Kultum 8.docx

A
َ َ
‫ش‬ َ‫ع‬ ُ
‫س‬ ِ‫اد‬ َّ
‫الس‬
ُ
‫ث‬ْ‫ي‬ ِ
‫د‬ َ
‫الح‬
ُ ‫ه‬
‫اَّلل‬
‫ه‬
‫َّل‬ َ
‫ص‬ ِّ
‫ي‬ ِ
‫ب‬
َّ
‫لن‬ِ‫ل‬ َ‫ال‬
َ
‫ق‬
‫ا‬
‫ًل‬ ُ
‫ج‬ َ
‫ر‬
َّ
‫ن‬
َ
‫أ‬
ُ
‫ه‬
ْ
‫ن‬ َ‫ع‬ ُ ‫ه‬
‫اَّلل‬ َ
‫ي‬ ِ
‫ض‬ َ
‫ر‬
َ
‫ة‬َ
‫ر‬ْ‫ي‬ َ
‫ر‬
ُ
‫ه‬ ‫ي‬ ِ
‫ب‬
َ
‫أ‬ ْ
‫ن‬ َ‫ع‬
ْ
‫ب‬
َ
‫ض‬
ْ
‫غ‬
َ
‫ت‬
َ
‫َل‬ َ‫ال‬
َ
‫ق‬ ‫ا‬ً
‫ار‬َ
‫ر‬ ِ
‫م‬
َ
‫د‬
َّ
‫د‬َ
‫ر‬
َ
‫ف‬ ْ
‫ب‬
َ
‫ض‬
ْ
‫غ‬
َ
‫ت‬
َ
‫َل‬ َ‫ال‬
َ
‫ق‬ ‫ي‬ ِ
‫ب‬ ِ
‫ص‬ ْ
‫و‬
َ
‫أ‬ َ
‫م‬
‫ه‬
‫ل‬ َ
‫س‬ َ
‫و‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬
َ
‫ل‬ َ‫ع‬
‫ي‬ِ
‫ار‬
َ
‫خ‬ُ‫الب‬ ُ‫اه‬ َ
‫و‬ َ
‫ر‬
Hadits Ke-16
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, seorang lelaki
berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah aku
wasiat.” Beliau menjawab, “Janganlah engkau marah.” Lelaki itu
mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah.” (HR.
Bukhari) [HR. Bukhari, no. 6116]
Penjelasan Hadits
1. Rindu kepada Surga
Sabda Rasulullah “la taghdlob” umumnya didahului dengan
pertanyaan atau permintaan para sahabat yang ingin masuk surga.
َ‫ة‬‫ه‬‫ن‬َ‫ج‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ي‬ِ‫ن‬ُ‫ل‬ ِ‫ْخ‬‫د‬ُ‫ي‬ ٍ‫ل‬َ‫م‬َ‫ع‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ي‬ِ‫ن‬‫ه‬‫ل‬ُ‫د‬ ،ِ ‫ه‬
‫َّللا‬ َ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬
“Wahai Rasulullah, tunjukilah aku suatu amal yang memasukkan
aku ke surga.”
Pada hadits 16 Arbain Nawawi ini, sahabat minta nasihat. Aushinii
(‫)أوصني‬ yang artinya, nasihatilah aku. Seorang muslim itu suka minta
nasihat. Nasihat yang bermanfaat di dunia dan akhirat. Nasihat yang
memasukkan ke dalam surga.
Demikian pula akan kita dapati banyak dialog shahabat dengan
Rasulullah dalam hadits-hadits lainnya yang menunjukkan betapa
para shahabat sangat merindukan surga.
Kerinduan kepada surga ini kemudian membuat para sahabat Nabi
selalu berorientasi mendapatkannya. Dengan menanyakan kepada
Rasulullah amal-amal yang bisa memasukkan ke surga lalu dengan
bersegera mereka mengamalkannya.
Semoga kita juga memiliki kerinduan yang sama. Sebab dunia ini
sementara. Hidup di dunia ini sebentar saja. Sedangkan akhirat yang
kekal abadi selamanya, di sana hanya ada dua tempat kembali; surga
dan neraka.
