Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Die SlideShare-Präsentation wird heruntergeladen.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

16

Teilen

Jetzt herunterladen Herunterladen

Herunterladen, um offline zu lesen

Sel dan organela Universitas Diponegoro

Jetzt herunterladen Herunterladen

Herunterladen, um offline zu lesen

Materi Biologi Dasar bagian Sel dan Organela

Ähnliche Bücher

Kostenlos mit einer 30-tägigen Testversion von Scribd

Alle anzeigen

Ähnliche Hörbücher

Kostenlos mit einer 30-tägigen Testversion von Scribd

Alle anzeigen
  • Als Erste(r) kommentieren

Sel dan organela Universitas Diponegoro

  1. 1. SEL DAN ORGANEL Laboratorium Struktur dan Fungsi Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro
  2. 2. PENDAHULUAN • UNIT FUNGSIONAL TERKECIL DALAM SISTEM TUBUH ADALAH SEL. • FUNGSI SEL MENYUSUN FUNGSI JARINGAN. • FUNGSI JARINGAN MENYUSUN FUNGSI ORGAN. • FUNGSI ORGAN MENYUSUN FUNGSI SISTEM FUNGSIONAL TUBUH. • FUNGSI SISTEM TUBUH MENYUSUN KESELURUHAN FUNGSI TUBUH. • DENGAN DEMIKIAN, FUNGSI KESELURUHAN ORGAN TUBUH DAN TUBUH MERUPAKAN HASIL KERJA SEL-SEL DALAM TUBUH. • PEMAHAMAN FUNGSI SEL SANGAT MENDASAR DALAM PEMAHAMAN FISIOLOGI.
  3. 3. SEL MERUPAKAN SISTEM KIMIA YANG TERORGANISASI DAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS FUNGSI-FUNGSI ORGAN DAN SISTEM DALAM TUBUH
  4. 4. BAGIAN-BAGIAN UTAMA SEL 1. MEMBRAN SEL 2. SITOSOL/SITOPLASMA 3. SITOSKELETON 4. NUKLEUS 5. MITOKONDRIA 6. ENDOPLASMIK RETIKULUM 7. KOMPLEKS GOLGI 8. VESIKEL SEKRETORIS 9. LISOSOM 10. PEROKSISOM 11. VAKUOLA 12. RIBOSOM 13. PEMBUNGKUS SEL ATAU GLIKOKALIKS
  5. 5. SEL HEWAN
  6. 6. SEL HEWAN
  7. 7. MIKROGRAF SEL HEWAN
  8. 8. 1. MEMBRAN SEL • MEMBRAN SEL MEMBUNGKUS SITOPLASMA DAN SELURUH ORGANEL SEL. • MEMBATASI DAN MEMPERTAHANKAN KANDUNGAN ISI SEL. • MEMBRAN TERUTAMA BEKERJA SEBAGAI BAGIAN PENGATURAN ALIRAN MOLEKUL KELUAR MASUK SEL SECARA SELEKTIF.
  9. 9. SEL HEWAN
  10. 10. LIPID MEMBRAN SEL • MEMBRAN SEL TERDIRI ATAS LIPID DAN PROTEIN (PROTEIN TERIKAT). • LIPID TERSUSUN ATAS DUA LAPISAN LEMAK: LIPID BILAYER. • LIPID TERDIRI ATAS FOSFOLIPID YANG MEMILIKI BAGIAN HIDROFILIK (BAGIAN LUAR) DAN BAGIAN HIDROFOBIK (BAGIAN DALAM).
  11. 11. ILUSTRASI KOMPONEN MEMBRAN SEL
  12. 12. Fosfolipid turunan dari gliserol
  13. 13. JENIS FOSFOLIPID • FOSFATIDILKHOLIN. • FOSFATIDILETANOLAMIN. • FOSFATIDIL SERIN. • FOSFATIDIL INOSITOL
  14. 14. Glikolipid, bagian dari struktur membran Galaktosa merupakan glikolipid di otak
