BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter

Download from Google Drive http://adf.ly/u1Kpd Link updated November 2014

MDDUL 1
Peranan Uang dalam Perekonomian
Prof. Dr. F.X. Sugiyanto, M.5.
Dr. Etty Puji Lestari, M.Si.
PENDAHULUAN
asar uang, sebagaimana pasar yang lain mencakup tiga unsur pasar yakni
untuk penawaran, permintaan dan interaksi keduanya dalam membentuk
harga danjumlah keseimbangan. Penawaran uang ini dalam kehidupan sehari-
hari dikenal dengan istilah jumlah uang beredar (JUB). Para pelaku di sisi
penawaran adalah lembaga-lembaga yang mempunyai kewenangan untuk
menciptakan dan mempengaruhi jumlah uang beredar. Adapun lembaga-
lembaga tersebut adalah Bank Sentral dan Lembaga Keuangan yang menurut
undang-undang diperbolehkan mencetak dan mengedarkan uang. Di Indonesia,
lembaga-lembaga tersebut adalah Bank Indonesia dan Bank-bank Umum
Pencipta Uang Giral (BPUG). Para pelaku di sisi permintaan adalah masyarakat
pengguna uang, baik orang per orang ataupun badan hukum.
Pada Modul 1 ini akan membahas tentang peranan uang dalam
perekonomian, yang terdiri dari dua kegiatan belajar, yaitu: Kegiatan Belajar 1
akan membahas tentang Sejarah Lahirnya uang, sedangkan pada Kegiatan
Belajar 2 akan membahas tentang Proses Penciptaan Dang Beredar. Perubahan
perilaku penawaran uang, permintaan uang dan determinan yang mempengaruhi
penawaran dan permintaan uang tersebut akan mempengaruhi interaksi yang
terjadi di pasar uang dan sekaligus mempengaruhi perilaku agen-agen ekonomi
yang menggunakan uang tersebut.
Setelah mempelajari modul ini, secara umum Anda diharapkan mampu
menganalisis isu-isu ekonomi moneter terutama isu-isu moneter yang terjadi di
Indonesia. Secara khusus, Anda mampu:
1. menjelaskan ruang lingkup ekonomi moneter;
2. menjelaskan pengertian fungsi dan tujuan menggunakan uang;
3. menjelaskan komponen-komponenjumlah uang beredar dan uang primer;
4. menerangkan konsep stok (stock) dan aliran (flow);
5. menjelaskan proses penciptaan uang.
6. menjelaskan angka pengganda uang.
1.2 EKDNOMI MDNETER e
KEGIATAN BELA&JAR 1
Sejarah Lahirnya Uang
alam Kegiatan Belajar 1 ini, kita akan membahas ruang lingkup ekonomi
moneter, sejarah perkembangan uang, pengertian uang, fungsi dan tujuan
memegang uang, jenis-jenis uang. Untuk lebih jelasnya marilah kita simak
pemaparan berikut ini.
A. RUANG LINGKUP EKONOMI MONETER
Ekonomi moneter merupakan bagian dari ilmu ekonomi, khususnya yang
mempelajari tentang sifat, fungsi dan pengaruh uang terhadap kegiatan ekonomi.
Adapun persoalan pokok yang dipelajari dalam ekonomi moneter adalah
berkaitan dengan:
1. peranan dan fungsi uang dalam perekonomian;
2. sistern moneter dan pengaruhnya terhadap jumlah uang beredar dan kredit;
3. struktur dan fungsi bank sentral;
4. pengaruh jumlah uang beredar dan kredit terhadap kegiatan ekonomi;
5. pembayaran serta sistern moneter internasional.
Beberapa alasan yang dapat dikemukakan dalam mempelajari ekonomi
moneter adalah pemahaman secara mendalam tentang mekanisme penciptaan
uang, tingkat bunga, pasar uang, sistem dan kebijakan moneter, serta
pembayaran internasional. Selain itu juga meningkatkan kemampuan
menganalisis beberapa fenomena moneter dalam kaitannya dengan efek
kebijakan moneter terhadap kegiatan ekonomi.
Secara sederhana cakupan ilmu tentang ekonomi moneter dapat dijabarkan
dalam Gambar 1.1 berikut ini. Bank Sentral merupakan bank yang diberi
kewenangan untuk mencetak uang dan mendistribusikan pada masyarakat.
Biasanya jenis uang yang beredar di masyarakat terdiri dari uang kartal yang
berupa uang kertas dan uang logam serta uang giral yang berbentuk cek. Uang
kartal yang beredar di masyarakat sebagian untuk ditabung di bank atau
investasi di lembaga keuangan bukan bank. Bank berfungsi menerima dana dari
masyarakat dan menyalurkannya kepada pihak ketiga (Rahardjo, 2009).
e ESPA4227/ MODUL 1
Mata uang
Bank Sentral
' ' ' ' ' ' '
Cadangan
bank
I
I
I
I
Masyarakat
I ...--------.
I Pemberian
1 pinjaman
1
dan
I
I investasi
Y'-------'
Bank dan
Lembaga
Keuangan Lain
Sumber: Raharjo, 2009
Mata uang
Teori
Ekonomi
Moneter
Penyediaan Uang 1-------
Deposito
bank
Gambar 1.1
Ruang lingkup Studi Ekonomi Moneter
Kekuatan
kekuatan
non moneter
1.3
Kegiatan Ekonomi
Secara makro
Kekuatan
kekuatan
non moneter
Uang yang beredar di masyarakat juga perlu diatur jumlahnya agar dapat
mempengaruhi perekonomian sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai
pemerintah yaitu stabilisasi ekonomi melalui stabilitas nilai tukar, berkurangnya
ketimpangan distribusi pendapatan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
B. SEJARAH PERKEMBANGAN UANG
Tentunya Anda sudah mengenal apa yang dinamakan uang. Dalam
kehidupan kita sehari hari tentu kita selalu bersinggungan dengan uang untuk
membeli kebutuhan sehari hari sampai pada tujuan investasi. Uang yang kita
kenai sekarang ini sudah mengalami proses perkembangan yang sangat panjang.
Setidaknya terdapat lima tahapan dalam sejarah perkembangan uang, yaitu 1.
sebelum perdagangan barter, 2. perdagangan barter, 3. uang barang, 4. uang
logam, dan 5. uang kertas. Kelima tahap ini akan diuraikan satu per satu.
1. Tahap Sebelum Perdagangan Barter
Kebutuhan manusia memiliki sifat tidak terbatas, sementara alat pemuas
kebutuhan sangat terbatas sehingga manusia kesulitan untuk memenuhi
1.4 EKDNOMI MDNETER e
kebutuhannya sendiri. Awalnya, setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannya
melalui usaha sendiri. Usaha tersebut dilakukan antara lain dengan caraberburu,
membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, sertamencari buah-
buahan untuk konsumsi sendiri. Perkembangan selanjutnya manusia dihadapkan
pada kenyataan bahwa apa yang dilakukannya tidak cukup untuk memenuhi
seluruh kebutuhannya.
2. Tahap Perdagangan Barter
Ketika menyadari bahwa kebutuhan sehari-hari tidak bisa dicukupi sendiri
dan adanya keterbatasan alat pemuas kebutuhan maka manusia berupaya
memperbanyak ragam alat pemuas kebutuhan dengan jalan melakukan
pertukaran. Pada tahap awal mereka melakukan penukaran antara barang dengan
barang dari masyarakat yang saling membutuhkan, akibatnya muncullah sistem
barter. Sistem barter yaitu barang yang ditukar dengan barang. Sistem barter ini
merupakan tingkat kedua dari perkembangan perekonomian. Barter adalah
pertukaran atas suatu barang terhadap jenis barang yang lain. Dalam suatu
pertukaran dengan menggunakan cara barter ini harus dipenuhi syarat berupa
adanya kesamaan keinginan (double coincidence ofwants) dari pihak yang
terlibat barter. Menyamakan keinginan dari pihak-pihak yang terlibat barter ini
tidaklah mudah, sehingga syarat "double coincidence of want" ini sekaligus
menjadi hambatan yang terjadi dalam transaksi dengan menggunakan cara barter
• •
lnl.
Namun demikian bukan berarti masalah pemenuhan semua kebutuhan bisa
diatasi. Dalam perkembangannya mulai timbul kesulitan-kesulitan dalam
penerapan sistem ini. Setidaknya ada dua kesulitan yang timbul dari adanya
perdagangan barter antara lain adalah kesulitan menemukan orang yang
mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang
dimilikinya serta kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan
satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama
nilainya. Untuk lebih jelasnya perhatikan kedua kasus berikut ini.
Kasus 1
M1salnya pak And1 memH1k1 setandan p1sang dan membutuhkan beras
untuk makan. Ia bertemu pak Narto yang memH1k1 beras namun
meng1ng1nkan p1sang.
e ESPA4227/MODUL 1 1.5
Kasus 2
Pak And1 memH1k1 setandan p1sang dan membutuhkan beras. Pak Narto
memH1k1 beras namun 1a membutuhkan 1kan. Pak Bambang memH1k11kan
dan membutuhkan p1sang.
Pada kasus 1karena adanya double coincidence ofwants, kedua pihak yang
saling membutuhkan bertemu dan terjadilah pertukaran barang atau barter.
Namun apakah demikian juga terjadi pada kasus 2? Pada kasus 2 tidak ada
double coincidence ofwants sehingga pertukaran tidak bisa dilakukan, karena
tidak memiliki kebutuhan yang sama. Dengan semakin berkembangnya
perekonomian maka kebutuhan manusia juga semakin banyak sehingga
menuntut tersedianya pemuas kebutuhan,Maka pola perdagangan barter menjadi
tidak efektif lagi.
Dengan demikian bisa dicatat beberapa kelemahan dalam perdagangan barter:
a. pola perdagangan barter hanya dapat dilakukan dalam skala kecil dan tidak
bisa dilakukan secara besar-besaran;
b. pola perdagangan barter pertukaran apabila dilakukan akan memerlukan
waktu yang relatif lama karena menunggu adanya double coincidence of
wants;
c. perekonomian yang menggunakan pola barter sulit berkembang karena
terhambat adanya double coincidence of wants yang memerlukan waktu
yang relatif lama;
d. nilai barang dalam pola perdagangan barter akan sangat kabur karena tidak
ada alat ukur nilai yang pasti.
3. Tahap Uang Barang (Commodity Money)
Untuk mengatasi kesulitan yang timbul pada perdagangan barter, maka ada
pemikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai
alat tukar. Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah
benda-benda yang diterima oleh umum (generally accepted) benda-benda yang
dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik),
atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primer sehari-hari; misalnya
garam yang oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar maupun sebagai
alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat sampai
sekarang; orang Inggris menyebut upah sebagai salary yang berasal dari bahasa
Latin salarium yang berarti garam.
Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada.
Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar
1.6 EKDNOMI MDNETER e
belum mempunyai pecahan sehingga penentuan nilai uang, penyimpanan
(storage), dan pengangkutan (transportation) menjadi sulit dilakukan serta
timbul pula kesulitan akibat kurangnya daya tahan benda-benda tersebut
sehingga mudah hancur atau tidak tahan lama.
Penduduk asli Bandiagara di pedalaman benua Afrika mempertukarkan
basil pertaniannya, dari sebakul tomat dengan sejumlah kebutuhan harian, susu,
gandum dan sejenisnya. Transaksi yang awalnya dilakukan dengan barter ini
kemudian berkembang dengan menggunakan alat tukar yang terbuat dari basil
bumi seperti coklat dan sejenisnya (uang komoditi). Meskipun alat tukar sudah
ada, kesulitan pertukaran tetap ada di antaranya:
a. nilai yang dipertukarkan belum mempunyai pecahan;
b. banyak jenis uang barang yang beredar dan hanya berlaku di masing-
masing daerah;
c. sulit untuk penyimpanan (storage) dan pengangkutan (transportation);
d. mudah hancur atau tidak tahan lama.
4. Tahap Uang Logam
Uang logam mulai banyak digunakan pada abad ke-18, yakni uang logam
baik berupa uang perak maupun uang emas dan kemudian berlaku standar emas
sampai awal abad ke-20. Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai
yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, mudah
dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah dipindah-pindahkan. Logam yang
dijadikan alat tukar karena memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas dan
perak. Uang logam emas dan perakjuga disebut sebagai uang penuh (full bodied
money). Artinya, nilai intrinsik (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya
(nilai yang tercantum pada mata uang tersebut). Pada saat itu, setiap orang
berhak menempa uang, melebur, menjual atau memakainya, dan mempunyai
hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam.
Penggunaan emas dan perak sebagai bahan uang dalam bentuk koin
diciptakan oleh Croesus di Yunani sekitar 560-546 SM. Pada saat yang
bersamaan, medium uang yang berfungsi sebagai instrumen alat bayar mulai
dikembangkan, dibuat dari berbagai benda padat lainnya seperti tembikar,
keramik atau perunggu. Sejalan dengan perkembangan perekonomian, maka
tukar-menukar menggunakan uang logamjuga berkembang, sementarajumlah
logam mulia terbatas. Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk
transaksi dalamjumlah besar (sulit dalam hal penyimpanan dan pengangkutan).
e ESPA4227/MODUL 1 1.7
Dalam sistem ini, nilai uang ditentukan oleh nilai intrinsik dari jenis uang
tersebut. Karena uang mempunyai nilai intrinsik, maka tidak ada kebutuhan dari
pemerintah untuk menjamin nilai uang tersebut. Nilai uang ditentukan oleh
kekuatan pasar melalui penawaran dan permintaan akan perak dan emas, namun
penawaran uang akan dibatasi oleh seberapa besar logam mulai bisa ditambang.
Oleh karena itu diperlukan kontrol oleh pemerintah untuk menstabilkan sistem
finansial. Keterbatasan ini yang menjadi salah satu penyebab ambruknya Sistem
Standar Emas.
5. Tahap Uang Kertas
Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul suatu kesulitan ketika
perkembangan tukar-menukar yang harus dilayani dengan uang logam
bertambah sementara jumlah logam mulia (emas dan perak) sangat terbatas.
Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah
besar sehingga diciptakanlah uang kertas. Mula-mula uang kertas yang beredar
merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan perak sebagai alat/perantara untuk
melakukan transaksi. Mereka menjadikan kertas bukti tersebut sebagai alat
tukar. Dengan kata lain, uang kertas yang beredar pada saat itu merupakan uang
yang dijamin 100 persen dengan emas atau perak yang disimpan di pandai emas
atau perak dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh denganjaminannya. Nilai
dari uang kertas bukan ditentukan oleh nilai intrinsiknya melainkan oleh daya
beli dari uang tersebut. Uang kertas ini digunakan secara luas karena lebih
sesuai sebagai medium pertukaran.
Desa Jachymod di Ceko, Eropa Timur, dianggap sebagai wilayah pertama
yang menggunakan mata uang yang diberi nama dolar, yang merupakan mata
uang yang paling populer di abad modern. Mulanya disebut Taler, kemudian
orang Italia mengejanya menjadi Tallero, lidah Belanda menuturkan daler,
Hawai dala, dalam dialek Inggris diungkapkan sebagai dollar. Embrio dolar
dibuat dari bahan baku perak dan emas dalam bentuk koin. Pada mulanya, taler
sendiri adalah sebutan mata uang yang berkembang di daratan benua Eropa
sejak abad ke-16 yang jenisnya lebih dari 1500. Namun dalam peradaban
modern, masing-masing bangsa atau negara menciptakan sebutan tersendiri bagi
mata uangnya untuk menunjukkan statusnya yang independen.
Dalam sejarah pemakaian kertas sebagai bahan pembuat uang, Cina
dianggap sebagai bangsa yang pertama menemukannya, yaitu sekitar abad
pertama Masehi, pada masa Dinasti T'ang. Benjamin Franklin (AS) ditetapkan
sebagai Bapak Uang Kertas karena ia yang pertama kali mencetak dolar dari
1.8 EKDNOMI MDNETER e
bahan kertas, yang semula digunakan untuk membiayai perang kemerdekaan
Amerika Serikat. Sebagai penghormatan pemerintah terhadap Benjamin
Franklin, potretnya diabadikan di lembaran mata uang dolar pecahan terbesar
yaitu USD 100. Dalam perjalanannya penggunaan uang kertas berkembang
menjadi atribut dan simbol sebuah negara. Namun sebagai garansi dari negara
yang bertanggung jawab atas peredarannya, maka jumlah uang kertas yang
diterbitkan selalu dikaitkan dengan jumlah cadangan emas yang dimiliki oleh
negara yang bersangkutan. sekitar tahun 1976, ketergantungan pencetakan uang
kertas sudah tidak lagi dihubungkan dengan cadangan emas, tetapi dibiarkan
bergulir dan terjun ke pasar besar menghadapi hukum penawaran dan
permintaan sebagaimana yang tumbuh dalam hukum ekonomi.
Kita telah membahas tentang ruang lingkup ekonomi moneter dan sejarah
perkembangan uang. Kemudian pembahasan dilanjutkan dengan pengertian
uang.
C. PENGERTIAN UANG
Apa yang dimaksud dengan uang? Dalam kehidupan sehari-hari, uang
didefinisikan sebagai sesuatu yang disetujui dan diterima oleh masyarakat
sebagai alat perantara untuk melakukan pertukaran atau perdagangan.
Berdasarkan definisi tersebut, uang dapat berupa barang yakni pada sistem
pertukaran barter. Sejarah uang memang dimulai dengan barter, kemudian uang
komoditi dan dalam perkembangannya kebanyakan alat transaksi dilakukan
dengan menggunakan uang kertas, cek bahkan sampai uang plastik.
Dalam ilmu ekonomi tradisional uang dapat didefinisikan sebagai alat tukar
yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu berupa benda apa saja yang
dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang
danjasa. Sedangkan uang dalam ilmu ekonomi modern, yang didefinisikan oleh
beberapa ahli dalam Raharjo (2009):
1. AC Pigou dalam bukunya The Veil of Money pada tahun 1950-an
mengatakan bahwa uang segala sesuatu yang dipergunakan sebagai alat
tukar;
2. DH Robertson dalam bukunya Money 1922 mengatakan bahwa uang adalah
sesuatu yang bisa diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang-
barang;
3. RG Thomas dalam bukunya OurModem Banking, mengatakan bahwa uang
adalah sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat
e ESPA4227/MODUL 1 1.9
pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan
berharga lainnya serta untuk pembayaran utang;
4. RS. Sayers dalam bukunyaModern Banking 1938 mengatakan bahwa uang
adalah segala sesuatu yang diterima sebagai pembayar utang;
5. Albert Gailorrt Hart dalam bukunya Money Debt and Economic Activity
pada tahun 1950-an mengatakan bahwa uang adalah kekayaan di mana si
pemilik dapat melunaskan utangnya dalamjumlah tertentu pada waktu itu
•
JUga;
6. Rollin G. Thomas dalam bukunya Our Modern Banking and Monetary
System 1957 mengatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang siap sedia
dan biasanya diterima umum dalam pembayaran pembelian barang-barang,
jasa-jasa dan pembayaran utang.
Sebagai alat pertukaran, maka keberadaan uang menjadi sangat penting
dalam perekonomian. Suatu benda dapat dijadikan sebagai "uang" jika benda
tersebut telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Beberapa syarat-syarat uang
antara lain:
1. Diterima secara umum (acceptability). Dang harus dapat diterima oleh
seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Agar dapat diakui sebagai alat tukar
umum suatu benda harus memiliki nilai tinggi atau setidaknya dijamin
keberadaannya oleh pemerintah yang berkuasa.
2. Memiliki nilai yang cenderung stabil (stability of value). Nilai uang
seharusnya stabil, tidak berfluktuasi dari waktu ke waktu.
3. Ringan dan mudah dibawa (portability). Keberadaan uang seharusnya tidak
memberatkan pemiliknya dan mudah dibawa ke mana-mana dan mudah
dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility).
4. Tahan lama (durability). Dang harus memiliki sifat tahan lama dan tidak
mudah rusak, oleh karena itu pemilihan bahan sanggat menentukan
ketahanan uang.
5. Kualitasnya cenderung sama (uniformity). Dang harus memiliki kualitas
yang cenderung sama.
D. FUNGSI DAN TUJUAN MEMEGANG UANG
Dang mulai banyak digunakan dalam masyarakat. Penggunaan uang oleh
masyarakat karena uang memiliki empat fungsi:
1.10 EKDNOMI MDNETER e
1. Uang sebagai alat tukar-menukar (medium of exchange). Dalam sistem
pertukaran barter, uang mensyaratkan adanya double coincidence. Dengan
adanya "uang" yang diterima secara umum sebagai alat tukar, maka syarat
double coincidence tersebut menjadi tidak relevan lagi.
2. Uang sebagai satuan nilai (measure of value). Dalam fungsinya uang
sebagai satuan pengukur nilai, maka setiap barang yang dipertukarkan
dapat dinilai dengan satuan uang tertentu. Uang dipakai untuk menunjukkan
nilai berbagai macam barang danjasa yang diperjualbelikan, menunjukkan
besamya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman. Uang juga
dipakai untuk menentukan harga barang/jasa. Sebagai alat satuan hitung,
uang berperan untuk memperlancar pertukaran barang.
3. Uang sebagai standar atau ukuran pembayaran yang tertunda (standardfor
deferred payments).
4. Uang sebagai alat penyimpan nilai dan kekayaan (store ofvalue and store
ofwealth). Sebagai penyimpan nilai atau kekayaan, uang digunakan untuk
mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika
seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas
barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat menyimpan uang tersebut
untuk digunakan membeli barang danjasa di masa mendatang.
Berkaitan dengan fungsi-fungsi uang tersebut, maka seseorang yang
memegang uang setidaknya dilandasi tiga motif; yaitu:
1. Motif Transaksi (Transaction Motive)
Motif transaksi adalah dorongan orang memegang untuk kebutuhan
transaksi atau pembayaran, baik yang dilakukan oleh rumah tangga konsumen
ataupun rumah tangga perusahaan. Bagi rumah tangga konsumen, motif
transaksi berkaitan dengan pembayaran pemakaian listrik, telepon dan belanja
harian, sedangkan bagi rumah tangga perusahaan motif transaksi berhubungan
dengan pengeluaran upah atau gaji karyawan dan pengeluaran-pengeluaran
perusahaan lainnya. Motif transaksi ini dipengaruhi oleh besarnya tingkat
pendapatan. Secara matematis, permintaan uang untuk tujuan transaksi (Md)
dirumuskan sebagai berikut.
+
Mdt =kY
e ESPA4227/MODUL 1 1.11
di mana Mctt (money demandfor transaction) merupakan motif memegang uang
untuk transaksi dan Y adalah pendapatan yang diterima. Y merupakan tingkat
pendapatan yang berhubungan positif dengan permintaan uang untuk transaksi.
Semakin tinggi tingkat pendapatan semakin besar keinginan memegang
uang kas untuk transaksi. Ketergantungan permintaan uang untuk transaksi
terhadap pendapatan dapat dijelaskan dalam Gambar 1.2 berikut ini.
y
~------------------ Md
Gambar 1.2
Permintaan Uang untuk Transaksi
Permintaan uang untuk tujuan transaksi ditunjukkan dengan Mctt· Pada motif
transaksi, Keynes mengikuti jejak Klasik bahwa permintaan untuk transaksi
tergantung pendapatan, namun perbedaannya terletak pada penekanan motif
spekulasi dan peranan tingkat bunga dalam menentukan permintaan uang untuk
spekulasi.
2. Motif Berjaga-jaga (Precautionary Motive)
Sesuai dengan fungsinya sebagai alat tukar, maka tujuan seseorang
memegang uang adalah karena kebutuhannya untuk melakukan transaksi.
Karena itu, kebutuhan uang untuk transaksi ini dipengaruhi oleh tingkat
pendapatan. Pemikiran ini berlandaskan pada pemikiran Ekonom Klasik,
walaupun begitu ekonom penganut Keynes juga tidak menolaknya.
Keynes menganalisis teori permintaan uang Klasik lebih jauh dari sekedar
untuk transaksi. Permintaan uang tersebut adalah untuk berjaga-jaga terhadap
kebutuhan yang tak terduga (unexpected need) (Nelson, 2010). Tersedianya
uang di tangan untuk jaga-jaga memberikan rasa aman menghadapi rekening
yang tidak terduga (unexpected bill) misalnya untuk biaya pengobatan dan
perbaikan secara tiba-tiba.
1.12 EKDNOMI MDNETER e
Keynes percaya bahwa jumlah permintaan uang untuk berjaga-jaga pada
dasarnya ditentukan oleh tingkat transaksi yang diperkirakan pada masa yang
akan datang. Jenis transaksi ini proporsional dengan pendapatan, oleh karena itu
Keynes memformulasikan permintaan uang untukjaga-jaga secara proporsional
sama dengan permintaan uang untuk transaksi (Mishkin, 2007).
Menurut Keynes, masyarakat memerlukan uang kas untuk transaksi dan
berjaga-jaga, karena:
a. transaksi pengeluaran sering kali terjadi lebih dahulu daripada
penerimaan/pendapatannya;
b. pengeluaran sering kali tidak dapat diperkirakan sebelumnya;
c. penerimaan yang diharapkan tidakjadi diterima;
d. pengeluaran yang terjadi sangat penting dan menguntungkan untuk
dilakukan lebih dahulu.
3. Motif untuk Spekulasi (Speculative Motive)
Pemikiran ini murni merupakan ide dari Keynes. Tujuan seseorang
memegang uang untuk spekulasi ini sesuai dengan fungsi uang sebagai alat
penyimpan nilai dan kekayaan. Dalam hal ini uang dianggap sebagai aset.
Permintaan untuk motif spekulasi ini terjadi karena adanya faktor ketidakpastian
(uncertainty) dan ekspektasi (expectation) yang mempengaruhi seseorang
dalam memegang uang. Dalam menentukan kebutuhan uang untuk motif
spekulasi ini seseorang dipengaruhi oleh ekspektasi penghasilan masa depan
dari berbagai bentuk aset yang dimungkinkan untuk dimiliki. Keynes
menggunakan tingkat bunga sebagai variabel pengukur ekspektasi penghasilan
masa depan sehingga kebutuhan uang untuk tujuan spekulasi ini dipengaruhi
oleh perubahan tingkat bunga.
Menurut Keynes, masyarakat menghendaki jumlah uang kas yang melebihi
keperluan transaksi karena keinginan untuk menyimpan kekayaan dalam bentuk
uang kas. Dang kas yang disimpan ini berarti berfungsi sebagai penimbun
kekayaan atau store of value . Permintaan uang untuk spekulasi dipengaruhi
oleh tingkat bunga, yang berarti bahwa semakin tinggi tingkat bunga semakin
rendah keinginan masyarakat akan uang kas untuk spekulasi. Ada dua alasan
untuk hal ini, pertamajika tingkat bunga naik berarti opportunity cost ofholding
money semakin besar sehingga keinginan masyarakat akan uang kas semakin
kecil. Sebaliknya semakin rendah tingkat bunga semakin besar keinginan
masyarakat untuk menyimpan uang kas. Kedua, adanya hipotesa Keynes yang
menganggap terjadinya tingkat bunga normal yaitujika terjadi perubahan, suatu
e ESPA4227/ MODUL 1 1.13
tingkat bunga diharapkan akan kembali ke tingkat bunga normal. Jika
kenyataannya tingkat bunga berada di atas normal maka harapan masyarakat
adalah tingkat bunga tidak naik bahkan diperkirakan akan turun ke tingkat
bunga normal sehingga harga surat berharga diperkirakan naik (capital losses).
Akibatnya, jumlah surat berharga bertambah banyak sehingga permintaan uang
kas semakin kecil. Sebaliknya jika tingkat bunga di bawah normal, maka
masyarakat memperkirakan tingkat bunga akan naik ke tingkat bunga normal.
Harga surat berharga turun sehingga masyarakat menjual surat berharganya
karena biaya memegang uang kas naik.
Sebelum ini kita telah membahas tentang pengertian uang, fungsi uang dan
tujuan mengenai uang. Silakan Anda membuat catatan kecil untuk memudahkan
Anda belajar. Kemudian pembahasan dilanjutkan dengan jenis-jenis uang.
E. JENIS-JENIS UANG
Pada perkembangan perekonomian saat ini sebenarnya yang dimaksud uang
bukan dalam arti sempit yaitu uang yang diciptakan oleh bank Indonesia saja,
melainkan dalam arti yang lebih luas yang mencakup alat alat likuid lainnya.
Jenis-jenis uang tersebut adalah:
1. Uang Primer. Uang primer ini juga sering dikenal dengan istilah uang inti
(high powered money), atau uang dasar (base money). Uang primer adalah
uang logam, uang kertas maupun cek yang dicetak oleh bank sentral. Dalam
sistem moneter Indonesia, uang primer ini terdiri dari: uang kartal, alat
likuid bank umum yang terdiri atas kas bank umum dan giro bank umum
pada Bank Indonesia, serta giro swasta bukan bank yang ada pada Bank
Indonesia.
2. Full Bodied Money (uang penuh). Nilai uang dikatakan sebagai uang
penuh apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan
bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum
sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut. Jika uang
itu terbuat dari emas, maka nilai uang itu sama dengan nilai emas yang
dikandungnya. Agar nilai uang sama dengan nilai materinya, setidaknya ada
2 syarat yang harus dipenuhi yaitu masyarakat diberikan kebebasan untuk
membuat mata uang ke pabrik uang milik pemerintah serta masyarakat
bebas untuk menjual, membeli dan menyimpang uang logam yang
1.14 EKDNOMI MDNETER e
dimilikinya. Jika kedua syarat tersebut dipenuhi maka nilai uang akan sama
dengan nilai materi yang dipergunakannya.
3. Token Money (uang tanda). Uang tanda adalah apabila nilai yang tertera di
atas uang lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang
atau dengan kata lain nilai nominal lebih besar dari nilai intrinsik uang
tersebut. Misalnya, untuk membuat uang Rp1.000,00 pemerintah
mengeluarkan biaya Rp750,00. Token money adalah mata uang yang nilai
nominalnya lebih tinggi dari materinya. Uang kertas dan logam yang
beredar sekarang termasuk dalam token money.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai perbedaan antarafull
bodied money dengan token money (Rahardjo, 2009):
a. Terletak pada definisinya. Bila token money merupakan mata uang
yang nilai materinyajauh di bawah nilai nominalnya, makafull bodied
money adalah mata uang yang nilai materinya sama dengan nilai
nominalnya.
b. Pada masa token money, mata uang dibuat oleh badan-badan yang
ditunjuk oleh pemerintah misalnya BankSentral, sedangkan pada masa
full bodied money, masyarakat bebas menempa dan melebur mata uang
sendiri.
c. Pada masa full bodied money, jumlah uang beredar sulit dihitung
jumlahnya sedangkan pada masa token money jumlah uang beredar
mudah dihitung.
4. Uang Kertas. Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan
gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah.
Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang
dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang
terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas). Ada
beberapa pertimbangan mengapa kertas dipilih sebagai bahan untuk
membuat uang yaitu : (1) Kertas sifatnya lebih ringan dan mudah dibawa ke
mana-mana; (2) biaya pembuatan uang kertas relatif murah dibandingkan
ongkos pembuatan uang logam; (3) persediaan kertas yang dimiliki
pemerintah relatif banyak sehingga jika sewaktu waktu pemerintah ingin
menambah jumlah uang kertas tidak kesulitan mendapatkan bahan baku.
Uang kertas juga disebut sebagaifolding money karena uang kertas dapat
dilipat. Nilai uang kertas dijamin oleh pemerintah sehingga tidak
e ESPA4227/MODUL 1 1.15
menimbulkan keraguan orang untuk menggunakan uang kertas. Atas dasar
kepercayaan tersebut maka uang kertas sering disebut uang fiat atau uang
kepercayaan. Di Indonesia, bank Indonesia diberikan hak untuk mencetak
dan mengelola keberadaan uang kertas.
5. Uang Giral. Dang giral adalah uang yang diciptakan oleh bank-bank
umum. Dang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan
masyarakat akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan
aman. Di Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank
umum selain Bank Indonesia. Menurut DD No.7 tentang Perbankan tahun
1992, definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum, yang
dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Dalam sistem
moneter Indonesia, uang giral terdiri dari rekening giro, kiriman uang,
simpanan berjangka dan tabungan rupiah yang sudah jatuh waktu, yang
seluruhnya merupakan simpanan penduduk dalam Rupiah. Dang giral
biasanya digunakan untuk transaksi dengan nilai uang yang sangat besar.
6. Uang Kuasi (Quasi Money). Dang kuasi mempunyai kemiripan dengan
uang. Dang kuasi merupakan bentuk kekayaan yang dianggap cukup likuid,
dalam waktu dekat dapat diuangkan di bank. Beberapa contoh uang kuasi
antara lain deposito berjangka, tabungan, dan obligasi pemerintah. Sebuah
paham yang berpandangan luas (Komite Radclife) menyatakan bahwa yang
termasuk uang adalah terdiri dari uang kartal, uang giral dan kuasi,
sedangkan paham yang berpandangan sempit menyatakan bahwa uang itu
hanya terdiri dari uang kartal dan uang giral. Dang kartal dan uang giral
yang ada di masyarakat lazimnya disebut jumlah uang beredar (Rahardjo,
2009). Dalam sistem moneter Indonesia, uang kuasi terdiri dari simpanan
berjangka dan tabungan penduduk baik dalam Rupiah maupun valuta asing.
Jumlah uang yang beredar di masyarakat pada dasarnya terdiri dari uang
kartal dan uang giral. Dntuk lebihjelasnya coba Anda perhatikan Gambar 1.3.
tentang jenis-jenis Pada Gambar 1.3 diketahui bahwa pembagian jenis uang
didasarkan pada bahan yang digunakannya maka uang dibagi menjadi uang
barang, uang logam dan uang kertas. Dang logam sendiri dibagi menjadi full
bodied money dan token money, sedangkan uang kertas yang terdiri dari uang
kertas negara dan uang kertas bank seluruhnya merupakan token money. Dari
pembagian ini kemudian timbul uang kartal yang terdiri dari turunan uang
1.16 EKDNOMI MDNETER e
logam dan uang kertas. Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam.
Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat
dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari. Di Indonesia, lembaga yang
bertugas dan mengawasi peredaran uang rupiah adalah Bank Indonesia,
sedangkan perusahaan yang mencetak uang rupiah adalah Perum Percetakan
Uang Republik Indonesia (Peruri).
Uang Barang
Uang
Uang logam
Uang kertas
(token
money)
Full bodied
money
Token money
Uang kertas
negara
Common
money (uang
kartal)
Gambar 1.3
Jumlah uang
beredar
Jumlah Uang Beredar di Masyarakat
Uang kertas
bank
Demand
deposit
money
(uang giral)
Jumlah uang beredar yang terdiri dari uang kartal dan uang giral sering
disebut sebagai narrow money atau Mb sedangkan M2 (broad money)
cakupannya lebih luas yaitu merupakan M1 ditambah deposito dan tabungan
dalam mata uang domestik. Pengertian yang lebih luas lagi yaitu M3 yaitu M2
ditambah deposito berjangka dalam mata uang asing. M1 merupakan jumlah
uang beredar yang paling likuid, sebab proses untuk menjadikannya sebagai
uang kas sangat cepat dan tanpa adanya kerugian nilai (artinya satu rupiah
menjadi satu rupiahjuga). Sementara M2 karena mencakup deposito berjangka
maka likuiditasnya lebih rendah, untuk menjadikannya uang kas, deposito
e ESPA4227/MODUL 1 1.17
berjangka perlu waktu (3, 6, atau 12 bulan) sehingga jika dijadikan uang kas
sebelum jangka waktu tersebut kena penalti/denda (jadi tidak satu rupiah
menjadi satu rupiah, tetapi lebih kecil karena denda tersebut).
- F= LATIHAN-c - ---~ ~
i J - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
~ E -
___:__ ..-.
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,
kerjakanlah latihan berikut!
1) Apa yang dimaksud dengan uang?
