Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.
Penelitian Kualitatif
 Berdasarkan pikiran-pikiran dasar (hakekat realita) :
 Kehidupan itu berkembang
 Kebenaran itu k...
Penelitian kualitatif (rancangan)
 Rancangan penelitian kualitatif (disain) sifatnya lebih

fleksibel, terbuka untuk peru...
Penelitian kualitatif (memasuki lapangan)
 Menjalin hubungan kerja :













Meski masuk ke dunia subjek t...
III. Perencanaan Wawancara
Agar mendapatkan data yang baik, perlu juga
diperhatikan langkah-langkah yang dapat
mempertingg...
Menurut Lexy J. Moleong,
persiapan wawancara tak terstruktur dapat
diselenggarakan menurut
tahap-tahap sebagai berikut :
a...
IV. Pelaksanaan dan Kegiatan Sesudah
Wawancara
1. Pelaksanaan Wawancara
a.Pewawancara berpakaian sepantasnya.
b. Pewawanca...
2. Strategi dan Taktik Berwawancara
Tugas pokok yang paling rawan ialah menanamkan
kepercayaan dan menjalin kerjasama deng...
4. Kegiatan sesudah Wawancara Kegiatan sesudah
wawancara berakhir cukup penting, dalam rangka
pengecekan keabsahan dan kua...
V. Kebaikan dan Kelemahan Interview /
Wawancara
1. Interview merupakan teknik yang paling tepat untuk mengungkapkan
keadaa...
7. Penggunaan wawancara, memungkinkan peneliti
untuk bersikap
tidak terlampau kaku atau ketat (jadi, dapat berlaku
lebih l...
Adapun kelemahan-kelemahannya
adalah :
1. Tidak efisien
2. Sangat tergantung kepada
kesediaan
3. Didalam wawancara
adakala...
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

Penelitian kualitatif dan wawancara

21.945 Aufrufe

Veröffentlicht am

  • Loggen Sie sich ein, um Kommentare anzuzeigen.

