SlideShare a Scribd company logo
1 of 12
TUGAS AKHIR SEMESTER
BUDIDAYA TANAMAN GAMBIR (Uncaria gambir )
DPP/DPJ : Ir. SIXTUS HUTAURUK, MP
OLEH :
FEBRINA SINGA
130420017
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS KATOLIK SANTO THOMAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2017
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Gambir adalah nama tumbuhan atau getah yang dikeringkan berasal dari
ekstrak remasan daun dan ranting tumbuhan bernama sama (Uncaria gambir
Roxb.). Gambir merupakan salah satu komoditas perkebunan rakyat yang bernilai
ekonomi tinggi. Penduduk Indonesia menggunakan gambir sebagai bahan
campuran menyirih. Buah gambir dapat juga dipergunakan sebagai bahan baku
obat-obatan, bahan kosmetik, pewarna tekstil, sebagai bahan baku perekat kayu
lapis dan papan. Gambir merupakan salah satu komoditas perkebunan, areal
perkebunan gambir tersebar di beberapa wilayah terutama di Pulau Sumatera yaitu
di Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan dan
Aceh.
Di sisi lain, produktivitas gambir masih rendah. Gambir tidak hanya
sebatas komoditas perkebunan belaka, dalam artian komoditas hulu. Berbagai
olahan dan diversifikasi gambir mampu meningkatkan nilai tambah dalam
komoditas ini. Selain sebagai pencampur makan sirih, gambir dapat disulap
menjadi bahan penolong industri farmasi, penyamak kulit, minuman, cat, dll.
Melihat potensi yang besar ini, sangat disayangkan jika pertumbuhan atau
produksi gambir masih rendah.
Dalam konteks budidaya tanaman gambir, belum dikenal penggunaan
varietas unggul. Upaya mendapatkan varietas unggul melalui pemuliaan tanaman
masih terbatas pada penelitian-penelitian awal yang hasilnya masih jauh dari
tujuan. Dalam merakit kultivar ungguldiperlukan variabilitas genetik yang luas.
Sementara itu, untuk tanaman Gambir masih sangat terbatas informasi dan data
mengenai variabilitas genetik dari plasma nutfah yang ada.
Luas areal perkebunan gambir di Indonesia pada tahun 2011 mencapai
37.360 ha dengan total produksi 23.203 ton. Gambir merupakan salah satu
komoditas perkebunan yang juga sudah diekspor ke berbagai negara terutama
India, Pakistan, Nepal, Bangladesh, Malaysia dan Singapura. Ekspor komoditas
gambir pada tahun 2009 mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar US $
38.039 dari total ekspor sebesar 18.298 ton.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah
satu syarat untuk mendapat nilai mata kuliah Kapita Selekta, yang dibimbing oleh
Ir. Sixtus Hutauruk, MP.
II
LANDASAN TEORI
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman
Gambir
Gambir adalah sejenis getah
yang dikeringkan yang berasal dari
ekstrak remasan daun dan ranting
tumbuhan yang bernama sama
(Uncaria gambir Roxb.). Di Indonesia
gambir pada umumnya digunakan
untuk menyirih. Kegunaan yang lebih
penting adalah sebagai bahan
penyamak kulit dan pewarna. Gambir
juga mengandung katekin (catechin),
suatu bahan alami yang bersifat
antioksidan. India mengimpor 68%
gambir dari Indonesia, dan
menggunakannya sebagai bahan
campuran menyirih. Gambir dihasilkan
pula dari tumbuhan U. acida
(Wikipedia, 2017).
Gambir
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Gentianales
Famili: Rubiaceae
Genus: Uncaria
Spesies: U. gambir
Nama binomial
Uncaria gambir
Morfologi Tanaman Gambir
Tumbuhan perdu setengah merambat dengan percabangan memanjang.
Daun oval, memanjang, ujung meruncing, permukaan tidak berbulu (licin),
dengan tangkai daun pendek. Bunganya tersusun majemuk dengan mahkota
berwarna merah muda atau hijau; kelopak bunga pendek, mahkota
bungaberbentuk corong (seperti bunga kopi), benang sari lima, dan buah
berupa kapsula dengan dua ruang. Tanaman Perdu, tinggi 1-3 cm. Batang tegak,
bulat, percabangan simpodial, warna cokelat pucat. Daun tunggal, berhadapan,
bentuk lonjong, tepi bergerigi, pangkal bulat, ujung meruncing, panjang 8-13 cm,
lebar 4-7 cm, warna hijau, licin (tidak berbulu). Bunga majemuk, bentuk lonceng,
di ketiak daun, panjang lebih kurang 5 cm, mahkota 5 helai berbentuk lonjong,
warna ungu, buah berbentuk bulat telur, panjang lebih kurang 1,5 cm, warna
hitam. Bagian yang digunakan sari daun yang dikeringkan (Anonim, 2013).
Teknis Budidaya
Gambir dibudidayakan pada lahan ketinggian 200-800 m di atas
permukaan laut. Mulai dari topografi agak datar sampai di lereng bukit. Biasanya
ditanam sebagai tanaman perkebunan di pekarangan atau diperladangan. Budidaya
biasanya semi intensif, jarang diberi pupuk tetapi pembersihan dan pemangkasan
dilakukan. Daun yang dipangkas yang digunakan untuk menghasilkan getah
gambir. Tanaman gambir dapat dijumpai di Sumatera Utara (Kabupaten Dairi dan
Pakpak Bharat) dan Sumatera Barat (BPTP Sumatera Utara, 2017).
1. Lahan dan Agroklimat
Tanaman gambir dapat diusahakan pada jenis tanah podsolik merah
kuning sampai merah kecoklatan. Keasaman tanah (pH) berkisar antara 4,8 - 5,5.
Kemiringan tanah 15 %. Ketinggian tempat 50 - 1.100 m dpi. Iklim yang cocok
untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman gambir meliputi curah hujan
2.500 - 3.353 mm/tahun. Suhu udara 20 - 40 ° C dan kelembaban udara 70 - 85 %.
2. Benih
1. Benih tanaman diambil dari varietas unggul,
2. Recoveri pertumbuhan daun cepat,
3. Tanaman berumur 10-12 tahun, tinggi rumpun 300 cm, panjang cabang
300 - 450 cm dan pertumbuhan daun optimal,
4. Produksi daun > 12.000 kg/ha/th.
3. Penyiapan Benih Tanaman
Benih tanaman yang digunakan untuk pengembangan gambir yang paling
baik adalah biji. Biji diperoleh dari buah yang telah matang petik, ditandai dengan
polongnya yang berwarna hitam kecoklatan sebelum pecah
4. Persemaian
Buah dijemur dipanas matahari hingga polong pecah. Keluarkan biji dari
polong dan dipisahkan dari kulit polong dan dibersihkan dari sisa-sisa kotoran.
Biji yang telah bersih berwarna coklat kehitaman, dibungkus dengan kain
disimpan dalam kaleng tertutup ditempat sejuk. Daya kecambah biji gambir
umumnya cepat turun bila disimpan di tempat yang lembab dan terbuka.
5. Pengecambahan
Proses pengecambahan akan lebih baik ditempat yang rata, berhumus
subur, dicampur pupuk kandang dengan permukaan tanah yang licin, kecambah
akan tumbuh lebih cepat dan subur.
6. Pesemaian
1. Tanah untuk pesemaian dibersihkan, diratakan, ditekan dan permukaannya
dilicinkan agar biji gambir dapat ditiup akan menempel. Dinaungi dengan
atap alang-alang, daun kelapa atau tampah.
2. Apabila menggunakan pematang sawah, permukaan tebing dilapisi lumpur
sawah setebal 2 - 3 cm dan diratakan. Apabila menggunakan lereng dekat
kebun, dilapisi dengan tanah liat dan diratakan. Tempat pesemaian diberi
naungan dan hindari dari aliran air.
3. Benih disemaikan dengan cara meletakkan benih diatas telapak tangan dan
ditiup agar menempel pada permukaan pesemaian kemudian ditekan
dengan tangan yang telah ditutup plastik.
4. Umur 1-1,5 bulan setelah semai benih sudah berkecambah dan umur 1,5-2
bulan dipesemaian kecambah telah menjadi bibit berdaun 1 - 3 pasang
kemudian dipindahkan ke dalam polibag atau ditanam langsung di
