BMP EKMA4473 Pengembangan Produk

Download from Google Drive http://adf.ly/u1IcK Link updated November 2014

MODUL 1
lnovasi dan Strategi Produk
Meirani Harsasi, S.E., M.Si.
PENDAHULUAN
.,._... ersaingan dunia bisnis internasional yang semakin tinggi menyebabkan
perusahaan harus mampu mengembangkan strategi dengan sebaik-
baiknya agar dapat bertahan dalam industri sejenis. Bagi perusahaan
manufaktur, produk merupakan kunci keberhasilan utama yang harus
diimbangi dengan layanan prima. Agar dapat berhasil, banyak perusahaan
hanya memfokuskan pada beberapa produk saja dengan harapan dapat
memberikan keuntungan lebih bagi perusahaan. Strategi produk merupakan
masalah krusial, yaitu untuk menetapkan produk apa yang akan dijual, berapa
banyaknya, berapa harganya, serta bagaimana pendistribusiannya agar dapat
dengan tepat berada di tangan konsumen pada saat yang dibutuhkan.
Pengembangan produk baru bukanlah merupakan masalah yang
sederhana bagi perusahaan. Produk selalu mempunyai daur hidup yang
terbatas yang pada saat tertentu produk tersebut sudah tidak dapat
dipertahankan lagi apabila tidak dilakukan langkah-langkah proaktif oleh
perusahaan. Demikian pula dalam hal penentuan produk baru juga bukan
perkara yang mudah. Perusahaan menentukan produk apa yang disukai
konsumen tidaklah mudah. Perencanaan produk memerlukan analisis pasar
yang mendalam, termasuk menguji apakah produk yang akan dibuat dapat
diterima masyarakat ataukah tidak. Terlepas dari hal itu, suatu produk juga
memerlukan desain yang menarik serta spesifikasi yang sesuai dengan
kebutuhan konsumen.
Perencanaan dan pengembangan produk sehingga menghasilkan produk
yang dijual di masyarakat merupakan basil inovasi yang selalu
dikembangkan terus menerus. Perusahaan akan selalu berusaha agar produk
yang dihasilkan memiliki fungsi dan manfaat sesuai dengan harapan
konsumen, atau bahkan melebihi harapan konsumen. Inovasi sangat
diperlukan agar tuntutan konsumen dapat dipenuhi sehingga produk yang
dijual dapat laku di pasaran. Handphone dengan kemampuan untuk internet,
1.2 PENGEMBANGAN PRDDUK •
memotret, merekam, mendengarkan radio serta sebagai mini notebook
merupakan basil inovasi yang terus menerus dilakukan.
Pada Modul 1 ini, Anda akan mempelajari mengenai inovasi dan
manajemen produk. Lebih rincinya, pada Kegiatan Belajar 1 Anda akan
mempelajari mengenai inovasi dan manajemen produk, sedangkan pada
Kegiatan Belajar 2 Anda akan mempelajari mengenai strategi produk baru.
Kedua materi tersebut akan mengantarkan Anda untuk mempelajari materi-
materi berikutnya mengenai perencanaan dan pengembangan produk yang
akan diuraikan pada modul-modul berikutnya. Secara umum, setelah
mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan mengenai
manajemen dan strategi produk baru yang dikembangkan berdasar inovasi-
inovasi yang dilakukan terus menerus. Secara khusus, setelah mempelajari
modul ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan:
1. Pengertian Inovasi.
2. Proses Inovasi.
3. Tipe dan Model Inovasi.
4. Produk Baru.
5. lnovasi dan Manajemen Operasi.
6. Strategi Pengembangan Produk Baru.
7. Elemen-elemen Strategi Produk.
8. Strategi Produk pada Daur Hidup Produk.
9. Strategi Persaingan Produk Baru.
10. Karakteristik Keberhasilan Pengembangan Produk Baru.
e EKMA4473/MODUL 1 1.3
KEGIATAN BELAL.JAR 1
lnovasi dan Produk Baru
A. PENGERTIAN INOVASI
Saudara mahasiswa, Anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah
inovasi, bukan? Istilah inovasi banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-
hari, misalnya inovasi ditemukannya kendaraan bermotor skuter metik yang
kini banyak diminati masyarakat atau ditemukannya TV LCD yang
memanjakan penonton TV sehingga dapat menikmati tayangan acara televisi
dengan lebih nyaman. Produk yang hadir di tengah-tengah masyarakat untuk
memenuhi kebutuhan merupakan hasil inovasi yang selalu dilakukan terus
menerus. Inovasi banyak diperdebatkan sebagai mesin pertumbuhan
ekonomi. Munculnya berbagai inovasi di tengah-tengah masyarakat
menyebabkan adanya pergeseran kebutuhan masyarakat. Pada akhirnya,
tingkat konsumsi juga akan meningkat seiring semakin banyak ditemukannya
produk-produk dan jasa yang baru. Dahulu, kita pergi ke bank hanya untuk
menabung saja, tetapi saat ini banyak sekali layanan yang ditawarkan oleh
bank, termasuk asuransi. Beberapa ahli ekonomi mengamati bahwa akselerasi
pertumbuhan ekonomi merupakan hasil kemajuan teknologi, namun sedikit
diarahkan pada pemahaman bagaimana perubahan teknologi berkontribusi
terhadap pertumbuhan ekonomi.
Untuk apa inovasi dilakukan? Banyak perusahaan melakukan inovasi
agar dapat bertahan di tengah persaingan yang semakin kuat. Keberhasilan
produk banyak sekali ditentukan oleh inovasi-inovasi yang dilakukan
perusahaan. Inovasi memiliki pengertian yang beragam karena meliputi
banyak proses. Pengertian inovasi (innovation) harus dibedakan dengan
pengertian penemuan (invention). lnovasi memiliki arti yang sangat luas yang
dapat dipahami dari berbagai sudut pandang. Penemuan memiliki arti
dimensi keunikan yang meliputi bentuk, formulasi, serta fungsi dari sesuatu.
Penemuan merupakan proses mengubah pemikiran-pemikiran intelektual
menjadi suatu bentuk baru yang dapat berupa produk atau proses. Dari
pengertian mengenai penemuan tersebut, dapat ditarik pengertian yang lebih
luas mengenai inovasi. Inovasi merupakan keseluruhan proses pada saat
penemuan ditransformasikan menjadi sebuah produk komersial yang dapat
dijual sehingga menghasilkan keuntungan. Dengan demikian, inovasi
1.4 PENGEMBANGAN PRDDUK •
memiliki pengertian yang lebih luas dibandingkan penemuan, yaitu inovasi
merupakan aplikasi praktik dan komersialisasi penemuan-penemuan. Apabila
dituliskan dalam bentuk persamaan, maka akan dirumuskan seperti berikut:
Inovasi = konsep teori + penemuan teknis + eksploitasi komersial
Dengan demikian, dapat dipahami bahwa inovasi bukan sekadar
membuat suatu produk baru, namun lebih dari itu memiliki pengertian
pengelolaan semua kegiatan yang terkait dengan proses penciptaan ide,
pengembangan teknologi, produksi, dan pemasaran suatu produk baru,
proses manufaktur maupun peralatan. Pembahasan mengenai inovasi
sebenarnya tidak selalu menunjukkan fakta bahwa sebuah inovasi akan selalu
berhasil dan diterima pasar. Beberapa inovasi dapat mengalami kegagalan
sehingga tidak memberi keuntungan bagi perusahaan. Namun demikian,
sebuah inovasi tetaplah sebuah inovasi, yang meliputi proses dari munculnya
ide sampai dengan peluncuran ke pasar. Kegagalan komersial dari suatu
inovasi tidak secara otomatis mengalihartikan inovasi menjadi suatu
penemuan, walaupun mengalami kegagalan secara komersial.
B. PROSES INOVASI
lnovasi telah lama diperdebatkan dan banyak pihak yang mempercayai
bahwa inovasi merupakan mesin pertumbuhan. Perlu diingat bahwa inovasi
juga menimbulkan pertumbuhan walaupun dalam kondisi ekonomi yang
lebih besar. Para ahli ekonomi abad ke sembilan belas meneliti bahwa
akselerasi dalam pertumbuhan ekonomi merupakan hasil dari perkembangan
teknologi. Namun demikian, hanya sedikit usaha yang dapat dilakukan untuk
mengetahui bagaimana perubahan teknologi berkontribusi terhadap
perkembangan ini.
Menurut Trott (2008), Schumpeter merupakan salah satu ahli ekonomi
pertama yang menekankan pentingnya produk baru sebagai stimulus
pertumbuhan ekonomi. Schumpeter berargumen bahwa persaingan oleh
produk baru jauh lebih penting daripada perubahan marjinal harga oleh
produk yang sudah ada. Contohnya, para ahli ekonomi memandang lebih
penting untuk mempelajari pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh
perkembangan produk-produk seperti piranti lunak komputer atau obat-
e EKMA4473/MODUL 1 1.5
obatan daripada pengurangan harga pada produk yang sudah ada, seperti
telepon atau mobil.
Ilmu ekonomi neoklasik merupakan suatu teori pertumbuhan ekonomi
yang menjelaskan bagaimana tabungan, investasi, dan pertumbuhan bereaksi
terhadap pertumbuhan populasi dan perubahan teknologi. Tingkat perubahan
teknologi akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi, namun tingkat
pertumbuhan ekonomi tidak mempengaruhi perubahan teknologi. Perubahan
teknologi lebih banyak dipengaruhi oleh adanya kesempatan. Teori ekonomi
neoklasik juga menekankan pada konsentrasi pada kinerja ekonomi. Hal ini
lebih menekankan pada usaha untuk menghindari perbedaan-perbedaan di
antara perusahaan-perusahaan dalam lini bisnis yang sama. Setiap perubahan
diasumsikan sebagai refleksi dari perubahan-perubahan lingkungan pasar
yang dihadapi organisasi. Oleh karenanya, perbedaan-perbedaan tidak terjadi
karena adanya pilihan-pilihan, tetapi merupakan refleksi dari situasi di mana
perusahaan beroperasi.
Para pengikut Schumpeter memandang bahwa perusahaan-perusahaan
adalah berbeda yang menunjukkan cara perusahaan mengelola sumber daya
yang ada setiap waktu dan mengembangkan kapabilitas-kapabilitasnya yang
dapat mempengaruhi kinerja inovasi. Berbagai penekanan dalam bidang ilmu
ekonomi dapat menjelaskan bagaimana inovasi muncul secara bersama
melalui berbagai faktor seperti terdapat pada Gambar 1.1. Proses inovasi
dipandang sebagai suatu proses yang meliputi perspektif ekonomi, perspektif
strategi bisnis, dan perilaku organisasi yang berusaha untuk meninjau
aktivitas-aktivitas internal. Juga ditemukan bahwa perusahaan menjalin
hubungan dengan perusahaan lain dalam bentuk berdagang, bersaing, dan
bekerja sama satu dengan yang lain. Hal ini lebih jauh menunjukkan bahwa
aktivitas individual perusahaan juga menyebabkan adanya proses inovasi.
Arsitektur organisasi perusahaan yang bersifat unik menggambarkan
cara perusahaan membangun dirinya sendiri sepanjang waktu. Hal ini
meliputi desain internal, termasuk fungsi-fungsi internal, dan hubungan yang
telah dibangun dengan pemasok, pesaing, pelanggan, dan lain-lain. Kerangka
pemikiran ini menjadi dasar bahwa hal ini akan berdampak terhadap kinerja
inovasi perusahaan. Dengan demikian, perusahaan akan mengelola fungsi-
fungsi individualnya termasuk tenaga kerja yang ada.
Proses inovasi dapat Anda lihat pada Gambar 1.1. Pada gambar tersebut
Anda dapat perhatikan bahwa secara ringkas dapat dijelaskan proses inovasi
merupakan gabungan dari usaha kreatif individu, fungsi operasional, dan
1.6 PENGEMBANGAN PRDDUK •
aktivitas organisasi, serta arsitektur perusahaan. Terdapat dua input
pendorong yaitu perkembangan ilmu dan teknologi serta perubahan sosial
dan kebutuhan pasar. Ketiga unsur tersebut bersama-sama akan
menghasilkan usaha organisasi untuk mengembangkan pengetahuan, proses-
proses, sampai akhirnya mengembangkan produk.
Perkembangan
ilmu dan
teknologi
sebagai input
ilmu
pengetahuan
lndividu -individu
kreatif
perusahaan dan
hubungan
ekstemal
v
Aktivitas dan
fungsi
perusahaan
Perubahan sosialdan
kebutu han pasar
menimbulkan permintaan
dan kesempatan
Sumber: Trott (2008)
Gambar 1.1. Proses lnovasi
C. TIPE DAN MODEL INOVASI
Perusahaan
mengembangkan
pengetahuan,
proses,dan produk
Saudara mahasiswa, setelah Anda paham mengenai proses inovasi, maka
bahasan berikutnya adalah mengenai tipe dan model inovasi. Inovasi
industrial tidak hanya meliputi inovasi mayor (radikal) saja, tetapi juga
inovasi minor berupa peningkatan penyerapan teknologi. lnovasi secara
radikal merupakan inovasi yang mengubah sebagian besar proses yang sudah
ada, namun inovasi minor terjadi apabila ada peningkatan penggunaan
teknologi. Penggantian penggunaan beberapa tenaga manusia menjadi mesin-
mesin otomatis, namun tidak seluruhnya, merupakan contoh kelompok
inovasi minor. Pengertian mengenai inovasi yang telah dibahas sebelumnya
menunjukkan bahwa keberhasilan suatu inovasi mungkin akan memerlukan
perubahan-perubahan dalam organisasi. Contohnya, ditemukannya kamera
e EKMA4473/MODUL 1 1.7
digital sebagai suatu inovasi yang radikal dan teknologikal membawa
dampak perubahan dalam internal organisasi. Dalam hal ini, perubahan-
perubahan yang substansial terjadi pada bidang manufaktur, pemasaran, dan
fungsi penjualan. Perusahaan akan berkonsentrasi pada pasar kamera digital
yang ternyata berkembang sangat pesat. Perubahan-perubahan yang terjadi
pada akhirnya seperti suatu efek domino yang dimulai dari pengubahan
proses operasi, konsentrasi penelitian dan pengembangan produk, sampai
pada distribusi dan tenaga penjualan. Seluruh staf yang terlibat dalam
produksi kamera digital memerlukan pengetahuan baru yang merupakan
pengetahuan lain di luar kamera manual yang selama ini telah dijalani. Hal
ini memerlukan perombakan dalam hal kemampuan tenaga kerja dan juga
proses organisasi secara keseluruhan.
lnovasi terbuka merupakan topik mengenai inovasi yang semakin
banyak dibicarakan. Inovasi terbuka mempunyai arti proses yang
dilaksanakan oleh perusahaan untuk menemukan teknologi baru, inovasi,
penelitian, dan produk secara eksternal. Inovasi terbuka mengarahkan pada
praktek pengembangan produk secara outsourcing. Tujuan inovasi terbuka
adalah untuk memasuki komunitas R&D, walaupun di luar industrinya, agar
dapat menyelaraskan kecepatan penelitian dan inovasi internal dengan
perkembangan-perkembangan eksternal. lnovasi terbuka juga dapat menekan
risiko dan juga melahirkan ide-ide baru yang tidak terpikirkan sebelumnya.
Kunci utama keberhasilan inovasi terbuka adalah memilih partner yang tepat.
Outsourcing merupakan salah satu pilihan melaksanakan inovasi yang dapat
meminimalkan risiko karena adanya pengalaman dan pengetahuan yang lebih
luas dari pihak luar.
lnovasi dapat berupa inovasi produk, proses, organisasi, maupun jasa.
lnovasi produk biasanya akan diikuti oleh inovasi proses yang kemudian
dapat digambarkan sebagai siklus inovasi industri. Tabel 1.1. menunjukkan
tipe-tipe inovasi.
1.8
Tipe lnovasi
lnovasi produk
Inovasi proses
Inovasi organisasi
Inovasi manajemen
lnovasi produksi
Inovasi komersial atau pemasaran
Inovasi jasa
PENGEMBANGAN PRDDUK •
Tabel 1.1.
Tipe lnovasi
Contoh
Pengembangan produk baru atau perbaikan
produk
Pengembangan proses manufaktur baru
Pembentukan divisi baru, pengembangan
sistem informasi internal, pengembangan
sistem akuntansi baru.
Aplikasi sistem Total Quality
Management(TQM)
Penerapan system Just in Time (JIT),
penggunaan piranti lunak untuk
pengembangan produk baru, serta sistem
kontrol kualitas.
Penyusunan pendanaan baru, pendekatan
pemasaran baru, saluran distribusi baru.
Layanan jasa berbasis internet sehingga lebih
cepat.
Saudara mahasiswa, Anda sudah mempelajari mengenai pengertian
inovasi beserta tipe-tipe inovasi. Sekarang mari kita bahas materi berikutnya
mengenai model-model inovasi. Argumen-argumen tradisional mengenai
inovasi terbagi menjadi dua pendapat. Pendapat pertama yaitu aliran
deterministik mengemukakan bahwa inovasi merupakan kombinasi dari
faktor sosial eksternal seperti perubahan demografis, pengaruh ekonomi, dan
perubahan budaya. Pendapat yang lain, yaitu aliran individualistik
menyatakan bahwa inovasi merupakan basil kreasi unik individu sehingga
lahirlah para inovator. Aliran individualistik yang nantinya akan melahirkan
model inovasi 'kebetulan' yang akan dibahas berikutnya. Demikian pula
mengenai apa yang mengarahkan terjadinya inovasi juga terpecah menjadi
dua aliran. Aliran pertama yaitu pandangan berbasis pasar menyebutkan
bahwa kondisi pasar adalah pendorong terjadinya aktivitas inovasi dalam
perusahaan. Aliran kedua adalah pandangan berbasis sumber daya yang
menyebutkan bahwa pasar tidak akan memberikan fondasi dasar yang kuat
untuk memformulasikan strategi inovasi dalam kondisi pasar yang dinamis
dan cepat berubah. Pendorong utama terjadinya inovasi adalah sumber daya
perusahaan yang lebih stabil sehingga perusahaan mampu untuk
mengembangkan aktivitas inovasinya dan membentuk pasar berdasarkan
e EKMA4473/MODUL 1 1.9
pandangan perusahaan sendiri. Pandangan ini memfokuskan pada perusahaan
dan sumber daya yang dimiliki, kemampuan, serta keterampilan.
Saudara mahasiswa, setelah Anda mempelajari lebih banyak mengenai
inovasi, berikutnya kita akan bahas mengenai model-model inovasi. Model-
model inovasi terdiri atas model kebetulan, model linear, model rangkaian
simultan, dan model interaktif (Trott, 2008).
1. Model 'Kebetulan'
Beberapa studi mengenai inovasi banyak memberikan penekanan pada
penemuan yang tidak terduga. Hal inilah yang disebut sebagai suatu
kebetulan, yang terjadi pula karena adanya unsur keberuntungan. Apabila
dibahas lebih jauh, maka model ini memerlukan adanya pengetahuan awal
dalam suatu bidang tertentu.
2. Model Linear
Model ini mulai digunakan di Amerika Serikat setelah Perang Dunia ke-
2 yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan inovasi. Sejak saat itu, model
ini banyak digunakan yang membuka pandangan orang tentang bagaimana
terjadinya inovasi. Model ini selanjutnya mendominasi kebijakan- kebijakan
dalam ilmu pengetahuan dan industri selama 40 tahun. Model ini menyatakan
bahwa inovasi muncul melalui interaksi dasar ilmu pengetahuan,
perkembangan teknologi, dan kebutuhan akan pasar dan hubungan tersebut
terus bergerak maju. Kerangka berpikir adanya inovasi dapat Anda lihat pada
Gambar 1.2. Model ini merupakan dasar pembentukan inovasi yang banyak
digunakan saat ini. Model linear dapat digambarkan seperti Gambar 1.3.
Penciptaan ilmu
pengetahuan baru
Dasar teknologi dan
ilmu pengetahuan
Perkembangan
teknologi
Pengembangan
teknologi
Gambar 1.2.
Kerangka Pikir lnovasi
Konsumen
mengekspresikan
kebutuhannya melalui
konsumsi produk
Kebutuhan pasar
1.10
Penelitian dan
Pengembangan
Pemasaran
Dorongan teknologi
Pabrikan
Tarikan pasar
Penelitian dan
Pengembangan
Gambar 1.3.
Model Linear
3. Model Rangkaian Simultan
PENGEMBANGAN PRDDUK •
Pemasaran
Pengguna
Pabrikan
Pengguna
Model-model inovasi yang telah dijelaskan sebelumnya merupakan
model yang terjadi karena adanya stimulasi oleh teknologi, keinginan
konsumen, pabrikan, maupun faktor-faktor lain, termasuk persaingan. Model-
model tersebut memfokuskan pada apa saja upaya-upaya dari bawah yang
mengarahkan terjadinya inovasi, bukan pada bagaimana inovasi tersebut
muncul. Model linear hanya mampu memberikan penjelasan tentang di mana
stimulus awal inovasi lahir termasuk di mana pemicu ide-ide tersebut lahir.
Model rangkaian simultan menyatakan bahwa inovasi merupakan rangkaian
simultan pengetahuan di dalam tiga fungsi yang akan membangun dan
membesarkan inovasi. Model rangkaian simultan dapat Anda lihat pada
Gambar 1.4.
Penelitian dan
pengembangan
Pabrikan
Gambar 1.4.
Pemasaran
Model Rangkaian Simultan
e EKMA4473/MODUL 1 1.11
4. Model lnteraktif
Model interaktif merupakan model yang mengembangkan model-model
sebelumnya dan merangkaikan secara bersama-sama model dorongan
teknologi dan tarikan pasar. Model ini menekankan bahwa inovasi muncul
sebagai hasil interaksi pasar, dasar ilmu pengetahuan, dan kemampuan
organisasi. Seperti pada model rangkaian simultan, model ini tidak
menunjukkan dengan jelas kapan mulai adanya inovasi. Aliran informasi
digunakan untuk menjelaskan bagaimana inovasi terjadi dan bagaimana
inovasi dapat muncul dari berbagai macam sudut. Seperti Anda pelajari pada
Gambar 1.5, bahwa model interaktif menunjukkan adanya siklus yang terus
menerus dan dinamis antara adanya kebutuhan masyarakat, penemuan ide,
ilmu dan teknologi, sampai pada terciptanya produk.
llmu dan teknologi yang
berkembang di masyarakat
Ide -•~ R&D • Pabrikan • Pemasaran •
TARIKAN
PASAR
D. PRODUK BARU
Kebutuhan masyarakat
Gambar 1.5.
Model lnteraktif
DORONGAN
TEKNOLOGI
Produk
Setelah Anda mempelajari mengenai inovasi sebagai awal dari lahirnya
produk baru, berikutnya Anda akan mempelajari mengenai produk baru.
Saudara mahasiswa, Anda tentunya sudah sering mendengar istilah produk
baru, bukan? Seperti apakah sebenarnya pengertian produk baru? Apakah
produk yang benar-benar baru yang sebelumnya belum pemah ada di
pasaran, ataukah produk hasil pengembangan produk yang sudah ada juga
termasuk produk baru? Jawaban-jawaban pertanyaan tersebut akan kita bahas
pada materi ini. Pengertian produk baru dapat dilihat dari sudut pandang yang
1.12 PENGEMBANGAN PRDDUK •
bermacam-macam. Contohnya, apakah walkman tergolong produk baru
ataukah pengembangan teknologi yang sudah ada? Bagaimana dengan mesin
printer yang berfungsi pula sebagai mesin foto copi? Apakah contoh-contoh
tersebut dapat dikategorikan sebagai produk baru? Mari kita telaah mengenai
pengertian produk baru. Istilah produk baru dapat berarti berbeda-beda bagi
orang yang berbeda. Produk baru dapat diartikan sebagai produk yang benar-
benar baru di dunia maupun produk baru bagi perusahaan. Selengkapnya,
terdapat enam kategori produk baru, yaitu sebagai berikut (Crawford dan Di
Beneditto, 2008).
1. Produk baru di dunia. Produk-produk semacam ini merupakan hasil
penemuan yang menciptakan produk baru beserta pasar baru. Produk ini
merupakan penemuan baru yang biasanya merupakan hasil
pengembangan teknologi ataupun manipulasi teknologi yang sudah ada
saat ini dalam bentuk lain yang menghasilkan desain baru yang
revolusional. Contoh: walkman Sony dan kamera digital.
2. Produk baru bagi perusahaan atau lini produk baru. Produk-produk
ini merupakan produk baru bagi perusahaan yang dilakukan dengan
menambah lini produknya. Produk-produk ini biasanya bukan
merupakan produk baru di dunia, tetapi merupakan produk baru bagi
perusahaan. Produk-produk ini merupakan kesempatan pertama kali bagi
perusahaan untuk memasuki pasar yang sudah ada. Contoh: HP dari
China memasuki pasar HP yang sebelumnya dikuasai oleh Nokia dan
Motorola.
3. Penambahan lini produk yang sudah ada. Produk-produk yang
tergolong di sini adalah bagian dari produk sebelumnya. Perbedaannya
adalah produk ini berbeda dari produk yang sudah ada di pasaran
namun, tidak terlalu banyak berbeda, hanya merupakan lini baru bagi
perusahaan. Contoh: printer ink-jet warna merupakan penambahan lini
terhadap printer ink-jet yang sudah ada.
4. Perbaikan dan revisi terhadap produk yang sudah ada. Produk yang
termasuk adalah produk yang dibuat lebih baik dari produk yang sudah
ada saat ini. Contoh: printer ink-jet telah melalui berbagai macam
modifikasi dan pada setiap revisi produk selalu ditingkatkan performa
dan reliabilitas produknya.
5. Produk repositioning. Produk-produk repositioning merupakan produk
yang ditujukan kepada target pasar yang baru. Produk-produk tersebut
sebelumnya sudah ada, namun pada perkembangannya dipilih target
e EKMA4473/MODUL 1 1.13
pasar yang baru untuk produk tersebut. Contohnya shampoo wanita yang
menjadi shampoo keluarga.
6. Pengurangan biaya. Produk-produk ini merupakan produk yang
menggantikan produk yang sudah ada saat ini dengan fungsi yang
hampir sama bagi konsumen, namun dibuat dengan biaya yang lebih
murah.
E. INOVASI DAN MANAJEMEN OPERASI
Saudara mahasiswa, seperti telah Anda pelajari sebelumnya bahwa
produk baru merupakan hasil dari proses inovasi yang dapat menjadi sumber
keberhasilan perusahaan. Mengelola inovasi berarti memanfaatkan kondisi-
kondisi yang menjadi kesempatan bagi perusahaan secara keseluruhan untuk
mengembangkan produk baru. Pengembangan produk yang sesungguhnya
merupakan proses mengubah kesempatan bisnis menjadi suatu produk.
Inovasi memiliki kaitan kuat dengan proses manajemen. Produk baru
sebagai bagian dari proses inovasi melalui berbagai proses baik yang
dipengaruhi oleh faktor ekstemal maupun internal sampai produk dapat
dinikmati konsumen. Penelitian dan pengembangan memerlukan input
eksternal antara lain para ahli, teknologi, pesaing, pemasok, dan pelanggan.
Penelitian mengenai produk baru tidak terlepas dari kondisi konsumen,
bahkan pesaing, sehingga mereka diperlukan dalam pengembangan produk
baru. Demikian pula, dalam bidang keuangan dan kepemimpinan serta
pemasaran memerlukan berbagai macam input yang akhimya diproses dalam
suatu proses manajemen.
lnovasi sebagai proses manajemen menekankan pada pentingnya
interaksi dan komunikasi di antara fungsi-fungsi yang ada dan lingkungan
eksternal. Struktur jaringan kerja semacam ini menyebabkan terjadinya
komunikasi lateral yang membantu manajer dan para staf memperlancar
kreativitas mereka. Kerangka pemikiran semacam ini menekankan pada
pentingnya jaringan formal dan informal di antara fungsi-fungsi. Kerangka
pemikiran semacam ini membentuk dua posisi, yaitu perlunya dilakukan
diversitas kerja agar dapat dihasilkan berbagai keterkaitan dan perlunya ada
kesatuan untuk memfasilitasi komunikasi internal yang efektif. Keduanya
diperlukan untuk memberi pemahaman secara visual bagaimana seseorang
memandang proses inovasi yang perlu dikelola oleh perusahaan. Pada
akhimya, dapat ditentukan produk atau jasa dengan persyaratan yang telah
1.14 PENGEMBANGAN PRDDUK e
ditentukan. Proses ini merupakan proses dinamis dan kompleks yang sering
kali dipandang dari sisi pemasaran, jarang dipandang dari sisi R&D serta
sulitnya mengelola ilmu pengetahuan dan teknologi.
Manajemen operasi memegang peran yang cukup penting dalam
keberhasilan pengembangan produk baru. Manajemen operasi merupakan
bidang untuk mengembangkan keterampilan dan teknik-teknik untuk
melaksanakan praktik-praktik terbaik pada sektor pabrikan dan jasa. Lingkup
manajemen operasi adalah mengendalikan proses konversi dari suatu input
menjadi suatu output. Proses operasi memerlukan sebagian besar jumlah aset
perusahaan, oleh karenanya pengelolaan konversi input menjadi output
dilakukan secara efektif dan efisien sehingga perusahaan dapat memperoleh
keuntungan.
Semua fungsi-fungsi manajemen operasi melibatkan pengambilan
keputusan yang dapat berupa keputusan jangka panjang dan jangka pendek.
Salah satu keputusan penting dalam bidang operasi menyangkut
pengembangan produk adalah desain dan volume produksi. Tujuan desain
adalah untuk memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Oleh karenanya,
desain yang baik hendaknya dimulai dan berakhir di konsumen yang berarti
sesuai dengan keinginan konsumen. Desainer produk mendesain spesifikasi
produk berdasarkan informasi dari bagian pemasaran mengenai produk yang
diinginkan konsumen. Desain produk nantinya akan mempengaruhi
keputusan proses beserta volume yang diproduksi. Manajemen operasi
mempunyai tanggung jawab untuk mentransformasikan semua input yang
diperlukan sampai menjadi output yang sesuai dengan keinginan dan
kebutuhan konsumen.
... z . :.,.-
2222214 .;. -
~ -- .-- __:.. ~
LATIHAN
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,
kerjakanlah latihan berikut!
1) Jelaskan pengertian inovasi!
2) Jelaskan proses inovasi!
3) Jelaskan tipe inovasi!
4) Jelaskan model inovasi!
5) Jelaskan pengertian produk baru!
e EKMA4473/MODUL 1 1.15
Petunjuk Jawaban Latihan
1) Inovasi memiliki arti yang lebih luas dari sekadar pengertian penemuan.
Inovasi merupakan aplikasi praktik dan komersialisasi penemuan-
penemuan yang digabungkan dengan konsep teori. (Untuk lebih jelasnya
pelajari Bagian A).
2) Proses inovasi merupakan gabungan dari usaha kreatif individu, fungsi
operasional, dan aktivitas organisasi, serta arsitektur perusahaan.
Terdapat dua input pendorong yaitu perkembangan ilmu dan teknologi
serta perubahan sosial dan kebutuhan pasar. Ketiga unsur tersebut
bersama-sama akan menghasilkan usaha organisasi untuk mengembang-
kan pengetahuan, proses-proses, sampai akhirnya mengembangkan
produk. (Pelajari Bagian B).
3) Tipe inovasi meliputi inovasi produk, inovasi proses, inovasi organisasi,
inovasi manajemen, inovasi produksi, inovasi komersial atau pemasaran,
dan inovasi jasa. (Pelajari Bagian C).
4) Model inovasi meliputi model kebetulan, model linear, model rangkaian
simultan, dan model interaktif (Pelajari Bagian C).
5) Produk baru dapat diartikan secara lebih luas,yang dapat dikelompokkan
menjadi produk baru di dunia, produk baru bagi perusahaan atau lini
produk baru, penambahan lini produk yang sudah ada, perbaikan dan
revisi terhadap produk yang sudah ada, produk repositioning, dan
pengurangan biaya. (Pelajari Bagian C).
1. Penemuan produk baru selalu dimulai oleh adanya inovasi. Inovasi
memiliki arti yang berbeda dari penemuan. lnovasi bukan sekedar
penemuan, tetapi memiliki pengertian yang lebih luas dari
penemuan. lnovasi merupakan keseluruhan proses pada saat
penemuan ditransformasikan menjadi sebuah produk komersial yang
dapat dijual sehingga menghasilkan keuntungan. Dengan demikian,
inovasi memiliki pengertian yang lebih luas dibandingkan
penemuan, yaitu inovasi merupakan aplikasi praktik dan
komersialisasi penemuan-penemuan. Dengan demikian, dapat
dipahami pula bahwa inovasi bukan sekadar membuat suatu produk
baru, namun lebih dari itu memiliki pengertian pengelolaan semua
1.16 PENGEMBANGAN PRDDUK •
kegiatan yang terkait dengan proses penciptaan ide, pengembangan
teknologi, produksi, dan pemasaran suatu produk baru, proses
manufaktur maupun peralatan.
2. Proses inovasi dipandang sebagai suatu proses yang meliputi
perspektif ekonomi, perspektif strategi bisnis, dan perilaku
organisasi yang berusaha untuk meninjau aktivitas-aktivitas internal
serta hubungan dengan perusahaan lain. Hal ini lebih jauh
menunjukkan bahwa aktivitas individual perusahaan juga
menyebabkan adanya proses inovasi. Proses inovasi merupakan
gabungan dari usaha kreatif individu, fungsi operasional, dan
aktivitas organisasi, serta arsitektur perusahaan. Terdapat dua input
pendorong yaitu perkembangan ilmu dan teknologi serta perubahan
sosial dan kebutuhan pasar. Ketiga unsur tersebut bersama-sama
akan menghasilkan usaha organisasi untuk mengembangkan
pengetahuan, proses-proses, sampai akhimya mengembangkan
produk.
3. Tipe-tipe inovasi adalah:
Tipe lnovasi
lnovasi produk
Inovasi proses
lnovasi organisasi
Inovasi manajemen
lnovasi produksi
Inovasi komersial
atau pemasaran
Inovasi jasa
Contoh
Pengembangan produk baru atau perbaikan produk.
Pengembangan proses manufaktur baru.
Pembentukan divisi baru, pengembangan sistem
informasi internal, pengembangan, sistem akuntansi baru.
Aplikasi sistem Total Quality Management (TQM).
Penerapan system Just in Time (JIT), penggunaan piranti
lunak untuk pengembangan produk baru, serta sistem
kontrol kualitas.
Penyusunan pendanaan baru, pendekatan pemasaran
baru, saluran distribusi baru.
Layanan jasa berbasis internet sehingga lebih cepat.
4. Model-model inovasi: model kebetulan, model linear, model
rangkaian simultan, dan model interaktif. Model 'kebetulan' adalah
inovasi yang dimulai dari penemuan yang tidak terduga. Model
linear menyatakan bahwa inovasi muncul melalui interaksi dasar
ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, dan kebutuhan akan
pasar dan hubungan tersebut terus bergerak maju. Model rangkaian
simultan menyatakan bahwa inovasi merupakan rangkaian simultan
pengetahuan di dalam tiga fungsi yang akan membangun dan
membesarkan inovasi yaitu pabrikan, penelitian, dan
pengembangan, serta pemasaran. Model interaktif merupakan model
yang mengembangkan model-model sebelumnya dan merangkaikan
secara bersama-sama model dorongan teknologi dan tarikan pasar.
e EKMA4473/MODUL 1 1.17
5. Produk baru memiliki arti yang sangat luas, tidak hanya meliputi
produk yang benar-benar baru bagi perusahaan, melainkan juga
dapat berarti produk yang diperbaiki. Terdapat enam kategori
produk baru yaitu produk baru di dunia, produk baru bagi
perusahaan atau lini produk baru, penambahan lini produk yang
sudah ada, perbaikan dan revisi terhadap produk yang sudah ada,
produk repositioning, dan pengurangan biaya.
TES FDRMATIF 1
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1) Proses mengubah pemikiran-pemikiran intelektual menjadi suatu bentuk
baru yang dapat berupa produk atau proses disebut ....
A. inovasi
B. penemuan
C. penelitian
D. pengembangan
2) Keseluruhan proses pada saat penemuan ditransformasikan menjadi
sebuah produk komersial yang dapat dijual sehingga menghasilkan
keuntungan disebut ....
A. inovasi
B. penemuan
C. penelitian
D. pengembangan
3) Proses inovasi merupakan gabungan dari elemen-elemen berikut ini,
kecuali ....
A. usaha kreatif individu
B. fungsi operasional
C. aktivitas organisasi
D. dorongan pasar
4) Model inovasi yang menyatakan bahwa inovasi muncul melalui interaksi
dasar ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, dan kebutuhan akan
pasar dan hubungan tersebut terus bergerak maju disebut model ....
A. kebetulan
B. linear
C. rangkaian simultan
D. interaktif
1.18 PENGEMBANGAN PRDDUK •
5) Model inovasi yang menyatakan bahwa inovasi merupakan rangkaian
bersama-sama pengetahuan di dalam tiga fungsi yang akan membangun
dan membesarkan inovasi disebut model ....
A. kebetulan
B. linear
C. rangkaian simultan
D. interaktif
6) Model inovasi yang merupakan pengembangan dari model-model
sebelumnya dan merangkaikan secara bersama-sama model dorongan
teknologi dan tarikan pasar disebut model ....
A. kebetulan
B. linear
C. rangkaian simultan
D. interaktif
7) Proses yang dilaksanakan oleh perusahaan untuk menemukan teknologi
baru, inovasi, penelitian, dan produk secara eksternal disebut inovasi....
A. formal
B. informal
C. eksternal
D. terbuka
8) Produk baru yang merupakan penemuan baru yang biasanya merupakan
basil pengembangan teknologi ataupun manipulasi teknologi yang sudah
ada saat ini dalam bentuk lain yang menghasilkan desain baru yang
revolusional merupakan kategori produk baru ....
A. lini produk baru
B. perbaikan produk yang sudah ada
C. produk baru di dunia
D. produk repositioning
9) Produk baru yang merupakan produk yang ditujukan kepada target pasar
yang baru merupakan kategori produk baru ....
A. lini produk baru
B. perbaikan produk yang sudah ada
C. produk baru di dunia
D. produk repositioning
