Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Die SlideShare-Präsentation wird heruntergeladen. ×

Pengolahan Data Spasial.pdf

Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Anzeige
Wird geladen in …3
×

Hier ansehen

1 von 38 Anzeige
Anzeige

Weitere Verwandte Inhalte

Aktuellste (20)

Anzeige

Pengolahan Data Spasial.pdf

  1. 1. SISTEM PENGELOLAAN DATA Andi Syahputra S.Hut., M.Sc Mata Kuliah : Pengantar Data Spasial Institut Teknologi Sumatera
  2. 2. 2 Data and Information
  3. 3. DATA ➢ keterangan yang benar dan nyata atau yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis atau kesimpulan). ➢ Data dapat berupa data kualitatif (data yang tidak berbentuk angka) maupun kuantitatif (data yang berbentuk angka).
  4. 4. INFORMASI ➢ Suatu keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita tentang sesuatu. ➢ Dapat diperoleh dari hasil sintesis atau analisis dari suatu data. DATA Pengolahan, konversi dll INFORMASI •Jumlah penduduk •Tk Pendidikan •Income per kpt •Batas desa •Panj jalan Analisis spasial (pemodelan prediktif & simulasi) •Pertumbuhan penduduk •Perubahan pengunaan lahan •Peluang pertumbuhan ekonomi •Peluang pengembangan wilayah •Kerawanan degradasi lahan/hutan Decision maker
  5. 5. KARAKTERISTIK INFORMASI 1. Informasi formal: UU, PP, SK, lamaran, invoice (tagihan), faktur, bon, LHC, LHP, SAKO (surat angkutan kayu olahan), DKO dll. 2. Informasi non-formal: pendapat, asumsi, gagasan, kabar dsb.
  6. 6. Contoh: data titik Data Grafis Data Atribut
  7. 7. Contoh: data garis Data Grafis Data Atribut
  8. 8. Contoh: data area Data Grafis Data Atribut
  9. 9. ATRIBUT INFORMASI 1. Akurat (accurate): tingkat kesalahan 2. Presisi (precise): tingkat kedetilan 3. Tepat waktu (timely) 4. Jelas (tidak meragukan) 5. Dibutuhkan (reliable) 6. Quantifiable (dapat dibuat numerik) 7. Verifiable (laik uji) 8. Accessible (mudah dan cepat) 9. Non-bias (derajat perubahan secara sengaja) 10. Lengkap (comphrenhensive)
  10. 10. DATA KE INFORMASI 1. Capturing : perekaman data (DIJITASI/SCANNING) 2. Verifying: validasi data (apakah data telah direkam secara benar) – KOREKSI GEOMETRIK/REGISTRASI 3. Classifying: pengelompokkan data ke dalam kategori tertentu. (MANIPULASI) 4. Arranging (sorting) (menempatkan elemen data sesuai urutan tertentu) 5. Summarizing (akumulasi data secara matematis dan mereduksi data secara logis)
  11. 11. DATA KE INFORMASI 5. Calculating (manipulasi data secara aritmetik dan lojik) 6. Storing (Penyimpanan data) 7. Retrieving (akses ke elemen2 data dari media peyimpanan 8. Reproducing (REPORTING/duplikasi data) 9. Communicating (Disseminating) mentransfer data dari suatu tempat ke tempat lain
  12. 12. 12 Data acquisition and accuracy
  13. 13. Prosedur Input data (1) Image hasil scanning JPEG, TIFF, dll Koreksi geometrik/ georeferencing (pemberian koordinat) Peta, GPS Digitizing Tracing dilakukan per-layer ON-SCREEN DIGITIZING
  14. 14. Prosedur Input Data (2) Shape Id Name Line Line Line Line 4 3 2 1 A B C D Data hasil digitizing Pembangunan topologi Editing features Pemberian atribut TOPOLOGY : relationships among points, lines, and polygons, include adjacencies, connectivity, and containment. vertex node
