Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.
Deskripsi Palaquium Obovatum
EDI SUMARNO
M1A1 13 136
Jurusan Kehutanan
Fakultas Kahutanan dan Ilmu Lingkungan
Universitas ...
Umum di hutan Asia Tenggara, Palaquium obovatum
dapat mencapai tinggi 40 m dengan diameter batang 80
cm
Spesies ini berasal dari Kalimantan, Kamboja, India, Kepulauan Sunda
Kecil, Myanmar, Semenanjung Malaysia, Filipina, Singa...
Daun, pada 1,5-3 cm tangkai daun yang panjang, dikelompokkan di
puncak cabang, yang alternatif, sederhana, seluruh, obovat...
Kayu, warna kemerahan, memiliki karakteristik yang baik dari kekerasan
dan perlawanan terhadap serangga xylophagous, digun...
Deskripsi Palaquium Spp
Sistematika dan Deskripsi Morfologis Palaquium spp.
Secara umum klasifikasi Palaquium spp. yaitu (Plantamor.com, 2011):
Regnum : Plantae (Tumbuhan)
Divisi : Magnoliophyta (Tu...
Palaquium spp. merupakan pohon yang memiliki tinggi 30 – 45 m,
panjang batas bebas cabangnya 15 – 30 m, diameter 50 – 100 ...
Bunga dari Palaquium spp. berjumlah sampai 6 berkumpul pada ketiak
daun. Buahnya bulat telur sampai bulat, diameternya kur...
# Penyebaran Palaquium spp.
Palaquium spp. dapat ditemukan di seluruh Indonesia, khususnya di
Semenanjung Malaya, Sumatera...
# Kegunaan Palaquium spp.
Secara umum kayu Palaquium spp. baik digunakan sebagai bahan
bangunan. Selain itu beberapa jenis...
Menurut Tjitrosoepomo (2005), getah perca atau gutta
perchamengandung sampai 85% zat hidrokarbon berwarna putih yang
dinam...
ABOUT ME :
E-mail : edisumarno007@gmail.com
Facebook : Edi sumarno
Twitter : @edisumarno007
Web : edisumarnoblog.blogspot....
edisumarno007@gmail.com
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

DESKRIPSI PALAQUIUM ABOVATUM

1.070 Aufrufe

Veröffentlicht am

PALAQUIUM ABOVATUM DAN PALAQUIUM SPP.

Veröffentlicht in: Bildung
  • Als Erste(r) kommentieren

  • Gehören Sie zu den Ersten, denen das gefällt!