Penelitian kualitatif dan wawancara

  1. 1. Penelitian Kualitatif  Berdasarkan pikiran-pikiran dasar (hakekat realita) :  Kehidupan itu berkembang  Kebenaran itu kontekstual / subjektif  Kebenaran itu kompleks / multidimensional  Dari pikiran dasar tersebut berkembang ciri pokok :  Penelitian dilakukan secara induktif, discovery  Melihat situs secara alami / natural setting  Menemukan makna (tidak hanya melihat luarnya saja)  Implikasinya dalam kerja penelitian :  Pada disain penelitian : berubah & terus berkemban, serta tidak rinci  Instrumen : peneliti sebagai instrumen, pengembangannya tidak rinci dan dapat berubah  Waktu di lapangan selama mungkin  Analisis data dilakukan sejak awal pengumpulan data
  2. 2. Penelitian kualitatif (rancangan)  Rancangan penelitian kualitatif (disain) sifatnya lebih fleksibel, terbuka untuk perubahan & revisi selama proses penelitian  Rancangan akan lebih baik jika didahului dengan preliminari (studi lapangan, studi dokumentasi, mempelajari data sekunder) Hal-hal yang perlu dijelaskan dalam disain :  APA mengacu pada permasalahan  MENGAPA alasan, latar belakang, signifikansi penelitian  BAGAIMANA menyangkut metode, instrumen, subjek, lokasi, pengumpulan dan pengolahan data  APA kembali pada pertanyaan awal, apa yang dihasilkan
  3. 3. Penelitian kualitatif (memasuki lapangan)  Menjalin hubungan kerja :           Meski masuk ke dunia subjek tetapi tetap terlepas dari subjek Berusaha belajar dari subjek tetapi tidak menjadi seperti subjek Tidak bersaing dengan subjek Berupaya memahami pola pikir subjek tetapi tidak berpikir sebagai subjek Empati dan reflektif Menentukan lokasi situasi sosial Memperoleh ijin atau akses Hari-hari awal di lapangan Kelanjutan partisipan / pengamatan Meninggalkan lapangan
  4. 4. III. Perencanaan Wawancara Agar mendapatkan data yang baik, perlu juga diperhatikan langkah-langkah yang dapat mempertinggi hasil pengumpulan data yaitu : a. Menetapkan sampel yang akan di wawancarai b. Menyusun pedoman wawancara c. Mencobakan wawancara (try out)
  5. 5. Menurut Lexy J. Moleong, persiapan wawancara tak terstruktur dapat diselenggarakan menurut tahap-tahap sebagai berikut : a. Menemui siapa yang akan diwawancarai. b. Mencari tahu bagaimana cara yang sebaiknya untuk mengadakan kontak dengan responden. c. Mengadakan persiapan yang matang untuk pelaksanaan wawancara.
  6. 6. IV. Pelaksanaan dan Kegiatan Sesudah Wawancara 1. Pelaksanaan Wawancara a.Pewawancara berpakaian sepantasnya. b. Pewawancara senantiasa menepati janji, terutama janji waktu. c. Pewawancara memperkenalkan diri terlebih dahulu. d. Lingkungan tempat wawancara nyaman dan menyenangkan e. Pewawancara bertindak sebagai seorang yang netral. f. Pewawancara mengembangkan kemampuan mendengan yang baik, akurat dan tepat agar apa yang didengarnya secara tepat dapat dimanfaatkan sebagai informasi yangmenunjang pemecahan masalah penelitian.
  7. 7. 2. Strategi dan Taktik Berwawancara Tugas pokok yang paling rawan ialah menanamkan kepercayaan dan menjalin kerjasama dengan responden. 3.Pencatatan Data Wawancara Ada pencatatan data yang dilakukan melalui tape-recorder dan ada pula yang dilakukan melalui pencatatan pewawancara sendiri
  8. 8. 4. Kegiatan sesudah Wawancara Kegiatan sesudah wawancara berakhir cukup penting, dalam rangka pengecekan keabsahan dan kualitas data. Kegiatan tersebut adalah sebagai beriktu : a. Memeriksa apakah tape-recorder berfungsi dengan baik atau tidak b. Membuat catatan lapangan secara lengkap tentang tempat wawancara, siapa yang menjadi terwawancara, bagaimana reaksinya, bagaimana peranan pewawancara itu sendiri dan hal-hal apa yang dapat dicatat untuk memperkaya wawancara c. Memeriksa seluruh informasi yang diperlukan dalam wawancara d. Mengorganisasi dan mensistematisasi data agar siap dijadikan bahas analisa.
  9. 9. V. Kebaikan dan Kelemahan Interview / Wawancara 1. Interview merupakan teknik yang paling tepat untuk mengungkapkan keadaan pribadi subyek wawancara. 2. Dapat dilaksanakan terhadap setiap tingkatan umur. 3. Interview selalu digunakan untuk mengumpulkan data pelengkap terhadap data yang dikumpulkan dengan teknik lain. 4. Dapat diselenggarakan serempak dengan observasi. 5. Wawancara memungkinkan peneliti, untuk memperoleh dan mengumpulkan data dalam jangka waktu yang lebih cepat, apabila dibandaingkan dengan penggunaan alat-alat pengumpulan data lainnya 6. Wawancara memberikan jaminan kepada peneliti, bahwa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada responden, mendapatkan jawaban yang dikehendaki oleh peneliti. Setidak-tidaknya jawaban yang diperoleh merupakan data yang proporsional dengan tujuan penelitian.
  10. 10. 7. Penggunaan wawancara, memungkinkan peneliti untuk bersikap tidak terlampau kaku atau ketat (jadi, dapat berlaku lebih luwes) 8. Peneliti lebih banyak dapat menerapkan pengawasan dan pengendalian terhadap situasi yang dihadapi, didalam penerapan wawancara. 9. Data yang diberikan oleh responden, secara langsung dapat diperiksa kebenarannnya, melalui tingkah laku non verbal dari responden. Disampingkeuntungan-keuntungan tersebut diatas, maka penggunaan wawancara juga mempunya kelemahan-kelemahan.
  11. 11. Adapun kelemahan-kelemahannya adalah : 1. Tidak efisien 2. Sangat tergantung kepada kesediaan 3. Didalam wawancara adakalanya timbul masalah

×