Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

8 kesetimbangan kimia

Teaching Slide

Ähnliche Bücher

Kostenlos mit einer 30-tägigen Testversion von Scribd

Alle anzeigen

Ähnliche Hörbücher

Kostenlos mit einer 30-tägigen Testversion von Scribd

Alle anzeigen
  • Als Erste(r) kommentieren

8 kesetimbangan kimia

  1. 1. KESETIMBANGAN KIMIA Kesetimbangan Dinamik dalam Sistem Kimia Kesetimbangan : Suatu keadaan dimana konsentrasi reaktan dan produk tidak berubah lagi oleh karena laju ke kanan sama dengan ke kiri “Setimbang”, karena konsentrasi tidak berubah lagi “Dinamik”, karena reaksi bergerak saling berlawanan tidak berhenti
  2. 2. Dikenal reaksi fase gas, fase cair, atau fase padat bergantung pada fase yangDikenal reaksi fase gas, fase cair, atau fase padat bergantung pada fase yang terlibat dalam kesetimbangan. Contoh di atas merupakanterlibat dalam kesetimbangan. Contoh di atas merupakan reaksi fase gasreaksi fase gas .. 2 Hg2 Hg((ll)) + Cl+ Cl2(2(gg))  HgHg22ClCl2(2(ss)) (a)(a) Kesetimbangan homogenKesetimbangan homogen : hanya melibatkan 1 fase: hanya melibatkan 1 fase Contoh:Contoh: C2H4(g) + H2(g)  C2H6(g) (b)(b) Kesetimbangan heterogenKesetimbangan heterogen : melibatkan >1 fase zat: melibatkan >1 fase zat Contoh:Contoh: Fase cair (Fase cair (ll,, liquidliquid) dianggap satu fase dengan larutan berair () dianggap satu fase dengan larutan berair (aqaq,, aqueousaqueous).). JENIS KESETIMBANGAN KIMIA
  3. 3. TETAPAN KESETIMBANGAN Hukum Empiris Aksi Massa (Guldberg & Waage) aA + bB cC + dD KC = [C]c [D]d [A]a [B]b Tetapan kesetimbangan empiris (KC) Subskrip C: Reaksi dalam larutanSubskrip C: Reaksi dalam larutan Reaksi dalam fasa gas KP = [PC]c [PD]d [PA]a [PB]b P = Tekanan parsialP = Tekanan parsial
  4. 4. Hukum Kesetimbangan untuk sebuah reaksi Reaksi kesetimbangan :N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) [ ] [ ][ ] 22 3 H 3 N NH 2 p3 22 2 3 c .PP P Katau HN NH K == Hubungan Kp dan Kc Δng cp (RT)KK = ∆ng = ∑ mol gas produk - ∑ mol gas reaktan
  5. 5. K o n s e n t r a s i r e a k t a n K o n s e n t r a s i h a s il K o n s e n t r a s i K o n s t a n t e r c a p a i k e s e t im b a n g a n Figure 14.1 As a reaction proceeds, The concentrations of the Reactans and products Approach steady (constant)value Waktu (t) Konsentrasi(M)
  6. 6. 1.00 mol H2 1.00 mol l2 0.00 mol Hl 0.222 mol H2 0.222 mol l2 1.56 mol Hl 0.0150 mol H2 0.00 mol l2 1.27 mol Hl 0.150 mol H2 0.135 mol l2 1.00 mol Hl 0.00 mol H2 0.10 mol l2 1.50 mol Hl 0.00 mol H2 0.00 mol l2 4.00 mol Hl 0.442 mol H2 0.442 mol l2 3.11 mol Hl 0.350 mol H2 0.450 mol l2 0.80 mol Hl I II III IV Figure 14.2 Four experiments to study the equilibrium among H2, l2, and Hl at 4400 C 10 L 10 L 10 L Initial amount Initial amount Measured Composition At equilibrium Measured Composition At equilibrium Measured Composition At equilibrium Measured Composition At equilibrium Initial amount Initial amount
  7. 7. Keberartian konstanta kesetimbangan • K sangat besar : • K = 1 : • K sangat kecil : Hasil reaksi ke arah sempurna Konsentrasi reaktan hampir sama dengan konsentrasi produk pada kesetimbangan Hasil reaksi sulit terbentuk