  15. 15. Kolesterol merupakan molekul pembentuk membran yang penting
  16. 16. KOMPONEN MEMBRAN SEL
  17. 17. FUNGSI LIPID MEMBRAN SEL • LIPID MEMBRAN TERUTAMA BERFUNGSI SEBAGAI PEMBATAS DAN PERLINDUNGAN SEL TERHADAP PERGERAKAN MOLEKUL SEHINGGA SEMUA MOLEKUL TIDAK BEBAS KELUAR MASUK SEL. • LIPID JUGA BERFUNGSI SEBAGAI SUBSTRAT UNTUK BEBERAPA REAKSI ENZIMATIS.
  18. 18. Permeabilitas membran terhadap molekul-molekul
  19. 19. DAG & IP3 (2nd MESSENGER) Phospholipase C Receptor Polypeptide hormone PI PIP2 PI PIP2 IP3 DAG Protein kinase C PI PIP2 IP3 DAG Extracellular space Cytosol ER lumen Ca2+-caldmodulin kinase P P P Phospholipase C Ca2+ Ca2+ Inactive target Protein Inactive target Protein Active target Protein Active target Protein Cellular response Cellular response Active target Protein ATP ADPADP ATP ATP ADP
  20. 20. MEMBRAN SEL • PROTEIN MEMBRAN MEMILIKI JUGA BAGIAN HIDROFILIK DAN HIDROFOBIK MENGIKUTI ORIENTASI LIPID. • PROTEIN YANG MENJULUR PADA BAGIAN LUAR MEMBRAN MEMILIKI RANTAI KARBOHIDRAT: GLIKOPROTEIN (VARIASI KARBOHIDRAT INI MENENTUKAN GOLONGAN DARAH).
  21. 21. PROTEIN MEMBRAN SEL PROTEIN MEMBRAN BERFUNGSI SEBAGAI: • SALURAN (CHANNEL) • TRANSPORTER/KARIER • ENZIM • RESEPTOR • PEMANDU ATAU TEMPAT BERTAUT UNSUR STRUKTURAL SITOSKELETON
  22. 22. Arah Pergerakan Ion Na Depolarisasi Kanal K tertutupEkstra seluler Intraseluler Kanal Na terbuka Na tinggi diluar sel, 110-140mM
  23. 23. Arah Pergerakan Ion K RepolarisasiEkstraseluler Intraseluler Kanal Na tertutup K tinggi didalam sel, 110-140mM
  24. 24. Activated adenylat cyclase Extracellular space Cytosol Other proteins → Cellular responses ( vary with cell type) Hormone G-PROTEIN-LINKED RECEPTOR • G protein • Adenylate cyclase • cAMP (2nd messenger) • PKA • Other proteins Receptor • G protein • PLC • IP3 - DAG (2nd messenger) • PKC • Other proteins DETECTION OF WATER SOLUBLE HORMONE BY G PROTEIN-LINKED RECEPTOR Receptor Hormone Phospholipase C DAG IP3 PI PKAPKC 2ATP 2ADP DAG IP3 PIP2 PI PIP2 cAMP
  25. 25. α chain NH3 + NH3 + NH3 +NH3 + COO-- OOC β chain Extracellular space Cytosol Tyrosine kinase domain Tyr Tyr - OOC COO- • Enzyme-linked receptor (Tyrosine kinase) • Signal (hormone) • Tyrosine kinase dimer • Other signaling proteins DETECTION OF WATER SOLUBLE HORMONE BY ENZYME-LINKED CELL SURFACE (TYROSINE KINASE) RECEPTOR
  26. 26. Hantaran signal-reseptor Tyrosine Kinase γ β α mRNA Synthesis Protein Synthesis Second Messangers Protein Kinases Ion Channels Hormones: Steroids Thyroid Growth Factors Transmitters Transmitters Hormones