lapangan. Untuk mendapatkan bibit yang tumbuh lebih seragam dan vigor,
sebelum ditanam di kebun, terlebih dahulu dipindah ke polibag.
5. Benih dipesemaian yang telah berdaun 1-3 pasang (umur 1,5-2 bulan)
dapat ditanam langsung di lapangan. Apabila menggunakan polibag, benih
umur 5-6 bulan tetap dapat dipindahkan ke kebun dengan tinggi benih 30 -
40 cm dan cukup vigor.
7. Persiapan Lahan
Lahan untuk tanaman gambir dibersihkan kemudian dilakukan pengajiran
dan pembuatan lubang tanam berukuran 40 x 40 x 40 cm atau minimal 30 x 30 x
30 cm. Setelah 15 hari lubang ditutup kembali dengan tanah yang telah di campur
pupuk organik baik kompos ataupun pupuk kandang dengan ukuran 1 - 2 kg tiap
lubang tanam.
8. Penanaman secara monokultur biasa dilakukan petani gambir dengan
jarak tanam antara lain:
2m x 2m, dengan populasi 2.500 tanaman/ha 2 m x 3 m, dengan populasi
1.750 tanaman/ha - 2m x 4m, dengan populasi 1.300 tanaman/ha. Benih dalam
polibag dapat ditanam setelah berumur 1 - 2 bulan, polibag ditempatkan dilubang
tanam, polibag disobek dan plastik diangkat kemudian benih ditimbun dengan
tanah sampai leher akar, tanah diratakan dan ditekan. Penanaman benih di
lapangan dilakukan setelah benih berumur 1,5 - 2 bulan dan mempunyai > 2
pasang daun. Di tengah-tengah lubang tanam ditusuk dengan kayu untuk
membuat telapak tempat menanam benih, kemudian benih ditanam.
9. Penyiangan
Menyiang dan menggemburkan tanah di sekitar tanaman gambir serta
menutup permukaan tanah dengan mulsa sangat dianjurkan. Hal ini dilakukan
sampai tanaman berumur 3-4 tahun.
10. Pemupukan
Tanaman gambir perlu diberi pupuk NPK dan pupuk organik agar dapat
tumbuh subur dan baik.
11. Merundukan
Tujuannya adalah untuk mempercepat rimbunnya tanaman sehingga
membentuk rumpun yang rimbun, subur dan berdaun lebat. Caranya yaitu dengan
mengikat setiap batang yang mulai memanjang, diikat dan ditarik ke bawah
sehingga merunduk sehingga akan ke luar cabang baru.
12. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
Hama yang menyerang tanaman gambir adalah hama belalang (famili
Orthoptera), ulat (famili Lepidoptera) dan kutu daun (famili Homoptera).
Pengendaliannya dapat dilakukan dengan:
1. Melakukan pemupukan berimbang dan sanitasi yang baik.
2. Melakukan pemangkasan pucuk atau daun muda yang terserang dan
memusnahkannya.
3. Melestarikan dan meningkatkan peranan musuh alami.
4. Dapat juga dilakukan dengan menggunakan fungisida.
Penyakit yang biasa ditemukan pada tanaman gambir adalah gejala
penyakit bercak daun tunggal, bercak kecil dan bercak pinggir daun yang
disebabkan oleh jamur Conospora, Phomaceae dan Oxipulaceae, gejala penyakit
daun kering dan mozaik. Pengendaliannya dilakukan dengan cara,
1. Kurangi kelembaban dengan mengurangi naungan,
2. Gunakan fungisida seperti Dethane M45.
13. Panen
Tanaman gambir dapat dipanen pada umur 1,5 tahun, panen selanjutnya dilakukan
setelah 5 atau 6 bulan tergantung pada kondisi tanaman. Tanaman gambir dapat
dipanen 2-3 kali dalam setahun.
Ciri tanaman sudah waktu dipanen
1. Setiap ranting sudah tidak bertunas lagi, berwarna hijau kecoklatan, kaku
dan keras.
2. Daun sudah mencapai stadia matang, berwarna hijau tua, kuning kecoklatan
3. Lembaran daun tebal, mengeras dan kaku, kalau diremas sudah
mengeluarkan getah.
4. Umur sudah > 5 bulan dari musim panen sebelumnya.
Cara panen
Panen dilakukan pagi hari. Ranting dipangkas dengan ani-ani atau sabit
pada jarak 5 cm dari pangkal agartunas baru cepat tumbuh dengan baik.
14. Pasca Panen
Perebusan Bahan
Daun dan ranting hasil panen diikat, masing-masing sekitar 3 - 4 kg per
ikat, dimasukkan ke dalam keranjang dari bambu (kapuk) yang didalamnya sudah
ada jala rajut dari plastik atau tali kulit, kemudian dimasukkan ke dalam wajan
atau kancah untuk dilakukan perebusan selama 1 -1,5 jam.
Pengempaan Bahan
Setelah selesai direbus kapuk di keluarkan dari kancah, diangkat kemudian
daun dililit dengan rajut agar tidak berantakan kemudian dimasukkan dalam alat
kempa untuk dilakukan proses pengempaan.
Pengendapan getah
Getah gambir hasil pengempaan disaring dan dimasukkan dalam wadah
kayu (peraku/paraku) kemudian diendapkan selama 8 -12 jam atau selama satu
malam. Hasil endapan berbentuk pasta atau lebih encerlagi.
Penirisan Getah
Getah hasil pengendapan dimasukkan ke alat penirisan yang terbuat dari
kain blacu diikat dan dipres lagi dengan alat pemberat batu agar pasta lebih pekat
dan dapat segera dicetak. Lama penirisan 10 - 20 jam.
Pencetakan
Gambir dicetak dalam tiga macam cetakan tergantung kegunaannya,
biasanya dalam bentuk silinder cekung, silinder dan koin. Setiap kilogram bahan
baku gambir mampu dicetak dalam waktu sekitar 25 - 30 menit per orang.
Pengeringan
Gambir hasil cetakan diletakan di atas baki dan dijemur dipanas matahari
atau di atas tungku perebusan daun. Pengeringan dilakukan 2-3 hari tergantung
cuaca. Selanjutnya seleksi dan pengepakan (Tabloid Sinar Tani, 2017).
Manfaat
Kegunaan utama adalah sebagai komponen menyirih, yang sudah dikenal
masyarakat kepulauan Nusantara, dari Sumatra hingga Papua sejak paling tidak
2500 tahun yang lalu. Diketahui, gambir merangsang keluarnya
getah empedu sehingga membantu kelancaran proses di perut dan usus. Fungsi
lain adalah sebagai campuran obat, seperti sebagai luka bakar, obat sakit kepala,
obat diare, obat disentri, obat kumur-kumur, obat sariawan, serta obat sakit kulit
(dibalurkan); penyamak kulit; dan bahan pewarna tekstil.
Fungsi yang tengah dikembangkan juga adalah sebagai perekat kayu lapis
atau papan partikel. Produk ini masih harus bersaing dengan sumber perekat kayu
lain, seperti kulit kayu Acacia mearnsii, kayu Schinopsis balansa, serta
kulit polong Caesalpinia spinosa yang dihasilkan negara lain (Anonim, 2013).
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa tanaman gambir
memiliki prospek yang baik untuk dibudidayakan, Tanaman gambir juga memiliki
banyak manfaat dalam bidang kosmetika, kesehatan, tekstil, dll. Masyarakat
tradisional menggunakan gambir sebagai bahan untuk menyirih dan mengobati
berbagai penyakit seperti disentri, diare dll. gambir dapat dibudidayakan pada
daerah dengan ketinggian 200- 800 meter diatas permukaan laut.
3.2 Saran
Adabaiknya mahasiswa pejrtanian tidak hanya mengetahui sekilas tentang
budidaya komoditi tanaman gambir, tapi juga sebaiknya mahasiswa pertanian
dapat meneliti tanaman gambir atau diperkenalkan dalam mata kuliah khusus
perkebunan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2013. http://binagamaha.blogspot.co.id/2013/09/tanaman-herbal-gam
-bir-dan-manfaatnya_2232.html, diakses pada 26 Januari 2017.
BPTP Sumatera Utara . 2017. http://sumut.litbang.pertanian.go.id/ind/index
.php/berita/info-aktual/78-teknologi-budidaya-dan-konservasi-lahan-tana
man-gambir-di-pakpak-bharat, diakses 26 Januari 2017.
Tabloid Sinar Tani. 2017. http://m.tabloidsinartani.com/index.php?id=148&tx_
ttnews%5Btt_news%5D=398&cHash=b6b08c2ba99a6f3d5e677d42c55f6
801, diakses pada 26 Januari 2017.
Wikipedia. 2017. https://id.wikipedia.org/wiki/Gambir, diakses pada 26 Januari
2017.