  8. 8. PENDUGAAN ARAH REAKSI RumusRumus QQ == KK, tetapi nilainya belum tentu sama:, tetapi nilainya belum tentu sama: QQ == KK  reaksi dalam keadaan setimbangreaksi dalam keadaan setimbang QQ << KK  produk < reaktan; reaksi bergeser keproduk < reaktan; reaksi bergeser ke kanan (ke arah produk)kanan (ke arah produk) QQ >> KK  produk > reaktan; reaksi bergeser keproduk > reaktan; reaksi bergeser ke kiri (ke arah reaktan)kiri (ke arah reaktan) Kesetimbangan ΔG = 0 Reaktan murni Produk murni Q < K ΔG < 0 Q > K ΔG > 0 G Kuosien Reaksi (Q) ∆G = ∆G° + RT ln Q ∆G = -RT ln K + RT ln Q ∆G = RT ln (Q/K)
  9. 9. H2(g) + I2(g) ⇔ 2HI(g) Kc = 50,2 1 2 3
  10. 10. Perhitungan kesetimbangan Menghitung Kc dari konsentrasi kesetimbangan Contoh : campuran H2 dan l2 dibuat dengan menempatkan 0,100 mol H2 dan 0,100 mol l2 ke dalam labu 1L sesudah setimbang H2(g) + l2 (g) 2Hl(g) Warna ungu uap l2 digunakan untuk memantau reaksi dan dari penurunan intensitas warna ungu ditentukan bahwa pada kesetimbangan konsentrasi l2 menjadi 0,020 mol/L. Berapa Kc ? [ ] [ ][ ]22 2 c lH Hl K =Penyelesaian
  11. 11. H2(g) + l2 (g) 2Hl(g) Konsentrasi awal (M) Perubahan Konsentrasi setimbangan 0,100 -0,080 0,020 0,100 -0,080 0,020 0,000 +2(0,80) 0,160 Perhatikan : • Konsentrasi dinyatakan dalam mol/L → perhatikan volume • konsentrasi setimbang = konsentrasi awal + perubahan 64 (0.020)(0.020) (0.160) K 2 c ==Sehingga : • menghitung konsentrasi kesetimbangan menggunakan Kc Perhitungan kesetimbangan
  12. 12. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESETIMBANGAN KIMIA PRINSIP LE CHATELIER : 1. Perubahan Konsentrasi 2. Perubahan Volume dan Tekanan 3. Perubahan Suhu mengubah nilai K sehingga Q ≠ K Jika suatu kesetimbangan diganggu, maka sistem secara langsung akan menetralkan gangguan tersebut hingga kesetimbangan tercapai kembali 4. Pengaruh katalis
  13. 13. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesetimbangan : • Penambahan atau pengurangan pereaksi atau hasil reaksi Penambahan : mengeser kesetimbangan ke arah yang tidak ditambahkan Pengurangan : menggeser kesetimbangan ke arah yang dikurangi Misalnya : 3H2(g) + N2(g) 2NH3(g) PERUBAHAN KONSENTRASI
  14. 14. Besi(III)Besi(III) tiosianat [Fe(SCN)tiosianat [Fe(SCN)33] larut dalam air membentuk larutan berwarna merah] larut dalam air membentuk larutan berwarna merah:: FeSCNFeSCN2+2+  FeFe3+3+ ++ SCNSCN−− merahmerah kuningkuning taktak mudamuda berwarnaberwarna + NaSCN atau Fe(NO+ NaSCN atau Fe(NO33))33 ⇒⇒ warna merah larutan semakin pekatwarna merah larutan semakin pekat + H+ H22CC22OO44 (yang mengikat kuat Fe(yang mengikat kuat Fe3+3+ )) ⇒⇒ warna merah larutan memudarwarna merah larutan memudar [Produk][Produk] ↑↑, [Reaktan], [Reaktan] ↓↓  QQ >> KK  Kesetimbangan bergeser ke kiriKesetimbangan bergeser ke kiri [Produk][Produk] ↓↓, [Reaktan], [Reaktan] ↑↑  QQ << KK  Kesetimbangan bergeser ke kananKesetimbangan bergeser ke kanan Contoh:Contoh: PERUBAHAN KONSENTRASI