2. Akhlak Seorang Muslim
Hadits ini menunjukkan akhlak mendasar seorang muslim.
Pengelolaan emosi yang baik akan menjaga dirinya dari banyak
keburukan dan mendatangkan banyak kebaikan. Dan itu terangkum
dalam sabda Rasulullah, “Jangan marah.”
Abu Muhammad Abdullah Ibnu Zaid, seorang ulama besar madzhab
Maliki di Maroko mengatakan, “Siklus kebaikan terletak pada empat
hadits. Pertama, Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir
hendaklah berkata yang baik atau diam. Kedua, Di antara tanda
sempurnanya iman seseorang adalah meninggalkan perkara yang
tidak mendatangkan manfaat bagi baginya. Ketiga, Jangan marah.
Keempat, Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai
saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.”
Sabar dan menahan marah juga merupakan karakter orang yang
bertaqwa. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
ُ‫ات‬َ‫و‬َ‫م‬‫ه‬‫س‬‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُ‫ض‬ْ‫َر‬‫ع‬ ٍ‫ة‬‫ه‬‫ن‬َ‫ج‬َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ِِّ‫ب‬َ‫ر‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ٍ‫ة‬َ‫ر‬ِ‫ف‬ْ‫غ‬َ‫م‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫ُوا‬‫ع‬ ِ
‫ار‬َ‫س‬ َ‫و‬
ِ‫اء‬‫ه‬‫ر‬‫ه‬‫س‬‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫ون‬ُ‫ق‬ِ‫ف‬ْ‫ن‬ُ‫ي‬ َ‫ِين‬‫ذ‬‫ه‬‫ل‬‫ا‬ . َ‫ين‬ِ‫ق‬‫ه‬‫ت‬ُ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ل‬ ْ‫هت‬‫د‬ِ‫ع‬ُ‫أ‬ ُ‫ض‬ْ‫ر‬َ ْ
‫اْل‬َ‫و‬
َ‫و‬ ِ‫اء‬‫ه‬‫ر‬‫ه‬‫ض‬‫ال‬َ‫و‬
ُ ‫ه‬
‫َّللا‬َ‫و‬ ِ
‫اس‬‫ه‬‫ن‬‫ال‬ ِ‫َن‬‫ع‬ َ‫ين‬ِ‫ف‬‫ا‬َ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ َ‫ظ‬ْ‫ي‬َ‫غ‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫ين‬ِ‫م‬ِ‫َاظ‬‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬
َ‫ين‬ِ‫ن‬ِ‫س‬ْ‫ح‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُّ‫ب‬ ِ‫ح‬ُ‫ي‬
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada
surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk
orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan
(hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang
yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah
menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali Imran: 133-
134)
3. Marah Menghimpun Seluruh Keburukan
Dalam hadits ini, Rasulullah mengulang-ulang sabda “jangan marah.”
Menunjukkan betapa pentingnya larangan marah. Di antaranya
karena marah adalah seluruh keburukan.
Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, laki-laki yang
mendapat nasihat “jangan marah” itu akhirnya mengerti bahwa
kemarahan menghimpun seluruh keburukan.
ِِّ‫ى‬ِ‫ب‬‫ه‬‫ن‬‫ال‬ ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ح‬ْ‫ص‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ٍ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫ر‬ ْ‫َن‬‫ع‬ ِ‫ن‬َ‫م‬ْ‫ح‬‫ه‬‫الر‬ ِ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ِ‫ن‬ْ‫ب‬ ِ‫د‬ْ‫ي‬َ‫م‬ُ‫ح‬ ْ‫َن‬‫ع‬
-
‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬
-
ِ ‫ه‬
‫َّللا‬ َ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬ ٌ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫ر‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬
‫ى‬ِ‫ن‬ ِ
‫ص‬ ْ‫و‬َ‫أ‬
.
َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬
«
ْ‫ب‬َ‫ض‬ْ‫غ‬َ‫ت‬ َ‫ال‬
.»
