Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Die SlideShare-Präsentation wird heruntergeladen. ×

Teknik Sampling

Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Nächste SlideShare
07 - Pengujian Hipotesis.pdf
07 - Pengujian Hipotesis.pdf
Wird geladen in …3
×

Hier ansehen

1 von 64 Anzeige
Anzeige

Weitere Verwandte Inhalte

Aktuellste (20)

Anzeige

Teknik Sampling

  1. 1. Teknik Sampling Elvi Rahmi, S.T., M.Kom. elvizasri@gmail.com Statistika dan Probalitas
  2. 2. Today's Highlight Populasi dan Sampel 01 Teknik Sampling 02 Penentuan Jumlah Sampel 03 Metode Pengumpulan Data 04 Skala Pengukuran dalam Penelitian 05 Instrumen Pengumpulan Data 06 Tahapan dan Cara Menyusun Instrumen Penelitian 07
  3. 3. Definisi Keseluruhan pengamatan yang menjadi perhatian. Populasi Banyaknya pengamatan atau anggota suatu populasi. Ukuran Populasi Bagian yang diambil dari populasi untuk diteliti. Jika kita ingin kesimpulan dari sampel terhadap populasi menjadi sah maka kita harus mendapatkan sampel yang mewakili populasi (sampel representatif) Contoh/Sampel Penelitian yang melibatkan keseluruhan anggota populasi. Sensus Penelitian yang hanya melibatkan sebagian anggota populasi Sampling
  4. 4. Sampling Sensus Penelitian yang melibatkan keseluruhan anggota populasi. Pengumpulan Data Penelitian yang hanya melibatkan sebagian anggota populasi
  5. 5. Keuntungan Penggunaan Sampel dalam Penelitian Mengurangi biaya Kecepatan lebih besar Mencegah kerusakan yang lebih besar Tingkat ketelitian lebih besar
  6. 6. Alasan sensus tidak dilakukan
  7. 7. Alasan sensus tidak dilakukan Jumlah populasi yang terhingga tapi tersebar dan sulit terjangkau Banyaknya petugas sensus yang mesti dikerahkan Kurang efisien Waktu dan biaya yang besar
  8. 8. Teknik Sampling Metode pengambilan sebagian dari anggota populasi sedemikian rupa sehingga sampel yang terambil dapat mewakili keseluruhan anggota populasi. PROBABILITY SAMPLING Teknik pengambilan sampel yang memberi peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. NON PROBABILITY SAMPLING Teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.
  9. 9. Probability Sampling Simple Random Sampling 01 Proporsionate Stratified Random Sampling 02 Disproportionate Stratified Random Sampling 03 Area Sampling 04
  10. 10. Probability Sampling Simple Random Sampling 01 Pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata/tingkatan yang ada dalam populasi. Teknik ini digunakan jika anggota populasi homogen.
  11. 11. Probability Sampling Proporsionate Stratified Random Sampling 02 Teknik pengambilan sampel ini digunakan jika anggota populasi tidak homogen dan berstrata secara proporsional.
  12. 12. Probability Sampling Disproportionate Stratified Random Sampling 03 Teknik pengambilan sampel ini digunakan jika anggota populasi berstrata/bertingkat tetapi kurang proporsional.
  13. 13. Probability Sampling Area Sampling 04 Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila obyeky ang akan diteliti atau sumber data sangat luas.
  14. 14. NON PROBABILITY SAMPLING Sampling Sistematis 01 Sampling Kuota 02 Sampling Incidental 03 Purposive Sampling 04 Sampling Jenuh 05 Snowball Sampling 06
  15. 15. NON PROBABILITY SAMPLING Sampling Sistematis 01 Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor.
  16. 16. NON PROBABILITY SAMPLING Sampling Kuota 02 Sampel diambil dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan.