More Related Content

What's hot

Penyakit Pada Tanaman Kopi dan Teknik Pengendaliannya
Penyakit Pada Tanaman Kopi dan Teknik PengendaliannyaPenyakit Pada Tanaman Kopi dan Teknik Pengendaliannya
Penyakit Pada Tanaman Kopi dan Teknik PengendaliannyaAnkardiansyah Pandu Pradana
 
Laporan praktikum botani tumbuhan tinggi 6 sub classis asteriidae
Laporan praktikum botani tumbuhan tinggi 6 sub classis asteriidaeLaporan praktikum botani tumbuhan tinggi 6 sub classis asteriidae
Laporan praktikum botani tumbuhan tinggi 6 sub classis asteriidaeMaedy Ripani
 
IDENTIFIKASI GULMA
IDENTIFIKASI GULMAIDENTIFIKASI GULMA
IDENTIFIKASI GULMANovia Dwi
 
PPT Morfologi Tumbuhan - Jenis dan Bagian Bunga
PPT Morfologi Tumbuhan - Jenis dan Bagian BungaPPT Morfologi Tumbuhan - Jenis dan Bagian Bunga
PPT Morfologi Tumbuhan - Jenis dan Bagian BungaAgustin Dian Kartikasari
 
Resume modifikasi daun dan filotaksis
Resume modifikasi daun dan filotaksisResume modifikasi daun dan filotaksis
Resume modifikasi daun dan filotaksisSiti Nur Aeni
 
botani Tanaman cabai
botani Tanaman cabaibotani Tanaman cabai
botani Tanaman cabaiasnur sy
 
LAPORAN PRAKTIKUM LAPANG “PENGAMATAN HAMA dan PENYAKIT TANAMAN PADI (Oryza sa...
LAPORAN PRAKTIKUM LAPANG “PENGAMATAN HAMA dan PENYAKIT TANAMAN PADI (Oryza sa...LAPORAN PRAKTIKUM LAPANG “PENGAMATAN HAMA dan PENYAKIT TANAMAN PADI (Oryza sa...
LAPORAN PRAKTIKUM LAPANG “PENGAMATAN HAMA dan PENYAKIT TANAMAN PADI (Oryza sa...Moh Masnur
 
Laporan praktikum besar benih
Laporan praktikum besar benihLaporan praktikum besar benih
Laporan praktikum besar benihTidar University
 
Bulbus, cormus, lignum, caulis, tuber
Bulbus, cormus, lignum, caulis, tuberBulbus, cormus, lignum, caulis, tuber
Bulbus, cormus, lignum, caulis, tuberSri Ariesty
 
Laporan Praktikum Pengukuran luas daun
Laporan Praktikum Pengukuran luas daunLaporan Praktikum Pengukuran luas daun
Laporan Praktikum Pengukuran luas daunSandi Purnama Jaya
 
Pengendalian gulma secara hayati
Pengendalian gulma secara hayatiPengendalian gulma secara hayati
Pengendalian gulma secara hayatiDesti Diana Putri
 
Farmakognosi - Santali Lignum (Cendana)
Farmakognosi - Santali Lignum (Cendana)Farmakognosi - Santali Lignum (Cendana)
Farmakognosi - Santali Lignum (Cendana)Nesha Mutiara
 

What's hot (20)

Penyakit Pada Tanaman Kopi dan Teknik Pengendaliannya
Penyakit Pada Tanaman Kopi dan Teknik PengendaliannyaPenyakit Pada Tanaman Kopi dan Teknik Pengendaliannya
Penyakit Pada Tanaman Kopi dan Teknik Pengendaliannya
 
PPT Morfologi Tumbuhan - Biji
PPT Morfologi Tumbuhan - BijiPPT Morfologi Tumbuhan - Biji
PPT Morfologi Tumbuhan - Biji
 
Makalah Kunyit
Makalah Kunyit Makalah Kunyit
Makalah Kunyit
 
Laporan praktikum botani tumbuhan tinggi 6 sub classis asteriidae
Laporan praktikum botani tumbuhan tinggi 6 sub classis asteriidaeLaporan praktikum botani tumbuhan tinggi 6 sub classis asteriidae
Laporan praktikum botani tumbuhan tinggi 6 sub classis asteriidae
 
Bungan kembang sepatu
Bungan kembang sepatuBungan kembang sepatu
Bungan kembang sepatu
 
IDENTIFIKASI GULMA
IDENTIFIKASI GULMAIDENTIFIKASI GULMA
IDENTIFIKASI GULMA
 
PPT Morfologi Tumbuhan - Jenis dan Bagian Bunga
PPT Morfologi Tumbuhan - Jenis dan Bagian BungaPPT Morfologi Tumbuhan - Jenis dan Bagian Bunga
PPT Morfologi Tumbuhan - Jenis dan Bagian Bunga
 
Resume modifikasi daun dan filotaksis
Resume modifikasi daun dan filotaksisResume modifikasi daun dan filotaksis
Resume modifikasi daun dan filotaksis
 
Pengendalian hama
Pengendalian hamaPengendalian hama
Pengendalian hama
 
botani Tanaman cabai
botani Tanaman cabaibotani Tanaman cabai
botani Tanaman cabai
 
Kacang panjang
Kacang panjangKacang panjang
Kacang panjang
 
Morfologi Batang
Morfologi BatangMorfologi Batang
Morfologi Batang
 
LAPORAN PRAKTIKUM LAPANG “PENGAMATAN HAMA dan PENYAKIT TANAMAN PADI (Oryza sa...
LAPORAN PRAKTIKUM LAPANG “PENGAMATAN HAMA dan PENYAKIT TANAMAN PADI (Oryza sa...LAPORAN PRAKTIKUM LAPANG “PENGAMATAN HAMA dan PENYAKIT TANAMAN PADI (Oryza sa...
LAPORAN PRAKTIKUM LAPANG “PENGAMATAN HAMA dan PENYAKIT TANAMAN PADI (Oryza sa...
 