2) Jelaskan tahap-tahap dalam perkembangan uang!
Petunjuk Jawaban Latihan
1) Uang didefinisikan sebagai alat pertukaran (medium of exchange), yaitu
suatu barang atau bentuk kekayaan riil (tangible asset) yang secara umum
diterima sebagai pembayaran. Uangjuga berfungsi sebagai penyimpan nilai
dan alat pengukur (medium ofaccount).
2) Tahap sebelumperdagangan barter, perdagangan barter, tahap uang logam,
dan tahap uang kertas.
i R A N G K U M A N____________________________________
Ekonomi moneter merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang khusus
yang mempelajari tentang sifat, fungsi dan pengaruh uang terhadap
kegiatan ekonomi. Beberapa alasan yang dapat dikemukakan dalam
mempelajari ekonomi moneter adalah pemahaman secara mendalam
tentang mekanisme penciptaan uang, tingkat bunga, pasar uang, sistem dan
kebijakan moneter, serta pembayaran internasional.
Uang yang kita kenai sekarang ini sudah mengalami proses
perkembangan yang sangat panjang. Setidaknya terdapat lima tahapan
dalam sejarah perkembangan uang yaitu tahap sebelum perdagangan barter,
perdagangan barter, tahap penggunaan uang barang, tahap penggunaan
uang logam, dan tahap penggunaan uang kertas.
Uang mulai banyak digunakan dalam masyarakat. Penggunaan uang
oleh masyarakat karena uang memiliki empat fungsi yaitu uang sebagai alat
tukar-menukar (medium ofexchange), uang sebagai satuan nilai (measure
1.18 EKDNDMI MDNETER e
of value), uang sebagai standar atau ukuran pembayaran yang tertunda
(standardfor deferred payments) dan fungsi uang sebagai alat penyimpan
nilai dan kekayaan (store ofvalue dan store ofwealth).
Beberapa syarat uang antara lain diterima secara umum (acceptability),
memiliki nilai yang cenderung stabil (stability ofvalue), ringan dan mudah
dibawa (portability), bersifat tahan lama dan tidak mudah rusak, dan
memiliki kualitas yang cenderung sama.
TES FORMATIF 1
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1) Persoalan pokok yang dipelajari dalam ekonomi moneter adalah ....
A. jumlah uang beredar
B. penerapan kebijakan fiskal
C. perdagangan internasional
D. stabilitas ekonomi makro
2) Sistem tukar menukar barang dengan barang disebut sistem ....
A. barter
B. kurs
C. uang barang
D. perdagangan internasional
3) Adanya double coincidence ofwant ditemukan dalam tahap ....
A. penggunaan uang logam
B. penggunaan uang kertas
C. penggunaan uang plastik
D. perdagangan internasional
4) Uang adalah sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat
pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan
berharga lainnya serta untuk pembayaran utang. Definisi uang menurut ....
A. Pigou
B. Robertson
C. Thomas
D. Sayers
e ESPA4227/MODUL 1 1.19
5) Uang yang diciptakan oleh bank-bank umum disebut uang ....
A. kartal
B. giral
C. kuasi
D. demand deposit
Cocokkanlahjawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang
terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian,
gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap
materi Kegiatan Belajar 1.
Jumlah Jawaban yang Benar
Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal
Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali
80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang
Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat
meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda
harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum
dikuasai.
1.20 EKDNOMI MDNETER e
KEGIATAN BELA&JAR 2
Proses Penciptaan Uang Beredar
alam Kegiatan Belajar 1, kita telah membahas tentang sejarah lahirnya
uang, kemudian dilanjutkan dengan Proses Penciptaan Uang Beredar,
untuk itu silakan Anda simak pemaparan berikut ini.
A. JUMLAH UANG BEREDAR
Pasar uang, sebagaimana pasar yang lain selalu mempunyai dan mencakup
tiga unsur pasar yakni penawaran, permintaan dan interaksi keduanya dalam
membentuk harga dan jumlah keseimbangan. Penawaran uang ini dalam
kehidupan sehari-hari dikenal dengan istilah jumlah uang beredar (JUB).
Siapakah pelaku-pelaku di pasar uang tersebut, dan apa yang dimaksud dengan
harga uang tadi. Para pelaku di sisi penawaran adalah lembaga-lembaga yang
mempunyai kewenangan untuk menciptakan dan mempengaruhi jumlah uang
beredar. Lembaga-lembaga tersebut adalah Bank Sentral dan Lembaga
Keuangan yang menurut undang-undang diperbolehkan mencetak dan
mengedarkan uang. Di Indonesia, lembaga-lembaga tersebut adalah Bank
Indonesia dan Bank-bank Umum Pencipta Uang Giral (BPUG). Para pelaku di
sisi permintaan adalah masyarakat pengguna uang, baik orang per orang ataupun
badan hukum. Tingkat bunga adalah harga yang harus dibayar atas pinjaman
uang. Jadi, harga uang di pasar uang adalah tingkat bunga. Pandangan ini
merupakan pandangan dari Teori Keynes dan para pengikut pemikirannya.
Sementara pandangan yang berangkat dari Teori Klasik, harga uang adalah
tingkat harga umum. Karena itu, interaksi antara permintaan dan penawaran di
pasar uang akan menentukan tingkat harga umum.
Penawaran uang di pasar uang ditunjukkan oleh banyaknya jumlah uang
beredar, yang terdiri dari uang dalam arti sempit dan uang dalam arti luas
(bahkan di beberapa negara sudah membedakannya ke dalam tiga macam uang
beredar). Bank Indonesia masih menggunakan dua konsep uang tersebut.
1. Jumlah uang beredar dalam arti sempit (narrow money). Salah satu konsep
uang yang penting dan banyak dikenal adalah pengertian uang dalam arti
sempit. Uang dalam arti sempit ini terdiri dari uang kartal dan giral. Uang
dalam arti sempit dinyatakan dengan simbol M1.
e ESPA4227/ MODUL 1 1.21
2. Jurnlah uang beredar dalam arti luas (broad money). Dang dalam arti luas
terdiri dari uang kartal, uang giral, dan uang kuasi. Dang dalam arti luas
tersebut dinyatakan dengan simbol M2.
B. PROSES PENCIPTAAN UANG BEREDAR
Bagaimanakah proses penciptaan uang beredar? Ada dua pandangan yang
berbeda dalam hal pencetakan uang beredar. Pandangan pertama, berpendapat
bahwa uang beredar sepenuhnya ditentukan oleh Otoritas Moneter atau Bank
Sentral. Sedang pandangan kedua berpendapat bahwa selain Otoritas Moneter,
lembaga lain seperti bank umum dan perilaku masyarakat ikut menentukan
besarnya jumlah uang beredar.
Menurut pandangan pertama, jurnlah uang beredar (JDB) sepenuhnya
ditentukan oleh Otoritas Moneter. Hal ini berarti bahwa jumlah uang beredar
bersifat otonom, yang tidak dipengaruhi oleh tingkat bunga pasar uang. Di
Indonesia, jurnlah uang beredar menurut pandangan ini ditunjukkan olehjurnlah
uang primer. Walaupun besarnyajurnlah uang primer ini tidak dipengaruhi oleh
tingkat bunga (i) pasar uang, akan tetapi jurnlah uang primer tersebut
dipengaruhi oleh kebijakan Otoritas Moneter dalam menentukan instrumen-
instrumen "Bank Indonesia Rate/BI Rate" yang akan menjadi sinyal suku bunga
Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan besarnya Giro Wajib Minimum (minimum
reserve requirement; GWM) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Karena
besarnyajurnlah uang beredar ditentukan secara otonom oleh Otoritas Moneter,
maka bentuk kurva penawaran uang (Ms) adalah vertikal, coba Anda
perhatikan Gambar 1.4.
Ms
•
I
Gambar 1.4
Jumlah Uang Beredar ditentukan Otoritas Moneter
Keterangan: i =tingkat bunga
Ms = jurnlah uang beredar
1.22 EKDNOMI MDNETER e
Menurut pandangan kedua jumlah uang beredar bukan hanya ditentukan
oleh Otoritas Moneter melainkan juga oleh kebijakan bank-bank umum. Dengan
demikian, yang mempengaruhi jumlah uang beredar selain dipengaruhi oleh
instrumen-instrumen yang bersifat otonom yang dilakukan Otoritas Moneter,
juga dipengaruhi oleh kebijakan bank umum dalam menentukan tingkat bunga
pasar uang.
•
I Ms
Gambar 1.5
Jumlah Uang Beredar Ditentukan oleh Otoritas Moneter dan Bank Umum
Di Indonesia, jumlah uang beredar yang dipengaruhi oleh bank umum
tersebut ditunjukkan olehjumlah uang giral dan uang kuasi. Jumlah uang giral
maupun uang kuasi ini dipengaruhi oleh tingkat bunga. Perilaku tingkat bunga
pasar ini juga dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dalam menyimpan atau
meminjam uang di pasar uang. Oleh karena itu, jumlah uang beredar menurut
pandangan kedua ini kurva penawaran berbentuk miring dari kiri bawah ke
kanan atas atau mempunyai kemiringan positif Silakan Anda perhatikan
Gambar 1.5
Kita telah membahas tentang jumlah uang beredar dan proses pencitaan
uang secara narasi maupun grafis, buatlah catatan kecil. Pembahasan dilanjutkan
dengan konsep stok dan konsep aliran.
C. KONSEP STOK DAN KONSEP ALIRAN
Apakah yang dimaksud dengan konsep stok dan konsep aliran? Konsep variabel
stok (stock concept) merupakan jumlah uang beredar, sedang konsep variabel
aliran (flow concept) merupakan perubahanjumlah uang beredar adalah. Konsep
stok menunjukkan tingkat atau posisi dari suatu variabel. Konsep stok
merupakan nilai akumulasi variabel pada suatu penggal waktu. Sedang konsep
e ESPA4227/ MODUL 1 1.23
aliran menunjukkan perubahan nilai suatu variabel dari waktu ke waktu dalam
suatu periode waktu tertentu. Coba Anda perhatikan Tabel 1.1 tenang jumlah
uang primer yang terdiri atas uang kartal yang diedarkan, saldo giro bank umum
pada Bank Indonesia, giro sektor swasta, sertifikat Bank Indonesia dan Uang
Primer.
Tabel 1.1
Jumlah Uang Primer (dalam miliar rupiah)
Tahun
1
2005
2006
2007
2008
2009
2010*
Uang kartal
yang
diedarkan
2
144,869
178,572
220,785
264,391
279,029
253,934
*sampai bulan April
Sumber: Bank Indonesia: SEKI
Saldo Giro
Bank Umum
pada Bl
3
94,531
118,417
158,452
79,648
89,903
96,653
Giro Sektor
Swasta
4
381
91
345
650
601
575
SBI
5
0
0
0
0
32,587
37,589
Primer
6
239,781
297,080
379,582
344,689
402,119
388,752
Tabel1.1. di atas yang menunjukkanjumlah uang primer yang beredar di
Indonesia. Coba Anda perhatikanjumlah uang kartal yang diedarkan Pada tahun
2009 mencapai 279,029 miliar rupiah dan saldo giro bank umum pada Bank
Indonesia mencapai 89,903 miliar, dan uang primer mencapai 402,119 miliar.
Kalau kita bandingkan dengan tahun sebelumnya terjadi kenaikan, hal ini
dikarenakan meningkatnya perkembangan perekonomian Indonesia. Kemudian
coba Anda perhatikan April 2010 jumlah uang kartal yang diedarkan sudah
mencapai 253,934 miliar rupiah sedangkan saldo giro bank umum pada Bank
Indonesia sudah mencapai 96,653 miliar rupiah, melebihi saldo giro pada tahun
sebelumnya. Uang primer yang beredar sampai bulan April sudah mencapai
388,752 miliar Rupiah.
Kemudian coba Anda perhatikan Tabel1.2, uang dalam arti dan luas. Uang
dalam arti sempit merupakan uang kartal di luar bank umum dan BPR,
Sedangkan uang dalam arti luas merupakan penjumlahan uang dalam arti
sempit, uang kuasi dan surat berharga selain saham.
1.24 EKDNOMI MDNETER e
Tabel 1.2
Uang Dalam Arti Sempit dan Luas (dalam miliar rupiah)
Uang Kartal
Simpanan
Uang Surat Uang
di luar Bank dalam Arti Uang Berharga Dalam
Tahun Giro
Umum dan Sempit Kuasi Selain Arti Luas
Rupiah
BPR (M1) Saham (M2)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
2005 123,991 147,149 271 '140 929,343 2,280 1,202,763
2006 150,654 196,359 347,013 1,032,865 2,615 1,382,493
2007 182,967 267,089 450,056 1'196,119 3,487 1,649,662
2008 209,747 247,040 456,787 1,435,772 3,279 1,895,838
2009 226,006 289,818 515,824 1,622,055 3,504 2,141,384
2010* 205,520 289,378 494,897 1,583,644 3,553 2,082,094
* sampai bulan Maret
Sumber: Bank Indonesia: SEKI
Untuk memberi gambaran dengan lebih baik mengenai kedua konsep
tersebut, coba Anda perhatikanjumlah uang beredar pada tahun 2010. Jumlah
uang beredar (money stock) pada tahun 2010 adalah Rp.494.897 miliar untuk
uang dalam arti sempit (Ml) dan Rp.2.082.094 miliar untuk uang dalam arti luas
(M2). Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari jumlah uang beredar tahun
sebelumnya ditambah perubahanjumlah uang beredar selama Maret tahun 2010.
Sementara perubahan jumlah uang beredar pada Maret tahun 2010 dibanding
tahun 2009 adalah minus Rp.20.927 miliar untuk M1 dan minus Rp 59.259
untuk M2. Perubahan jumlah uang beredar bertanda minus tersebut
menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah uang beredar dibanding tahun
sebelumnya.
Bila Anda belum paham, silakan pelajari kembali. Selanjutnya kita akan
membahas angka pengganda.
D. ANGKA PENGGANDA UANG
Dalam kehidupan ekonomi nyata saat ini di mana dalam sistem moneter
perekonomian suatu negara terdiri dari bank sentral dan bank umum, proses
pencetakan uang bukan hanya ditentukan oleh Otoritas Moneter, tetapijuga oleh
e ESPA4227/MODUL 1 1.25
lembaga perbankan atau Bank Pencetak Dang Giral (BPUG) dan perilaku
masyarakat. Proses pencetakan uang tersebut secara skematis dapat Anda lihat
pada Gambar 1.5 berikut ini.
Uang Primer
~----~ ~----~
Uang Kartal
(K)
..
(B)
~
Uang Giral
(D)
Cadangan
(R)
Uang Kuasi
(Q)
M1 _. M1 ·-___,
Gambar 1.5
Proses Pencetakan Uang
Dari Gambar 1.5 dapat diketahui dengan jelas bahwajumlah uang beredar;
baik uang dalam arti sempit (M1) maupun uang dalam arti luas (M2), selain
dipengaruhi oleh Bank Sentral melalui uang primer (B), juga dipengaruhi
seberapa besar uang giral (D) maupun uang kuasi (Q) yang diciptakan oleh bank
umum. Pengaruh perilaku masyarakat tercermin dari kemauan dan kepercayaan
masyarakat untuk menggunakan uang kartal, uang giral, maupun uang kuasi.
Salah satu variabel yang mempengaruhi perilaku masyarakat adalah tingkat
bunga bank. Semakin tinggi tingkat bunga, semakin besar keinginan masyarakat
untuk memegang uang kuasi. Dengan demikian, bankjuga bisa mempengaruhi
jumlah uang beredar melalui kebijakan tingkat bunga.
Jumlah uang beredarjuga dapat lebih besar daripada uang inti. Berapabesar
perbandingan antara uang inti dengan uang beredar, tergantung pada besar
angka pengganda uang (multiplier of money). Coba Anda perhatikan kedua
rumus angka pengganda berikut ini.
1. Angka pengganda uang untuk M 1:
M1 = { 1/[c + r(1-c)] }*B dapat juga ditulis M1 = m1*B
1.26 EKDNOMI MDNETER e
2. Angka pengganda uang untuk M2:
M2 ={(1+t)/[c + r(1-c) + rd.t]}*B dapatjuga ditulis M2 =m2*B
Keterangan:
M1 =jumlah uang beredar dalam arti sempit
M2 =jumlah uang beredar dalam arti luas
B = uang inti/primer
c = rasio uang kartal terhadap jumlah uang beredar
r = rasio cadangan untuk menjamin uang giral
t = rasio uang kuasildeposito berjangka terhadap uang beredar
rd = rasio cadangan untuk menjamin uang kuasi/deposito berjangka
m1 = angka pengganda (multiplier) uang dalam arti sempit yang besarnya
adalah {1/[c + r(1-c)]} *
m2 = angka pengganda (multiplier) uang dalam arti luas yang besarnya adalah
{(1+t)/[c + r(1-c) + rd.t]} *
Angka pengganda M1 dan M2 di Indonesia dapat dilihat dalam Tabel 1.3
pada kolom 5 dan kolom 6.. Angka pengganda M 1 relatif lebih kecil
dibandingkan dengan angka pengganda M2. Namun demikian sejak tahun 2005
angka pengganda M1 selalu mengalami peningkatan hingga mencapai 1,33 pada
tahun 2008 sebelum akhirnya menurun pada tahun 2009 sebesar 1.28. Demikian
juga yang terjadi pada angka pengganda M2 yang nilainya lebih berfluktuasi.
Pada tahun 2005 angka pengganda M2 adalah sebesar 5,02, namun angka ini
terus turun hingga mencapai 4,35 pada tahun 2007. Selanjutnya angka
pengganda tersebut kembali meningkat pada tahun 2008 menjadi 5.50.
Tabel1.3
Angka Pengganda Uang
Uang dalam
Uang Dalam
Angka Angka
Tahun Uang Primer Arti Sempit Pengganda Pengganda
Arti Luas (M2)
(M1) M1 M2
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
2005 239,781 271 '140 1,202,763 1.13 5.02
2006 297,080 347,013 1,382,493 1.17 4.65
2007 379,582 450,056 1,649,662 1.19 4.35
2008 344,689 456,787 1,895,838 1.33 5.50
2009 402,119 515,824 2,141,384 1.28 5.33
2010* 388,752 494,897 2,082,094 1.27 5.36
Sumber: data diolah dari Tabel 1.1 dan 1.2.
e ESPA4227/MODUL 1 1.27
Baik angka pengganda uang dalam arti sempit (M1) maupun dalam arti luas
(M2), besarnya dipengaruhi oleh parameter-parameter yang menunjukkan
perilaku masyarakat pemegang uang. Parameter-parameter tersebut adalah:
1. Rasio uang kartal terhadap jumlah uang beredar. Rasio ini menunjukkan
porsi dari jumlah uang beredar yang dipegang masyarakat dalam bentuk
uang tunai. Dang tunai ini digunakan untuk tujuan transaksi dan berjaga-
jaga. Semakin masyarakat berminat untuk memegang uang tunai, semakin
besar rasio tersebut
2. Rasio cadangan untuk menjamin uang giral. Rasio ini menunjukkan
kebijakan perbankan dalam mengelola cadangan atas uang giral yang
diciptakan. Rasio ini terdiri dari dua komponen, yaitu komponen pertama
adalah rasio wajib yang harus ditempatkan di bank sentral dan komponen
kedua adalah rasio cadangan yang ditempatkan di bank umum
bersangkutan. Semakin besar rasio yang ditetapkan bank sentral dan juga
rasio yang ditempatkan di bank umum bersangkutan, semakin besar rasio
tersebut
3. Rasio uang kuasi terhadap jumlah uang beredar. Rasio ini selain
menunjukkan kebijakan perbankan dalam menentukan suku bunga juga
menunjukkan minat masyarakat menempatkan uang mereka di lembaga
keuangan. Semakin masyarakat berminat untuk menempatkan uang mereka
pada lembaga keuangan, rasio tersebut semakin besar. Dengan demikian
minat menabung di lembaga keuangan akan mempengaruhi besar jumlah
uang beredar.
4. Rasio cadangan terhadap uang kuasi. Besarnya cadangan yang ditetapkan
oleh bank umum terhadap uang kuasi dipengaruhi oleh kewajiban minimum
yang ditentukan bank sentral dan besar cadangan lebih yang ditetapkan
bank umum bersangkutan. Dengan demikian kebijakan penentuan cadangan
oleh bank umum akan menentukan besarnya uang beredar
_.
"
6 _ ____. . ._ _ _ _ .
.....~
.. ,...,._ .
LATIHAN
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,
kerjakanlah latihan berikut!
1) Jelaskan pandangan yang menyatakan bahwa jumlah uang beredar
ditentukan oleh otoritas moneter!
1.28 EKDNDMI MDNETER e
2) Apakah yang mempengaruhi perbandingan antara uang inti dengan uang
beredar?
Petunjuk Jawaban Latihan
1) Menurut pandangan yang menyatakan bahwa jumlah uang beredar
sepenuhnya ditentukan oleh otoritas moneter maka jumlah uang beredar
bersifat otonom, dalam arti bahwa jumlah uang beredar tersebut tidak
dipengaruhi oleh tingkat bunga pasar uang. Di Indonesia sendiri, jumlah
uang beredar menurut pandangan ini ditunjukkan olehjumlah uang primer.
2) Jumlah uang beredar biasanya lebih besar daripada uang inti. Berapa besar
perbandingan antara uang inti dengan uang beredar, tergantung pada besar
angka pengganda uang (multiplier ofmoney).
RANGKUMAN
Jumlah uang beredar adalah konsep variabel stok (stock concept),
sedang perubahanjumlah uang beredar adalah konsep variabel aliran (flow
concept). Konsep stok menunjukkan tingkat atau posisi dari suatu variabel.
Konsep stok merupakan nilai akumulasi variabel pada suatu penggal waktu.
Sedang konsep aliran menunjukkan perubahan nilai suatu variabel dari
waktu ke waktu dalam suatu periode waktu tertentu.
Ada dua pandangan yang berbeda dalam hal pencetakan uang beredar.
Pandangan pertama, berpendapat bahwa uang beredar sepenuhnya
ditentukan oleh Otoritas Moneter atau Bank Sentral. Sedang pandangan
kedua berpendapat bahwa selain Otoritas Moneter, lembaga lain seperti
bank umum dan perilaku masyarakat ikut menentukan besarnya jumlah
uang beredar. Jika sistem moneter perekonomian suatu negara terdiri dari
bank sentral dan bank umum, proses pencetakan uang bukan hanya
ditentukan oleh Otoritas Moneter, tetapijuga oleh lembaga perbankan atau
Bank Pencetak Dang Giral (BPUG) dan perilaku masyarakat.
Angka pengganda uang dalam arti sempit maupun dalam arti luas,
besarnya dipengaruhi oleh parameter-parameter yang menunjukkan
perilaku masyarakat pemegang uang. Parameter-parameter tersebut adalah:
rasio uang kartal terhadap jumlah uang beredar ; rasio cadangan untuk
menjamin uang giral; rasio uang kuasi terhadap jumlah uang beredar; dan
rasio cadangan terhadap uang kuasi.
e ESPA4227/ MODUL 1 1.29
TES FORMATIF 2
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1) Proses pencetakan uang ditentukan oleh ....
A. bankumum
B. bank asing
C. otoritas moneter
D. pemerintah
2) Perilaku masyarakat memegang uang dipengaruhi oleh ....
A. gaya hidup
B. kurs
C. permintaan uang
D. suku bunga
3) Jumlah uang beredar selain dipengaruhi oleh Bank Sentral melalui uang
primer, juga dipengaruhi oleh ....
A. token money
B. uang barang
C. uang giral
D. uang logam
4) Jumlah uang beredar dalam arti sempit disebut juga ....
A. token money
B. narrow money
C. broad money
D. full bodied money
5) Perbandingan antara uang inti dengan uang beredar ditentukan oleh
besaran ....
A. suku bunga
B. investasi
C. angka pengganda uang
D. rasio cadangan
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang
terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian,
gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap
materi Kegiatan Belajar 2.
1.30 EKDNOMI MDNETER e
Jurnlah Jawaban yang Benar
Tingkat penguasaan =----------x 100%
Jurnlah Soal
Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali
80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang
Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat
meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda
harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum
dikuasai.
e ESPA4227/ MODUL 1 1.31
Kunci Jawaban Tes Formatif
Tes Formatif1 Tes Formatif2
1) A 1) c
2) A 2) D
3) D 3) c
4) c 4) B
5) B 5) c
1.32 EKDNOMI MDNETER e
Daftar Pustaka
Bank Indonesia. Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia. Beberapa edisi.
Mishkin, Frederic S. (2007). The Economics ofMoney, Banking, and Financial
Market. Person Addison Wesley.
Nelson, Charles. R. (2010). Macroeconomics: an Introduction. The Demandfor
Money. Internet Edition 2010. Didownload pada
http://www.econ.washington.edu/user/cnelson/Chap07.pdf
pada tanggal 24 Maret 2011
Rahardjo, Mugi. (2009). Ekonomi Moneter. Lembaga Pengembangan
Pendidikan dan UPT Penerbitan dan Percetakan UNS.
Samuelson, Paul A and William D. Nodhaus. (2005). Economics. 8th ed.
MCGraw - Hill International Edition
MDDUL 2
Lembaga Keuangan
Prof. Dr. F.X. Sugiyanto, M.S.
Dr. Etty Puji Lestari, M.Si.
PENDAHULUAN
istem keuangan pada dasarnya merupakan tatanan dalam perekonomian
suatu negara yang memiliki peran utama dalam menyediakan fasilitas jasa-
jasa di bidang keuangan oleh lembaga keuangan dan lembaga nonkeuangan.
Sistem keuangan di Indonesia pada prinsipnya dapat dibedakan menjadi dua
jenis, yaitu sistem perbankan dan sistem lembaga keuangan bukan bank.
Lembaga keuangan yang masuk dalam sistem perbankan adalah lembaga
keuangan yang berdasarkan peraturan perundangan dapat menghimpun dana
dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada
masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk lainnya dan dalam kegiatannya
memberikanjasa dalam lalu lintas pembayaran. Karena lembaga keuangan ini
dapat menerirna simpanan dari masyarakat, maka disebut juga depository
financial institutions yang terdiri dari Bank Umum dan Bank Perkreditan
Rakyat (BPR). Sementara itu lembaga keuangan bukan bank adalah lembaga
keuangan selain dari bank yang dalam kegiatan usahanya tidak diperkenankan
rnenghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk sirnpanan.
Lembaga keuangan bukan bank (non depository financial institutions) antara
lain terdiri perusahaan pembiayaan, perusahaan asuransi, dana pensiun,
perusahaan modal ventura, perusahaan penjamin, perusahaan efek, dan
pegadaian
Modul ini rnencakup tiga topik, pertama, peranan lembaga-lernbaga
keuangan; kedua, Lernbaga Keuangan Bank (LKB); ketiga, Lembaga Keuangan
Bukan Bank (LKBB). Dalam uraian peranan lembaga keuangan, dijelaskan
proses kegiatan ekonomi dengan dan tanpa adanya lembaga keuangan. Di sini
nampak bahwa lernbaga keuangan sebagai pengumpul serta penyalur dana dari
dan kepada masyarakat. Oleh karena tingkat bunga merupakan harga dari dana,
maka masalah yang berkaitan dengan tingkat bunga juga dibicarakan.
2.2 EKDNOMI MDNETER e
Dalam modul ini kegiatan bank komersial dibicarakan terutama mengenai
pengelolaan likuiditas yang meliputi baik pengelolaan kekayaan maupun utang.
Dengan demikian dapat diketahui prinsip-prinsip kegiatan bankkomersial, serta
peranannya dalam proses penciptaan kredit. Pada bagian akhir modul ini
disajikan lembaga keuangan bukan bank di Indonesia untuk memperoleh
gambaran tentang sistem keuangan di Indonesia.
Setelah mempelajari modul ini secara umum mahasiswa diharapkan mampu
menganalisis isu-isu ekonomi moneter terutama isu-isu moneter yang terjadi di
Indonesia Secara khusus, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan:
1. definisi lembaga keuangan;
2. sejarah perbankan;
3. fungsi bank umum;
4. institusi perbankan di Indonesia;
5. perbankan Syariah di Indonesia;
6. sejarah perkembangan LKBB di Indonesia.
e ESPA4227/MODUL 2 2.3
KEGIATAN BELA&JAR 1
Lembaga Keuangan Bank
alam Kegiatan Belajar 1 ini, kita akan membahas Lembaga Keuangan
Bank yang dilihat dari definisi lembaga keuangan, sejarah perbankan,
fungsi bank umum, institusi perbankan di Indonesia dan sekilas perbankan
syariah di Indonesia. Silakan Anda simak pemaparan berikut ini!
A. DEFINISI LEMBAGA KEUANGAN
Lembaga keuangan merupakan lembaga yang menghimpun dana dari
masyarakat dan menanamkannya dalam bentuk aset keuangan lain, misalnya
kredit, surat-surat berharga, giro, dan aktiva produktif lainnya. Yang termasuk
dalam lembaga keuangan adalah bank dan lembaga keuangan nonbank
(financial institution). Pengertian Formal Lembaga Keuangan menurut
Keputusan Menteri Keuangan RI No. 792 Tahun 1990 tentang Lembaga
Keuangan "Semua badan yang kegiatannya di bidang keuangan, melakukan
penghimpunan dan penyaluran dana kepada masyarakat terutama guna
membiayai investasi perusahaan" bank adalah lembagaperantara keuangan yang
menerima deposito dan saluran tersebut deposito ke dalam kredit kegiatan, baik
secara langsung atau melalui pasar modal. Sebuah bank menghubungkan
pelanggan dengan defisit modal untuk pelanggan dengan surplus modal.
Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal10 November
1998 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah "badanusaha yang
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan
menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-
bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak".
Berdasarkan pengertian di atas, bank merupakan perusahaan yang bergerak
dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam
bidang keuangan.
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, perbankan
Indonesia dalam melakukan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan
menggunakan prinsip kehati-hatian. Demokrasi ekonomi itu sendiri
dilaksanakan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Berdasarkan asas yang
digunakan dalam perbankan, maka tujuan perbankan Indonesia adalah
menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan
2.4 EKDNOMI MDNETER e
pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi, dan
stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.
Para ahli perbankan di negara-negara maju mendefinisikan bank umum
sebagai institusi keuangan yang berorientasi laba. Untuk memperoleh laba
tersebut bank umum melaksanakan fungsi intermediasi. Karena diizinkan
mengumpulkan dana dalam bentuk deposito, bank umum disebut juga sebagai
lembaga keuangan depositori. Berdasarkan kemampuannya menciptakan uang
(giral), bank umum dapatjuga disebut sebagai bank umum pencipta uang giral.
B. SEJARAH PERBANKAN
Usaha perbankan dimulai dari zaman Babylonia, dilanjutkan ke zaman
Yunani Kuno dan Romawi. Pada saat itu, kegiatan utama bank hanya sebagai
tempat tukar menukar uang. Selanjutnya, kegiatan bank berkembang menjadi
tempat penitipan dan peminjaman uang. Uang yang disimpan oleh masyarakat,
oleh bank dipinjamkan kembali ke masyarakat yang membutuhkannya.
Sementara itu, mengenai sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari
zaman penjajahan Hindia Belanda. Pada saat itu terdapat beberapa bank yang
memegang peranan penting di Hindia Belanda antara lain De Javasche NV, De
Post Paar Bank, De Algemenevolks Crediet Bank, Nederland Handles
Maatscappij (NHM), Nationale Handles Bank (NHB), dan De Escompto Bank
NV. Di samping itu, terdapat pula bank-bank milik pribumi, Cina, Jepang, dan
Eropa lainnya. Bank-bank tersebut antara lain: Bank Nasional Indonesia, Bank
Abuah Saudagar, NV Bank Boemi, The Matsui Bank, The Bank of China, dan
Batavia Bank.
Di zaman kemerdekaan perbankan di Indonesia bertambah maju dan
berkembang lagi. Beberapa bank Belanda dinasionalisasi oleh pemerintah
Indonesia. Bank-bank yang ada di zaman awal kemerdekaan, antara lain:
1. Bank Negara Indonesia yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 kemudian
menjadi BNI 1946.
2. Bank Rakyat Indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. Bank ini
berasal dari DE ALGEMENE VOLKCREDIET bank atau Syomin Ginko.
3. Bank Surakarta MAl (Maskapai Adil Makmur) tahun 1945 di Solo.
4. Bank Indonesia di Palembang tahun 1946.
5. Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan.
6. Indonesia Banking Corporation tahun 1946 di Yogyakarta, kemudian
menjadi Bank Amerta.
e ESPA4227/MODUL 2 2.5
7. NV Bank Sulawesi di Manado tahun 1946.
8. Bank Dagang Indonesia NV di Banjarmasin tahun 1949.
C. FUNGSI BANK UMUM
Fungsi-fungsi bank umum yang diuraikan di bawah ini menunjukkan betapa
pentingnya keberadaan bank umum dalam perekonomian modern, yaitu:
1. Penciptaan Uang
Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran
lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Kemampuan bank umum
menciptakan uang giral menyebabkan posisi dan fungsinya dalam
pelaksanaan kebijakan moneter. Bank sentral dapat mengurangi atau
menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi
kemampuan bank umum menciptakan uang giral.
2. Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran
Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung
kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah
satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan
dengan mekanisme pembayaran. Beberapajasa yang amat dikenal adalah
kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas
pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah
dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik.
3. Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat
Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana
simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka,
sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dapat
dipersamakan dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun danajauh
lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya.
Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada
pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran kredit.
4. Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional
Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau
memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun
transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang
2.6 EKDNOMI MDNETER e
berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya
dan sistem moneter masing-masing negara. Kehadiran bank umum yang
beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan penyelesaian
transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum, kepentingan
pihak-pihak yang melakukan transaksi intemasional dapat ditangani dengan
lebih mudah, cepat, dan murah.
5. Penyimpanan Barang-barang Berharga
Penyimpanan barang-barang berharga adalah satu jasa yang paling awal
yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang-
barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam
kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box
atau safe deposit box). Perkembangan ekonomi yang semakin pesat
menyebabkan bank memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan
sekuritas atau surat-surat berharga.
6. Pemberian Jasa-jasa Lainnya
Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank umum juga semakin
banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon
membeli pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui ATM, membayar
gaji pegawai dengan menggunakanjasa-jasa bank.
D. INSTITUSI PERBANKAN DI INDONESIA
Perbankan Indonesia dalam menjalankan fungsinya berasaskan prinsip
kehati-hatian. Fungsi utama perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpun
dan penyalur dana masyarakat serta bertujuan untuk menunjang pelaksanaan
pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan
dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional, ke arah
peningkatan taraf hidup rakyat banyak. Berdasarkan undang-undang, struktur
perbankan di Indonesia, terdiri atas bank umum dan BPR. Perbedaan utama
bank umum dan BPR adalah dalam hal kegiatan operasionalnya. BPR tidak
dapat menciptakan uang giral, dan memilikijangkauan dan kegiatan operasional
yang terbatas. Selanjutnya, dalam kegiatan usahanya dianut dual bank system,
yaitu bank umum dapat melaksanakan kegiatan usaha bank konvensional dan
atau berdasarkan prinsip syariah. Sementara prinsip kegiatan BPR dibatasi pada
e ESPA4227/ MODUL 2 2.7
hanya dapat melakukan kegiatan usaha bank konvensional atau berdasarkan
prinsip syariah.
Perbankan di
Indonesia
Bank Umum
Bank Perkreditan
Rakyat
Bank Pemerintah Bank Swasta BPR Konvensional BPR Syariah
Bank Pemerintah Bank
Bank Umum Bank Umum
Unit Usaha Pembangunan
Swasta Swasta Syariah
Syariah Daerah
BPD Unit Usaha
BPD Umum
Swasta Unit
Syariah
Usaha Syariah
Sumber : Bank Indonesia, 2012
Gambar 2.1
Lembaga Perbankan di Indonesia
Gambar 2.1. menjelaskan skema perbankan di Indonesia. Data