  27. 27. SITOSOL ATAU SITOPLASMA • SITOSOL MENEMPATI LEBIH DARI SEPARUH VOLUME SEL. • SITOSOL MELIPUTI SEMUA ISI SEL, KECUALI NUKLEUS DAN ORGANEL SEL LAIN YANG TERBUNGKUS MEMBRAN. • SITOPLASMA TERDIRI ATAS ZAT-ZAT TERLARUT, CAIRAN, DAN ENZIM-ENZIM LARUT. • SITOPLASMA DIPENUHI OLEH FILAMEN DAN TUBUL YANG DISEBUT SITOSKELETON.
  28. 28. SEL HEWAN
  29. 29. MIKROGRAF SEL HEWAN
  30. 30. MIKROGRAF MIKROTUBUL
  31. 31. PROSES PENTING YANG TERJADI DI SITOSOL • SINTESIS PROTEIN. • SINTESIS LEMAK (PEMANJANGAN RANTAI KARBON ASAM LEMAK). • GLIKOLISIS. • PENTOSE PHOSPHATE PATHWAYS.
  32. 32. SINTESIS PROTEIN
  33. 33. GLIKOLISIS DALAM SITOPLASMA
  34. 34. SITOSKELETON • SITOSKELETON ADALAH JARINGAN KERJA TIGA DIMENSI FILAMEN DAN TUBUL. • SITOSKELETON TERDIRI ATAS JARINGAN MIKROTUBUL, MIKROFILAMEN, DAN FILAMEN ANTARA. • SITOSKELETON MEMBENTUK MATRIKS YANG BERFUNGSI DALAM MEMPERTAHANKAN BENTUK SEL, PERGERAKAN, DAN PEMBELAHAN SEL.
  35. 35. PERANAN SITOSKELETON • KONTRAKSI SEL OTOT • DENYUT SILIA DAN FLAGELLA. • PERGERAKAN KROMOSOM SELAMA PEMBELAHAN SEL. • LOKOMOSI SEL. • PENGATURAN POSISI DAN PERGERAKAN ORGANEL DALAM SEL.
  36. 36. SITOSKELETON
  37. 37. SILIA DAN FLAGELLA
  38. 38. MIKROTUBUL • MIKROTUBUL TERSUSUN ATAS TUBULIN. • MIKROTUBUL MERUPAKAN PENYUSUN STRUKTUR AKSONEMA (EKOR SPERMA) DAN SPINDLE FIBER (DALAM PEMISAHAN KROMOSOM DALAM PEMBELAHAN SEL). • MIKROTUBUL BERPERAN PENTING DALAM PENGKUTUBAN SEL, PENGATURAN BENTUK SEL, PENGATURAN SPASIAL ORGANEL SEL, DAN PENYEBARAN MIKROFILAMEN DAN FILAMEN ANTARA. • BERPERAN PENTING DALAM TRANSPORT AKSON PADA SEL SARAF.
  39. 39. Sentriol
  40. 40. Sentriol
  41. 41. MIKROTUBUL
  42. 42. MIKROGRAF MIKROTUBUL
  43. 43. PERAN MIKROFILAMEN • MIKROFILAMEN TERDIRI ATAS AKTIN. • SERAT KONTRAKTIL SEL OTOT. • CELAH PEMOTONGAN DALAM MEIOSIS. • PEMELIHARAAN BENTUK SEL.
  44. 44. MIKROFILAMEN
  45. 45. MIKROGRAF MIKROFILAMEN
  46. 46. FILAMEN ATARA • BERPERAN PENTING SEBAGAI RANGKA UNTUK MENOPANG KESELURUHAN RANGKA SITOSKELETON. • PERANAN UTAMA DALAM MENAHAN TEGANGAN. • MEMPERTAHANKAN POSISI NUKLEUS DALAM SEL.
  47. 47. FILAMEN ANTARA
  48. 48. MIKROGRAF FILAMEN ANTARA
  49. 49. NUKLEUS • NUKLEUS DISELUBUNGI OLEH MEMBRAN ATAU PEMBUNGKUS NUKLEUS YANG MENGANDUNG PORI YANG BERFUNGSI SEBAGAI SALURAN MOLEKUL POLAR ANTARA NUKLEUS DAN SITOSOL. • RIBOSOM, MESENGER RNA, PROTEIN KROMOSOM, DAN ENZIM YANG DIPERLUKAN UNTUK AKTIVITAS NUKLEUS SEMUANYA DIANGKUT MELALUI PORI INI.
  50. 50. NUKLEUS