  15. 15. (a) Larutan Fe(SCN)(a) Larutan Fe(SCN)33: campuran warna merah FeSCN: campuran warna merah FeSCN2+2+ dan warna kuning Fedan warna kuning Fe3+3+ (b) Setelah penambahan NaSCN: kesetimbangan bergeser ke kiri(b) Setelah penambahan NaSCN: kesetimbangan bergeser ke kiri (c) Setelah penambahan Fe(NO(c) Setelah penambahan Fe(NO33))33: kesetimbangan juga bergeser ke kiri: kesetimbangan juga bergeser ke kiri (d) Setelah penambahan H(d) Setelah penambahan H22CC22OO44: kesetimbangan bergeser ke kanan; warna: kesetimbangan bergeser ke kanan; warna kuning berasal dari ion Fe(Ckuning berasal dari ion Fe(C22OO44))33 33−− PERUBAHAN KONSENTRASI
  16. 16. Hanya berpengaruh terhadap fase gas; tidak memengaruhi fase cair dan padat.Hanya berpengaruh terhadap fase gas; tidak memengaruhi fase cair dan padat. VV ↑↑,, PP ↓↓  QQ << KK  Kesetimbangan bergeser keKesetimbangan bergeser ke ΣΣ koef gas terbesarkoef gas terbesar VV ↓↓,, PP ↑↑  QQ >> KK  Kesetimbangan bergeser keKesetimbangan bergeser ke ΣΣ koef gas terkecilkoef gas terkecil NN22OO4(4(gg))  2 NO2 NO2(2(gg)) Volume wadah diperbesarVolume wadah diperbesar →→ [N[N22OO44] maupun [NO] maupun [NO22] mengalami pengenceran.] mengalami pengenceran. ((ttekanan diperkecil)ekanan diperkecil) ]O[N ][NO 42 2 2 =Q ⇒⇒ penurunan pembilang > penyebut karena [NOpenurunan pembilang > penyebut karena [NO22] dipangkatkan 2] dipangkatkan 2 →→ QQ << KK →→ kesetimbangan bergeser ke kanankesetimbangan bergeser ke kanan Contoh:Contoh: PERUBAHAN VOLUME & TEKANAN
  17. 17. )(2)()(3 322 gNHgNgH →←+
  18. 18. Tidak seperti perubahan konsentrasi, volume, atau tekanan, perubahan suhu tidaTidak seperti perubahan konsentrasi, volume, atau tekanan, perubahan suhu tidakk hanyahanya menggeser kesetimbangan, tetapi jugamenggeser kesetimbangan, tetapi juga mengubah nilaimengubah nilai KK.. TT ↑↑  Kesetimbangan bergeser ke arah reaksi endotermKesetimbangan bergeser ke arah reaksi endoterm TT ↓↓  Kesetimbangan bergeser ke arah reaksi eksotermKesetimbangan bergeser ke arah reaksi eksoterm ContohContoh 11:: NN22OO4(4(gg))  2 NO2 NO2(2(gg)) ∆∆HHoo = 58,0 kJ= 58,0 kJ 2 NO2 NO2(2(gg))  NN22OO4(4(gg)) ∆∆HHoo = –= – 58,0 kJ58,0 kJ Reaksi pembentukan NOReaksi pembentukan NO22 dari Ndari N22OO44 endoterm; reaksiendoterm; reaksi sebaliknya eksoterm. Pemanasan akan memperbesarsebaliknya eksoterm. Pemanasan akan memperbesar [NO[NO22] (warna makin cokelat), pendinginan akan] (warna makin cokelat), pendinginan akan memperbesar [Nmemperbesar [N22OO44] (warna cokelat memudar).] (warna cokelat memudar). Setiap bola berisiSetiap bola berisi campuran gas NOcampuran gas NO22 dan Ndan N22OO44 Dalam air esDalam air es Dalam airDalam air panaspanas PERUBAHAN TEMPERATUR
  19. 19. ContohContoh 22:: CoClCoCl44 22−− + 6 H+ 6 H22OO  Co(HCo(H22O)O)66 2+2+ + 4 Cl+ 4 Cl−− birubiru merah mudamerah muda Reaksi pembentukan CoClReaksi pembentukan CoCl44 22−− endoterm:endoterm: larutan berwarna biru jika dipanaskanlarutan berwarna biru jika dipanaskan dan merah muda jika didinginkan.dan merah muda jika didinginkan. PERUBAHAN TEMPERATUR
