9/12/04 1
SUBOWO
TRACTUS DIGESTORIUM
9/12/04 2
SUBOWO
PHARYNX
• NASOPHARYNX (BAGIAN SYSTEMA RESPIRATORIUM)
– MEMBRANA MUCOSA
• EPITEL: SILINDRIS SEMU BERLAPIS ...
9/12/04 3
SUBOWO
PHARYNX
NASO-
PHARYNX
OROPHARYNX
LARYNGO-
PHARYNX
9/12/04 4
TRACTUS DIGESTORIUM SESUDAH PHARYNX
GAMBARAN UMUM
• STRUKTUR DINDING
– MEMBRANA MUCOSA
• EPITEL
• LAMINA PROPRIA...
9/12/04 5
DINDING TRACTUS DIGESTORIUM SESUDAH PHARYNX
SUBOWO
9/12/04 6
OESOPHAGUS
• GAMBARAN UMUM:
– PANJANG: SEKITAR 25 cm
– LOKASI: SEBAGIAN BESAR DALAM CAVUM THORACIS, 2 - 4 cm
DI ...
9/12/04 7
SUBOWO
OESOPHAGUSOESOPHAGUS BAGIAN 1/4 TENGAH
OESOPHAGUS BAGIAN BAWAH
OTOT SERAN LINTANG
OTOT POLOS
9/12/04 8
GLANDULA OESOPHAGEALIS
• GLANDULA OESOPHAGEALIS PROPRIA
– STRUKTUR
• KECIL, KELENJAR KOMPLEKS
– PARS SECRETORIA
...
9/12/04 9
VENTRICULUS = GASTER
• GAMBARAN UMUM:
– BENTUK SEBAGAI KANTONG DALAM CAVUM ABDOMINALE
– DIBUNGKUS OLEH TUNICA SE...
9/12/04 10
VENTRICULUS = GASTER
SUBOWO
9/12/04 11
DINDING VENTRICULUS
• MEMBRANA MUCOSA
– TIDAK RATA MEMBENTUK RUGAE
– EPITEL
• KELENJAR INTRAEPITELIAL
• TIDAK A...
9/12/04 12
SUBOWO
DINDING VENTRICULUS
RUGAE
TUNICA
MUSCULARE
FOVEOLAE GASTRICAE
9/12/04 13
SUBOWO
PERBATASAN OESOPHAGUS-VENTRICULUS
OESOPHAGUS
VENTRICULUS
9/12/04 14
GLANDULA GASTRICA
• KELENJAR MUKOSA INTRAEPITELIAL
– BERMUARA LANGSUNG PADA PERMUKAAN MEMBRANA MUCOSA
– DISTRIB...
9/12/04 15
SUBOWO
GLANDULA GASTRICA
LAMINA
PROPRIA
9/12/04 16
GLANDULA CARDIACA VENTRICULI
• LOKASI:
– LAMINA PROPRIA MUCOSAE SEKELILING MUARA OESOPHAGUS
– MELIPUTI DAERAH M...
9/12/04 17
SUBOWO
GLANDULA CARDIACA VENTRICULI
9/12/04 18
GLANDULA FUNDICA VENTRICULI
• LOKASI:
– TERSUSUN PADAT PADA LAMINA PROPRIA SETEBAL 1,5 mm,
SEBANYAK 15 JUTA YAN...
9/12/04 19
SUBOWO
MEMBRANA MUCOSA DAERAH FUNDUS VENTRICULI
DAN CORPUS VENTRICULI
9/12/04 20
SUBOWO
GLANDULA FUNDICA VENTRICULI
FOVEOLA
GASTRICA
9/12/04 21
SUBOWO
DASAR GLANDULA FUNDICA VENTRICULI
SEL PARIETAL
SEL PRINSIPAL
SEL ENDOKRIN
9/12/04 22
SEL MUKOSA LEHER KELENJAR
• DISTRIBUSI:
– TIDAK BANYAK JUMLAHNYA DI ANTARA SEL-SEL PARIETAL
– DAERAH LEHER KELE...
9/12/04 23
SUBOWO
SEL MUKOSA LEHER KELENJAR
9/12/04 24
SEL UTAMA KELENJAR/SEL ZYMOGEN
• DISTRIBUSI:
– MENEMPATI 1/3 ATAU 1/2 BAGIAN BAWAH PARS SECRETORIA
• BENTUK:
– ...
9/12/04 25
SUBOWO
SEL UTAMA KELENJAR/SEL ZYMOGEN
9/12/04 26
SEL PARIETAL/SEL OKSINTIK KELENJAR
• DISTRIBUSI:
– LEBIH BANYAK DI BAGIAN ATAS PARS SECRETORIA
• PENAMPILAN:
– ...
9/12/04 27
SUBOWO
SEL PARIETAL/SEL OKSINTIK KELENJAR
9/12/04 28
SEL ENTERO-ENDOKRIN
• DISTRIBUSI:
– TERSEBAR DI ANTARA SEL-SEL EKSOKRIN KELENJAR
• PENAMPILAN:
– TERWARNA KHAS ...
9/12/04 29
SUBOWO
SEL ENTERO-ENDOKRIN
SEL GASTRIN
9/12/04 30
GLANDULA PYLORICA VENTRICULI
• LOKASI:
– LAMINA PROPRIA DAERAH PYLORUS SELEBAR 4 - 5 cm
– DI DAERAH INI FOVEOLA...
