakukan kelompok tambahan dengan ketelibatan anggota dalam permainan peran dan pada akhir kegiatan dilakukan diskusi tentang hal-hal yang dilakukan dilihat dari aspek sikap yang dilakukan, pemahaman tentang pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh.
  11. 11. Konsultasi ( K) Konsultasi penekanannya pada tanya jawab yang mendalam tentang suatu masalah dengan seorang narasumber atau lebih Temu Wicara (TW) Temu wicara adalah diskusi yang lebih terbuka secara dua arah. Narasumber berperan sebagai fasilitator dan moderator untuk mendistribusikan kesempatan bicara antara anatara peserta secara adil dan seimbang. Pada akhir kegiatan narasumber dapan menyimpulkan hasil diskusi berdasarkan pendapat para peserta.

×