ُ‫ج‬‫ه‬‫الر‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬
َ‫ين‬ ِ‫ح‬ ُ‫ت‬ْ‫هر‬‫ك‬َ‫ف‬َ‫ف‬ ُ‫ل‬
ُّ‫ى‬ِ‫ب‬‫ه‬‫ن‬‫ال‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬
-
‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬
-
ُ‫ب‬َ‫ض‬َ‫غ‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬َ‫ف‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ‫ا‬َ‫م‬
ُ‫ه‬‫ه‬‫ل‬ُ‫ك‬ ‫ه‬‫هر‬‫ش‬‫ال‬ ُ‫ع‬َ‫م‬ْ‫ج‬َ‫ي‬
Dari Humaid bin Abdurrahman, dari seorang laki-laki shahabat Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam, ia mengatakan, ada seorang laki-laki
berkata, “Wahai Rasulullah, berilah aku nasihat.” Rasulullah
bersabda, “Jangan marah.” Laki-laki itu kemudian mengatakan,
“Maka aku memikirkan apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
sabdakan dan mengerti bahwa kemarahan menghimpun seluruh
keburukan.” (HR. Ahmad)
Betapa banyaknya keburukan yang terjadi akibat seseorang tidak bisa
menahan marah. Kata-kata yang tidak terkontrol hingga tindakan di
luar kendali dan keputusan tanpa pikir panjang yang akhirnya disesali.
Saat marah, suami dan istri mengeluarkan kata-kata yang tidak
terkontrol hingga membuat rumah tangga berantakan. Bahkan kadang
berujung kata cerai dan perpisahan. Bukan hanya mereka berdua yang
rugi, anak-anak juga menderita menjadi korban.
Ketika marah, orangtua bisa berbuat di luar kendali. Selain kata-kata
yang membuat anak takut, terkadang ayah yang marah main tangan
kepada anak. Buah hati yang mestinya disayangi justru disakiti. Anak
yang mestinya mendapat kasih sayang justru menjadi sasaran
kekerasan. Anak pun tumbuh dengan luka inner child dan mengalami
amputasi kecerdasan.
Apalagi pemimpin yang suka marah. Keputusannya yang tanpa pikir
panjang saat marah akan berakibat buruk kepada orang-orang yang
dipimpinnya bahkan kepada pihak ketiga yang menjadi stake holder
kepemimpinannya. Semakin tinggi level kepemimpinan, semakin
luas dampak buruk akibat kemarahannya.
Pemimpin perusahaan yang marah lalu mengambil keputusan tanpa
pikir panjang, ia bisa merusak perusahaan yang ia pimpin. Kepala
daerah yang mengambil keputusan dalam kondisi marah, ia bisa
merusak masa depan daerahnya. Apalagi kepala negara. Bukankah
tidak sedikit perang antar negara yang tercipta akibat kemarahan?
4. Sabar Menghimpun Seluruh Kebaikan
Kemarahan menghimpun seluruh keburukan. Kebalikannya, sabar
menghimpun seluruh kebaikan.
Seseorang yang sabar dan tidak marah, ia akan mendapatkan
kebahagiaan dan ketenangan. Maka kata-katanya pun terkontrol,
tindakannya terkendali, keputusannya juga matang.
Orang yang sabar dan menjauhi kemarahan, ia akan dicintai Allah
kemudian dicintai sesama manusia.
ِ ‫ه‬
‫َّللا‬ َ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َ‫ل‬َ‫أ‬َ‫س‬ ُ‫ه‬‫ه‬‫ن‬َ‫أ‬ ‫و‬ ٍ
‫ر‬ْ‫م‬َ‫ع‬ ِ‫ن‬ْ‫ب‬ ِ ‫ه‬
‫َّللا‬ ِ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ْ‫َن‬‫ع‬
-
‫هللا‬ ‫صلى‬
‫وسلم‬ ‫عليه‬
-
َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ‫ه‬‫ل‬َ‫ج‬َ‫و‬ ‫ه‬‫َز‬‫ع‬ ِ ‫ه‬
‫َّللا‬ ِ‫ب‬ ِ
‫ض‬َ‫غ‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ى‬ِ‫ن‬ُ‫د‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ب‬ُ‫ي‬ ‫ا‬َ‫ذ‬‫ا‬َ‫م‬
ْ‫ب‬َ‫ض‬ْ‫غ‬َ‫ت‬ َ‫ال‬
Dari Abdullah bin Amr, ia berkata kepada Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam, “Apa yang bisa menjauhkanku dari kemurkaan
Allah Azza wa Jalla?” Rasulullah bersabda, “Jangan marah.” (HR.
