1.atomic sructure

1.atomic sructure
1.atomic sructure
MODEL ATOM



                 PARTIKEL DASAR
                 PENYUSUN ATOM



STRUKTUR ATOM
                 NOMOR ATOM
                 NOMOR MASSA
                ISOTOP, ISOBAR
                    ISOTON



                KONFIGURASI
                 ELEKTRON
THE ATOMIC THEORY

                    ATOMIC THEORY

                          DEMOCRITUS




      DALTON                                               MODERN



          THOMSON                                       NIELS BOHR
                        RUTHERFORD




Hal.: 4              Isi dengan Judul Halaman Terkait
DEMOCRITUS (460 -370 SM)



     The tiny particles could not be divided to
       any further estent are called ATOMS




Hal.: 5
A. MODEL ATOM JOHN DALTON
TEORI YG DIKEMUKAKAN :
1. atom adalah bagian terkecil suatu unsur
2. atom digambarkan sebagai bola pejal yg
sangat kecil, suatu unsur memiliki atom2 yg
identik dan berbeda untuk unsur yg berbeda
3. atom2 bergabung membentuk senyawa
dengan perbandingan bilangan bulat dan
sederhana
4. Reaksi kimia meruipakan pemisahan atau
penggabungan atau penyusunan kembali dari
atom2, sehingga atom tidak dapat
dimusnahkan atau diciptakan
                                               Model atom
                                              Dalton, seperti
B. THOMSON’S ATOMIC MODEL




Thomson proposed an atomic model called RAISIN
PLUM PUDDING MODEL
Thomson described atom as a positively charged
sphere containing several negatively charged particles
called ELECTRONS. The electrons are scattered in
the sphere like raisins in a plum pudding
Hal.: 7           Isi dengan Judul Halaman Terkait
C. MODEL ATOM RUTHERFORD

1.Atom adalah bola berongga yg
tersusun dari inti atom dan elektron
yg mengelilinginya.
2.Inti atom bermuatan positif dan
massa atom terpusat pada inti atom




                                       MODEL TATA
                                         SURYA
D. NIELS BOHR’S ATOMIC MODEL
AND MODERN’S ATOMIC MODEL
Niels Bohr succeeded in overcoming the weakness
of the Rutherford’s atomic model



                         Elektron


                       Membebaskan
                          Energi

                             Inti
                            Atom

Elektron

     Menyerap
      Energi



   Hal.: 9             Isi dengan Judul Halaman Terkait
.Modelatom menurut Niels Bohr, 1913:
1. Atom terdiri dari inti yg bermuatan positif
   dan dikelilingi elektron yg bermuatan
   negatif di dalam suatu lintasan
2. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan
   ke lintasan yg lain dengan menyerap atau
   memancarkan energi sehingga energi
   elektron atom itu tidak akan berkurang
3. Jika elektron berpindah lintasan ke lintasan
   yg lebih tinggi, maka elektron akan
   menyerap energi. Jika elektron berpindah
   ke lintasan yg lebih rendah akan
   memancarkan energi

   Hal.: 10      Isi dengan Judul
DEVELOPMENT OF ATOMS MODELS




                                                              Mekanika
Dalton      Thomson         Rutherford          Model atom
                                                              Kuantum
(1803)       (1897)          (1910)              Niels Bohr
                                                               (1926)
                                                   (1913)




 Hal.: 11             Isi dengan Judul Halaman Terkait
MECANICA QUANTUM THEORY

 Erwin Schrodinger, 1927, mengelurkan teori mekanika
  kuantum atau mekanika gelombang.

Kulit-kulit elektron bukan merupakan kedudukan yg pasti dari
  suatu elektron, tetapi hanyalah suatu kebolehjadian saja.
  Dengan demikian kedudukan dan kecepatan gerakan
  elektron dalam atom berada di ruang tertentu dalam atom
  disebut ORBITAL




Hal.: 12            Isi dengan Judul Halaman Terkait
PARTIKEL DASAR PENYUSUN ATOM
A. Partikel dasar :
   partikel-partikel pembentuk atom yang terdiri dari proton, elektron dan
   neutron.
   1. Proton
   partikel pembentuk atom yang mempunyai massa sma dengan satu sma (amu)
   dan bermuatan +
   2. Elektron
   partikel pembentuk atom yang tidak mempunyai massa dan bermuatan -
   3. Neutron
   partikel pembentuk atom yang bermassa satu sma (amu) dan netral.
B. Nukleus
   Inti atom yang bermuatan positif, terdiri dari proton dan neutron.
1. Discovery of the Electron
 In 1897, J.J. Thomson used a cathode ray tube to
 deduce the presence of a negatively charged
 particle: the electron




Nilai hasil pengukuran Thomson tentang rasio
antara muatan elektron (e) dan massa elektron m
adalah : e/m = -1,7588196. 1011 C/kg
Mass of the Electron

                                Mass of the
                                 electron is
                                9.11 x 10-28 g
                                      ,l




The oil drop apparatus

1916 – Robert Millikan determines the mass
   of the electron: 1/1840 the mass of a
 hydrogen atom (me = 9,1093897 . 10-31 kg)
PENEMUAN PROTON
Jika massa elektron = 0, berarti suatu partikel tdk
mempunyai massa.padahal partikel materi
mempunyai massa yg dapat diukur.Jadi
bagaimana mungkin atom bersifat netral dan
mempunyai massa jika hanya ada elektron saja di
dlm atom?????