DESKRIPSI PALAQUIUM ABOVATUM

  1. 1. Deskripsi Palaquium Obovatum EDI SUMARNO M1A1 13 136 Jurusan Kehutanan Fakultas Kahutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo
  2. 2. Umum di hutan Asia Tenggara, Palaquium obovatum dapat mencapai tinggi 40 m dengan diameter batang 80 cm
  3. 3. Spesies ini berasal dari Kalimantan, Kamboja, India, Kepulauan Sunda Kecil, Myanmar, Semenanjung Malaysia, Filipina, Singapura, Sulawesi, Sumatera, Thailand dan Vietnam, di mana ia tumbuh di hutan cemara lembab, merupakan salah satu spesies dominan, pada rendah dan ketinggian menengah. Nama genus adalah salah satu yang digunakan di Filipina; nama spesies adalah kata sifat Latin "obovatus, sebuah, um" = obovate, dengan mengacu pada bentuk daun. Nama-nama umum: getah putih (English); hangkang, mayang katapong, njatuh (Indonesia); getah Taban putih, nyatoh (Malaysia);nyatoh Puteh (Singapura);balam putih (Sumatera);Xay Đào, Chay, Cot, Giao Moc Trung ngược (Vietnam). The Palaquium obovatum (Griff.) Engl.(1890) adalah pohon cemara dengan mahkota silindris, 30-40 m, dengan batang sampai 80 cm diameter, yang, dalam spesimen tertua menyajikan pada akar tabular dasar (akar diratakan mirip dengan penopang berkontribusi terhadap dukungan pohon); kulit coklat keabu-abuan adalah, secara vertikal fissured dan cabang muda ditutupi oleh tomentum kemerahan.
  4. 4. Daun, pada 1,5-3 cm tangkai daun yang panjang, dikelompokkan di puncak cabang, yang alternatif, sederhana, seluruh, obovate-lanset dengan tumpul atau kasar menunjuk puncak, dasar cuneate dan nervation pusat menonjol, 10-30 cm panjang dan 4-12 cm luas, seperti kulit, glossy warna hijau intens di atas, ditutupi oleh tomentum sayu bawah.Perbungaan dalam kelompok axillar dari 1-10 bunga, pada 0,7-1,5 cm pedicel panjang ditutupi oleh tomentum kemerahan, dengan lonceng kelopak dengan 6 sepal diatur dalam dua verticils, tiga orang luar menunjuk, sekitar 4 mm, dan 3 yang batin tumpul, 2 mm panjang, mahkota 2-3 cm diameter, berisi 1-2 biji ellipsoid warna coklat, panjang sekitar 2 cm. Memaksakan spesies praktis tidak dikenal keluar dari zona asal, diolah di bawah sinar matahari penuh di zona iklim lembab tropis dan subtropis; itu tidak khusus tentang tanah, yang disediakan dalam, menguras dan dipelihara hampir terus-menerus lembab. Di masa lalu, lateks itu digunakan untuk mendapatkan getah perca, tapi kualitas lebih miskin daripada yang diperoleh dari spesies lain yang termasuk dalam genus, khususnya dari Palaquium gutta (Hook.) Baill. (1884).
  5. 5. Kayu, warna kemerahan, memiliki karakteristik yang baik dari kekerasan dan perlawanan terhadap serangga xylophagous, digunakan untuk furnitur, perlengkapan, lantai dan bengkel tukang kayu internal, menjadi tahan lama juga di dalam air, digunakan juga untuk struktur terendam dan perahu. Sinonim: Isonandra obovata Griff. (1854); Bassia hypoleuca Miq. (1861); Bassia krantzii Hance (1876); Dichopsis krantziana Pierre (1881); Dichopsis helferi CBClarke (1882); Dichopsis obovata (Griff.) CBClarke (1882); Palaquium celebicum Burck (1885); Palaquium cinereum Burck (1885); Palaquium cupreum Burck (1885); Palaquium minahassaeBurck (1885); Palaquium montgommerianum Burck (1885); Palaquium oxleyanum Burck (1885); Palaquium helferi(CBClarke) Engl. (1890); Palaquium obovatum King & Gamble (1906); Palaquium theoideum Elmer (1910); Isonandra krantziana (Pierre) Pierre (1920); Palaquium krantzianum Pierre ex Lecomte (1930); Palaquium punctatum Fletcher (1937).
  6. 6. Deskripsi Palaquium Spp Sistematika dan Deskripsi Morfologis Palaquium spp.
  7. 7. Secara umum klasifikasi Palaquium spp. yaitu (Plantamor.com, 2011): Regnum : Plantae (Tumbuhan) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Class : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Ordo : Ebenales Family : Sapotaceae Genus : Palaquium Spesies : Palaquium spp.
  8. 8. Palaquium spp. merupakan pohon yang memiliki tinggi 30 – 45 m, panjang batas bebas cabangnya 15 – 30 m, diameter 50 – 100 cm, kecuali pada P. rostratum dapat mencapai 175 cm atau lebih. Bentuk batang lurus dan silindris, kadang-kadang berbanir 2 – 3 m terutama pada P. Rostratum. Kulit luar berwarna coklat, kelabu coklat, merah- coklat atau merah tua sampai agak hitam. Warna kayu teras bervariasi dari coklat-kuning, coklat muda, coklat ungu, coklat-merah sampai coklat atau merah tua. Kayu gubal berwarna lebih muda, tetapi biasanya hanya sedikit berbeda dari kayu teras, tebal seringkali sampai 10 cm. Tekstur kayu agak halus sampai agak kasar dan merata. Arah serat lurus sampai agak berpadu, permukaan kayunya agak licin dan kadang- kadang mengkilap (Martawijaya dkk., 2005). Daun mengumpul di ujung ranting, tunggal, berbentuk bulat telur sungsang (obovate) sampai lonjong elliptik, berukuran 6 – 25 × 2 ½ - 7 ½ cm, daun yang kering menyerupai kertas tetapi sangat kaku, di bagian atas gundul, di bagian bawah berwarna cokelat keemasan, tulang daun utama di bagian atas tenggelam, tulang daun sekunder berjumlah 16 – 30 pasang, umumnya mempunyai satu atau lebih tulang daun tertier yang sangat jelas di antara tulang daun sekunder dan sejajar dengannya (Tantra, 1979).