Ahmad)
Sabar dan tidak marah juga merupakan kekuatan yang sesungguhnya.
Sebagaimana sabda Rasulullah:
‫ِي‬‫د‬‫ه‬‫ش‬‫ال‬ ‫ا‬َ‫م‬‫ه‬‫ن‬ِ‫إ‬ ، ِ‫ة‬َ‫ع‬َ‫ر‬ُّ‫ص‬‫ال‬ِ‫ب‬ ُ‫د‬‫ِي‬‫د‬‫ه‬‫ش‬‫ال‬ َ
‫س‬ْ‫ي‬َ‫ل‬
ُ‫ه‬َ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ ُ‫ك‬ِ‫ل‬ْ‫م‬َ‫ي‬ ‫ِى‬‫ذ‬‫ه‬‫ل‬‫ا‬ ُ‫د‬
ِ‫ب‬َ‫ض‬َ‫غ‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫د‬ْ‫ن‬ِ‫ع‬
Orang yang kuat bukanlah orang yang pandai bergulat.
Sesungguhnya orang yang kuat adalah orang yang bisa menguasai
dirinya ketika marah. (HR. Ahmad)
5. Mengendalikan Marah Kunci Masuk Surga
Rasulullah mengulang-ulang nasihat “jangan marah” menunjukkan
pentingnya sabar dan mengelola emosi dengan baik. Yang paling
membahagiakan adalah hadits “jangan marah” yang diriwayatkan
Abu Darda’. Sebab sabar dan tidak marah merupakan kunci surga.
‫ا‬َ‫ق‬ ،ِ‫َاء‬‫د‬ْ‫هر‬‫د‬‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ب‬َ‫أ‬ ْ‫َن‬‫ع‬
‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ي‬ِ‫ن‬‫ه‬‫ل‬ُ‫د‬ ،ِ ‫ه‬
‫َّللا‬ َ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬ :ُ‫ت‬ْ‫ل‬ُ‫ق‬ :َ‫ل‬
ُ‫ة‬‫ه‬‫ن‬َ‫ج‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫ك‬َ‫ل‬َ‫و‬ ، ْ‫ب‬َ‫ض‬ْ‫غ‬َ‫ت‬ ‫ال‬ :َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ،َ‫ة‬‫ه‬‫ن‬َ‫ج‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ي‬ِ‫ن‬ُ‫ل‬ ِ‫ْخ‬‫د‬ُ‫ي‬ ٍ‫ل‬َ‫م‬َ‫ع‬
Abu Darda’ berkata, aku bertanya: “Wahai Rasulullah, tunjukilah
aku suatu amal yang memasukkan aku ke surga.” Rasulullah
menjawab, “Jangan marah, bagimu surga.” (HR. Thabrani)
“Empat hal yang siapapun bisa melakukannya, niscaya Allah akan
menjaganya dari setan dan dijauhkan dari neraka,” kata Hasan Al
Bashri. “Yaitu orang yang mampu menguasai dirinya ketika
menginginkan sesuatu, merasa takut, ketika syahwatnya bergejolak
dan ketika marah.”
Keistimewaan lainnya bagi orang-orang yang sabar dan tidak marah,
terutama saat ia bisa membalas, Allah menyediakan hadiah istimewa
baginya di surga. Yakni bidadari spesial.