9/12/04 31
SUBOWO
GLANDULA PYLORICA VENTRICULI
9/12/04 32
INTESTINUM TENUE
• PANJANG: 4 - 8 m
• BAGIAN-BAGIAN:
– DUODENUM: RETROPERITONEAL, PANJANG: 25 cm
– JEJUNUM: INT...
9/12/04 33
SUBOWO
INTESTINUM TENUE
9/12/04 34
UPAYA PERLUASAN PERMUKAAN ABSORBSI
SUBOWO
9/12/04 35
SUBOWO
LAPISAN DINDING TERTENTU IKUT DALAM
UPAYA PERLUASAN PERMUKAAN ABSORBSI
PLICA CIRCULARIS KERCKRINGI VILLI...
9/12/04 36
SUBOWO
BATAS GASTER-INTESTINUM TENUE
M. SPHINCTER
PYLORICA
DUODENUM
9/12/04 37
PLICA CIRCULARIS KERCKRINGI
• LIPATAN YANG MELUAS SAMPAI 2/3 KELILING LUMEN
– LIPATAN MENETAP YANG MELIBATKAN J...
9/12/04 38
SUBOWO
PLICA CIRCULARIS KERCKRINGI
9/12/04 39
MEMBRANA MUCOSA INTESTINUM TENUE
• LIPATAN-LIPATAN
– VALVULA CIRCULARIS KERCKRINGI (TELA SUBMUCOSA)
– VILLUS IN...
9/12/04 40
SUBOWO
VILLUS INTESTINALIS
SEL PIALA
9/12/04 41
EPITEL PERMUKAAN MEMBRANA MUCOSA
• JENIS SEL
– SEL ABSORBTIF
• BENTUK SILINDRIS, TINGGI: 20 - 26 µm
• INTI OVOI...
9/12/04 42
CRYPTA LIEBERKUHN
• EPITEL:
– LANJUTAN EPITEL VILLUS INTESTINALIS
– SEL:
• 1/2 BAGIAN ATAS:
– SEL-SEL ABSORBTIF...
9/12/04 43
SUBOWO
CRYPTA LIEBERKUHN
SEL
PANETH
SEL
PIALA
9/12/04 44
JARINGAN LIMFOID
BAGIAN SISTEM IMUN
• INTESTINUM TENUE
– DIFUS DI SELURUH LAMINA PROPRIA
– NODULUS LYMPHATICUS ...
9/12/04 45
SUBOWO
JARINGAN LIMFOID
BERCAK PEYER = NODULUS AGGREGATUS
NODULUS LYMPHATICUS SOLITER
9/12/04 46
TELA SUBMUCOSA
• JARINGAN PENGIKAT AGAK PADAT
– BANYAK SERABUT ELASTIS
– KADANG-KADANG MENGANDUNG SEL LEMAK
– P...
9/12/04 47
SUBOWO
POTONGAN MEMANJANG DUODENUM
POTONGAN MEMANJANG DUODENUM
9/12/04 48
SUBOWO
GLANDULA DUODENALIS BRUNNER
9/12/04 49
TUNICA MUSCULARIS
• STRUKTUR
– STRATUM CIRCULARE
• LAPISAN BERKAS OTOT POLOS SEBELAH DALAM
• UJUNG ILEUM: MEMBE...
9/12/04 50
SUBOWO
PLEXUS NERVOSUS MYENTERICUS
STRATUM CIRCULARE
STRATUM LONGITUDINALE
9/12/04 51
TUNICA SEROSA
• SEBAGAI LANJUTAN DARI PERITONEUM VISCERALE
• KOMPONEN:
– JARINGAN PENGIKAT LONGGAR TIPIS
– DILA...
9/12/04 52
HUBUNGAN PERITONEUM DAN INTESTINUM
SUBOWO
9/12/04 53
INTESTINUM CRASSUM
• CAKUPAN:
– COECUM
• APPENDIX VERMICULARIS: INTRAPERITONEAL
– COLON:
• COLON ASCENDENS: RET...
9/12/04 54
SUBOWO
INTESTINUM CRASSUM
9/12/04 55
COECUM ET COLON
• BAGIAN-BAGIAN
– COECUM
– COLON ASCENDENS
– COLON TRANSVERSUM
– COLON DESCENDENS
– COLON SIGMO...
9/12/04 56
SUBOWO
LAPISAN DINDING INTESTINUM CRASSUM
SA
9/12/04 57
SUBOWO
MIKROSKOPIK COECUM ET COLON
• MEMBRANA MUCOSA:
– PERMUKAAN DALAM LICIN
– TIDAK MEMBENTUK PLICA CIRCULARI...
9/12/04 58
MIKROSKOPIK DINDING INTESTINUM CRASSUM
SUBOWO
9/12/04 59
APPENDIX VERMICULARIS
• PENAMPILAN:
– BERPANGKAL PADA COECUM,
– SEBAGAI CACING DENGAN UKURAN 2 - 8 cm
• MIKROSK...
9/12/04 60
SUBOWO
APPENDIX VERMICULARIS
MESO-APPENDIX
NODULUS LYMPHATICUS
9/12/04 61
RECTUM
• PANJANG: 12 cm
• BAGIAN-BAGIAN:
– AMPULLA RECTI
• BENTUK: MEMBESAR
• MEMBRANA MUCOSA:
– BAGIAN ATAS TE...