  51. 51. PERANAN NUKLEUS • NUKLEUS DISELUBUNGI OLEH MEMBRAN DUA LAPIS. • NUKLEUS BERFUNGSI SEBAGAI PUSAT KONTROL UNTUK KESELURUHAN SEL (PENGATURAN REAKSI KIMIA DAN REPRODUKSI). • NUKLEUS MENGANDUNG KROMATIN, YANG PADA SAAT PEMBELAHAN SEL AKAN BERUBAH MENJADI KROMOSOM (DNA). • NUKLEUS MENGANDUNG NUKLEOPLASMA DAN NUKLEOLUS. • NUKLEOLUS BERFUNGSI UNTUK MENSINTESIS DAN MERAKIT SUBUNIT PEMBENTUK RIBOSOM.
  52. 52. KOMPONEN DALAM PROSES SINTESIS PROTEIN
  53. 53. MITOKONDRIA • MITOKONDRIA DUBUNGKUS OLEH DUA MEMBRAN: MEMBRAN BAGIAN DALAM DAN MEMBRAN BAGIAN LUAR. • MITOKONDRIA ADALAH PUSAT PEMBANGKIT ENERGI DALAM SEL. • PROSES YANG TERJADI DALAM MITOKONDRIA: SIKLUS KREBS, OKSIDASI BETA ASAM LEMAK, DAN PEMBANGKITAN ATP.
  54. 54. MITOKONDRIA • PELIPATAN MEMBRAN BAGIAN DALAM MITOKONDRIA (KRISTAE) MERUPAKAN LOKASI TERJADINYA TRANSPORT ELEKTRON (ENZIM-ENZIM OKSIDASI FOSFORILATIF). • SIKLUS KREBS DAN OKSIDASI ASAM LEMAK TERJADI DALAM MATRIKS (BAGIAN DALAM) MITOKONDRIA. • JUMLAH MITOKONDRIA DALAM SEL UMUMNYA BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN KEBUTUHAN ENERGI SEL TERSEBUT.
  55. 55. MITOKONDRIA SEBAGAI PUSAT PEMBANGKIT ENERGI
  56. 56. STRUKTUR MITOKONDRIA
  57. 57. MIKROGRAF MITOKONDRIA
  58. 58. Siklus Krebs
  59. 59. Siklus Krebs (lanjutan)
  60. 60. Total produksi ATP Tabel produksi ATP Reaksi ATP NADH FADH2 ATP dari transport elektron Total ATP Glikolisis 2 2 0 4 6 Dekarboksilasi piruvat 0 2 0 6 6 Siklus Krebs 2 6 2 22 24 Total 4 10 2 32 36
  61. 61. ENDOPLASMIK RETIKULUM • ENDOPLASMIK RETIKULUM TERDIRI ATAS MEMBRAN TUBULER DAN KANTONG PIPIH ATAU SISTERNA YANG KELIHATAN SEPERTI SALING BERHUBUNGAN. • RUANGAN INTERNAL DISEBUT LUMEN. • ENDOPLASMIK RETIKULUM BERSAMBUNGAN DENGAN MEMBRAN BAGIAN LUAR PEMBUNGKUS NUKLEUS. • ENDOPLASMIK RETIKULUM TERDIRI ATAS ER KASAR DAN ER HALUS.
  62. 62. ENDOPLASMIK RETIKULUM • ER KASAR BANYAK BERLEKATAN DENGAN RIBOSOM, SEMENTARA ER HALUS TIDAK. • PROTEIN SEKRETORIS DAN PROTEIN MEMBRAN DISINTESIS DALAM RIBOSOM YANG TERIKAT DENGAN ER KASAR.
  63. 63. ENDOPLASMIK RETIKULUM • GLIKOSILASI PROTEIN TERJADI DALAM ER KASAR. • SINTESIS KOMPONEN MEMBRAN (PROTEIN DAN FOSFOLIPID) TERJADI DI ER. • PROTEIN YANG DITUJUKAN UNTUK BERADA DI SITOSOL DISINTESIS OLEH RIBOSOM BEBAS.
  64. 64. ENDOPLASMIK RETIKULUM • ER HALUS BERFUNGSI DALAM PEMBUNGKUSAN PROTEIN SEKRETORIS DAN SINTESIS LIPID, SERTA PEMBENTUKAN VESIKEL TRANSPORT. • DALAM SEL OTOT, SARKOPLASMIK RETIKULUM BERFUNGSI SEBAGAI GUDANG PENYIMPAN ION KALSIUM DARI SITOSOL KE DALAM LUMEN ER. • ER HALUS BERTANGGUNG JAWAB ATAS INAKTIVASI DAN DETOKSIFIKASI OBAT- OBATAN DAN SENYAWA LAIN YANG BERBAHAYA BAGI SEL.