e EKMA4473/MODUL 1 1.19
10) Produk baru yang merupakan produk yang dibuat lebih baik dari produk
yang sudah ada saat ini merupakan kategori produk baru ....
A. lini produk baru
B. perbaikan produk yang sudah ada
C. produk baru di dunia
D. produk repositioning
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang
terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.
Jumlah Jawaban yang Benar
Tingkat penguasaan = ---------- x 100%
Jumlah Soal
Arti tingkat penguasaan: 90- 100% = baik sekali
80 - 89% = baik
70 - 79% =cukup
< 70% =kurang
Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat
meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
1.20 PENGEMBANGAN PRDDUK •
KEGIATAN BELA&JAR 2
Strategi Produk Baru
audara mahasiswa, setelah Anda mempelajari mengenai inovasi dan
produk baru, selanjutnya pada Kegiatan Belajar 2 ini kita akan
mempelajari mengenai strategi pengenalan produk baru. Seperti telah Anda
pelajari sebelumnya bahwa pengembangan produk baru bukanlah merupakan
pekerjaan yang sederhana. Penciptaan suatu produk baru dimulai dengan
adanya inovasi-inovasi yang dilakukan agar dapat memuaskan keinginan dan
kebutuhan konsumen. Suatu produk hasil inovasi tidak selalu berhasil di
pasaran, bahkan banyak juga yang mengalami kegagalan. Perlu strategi-
strategi khusus yang harus dikembangkan perusahaan agar peluncuran
produk dapat berhasil.
A. STRATEGI PENGENALAN PRODUK BARU
Pemilihan produk adalah proses pemilihan produk atau jasa untuk dapat
disajikan kepada konsumen. Sebagai contoh, restoran cepat saji memberikan
pilihan menu bagi para pelanggannya. Keputusan produk merupakan asas
bagi strategi organisasi dan memiliki dampak yang luas pada seluruh
organisasi. Produk baru yang diluncurkan di pasar tidak selalu berhasil
menarik minat konsumen untuk membeli produk tersebut. Perusahaan perlu
menganalisis berbagai macam hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan
peluncuran produk baru, termasuk bagaimana mengenalkan produk tersebut
kepada konsumen. Terdapat tiga macam strategi yang dapat digunakan untuk
mengenalkan produk baru ke pasar menurut Schroeder (2000) yaitu (1)
tarikan pasar, (2) dorongan teknologi, dan (3) pandangan
interfungsional yang dapat Anda pelajari berikut ini.
1. Tarikan Pasar
Pandangan ini menyatakan bahwa pasar merupakan dasar untuk
menentukan produk yang harus dibuat oleh produsen dengan bantuan
teknologi yang ada saat ini. Suatu perusahaan sudah seharusnya membuat
produk yang dapat dijual. Hal ini dapat diawali dengan penentuan kebutuhan
konsumen dan dilanjutkan dengan pengorganisasian sumber daya serta proses
e EKMA4473/MODUL 1 1.21
sehingga dapat memasok produk kepada konsumen. Artinya, pasarlah yang
'menarik' perusahaan untuk membuat produk baru.
2. Dorongan Teknologi
Pandangan ini menyatakan bahwa teknologi merupakan penentu utama
produk yang harus dibuat perusahaan dan sedikit memperhatikan pasar.
Perusahaan harus mengejar keuntungan dari teknologi dengan mengembang-
kan teknologi dan produk superior. Produk basil perkembangan teknologi
tersebut selanjutnya 'didorong' ke pasar dan tugas bagian pemasaranlah
untuk menciptakan permintaan produk tersebut. Suatu produk yang memiliki
teknologi yang canggih, maka pasar akan berusaha memanfaatkan teknologi
baru tersebut sehingga konsumen akan membeli produk tersebut.
3. Pandangan Interfungsional
Pandangan ini merupakan penggabungan dua pandangan sebelumnya,
yaitu bahwa suatu produk hendaknya tidak hanya menyesuaikan dengan
kebutuhan pasar, tetapi juga manfaat teknis yang diperoleh. Untuk
melaksanakan, semua fungsi dalam organisasi (pemasaran, teknik, operasi,
dan keuangan) harus bekerja sama untuk mendesain produk baru yang
dibutuhkan perusahaan. Sering kali langkah ini dilakukan oleh suatu tim
lintas fungsi yang bertanggung jawab terhadap pengembangan produk baru.
Pandangan ini merupakan yang paling lengkap tetapi paling sulit untuk
dilaksanakan. Sering kali tim lintas fungsi yang dibentuk bertentangan satu
sama lain sehingga harus dicapai jalan untuk mengatasi perpecahan dalam
tim. Apabila masalah ini dapat diatasi, maka dapat menghasilkan produk
yang baik.
B. ELEMEN-ELEMEN STRATEGI PRODUK
Anda tentunya sudah sering mendengar kata strategi, bukan? Untuk
memenangkan persaingan dalam industri diperlukan adanya strategi
persaingan. Perusahaan perlu memfokuskan strategi apa saja yang akan
dijalankan agar dapat diperoleh basil yang optimal. Keberhasilan suatu
strategi banyak dipengaruhi oleh setidaknya tiga hal, yaitu (1) koordinasi di
antara area-area fungsional, (2) pengalokasian sumber daya, dan (3)
mengarahkan pada posisi pasar yang unggul.
1.22 PENGEMBANGAN PRDDUK •
1. Koordinasi di Antara Area-area Fungsional
Peningkatan koordinasi di antara area-area fungsional perusahaan
diperlukan karena setiap fungsi memiliki perspektif yang berbeda-beda untuk
menghasilkan produk yang unggul. Bagian keuangan sering kali
menganalisis produk dengan biaya yang efisien, sementara bagian pemasaran
banyak memerlukan anggaran untuk melakukan promosi. Belum lagi
keinginan manajer penjualan yang berusaha untuk menekan harga produk
agar dapat mudah diterima pasar. Salah satu tujuan strategi adalah
memastikan bahwa semua anggota tim bekerja secara bersama-sama, oleh
karenanya diperlukan strategi yang dapat diterima, dapat dimengerti, dan
dapat dilaksanakan oleh semua fungsi dalam perusahaan.
2. Pengalokasian Somber Daya
Pengalokasian sumber daya sangat diperlukan. Mengapa? Jawabannya
hanya satu, yaitu karena sumber daya sangat terbatas. Keterbatasan kapasitas,
waktu penjualan, uang atau modal, peralatan, tenaga kerja dan lain-lain
memerlukan pengelolaan yang baik. Sumber daya yang ada harus dapat
dibagikan ke semua fungsi sesuai kebutuhannya sehingga diperlukan
pengaturan untuk pengalokasian sumber daya tersebut sehingga dapat
dimanfaatkan secara optimal.
3. Posisi Pasar yang Unggul
Keberhasilan produk di pasar sangat dipengaruhi pula oleh produk dari
pesaing. Produk pesaing dapat berasal dari industri sejenis maupun berasal
dari industri lain yang mempunyai kemiripan fungsi produk sehingga dapat
saling menggantikan. Strategi yang baik harus dapat menganalisis kekuatan
dan kelemahan pesaing, sehingga dapat diambil satu strategi agar dapat
bertahan di antara pesaing.
Perancangan dan pengembangan produk memerlukan strategi tertentu
agar produk dapat diterima oleh pasar. Kegagalan produk di pasar dapat
disebabkan strategi yang kurang tepat ataupun perubahan selera konsumen
yang sangat cepat di samping adanya pesaing. Strategi produk yang
menyeluruh meliputi tujuh elemen yaitu:
a. Pernyataan tujuan produk harus dapat dicapai.
b. Pemilihan alternatif-alternatif strategis.
c. Pemilihan target konsumen.
d. Pemilihan target pesaing.
e EKMA4473/MODUL 1 1.23
e. Pernyataan tentang strategi inti.
f. Deskripsi bauran pemasaran.
g. Deskripsi pendukung program-program fungsional.
Elemen pertama dan kedua yaitu tujuan dan alternatif-alternatif strategis
membentuk arahan strategi secara umum. Tiga elemen berikutnya yaitu
pemilihan konsumen, pesaing, dan strategi inti merupakan intisari strategi
pemasaran. Kelima elemen tersebut bersama-sama membentuk 'positioning'
dalam pemasaran yang berarti bagaimana produk 'dibentuk' berbeda dari
pesaing di benak konsumen. Elemen ke enam dan ke tujuh merupakan
implementasi strategi.
C. STRATEGI PRODUK PADA DAUR HIDUP PRODUK
Saudara mahasiswa, tentunya Anda juga tidak asing lagi dengan istilah
daur hidup produk, bukan? Setiap produk akan mengalami daur hidup, yang
dimulai dari fase perkenalan sampai diakhiri dengan fase penurunan. Produk
dilahirkan. Mereka hidup dan mereka mati. Mereka disingkirkan oleh
keinginan dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Kehidupan produk
terbagi atas empat fase, yaitu fase perkenalan, fase pertumbuhan, fase
kedewasaan, dan fase penurunan. Pada setiap fase diperlukan strategi-strategi
agar produk dapat bertahan yang sering kali terjadi produk yang tidak dapat
bertahan akan ditinggalkan oleh konsumen. Daur hidup produk dapat Anda
pelajari pada Gambar 1.5.
c
ro
-ro
::::::1
- ~
c
Q.)
a..
Perkenalan Pertumbuhan Kedewasaan
Waktu
I
I
I
I
I
I
I
I
I
I
I
Penurunan
Gambar 1.5. Daur Hidup Produk
1.24 PENGEMBANGAN PRDDUK •
1. Strategi tahap Perkenalan
Pada fase ini, terdapat dua karakteristik khusus yang berbeda dengan
fase yang lain. Pada fase ini merupakan peluncuran suatu produk baru di
pasar. Karakteristik pertama adalah terdapat sedikit pesaing yang bergerak
pada produk sejenis, bahkan mungkin hanya satu pesaing. Karakteristik
kedua adalah penjualan meningkat sangat lambat karena konsumen belum
mengenal betul produk dan belum mempercayai fungsi produk. Pada fase ini
perusahaan berusaha memberikan informasi kepada konsumen mengenai
keberadaan produk beserta fungsi yang dapat dimanfaatkan konsumen.
Karena produk pada fase perkenalan ini sebagian besar teknik produksi masih
disesuaikan dengan pasar, kondisi ini memerlukan pengeluaran lain-lain
untuk (1) penelitian, (2) pengembangan produk, (3) modifikasi dan perbaikan
proses, dan (4) pengembangan pemasok.
2. Strategi tahap Pertumbuhan
Pada fase ini, konsumen sudah mulai menyadari adanya produk baru.
Penjualan produk terus meningkat karena pasar sudah bisa menerima adanya
produk baru dan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Seiring dengan
peningkatan penjualan, pesaing juga mulai bermunculan yang dengan cepat
menawarkan produk sejenis. Dari sisi operasi, desain produk telah mulai
stabil dan diperlukan peramalan kebutuhan kapasitas yang efektif.
Peningkatan penjualan yang terus tumbuh menyebabkan perusahaan harus
menekankan pada strategi penambahan kapasitas atau peningkatan kapasitas
yang sudah ada untuk menampung peningkatan permintaan produk.
3. Strategi tahap Kedewasaan
Pada fase ini, penjualan menunjukkan posisi yang stabil dan hanya
sedikit pembeli baru yang memasuki pasar. Sebenarnya pada fase ini
penjualan sudah mulai menunjukkan sedikit penurunan dan laba sudah
maksimal. Pada fase ini produk telah diproduksi dalam jumlah besar, namun
tetap diperlukan pengendalian biaya yang baik. Pengendalian biaya dapat
dilakukan melalui pengurangan pilihan dan lini produk sehingga dapat diraih
keuntungan.
4. Strategi tahap Kemunduran
Fase ini ditandai oleh keadaan yang sangat khas, yaitu menurunnya
penjualan secara tajam. Pasar sudah jenuh dengan produk dan semakin
e EKMA4473/MODUL 1 1.25
banyaknya pilihan produk sejenis menyebabkan penurunan penjualan.
Manajemen mungkin perlu agak kejam terhadap produk yang siklus
hidupnya mendekati akhir. Produk yang hampir mati biasanya produk yang
buruk bagi investasi sumber daya dan kemampuan manajerial. Oleh
karenanya, produk yang sudah tidak dapat diharapkan lagi biasanya akan
dihentikan produksinya.
D. PERENCANAAN STRATEGIS PRODUKBARU
Pengembangan produk baru dilakukan dengan melibatkan tim
pengembangan produk yang terdiri dari beberapa personel lintas fungsi.
Dalam pengembangan produk baru, diperlukan perencanaan strategis yang
disepakati oleh semua anggota tim agar pengembangan produk dapat tercapai
dengan lebih baik. Tanpa adanya perencanaan strategis produk, maka kerja
tim akan menjadi terhambat. Sebagai contoh pengembangan produk printer
portabel yang melibatkan beberapa orang anggota tim dari berbagai fungsi.
Salah satu anggota tim berpikir bahwa produk akan dikembangkan tanpa
kabel dan berbasis baterai, sementara anggota yang lain berkonsentrasi pada
pelanggan potensial yang menyukai menggunakan kabel listrik. Tim
penelitian pemasaran merencanakan untuk melakukan pretest produk besar-
besaran dengan perbaikan terus menerus, sedangkan para insinyur berasumsi
bahwa waktu merupakan hal yang kritis sehingga hanya satu kali mendesain
produk dengan sempuma sampai diluncurkan. Seorang pemasok harus
berkoordinasi dengan pimpinan tim setiap hari untuk menentukan pasokan
bahan karena tim belum memutuskan fungsi printer yang diinginkan seperti
apa. Belum lagi masalah dari departemen penjualan yang beranggapan bahwa
pelanggannya nanti adalah perusahaan kecil menengah, padahal sebenarnya
pelanggan potensial adalah perusahaan besar dan pemerintah. Dari kondisi
tersebut, dapat disimpulkan bahwa tim belum memiliki strategi.
Pentingnya perencanaan strategis pada produk baru perlu disadari oleh
semua pihak yang terlibat. Banyak perusahaan besar yang menyusun
pernyataan strategi. Pernyataan strategi produk baru menjadi araban bagi
seluruh pihak dalam perusahaan. Strategi produk baru dapat ditentukan
berdasarkan input-input yang dikumpulkan perusahaan antara lain misi
perusahaan, perencanaan platform produk, kesesuaian strategi, sumber daya,
dll. Kesemua input yang ada digunakan dalam pengembangan strategi produk
baru. Langkah ini merupakan langkah awal yang sangat penting bagi
langkah-langkah dalam pengembangan produk berikutnya. Pernyataan
strategi produk baru dapat dituangkan dalam Piagam Inovasi Produk
1.26 PENGEMBANGAN PRDDUK •
(Product Innovation Charter). Piagam Inovasi Produk merupakan suatu
dokumen yang disiapkan oleh manajemen senior yang didesain sebagai
arahan bagi seluruh unit bisnis dalam jalur inovasi. Istilah Piagam Inovasi
Produk menekankan bahwa strategi yang ditentukan adalah untuk produk,
bukan proses ataupun aktivitas-aktivitas lainnya, serta untuk inovasi yang
dituangkan dalam suatu dokumen yang menyatakan suatu kondisi bagaimana
perusahaan akan beroperasi. Piagam Inovasi Produk dapat disetarakan
dengan pernyataan misi, tetapi diaplikasikan pada level yang lebih kecil dan
merupakan adaptasi dari produk baru.
Sebagian besar perusahaan memiliki Piagam Inovasi Produk, walaupun
kadangkala tidak selalu disebut sebagai Piagam Inovasi Produk, dapat disebut
dengan nama lain. Namun, sebagian perusahaan juga menyatakan tidak
mempunyai strategi, dan kemudian hanya menggambarkan dalam manajemen
proyek yang menurut mereka benar-benar strategis bagi perusahaan
(Crawford dan Di Benedetto, 2008). Komponen Piagam Inovasi Produk
seperti pada Gambar 1.6. Agar Piagam Inovasi Produk dapat berjalan efektif
maka dimulai oleh manajemen senior dan terus mengikuti sampai akhir dan
tidak mendelegasikan implementasinya.
Latar Belakang
Ide-ide kunci dari analisis situasi; alasan-alasan untuk menyiapkan
Piagam lnovasi Produk pada saat ini
•Fokus
Setidaknya satu dimensi teknologi yang jelas dan sati dimensi pasar
yang jelas. Keduanya harus cocok dan memiliki potensi yang bagus
•Tujuan - Sasaran
Proyek apa yang akan diselesaikan, baik jangka panjang maupun
jangka pendek
•Pedoman
Semua peraturan yang harus dijalankan, persyaratan-persyaratan
yang harus dipenuhi
Sumber: Crawford dan Di Benedetto, 2008
Gambar 1.6.
lsi Piagam lnovasi Produk
e EKMA4473/MODUL 1 1.27
E. STRATEGI PERSAINGAN PRODUK BARU
Anda sudah mempelajari mengenai strategi pengenalan produk baru dan
strategi dalam daur hidup produk. Strategi pengenalan produk tidak terlepas
dari kemampuan perusahaan untuk menentukan satu strategi yang menjadi
dasar peluncuran produk di pasar agar dapat bersaing dengan produk lain.
Setiap perusahaan yang memproduksi barang dan jasa pasti akan menghadapi
persaingan yang ketat, baik dari perusahaan sejenis maupun perusahaan yang
memproduksi produk atau jasa yang menggantikan produk yang ada. Seperti
persaingan dalam bisnis handphone antara berbagai macam produsen, bahkan
produsen baru pun mulai mencuri perhatian pasar dengan menyediakan harga
yang lebih murah. Demikian pula untuk produk atau jasa yang tidak sama
namun, bersifat mampu menggantikan dapat menjadi ancaman bagi
perusahaan. Misalnya, persaingan antara kereta api dengan pesawat terbang.
Saat ini, konsumen banyak sekali dimanjakan oleh promosi tiket pesawat
terbang yang murah, yang dikhawatirkan dapat mengancam pasar untuk
kereta api.
Persaingan dalam satu industri maupun antar industri yang berbeda
merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari oleh perusahaan. Perusahaan-
perusahaan baru yang memproduksi produk sejenis yang telah ada
sebelumnya akan sangat menghadapi kesulitan ketika melakukan penetrasi ke
pasar yang sudah terbentuk. Masalah harga, citra merek, promosi, kualitas
produk, sampai pada masalah distribusi produk merupakan serangkaian
kegiatan yang harus dipecahkan perusahaan agar dapat bersaing di antara
perusahaan-perusahaan sejenis. Keunggulan bersaing merupakan kunci agar
perusahaan dapat bertahan di antara para pesaingnya. Strategi bisnis berfokus
pada peningkatan posisi persaingan produk atau jasa yang dihasilkan
perusahaan dalam suatu industri atau segmen pasar yang dilayani perusahaan.
Strategi bisnis dapat berupa persaingan (melawan semua pesaing untuk
memperoleh keunggulan bersaing) dan/atau kerja sama (bekerja sama dengan
satu atau lebih pesaing untuk mendapatkan keuntungan dari pesaing lain).
Strategi bisnis merupakan strategi untuk menjawab pertanyaan "bagaimana
perusahaan atau unit-unit perusahaan harus bersaing atau bekerja sama pada
lingkup industrinya".
Berkaitan dengan strategi bersaing perusahaan, strategi bersaing
memunculkan pertanyaan-pertanyaan berikut:
1.28 PENGEMBANGAN PRDDUK •
1. Haruskah perusahaan bersaing berdasarkan biaya rendah (dan kemudian
pada harga yang murah), ataukah perusahaan sebaiknya melakukan
diferensiasi produk atau jasa, misalnya dalam hal kualitas atau layanan?
2. Haruskah perusahaan bersaing secara langsung dengan pesaing utama
yang menguasai pasar, ataukah perusahaan sebaiknya fokus pada ceruk
pasar yang hanya mampu melayani sebagian pasar tetapi dapat
memberikan keuntungan bagi perusahaan?
Porter (1998) mengemukakan dua strategi umum bersaing pada
perusahaan dalam suatu industri yaitu strategi biaya rendah dan strategi
diferensiasi. Strategi ini disebut umum karena dapat digunakan untuk
berbagai tipe atau ukuran perusahaan, bahkan oleh organisasi nonprofit.
1. Strategi biaya rendah merupakan kemampuan perusahaan atau unit
produksi untuk mendesain, memproduksi, dan memasarkan produk
secara lebih efisien daripada pesaing.
2. Strategi diferensiasi merupakan kemampuan untuk menyediakan nilai
yang unik dan superior kepada pembeli dalam hal kualitas produk, fitur-
fitur khusus, dan layanan purna jual.
Lebih jauh, Porter mengemukakan bahwa keunggulan bersaing
perusahaan dalam industri banyak ditentukan oleh lingkup bersaing yang
merupakan perluasan dari target pasar perusahaan. Sebelum menggunakan
salah satu dari kedua strategi bersaing (biaya rendah atau diferensiasi),
perusahaan harus memilih jangkauan variasi produk yang akan diproduksi,
chanel distribusi, tipe pembeli yang akan dilayani, area geografi daerah
pemasaran, serta susunan industri-industri yang akan bersaing. Hal ini akan
merefleksikan pemahaman perusahaan mengenai keunikan sumber daya yang
ada. Selanjutnya, perusahaan dapat menentukan target yang luas (yang
ditujukan untuk pasar menengah dan massal) atau target yang lebih sempit
(yang bertujuan untuk ceruk pasar). Mengkombinasikan dua macam target
pasar dengan dua macam strategi bersaing akan menghasilkan empat variasi
strategi bersaing seperti tampak pada Gambar 1.7.
e EKMA4473/MODUL 1 1.29
Biaya Rendah Diferensiasi
....Q) U)
Kepemimpinan Biaya DiferensiasiC) co
~ :::l
CO...J
1-
... ~
Fokus Biaya Fokus Diferensiasia> c.
~E
co Q)
l-en
Gambar 1.7.
Strategi Bersaing Porter
a. Kepemimpinan Biaya merupakan strategi bersaing biaya rendah yang
bertujuan pada pasar yang luas dan memerlukan efisiensi fasilitas,
pengurangan biaya, pengawasan biaya yang ketat, serta minimalisasi
biaya pada area-area penelitian dan pengembangan, layanan, tenaga
penjual, dan periklanan. Karena berdasarkan pada biaya rendah, maka
perusahaan mampu menentukan harga yang lebih rendah daripada
pesaing tetapi masih mampu menghasilkan keuntungan yang
memuaskan. Dengan menerapkan strategi biaya rendah, menyebabkan
perusahaan mampu bertahan melawan para pesaingnya. Biaya rendah
yang diterapkan menyebabkan perusahaan dapat terus menikmati
keuntungan di tengah persaingan yang kuat. Pangsa pasar yang besar
menyebabkan perusahaan memiliki kekuatan tawar yang tinggi bagi para
pemasok karena membeli dalam jumlah yang cukup banyak.
b. Diferensiasi ditujukan untuk pasar yang luas dan melibatkan penciptaan
produk atau jasa yang dipersepsikan unik dalam industrinya. Karena
keunikannya, perusahaan akan menetapkan harga premium untuk
produknya. Kekhususan ini dapat dikaitkan dengan desain atau citra
merek, teknologi, fitur-fitur, jaringan dealer, serta layanan pelanggan.
Diferensiasi merupakan strategi untuk menghasilkan keuntungan di atas
rata-rata pada bisnis tertentu dengan menekankan pada loyalitas
konsumen terhadap merek. Loyalitas konsumen juga menjadi hambatan
masuk bagi pesaing lain, apabila suatu perusahaan baru akan memasuki
pasar, maka harus mampu menciptakan keunikan pada produknya.
c. Fokus biaya merupakan strategi persaingan biaya rendah yang berfokus
pada suatu kelompok pasar tertentu atau pada suatu pasar dalam satu
wilayah geografi tertentu dan hanya melayani ceruk pasar ini. Pada
1.30 PENGEMBANGAN PRDDUK •
strategi ini perusahaan berusaha untuk memperoleh keuntungan dari
biaya pada target pasarnya. Fokus biaya sangat berarti bagi perusahaan
yang berfokus pada usaha untuk melayani pasar yang sempit dengan
lebih efisien daripada para pesaingnya.
d. Fokus diferensiasi merupakan strategi yang berkonsentrasi pada
kelompok pembeli tertentu, segmen lini produk, dan pasar geografis
tertentu. Untuk melaksanakan strategi ini, perusahaan harus mencari
perbedaan pada segmen pasarnya. Strategi ini berarti bagi perusahaan
yang mampu melayani kebutuhan khusus bagi pasar yang sempit secara
lebih efisien daripada pesaing.
F. KARAKTERISTIK KEBERHASILAN PENGEMBANGAN
PRODUK
Dari sudut pandang investor pada perusahaan yang berorientasi laba,
usaha pengembangan produk dapat dikatakan berhasil apabila produk dapat
diproduksi dan dijual dengan menghasilkan laba. Namun, laba sering kali
sulit untuk dinilai secara cepat dan langsung. Terdapat lima dimensi spesifik
keberhasilan pengembangan produk, yaitu (1) kualitas produk, (2) biaya
produk, (3) waktu pengembangan produk, (4) biaya pengembangan, dan (5)
kapabilitas pengembangan.
1. Kualitas Produk
Seberapa baik produk yang dihasilkan dari upaya pengembangan?
Apakah produk tersebut memuaskan kebutuhan pelanggan? Apakah produk
tersebut kuat dan andal? Kualitas produk pada akhirnya akan memengaruhi
pangsa pasar dan menentukan harga yang ingin dibayar oleh pelanggan untuk
produksi tersebut.
2. Biaya Produk
Apakah yang disebut biaya manufaktur dari produk? Biaya manufaktur
yaitu biaya untuk modal peralatan dan alat bantu serta biaya produksi setiap
unit produk. Biaya produk menentukan berapa besar laba yang dihasilkan
oleh perusahaan pada volume penjualan dan harga penjualan tertentu.
3. Waktu Pengembangan Produk
Seberapa cepat anggota tim menyelesaikan pengembangan produk?
Waktu pengembangan akan menentukan kemampuan perusahaan dalam
e EKMA4473/MODUL 1 1.31
bersaing, menunjukkan daya tanggap perusahaan terhadap perubahan
teknologi, dan pada akhirnya akan menentukan kecepatan perusahaan untuk
menerima pengembalian ekonomis dari usaha yang dilakukan tim
pengembangan.
4. Biaya Pengembangan
Berapa biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk mengembangkan
produk? Biaya pengembangan biasanya merupakan salah satu komponen
yang penting dari investasi yang dibutuhkan untuk mencapai laba.
5. Kapabilitas Pengembangan
Apakah tim pengembang dan perusahaan mempunyai kemampuan yang
lebih baik untuk mengembangkan produk masa depan sebagai hasil dari
pengalaman yang diperoleh pada proyek pengembangan saat ini? Kapabilitas
pengembangan merupakan aset yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk
mengembangkan produk dengan lebih efektif dan ekonomis di masa yang
akan datang.
~
-s ---=- ~
. :-....• Err _ ;
--- ~ ~
LATIHAN
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,
kerjakanlah latihan berikut!
1) Jelaskan strategi yang dapat digunakan untuk mengenalkan produk baru
ke pasar menurut Schroeder (2000)!
2) Jelaskan beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan strategi!
3) Jelaskan tahap-tahap pada daur hidup produk dan strategi pada masing-
masing fase!
4) Jelaskan tentang Piagam Inovasi Produk!
5) Jelaskan strategi bersaing Porter yang dapat digunakan untuk
pengembangan produk!
Petunjuk Jawaban Latihan
1) Strategi yang dapat digunakan untuk mengenalkan produk baru ke pasar
menurut Schroeder (2000) yaitu (1) tarikan pasar, (2) dorongan
teknologi, dan (3) pandangan interfungsional. (Pelajari Bagian A).
1.32 PENGEMBANGAN PRDDUK e
2) Keberhasilan suatu strategi banyak dipengaruhi oleh setidaknya tiga hal,
yaitu (1) koordinasi di antara area-area fungsional, (2) pengalokasian
sumber daya, dan (3) mengarahkan pada posisi pasar yang unggul.
(Pelajari Bagian B)
3) Tahap-tahap pada daur hidup produk adalah tahap perkenalan, tahap
pertumbuhan, tahap kedewasaan, dan tahap penurunan. Setiap tahap
memiliki strategi produk tertentu yang dapat Anda pelajari lebih lengkap
pada bagian C.
4) Piagam Inovasi Produk merupakan suatu dokumen yang disiapkan oleh
manajemen senior yang didesain sebagai arahan bagi seluruh unit bisnis
dalam jalur inovasi. (Pelajari Bagian D)
5) Strategi bersaing Porter meliputi: (1) Kepemimpinan Biaya, (2)
Diferensiasi, (3) Fokus biaya, dan (4) Fokus diferensiasi. (Pelajari bagian
D)
RANGKUMAN
1. Keberhasilan peluncuran produk baru sangat mempengaruhi
keberhasilan perusahaan dalam. meraih keuntungan. Perusahaan
perlu menganalisis berbagai macam hal yang dapat mempengaruhi
keberhasilan peluncuran produk baru, termasuk bagaimana
mengenalkan produk tersebut kepada konsumen. Terdapat tiga
macam strategi yang dapat digunakan untuk mengenalkan produk
baru ke pasar menurut Schroeder (2000) yaitu (1) tarikan pasar, (2)
dorongan teknologi, dan (3) pandangan interfungsional.
2. Untuk memenangkan persaingan dalam industri diperlukan adanya
strategi persaingan. Perusahaan perlu memfokuskan strategi apa saja
yang akan dijalankan agar dapat diperoleh hasil yang optimal.
Keberhasilan suatu strategi banyak dipengaruhi oleh setidaknya tiga
hal, yaitu (1) koordinasi di antara area-area fungsional, (2)
pengalokasian sumber daya, dan (3) mengarahkan pada posisi pasar
yang unggul.
3. Suatu produk mempunyai tahap-tahap dalam daur hidupnya.
Terdapat empat tahapan dalam daur hidup produk, yaitu tahap
perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan, dan tahap
kemunduran. Setiap tahap memerlukan strategi tertentu yang
diarahkan agar dapat menunjang keberhasilan produk di pasar.
e EKMA4473/MODUL 1 1.33
4. Pentingnya perencanaan strategis pada produk baru perlu disadari
oleh semua pihak yang terlibat. Pernyataan strategi produk baru
menjadi arahan bagi seluruh pihak dalam perusahaan. Pernyataan
strategi produk baru dapat dituangkan dalam Piagam Inovasi Produk
(Product Innovation Charter). Piagam Inovasi Produk merupakan
suatu dokumen yang disiapkan oleh manajemen senior yang
didesain sebagai arahan bagi seluruh unit bisnis dalam jalur inovasi.
Piagam Inovasi Produk berisi latar belakang, fokus, tujuan sasaran
dan pedoman.
5. Porter (1998) mengemukakan dua strategi umum bersaing pada
perusahaan dalam suatu industri yaitu strategi biaya rendah dan
strategi diferensiasi. Strategi ini disebut umum karena dapat
digunakan untuk berbagai tipe atau ukuran perusahaan, bahkan oleh
organisasi nonprofit. Selanjutnya, dengan mengkombinasikan
strategi umum bersaing dengan target pasar, maka dapat diperoleh
empat macam strategi bersaing, yaitu strategi kepemimpinan biaya,
strategi diferensiasi, strategi fokus biaya, dan strategi fokus
diferensiasi.
6. Dari sudut pandang investor pada perusahaan yang berorientasi laba,
usaha pengembangan produk dapat dikatakan berhasil apabila
produk dapat diproduksi dan dijual dengan menghasilkan laba.
Namun, laba sering kali sulit untuk dinilai secara cepat dan
langsung. Terdapat lima dimensi spesifik keberhasilan
pengembangan produk, yaitu (1) kualitas produk, (2) biaya produk,
(3) waktu pengembangan produk, (4) biaya pengembangan, dan (5)
kapabilitas pengembangan.
TES FORMATIF 2
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1) Pengenalan produk baru dapat dilakukan dengan memandang bahwa
pasar merupakan dasar untuk menentukan produk yang harus dibuat oleh
produsen dengan bantuan teknologi yang ada saat ini. Pandangan ini
merupakan pandangan ....
A. tarikan pasar
B. dorongan teknologi
C. interfungsional
D. intrafungsional
1.34 PENGEMBANGAN PRDDUK •
2) Pengenalan produk baru dapat dilakukan dengan memandang bahwa
suatu produk hendaknya tidak hanya menyesuaikan dengan kebutuhan
pasar, tetapi juga manfaat teknis yang diperoleh. Pandangan ini
merupakan pandangan ....
A. tarikan pasar
B. dorongan teknologi
C. interfungsional
D. intrafungsional
3) Fase pada daur hidup produk ketika produk diluncurkan di pasar dan
sebagian besar teknik produksi masih disesuaikan dengan pasar sehingga
memerlukan pengeluaran lain-lain untuk (1) penelitian, (2)
pengembangan produk, (3) modifikasi dan perbaikan proses, dan (4)
pengembangan pemasok merupakan fase ....
A. perkenalan
B. pertumbuhan
C. kedewasaan
D. penurunan
4) Strategi yang dapat dilakukan pada tahap kedewasaan adalah
mengurangi biaya dalam hal ....
A. penelitian dan pengembangan
B. biaya distribusi
C. kemasan produk
D. pengurangan pilihan dan lini produk
5) Suatu dokumen yang disiapkan oleh manajemen senior yang didesain
sebagai araban bagi seluruh unit bisnis dalam jalur inovasi untuk
pengembangan produk disebut ....
A. daur hidup produk
B. piagam inovasi produk
C. blueprint produk
D. rancangan produk
6) Salah satu strategi umum Porter yang berupa kemampuan perusahaan
atau unit produksi untuk mendesain, memproduksi, dan memasarkan
produk secara lebih efisien daripada pesaing disebut strategi ....
A. fokus produk
B. biaya rendah
C. diferensiasi
D. fokus proses
e EKMA4473/MODUL 1 1.35
7) Strategi umum Porter yang menyatakan adanya kemampuan perusahaan
untuk menyediakan nilai yang unik dan superior kepada pembeli dalam
hal kualitas produk, fitur-fitur khusus, dan layanan purna jual disebut
strategi ....
A. fokus produk
B. biaya rendah
C. diferensiasi
D. fokus proses
8) Strategi bersaing yang berkonsentrasi pada kelompok pembeli tertentu,
segmen lini produk, dan pasar geografis tertentu disebut strategi ....
A. fokus diferensiasi
B. biaya rendah
C. kepemimpinan biaya
D. target pasar
9) Strategi bersaing yang merupakan strategi persaingan biaya rendah yang
berfokus pada suatu kelompok pasar tertentu atau pada suatu pasar
dalam satu wilayah geografi tertentu dan hanya melayani ceruk pasar ini
disebut strategi ....
A. fokus diferensiasi
B. biaya rendah
C. fokus biaya
D. target pasar
10) Salah satu dimensi keberhasilan pengembangan produk adalah
menekankan pada biaya untuk modal peralatan dan alat bantu serta biaya
produksi setiap unit produk sehingga dapat ditentukan laba yang
diinginkan merupakan dimensi pengembangan produk dalam hal ....
A. waktu produk
B. target produksi
C. biaya produk
D. biaya pemasaran
1.36 PENGEMBANGAN PRDDUK •
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang
terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.
Jumlah Jawaban yang Benar
Tingkat penguasaan = ---------- x 100%
Jumlah Soal
Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali
80 - 89% = baik
70 - 79% =cukup
< 70% =kurang
Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat
meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang
belum dikuasai.
e EKMA4473/ MODUL 1 1.37
Kunci Jawaban Tes Formatif
Tes Formatif1 Tes Formatif2
1) B 1) A
2) A 2) c
3) D 3) A
4) B 4) D
5) c 5) B
6) D 6) B
7) D 7) c
8) c 8) A
9) D 9) c
10) B 10) c
1.38 PENGEMBANGAN PRDDUK •
Daftar Pustaka
Crawford, M. and Di Benedetto, A. (2008). New Products Management. New
York: McGraw Hill Companies, Inc.
Heizer, J., and Render, B. (2005). Operations Management. 7 th edition.
Pearson Education International.
Krajewski, L.J., and Ritzman, L.P. (1999). Operations Management:
Strategy and Analysis. Addison-Wesley Publishing Company, Inc.
Lehmann, D,R. and Winer, R.S. (2005). Product Management. 4 th edition.
New York: McGraw Hill Companies, Inc.
Porter, M. (1998). Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior
Performance. Ney York: The Free Press.
Russel, R.R., and Taylor, B.W. (2003). Operations Management. 4 th edition.
Pearson Education International.
Stevenson, W.J. (2005). Operations Management. 8 th edition. McGraw-Hill.
Schroeder, R.G. (2000). Operations Management: Contemporary Concepts
and Case. New York: McGraw-Hill Companies, Inc.
Trott, P. (2008). Innovation Management and New Product Development 4 th
Edition. London: Pearson Education.
Ulrich, K.T., and Eppinger, S.D. (2008). Product Design and Development.
New York: McGraw Hill Companies, Inc.
Wheelen, T. L., and Hunger, J.D. (2004). Strategic Management and
Business Policy International Edition, New Jersey: Pearson Education,
Inc.
MODUL 2
Perencanaan Produk
Meirani Harsasi, S.E., M.Si.
PENDAHULUAN
keberhasilan suatu perusahaan manufaktur tergantung pada
kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, kemudian
secara cepat menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan
tersebut. Kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan selalu
ditekankan pada kualitas yang sesuai, waktu yang tepat, serta biaya yang
murah. Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan
merupakan tanggung jawab seluruh bagian dalam perusahaan, termasuk
bagian pemasaran, manufaktur, desain, keuangan serta sumber daya manusia.