GOLDSTEIN melakukan eksperimen
menggunakan tabung gas yg memiliki katode.
Ternyata pada saat terbentuk elektron yg menuju
anode, terbentuk pula sinar positif yg menuju arah
berlawanan melewati lubang katode

    Hal.: 16        Isi dengan Judul
RUTHERFORD’S EXPERIMENT

A beam of alfa particles is directed towards the thin
  gold plate through alfa slit in the lead plate.
                                   Alpha particles that pass the empty space
                                              Go straight through.

                                           Alpha particles that approach
                                             the nucleus are deflected.

                                              Alpha particles that hit the
                                              nucleus are bounced back


                                                          electron



                                                           nucleon


Hal.: 17          Isi dengan Judul Halaman Terkait
RUTHERFORD’S EXPERIMENT
Rutherford berhasil mengukur massa inti atom yg
kira-kira dua kali dari massa proton dalam inti.
Sehingga, menurut Rutherford harus ada partikel
lain di dalam inti atom dan partikel tersebut tidak
bermuatan.

Baru pada tahun 1932, J.CHADWICK menemukan
NEUTRON dari penembakan berilium
menggunakan partikel2 alfa dan kemu dian
neutron ini diketahui sebagau partikel penyusun
inti atom
Neutron merupakan partikel tidak bermuatan
dengan massa kira-kira 1,67 x 10-27 kg
    Hal.: 18        Isi dengan Judul
PARTICLE OF ATOM
              PROTON                         POSITIVE CHARGE
                                  Massa 1 proton = 1,6726486 x 10-24 gram = 1 sma
NUCLEUS                               Muatan 1 proton = + 1 = +1,6 x 10-19 C




             NEUTRON                              NO CHARGE
                                  Massa 1 neutron = 1,6749544 x10-24 gram = 1 sma
 ATOM



                                            NEGATIVE CHARGE
                                     Massa 1 elektron = 9,1093897 x 10-28gram =
 OUT OF      ELEKTRON                               1/ 1840 sma
NUCLEUS                                Muatan 1 elektron = - 1 = - 1,6 x 10-19 C




  Hal.: 19              Isi dengan Judul Halaman Terkait
ATOM SYMBOL




                    Atom hidrogen
           dengan satu proton dan elektron
              dan tidak memiliki netron.



Hal.: 20            Isi dengan Judul Halaman Terkait
Notasi unsur :               Z
                                  A
                                      X
dengan
X : tanda atom (unsur)

Z : nomor atom = jumlah elektron (e)
               = jumlah proton (p)

A : bilangan massa = jumlah proton +
                      neutron

     ‘’Pada atom netral, berlaku: jumlah
         elektron = jumlah proton’’
CONTOH SOAL
1. Tentukan jumlah elektron, proton den neutron dari
   unsur 2656 Fe !

    Jawab :
      Jumlah elektron = jumlah proton = nomor atom = 26
      Jumlah neutron = bilangan massa - nomor atom = 56 - 26 = 30

2. Berikan notasi unsur X, jika diketahui jumlah
    neutron = 14 dan jumlah elektron = 13 !

     Jawab :
      Nomor atom = jumlah elektron = 13
      Bilangan massa = jumlah proton + neutron = 13 + 14 = 27
      Jadi notasi unsurnya : 1327 X



   Hal.: 22              Isi dengan Judul
ISOTOP, ISOBAR, ISOTON

           Atom-atom dari unsur yang sama mempunyai
ISOTOP
           massa yang berbeda
           Contoh : C12, C13, C14


           Atom-atom dari unsur yang berbeda mempunyai
ISOBAR     massa yang sama.
           Contoh : 6 C14 dan 7 N14 , 11Na24 dan 12 Mg24



           Atom-atom dari unsur yang berbeda mempunyai
ISOTON     jumlah neutron yang sama.
           Contoh : 6C13 dan 7N14 , 15 P31 dan 16 S 32


Hal.: 23       Isi dengan Judul Halaman Terkait
ELECTRON CONFIGURATION
 The arrangement of electrons in atom shells is
  known as electron configuration.
 Every shells contain a number of electrons follow
  the formula : 2 n 2 .

shell K (n =1)   =   2 x 12       = 2         elektron
Shell L (n =2)   =   2 x 22       = 8          elektron
Shell M (n =3)   =   2 x 32       = 18        elektron
Shell N (n =4)   =   2 x 42       = 32        elektron
Shell O (n =5)   =   2 x 52       = 50        elektron


Hal.: 24             Isi dengan Judul Halaman Terkait
DETERMINE ELECTRONS CONFIGURATION

                K    L        M           N
11   Na :      2    8         8           1


12   Mg :      2    8         8          2             Valensi electrons
                                                        are used to form
                                                        chemical bonds

13   Al    :   2    8         3


35   Br :      2    8        18         7


Hal.: 25            Isi dengan Judul Halaman Terkait
THE MAIN QUANTUM NUMBER (N)

 The Main Quantum Number (n)
  are the number of electron in every
  level of energy (2n2) with n is the
  main quantum number
  Quantum number for
  Shell K ---- n = 1 Shell M ---- n = 3
  Shell L ---- n = 2 Shell N ---- n = 4




Hal.: 26     Isi dengan Judul Halaman Terkait
AZIMUT QUANTUM NUMBER (l )
 Indicate form and positition of orbital as probability of
  electron arrangement and show the sub level of energy.