  65. 65. ENDOPLASMIK RETIKULUM
  66. 66. MIKROGRAF ENDOPLASMIK RETIKULUM
  67. 67. Proses pemanjangan protein di ER Sintesa Protein
  68. 68. Glikosilasi di Endoplasmik Retikulum
  69. 69. Sintesa Lipid di ER
  70. 70. Sintesa Lipid di ER
  71. 71. P P Glukosa Darah Glukosa Glukosa-1-P Glukosa-6-P Glikogen Glikogen Fosforilase Fosfoglukomutase Glukosa-6- Fosfatase Hati Pemecahan Glikogen di ER Hati
  72. 72. Hidroksilasi di ER CH2 NH2 -CH2 CH2 O O- + NADPH +O2 OH CH2 NH2 -CH2 CH2 O O- + NADP+ + H2O Fenil Alanin Tirosin
  73. 73. Prosesing Molekul di Golgi dari ER
  74. 74. KOMPLEKS GOLGI • KOMPLEKS GOLGI BERDEKATAN DENGAN ER HALUS. • KOMPLEKS GOLGI TERDIRI ATAS TUMPUKAN VESIKEL PIPIH. • KOMPLEKS GOLGI BERPERAN DALAM PEMROSESAN DAN PEMBUNGKUSAN PROTEIN SEKRETORIS. • KOMPLEKS GOLGI MERUPAKAN LOKASI SINTESIS POLISAKARIDA KOMPLEKS (ASAM HIALURONAT DAN LAKTOSA). • MODIFIKASI PROTEIN TERJADI DI KOMPLEKS GOLGI. • KOMPLEKS GOLGI MERUPAKAN LOKASI PEMBENTUKAN VESIKEL TRANSPORT UNTUK PENGIRIMAN KE LUAR SEL.
  75. 75. KOMPLEKS GOLGI
  76. 76. MIKROGRAF KOMPLEKS GOLGI
  77. 77. Pengolahan Molekul di Golgi dari ER
  78. 78. VESIKEL SEKRETORIS • PROTEIN SEKRETORIS DAN BAHAN-BAHAN LAIN YANG DITUJUKAN UNTUK DIEKSPOR KE LUAR SEL AKAN DIBUNGKUS KE DALAM VESIKEL SEKRETORIS. • VESIKEL BERGERAK DARI GOLGI KE MEMBRAN PLASMA. • VESIKEL MENYATU DENGAN MEMBRAN PLASMA DAN MELEPASKAN ISINYA MELALUI PROSES EKSOSITOSIS.
  79. 79. PENGANGKUTAN LEWAT MEMBRAN SEL ER Golgi TGNcis trans VESIKEL SEKRETORIS SEKRESI KONSEKUTIF endocytosis EKSOSI TOSIS ENDOSOM YANG MENDAUR SITOSOL DI LUAR ENDO- LISOSOM MEMBRAN
  80. 80. LISOSOM • LISOSOM DIKELILINGI OLEH SEBUAH MEMBRAN TUNGGAL. • LISOSOM MENGANDUNG ASAM FOSFATASE DAN ENZIM-ENZIM HIDROLITIK. • LISOSOM MENGANDUNG HIDROLASE, YAITU ENZIM KHUSUS UNTUK PEROMBAKAN MOLEKUL BIOLOGIS KHUSUS, SEPERTI PROTEIN, KARBOHIDRAT, LEMAK, DAN ASAM NUKLEAT. • PROTEIN ENZIM LISOSOM DISINTESIS DI ER KASAR DAN DIBUNGKUS DI GOLGI YANG KEMUDIAN MELEPAS DARI GOLGI SEBAGAI LISOSOM PRIMER. • LISOSOM PRIMER MENYATU DENGAN VAKUOLA MEMBENTUK LISOSOM SEKUNDER.
  81. 81. LISOSOM • LISOSOM MERUPAKAN SISTEM PEMBUANGAN SAMPAH DAN DAPAT MELAKUKAN FAGOSITOSIS. • MERUPAKAN SISTEM PENCERNAAN DALAM SEL UNTUK MENGHANCURKAN STRUKTUR SEL YANG RUSAK, MAKANAN YANG DIAMBIL OLEH SEL, DAN SEL-SEL BAKTERI
  82. 82. LISOSOM
  83. 83. Asam-asam yang ada di lisosom