Laporan praktikum besar benih
Laporan praktikum besar benihLaporan praktikum besar benih
Laporan praktikum besar benih
 
Morf anggrek
Morf anggrekMorf anggrek
Morf anggrek
 
Bulbus, cormus, lignum, caulis, tuber
Bulbus, cormus, lignum, caulis, tuberBulbus, cormus, lignum, caulis, tuber
Bulbus, cormus, lignum, caulis, tuber
 
Ppt tanaman obat
Ppt tanaman obatPpt tanaman obat
Ppt tanaman obat
 
Laporan Praktikum Pengukuran luas daun
Laporan Praktikum Pengukuran luas daunLaporan Praktikum Pengukuran luas daun
Laporan Praktikum Pengukuran luas daun
 
Pengendalian gulma secara hayati
Pengendalian gulma secara hayatiPengendalian gulma secara hayati
Pengendalian gulma secara hayati
 
Farmakognosi - Santali Lignum (Cendana)
Farmakognosi - Santali Lignum (Cendana)Farmakognosi - Santali Lignum (Cendana)
Farmakognosi - Santali Lignum (Cendana)
 

Viewers also liked

Viewers also liked (11)

Biji adas
Biji adasBiji adas
Biji adas
 
Gambir
GambirGambir
Gambir
 
French bean
French bean French bean
French bean
 
Budidaya tanaman hias
Budidaya tanaman hiasBudidaya tanaman hias
Budidaya tanaman hias
 
BAB10 T4sejarah ringkas
BAB10 T4sejarah ringkasBAB10 T4sejarah ringkas
BAB10 T4sejarah ringkas
 
Slide Tesis MEP UGM
Slide Tesis MEP UGMSlide Tesis MEP UGM
Slide Tesis MEP UGM
 
V slide budidaya sayuran
V slide budidaya sayuranV slide budidaya sayuran
V slide budidaya sayuran
 
Tanaman obat ppt
Tanaman obat pptTanaman obat ppt
Tanaman obat ppt
 
budidaya kelapa sawit
budidaya kelapa sawitbudidaya kelapa sawit
budidaya kelapa sawit
 
PPT Morfologi Tumbuhan - Batang
PPT Morfologi Tumbuhan - BatangPPT Morfologi Tumbuhan - Batang
PPT Morfologi Tumbuhan - Batang
 
Build Features, Not Apps
Build Features, Not AppsBuild Features, Not Apps
Build Features, Not Apps
 

Similar to Budidaya Tanaman Gambir

Similar to Budidaya Tanaman Gambir (20)

Kunyit
KunyitKunyit
Kunyit
 
Pedoman Teknis Budidaya Jahe
Pedoman Teknis Budidaya JahePedoman Teknis Budidaya Jahe
Pedoman Teknis Budidaya Jahe
 
Pepaya
PepayaPepaya
Pepaya
 
Makalah Obat Tradisional Jahe Asal Nusa Tenggara Timur
Makalah Obat Tradisional Jahe Asal Nusa Tenggara TimurMakalah Obat Tradisional Jahe Asal Nusa Tenggara Timur
Makalah Obat Tradisional Jahe Asal Nusa Tenggara Timur
 
Jahe
JaheJahe
Jahe
 
Pepaya
PepayaPepaya
Pepaya
 
Jahe
JaheJahe
Jahe
 
Makalah Sambiloto
Makalah Sambiloto Makalah Sambiloto
Makalah Sambiloto
 
Budidaya tanaman jahe
Budidaya tanaman jaheBudidaya tanaman jahe
Budidaya tanaman jahe
 
Manggis
ManggisManggis
Manggis
 
Makalah kacang hijau1
Makalah kacang hijau1Makalah kacang hijau1
Makalah kacang hijau1
 
Kumis kucing
Kumis kucingKumis kucing
Kumis kucing
 
Pedoman Teknis Budidaya Hebras
Pedoman Teknis Budidaya HebrasPedoman Teknis Budidaya Hebras
Pedoman Teknis Budidaya Hebras
 
Makalah jambu mete di kabupaten muna
Makalah jambu mete di kabupaten munaMakalah jambu mete di kabupaten muna
Makalah jambu mete di kabupaten muna
 
Cara budidaya buah nagggggggga
Cara budidaya buah naggggggggaCara budidaya buah nagggggggga
Cara budidaya buah nagggggggga
 
Jenis tanaman rambutan
Jenis tanaman rambutanJenis tanaman rambutan
Jenis tanaman rambutan
 
Jenis tanaman rambutan
Jenis tanaman rambutanJenis tanaman rambutan
Jenis tanaman rambutan
 
Makalah jambu mete di kabupaten muna
Makalah jambu mete di kabupaten munaMakalah jambu mete di kabupaten muna
Makalah jambu mete di kabupaten muna
 
Makalah jambu mete di kabupaten muna
Makalah jambu mete di kabupaten munaMakalah jambu mete di kabupaten muna
Makalah jambu mete di kabupaten muna
 
Teknis budidaya semangka
Teknis budidaya semangkaTeknis budidaya semangka
Teknis budidaya semangka
 

More from Febrina Tentaka

Plant Biotechnology- Inducing Fungus-Resistance into Plants Through Biotechno...
Plant Biotechnology- Inducing Fungus-Resistance into Plants Through Biotechno...Plant Biotechnology- Inducing Fungus-Resistance into Plants Through Biotechno...
Plant Biotechnology- Inducing Fungus-Resistance into Plants Through Biotechno...Febrina Tentaka
 
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGANLAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGANFebrina Tentaka
 
Paper agroteknologi tanaman pangan i ip
Paper agroteknologi tanaman pangan i ipPaper agroteknologi tanaman pangan i ip
Paper agroteknologi tanaman pangan i ipFebrina Tentaka
 
Papaer agt tan pangan ii
Papaer agt tan pangan iiPapaer agt tan pangan ii
Papaer agt tan pangan iiFebrina Tentaka
 
Agroteknologi tanaman perkebunan i
Agroteknologi tanaman perkebunan iAgroteknologi tanaman perkebunan i
Agroteknologi tanaman perkebunan iFebrina Tentaka
 
Agroteknologi tanaman perkebunan i
Agroteknologi tanaman perkebunan iAgroteknologi tanaman perkebunan i
Agroteknologi tanaman perkebunan iFebrina Tentaka
 
tantangan dan peluang bisnis tanaman buah - buahan
tantangan dan peluang bisnis tanaman buah - buahantantangan dan peluang bisnis tanaman buah - buahan
tantangan dan peluang bisnis tanaman buah - buahanFebrina Tentaka
 
Data praktikum ekologi air tawar 1
 Data praktikum ekologi air tawar 1 Data praktikum ekologi air tawar 1
Data praktikum ekologi air tawar 1Febrina Tentaka
 
Tugas akhir semester mikrobiologi umum
Tugas akhir semester mikrobiologi umum Tugas akhir semester mikrobiologi umum
Tugas akhir semester mikrobiologi umum Febrina Tentaka
 
Laporan praktikum agroklimatologi
Laporan praktikum agroklimatologi Laporan praktikum agroklimatologi
Laporan praktikum agroklimatologi Febrina Tentaka
 
MANAJEMEN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
MANAJEMEN PERKEBUNAN KELAPA SAWITMANAJEMEN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
MANAJEMEN PERKEBUNAN KELAPA SAWITFebrina Tentaka
 

More from Febrina Tentaka (20)

PLANT BIOTECHNOLOGY
PLANT BIOTECHNOLOGYPLANT BIOTECHNOLOGY
PLANT BIOTECHNOLOGY
 
Plant Biotechnology- Inducing Fungus-Resistance into Plants Through Biotechno...
Plant Biotechnology- Inducing Fungus-Resistance into Plants Through Biotechno...Plant Biotechnology- Inducing Fungus-Resistance into Plants Through Biotechno...
Plant Biotechnology- Inducing Fungus-Resistance into Plants Through Biotechno...
 