menunjukkan bahwa sampai dengan bulan Juli 2012jumlah bank umum di
Indonesia berjumlah 120 bank dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
berjumlah 1.669 bank. Sementara itu jumlah pemain di bank Syariah sampai
bulan Juli 2012 berjumlah 171 bank yang terdiri dari 11 bank umum
nasional dan 156 bank perkreditan rakyat Syariah (Bank Indonesia, 2012).
E. SEKILAS PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA
Pengembangan sistem perbankan syariah di Indonesia dilakukan dalam
kerangka dual-banking system atau sistem perbankan ganda dalam kerangka
Arsitektur Perbankan Indonesia (API), untuk menghadirkan alternatif jasa
perbankan yang semakin lengkap kepada masyarakat Indonesia. Secara
bersama-sama, sistem perbankan syariah dan perbankan konvensional secara
sinergis mendukung mobilisasi dana masyarakat secara lebih luas untuk
meningkatkan kemampuan pembiayaan bagi sektor-sektor perekonomian
nasional.
Karakteristik sistern perbankan syariah yang beroperasi berdasarkan prinsip
bagi basil memberikan alternatif sistern perbankan yang saling menguntungkan
2.8 EKDNOMI MDNETER e
bagi masyarakat dan bank, serta menonjolkan aspek keadilan dalam
bertransaksi, investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan
dan persaudaraan dalam berproduksi, dan menghindari kegiatan spekulatif
dalam bertransaksi keuangan. Dengan menyediakan beragam produk serta
layanan jasa perbankan yang beragam dengan skema keuangan yang lebih
bervariatif, perbankan syariah menjadi altematifsistern perbankan yang kredibel
dan dapat dinikmati oleh seluruh golongan masyarakat Indonesia tanpa
terkecuali.
Dalam konteks pengelolaan perekonomian makro, meluasnya penggunaan
berbagai produk dan instrumen keuangan syariah akan dapat merekatkan
hubungan antara sektor keuangan dengan sektor riil serta menciptakan
harmonisasi di antara kedua sektor tersebut. Semakin meluasnya penggunaan
produk dan instrumen syariah di samping akan mendukung kegiatan keuangan
dan bisnis masyarakat juga akan mengurangi transaksi-transaksi yang bersifat
spekulatif, sehingga mendukung stabilitas sistern keuangan secara keseluruhan,
yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap
pencapaian kestabilan hargajangka menengah-panjang.
Dengan telah diberlakukannya Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 tentang
Perbankan Syariah yang terbit tanggal 16 Juli 2008, maka pengembangan
industri perbankan syariah nasional semakin memiliki landasan hukum yang
memadai dan akan mendorong pertumbuhannya secara lebih cepat lagi. Dengan
progres perkembangannya yang impresif, yang mencapai rata-rata pertumbuhan
aset lebih dari 65% per tahun dalam lima tahun terakhir, maka diharapkan peran
industri perbankan syariah dalam mendukung perekonomian nasional akan
semakin signifikan (Bank Indonesia, 2012).
1. Kebijakan Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia
Untuk memberikan pedoman bagi stakeholders perbankan syariah dan
meletakkan posisi serta cara pandang Bank Indonesia dalam mengembangkan
perbankan syariah di Indonesia, Bank Indonesia pada tahun 2002 telah
menerbitkan "Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia".
Dalam penyusunannya, berbagai aspek telah dipertimbangkan secara
komprehensif, antara lain kondisi aktual industri perbankan syariah nasional
beserta perangkat-perangkat terkait, tren perkembangan industri perbankan
syariah di dunia internasional dan perkembangan sistem keuangan syariah
nasional yang mulai mewujud, serta tak terlepas dari kerangka sistem keuangan
yang bersifat lebih makro seperti Arsitektur Perbankan Indonesia (API) dan
e ESPA4227/MODUL 2 2.9
Arsitektur Sistem Keuangan Indonesia (ASKI) maupun international best
practices yang dirumuskan lembaga-lembaga keuangan syariah internasional,
seperti IFSB (Islamic Financial Services Board), AAOIFI, dan IIFM.
Pengembangan perbankan syariah diarahkan untuk memberikan
kemaslahatan terbesar bagi masyarakat dan berkontribusi secara optimal bagi
perekonomian nasional. Oleh karena itu, maka arah pengembangan perbankan
syariah nasional selalu mengacu kepada rencana-rencana strategis lainnya,
seperti Arsitektur Perbankan Indonesia (API), Arsitektur Sistem Keuangan
Indonesia (ASKI), serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
(RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).
Dengan demikian upaya pengembangan perbankan syariah merupakan bagian
dan kegiatan yang mendukung pencapaian rencana strategis dalam skala yang
lebih besar pada tingkat nasional.
Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia memuat visi,
misi dan sasaran pengembangan perbankan syariah serta sekumpulan inisiatif
strategis dengan prioritas yang jelas untuk menjawab tantangan utama dan
mencapai sasaran dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, yaitu pencapaian
pangsa pasar perbankan syariah yang signifikan melalui pendalaman peran
perbankan syariah dalam aktivitas keuangan nasional, regional dan
internasional, dalam kondisi mulai terbentuknya integrasi dengan sektor
keuangan syariah lainnya.
Dalam jangka pendek, perbankan syariah nasionallebih diarahkan pada
pelayanan pasar domestik yang potensinya masih sangat besar. Dengan kata
lain, perbankan Syariah nasional harus sanggup untuk menjadi pemain domestik
akan tetapi memiliki kualitas layanan dan kinerja yang bertaraf internasional.
Pada akhirnya, sistem perbankan syariah yang ingin diwujudkan oleh Bank
Indonesia adalah perbankan syariah yang modern, yang bersifat universal,
terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Sebuah sistem
perbankan yang menghadirkan bentuk-bentuk aplikatif dari konsep ekonomi
syariah yang dirumuskan secara bijaksana, dalam konteks kekinian
permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia, dan dengan tetap
memperhatikan kondisi sosio-kultural di dalam mana bangsa ini menuliskan
perjalanan sejarahnya. Hanya dengan cara demikian, maka upaya
pengembangan sistem perbankan syariah akan senantiasa dilihat dan diterima
oleh segenap masyarakat Indonesia sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan negeri.
2.10 EKDNOMI MDNETER e
2. Grand Strategy Pengembangan Pasar Perbankan Syariah
Sebagai langkah konkret upaya pengembangan perbankan syariah di
Indonesia, maka Bank Indonesia telah merumuskan sebuah Grand Strategy
Pengembangan Pasar Perbankan Syariah, sebagai strategi komprehensif
pengembangan pasar yang meliputi aspek-aspek strategis, yaitu: Penetapan visi
2010 sebagai industri perbankan syariah terkemuka di ASEAN, pembentukan
citra baru perbankan syariah nasional yang bersifat inklusif dan universal,
pemetaan pasar secara lebih akurat, pengembangan produk yang lebih beragam,
peningkatan layanan, serta strategi komunikasi baru yang memosisikan
perbankan syariah lebih dari sekedar bank.
Selanjutnya berbagai program konkret telah dan akan dilakukan sebagai
tahap implementasi dari grand strategy pengembangan pasar keuangan
perbankan syariah, antara lain sebagai berikut.
Pertama, menerapkan visi baru pengembangan perbankan syariah pada
fase I tahun 2008 membangun pemahaman perbankan syariah sebagai Beyond
Banking, dengan pencapaian target aset sebesar Rp.50 triliun dan pertumbuhan
industri sebesar 40%. Fase II tahun 2009 menjadikan perbankan syariah
Indonesia sebagai perbankan syariah paling atraktif di ASEAN, dengan
pencapaian target aset sebesar Rp.87 triliun dan pertumbuhan industri sebesar
75%. Fase III tahun 2010 menjadikan perbankan syariah Indonesia sebagai
perbankan syariah terkemuka di ASEAN, dengan pencapaian target aset sebesar
Rp.124 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 81%.
Kedua, program pencitraan baru perbankan syariah yang meliputi aspek
positioning, differentiation, dan branding. Positioning baru bank syariah sebagai
perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak, aspek diferensiasi
dengan keunggulan kompetitif dengan produk dan skema yang beragam,
transparan, kompeten dalam keuangan dan beretika, teknologi informasi yang
selalu up-date dan user friendly, serta adanya ahli investasi keuangan syariah
yang memadai. Sedangkan pada aspek branding adalah "bank syariah lebih dari
sekedar bank atau beyond banking".
Ketiga, program pemetaan baru secara lebih akurat terhadap potensi pasar
perbankan syariah yang secara umum mengarahkan pelayananjasa bank syariah
sebagai layanan universal atau bank bagi semua lapisan masyarakat dan semua
segmen sesuai dengan strategi masing-masing bank syariah.
Keempat, program pengembangan produk yang diarahkan kepada variasi
produk yang beragam yang didukung oleh keunikan value yang ditawarkan
e ESPA4227/MODUL 2 2.11
(saling menguntungkan) dan dukungan jaringan kantor yang luas dan
penggunaan standar nama produk yang mudah dipahami.
Kelima, program peningkatan kualitas layanan yang didukung oleh SDM
yang kompeten dan penyediaan teknologi informasi yang mampu memenuhi
kebutuhan dan kepuasan nasabah serta mampu mengomunikasikan produk dan
jasa bank syariah kepada nasabah secara benar dan jelas, dengan tetap
memenuhi prinsip syariah.
Keenam, program sosialisasi dan edukasi masyarakat secara lebih luas dan
efisien melalui berbagai sarana komunikasi langsung, maupun tidak langsung
(media cetak, elektronik, online/website), yang bertujuan untuk memberikan
pemahaman tentang kemanfaatan produk serta jasa perbankan syariah yang
dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
--·- :.. ~
LATIHAN
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,
kerjakanlah latihan berikut!
1) Apa yang dimaksud dengan bank?
2) Jelaskan fungsi bank umum, terutama yang ada di Indonesia!
3) Apakah yang anda ketahui tentang Cetak Biru Pengembangan Perbankan
Syariah di Indonesia?
Petunjuk Jawaban Latihan
1) Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal10 November
1998 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah "badan usaha
yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan
menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-
bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan tarafhidup rakyat banyak".
2) Bank umum memiliki beberapa fungsi antara lain:
a) penciptaan uang. Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral,
yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring);
b) mendukung kelancaran mekanisme pembayaran;
c) penghimpunan dana simpanan masyarakat;
d) mendukung kelancaran transaksi internasional;
2.12 EKDNDMI MDNETER e
e) penyimpanan barang-barang berharga;
f) pemberian jasa-jasa lainnya.
3) Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia memuat visi,
misi dan sasaran pengembangan perbankan syariah serta sekumpulan
inisiatif strategis dengan prioritas yang jelas untuk menjawab tantangan
utama dan mencapai sasaran dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, yaitu
pencapaian pangsa pasar perbankan syariah yang signifikan melalui
pendalaman peran perbankan syariah dalam aktivitas keuangan nasional,
regional dan internasional, dalam kondisi mulai terbentuknya integrasi
dengan sektor keuangan syariah lainnya.
RANGKUMAN------------------------------------
Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal10 November 1998
tentang Perbankan, mendefinisikan bank sebagai badan usaha yang
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan
menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-
bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Berdasarkan pengertian di atas, bank merupakan perusahaan yang bergerak
dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam
bidang keuangan.
Fungsi-fungsi bank umum yang diuraikan di bawah ini menunjukkan
betapa pentingnya keberadaan bank umum dalam perekonomian modern,
antara lain: 1) penciptaan uang; 2) mendukung kelancaran mekanisme
pembayaran; 3) penghimpunan dana simpanan masyarakat; 4) mendukung
kelancaran transaksi internasional; 5) penyimpanan barang-barang
berharga, dan 6) pemberianjasa-jasa lainnya
Perbankan Indonesia dalam menjalankan fungsinya berasaskanprinsip
kehati-hatian. Berdasarkan undang-undang, struktur perbankan di
Indonesia, terdiri atas bank umum dan BPR. Perbedaan utama bank umum
dan BPR adalah dalam hal kegiatan operasionalnya. BPR tidak dapat
menciptakan uang giral, dan memiliki jangkauan dan kegiatan operasional
yang terbatas. Selanjutnya, dalam kegiatan usahanya dianut dual bank
system, yaitu bank umum dapat melaksanakan kegiatan usaha bank
konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah. Sementara prinsip
kegiatan BPR dibatasi pada hanya dapat melakukan kegiatan usaha bank
konvensional atau berdasarkan prinsip syariah.
e ESPA4227/MODUL 2 2.13
TES FORMATIF 1
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1) Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentukkredit dan
atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat
banyak merupakan definisi dari ....
A. bank
B. bank syariah
C. lembaga keuangan bukan bank
D. bank sentral
2) Bank memiliki beberapa fungsi antara lain ....
A. mencetak uang kartal
B. menyediakan dana pensiun
C. menghimpun dana simpanan masyarakat
D. mengatur mekanisme moneter di Indonesia
3) Uang yang diciptakan oleh bank umum adalah uang ....
A. kartal
B. giral
C. logam
D. kertas
4) Salah satu prinsip kegiatan BPR dibatasi pada hanya dapat melakukan
kegiatan usaha ....
A. mencetak uang kartal
B. mencetak uang giral
C. berdasarkan prinsip syariah
D. menghimpun dana pensiun
5) Keunggulan bank urnurn dibanding bank perkreditan rakyat adalah ....
A. menganut dual system
B. hanya berprinsip konvensional
C. kegiatannya berprinsip syariah
D. diperbolehkan mencetak uang kartal
2.14 EKDNOMI MDNETER e
Cocokkanlahjawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang
terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglahjawaban yang benar. Kemudian,
gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap
materi Kegiatan Belajar 1.
Jumlah Jawaban yang Benar
Tingkat penguasaan = -----------x 100%
Jumlah Soal
Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% =baik sekali
80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% =kurang
Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat
meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda
harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum
dikuasai.
e ESPA4227/MODUL 2 2.15
KEGIATAN BELA&JAR 2
Lembaga Keuangan Bukan Bank
alam Kegiatan Belajar 2 ini, kita akan membahas lembaga keuangan
bukan bank yang ditinjau dari sisi sistern lembaga keuangan bukan bank.
Jenis-jenis lembaga keuangan bukan bank. Silakan Anda simak pemaparan
berikut ini.
A. SISTEM LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK
Dalam sejarah sistem keuangan Indonesia pernah dikenal suatu jenis
lembaga keuangan yang disebut Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).
Pendirian lembaga keuangan ini didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan
Nomor 792/MK/IV/12/70 tanggal 7 Desember 1970 kemudian diubah dan
ditambah dengan keputusan Menteri Keuangan No.38/MKIIV/I/72 tangga118
Januari 1972. Lembaga Keuangan Bukan Bank menurut ketentuan ini adalah
badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan yang menghimpun
dana dengan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkannya untuk
membiayai investasi perusahaan. LKBB tidak diperbolehkan menerima dana
dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito. Namun berdasarkan
kebijakan Paket Oktober 27 (Pakto 27), 1988. LKBB dapat menerbitkan
sertifikat deposito sebagai sumber dana dan dapat mendirikan kantor-kantor
cabang di daerah. Pendirian LKBB ini pada dasarnya dimaksudkan untuk
mendorong pengembangan pasar uang dan pasar modal serta menyalurkan
pembiayaan kepada perusahaan.
Berdasarkanjenis usahanya, LKBB dapat digolongkan menjadi:
1. lembaga pembiayaan pembangunan (development type), yaitu lembaga
keuangan yang kegiatan utamanya memberikan kredit jangka menengah
dan jangka panjang;
2. lembaga perantara penerbitan dan perdagangan surat-surat berharga
(investment type) yaitu lembaga keuangan yang usaha utamanya bertindak
sebagai perantara dan penjamin dalam penjualan surat-surat berharga yang
diterbitkan oleh emiten.
Setelah diberlakukannya Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang
Perbankan dan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 1992
2.16 EKDNOMI MDNETER e
tentang bank umum, maka semua LKBB diharuskan melakukan penyesuaian
kegiatan usahanya menjadi bank umum selambat-lambatnya tanggal25 Maret
1993 dengan memenuhi semua ketentuan dan persyaratan untuk menjadi bank
umum. Sampai berakhirnya batas waktu penyesuaian, dari 13 LKBB, 12 di
antaranya memilih menjadi bank umum, dan hanya satu LKBB yaitu PT.
Bahana PUI yang memilih menjadi perusahaan pembiayaan. Adanya pengalihan
tersebut menyebabkan LKBB sebagai suatu jenis lembaga keuangan dalam
sistem keuangan Indonesia tidak lagi dikenal. Sementara LKBB yang ada saat
ini pada dasarnya meliputi semua lembaga keuangan yang kegiatan pokoknya
memberikanjasa-jasa keuangan dan menarik dana dari masyarakat secara tidak
langsung atau dengan kata lain LKBB adalah lembaga keuangan non depository.
Pembinaan, pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha lembaga keuangan
bukan bank dilakukan oleh Departemen Keuangan.
B. JENIS-JENIS LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK
Jenis-jenis lembaga keuangan bukan bank yang saat ini beroperasi di
Indonesia adalah lembaga pembiayaan, perusahaan asuransi, dana pensiun,
perusahaan efek, reksa dana, perusahaan penjamin, perusahaan modal ventura,
dan pegadaian.
1. Lembaga Pembiayaan
Lembaga pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan
pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak
menarik dana secara langsung dari masyarakat. Sedangkan perusahaan
pembiayaan (finance company) adalah badan usaha yang didirikan khusus untuk
melakukan kegiatan yang termasuk dalam bidang usaha lembaga pembiayaan.
Bidang usaha lembaga pembiayaan pada awalnya, sebagaimana diatur dalam
Keppres No. 61 tahun 1988 adalah sebagai berikut.
a. sewa guna usaha (leasing);
b. modal ventura (venture capital);
c. anjak piutang (factoring);
d. pembiayaan konsumen (consumer finance);
e. kartu kredit (credit card);
f. perdagangan surat berharga (securities company).
e ESPA4227/MODUL 2 2.17
Melihat lingkup usaha perusahaan pembiayaan yang jenisnya beragam
tersebut maka perusahaan pembiayaan yang melakukan lebih dari satu kegiatan
sering pula disebut multi finance company.
Sejak lembaga pembiayaan diperkenalkan pada akhir 1988, perkembangan
usaha ini mengalami peningkatan yang cukup pesat. Perkembangan ini didorong
oleh situasi yang kondusif antara lain kurangnya peraturan mengenai kegiatan
usaha lembaga pembiayaan dan lemahnya pengawasan dari pihak otoritas
(Departemen Keuangan) terutama dari sumber pendanaan dan penyaluran
pembiayaan. Lemahnyapengawasan khususnya penggunaan dana pinjaman baik
yang berasal dari luar negeri (offshore loan) maupun dari perbankan nasional
tersebut memberikan dampak yang kurang efektif terhadap pelaksanaan
kebijakan moneter dan perbankan.
2. Perusahaan Asuransi
Usaha perasuransian di Indonesia diatur dengan Undang-undang No. 2
tahun 1992. Dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa asuransi atau
pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih di mana pihak
penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi
asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian,
kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab
hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang
timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu
pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang
dipertanggungkan. Sebelum ada undang-undang tersebut, kegiatan
perasuransian di Indonesia hanya diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan
dan ordonantie op het levensverzkering (Staatsblad 1941 No. 101)
Jenis usaha perasuransian yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 2
Tahun 1992 tersebut dapat digolongkan sebagai berikut.
a. Usaha asuransi terdiri atas: asuransi kerugian (risk insurance), asuransijiwa
(life insurance), dan reasuransi (reinsurance).
b. Usaha penunjang asuransi terdiri atas: pialang asuransi, pialang reasuransi,
penilai kerugian, konsultan aktuaria, agen asuransi.
Usaha asuransi kerugian menurut Undang-undang Nomor 2 tahun 1992
adalah usaha yang memberikan jasa-jasa dalam penanggulangan risiko atas
kerugian, kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga
yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti. Sementara itu perusahaan asuransi
2.18 EKDNOMI MDNETER e
kerugian adalah perusahaan yang hanya dapat menyelenggarakan usaha dalam
bidang asuransi kerugian termasuk reasuransi. Oleh karena itu berdasarkan
undang-undang ini, perusahaan asuransi kerugian tidak diperkenankan
melakukan kegiatan di luar usaha asuransi kerugian dan reasuransi. Di beberapa
negara asuransi kerugian disebut general insurance yang terdiri atas asuransi
kebakaran, pengangkutan laut dan udara, kendaraan motor, kompensasi bagi
pegawai, profesi dan jaminan.
Asuransi jiwa adalah suatu jasa yang diberikan oleh perusahaan asuransi
dalam penanggulangan risiko yang dikaitkan dengan jiwa atau meninggalnya
seseorang yang dipertanggungkan. Sementara reasuransi padaprinsipnya adalah
pertanggungan ulang atau pertanggungan yang dipertanggungkan atau asuransi
yang diasuransikan. Menurut Undang-Undang No. 2 tahun 1992 perusahaan
reasuransi adalah perusahaan yang memberikanjasa dalam pertanggungan ulang
terhadap risiko yang dihadapi oleh perusahaan yang memberikan jasa dalam
pertanggungan ulang terhadap risiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi
kerugian atau perusahaan asuransi jiwa.
3. Dana Pension
Dana pensiun (pension funds) adalah badan hukum yang mengelola dan
menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. Dana pensiun diatur
dalam Undang-Undang Nomor. 11 Tahun 1992. Penyelenggaraan suatu program
pensiun oleh pemberi kerja bersifat sukarela, artinya didasarkan pada asas
kebebasan untuk membentuk atau tidak membentuk. Jenis dana pensiun terdiri
atas dana pensiun pemberi kerja dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan.
Sedangkan program pensiun yang dapat dijalankan bagi setiap dana pensiun
adalah Program Pensiun luran Pasti dan Program Pensiun Manfaat Pasti.
Pembentukan Dana Pensiun harus memenuhi beberapa asas, yaitu asas:
a. keterpisahan kekayaan dana pensiun dari kekayaan badan hukum
pendirinya~
b. penyelenggaraan dalam sistem pendanaan~
c. pembinaan dan pengawasan~
d. penundaan manfaat.
Dana pensiun pemberi kerja adalah dana pensiun yang dibentuk oleh orang
atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri untuk
menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti dan Program Pensiun luran
Pasti bagi kepentingan karyawannya. Pembentukan dana pensiun akan
e ESPA4227/MODUL 2 2.19
menimbulkan kewajiban baik bagi karyawan sebagai peserta maupun pemberi
kerja. Sementara pembentukan dana pensiun Lembaga Keuangan hanya dapat
dilakukan oleh bank umum dan perusahaan asuransi jiwa setelah memenuhi
persyaratan. Sedangkan program yang boleh dijalankan adalah program luran
Pasti.
4. Reksadana
Menurut Undang-undang nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal,
reksadana atau investment fund atau mutual funds adalah wadah yang
dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk
selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Dari
definisi tersebut terdapat tiga unsur penting dalam reksadana yaitu adanya
kumpulan dana masyarakat atau pool offunds, investasi dalam bentuk portofolio
efek dan manajer investasi sebagai pengelola dana. Dalam hal ini manajer
investasi adalah pihak yang dipercayakan mengelola dana.
Reksadana menurut ketentuan dapat didirikan dalam bentuk hukum
perseroan (corporate type) atau kontrak investasi kolektif (contractual type).
Pada bentuk reksadana perseroan, perusahaan penerbit reksadana menghimpun
dana dengan menjual saham, dan selanjutnya dari basil penjualan saham tersebut
diinvestasikan pada berbagai jenis efek yang diperdagangkan di pasar modal
maupun pasar uang.
Dalam bentuk reksadana perseroan, perusahaan penerbit reksa dana
menghimpun dana dengan menjual saham dan selanjutnya dari basil penjualan
saham tersebut diinvestasikan pada berbagai jenis efek yang diperdagangkan di
pasar modal maupun di pasar uang. Bentuk hukum reksa dana menentukan sifat
suatu reksa dana yang dapat dilakukan. Berdasarkan sifat operasionalnya,
reksadana dapat dibedakan dalam duajenis yaitu reksa dana tertutup (closed-end
investment funds) dan reksa dana terbuka (opened-end investment fund).
Reksadana yang berbentuk perseroan (PT) dapat bersifat tertutup (closed-end)
dan terbuka (opened-end), sedangkan reksa dana yang berbentuk KIK hanya
dapat bersifat terbuka.
Berdasarkan konsentrasi portofolio, reksa dana yang dikelola oleh manajer
investasi dapat dibedakan beberapa jenis reksadana antara lain reksadana pasar
uang, reksadana pendapatan tetap, reksa dana saham dan reksa dana campuran.
2.20 EKDNOMI MDNETER e
5. Perusahaan Modal Ventura
Perusabaan modal ventura pada awalnya merupakan bagian dari bidang
usaba lembaga pembiayaan sebagaimana diatur dalam Kepres Nomor 61 tabun
1988 dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251 tabun 1988. Namun
mengingat usaba modal ventura memiliki karakteristik yang sangat berbeda
dengan usaba lembaga pembiayaan lainnya, maka sejak tabun 1993, kegiatan
usaba modal ventura dilakukan secara terpisab dari bidang usaba pembiayaan.
Bersamaan dengan itu untuk memasyarakatkan modal ventura maka di setiap
ibu kota propinsi didirikan perusabaan modal ventura daerab. Selain lebib
memasyarakatkan modal ventura, tujuan yang dibarapkan adalab agar sektor
usaba terutama usaba kecil di daerab-daerab dapat lebib dekat dengan sumber-
sumber pembiayaan dan menerima bantuan pembiayaan untuk jangka waktu
tertentu.
Jangka waktu pembiayaan dibatasi maksimal 10 tabun barus sudab
dilakukan tindakan divestasi. Perusabaan modal ventura sebagaimana balnya
dengan lembaga keuangan bukan bank lainnya tidak diperkenankan
mengbimpun dana secara langsung dari masyarakat. Untuk memberikan
fleksibilitas dalam pembiayaan, perusabaan modal ventura di samping
memberikan pembiayaan dalam bentuk ekuitas juga diperkenankan melakukan
pembiayaan dengan pola bagi basil.
6. Perusahaan Penjamin
Perusabaan penjamin merupakan kegiatan usaba yang relatif baru dalam
lingkup lembaga keuangan bukan bank. Perusabaan penjamin didirikan dengan
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 486/KMK.O17/1996 tanggal30 Juli 1996.
Fungsi perusabaan penjaminan dalam proses intermediasi perbankan sampai
saat ini dapat dikatakan masib sangat terbatas dan relatif belum signifikan.
Bidang usaba perusabaan penjaminan adalab melakukan kegiatan dalam bentuk
pemberian jasa penjaminan untuk menanggung pembayaran kewajiban
keuangan terjamin, apabila terjamin tidak dapat memenubi kewajiban
perikatannya kepada penerimajarninan yang timbul dari transaksi kredit, sewa
guna usaha, anjak piutang, pembiayaan konsumen dan pembiayaan dengan pola
bagi basil serta pembelian barang secara angsuran.
Pibak-pibak yang terkait dalam transaksi penjaminan adalab:
a. terjamin adalab pibak yang memperoleb penjaminan dari perusabaan
• •
penJarmnan;
e ESPA4227/MODUL 2 2.21
b. penerima jaminan adalah pihak yang berhak menerima pembayaran dari
perusahaan penjaminan, apabila terjamin tidak dapat memenuhi kewajiban
perikatannya;
c. perusahaan penjamin adalah badan usaha yang bergerak di bidang
keuangan yang kegiatan usaha pokoknya melakukan usaha penjaminan.
Sebagai bukti penjaminan yang merupakan bukti persetujuan penjaminan
dari perusahaan penjaminan kepada terjamin. Untuk memperoleh sertifikat
penjaminan, calon terjamin dapat mengajukan permohonan kepada perusahaan
penjamin secara langsung atau dapat melalui penerima jaminan. Mekanisme
penjaminan dapat dibedakan sebagai berikut.
a. Penjamin langsung, yaitu penjaminan yang diberikan kepada terjamin oleh
perusahaan penjamin untuk mendapatkan jaminan atau kebutuhan
pembiayaannya tanpa terlebih dahulu melalui pihak penerimajaminan (lihat
Gambar 2.1).
b. Penjaminan tidak langsung, yaitu penjaminan yang diberikan kepada
terjamin oleh perusahaan penjamin dengan terlebih dahulu melalui atau atas
permintaan penerima jaminan (lihat Gambar 2.2).
Perjanjian Penjaminan
(Entrustment Contract)
(1)Perusahaan
Penjaminan
(terjamin)
(6)
Bank (Penerima
jaminan)
(2) (3)
Pengusaha
(terjamin)
Sumber: Siamat (2003)
(5)
Gambar 2.2
Mekanisme Penjaminan Langsung
Keterangan:
(1) Program Kerja Sarna Penjaminan Kredit.
(4)
2.22 EKDNOMI MDNETER e
(2) Pengusaha (terjamin) mengajukan permohonan penjaminan kredit atau
pembiayaan ke perusahaan penjaminan.
(3) Perusahaan penjaminan melakukan survei atas kelayakan usaha terjamin,
apabila layak maka perusahaan penjaminan menerbitkan sertifikat
penjaminan dan surat pemberitahuan kepada penerima jaminan (bank)
tentang syarat-syarat pemberian kredit/pembiayaan yang dijamin.
(4) Terjamin mendatangi bank untuk meminta kredit (pembiayaan dengan
membawa sertifikat penjaminan dari perusahaan penjaminan.
(5) Bank (penerima jaminan) memproses permohonan kredit (pembiayaan)
yang diajukan terjamin dengan mempertimbangkan sertifikat penjaminan
dari perusahaan penjaminan. Apabila usaha tersebut layak maka
kredit/pembiayaan dapat dicairkan dan terjamin langsung membayar imbal
• • •
Jasa penJarmnan.
(6) Bank (penerima jaminan) memberitahukan ke perusahaan penjaminan
bahwa pihaknya telah memberikan kredit (atau tidak) dan meneruskan
imbal jasa jaminan yang dibayar terjamin melalui penerimajaminan kepada
perusahaan penjaminan.
Perusahaan
Penjaminan
(terjamin)
(5)
Sumber: Siamat (2003)
e an an en am nan
(Entrustment Contract)
(1)
(4)
(6)
(8)
Gambar 2.3
Bank (Penerima
jaminan)
(2) (3) (7)
Pengusaha
(terjamin)
Mekanisme Penjaminan Tidak langsung
e ESPA4227/MODUL 2 2.23
Keterangan:
(1) Perjanjian kerja Sarna Penjaminan Kredit.
(2) Pengusaha (terjamin) mengajukan permohonan kredit bank.
(3) Bank meneliti kelengkapan permohonan dan kelayakan usaha pemohon.
(4) Apabila permohonan tersebut layak, bank meminta konfirmasi dan
kesediaan Perusahaan Penjaminan untuk memberikan jaminan kepada
pengusaha.
(5) Perusahaan penjaminan melakukan penelitian terhadap pengusaha
(terjamin) dengan mempertimbangkan keadaan nasabah dan kemampuan
keuangan perusahaan penjaminan sendiri..
(6) Perusahaan penjaminan memberitahukan persetujuan/penolakan pemberi
• •
Jannnan.
(7) Setelah menerima konfirmasi persetujuan dari perusahaan penjaminan,
bank memberikan kredit kepada pengusaha (terjamin).
(8) Bank mengirimkan nota pemberitahuan kepada penjaminan atas kredit yang
diberikan kepada terjamin dan mentransfer imbal jasa penjaminan yang
dibayar terjamin melalui bank.
7. Pegadaian
Pegadaian merupakan lembaga yang menyalurkan pinjaman dengan
pengikatan cara gadai yang telah dikenal sejak pemerintahan Hindia Belanda.
Dasar hukum pegadaian telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir
dengan peraturan pemerintah Nomor 10 tahun 1990 yang sebelumnya berupa
perusahaan jawatan. Tugas pokok Perum pegadaian ini adalah untuk
menjembatani kebutuhan dana masyarakat dengan memberi uang pinjaman
berdasarkan hukum gadai. Tugas tersebut untuk membantu masyarakat agar
tidak terjerat dalam praktik lintah darat, ijon, pelepas uang lainnya (money
lender). Perum pegadaian merupakan lembaga satu-satunya di Indonesia yang
diberikan izin memberikan pinjaman kepada masyarakat berdasarkan hukum
gadai.
2.24
~
...
. ...= ...
~ ...c;:-s_-._ jr
-b •
·-----
EKDNDMI MDNETER e
LATIHAN
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,
kerjakanlah latihan berikut!
1) Apakah yang dimaksud dengan lembaga keuangan bukan bank?
2) Jelaskan apa yang anda ketahui tentang asuransi?
3) Apa tujuan awal didirikannya pegadaian?
Petunjuk Jawaban Latihan
1) Lembaga Keuangan Bukan Bank menurut ketentuan ini adalah badan usaha
yang melakukan kegiatan di bidang keuangan yang menghimpun dana
dengan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkannya untuk
membiayai investasi perusahaan. LKBB tidak diperbolehkan menerima
dana dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito.
2) Asuransi merupakan perjanjian antara dua pihak atau lebih di mana pihak
penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerimapremi
asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena
kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau
tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita
tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk
memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau
hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.
3) Tujuan didirikannya Perum Pegadaian adalah untuk menjembatani
kebutuhan dana masyarakat dengan memberi uang pinjaman berdasarkan
hukum gadai. Hal ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat agar tidak
terjerat dalam praktik lintah darat, ijon, pelepas uang lainnya (money
lender).
RANGKUMAN------------------------------------
Lembaga Keuangan Bukan Bank menurut ketentuan ini adalah badan
usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan yang menghimpun
dana dengan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkannya untuk
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter

Recomendados

BMP EKMA4312 Ekonomi Manajerial von
BMP EKMA4312 Ekonomi ManajerialBMP EKMA4312 Ekonomi Manajerial
BMP EKMA4312 Ekonomi ManajerialMang Engkus
40.1K views375 Folien
BMP EKMA4413 Riset Operasi von
BMP EKMA4413 Riset OperasiBMP EKMA4413 Riset Operasi
BMP EKMA4413 Riset OperasiMang Engkus
29.2K views280 Folien
BMP EKMA4215 Manajemen Operasi von
BMP EKMA4215 Manajemen OperasiBMP EKMA4215 Manajemen Operasi
BMP EKMA4215 Manajemen OperasiMang Engkus
27.1K views580 Folien
BMP EKMA4214 Manajemen Sumber Daya Manusia von
BMP EKMA4214 Manajemen Sumber Daya ManusiaBMP EKMA4214 Manajemen Sumber Daya Manusia
BMP EKMA4214 Manajemen Sumber Daya ManusiaMang Engkus
41.4K views445 Folien
BMP EKMA4370 Kewirausahaan von
BMP EKMA4370 KewirausahaanBMP EKMA4370 Kewirausahaan
BMP EKMA4370 KewirausahaanMang Engkus
39.6K views315 Folien
BMP EKMA4565 Manajemen Perubahan von
BMP EKMA4565 Manajemen PerubahanBMP EKMA4565 Manajemen Perubahan
BMP EKMA4565 Manajemen PerubahanMang Engkus
29.8K views157 Folien

Más contenido relacionado

Was ist angesagt?

BMP EKMA4366 Pengembangan SDM von
BMP EKMA4366 Pengembangan SDMBMP EKMA4366 Pengembangan SDM
BMP EKMA4366 Pengembangan SDMMang Engkus
51.2K views424 Folien
BMP EKMA4371 Manajemen Rantai Pasokan (Edisi 1) von
BMP EKMA4371 Manajemen Rantai Pasokan (Edisi 1)BMP EKMA4371 Manajemen Rantai Pasokan (Edisi 1)
BMP EKMA4371 Manajemen Rantai Pasokan (Edisi 1)Mang Engkus
52.9K views338 Folien
BMP EKMA4567 Perilaku Konsumen von
BMP EKMA4567 Perilaku KonsumenBMP EKMA4567 Perilaku Konsumen
BMP EKMA4567 Perilaku KonsumenMang Engkus
30.6K views486 Folien
BMP EKMA4475 Pemasaran Strategik von
BMP EKMA4475 Pemasaran StrategikBMP EKMA4475 Pemasaran Strategik
BMP EKMA4475 Pemasaran StrategikMang Engkus
27K views433 Folien
BMP EKMA4316 Hukum Bisnis von
BMP EKMA4316 Hukum BisnisBMP EKMA4316 Hukum Bisnis
BMP EKMA4316 Hukum BisnisMang Engkus
28.4K views446 Folien
BMP EKMA4158 Perilaku Organisasi von
BMP EKMA4158 Perilaku OrganisasiBMP EKMA4158 Perilaku Organisasi
BMP EKMA4158 Perilaku OrganisasiMang Engkus
26.2K views654 Folien

Was ist angesagt?(20)

BMP EKMA4366 Pengembangan SDM von Mang Engkus
BMP EKMA4366 Pengembangan SDMBMP EKMA4366 Pengembangan SDM
BMP EKMA4366 Pengembangan SDM
Mang Engkus51.2K views
BMP EKMA4371 Manajemen Rantai Pasokan (Edisi 1) von Mang Engkus
BMP EKMA4371 Manajemen Rantai Pasokan (Edisi 1)BMP EKMA4371 Manajemen Rantai Pasokan (Edisi 1)
BMP EKMA4371 Manajemen Rantai Pasokan (Edisi 1)
Mang Engkus52.9K views
BMP EKMA4567 Perilaku Konsumen von Mang Engkus
BMP EKMA4567 Perilaku KonsumenBMP EKMA4567 Perilaku Konsumen
BMP EKMA4567 Perilaku Konsumen
Mang Engkus30.6K views
BMP EKMA4475 Pemasaran Strategik von Mang Engkus
BMP EKMA4475 Pemasaran StrategikBMP EKMA4475 Pemasaran Strategik
BMP EKMA4475 Pemasaran Strategik
Mang Engkus27K views
BMP EKMA4316 Hukum Bisnis von Mang Engkus
BMP EKMA4316 Hukum BisnisBMP EKMA4316 Hukum Bisnis
BMP EKMA4316 Hukum Bisnis
Mang Engkus28.4K views
BMP EKMA4158 Perilaku Organisasi von Mang Engkus
BMP EKMA4158 Perilaku OrganisasiBMP EKMA4158 Perilaku Organisasi
BMP EKMA4158 Perilaku Organisasi
Mang Engkus26.2K views
BMP EKMA4568 Pemasaran Jasa von Mang Engkus
BMP EKMA4568 Pemasaran JasaBMP EKMA4568 Pemasaran Jasa
BMP EKMA4568 Pemasaran Jasa
Mang Engkus30.7K views
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk von Mang Engkus
BMP EKMA4473 Pengembangan ProdukBMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
Mang Engkus49.3K views
BMP EKMA4478 Analisis Kasus Bisnis von Mang Engkus
BMP EKMA4478 Analisis Kasus BisnisBMP EKMA4478 Analisis Kasus Bisnis
BMP EKMA4478 Analisis Kasus Bisnis
Mang Engkus28.5K views
BMP EKMA4213 Manajemen Keuangan von Mang Engkus
BMP EKMA4213 Manajemen KeuanganBMP EKMA4213 Manajemen Keuangan
BMP EKMA4213 Manajemen Keuangan
Mang Engkus63.9K views
BMP EKMA4367 Hubungan Industrial von Mang Engkus
BMP EKMA4367 Hubungan IndustrialBMP EKMA4367 Hubungan Industrial
BMP EKMA4367 Hubungan Industrial
Mang Engkus45.1K views
BMP EKMA4434 Sistem Informasi Manajemen von Mang Engkus
BMP EKMA4434 Sistem Informasi ManajemenBMP EKMA4434 Sistem Informasi Manajemen
BMP EKMA4434 Sistem Informasi Manajemen
Mang Engkus36.3K views
BMP EKMA4263 Manajemen Kinerja von Mang Engkus
BMP EKMA4263 Manajemen KinerjaBMP EKMA4263 Manajemen Kinerja
BMP EKMA4263 Manajemen Kinerja
Mang Engkus36.1K views
Alan Arifin - Pendahuluan, Probabilitas, dan Kurva Normal von Fachran Arifin
Alan Arifin - Pendahuluan, Probabilitas, dan Kurva NormalAlan Arifin - Pendahuluan, Probabilitas, dan Kurva Normal
Alan Arifin - Pendahuluan, Probabilitas, dan Kurva Normal
Fachran Arifin3.8K views
BMP EKMA4476 Audit SDM von Mang Engkus
BMP EKMA4476 Audit SDMBMP EKMA4476 Audit SDM
BMP EKMA4476 Audit SDM
Mang Engkus39.9K views
BMP EKMA4414 Manajemen Strategik von Mang Engkus
BMP EKMA4414 Manajemen StrategikBMP EKMA4414 Manajemen Strategik
BMP EKMA4414 Manajemen Strategik
Mang Engkus42.8K views
BMP ADBI4211 Manajemen Resiko dan Asuransi von Mang Engkus
BMP ADBI4211 Manajemen Resiko dan AsuransiBMP ADBI4211 Manajemen Resiko dan Asuransi
BMP ADBI4211 Manajemen Resiko dan Asuransi
Mang Engkus29.4K views
Permintaan dan penawaran agregat von Rizki Prisandi
Permintaan dan penawaran agregatPermintaan dan penawaran agregat
Permintaan dan penawaran agregat
Rizki Prisandi80.2K views