9/12/04 62
SUBOWO
RECTUM
AMPULL RECTI
CANALIS ANI
9/12/04 63
SUBOWO
DINDING RECTUM
9/12/04 64
ANUS
• EPITEL:
– EPITEL SILINDRIS SELAPIS BERUBAH MENJADI EPITEL
GEPENG BERLAPIS
– EPITEL BERUBAH MENJADI EPIDE...
9/12/04 65
SUBOWO
PERBATASAN RECTUM-ANUS
GLANDULA
CIRCUMANALE
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

sist. digestiva b

298 Aufrufe

Veröffentlicht am

modul gastrointestinal dr. amrin

Veröffentlicht in: Gesundheitswesen
0 Kommentare
0 Gefällt mir
Statistik
Notizen
  • Als Erste(r) kommentieren

  • Gehören Sie zu den Ersten, denen das gefällt!

Keine Downloads
Aufrufe
Aufrufe insgesamt
298
Auf SlideShare
0
Aus Einbettungen
0
Anzahl an Einbettungen
3
Aktionen
Geteilt
0
Downloads
4
Kommentare
0
Gefällt mir
0
Einbettungen 0
Keine Einbettungen

Keine Notizen für die Folie

sist. digestiva b

  1. 1. 9/12/04 1 SUBOWO TRACTUS DIGESTORIUM
  2. 2. 9/12/04 2 SUBOWO PHARYNX • NASOPHARYNX (BAGIAN SYSTEMA RESPIRATORIUM) – MEMBRANA MUCOSA • EPITEL: SILINDRIS SEMU BERLAPIS DENGAN SILIA, SEL PIALA • EPITEL GEPENG BERLAPIS (BAGIAN YANG BERBATASAN DENGAN OROPHARYNX) • OROPHARYNX DAN LARYNGOPHARYNX – BAGIAN TRACTUS DIGESTORIUM – LAPISAN DINDING: • MEMBRANA MUCOSA – EPITEL GEPENG BERLAPIS – LAMINA PROPRIA: » JARINGAN PENGIKAT PADAT DENGAN BANYAK SERABUT ELASTIS » KELENJAR MUKOSA MURNI • TUNICA MUSCULARIS (OTOT SERAN LINTANG) – STRATUM LONGITUDINALE (DALAM) – STRATUM CIRCULARE (LUAR) – FUNGSI: • PENGHUBUNG MULUT DENGAN TRACTUS DIGESTORIUM LAIN
  3. 3. 9/12/04 3 SUBOWO PHARYNX NASO- PHARYNX OROPHARYNX LARYNGO- PHARYNX
  4. 4. 9/12/04 4 TRACTUS DIGESTORIUM SESUDAH PHARYNX GAMBARAN UMUM • STRUKTUR DINDING – MEMBRANA MUCOSA • EPITEL • LAMINA PROPRIA (JARINGAN PENGIKAT) • MUSCULARIS MUCOSAE – TELA SUBMUCOSA: • JARINGAN PENGIKAT TERDAPAT PLEXUS SUBMUCOSUS – TUNICA MUSCULARIS : PLEXUS MYENTERICUS • STRATUM CIRCULARE • STRATUM LONGITUDINALE – TUNICA SEROSA/TUNICA ADVENTITIA • JARINGAN PENGIKAT • SEBAGIAN DILAPISI OLEH SEL-SEL MESOTEL • LOKASI KELENJAR – DALAM DINDING – DILUAR DINDING SUBOWO
  5. 5. 9/12/04 5 DINDING TRACTUS DIGESTORIUM SESUDAH PHARYNX SUBOWO
  6. 6. 9/12/04 6 OESOPHAGUS • GAMBARAN UMUM: – PANJANG: SEKITAR 25 cm – LOKASI: SEBAGIAN BESAR DALAM CAVUM THORACIS, 2 - 4 cm DI BAWAH DIAPHRAGMA – FUNGSI: MENGANGKUT MAKANAN DARI MULUT • STRUKTUR MIKROSKOPIS: – MEMBRANA MUCOSA (tebal: 500 µ m - 800 µm, MELIPAT-LIPAT) • EPITEL GEPENG BERLAPIS TIDAK BERKERATIN • LAMINA PROPRIA: JAR. PENGIKAT LONGGAR, JAR. LIMFOID • TUNICA MUSCULARIS MUCOSAE: OTOT POLOS LONGITUDINAL 200 µm – TELA SUBMUCOSA • JARINGAN PENGIKAT LONGGAR, JAR. LIMFOID, KELENJAR – TUNICA MUSCULARIS (tebal: 0,5 mm - 2,2 mm) • STRATUM CIRCULARE • STRATUM LONGITUDINALE • 1/4 BAGIAN ATAS: OTOT SERAN LINTANG, 1/4 TENGAH BERTAHAP DIGANTI OTOT POLOS, 1/3 BAGIAN BAWAH OTOT POLOS – TUNICA ADVENTITIA: JARINGAN PENGIKAT SUBOWO
  7. 7. 9/12/04 7 SUBOWO OESOPHAGUSOESOPHAGUS BAGIAN 1/4 TENGAH OESOPHAGUS BAGIAN BAWAH OTOT SERAN LINTANG OTOT POLOS