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGANLAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
 
Paper agroteknologi tanaman pangan i ip
Paper agroteknologi tanaman pangan i ipPaper agroteknologi tanaman pangan i ip
Paper agroteknologi tanaman pangan i ip
 
Papaer agt tan pangan ii
Papaer agt tan pangan iiPapaer agt tan pangan ii
Papaer agt tan pangan ii
 
Agroteknologi tanaman perkebunan i
Agroteknologi tanaman perkebunan iAgroteknologi tanaman perkebunan i
Agroteknologi tanaman perkebunan i
 
Agroteknologi tanaman perkebunan i
Agroteknologi tanaman perkebunan iAgroteknologi tanaman perkebunan i
Agroteknologi tanaman perkebunan i
 
Kultur jaringan 2
Kultur jaringan 2Kultur jaringan 2
Kultur jaringan 2
 
kultur jaringan
kultur jaringankultur jaringan
kultur jaringan
 
tantangan dan peluang bisnis tanaman buah - buahan
tantangan dan peluang bisnis tanaman buah - buahantantangan dan peluang bisnis tanaman buah - buahan
tantangan dan peluang bisnis tanaman buah - buahan
 
Paper Kultur
Paper KulturPaper Kultur
Paper Kultur
 
Bab i2
Bab i2Bab i2
Bab i2
 
Feb
FebFeb
Feb
 
KOMUNIKASI PERTANIAN
KOMUNIKASI PERTANIANKOMUNIKASI PERTANIAN
KOMUNIKASI PERTANIAN
 
Data praktikum ekologi air tawar 1
 Data praktikum ekologi air tawar 1 Data praktikum ekologi air tawar 1
Data praktikum ekologi air tawar 1
 
biokimia
biokimia biokimia
biokimia
 
Tugas akhir semester mikrobiologi umum
Tugas akhir semester mikrobiologi umum Tugas akhir semester mikrobiologi umum
Tugas akhir semester mikrobiologi umum
 
Tanah gambut
Tanah gambut Tanah gambut
Tanah gambut
 
Laporan praktikum agroklimatologi
Laporan praktikum agroklimatologi Laporan praktikum agroklimatologi
Laporan praktikum agroklimatologi
 
MANAJEMEN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
MANAJEMEN PERKEBUNAN KELAPA SAWITMANAJEMEN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
MANAJEMEN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
 

Recently uploaded

MATEMATIKA EKONOMI MATERI ANUITAS DAN NILAI ANUITAS
MATEMATIKA EKONOMI MATERI ANUITAS DAN NILAI ANUITASMATEMATIKA EKONOMI MATERI ANUITAS DAN NILAI ANUITAS
MATEMATIKA EKONOMI MATERI ANUITAS DAN NILAI ANUITASbilqisizzati
 
Bab 7 - Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial.pptx
Bab 7 - Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial.pptxBab 7 - Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial.pptx
Bab 7 - Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial.pptxssuser35630b
 
PELAKSANAAN + Link-Link MATERI Training_ "Effective INVENTORY & WAREHOUSING...
PELAKSANAAN  + Link-Link MATERI Training_ "Effective INVENTORY &  WAREHOUSING...PELAKSANAAN  + Link-Link MATERI Training_ "Effective INVENTORY &  WAREHOUSING...
PELAKSANAAN + Link-Link MATERI Training_ "Effective INVENTORY & WAREHOUSING...Kanaidi ken
 
bab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ika
bab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ikabab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ika
bab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ikaAtiAnggiSupriyati
 
MODUL 1 Pembelajaran Kelas Rangkap-compressed.pdf
MODUL 1 Pembelajaran Kelas Rangkap-compressed.pdfMODUL 1 Pembelajaran Kelas Rangkap-compressed.pdf
MODUL 1 Pembelajaran Kelas Rangkap-compressed.pdfNurulHikmah50658
 
Integrasi nasional dalam bingkai bhinneka tunggal ika
Integrasi nasional dalam bingkai bhinneka tunggal ikaIntegrasi nasional dalam bingkai bhinneka tunggal ika
Integrasi nasional dalam bingkai bhinneka tunggal ikaAtiAnggiSupriyati
 
PEMANASAN GLOBAL - MATERI KELAS X MA.pptx
PEMANASAN GLOBAL - MATERI KELAS X MA.pptxPEMANASAN GLOBAL - MATERI KELAS X MA.pptx
PEMANASAN GLOBAL - MATERI KELAS X MA.pptxsukmakarim1998
 
PPT PERUBAHAN LINGKUNGAN MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X.pptx
PPT PERUBAHAN LINGKUNGAN MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X.pptxPPT PERUBAHAN LINGKUNGAN MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X.pptx
PPT PERUBAHAN LINGKUNGAN MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X.pptxdpp11tya
 
(NEW) Template Presentasi UGM 2 (2).pptx
(NEW) Template Presentasi UGM 2 (2).pptx(NEW) Template Presentasi UGM 2 (2).pptx
(NEW) Template Presentasi UGM 2 (2).pptxSirlyPutri1
 
Prakarsa Perubahan ATAP (Awal - Tantangan - Aksi - Perubahan)
Prakarsa Perubahan ATAP (Awal - Tantangan - Aksi - Perubahan)Prakarsa Perubahan ATAP (Awal - Tantangan - Aksi - Perubahan)
Prakarsa Perubahan ATAP (Awal - Tantangan - Aksi - Perubahan)MustahalMustahal
 
LATAR BELAKANG JURNAL DIALOGIS REFLEKTIF.ppt
LATAR BELAKANG JURNAL DIALOGIS REFLEKTIF.pptLATAR BELAKANG JURNAL DIALOGIS REFLEKTIF.ppt
LATAR BELAKANG JURNAL DIALOGIS REFLEKTIF.pptPpsSambirejo
 
Contoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdf
Contoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdfContoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdf
Contoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdfCandraMegawati
 
2 KISI-KISI Ujian Sekolah Dasar mata pelajaranPPKn 2024.pdf
2 KISI-KISI Ujian Sekolah Dasar  mata pelajaranPPKn 2024.pdf2 KISI-KISI Ujian Sekolah Dasar  mata pelajaranPPKn 2024.pdf
2 KISI-KISI Ujian Sekolah Dasar mata pelajaranPPKn 2024.pdfsdn3jatiblora
 
CAPACITY BUILDING Materi Saat di Lokakarya 7
CAPACITY BUILDING Materi Saat di Lokakarya 7CAPACITY BUILDING Materi Saat di Lokakarya 7
CAPACITY BUILDING Materi Saat di Lokakarya 7IwanSumantri7
 
PELAKSANAAN + Link2 Materi BimTek _PTK 007 Rev-5 Thn 2023 (PENGADAAN) & Perhi...
PELAKSANAAN + Link2 Materi BimTek _PTK 007 Rev-5 Thn 2023 (PENGADAAN) & Perhi...PELAKSANAAN + Link2 Materi BimTek _PTK 007 Rev-5 Thn 2023 (PENGADAAN) & Perhi...
PELAKSANAAN + Link2 Materi BimTek _PTK 007 Rev-5 Thn 2023 (PENGADAAN) & Perhi...Kanaidi ken
 
MODUL P5 KEWIRAUSAHAAN SMAN 2 SLAWI 2023.pptx
MODUL P5 KEWIRAUSAHAAN SMAN 2 SLAWI 2023.pptxMODUL P5 KEWIRAUSAHAAN SMAN 2 SLAWI 2023.pptx
MODUL P5 KEWIRAUSAHAAN SMAN 2 SLAWI 2023.pptxSlasiWidasmara1
 
PPT AKSI NYATA KOMUNITAS BELAJAR .ppt di SD
PPT AKSI NYATA KOMUNITAS BELAJAR .ppt di SDPPT AKSI NYATA KOMUNITAS BELAJAR .ppt di SD
PPT AKSI NYATA KOMUNITAS BELAJAR .ppt di SDNurainiNuraini25
 
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 pptppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 pptArkhaRega1
 