Destacado

Modul ekonomi moneter von
Modul ekonomi moneterModul ekonomi moneter
Modul ekonomi moneterUni Azza Aunillah
38.3K views80 Folien
BMP EKMA4569 Perencanaan Pemasaran von
BMP EKMA4569 Perencanaan PemasaranBMP EKMA4569 Perencanaan Pemasaran
BMP EKMA4569 Perencanaan PemasaranMang Engkus
31.2K views419 Folien
BMP EKMA4314 Akuntansi Manajemen von
BMP EKMA4314 Akuntansi ManajemenBMP EKMA4314 Akuntansi Manajemen
BMP EKMA4314 Akuntansi ManajemenMang Engkus
42.2K views485 Folien
BMP ESPA4224 von
BMP ESPA4224BMP ESPA4224
BMP ESPA4224Mang Engkus
6.9K views402 Folien
BMP ESPA4226 von
BMP ESPA4226BMP ESPA4226
BMP ESPA4226Mang Engkus
9.2K views402 Folien
BMP EKMA4570 von
BMP EKMA4570BMP EKMA4570
BMP EKMA4570Mang Engkus
24.1K views652 Folien

Destacado(17)

BMP EKMA4569 Perencanaan Pemasaran von Mang Engkus
BMP EKMA4569 Perencanaan PemasaranBMP EKMA4569 Perencanaan Pemasaran
BMP EKMA4569 Perencanaan Pemasaran
Mang Engkus31.2K views
BMP EKMA4314 Akuntansi Manajemen von Mang Engkus
BMP EKMA4314 Akuntansi ManajemenBMP EKMA4314 Akuntansi Manajemen
BMP EKMA4314 Akuntansi Manajemen
Mang Engkus42.2K views
BMP EKMA4570 von Mang Engkus
BMP EKMA4570BMP EKMA4570
BMP EKMA4570
Mang Engkus24.1K views
BMP MKDU4111 von Mang Engkus
BMP MKDU4111BMP MKDU4111
BMP MKDU4111
Mang Engkus39.7K views
BMP ESPA4229 von Mang Engkus
BMP ESPA4229BMP ESPA4229
BMP ESPA4229
Mang Engkus18.4K views
BMP ESPA4228 von Mang Engkus
BMP ESPA4228BMP ESPA4228
BMP ESPA4228
Mang Engkus11.3K views
BMP EKMA4315 Akuntansi Biaya von Mang Engkus
BMP EKMA4315 Akuntansi BiayaBMP EKMA4315 Akuntansi Biaya
BMP EKMA4315 Akuntansi Biaya
Mang Engkus60.5K views
BMP MKDU4221 von Mang Engkus
BMP MKDU4221BMP MKDU4221
BMP MKDU4221
Mang Engkus21.4K views
BMP MKDU4109 von Mang Engkus
BMP MKDU4109BMP MKDU4109
BMP MKDU4109
Mang Engkus16.8K views
BMP ESPA4220 von Mang Engkus
BMP ESPA4220BMP ESPA4220
BMP ESPA4220
Mang Engkus10.3K views
BMP MKDU4110 von Mang Engkus
BMP MKDU4110BMP MKDU4110
BMP MKDU4110
Mang Engkus21.6K views

Similar a BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter

Espa4227 m1 von
Espa4227 m1Espa4227 m1
Espa4227 m1AnggaRenggara1
40 views32 Folien
4. Uang dan Bank.pptx von
4. Uang dan Bank.pptx4. Uang dan Bank.pptx
4. Uang dan Bank.pptxWinaPaul
4 views28 Folien
M odul ekonomi sma uang dan lembaga keuangan von
M odul ekonomi sma uang dan lembaga keuanganM odul ekonomi sma uang dan lembaga keuangan
M odul ekonomi sma uang dan lembaga keuangansman 2 mataram
3.3K views43 Folien
M odul ekonomi sma uang dan lembaga keuangan von
M odul ekonomi sma uang dan lembaga keuanganM odul ekonomi sma uang dan lembaga keuangan
M odul ekonomi sma uang dan lembaga keuangansman 2 mataram
2 views43 Folien
Ppt. ekonomi uang dan bank (moneter) von
Ppt. ekonomi uang dan bank (moneter)Ppt. ekonomi uang dan bank (moneter)
Ppt. ekonomi uang dan bank (moneter)Ratu Angriani
6K views26 Folien
Uang dan bank (moneter) von
Uang dan bank (moneter)Uang dan bank (moneter)
Uang dan bank (moneter)ratu angriani
1.6K views26 Folien

Similar a BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter(20)

4. Uang dan Bank.pptx von WinaPaul
4. Uang dan Bank.pptx4. Uang dan Bank.pptx
4. Uang dan Bank.pptx
WinaPaul4 views
M odul ekonomi sma uang dan lembaga keuangan von sman 2 mataram
M odul ekonomi sma uang dan lembaga keuanganM odul ekonomi sma uang dan lembaga keuangan
M odul ekonomi sma uang dan lembaga keuangan
sman 2 mataram3.3K views
M odul ekonomi sma uang dan lembaga keuangan von sman 2 mataram
M odul ekonomi sma uang dan lembaga keuanganM odul ekonomi sma uang dan lembaga keuangan
M odul ekonomi sma uang dan lembaga keuangan
sman 2 mataram2 views
Ppt. ekonomi uang dan bank (moneter) von Ratu Angriani
Ppt. ekonomi uang dan bank (moneter)Ppt. ekonomi uang dan bank (moneter)
Ppt. ekonomi uang dan bank (moneter)
Ratu Angriani6K views
Uang dan bank (moneter) von ratu angriani
Uang dan bank (moneter)Uang dan bank (moneter)
Uang dan bank (moneter)
ratu angriani1.6K views
EMon 1 - Ruang Lingkup dan Uang.pptx von RahmadKhadafi2
EMon 1 -  Ruang Lingkup dan Uang.pptxEMon 1 -  Ruang Lingkup dan Uang.pptx
EMon 1 - Ruang Lingkup dan Uang.pptx
RahmadKhadafi210 views
Ekonomi uang von Gu-chan
Ekonomi   uangEkonomi   uang
Ekonomi uang
Gu-chan10.9K views
Uang von CNVIP
UangUang
Uang
CNVIP976 views
Makalah pie uang dan lembaga keuangan von Afdal Zikri
Makalah pie uang dan lembaga keuanganMakalah pie uang dan lembaga keuangan
Makalah pie uang dan lembaga keuangan
Afdal Zikri17.8K views
1. Konsep Uang , Bank dan Lembaga Keuangan Lain.pptx von AdiyathRandy
1. Konsep Uang , Bank dan Lembaga Keuangan Lain.pptx1. Konsep Uang , Bank dan Lembaga Keuangan Lain.pptx
1. Konsep Uang , Bank dan Lembaga Keuangan Lain.pptx
AdiyathRandy19 views
Uang (Penjelasan Lengkap) #by : m_nk von martia nurfa
Uang (Penjelasan Lengkap) #by : m_nkUang (Penjelasan Lengkap) #by : m_nk
Uang (Penjelasan Lengkap) #by : m_nk
martia nurfa1.8K views
Permintaan dan penawaran uang von Fikri Haikal
Permintaan dan penawaran uangPermintaan dan penawaran uang
Permintaan dan penawaran uang
Fikri Haikal124.3K views
Tugas Eko 12, Rico Setiawan, bu Ranti Pusriana, Sistem dan alat pembayaran, S... von RicoSetiawan5
Tugas Eko 12, Rico Setiawan, bu Ranti Pusriana, Sistem dan alat pembayaran, S...Tugas Eko 12, Rico Setiawan, bu Ranti Pusriana, Sistem dan alat pembayaran, S...
Tugas Eko 12, Rico Setiawan, bu Ranti Pusriana, Sistem dan alat pembayaran, S...
RicoSetiawan551 views
Kel 3 EKONOMI KEUANGAN DAN PERBANKAN.docx von Harizlord
Kel 3 EKONOMI KEUANGAN DAN PERBANKAN.docxKel 3 EKONOMI KEUANGAN DAN PERBANKAN.docx
Kel 3 EKONOMI KEUANGAN DAN PERBANKAN.docx
Harizlord33 views

Último

PPT PENKOM ALVIN.pptx von
PPT PENKOM ALVIN.pptxPPT PENKOM ALVIN.pptx
PPT PENKOM ALVIN.pptxAlfin61471
12 views9 Folien
SK Satgas PPKS.pdf von
SK Satgas PPKS.pdfSK Satgas PPKS.pdf
SK Satgas PPKS.pdfIrawan Setyabudi
39 views3 Folien
1. Adab Terhadap Tetangga von
1. Adab Terhadap Tetangga1. Adab Terhadap Tetangga
1. Adab Terhadap Tetanggaagreenlife5
23 views2 Folien
Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 2 von
Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 2Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 2
Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 2I Putu Hariyadi
23 views243 Folien
Royyan A. Dzakiy - Be an Inspiring Student Leader in The Digital Era [22 Aug ... von
Royyan A. Dzakiy - Be an Inspiring Student Leader in The Digital Era [22 Aug ...Royyan A. Dzakiy - Be an Inspiring Student Leader in The Digital Era [22 Aug ...
Royyan A. Dzakiy - Be an Inspiring Student Leader in The Digital Era [22 Aug ...razakroy
22 views86 Folien
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Workshop _"Pembangunan SDM_INDONESIA EMAS 2045". von
PELAKSANAAN  & Link2 MATERI Workshop _"Pembangunan SDM_INDONESIA EMAS 2045".PELAKSANAAN  & Link2 MATERI Workshop _"Pembangunan SDM_INDONESIA EMAS 2045".
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Workshop _"Pembangunan SDM_INDONESIA EMAS 2045".Kanaidi ken
83 views66 Folien

Último(20)

PPT PENKOM ALVIN.pptx von Alfin61471
PPT PENKOM ALVIN.pptxPPT PENKOM ALVIN.pptx
PPT PENKOM ALVIN.pptx
Alfin6147112 views
1. Adab Terhadap Tetangga von agreenlife5
1. Adab Terhadap Tetangga1. Adab Terhadap Tetangga
1. Adab Terhadap Tetangga
agreenlife523 views
Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 2 von I Putu Hariyadi
Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 2Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 2
Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 2
I Putu Hariyadi23 views
Royyan A. Dzakiy - Be an Inspiring Student Leader in The Digital Era [22 Aug ... von razakroy
Royyan A. Dzakiy - Be an Inspiring Student Leader in The Digital Era [22 Aug ...Royyan A. Dzakiy - Be an Inspiring Student Leader in The Digital Era [22 Aug ...
Royyan A. Dzakiy - Be an Inspiring Student Leader in The Digital Era [22 Aug ...
razakroy22 views
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Workshop _"Pembangunan SDM_INDONESIA EMAS 2045". von Kanaidi ken
PELAKSANAAN  & Link2 MATERI Workshop _"Pembangunan SDM_INDONESIA EMAS 2045".PELAKSANAAN  & Link2 MATERI Workshop _"Pembangunan SDM_INDONESIA EMAS 2045".
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Workshop _"Pembangunan SDM_INDONESIA EMAS 2045".
Kanaidi ken83 views
ppt biologi katabolisme lemak dan protein pptx von raraksm12
ppt biologi katabolisme  lemak dan protein pptxppt biologi katabolisme  lemak dan protein pptx
ppt biologi katabolisme lemak dan protein pptx
raraksm1269 views
TugasPPT6_NormanAdjiPangestu _E1G022079.pptx von NormanAdji
TugasPPT6_NormanAdjiPangestu _E1G022079.pptxTugasPPT6_NormanAdjiPangestu _E1G022079.pptx
TugasPPT6_NormanAdjiPangestu _E1G022079.pptx
NormanAdji19 views
LATIHAN7_DWIHANA GRACE MARSHELLA_E1G021095.pptx von gracemarsela01
LATIHAN7_DWIHANA GRACE MARSHELLA_E1G021095.pptxLATIHAN7_DWIHANA GRACE MARSHELLA_E1G021095.pptx
LATIHAN7_DWIHANA GRACE MARSHELLA_E1G021095.pptx
gracemarsela0126 views
Edukasi dan Peran Aktif dalam Pencegahan.pdf von Irawan Setyabudi
Edukasi dan Peran Aktif dalam Pencegahan.pdfEdukasi dan Peran Aktif dalam Pencegahan.pdf
Edukasi dan Peran Aktif dalam Pencegahan.pdf
Irawan Setyabudi31 views
Info Session Bangkit Academy "Empowering Through Bangkit: Unveiling the Essen... von pmgdscunsri
Info Session Bangkit Academy "Empowering Through Bangkit: Unveiling the Essen...Info Session Bangkit Academy "Empowering Through Bangkit: Unveiling the Essen...
Info Session Bangkit Academy "Empowering Through Bangkit: Unveiling the Essen...
pmgdscunsri7 views
Bimtek Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga.pdf von Irawan Setyabudi
Bimtek Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga.pdfBimtek Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga.pdf
Bimtek Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga.pdf
Irawan Setyabudi30 views
Link2 MATERI & RENCANA Training _"Effective LEADERSHIP"di OMAZAKI BSD City - ... von Kanaidi ken
Link2 MATERI & RENCANA Training _"Effective LEADERSHIP"di OMAZAKI BSD City - ...Link2 MATERI & RENCANA Training _"Effective LEADERSHIP"di OMAZAKI BSD City - ...
Link2 MATERI & RENCANA Training _"Effective LEADERSHIP"di OMAZAKI BSD City - ...
Kanaidi ken26 views

BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter

  • 1. MDDUL 1 Peranan Uang dalam Perekonomian Prof. Dr. F.X. Sugiyanto, M.5. Dr. Etty Puji Lestari, M.Si. PENDAHULUAN asar uang, sebagaimana pasar yang lain mencakup tiga unsur pasar yakni untuk penawaran, permintaan dan interaksi keduanya dalam membentuk harga danjumlah keseimbangan. Penawaran uang ini dalam kehidupan sehari- hari dikenal dengan istilah jumlah uang beredar (JUB). Para pelaku di sisi penawaran adalah lembaga-lembaga yang mempunyai kewenangan untuk menciptakan dan mempengaruhi jumlah uang beredar. Adapun lembaga- lembaga tersebut adalah Bank Sentral dan Lembaga Keuangan yang menurut undang-undang diperbolehkan mencetak dan mengedarkan uang. Di Indonesia, lembaga-lembaga tersebut adalah Bank Indonesia dan Bank-bank Umum Pencipta Uang Giral (BPUG). Para pelaku di sisi permintaan adalah masyarakat pengguna uang, baik orang per orang ataupun badan hukum. Pada Modul 1 ini akan membahas tentang peranan uang dalam perekonomian, yang terdiri dari dua kegiatan belajar, yaitu: Kegiatan Belajar 1 akan membahas tentang Sejarah Lahirnya uang, sedangkan pada Kegiatan Belajar 2 akan membahas tentang Proses Penciptaan Dang Beredar. Perubahan perilaku penawaran uang, permintaan uang dan determinan yang mempengaruhi penawaran dan permintaan uang tersebut akan mempengaruhi interaksi yang terjadi di pasar uang dan sekaligus mempengaruhi perilaku agen-agen ekonomi yang menggunakan uang tersebut. Setelah mempelajari modul ini, secara umum Anda diharapkan mampu menganalisis isu-isu ekonomi moneter terutama isu-isu moneter yang terjadi di Indonesia. Secara khusus, Anda mampu: 1. menjelaskan ruang lingkup ekonomi moneter; 2. menjelaskan pengertian fungsi dan tujuan menggunakan uang; 3. menjelaskan komponen-komponenjumlah uang beredar dan uang primer; 4. menerangkan konsep stok (stock) dan aliran (flow); 5. menjelaskan proses penciptaan uang. 6. menjelaskan angka pengganda uang.
  • 2. 1.2 EKDNOMI MDNETER e KEGIATAN BELA&JAR 1 Sejarah Lahirnya Uang alam Kegiatan Belajar 1 ini, kita akan membahas ruang lingkup ekonomi moneter, sejarah perkembangan uang, pengertian uang, fungsi dan tujuan memegang uang, jenis-jenis uang. Untuk lebih jelasnya marilah kita simak pemaparan berikut ini. A. RUANG LINGKUP EKONOMI MONETER Ekonomi moneter merupakan bagian dari ilmu ekonomi, khususnya yang mempelajari tentang sifat, fungsi dan pengaruh uang terhadap kegiatan ekonomi. Adapun persoalan pokok yang dipelajari dalam ekonomi moneter adalah berkaitan dengan: 1. peranan dan fungsi uang dalam perekonomian; 2. sistern moneter dan pengaruhnya terhadap jumlah uang beredar dan kredit; 3. struktur dan fungsi bank sentral; 4. pengaruh jumlah uang beredar dan kredit terhadap kegiatan ekonomi; 5. pembayaran serta sistern moneter internasional. Beberapa alasan yang dapat dikemukakan dalam mempelajari ekonomi moneter adalah pemahaman secara mendalam tentang mekanisme penciptaan uang, tingkat bunga, pasar uang, sistem dan kebijakan moneter, serta pembayaran internasional. Selain itu juga meningkatkan kemampuan menganalisis beberapa fenomena moneter dalam kaitannya dengan efek kebijakan moneter terhadap kegiatan ekonomi. Secara sederhana cakupan ilmu tentang ekonomi moneter dapat dijabarkan dalam Gambar 1.1 berikut ini. Bank Sentral merupakan bank yang diberi kewenangan untuk mencetak uang dan mendistribusikan pada masyarakat. Biasanya jenis uang yang beredar di masyarakat terdiri dari uang kartal yang berupa uang kertas dan uang logam serta uang giral yang berbentuk cek. Uang kartal yang beredar di masyarakat sebagian untuk ditabung di bank atau investasi di lembaga keuangan bukan bank. Bank berfungsi menerima dana dari masyarakat dan menyalurkannya kepada pihak ketiga (Rahardjo, 2009).
  • 3. e ESPA4227/ MODUL 1 Mata uang Bank Sentral ' ' ' ' ' ' ' Cadangan bank I I I I Masyarakat I ...--------. I Pemberian 1 pinjaman 1 dan I I investasi Y'-------' Bank dan Lembaga Keuangan Lain Sumber: Raharjo, 2009 Mata uang Teori Ekonomi Moneter Penyediaan Uang 1------- Deposito bank Gambar 1.1 Ruang lingkup Studi Ekonomi Moneter Kekuatan kekuatan non moneter 1.3 Kegiatan Ekonomi Secara makro Kekuatan kekuatan non moneter Uang yang beredar di masyarakat juga perlu diatur jumlahnya agar dapat mempengaruhi perekonomian sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai pemerintah yaitu stabilisasi ekonomi melalui stabilitas nilai tukar, berkurangnya ketimpangan distribusi pendapatan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi. B. SEJARAH PERKEMBANGAN UANG Tentunya Anda sudah mengenal apa yang dinamakan uang. Dalam kehidupan kita sehari hari tentu kita selalu bersinggungan dengan uang untuk membeli kebutuhan sehari hari sampai pada tujuan investasi. Uang yang kita kenai sekarang ini sudah mengalami proses perkembangan yang sangat panjang. Setidaknya terdapat lima tahapan dalam sejarah perkembangan uang, yaitu 1. sebelum perdagangan barter, 2. perdagangan barter, 3. uang barang, 4. uang logam, dan 5. uang kertas. Kelima tahap ini akan diuraikan satu per satu. 1. Tahap Sebelum Perdagangan Barter Kebutuhan manusia memiliki sifat tidak terbatas, sementara alat pemuas kebutuhan sangat terbatas sehingga manusia kesulitan untuk memenuhi
  • 4. 1.4 EKDNOMI MDNETER e kebutuhannya sendiri. Awalnya, setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannya melalui usaha sendiri. Usaha tersebut dilakukan antara lain dengan caraberburu, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, sertamencari buah- buahan untuk konsumsi sendiri. Perkembangan selanjutnya manusia dihadapkan pada kenyataan bahwa apa yang dilakukannya tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhannya. 2. Tahap Perdagangan Barter Ketika menyadari bahwa kebutuhan sehari-hari tidak bisa dicukupi sendiri dan adanya keterbatasan alat pemuas kebutuhan maka manusia berupaya memperbanyak ragam alat pemuas kebutuhan dengan jalan melakukan pertukaran. Pada tahap awal mereka melakukan penukaran antara barang dengan barang dari masyarakat yang saling membutuhkan, akibatnya muncullah sistem barter. Sistem barter yaitu barang yang ditukar dengan barang. Sistem barter ini merupakan tingkat kedua dari perkembangan perekonomian. Barter adalah pertukaran atas suatu barang terhadap jenis barang yang lain. Dalam suatu pertukaran dengan menggunakan cara barter ini harus dipenuhi syarat berupa adanya kesamaan keinginan (double coincidence ofwants) dari pihak yang terlibat barter. Menyamakan keinginan dari pihak-pihak yang terlibat barter ini tidaklah mudah, sehingga syarat "double coincidence of want" ini sekaligus menjadi hambatan yang terjadi dalam transaksi dengan menggunakan cara barter • • lnl. Namun demikian bukan berarti masalah pemenuhan semua kebutuhan bisa diatasi. Dalam perkembangannya mulai timbul kesulitan-kesulitan dalam penerapan sistem ini. Setidaknya ada dua kesulitan yang timbul dari adanya perdagangan barter antara lain adalah kesulitan menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya serta kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya. Untuk lebih jelasnya perhatikan kedua kasus berikut ini. Kasus 1 M1salnya pak And1 memH1k1 setandan p1sang dan membutuhkan beras untuk makan. Ia bertemu pak Narto yang memH1k1 beras namun meng1ng1nkan p1sang.
  • 5. e ESPA4227/MODUL 1 1.5 Kasus 2 Pak And1 memH1k1 setandan p1sang dan membutuhkan beras. Pak Narto memH1k1 beras namun 1a membutuhkan 1kan. Pak Bambang memH1k11kan dan membutuhkan p1sang. Pada kasus 1karena adanya double coincidence ofwants, kedua pihak yang saling membutuhkan bertemu dan terjadilah pertukaran barang atau barter. Namun apakah demikian juga terjadi pada kasus 2? Pada kasus 2 tidak ada double coincidence ofwants sehingga pertukaran tidak bisa dilakukan, karena tidak memiliki kebutuhan yang sama. Dengan semakin berkembangnya perekonomian maka kebutuhan manusia juga semakin banyak sehingga menuntut tersedianya pemuas kebutuhan,Maka pola perdagangan barter menjadi tidak efektif lagi. Dengan demikian bisa dicatat beberapa kelemahan dalam perdagangan barter: a. pola perdagangan barter hanya dapat dilakukan dalam skala kecil dan tidak bisa dilakukan secara besar-besaran; b. pola perdagangan barter pertukaran apabila dilakukan akan memerlukan waktu yang relatif lama karena menunggu adanya double coincidence of wants; c. perekonomian yang menggunakan pola barter sulit berkembang karena terhambat adanya double coincidence of wants yang memerlukan waktu yang relatif lama; d. nilai barang dalam pola perdagangan barter akan sangat kabur karena tidak ada alat ukur nilai yang pasti. 3. Tahap Uang Barang (Commodity Money) Untuk mengatasi kesulitan yang timbul pada perdagangan barter, maka ada pemikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar. Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah benda-benda yang diterima oleh umum (generally accepted) benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik), atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primer sehari-hari; misalnya garam yang oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar maupun sebagai alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat sampai sekarang; orang Inggris menyebut upah sebagai salary yang berasal dari bahasa Latin salarium yang berarti garam. Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada. Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar
  • 6. 1.6 EKDNOMI MDNETER e belum mempunyai pecahan sehingga penentuan nilai uang, penyimpanan (storage), dan pengangkutan (transportation) menjadi sulit dilakukan serta timbul pula kesulitan akibat kurangnya daya tahan benda-benda tersebut sehingga mudah hancur atau tidak tahan lama. Penduduk asli Bandiagara di pedalaman benua Afrika mempertukarkan basil pertaniannya, dari sebakul tomat dengan sejumlah kebutuhan harian, susu, gandum dan sejenisnya. Transaksi yang awalnya dilakukan dengan barter ini kemudian berkembang dengan menggunakan alat tukar yang terbuat dari basil bumi seperti coklat dan sejenisnya (uang komoditi). Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan pertukaran tetap ada di antaranya: a. nilai yang dipertukarkan belum mempunyai pecahan; b. banyak jenis uang barang yang beredar dan hanya berlaku di masing- masing daerah; c. sulit untuk penyimpanan (storage) dan pengangkutan (transportation); d. mudah hancur atau tidak tahan lama. 4. Tahap Uang Logam Uang logam mulai banyak digunakan pada abad ke-18, yakni uang logam baik berupa uang perak maupun uang emas dan kemudian berlaku standar emas sampai awal abad ke-20. Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah dipindah-pindahkan. Logam yang dijadikan alat tukar karena memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas dan perak. Uang logam emas dan perakjuga disebut sebagai uang penuh (full bodied money). Artinya, nilai intrinsik (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercantum pada mata uang tersebut). Pada saat itu, setiap orang berhak menempa uang, melebur, menjual atau memakainya, dan mempunyai hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam. Penggunaan emas dan perak sebagai bahan uang dalam bentuk koin diciptakan oleh Croesus di Yunani sekitar 560-546 SM. Pada saat yang bersamaan, medium uang yang berfungsi sebagai instrumen alat bayar mulai dikembangkan, dibuat dari berbagai benda padat lainnya seperti tembikar, keramik atau perunggu. Sejalan dengan perkembangan perekonomian, maka tukar-menukar menggunakan uang logamjuga berkembang, sementarajumlah logam mulia terbatas. Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalamjumlah besar (sulit dalam hal penyimpanan dan pengangkutan).
  • 7. e ESPA4227/MODUL 1 1.7 Dalam sistem ini, nilai uang ditentukan oleh nilai intrinsik dari jenis uang tersebut. Karena uang mempunyai nilai intrinsik, maka tidak ada kebutuhan dari pemerintah untuk menjamin nilai uang tersebut. Nilai uang ditentukan oleh kekuatan pasar melalui penawaran dan permintaan akan perak dan emas, namun penawaran uang akan dibatasi oleh seberapa besar logam mulai bisa ditambang. Oleh karena itu diperlukan kontrol oleh pemerintah untuk menstabilkan sistem finansial. Keterbatasan ini yang menjadi salah satu penyebab ambruknya Sistem Standar Emas. 5. Tahap Uang Kertas Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul suatu kesulitan ketika perkembangan tukar-menukar yang harus dilayani dengan uang logam bertambah sementara jumlah logam mulia (emas dan perak) sangat terbatas. Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar sehingga diciptakanlah uang kertas. Mula-mula uang kertas yang beredar merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan perak sebagai alat/perantara untuk melakukan transaksi. Mereka menjadikan kertas bukti tersebut sebagai alat tukar. Dengan kata lain, uang kertas yang beredar pada saat itu merupakan uang yang dijamin 100 persen dengan emas atau perak yang disimpan di pandai emas atau perak dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh denganjaminannya. Nilai dari uang kertas bukan ditentukan oleh nilai intrinsiknya melainkan oleh daya beli dari uang tersebut. Uang kertas ini digunakan secara luas karena lebih sesuai sebagai medium pertukaran. Desa Jachymod di Ceko, Eropa Timur, dianggap sebagai wilayah pertama yang menggunakan mata uang yang diberi nama dolar, yang merupakan mata uang yang paling populer di abad modern. Mulanya disebut Taler, kemudian orang Italia mengejanya menjadi Tallero, lidah Belanda menuturkan daler, Hawai dala, dalam dialek Inggris diungkapkan sebagai dollar. Embrio dolar dibuat dari bahan baku perak dan emas dalam bentuk koin. Pada mulanya, taler sendiri adalah sebutan mata uang yang berkembang di daratan benua Eropa sejak abad ke-16 yang jenisnya lebih dari 1500. Namun dalam peradaban modern, masing-masing bangsa atau negara menciptakan sebutan tersendiri bagi mata uangnya untuk menunjukkan statusnya yang independen. Dalam sejarah pemakaian kertas sebagai bahan pembuat uang, Cina dianggap sebagai bangsa yang pertama menemukannya, yaitu sekitar abad pertama Masehi, pada masa Dinasti T'ang. Benjamin Franklin (AS) ditetapkan sebagai Bapak Uang Kertas karena ia yang pertama kali mencetak dolar dari
  • 8. 1.8 EKDNOMI MDNETER e bahan kertas, yang semula digunakan untuk membiayai perang kemerdekaan Amerika Serikat. Sebagai penghormatan pemerintah terhadap Benjamin Franklin, potretnya diabadikan di lembaran mata uang dolar pecahan terbesar yaitu USD 100. Dalam perjalanannya penggunaan uang kertas berkembang menjadi atribut dan simbol sebuah negara. Namun sebagai garansi dari negara yang bertanggung jawab atas peredarannya, maka jumlah uang kertas yang diterbitkan selalu dikaitkan dengan jumlah cadangan emas yang dimiliki oleh negara yang bersangkutan. sekitar tahun 1976, ketergantungan pencetakan uang kertas sudah tidak lagi dihubungkan dengan cadangan emas, tetapi dibiarkan bergulir dan terjun ke pasar besar menghadapi hukum penawaran dan permintaan sebagaimana yang tumbuh dalam hukum ekonomi. Kita telah membahas tentang ruang lingkup ekonomi moneter dan sejarah perkembangan uang. Kemudian pembahasan dilanjutkan dengan pengertian uang. C. PENGERTIAN UANG Apa yang dimaksud dengan uang? Dalam kehidupan sehari-hari, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang disetujui dan diterima oleh masyarakat sebagai alat perantara untuk melakukan pertukaran atau perdagangan. Berdasarkan definisi tersebut, uang dapat berupa barang yakni pada sistem pertukaran barter. Sejarah uang memang dimulai dengan barter, kemudian uang komoditi dan dalam perkembangannya kebanyakan alat transaksi dilakukan dengan menggunakan uang kertas, cek bahkan sampai uang plastik. Dalam ilmu ekonomi tradisional uang dapat didefinisikan sebagai alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu berupa benda apa saja yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang danjasa. Sedangkan uang dalam ilmu ekonomi modern, yang didefinisikan oleh beberapa ahli dalam Raharjo (2009): 1. AC Pigou dalam bukunya The Veil of Money pada tahun 1950-an mengatakan bahwa uang segala sesuatu yang dipergunakan sebagai alat tukar; 2. DH Robertson dalam bukunya Money 1922 mengatakan bahwa uang adalah sesuatu yang bisa diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang- barang; 3. RG Thomas dalam bukunya OurModem Banking, mengatakan bahwa uang adalah sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat
  • 9. e ESPA4227/MODUL 1 1.9 pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang; 4. RS. Sayers dalam bukunyaModern Banking 1938 mengatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang diterima sebagai pembayar utang; 5. Albert Gailorrt Hart dalam bukunya Money Debt and Economic Activity pada tahun 1950-an mengatakan bahwa uang adalah kekayaan di mana si pemilik dapat melunaskan utangnya dalamjumlah tertentu pada waktu itu • JUga; 6. Rollin G. Thomas dalam bukunya Our Modern Banking and Monetary System 1957 mengatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang siap sedia dan biasanya diterima umum dalam pembayaran pembelian barang-barang, jasa-jasa dan pembayaran utang. Sebagai alat pertukaran, maka keberadaan uang menjadi sangat penting dalam perekonomian. Suatu benda dapat dijadikan sebagai "uang" jika benda tersebut telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Beberapa syarat-syarat uang antara lain: 1. Diterima secara umum (acceptability). Dang harus dapat diterima oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Agar dapat diakui sebagai alat tukar umum suatu benda harus memiliki nilai tinggi atau setidaknya dijamin keberadaannya oleh pemerintah yang berkuasa. 2. Memiliki nilai yang cenderung stabil (stability of value). Nilai uang seharusnya stabil, tidak berfluktuasi dari waktu ke waktu. 3. Ringan dan mudah dibawa (portability). Keberadaan uang seharusnya tidak memberatkan pemiliknya dan mudah dibawa ke mana-mana dan mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility). 4. Tahan lama (durability). Dang harus memiliki sifat tahan lama dan tidak mudah rusak, oleh karena itu pemilihan bahan sanggat menentukan ketahanan uang. 5. Kualitasnya cenderung sama (uniformity). Dang harus memiliki kualitas yang cenderung sama. D. FUNGSI DAN TUJUAN MEMEGANG UANG Dang mulai banyak digunakan dalam masyarakat. Penggunaan uang oleh masyarakat karena uang memiliki empat fungsi:
  • 10. 1.10 EKDNOMI MDNETER e 1. Uang sebagai alat tukar-menukar (medium of exchange). Dalam sistem pertukaran barter, uang mensyaratkan adanya double coincidence. Dengan adanya "uang" yang diterima secara umum sebagai alat tukar, maka syarat double coincidence tersebut menjadi tidak relevan lagi. 2. Uang sebagai satuan nilai (measure of value). Dalam fungsinya uang sebagai satuan pengukur nilai, maka setiap barang yang dipertukarkan dapat dinilai dengan satuan uang tertentu. Uang dipakai untuk menunjukkan nilai berbagai macam barang danjasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besamya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman. Uang juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa. Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk memperlancar pertukaran barang. 3. Uang sebagai standar atau ukuran pembayaran yang tertunda (standardfor deferred payments). 4. Uang sebagai alat penyimpan nilai dan kekayaan (store ofvalue and store ofwealth). Sebagai penyimpan nilai atau kekayaan, uang digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang danjasa di masa mendatang. Berkaitan dengan fungsi-fungsi uang tersebut, maka seseorang yang memegang uang setidaknya dilandasi tiga motif; yaitu: 1. Motif Transaksi (Transaction Motive) Motif transaksi adalah dorongan orang memegang untuk kebutuhan transaksi atau pembayaran, baik yang dilakukan oleh rumah tangga konsumen ataupun rumah tangga perusahaan. Bagi rumah tangga konsumen, motif transaksi berkaitan dengan pembayaran pemakaian listrik, telepon dan belanja harian, sedangkan bagi rumah tangga perusahaan motif transaksi berhubungan dengan pengeluaran upah atau gaji karyawan dan pengeluaran-pengeluaran perusahaan lainnya. Motif transaksi ini dipengaruhi oleh besarnya tingkat pendapatan. Secara matematis, permintaan uang untuk tujuan transaksi (Md) dirumuskan sebagai berikut. + Mdt =kY
  • 11. e ESPA4227/MODUL 1 1.11 di mana Mctt (money demandfor transaction) merupakan motif memegang uang untuk transaksi dan Y adalah pendapatan yang diterima. Y merupakan tingkat pendapatan yang berhubungan positif dengan permintaan uang untuk transaksi. Semakin tinggi tingkat pendapatan semakin besar keinginan memegang uang kas untuk transaksi. Ketergantungan permintaan uang untuk transaksi terhadap pendapatan dapat dijelaskan dalam Gambar 1.2 berikut ini. y ~------------------ Md Gambar 1.2 Permintaan Uang untuk Transaksi Permintaan uang untuk tujuan transaksi ditunjukkan dengan Mctt· Pada motif transaksi, Keynes mengikuti jejak Klasik bahwa permintaan untuk transaksi tergantung pendapatan, namun perbedaannya terletak pada penekanan motif spekulasi dan peranan tingkat bunga dalam menentukan permintaan uang untuk spekulasi. 2. Motif Berjaga-jaga (Precautionary Motive) Sesuai dengan fungsinya sebagai alat tukar, maka tujuan seseorang memegang uang adalah karena kebutuhannya untuk melakukan transaksi. Karena itu, kebutuhan uang untuk transaksi ini dipengaruhi oleh tingkat pendapatan. Pemikiran ini berlandaskan pada pemikiran Ekonom Klasik, walaupun begitu ekonom penganut Keynes juga tidak menolaknya. Keynes menganalisis teori permintaan uang Klasik lebih jauh dari sekedar untuk transaksi. Permintaan uang tersebut adalah untuk berjaga-jaga terhadap kebutuhan yang tak terduga (unexpected need) (Nelson, 2010). Tersedianya uang di tangan untuk jaga-jaga memberikan rasa aman menghadapi rekening yang tidak terduga (unexpected bill) misalnya untuk biaya pengobatan dan perbaikan secara tiba-tiba.
  • 12. 1.12 EKDNOMI MDNETER e Keynes percaya bahwa jumlah permintaan uang untuk berjaga-jaga pada dasarnya ditentukan oleh tingkat transaksi yang diperkirakan pada masa yang akan datang. Jenis transaksi ini proporsional dengan pendapatan, oleh karena itu Keynes memformulasikan permintaan uang untukjaga-jaga secara proporsional sama dengan permintaan uang untuk transaksi (Mishkin, 2007). Menurut Keynes, masyarakat memerlukan uang kas untuk transaksi dan berjaga-jaga, karena: a. transaksi pengeluaran sering kali terjadi lebih dahulu daripada penerimaan/pendapatannya; b. pengeluaran sering kali tidak dapat diperkirakan sebelumnya; c. penerimaan yang diharapkan tidakjadi diterima; d. pengeluaran yang terjadi sangat penting dan menguntungkan untuk dilakukan lebih dahulu. 3. Motif untuk Spekulasi (Speculative Motive) Pemikiran ini murni merupakan ide dari Keynes. Tujuan seseorang memegang uang untuk spekulasi ini sesuai dengan fungsi uang sebagai alat penyimpan nilai dan kekayaan. Dalam hal ini uang dianggap sebagai aset. Permintaan untuk motif spekulasi ini terjadi karena adanya faktor ketidakpastian (uncertainty) dan ekspektasi (expectation) yang mempengaruhi seseorang dalam memegang uang. Dalam menentukan kebutuhan uang untuk motif spekulasi ini seseorang dipengaruhi oleh ekspektasi penghasilan masa depan dari berbagai bentuk aset yang dimungkinkan untuk dimiliki. Keynes menggunakan tingkat bunga sebagai variabel pengukur ekspektasi penghasilan masa depan sehingga kebutuhan uang untuk tujuan spekulasi ini dipengaruhi oleh perubahan tingkat bunga. Menurut Keynes, masyarakat menghendaki jumlah uang kas yang melebihi keperluan transaksi karena keinginan untuk menyimpan kekayaan dalam bentuk uang kas. Dang kas yang disimpan ini berarti berfungsi sebagai penimbun kekayaan atau store of value . Permintaan uang untuk spekulasi dipengaruhi oleh tingkat bunga, yang berarti bahwa semakin tinggi tingkat bunga semakin rendah keinginan masyarakat akan uang kas untuk spekulasi. Ada dua alasan untuk hal ini, pertamajika tingkat bunga naik berarti opportunity cost ofholding money semakin besar sehingga keinginan masyarakat akan uang kas semakin kecil. Sebaliknya semakin rendah tingkat bunga semakin besar keinginan masyarakat untuk menyimpan uang kas. Kedua, adanya hipotesa Keynes yang menganggap terjadinya tingkat bunga normal yaitujika terjadi perubahan, suatu
  • 13. e ESPA4227/ MODUL 1 1.13 tingkat bunga diharapkan akan kembali ke tingkat bunga normal. Jika kenyataannya tingkat bunga berada di atas normal maka harapan masyarakat adalah tingkat bunga tidak naik bahkan diperkirakan akan turun ke tingkat bunga normal sehingga harga surat berharga diperkirakan naik (capital losses). Akibatnya, jumlah surat berharga bertambah banyak sehingga permintaan uang kas semakin kecil. Sebaliknya jika tingkat bunga di bawah normal, maka masyarakat memperkirakan tingkat bunga akan naik ke tingkat bunga normal. Harga surat berharga turun sehingga masyarakat menjual surat berharganya karena biaya memegang uang kas naik. Sebelum ini kita telah membahas tentang pengertian uang, fungsi uang dan tujuan mengenai uang. Silakan Anda membuat catatan kecil untuk memudahkan Anda belajar. Kemudian pembahasan dilanjutkan dengan jenis-jenis uang. E. JENIS-JENIS UANG Pada perkembangan perekonomian saat ini sebenarnya yang dimaksud uang bukan dalam arti sempit yaitu uang yang diciptakan oleh bank Indonesia saja, melainkan dalam arti yang lebih luas yang mencakup alat alat likuid lainnya. Jenis-jenis uang tersebut adalah: 1. Uang Primer. Uang primer ini juga sering dikenal dengan istilah uang inti (high powered money), atau uang dasar (base money). Uang primer adalah uang logam, uang kertas maupun cek yang dicetak oleh bank sentral. Dalam sistem moneter Indonesia, uang primer ini terdiri dari: uang kartal, alat likuid bank umum yang terdiri atas kas bank umum dan giro bank umum pada Bank Indonesia, serta giro swasta bukan bank yang ada pada Bank Indonesia. 2. Full Bodied Money (uang penuh). Nilai uang dikatakan sebagai uang penuh apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut. Jika uang itu terbuat dari emas, maka nilai uang itu sama dengan nilai emas yang dikandungnya. Agar nilai uang sama dengan nilai materinya, setidaknya ada 2 syarat yang harus dipenuhi yaitu masyarakat diberikan kebebasan untuk membuat mata uang ke pabrik uang milik pemerintah serta masyarakat bebas untuk menjual, membeli dan menyimpang uang logam yang
  • 14. 1.14 EKDNOMI MDNETER e dimilikinya. Jika kedua syarat tersebut dipenuhi maka nilai uang akan sama dengan nilai materi yang dipergunakannya. 3. Token Money (uang tanda). Uang tanda adalah apabila nilai yang tertera di atas uang lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang atau dengan kata lain nilai nominal lebih besar dari nilai intrinsik uang tersebut. Misalnya, untuk membuat uang Rp1.000,00 pemerintah mengeluarkan biaya Rp750,00. Token money adalah mata uang yang nilai nominalnya lebih tinggi dari materinya. Uang kertas dan logam yang beredar sekarang termasuk dalam token money. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai perbedaan antarafull bodied money dengan token money (Rahardjo, 2009): a. Terletak pada definisinya. Bila token money merupakan mata uang yang nilai materinyajauh di bawah nilai nominalnya, makafull bodied money adalah mata uang yang nilai materinya sama dengan nilai nominalnya. b. Pada masa token money, mata uang dibuat oleh badan-badan yang ditunjuk oleh pemerintah misalnya BankSentral, sedangkan pada masa full bodied money, masyarakat bebas menempa dan melebur mata uang sendiri. c. Pada masa full bodied money, jumlah uang beredar sulit dihitung jumlahnya sedangkan pada masa token money jumlah uang beredar mudah dihitung. 4. Uang Kertas. Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas). Ada beberapa pertimbangan mengapa kertas dipilih sebagai bahan untuk membuat uang yaitu : (1) Kertas sifatnya lebih ringan dan mudah dibawa ke mana-mana; (2) biaya pembuatan uang kertas relatif murah dibandingkan ongkos pembuatan uang logam; (3) persediaan kertas yang dimiliki pemerintah relatif banyak sehingga jika sewaktu waktu pemerintah ingin menambah jumlah uang kertas tidak kesulitan mendapatkan bahan baku. Uang kertas juga disebut sebagaifolding money karena uang kertas dapat dilipat. Nilai uang kertas dijamin oleh pemerintah sehingga tidak
  • 15. e ESPA4227/MODUL 1 1.15 menimbulkan keraguan orang untuk menggunakan uang kertas. Atas dasar kepercayaan tersebut maka uang kertas sering disebut uang fiat atau uang kepercayaan. Di Indonesia, bank Indonesia diberikan hak untuk mencetak dan mengelola keberadaan uang kertas. 5. Uang Giral. Dang giral adalah uang yang diciptakan oleh bank-bank umum. Dang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum selain Bank Indonesia. Menurut DD No.7 tentang Perbankan tahun 1992, definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum, yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Dalam sistem moneter Indonesia, uang giral terdiri dari rekening giro, kiriman uang, simpanan berjangka dan tabungan rupiah yang sudah jatuh waktu, yang seluruhnya merupakan simpanan penduduk dalam Rupiah. Dang giral biasanya digunakan untuk transaksi dengan nilai uang yang sangat besar. 6. Uang Kuasi (Quasi Money). Dang kuasi mempunyai kemiripan dengan uang. Dang kuasi merupakan bentuk kekayaan yang dianggap cukup likuid, dalam waktu dekat dapat diuangkan di bank. Beberapa contoh uang kuasi antara lain deposito berjangka, tabungan, dan obligasi pemerintah. Sebuah paham yang berpandangan luas (Komite Radclife) menyatakan bahwa yang termasuk uang adalah terdiri dari uang kartal, uang giral dan kuasi, sedangkan paham yang berpandangan sempit menyatakan bahwa uang itu hanya terdiri dari uang kartal dan uang giral. Dang kartal dan uang giral yang ada di masyarakat lazimnya disebut jumlah uang beredar (Rahardjo, 2009). Dalam sistem moneter Indonesia, uang kuasi terdiri dari simpanan berjangka dan tabungan penduduk baik dalam Rupiah maupun valuta asing. Jumlah uang yang beredar di masyarakat pada dasarnya terdiri dari uang kartal dan uang giral. Dntuk lebihjelasnya coba Anda perhatikan Gambar 1.3. tentang jenis-jenis Pada Gambar 1.3 diketahui bahwa pembagian jenis uang didasarkan pada bahan yang digunakannya maka uang dibagi menjadi uang barang, uang logam dan uang kertas. Dang logam sendiri dibagi menjadi full bodied money dan token money, sedangkan uang kertas yang terdiri dari uang kertas negara dan uang kertas bank seluruhnya merupakan token money. Dari pembagian ini kemudian timbul uang kartal yang terdiri dari turunan uang
  • 16. 1.16 EKDNOMI MDNETER e logam dan uang kertas. Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari. Di Indonesia, lembaga yang bertugas dan mengawasi peredaran uang rupiah adalah Bank Indonesia, sedangkan perusahaan yang mencetak uang rupiah adalah Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). Uang Barang Uang Uang logam Uang kertas (token money) Full bodied money Token money Uang kertas negara Common money (uang kartal) Gambar 1.3 Jumlah uang beredar Jumlah Uang Beredar di Masyarakat Uang kertas bank Demand deposit money (uang giral) Jumlah uang beredar yang terdiri dari uang kartal dan uang giral sering disebut sebagai narrow money atau Mb sedangkan M2 (broad money) cakupannya lebih luas yaitu merupakan M1 ditambah deposito dan tabungan dalam mata uang domestik. Pengertian yang lebih luas lagi yaitu M3 yaitu M2 ditambah deposito berjangka dalam mata uang asing. M1 merupakan jumlah uang beredar yang paling likuid, sebab proses untuk menjadikannya sebagai uang kas sangat cepat dan tanpa adanya kerugian nilai (artinya satu rupiah menjadi satu rupiahjuga). Sementara M2 karena mencakup deposito berjangka maka likuiditasnya lebih rendah, untuk menjadikannya uang kas, deposito