 Azimut quantum number follow equal l = n – 1
 Azimut quantum number have value from 0 to n – 1
main          azimut             sub level of energy
quantumquantum (the place of electron)
number        number

 n   =     1   ---   l   =   0              s (sharp)
 n   =     2   ---   l   =   1              p (principle)
 n   =     3   ---   l   =   2              d (diffuse)
 n   =     4   ---   l   =   3              f (fundamental)




Hal.: 27                         Isi dengan Judul Halaman Terkait
MAGNETIC QUANTUM NUMBER (m)

 Indicate the orientation of orbital in space
  of atom.
 Follow this equal --> m = (-l, + l)
 Example for l = 1
  m begin from -1, 0 , + 1




Hal.: 28        Isi dengan Judul Halaman Terkait
SPIN NUMBER (s)

 Describe the characteristic of electron that
  rotate in their axis
 produces two different of direction or
  spin : + ½ dan – ½
    s2    Px Py Pz




Hal.: 29       Isi dengan Judul Halaman Terkait
The Electron Configuration

 Pauli
    Two electron in an atom are imposible to
     have the same four quantum number.
 Aufbau
    Electrons in an atom fill orbitals with low
     level of energy and followed to orbital with
     high level of energy.

            1s < 2s < 2p < 3s < 3p < 4s < 3d < 4p < 5s < 4d <
                  5p < 6s < 5d < 4f < 6p < 7s < 6d < 5f,


Hal.: 30                  Isi dengan Judul Halaman Terkait
TINGKAT ENERGI DALAM ATOM




Hal.: 31    Isi dengan Judul Halaman Terkait
The example for determine electron
configuration
 Atom with atomic number = 11


11   Na = 1s2   2s2           2p6              3s1




Hal.: 32        Isi dengan Judul Halaman Terkait
The elements periodic system

•          Elements were grouped based on similar
           properties.Later, they were based on similar
           properties and increasing atomic mass.

•          This led to the arrangement of elements in a
           periodic system.

•          In modern periodic system, elements are
           arranged based on increase of atomic number
           and similar properties.



Hal.: 33                Isi dengan Judul Halaman Terkait
The classification of elements

                     Classification of elements



  Metals     Dobereiner’s     Newlands’          Mendeleev’s         Modern’s
   And         Triads           Law               Periodic           periodic
Non metals     System          Octaves             system             system


 Lavoisier      Johan          A.R.Newland                 Dmitry     Henry G.
               Wolfgang                                  Ivanovich    Moseley
                                                         Mendeleev




 Hal.: 34             Isi dengan Judul Halaman Terkait
Dobereiner’s Triads

 Grouped elements based on similar properties in groups of three
  called triads. In a triad, the properties of the second element are
  in between the properties of the first and third elements.




 Li
 Na
 K Ca
      Sr
      Ba




 Hal.: 35              Isi dengan Judul Halaman Terkait
Newland’s law of Oktaves

 Classified elements in the increasing order
  of their atomic masses.
 Because the repeating trend always occurs
  in sets of eight, the system is known as the
  Law of Octaves.


            1. H  2. Li  3. Be 4. B           5. C          6. N  7. O
            8.F  9. Na 10.Mg 11.Al           12.Si         13.P  14.S
           15.Cl 16.K   17.Ca 18.Cr          19.Ti         20.Mn 21.Fe
           22.Co 23.Cu 24.Zn 25.Y            26.In         27.As 28.Se




Hal.: 36                Isi dengan Judul Halaman Terkait
Mendeleev’s periodic system

 He arranged the elements based on the
  increasing atomic mass horizontally
  forming rows called periods.

 Elements with similar properties will form
  column called groups.




Hal.: 37       Isi dengan Judul Halaman Terkait
The modern periodic system

 In the modern periodic system,
  elements are classified based on the
  increasing atomic number (Z) which
  is the characteristic for every
  element.
 The arrangement of elements based
  on the increasing atomic number and
  similarities in properties.
 Produces a repetition of properties of
  element in the form of periods (rows)
  and columns.

Hal.: 38     Isi dengan Judul Halaman Terkait
The modern periodic system

 The elements of A groups are called the main
    group elements.

 Those of B groups are the transition elements.

 The elements in the two long rows below the
  main table are known as inner transition
  elements, the first row is named the lanthanide
  series and the second row is the actinide series.




Hal.: 39          Isi dengan Judul Halaman Terkait
The modern periodic system

 Group 1 A : alkali metals.
                    (except Hidrogen)
 Group II A : alkaline earth metals.
 Group VIIA: halogens
 Group VIII A    : noble gases

Transition metals
Are groups between II A and III A
  consist of
less reactive metals.
Hal.: 40     Isi dengan Judul Halaman Terkait
Periodic Properties of the Elements

  Atomic radius
   is the distance from the nucleus to the outermost
   shell.
        The atomic radius decreases across a period.
        The atomic radius increases down a group.

  Ionization Energy (IE)
   is defined as the energy required to remove an
   electron of a gaseous atom or ion.
  The ionization energy increases across a period
  The ionization energy decreases down a group.




Hal.: 41           Isi dengan Judul Halaman Terkait
Periodic Properties of the Elements
 Electron affinity
  is the energy involved when a gaseous atom
  or ion receives one electron to form a
  negative ion.
 The electron affinity tends to increase across
  a periode.
 The electron affinity tends to decrease down
  a group

  Electronegativity
      is measure of the ability of an atom to attract
      electrons in a chemical bond.
  The electronegativity increases across a
      period.
  The electronegativity decreases down a
      group.
Hal.: 42            Isi dengan Judul Halaman Terkait
Periodic Properties of the Elements

  Melting Points and Boiling Points
   is the temperature at which the vapor
   pressure of a solid is the same as the
   vapor pressure of its liquid.
       In one period, the melting points and boiling
        points initially increase until group IVA, then
        decrease and reach the lowest level at
        group VIIIA
       In one group, the melting points and boiling
        points of metals decrease while those of
        nonmetals increase.