PELAKSANAAN + Link-Link MATERI Training_ "Effective INVENTORY & WAREHOUSING M...
PELAKSANAAN + Link-Link MATERI Training_ "Effective INVENTORY & WAREHOUSING M...PELAKSANAAN + Link-Link MATERI Training_ "Effective INVENTORY & WAREHOUSING M...
PELAKSANAAN + Link-Link MATERI Training_ "Effective INVENTORY & WAREHOUSING M...Kanaidi ken
 
Modul Projek - Batik Ecoprint - Fase B.pdf
Modul Projek  - Batik Ecoprint - Fase B.pdfModul Projek  - Batik Ecoprint - Fase B.pdf
Modul Projek - Batik Ecoprint - Fase B.pdfanitanurhidayah51
 

Recently uploaded (20)

MATEMATIKA EKONOMI MATERI ANUITAS DAN NILAI ANUITAS
MATEMATIKA EKONOMI MATERI ANUITAS DAN NILAI ANUITASMATEMATIKA EKONOMI MATERI ANUITAS DAN NILAI ANUITAS
MATEMATIKA EKONOMI MATERI ANUITAS DAN NILAI ANUITAS
 
Bab 7 - Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial.pptx
Bab 7 - Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial.pptxBab 7 - Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial.pptx
Bab 7 - Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial.pptx
 
PELAKSANAAN + Link-Link MATERI Training_ "Effective INVENTORY & WAREHOUSING...
PELAKSANAAN  + Link-Link MATERI Training_ "Effective INVENTORY &  WAREHOUSING...PELAKSANAAN  + Link-Link MATERI Training_ "Effective INVENTORY &  WAREHOUSING...
PELAKSANAAN + Link-Link MATERI Training_ "Effective INVENTORY & WAREHOUSING...
 
bab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ika
bab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ikabab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ika
bab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ika
 
MODUL 1 Pembelajaran Kelas Rangkap-compressed.pdf
MODUL 1 Pembelajaran Kelas Rangkap-compressed.pdfMODUL 1 Pembelajaran Kelas Rangkap-compressed.pdf
MODUL 1 Pembelajaran Kelas Rangkap-compressed.pdf
 
Integrasi nasional dalam bingkai bhinneka tunggal ika
Integrasi nasional dalam bingkai bhinneka tunggal ikaIntegrasi nasional dalam bingkai bhinneka tunggal ika
Integrasi nasional dalam bingkai bhinneka tunggal ika
 
PEMANASAN GLOBAL - MATERI KELAS X MA.pptx
PEMANASAN GLOBAL - MATERI KELAS X MA.pptxPEMANASAN GLOBAL - MATERI KELAS X MA.pptx
PEMANASAN GLOBAL - MATERI KELAS X MA.pptx
 
PPT PERUBAHAN LINGKUNGAN MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X.pptx
PPT PERUBAHAN LINGKUNGAN MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X.pptxPPT PERUBAHAN LINGKUNGAN MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X.pptx
PPT PERUBAHAN LINGKUNGAN MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X.pptx
 
(NEW) Template Presentasi UGM 2 (2).pptx
(NEW) Template Presentasi UGM 2 (2).pptx(NEW) Template Presentasi UGM 2 (2).pptx
(NEW) Template Presentasi UGM 2 (2).pptx
 
Prakarsa Perubahan ATAP (Awal - Tantangan - Aksi - Perubahan)
Prakarsa Perubahan ATAP (Awal - Tantangan - Aksi - Perubahan)Prakarsa Perubahan ATAP (Awal - Tantangan - Aksi - Perubahan)
Prakarsa Perubahan ATAP (Awal - Tantangan - Aksi - Perubahan)
 
LATAR BELAKANG JURNAL DIALOGIS REFLEKTIF.ppt
LATAR BELAKANG JURNAL DIALOGIS REFLEKTIF.pptLATAR BELAKANG JURNAL DIALOGIS REFLEKTIF.ppt
LATAR BELAKANG JURNAL DIALOGIS REFLEKTIF.ppt
 
Contoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdf
Contoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdfContoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdf
Contoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdf
 
2 KISI-KISI Ujian Sekolah Dasar mata pelajaranPPKn 2024.pdf
2 KISI-KISI Ujian Sekolah Dasar  mata pelajaranPPKn 2024.pdf2 KISI-KISI Ujian Sekolah Dasar  mata pelajaranPPKn 2024.pdf
2 KISI-KISI Ujian Sekolah Dasar mata pelajaranPPKn 2024.pdf
 
CAPACITY BUILDING Materi Saat di Lokakarya 7
CAPACITY BUILDING Materi Saat di Lokakarya 7CAPACITY BUILDING Materi Saat di Lokakarya 7
CAPACITY BUILDING Materi Saat di Lokakarya 7
 
PELAKSANAAN + Link2 Materi BimTek _PTK 007 Rev-5 Thn 2023 (PENGADAAN) & Perhi...
PELAKSANAAN + Link2 Materi BimTek _PTK 007 Rev-5 Thn 2023 (PENGADAAN) & Perhi...PELAKSANAAN + Link2 Materi BimTek _PTK 007 Rev-5 Thn 2023 (PENGADAAN) & Perhi...
PELAKSANAAN + Link2 Materi BimTek _PTK 007 Rev-5 Thn 2023 (PENGADAAN) & Perhi...
 
MODUL P5 KEWIRAUSAHAAN SMAN 2 SLAWI 2023.pptx
MODUL P5 KEWIRAUSAHAAN SMAN 2 SLAWI 2023.pptxMODUL P5 KEWIRAUSAHAAN SMAN 2 SLAWI 2023.pptx
MODUL P5 KEWIRAUSAHAAN SMAN 2 SLAWI 2023.pptx
 
PPT AKSI NYATA KOMUNITAS BELAJAR .ppt di SD
PPT AKSI NYATA KOMUNITAS BELAJAR .ppt di SDPPT AKSI NYATA KOMUNITAS BELAJAR .ppt di SD
PPT AKSI NYATA KOMUNITAS BELAJAR .ppt di SD
 
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 pptppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
 
PELAKSANAAN + Link-Link MATERI Training_ "Effective INVENTORY & WAREHOUSING M...
PELAKSANAAN + Link-Link MATERI Training_ "Effective INVENTORY & WAREHOUSING M...PELAKSANAAN + Link-Link MATERI Training_ "Effective INVENTORY & WAREHOUSING M...
PELAKSANAAN + Link-Link MATERI Training_ "Effective INVENTORY & WAREHOUSING M...
 
Modul Projek - Batik Ecoprint - Fase B.pdf
Modul Projek  - Batik Ecoprint - Fase B.pdfModul Projek  - Batik Ecoprint - Fase B.pdf
Modul Projek - Batik Ecoprint - Fase B.pdf
 