Pengembangan produk sampai produk diterima konsumen merupakan
suatu proses yang cukup panjang dan melibatkan banyak pihak. Perancangan
produk merupakan proses awal pengembangan produk. Penentuan produk
yang tepat, harga yang tepat serta saluran distribusi yang tepat merupakan
pekerjaan yang memerlukan koordinasi dari berbagai pihak. Terkadang
diperlukan pendapat dari pihak luar, seperti konsumen dan pemasok, agar
produk yang dihasilkan benar-benar merupakan produk yang sesuai bagi
konsumen yang dituju. Namun demikian, tidak setiap pengembangan produk
selalu menuai keberhasilan, terkadang produk yang telah dikembangkan
gagal di pasaran.
Seperti telah Anda pelajari di Modul 1, bahwa tidak setiap inovasi akan
berhasil. Banyak kegagalan terjadi karena ketidaksesuaian produk dengan
kebutuhan dan keadaan masyarakat saat ini. Pemilihan produk harus
dilakukan dengan cermat dengan tidak mengesampingkan kondisi
masyarakat. Pemilihan produk yang tepat akan memberi keuntungan bagi
perusahaan selama produk tersebut diinginkan dan diperlukan oleh
masyarakat. Disinilah letak pentingnya perancangan produk bagi perusahaan.
Pada Modul 2 ini, Anda akan mempelajari mengenai perancangan
produk. Lebih rincinya, pada Kegiatan Belajar 1 Anda akan mempelajari
mengenai pemilihan produk, sedangkan pada Kegiatan Belajar 2 Anda akan
mempelajari mengenai perencanaan produk. Secara umum, setelah
2.2 PENGEMBANGAN PRDDUK •
mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan mengenai
proses perencanaan produk baru. Secara khusus, setelah mempelajari modul
ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan:
1. Aliansi Strategis.
2. Analisis Produk Berdasarkan Nilai.
3. Penentuan Produk Baru.
4. Proses Perencanaan Produk.
e EKMA4473/MODUL 2 2.3
KEGIATAN BELAL.JAR 1
Pemilihan Produk
A. ALIANSI STRATEGIS
Saudara mahasiswa, pada Kegiatan Belajar 1 ini, Anda akan mempelajari
mengenai pemilihan produk. Pemilihan produk merupakan hal yang sangat
penting bagi perusahaan karena tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk
mengembangkan produk baru. Pengembangan produk tidak terlepas dari
adanya kerja sama, baik kerja sama internal perusahaan maupun kerja sama
dengan berbagai pihak ekstemal perusahaan. Kerja sama internal meliputi
kerja sama antardepartemen dalam perusahaan, antara lain kerja sama antara
departemen keuangan, operasi, pemasaran, dan sumber daya manusia. Kerja
sama ekstemal dapat meliputi kerja sama dengan pemasok, distributor, atau
bahkan dengan pesaing.
Dalam pengembangan produk, perusahaan mempunyai kapabilitas
tertentu dalam operasionalnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Kapabilitas utama perusahaan bersama dengan aktivitas-aktivitas yang lain
saling melengkapi dalam penyusunan produk baru. Ditinjau dari sudut
pandang yang lebih luas, suatu perusahaan perlu memiliki kapabilitas tertentu
yang membedakannya dengan perusahaan-perusahaan lain. Hal inilah yang
disebut sebagai kapabilitas khusus. Kapabilitas khusus memiliki pengertian
yang lebih luas daripada kompetensi teknikal dan kompetensi operasional.
Lingkup yang lebih luas ini meliputi arsitektur organisasi yang termasuk juga
jaringan kerja atau hubungan di dalam dan luar organisasi. Hal ini
selanjutnya akan mengarahkan pada suatu perspektif bahwa pengembangan
produk yang melibatkan pesaing akan menjadi lebih baik apabila
menggunakan jaringan kerja atau partnership dibandingkan dengan
pengembangan produk oleh satu perusahaan tunggal. Dalam jaringan kerja,
perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang lebih serta dapat berbagi
risiko untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Kerja sama dengan
pemasok, misalnya, dapat mempermudah perusahaan dalam penyediaan
bahan-bahan serta menjamin ketersediaan bahan, jika dibandingkan dengan
perusahaan yang tidak memiliki kerja sama secara khusus dengan pemasok.
Perusahaan yang tidak memiliki kerja sama khusus dengan pemasok akan
mengalami kesulitan dalam penjaminan ketersediaan bahan-bahan yang
2.4 PENGEMBANGAN PRDDUK •
diperlukan dalam produksi. Masalah kekurangan stok bahan baku dan bahan
penolong dapat menghambat pelaksanaan produksi sehingga dapat berakibat
produk tidak dapat diluncurkan tepat waktu. Kerja sama dengan berbagai
pihak, termasuk pemasok, selanjutnya dapat meningkatkan kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan produk baru, mengembangkan teknologi,
penetrasi pasar serta meraih posisi yang cukup kuat dalam pasar.
Kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain dapat dilakukan dalam
berbagai bentuk yang saling menguntungkan. Hubungan kerja sama
antarperusahaan tersebut akan membentuk aliansi strategis. Pada masa lalu,
aliansi strategis dipandang sebagai suatu pilihan untuk perusahaan-
perusahaan tertentu yang bersifat besar dan berskala internasional. Di masa
yang akan datang, adanya persaingan yang semakin intensif, pemendekan
daur hidup produk, serta meningkatnya biaya penelitian dan pengembangan
menyebabkan aliansi strategis menjadi suatu strategi yang menjanjikan bagi
siapa saja. Aliansi strategis merupakan suatu bentuk kesepakatan atau
perjanjian antara dua atau lebih pihak untuk berbagi pengetahuan, teknologi,
dan sumber daya yang dapat menguntungkan semua pihak yang terlibat.
Slowinski et al (1996) berpendapat bahwa aliansi strategis memberikan
kesempatan bagi perusahaan-perusahaan berteknologi besar dan kecil agar
dapat berekspansi di pasar yang baru dengan cara berbagi kemampuan dan
sumber daya. Aliansi strategis dapat bermanfaat bagi semua pihak yang
tergabung, baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil. Bagi perusahaan
besar, keuntungan yang diperoleh adalah dapat mengakses sebagian keahlian
dan sumber daya dari perusahaan yang lebih kecil yang diperlukan,
sedangkan keuntungan bagi perusahaan kecil adalah dapat memperoleh
modal dalam jumlah besar serta ketersediaan sumber daya organisasi dari
perusahaan-perusahaan besar. Namun demikian, ada pula perusahaan yang
menghindari aliansi strategis untuk berbagi ide-ide dan teknologi dengan
pihak lain karena berbagai alasan. Kekurangpercayaan merupakan salah satu
alasan yang mendominasi keputusan yang dibuat untuk tidak terikat dengan
perusahaan-perusahaan lain dalam bentuk apapun.
Aliansi strategis dapat muncul dalam intraindustri dan interindustri.
Sebagai contoh, aliansi intraindustri dapat dilakukan oleh tiga perusahaan
automobile yang membentuk sebuah aliansi yang mengembangkan teknologi
untuk membuat mobil elektrik. Sementara aliansi interindustri dapat
dilakukan oleh sebuah perusahaan farmasi raksasa yang melakukan kerja
sama dengan berbagai perusahaan lain dalam industri yang berbeda-beda
e EKMA4473/MODUL 2 2.5
yang memiliki kapabilitas tertentu. Terdapat delapan bentuk aliansi strategis,
yaitu (1) lisensi, (2) hubungan pemasok, (3) outsourcing, (4) joint venture,
(5) kolaborasi (non-joint ventures), (6) konsorsia R&D, (7) klaster
industri, dan (8) jaringan inovasi (Trott, 2008).
1. Lisensi
Lisensi merupakan suatu metode yang umum digunakan untuk
memperoleh teknologi dari pihak lain. Kerja sama ini tidak diarahkan pada
hubungan yang luas, tetapi diarahkan pada peningkatan lisensi terhadap
teknologi dari perusahaan lain. Lisensi sering kali menjadi awal dari
terbentuknya kolaborasi. Perusahaan yang bertindak sebagai "licencee"
memerlukan suatu elemen pembelajaran, dan perusahaan yang bertindak
sebagai "licensor" lebih berperan sebagai "guru". Terdapat beberapa
keuntungan yang dapat diperoleh dari lisensi, yaitu mampu menyeimbangkan
kecepatan untuk memasuki teknologi yang berbeda dan mengurangi biaya
pengembangan teknologi. Namun demikian, juga terdapat beberapa
permasalahan yang muncul, antara lain mengabaikan pengembangan
teknologi secara internal karena selalu tergantung pada pihak lain.
2. Hubungan Pemasok
Banyak perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan para
pemasok selama bertahun-tahun. Hubungan kerja sama tersebut tidak jarang
hanya berbentuk kerja sama informal. Kerja sama dengan pemasok
mempunyai beberapa keuntungan, contohnya antara lain:
a. Biaya produksi yang lebih rendah akan dicapai apabila pemasok dapat
memodifikasi suatu komponen sehingga komponen tersebut dapat
dipasangkan dengan lebih mudah ke produk perusahaan.
b. Pengurangan pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan karena
adanya informasi dari pemasok mengenai penggunaan produk-produk
yang sesuai dengan keinginan konsumen.
c. Peningkatan aliran material yang lebih baik akan dapat mengurangi
tingkat persediaan.
d. Pengurangan biaya administrasi melalui sistem informasi yang
terintegrasi.
2.6 PENGEMBANGAN PRDDUK •
3. Outsourcing
Pengertian outsourcing merujuk pada pendelegasian kegiatan
nonoperasional perusahaan kepada suatu entitas eksternal yang memiliki
kapasitas manajemen yang profesional dalam bidang operasi tertentu. Alasan
penggunaan outsourcing antara lain adalah menghemat biaya perusahaan,
fokus pada kompetensi tertentu perusahaan, serta efisiensi tenaga kerja,
modal, teknologi, dan sumber daya. Salah satu contoh penerapan outsourcing
misalnya outsourcing layanan teknologi informasi oleh penyedia jasa
spesialisasi teknologi informasi.
Outsourcing meliputi kegiatan pengalihan dan pengawasan manajemen
dan/atau pembuatan keputusan manajemen mengenai suatu fungsi bisnis
kepada penyedia ekstemal. Kegiatan ini memerlukan pertukaran informasi
dua arah, koordinasi, dan kepercayaan antara pihak penyedia outsourcing
dengan klien. Pengertian outsourcing tersebut berbeda dengan pengertian
hubungan antara pembeli dan penjual atau penyedia jasa. Outsourcing
melibatkan hubungan aktif kedua belah pihak dalam pengawasan manajemen
dan proses operasi. Sementara itu, pada pengertian tradisional, hubungan
antara kedua belah pihak hanya sebatas pada hubungan secara kontrak saja,
dan mereka tetap terpisah dalam hal koordinasi manajemen.
4. Joint Venture
Joint Venture adalah suatu unit terpisah yang melibatkan dua atau lebih
peserta aktif sebagai mitra. Kadang-kadang juga disebut sebagai aliansi
strategis, yang meliputi berbagai mitra, termasuk organisasi nirlaba, sektor
bisnis dan umum. Joint venture merupakan suatu kontrak antara dua
perusahaan untuk membentuk satu perusahaan baru, perusahaan baru inilah
yang disebut dengan perusahaan joint venture. Dengan joint venture,
perusahaan dapat berbagi keuntungan serta biaya dalam hal penelitian dan
pengembangan proyek. Bentuk ini biasanya lahir untuk suatu proyek tertentu
dan berakhir begitu proyek telah diselesaikan.
5. Kolaborasi (non-joint ventures)
Kolaborasi merupakan bentuk kerja sama tanpa adanya entitas legal
dengan tujuan agar kerja sama menjadi lebih fleksibel. Hal ini dilakukan
untuk memperluas kerja sama dari waktu ke waktu apabila kerja sama
tersebut dirasa diperlukan. Kolaborasi dapat muncul dalam berbagai bentuk
hubungan dengan pemasok.
e EKMA4473/MODUL 2 2.7
6. Konsorsia R&D
Suatu konsorsium menggambarkan situasi dengan sejumlah perusahaan
bekerja sama melakukan suatu aktivitas dalam skala yang besar. Kerja sama
di bidang penelitian dan pengembangan dilakukan agar dapat berbagi biaya
dan risiko penelitian, tenaga ahli, dan peralatan.
7. Klaster Industri
Klaster merupakan konsentrasi geografi perusahaan-perusahaan,
pemasok khusus, penyedia jasa, serta institusi-institusi lain yang terdapat
dalam satu wilayah tertentu dalam satu negara atau daerah. Hal yang
membedakan bentuk kerja sama ini dengan kerja sama lainnya adalah adanya
kedekatan geografi. Klaster muncul karena dapat meningkatkan produktivitas
di antara perusahaan-perusahaan yang terdapat dalam satu wilayah tertentu.
Pengembangan klaster ini merupakan agenda penting bagi pemerintah,
perusahaan-perusahaan, serta institusi lainnya.
8. Jaringan Inovasi
Jaringan inovasi merupakan bentuk baru organisasi yang merupakan
organisasi virtual. Suatu perusahaan dapat menggunakan jaringan kerja sama
ini dalam bentuk produksi dan distribusi suatu produk. Misalnya, perusahaan
A, memiliki lisensi atas merek tertentu, namun perusahaan tersebut bekerja
sama dengan perusahaan lain untuk memproduksi dan mendistribusikan
produk dengan merek tertentu. Perusahaan A melakukan penelitian, desain,
dan pengembangan, namun, dia memiliki jaringan pabrik di negara-negara
lain.
B. ANALISIS PRODUK BERDASARKAN NILAI
Anda sudah paham, bukan mengenai pentingnya kerja sama dengan
berbagai pihak dalam pengembangan produk? Kerja sama yang telah
dibentuk tidak semata-mata menjamin keberhasilan produk baru. Pemilihan
produk yang tepat yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen
merupakan tugas berat berikutnya. Pemilihan produk yang tepat merupakan
langkah penting bagi perusahaan dalam memasarkan produk barunya.
Pemilihan produk yang tepat akan menghasilkan produk yang sesuai dengan
kebutuhan konsumen baik dari segi harga, kualitas, dan ketersediaan. Produk
dengan harga yang terlalu mahal akan sulit menembus pasar apabila tidak
2.8 PENGEMBANGAN PRDDUK •
sesuai dengan harapan konsumen. Belum lagi kehadiran pesaing yang dengan
cepat mengadopsi teknologi yang telah dikembangkan dengan biaya rendah
sehingga menghasilkan produk yang lebih murah. Anda dapat perhatikan
bahwa akhir-akhir ini Anda dengan mudah dapat menjumpai produk HP
dengan harga yang sangat murah namun, memiliki kemampuan yang setara
dengan merek lain yang memiliki harga lebih mahal. Apakah dari sisi
pemasaran produk tersebut dikatakan berhasil? Perlu waktu untuk menilai
keberhasilan produk baru, dan harus ditekankan pula bahwa tidak semua
produk yang berharga murah dapat bertahan melawan pesaing-pesaingnya.
Kesukaan merek, kualitas, dan prestise merupakan hal-hal yang sulit untuk
diukur secara langsung mengingat konsumen memiliki berbagai macam
pertimbangan untuk membeli suatu produk. Tentunya, Anda juga masih ingat
beberapa tahun yang lalu mengenai serbuan motor China (Mocin) yang
sempat mempengaruhi pasar motor nasional. Seiring dengan berjalannya
waktu, serbuan motor China tersebut terbukti tidak dapat menggoyahkan
pasar motor nasional. Citra merek yang sudah tertanam di benak konsumen
serta ketersediaan suku cadang menjadi pertimbangan utama bagi konsumen
untuk membeli motor. Dengan harga yang lebih mahal tetapi kualitas yang
sepadan, konsumen tidak akan berpikir ulang untuk membeli motor dengan
harga yang lebih murah namun kualitas tidak menjanjikan.
Pemilihan konsumen terhadap berbagai macam produk yang ditawarkan
harus dapat dipahami oleh produsen. Produk apa saja yang menjadi
kebutuhan pelanggan, kemasan dan kualitas yang sesuai menjadi perhatian
utama perusahaan. Manajer operasi mempunyai berbagai pertimbangan untuk
memilih produk yang paling menjanjikan. Hal ini merupakan prinsip Pareto
(yakni fokus pada permasalahan yang sedikit tetapi penting dan bukan pada
permasalahan yang banyak tetapi sepele) yang diterapkan pada bauran
produk. Prinsip ini menekankan pada pendapat bahwa sumber daya
diinvestasikan pada permasalahan yang sedikit tetapi penting, dan bukan
yang banyak tetapi sepele. Untuk itulah, manajer operasi perlu melakukan
analisis produk berdasarkan nilai. Analisis produk berdasarkan nilai
(product-by-value analysis) merupakan kegiatan mengurutkan produk secara
menurun berdasarkan kontribusi rupiah individu masing-masing produk bagi
perusahaan. Analisis ini juga mengurutkan kontribusi rupiah total tahunan
dari suatu produk. Kontribusi rendah per unit satu produk tertentu mungkin
akan terlihat sama sekali berbeda jika ia mewakili sebagian besar penjualan
perusahaan. Analisis ini tidak hanya memfokuskan pada pembuatan produk
e EKMA4473/MODUL 2 2.9
yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen saja, tetapi lebih dari itu, apakah
produk yang dibuat tersebut mampu memberikan keuntungan bagi
perusahaan.
Laporan produk berdasarkan nilai membuat manajemen dapat
mengevaluasi strategi yang mungkin dilakukan untuk setiap produk. Hal ini
meliputi penambahan arus kas (misalnya peningkatan kontribusi melalui
peningkatan harga jual atau menurunkan biaya), peningkatan penetrasi pasar
(melalui peningkatan kualitas dan/atau mengurangi biaya atau harga), atau
mengurangi biaya (melalui perbaikan proses produksi). Laporan analisis nilai
produk juga memberikan informasi bagi manajemen, produk mana yang
harus dihilangkan dan produk mana yang gagal sehingga tidak membolehkan
adanya investasi pada penelitian dan pengembangan atau modal. Laporan
analisis nilai produk memfokuskan perhatian manajemen pada araban strategi
untuk setiap produk.
Saudara mahasiswa, telah Anda pelajari bahwa analisis produk
berdasarkan nilai tidak hanya menekankan pada produksi yang dapat
memenuhi kebutuhan konsumen, tetapi lebih dari itu apakah produk mampu
memberikan keuntungan serta apakah layak untuk diproduksi dalam sistem
manufaktur. Design for Manufacturing (DFM) merupakan suatu pendekatan
yang terdiri dari dua hal, yaitu (1) simplifikasi produk dan (2) manufacturing
multi produk dengan menggunakan peralatan, proses, dan modul yang sudah
ada. Pada pendekatan ini ditekankan pula adanya analisis nilai. Nilai
merupakan rasio kegunaan dibandingkan biaya. Penentuan produk perlu
memperhatikan pula analisis nilai, apakah produk yang akan dijual dapat
memberikan nilai tidak hanya bagi pelanggan, tetapi juga bagi perusahaan.
C. PENENTUAN PRODUK BARU
Saudara mahasiswa, seperti telah Anda pelajari pada Modul 1 mengenai
daur hidup produk bahwa setiap produk akan memiliki umur tertentu yang
dimulai dari perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan, sampai dengan
penurunan. Pemilihan produk, definisi produk, dan desain produk merupakan
aktivitas yang dilakukan secara terus menerus mengingat perusahaan
memperoleh pendapatan dan keuntungan dari adanya produk baru. Aktivitas
tersebut juga harus dilakukan karena produk lama telah mati atau harus
dibuang dan digantikan oleh produk pengganti.
2.10 PENGEMBANGAN PRDDUK •
Satu teknik untuk menghasilkan ide produk baru adalah brainstorming.
Brainstorming merupakan sebuah teknik yang mengelompokkan orang-orang
yang berbeda untuk saling berbagi ide mengenai topik tertentu, tanpa
mengkritik. Tujuan brainstorming adalah untuk membengkitkan diskusi
terbuka yang menghasilkan ide kreatif mengenai produk yang mungkin
dikembangkan. Walaupun perusahaan dapat memasukkan brainstorming
dalam berbagai tahapan pengembangan produk baru, namun akan lebih
bermanfaat apabila memusatkan perhatian pada beberapa hal berikut ini.
1. Memahami pelanggan merupakan permasalahan dasar dalam
pengembangan produk baru. Banyak produk penting biasanya dipikirkan
pertama kali dan bahkan dibentuk oleh pengguna, bukan oleh produsen.
Beberapa produk cenderung dikembangkan oleh lead user yaitu
perusahaan, organisasi, atau individu yang peka terhadap trend pasar dan
mempunyai kebutuhan di luar pengguna biasa. Manajer operasi harus
menyesuaikan diri pada pasar terutama lead user ini.
2. Perubahan ekonomi menyebabkan meningkatnya tingkat kemakmuran
pada jangka panjang tetapi siklus ekonomi dan harga berubah dalam
jangka pendek. Sebagai contoh, pada jangka panjang, semakin banyak
orang bisa membeli mobil, tetapi pada jangka pendek, resesi dapat
menurunkan permintaan mobil.
3. Perubahan sosiologi dan demografi selalu terjadi di masyarakat. Salah
satu contohnya adalah berkurangnya ukuran keluarga sehingga akan
mengubah preferensi pada ukuran rumah, apartemen, dan mobil.
4. Perubahan teknologi yang membuat segala sesuatu yang awalnya tidak
mungkin menjadi mungkin, mulai dari komputer genggam, telepon
genggam, sampai pada jantung buatan.
5. Perubahan politik/peraturan akan melahirkan perjanjian perdagangan
yang baru, tarif, dan juga berbagai macam persyaratan kontrak dengan
pemerintah.
6. Perubahan lain dapat muncul melalui kebiasaan pasar, standar
profesional, pemasok, dan distributor.
Manajer operasi harus menyadari adanya faktor-faktor ini dan dapat
mengantisipasi perubahan dalam peluang produk, pilihan produk, volume
produk, dan bauran produk.
Penentuan produk menjadi perhatian utama manajemen mengingat
keberhasilan dan kegagalan perusahaan di masa-masa yang akan datang
e EKMA4473/MODUL 2 2.11
tergantung pada penerimaan produk di pasar dan tingkat penjualan.
Penentuan produk dilakukan sebelum sumber daya-sumber daya penting
diaplikasikan untuk pengembangan produk. Perencanaan produk diperlukan
pada fase ini, yaitu perlunya penentuan proyek-proyek pengembangan
produk seperti apakah yang diperlukan serta berapa lamakah waktu yang
diperlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Hal ini mendekatkan pada
strategi bisnis yang lebih luas serta jawaban atas pertanyaan-pertanyaan
berikut:
If Proyek pengembangan produk yang bagaimanakah yang akan
dilakukan?
Portofolio proyek yang bagaimanakah yang akan dikembangkan?
(misalnya platform produk, turunan produk, atau produk-produk baru
yang terputus-putus).
Bagaimanakah mengenai penentuan waktu dan urutan penyelesaian
proyek?
Aktivitas perencanaan produk memerlukan input dari bagian penelitian
dan pengembangan. Aktivitas ini berkaitan dengan kapasitas teknologi
perusahaan dan memerlukan perhatian pihak manajemen. Menentukan
produk yang dibutuhkan oleh konsumen serta mampu dibeli konsumen
bukanlah hal yang mudah, namun demikian, penentuan produk harus
didasarkan pada kegiatan penelitian dan pengembangan serta usaha keras
secara terstruktur. Organisasi atau perusahaan dapat memilih untuk bersaing
pada satu atau beberapa pasar produk dengan menggunakan jangkauan
teknologi tertentu atau disebut portofolio teknologi. Perusahaan akan mencari
kapabilitas-kapabilitas tertentu yang memungkinkan mereka untuk memasuki
pasar dengan menawarkan produk-produk yang menarik di pasar tersebut.
Keberhasilan mereka sangat ditentukan oleh bagaimanakah perusahaan
mampu menyelesaikan seluruh kegiatan tersebut.
Perencanaan produk merupakan usaha perusahaan untuk
mengidentifikasi portofolio produk yang akan dikembangkan. Proses ini
meliputi kesempatan-kesempatan pengembangan produk dari berbagai
sumber, termasuk pemasaran, penelitian, dan pengembangan, pelanggan, dan
analisis pesaing. Sering kali perusahaan besar memiliki kesempatan lebih
untuk mengembangkan produk dalam hal pendanaan serta penelitian dan
pengembangan. Perencanaan produk merupakan aktivitas yang selalu
diperbarui dan diupayakan perbaikannya untuk merefleksikan perubahan
2.12 PENGEMBANGAN PRDDUK e
lingkungan persaingan. Sering kali peluncuran produk baru yang dilakukan
oleh pesaing akan mengubah perencanaan produk perusahaan. Kecepatan
membaca situasi pasar menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. Munculnya
produk baru di pasar sering kali mengubah perencanaan produk yang telah
dikembangkan perusahaan. Perencanaan produk sering kali melibatkan senior
manajemen dan merupakan bagian dari strategi yang sedang berjalan saat ini.
· ~· -. '
- -::
-.c-- ~ ~
. ; .....-,'
------ ~
LATIHAN
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,
kerjakanlah latihan berikut!
1) Jelaskan pengertian aliansi strategis!
2) Jelaskan pengertian joint venture!
3) Jelaskan pengertian lisensi!
4) Jelaskan pengertian analisis produk berdasarkan nilai (product-by-value
analysis)!
5) Jelaskan mengenai aktivitas perencanaan produk!
Petunjuk Jawaban Latihan
1) Aliansi strategis merupakan suatu bentuk kesepakatan atau perjanjian
antara dua atau lebih pihak untuk berbagi pengetahuan, teknologi, dan
sumber daya yang dapat menguntungkan semua pihak yang terlibat.
2) Joint venture merupakan suatu kontrak antara dua perusahaan untuk
membentuk satu perusahaan baru, perusahaan baru inilah yang disebut
dengan perusahaan joint venture.
3) Lisensi merupakan suatu metode yang umum digunakan untuk
memperoleh teknologi dari pihak lain. Kerja sama ini tidak diarahkan
pada hubungan yang luas, tetapi diarahkan pada peningkatan lisensi
terhadap teknologi dari perusahaan lain.
4) Analisis produk berdasarkan nilai (product-by-value analysis)
merupakan kegiatan mengurutkan produk secara menurun berdasarkan
kontribusi rupiah individu masing-masing produk bagi perusahaan.
5) Aktivitas perencanaan produk memerlukan input dari bagian penelitian
dan pengembangan. Aktivitas ini berkaitan dengan kapasitas teknologi
perusahaan dan memerlukan perhatian pihak manajemen. Menentukan
e EKMA4473/MODUL 2 2.13
produk yang dibutuhkan oleh konsumen serta mampu dibeli konsumen
bukanlah hal yang mudah, namun demikian, penentuan produk harus
didasarkan pada kegiatan penelitian dan pengembangan serta usaha keras
secara terstruktur.
RANGKUMAN- - - - - - - - - - - - - - - - - -
1. Pengembangan produk tidak terlepas dari adanya kerja sama internal
perusahaan maupun kerja sama dengan berbagai pihak eksternal
perusahaan. Kerja sama internal meliputi kerja sama antar
departemen dalam perusahaan, antara lain kerja sama antara
departemen keuangan, operasi, pemasaran, dan sumber daya
manusia. Kerja sama eksternal dapat meliputi kerja sama dengan
pemasok, distributor, atau bahkan dengan pesaing.
2. Kapabilitas khusus merupakan kemampuan perusahaan dalam
operasionalnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Suatu
perusahaan perlu memiliki kapabilitas tertentu yang membeda-
kannya dengan perusahaan-perusahaan lain. Kapabilitas utama
perusahaan bersama dengan aktivitas-aktivitas yang lain saling
melengkapi dalam penyusunan produk baru.
3. Pengembangan produk baru memerlukan kerja sama dengan
perusahaan-perusahaan lain. Hubungan kerja sama antar perusahaan
tersebut akan membentuk aliansi strategis. Aliansi strategis
merupakan suatu bentuk kesepakatan atau perjanjian antara dua atau
lebih pihak untuk berbagi pengetahuan, teknologi, dan sumber daya
yang dapat menguntungkan semua pihak yang terlibat.
4. Terdapat delapan bentuk aliansi strategik, yaitu (1) lisensi, (2)
hubungan pemasok, (3) outsourcing, (4) joint venture, (5)
kolaborasi (non-joint ventures), (6) konsorsia R&D, (7) klaster
industri, dan (8) jaringan inovasi.
5. Pengembangan produk baru merupakan kegiatan yang diharapkan
dapat memberikan keuntungan, oleh karenanya perlu dilakukan
analisis produk berdasarkan nilai (product-by-value analysis).
Analisis produk berdasarkan nilai merupakan kegiatan mengurutkan
produk secara menurun berdasarkan kontribusi rupiah individu
masing-masing produk bagi perusahaan. Analisis ini juga
mengurutkan kontribusi rupiah total tahunan dari suatu produk.
Kontribusi rendah per unit satu produk tertentu mungkin akan
terlihat sama sekali berbeda jika ia mewakili sebagian besar
penjualan perusahaan. Analisis ini tidak hanya memfokuskan pada
2.14 PENGEMBANGAN PRDDUK e
pembuatan produk yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen saja,
tetapi lebih dari itu, apakah produk yang dibuat tersebut mampu
memberikan keuntungan bagi perusahaan.
6. Analisis produk berdasarkan nilai akan menghasilkan laporan
produk berdasarkan nilai yang membuat manajemen dapat
mengevaluasi strategi yang mungkin dilakukan untuk setiap produk.
Hal ini meliputi penambahan arus kas (misalnya peningkatan
kontribusi melalui peningkatan harga jual atau menurunkan biaya),
peningkatan penetrasi pasar (melalui peningkatan kualitas dan/atau
mengurangi biaya atau harga), atau mengurangi biaya (melalui
perbaikan proses produksi).
7. Satu teknik untuk menghasilkan ide produk baru adalah
brainstorming. Brainstorming merupakan sebuah teknik yang
mengelompokkan orang-orang yang berbeda untuk saling berbagi
ide mengenai topik tertentu, tanpa mengkritik. Tujuan
brainstorming adalah untuk rnernbangkitkan diskusi terbuka yang
rnenghasilkan ide kreatif mengenai produk yang mungkin
dikembangkan.
8. Penentuan produk rnenjadi perhatian utama manajemen mengingat
keberhasilan dan kegagalan perusahaan di masa-masa yang akan
datang tergantung pada penerirnaan produk di pasar dan tingkat
penjualan. Penentuan produk dilakukan sebelurn surnber daya-
sumber daya penting diaplikasikan untuk pengembangan produk.
Perencanaan produk diperlukan pada fase ini, yaitu perlunya
penentuan proyek-proyek pengernbangan produk seperti apakah
yang diperlukan serta berapa lamakah waktu yang diperlukan untuk
rnenyelesaikan proyek tersebut.
TES FORMATIF 1
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1) Kapabilitas yang dimiliki suatu perusahaan yang mernbedakannya
dengan perusahaan lain disebut kapabilitas ....
A. umum
B. khusus
C. bersarna
D. utama
e EKMA4473/MODUL 2 2.15
2) Suatu bentuk kesepakatan atau perjanjian antara dua atau lebih pihak
untuk berbagi pengetahuan, teknologi, dan sumber daya yang dapat
menguntungkan semua pihak yang terlibat disebut ....
A. aliansi strategis
B. kesepakatan
C. perseroan terbatas
D. perseroan komanditer
3) Suatu bentuk kerja sama yang dimaksudkan untuk memperoleh
teknologi dari pihak lain disebut ....
A. lisensi
B. joint venture
C. konsorsia
D. jaringan inovasi
4) Pendelegasian kegiatan nonoperasional perusahaan kepada suatu entitas
eksternal yang memiliki kapasitas manajemen yang profesional dalam
bidang operasi tertentu disebut dengan ....
A. joint venture
B. jaringan inovasi
C. outsourcing
D. hubungan pemasok
5) Suatu bentuk organisasi baru yang merupakan organisasi virtual untuk
melaksanakan jaringan kerja sama ini dalam bentuk produksi dan
distribusi suatu produk disebut ....
A. joint venture
B. konsorsia R&D
C. outsourcing
D. jaringan inovasi
6) Analisis produk berdasarkan nilai (product-by-value analysis) adalah ....
A. kegiatan memilih produk berdasarkan kesukaan konsumen dengan
harga yang seimbang
B. kegiatan mengurutkan produk secara menurun berdasarkan
kontribusi rupiah individu masing-masing produk bagi perusahaan
C. melakukan analisis produk berdasarkan spesifikasi yang diinginkan
pelanggan yang paling sesuai dengan spesifikasi perusahaan
D. Menggunakan pelanggan sebagai sumber informasi untuk
menentukan kualitas produk yang sesuai
2.16 PENGEMBANGAN PRDDUK •
7) Laporan analisis nilai produk berguna sebagai ....
A. informasi bagi manajemen untuk menentukan produk mana yang
gagal sehingga tidak boleh ada investasi pada produk tersebut
B. dasar pengambilan keputusan untuk melakukan penelitian dan
pengembangan produk
C. penentuan produk yang paling laku di pasar dan disukai konsumen
D. penentu pengambilan keputusan mengenai harga dan kualitas
produk
8) Suatu teknik pengembangan produk yang dilakukan dengan
mengelompokkan orang-orang yang berbeda untuk saling berbagi ide
mengenai topik tertentu, tanpa mengkritik disebut ....
A. analisis nilai
B. brainstorming
C. perencanaan produk
D. penelitian produk
9) Berikut adalah salah satu perhatian untuk mengernbangkan produk baru,
yaitu ....
A. kenaikan harga bahan pokok
B. distribusi langsung
C. pemilihan pemasok
D. perubahan sosial dan demografi
10) Perencanaan produk bukanlah hal yang mudah. Untuk mengetahui
produk yang dibutuhkan konsumen serta mampu dibeli, diperlukan
adanya kegiatan ....
A. perancangan produk
B. analisis nilai
C. penelitian dan pengembangan
D. desain produk
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang
terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.
Jurnlah Jawaban yang Benar
Tingkat penguasaan = ----------- x 100%
Jumlah Soal
e EKMA4473/MODUL 2
Arti tingkat penguasaan: 90 - 1OOo/o = baik sekali
80 - 89% =baik
70 - 79% =cukup
< 70% = kurang
2.17
Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat
meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
2.18 PENGEMBANGAN PRDDUK •
KEGIATAN BELA&JAR 2
Proses Perencanaan Produk
audara mahasiswa, setelah Anda mempelajari materi mengenai pemilihan
produk, maka pada Kegiatan Belajar 2 ini Anda akan mempelajari
mengenai proses perencanaan produk. Perencanaan produk memerlukan kerja
sama dan analisis yang mendalam dengan berbagai fungsi. Perencanaan
produk tidak hanya sekedar menentukan produk sesuai dengan keinginan dan
kebutuhan pelanggan saja, tetapi juga harus memperhatikan perencanaan
produk dari sisi teknis. Apakah secara teknis produk dapat dikembangkan?
Atau apabila dapat dikembangkan, apakah produk dapat memberikan
keuntungan? Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama antaranggota tim
pengembangan produk.
A. PROYEK PENGEMBANGAN PRODUK
Perencanaan produk merupakan kegiatan mengidentifikasi portofolio
produk-produk yang dikembangkan oleh organisasi dan waktu
pengenalannya ke pasar. Proses perencanaan produk mempertimbangkan
peluang-peluang pengembangan produk. Peluang-peluang tersebut
diidentifikasi oleh banyak sumber, antara lain usulan-usulan dari bagian
pemasaran, penelitian, pelanggan, tim pengembangan produk, dan analisis
keunggulan pesaing. Berdasarkan peluang-peluang tersebut, selanjutnya
dipilihlah suatu portofolio proyek pengembangan, ditentukan garis besar
proyek, dan dialokasikanlah sumber daya yang ada.
Rencana produk secara teratur diperbarui agar mencerminkan adanya
perubahan dalam lingkungan persaingan, teknologi, dan informasi
keberhasilan produk yang sudah ada. Selanjutnya, rencana produk
dikembangkan dengan memperkirakan sasaran perusahaan, kemampuan,
batasan, dan lingkungan persaingan. Keputusan mengenai perencanaan
produk akan melibatkan manajemen senior organisasi dan dapat memakan
waktu selama bertahun-tahun atau tidak sampai satu tahun.
Proses perencanaan produk dilakukan sebelum suatu proyek
pengembangan produk secara formal disetujui, sumber daya yang penting
digunakan, dan sebelum tim pengembangan yang lebih besar dibentuk.
Perencanaan produk merupakan suatu kegiatan yang mempertimbangkan
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk
BMP EKMA4473 Pengembangan Produk