Hal.: 43          Isi dengan Judul Halaman Terkait
REFERENCES

 Zulfikar, Kimia Kesehatan untuk SMK,
  Jilid 1, Direktorat Pembinaan SMK,
  Depdiknas,2008.
 Michael Purba, KIMIA, untuk SMA
  kelas X, Erlangga,2006
 J.M.C.Johari,M.Rachmawati,Chemistry
  for Senior High School Grade X,
  English Edition,Esis,2009




Hal.: 44     Isi dengan Judul Halaman Terkait
THANK YOU
                 FOR
           YOUR ATTENTIONS




Hal.: 45    Isi dengan Judul Halaman Terkait
1 von 45

Recomendados

Struktur dan energi atom von
Struktur dan energi atomStruktur dan energi atom
Struktur dan energi atomAnnis Afifah, S.Pd
1.9K views17 Folien
Energi Atom dan Inti, NIRSAM von
Energi Atom dan Inti, NIRSAMEnergi Atom dan Inti, NIRSAM
Energi Atom dan Inti, NIRSAMkemenag
25.3K views32 Folien
Struktur atom dan sistem periodik von
Struktur atom dan sistem periodikStruktur atom dan sistem periodik
Struktur atom dan sistem periodikBandung
447 views12 Folien
Bab 5 atom von
Bab 5 atomBab 5 atom
Bab 5 atomWilly Chandra
1.7K views33 Folien
Kimia Dasar - Bab 5 von
Kimia Dasar - Bab 5Kimia Dasar - Bab 5
Kimia Dasar - Bab 5fawwazputro
1.9K views33 Folien
Perkembangan model atom von
Perkembangan model atomPerkembangan model atom
Perkembangan model atomBronika Septiani Sianturi
2.3K views24 Folien

Más contenido relacionado

Was ist angesagt?

KIMIA Teori atom SMA kelas X von
KIMIA Teori atom SMA kelas XKIMIA Teori atom SMA kelas X
KIMIA Teori atom SMA kelas XAnggi Kusuma Lestari
6.4K views23 Folien
Struktur atom von
Struktur atomStruktur atom
Struktur atomKadek Yuliya Dewi Astuti
4.7K views20 Folien
1. struktur atom kelas x von
1. struktur atom kelas x1. struktur atom kelas x
1. struktur atom kelas xBagus Kaha
8K views16 Folien
Struktur atom-dan-spu1 von
Struktur atom-dan-spu1Struktur atom-dan-spu1
Struktur atom-dan-spu1Sabila Izzati
2.2K views10 Folien
Model atom von
Model atomModel atom
Model atomyendri59
122 views44 Folien
teori atom dan cahaya von
teori atom dan cahayateori atom dan cahaya
teori atom dan cahayamaghfirotulfitrriyah
3.2K views27 Folien

Was ist angesagt?(20)

1. struktur atom kelas x von Bagus Kaha
1. struktur atom kelas x1. struktur atom kelas x
1. struktur atom kelas x
Bagus Kaha8K views
Model atom von yendri59
Model atomModel atom
Model atom
yendri59122 views
struktur atom von mfebri26
 struktur atom struktur atom
struktur atom
mfebri262K views
Partikel dasar penyusun atom von candrawati11
Partikel dasar penyusun atomPartikel dasar penyusun atom
Partikel dasar penyusun atom
candrawati111.1K views
07 bab6 von 1habib
07 bab607 bab6
07 bab6
1habib493 views
struktur atom, sistem periodik, dan ikatan kimia von mfebri26
struktur atom, sistem periodik, dan ikatan kimiastruktur atom, sistem periodik, dan ikatan kimia
struktur atom, sistem periodik, dan ikatan kimia
mfebri2610.9K views
1.atomic sructure von Fianggoro
1.atomic sructure1.atomic sructure
1.atomic sructure
Fianggoro599 views
Anitya nor azizah xii ipa 2 von Paarief Udin
Anitya nor azizah xii ipa 2Anitya nor azizah xii ipa 2
Anitya nor azizah xii ipa 2
Paarief Udin1.1K views
Teori bohr mengenai atom hidrogen von Eco Chem
Teori bohr mengenai atom hidrogenTeori bohr mengenai atom hidrogen
Teori bohr mengenai atom hidrogen
Eco Chem14.7K views
1.sistem perioe &amp; struktur atom powerpoint von Mastudiar Daryus
1.sistem perioe &amp; struktur atom powerpoint1.sistem perioe &amp; struktur atom powerpoint
1.sistem perioe &amp; struktur atom powerpoint
Mastudiar Daryus5.3K views

Similar a 1.atomic sructure

Stuktur atom kelas x von
Stuktur atom kelas xStuktur atom kelas x
Stuktur atom kelas xRiata Dheasita
3.8K views76 Folien
Bab2 struktur atom von
Bab2 struktur atom Bab2 struktur atom
Bab2 struktur atom Taofik Dinata
1.1K views8 Folien
kimia 10 (ATOM) von
kimia 10 (ATOM)kimia 10 (ATOM)
kimia 10 (ATOM)RIZALFAHMI55
573 views23 Folien
Ppt 2 struktur atom von
Ppt  2 struktur atomPpt  2 struktur atom
Ppt 2 struktur atomI Wayan Redhana
370 views35 Folien
Struktur atom 2 von
Struktur atom 2Struktur atom 2
Struktur atom 2Puspa Asbrew
2.2K views19 Folien
Struktur atom 2 von
Struktur atom 2Struktur atom 2
Struktur atom 2Puspa Asbrew
547 views19 Folien