  • 17. e ESPA4227/MODUL 1 1.17 berjangka perlu waktu (3, 6, atau 12 bulan) sehingga jika dijadikan uang kas sebelum jangka waktu tersebut kena penalti/denda (jadi tidak satu rupiah menjadi satu rupiah, tetapi lebih kecil karena denda tersebut). - F= LATIHAN-c - ---~ ~ i J - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - ~ E - ___:__ ..-. Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! 1) Apa yang dimaksud dengan uang? 2) Jelaskan tahap-tahap dalam perkembangan uang! Petunjuk Jawaban Latihan 1) Uang didefinisikan sebagai alat pertukaran (medium of exchange), yaitu suatu barang atau bentuk kekayaan riil (tangible asset) yang secara umum diterima sebagai pembayaran. Uangjuga berfungsi sebagai penyimpan nilai dan alat pengukur (medium ofaccount). 2) Tahap sebelumperdagangan barter, perdagangan barter, tahap uang logam, dan tahap uang kertas. i R A N G K U M A N____________________________________ Ekonomi moneter merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang khusus yang mempelajari tentang sifat, fungsi dan pengaruh uang terhadap kegiatan ekonomi. Beberapa alasan yang dapat dikemukakan dalam mempelajari ekonomi moneter adalah pemahaman secara mendalam tentang mekanisme penciptaan uang, tingkat bunga, pasar uang, sistem dan kebijakan moneter, serta pembayaran internasional. Uang yang kita kenai sekarang ini sudah mengalami proses perkembangan yang sangat panjang. Setidaknya terdapat lima tahapan dalam sejarah perkembangan uang yaitu tahap sebelum perdagangan barter, perdagangan barter, tahap penggunaan uang barang, tahap penggunaan uang logam, dan tahap penggunaan uang kertas. Uang mulai banyak digunakan dalam masyarakat. Penggunaan uang oleh masyarakat karena uang memiliki empat fungsi yaitu uang sebagai alat tukar-menukar (medium ofexchange), uang sebagai satuan nilai (measure
  • 18. 1.18 EKDNDMI MDNETER e of value), uang sebagai standar atau ukuran pembayaran yang tertunda (standardfor deferred payments) dan fungsi uang sebagai alat penyimpan nilai dan kekayaan (store ofvalue dan store ofwealth). Beberapa syarat uang antara lain diterima secara umum (acceptability), memiliki nilai yang cenderung stabil (stability ofvalue), ringan dan mudah dibawa (portability), bersifat tahan lama dan tidak mudah rusak, dan memiliki kualitas yang cenderung sama. TES FORMATIF 1 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Persoalan pokok yang dipelajari dalam ekonomi moneter adalah .... A. jumlah uang beredar B. penerapan kebijakan fiskal C. perdagangan internasional D. stabilitas ekonomi makro 2) Sistem tukar menukar barang dengan barang disebut sistem .... A. barter B. kurs C. uang barang D. perdagangan internasional 3) Adanya double coincidence ofwant ditemukan dalam tahap .... A. penggunaan uang logam B. penggunaan uang kertas C. penggunaan uang plastik D. perdagangan internasional 4) Uang adalah sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang. Definisi uang menurut .... A. Pigou B. Robertson C. Thomas D. Sayers
  • 19. e ESPA4227/MODUL 1 1.19 5) Uang yang diciptakan oleh bank-bank umum disebut uang .... A. kartal B. giral C. kuasi D. demand deposit Cocokkanlahjawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - x 100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 20. 1.20 EKDNOMI MDNETER e KEGIATAN BELA&JAR 2 Proses Penciptaan Uang Beredar alam Kegiatan Belajar 1, kita telah membahas tentang sejarah lahirnya uang, kemudian dilanjutkan dengan Proses Penciptaan Uang Beredar, untuk itu silakan Anda simak pemaparan berikut ini. A. JUMLAH UANG BEREDAR Pasar uang, sebagaimana pasar yang lain selalu mempunyai dan mencakup tiga unsur pasar yakni penawaran, permintaan dan interaksi keduanya dalam membentuk harga dan jumlah keseimbangan. Penawaran uang ini dalam kehidupan sehari-hari dikenal dengan istilah jumlah uang beredar (JUB). Siapakah pelaku-pelaku di pasar uang tersebut, dan apa yang dimaksud dengan harga uang tadi. Para pelaku di sisi penawaran adalah lembaga-lembaga yang mempunyai kewenangan untuk menciptakan dan mempengaruhi jumlah uang beredar. Lembaga-lembaga tersebut adalah Bank Sentral dan Lembaga Keuangan yang menurut undang-undang diperbolehkan mencetak dan mengedarkan uang. Di Indonesia, lembaga-lembaga tersebut adalah Bank Indonesia dan Bank-bank Umum Pencipta Uang Giral (BPUG). Para pelaku di sisi permintaan adalah masyarakat pengguna uang, baik orang per orang ataupun badan hukum. Tingkat bunga adalah harga yang harus dibayar atas pinjaman uang. Jadi, harga uang di pasar uang adalah tingkat bunga. Pandangan ini merupakan pandangan dari Teori Keynes dan para pengikut pemikirannya. Sementara pandangan yang berangkat dari Teori Klasik, harga uang adalah tingkat harga umum. Karena itu, interaksi antara permintaan dan penawaran di pasar uang akan menentukan tingkat harga umum. Penawaran uang di pasar uang ditunjukkan oleh banyaknya jumlah uang beredar, yang terdiri dari uang dalam arti sempit dan uang dalam arti luas (bahkan di beberapa negara sudah membedakannya ke dalam tiga macam uang beredar). Bank Indonesia masih menggunakan dua konsep uang tersebut. 1. Jumlah uang beredar dalam arti sempit (narrow money). Salah satu konsep uang yang penting dan banyak dikenal adalah pengertian uang dalam arti sempit. Uang dalam arti sempit ini terdiri dari uang kartal dan giral. Uang dalam arti sempit dinyatakan dengan simbol M1.
  • 21. e ESPA4227/ MODUL 1 1.21 2. Jurnlah uang beredar dalam arti luas (broad money). Dang dalam arti luas terdiri dari uang kartal, uang giral, dan uang kuasi. Dang dalam arti luas tersebut dinyatakan dengan simbol M2. B. PROSES PENCIPTAAN UANG BEREDAR Bagaimanakah proses penciptaan uang beredar? Ada dua pandangan yang berbeda dalam hal pencetakan uang beredar. Pandangan pertama, berpendapat bahwa uang beredar sepenuhnya ditentukan oleh Otoritas Moneter atau Bank Sentral. Sedang pandangan kedua berpendapat bahwa selain Otoritas Moneter, lembaga lain seperti bank umum dan perilaku masyarakat ikut menentukan besarnya jumlah uang beredar. Menurut pandangan pertama, jurnlah uang beredar (JDB) sepenuhnya ditentukan oleh Otoritas Moneter. Hal ini berarti bahwa jumlah uang beredar bersifat otonom, yang tidak dipengaruhi oleh tingkat bunga pasar uang. Di Indonesia, jurnlah uang beredar menurut pandangan ini ditunjukkan olehjurnlah uang primer. Walaupun besarnyajurnlah uang primer ini tidak dipengaruhi oleh tingkat bunga (i) pasar uang, akan tetapi jurnlah uang primer tersebut dipengaruhi oleh kebijakan Otoritas Moneter dalam menentukan instrumen- instrumen "Bank Indonesia Rate/BI Rate" yang akan menjadi sinyal suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan besarnya Giro Wajib Minimum (minimum reserve requirement; GWM) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Karena besarnyajurnlah uang beredar ditentukan secara otonom oleh Otoritas Moneter, maka bentuk kurva penawaran uang (Ms) adalah vertikal, coba Anda perhatikan Gambar 1.4. Ms • I Gambar 1.4 Jumlah Uang Beredar ditentukan Otoritas Moneter Keterangan: i =tingkat bunga Ms = jurnlah uang beredar
  • 22. 1.22 EKDNOMI MDNETER e Menurut pandangan kedua jumlah uang beredar bukan hanya ditentukan oleh Otoritas Moneter melainkan juga oleh kebijakan bank-bank umum. Dengan demikian, yang mempengaruhi jumlah uang beredar selain dipengaruhi oleh instrumen-instrumen yang bersifat otonom yang dilakukan Otoritas Moneter, juga dipengaruhi oleh kebijakan bank umum dalam menentukan tingkat bunga pasar uang. • I Ms Gambar 1.5 Jumlah Uang Beredar Ditentukan oleh Otoritas Moneter dan Bank Umum Di Indonesia, jumlah uang beredar yang dipengaruhi oleh bank umum tersebut ditunjukkan olehjumlah uang giral dan uang kuasi. Jumlah uang giral maupun uang kuasi ini dipengaruhi oleh tingkat bunga. Perilaku tingkat bunga pasar ini juga dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dalam menyimpan atau meminjam uang di pasar uang. Oleh karena itu, jumlah uang beredar menurut pandangan kedua ini kurva penawaran berbentuk miring dari kiri bawah ke kanan atas atau mempunyai kemiringan positif Silakan Anda perhatikan Gambar 1.5 Kita telah membahas tentang jumlah uang beredar dan proses pencitaan uang secara narasi maupun grafis, buatlah catatan kecil. Pembahasan dilanjutkan dengan konsep stok dan konsep aliran. C. KONSEP STOK DAN KONSEP ALIRAN Apakah yang dimaksud dengan konsep stok dan konsep aliran? Konsep variabel stok (stock concept) merupakan jumlah uang beredar, sedang konsep variabel aliran (flow concept) merupakan perubahanjumlah uang beredar adalah. Konsep stok menunjukkan tingkat atau posisi dari suatu variabel. Konsep stok merupakan nilai akumulasi variabel pada suatu penggal waktu. Sedang konsep
  • 23. e ESPA4227/ MODUL 1 1.23 aliran menunjukkan perubahan nilai suatu variabel dari waktu ke waktu dalam suatu periode waktu tertentu. Coba Anda perhatikan Tabel 1.1 tenang jumlah uang primer yang terdiri atas uang kartal yang diedarkan, saldo giro bank umum pada Bank Indonesia, giro sektor swasta, sertifikat Bank Indonesia dan Uang Primer. Tabel 1.1 Jumlah Uang Primer (dalam miliar rupiah) Tahun 1 2005 2006 2007 2008 2009 2010* Uang kartal yang diedarkan 2 144,869 178,572 220,785 264,391 279,029 253,934 *sampai bulan April Sumber: Bank Indonesia: SEKI Saldo Giro Bank Umum pada Bl 3 94,531 118,417 158,452 79,648 89,903 96,653 Giro Sektor Swasta 4 381 91 345 650 601 575 SBI 5 0 0 0 0 32,587 37,589 Primer 6 239,781 297,080 379,582 344,689 402,119 388,752 Tabel1.1. di atas yang menunjukkanjumlah uang primer yang beredar di Indonesia. Coba Anda perhatikanjumlah uang kartal yang diedarkan Pada tahun 2009 mencapai 279,029 miliar rupiah dan saldo giro bank umum pada Bank Indonesia mencapai 89,903 miliar, dan uang primer mencapai 402,119 miliar. Kalau kita bandingkan dengan tahun sebelumnya terjadi kenaikan, hal ini dikarenakan meningkatnya perkembangan perekonomian Indonesia. Kemudian coba Anda perhatikan April 2010 jumlah uang kartal yang diedarkan sudah mencapai 253,934 miliar rupiah sedangkan saldo giro bank umum pada Bank Indonesia sudah mencapai 96,653 miliar rupiah, melebihi saldo giro pada tahun sebelumnya. Uang primer yang beredar sampai bulan April sudah mencapai 388,752 miliar Rupiah. Kemudian coba Anda perhatikan Tabel1.2, uang dalam arti dan luas. Uang dalam arti sempit merupakan uang kartal di luar bank umum dan BPR, Sedangkan uang dalam arti luas merupakan penjumlahan uang dalam arti sempit, uang kuasi dan surat berharga selain saham.
  • 24. 1.24 EKDNOMI MDNETER e Tabel 1.2 Uang Dalam Arti Sempit dan Luas (dalam miliar rupiah) Uang Kartal Simpanan Uang Surat Uang di luar Bank dalam Arti Uang Berharga Dalam Tahun Giro Umum dan Sempit Kuasi Selain Arti Luas Rupiah BPR (M1) Saham (M2) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 2005 123,991 147,149 271 '140 929,343 2,280 1,202,763 2006 150,654 196,359 347,013 1,032,865 2,615 1,382,493 2007 182,967 267,089 450,056 1'196,119 3,487 1,649,662 2008 209,747 247,040 456,787 1,435,772 3,279 1,895,838 2009 226,006 289,818 515,824 1,622,055 3,504 2,141,384 2010* 205,520 289,378 494,897 1,583,644 3,553 2,082,094 * sampai bulan Maret Sumber: Bank Indonesia: SEKI Untuk memberi gambaran dengan lebih baik mengenai kedua konsep tersebut, coba Anda perhatikanjumlah uang beredar pada tahun 2010. Jumlah uang beredar (money stock) pada tahun 2010 adalah Rp.494.897 miliar untuk uang dalam arti sempit (Ml) dan Rp.2.082.094 miliar untuk uang dalam arti luas (M2). Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari jumlah uang beredar tahun sebelumnya ditambah perubahanjumlah uang beredar selama Maret tahun 2010. Sementara perubahan jumlah uang beredar pada Maret tahun 2010 dibanding tahun 2009 adalah minus Rp.20.927 miliar untuk M1 dan minus Rp 59.259 untuk M2. Perubahan jumlah uang beredar bertanda minus tersebut menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah uang beredar dibanding tahun sebelumnya. Bila Anda belum paham, silakan pelajari kembali. Selanjutnya kita akan membahas angka pengganda. D. ANGKA PENGGANDA UANG Dalam kehidupan ekonomi nyata saat ini di mana dalam sistem moneter perekonomian suatu negara terdiri dari bank sentral dan bank umum, proses pencetakan uang bukan hanya ditentukan oleh Otoritas Moneter, tetapijuga oleh
  • 25. e ESPA4227/MODUL 1 1.25 lembaga perbankan atau Bank Pencetak Dang Giral (BPUG) dan perilaku masyarakat. Proses pencetakan uang tersebut secara skematis dapat Anda lihat pada Gambar 1.5 berikut ini. Uang Primer ~----~ ~----~ Uang Kartal (K) .. (B) ~ Uang Giral (D) Cadangan (R) Uang Kuasi (Q) M1 _. M1 ·-___, Gambar 1.5 Proses Pencetakan Uang Dari Gambar 1.5 dapat diketahui dengan jelas bahwajumlah uang beredar; baik uang dalam arti sempit (M1) maupun uang dalam arti luas (M2), selain dipengaruhi oleh Bank Sentral melalui uang primer (B), juga dipengaruhi seberapa besar uang giral (D) maupun uang kuasi (Q) yang diciptakan oleh bank umum. Pengaruh perilaku masyarakat tercermin dari kemauan dan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan uang kartal, uang giral, maupun uang kuasi. Salah satu variabel yang mempengaruhi perilaku masyarakat adalah tingkat bunga bank. Semakin tinggi tingkat bunga, semakin besar keinginan masyarakat untuk memegang uang kuasi. Dengan demikian, bankjuga bisa mempengaruhi jumlah uang beredar melalui kebijakan tingkat bunga. Jumlah uang beredarjuga dapat lebih besar daripada uang inti. Berapabesar perbandingan antara uang inti dengan uang beredar, tergantung pada besar angka pengganda uang (multiplier of money). Coba Anda perhatikan kedua rumus angka pengganda berikut ini. 1. Angka pengganda uang untuk M 1: M1 = { 1/[c + r(1-c)] }*B dapat juga ditulis M1 = m1*B
  • 26. 1.26 EKDNOMI MDNETER e 2. Angka pengganda uang untuk M2: M2 ={(1+t)/[c + r(1-c) + rd.t]}*B dapatjuga ditulis M2 =m2*B Keterangan: M1 =jumlah uang beredar dalam arti sempit M2 =jumlah uang beredar dalam arti luas B = uang inti/primer c = rasio uang kartal terhadap jumlah uang beredar r = rasio cadangan untuk menjamin uang giral t = rasio uang kuasildeposito berjangka terhadap uang beredar rd = rasio cadangan untuk menjamin uang kuasi/deposito berjangka m1 = angka pengganda (multiplier) uang dalam arti sempit yang besarnya adalah {1/[c + r(1-c)]} * m2 = angka pengganda (multiplier) uang dalam arti luas yang besarnya adalah {(1+t)/[c + r(1-c) + rd.t]} * Angka pengganda M1 dan M2 di Indonesia dapat dilihat dalam Tabel 1.3 pada kolom 5 dan kolom 6.. Angka pengganda M 1 relatif lebih kecil dibandingkan dengan angka pengganda M2. Namun demikian sejak tahun 2005 angka pengganda M1 selalu mengalami peningkatan hingga mencapai 1,33 pada tahun 2008 sebelum akhirnya menurun pada tahun 2009 sebesar 1.28. Demikian juga yang terjadi pada angka pengganda M2 yang nilainya lebih berfluktuasi. Pada tahun 2005 angka pengganda M2 adalah sebesar 5,02, namun angka ini terus turun hingga mencapai 4,35 pada tahun 2007. Selanjutnya angka pengganda tersebut kembali meningkat pada tahun 2008 menjadi 5.50. Tabel1.3 Angka Pengganda Uang Uang dalam Uang Dalam Angka Angka Tahun Uang Primer Arti Sempit Pengganda Pengganda Arti Luas (M2) (M1) M1 M2 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 2005 239,781 271 '140 1,202,763 1.13 5.02 2006 297,080 347,013 1,382,493 1.17 4.65 2007 379,582 450,056 1,649,662 1.19 4.35 2008 344,689 456,787 1,895,838 1.33 5.50 2009 402,119 515,824 2,141,384 1.28 5.33 2010* 388,752 494,897 2,082,094 1.27 5.36 Sumber: data diolah dari Tabel 1.1 dan 1.2.
  • 27. e ESPA4227/MODUL 1 1.27 Baik angka pengganda uang dalam arti sempit (M1) maupun dalam arti luas (M2), besarnya dipengaruhi oleh parameter-parameter yang menunjukkan perilaku masyarakat pemegang uang. Parameter-parameter tersebut adalah: 1. Rasio uang kartal terhadap jumlah uang beredar. Rasio ini menunjukkan porsi dari jumlah uang beredar yang dipegang masyarakat dalam bentuk uang tunai. Dang tunai ini digunakan untuk tujuan transaksi dan berjaga- jaga. Semakin masyarakat berminat untuk memegang uang tunai, semakin besar rasio tersebut 2. Rasio cadangan untuk menjamin uang giral. Rasio ini menunjukkan kebijakan perbankan dalam mengelola cadangan atas uang giral yang diciptakan. Rasio ini terdiri dari dua komponen, yaitu komponen pertama adalah rasio wajib yang harus ditempatkan di bank sentral dan komponen kedua adalah rasio cadangan yang ditempatkan di bank umum bersangkutan. Semakin besar rasio yang ditetapkan bank sentral dan juga rasio yang ditempatkan di bank umum bersangkutan, semakin besar rasio tersebut 3. Rasio uang kuasi terhadap jumlah uang beredar. Rasio ini selain menunjukkan kebijakan perbankan dalam menentukan suku bunga juga menunjukkan minat masyarakat menempatkan uang mereka di lembaga keuangan. Semakin masyarakat berminat untuk menempatkan uang mereka pada lembaga keuangan, rasio tersebut semakin besar. Dengan demikian minat menabung di lembaga keuangan akan mempengaruhi besar jumlah uang beredar. 4. Rasio cadangan terhadap uang kuasi. Besarnya cadangan yang ditetapkan oleh bank umum terhadap uang kuasi dipengaruhi oleh kewajiban minimum yang ditentukan bank sentral dan besar cadangan lebih yang ditetapkan bank umum bersangkutan. Dengan demikian kebijakan penentuan cadangan oleh bank umum akan menentukan besarnya uang beredar _. " 6 _ ____. . ._ _ _ _ . .....~ .. ,...,._ . LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! 1) Jelaskan pandangan yang menyatakan bahwa jumlah uang beredar ditentukan oleh otoritas moneter!
  • 28. 1.28 EKDNDMI MDNETER e 2) Apakah yang mempengaruhi perbandingan antara uang inti dengan uang beredar? Petunjuk Jawaban Latihan 1) Menurut pandangan yang menyatakan bahwa jumlah uang beredar sepenuhnya ditentukan oleh otoritas moneter maka jumlah uang beredar bersifat otonom, dalam arti bahwa jumlah uang beredar tersebut tidak dipengaruhi oleh tingkat bunga pasar uang. Di Indonesia sendiri, jumlah uang beredar menurut pandangan ini ditunjukkan olehjumlah uang primer. 2) Jumlah uang beredar biasanya lebih besar daripada uang inti. Berapa besar perbandingan antara uang inti dengan uang beredar, tergantung pada besar angka pengganda uang (multiplier ofmoney). RANGKUMAN Jumlah uang beredar adalah konsep variabel stok (stock concept), sedang perubahanjumlah uang beredar adalah konsep variabel aliran (flow concept). Konsep stok menunjukkan tingkat atau posisi dari suatu variabel. Konsep stok merupakan nilai akumulasi variabel pada suatu penggal waktu. Sedang konsep aliran menunjukkan perubahan nilai suatu variabel dari waktu ke waktu dalam suatu periode waktu tertentu. Ada dua pandangan yang berbeda dalam hal pencetakan uang beredar. Pandangan pertama, berpendapat bahwa uang beredar sepenuhnya ditentukan oleh Otoritas Moneter atau Bank Sentral. Sedang pandangan kedua berpendapat bahwa selain Otoritas Moneter, lembaga lain seperti bank umum dan perilaku masyarakat ikut menentukan besarnya jumlah uang beredar. Jika sistem moneter perekonomian suatu negara terdiri dari bank sentral dan bank umum, proses pencetakan uang bukan hanya ditentukan oleh Otoritas Moneter, tetapijuga oleh lembaga perbankan atau Bank Pencetak Dang Giral (BPUG) dan perilaku masyarakat. Angka pengganda uang dalam arti sempit maupun dalam arti luas, besarnya dipengaruhi oleh parameter-parameter yang menunjukkan perilaku masyarakat pemegang uang. Parameter-parameter tersebut adalah: rasio uang kartal terhadap jumlah uang beredar ; rasio cadangan untuk menjamin uang giral; rasio uang kuasi terhadap jumlah uang beredar; dan rasio cadangan terhadap uang kuasi.
  • 29. e ESPA4227/ MODUL 1 1.29 TES FORMATIF 2 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Proses pencetakan uang ditentukan oleh .... A. bankumum B. bank asing C. otoritas moneter D. pemerintah 2) Perilaku masyarakat memegang uang dipengaruhi oleh .... A. gaya hidup B. kurs C. permintaan uang D. suku bunga 3) Jumlah uang beredar selain dipengaruhi oleh Bank Sentral melalui uang primer, juga dipengaruhi oleh .... A. token money B. uang barang C. uang giral D. uang logam 4) Jumlah uang beredar dalam arti sempit disebut juga .... A. token money B. narrow money C. broad money D. full bodied money 5) Perbandingan antara uang inti dengan uang beredar ditentukan oleh besaran .... A. suku bunga B. investasi C. angka pengganda uang D. rasio cadangan Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.
  • 30. 1.30 EKDNOMI MDNETER e Jurnlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan =----------x 100% Jurnlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 31. e ESPA4227/ MODUL 1 1.31 Kunci Jawaban Tes Formatif Tes Formatif1 Tes Formatif2 1) A 1) c 2) A 2) D 3) D 3) c 4) c 4) B 5) B 5) c
  • 32. 1.32 EKDNOMI MDNETER e Daftar Pustaka Bank Indonesia. Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia. Beberapa edisi. Mishkin, Frederic S. (2007). The Economics ofMoney, Banking, and Financial Market. Person Addison Wesley. Nelson, Charles. R. (2010). Macroeconomics: an Introduction. The Demandfor Money. Internet Edition 2010. Didownload pada http://www.econ.washington.edu/user/cnelson/Chap07.pdf pada tanggal 24 Maret 2011 Rahardjo, Mugi. (2009). Ekonomi Moneter. Lembaga Pengembangan Pendidikan dan UPT Penerbitan dan Percetakan UNS. Samuelson, Paul A and William D. Nodhaus. (2005). Economics. 8th ed. MCGraw - Hill International Edition
  • 33. MDDUL 2 Lembaga Keuangan Prof. Dr. F.X. Sugiyanto, M.S. Dr. Etty Puji Lestari, M.Si. PENDAHULUAN istem keuangan pada dasarnya merupakan tatanan dalam perekonomian suatu negara yang memiliki peran utama dalam menyediakan fasilitas jasa- jasa di bidang keuangan oleh lembaga keuangan dan lembaga nonkeuangan. Sistem keuangan di Indonesia pada prinsipnya dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sistem perbankan dan sistem lembaga keuangan bukan bank. Lembaga keuangan yang masuk dalam sistem perbankan adalah lembaga keuangan yang berdasarkan peraturan perundangan dapat menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk lainnya dan dalam kegiatannya memberikanjasa dalam lalu lintas pembayaran. Karena lembaga keuangan ini dapat menerirna simpanan dari masyarakat, maka disebut juga depository financial institutions yang terdiri dari Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Sementara itu lembaga keuangan bukan bank adalah lembaga keuangan selain dari bank yang dalam kegiatan usahanya tidak diperkenankan rnenghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk sirnpanan. Lembaga keuangan bukan bank (non depository financial institutions) antara lain terdiri perusahaan pembiayaan, perusahaan asuransi, dana pensiun, perusahaan modal ventura, perusahaan penjamin, perusahaan efek, dan pegadaian Modul ini rnencakup tiga topik, pertama, peranan lembaga-lernbaga keuangan; kedua, Lernbaga Keuangan Bank (LKB); ketiga, Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). Dalam uraian peranan lembaga keuangan, dijelaskan proses kegiatan ekonomi dengan dan tanpa adanya lembaga keuangan. Di sini nampak bahwa lernbaga keuangan sebagai pengumpul serta penyalur dana dari dan kepada masyarakat. Oleh karena tingkat bunga merupakan harga dari dana, maka masalah yang berkaitan dengan tingkat bunga juga dibicarakan.
  • 34. 2.2 EKDNOMI MDNETER e Dalam modul ini kegiatan bank komersial dibicarakan terutama mengenai pengelolaan likuiditas yang meliputi baik pengelolaan kekayaan maupun utang. Dengan demikian dapat diketahui prinsip-prinsip kegiatan bankkomersial, serta peranannya dalam proses penciptaan kredit. Pada bagian akhir modul ini disajikan lembaga keuangan bukan bank di Indonesia untuk memperoleh gambaran tentang sistem keuangan di Indonesia. Setelah mempelajari modul ini secara umum mahasiswa diharapkan mampu menganalisis isu-isu ekonomi moneter terutama isu-isu moneter yang terjadi di Indonesia Secara khusus, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: 1. definisi lembaga keuangan; 2. sejarah perbankan; 3. fungsi bank umum; 4. institusi perbankan di Indonesia; 5. perbankan Syariah di Indonesia; 6. sejarah perkembangan LKBB di Indonesia.
  • 35. e ESPA4227/MODUL 2 2.3 KEGIATAN BELA&JAR 1 Lembaga Keuangan Bank alam Kegiatan Belajar 1 ini, kita akan membahas Lembaga Keuangan Bank yang dilihat dari definisi lembaga keuangan, sejarah perbankan, fungsi bank umum, institusi perbankan di Indonesia dan sekilas perbankan syariah di Indonesia. Silakan Anda simak pemaparan berikut ini! A. DEFINISI LEMBAGA KEUANGAN Lembaga keuangan merupakan lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat dan menanamkannya dalam bentuk aset keuangan lain, misalnya kredit, surat-surat berharga, giro, dan aktiva produktif lainnya. Yang termasuk dalam lembaga keuangan adalah bank dan lembaga keuangan nonbank (financial institution). Pengertian Formal Lembaga Keuangan menurut Keputusan Menteri Keuangan RI No. 792 Tahun 1990 tentang Lembaga Keuangan "Semua badan yang kegiatannya di bidang keuangan, melakukan penghimpunan dan penyaluran dana kepada masyarakat terutama guna membiayai investasi perusahaan" bank adalah lembagaperantara keuangan yang menerima deposito dan saluran tersebut deposito ke dalam kredit kegiatan, baik secara langsung atau melalui pasar modal. Sebuah bank menghubungkan pelanggan dengan defisit modal untuk pelanggan dengan surplus modal. Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal10 November 1998 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah "badanusaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk- bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak". Berdasarkan pengertian di atas, bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, perbankan Indonesia dalam melakukan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. Demokrasi ekonomi itu sendiri dilaksanakan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Berdasarkan asas yang digunakan dalam perbankan, maka tujuan perbankan Indonesia adalah menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan
  • 36. 2.4 EKDNOMI MDNETER e pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak. Para ahli perbankan di negara-negara maju mendefinisikan bank umum sebagai institusi keuangan yang berorientasi laba. Untuk memperoleh laba tersebut bank umum melaksanakan fungsi intermediasi. Karena diizinkan mengumpulkan dana dalam bentuk deposito, bank umum disebut juga sebagai lembaga keuangan depositori. Berdasarkan kemampuannya menciptakan uang (giral), bank umum dapatjuga disebut sebagai bank umum pencipta uang giral. B. SEJARAH PERBANKAN Usaha perbankan dimulai dari zaman Babylonia, dilanjutkan ke zaman Yunani Kuno dan Romawi. Pada saat itu, kegiatan utama bank hanya sebagai tempat tukar menukar uang. Selanjutnya, kegiatan bank berkembang menjadi tempat penitipan dan peminjaman uang. Uang yang disimpan oleh masyarakat, oleh bank dipinjamkan kembali ke masyarakat yang membutuhkannya. Sementara itu, mengenai sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan Hindia Belanda. Pada saat itu terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda antara lain De Javasche NV, De Post Paar Bank, De Algemenevolks Crediet Bank, Nederland Handles Maatscappij (NHM), Nationale Handles Bank (NHB), dan De Escompto Bank NV. Di samping itu, terdapat pula bank-bank milik pribumi, Cina, Jepang, dan Eropa lainnya. Bank-bank tersebut antara lain: Bank Nasional Indonesia, Bank Abuah Saudagar, NV Bank Boemi, The Matsui Bank, The Bank of China, dan Batavia Bank. Di zaman kemerdekaan perbankan di Indonesia bertambah maju dan berkembang lagi. Beberapa bank Belanda dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia. Bank-bank yang ada di zaman awal kemerdekaan, antara lain: 1. Bank Negara Indonesia yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 kemudian menjadi BNI 1946. 2. Bank Rakyat Indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. Bank ini berasal dari DE ALGEMENE VOLKCREDIET bank atau Syomin Ginko. 3. Bank Surakarta MAl (Maskapai Adil Makmur) tahun 1945 di Solo. 4. Bank Indonesia di Palembang tahun 1946. 5. Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan. 6. Indonesia Banking Corporation tahun 1946 di Yogyakarta, kemudian menjadi Bank Amerta.
  • 37. e ESPA4227/MODUL 2 2.5 7. NV Bank Sulawesi di Manado tahun 1946. 8. Bank Dagang Indonesia NV di Banjarmasin tahun 1949. C. FUNGSI BANK UMUM Fungsi-fungsi bank umum yang diuraikan di bawah ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan bank umum dalam perekonomian modern, yaitu: 1. Penciptaan Uang Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang giral menyebabkan posisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter. Bank sentral dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi kemampuan bank umum menciptakan uang giral. 2. Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran. Beberapajasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik. 3. Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun danajauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran kredit. 4. Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang
  • 38. 2.6 EKDNOMI MDNETER e berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara. Kehadiran bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum, kepentingan pihak-pihak yang melakukan transaksi intemasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan murah. 5. Penyimpanan Barang-barang Berharga Penyimpanan barang-barang berharga adalah satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang- barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe deposit box). Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat berharga. 6. Pemberian Jasa-jasa Lainnya Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank umum juga semakin banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui ATM, membayar gaji pegawai dengan menggunakanjasa-jasa bank. D. INSTITUSI PERBANKAN DI INDONESIA Perbankan Indonesia dalam menjalankan fungsinya berasaskan prinsip kehati-hatian. Fungsi utama perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat serta bertujuan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional, ke arah peningkatan taraf hidup rakyat banyak. Berdasarkan undang-undang, struktur perbankan di Indonesia, terdiri atas bank umum dan BPR. Perbedaan utama bank umum dan BPR adalah dalam hal kegiatan operasionalnya. BPR tidak dapat menciptakan uang giral, dan memilikijangkauan dan kegiatan operasional yang terbatas. Selanjutnya, dalam kegiatan usahanya dianut dual bank system, yaitu bank umum dapat melaksanakan kegiatan usaha bank konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah. Sementara prinsip kegiatan BPR dibatasi pada