  8. 8. 9/12/04 8 GLANDULA OESOPHAGEALIS • GLANDULA OESOPHAGEALIS PROPRIA – STRUKTUR • KECIL, KELENJAR KOMPLEKS – PARS SECRETORIA – KELENJAR MUKOSA TUBULOALVEOLER BERCABANG – DISTRIBUSI: • TELA SUBMUCOSA • GLANDULA OESOPHAGEALIS CARDIACA – STRUKTUR MIRIP GLANDULA CARDIACA VENTRICULI • KELENJAR MUKOSA • TUBULER BERCABANG BERGELUNG – DISTRIBUSI • LAMINA PROPRIA MUCOSAE – 2 KELOMPOK: » DAERAH LEHER » DAERAH BAWAH DEKAT CARDIA VENTRICULI SUBOWO
  9. 9. 9/12/04 9 VENTRICULUS = GASTER • GAMBARAN UMUM: – BENTUK SEBAGAI KANTONG DALAM CAVUM ABDOMINALE – DIBUNGKUS OLEH TUNICA SEROSA – BAGIAN: CARDIA, FUNDUS, CORPUS DAN PYLORUS • STRUKTUR MIKROSKOPIS: – MEMBRANA MUCOSA : TIDAK ADA ABSORBSI MAKANAN • KASAR LIPATAN MEMANJANG: RUGAE; FOVEOLAE GASTRICAE • EPITEL SILINDRIS SELAPIS • LAMINA PROPRIA (JARINGAN PENGIKAT) • TUNICA MUSCULARIS MUCOSAE: – STRATUM CIRCULARE (DALAM) – STRATUM LONGITUDINALE (LUAR) – TELA SUBMUCOSA • JARINGAN PENGIKAT LONGGAR – TUNICA MUSCULARIS • BERLAPIS BERDASARKAN ARAH SERABUT OTOT – TUNICA SEROSA: • JARINGAN PENGIKAT YANG DILAPISI OLEH SEL-SEL MESOTEL SUBOWO
  10. 10. 9/12/04 10 VENTRICULUS = GASTER SUBOWO
  11. 11. 9/12/04 11 DINDING VENTRICULUS • MEMBRANA MUCOSA – TIDAK RATA MEMBENTUK RUGAE – EPITEL • KELENJAR INTRAEPITELIAL • TIDAK ADA SEL PIALA – LAMINA PROPRIA • GLANDULA GASTRICA – BERMUARA DALAM FOVEOLA GASTRICA – LAMINA MUSCULARIS MUCOSAE • OTOT POLOS • TUNICA SUBMUCOSA • JARINGAN PENGIKAT LONGGAR • TUNICA MUSCULARIS – STRATUM OBLIQUM – STRATUM CIRCULARE – STRATUM LONGITUDINALE • TUNICA SEROSA – JARINGAN PENGIKAT DILAPISI OLEH MESOTEL SUBOWO
  12. 12. 9/12/04 12 SUBOWO DINDING VENTRICULUS RUGAE TUNICA MUSCULARE FOVEOLAE GASTRICAE
  13. 13. 9/12/04 13 SUBOWO PERBATASAN OESOPHAGUS-VENTRICULUS OESOPHAGUS VENTRICULUS
  14. 14. 9/12/04 14 GLANDULA GASTRICA • KELENJAR MUKOSA INTRAEPITELIAL – BERMUARA LANGSUNG PADA PERMUKAAN MEMBRANA MUCOSA – DISTRIBUSI: • PERMUKAAN MEMBRANA MUCOSA • PERMUKAAN FOVEOLA GASTRICA • KELENJAR EXTRAEPITELIAL – BERMUARA DALAM FOVEOLA GASTRICA – DISTRIBUSI: • DAERAH CARDIA VENTRICULI – GLANDULA CARDIACA VENTRICULI • DAERAH FUNDUS DAN CORPUS VENTRICULI – GLANDULA FUNDICA VENTRICULI • DAERAH PYLORUS VENTRICULI – GLANDULA PYLORICA VENTRICULI – STRUKTUR: • BERBEDA SUBOWO
  15. 15. 9/12/04 15 SUBOWO GLANDULA GASTRICA LAMINA PROPRIA
  16. 16. 9/12/04 16 GLANDULA CARDIACA VENTRICULI • LOKASI: – LAMINA PROPRIA MUCOSAE SEKELILING MUARA OESOPHAGUS – MELIPUTI DAERAH MELINGKAR SELEBAR: 1,5 - 3 cm • BENTUK: – KELENJAR TUBULER BERGELUNG • PARS SECRETORIA – SEL KELENJAR MUKOSA – TIDAK ADA SEL PIALA • SEL KELENJAR ENDOKRIN: – DI ANTARA SEL-SEL KELENJAR – MENGHASILKAN GASTRIN SUBOWO
  17. 17. 9/12/04 17 SUBOWO GLANDULA CARDIACA VENTRICULI