Budidaya Tanaman Gambir

  • 1. TUGAS AKHIR SEMESTER BUDIDAYA TANAMAN GAMBIR (Uncaria gambir ) DPP/DPJ : Ir. SIXTUS HUTAURUK, MP OLEH : FEBRINA SINGA 130420017 PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS KATOLIK SANTO THOMAS SUMATERA UTARA MEDAN 2017
  • 2. I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Gambir adalah nama tumbuhan atau getah yang dikeringkan berasal dari ekstrak remasan daun dan ranting tumbuhan bernama sama (Uncaria gambir Roxb.). Gambir merupakan salah satu komoditas perkebunan rakyat yang bernilai ekonomi tinggi. Penduduk Indonesia menggunakan gambir sebagai bahan campuran menyirih. Buah gambir dapat juga dipergunakan sebagai bahan baku obat-obatan, bahan kosmetik, pewarna tekstil, sebagai bahan baku perekat kayu lapis dan papan. Gambir merupakan salah satu komoditas perkebunan, areal perkebunan gambir tersebar di beberapa wilayah terutama di Pulau Sumatera yaitu di Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan dan Aceh. Di sisi lain, produktivitas gambir masih rendah. Gambir tidak hanya sebatas komoditas perkebunan belaka, dalam artian komoditas hulu. Berbagai olahan dan diversifikasi gambir mampu meningkatkan nilai tambah dalam komoditas ini. Selain sebagai pencampur makan sirih, gambir dapat disulap menjadi bahan penolong industri farmasi, penyamak kulit, minuman, cat, dll. Melihat potensi yang besar ini, sangat disayangkan jika pertumbuhan atau produksi gambir masih rendah. Dalam konteks budidaya tanaman gambir, belum dikenal penggunaan varietas unggul. Upaya mendapatkan varietas unggul melalui pemuliaan tanaman masih terbatas pada penelitian-penelitian awal yang hasilnya masih jauh dari tujuan. Dalam merakit kultivar ungguldiperlukan variabilitas genetik yang luas. Sementara itu, untuk tanaman Gambir masih sangat terbatas informasi dan data mengenai variabilitas genetik dari plasma nutfah yang ada. Luas areal perkebunan gambir di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 37.360 ha dengan total produksi 23.203 ton. Gambir merupakan salah satu komoditas perkebunan yang juga sudah diekspor ke berbagai negara terutama
  • 3. India, Pakistan, Nepal, Bangladesh, Malaysia dan Singapura. Ekspor komoditas gambir pada tahun 2009 mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar US $ 38.039 dari total ekspor sebesar 18.298 ton. 1.2 Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat untuk mendapat nilai mata kuliah Kapita Selekta, yang dibimbing oleh Ir. Sixtus Hutauruk, MP.
  • 4. II LANDASAN TEORI Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Gambir Gambir adalah sejenis getah yang dikeringkan yang berasal dari ekstrak remasan daun dan ranting tumbuhan yang bernama sama (Uncaria gambir Roxb.). Di Indonesia gambir pada umumnya digunakan untuk menyirih. Kegunaan yang lebih penting adalah sebagai bahan penyamak kulit dan pewarna. Gambir juga mengandung katekin (catechin), suatu bahan alami yang bersifat antioksidan. India mengimpor 68% gambir dari Indonesia, dan menggunakannya sebagai bahan campuran menyirih. Gambir dihasilkan pula dari tumbuhan U. acida (Wikipedia, 2017). Gambir Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Gentianales Famili: Rubiaceae Genus: Uncaria Spesies: U. gambir Nama binomial Uncaria gambir Morfologi Tanaman Gambir Tumbuhan perdu setengah merambat dengan percabangan memanjang. Daun oval, memanjang, ujung meruncing, permukaan tidak berbulu (licin), dengan tangkai daun pendek. Bunganya tersusun majemuk dengan mahkota berwarna merah muda atau hijau; kelopak bunga pendek, mahkota bungaberbentuk corong (seperti bunga kopi), benang sari lima, dan buah berupa kapsula dengan dua ruang. Tanaman Perdu, tinggi 1-3 cm. Batang tegak,
  • 5. bulat, percabangan simpodial, warna cokelat pucat. Daun tunggal, berhadapan, bentuk lonjong, tepi bergerigi, pangkal bulat, ujung meruncing, panjang 8-13 cm, lebar 4-7 cm, warna hijau, licin (tidak berbulu). Bunga majemuk, bentuk lonceng, di ketiak daun, panjang lebih kurang 5 cm, mahkota 5 helai berbentuk lonjong, warna ungu, buah berbentuk bulat telur, panjang lebih kurang 1,5 cm, warna hitam. Bagian yang digunakan sari daun yang dikeringkan (Anonim, 2013). Teknis Budidaya Gambir dibudidayakan pada lahan ketinggian 200-800 m di atas permukaan laut. Mulai dari topografi agak datar sampai di lereng bukit. Biasanya ditanam sebagai tanaman perkebunan di pekarangan atau diperladangan. Budidaya biasanya semi intensif, jarang diberi pupuk tetapi pembersihan dan pemangkasan dilakukan. Daun yang dipangkas yang digunakan untuk menghasilkan getah gambir. Tanaman gambir dapat dijumpai di Sumatera Utara (Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat) dan Sumatera Barat (BPTP Sumatera Utara, 2017). 1. Lahan dan Agroklimat Tanaman gambir dapat diusahakan pada jenis tanah podsolik merah kuning sampai merah kecoklatan. Keasaman tanah (pH) berkisar antara 4,8 - 5,5. Kemiringan tanah 15 %. Ketinggian tempat 50 - 1.100 m dpi. Iklim yang cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman gambir meliputi curah hujan 2.500 - 3.353 mm/tahun. Suhu udara 20 - 40 ° C dan kelembaban udara 70 - 85 %. 2. Benih 1. Benih tanaman diambil dari varietas unggul, 2. Recoveri pertumbuhan daun cepat, 3. Tanaman berumur 10-12 tahun, tinggi rumpun 300 cm, panjang cabang 300 - 450 cm dan pertumbuhan daun optimal, 4. Produksi daun > 12.000 kg/ha/th. 3. Penyiapan Benih Tanaman
  • 6. Benih tanaman yang digunakan untuk pengembangan gambir yang paling baik adalah biji. Biji diperoleh dari buah yang telah matang petik, ditandai dengan polongnya yang berwarna hitam kecoklatan sebelum pecah 4. Persemaian Buah dijemur dipanas matahari hingga polong pecah. Keluarkan biji dari polong dan dipisahkan dari kulit polong dan dibersihkan dari sisa-sisa kotoran. Biji yang telah bersih berwarna coklat kehitaman, dibungkus dengan kain disimpan dalam kaleng tertutup ditempat sejuk. Daya kecambah biji gambir umumnya cepat turun bila disimpan di tempat yang lembab dan terbuka. 5. Pengecambahan Proses pengecambahan akan lebih baik ditempat yang rata, berhumus subur, dicampur pupuk kandang dengan permukaan tanah yang licin, kecambah akan tumbuh lebih cepat dan subur. 6. Pesemaian 1. Tanah untuk pesemaian dibersihkan, diratakan, ditekan dan permukaannya dilicinkan agar biji gambir dapat ditiup akan menempel. Dinaungi dengan atap alang-alang, daun kelapa atau tampah. 2. Apabila menggunakan pematang sawah, permukaan tebing dilapisi lumpur sawah setebal 2 - 3 cm dan diratakan. Apabila menggunakan lereng dekat kebun, dilapisi dengan tanah liat dan diratakan. Tempat pesemaian diberi naungan dan hindari dari aliran air. 3. Benih disemaikan dengan cara meletakkan benih diatas telapak tangan dan ditiup agar menempel pada permukaan pesemaian kemudian ditekan dengan tangan yang telah ditutup plastik. 4. Umur 1-1,5 bulan setelah semai benih sudah berkecambah dan umur 1,5-2 bulan dipesemaian kecambah telah menjadi bibit berdaun 1 - 3 pasang kemudian dipindahkan ke dalam polibag atau ditanam langsung di