  20. 20. Pengaruh Katalis pada Kesetimbangan Katalis dalam reaksi kesetimbangan dapat mempercepat reaksi baik kekanan atau kekiri. Keadaan kesetimbangan tercapai lebih cepat tetapi tidak mengubah jumlah kesetimbangan dari spesies- spesies yang bereaksi. Peranan katalis adalah mengubah mekanisme reaksi agar tercapai energi aktivasi yang lebih rendah. Keadaan kesetimbangan tidak bergantung pada mekanisme reaksi Sehingga tetapan kesetimbangan yang diturunkan secara kinetik tidak dipengaruhi oleh mekanisme yang dipilih.
  21. 21. Contoh Soal 5. Perhatikan kesetimbangan berikut: 5CO(g) + I2O5(s)  I2(g) + 5CO2(g) ∆Ho = 138,5 kJ Prediksikan arah pergeseran kesetimbangan jika (a) Campuran dipanaskan pada volume konstan (b) Gas CO diambil dari campuran pada suhu konstan (c) Tekanan diturunkan pada suhu konstan (d) Gas lembam seperti He ditambahkan ke dalam campuran pada volume dan suhu konstan
  22. 22. Derajat Disosiasi Derajat disosiasi (α) adalah perbandingan antara jumlah mol zat yang terurai terhadap jumlah mol zat mula – mula. Secara matematis dapat dituliskan : mulamulazatJumlah teruraizatmolJumlah − =α Derajat disosiasi merupakan ukuran tentang banyaknya zat yang terbentuk dalam suatu reaksi. Semakin besar nilai α berarti semakin banyak zat yang terbentuk. Harga α berkisar antara 0 sampai dengan 1. dengan demikian, kesetimbangan disosiasi akan terjadi jika harga α sebesar 0< α <1.
  23. 23. Kesetimbangan Pengionan Derajat pengionan (α) = total.zatmoljumlah mengionyangzatmoljumlah (a) Elektrolit kuat(a) Elektrolit kuat :: αα = 1 (mengion seluruhnya)= 1 (mengion seluruhnya) MgClMgCl22 →→ MgMg2+2+ + 2 Cl+ 2 Cl−− (b) Elektrolit lemah(b) Elektrolit lemah : 0 <: 0 < αα < 1< 1 CHCH33COOHCOOH  CHCH33COOCOO−− + H+ H++ (c) Nonelektrolit(c) Nonelektrolit :: αα = 0 (sama sekali tidak mengion)= 0 (sama sekali tidak mengion) CC1212HH2222OO1111 (sukrosa)(sukrosa)
  24. 24. Kesetimbangan Ion Kompleks • Kesetimbangan baru :Kesetimbangan baru : Ag+ (aq) + 2NH3(aq) Ag (NH3)2 + (aq) • Total Kesetimbangan :Total Kesetimbangan : • Kesetimbangan awal :Kesetimbangan awal : AgBr(s) Ag+ (aq)+Br- (aq) AgBr (s) + 2NH3(aq) Ag (NH3)2 + (aq)+Br- (aq) [ ] [ ][ ]2 3 23 )( NHAg NHAg K form + + =
  25. 25. . Sistem Kesetimbangan Dalam Industri • Proses Haber – Bosch : 1. Merupakan proses yang sangat penting dalam industri kimia karena amoniak merupakan bahan utama dalam pembuatan berbagai barang misal : pupuk urea, asam nitrat, dan senyawa nitrogen. 2. Bisa dipakai sebagai pelarut karena kepolaran amoniak cair hampir menyamai kepolaran air.
  26. 26. N2(g) + 3H2(g) ⇔ 2NH3(g) ∆H = -92,4 kj Kp =6,2 x 105 Haber – Bosch Process
  27. 27. Proses Kontak : Adalah proses pembuatan asam sulfat secara besar- besaran. Digunakan untuk pembuatan pupuk amonium sulfat, pada proses pemurnian minyak tanah, pada industri baja untuk menghilangkan karat besi sebelum bajanya dilapisi timah atau seng, pada pembuatan zat warna, obat- obatan, pada proses pemurnian logam dengan cara elektrolisa, pada industri tekstil dll. Contact Process