  18. 18. 9/12/04 18 GLANDULA FUNDICA VENTRICULI • LOKASI: – TERSUSUN PADAT PADA LAMINA PROPRIA SETEBAL 1,5 mm, SEBANYAK 15 JUTA YANG BERMUARA DALAM 3,5 JUTA FOVEOLA GASTRICA – DAERAH FUNDUS DAN CORPUS VENTRICULI • BENTUK: – TUBULER BERCABANG – BAGIAN KELENJAR: • ISTHMUS • LEHER • DASAR • JENIS SEL KELENJAR: – SEL MUKOSA LEHER – SEL UTAMA – SEL PARIETAL – SEL ENTERO-ENDOKRIN SUBOWO
  19. 19. 9/12/04 19 SUBOWO MEMBRANA MUCOSA DAERAH FUNDUS VENTRICULI DAN CORPUS VENTRICULI
  20. 20. 9/12/04 20 SUBOWO GLANDULA FUNDICA VENTRICULI FOVEOLA GASTRICA
  21. 21. 9/12/04 21 SUBOWO DASAR GLANDULA FUNDICA VENTRICULI SEL PARIETAL SEL PRINSIPAL SEL ENDOKRIN
  22. 22. 9/12/04 22 SEL MUKOSA LEHER KELENJAR • DISTRIBUSI: – TIDAK BANYAK JUMLAHNYA DI ANTARA SEL-SEL PARIETAL – DAERAH LEHER KELENJAR, DEKAT MUARA KELENJAR • BENTUK: – SILINDRIS – MEMILIKI MIKROVILI PENDEK PADA PERMUKAANNYA – INTI TERLETAK DI BAGIAN DASAR SEL • PRODUK: – MUKOSA YANG BERBEDA DENGAN PRODUK KELENJAR MUKOSA PERMUKAAN SUBOWO
  23. 23. 9/12/04 23 SUBOWO SEL MUKOSA LEHER KELENJAR
  24. 24. 9/12/04 24 SEL UTAMA KELENJAR/SEL ZYMOGEN • DISTRIBUSI: – MENEMPATI 1/3 ATAU 1/2 BAGIAN BAWAH PARS SECRETORIA • BENTUK: – SEL KUBOID – DALAM SITOPLASMA BAGIAN ATAS: BUTIR-BUTIR ZYMOGEN – INTI BULAT DI BAGIAN DASAR SEL • PRODUK: – PEPSINOGEN YANG AKAN DIUBAH MENJADI ENZIM PEPSIN • FUNGSI: – MEMECAH MOLEKUL PROTEIN MENJADI LEBIH KECIL SUBOWO
  25. 25. 9/12/04 25 SUBOWO SEL UTAMA KELENJAR/SEL ZYMOGEN
  26. 26. 9/12/04 26 SEL PARIETAL/SEL OKSINTIK KELENJAR • DISTRIBUSI: – LEBIH BANYAK DI BAGIAN ATAS PARS SECRETORIA • PENAMPILAN: – BERBENTUK PIRAMIDAL BESAR (DIAM. 25 µ m) – BAGIAN BASAL MENONJOL – TIDAK ADA BUTIR-BUTIR SEKRESI – SITOPLASMA PENUH DENGAN MITOKHONDRIA (40%) – M.E.: MEMBRAN SEL BAGIAN ATAS MASUK KE DALAM MEMBENTUK SISTEM KANALIKULI INTRASELULER (SISTEM TUBULOVESIKULER), YANG DIPENUHI DENGAN MIKROVILI PANJANG • PRODUK: – ASAM HCl – FAKTOR INTRINSIK LAMBUNG: UNTUK ABSORBSI VITAMIN B12 DI ILEUM SUBOWO
  27. 27. 9/12/04 27 SUBOWO SEL PARIETAL/SEL OKSINTIK KELENJAR
  28. 28. 9/12/04 28 SEL ENTERO-ENDOKRIN • DISTRIBUSI: – TERSEBAR DI ANTARA SEL-SEL EKSOKRIN KELENJAR • PENAMPILAN: – TERWARNA KHAS DENGAN GARAM PERAK ATAU KHROMIUM – SEL PIRAMID ATAU OVAL KELCIL – BUTIR-BUTIR SEKRESI DI DAERAH BASAL SEL • JENIS SEL: – SEL ECL: MENGANDUNG BUTIR SEKRESI BESAR (450 nm) – SEL EC: MENGANDUNG BUTIR SEKRESI KECIL (< 300 nm) – SEL G = SEL GASTRIN: BUTIR SEKRESI HETEROGEN (150 - 400 nmn) • PRODUK: – HISTAMIN OLEH SEL ECL – SEROTONIN OLEH SEL EC – GASTRIN OLEH SEL G MERANGSANG PELEPASAN ASAM SUBOWO
  29. 29. 9/12/04 29 SUBOWO SEL ENTERO-ENDOKRIN SEL GASTRIN
  30. 30. 9/12/04 30 GLANDULA PYLORICA VENTRICULI • LOKASI: – LAMINA PROPRIA DAERAH PYLORUS SELEBAR 4 - 5 cm – DI DAERAH INI FOVEOLA LEBIH DALAM – KELENJAR MASUK SEKITAR 1/2 KETEBALAN M. MUCOSA • BENTUK: – TUBULER BERCABANG SEDERHANA BERGELUNG – CABANG-CABAG SANGAT BANYAK – LUMEN LEBIH LEBAR • JENIS SEL: – SEL UTAMA • SEPERTI SEL MUKOSA LEHER • SITOPLASMA PUCAT • INTI TERDESAK KE DAERAH BASAL SEL – SEL ENTERO-ENDOKRIN • JENIS SEL GASTRIN • SEL D MENGHASILKAN SOMATOSTATIN, MENGHAMBAT HORMON LAIN SUBOWO