  • 7. lapangan. Untuk mendapatkan bibit yang tumbuh lebih seragam dan vigor, sebelum ditanam di kebun, terlebih dahulu dipindah ke polibag. 5. Benih dipesemaian yang telah berdaun 1-3 pasang (umur 1,5-2 bulan) dapat ditanam langsung di lapangan. Apabila menggunakan polibag, benih umur 5-6 bulan tetap dapat dipindahkan ke kebun dengan tinggi benih 30 - 40 cm dan cukup vigor. 7. Persiapan Lahan Lahan untuk tanaman gambir dibersihkan kemudian dilakukan pengajiran dan pembuatan lubang tanam berukuran 40 x 40 x 40 cm atau minimal 30 x 30 x 30 cm. Setelah 15 hari lubang ditutup kembali dengan tanah yang telah di campur pupuk organik baik kompos ataupun pupuk kandang dengan ukuran 1 - 2 kg tiap lubang tanam. 8. Penanaman secara monokultur biasa dilakukan petani gambir dengan jarak tanam antara lain: 2m x 2m, dengan populasi 2.500 tanaman/ha 2 m x 3 m, dengan populasi 1.750 tanaman/ha - 2m x 4m, dengan populasi 1.300 tanaman/ha. Benih dalam polibag dapat ditanam setelah berumur 1 - 2 bulan, polibag ditempatkan dilubang tanam, polibag disobek dan plastik diangkat kemudian benih ditimbun dengan tanah sampai leher akar, tanah diratakan dan ditekan. Penanaman benih di lapangan dilakukan setelah benih berumur 1,5 - 2 bulan dan mempunyai > 2 pasang daun. Di tengah-tengah lubang tanam ditusuk dengan kayu untuk membuat telapak tempat menanam benih, kemudian benih ditanam. 9. Penyiangan Menyiang dan menggemburkan tanah di sekitar tanaman gambir serta menutup permukaan tanah dengan mulsa sangat dianjurkan. Hal ini dilakukan sampai tanaman berumur 3-4 tahun. 10. Pemupukan
  • 8. Tanaman gambir perlu diberi pupuk NPK dan pupuk organik agar dapat tumbuh subur dan baik. 11. Merundukan Tujuannya adalah untuk mempercepat rimbunnya tanaman sehingga membentuk rumpun yang rimbun, subur dan berdaun lebat. Caranya yaitu dengan mengikat setiap batang yang mulai memanjang, diikat dan ditarik ke bawah sehingga merunduk sehingga akan ke luar cabang baru. 12. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Hama yang menyerang tanaman gambir adalah hama belalang (famili Orthoptera), ulat (famili Lepidoptera) dan kutu daun (famili Homoptera). Pengendaliannya dapat dilakukan dengan: 1. Melakukan pemupukan berimbang dan sanitasi yang baik. 2. Melakukan pemangkasan pucuk atau daun muda yang terserang dan memusnahkannya. 3. Melestarikan dan meningkatkan peranan musuh alami. 4. Dapat juga dilakukan dengan menggunakan fungisida. Penyakit yang biasa ditemukan pada tanaman gambir adalah gejala penyakit bercak daun tunggal, bercak kecil dan bercak pinggir daun yang disebabkan oleh jamur Conospora, Phomaceae dan Oxipulaceae, gejala penyakit daun kering dan mozaik. Pengendaliannya dilakukan dengan cara, 1. Kurangi kelembaban dengan mengurangi naungan, 2. Gunakan fungisida seperti Dethane M45. 13. Panen Tanaman gambir dapat dipanen pada umur 1,5 tahun, panen selanjutnya dilakukan setelah 5 atau 6 bulan tergantung pada kondisi tanaman. Tanaman gambir dapat dipanen 2-3 kali dalam setahun.
  • 9. Ciri tanaman sudah waktu dipanen 1. Setiap ranting sudah tidak bertunas lagi, berwarna hijau kecoklatan, kaku dan keras. 2. Daun sudah mencapai stadia matang, berwarna hijau tua, kuning kecoklatan 3. Lembaran daun tebal, mengeras dan kaku, kalau diremas sudah mengeluarkan getah. 4. Umur sudah > 5 bulan dari musim panen sebelumnya. Cara panen Panen dilakukan pagi hari. Ranting dipangkas dengan ani-ani atau sabit pada jarak 5 cm dari pangkal agartunas baru cepat tumbuh dengan baik. 14. Pasca Panen Perebusan Bahan Daun dan ranting hasil panen diikat, masing-masing sekitar 3 - 4 kg per ikat, dimasukkan ke dalam keranjang dari bambu (kapuk) yang didalamnya sudah ada jala rajut dari plastik atau tali kulit, kemudian dimasukkan ke dalam wajan atau kancah untuk dilakukan perebusan selama 1 -1,5 jam. Pengempaan Bahan Setelah selesai direbus kapuk di keluarkan dari kancah, diangkat kemudian daun dililit dengan rajut agar tidak berantakan kemudian dimasukkan dalam alat kempa untuk dilakukan proses pengempaan. Pengendapan getah Getah gambir hasil pengempaan disaring dan dimasukkan dalam wadah kayu (peraku/paraku) kemudian diendapkan selama 8 -12 jam atau selama satu malam. Hasil endapan berbentuk pasta atau lebih encerlagi.
  • 10. Penirisan Getah Getah hasil pengendapan dimasukkan ke alat penirisan yang terbuat dari kain blacu diikat dan dipres lagi dengan alat pemberat batu agar pasta lebih pekat dan dapat segera dicetak. Lama penirisan 10 - 20 jam. Pencetakan Gambir dicetak dalam tiga macam cetakan tergantung kegunaannya, biasanya dalam bentuk silinder cekung, silinder dan koin. Setiap kilogram bahan baku gambir mampu dicetak dalam waktu sekitar 25 - 30 menit per orang. Pengeringan Gambir hasil cetakan diletakan di atas baki dan dijemur dipanas matahari atau di atas tungku perebusan daun. Pengeringan dilakukan 2-3 hari tergantung cuaca. Selanjutnya seleksi dan pengepakan (Tabloid Sinar Tani, 2017). Manfaat Kegunaan utama adalah sebagai komponen menyirih, yang sudah dikenal masyarakat kepulauan Nusantara, dari Sumatra hingga Papua sejak paling tidak 2500 tahun yang lalu. Diketahui, gambir merangsang keluarnya getah empedu sehingga membantu kelancaran proses di perut dan usus. Fungsi lain adalah sebagai campuran obat, seperti sebagai luka bakar, obat sakit kepala, obat diare, obat disentri, obat kumur-kumur, obat sariawan, serta obat sakit kulit (dibalurkan); penyamak kulit; dan bahan pewarna tekstil. Fungsi yang tengah dikembangkan juga adalah sebagai perekat kayu lapis atau papan partikel. Produk ini masih harus bersaing dengan sumber perekat kayu lain, seperti kulit kayu Acacia mearnsii, kayu Schinopsis balansa, serta kulit polong Caesalpinia spinosa yang dihasilkan negara lain (Anonim, 2013).
  • 11. III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa tanaman gambir memiliki prospek yang baik untuk dibudidayakan, Tanaman gambir juga memiliki banyak manfaat dalam bidang kosmetika, kesehatan, tekstil, dll. Masyarakat tradisional menggunakan gambir sebagai bahan untuk menyirih dan mengobati berbagai penyakit seperti disentri, diare dll. gambir dapat dibudidayakan pada daerah dengan ketinggian 200- 800 meter diatas permukaan laut. 3.2 Saran Adabaiknya mahasiswa pejrtanian tidak hanya mengetahui sekilas tentang budidaya komoditi tanaman gambir, tapi juga sebaiknya mahasiswa pertanian dapat meneliti tanaman gambir atau diperkenalkan dalam mata kuliah khusus perkebunan.
  • 12. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2013. http://binagamaha.blogspot.co.id/2013/09/tanaman-herbal-gam -bir-dan-manfaatnya_2232.html, diakses pada 26 Januari 2017. BPTP Sumatera Utara . 2017. http://sumut.litbang.pertanian.go.id/ind/index .php/berita/info-aktual/78-teknologi-budidaya-dan-konservasi-lahan-tana man-gambir-di-pakpak-bharat, diakses 26 Januari 2017. Tabloid Sinar Tani. 2017. http://m.tabloidsinartani.com/index.php?id=148&tx_ ttnews%5Btt_news%5D=398&cHash=b6b08c2ba99a6f3d5e677d42c55f6 801, diakses pada 26 Januari 2017. Wikipedia. 2017. https://id.wikipedia.org/wiki/Gambir, diakses pada 26 Januari 2017.