  17. 17. NON PROBABILITY SAMPLING Sampling Incidental 03 Pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel bila orang yang kebetulan dijumpai dianggap cocok sebagai sumber data.
  18. 18. NON PROBABILITY SAMPLING Purposive Sampling 04 Pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan/tujuan tertentu.
  19. 19. NON PROBABILITY SAMPLING Sampling Jenuh 05 Semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.
  20. 20. NON PROBABILITY SAMPLING Snowball Sampling 06 Sampel yang ditentukan mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel itu diminta untuk memilih teman- temannya untuk dijadikan sampel. Demikian seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak.
  21. 21. Berapa ukuran sampel yang diambil dari suatu populasi
  22. 22. PENENTUAN JUMLAH SAMPEL Ukuran sampel atau besarnya sampel yang diambil dari suatu populasi merupakan salah satu faktor penentu tingkat kerepresentatifan sampel yang digunakan. Tidak ada aturan yang tegas dalam menentuan ukuran sampel yang harus diambil dari populasi agar syarat kerepresentatifan terpenuhi. Tidak ada batasan yang ”pasti” dan jelas apa yang dimaksud dengan sampel besar dan sampel kecil. Beberapa rumus yang umum digunakan untuk menentukan ukuran atau jumlah sampel, namun demikian dalam penggunaannnya tidak ada yang bersifat mutlak ( paling benar ).
  23. 23. Tanpa Perhitungan Dengan Perhitungan Digunakan jika jumlah populasi diketahui, sampel bertingkat, jumlah populasi tidak diketahui Penentuan Jumlah Sampel
  24. 24. Menentukan jumlah sampel dengan perhitungan Menggunakan rumus Slovin (Sangadji& Sopiah, 2010) jika jumlah populasinya diketahui 01 Penentuan jumlah sampel jika sampel bertingkat 02 Penentuan jumlah sampel dimana jumlah populasi tidak diketahui 03
  25. 25. Menentukan jumlah sampel dengan perhitungan Menggunakan rumus Slovin (Sangadji& Sopiah, 2010) jika jumlah populasinya diketahui 01
  26. 26. Contoh: Diketahui jumlah populasi suatu perusahaan yang akan diteliti sebanyak 16088 orang, dan tingkat presisinya 10%. Berapakah jumlah sampelnya?
  27. 27. Diketahui jumlah populasi suatu perusahaan yang akan diteliti sebanyak 16088 orang, dan tingkat presisinya 10%. Berapakah jumlah sampelnya? Penyelesaian: Contoh:
  28. 28. Menentukan jumlah sampel dengan perhitungan 02 Penentuan jumlah sampel jika sampel bertingkat Sampel diambil dengan cara proporsional random sampling memakai rumus:
  29. 29. Contoh: Diketahui jumlah populasi suatu perusahaan yang akan diteliti sebanyak 16088 orang, dan dijabarkan jabatannya adalah: Direktur berjumlah 1 orang Kepala Departemen berjumlah 12 orang Kepala Divisi berjumlah 25 orang Kepala Bidang berjumlah 50 orang Kepala Cabang berjumlah 500 orang Karyawan berjumlah 15500 orang Berapakah banyaknya sampel yang harus diambil dari masing-masing jabatan?
  30. 30. Penyelesaian: Jumlah dari setiap jabatan 104 orang. Jika ada sampel yang lebih seperti ini, yaitu 104 orang, yang digunakan adalah 104 orang walaupun jumlah sampel semula 99 orang.
  31. 31. Menentukan jumlah sampel dengan perhitungan 03 Penentuan jumlah sampel dimana jumlah populasi tidak diketahui. Jumlah sampel dapat dihitung menggunakan Rumus Wibisono yaitu:
  32. 32. Contoh: Diketahui standar deviasi suatu populasi adalah 0,25. Berapa ukuran sampel yang diperlukan apabila peneliti menginginkan tingkat signifikansinya 5%? Catatan: Suatu hipotesis diterima dengan taraf signifikansi alpha 5% artinya hipotesis tersebut memiliki tingkat kesalahan yang dapat ditoleransi sebesar 5% atau 0,05.