Similar a 1.atomic sructure(20)

Presentasi kimia fisika von Marten Gesti
Presentasi kimia fisikaPresentasi kimia fisika
Presentasi kimia fisika
Marten Gesti4.7K views
Struktur atom von rina.kimia
Struktur atomStruktur atom
Struktur atom
rina.kimia4.5K views
Bab 1 atom, ion dan molekul von Mustahal SSi
Bab 1 atom, ion dan molekulBab 1 atom, ion dan molekul
Bab 1 atom, ion dan molekul
Mustahal SSi24.4K views
Anitya nor azizah xii ipa 2 von Paarief Udin
Anitya nor azizah xii ipa 2Anitya nor azizah xii ipa 2
Anitya nor azizah xii ipa 2
Paarief Udin632 views
Model atom dan teori atom | KIMIA von Kevin Meilina
Model atom dan teori atom | KIMIAModel atom dan teori atom | KIMIA
Model atom dan teori atom | KIMIA
Kevin Meilina712 views

Último

Salinan_UU_Nomor_12_Tahun_2022 TPKS.pdf von
Salinan_UU_Nomor_12_Tahun_2022 TPKS.pdfSalinan_UU_Nomor_12_Tahun_2022 TPKS.pdf
Salinan_UU_Nomor_12_Tahun_2022 TPKS.pdfIrawan Setyabudi
34 views84 Folien
Link MATERI & RENCANA Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)". von
Link MATERI & RENCANA Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".Link MATERI & RENCANA Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".
Link MATERI & RENCANA Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".Kanaidi ken
16 views51 Folien
BEST PRACTISE UNDHA USUK BASA JAWA.pdf von
BEST PRACTISE UNDHA USUK BASA JAWA.pdfBEST PRACTISE UNDHA USUK BASA JAWA.pdf
BEST PRACTISE UNDHA USUK BASA JAWA.pdfDidikSupriyadi6
44 views8 Folien
MPI K.9 MANAJEMEN KONFLIK.pptx von
MPI K.9 MANAJEMEN KONFLIK.pptxMPI K.9 MANAJEMEN KONFLIK.pptx
MPI K.9 MANAJEMEN KONFLIK.pptxNajwaAuliaSyihab
24 views12 Folien
Pengisian Dokumen SIMKATMAWA UMAHA 2023.pptx von
Pengisian Dokumen SIMKATMAWA UMAHA 2023.pptxPengisian Dokumen SIMKATMAWA UMAHA 2023.pptx
Pengisian Dokumen SIMKATMAWA UMAHA 2023.pptxKhoirul Ngibad
12 views23 Folien
bank.ppt von
bank.pptbank.ppt
bank.pptDelviaAndrini1
17 views8 Folien

Último(20)

Link MATERI & RENCANA Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)". von Kanaidi ken
Link MATERI & RENCANA Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".Link MATERI & RENCANA Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".
Link MATERI & RENCANA Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".
Kanaidi ken16 views
BEST PRACTISE UNDHA USUK BASA JAWA.pdf von DidikSupriyadi6
BEST PRACTISE UNDHA USUK BASA JAWA.pdfBEST PRACTISE UNDHA USUK BASA JAWA.pdf
BEST PRACTISE UNDHA USUK BASA JAWA.pdf
DidikSupriyadi644 views
Pengisian Dokumen SIMKATMAWA UMAHA 2023.pptx von Khoirul Ngibad
Pengisian Dokumen SIMKATMAWA UMAHA 2023.pptxPengisian Dokumen SIMKATMAWA UMAHA 2023.pptx
Pengisian Dokumen SIMKATMAWA UMAHA 2023.pptx
Khoirul Ngibad12 views
LAPORAN BEST PRACTICE ok.pdf von AdeSuryadi21
LAPORAN BEST PRACTICE ok.pdfLAPORAN BEST PRACTICE ok.pdf
LAPORAN BEST PRACTICE ok.pdf
AdeSuryadi2115 views
SISTEM KOMPUTER_DELVIA ANDRINI.pptx von DelviaAndrini1
SISTEM KOMPUTER_DELVIA ANDRINI.pptxSISTEM KOMPUTER_DELVIA ANDRINI.pptx
SISTEM KOMPUTER_DELVIA ANDRINI.pptx
DelviaAndrini116 views
tugas PPT_Chita putri_E1G022007.pptx von chitaputrir30
tugas PPT_Chita putri_E1G022007.pptxtugas PPT_Chita putri_E1G022007.pptx
tugas PPT_Chita putri_E1G022007.pptx
chitaputrir3017 views
strategi pembelajaran modul 12 (2).pptx von AzizahRaiza1
strategi pembelajaran modul 12 (2).pptxstrategi pembelajaran modul 12 (2).pptx
strategi pembelajaran modul 12 (2).pptx
AzizahRaiza147 views
LATIHAN7_RENATA ROSERIA SARAGIH_E1G022041.pptx von RenataRoseria
LATIHAN7_RENATA ROSERIA SARAGIH_E1G022041.pptxLATIHAN7_RENATA ROSERIA SARAGIH_E1G022041.pptx
LATIHAN7_RENATA ROSERIA SARAGIH_E1G022041.pptx
RenataRoseria18 views
Studi Kasus-1_Equivalent Annual Cost Comparisons (EAC) _Training "TOTAL PROD... von Kanaidi ken
Studi Kasus-1_Equivalent Annual Cost Comparisons (EAC)  _Training "TOTAL PROD...Studi Kasus-1_Equivalent Annual Cost Comparisons (EAC)  _Training "TOTAL PROD...
Studi Kasus-1_Equivalent Annual Cost Comparisons (EAC) _Training "TOTAL PROD...
Kanaidi ken10 views
Siklus PDCA pada TPM _Training "TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)". von Kanaidi ken
Siklus  PDCA pada TPM _Training "TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".Siklus  PDCA pada TPM _Training "TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".
Siklus PDCA pada TPM _Training "TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".
Kanaidi ken10 views
Bimtek Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga.pdf von Irawan Setyabudi
Bimtek Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga.pdfBimtek Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga.pdf
Bimtek Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga.pdf
Irawan Setyabudi27 views
Latihan 7_M.Ilham Raditya_E1G020017..pptx von MIlhamRaditya
Latihan 7_M.Ilham Raditya_E1G020017..pptxLatihan 7_M.Ilham Raditya_E1G020017..pptx
Latihan 7_M.Ilham Raditya_E1G020017..pptx
MIlhamRaditya33 views
Perhitungan OEE (Overall Equipment Effectiveness) _Training "TOTAL PRODUCTIV... von Kanaidi ken
Perhitungan  OEE (Overall Equipment Effectiveness) _Training "TOTAL PRODUCTIV...Perhitungan  OEE (Overall Equipment Effectiveness) _Training "TOTAL PRODUCTIV...
Perhitungan OEE (Overall Equipment Effectiveness) _Training "TOTAL PRODUCTIV...
Kanaidi ken13 views
Royyan A. Dzakiy - Be an Inspiring Student Leader in The Digital Era [22 Aug ... von razakroy
Royyan A. Dzakiy - Be an Inspiring Student Leader in The Digital Era [22 Aug ...Royyan A. Dzakiy - Be an Inspiring Student Leader in The Digital Era [22 Aug ...
Royyan A. Dzakiy - Be an Inspiring Student Leader in The Digital Era [22 Aug ...
razakroy16 views