Recomendados

BMP EKMA4265 Manajemen Kualitas von
BMP EKMA4265 Manajemen KualitasBMP EKMA4265 Manajemen Kualitas
BMP EKMA4265 Manajemen KualitasMang Engkus
38.8K views514 Folien
BMP EKMA4569 Perencanaan Pemasaran von
BMP EKMA4569 Perencanaan PemasaranBMP EKMA4569 Perencanaan Pemasaran
BMP EKMA4569 Perencanaan PemasaranMang Engkus
31.1K views419 Folien
BMP EKMA4367 Hubungan Industrial von
BMP EKMA4367 Hubungan IndustrialBMP EKMA4367 Hubungan Industrial
BMP EKMA4367 Hubungan IndustrialMang Engkus
45.1K views323 Folien
BMP EKMA4475 Pemasaran Strategik von
BMP EKMA4475 Pemasaran StrategikBMP EKMA4475 Pemasaran Strategik
BMP EKMA4475 Pemasaran StrategikMang Engkus
27K views433 Folien
BMP EKMA4478 Analisis Kasus Bisnis von
BMP EKMA4478 Analisis Kasus BisnisBMP EKMA4478 Analisis Kasus Bisnis
BMP EKMA4478 Analisis Kasus BisnisMang Engkus
28.5K views423 Folien
BMP EKMA4565 Manajemen Perubahan von
BMP EKMA4565 Manajemen PerubahanBMP EKMA4565 Manajemen Perubahan
BMP EKMA4565 Manajemen PerubahanMang Engkus
29.8K views157 Folien

Más contenido relacionado

Was ist angesagt?

BMP EKMA4263 Manajemen Kinerja von
BMP EKMA4263 Manajemen KinerjaBMP EKMA4263 Manajemen Kinerja
BMP EKMA4263 Manajemen KinerjaMang Engkus
36.1K views463 Folien
BMP EKMA4370 Kewirausahaan von
BMP EKMA4370 KewirausahaanBMP EKMA4370 Kewirausahaan
BMP EKMA4370 KewirausahaanMang Engkus
39.6K views315 Folien
BMP EKMA4570 von
BMP EKMA4570BMP EKMA4570
BMP EKMA4570Mang Engkus
24.1K views652 Folien
Penetapan pasar sasaran & penempatan produk von
Penetapan pasar sasaran & penempatan produkPenetapan pasar sasaran & penempatan produk
Penetapan pasar sasaran & penempatan produkAndimega29
18.3K views15 Folien
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan IHSG von
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan IHSGAnalisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan IHSG
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan IHSGTrisnadi Wijaya
53.4K views35 Folien
BMP EKMA4369 Manajemen Operasi Jasa von
BMP EKMA4369 Manajemen Operasi JasaBMP EKMA4369 Manajemen Operasi Jasa
BMP EKMA4369 Manajemen Operasi JasaMang Engkus
46.1K views515 Folien

Was ist angesagt?(20)

BMP EKMA4263 Manajemen Kinerja von Mang Engkus
BMP EKMA4263 Manajemen KinerjaBMP EKMA4263 Manajemen Kinerja
BMP EKMA4263 Manajemen Kinerja
Mang Engkus36.1K views
BMP EKMA4370 Kewirausahaan von Mang Engkus
BMP EKMA4370 KewirausahaanBMP EKMA4370 Kewirausahaan
BMP EKMA4370 Kewirausahaan
Mang Engkus39.6K views
BMP EKMA4570 von Mang Engkus
BMP EKMA4570BMP EKMA4570
BMP EKMA4570
Mang Engkus24.1K views
Penetapan pasar sasaran & penempatan produk von Andimega29
Penetapan pasar sasaran & penempatan produkPenetapan pasar sasaran & penempatan produk
Penetapan pasar sasaran & penempatan produk
Andimega2918.3K views
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan IHSG von Trisnadi Wijaya
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan IHSGAnalisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan IHSG
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan IHSG
Trisnadi Wijaya53.4K views
BMP EKMA4369 Manajemen Operasi Jasa von Mang Engkus
BMP EKMA4369 Manajemen Operasi JasaBMP EKMA4369 Manajemen Operasi Jasa
BMP EKMA4369 Manajemen Operasi Jasa
Mang Engkus46.1K views
strategi-internasional von Wudele Phong
strategi-internasionalstrategi-internasional
strategi-internasional
Wudele Phong38.2K views
BMP EKMA4568 Pemasaran Jasa von Mang Engkus
BMP EKMA4568 Pemasaran JasaBMP EKMA4568 Pemasaran Jasa
BMP EKMA4568 Pemasaran Jasa
Mang Engkus30.7K views
Makalah manajemen operasi von vitalfrans
Makalah manajemen operasiMakalah manajemen operasi
Makalah manajemen operasi
vitalfrans55.3K views
Analisis studi kasus tentang rekrutmen dan seleksi pt wings group von gilang dwi jatnika
Analisis studi kasus tentang rekrutmen dan seleksi pt  wings groupAnalisis studi kasus tentang rekrutmen dan seleksi pt  wings group
Analisis studi kasus tentang rekrutmen dan seleksi pt wings group
gilang dwi jatnika61.3K views
BMP EKMA4311 Studi Kelayakan Bisnis von Mang Engkus
BMP EKMA4311 Studi Kelayakan BisnisBMP EKMA4311 Studi Kelayakan Bisnis
BMP EKMA4311 Studi Kelayakan Bisnis
Mang Engkus42.3K views
BMP EKMA4567 Perilaku Konsumen von Mang Engkus
BMP EKMA4567 Perilaku KonsumenBMP EKMA4567 Perilaku Konsumen
BMP EKMA4567 Perilaku Konsumen
Mang Engkus30.6K views
BMP EKMA4214 Manajemen Sumber Daya Manusia von Mang Engkus
BMP EKMA4214 Manajemen Sumber Daya ManusiaBMP EKMA4214 Manajemen Sumber Daya Manusia
BMP EKMA4214 Manajemen Sumber Daya Manusia
Mang Engkus41.4K views
BMP EKMA4213 Manajemen Keuangan von Mang Engkus
BMP EKMA4213 Manajemen KeuanganBMP EKMA4213 Manajemen Keuangan
BMP EKMA4213 Manajemen Keuangan
Mang Engkus63.9K views
BMP EKMA4476 Audit SDM von Mang Engkus
BMP EKMA4476 Audit SDMBMP EKMA4476 Audit SDM
BMP EKMA4476 Audit SDM
Mang Engkus39.9K views
Strategi Proses Manajemen Operasional von IkkaW
Strategi Proses Manajemen OperasionalStrategi Proses Manajemen Operasional
Strategi Proses Manajemen Operasional
IkkaW59.5K views
Teori Produksi - Pengantar Ekonomi Mikro (Makalah) von M Abdul Aziz
Teori Produksi - Pengantar Ekonomi Mikro (Makalah)Teori Produksi - Pengantar Ekonomi Mikro (Makalah)
Teori Produksi - Pengantar Ekonomi Mikro (Makalah)
M Abdul Aziz60.6K views

