Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

Pelajaran Sekolah Sabat ke-12 Triwulan III 2020

Pelajaran Sekolah Sabat ke-12 Triwulan III 2020

Ähnliche Bücher

Kostenlos mit einer 30-tägigen Testversion von Scribd

Alle anzeigen

Ähnliche Hörbücher

Kostenlos mit einer 30-tägigen Testversion von Scribd

Alle anzeigen
  • Als Erste(r) kommentieren

Pelajaran Sekolah Sabat ke-12 Triwulan III 2020

  1. 1. Pelajaran 12 Triwulan III 2020 Diadaptasi dari www.fustero.es www.gmahktanjungpinang.org “Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."” (Wahyu 14:6, 7).
  2. 2. Pekabaran Pada Masanya Konteks Pekabaran Malaikat Pertama: Injil Kekal Takutlah, Muliakanlah, Penghakiman dan Penciptaann Malaikat ke-2: Panggilan Terakhir Malaikat ke-3: Ibadah Sejati Wahyu 14:6-12 menggambarkan pekabaran terakhir yang akan diberitakan kepada dunia ini menjelang Kedatangan YESUS kali ke-2. Inilah "kebenaran pada masanya" yang harus kita beritakan untuk mempersiapkan umat manusia bagi kedatangan-Nya tersebut. Mari kita pelajari nubuatan apokaliptik yang dikenal sebagai "pekabaran tiga malaikat".
  3. 3. PEKABARAN PADA MASANYA “Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima.” (2 Petrus 1:12) TUHAN mengetahui masa depan dan mengendalikan sejarah. Ia dapat mengirim pekabaran khusus untuk saat-saat tertentu dalam sejarah umat manusia (Yesaya 49:10; Amos 3:7). Ini dikenal sebagai “KEBENARAN PADA MASANYA.” Apakah yang menjadi “KEBENARAN PADA MASANYA” tokoh-tokoh berikut? NUH AIR BAH YEREMIA MENYERAHKAN DIRI KEPADA BABEL AGAR DAPAT SELAMAT YOHANES PEMBAPTIS PERSIAPKAN JALAN BAGI MESIAS PETRUS HIDUP, KEMATIAN DAN KEBANGKITAN YESUS Ketika Petrus membagikan "Kebenaran Pada Masanya", dia juga mendorong pendengarnya untuk terus mempelajari kebenaran yang diwahyukan sebelumnya (2 Petrus 1:16-21).
  4. 4. KONTEKS PEKABARAN Wahyu 14:1 Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. Dalam kitab Wahyu, Anak Domba (YESUS) terlihat melalui sejarah Gereja (Pasal 1-12). Saat-saat sebelum Kedatangan-Nya diungkapkan (Pasal 13-18), dan kita diamarkan untuk menantikan peristiwa itu – “Aku datang dengan segera” (22:7) – dan kehidupan masa depan kita (Pasal 19-22 ). ❶ Pembawa panggilan terakhir (14:1-5) ❷ Isi pekabaran panggilan terakhir (14:6-12) ❸ Upah menerima panggilan terakhir (14:13-16) ❹ Hukuman menolak panggilan terakhir (14:17-20) Tuaian melambangkan penebusan orang benar. Menuai buah anggur melambangkan kematian orang fasik. Keduanya akan terjadi pada Kedatangan-Nya kali ke-2, setelah pekabaran terakhir dikumandangkan (Matius 24:14). Pasal 13 menggambarkan krisis terakhir, kemudian pasal 14 memperkenalkan panggilan terakhir dan konsekuensinya:
  5. 5. INJIL KEKAL Wahyu 14:6 Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, Injil adalah kabar baik tentang Anugrah TUHAN, pengorbanan- Nya, kuasa penciptaan & penebusan-Nya, pengampunan-Nya, kuasa-Nya untuk menjadikan kita para pemenang. Setiap orang harus menerima pekabaran ini. Apapun kebangsaan, suku, kasta, keyakinan, atau status sosial mereka. Setiap orang harus mendengar kabar baik ini dan memiliki kesempatan untuk menerima YESUS Sebagai Juruselamat pribadi mereka. “Kebenaran pada masanya” yang harus diberitakan di akhir zaman memiliki keadaan khusus, tetapi landasan utamanya adalah Injil yang kekal.
  6. 6. TAKUTLAH, MULIAKANLAH, PENGHAKIMAN DAN PENCIPTAAN “dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."” (Wahyu 14:7) PEKABARAN MALAKAT PERTAMA: Takutlah akan TUHAN dalam semua yang kita lakukan. Muliakanlah Ia oleh menjadikan-Nya yang pertama dan terutama dalam semua yang kita pikirkan dan lakukan Sadarilah bahwa kita akan dihakimi, sepatutnyalah kita mematuhi perintah-perintah-Nya (Pengkhotbah 12:13-14) Sembahlah TUHAN Sebagai Sang Pencipta, taatilah hukum ke-4 (Yaitu: Hari Sabat, Keluaran 20:8-11) Ada hubungan yang erat antara menghormati ALLAH, menaati-Nya, dan Penghakiman. Ketaatan adalah hasil dari hubungan yang menyelamatkan dengan Yesus. Hanya kebenaran-Nya yang mampu untuk berdiri di Penghakiman. Kita terlindungi oleh kebenaran-Nya.
  7. 7. PANGGILAN TERAKHIR “Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya."” (Wahyu 14:8) Dalam kitab Wahyu, "Babel" berarti agama palsu yang didasarkan pada perbuatan manusia, tradisi buatan manusia, dan doktrin palsu. Agama ini menggabungkan kebenaran yang diajarkan Yesus dengan doktrin dan pemikiran lain yang dibuat oleh manusia atau oleh Setan. Semuanya bercampur dalam Babel. Oleh karena itu, TUHAN memanggil mereka yang mengasihi-Nya dan telah menerima-Nya Sebagai Juruselamat mereka untuk melepaskan diri dari kekacauan ini. Keluar dari kekacauan tersebut adalah amat penting. Kitab Wahyu menyediakan dua pasal penuh (17 dan 18) tentang kejatuhannya.
  8. 8. IBADAH SEJATI “Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: "Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; […]’” (Wahyu 14:9-10) Pekabaran ketiga malaikat tersebut adalah progresif. Setelah Injil dikhotbahkan ke seluruh dunia, pekabaran tersebut diperluas dengan panggilan untuk meninggalkan kekacauan doktrinal "Babel." Reaksi terhadap kedua pekabaran itu ditunjukkan dalam Wahyu 13:15-18. Binatang - yang merupakan bagian dan kepala Babel - memberikan tandanya. TUHAN juga menempatkan tanda-Nya pada umat-Nya (Wahyu 14:1). Pekabaran ketiga berkaitan dengan penyembahan: Menyembah Sang Pencipta pada hari yang Ia tetapkan, menolak ibadah hari Minggu (14:12), dan jangan menyembah binatang dengan menolak perintah ALLAH, sehingga terhindar dari hukuman (14:9-11). Kita harus membuat keputusan sendiri. Pilihan harian kita akan menentukan keputusan kita pada saat itu.
  9. 9. E.G.W. (Testimonies for the Church, book 5, cp. 52, p. 455)

×