1.atomic sructure

  • 3. MODEL ATOM PARTIKEL DASAR PENYUSUN ATOM STRUKTUR ATOM NOMOR ATOM NOMOR MASSA ISOTOP, ISOBAR ISOTON KONFIGURASI ELEKTRON
  • 4. THE ATOMIC THEORY ATOMIC THEORY DEMOCRITUS DALTON MODERN THOMSON NIELS BOHR RUTHERFORD Hal.: 4 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 5. DEMOCRITUS (460 -370 SM) The tiny particles could not be divided to any further estent are called ATOMS Hal.: 5
  • 6. A. MODEL ATOM JOHN DALTON TEORI YG DIKEMUKAKAN : 1. atom adalah bagian terkecil suatu unsur 2. atom digambarkan sebagai bola pejal yg sangat kecil, suatu unsur memiliki atom2 yg identik dan berbeda untuk unsur yg berbeda 3. atom2 bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana 4. Reaksi kimia meruipakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom2, sehingga atom tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan Model atom Dalton, seperti
  • 7. B. THOMSON’S ATOMIC MODEL Thomson proposed an atomic model called RAISIN PLUM PUDDING MODEL Thomson described atom as a positively charged sphere containing several negatively charged particles called ELECTRONS. The electrons are scattered in the sphere like raisins in a plum pudding Hal.: 7 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 8. C. MODEL ATOM RUTHERFORD 1.Atom adalah bola berongga yg tersusun dari inti atom dan elektron yg mengelilinginya. 2.Inti atom bermuatan positif dan massa atom terpusat pada inti atom MODEL TATA SURYA
  • 9. D. NIELS BOHR’S ATOMIC MODEL AND MODERN’S ATOMIC MODEL Niels Bohr succeeded in overcoming the weakness of the Rutherford’s atomic model Elektron Membebaskan Energi Inti Atom Elektron Menyerap Energi Hal.: 9 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 10. .Modelatom menurut Niels Bohr, 1913: 1. Atom terdiri dari inti yg bermuatan positif dan dikelilingi elektron yg bermuatan negatif di dalam suatu lintasan 2. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke lintasan yg lain dengan menyerap atau memancarkan energi sehingga energi elektron atom itu tidak akan berkurang 3. Jika elektron berpindah lintasan ke lintasan yg lebih tinggi, maka elektron akan menyerap energi. Jika elektron berpindah ke lintasan yg lebih rendah akan memancarkan energi Hal.: 10 Isi dengan Judul
  • 11. DEVELOPMENT OF ATOMS MODELS Mekanika Dalton Thomson Rutherford Model atom Kuantum (1803) (1897) (1910) Niels Bohr (1926) (1913) Hal.: 11 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 12. MECANICA QUANTUM THEORY  Erwin Schrodinger, 1927, mengelurkan teori mekanika kuantum atau mekanika gelombang. Kulit-kulit elektron bukan merupakan kedudukan yg pasti dari suatu elektron, tetapi hanyalah suatu kebolehjadian saja. Dengan demikian kedudukan dan kecepatan gerakan elektron dalam atom berada di ruang tertentu dalam atom disebut ORBITAL Hal.: 12 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 13. PARTIKEL DASAR PENYUSUN ATOM A. Partikel dasar : partikel-partikel pembentuk atom yang terdiri dari proton, elektron dan neutron. 1. Proton partikel pembentuk atom yang mempunyai massa sma dengan satu sma (amu) dan bermuatan + 2. Elektron partikel pembentuk atom yang tidak mempunyai massa dan bermuatan - 3. Neutron partikel pembentuk atom yang bermassa satu sma (amu) dan netral. B. Nukleus Inti atom yang bermuatan positif, terdiri dari proton dan neutron.
  • 14. 1. Discovery of the Electron In 1897, J.J. Thomson used a cathode ray tube to deduce the presence of a negatively charged particle: the electron Nilai hasil pengukuran Thomson tentang rasio antara muatan elektron (e) dan massa elektron m adalah : e/m = -1,7588196. 1011 C/kg
  • 15. Mass of the Electron Mass of the electron is 9.11 x 10-28 g ,l The oil drop apparatus 1916 – Robert Millikan determines the mass of the electron: 1/1840 the mass of a hydrogen atom (me = 9,1093897 . 10-31 kg)
  • 16. PENEMUAN PROTON Jika massa elektron = 0, berarti suatu partikel tdk mempunyai massa.padahal partikel materi mempunyai massa yg dapat diukur.Jadi bagaimana mungkin atom bersifat netral dan mempunyai massa jika hanya ada elektron saja di dlm atom????? GOLDSTEIN melakukan eksperimen menggunakan tabung gas yg memiliki katode. Ternyata pada saat terbentuk elektron yg menuju anode, terbentuk pula sinar positif yg menuju arah berlawanan melewati lubang katode Hal.: 16 Isi dengan Judul