  28. 28. • Pada proses kontak bahan yang dipakai adalah belerang murni yang dibakar di udara : S + O2 SO2 • SO2 yang terbentuk dioksidasi di udara dengan memakai katalisator : 2 SO2 + O2  2SO3 ∆H= - 196 kJ/mol • Katalis yang dipakai adalah vanadium penta-oksida (V2O5). • Makin rendah suhunya maka makin banyak SO3 yang dihasilkan, tapi reaksi yang berjalan lambat. Contact Process
  29. 29. Contact Process • Dengan memperhitungkan faktor waktu dan hasil dipilih suhu 400o C dengan hasil kurang lebih 98%. • Karena SO3 sukar larut dalam air maka dilarutkan H2SO4 pekat. • SO3 + H2SO4 H2S2O7 (asam pirosulfat) • H2S2O7 + H2O 2 H2SO4
  30. 30. Proses Kontak
  31. 31. Kelarutan  Kelarutan (solubility) adalah jumlah maksimum suatu zat yang dapat larut dalam suatu pelarut.  Satuan kelarutan umumnya dinyatakan dalam gramLˉ¹ atau molL ˉ¹ (M) Contoh: • Kelarutan AgCl dalam air adalah 1,3 × 10ˉ²M. • Kelarutan AgCl dalam larutan NaCl 0,1 M adalah 1,7 × 10ˉ¹º M. • Kelarutan Ca(OH)2 = 20 mg/100 ml, maka dalam 100 ml larutan maksimal terdapat 20 mg (Ca(OH)2
  32. 32. Besarnya kelarutan suatu zat dipengaruhi olehBesarnya kelarutan suatu zat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :beberapa faktor yaitu : JENIS PELARUT • Senyawa polar (mempunyai kutub muatan) akan mudah larut dalam senyawa polar.Misalnya gula, NaCl, alkohol, dan semua asam merupakan senyawa polar. • Senyawa non polar akan mudah larut dalam senyawa non polar,misalnya lemak mudah larut dalam minyak.Senyawa non polar umumnya tidak larut dalam senyawa polar,misalnya NaCl tidak larut dalam minyak tanah. SUHU • Kelarutan zat padat dalam air semakin tinggi bila suhunya dinaikkan. Adanya panas (kalor) mengakibatkan semakin renggangnya jarak antara molekul zat padat tersebut. Merenggangnya jarak antara molekul zat padat menjadikan kekuatan gaya antar molekul tersebut menjadi lemah sehingga mudah terlepas oleh gaya tarik molekul-molekul air
  33. 33. Hasil Kali Kelarutan Hasil kali kelarutan (Ksp) dinyatakan sebagai hasil kali ion-ion (satuan Molar) dalam larutan jenuhnya, dengan masing-masing konsentrasi berpangkatkan bilangan koefisiennya. Contoh (1) AgI Ag+ + I- …… Ksp Agr = [Ag+ ] [I- ] (2) PbCl2 Pb2+ + 2 Cl- …. Ksp PbCl2 = [Pb2+ ] [Cl- ]2 Secara umum : A x By x A+y + y B-x Ksp. AxBy = [ A+y ]x [ B-x ]y Catatan :[ ] = Molar (M)
  34. 34. Jika kelarutan PbCl2 = s M, maka di dalam larutan terdapat s M Pb2+ dan 2s M Cl- , seperti proses berikut : PbCl2  Pb2+ + 2 Cl- Kelarutan s M s M 2 s M Maka : Ksp. PbCl2 = [Pb2+ ] [Cl- ]2 = (s)(2 s)2 = 4 S3 Sehingga : s = Contoh lain : AgBr Ag+ + Br- Kelarutan s s s Ksp. AgBr = [Ag+ ]([Br- ] = (s) (s) = s2 Maka : s = 3 4 Ksp Ksp
  35. 35. Hasil Kali Kelarutan Secara umum : A x By x A+y + y B-x Kelarutan s M x.s y.s Maka : Ksp. AxBy = [A+y ]x [B-x ]y = (χ s)χ (y s)y = χχ . yy s(x+y) S = x dan y adalah koefisien dari ion-ion. yx yx yx Ksp+ )()(