  31. 31. 9/12/04 31 SUBOWO GLANDULA PYLORICA VENTRICULI
  32. 32. 9/12/04 32 INTESTINUM TENUE • PANJANG: 4 - 8 m • BAGIAN-BAGIAN: – DUODENUM: RETROPERITONEAL, PANJANG: 25 cm – JEJUNUM: INTRAPERITONEAL – ILEUM: INTRAPERITONEAL • FUNGSI UMUM: – MELANJUTKAN PENCERNAAN – ABSORBSI MAKANAN • UPAYA PERLUASAN PERMUKAAN ABSORBSI: – TINGKAT SEL: • MIKROVILI PADA PERMUKAAN SEL EPITEL – TINGKAT MEMBRANA MUCOSA: • VILLI INTESTINALES – TINGKAT TELA SUBMUCOSA: • PLICA CIRCULARIS/VALVULA KERCKRINGI SUBOWO
  33. 33. 9/12/04 33 SUBOWO INTESTINUM TENUE
  34. 34. 9/12/04 34 UPAYA PERLUASAN PERMUKAAN ABSORBSI SUBOWO
  35. 35. 9/12/04 35 SUBOWO LAPISAN DINDING TERTENTU IKUT DALAM UPAYA PERLUASAN PERMUKAAN ABSORBSI PLICA CIRCULARIS KERCKRINGI VILLI INTESTINALES MICROVILLI MICROVILLI
  36. 36. 9/12/04 36 SUBOWO BATAS GASTER-INTESTINUM TENUE M. SPHINCTER PYLORICA DUODENUM
  37. 37. 9/12/04 37 PLICA CIRCULARIS KERCKRINGI • LIPATAN YANG MELUAS SAMPAI 2/3 KELILING LUMEN – LIPATAN MENETAP YANG MELIBATKAN JARINGAN SUBMUCOSA DAN MEMBRANA MUCOSA – LIPATAN TERBESAR: TINGGI 8 - 10mm, TEBAL: 4 mm. PANJANG: 5 cm • PERUBAHAN UKURAN: – UKURAN PALING BESAR: • DUODENUM: 5 cm DARI PYLORUS DAN PROXIMAL JEJUNUM – SECARA BERTAHAP BERKURANG UKURAN DAN JUMLAHNYA • SEBAGIAN JEJUNUM DAN BAGIAN PROKSIMAL ILEUM – MENGHILANG: • PADA 1/2 BAGIAN DISTAL ILEUM SUBOWO
  38. 38. 9/12/04 38 SUBOWO PLICA CIRCULARIS KERCKRINGI
  39. 39. 9/12/04 39 MEMBRANA MUCOSA INTESTINUM TENUE • LIPATAN-LIPATAN – VALVULA CIRCULARIS KERCKRINGI (TELA SUBMUCOSA) – VILLUS INTESTINALIS • VILLUS INTESTINALIS – TONJOLAN MEMBRANA MUCOSA MIRIP JARI-JARI – TINGGI: 0,5 mm - 1,5 mm – JUMLAH: 10 - 40 DALAM SETIAP 1 mm2 – PALING BANYAK PADA DUODENUM, JEJUNUM BAG. PROKS • EPITEL – SEL ABSORBTIF – SEL PIALA – SEL ENTERO-ENDOKRIN • CRYPTA LIEBERKUHN = GLANDULA INTESTINALIS – INVAGINASI TUBULER SAMPAI MENCAPAI MUSCULARIS MUCOSAE PADA DASAR VILLUS SUBOWO
  40. 40. 9/12/04 40 SUBOWO VILLUS INTESTINALIS SEL PIALA
  41. 41. 9/12/04 41 EPITEL PERMUKAAN MEMBRANA MUCOSA • JENIS SEL – SEL ABSORBTIF • BENTUK SILINDRIS, TINGGI: 20 - 26 µm • INTI OVOID DI BAGIAN BASAL SEL • HUBUNGAN SEL: JUNCTIONAL COMPLEX/ TIGHT JUNCTION • PERMUKAAN SEL: MIKROVILI 1 µm X 0,1 µm • FUNGSI: MENYERAP SARI MAKANAN MELALUI MEMBRAN SEL – SEL PIALA • TERSEBAR DI ANTARA SEL ABSORBTIF: KE ARAH ILEUM SE- MAKIN BESAR JUMLAHNYA • BENTUK SEPERTI PIALA, SITOPLASMA DAN INTI TERDESAK KE BASAL OLEH TETES-TETES MUSIGEN • FUNGSI: MENGHASILKAN MUSIN – SEL ENTERO-ENDOKRIN • SEL A, MIRIP SEL ALFA DARI PANKREAS; MENGHASILKAN GLUKAGON • SEL L, BUTIR-BUTIR BESAR: 200 nm: SEKRESI: SEKRETIN • SEL I, DUODENUM: SEKRESI: CHOLESYSTOKININ SUBOWO