  33. 33. Menentukan jumlah sampel tanpa perhitungan Gay dan Diehl, tahun 1992 menyatakan bahwa jumlah sampel yaitu 10% dari populasi 01 Roscoe (1975) dalam Uma Sekaran (1992) menyatakan bahwa sebaiknya ukuran sampel di antara 30 s/d 500 elemen 02 Krejcie dan Morgan (1970) menyatakan bahwa ukuran sampel ditentukan dengan menggunakan Tabel Penentuan Jumlah Sampel Menurut Kreijce dan Morgan 03 Champion (1981) menyatakan bahwa sampel jumlahnya 30 s/d 60 atau dari 120 s/d 250 04
  34. 34. Metode Pengumpulan Data
  35. 35. Metode Pengumpulan Data PENGAMATAN/ OBSERVASI Teknik pengumpulan yang digunakan untuk mengumpulkan data berdasarkan pengamatan secara langsung pada obyek penelitian, agar dapat melihat proses kerja yang dilakukan. Misalnya untuk mengumpulkan data pengujian dari Performance dan Efficiency pada sistem atau aplikasi yang dikembangkan. STUDI LITERATUR Penelusuran literatur mengenai dasar pengetahuan tentang hal-hal yang berkaitan dengan penelitian. ANGKET/ KUESIONER Memberikan serangkaian pertanyaan/pernyataan secara tertulis atau elektronik yang sesuai kepada koresponden. WAWANCARA USER Teknik pengumpulan data yang melibatkan interaksi lebih personal dengan pengguna dari target utama pengguna.
  36. 36. Skala Pengukuran dalam penelitian Skala Likert 01 Skala Guttman 02 Skala Diferensial Semantic 03 Rating Scale 04 Skala Thurstone 05
  37. 37. Skala Pengukuran dalam penelitian Skala Likert 01 Skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial maupun atau fenomena pendidikan. Setiap jawaban dihubungkan dengan bentuk pernyataan atau dukungan sikap yang diungkapkan dengan kata- kata. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif
  38. 38. Skala Pengukuran dalam penelitian Skala Likert 01 Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif Instrumen penelitian yang menggunakan skala likert dapat dibuat dalam bentuk checklist ataupun pilihan ganda.
  39. 39. Skala Pengukuran dalam penelitian Skala Likert 01 Contoh pertanyaan bentuk checklist: Pilihlah jawaban yang menurut Anda paling tepat sesuai dengan penilaian Anda dengan cara memberi tanda centang pada nomor pilihan. Nilai jawaban berkisar antara 1 sampai 5. Berikut arti dari masing-masing nilai: 1 = Sangat Tidak Setuju (STS) 2 = Tidak Setuju (TS) 3 = Netral (N) 4 = Setuju (S) 5 = Sangat Setuju (SS) Artinya: Anda setuju bahwa sistem sudah memberikan informasi yang tepat.
  40. 40. Skala Pengukuran dalam penelitian Skala Likert 01 Contoh pertanyaan dengan bentuk pilihan ganda: Pilihlah salah satu jawaban terhadap pertanyaan berikut sesuai dengan pendapat anda, dengan cara memberi tanda silang pada nomor jawaban yang tersedia. Anda mudah mengingat bagaimana cara menggunakan sistem ini? a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
  41. 41. Skala Pengukuran dalam penelitian Skala Guttman 02 Skala kumulatif yang disebut juga sebagai skala scalogram yang sangat baik untuk meyakinkan peneliti tentang kesatuan dimensi dan sikap atau sifat yang diteliti. Sering disebut atribut universal. Skala pengukuran dengan tipe ini akan mendapatkan jawaban yang tegas, yaitu “ya-tidak”; “benar-salah”; “pernah-tidak”; “positif-negatif” dan lain-lain. Contoh : Dapat kembali kehalaman sebelumnya? a. Ya b. Tidak