  84. 84. PEROKSISOM ATAU MIKROBODI • PEROKSISOM MIRIP DENGAN LISOSOM, DIKELILINGI OLEH SEBUAH MEMBRAN TUNGGAL. • PEROKSISOM MENGANDUNG ENZIM PEMBENTUK PEROKSIDA DAN ENZIM KATALASE YANG MEROMBAK HIDROGEN PEROKSIDA MENJADI AIR DAN OKSIGEN. • PEROKSISOM HATI MENDETOKSIFIKASI ALKOHOL DAN SENYAWA BERBAHAYA LAINNYA DENGAN CARA MEMINDAHKAN HIDROGEN DARI SENYAWA ITU KE OKSIGEN DAN MENGHASILKAN H2O2.
  85. 85. PEROXISOME • Struktur seperti lisosom • Konsumsi oksigen (seperti mitokondria) oksigen tidak digunakan untuk reaksi kimia yang melibatkan ATP • Fungsi : menghancurkan hasil tertentu yang terbentuk dari oksigen (hydrogen peroxidase) untuk menghilangkan racun
  86. 86. ANATOMI PEROKSISOM
  87. 87. MIKROGRAF PEROKSISOM
  88. 88. Import protein dari sitosol ke organel
  89. 89. VAKUOLA • VAKUOLA BERFUNGSI SEBAGAI PENYIMPANAN ATAU TRANSPOR SEMENTARA. • VAKUOLA ADALAH HASIL ENDOSITOSIS ATAU FAGOSITOSIS. • VAKUOLA LEBIH BESAR DARI VESIKEL.
  90. 90. ENDOSITOSIS PADA SEL HEWAN
  91. 91. MIKROGRAF ENDOSOM
  92. 92. RIBOSOM • RIBOSOM ADALAH MEJA KERJA PRODUKSI ATAU SINTESIS PROTEIN. • RIBOSOM TERDIRI ATAS DUA SUBUNIT, YAITU RIBOSOM BESAR DAN RIBOSOM KECIL. • SUBUNIT RIBOSOM DISINTESIS DI NUKLEOLUS DARI RNA YANG DIBUAT DALAM NUKLEOLUS, RNA YANG DIPRODUKSI DALAM NUKLEUS, DAN PROTEIN YANG DIIMPORT DARI SITOPLASMA. • RIBOSOM BEBAS MENSINTESIS PROTEIN YANG DITUJUKAN TINGGAL DI SITOPLASMA. • RIBOSOM YANG TERIKAT DENGAN ER MENSINTESIS PROTEIN YANG AKAN DIEKSPOR KE LUAR SEL ATAU YANG AKAN DIGUNAKAN UNTUK MEMBANGUN KOMPONEN MEMBRAN.
  93. 93. STRUKTUR RIBOSOM
  94. 94. PEMBUNGKUS SEL ATAU GLIKOKALIKS • GLIKOKALIKS TERDAPAT PADA PERMUKAAN LUAR SEL SEBAGAI ANALOG DINDING SEL PADA SEL TUMBUHAN. • GLIKOKALIKS TERDIRI ATAS OLIGOSAKKARIDA DAN GLIKOPROTEIN DAN BAHAN-BAHAN LAIN. • GLIKOKALIKS BERFUNGSI UNTUK MEMPERKUAT PERMUKAAN SEL DAN MENJAGA SUPAYA SEL BERSATU SATU SAMA LAIN.
  95. 95. FUNGSI GLIKOKALIKS • GLIKOKALIKS SANGAT PENTING DALAM PENGENALAN SEL DENGAN SEL KARENA STRUKTUR MOLEKULER KARBOHIDRAT YANG UNIK YANG TERIKAT DENGAN PROTEIN DAN LIPID MEMBRAN SEL. • GLIKOKALIKS PENTING DALAM KOMUNIKASI ANTARSEL DAN PERSAMBUNGAN ANTARSEL YANG DISEBUT CELAH LONGGAR (GAP JUNCTION) YANG MEMUNGKINKAN TRANSFER BAHAN ANTARSITOPLASMA SEL YANG BERSEBELAHAN.
  96. 96. FUNGSI GLIKOKALIKS • GLIKOKALIKS PENTING DALAM PEMBENTUKAN CELAH KETAT (TIGHT JUNCTION) YANG MENAHAN SEL-SEL YANG BERDEKATAN SEDEMIKIAN KETATNYA SEHINGGA TRANSPOR BAHAN ANTAR SEL TIDAK BISA TERJADI. • DESMOSOM MENGHUBUNGKAN SEL-SEL MENJADI BENTUK LEMPENGAN SEL.