  • 39. e ESPA4227/ MODUL 2 2.7 hanya dapat melakukan kegiatan usaha bank konvensional atau berdasarkan prinsip syariah. Perbankan di Indonesia Bank Umum Bank Perkreditan Rakyat Bank Pemerintah Bank Swasta BPR Konvensional BPR Syariah Bank Pemerintah Bank Bank Umum Bank Umum Unit Usaha Pembangunan Swasta Swasta Syariah Syariah Daerah BPD Unit Usaha BPD Umum Swasta Unit Syariah Usaha Syariah Sumber : Bank Indonesia, 2012 Gambar 2.1 Lembaga Perbankan di Indonesia Gambar 2.1. menjelaskan skema perbankan di Indonesia. Data menunjukkan bahwa sampai dengan bulan Juli 2012jumlah bank umum di Indonesia berjumlah 120 bank dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) berjumlah 1.669 bank. Sementara itu jumlah pemain di bank Syariah sampai bulan Juli 2012 berjumlah 171 bank yang terdiri dari 11 bank umum nasional dan 156 bank perkreditan rakyat Syariah (Bank Indonesia, 2012). E. SEKILAS PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Pengembangan sistem perbankan syariah di Indonesia dilakukan dalam kerangka dual-banking system atau sistem perbankan ganda dalam kerangka Arsitektur Perbankan Indonesia (API), untuk menghadirkan alternatif jasa perbankan yang semakin lengkap kepada masyarakat Indonesia. Secara bersama-sama, sistem perbankan syariah dan perbankan konvensional secara sinergis mendukung mobilisasi dana masyarakat secara lebih luas untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan bagi sektor-sektor perekonomian nasional. Karakteristik sistern perbankan syariah yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi basil memberikan alternatif sistern perbankan yang saling menguntungkan
  • 40. 2.8 EKDNOMI MDNETER e bagi masyarakat dan bank, serta menonjolkan aspek keadilan dalam bertransaksi, investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam berproduksi, dan menghindari kegiatan spekulatif dalam bertransaksi keuangan. Dengan menyediakan beragam produk serta layanan jasa perbankan yang beragam dengan skema keuangan yang lebih bervariatif, perbankan syariah menjadi altematifsistern perbankan yang kredibel dan dapat dinikmati oleh seluruh golongan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Dalam konteks pengelolaan perekonomian makro, meluasnya penggunaan berbagai produk dan instrumen keuangan syariah akan dapat merekatkan hubungan antara sektor keuangan dengan sektor riil serta menciptakan harmonisasi di antara kedua sektor tersebut. Semakin meluasnya penggunaan produk dan instrumen syariah di samping akan mendukung kegiatan keuangan dan bisnis masyarakat juga akan mengurangi transaksi-transaksi yang bersifat spekulatif, sehingga mendukung stabilitas sistern keuangan secara keseluruhan, yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian kestabilan hargajangka menengah-panjang. Dengan telah diberlakukannya Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang terbit tanggal 16 Juli 2008, maka pengembangan industri perbankan syariah nasional semakin memiliki landasan hukum yang memadai dan akan mendorong pertumbuhannya secara lebih cepat lagi. Dengan progres perkembangannya yang impresif, yang mencapai rata-rata pertumbuhan aset lebih dari 65% per tahun dalam lima tahun terakhir, maka diharapkan peran industri perbankan syariah dalam mendukung perekonomian nasional akan semakin signifikan (Bank Indonesia, 2012). 1. Kebijakan Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia Untuk memberikan pedoman bagi stakeholders perbankan syariah dan meletakkan posisi serta cara pandang Bank Indonesia dalam mengembangkan perbankan syariah di Indonesia, Bank Indonesia pada tahun 2002 telah menerbitkan "Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia". Dalam penyusunannya, berbagai aspek telah dipertimbangkan secara komprehensif, antara lain kondisi aktual industri perbankan syariah nasional beserta perangkat-perangkat terkait, tren perkembangan industri perbankan syariah di dunia internasional dan perkembangan sistem keuangan syariah nasional yang mulai mewujud, serta tak terlepas dari kerangka sistem keuangan yang bersifat lebih makro seperti Arsitektur Perbankan Indonesia (API) dan
  • 41. e ESPA4227/MODUL 2 2.9 Arsitektur Sistem Keuangan Indonesia (ASKI) maupun international best practices yang dirumuskan lembaga-lembaga keuangan syariah internasional, seperti IFSB (Islamic Financial Services Board), AAOIFI, dan IIFM. Pengembangan perbankan syariah diarahkan untuk memberikan kemaslahatan terbesar bagi masyarakat dan berkontribusi secara optimal bagi perekonomian nasional. Oleh karena itu, maka arah pengembangan perbankan syariah nasional selalu mengacu kepada rencana-rencana strategis lainnya, seperti Arsitektur Perbankan Indonesia (API), Arsitektur Sistem Keuangan Indonesia (ASKI), serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Dengan demikian upaya pengembangan perbankan syariah merupakan bagian dan kegiatan yang mendukung pencapaian rencana strategis dalam skala yang lebih besar pada tingkat nasional. Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia memuat visi, misi dan sasaran pengembangan perbankan syariah serta sekumpulan inisiatif strategis dengan prioritas yang jelas untuk menjawab tantangan utama dan mencapai sasaran dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, yaitu pencapaian pangsa pasar perbankan syariah yang signifikan melalui pendalaman peran perbankan syariah dalam aktivitas keuangan nasional, regional dan internasional, dalam kondisi mulai terbentuknya integrasi dengan sektor keuangan syariah lainnya. Dalam jangka pendek, perbankan syariah nasionallebih diarahkan pada pelayanan pasar domestik yang potensinya masih sangat besar. Dengan kata lain, perbankan Syariah nasional harus sanggup untuk menjadi pemain domestik akan tetapi memiliki kualitas layanan dan kinerja yang bertaraf internasional. Pada akhirnya, sistem perbankan syariah yang ingin diwujudkan oleh Bank Indonesia adalah perbankan syariah yang modern, yang bersifat universal, terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Sebuah sistem perbankan yang menghadirkan bentuk-bentuk aplikatif dari konsep ekonomi syariah yang dirumuskan secara bijaksana, dalam konteks kekinian permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia, dan dengan tetap memperhatikan kondisi sosio-kultural di dalam mana bangsa ini menuliskan perjalanan sejarahnya. Hanya dengan cara demikian, maka upaya pengembangan sistem perbankan syariah akan senantiasa dilihat dan diterima oleh segenap masyarakat Indonesia sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan negeri.
  • 42. 2.10 EKDNOMI MDNETER e 2. Grand Strategy Pengembangan Pasar Perbankan Syariah Sebagai langkah konkret upaya pengembangan perbankan syariah di Indonesia, maka Bank Indonesia telah merumuskan sebuah Grand Strategy Pengembangan Pasar Perbankan Syariah, sebagai strategi komprehensif pengembangan pasar yang meliputi aspek-aspek strategis, yaitu: Penetapan visi 2010 sebagai industri perbankan syariah terkemuka di ASEAN, pembentukan citra baru perbankan syariah nasional yang bersifat inklusif dan universal, pemetaan pasar secara lebih akurat, pengembangan produk yang lebih beragam, peningkatan layanan, serta strategi komunikasi baru yang memosisikan perbankan syariah lebih dari sekedar bank. Selanjutnya berbagai program konkret telah dan akan dilakukan sebagai tahap implementasi dari grand strategy pengembangan pasar keuangan perbankan syariah, antara lain sebagai berikut. Pertama, menerapkan visi baru pengembangan perbankan syariah pada fase I tahun 2008 membangun pemahaman perbankan syariah sebagai Beyond Banking, dengan pencapaian target aset sebesar Rp.50 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 40%. Fase II tahun 2009 menjadikan perbankan syariah Indonesia sebagai perbankan syariah paling atraktif di ASEAN, dengan pencapaian target aset sebesar Rp.87 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 75%. Fase III tahun 2010 menjadikan perbankan syariah Indonesia sebagai perbankan syariah terkemuka di ASEAN, dengan pencapaian target aset sebesar Rp.124 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 81%. Kedua, program pencitraan baru perbankan syariah yang meliputi aspek positioning, differentiation, dan branding. Positioning baru bank syariah sebagai perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak, aspek diferensiasi dengan keunggulan kompetitif dengan produk dan skema yang beragam, transparan, kompeten dalam keuangan dan beretika, teknologi informasi yang selalu up-date dan user friendly, serta adanya ahli investasi keuangan syariah yang memadai. Sedangkan pada aspek branding adalah "bank syariah lebih dari sekedar bank atau beyond banking". Ketiga, program pemetaan baru secara lebih akurat terhadap potensi pasar perbankan syariah yang secara umum mengarahkan pelayananjasa bank syariah sebagai layanan universal atau bank bagi semua lapisan masyarakat dan semua segmen sesuai dengan strategi masing-masing bank syariah. Keempat, program pengembangan produk yang diarahkan kepada variasi produk yang beragam yang didukung oleh keunikan value yang ditawarkan
  • 43. e ESPA4227/MODUL 2 2.11 (saling menguntungkan) dan dukungan jaringan kantor yang luas dan penggunaan standar nama produk yang mudah dipahami. Kelima, program peningkatan kualitas layanan yang didukung oleh SDM yang kompeten dan penyediaan teknologi informasi yang mampu memenuhi kebutuhan dan kepuasan nasabah serta mampu mengomunikasikan produk dan jasa bank syariah kepada nasabah secara benar dan jelas, dengan tetap memenuhi prinsip syariah. Keenam, program sosialisasi dan edukasi masyarakat secara lebih luas dan efisien melalui berbagai sarana komunikasi langsung, maupun tidak langsung (media cetak, elektronik, online/website), yang bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang kemanfaatan produk serta jasa perbankan syariah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. --·- :.. ~ LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! 1) Apa yang dimaksud dengan bank? 2) Jelaskan fungsi bank umum, terutama yang ada di Indonesia! 3) Apakah yang anda ketahui tentang Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia? Petunjuk Jawaban Latihan 1) Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal10 November 1998 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah "badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk- bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan tarafhidup rakyat banyak". 2) Bank umum memiliki beberapa fungsi antara lain: a) penciptaan uang. Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring); b) mendukung kelancaran mekanisme pembayaran; c) penghimpunan dana simpanan masyarakat; d) mendukung kelancaran transaksi internasional;
  • 44. 2.12 EKDNDMI MDNETER e e) penyimpanan barang-barang berharga; f) pemberian jasa-jasa lainnya. 3) Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia memuat visi, misi dan sasaran pengembangan perbankan syariah serta sekumpulan inisiatif strategis dengan prioritas yang jelas untuk menjawab tantangan utama dan mencapai sasaran dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, yaitu pencapaian pangsa pasar perbankan syariah yang signifikan melalui pendalaman peran perbankan syariah dalam aktivitas keuangan nasional, regional dan internasional, dalam kondisi mulai terbentuknya integrasi dengan sektor keuangan syariah lainnya. RANGKUMAN------------------------------------ Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal10 November 1998 tentang Perbankan, mendefinisikan bank sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk- bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Berdasarkan pengertian di atas, bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan. Fungsi-fungsi bank umum yang diuraikan di bawah ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan bank umum dalam perekonomian modern, antara lain: 1) penciptaan uang; 2) mendukung kelancaran mekanisme pembayaran; 3) penghimpunan dana simpanan masyarakat; 4) mendukung kelancaran transaksi internasional; 5) penyimpanan barang-barang berharga, dan 6) pemberianjasa-jasa lainnya Perbankan Indonesia dalam menjalankan fungsinya berasaskanprinsip kehati-hatian. Berdasarkan undang-undang, struktur perbankan di Indonesia, terdiri atas bank umum dan BPR. Perbedaan utama bank umum dan BPR adalah dalam hal kegiatan operasionalnya. BPR tidak dapat menciptakan uang giral, dan memiliki jangkauan dan kegiatan operasional yang terbatas. Selanjutnya, dalam kegiatan usahanya dianut dual bank system, yaitu bank umum dapat melaksanakan kegiatan usaha bank konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah. Sementara prinsip kegiatan BPR dibatasi pada hanya dapat melakukan kegiatan usaha bank konvensional atau berdasarkan prinsip syariah.
  • 45. e ESPA4227/MODUL 2 2.13 TES FORMATIF 1 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentukkredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak merupakan definisi dari .... A. bank B. bank syariah C. lembaga keuangan bukan bank D. bank sentral 2) Bank memiliki beberapa fungsi antara lain .... A. mencetak uang kartal B. menyediakan dana pensiun C. menghimpun dana simpanan masyarakat D. mengatur mekanisme moneter di Indonesia 3) Uang yang diciptakan oleh bank umum adalah uang .... A. kartal B. giral C. logam D. kertas 4) Salah satu prinsip kegiatan BPR dibatasi pada hanya dapat melakukan kegiatan usaha .... A. mencetak uang kartal B. mencetak uang giral C. berdasarkan prinsip syariah D. menghimpun dana pensiun 5) Keunggulan bank urnurn dibanding bank perkreditan rakyat adalah .... A. menganut dual system B. hanya berprinsip konvensional C. kegiatannya berprinsip syariah D. diperbolehkan mencetak uang kartal
  • 46. 2.14 EKDNOMI MDNETER e Cocokkanlahjawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglahjawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = -----------x 100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% =baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% =kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 47. e ESPA4227/MODUL 2 2.15 KEGIATAN BELA&JAR 2 Lembaga Keuangan Bukan Bank alam Kegiatan Belajar 2 ini, kita akan membahas lembaga keuangan bukan bank yang ditinjau dari sisi sistern lembaga keuangan bukan bank. Jenis-jenis lembaga keuangan bukan bank. Silakan Anda simak pemaparan berikut ini. A. SISTEM LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK Dalam sejarah sistem keuangan Indonesia pernah dikenal suatu jenis lembaga keuangan yang disebut Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). Pendirian lembaga keuangan ini didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 792/MK/IV/12/70 tanggal 7 Desember 1970 kemudian diubah dan ditambah dengan keputusan Menteri Keuangan No.38/MKIIV/I/72 tangga118 Januari 1972. Lembaga Keuangan Bukan Bank menurut ketentuan ini adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan yang menghimpun dana dengan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkannya untuk membiayai investasi perusahaan. LKBB tidak diperbolehkan menerima dana dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito. Namun berdasarkan kebijakan Paket Oktober 27 (Pakto 27), 1988. LKBB dapat menerbitkan sertifikat deposito sebagai sumber dana dan dapat mendirikan kantor-kantor cabang di daerah. Pendirian LKBB ini pada dasarnya dimaksudkan untuk mendorong pengembangan pasar uang dan pasar modal serta menyalurkan pembiayaan kepada perusahaan. Berdasarkanjenis usahanya, LKBB dapat digolongkan menjadi: 1. lembaga pembiayaan pembangunan (development type), yaitu lembaga keuangan yang kegiatan utamanya memberikan kredit jangka menengah dan jangka panjang; 2. lembaga perantara penerbitan dan perdagangan surat-surat berharga (investment type) yaitu lembaga keuangan yang usaha utamanya bertindak sebagai perantara dan penjamin dalam penjualan surat-surat berharga yang diterbitkan oleh emiten. Setelah diberlakukannya Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 1992
  • 48. 2.16 EKDNOMI MDNETER e tentang bank umum, maka semua LKBB diharuskan melakukan penyesuaian kegiatan usahanya menjadi bank umum selambat-lambatnya tanggal25 Maret 1993 dengan memenuhi semua ketentuan dan persyaratan untuk menjadi bank umum. Sampai berakhirnya batas waktu penyesuaian, dari 13 LKBB, 12 di antaranya memilih menjadi bank umum, dan hanya satu LKBB yaitu PT. Bahana PUI yang memilih menjadi perusahaan pembiayaan. Adanya pengalihan tersebut menyebabkan LKBB sebagai suatu jenis lembaga keuangan dalam sistem keuangan Indonesia tidak lagi dikenal. Sementara LKBB yang ada saat ini pada dasarnya meliputi semua lembaga keuangan yang kegiatan pokoknya memberikanjasa-jasa keuangan dan menarik dana dari masyarakat secara tidak langsung atau dengan kata lain LKBB adalah lembaga keuangan non depository. Pembinaan, pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha lembaga keuangan bukan bank dilakukan oleh Departemen Keuangan. B. JENIS-JENIS LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK Jenis-jenis lembaga keuangan bukan bank yang saat ini beroperasi di Indonesia adalah lembaga pembiayaan, perusahaan asuransi, dana pensiun, perusahaan efek, reksa dana, perusahaan penjamin, perusahaan modal ventura, dan pegadaian. 1. Lembaga Pembiayaan Lembaga pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat. Sedangkan perusahaan pembiayaan (finance company) adalah badan usaha yang didirikan khusus untuk melakukan kegiatan yang termasuk dalam bidang usaha lembaga pembiayaan. Bidang usaha lembaga pembiayaan pada awalnya, sebagaimana diatur dalam Keppres No. 61 tahun 1988 adalah sebagai berikut. a. sewa guna usaha (leasing); b. modal ventura (venture capital); c. anjak piutang (factoring); d. pembiayaan konsumen (consumer finance); e. kartu kredit (credit card); f. perdagangan surat berharga (securities company).
  • 49. e ESPA4227/MODUL 2 2.17 Melihat lingkup usaha perusahaan pembiayaan yang jenisnya beragam tersebut maka perusahaan pembiayaan yang melakukan lebih dari satu kegiatan sering pula disebut multi finance company. Sejak lembaga pembiayaan diperkenalkan pada akhir 1988, perkembangan usaha ini mengalami peningkatan yang cukup pesat. Perkembangan ini didorong oleh situasi yang kondusif antara lain kurangnya peraturan mengenai kegiatan usaha lembaga pembiayaan dan lemahnya pengawasan dari pihak otoritas (Departemen Keuangan) terutama dari sumber pendanaan dan penyaluran pembiayaan. Lemahnyapengawasan khususnya penggunaan dana pinjaman baik yang berasal dari luar negeri (offshore loan) maupun dari perbankan nasional tersebut memberikan dampak yang kurang efektif terhadap pelaksanaan kebijakan moneter dan perbankan. 2. Perusahaan Asuransi Usaha perasuransian di Indonesia diatur dengan Undang-undang No. 2 tahun 1992. Dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih di mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan. Sebelum ada undang-undang tersebut, kegiatan perasuransian di Indonesia hanya diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan dan ordonantie op het levensverzkering (Staatsblad 1941 No. 101) Jenis usaha perasuransian yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tersebut dapat digolongkan sebagai berikut. a. Usaha asuransi terdiri atas: asuransi kerugian (risk insurance), asuransijiwa (life insurance), dan reasuransi (reinsurance). b. Usaha penunjang asuransi terdiri atas: pialang asuransi, pialang reasuransi, penilai kerugian, konsultan aktuaria, agen asuransi. Usaha asuransi kerugian menurut Undang-undang Nomor 2 tahun 1992 adalah usaha yang memberikan jasa-jasa dalam penanggulangan risiko atas kerugian, kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti. Sementara itu perusahaan asuransi
  • 50. 2.18 EKDNOMI MDNETER e kerugian adalah perusahaan yang hanya dapat menyelenggarakan usaha dalam bidang asuransi kerugian termasuk reasuransi. Oleh karena itu berdasarkan undang-undang ini, perusahaan asuransi kerugian tidak diperkenankan melakukan kegiatan di luar usaha asuransi kerugian dan reasuransi. Di beberapa negara asuransi kerugian disebut general insurance yang terdiri atas asuransi kebakaran, pengangkutan laut dan udara, kendaraan motor, kompensasi bagi pegawai, profesi dan jaminan. Asuransi jiwa adalah suatu jasa yang diberikan oleh perusahaan asuransi dalam penanggulangan risiko yang dikaitkan dengan jiwa atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan. Sementara reasuransi padaprinsipnya adalah pertanggungan ulang atau pertanggungan yang dipertanggungkan atau asuransi yang diasuransikan. Menurut Undang-Undang No. 2 tahun 1992 perusahaan reasuransi adalah perusahaan yang memberikanjasa dalam pertanggungan ulang terhadap risiko yang dihadapi oleh perusahaan yang memberikan jasa dalam pertanggungan ulang terhadap risiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi kerugian atau perusahaan asuransi jiwa. 3. Dana Pension Dana pensiun (pension funds) adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. Dana pensiun diatur dalam Undang-Undang Nomor. 11 Tahun 1992. Penyelenggaraan suatu program pensiun oleh pemberi kerja bersifat sukarela, artinya didasarkan pada asas kebebasan untuk membentuk atau tidak membentuk. Jenis dana pensiun terdiri atas dana pensiun pemberi kerja dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan. Sedangkan program pensiun yang dapat dijalankan bagi setiap dana pensiun adalah Program Pensiun luran Pasti dan Program Pensiun Manfaat Pasti. Pembentukan Dana Pensiun harus memenuhi beberapa asas, yaitu asas: a. keterpisahan kekayaan dana pensiun dari kekayaan badan hukum pendirinya~ b. penyelenggaraan dalam sistem pendanaan~ c. pembinaan dan pengawasan~ d. penundaan manfaat. Dana pensiun pemberi kerja adalah dana pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri untuk menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti dan Program Pensiun luran Pasti bagi kepentingan karyawannya. Pembentukan dana pensiun akan
  • 51. e ESPA4227/MODUL 2 2.19 menimbulkan kewajiban baik bagi karyawan sebagai peserta maupun pemberi kerja. Sementara pembentukan dana pensiun Lembaga Keuangan hanya dapat dilakukan oleh bank umum dan perusahaan asuransi jiwa setelah memenuhi persyaratan. Sedangkan program yang boleh dijalankan adalah program luran Pasti. 4. Reksadana Menurut Undang-undang nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, reksadana atau investment fund atau mutual funds adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Dari definisi tersebut terdapat tiga unsur penting dalam reksadana yaitu adanya kumpulan dana masyarakat atau pool offunds, investasi dalam bentuk portofolio efek dan manajer investasi sebagai pengelola dana. Dalam hal ini manajer investasi adalah pihak yang dipercayakan mengelola dana. Reksadana menurut ketentuan dapat didirikan dalam bentuk hukum perseroan (corporate type) atau kontrak investasi kolektif (contractual type). Pada bentuk reksadana perseroan, perusahaan penerbit reksadana menghimpun dana dengan menjual saham, dan selanjutnya dari basil penjualan saham tersebut diinvestasikan pada berbagai jenis efek yang diperdagangkan di pasar modal maupun pasar uang. Dalam bentuk reksadana perseroan, perusahaan penerbit reksa dana menghimpun dana dengan menjual saham dan selanjutnya dari basil penjualan saham tersebut diinvestasikan pada berbagai jenis efek yang diperdagangkan di pasar modal maupun di pasar uang. Bentuk hukum reksa dana menentukan sifat suatu reksa dana yang dapat dilakukan. Berdasarkan sifat operasionalnya, reksadana dapat dibedakan dalam duajenis yaitu reksa dana tertutup (closed-end investment funds) dan reksa dana terbuka (opened-end investment fund). Reksadana yang berbentuk perseroan (PT) dapat bersifat tertutup (closed-end) dan terbuka (opened-end), sedangkan reksa dana yang berbentuk KIK hanya dapat bersifat terbuka. Berdasarkan konsentrasi portofolio, reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi dapat dibedakan beberapa jenis reksadana antara lain reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksa dana saham dan reksa dana campuran.
  • 52. 2.20 EKDNOMI MDNETER e 5. Perusahaan Modal Ventura Perusabaan modal ventura pada awalnya merupakan bagian dari bidang usaba lembaga pembiayaan sebagaimana diatur dalam Kepres Nomor 61 tabun 1988 dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251 tabun 1988. Namun mengingat usaba modal ventura memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan usaba lembaga pembiayaan lainnya, maka sejak tabun 1993, kegiatan usaba modal ventura dilakukan secara terpisab dari bidang usaba pembiayaan. Bersamaan dengan itu untuk memasyarakatkan modal ventura maka di setiap ibu kota propinsi didirikan perusabaan modal ventura daerab. Selain lebib memasyarakatkan modal ventura, tujuan yang dibarapkan adalab agar sektor usaba terutama usaba kecil di daerab-daerab dapat lebib dekat dengan sumber- sumber pembiayaan dan menerima bantuan pembiayaan untuk jangka waktu tertentu. Jangka waktu pembiayaan dibatasi maksimal 10 tabun barus sudab dilakukan tindakan divestasi. Perusabaan modal ventura sebagaimana balnya dengan lembaga keuangan bukan bank lainnya tidak diperkenankan mengbimpun dana secara langsung dari masyarakat. Untuk memberikan fleksibilitas dalam pembiayaan, perusabaan modal ventura di samping memberikan pembiayaan dalam bentuk ekuitas juga diperkenankan melakukan pembiayaan dengan pola bagi basil. 6. Perusahaan Penjamin Perusabaan penjamin merupakan kegiatan usaba yang relatif baru dalam lingkup lembaga keuangan bukan bank. Perusabaan penjamin didirikan dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 486/KMK.O17/1996 tanggal30 Juli 1996. Fungsi perusabaan penjaminan dalam proses intermediasi perbankan sampai saat ini dapat dikatakan masib sangat terbatas dan relatif belum signifikan. Bidang usaba perusabaan penjaminan adalab melakukan kegiatan dalam bentuk pemberian jasa penjaminan untuk menanggung pembayaran kewajiban keuangan terjamin, apabila terjamin tidak dapat memenubi kewajiban perikatannya kepada penerimajarninan yang timbul dari transaksi kredit, sewa guna usaha, anjak piutang, pembiayaan konsumen dan pembiayaan dengan pola bagi basil serta pembelian barang secara angsuran. Pibak-pibak yang terkait dalam transaksi penjaminan adalab: a. terjamin adalab pibak yang memperoleb penjaminan dari perusabaan • • penJarmnan;
  • 53. e ESPA4227/MODUL 2 2.21 b. penerima jaminan adalah pihak yang berhak menerima pembayaran dari perusahaan penjaminan, apabila terjamin tidak dapat memenuhi kewajiban perikatannya; c. perusahaan penjamin adalah badan usaha yang bergerak di bidang keuangan yang kegiatan usaha pokoknya melakukan usaha penjaminan. Sebagai bukti penjaminan yang merupakan bukti persetujuan penjaminan dari perusahaan penjaminan kepada terjamin. Untuk memperoleh sertifikat penjaminan, calon terjamin dapat mengajukan permohonan kepada perusahaan penjamin secara langsung atau dapat melalui penerima jaminan. Mekanisme penjaminan dapat dibedakan sebagai berikut. a. Penjamin langsung, yaitu penjaminan yang diberikan kepada terjamin oleh perusahaan penjamin untuk mendapatkan jaminan atau kebutuhan pembiayaannya tanpa terlebih dahulu melalui pihak penerimajaminan (lihat Gambar 2.1). b. Penjaminan tidak langsung, yaitu penjaminan yang diberikan kepada terjamin oleh perusahaan penjamin dengan terlebih dahulu melalui atau atas permintaan penerima jaminan (lihat Gambar 2.2). Perjanjian Penjaminan (Entrustment Contract) (1)Perusahaan Penjaminan (terjamin) (6) Bank (Penerima jaminan) (2) (3) Pengusaha (terjamin) Sumber: Siamat (2003) (5) Gambar 2.2 Mekanisme Penjaminan Langsung Keterangan: (1) Program Kerja Sarna Penjaminan Kredit. (4)
  • 54. 2.22 EKDNOMI MDNETER e (2) Pengusaha (terjamin) mengajukan permohonan penjaminan kredit atau pembiayaan ke perusahaan penjaminan. (3) Perusahaan penjaminan melakukan survei atas kelayakan usaha terjamin, apabila layak maka perusahaan penjaminan menerbitkan sertifikat penjaminan dan surat pemberitahuan kepada penerima jaminan (bank) tentang syarat-syarat pemberian kredit/pembiayaan yang dijamin. (4) Terjamin mendatangi bank untuk meminta kredit (pembiayaan dengan membawa sertifikat penjaminan dari perusahaan penjaminan. (5) Bank (penerima jaminan) memproses permohonan kredit (pembiayaan) yang diajukan terjamin dengan mempertimbangkan sertifikat penjaminan dari perusahaan penjaminan. Apabila usaha tersebut layak maka kredit/pembiayaan dapat dicairkan dan terjamin langsung membayar imbal • • • Jasa penJarmnan. (6) Bank (penerima jaminan) memberitahukan ke perusahaan penjaminan bahwa pihaknya telah memberikan kredit (atau tidak) dan meneruskan imbal jasa jaminan yang dibayar terjamin melalui penerimajaminan kepada perusahaan penjaminan. Perusahaan Penjaminan (terjamin) (5) Sumber: Siamat (2003) e an an en am nan (Entrustment Contract) (1) (4) (6) (8) Gambar 2.3 Bank (Penerima jaminan) (2) (3) (7) Pengusaha (terjamin) Mekanisme Penjaminan Tidak langsung
  • 55. e ESPA4227/MODUL 2 2.23 Keterangan: (1) Perjanjian kerja Sarna Penjaminan Kredit. (2) Pengusaha (terjamin) mengajukan permohonan kredit bank. (3) Bank meneliti kelengkapan permohonan dan kelayakan usaha pemohon. (4) Apabila permohonan tersebut layak, bank meminta konfirmasi dan kesediaan Perusahaan Penjaminan untuk memberikan jaminan kepada pengusaha. (5) Perusahaan penjaminan melakukan penelitian terhadap pengusaha (terjamin) dengan mempertimbangkan keadaan nasabah dan kemampuan keuangan perusahaan penjaminan sendiri.. (6) Perusahaan penjaminan memberitahukan persetujuan/penolakan pemberi • • Jannnan. (7) Setelah menerima konfirmasi persetujuan dari perusahaan penjaminan, bank memberikan kredit kepada pengusaha (terjamin). (8) Bank mengirimkan nota pemberitahuan kepada penjaminan atas kredit yang diberikan kepada terjamin dan mentransfer imbal jasa penjaminan yang dibayar terjamin melalui bank. 7. Pegadaian Pegadaian merupakan lembaga yang menyalurkan pinjaman dengan pengikatan cara gadai yang telah dikenal sejak pemerintahan Hindia Belanda. Dasar hukum pegadaian telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan peraturan pemerintah Nomor 10 tahun 1990 yang sebelumnya berupa perusahaan jawatan. Tugas pokok Perum pegadaian ini adalah untuk menjembatani kebutuhan dana masyarakat dengan memberi uang pinjaman berdasarkan hukum gadai. Tugas tersebut untuk membantu masyarakat agar tidak terjerat dalam praktik lintah darat, ijon, pelepas uang lainnya (money lender). Perum pegadaian merupakan lembaga satu-satunya di Indonesia yang diberikan izin memberikan pinjaman kepada masyarakat berdasarkan hukum gadai.
  • 56. 2.24 ~ ... . ...= ... ~ ...c;:-s_-._ jr -b • ·----- EKDNDMI MDNETER e LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! 1) Apakah yang dimaksud dengan lembaga keuangan bukan bank? 2) Jelaskan apa yang anda ketahui tentang asuransi? 3) Apa tujuan awal didirikannya pegadaian? Petunjuk Jawaban Latihan 1) Lembaga Keuangan Bukan Bank menurut ketentuan ini adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan yang menghimpun dana dengan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkannya untuk membiayai investasi perusahaan. LKBB tidak diperbolehkan menerima dana dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito. 2) Asuransi merupakan perjanjian antara dua pihak atau lebih di mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerimapremi asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan. 3) Tujuan didirikannya Perum Pegadaian adalah untuk menjembatani kebutuhan dana masyarakat dengan memberi uang pinjaman berdasarkan hukum gadai. Hal ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat agar tidak terjerat dalam praktik lintah darat, ijon, pelepas uang lainnya (money lender). RANGKUMAN------------------------------------ Lembaga Keuangan Bukan Bank menurut ketentuan ini adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan yang menghimpun dana dengan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkannya untuk