  • 17. RUTHERFORD’S EXPERIMENT A beam of alfa particles is directed towards the thin gold plate through alfa slit in the lead plate. Alpha particles that pass the empty space Go straight through. Alpha particles that approach the nucleus are deflected. Alpha particles that hit the nucleus are bounced back electron nucleon Hal.: 17 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 18. RUTHERFORD’S EXPERIMENT Rutherford berhasil mengukur massa inti atom yg kira-kira dua kali dari massa proton dalam inti. Sehingga, menurut Rutherford harus ada partikel lain di dalam inti atom dan partikel tersebut tidak bermuatan. Baru pada tahun 1932, J.CHADWICK menemukan NEUTRON dari penembakan berilium menggunakan partikel2 alfa dan kemu dian neutron ini diketahui sebagau partikel penyusun inti atom Neutron merupakan partikel tidak bermuatan dengan massa kira-kira 1,67 x 10-27 kg Hal.: 18 Isi dengan Judul
  • 19. PARTICLE OF ATOM PROTON POSITIVE CHARGE Massa 1 proton = 1,6726486 x 10-24 gram = 1 sma NUCLEUS Muatan 1 proton = + 1 = +1,6 x 10-19 C NEUTRON NO CHARGE Massa 1 neutron = 1,6749544 x10-24 gram = 1 sma ATOM NEGATIVE CHARGE Massa 1 elektron = 9,1093897 x 10-28gram = OUT OF ELEKTRON 1/ 1840 sma NUCLEUS Muatan 1 elektron = - 1 = - 1,6 x 10-19 C Hal.: 19 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 20. ATOM SYMBOL Atom hidrogen dengan satu proton dan elektron dan tidak memiliki netron. Hal.: 20 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 21. Notasi unsur : Z A X dengan X : tanda atom (unsur) Z : nomor atom = jumlah elektron (e) = jumlah proton (p) A : bilangan massa = jumlah proton + neutron ‘’Pada atom netral, berlaku: jumlah elektron = jumlah proton’’
  • 22. CONTOH SOAL 1. Tentukan jumlah elektron, proton den neutron dari unsur 2656 Fe ! Jawab : Jumlah elektron = jumlah proton = nomor atom = 26 Jumlah neutron = bilangan massa - nomor atom = 56 - 26 = 30 2. Berikan notasi unsur X, jika diketahui jumlah neutron = 14 dan jumlah elektron = 13 ! Jawab : Nomor atom = jumlah elektron = 13 Bilangan massa = jumlah proton + neutron = 13 + 14 = 27 Jadi notasi unsurnya : 1327 X Hal.: 22 Isi dengan Judul
  • 23. ISOTOP, ISOBAR, ISOTON Atom-atom dari unsur yang sama mempunyai ISOTOP massa yang berbeda Contoh : C12, C13, C14 Atom-atom dari unsur yang berbeda mempunyai ISOBAR massa yang sama. Contoh : 6 C14 dan 7 N14 , 11Na24 dan 12 Mg24 Atom-atom dari unsur yang berbeda mempunyai ISOTON jumlah neutron yang sama. Contoh : 6C13 dan 7N14 , 15 P31 dan 16 S 32 Hal.: 23 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 24. ELECTRON CONFIGURATION  The arrangement of electrons in atom shells is known as electron configuration.  Every shells contain a number of electrons follow the formula : 2 n 2 . shell K (n =1) = 2 x 12 = 2 elektron Shell L (n =2) = 2 x 22 = 8 elektron Shell M (n =3) = 2 x 32 = 18 elektron Shell N (n =4) = 2 x 42 = 32 elektron Shell O (n =5) = 2 x 52 = 50 elektron Hal.: 24 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 25. DETERMINE ELECTRONS CONFIGURATION K L M N 11 Na : 2 8 8 1 12 Mg : 2 8 8 2 Valensi electrons are used to form chemical bonds 13 Al : 2 8 3 35 Br : 2 8 18 7 Hal.: 25 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 26. THE MAIN QUANTUM NUMBER (N)  The Main Quantum Number (n) are the number of electron in every level of energy (2n2) with n is the main quantum number Quantum number for Shell K ---- n = 1 Shell M ---- n = 3 Shell L ---- n = 2 Shell N ---- n = 4 Hal.: 26 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 27. AZIMUT QUANTUM NUMBER (l )  Indicate form and positition of orbital as probability of electron arrangement and show the sub level of energy.  Azimut quantum number follow equal l = n – 1  Azimut quantum number have value from 0 to n – 1 main azimut sub level of energy quantumquantum (the place of electron) number number n = 1 --- l = 0 s (sharp) n = 2 --- l = 1 p (principle) n = 3 --- l = 2 d (diffuse) n = 4 --- l = 3 f (fundamental) Hal.: 27 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 28. MAGNETIC QUANTUM NUMBER (m)  Indicate the orientation of orbital in space of atom.  Follow this equal --> m = (-l, + l)  Example for l = 1 m begin from -1, 0 , + 1 Hal.: 28 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 29. SPIN NUMBER (s)  Describe the characteristic of electron that rotate in their axis  produces two different of direction or spin : + ½ dan – ½ s2 Px Py Pz Hal.: 29 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 30. The Electron Configuration  Pauli  Two electron in an atom are imposible to have the same four quantum number.  Aufbau  Electrons in an atom fill orbitals with low level of energy and followed to orbital with high level of energy. 