  9. 9. Bunga dari Palaquium spp. berjumlah sampai 6 berkumpul pada ketiak daun. Buahnya bulat telur sampai bulat, diameternya kurang lebih 2 ½ cm, berbulu halus dan berbiji 1 – 2 buah. Biji mempunyai lampang (scar) yang hampir meliputi setengah dan bagian dari biji itu tidak terdapat endosperma tetapi kotiledonnya tebal (Tantra, 1979). Lebih lanjut lagi, Yuniarti dkk. (2011) menambahkan bahwa pohon Palaquiumspp. berbuah setiap tahun pada bulan Desember sampai dengan bulan Maret. Kayu Palaquium secara umum termasuk kelas awet II – III, kelas kuat I – II dan ketahanan II – IV. Selain itu, kayu ini memiliki berat jenis minimum yaitu 0,39 dan maksimal 1,07 dengan rata-rata 0,67 (Tantra, 1979; Heyne, 1987).
  10. 10. # Penyebaran Palaquium spp. Palaquium spp. dapat ditemukan di seluruh Indonesia, khususnya di Semenanjung Malaya, Sumatera, Kalimantan, Jawa, Maluku dan Sulawesi (Sastrapradja dkk., 1997; Martawijaya dkk., 2005). Di Sulawesi, dapat ditemukan di Taman Nasional Lore Lindu, di Cagar Alam Tangkoko Batuangus dan di hutan dataran rendah hutan rawa air tawar dekat tepi Danau Ranu, Sulawesi Tengah (Whitten dkk., 1987). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Achmad (2001), Palaquiumsp. merupakan jenis penghuni khusus habitat bukit sisa di kawasan kars Maros-Pangkep (Achmad, 2011). Palaquium spp. tumbuh pada tanah berawa dan sebagian pada tanah kering, dengan jenis tanah liat atau tanah berpasir. Selain itu, Palaquium spp. juga dapat tumbuh di daerah banyak hujan pada ketinggian 20 – 500 m dari permukaan laut (Martawijaya dkk., 2005).
  11. 11. # Kegunaan Palaquium spp. Secara umum kayu Palaquium spp. baik digunakan sebagai bahan bangunan. Selain itu beberapa jenis diantaranya seperti P. burckii, P. obtusifolium dan P. rostratum dapat dipakai untuk membuat perahu atau kano, sedangkan kayu banirnya biasa dipakai untuk dayung, roda gerobak, gagang pacul dan tangkai kapak. Kayu P. javense biasa dipakai untuk membuat gamelan dan mebel halus, khususnya di Jawa Tengah (Martawijaya dkk., 2005). Kayu Palaquium spp. dapat dikupas tanpa perlakuan pendahuluan dengan sudut kupas 910 dan menghasilkan venir yang cukup baik. Kemudian venir direkatkan dengan urea-folmaldehida umumnya menghasilkan kayu lapis yang memenuhi persyaratan standar Jerman (Martawijaya dkk., 2005). Lebih lanjut lagi Sastrapradja dkk. (1997) mengemukakan bahwa, biji dari beberapa jenis Palaquium spp.mengandung lemak yang tinggi kadarnya dan jenis ini juga biasa disadap untuk diambil getahnya (getah perca/getah merah).
  12. 12. Menurut Tjitrosoepomo (2005), getah perca atau gutta perchamengandung sampai 85% zat hidrokarbon berwarna putih yang dinamakan gutta (C10H6) , 13 – 20% dua macam oksida dari resin yang disebut alban (C10H6O) dan fluavil (C20H32O). Bahan tersebut terutama digunakan dalam pembuatan bahan isolasi, alat-alat pembedahan, alat- alat penunjang (spalk, statif dan lain-lain) dan sebagai bahan penutup luka. Selain itu, bahan ini digunakan pula untuk pembuatan semen (glassionomer cement) atau komposit yang dipakai untuk menambal gigi yang berlubang. Kayu Palaquium spp. mempunyai pita berjarak rapat, serupa dengan parenkim pada kayu jelutung. Frekuensi jari-jarinya lebih banyak daripada frekuensi jari-jari kayu jelutung. Oleh karena itu, kayu ini cocok untuk digunakan sebagai pengganti kayu jelutung dalam pembuatan batang pensil. Hasil percobaan menunjukkan bahwa batang pensil yang dibuat dari kayuPalaquium spp. dengan kerapatan 0,40 – 0,60 gr/cm3, ternyata mudah diserut seperti halnya kayu jelutung. Selain mudah diserut, kayu Palaquium spp. mempunyai kelebihan tertentu dibanding dengan kayu jelutung sebagai bahan pembuatan batang pensil sebab kayu Palaquium spp. berwarna coklat merah sehingga tidak memerlukan pewarnaan lagi seperti halnya yang dilakukan terhadap kayu jelutung selama ini (Mandang dan Suhendra, 2003)
  13. 13. ABOUT ME : E-mail : edisumarno007@gmail.com Facebook : Edi sumarno Twitter : @edisumarno007 Web : edisumarnoblog.blogspot.com
  14. 14. edisumarno007@gmail.com

×