Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

Pip 4a

169 Aufrufe

Veröffentlicht am

  • Als Erste(r) kommentieren

  • Gehören Sie zu den Ersten, denen das gefällt!

Pip 4a

  1. 1. Ilmu Pendidikan sebagai IlmuIlmu Pendidikan sebagai IlmuTeoretis dan PraktisTeoretis dan PraktisPIPPIP
  2. 2. AlasanAlasan IP tidak hanya mencari pengetahuanIP tidak hanya mencari pengetahuandeskriptif tentang suatu objek, melainkandeskriptif tentang suatu objek, melainkansuatu kajian yang harus ditelusurisuatu kajian yang harus ditelusurisehinga bermanfaat.sehinga bermanfaat. IP memerlukan teori agar dapatIP memerlukan teori agar dapatdijadikan landasan mencari kebenarandijadikan landasan mencari kebenaranmelalui praktik, sehingga hasilnyamelalui praktik, sehingga hasilnyasistematis, terarah, dan empirik.sistematis, terarah, dan empirik.
  3. 3. SyaratSyarat Memiliki objek materialMemiliki objek materialdan objek formaldan objek formal Memiliki sistematikaMemiliki sistematika Memiliki metodeMemiliki metode
  4. 4. Objek material IPObjek material IP Yaitu perilaku manusia. Perlu diingat bahwaYaitu perilaku manusia. Perlu diingat bahwaperilaku manusia sebagai makhluk yangperilaku manusia sebagai makhluk yanghidup di dalam masyarakat tidak hanyahidup di dalam masyarakat tidak hanyadipelajari oleh ilmu pendidikan, tetapi jugadipelajari oleh ilmu pendidikan, tetapi jugaoleh psikologi, sosiologi, antropologi.oleh psikologi, sosiologi, antropologi. Dari ketiga ilmu tersebut, seiring denganDari ketiga ilmu tersebut, seiring denganperkembangan zaman, muncul berbagaiperkembangan zaman, muncul berbagaidisiplin ilmu yang semakin spesifik, misalnyadisiplin ilmu yang semakin spesifik, misalnyailmu politik, ekonomi, hukum, dan lain-lain.ilmu politik, ekonomi, hukum, dan lain-lain.
  5. 5. Objek material IPObjek material IP Apabila objek material suatu ilmu memilikiApabila objek material suatu ilmu memilikikesamaan, diperlukan objek formal.kesamaan, diperlukan objek formal. Objek formal IP adalah penelaahan fenomenaObjek formal IP adalah penelaahan fenomenapendidikan dalam perspektif yang luas dan integratif.pendidikan dalam perspektif yang luas dan integratif. Fenomena ini bukan hanya gejala yang melekatFenomena ini bukan hanya gejala yang melekatpada manusia, namun juga berupa upayapada manusia, namun juga berupa upayamemanusiakan manusia agar menjadi manusia yangmemanusiakan manusia agar menjadi manusia yangsebenarnya.sebenarnya. Upaya pendidikan mencakup keseluruhan aktivitasUpaya pendidikan mencakup keseluruhan aktivitaspendidikan, yaitu mendidik dan dididik, termasukpendidikan, yaitu mendidik dan dididik, termasukpula pemikiran sistema­tis tentang pendidikan.pula pemikiran sistema­tis tentang pendidikan.
  6. 6. Memiliki sistematikaMemiliki sistematika Pendidikan sebagai fenomenaPendidikan sebagai fenomenamanusiawimanusiawi Pendidikan sebagai upaya sadarPendidikan sebagai upaya sadar Pendidikan sebagai gejala manusiawiPendidikan sebagai gejala manusiawidan upaya sadar untuk mengantisipasidan upaya sadar untuk mengantisipasiperkembangan sosial-budaya masaperkembangan sosial-budaya masadepan.depan.