Destacado

BMP ESPA4229 von
BMP ESPA4229BMP ESPA4229
BMP ESPA4229Mang Engkus
18.4K views456 Folien
BMP ESPA4228 von
BMP ESPA4228BMP ESPA4228
BMP ESPA4228Mang Engkus
11.2K views230 Folien
BMP ESPA4226 von
BMP ESPA4226BMP ESPA4226
BMP ESPA4226Mang Engkus
9.2K views402 Folien
BMP ESPA4224 von
BMP ESPA4224BMP ESPA4224
BMP ESPA4224Mang Engkus
6.8K views402 Folien
BMP ESPA4221 von
BMP ESPA4221BMP ESPA4221
BMP ESPA4221Mang Engkus
16.6K views478 Folien
BMP ESPA4222 von
BMP ESPA4222BMP ESPA4222
BMP ESPA4222Mang Engkus
5.6K views399 Folien

Destacado(18)

BMP ESPA4229 von Mang Engkus
BMP ESPA4229BMP ESPA4229
BMP ESPA4229
Mang Engkus18.4K views
BMP ESPA4228 von Mang Engkus
BMP ESPA4228BMP ESPA4228
BMP ESPA4228
Mang Engkus11.2K views
BMP ESPA4221 von Mang Engkus
BMP ESPA4221BMP ESPA4221
BMP ESPA4221
Mang Engkus16.6K views
BMP MKDU4109 von Mang Engkus
BMP MKDU4109BMP MKDU4109
BMP MKDU4109
Mang Engkus16.8K views
BMP ESPA4220 von Mang Engkus
BMP ESPA4220BMP ESPA4220
BMP ESPA4220
Mang Engkus10.3K views
BMP MKDU4110 von Mang Engkus
BMP MKDU4110BMP MKDU4110
BMP MKDU4110
Mang Engkus21.6K views
BMP EKMA4314 Akuntansi Manajemen von Mang Engkus
BMP EKMA4314 Akuntansi ManajemenBMP EKMA4314 Akuntansi Manajemen
BMP EKMA4314 Akuntansi Manajemen
Mang Engkus42.2K views
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter von Mang Engkus
BMP ESPA4227 Ekonomi MoneterBMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
BMP ESPA4227 Ekonomi Moneter
Mang Engkus22.2K views
BMP MKDU4111 von Mang Engkus
BMP MKDU4111BMP MKDU4111
BMP MKDU4111
Mang Engkus39.7K views
BMP EKMA4413 Riset Operasi von Mang Engkus
BMP EKMA4413 Riset OperasiBMP EKMA4413 Riset Operasi
BMP EKMA4413 Riset Operasi
Mang Engkus29.2K views
BMP EKMA4216 Manajemen Pemasaran von Mang Engkus
BMP EKMA4216 Manajemen PemasaranBMP EKMA4216 Manajemen Pemasaran
BMP EKMA4216 Manajemen Pemasaran
Mang Engkus23.7K views
BMP EKMA4434 Sistem Informasi Manajemen von Mang Engkus
BMP EKMA4434 Sistem Informasi ManajemenBMP EKMA4434 Sistem Informasi Manajemen
BMP EKMA4434 Sistem Informasi Manajemen
Mang Engkus36.3K views
BMP EKMA4315 Akuntansi Biaya von Mang Engkus
BMP EKMA4315 Akuntansi BiayaBMP EKMA4315 Akuntansi Biaya
BMP EKMA4315 Akuntansi Biaya
Mang Engkus60.5K views

Similar a BMP EKMA4473 Pengembangan Produk

P14 MGT INOVASI.pptx von
P14 MGT INOVASI.pptxP14 MGT INOVASI.pptx
P14 MGT INOVASI.pptxdasephidayah1
3 views21 Folien
Jefri la28 2001558100_compilation von
Jefri la28 2001558100_compilationJefri la28 2001558100_compilation
Jefri la28 2001558100_compilationJefri Tjhin
1.8K views35 Folien
Givenchy 2001578052 la28_compliation von
Givenchy 2001578052 la28_compliationGivenchy 2001578052 la28_compliation
Givenchy 2001578052 la28_compliationGivenYohanes
123 views28 Folien
Compilation von
CompilationCompilation
CompilationWimbaJuventio
36 views33 Folien
Makalah kelompok pengantar bisnis von
Makalah kelompok pengantar bisnisMakalah kelompok pengantar bisnis
Makalah kelompok pengantar bisnisLan Mouri
3K views18 Folien
19. PPT_MARDILAH.pptx von
19. PPT_MARDILAH.pptx19. PPT_MARDILAH.pptx
19. PPT_MARDILAH.pptxBAPENDAEMPATLAWANG
10 views14 Folien

Similar a BMP EKMA4473 Pengembangan Produk(20)

Jefri la28 2001558100_compilation von Jefri Tjhin
Jefri la28 2001558100_compilationJefri la28 2001558100_compilation
Jefri la28 2001558100_compilation
Jefri Tjhin1.8K views
Givenchy 2001578052 la28_compliation von GivenYohanes
Givenchy 2001578052 la28_compliationGivenchy 2001578052 la28_compliation
Givenchy 2001578052 la28_compliation
GivenYohanes123 views
Makalah kelompok pengantar bisnis von Lan Mouri
Makalah kelompok pengantar bisnisMakalah kelompok pengantar bisnis
Makalah kelompok pengantar bisnis
Lan Mouri3K views
Kewirausahaan, fitri prihatin, hapzi ali,prof.dr.mm, msdm, manajemen operasi ... von fitripri
Kewirausahaan, fitri prihatin, hapzi ali,prof.dr.mm, msdm, manajemen operasi ...Kewirausahaan, fitri prihatin, hapzi ali,prof.dr.mm, msdm, manajemen operasi ...
Kewirausahaan, fitri prihatin, hapzi ali,prof.dr.mm, msdm, manajemen operasi ...
fitripri76 views
STUDI_KELAYAKAN_BISNIS_PERTEMUAN_KE_1 (1).pdf von hilman39
STUDI_KELAYAKAN_BISNIS_PERTEMUAN_KE_1 (1).pdfSTUDI_KELAYAKAN_BISNIS_PERTEMUAN_KE_1 (1).pdf
STUDI_KELAYAKAN_BISNIS_PERTEMUAN_KE_1 (1).pdf
hilman3928 views
Managing Growing Business Compilation by Arlyn Ninda Sugito von arlynnindasugito
Managing Growing Business Compilation by Arlyn Ninda SugitoManaging Growing Business Compilation by Arlyn Ninda Sugito
Managing Growing Business Compilation by Arlyn Ninda Sugito
arlynnindasugito469 views
Compilation.devina gunawan 2001571544 la 28 von DevinaGunawan4
Compilation.devina gunawan 2001571544 la 28Compilation.devina gunawan 2001571544 la 28
Compilation.devina gunawan 2001571544 la 28
DevinaGunawan494 views
Kreativiti dan inovasi dalam keusahawanan von Syahremie Teja
Kreativiti dan inovasi dalam keusahawananKreativiti dan inovasi dalam keusahawanan
Kreativiti dan inovasi dalam keusahawanan
Syahremie Teja30.4K views
Topik 1 keusahawanan von Ayubkhan Kks
Topik 1 keusahawananTopik 1 keusahawanan
Topik 1 keusahawanan
Ayubkhan Kks2.5K views
TM. 1 - MANAJEMEN INOVASI & KREATIVITAS.pdf von cantiq39
TM. 1 - MANAJEMEN INOVASI & KREATIVITAS.pdfTM. 1 - MANAJEMEN INOVASI & KREATIVITAS.pdf
TM. 1 - MANAJEMEN INOVASI & KREATIVITAS.pdf
cantiq3993 views

Último

STORYBOARD.docx von
STORYBOARD.docxSTORYBOARD.docx
STORYBOARD.docxJUMADAPUTRA
12 views5 Folien
Menyambut Usia Baligh Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka von
Menyambut Usia Baligh Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka Menyambut Usia Baligh Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka
Menyambut Usia Baligh Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka ahmadmistari
48 views14 Folien
Public Relations - Menentukan Masalah von
Public Relations - Menentukan MasalahPublic Relations - Menentukan Masalah
Public Relations - Menentukan MasalahAdePutraTunggali
22 views23 Folien
Materi Perizinan Berusaha Sub Sistem Pengawasan.pptx von
Materi Perizinan Berusaha Sub Sistem Pengawasan.pptxMateri Perizinan Berusaha Sub Sistem Pengawasan.pptx
Materi Perizinan Berusaha Sub Sistem Pengawasan.pptxPPIDDPMPTSPKotaMadiu
16 views36 Folien
Produk Bahan refleksi siklus 1 dan 2.docx von
Produk Bahan refleksi siklus 1 dan 2.docxProduk Bahan refleksi siklus 1 dan 2.docx
Produk Bahan refleksi siklus 1 dan 2.docxdiahprameswari1986
19 views4 Folien
MEDIA INTERAKTIF.pptx von
MEDIA INTERAKTIF.pptxMEDIA INTERAKTIF.pptx
MEDIA INTERAKTIF.pptxJUMADAPUTRA
11 views73 Folien

Último(20)

Menyambut Usia Baligh Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka von ahmadmistari
Menyambut Usia Baligh Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka Menyambut Usia Baligh Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka
Menyambut Usia Baligh Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka
ahmadmistari48 views
MEDIA INTERAKTIF.pptx von JUMADAPUTRA
MEDIA INTERAKTIF.pptxMEDIA INTERAKTIF.pptx
MEDIA INTERAKTIF.pptx
JUMADAPUTRA11 views
533960798-Presentasi-Modul-9-Matematika.pptx von schulzt1
533960798-Presentasi-Modul-9-Matematika.pptx533960798-Presentasi-Modul-9-Matematika.pptx
533960798-Presentasi-Modul-9-Matematika.pptx
schulzt118 views
ppt-akhlak-tercela-foya-foya-riya-sumah-takabur-hasad.ppt von fatahilman
ppt-akhlak-tercela-foya-foya-riya-sumah-takabur-hasad.pptppt-akhlak-tercela-foya-foya-riya-sumah-takabur-hasad.ppt
ppt-akhlak-tercela-foya-foya-riya-sumah-takabur-hasad.ppt
fatahilman22 views
Materi Hijrah Nabi Muhammad ke Madinah Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka.pptx von ahmadmistari
Materi Hijrah Nabi Muhammad ke Madinah Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka.pptxMateri Hijrah Nabi Muhammad ke Madinah Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka.pptx
Materi Hijrah Nabi Muhammad ke Madinah Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka.pptx
ahmadmistari93 views
LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi .docx von randalesmana
LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi .docxLK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi .docx
LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi .docx
randalesmana16 views
Motivasi Meningkatkan Diri von KemindoGroup
Motivasi Meningkatkan DiriMotivasi Meningkatkan Diri
Motivasi Meningkatkan Diri
KemindoGroup13 views
Aksi Nyata Melakukan Refleksi Perencanaan (Guru).pptx von idaparidah56
Aksi Nyata Melakukan Refleksi Perencanaan (Guru).pptxAksi Nyata Melakukan Refleksi Perencanaan (Guru).pptx
Aksi Nyata Melakukan Refleksi Perencanaan (Guru).pptx
idaparidah56189 views
Link MATERI & RENCANA Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)". von Kanaidi ken
Link MATERI & RENCANA Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".Link MATERI & RENCANA Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".
Link MATERI & RENCANA Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".
Kanaidi ken16 views