  15. 15. 15 Cara Perolehan Data/Informasi Geografi 1. Survei lapangan: pengukuran fisik (land marks), pengambilan sampel (polusi air), pengumpulan data non-fisik (data sosial, politik, ekonomi dan budaya). 2. Sensus: dengan pendekatan kuesioner, wawancara dan pengamatan; pengumpulan data secara nasional dan periodik (sensus jumlah penduduk, sensus kepemilikan tanah). 3. Statistik: merupakan metode pengumpulan data periodik/per-interval-waktu pada stasiun pengamatan dan analisis data geografi tersebut, contoh: data curah hujan.
  16. 16. 16 Cara Perolehan Data/Informasi Geografi 4. Tracking: merupakan cara pengumpulan data dalam periode tertentu untuk tujuan pemantauan atau pengamatan perubahan, contoh: kebakaran hutan, gunung meletus, debit air sungai. 5. Penginderaan jarak jauh (inderaja): merupakan ilmu dan seni untuk mendapatkan informasi suatu obyek, wilayah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dari sensor pengamat tanpa harus kontak langsung dengan obyek, wilayah atau fenomena yang diamati (Lillesand & Kiefer, 1994).
  17. 17. PRESISI DAN AKURASI ➢ Presisi: terkait dengan derajat ketelitian pengukuran, yg dapat dinyatakan dg desimal pengukuran. ⚫ > 2.24356 Ha cukup presisi ⚫ > 2.2 Ha relatif tidak presisi SAAT DIJITASI LINE – JARAK ANTAR VERTEX 6 VERTEX 10 VERTEX – LEBIH TELITI
  18. 18. PRESISI DAN AKURASI ➢ Presisi juga = konsistensi relatif dari suatu set pengukuran (variasinya kecil) X Y 2.5 3.0 2.4 2.9 2.4 3.0 2.5 2.9 X Y 2.5 3.5 2.4 2.8 2.4 3.5 2.5 2.9 Lebih presisi ➢ DIJITASI TITIK
  19. 19. AKURASI ➢ Akurasi= kemampuan dari hasil pengukuran untuk menggambarkan lokasi yang tepat dari suatu fitur permukaan bumi ➢ Sering dinyatakan dalam ambang (threshold) dari suatu nilai. ➢ Contoh: seberapa dekat hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya? Misalnya jarak pengukuran + 5 m. Sudut ukur + 1 derajat X Y 2.5 3.0 2.4 2.9 2.4 3.0 2.5 2.9 X Y 0.5 1.0 -0.4 -0.5 -0.4 1.0 0.5 -0.5 akurat Kurang akurat True value
  20. 20. AKURASI HASIL DIJITASI AKURAT TETAPI TIDAK TELITI TIDAK AKURAT & TIDAK TELITI TELITI TETAPI TIDAK AKURAT TELITI DAN AKURAT
  21. 21. Hasil Pengukuran ➢ Harus presisi dan akurat Presisi dan akurat Presisi tapi kurang akurat Tidak presisi dan kurang akurat Kurang presisi tapi akurat
  22. 22. 22 Data Integration
  23. 23. 23 Karakteristik SIG 1. Merupakan suatu sistem hasil pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak untuk tujuan pemetaan, sehingga fakta wilayah dapat disajikan dalam satu sistem berbasis komputer. 2. Melibatkan ahli geografi, informatika dan komputer, serta aplikasi terkait. 3. Masalah dalam pengembangan meliputi: cakupan, kualitas dan standar data, struktur, model dan visualisasi data, koordinasi kelembagaan dan etika, pendidikan, expert system dan decision support system serta penerapannya 4. Perbedaannya dengan Sistem Informasi lainnya: data dikaitkan dengan letak geografis, dan terdiri dari data tekstual maupun grafik…..5…