  7. 7. Sebagai fenomena manusiawiSebagai fenomena manusiawi Pendidikan sebagai fenomena manusiawiPendidikan sebagai fenomena manusiawidapat dianalisis berdasarkan proses ataudapat dianalisis berdasarkan proses atausituasi pendidikannya, yaitu ketika terjadisituasi pendidikannya, yaitu ketika terjadiinteraksi antarkomponen (tujuan, pesertainteraksi antarkomponen (tujuan, pesertadidik, pendidik, alat, dan lingkungan)didik, pendidik, alat, dan lingkungan)pendidikan dalam mencavpai tujuan.pendidikan dalam mencavpai tujuan.
  8. 8. Pendidikan sebagai upayaPendidikan sebagai upayasadarsadar Sebagai upaya sadar untukSebagai upaya sadar untukmengembangkan kepribadian danmengembangkan kepribadian dankemampuan manusia.kemampuan manusia. Noeng Muhadjir (1987), pendidikanNoeng Muhadjir (1987), pendidikanberfungsi:berfungsi:- Menumbuhkan kreativitas peserta didik- Menumbuhkan kreativitas peserta didik- Menjaga kelestarian nilai-nilai insani, Ilahi- Menjaga kelestarian nilai-nilai insani, Ilahi- Menyiapkan tenaga kerja produktif.- Menyiapkan tenaga kerja produktif.
  9. 9. Pendidikan sebagai gejala manusiawi danPendidikan sebagai gejala manusiawi danupa-ya sadar untuk mengantisipasiupa-ya sadar untuk mengantisipasiperkembangan sosial-budaya masa depanperkembangan sosial-budaya masa depan Mochtar Buchori (1994), bahwa ilmuMochtar Buchori (1994), bahwa ilmupendidikan memiliki tiga dimensi, yaitu:pendidikan memiliki tiga dimensi, yaitu: Lingkungan, meliputi: keluarga, sekolah, luarLingkungan, meliputi: keluarga, sekolah, luarsekolah.sekolah. Jenis persoalan, meliputi: teoretis, struktur, danJenis persoalan, meliputi: teoretis, struktur, danpraktis.praktis. Dimensi ruang dan waktu. Yakni, menganalisisDimensi ruang dan waktu. Yakni, menganalisismasalah pendidikan yang dihadapi masyarakatmasalah pendidikan yang dihadapi masyarakatdi masa sekarang dan masyarakat lain di masadi masa sekarang dan masyarakat lain di masalampau dan yang akan datang.lampau dan yang akan datang.
  10. 10. Memiliki metodeMemiliki metode Soedomo (1990)Soedomo (1990) Normatif, yaitu metode penentuanNormatif, yaitu metode penentuankonsep manusia yang diidealkan olehkonsep manusia yang diidealkan olehpendidikan, menyangkut nilai baik danpendidikan, menyangkut nilai baik danburuk.buruk. Eksplanatori, yaitu mengetahui kondisi,Eksplanatori, yaitu mengetahui kondisi,kekuatan yang memengaruhikekuatan yang memengaruhikeberhasilan proses pendidikan.keberhasilan proses pendidikan. Teknologis, yaitu mengungkapkan caraTeknologis, yaitu mengungkapkan caraagar berhasil mencapai tujuan.agar berhasil mencapai tujuan.
  11. 11. Memiliki metodeMemiliki metode Soedomo (1990)Soedomo (1990) Deskriptif-Fenomenologis, yaitu metode untukDeskriptif-Fenomenologis, yaitu metode untukmengurai dan mengklarifikasi kenyataan-kenyataanmengurai dan mengklarifikasi kenyataan-kenyataanpendidikan agar ditemukan hakikatnya.pendidikan agar ditemukan hakikatnya. Hermeneutis, yaitu memahami kenyataanHermeneutis, yaitu memahami kenyataanpendidikan secara konkret dan historis agar maknapendidikan secara konkret dan historis agar maknadan struktur kegiatan pendidikan menjadi jelas.dan struktur kegiatan pendidikan menjadi jelas. Metode Analisis Kritis, yaitu untuk menganalisisMetode Analisis Kritis, yaitu untuk menganalisissecara kritis istilah-istilah, pernyataan-pernyataan,secara kritis istilah-istilah, pernyataan-pernyataan,konsep, dan teori pendidikan.konsep, dan teori pendidikan.

×