  42. 42. Skala Pengukuran dalam penelitian Skala Diferensial Semantic 03 Digunakan untuk mengukur sikap, tetapi bentuknya tidak pilihan ganda maupun checklist, namum tersusun dalam satu garis kontinu yang jawaban “sangat positif” terletak di bagian kanan garis, dan jawaban yang “sangat negatif” terletak di bagian kiri garis, atau sebaliknya. Data yang diperoleh adalah data interval, dan biasanya skala ini digunakan untuk mengukur sikap/karakteristik tertentu yang dimiliki oleh seseorang. Contoh:
  43. 43. Skala Pengukuran dalam penelitian Rating Scale 04 Data skala yang diperoleh dengan menggunakan tiga macam skala yang dikemukakan diawal merupakan data kualitatif yang dikuantitatifkan. Berbeda dengan rating scale, data yang diperoleh merupakan data kuantitatif (angka) yang ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Responden akan memilih salah satu jawaban kuantitatif.
  44. 44. Skala Pengukuran dalam penelitian Skala Thurstone 04 Ukuran interval digunakan pada Skala Thursone. Digunakan untuk menentukan pertanyaan- pertanyaan apa saja yang harus diajukan dalam kuisioner. Sejumlah item yang dianggap sebagai indikator diberikan kepada sekelompok penilai. Misalnya untuk mengukur kualitas sekolah, peneliti dapat melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah, pengamat pendidikan, orang tua,siswa, guru, dan lembaga pendidikan, juga lembaga non pemerintah. Yang merupakan ciri pokok metode ini adalah penggunaan panel yang terdiri dari 50-100 ahli untuk menilai sejumlah pertanyaan atau pernyataan guna mengukur variabel tertentu. Jenjang skala kemudian ditentukan atas dasar pendapat para ahli.
  45. 45. Instrumen Pengumpulan Data
  46. 46. Instrumen Pengumpulan Data Observasi Pedoman Wawancara Kuesioner Suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Jumlah instrument penelitian tergantung pada jumlah variabel penelitian yang telah ditetapkan untuk diteliti.
  47. 47. Instrumen Pengumpulan Data (1/3) Kegiatan pengamatan secara langsung menggunakan seluruh panca indera. Tes, kuesioner, ragam gambar, rekam suara. Terdapat pedoman atau panduan yang biasa disebut lembar observasi yang berisi daftar jenis kegiatan pengamatan. Observasi
  48. 48. Instrumen Pengumpulan Data (2/3) Pertanyaan yang diajukan dalam metode wawancara User dapat bersifat close- question, open-question dan exploratory. Pertanyaan Close-Question (strategi terstruktur) sudah memberikan piihan jawaban pada User. Pedoman wawancara Contoh: Berapa lama Anda menggunakan internet dalam satu hari ? Alternative jawaban sudah diberikan dalam bentuk beberapa pilihan. Pertanyaan bersifat Open Question (strategi tidak terstruktur) memberikan kebebasan menjawab. Contoh: Apa yang dibutuhkan agar lebih mudah dalam memilih menu makanan pada saat mau pesan secara online?
  49. 49. Instrumen Pengumpulan Data (2/3) Pertanyaan yang diajukan dalam metode wawancara User dapat bersifat close-question, open-question dan exploratory. Pertanyaan yang bersifat Exploratory merupakan pertanyaan yang menanyakan secara detil apa kendala yang dihadapi pengguna dan pertanyaan yang diajukan besifat investigasi. Umumnya exploratory dilakukan untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam dari target user. Pedoman wawancara Contoh: Pertanyaan yang bersifat exploratory dalam kaitannya mengembangkan aplikasi pembelian makanan secara daring: a. Apa yang dilakukan terlebih dahulu jika mau memilih rumah makan? b. Apakah yang dicari rumah makan yang menawarkan promo? c. Apakah perlu ada rating pada rumah makan? d. Di mana lokasi rumah makan yang lebih disukai?