BMP EKMA4473 Pengembangan Produk

  • 1. MODUL 1 lnovasi dan Strategi Produk Meirani Harsasi, S.E., M.Si. PENDAHULUAN .,._... ersaingan dunia bisnis internasional yang semakin tinggi menyebabkan perusahaan harus mampu mengembangkan strategi dengan sebaik- baiknya agar dapat bertahan dalam industri sejenis. Bagi perusahaan manufaktur, produk merupakan kunci keberhasilan utama yang harus diimbangi dengan layanan prima. Agar dapat berhasil, banyak perusahaan hanya memfokuskan pada beberapa produk saja dengan harapan dapat memberikan keuntungan lebih bagi perusahaan. Strategi produk merupakan masalah krusial, yaitu untuk menetapkan produk apa yang akan dijual, berapa banyaknya, berapa harganya, serta bagaimana pendistribusiannya agar dapat dengan tepat berada di tangan konsumen pada saat yang dibutuhkan. Pengembangan produk baru bukanlah merupakan masalah yang sederhana bagi perusahaan. Produk selalu mempunyai daur hidup yang terbatas yang pada saat tertentu produk tersebut sudah tidak dapat dipertahankan lagi apabila tidak dilakukan langkah-langkah proaktif oleh perusahaan. Demikian pula dalam hal penentuan produk baru juga bukan perkara yang mudah. Perusahaan menentukan produk apa yang disukai konsumen tidaklah mudah. Perencanaan produk memerlukan analisis pasar yang mendalam, termasuk menguji apakah produk yang akan dibuat dapat diterima masyarakat ataukah tidak. Terlepas dari hal itu, suatu produk juga memerlukan desain yang menarik serta spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Perencanaan dan pengembangan produk sehingga menghasilkan produk yang dijual di masyarakat merupakan basil inovasi yang selalu dikembangkan terus menerus. Perusahaan akan selalu berusaha agar produk yang dihasilkan memiliki fungsi dan manfaat sesuai dengan harapan konsumen, atau bahkan melebihi harapan konsumen. Inovasi sangat diperlukan agar tuntutan konsumen dapat dipenuhi sehingga produk yang dijual dapat laku di pasaran. Handphone dengan kemampuan untuk internet,
  • 2. 1.2 PENGEMBANGAN PRDDUK • memotret, merekam, mendengarkan radio serta sebagai mini notebook merupakan basil inovasi yang terus menerus dilakukan. Pada Modul 1 ini, Anda akan mempelajari mengenai inovasi dan manajemen produk. Lebih rincinya, pada Kegiatan Belajar 1 Anda akan mempelajari mengenai inovasi dan manajemen produk, sedangkan pada Kegiatan Belajar 2 Anda akan mempelajari mengenai strategi produk baru. Kedua materi tersebut akan mengantarkan Anda untuk mempelajari materi- materi berikutnya mengenai perencanaan dan pengembangan produk yang akan diuraikan pada modul-modul berikutnya. Secara umum, setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan mengenai manajemen dan strategi produk baru yang dikembangkan berdasar inovasi- inovasi yang dilakukan terus menerus. Secara khusus, setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan: 1. Pengertian Inovasi. 2. Proses Inovasi. 3. Tipe dan Model Inovasi. 4. Produk Baru. 5. lnovasi dan Manajemen Operasi. 6. Strategi Pengembangan Produk Baru. 7. Elemen-elemen Strategi Produk. 8. Strategi Produk pada Daur Hidup Produk. 9. Strategi Persaingan Produk Baru. 10. Karakteristik Keberhasilan Pengembangan Produk Baru.
  • 3. e EKMA4473/MODUL 1 1.3 KEGIATAN BELAL.JAR 1 lnovasi dan Produk Baru A. PENGERTIAN INOVASI Saudara mahasiswa, Anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah inovasi, bukan? Istilah inovasi banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari- hari, misalnya inovasi ditemukannya kendaraan bermotor skuter metik yang kini banyak diminati masyarakat atau ditemukannya TV LCD yang memanjakan penonton TV sehingga dapat menikmati tayangan acara televisi dengan lebih nyaman. Produk yang hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan merupakan hasil inovasi yang selalu dilakukan terus menerus. Inovasi banyak diperdebatkan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi. Munculnya berbagai inovasi di tengah-tengah masyarakat menyebabkan adanya pergeseran kebutuhan masyarakat. Pada akhirnya, tingkat konsumsi juga akan meningkat seiring semakin banyak ditemukannya produk-produk dan jasa yang baru. Dahulu, kita pergi ke bank hanya untuk menabung saja, tetapi saat ini banyak sekali layanan yang ditawarkan oleh bank, termasuk asuransi. Beberapa ahli ekonomi mengamati bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi merupakan hasil kemajuan teknologi, namun sedikit diarahkan pada pemahaman bagaimana perubahan teknologi berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Untuk apa inovasi dilakukan? Banyak perusahaan melakukan inovasi agar dapat bertahan di tengah persaingan yang semakin kuat. Keberhasilan produk banyak sekali ditentukan oleh inovasi-inovasi yang dilakukan perusahaan. Inovasi memiliki pengertian yang beragam karena meliputi banyak proses. Pengertian inovasi (innovation) harus dibedakan dengan pengertian penemuan (invention). lnovasi memiliki arti yang sangat luas yang dapat dipahami dari berbagai sudut pandang. Penemuan memiliki arti dimensi keunikan yang meliputi bentuk, formulasi, serta fungsi dari sesuatu. Penemuan merupakan proses mengubah pemikiran-pemikiran intelektual menjadi suatu bentuk baru yang dapat berupa produk atau proses. Dari pengertian mengenai penemuan tersebut, dapat ditarik pengertian yang lebih luas mengenai inovasi. Inovasi merupakan keseluruhan proses pada saat penemuan ditransformasikan menjadi sebuah produk komersial yang dapat dijual sehingga menghasilkan keuntungan. Dengan demikian, inovasi
  • 4. 1.4 PENGEMBANGAN PRDDUK • memiliki pengertian yang lebih luas dibandingkan penemuan, yaitu inovasi merupakan aplikasi praktik dan komersialisasi penemuan-penemuan. Apabila dituliskan dalam bentuk persamaan, maka akan dirumuskan seperti berikut: Inovasi = konsep teori + penemuan teknis + eksploitasi komersial Dengan demikian, dapat dipahami bahwa inovasi bukan sekadar membuat suatu produk baru, namun lebih dari itu memiliki pengertian pengelolaan semua kegiatan yang terkait dengan proses penciptaan ide, pengembangan teknologi, produksi, dan pemasaran suatu produk baru, proses manufaktur maupun peralatan. Pembahasan mengenai inovasi sebenarnya tidak selalu menunjukkan fakta bahwa sebuah inovasi akan selalu berhasil dan diterima pasar. Beberapa inovasi dapat mengalami kegagalan sehingga tidak memberi keuntungan bagi perusahaan. Namun demikian, sebuah inovasi tetaplah sebuah inovasi, yang meliputi proses dari munculnya ide sampai dengan peluncuran ke pasar. Kegagalan komersial dari suatu inovasi tidak secara otomatis mengalihartikan inovasi menjadi suatu penemuan, walaupun mengalami kegagalan secara komersial. B. PROSES INOVASI lnovasi telah lama diperdebatkan dan banyak pihak yang mempercayai bahwa inovasi merupakan mesin pertumbuhan. Perlu diingat bahwa inovasi juga menimbulkan pertumbuhan walaupun dalam kondisi ekonomi yang lebih besar. Para ahli ekonomi abad ke sembilan belas meneliti bahwa akselerasi dalam pertumbuhan ekonomi merupakan hasil dari perkembangan teknologi. Namun demikian, hanya sedikit usaha yang dapat dilakukan untuk mengetahui bagaimana perubahan teknologi berkontribusi terhadap perkembangan ini. Menurut Trott (2008), Schumpeter merupakan salah satu ahli ekonomi pertama yang menekankan pentingnya produk baru sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi. Schumpeter berargumen bahwa persaingan oleh produk baru jauh lebih penting daripada perubahan marjinal harga oleh produk yang sudah ada. Contohnya, para ahli ekonomi memandang lebih penting untuk mempelajari pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh perkembangan produk-produk seperti piranti lunak komputer atau obat-
  • 5. e EKMA4473/MODUL 1 1.5 obatan daripada pengurangan harga pada produk yang sudah ada, seperti telepon atau mobil. Ilmu ekonomi neoklasik merupakan suatu teori pertumbuhan ekonomi yang menjelaskan bagaimana tabungan, investasi, dan pertumbuhan bereaksi terhadap pertumbuhan populasi dan perubahan teknologi. Tingkat perubahan teknologi akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi, namun tingkat pertumbuhan ekonomi tidak mempengaruhi perubahan teknologi. Perubahan teknologi lebih banyak dipengaruhi oleh adanya kesempatan. Teori ekonomi neoklasik juga menekankan pada konsentrasi pada kinerja ekonomi. Hal ini lebih menekankan pada usaha untuk menghindari perbedaan-perbedaan di antara perusahaan-perusahaan dalam lini bisnis yang sama. Setiap perubahan diasumsikan sebagai refleksi dari perubahan-perubahan lingkungan pasar yang dihadapi organisasi. Oleh karenanya, perbedaan-perbedaan tidak terjadi karena adanya pilihan-pilihan, tetapi merupakan refleksi dari situasi di mana perusahaan beroperasi. Para pengikut Schumpeter memandang bahwa perusahaan-perusahaan adalah berbeda yang menunjukkan cara perusahaan mengelola sumber daya yang ada setiap waktu dan mengembangkan kapabilitas-kapabilitasnya yang dapat mempengaruhi kinerja inovasi. Berbagai penekanan dalam bidang ilmu ekonomi dapat menjelaskan bagaimana inovasi muncul secara bersama melalui berbagai faktor seperti terdapat pada Gambar 1.1. Proses inovasi dipandang sebagai suatu proses yang meliputi perspektif ekonomi, perspektif strategi bisnis, dan perilaku organisasi yang berusaha untuk meninjau aktivitas-aktivitas internal. Juga ditemukan bahwa perusahaan menjalin hubungan dengan perusahaan lain dalam bentuk berdagang, bersaing, dan bekerja sama satu dengan yang lain. Hal ini lebih jauh menunjukkan bahwa aktivitas individual perusahaan juga menyebabkan adanya proses inovasi. Arsitektur organisasi perusahaan yang bersifat unik menggambarkan cara perusahaan membangun dirinya sendiri sepanjang waktu. Hal ini meliputi desain internal, termasuk fungsi-fungsi internal, dan hubungan yang telah dibangun dengan pemasok, pesaing, pelanggan, dan lain-lain. Kerangka pemikiran ini menjadi dasar bahwa hal ini akan berdampak terhadap kinerja inovasi perusahaan. Dengan demikian, perusahaan akan mengelola fungsi- fungsi individualnya termasuk tenaga kerja yang ada. Proses inovasi dapat Anda lihat pada Gambar 1.1. Pada gambar tersebut Anda dapat perhatikan bahwa secara ringkas dapat dijelaskan proses inovasi merupakan gabungan dari usaha kreatif individu, fungsi operasional, dan
  • 6. 1.6 PENGEMBANGAN PRDDUK • aktivitas organisasi, serta arsitektur perusahaan. Terdapat dua input pendorong yaitu perkembangan ilmu dan teknologi serta perubahan sosial dan kebutuhan pasar. Ketiga unsur tersebut bersama-sama akan menghasilkan usaha organisasi untuk mengembangkan pengetahuan, proses- proses, sampai akhirnya mengembangkan produk. Perkembangan ilmu dan teknologi sebagai input ilmu pengetahuan lndividu -individu kreatif perusahaan dan hubungan ekstemal v Aktivitas dan fungsi perusahaan Perubahan sosialdan kebutu han pasar menimbulkan permintaan dan kesempatan Sumber: Trott (2008) Gambar 1.1. Proses lnovasi C. TIPE DAN MODEL INOVASI Perusahaan mengembangkan pengetahuan, proses,dan produk Saudara mahasiswa, setelah Anda paham mengenai proses inovasi, maka bahasan berikutnya adalah mengenai tipe dan model inovasi. Inovasi industrial tidak hanya meliputi inovasi mayor (radikal) saja, tetapi juga inovasi minor berupa peningkatan penyerapan teknologi. lnovasi secara radikal merupakan inovasi yang mengubah sebagian besar proses yang sudah ada, namun inovasi minor terjadi apabila ada peningkatan penggunaan teknologi. Penggantian penggunaan beberapa tenaga manusia menjadi mesin- mesin otomatis, namun tidak seluruhnya, merupakan contoh kelompok inovasi minor. Pengertian mengenai inovasi yang telah dibahas sebelumnya menunjukkan bahwa keberhasilan suatu inovasi mungkin akan memerlukan perubahan-perubahan dalam organisasi. Contohnya, ditemukannya kamera
  • 7. e EKMA4473/MODUL 1 1.7 digital sebagai suatu inovasi yang radikal dan teknologikal membawa dampak perubahan dalam internal organisasi. Dalam hal ini, perubahan- perubahan yang substansial terjadi pada bidang manufaktur, pemasaran, dan fungsi penjualan. Perusahaan akan berkonsentrasi pada pasar kamera digital yang ternyata berkembang sangat pesat. Perubahan-perubahan yang terjadi pada akhirnya seperti suatu efek domino yang dimulai dari pengubahan proses operasi, konsentrasi penelitian dan pengembangan produk, sampai pada distribusi dan tenaga penjualan. Seluruh staf yang terlibat dalam produksi kamera digital memerlukan pengetahuan baru yang merupakan pengetahuan lain di luar kamera manual yang selama ini telah dijalani. Hal ini memerlukan perombakan dalam hal kemampuan tenaga kerja dan juga proses organisasi secara keseluruhan. lnovasi terbuka merupakan topik mengenai inovasi yang semakin banyak dibicarakan. Inovasi terbuka mempunyai arti proses yang dilaksanakan oleh perusahaan untuk menemukan teknologi baru, inovasi, penelitian, dan produk secara eksternal. Inovasi terbuka mengarahkan pada praktek pengembangan produk secara outsourcing. Tujuan inovasi terbuka adalah untuk memasuki komunitas R&D, walaupun di luar industrinya, agar dapat menyelaraskan kecepatan penelitian dan inovasi internal dengan perkembangan-perkembangan eksternal. lnovasi terbuka juga dapat menekan risiko dan juga melahirkan ide-ide baru yang tidak terpikirkan sebelumnya. Kunci utama keberhasilan inovasi terbuka adalah memilih partner yang tepat. Outsourcing merupakan salah satu pilihan melaksanakan inovasi yang dapat meminimalkan risiko karena adanya pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas dari pihak luar. lnovasi dapat berupa inovasi produk, proses, organisasi, maupun jasa. lnovasi produk biasanya akan diikuti oleh inovasi proses yang kemudian dapat digambarkan sebagai siklus inovasi industri. Tabel 1.1. menunjukkan tipe-tipe inovasi.
  • 8. 1.8 Tipe lnovasi lnovasi produk Inovasi proses Inovasi organisasi Inovasi manajemen lnovasi produksi Inovasi komersial atau pemasaran Inovasi jasa PENGEMBANGAN PRDDUK • Tabel 1.1. Tipe lnovasi Contoh Pengembangan produk baru atau perbaikan produk Pengembangan proses manufaktur baru Pembentukan divisi baru, pengembangan sistem informasi internal, pengembangan sistem akuntansi baru. Aplikasi sistem Total Quality Management(TQM) Penerapan system Just in Time (JIT), penggunaan piranti lunak untuk pengembangan produk baru, serta sistem kontrol kualitas. Penyusunan pendanaan baru, pendekatan pemasaran baru, saluran distribusi baru. Layanan jasa berbasis internet sehingga lebih cepat. Saudara mahasiswa, Anda sudah mempelajari mengenai pengertian inovasi beserta tipe-tipe inovasi. Sekarang mari kita bahas materi berikutnya mengenai model-model inovasi. Argumen-argumen tradisional mengenai inovasi terbagi menjadi dua pendapat. Pendapat pertama yaitu aliran deterministik mengemukakan bahwa inovasi merupakan kombinasi dari faktor sosial eksternal seperti perubahan demografis, pengaruh ekonomi, dan perubahan budaya. Pendapat yang lain, yaitu aliran individualistik menyatakan bahwa inovasi merupakan basil kreasi unik individu sehingga lahirlah para inovator. Aliran individualistik yang nantinya akan melahirkan model inovasi 'kebetulan' yang akan dibahas berikutnya. Demikian pula mengenai apa yang mengarahkan terjadinya inovasi juga terpecah menjadi dua aliran. Aliran pertama yaitu pandangan berbasis pasar menyebutkan bahwa kondisi pasar adalah pendorong terjadinya aktivitas inovasi dalam perusahaan. Aliran kedua adalah pandangan berbasis sumber daya yang menyebutkan bahwa pasar tidak akan memberikan fondasi dasar yang kuat untuk memformulasikan strategi inovasi dalam kondisi pasar yang dinamis dan cepat berubah. Pendorong utama terjadinya inovasi adalah sumber daya perusahaan yang lebih stabil sehingga perusahaan mampu untuk mengembangkan aktivitas inovasinya dan membentuk pasar berdasarkan
  • 9. e EKMA4473/MODUL 1 1.9 pandangan perusahaan sendiri. Pandangan ini memfokuskan pada perusahaan dan sumber daya yang dimiliki, kemampuan, serta keterampilan. Saudara mahasiswa, setelah Anda mempelajari lebih banyak mengenai inovasi, berikutnya kita akan bahas mengenai model-model inovasi. Model- model inovasi terdiri atas model kebetulan, model linear, model rangkaian simultan, dan model interaktif (Trott, 2008). 1. Model 'Kebetulan' Beberapa studi mengenai inovasi banyak memberikan penekanan pada penemuan yang tidak terduga. Hal inilah yang disebut sebagai suatu kebetulan, yang terjadi pula karena adanya unsur keberuntungan. Apabila dibahas lebih jauh, maka model ini memerlukan adanya pengetahuan awal dalam suatu bidang tertentu. 2. Model Linear Model ini mulai digunakan di Amerika Serikat setelah Perang Dunia ke- 2 yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan inovasi. Sejak saat itu, model ini banyak digunakan yang membuka pandangan orang tentang bagaimana terjadinya inovasi. Model ini selanjutnya mendominasi kebijakan- kebijakan dalam ilmu pengetahuan dan industri selama 40 tahun. Model ini menyatakan bahwa inovasi muncul melalui interaksi dasar ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, dan kebutuhan akan pasar dan hubungan tersebut terus bergerak maju. Kerangka berpikir adanya inovasi dapat Anda lihat pada Gambar 1.2. Model ini merupakan dasar pembentukan inovasi yang banyak digunakan saat ini. Model linear dapat digambarkan seperti Gambar 1.3. Penciptaan ilmu pengetahuan baru Dasar teknologi dan ilmu pengetahuan Perkembangan teknologi Pengembangan teknologi Gambar 1.2. Kerangka Pikir lnovasi Konsumen mengekspresikan kebutuhannya melalui konsumsi produk Kebutuhan pasar
  • 10. 1.10 Penelitian dan Pengembangan Pemasaran Dorongan teknologi Pabrikan Tarikan pasar Penelitian dan Pengembangan Gambar 1.3. Model Linear 3. Model Rangkaian Simultan PENGEMBANGAN PRDDUK • Pemasaran Pengguna Pabrikan Pengguna Model-model inovasi yang telah dijelaskan sebelumnya merupakan model yang terjadi karena adanya stimulasi oleh teknologi, keinginan konsumen, pabrikan, maupun faktor-faktor lain, termasuk persaingan. Model- model tersebut memfokuskan pada apa saja upaya-upaya dari bawah yang mengarahkan terjadinya inovasi, bukan pada bagaimana inovasi tersebut muncul. Model linear hanya mampu memberikan penjelasan tentang di mana stimulus awal inovasi lahir termasuk di mana pemicu ide-ide tersebut lahir. Model rangkaian simultan menyatakan bahwa inovasi merupakan rangkaian simultan pengetahuan di dalam tiga fungsi yang akan membangun dan membesarkan inovasi. Model rangkaian simultan dapat Anda lihat pada Gambar 1.4. Penelitian dan pengembangan Pabrikan Gambar 1.4. Pemasaran Model Rangkaian Simultan
  • 11. e EKMA4473/MODUL 1 1.11 4. Model lnteraktif Model interaktif merupakan model yang mengembangkan model-model sebelumnya dan merangkaikan secara bersama-sama model dorongan teknologi dan tarikan pasar. Model ini menekankan bahwa inovasi muncul sebagai hasil interaksi pasar, dasar ilmu pengetahuan, dan kemampuan organisasi. Seperti pada model rangkaian simultan, model ini tidak menunjukkan dengan jelas kapan mulai adanya inovasi. Aliran informasi digunakan untuk menjelaskan bagaimana inovasi terjadi dan bagaimana inovasi dapat muncul dari berbagai macam sudut. Seperti Anda pelajari pada Gambar 1.5, bahwa model interaktif menunjukkan adanya siklus yang terus menerus dan dinamis antara adanya kebutuhan masyarakat, penemuan ide, ilmu dan teknologi, sampai pada terciptanya produk. llmu dan teknologi yang berkembang di masyarakat Ide -•~ R&D • Pabrikan • Pemasaran • TARIKAN PASAR D. PRODUK BARU Kebutuhan masyarakat Gambar 1.5. Model lnteraktif DORONGAN TEKNOLOGI Produk Setelah Anda mempelajari mengenai inovasi sebagai awal dari lahirnya produk baru, berikutnya Anda akan mempelajari mengenai produk baru. Saudara mahasiswa, Anda tentunya sudah sering mendengar istilah produk baru, bukan? Seperti apakah sebenarnya pengertian produk baru? Apakah produk yang benar-benar baru yang sebelumnya belum pemah ada di pasaran, ataukah produk hasil pengembangan produk yang sudah ada juga termasuk produk baru? Jawaban-jawaban pertanyaan tersebut akan kita bahas pada materi ini. Pengertian produk baru dapat dilihat dari sudut pandang yang
  • 12. 1.12 PENGEMBANGAN PRDDUK • bermacam-macam. Contohnya, apakah walkman tergolong produk baru ataukah pengembangan teknologi yang sudah ada? Bagaimana dengan mesin printer yang berfungsi pula sebagai mesin foto copi? Apakah contoh-contoh tersebut dapat dikategorikan sebagai produk baru? Mari kita telaah mengenai pengertian produk baru. Istilah produk baru dapat berarti berbeda-beda bagi orang yang berbeda. Produk baru dapat diartikan sebagai produk yang benar- benar baru di dunia maupun produk baru bagi perusahaan. Selengkapnya, terdapat enam kategori produk baru, yaitu sebagai berikut (Crawford dan Di Beneditto, 2008). 1. Produk baru di dunia. Produk-produk semacam ini merupakan hasil penemuan yang menciptakan produk baru beserta pasar baru. Produk ini merupakan penemuan baru yang biasanya merupakan hasil pengembangan teknologi ataupun manipulasi teknologi yang sudah ada saat ini dalam bentuk lain yang menghasilkan desain baru yang revolusional. Contoh: walkman Sony dan kamera digital. 2. Produk baru bagi perusahaan atau lini produk baru. Produk-produk ini merupakan produk baru bagi perusahaan yang dilakukan dengan menambah lini produknya. Produk-produk ini biasanya bukan merupakan produk baru di dunia, tetapi merupakan produk baru bagi perusahaan. Produk-produk ini merupakan kesempatan pertama kali bagi perusahaan untuk memasuki pasar yang sudah ada. Contoh: HP dari China memasuki pasar HP yang sebelumnya dikuasai oleh Nokia dan Motorola. 3. Penambahan lini produk yang sudah ada. Produk-produk yang tergolong di sini adalah bagian dari produk sebelumnya. Perbedaannya adalah produk ini berbeda dari produk yang sudah ada di pasaran namun, tidak terlalu banyak berbeda, hanya merupakan lini baru bagi perusahaan. Contoh: printer ink-jet warna merupakan penambahan lini terhadap printer ink-jet yang sudah ada. 4. Perbaikan dan revisi terhadap produk yang sudah ada. Produk yang termasuk adalah produk yang dibuat lebih baik dari produk yang sudah ada saat ini. Contoh: printer ink-jet telah melalui berbagai macam modifikasi dan pada setiap revisi produk selalu ditingkatkan performa dan reliabilitas produknya. 5. Produk repositioning. Produk-produk repositioning merupakan produk yang ditujukan kepada target pasar yang baru. Produk-produk tersebut sebelumnya sudah ada, namun pada perkembangannya dipilih target
  • 13. e EKMA4473/MODUL 1 1.13 pasar yang baru untuk produk tersebut. Contohnya shampoo wanita yang menjadi shampoo keluarga. 6. Pengurangan biaya. Produk-produk ini merupakan produk yang menggantikan produk yang sudah ada saat ini dengan fungsi yang hampir sama bagi konsumen, namun dibuat dengan biaya yang lebih murah. E. INOVASI DAN MANAJEMEN OPERASI Saudara mahasiswa, seperti telah Anda pelajari sebelumnya bahwa produk baru merupakan hasil dari proses inovasi yang dapat menjadi sumber keberhasilan perusahaan. Mengelola inovasi berarti memanfaatkan kondisi- kondisi yang menjadi kesempatan bagi perusahaan secara keseluruhan untuk mengembangkan produk baru. Pengembangan produk yang sesungguhnya merupakan proses mengubah kesempatan bisnis menjadi suatu produk. Inovasi memiliki kaitan kuat dengan proses manajemen. Produk baru sebagai bagian dari proses inovasi melalui berbagai proses baik yang dipengaruhi oleh faktor ekstemal maupun internal sampai produk dapat dinikmati konsumen. Penelitian dan pengembangan memerlukan input eksternal antara lain para ahli, teknologi, pesaing, pemasok, dan pelanggan. Penelitian mengenai produk baru tidak terlepas dari kondisi konsumen, bahkan pesaing, sehingga mereka diperlukan dalam pengembangan produk baru. Demikian pula, dalam bidang keuangan dan kepemimpinan serta pemasaran memerlukan berbagai macam input yang akhimya diproses dalam suatu proses manajemen. lnovasi sebagai proses manajemen menekankan pada pentingnya interaksi dan komunikasi di antara fungsi-fungsi yang ada dan lingkungan eksternal. Struktur jaringan kerja semacam ini menyebabkan terjadinya komunikasi lateral yang membantu manajer dan para staf memperlancar kreativitas mereka. Kerangka pemikiran semacam ini menekankan pada pentingnya jaringan formal dan informal di antara fungsi-fungsi. Kerangka pemikiran semacam ini membentuk dua posisi, yaitu perlunya dilakukan diversitas kerja agar dapat dihasilkan berbagai keterkaitan dan perlunya ada kesatuan untuk memfasilitasi komunikasi internal yang efektif. Keduanya diperlukan untuk memberi pemahaman secara visual bagaimana seseorang memandang proses inovasi yang perlu dikelola oleh perusahaan. Pada akhimya, dapat ditentukan produk atau jasa dengan persyaratan yang telah
  • 14. 1.14 PENGEMBANGAN PRDDUK e ditentukan. Proses ini merupakan proses dinamis dan kompleks yang sering kali dipandang dari sisi pemasaran, jarang dipandang dari sisi R&D serta sulitnya mengelola ilmu pengetahuan dan teknologi. Manajemen operasi memegang peran yang cukup penting dalam keberhasilan pengembangan produk baru. Manajemen operasi merupakan bidang untuk mengembangkan keterampilan dan teknik-teknik untuk melaksanakan praktik-praktik terbaik pada sektor pabrikan dan jasa. Lingkup manajemen operasi adalah mengendalikan proses konversi dari suatu input menjadi suatu output. Proses operasi memerlukan sebagian besar jumlah aset perusahaan, oleh karenanya pengelolaan konversi input menjadi output dilakukan secara efektif dan efisien sehingga perusahaan dapat memperoleh keuntungan. Semua fungsi-fungsi manajemen operasi melibatkan pengambilan keputusan yang dapat berupa keputusan jangka panjang dan jangka pendek. Salah satu keputusan penting dalam bidang operasi menyangkut pengembangan produk adalah desain dan volume produksi. Tujuan desain adalah untuk memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Oleh karenanya, desain yang baik hendaknya dimulai dan berakhir di konsumen yang berarti sesuai dengan keinginan konsumen. Desainer produk mendesain spesifikasi produk berdasarkan informasi dari bagian pemasaran mengenai produk yang diinginkan konsumen. Desain produk nantinya akan mempengaruhi keputusan proses beserta volume yang diproduksi. Manajemen operasi mempunyai tanggung jawab untuk mentransformasikan semua input yang diperlukan sampai menjadi output yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. ... z . :.,.- 2222214 .;. - ~ -- .-- __:.. ~ LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! 1) Jelaskan pengertian inovasi! 2) Jelaskan proses inovasi! 3) Jelaskan tipe inovasi! 4) Jelaskan model inovasi! 5) Jelaskan pengertian produk baru!
  • 15. e EKMA4473/MODUL 1 1.15 Petunjuk Jawaban Latihan 1) Inovasi memiliki arti yang lebih luas dari sekadar pengertian penemuan. Inovasi merupakan aplikasi praktik dan komersialisasi penemuan- penemuan yang digabungkan dengan konsep teori. (Untuk lebih jelasnya pelajari Bagian A). 2) Proses inovasi merupakan gabungan dari usaha kreatif individu, fungsi operasional, dan aktivitas organisasi, serta arsitektur perusahaan. Terdapat dua input pendorong yaitu perkembangan ilmu dan teknologi serta perubahan sosial dan kebutuhan pasar. Ketiga unsur tersebut bersama-sama akan menghasilkan usaha organisasi untuk mengembang- kan pengetahuan, proses-proses, sampai akhirnya mengembangkan produk. (Pelajari Bagian B). 3) Tipe inovasi meliputi inovasi produk, inovasi proses, inovasi organisasi, inovasi manajemen, inovasi produksi, inovasi komersial atau pemasaran, dan inovasi jasa. (Pelajari Bagian C). 4) Model inovasi meliputi model kebetulan, model linear, model rangkaian simultan, dan model interaktif (Pelajari Bagian C). 5) Produk baru dapat diartikan secara lebih luas,yang dapat dikelompokkan menjadi produk baru di dunia, produk baru bagi perusahaan atau lini produk baru, penambahan lini produk yang sudah ada, perbaikan dan revisi terhadap produk yang sudah ada, produk repositioning, dan pengurangan biaya. (Pelajari Bagian C). 1. Penemuan produk baru selalu dimulai oleh adanya inovasi. Inovasi memiliki arti yang berbeda dari penemuan. lnovasi bukan sekedar penemuan, tetapi memiliki pengertian yang lebih luas dari penemuan. lnovasi merupakan keseluruhan proses pada saat penemuan ditransformasikan menjadi sebuah produk komersial yang dapat dijual sehingga menghasilkan keuntungan. Dengan demikian, inovasi memiliki pengertian yang lebih luas dibandingkan penemuan, yaitu inovasi merupakan aplikasi praktik dan komersialisasi penemuan-penemuan. Dengan demikian, dapat dipahami pula bahwa inovasi bukan sekadar membuat suatu produk baru, namun lebih dari itu memiliki pengertian pengelolaan semua
  • 16. 1.16 PENGEMBANGAN PRDDUK • kegiatan yang terkait dengan proses penciptaan ide, pengembangan teknologi, produksi, dan pemasaran suatu produk baru, proses manufaktur maupun peralatan. 2. Proses inovasi dipandang sebagai suatu proses yang meliputi perspektif ekonomi, perspektif strategi bisnis, dan perilaku organisasi yang berusaha untuk meninjau aktivitas-aktivitas internal serta hubungan dengan perusahaan lain. Hal ini lebih jauh menunjukkan bahwa aktivitas individual perusahaan juga menyebabkan adanya proses inovasi. Proses inovasi merupakan gabungan dari usaha kreatif individu, fungsi operasional, dan aktivitas organisasi, serta arsitektur perusahaan. Terdapat dua input pendorong yaitu perkembangan ilmu dan teknologi serta perubahan sosial dan kebutuhan pasar. Ketiga unsur tersebut bersama-sama akan menghasilkan usaha organisasi untuk mengembangkan pengetahuan, proses-proses, sampai akhimya mengembangkan produk. 3. Tipe-tipe inovasi adalah: Tipe lnovasi lnovasi produk Inovasi proses lnovasi organisasi Inovasi manajemen lnovasi produksi Inovasi komersial atau pemasaran Inovasi jasa Contoh Pengembangan produk baru atau perbaikan produk. Pengembangan proses manufaktur baru. Pembentukan divisi baru, pengembangan sistem informasi internal, pengembangan, sistem akuntansi baru. Aplikasi sistem Total Quality Management (TQM). Penerapan system Just in Time (JIT), penggunaan piranti lunak untuk pengembangan produk baru, serta sistem kontrol kualitas. Penyusunan pendanaan baru, pendekatan pemasaran baru, saluran distribusi baru. Layanan jasa berbasis internet sehingga lebih cepat. 4. Model-model inovasi: model kebetulan, model linear, model rangkaian simultan, dan model interaktif. Model 'kebetulan' adalah inovasi yang dimulai dari penemuan yang tidak terduga. Model linear menyatakan bahwa inovasi muncul melalui interaksi dasar ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, dan kebutuhan akan pasar dan hubungan tersebut terus bergerak maju. Model rangkaian simultan menyatakan bahwa inovasi merupakan rangkaian simultan pengetahuan di dalam tiga fungsi yang akan membangun dan membesarkan inovasi yaitu pabrikan, penelitian, dan pengembangan, serta pemasaran. Model interaktif merupakan model yang mengembangkan model-model sebelumnya dan merangkaikan secara bersama-sama model dorongan teknologi dan tarikan pasar.
  • 17. e EKMA4473/MODUL 1 1.17 5. Produk baru memiliki arti yang sangat luas, tidak hanya meliputi produk yang benar-benar baru bagi perusahaan, melainkan juga dapat berarti produk yang diperbaiki. Terdapat enam kategori produk baru yaitu produk baru di dunia, produk baru bagi perusahaan atau lini produk baru, penambahan lini produk yang sudah ada, perbaikan dan revisi terhadap produk yang sudah ada, produk repositioning, dan pengurangan biaya. TES FDRMATIF 1 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Proses mengubah pemikiran-pemikiran intelektual menjadi suatu bentuk baru yang dapat berupa produk atau proses disebut .... A. inovasi B. penemuan C. penelitian D. pengembangan 2) Keseluruhan proses pada saat penemuan ditransformasikan menjadi sebuah produk komersial yang dapat dijual sehingga menghasilkan keuntungan disebut .... A. inovasi B. penemuan C. penelitian D. pengembangan 3) Proses inovasi merupakan gabungan dari elemen-elemen berikut ini, kecuali .... A. usaha kreatif individu B. fungsi operasional C. aktivitas organisasi D. dorongan pasar 4) Model inovasi yang menyatakan bahwa inovasi muncul melalui interaksi dasar ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, dan kebutuhan akan pasar dan hubungan tersebut terus bergerak maju disebut model .... A. kebetulan B. linear C. rangkaian simultan D. interaktif
  • 18. 1.18 PENGEMBANGAN PRDDUK • 5) Model inovasi yang menyatakan bahwa inovasi merupakan rangkaian bersama-sama pengetahuan di dalam tiga fungsi yang akan membangun dan membesarkan inovasi disebut model .... A. kebetulan B. linear C. rangkaian simultan D. interaktif 6) Model inovasi yang merupakan pengembangan dari model-model sebelumnya dan merangkaikan secara bersama-sama model dorongan teknologi dan tarikan pasar disebut model .... A. kebetulan B. linear C. rangkaian simultan D. interaktif 7) Proses yang dilaksanakan oleh perusahaan untuk menemukan teknologi baru, inovasi, penelitian, dan produk secara eksternal disebut inovasi.... A. formal B. informal C. eksternal D. terbuka 8) Produk baru yang merupakan penemuan baru yang biasanya merupakan basil pengembangan teknologi ataupun manipulasi teknologi yang sudah ada saat ini dalam bentuk lain yang menghasilkan desain baru yang revolusional merupakan kategori produk baru .... A. lini produk baru B. perbaikan produk yang sudah ada C. produk baru di dunia D. produk repositioning 9) Produk baru yang merupakan produk yang ditujukan kepada target pasar yang baru merupakan kategori produk baru .... A. lini produk baru B. perbaikan produk yang sudah ada C. produk baru di dunia D. produk repositioning