  36. 36.   Walaupun AgCl merupakan zat yang sukar larut (mudah membentuk endapan), campuran Ag+ (dari AgNO3) dan Cl- (dari HCl) tidak selalu menghasilkan endapan putih AgCl   Hasil yang mungkin terjadi dari percampuran tersebut adalah : belum mengendap ; bila [Ag+ ] [Cl- ] < Ksp.AgCl tepat jenuh ; bila [Ag+ ] [Cl- ] = Ksp.AgCl telah mengendap ; bila [Ag+ ] [Cl- ] > Ksp.AgCl.   SOAL Periksalah apakah campuran 100 ml 4x10-3 M Pb(NO3)2 dan 400 ml 2,5 x 10- 3 M HCl telah membentuk endapan PbCl2 (Ksp = 2 x 10-10 )? Percampuran Dua Larutan
  37. 37. Perubahan Kelarutan Akibat Ion SenamaPerubahan Kelarutan Akibat Ion Senama Kelarutan garam dalam larutan yang telah mengandung elektrolit lain dengan ion yang sama dengan salah satu ion garam tersebut, akan lebih kecil dari kelarutan garam dalam air murni. Yang tidak berubah adalah Ksp garam tersebut. Maka pengaruh adanya ion sejenis adalahMaka pengaruh adanya ion sejenis adalah :: memperkecil kelarutan zat yang sukar larut, dan makin besar konsentrasi ion sejenis, makin kecil kelarutannya. Pengaruh Ion Senama
  38. 38. Contoh: Tentukan kelarutan AgCl(s) dalam larutan NaCl 0,1 M. Jika hasil kali kelarutaran AgCl(s) 1,7 x 10-10 ? Dalam larutan ini, terjadi reaksi ionisasi NaCl dan AgCl. NaCl → Na (aq) + Cl (aq) AgCl(s) → Ag (aq) + Cl (aq) Kesetimbangan kelarutan yang digambarkan dalam persamaan ionisasi yang terakhir, bergeser ke kiri akibat kehadiran ion Cl- yang dihasilkan dari ionisasi sempurna garam NaCl. Hal ini menyebabkan kelarutan AgCl lebih kecil dari kelarutannya dalam air murni. + + − − Pengaruh Ion Senama
  39. 39. Mengurangi kadar logam berat dalam sungai (karena limbah industri) agar air sungai tersebut tidak mencemari lingkungan dengan jalan mengendapkan logam tersebut sebagai basa atau garamnya yang sukar larut. Meramal terjadi tidaknya endapan suatu zat jika dua larutan yang mengandung ion-ion dari senyawa sukar larut dicampurkan. Untuk meramalkan terjadi tidaknya endapan AxBy. Jika larutan yang mengandung Ay+ dan Bx- dicampurkan digunakan konsep hasil kali ion (Qsp) berikut ini, y ]x[Bx] y [A y B x AQsp −+ = Jika Qsp > Ksp maka akan terjadi endapan Jika Qsp = Ksp maka mulai terjadi larutan jenuh Jika Qsp < Ksp maka belum terjadi larutan jenuh maupun endapan Pengunaan Konsep Kesetimbangan Larutan
  40. 40. Contoh Soal 1. Pada suhu tertentu, reaksi Nreaksi N22OO4(4(gg))  2NO2NO2(2(gg)) ke dalam wadahke dalam wadah bervolume 2 L dimasukkan 0,8 mol Nbervolume 2 L dimasukkan 0,8 mol N22OO44. Hitunglah konsentrasi zat-zat. Hitunglah konsentrasi zat-zat dalam reaksi pada saat kesetimbangan jika diket nilai Kdalam reaksi pada saat kesetimbangan jika diket nilai Kcc = 1,8 x 10= 1,8 x 10-2-2 ?? 2.2. Ke dalam wadah bervolume 2 L, dimasukkan 1 mol gas NO2 sehinggaKe dalam wadah bervolume 2 L, dimasukkan 1 mol gas NO2 sehingga gas berdisosiasi dengangas berdisosiasi dengan αα = 20 % Hitunglah komposisi gas saat= 20 % Hitunglah komposisi gas saat kesetimbangan dan harga Kc-nya?kesetimbangan dan harga Kc-nya? 3.3. Apakah terjadi endapan CaCOApakah terjadi endapan CaCO33. Jika ke dalam 2,5 liter 0.05 M Na. Jika ke dalam 2,5 liter 0.05 M Na22COCO33 ditambahkan 1,5 liter 0.02 M CaClditambahkan 1,5 liter 0.02 M CaCl22, dan diketahui harga Ksp untuk, dan diketahui harga Ksp untuk CaCOCaCO33 10-6 ?10-6 ?

×