  24. 24. 24 Karakteristik SIG 5. Bukan hanya sekedar merupakan pengubahan peta konvensional (tradisional) ke bentuk peta dijital untuk kemudian disajikan (dicetak/diperbanyak) kembali 6. Mampu mengumpulkan, menyimpan, mentransformasikan, menampilkan, memanipulasi, memadukan dan menganalisis data spasial dari fenomena geografis suatu wilayah. 7. Mampu menyimpan data dasar yang dibutuhkan untuk penyelesaian suatu masalah. Contoh : penyelesaian masalah perubahan iklim memerlukan informasi dasar seperti curah hujan, suhu, angin, kondisi awan. Data dasar biasanya dikumpulkan secara berkala dalam jangka yang cukup panjang.
  25. 25. Sub-sistem ➢ Simbol yang sama menggambarkan keterkaitan yg unik diantara suatu komponen dengan komponen lainnya. ➢ Contoh sub-sistem GIS: 1. Pengumpulan data (data capture/data input) 2. Pengelolaan data (data management/data storage & retrieval) 3. Analisis dan manipulasi data (data manipulation and analysis) 4. Keluaran data (data output/reporting)
  26. 26. SUB-SISTEM SIG 1. Data input/data capture: ➢ Berfungsi untuk mengumpulkan, merekam data spasial dan atributnya ➢ Mentransformasi format data ke format yang diperlukan oleh SIG 2. Data management (storage & retrieval): ➢ Mengorganisasikan data spasial dan atributnya ke dalam basis data ➢ Menyimpan dan memanggil dan mengedit
  27. 27. SUB-SISTEM SIG 3. Data manipulation & analysis: ➢ Menentukan informasi yang diinginkan ➢ Memanipulasi dan melakukan pemodelan sehingga menghasilkan informasi yang diharapkan. 4. Data output/reporting: ➢ Menampilkan atau menghasilkan informasi yang diharapkan baik dalam bentuk file elektronik maupun hardcopy (tabel, peta, grafik dllnya)
  28. 28. INTEGRASI DATA
  29. 29. 29 PEMODELAN DATA
  30. 30. DELINIASI DAS
  31. 31. 31 Pendekatan Analisis dalam GIS 1. Spatial Analysis (analisis keruangan): faktor- faktor dan pola penyebaran serta pengendalian pola untuk tujuan efisiensi dan keseimbangan 2. Ecological Analysis (analisis ekologis): interpretasi hubungan atau interaksi antara manusia dan variabel lingkungan 3. Regional Complex Analysis (analisis komplek wilayah): kombinasi dari pendekatan analisis diatas
  32. 32. 32 Pemetaan dalam GIS ➢ Penyajian Informasi Kenampakan Bumi ⚫ Adanya kebutuhan untuk perencanaan dan pemanfaatan potensi permukaan bumi ➢ Perlu adanya proses pemetaan. ➢ Peta memuat atau mengandung data yang mengacu ke bumi baik posisi (lintang bujur) maupun informasi yang terkandung atau berkaitan dengan posisi tersebut ⚫ Peta secara manual (kertas, kulit hewan) ⚫ Teknologi komputer (computer mapping)
  33. 33. 33 Jenis Peta ➢ Peta multiguna ⚫ Menggambarkan topografi suatu daerah (kondisi fisik: gunung, danau, kota, dlsb.) dan batas-batas administrasi suatu wilayah (kelurahan, propinsi, negara) ➢ Peta tematik ⚫ Menampilkan distribusi keruangan dari kenampakan seperti vegetasi, tanah, geomorfologi, geologi dan sumber daya alam ➢ Peta sosial ekonomi ⚫ Peta kependudukan, desa tertinggal, peninggalan sejarah, dll. ➢ Teknologi komputer merupakan alternatif untuk menyajikan peta secara lebih tepat dan cepat (computer mapping) ⚫ Mampu menangani basis data ⚫ Mampu menampilkan gambar dan grafik 2- dan 3-dimensi
  34. 34. Contoh: data dasar (FU)
  35. 35. Contoh: digitasi jalan utama & sungai
  36. 36. Contoh: digitasi bidang tanah
  37. 37. Contoh: hasil akhir
  38. 38. TERIMA KASIH andi.syahputra@staff.itera.ac.id +62 85358884932

×