  • 19. e EKMA4473/MODUL 1 1.19 10) Produk baru yang merupakan produk yang dibuat lebih baik dari produk yang sudah ada saat ini merupakan kategori produk baru .... A. lini produk baru B. perbaikan produk yang sudah ada C. produk baru di dunia D. produk repositioning Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = ---------- x 100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90- 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% =cukup < 70% =kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 20. 1.20 PENGEMBANGAN PRDDUK • KEGIATAN BELA&JAR 2 Strategi Produk Baru audara mahasiswa, setelah Anda mempelajari mengenai inovasi dan produk baru, selanjutnya pada Kegiatan Belajar 2 ini kita akan mempelajari mengenai strategi pengenalan produk baru. Seperti telah Anda pelajari sebelumnya bahwa pengembangan produk baru bukanlah merupakan pekerjaan yang sederhana. Penciptaan suatu produk baru dimulai dengan adanya inovasi-inovasi yang dilakukan agar dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen. Suatu produk hasil inovasi tidak selalu berhasil di pasaran, bahkan banyak juga yang mengalami kegagalan. Perlu strategi- strategi khusus yang harus dikembangkan perusahaan agar peluncuran produk dapat berhasil. A. STRATEGI PENGENALAN PRODUK BARU Pemilihan produk adalah proses pemilihan produk atau jasa untuk dapat disajikan kepada konsumen. Sebagai contoh, restoran cepat saji memberikan pilihan menu bagi para pelanggannya. Keputusan produk merupakan asas bagi strategi organisasi dan memiliki dampak yang luas pada seluruh organisasi. Produk baru yang diluncurkan di pasar tidak selalu berhasil menarik minat konsumen untuk membeli produk tersebut. Perusahaan perlu menganalisis berbagai macam hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan peluncuran produk baru, termasuk bagaimana mengenalkan produk tersebut kepada konsumen. Terdapat tiga macam strategi yang dapat digunakan untuk mengenalkan produk baru ke pasar menurut Schroeder (2000) yaitu (1) tarikan pasar, (2) dorongan teknologi, dan (3) pandangan interfungsional yang dapat Anda pelajari berikut ini. 1. Tarikan Pasar Pandangan ini menyatakan bahwa pasar merupakan dasar untuk menentukan produk yang harus dibuat oleh produsen dengan bantuan teknologi yang ada saat ini. Suatu perusahaan sudah seharusnya membuat produk yang dapat dijual. Hal ini dapat diawali dengan penentuan kebutuhan konsumen dan dilanjutkan dengan pengorganisasian sumber daya serta proses
  • 21. e EKMA4473/MODUL 1 1.21 sehingga dapat memasok produk kepada konsumen. Artinya, pasarlah yang 'menarik' perusahaan untuk membuat produk baru. 2. Dorongan Teknologi Pandangan ini menyatakan bahwa teknologi merupakan penentu utama produk yang harus dibuat perusahaan dan sedikit memperhatikan pasar. Perusahaan harus mengejar keuntungan dari teknologi dengan mengembang- kan teknologi dan produk superior. Produk basil perkembangan teknologi tersebut selanjutnya 'didorong' ke pasar dan tugas bagian pemasaranlah untuk menciptakan permintaan produk tersebut. Suatu produk yang memiliki teknologi yang canggih, maka pasar akan berusaha memanfaatkan teknologi baru tersebut sehingga konsumen akan membeli produk tersebut. 3. Pandangan Interfungsional Pandangan ini merupakan penggabungan dua pandangan sebelumnya, yaitu bahwa suatu produk hendaknya tidak hanya menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, tetapi juga manfaat teknis yang diperoleh. Untuk melaksanakan, semua fungsi dalam organisasi (pemasaran, teknik, operasi, dan keuangan) harus bekerja sama untuk mendesain produk baru yang dibutuhkan perusahaan. Sering kali langkah ini dilakukan oleh suatu tim lintas fungsi yang bertanggung jawab terhadap pengembangan produk baru. Pandangan ini merupakan yang paling lengkap tetapi paling sulit untuk dilaksanakan. Sering kali tim lintas fungsi yang dibentuk bertentangan satu sama lain sehingga harus dicapai jalan untuk mengatasi perpecahan dalam tim. Apabila masalah ini dapat diatasi, maka dapat menghasilkan produk yang baik. B. ELEMEN-ELEMEN STRATEGI PRODUK Anda tentunya sudah sering mendengar kata strategi, bukan? Untuk memenangkan persaingan dalam industri diperlukan adanya strategi persaingan. Perusahaan perlu memfokuskan strategi apa saja yang akan dijalankan agar dapat diperoleh basil yang optimal. Keberhasilan suatu strategi banyak dipengaruhi oleh setidaknya tiga hal, yaitu (1) koordinasi di antara area-area fungsional, (2) pengalokasian sumber daya, dan (3) mengarahkan pada posisi pasar yang unggul.
  • 22. 1.22 PENGEMBANGAN PRDDUK • 1. Koordinasi di Antara Area-area Fungsional Peningkatan koordinasi di antara area-area fungsional perusahaan diperlukan karena setiap fungsi memiliki perspektif yang berbeda-beda untuk menghasilkan produk yang unggul. Bagian keuangan sering kali menganalisis produk dengan biaya yang efisien, sementara bagian pemasaran banyak memerlukan anggaran untuk melakukan promosi. Belum lagi keinginan manajer penjualan yang berusaha untuk menekan harga produk agar dapat mudah diterima pasar. Salah satu tujuan strategi adalah memastikan bahwa semua anggota tim bekerja secara bersama-sama, oleh karenanya diperlukan strategi yang dapat diterima, dapat dimengerti, dan dapat dilaksanakan oleh semua fungsi dalam perusahaan. 2. Pengalokasian Somber Daya Pengalokasian sumber daya sangat diperlukan. Mengapa? Jawabannya hanya satu, yaitu karena sumber daya sangat terbatas. Keterbatasan kapasitas, waktu penjualan, uang atau modal, peralatan, tenaga kerja dan lain-lain memerlukan pengelolaan yang baik. Sumber daya yang ada harus dapat dibagikan ke semua fungsi sesuai kebutuhannya sehingga diperlukan pengaturan untuk pengalokasian sumber daya tersebut sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal. 3. Posisi Pasar yang Unggul Keberhasilan produk di pasar sangat dipengaruhi pula oleh produk dari pesaing. Produk pesaing dapat berasal dari industri sejenis maupun berasal dari industri lain yang mempunyai kemiripan fungsi produk sehingga dapat saling menggantikan. Strategi yang baik harus dapat menganalisis kekuatan dan kelemahan pesaing, sehingga dapat diambil satu strategi agar dapat bertahan di antara pesaing. Perancangan dan pengembangan produk memerlukan strategi tertentu agar produk dapat diterima oleh pasar. Kegagalan produk di pasar dapat disebabkan strategi yang kurang tepat ataupun perubahan selera konsumen yang sangat cepat di samping adanya pesaing. Strategi produk yang menyeluruh meliputi tujuh elemen yaitu: a. Pernyataan tujuan produk harus dapat dicapai. b. Pemilihan alternatif-alternatif strategis. c. Pemilihan target konsumen. d. Pemilihan target pesaing.
  • 23. e EKMA4473/MODUL 1 1.23 e. Pernyataan tentang strategi inti. f. Deskripsi bauran pemasaran. g. Deskripsi pendukung program-program fungsional. Elemen pertama dan kedua yaitu tujuan dan alternatif-alternatif strategis membentuk arahan strategi secara umum. Tiga elemen berikutnya yaitu pemilihan konsumen, pesaing, dan strategi inti merupakan intisari strategi pemasaran. Kelima elemen tersebut bersama-sama membentuk 'positioning' dalam pemasaran yang berarti bagaimana produk 'dibentuk' berbeda dari pesaing di benak konsumen. Elemen ke enam dan ke tujuh merupakan implementasi strategi. C. STRATEGI PRODUK PADA DAUR HIDUP PRODUK Saudara mahasiswa, tentunya Anda juga tidak asing lagi dengan istilah daur hidup produk, bukan? Setiap produk akan mengalami daur hidup, yang dimulai dari fase perkenalan sampai diakhiri dengan fase penurunan. Produk dilahirkan. Mereka hidup dan mereka mati. Mereka disingkirkan oleh keinginan dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Kehidupan produk terbagi atas empat fase, yaitu fase perkenalan, fase pertumbuhan, fase kedewasaan, dan fase penurunan. Pada setiap fase diperlukan strategi-strategi agar produk dapat bertahan yang sering kali terjadi produk yang tidak dapat bertahan akan ditinggalkan oleh konsumen. Daur hidup produk dapat Anda pelajari pada Gambar 1.5. c ro -ro ::::::1 - ~ c Q.) a.. Perkenalan Pertumbuhan Kedewasaan Waktu I I I I I I I I I I I Penurunan Gambar 1.5. Daur Hidup Produk
  • 24. 1.24 PENGEMBANGAN PRDDUK • 1. Strategi tahap Perkenalan Pada fase ini, terdapat dua karakteristik khusus yang berbeda dengan fase yang lain. Pada fase ini merupakan peluncuran suatu produk baru di pasar. Karakteristik pertama adalah terdapat sedikit pesaing yang bergerak pada produk sejenis, bahkan mungkin hanya satu pesaing. Karakteristik kedua adalah penjualan meningkat sangat lambat karena konsumen belum mengenal betul produk dan belum mempercayai fungsi produk. Pada fase ini perusahaan berusaha memberikan informasi kepada konsumen mengenai keberadaan produk beserta fungsi yang dapat dimanfaatkan konsumen. Karena produk pada fase perkenalan ini sebagian besar teknik produksi masih disesuaikan dengan pasar, kondisi ini memerlukan pengeluaran lain-lain untuk (1) penelitian, (2) pengembangan produk, (3) modifikasi dan perbaikan proses, dan (4) pengembangan pemasok. 2. Strategi tahap Pertumbuhan Pada fase ini, konsumen sudah mulai menyadari adanya produk baru. Penjualan produk terus meningkat karena pasar sudah bisa menerima adanya produk baru dan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Seiring dengan peningkatan penjualan, pesaing juga mulai bermunculan yang dengan cepat menawarkan produk sejenis. Dari sisi operasi, desain produk telah mulai stabil dan diperlukan peramalan kebutuhan kapasitas yang efektif. Peningkatan penjualan yang terus tumbuh menyebabkan perusahaan harus menekankan pada strategi penambahan kapasitas atau peningkatan kapasitas yang sudah ada untuk menampung peningkatan permintaan produk. 3. Strategi tahap Kedewasaan Pada fase ini, penjualan menunjukkan posisi yang stabil dan hanya sedikit pembeli baru yang memasuki pasar. Sebenarnya pada fase ini penjualan sudah mulai menunjukkan sedikit penurunan dan laba sudah maksimal. Pada fase ini produk telah diproduksi dalam jumlah besar, namun tetap diperlukan pengendalian biaya yang baik. Pengendalian biaya dapat dilakukan melalui pengurangan pilihan dan lini produk sehingga dapat diraih keuntungan. 4. Strategi tahap Kemunduran Fase ini ditandai oleh keadaan yang sangat khas, yaitu menurunnya penjualan secara tajam. Pasar sudah jenuh dengan produk dan semakin
  • 25. e EKMA4473/MODUL 1 1.25 banyaknya pilihan produk sejenis menyebabkan penurunan penjualan. Manajemen mungkin perlu agak kejam terhadap produk yang siklus hidupnya mendekati akhir. Produk yang hampir mati biasanya produk yang buruk bagi investasi sumber daya dan kemampuan manajerial. Oleh karenanya, produk yang sudah tidak dapat diharapkan lagi biasanya akan dihentikan produksinya. D. PERENCANAAN STRATEGIS PRODUKBARU Pengembangan produk baru dilakukan dengan melibatkan tim pengembangan produk yang terdiri dari beberapa personel lintas fungsi. Dalam pengembangan produk baru, diperlukan perencanaan strategis yang disepakati oleh semua anggota tim agar pengembangan produk dapat tercapai dengan lebih baik. Tanpa adanya perencanaan strategis produk, maka kerja tim akan menjadi terhambat. Sebagai contoh pengembangan produk printer portabel yang melibatkan beberapa orang anggota tim dari berbagai fungsi. Salah satu anggota tim berpikir bahwa produk akan dikembangkan tanpa kabel dan berbasis baterai, sementara anggota yang lain berkonsentrasi pada pelanggan potensial yang menyukai menggunakan kabel listrik. Tim penelitian pemasaran merencanakan untuk melakukan pretest produk besar- besaran dengan perbaikan terus menerus, sedangkan para insinyur berasumsi bahwa waktu merupakan hal yang kritis sehingga hanya satu kali mendesain produk dengan sempuma sampai diluncurkan. Seorang pemasok harus berkoordinasi dengan pimpinan tim setiap hari untuk menentukan pasokan bahan karena tim belum memutuskan fungsi printer yang diinginkan seperti apa. Belum lagi masalah dari departemen penjualan yang beranggapan bahwa pelanggannya nanti adalah perusahaan kecil menengah, padahal sebenarnya pelanggan potensial adalah perusahaan besar dan pemerintah. Dari kondisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa tim belum memiliki strategi. Pentingnya perencanaan strategis pada produk baru perlu disadari oleh semua pihak yang terlibat. Banyak perusahaan besar yang menyusun pernyataan strategi. Pernyataan strategi produk baru menjadi araban bagi seluruh pihak dalam perusahaan. Strategi produk baru dapat ditentukan berdasarkan input-input yang dikumpulkan perusahaan antara lain misi perusahaan, perencanaan platform produk, kesesuaian strategi, sumber daya, dll. Kesemua input yang ada digunakan dalam pengembangan strategi produk baru. Langkah ini merupakan langkah awal yang sangat penting bagi langkah-langkah dalam pengembangan produk berikutnya. Pernyataan strategi produk baru dapat dituangkan dalam Piagam Inovasi Produk
  • 26. 1.26 PENGEMBANGAN PRDDUK • (Product Innovation Charter). Piagam Inovasi Produk merupakan suatu dokumen yang disiapkan oleh manajemen senior yang didesain sebagai arahan bagi seluruh unit bisnis dalam jalur inovasi. Istilah Piagam Inovasi Produk menekankan bahwa strategi yang ditentukan adalah untuk produk, bukan proses ataupun aktivitas-aktivitas lainnya, serta untuk inovasi yang dituangkan dalam suatu dokumen yang menyatakan suatu kondisi bagaimana perusahaan akan beroperasi. Piagam Inovasi Produk dapat disetarakan dengan pernyataan misi, tetapi diaplikasikan pada level yang lebih kecil dan merupakan adaptasi dari produk baru. Sebagian besar perusahaan memiliki Piagam Inovasi Produk, walaupun kadangkala tidak selalu disebut sebagai Piagam Inovasi Produk, dapat disebut dengan nama lain. Namun, sebagian perusahaan juga menyatakan tidak mempunyai strategi, dan kemudian hanya menggambarkan dalam manajemen proyek yang menurut mereka benar-benar strategis bagi perusahaan (Crawford dan Di Benedetto, 2008). Komponen Piagam Inovasi Produk seperti pada Gambar 1.6. Agar Piagam Inovasi Produk dapat berjalan efektif maka dimulai oleh manajemen senior dan terus mengikuti sampai akhir dan tidak mendelegasikan implementasinya. Latar Belakang Ide-ide kunci dari analisis situasi; alasan-alasan untuk menyiapkan Piagam lnovasi Produk pada saat ini •Fokus Setidaknya satu dimensi teknologi yang jelas dan sati dimensi pasar yang jelas. Keduanya harus cocok dan memiliki potensi yang bagus •Tujuan - Sasaran Proyek apa yang akan diselesaikan, baik jangka panjang maupun jangka pendek •Pedoman Semua peraturan yang harus dijalankan, persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi Sumber: Crawford dan Di Benedetto, 2008 Gambar 1.6. lsi Piagam lnovasi Produk
  • 27. e EKMA4473/MODUL 1 1.27 E. STRATEGI PERSAINGAN PRODUK BARU Anda sudah mempelajari mengenai strategi pengenalan produk baru dan strategi dalam daur hidup produk. Strategi pengenalan produk tidak terlepas dari kemampuan perusahaan untuk menentukan satu strategi yang menjadi dasar peluncuran produk di pasar agar dapat bersaing dengan produk lain. Setiap perusahaan yang memproduksi barang dan jasa pasti akan menghadapi persaingan yang ketat, baik dari perusahaan sejenis maupun perusahaan yang memproduksi produk atau jasa yang menggantikan produk yang ada. Seperti persaingan dalam bisnis handphone antara berbagai macam produsen, bahkan produsen baru pun mulai mencuri perhatian pasar dengan menyediakan harga yang lebih murah. Demikian pula untuk produk atau jasa yang tidak sama namun, bersifat mampu menggantikan dapat menjadi ancaman bagi perusahaan. Misalnya, persaingan antara kereta api dengan pesawat terbang. Saat ini, konsumen banyak sekali dimanjakan oleh promosi tiket pesawat terbang yang murah, yang dikhawatirkan dapat mengancam pasar untuk kereta api. Persaingan dalam satu industri maupun antar industri yang berbeda merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari oleh perusahaan. Perusahaan- perusahaan baru yang memproduksi produk sejenis yang telah ada sebelumnya akan sangat menghadapi kesulitan ketika melakukan penetrasi ke pasar yang sudah terbentuk. Masalah harga, citra merek, promosi, kualitas produk, sampai pada masalah distribusi produk merupakan serangkaian kegiatan yang harus dipecahkan perusahaan agar dapat bersaing di antara perusahaan-perusahaan sejenis. Keunggulan bersaing merupakan kunci agar perusahaan dapat bertahan di antara para pesaingnya. Strategi bisnis berfokus pada peningkatan posisi persaingan produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan dalam suatu industri atau segmen pasar yang dilayani perusahaan. Strategi bisnis dapat berupa persaingan (melawan semua pesaing untuk memperoleh keunggulan bersaing) dan/atau kerja sama (bekerja sama dengan satu atau lebih pesaing untuk mendapatkan keuntungan dari pesaing lain). Strategi bisnis merupakan strategi untuk menjawab pertanyaan "bagaimana perusahaan atau unit-unit perusahaan harus bersaing atau bekerja sama pada lingkup industrinya". Berkaitan dengan strategi bersaing perusahaan, strategi bersaing memunculkan pertanyaan-pertanyaan berikut:
  • 28. 1.28 PENGEMBANGAN PRDDUK • 1. Haruskah perusahaan bersaing berdasarkan biaya rendah (dan kemudian pada harga yang murah), ataukah perusahaan sebaiknya melakukan diferensiasi produk atau jasa, misalnya dalam hal kualitas atau layanan? 2. Haruskah perusahaan bersaing secara langsung dengan pesaing utama yang menguasai pasar, ataukah perusahaan sebaiknya fokus pada ceruk pasar yang hanya mampu melayani sebagian pasar tetapi dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan? Porter (1998) mengemukakan dua strategi umum bersaing pada perusahaan dalam suatu industri yaitu strategi biaya rendah dan strategi diferensiasi. Strategi ini disebut umum karena dapat digunakan untuk berbagai tipe atau ukuran perusahaan, bahkan oleh organisasi nonprofit. 1. Strategi biaya rendah merupakan kemampuan perusahaan atau unit produksi untuk mendesain, memproduksi, dan memasarkan produk secara lebih efisien daripada pesaing. 2. Strategi diferensiasi merupakan kemampuan untuk menyediakan nilai yang unik dan superior kepada pembeli dalam hal kualitas produk, fitur- fitur khusus, dan layanan purna jual. Lebih jauh, Porter mengemukakan bahwa keunggulan bersaing perusahaan dalam industri banyak ditentukan oleh lingkup bersaing yang merupakan perluasan dari target pasar perusahaan. Sebelum menggunakan salah satu dari kedua strategi bersaing (biaya rendah atau diferensiasi), perusahaan harus memilih jangkauan variasi produk yang akan diproduksi, chanel distribusi, tipe pembeli yang akan dilayani, area geografi daerah pemasaran, serta susunan industri-industri yang akan bersaing. Hal ini akan merefleksikan pemahaman perusahaan mengenai keunikan sumber daya yang ada. Selanjutnya, perusahaan dapat menentukan target yang luas (yang ditujukan untuk pasar menengah dan massal) atau target yang lebih sempit (yang bertujuan untuk ceruk pasar). Mengkombinasikan dua macam target pasar dengan dua macam strategi bersaing akan menghasilkan empat variasi strategi bersaing seperti tampak pada Gambar 1.7.
  • 29. e EKMA4473/MODUL 1 1.29 Biaya Rendah Diferensiasi ....Q) U) Kepemimpinan Biaya DiferensiasiC) co ~ :::l CO...J 1- ... ~ Fokus Biaya Fokus Diferensiasia> c. ~E co Q) l-en Gambar 1.7. Strategi Bersaing Porter a. Kepemimpinan Biaya merupakan strategi bersaing biaya rendah yang bertujuan pada pasar yang luas dan memerlukan efisiensi fasilitas, pengurangan biaya, pengawasan biaya yang ketat, serta minimalisasi biaya pada area-area penelitian dan pengembangan, layanan, tenaga penjual, dan periklanan. Karena berdasarkan pada biaya rendah, maka perusahaan mampu menentukan harga yang lebih rendah daripada pesaing tetapi masih mampu menghasilkan keuntungan yang memuaskan. Dengan menerapkan strategi biaya rendah, menyebabkan perusahaan mampu bertahan melawan para pesaingnya. Biaya rendah yang diterapkan menyebabkan perusahaan dapat terus menikmati keuntungan di tengah persaingan yang kuat. Pangsa pasar yang besar menyebabkan perusahaan memiliki kekuatan tawar yang tinggi bagi para pemasok karena membeli dalam jumlah yang cukup banyak. b. Diferensiasi ditujukan untuk pasar yang luas dan melibatkan penciptaan produk atau jasa yang dipersepsikan unik dalam industrinya. Karena keunikannya, perusahaan akan menetapkan harga premium untuk produknya. Kekhususan ini dapat dikaitkan dengan desain atau citra merek, teknologi, fitur-fitur, jaringan dealer, serta layanan pelanggan. Diferensiasi merupakan strategi untuk menghasilkan keuntungan di atas rata-rata pada bisnis tertentu dengan menekankan pada loyalitas konsumen terhadap merek. Loyalitas konsumen juga menjadi hambatan masuk bagi pesaing lain, apabila suatu perusahaan baru akan memasuki pasar, maka harus mampu menciptakan keunikan pada produknya. c. Fokus biaya merupakan strategi persaingan biaya rendah yang berfokus pada suatu kelompok pasar tertentu atau pada suatu pasar dalam satu wilayah geografi tertentu dan hanya melayani ceruk pasar ini. Pada
  • 30. 1.30 PENGEMBANGAN PRDDUK • strategi ini perusahaan berusaha untuk memperoleh keuntungan dari biaya pada target pasarnya. Fokus biaya sangat berarti bagi perusahaan yang berfokus pada usaha untuk melayani pasar yang sempit dengan lebih efisien daripada para pesaingnya. d. Fokus diferensiasi merupakan strategi yang berkonsentrasi pada kelompok pembeli tertentu, segmen lini produk, dan pasar geografis tertentu. Untuk melaksanakan strategi ini, perusahaan harus mencari perbedaan pada segmen pasarnya. Strategi ini berarti bagi perusahaan yang mampu melayani kebutuhan khusus bagi pasar yang sempit secara lebih efisien daripada pesaing. F. KARAKTERISTIK KEBERHASILAN PENGEMBANGAN PRODUK Dari sudut pandang investor pada perusahaan yang berorientasi laba, usaha pengembangan produk dapat dikatakan berhasil apabila produk dapat diproduksi dan dijual dengan menghasilkan laba. Namun, laba sering kali sulit untuk dinilai secara cepat dan langsung. Terdapat lima dimensi spesifik keberhasilan pengembangan produk, yaitu (1) kualitas produk, (2) biaya produk, (3) waktu pengembangan produk, (4) biaya pengembangan, dan (5) kapabilitas pengembangan. 1. Kualitas Produk Seberapa baik produk yang dihasilkan dari upaya pengembangan? Apakah produk tersebut memuaskan kebutuhan pelanggan? Apakah produk tersebut kuat dan andal? Kualitas produk pada akhirnya akan memengaruhi pangsa pasar dan menentukan harga yang ingin dibayar oleh pelanggan untuk produksi tersebut. 2. Biaya Produk Apakah yang disebut biaya manufaktur dari produk? Biaya manufaktur yaitu biaya untuk modal peralatan dan alat bantu serta biaya produksi setiap unit produk. Biaya produk menentukan berapa besar laba yang dihasilkan oleh perusahaan pada volume penjualan dan harga penjualan tertentu. 3. Waktu Pengembangan Produk Seberapa cepat anggota tim menyelesaikan pengembangan produk? Waktu pengembangan akan menentukan kemampuan perusahaan dalam
  • 31. e EKMA4473/MODUL 1 1.31 bersaing, menunjukkan daya tanggap perusahaan terhadap perubahan teknologi, dan pada akhirnya akan menentukan kecepatan perusahaan untuk menerima pengembalian ekonomis dari usaha yang dilakukan tim pengembangan. 4. Biaya Pengembangan Berapa biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk mengembangkan produk? Biaya pengembangan biasanya merupakan salah satu komponen yang penting dari investasi yang dibutuhkan untuk mencapai laba. 5. Kapabilitas Pengembangan Apakah tim pengembang dan perusahaan mempunyai kemampuan yang lebih baik untuk mengembangkan produk masa depan sebagai hasil dari pengalaman yang diperoleh pada proyek pengembangan saat ini? Kapabilitas pengembangan merupakan aset yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan produk dengan lebih efektif dan ekonomis di masa yang akan datang. ~ -s ---=- ~ . :-....• Err _ ; --- ~ ~ LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! 1) Jelaskan strategi yang dapat digunakan untuk mengenalkan produk baru ke pasar menurut Schroeder (2000)! 2) Jelaskan beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan strategi! 3) Jelaskan tahap-tahap pada daur hidup produk dan strategi pada masing- masing fase! 4) Jelaskan tentang Piagam Inovasi Produk! 5) Jelaskan strategi bersaing Porter yang dapat digunakan untuk pengembangan produk! Petunjuk Jawaban Latihan 1) Strategi yang dapat digunakan untuk mengenalkan produk baru ke pasar menurut Schroeder (2000) yaitu (1) tarikan pasar, (2) dorongan teknologi, dan (3) pandangan interfungsional. (Pelajari Bagian A).
  • 32. 1.32 PENGEMBANGAN PRDDUK e 2) Keberhasilan suatu strategi banyak dipengaruhi oleh setidaknya tiga hal, yaitu (1) koordinasi di antara area-area fungsional, (2) pengalokasian sumber daya, dan (3) mengarahkan pada posisi pasar yang unggul. (Pelajari Bagian B) 3) Tahap-tahap pada daur hidup produk adalah tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan, dan tahap penurunan. Setiap tahap memiliki strategi produk tertentu yang dapat Anda pelajari lebih lengkap pada bagian C. 4) Piagam Inovasi Produk merupakan suatu dokumen yang disiapkan oleh manajemen senior yang didesain sebagai arahan bagi seluruh unit bisnis dalam jalur inovasi. (Pelajari Bagian D) 5) Strategi bersaing Porter meliputi: (1) Kepemimpinan Biaya, (2) Diferensiasi, (3) Fokus biaya, dan (4) Fokus diferensiasi. (Pelajari bagian D) RANGKUMAN 1. Keberhasilan peluncuran produk baru sangat mempengaruhi keberhasilan perusahaan dalam. meraih keuntungan. Perusahaan perlu menganalisis berbagai macam hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan peluncuran produk baru, termasuk bagaimana mengenalkan produk tersebut kepada konsumen. Terdapat tiga macam strategi yang dapat digunakan untuk mengenalkan produk baru ke pasar menurut Schroeder (2000) yaitu (1) tarikan pasar, (2) dorongan teknologi, dan (3) pandangan interfungsional. 2. Untuk memenangkan persaingan dalam industri diperlukan adanya strategi persaingan. Perusahaan perlu memfokuskan strategi apa saja yang akan dijalankan agar dapat diperoleh hasil yang optimal. Keberhasilan suatu strategi banyak dipengaruhi oleh setidaknya tiga hal, yaitu (1) koordinasi di antara area-area fungsional, (2) pengalokasian sumber daya, dan (3) mengarahkan pada posisi pasar yang unggul. 3. Suatu produk mempunyai tahap-tahap dalam daur hidupnya. Terdapat empat tahapan dalam daur hidup produk, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan, dan tahap kemunduran. Setiap tahap memerlukan strategi tertentu yang diarahkan agar dapat menunjang keberhasilan produk di pasar.
  • 33. e EKMA4473/MODUL 1 1.33 4. Pentingnya perencanaan strategis pada produk baru perlu disadari oleh semua pihak yang terlibat. Pernyataan strategi produk baru menjadi arahan bagi seluruh pihak dalam perusahaan. Pernyataan strategi produk baru dapat dituangkan dalam Piagam Inovasi Produk (Product Innovation Charter). Piagam Inovasi Produk merupakan suatu dokumen yang disiapkan oleh manajemen senior yang didesain sebagai arahan bagi seluruh unit bisnis dalam jalur inovasi. Piagam Inovasi Produk berisi latar belakang, fokus, tujuan sasaran dan pedoman. 5. Porter (1998) mengemukakan dua strategi umum bersaing pada perusahaan dalam suatu industri yaitu strategi biaya rendah dan strategi diferensiasi. Strategi ini disebut umum karena dapat digunakan untuk berbagai tipe atau ukuran perusahaan, bahkan oleh organisasi nonprofit. Selanjutnya, dengan mengkombinasikan strategi umum bersaing dengan target pasar, maka dapat diperoleh empat macam strategi bersaing, yaitu strategi kepemimpinan biaya, strategi diferensiasi, strategi fokus biaya, dan strategi fokus diferensiasi. 6. Dari sudut pandang investor pada perusahaan yang berorientasi laba, usaha pengembangan produk dapat dikatakan berhasil apabila produk dapat diproduksi dan dijual dengan menghasilkan laba. Namun, laba sering kali sulit untuk dinilai secara cepat dan langsung. Terdapat lima dimensi spesifik keberhasilan pengembangan produk, yaitu (1) kualitas produk, (2) biaya produk, (3) waktu pengembangan produk, (4) biaya pengembangan, dan (5) kapabilitas pengembangan. TES FORMATIF 2 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Pengenalan produk baru dapat dilakukan dengan memandang bahwa pasar merupakan dasar untuk menentukan produk yang harus dibuat oleh produsen dengan bantuan teknologi yang ada saat ini. Pandangan ini merupakan pandangan .... A. tarikan pasar B. dorongan teknologi C. interfungsional D. intrafungsional
  • 34. 1.34 PENGEMBANGAN PRDDUK • 2) Pengenalan produk baru dapat dilakukan dengan memandang bahwa suatu produk hendaknya tidak hanya menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, tetapi juga manfaat teknis yang diperoleh. Pandangan ini merupakan pandangan .... A. tarikan pasar B. dorongan teknologi C. interfungsional D. intrafungsional 3) Fase pada daur hidup produk ketika produk diluncurkan di pasar dan sebagian besar teknik produksi masih disesuaikan dengan pasar sehingga memerlukan pengeluaran lain-lain untuk (1) penelitian, (2) pengembangan produk, (3) modifikasi dan perbaikan proses, dan (4) pengembangan pemasok merupakan fase .... A. perkenalan B. pertumbuhan C. kedewasaan D. penurunan 4) Strategi yang dapat dilakukan pada tahap kedewasaan adalah mengurangi biaya dalam hal .... A. penelitian dan pengembangan B. biaya distribusi C. kemasan produk D. pengurangan pilihan dan lini produk 5) Suatu dokumen yang disiapkan oleh manajemen senior yang didesain sebagai araban bagi seluruh unit bisnis dalam jalur inovasi untuk pengembangan produk disebut .... A. daur hidup produk B. piagam inovasi produk C. blueprint produk D. rancangan produk 6) Salah satu strategi umum Porter yang berupa kemampuan perusahaan atau unit produksi untuk mendesain, memproduksi, dan memasarkan produk secara lebih efisien daripada pesaing disebut strategi .... A. fokus produk B. biaya rendah C. diferensiasi D. fokus proses
  • 35. e EKMA4473/MODUL 1 1.35 7) Strategi umum Porter yang menyatakan adanya kemampuan perusahaan untuk menyediakan nilai yang unik dan superior kepada pembeli dalam hal kualitas produk, fitur-fitur khusus, dan layanan purna jual disebut strategi .... A. fokus produk B. biaya rendah C. diferensiasi D. fokus proses 8) Strategi bersaing yang berkonsentrasi pada kelompok pembeli tertentu, segmen lini produk, dan pasar geografis tertentu disebut strategi .... A. fokus diferensiasi B. biaya rendah C. kepemimpinan biaya D. target pasar 9) Strategi bersaing yang merupakan strategi persaingan biaya rendah yang berfokus pada suatu kelompok pasar tertentu atau pada suatu pasar dalam satu wilayah geografi tertentu dan hanya melayani ceruk pasar ini disebut strategi .... A. fokus diferensiasi B. biaya rendah C. fokus biaya D. target pasar 10) Salah satu dimensi keberhasilan pengembangan produk adalah menekankan pada biaya untuk modal peralatan dan alat bantu serta biaya produksi setiap unit produk sehingga dapat ditentukan laba yang diinginkan merupakan dimensi pengembangan produk dalam hal .... A. waktu produk B. target produksi C. biaya produk D. biaya pemasaran
  • 36. 1.36 PENGEMBANGAN PRDDUK • Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = ---------- x 100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% =cukup < 70% =kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 37. e EKMA4473/ MODUL 1 1.37 Kunci Jawaban Tes Formatif Tes Formatif1 Tes Formatif2 1) B 1) A 2) A 2) c 3) D 3) A 4) B 4) D 5) c 5) B 6) D 6) B 7) D 7) c 8) c 8) A 9) D 9) c 10) B 10) c
  • 38. 1.38 PENGEMBANGAN PRDDUK • Daftar Pustaka Crawford, M. and Di Benedetto, A. (2008). New Products Management. New York: McGraw Hill Companies, Inc. Heizer, J., and Render, B. (2005). Operations Management. 7 th edition. Pearson Education International. Krajewski, L.J., and Ritzman, L.P. (1999). Operations Management: Strategy and Analysis. Addison-Wesley Publishing Company, Inc. Lehmann, D,R. and Winer, R.S. (2005). Product Management. 4 th edition. New York: McGraw Hill Companies, Inc. Porter, M. (1998). Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance. Ney York: The Free Press. Russel, R.R., and Taylor, B.W. (2003). Operations Management. 4 th edition. Pearson Education International. Stevenson, W.J. (2005). Operations Management. 8 th edition. McGraw-Hill. Schroeder, R.G. (2000). Operations Management: Contemporary Concepts and Case. New York: McGraw-Hill Companies, Inc. Trott, P. (2008). Innovation Management and New Product Development 4 th Edition. London: Pearson Education. Ulrich, K.T., and Eppinger, S.D. (2008). Product Design and Development. New York: McGraw Hill Companies, Inc. Wheelen, T. L., and Hunger, J.D. (2004). Strategic Management and Business Policy International Edition, New Jersey: Pearson Education, Inc.