1s < 2s < 2p < 3s < 3p < 4s < 3d < 4p < 5s < 4d < 5p < 6s < 5d < 4f < 6p < 7s < 6d < 5f, Hal.: 30 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 31. TINGKAT ENERGI DALAM ATOM Hal.: 31 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 32. The example for determine electron configuration  Atom with atomic number = 11 11 Na = 1s2 2s2 2p6 3s1 Hal.: 32 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 33. The elements periodic system • Elements were grouped based on similar properties.Later, they were based on similar properties and increasing atomic mass. • This led to the arrangement of elements in a periodic system. • In modern periodic system, elements are arranged based on increase of atomic number and similar properties. Hal.: 33 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 34. The classification of elements Classification of elements Metals Dobereiner’s Newlands’ Mendeleev’s Modern’s And Triads Law Periodic periodic Non metals System Octaves system system Lavoisier Johan A.R.Newland Dmitry Henry G. Wolfgang Ivanovich Moseley Mendeleev Hal.: 34 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 35. Dobereiner’s Triads  Grouped elements based on similar properties in groups of three called triads. In a triad, the properties of the second element are in between the properties of the first and third elements. Li Na K Ca Sr Ba Hal.: 35 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 36. Newland’s law of Oktaves  Classified elements in the increasing order of their atomic masses.  Because the repeating trend always occurs in sets of eight, the system is known as the Law of Octaves. 1. H 2. Li 3. Be 4. B 5. C 6. N 7. O 8.F 9. Na 10.Mg 11.Al 12.Si 13.P 14.S 15.Cl 16.K 17.Ca 18.Cr 19.Ti 20.Mn 21.Fe 22.Co 23.Cu 24.Zn 25.Y 26.In 27.As 28.Se Hal.: 36 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 37. Mendeleev’s periodic system  He arranged the elements based on the increasing atomic mass horizontally forming rows called periods.  Elements with similar properties will form column called groups. Hal.: 37 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 38. The modern periodic system  In the modern periodic system, elements are classified based on the increasing atomic number (Z) which is the characteristic for every element.  The arrangement of elements based on the increasing atomic number and similarities in properties.  Produces a repetition of properties of element in the form of periods (rows) and columns. Hal.: 38 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 39. The modern periodic system  The elements of A groups are called the main group elements.  Those of B groups are the transition elements.  The elements in the two long rows below the main table are known as inner transition elements, the first row is named the lanthanide series and the second row is the actinide series. Hal.: 39 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 40. The modern periodic system  Group 1 A : alkali metals. (except Hidrogen)  Group II A : alkaline earth metals.  Group VIIA: halogens  Group VIII A : noble gases Transition metals Are groups between II A and III A consist of less reactive metals. Hal.: 40 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 41. Periodic Properties of the Elements  Atomic radius is the distance from the nucleus to the outermost shell.  The atomic radius decreases across a period.  The atomic radius increases down a group.  Ionization Energy (IE) is defined as the energy required to remove an electron of a gaseous atom or ion.  The ionization energy increases across a period  The ionization energy decreases down a group. Hal.: 41 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 42. Periodic Properties of the Elements  Electron affinity is the energy involved when a gaseous atom or ion receives one electron to form a negative ion.  The electron affinity tends to increase across a periode.  The electron affinity tends to decrease down a group  Electronegativity is measure of the ability of an atom to attract electrons in a chemical bond.  The electronegativity increases across a period.  The electronegativity decreases down a group. Hal.: 42 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 43. Periodic Properties of the Elements  Melting Points and Boiling Points is the temperature at which the vapor pressure of a solid is the same as the vapor pressure of its liquid.  In one period, the melting points and boiling points initially increase until group IVA, then decrease and reach the lowest level at group VIIIA  In one group, the melting points and boiling points of metals decrease while those of nonmetals increase. Hal.: 43 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 44. REFERENCES  Zulfikar, Kimia Kesehatan untuk SMK, Jilid 1, Direktorat Pembinaan SMK, Depdiknas,2008.  Michael Purba, KIMIA, untuk SMA kelas X, Erlangga,2006  J.M.C.Johari,M.Rachmawati,Chemistry for Senior High School Grade X, English Edition,Esis,2009 Hal.: 44 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 45. THANK YOU FOR YOUR ATTENTIONS Hal.: 45 Isi dengan Judul Halaman Terkait