  42. 42. 9/12/04 42 CRYPTA LIEBERKUHN • EPITEL: – LANJUTAN EPITEL VILLUS INTESTINALIS – SEL: • 1/2 BAGIAN ATAS: – SEL-SEL ABSORBTIF DAN SEL PIALA • 1/2 BAGIAN BAWAH: – SEL-SEL BELUM TERDIFERENSIASI, BANYAK MITOSIS • BAGIAN DASAR: – KELOMPOK SEL PANETH BERBENTUK PIRAMIDAL – INTI BULAT BERADA DI BAGIAN BASAL – SITOPLASMA BAGIAN PUNCAK: BUTIR-BUTIR KASAR – FINGSI: BELUM DIKETAHUI • LAMINA PROPRIA: – JARINGAN PENGIKAT LONGGAR YANG MEMISAHKAN CRYPTA YANG BERDEKATAN – JARINGAN PENGISI VILLUS INTESTINALIS, MENGANDUNG OTOT POLOS DARI MUSCULARIS MUCOSAE – MENGANDUNG JARINGAN LIMFOID SUBOWO
  43. 43. 9/12/04 43 SUBOWO CRYPTA LIEBERKUHN SEL PANETH SEL PIALA
  44. 44. 9/12/04 44 JARINGAN LIMFOID BAGIAN SISTEM IMUN • INTESTINUM TENUE – DIFUS DI SELURUH LAMINA PROPRIA – NODULUS LYMPHATICUS SOLITER : DIAMETER 0,4- 0,3 mm • KHUSUS DI ILEUM: – BERCAK PEYER = NODULUS AGGREGATUS – UKURAN DIAMETER PANJANG : 12 - 20 mm; PENDEK: 8 - 12 mm – INFILTRASI SEL LIMFOID MENCAPAI TELA SUBMUCOSA – DI DAERAH TERDAPATNYA BERCAK PEYER, VILLI INTESTINA- LES TIDAK BERKEMBANG SUBOWO
  45. 45. 9/12/04 45 SUBOWO JARINGAN LIMFOID BERCAK PEYER = NODULUS AGGREGATUS NODULUS LYMPHATICUS SOLITER
  46. 46. 9/12/04 46 TELA SUBMUCOSA • JARINGAN PENGIKAT AGAK PADAT – BANYAK SERABUT ELASTIS – KADANG-KADANG MENGANDUNG SEL LEMAK – PLEXUS NERVOSUS SUBMUCOSUS MEISSNERI • DAERAH DUODENUM: – TERDAPAT GLANDULA DUODENALIS BRUNNER • PARS SECRETORIA: TUBULER BERCABANG BERGELUNG • TERSUSUN DALAM LOBULUS DENGAN DIAMETER: 0,5 - 1,0 mm • SEKRET: – LENDIR JERNIH – HORMON UROGASTRON • FUNGSI: – MENGHAMBAT SEKRESI ASAM LAMBUNG – MEMELIHARA SEL-SEL EPITEL DENGAN PROLIFERASI SEL • DUCTUS EXCRETORIUS: – MENEMBUS MUSCULARIS MUCOSAE BERMUARA DALAM LUMEN USUS SUBOWO
  47. 47. 9/12/04 47 SUBOWO POTONGAN MEMANJANG DUODENUM POTONGAN MEMANJANG DUODENUM
  48. 48. 9/12/04 48 SUBOWO GLANDULA DUODENALIS BRUNNER
  49. 49. 9/12/04 49 TUNICA MUSCULARIS • STRUKTUR – STRATUM CIRCULARE • LAPISAN BERKAS OTOT POLOS SEBELAH DALAM • UJUNG ILEUM: MEMBENTUK M. SPHINCTER ILEOCOECALIS – BERFUNGSI SEBAGAI KATUP MENCEGAH KEMBALINYA ISI – STRATUM LONGITUDINALE • LAPISAN BERKAS OTOT POLOS SEBELAH LUAR – DI ANTARANYA TERDAPAT: • PLEXUS NERVOSUS MYENTERICUS • FUNGSI: – GERAKAN PERISTALTIK USUS SUBOWO
  50. 50. 9/12/04 50 SUBOWO PLEXUS NERVOSUS MYENTERICUS STRATUM CIRCULARE STRATUM LONGITUDINALE
  51. 51. 9/12/04 51 TUNICA SEROSA • SEBAGAI LANJUTAN DARI PERITONEUM VISCERALE • KOMPONEN: – JARINGAN PENGIKAT LONGGAR TIPIS – DILAPISI OLEH MESOTEL • INTESTINUM YANG TERLETAK INTRAPERITONEAL: – DILAPISI PENUH • INTESTINUM YANG TERLETAK RETROPERITONEAL: – LAPISAN BAGIAN DEPAN – BAGIAN BELAKANG: SEBAGAI TUNICA ADVENTITIA, JARINGAN PENGIKAT TANPA MESOTEL SUBOWO
  52. 52. 9/12/04 52 HUBUNGAN PERITONEUM DAN INTESTINUM SUBOWO
  53. 53. 9/12/04 53 INTESTINUM CRASSUM • CAKUPAN: – COECUM • APPENDIX VERMICULARIS: INTRAPERITONEAL – COLON: • COLON ASCENDENS: RETROPERITONEAL • COLON TRANSVERSUM:: INTRAPERITONEAL • COLON DESCENDENS: RETROPERITONEAL • COLON SIGMOIDEUM:: INTRAPERITONEAL – RECTUM: DALAM CAVUM PELVIS – ANUS • DINDING: – MEMBRANA MUCOSA – TELA SUBMUCOSA – TUNICA MUSCULARIS – TUNICA ADVENTITIA/TUNICA SEROSA SUBOWO