    Als Erste(r) kommentieren

    Loggen Sie sich ein, um Kommentare anzuzeigen.

  • LisaLisa15

    Jul. 29, 2016
  • KintanKA

    Aug. 3, 2016
  • SalmaSalsabila8

    Aug. 22, 2016
  • mohamadisfarhani1

    Sep. 4, 2016
  • IraSianipar

    Oct. 28, 2016
  • MFakhrizalM

    Jul. 20, 2017
  • khusnulnr

    Aug. 6, 2017
  • GhinaRatnasari1

    Sep. 27, 2017
  • JanLewier

    Nov. 1, 2017
  • RevalnaAnestariaAnestaria

    Dec. 3, 2017
  • HerlizaKhairaniS

    Sep. 12, 2018
  • Isnayantinaya

    Sep. 19, 2019
  • HerdianaVerli

    Sep. 29, 2019
  • FeriskaCahyaningrum

    Nov. 15, 2019
  • MuhamadNurman

    Jul. 20, 2020
  • NurFaikhaa

    Aug. 29, 2020

Materi Biologi Dasar bagian Sel dan Organela

Aufrufe

Aufrufe insgesamt

2.578

Auf Slideshare

0

Aus Einbettungen

0

Anzahl der Einbettungen

5

Befehle

Downloads

168

Geteilt

0

Kommentare

0

Likes

16

×