  • 39. MODUL 2 Perencanaan Produk Meirani Harsasi, S.E., M.Si. PENDAHULUAN keberhasilan suatu perusahaan manufaktur tergantung pada kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, kemudian secara cepat menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan tersebut. Kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan selalu ditekankan pada kualitas yang sesuai, waktu yang tepat, serta biaya yang murah. Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan merupakan tanggung jawab seluruh bagian dalam perusahaan, termasuk bagian pemasaran, manufaktur, desain, keuangan serta sumber daya manusia. Pengembangan produk sampai produk diterima konsumen merupakan suatu proses yang cukup panjang dan melibatkan banyak pihak. Perancangan produk merupakan proses awal pengembangan produk. Penentuan produk yang tepat, harga yang tepat serta saluran distribusi yang tepat merupakan pekerjaan yang memerlukan koordinasi dari berbagai pihak. Terkadang diperlukan pendapat dari pihak luar, seperti konsumen dan pemasok, agar produk yang dihasilkan benar-benar merupakan produk yang sesuai bagi konsumen yang dituju. Namun demikian, tidak setiap pengembangan produk selalu menuai keberhasilan, terkadang produk yang telah dikembangkan gagal di pasaran. Seperti telah Anda pelajari di Modul 1, bahwa tidak setiap inovasi akan berhasil. Banyak kegagalan terjadi karena ketidaksesuaian produk dengan kebutuhan dan keadaan masyarakat saat ini. Pemilihan produk harus dilakukan dengan cermat dengan tidak mengesampingkan kondisi masyarakat. Pemilihan produk yang tepat akan memberi keuntungan bagi perusahaan selama produk tersebut diinginkan dan diperlukan oleh masyarakat. Disinilah letak pentingnya perancangan produk bagi perusahaan. Pada Modul 2 ini, Anda akan mempelajari mengenai perancangan produk. Lebih rincinya, pada Kegiatan Belajar 1 Anda akan mempelajari mengenai pemilihan produk, sedangkan pada Kegiatan Belajar 2 Anda akan mempelajari mengenai perencanaan produk. Secara umum, setelah
  • 40. 2.2 PENGEMBANGAN PRDDUK • mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan mengenai proses perencanaan produk baru. Secara khusus, setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan: 1. Aliansi Strategis. 2. Analisis Produk Berdasarkan Nilai. 3. Penentuan Produk Baru. 4. Proses Perencanaan Produk.
  • 41. e EKMA4473/MODUL 2 2.3 KEGIATAN BELAL.JAR 1 Pemilihan Produk A. ALIANSI STRATEGIS Saudara mahasiswa, pada Kegiatan Belajar 1 ini, Anda akan mempelajari mengenai pemilihan produk. Pemilihan produk merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan karena tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan produk baru. Pengembangan produk tidak terlepas dari adanya kerja sama, baik kerja sama internal perusahaan maupun kerja sama dengan berbagai pihak ekstemal perusahaan. Kerja sama internal meliputi kerja sama antardepartemen dalam perusahaan, antara lain kerja sama antara departemen keuangan, operasi, pemasaran, dan sumber daya manusia. Kerja sama ekstemal dapat meliputi kerja sama dengan pemasok, distributor, atau bahkan dengan pesaing. Dalam pengembangan produk, perusahaan mempunyai kapabilitas tertentu dalam operasionalnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kapabilitas utama perusahaan bersama dengan aktivitas-aktivitas yang lain saling melengkapi dalam penyusunan produk baru. Ditinjau dari sudut pandang yang lebih luas, suatu perusahaan perlu memiliki kapabilitas tertentu yang membedakannya dengan perusahaan-perusahaan lain. Hal inilah yang disebut sebagai kapabilitas khusus. Kapabilitas khusus memiliki pengertian yang lebih luas daripada kompetensi teknikal dan kompetensi operasional. Lingkup yang lebih luas ini meliputi arsitektur organisasi yang termasuk juga jaringan kerja atau hubungan di dalam dan luar organisasi. Hal ini selanjutnya akan mengarahkan pada suatu perspektif bahwa pengembangan produk yang melibatkan pesaing akan menjadi lebih baik apabila menggunakan jaringan kerja atau partnership dibandingkan dengan pengembangan produk oleh satu perusahaan tunggal. Dalam jaringan kerja, perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang lebih serta dapat berbagi risiko untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Kerja sama dengan pemasok, misalnya, dapat mempermudah perusahaan dalam penyediaan bahan-bahan serta menjamin ketersediaan bahan, jika dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memiliki kerja sama secara khusus dengan pemasok. Perusahaan yang tidak memiliki kerja sama khusus dengan pemasok akan mengalami kesulitan dalam penjaminan ketersediaan bahan-bahan yang
  • 42. 2.4 PENGEMBANGAN PRDDUK • diperlukan dalam produksi. Masalah kekurangan stok bahan baku dan bahan penolong dapat menghambat pelaksanaan produksi sehingga dapat berakibat produk tidak dapat diluncurkan tepat waktu. Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemasok, selanjutnya dapat meningkatkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan produk baru, mengembangkan teknologi, penetrasi pasar serta meraih posisi yang cukup kuat dalam pasar. Kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain dapat dilakukan dalam berbagai bentuk yang saling menguntungkan. Hubungan kerja sama antarperusahaan tersebut akan membentuk aliansi strategis. Pada masa lalu, aliansi strategis dipandang sebagai suatu pilihan untuk perusahaan- perusahaan tertentu yang bersifat besar dan berskala internasional. Di masa yang akan datang, adanya persaingan yang semakin intensif, pemendekan daur hidup produk, serta meningkatnya biaya penelitian dan pengembangan menyebabkan aliansi strategis menjadi suatu strategi yang menjanjikan bagi siapa saja. Aliansi strategis merupakan suatu bentuk kesepakatan atau perjanjian antara dua atau lebih pihak untuk berbagi pengetahuan, teknologi, dan sumber daya yang dapat menguntungkan semua pihak yang terlibat. Slowinski et al (1996) berpendapat bahwa aliansi strategis memberikan kesempatan bagi perusahaan-perusahaan berteknologi besar dan kecil agar dapat berekspansi di pasar yang baru dengan cara berbagi kemampuan dan sumber daya. Aliansi strategis dapat bermanfaat bagi semua pihak yang tergabung, baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil. Bagi perusahaan besar, keuntungan yang diperoleh adalah dapat mengakses sebagian keahlian dan sumber daya dari perusahaan yang lebih kecil yang diperlukan, sedangkan keuntungan bagi perusahaan kecil adalah dapat memperoleh modal dalam jumlah besar serta ketersediaan sumber daya organisasi dari perusahaan-perusahaan besar. Namun demikian, ada pula perusahaan yang menghindari aliansi strategis untuk berbagi ide-ide dan teknologi dengan pihak lain karena berbagai alasan. Kekurangpercayaan merupakan salah satu alasan yang mendominasi keputusan yang dibuat untuk tidak terikat dengan perusahaan-perusahaan lain dalam bentuk apapun. Aliansi strategis dapat muncul dalam intraindustri dan interindustri. Sebagai contoh, aliansi intraindustri dapat dilakukan oleh tiga perusahaan automobile yang membentuk sebuah aliansi yang mengembangkan teknologi untuk membuat mobil elektrik. Sementara aliansi interindustri dapat dilakukan oleh sebuah perusahaan farmasi raksasa yang melakukan kerja sama dengan berbagai perusahaan lain dalam industri yang berbeda-beda
  • 43. e EKMA4473/MODUL 2 2.5 yang memiliki kapabilitas tertentu. Terdapat delapan bentuk aliansi strategis, yaitu (1) lisensi, (2) hubungan pemasok, (3) outsourcing, (4) joint venture, (5) kolaborasi (non-joint ventures), (6) konsorsia R&D, (7) klaster industri, dan (8) jaringan inovasi (Trott, 2008). 1. Lisensi Lisensi merupakan suatu metode yang umum digunakan untuk memperoleh teknologi dari pihak lain. Kerja sama ini tidak diarahkan pada hubungan yang luas, tetapi diarahkan pada peningkatan lisensi terhadap teknologi dari perusahaan lain. Lisensi sering kali menjadi awal dari terbentuknya kolaborasi. Perusahaan yang bertindak sebagai "licencee" memerlukan suatu elemen pembelajaran, dan perusahaan yang bertindak sebagai "licensor" lebih berperan sebagai "guru". Terdapat beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari lisensi, yaitu mampu menyeimbangkan kecepatan untuk memasuki teknologi yang berbeda dan mengurangi biaya pengembangan teknologi. Namun demikian, juga terdapat beberapa permasalahan yang muncul, antara lain mengabaikan pengembangan teknologi secara internal karena selalu tergantung pada pihak lain. 2. Hubungan Pemasok Banyak perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan para pemasok selama bertahun-tahun. Hubungan kerja sama tersebut tidak jarang hanya berbentuk kerja sama informal. Kerja sama dengan pemasok mempunyai beberapa keuntungan, contohnya antara lain: a. Biaya produksi yang lebih rendah akan dicapai apabila pemasok dapat memodifikasi suatu komponen sehingga komponen tersebut dapat dipasangkan dengan lebih mudah ke produk perusahaan. b. Pengurangan pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan karena adanya informasi dari pemasok mengenai penggunaan produk-produk yang sesuai dengan keinginan konsumen. c. Peningkatan aliran material yang lebih baik akan dapat mengurangi tingkat persediaan. d. Pengurangan biaya administrasi melalui sistem informasi yang terintegrasi.
  • 44. 2.6 PENGEMBANGAN PRDDUK • 3. Outsourcing Pengertian outsourcing merujuk pada pendelegasian kegiatan nonoperasional perusahaan kepada suatu entitas eksternal yang memiliki kapasitas manajemen yang profesional dalam bidang operasi tertentu. Alasan penggunaan outsourcing antara lain adalah menghemat biaya perusahaan, fokus pada kompetensi tertentu perusahaan, serta efisiensi tenaga kerja, modal, teknologi, dan sumber daya. Salah satu contoh penerapan outsourcing misalnya outsourcing layanan teknologi informasi oleh penyedia jasa spesialisasi teknologi informasi. Outsourcing meliputi kegiatan pengalihan dan pengawasan manajemen dan/atau pembuatan keputusan manajemen mengenai suatu fungsi bisnis kepada penyedia ekstemal. Kegiatan ini memerlukan pertukaran informasi dua arah, koordinasi, dan kepercayaan antara pihak penyedia outsourcing dengan klien. Pengertian outsourcing tersebut berbeda dengan pengertian hubungan antara pembeli dan penjual atau penyedia jasa. Outsourcing melibatkan hubungan aktif kedua belah pihak dalam pengawasan manajemen dan proses operasi. Sementara itu, pada pengertian tradisional, hubungan antara kedua belah pihak hanya sebatas pada hubungan secara kontrak saja, dan mereka tetap terpisah dalam hal koordinasi manajemen. 4. Joint Venture Joint Venture adalah suatu unit terpisah yang melibatkan dua atau lebih peserta aktif sebagai mitra. Kadang-kadang juga disebut sebagai aliansi strategis, yang meliputi berbagai mitra, termasuk organisasi nirlaba, sektor bisnis dan umum. Joint venture merupakan suatu kontrak antara dua perusahaan untuk membentuk satu perusahaan baru, perusahaan baru inilah yang disebut dengan perusahaan joint venture. Dengan joint venture, perusahaan dapat berbagi keuntungan serta biaya dalam hal penelitian dan pengembangan proyek. Bentuk ini biasanya lahir untuk suatu proyek tertentu dan berakhir begitu proyek telah diselesaikan. 5. Kolaborasi (non-joint ventures) Kolaborasi merupakan bentuk kerja sama tanpa adanya entitas legal dengan tujuan agar kerja sama menjadi lebih fleksibel. Hal ini dilakukan untuk memperluas kerja sama dari waktu ke waktu apabila kerja sama tersebut dirasa diperlukan. Kolaborasi dapat muncul dalam berbagai bentuk hubungan dengan pemasok.
  • 45. e EKMA4473/MODUL 2 2.7 6. Konsorsia R&D Suatu konsorsium menggambarkan situasi dengan sejumlah perusahaan bekerja sama melakukan suatu aktivitas dalam skala yang besar. Kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan dilakukan agar dapat berbagi biaya dan risiko penelitian, tenaga ahli, dan peralatan. 7. Klaster Industri Klaster merupakan konsentrasi geografi perusahaan-perusahaan, pemasok khusus, penyedia jasa, serta institusi-institusi lain yang terdapat dalam satu wilayah tertentu dalam satu negara atau daerah. Hal yang membedakan bentuk kerja sama ini dengan kerja sama lainnya adalah adanya kedekatan geografi. Klaster muncul karena dapat meningkatkan produktivitas di antara perusahaan-perusahaan yang terdapat dalam satu wilayah tertentu. Pengembangan klaster ini merupakan agenda penting bagi pemerintah, perusahaan-perusahaan, serta institusi lainnya. 8. Jaringan Inovasi Jaringan inovasi merupakan bentuk baru organisasi yang merupakan organisasi virtual. Suatu perusahaan dapat menggunakan jaringan kerja sama ini dalam bentuk produksi dan distribusi suatu produk. Misalnya, perusahaan A, memiliki lisensi atas merek tertentu, namun perusahaan tersebut bekerja sama dengan perusahaan lain untuk memproduksi dan mendistribusikan produk dengan merek tertentu. Perusahaan A melakukan penelitian, desain, dan pengembangan, namun, dia memiliki jaringan pabrik di negara-negara lain. B. ANALISIS PRODUK BERDASARKAN NILAI Anda sudah paham, bukan mengenai pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak dalam pengembangan produk? Kerja sama yang telah dibentuk tidak semata-mata menjamin keberhasilan produk baru. Pemilihan produk yang tepat yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen merupakan tugas berat berikutnya. Pemilihan produk yang tepat merupakan langkah penting bagi perusahaan dalam memasarkan produk barunya. Pemilihan produk yang tepat akan menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen baik dari segi harga, kualitas, dan ketersediaan. Produk dengan harga yang terlalu mahal akan sulit menembus pasar apabila tidak
  • 46. 2.8 PENGEMBANGAN PRDDUK • sesuai dengan harapan konsumen. Belum lagi kehadiran pesaing yang dengan cepat mengadopsi teknologi yang telah dikembangkan dengan biaya rendah sehingga menghasilkan produk yang lebih murah. Anda dapat perhatikan bahwa akhir-akhir ini Anda dengan mudah dapat menjumpai produk HP dengan harga yang sangat murah namun, memiliki kemampuan yang setara dengan merek lain yang memiliki harga lebih mahal. Apakah dari sisi pemasaran produk tersebut dikatakan berhasil? Perlu waktu untuk menilai keberhasilan produk baru, dan harus ditekankan pula bahwa tidak semua produk yang berharga murah dapat bertahan melawan pesaing-pesaingnya. Kesukaan merek, kualitas, dan prestise merupakan hal-hal yang sulit untuk diukur secara langsung mengingat konsumen memiliki berbagai macam pertimbangan untuk membeli suatu produk. Tentunya, Anda juga masih ingat beberapa tahun yang lalu mengenai serbuan motor China (Mocin) yang sempat mempengaruhi pasar motor nasional. Seiring dengan berjalannya waktu, serbuan motor China tersebut terbukti tidak dapat menggoyahkan pasar motor nasional. Citra merek yang sudah tertanam di benak konsumen serta ketersediaan suku cadang menjadi pertimbangan utama bagi konsumen untuk membeli motor. Dengan harga yang lebih mahal tetapi kualitas yang sepadan, konsumen tidak akan berpikir ulang untuk membeli motor dengan harga yang lebih murah namun kualitas tidak menjanjikan. Pemilihan konsumen terhadap berbagai macam produk yang ditawarkan harus dapat dipahami oleh produsen. Produk apa saja yang menjadi kebutuhan pelanggan, kemasan dan kualitas yang sesuai menjadi perhatian utama perusahaan. Manajer operasi mempunyai berbagai pertimbangan untuk memilih produk yang paling menjanjikan. Hal ini merupakan prinsip Pareto (yakni fokus pada permasalahan yang sedikit tetapi penting dan bukan pada permasalahan yang banyak tetapi sepele) yang diterapkan pada bauran produk. Prinsip ini menekankan pada pendapat bahwa sumber daya diinvestasikan pada permasalahan yang sedikit tetapi penting, dan bukan yang banyak tetapi sepele. Untuk itulah, manajer operasi perlu melakukan analisis produk berdasarkan nilai. Analisis produk berdasarkan nilai (product-by-value analysis) merupakan kegiatan mengurutkan produk secara menurun berdasarkan kontribusi rupiah individu masing-masing produk bagi perusahaan. Analisis ini juga mengurutkan kontribusi rupiah total tahunan dari suatu produk. Kontribusi rendah per unit satu produk tertentu mungkin akan terlihat sama sekali berbeda jika ia mewakili sebagian besar penjualan perusahaan. Analisis ini tidak hanya memfokuskan pada pembuatan produk
  • 47. e EKMA4473/MODUL 2 2.9 yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen saja, tetapi lebih dari itu, apakah produk yang dibuat tersebut mampu memberikan keuntungan bagi perusahaan. Laporan produk berdasarkan nilai membuat manajemen dapat mengevaluasi strategi yang mungkin dilakukan untuk setiap produk. Hal ini meliputi penambahan arus kas (misalnya peningkatan kontribusi melalui peningkatan harga jual atau menurunkan biaya), peningkatan penetrasi pasar (melalui peningkatan kualitas dan/atau mengurangi biaya atau harga), atau mengurangi biaya (melalui perbaikan proses produksi). Laporan analisis nilai produk juga memberikan informasi bagi manajemen, produk mana yang harus dihilangkan dan produk mana yang gagal sehingga tidak membolehkan adanya investasi pada penelitian dan pengembangan atau modal. Laporan analisis nilai produk memfokuskan perhatian manajemen pada araban strategi untuk setiap produk. Saudara mahasiswa, telah Anda pelajari bahwa analisis produk berdasarkan nilai tidak hanya menekankan pada produksi yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen, tetapi lebih dari itu apakah produk mampu memberikan keuntungan serta apakah layak untuk diproduksi dalam sistem manufaktur. Design for Manufacturing (DFM) merupakan suatu pendekatan yang terdiri dari dua hal, yaitu (1) simplifikasi produk dan (2) manufacturing multi produk dengan menggunakan peralatan, proses, dan modul yang sudah ada. Pada pendekatan ini ditekankan pula adanya analisis nilai. Nilai merupakan rasio kegunaan dibandingkan biaya. Penentuan produk perlu memperhatikan pula analisis nilai, apakah produk yang akan dijual dapat memberikan nilai tidak hanya bagi pelanggan, tetapi juga bagi perusahaan. C. PENENTUAN PRODUK BARU Saudara mahasiswa, seperti telah Anda pelajari pada Modul 1 mengenai daur hidup produk bahwa setiap produk akan memiliki umur tertentu yang dimulai dari perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan, sampai dengan penurunan. Pemilihan produk, definisi produk, dan desain produk merupakan aktivitas yang dilakukan secara terus menerus mengingat perusahaan memperoleh pendapatan dan keuntungan dari adanya produk baru. Aktivitas tersebut juga harus dilakukan karena produk lama telah mati atau harus dibuang dan digantikan oleh produk pengganti.
  • 48. 2.10 PENGEMBANGAN PRDDUK • Satu teknik untuk menghasilkan ide produk baru adalah brainstorming. Brainstorming merupakan sebuah teknik yang mengelompokkan orang-orang yang berbeda untuk saling berbagi ide mengenai topik tertentu, tanpa mengkritik. Tujuan brainstorming adalah untuk membengkitkan diskusi terbuka yang menghasilkan ide kreatif mengenai produk yang mungkin dikembangkan. Walaupun perusahaan dapat memasukkan brainstorming dalam berbagai tahapan pengembangan produk baru, namun akan lebih bermanfaat apabila memusatkan perhatian pada beberapa hal berikut ini. 1. Memahami pelanggan merupakan permasalahan dasar dalam pengembangan produk baru. Banyak produk penting biasanya dipikirkan pertama kali dan bahkan dibentuk oleh pengguna, bukan oleh produsen. Beberapa produk cenderung dikembangkan oleh lead user yaitu perusahaan, organisasi, atau individu yang peka terhadap trend pasar dan mempunyai kebutuhan di luar pengguna biasa. Manajer operasi harus menyesuaikan diri pada pasar terutama lead user ini. 2. Perubahan ekonomi menyebabkan meningkatnya tingkat kemakmuran pada jangka panjang tetapi siklus ekonomi dan harga berubah dalam jangka pendek. Sebagai contoh, pada jangka panjang, semakin banyak orang bisa membeli mobil, tetapi pada jangka pendek, resesi dapat menurunkan permintaan mobil. 3. Perubahan sosiologi dan demografi selalu terjadi di masyarakat. Salah satu contohnya adalah berkurangnya ukuran keluarga sehingga akan mengubah preferensi pada ukuran rumah, apartemen, dan mobil. 4. Perubahan teknologi yang membuat segala sesuatu yang awalnya tidak mungkin menjadi mungkin, mulai dari komputer genggam, telepon genggam, sampai pada jantung buatan. 5. Perubahan politik/peraturan akan melahirkan perjanjian perdagangan yang baru, tarif, dan juga berbagai macam persyaratan kontrak dengan pemerintah. 6. Perubahan lain dapat muncul melalui kebiasaan pasar, standar profesional, pemasok, dan distributor. Manajer operasi harus menyadari adanya faktor-faktor ini dan dapat mengantisipasi perubahan dalam peluang produk, pilihan produk, volume produk, dan bauran produk. Penentuan produk menjadi perhatian utama manajemen mengingat keberhasilan dan kegagalan perusahaan di masa-masa yang akan datang
  • 49. e EKMA4473/MODUL 2 2.11 tergantung pada penerimaan produk di pasar dan tingkat penjualan. Penentuan produk dilakukan sebelum sumber daya-sumber daya penting diaplikasikan untuk pengembangan produk. Perencanaan produk diperlukan pada fase ini, yaitu perlunya penentuan proyek-proyek pengembangan produk seperti apakah yang diperlukan serta berapa lamakah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Hal ini mendekatkan pada strategi bisnis yang lebih luas serta jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut: If Proyek pengembangan produk yang bagaimanakah yang akan dilakukan? Portofolio proyek yang bagaimanakah yang akan dikembangkan? (misalnya platform produk, turunan produk, atau produk-produk baru yang terputus-putus). Bagaimanakah mengenai penentuan waktu dan urutan penyelesaian proyek? Aktivitas perencanaan produk memerlukan input dari bagian penelitian dan pengembangan. Aktivitas ini berkaitan dengan kapasitas teknologi perusahaan dan memerlukan perhatian pihak manajemen. Menentukan produk yang dibutuhkan oleh konsumen serta mampu dibeli konsumen bukanlah hal yang mudah, namun demikian, penentuan produk harus didasarkan pada kegiatan penelitian dan pengembangan serta usaha keras secara terstruktur. Organisasi atau perusahaan dapat memilih untuk bersaing pada satu atau beberapa pasar produk dengan menggunakan jangkauan teknologi tertentu atau disebut portofolio teknologi. Perusahaan akan mencari kapabilitas-kapabilitas tertentu yang memungkinkan mereka untuk memasuki pasar dengan menawarkan produk-produk yang menarik di pasar tersebut. Keberhasilan mereka sangat ditentukan oleh bagaimanakah perusahaan mampu menyelesaikan seluruh kegiatan tersebut. Perencanaan produk merupakan usaha perusahaan untuk mengidentifikasi portofolio produk yang akan dikembangkan. Proses ini meliputi kesempatan-kesempatan pengembangan produk dari berbagai sumber, termasuk pemasaran, penelitian, dan pengembangan, pelanggan, dan analisis pesaing. Sering kali perusahaan besar memiliki kesempatan lebih untuk mengembangkan produk dalam hal pendanaan serta penelitian dan pengembangan. Perencanaan produk merupakan aktivitas yang selalu diperbarui dan diupayakan perbaikannya untuk merefleksikan perubahan
  • 50. 2.12 PENGEMBANGAN PRDDUK e lingkungan persaingan. Sering kali peluncuran produk baru yang dilakukan oleh pesaing akan mengubah perencanaan produk perusahaan. Kecepatan membaca situasi pasar menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. Munculnya produk baru di pasar sering kali mengubah perencanaan produk yang telah dikembangkan perusahaan. Perencanaan produk sering kali melibatkan senior manajemen dan merupakan bagian dari strategi yang sedang berjalan saat ini. · ~· -. ' - -:: -.c-- ~ ~ . ; .....-,' ------ ~ LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! 1) Jelaskan pengertian aliansi strategis! 2) Jelaskan pengertian joint venture! 3) Jelaskan pengertian lisensi! 4) Jelaskan pengertian analisis produk berdasarkan nilai (product-by-value analysis)! 5) Jelaskan mengenai aktivitas perencanaan produk! Petunjuk Jawaban Latihan 1) Aliansi strategis merupakan suatu bentuk kesepakatan atau perjanjian antara dua atau lebih pihak untuk berbagi pengetahuan, teknologi, dan sumber daya yang dapat menguntungkan semua pihak yang terlibat. 2) Joint venture merupakan suatu kontrak antara dua perusahaan untuk membentuk satu perusahaan baru, perusahaan baru inilah yang disebut dengan perusahaan joint venture. 3) Lisensi merupakan suatu metode yang umum digunakan untuk memperoleh teknologi dari pihak lain. Kerja sama ini tidak diarahkan pada hubungan yang luas, tetapi diarahkan pada peningkatan lisensi terhadap teknologi dari perusahaan lain. 4) Analisis produk berdasarkan nilai (product-by-value analysis) merupakan kegiatan mengurutkan produk secara menurun berdasarkan kontribusi rupiah individu masing-masing produk bagi perusahaan. 5) Aktivitas perencanaan produk memerlukan input dari bagian penelitian dan pengembangan. Aktivitas ini berkaitan dengan kapasitas teknologi perusahaan dan memerlukan perhatian pihak manajemen. Menentukan
  • 51. e EKMA4473/MODUL 2 2.13 produk yang dibutuhkan oleh konsumen serta mampu dibeli konsumen bukanlah hal yang mudah, namun demikian, penentuan produk harus didasarkan pada kegiatan penelitian dan pengembangan serta usaha keras secara terstruktur. RANGKUMAN- - - - - - - - - - - - - - - - - - 1. Pengembangan produk tidak terlepas dari adanya kerja sama internal perusahaan maupun kerja sama dengan berbagai pihak eksternal perusahaan. Kerja sama internal meliputi kerja sama antar departemen dalam perusahaan, antara lain kerja sama antara departemen keuangan, operasi, pemasaran, dan sumber daya manusia. Kerja sama eksternal dapat meliputi kerja sama dengan pemasok, distributor, atau bahkan dengan pesaing. 2. Kapabilitas khusus merupakan kemampuan perusahaan dalam operasionalnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Suatu perusahaan perlu memiliki kapabilitas tertentu yang membeda- kannya dengan perusahaan-perusahaan lain. Kapabilitas utama perusahaan bersama dengan aktivitas-aktivitas yang lain saling melengkapi dalam penyusunan produk baru. 3. Pengembangan produk baru memerlukan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain. Hubungan kerja sama antar perusahaan tersebut akan membentuk aliansi strategis. Aliansi strategis merupakan suatu bentuk kesepakatan atau perjanjian antara dua atau lebih pihak untuk berbagi pengetahuan, teknologi, dan sumber daya yang dapat menguntungkan semua pihak yang terlibat. 4. Terdapat delapan bentuk aliansi strategik, yaitu (1) lisensi, (2) hubungan pemasok, (3) outsourcing, (4) joint venture, (5) kolaborasi (non-joint ventures), (6) konsorsia R&D, (7) klaster industri, dan (8) jaringan inovasi. 5. Pengembangan produk baru merupakan kegiatan yang diharapkan dapat memberikan keuntungan, oleh karenanya perlu dilakukan analisis produk berdasarkan nilai (product-by-value analysis). Analisis produk berdasarkan nilai merupakan kegiatan mengurutkan produk secara menurun berdasarkan kontribusi rupiah individu masing-masing produk bagi perusahaan. Analisis ini juga mengurutkan kontribusi rupiah total tahunan dari suatu produk. Kontribusi rendah per unit satu produk tertentu mungkin akan terlihat sama sekali berbeda jika ia mewakili sebagian besar penjualan perusahaan. Analisis ini tidak hanya memfokuskan pada
  • 52. 2.14 PENGEMBANGAN PRDDUK e pembuatan produk yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen saja, tetapi lebih dari itu, apakah produk yang dibuat tersebut mampu memberikan keuntungan bagi perusahaan. 6. Analisis produk berdasarkan nilai akan menghasilkan laporan produk berdasarkan nilai yang membuat manajemen dapat mengevaluasi strategi yang mungkin dilakukan untuk setiap produk. Hal ini meliputi penambahan arus kas (misalnya peningkatan kontribusi melalui peningkatan harga jual atau menurunkan biaya), peningkatan penetrasi pasar (melalui peningkatan kualitas dan/atau mengurangi biaya atau harga), atau mengurangi biaya (melalui perbaikan proses produksi). 7. Satu teknik untuk menghasilkan ide produk baru adalah brainstorming. Brainstorming merupakan sebuah teknik yang mengelompokkan orang-orang yang berbeda untuk saling berbagi ide mengenai topik tertentu, tanpa mengkritik. Tujuan brainstorming adalah untuk rnernbangkitkan diskusi terbuka yang rnenghasilkan ide kreatif mengenai produk yang mungkin dikembangkan. 8. Penentuan produk rnenjadi perhatian utama manajemen mengingat keberhasilan dan kegagalan perusahaan di masa-masa yang akan datang tergantung pada penerirnaan produk di pasar dan tingkat penjualan. Penentuan produk dilakukan sebelurn surnber daya- sumber daya penting diaplikasikan untuk pengembangan produk. Perencanaan produk diperlukan pada fase ini, yaitu perlunya penentuan proyek-proyek pengernbangan produk seperti apakah yang diperlukan serta berapa lamakah waktu yang diperlukan untuk rnenyelesaikan proyek tersebut. TES FORMATIF 1 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Kapabilitas yang dimiliki suatu perusahaan yang mernbedakannya dengan perusahaan lain disebut kapabilitas .... A. umum B. khusus C. bersarna D. utama
  • 53. e EKMA4473/MODUL 2 2.15 2) Suatu bentuk kesepakatan atau perjanjian antara dua atau lebih pihak untuk berbagi pengetahuan, teknologi, dan sumber daya yang dapat menguntungkan semua pihak yang terlibat disebut .... A. aliansi strategis B. kesepakatan C. perseroan terbatas D. perseroan komanditer 3) Suatu bentuk kerja sama yang dimaksudkan untuk memperoleh teknologi dari pihak lain disebut .... A. lisensi B. joint venture C. konsorsia D. jaringan inovasi 4) Pendelegasian kegiatan nonoperasional perusahaan kepada suatu entitas eksternal yang memiliki kapasitas manajemen yang profesional dalam bidang operasi tertentu disebut dengan .... A. joint venture B. jaringan inovasi C. outsourcing D. hubungan pemasok 5) Suatu bentuk organisasi baru yang merupakan organisasi virtual untuk melaksanakan jaringan kerja sama ini dalam bentuk produksi dan distribusi suatu produk disebut .... A. joint venture B. konsorsia R&D C. outsourcing D. jaringan inovasi 6) Analisis produk berdasarkan nilai (product-by-value analysis) adalah .... A. kegiatan memilih produk berdasarkan kesukaan konsumen dengan harga yang seimbang B. kegiatan mengurutkan produk secara menurun berdasarkan kontribusi rupiah individu masing-masing produk bagi perusahaan C. melakukan analisis produk berdasarkan spesifikasi yang diinginkan pelanggan yang paling sesuai dengan spesifikasi perusahaan D. Menggunakan pelanggan sebagai sumber informasi untuk menentukan kualitas produk yang sesuai
  • 54. 2.16 PENGEMBANGAN PRDDUK • 7) Laporan analisis nilai produk berguna sebagai .... A. informasi bagi manajemen untuk menentukan produk mana yang gagal sehingga tidak boleh ada investasi pada produk tersebut B. dasar pengambilan keputusan untuk melakukan penelitian dan pengembangan produk C. penentuan produk yang paling laku di pasar dan disukai konsumen D. penentu pengambilan keputusan mengenai harga dan kualitas produk 8) Suatu teknik pengembangan produk yang dilakukan dengan mengelompokkan orang-orang yang berbeda untuk saling berbagi ide mengenai topik tertentu, tanpa mengkritik disebut .... A. analisis nilai B. brainstorming C. perencanaan produk D. penelitian produk 9) Berikut adalah salah satu perhatian untuk mengernbangkan produk baru, yaitu .... A. kenaikan harga bahan pokok B. distribusi langsung C. pemilihan pemasok D. perubahan sosial dan demografi 10) Perencanaan produk bukanlah hal yang mudah. Untuk mengetahui produk yang dibutuhkan konsumen serta mampu dibeli, diperlukan adanya kegiatan .... A. perancangan produk B. analisis nilai C. penelitian dan pengembangan D. desain produk Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. Jurnlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = ----------- x 100% Jumlah Soal
  • 55. e EKMA4473/MODUL 2 Arti tingkat penguasaan: 90 - 1OOo/o = baik sekali 80 - 89% =baik 70 - 79% =cukup < 70% = kurang 2.17 Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 56. 2.18 PENGEMBANGAN PRDDUK • KEGIATAN BELA&JAR 2 Proses Perencanaan Produk audara mahasiswa, setelah Anda mempelajari materi mengenai pemilihan produk, maka pada Kegiatan Belajar 2 ini Anda akan mempelajari mengenai proses perencanaan produk. Perencanaan produk memerlukan kerja sama dan analisis yang mendalam dengan berbagai fungsi. Perencanaan produk tidak hanya sekedar menentukan produk sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan saja, tetapi juga harus memperhatikan perencanaan produk dari sisi teknis. Apakah secara teknis produk dapat dikembangkan? Atau apabila dapat dikembangkan, apakah produk dapat memberikan keuntungan? Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama antaranggota tim pengembangan produk. A. PROYEK PENGEMBANGAN PRODUK Perencanaan produk merupakan kegiatan mengidentifikasi portofolio produk-produk yang dikembangkan oleh organisasi dan waktu pengenalannya ke pasar. Proses perencanaan produk mempertimbangkan peluang-peluang pengembangan produk. Peluang-peluang tersebut diidentifikasi oleh banyak sumber, antara lain usulan-usulan dari bagian pemasaran, penelitian, pelanggan, tim pengembangan produk, dan analisis keunggulan pesaing. Berdasarkan peluang-peluang tersebut, selanjutnya dipilihlah suatu portofolio proyek pengembangan, ditentukan garis besar proyek, dan dialokasikanlah sumber daya yang ada. Rencana produk secara teratur diperbarui agar mencerminkan adanya perubahan dalam lingkungan persaingan, teknologi, dan informasi keberhasilan produk yang sudah ada. Selanjutnya, rencana produk dikembangkan dengan memperkirakan sasaran perusahaan, kemampuan, batasan, dan lingkungan persaingan. Keputusan mengenai perencanaan produk akan melibatkan manajemen senior organisasi dan dapat memakan waktu selama bertahun-tahun atau tidak sampai satu tahun. Proses perencanaan produk dilakukan sebelum suatu proyek pengembangan produk secara formal disetujui, sumber daya yang penting digunakan, dan sebelum tim pengembangan yang lebih besar dibentuk. Perencanaan produk merupakan suatu kegiatan yang mempertimbangkan