  54. 54. 9/12/04 54 SUBOWO INTESTINUM CRASSUM
  55. 55. 9/12/04 55 COECUM ET COLON • BAGIAN-BAGIAN – COECUM – COLON ASCENDENS – COLON TRANSVERSUM – COLON DESCENDENS – COLON SIGMOIDEUM • TAMPILAN – DARI LUAR • DIBAGI DALAM PENGGAL-PENGGAL YANG MENGGEM- BUNG DISEBUT HAUSTRA • TERDAPAT TIGA JALUR: TAENIA COLI – DARI DALAM • PERMUKAAN MEMBRANA MUCOSA LICIN TANPA LIPATAN-LIPATAN SUBOWO
  56. 56. 9/12/04 56 SUBOWO LAPISAN DINDING INTESTINUM CRASSUM SA
  57. 57. 9/12/04 57 SUBOWO MIKROSKOPIK COECUM ET COLON • MEMBRANA MUCOSA: – PERMUKAAN DALAM LICIN – TIDAK MEMBENTUK PLICA CIRCULARIS DAN VILLUS INTESTINALIS – EPITEL : SEL ABSORBTIF – LAMINA PROPRIA: • TIDAK ADA KEKHASAN, MENGANDUNG JAR. LIMFOID – CRYPTA LIEBERKUHN: • TUBULER LURUS , > PANJANG DARIPADA INT. TENUE (0,5 mm) • TERUTAMA SEL-SEL ABSORBTIF • SEL PIALA SANGAT BANYAK • TIDAK ADA SEL PANETH • SEL ENTERO-ENDOKRIN DALAM JUMLAH LEBIH SEDIKIT – MUSCULARIS MUCOSAE: STRAT. CIRCULARE&LONGIT • TELA SUBMUCOSA: TIDAK ADA HAL YANG KHAS • TUNICA MUSCULARIS: – STRATUM CIRCULARE – STRATUM LONGITUDINALE: MEMBENTUK 3 TAENIA
  58. 58. 9/12/04 58 MIKROSKOPIK DINDING INTESTINUM CRASSUM SUBOWO
  59. 59. 9/12/04 59 APPENDIX VERMICULARIS • PENAMPILAN: – BERPANGKAL PADA COECUM, – SEBAGAI CACING DENGAN UKURAN 2 - 8 cm • MIKROSKOPIS: – LAPISAN DINDING YANG SAMA DENGAN BAGIAN LAIN – LUMEN KECIL BENTUK BERSUDUT – CRYPTA LIEBERKUHN: • DENGAN ARAH RADIER SECARA IREGULER • PANJANG TIDAK SAMA • SEDIKIT SEL PIALA • SEL EPITEL SILINDRIS SELAPIS DENGAN MIKROVILI – JARINGAN LIMFOID • MENCOLOK, MEMENUHI SELURUH LAMINA PROPRIA – MUSCULARIS MUCOSAE: • KURANG BERKEMBANG – TELA SUBMUCOSA: • JARINGAN PENGIKAT TEBAL, ANYAMAN PEMBULUH DARAH SUBOWO
  60. 60. 9/12/04 60 SUBOWO APPENDIX VERMICULARIS MESO-APPENDIX NODULUS LYMPHATICUS
  61. 61. 9/12/04 61 RECTUM • PANJANG: 12 cm • BAGIAN-BAGIAN: – AMPULLA RECTI • BENTUK: MEMBESAR • MEMBRANA MUCOSA: – BAGIAN ATAS TERDAPAT 3 LIPATAN MUKOSA TRANSVERSAL – STRUKTUR: SAMA DENGAN PADA COLON – CRYPTA LIEBERKUHN LEBIH PANJANG: 0,7 mm – CANALIS ANI (PANJANG 4 cm) • DIAMETER MENGECIL • MEMBRANA MUCOSA: – MELIPAT LONGITUDINAL – COLUMNA RECTALIS MORGAGNI – CYPTA LIEBERKUHN MEMENDEK DAN MENGHILANG SEBELUM ANUS – EPITEL SILINDRIS SELAPIS BERUBAH MENJADI EPITEL GEPENG BERLAPIS SUBOWO
  62. 62. 9/12/04 62 SUBOWO RECTUM AMPULL RECTI CANALIS ANI
  63. 63. 9/12/04 63 SUBOWO DINDING RECTUM
  64. 64. 9/12/04 64 ANUS • EPITEL: – EPITEL SILINDRIS SELAPIS BERUBAH MENJADI EPITEL GEPENG BERLAPIS – EPITEL BERUBAH MENJADI EPIDERMIS KULIT: • SETINGGI M. SPHINCTER ANI EXTERNA (OTOT SERAN LINTANG) • GLANDULA SEBACEA • GLANDULA CIRCUMANALIS (APOKRIN) • LAMINA PROPRIA: – MENGANDUNG PLEXUS VENOSUS BESAR – VENA MEMBESAR MENJADI HEMOROID • TUNICA MUSCULARE – STRATUM CIRCULARE BERAKHIR MENJADI • M. SPHINCTER ANI INTERNA SUBOWO
  65. 65. 9/12/04 65 SUBOWO PERBATASAN RECTUM-ANUS GLANDULA CIRCUMANALE

×