  50. 50. Instrumen Pengumpulan Data (3/3) Formulir isian yang digunakan untuk keperluan administrasi. Formulir isian yang digunakan untuk observasi Daftar pertanyaan (Kuesioner) Kuesioner
  51. 51. Instrumen Pengumpulan Data (3/3) Kuesioner Syarat Angket/Kuesioner Penelitian yang baik Mudah untuk ditanyakan Mudah untuk dijawab Mudah untuk diproses
  52. 52. Instrumen Pengumpulan Data (3/3) Kuesioner Prinsip-prinsip Pembuatan Kuesioner Jelas Membantu Ingatan Membuat responden bersedia untuk menjawab Menghindari bias Mudah mengutarakan Dapat menyaring responden
  53. 53. Tahapan dan cara menyusun instrument penelitian
  54. 54. Tahapan dan cara menyusun instrument penelitian Mengidentifikasi Variabel yang akan diteliti 01 Menjabarkan variabel ke dalam beberapa dimensi 02 Menentukan indikator dari setiap dimensi variabel 03 Mendeskripsikan kisi-kisi instrumen yang akan digunakan 04 Merumuskan setiap item pertanyaan 05 Menyiapkan petunjuk untuk pengisian instrumenerumuskan setiap item pertanyaan 06
  55. 55. Menentukan Instrumen Penelitian Memahami masalah, variabel dan tujuan dari penelitian 01 Masalah, variabel dan tujuan dari penelitian harus memiliki indikator yang jelas dan spesifik. Indikator yang jelas memudahkan dalam menentukan pertanyaan- pertanyaan apa saja yang harus disampaikan kepada subjek penelitian.
  56. 56. Menentukan Instrumen Penelitian Memahami Responden atau sumber data 02 Sumber data atau responden dapat digunakan sebagai acuan atau dasar dalam menentukan isi, bahasa, sistematika yang akan digunakan dalam pembuatan instrumen. Memahami kondisi, keadaan, serta keberagaman dari sumber data atau responden memungkinkan kita untuk memperoleh respon seakurat mungkin.
  57. 57. Menentukan Instrumen Penelitian Menentukan Validitas dan Reliabilitas dari Instrumen 03 Memilih Instrumen dalam Penelitian 04
  58. 58. Penggunaan instrumen dalam pembangunan perangkat lunak
  59. 59. Penggunaan instrumen dalam pembangunan perangkat lunak Perangkat lunak dibangun untnuk memenuhi kebutuhan pengguna Pengujian Aplikasi Ada dua pengujian pada pengembangan Aplikasi yaitu user testing dan usability testing. User testing bukanlah pengujian terhadap user, tetapi user melakukan pengujian terhadap produk, dalam hal ini aplikasi, yang Anda bangun. Usability testing akan menjawab pertanyaan tentang seberapa baik pengguna dapat menggunakan sistem tersebut.
  60. 60. Dimensi dan indicator dalam USE Qustionnaire (Lund,2001)
  61. 61. Contoh Instrument Aspek Usability berdasarkan USE Qustionnaire
  62. 62. Seorang developer software ingin mengembangkan suatu aplikasi X yang akan digunakan untuk sebuah koperasi simpan pinjam. Wawancarapun dilakukan kepada beberapa pihak sebagai studi pendahuluan tentang informasi terkait sistem yang dibutuhkan user. Setelah aplikasi X dibangun, developer juga ingin mengevaluasi aplikasi tersebut. Kuesionerpun dibagikan kepada pengguna untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan pengguna berdasarkan Variabel content, accuracy, format, easy of use dan timeline. Buatlah pedoman wawancara untuk studi pendahuluan dan kuesioner untuk evaluasi aplikasi X!. Gunakanlah rumus Slovin untuk mengetahui berapa sampel yang dapat mewakili populasi, jika jumlah populasi 25 orang! Studi Kasus
  63. 63. Referensi: Handayani, Siskha, Sudra Irawan, Yeni Rokhayati. 2021. Statistika Untuk Pembangunan Perangkat Lunak. Batam: Polibatam Press.

×