‫ا‬ً‫ظ‬ْ‫ي‬َ‫غ‬ َ‫م‬َ‫ظ‬َ‫ك‬ ْ‫ن‬َ‫م‬
–
ِ‫د‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫و‬ُ‫ه‬َ‫و‬
ُ‫ه‬َ‫ذ‬ِ‫ف‬ْ‫ن‬ُ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ٌ‫ر‬
–
ُ ‫ه‬
‫َّللا‬ ُ‫ه‬‫َا‬‫ع‬َ‫د‬
ُ‫ه‬َ‫ر‬ِِّ‫ي‬َ‫خ‬ُ‫ي‬ ‫ى‬‫ه‬‫ت‬َ‫ح‬ ِ‫ة‬َ‫م‬‫ا‬َ‫ي‬ِ‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ ِ‫ق‬ِ‫ئ‬َ‫ال‬َ‫خ‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِ
‫وس‬ُ‫ء‬ُ‫ر‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ه‬‫ل‬َ‫ج‬َ‫و‬ ‫ه‬‫َز‬‫ع‬
َ‫ء‬‫َا‬‫ش‬ ‫ا‬َ‫م‬ ِ
‫ور‬ُ‫ح‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ُ ‫ه‬
‫َّللا‬
Barangsiapa yang menahan marah, padahal ia mampu
melampiaskannya, kelak pada hari kiamat Allah Azza wa jalla
memanggilnya di hadapan seluruh makhluk hingga memberikan
pilihan kepadanya, bidadari mana yang ia inginkan. (HR. Thabrani;
hasan)
6. Lima Kiat Meredam Marah
1- Membaca ta’awudz, meminta perlindungan pada Allah dari
godaan setan
Kenapa sampai meminta tolong pada Allah agar dilindungi dari
setan? Karena dalil-dalil berikutnya akan terlihat jelas bahwa marah
bisa dari setan. Maka kita mengamalkan firman Allah dari ayat
berikut,
ٌ
‫يم‬ِ‫ل‬ َ‫ع‬ ٌ‫يع‬ ِ
‫م‬ َ
‫س‬
ُ
‫ه‬
َّ
‫ن‬ِ‫ۚإ‬ ِ
‫ه‬
‫اَّلل‬ِ‫ب‬
ْ
‫ذ‬ ِ
‫ع‬
َ
‫ت‬ ْ
‫اس‬
َ
‫ف‬
ٌ
‫غ‬ْ
‫ز‬
َ
‫ن‬ ِ
‫ان‬
َ
‫ط‬ْ‫ي‬
َّ
‫الش‬ َ
‫ن‬ ِ
‫م‬
َ
‫ك‬
َّ
‫ن‬
َ
‫غ‬َ ْ
‫ن‬َ‫ي‬ ‫ا‬ َّ‫م‬ِ‫إ‬ َ
‫و‬
“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada
Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui.”
(QS. Al-A’raf: 200)
Sulaiman bin Shurod radhiyallahu ‘anhu berkata,
، ِ
‫ان‬َّ‫ب‬
َ
‫ت‬ ْ
‫س‬َ‫ي‬ ِ
‫ن‬
َ
‫ال‬ ُ
‫ج‬ َ
‫ر‬ َ
‫و‬ َ
‫م‬
‫ه‬
‫ل‬ َ
‫س‬ َ
‫و‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬
َ
‫ل‬ َ‫ع‬ ُ‫هللا‬
‫ه‬
‫َّل‬ َ
‫ص‬ ِّ
‫ي‬ ِ
‫ب‬
َّ
‫الن‬ َ‫ع‬ َ‫م‬ ‫ا‬ ً
‫س‬ِ‫ال‬ َ
‫ج‬
ُ
‫ت‬
ْ
‫ن‬
ُ
‫ك‬
‫ه‬
‫َّل‬ َ
‫ص‬ ُّ
‫ي‬ ِ
‫ب‬
َّ
‫الن‬ َ‫ال‬
َ
‫ق‬
َ
‫ف‬ ،
ُ
‫ه‬ ُ
‫اج‬
َ
‫د‬ ْ
‫و‬
َ
‫أ‬
ْ
‫ت‬
َ
‫خ‬
َ
‫ف‬
َ
‫ت‬
ْ
‫ان‬ َ
‫و‬ ،
ُ
‫ه‬ ُ
‫ه‬ ْ
‫ج‬ َ
‫و‬ َّ
‫ر‬ َ‫م‬ ْ
‫اح‬ ‫ا‬ َ‫م‬
ُ
‫ه‬
ُ
‫د‬ َ
‫ح‬
َ
‫أ‬
َ
‫ف‬
َ
‫م‬
‫ه‬
‫ل‬ َ
‫س‬ َ
‫و‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬
َ
‫ل‬ َ‫ع‬ ُ‫هللا‬
” :
،
ُ
‫د‬ ِ
‫ج‬َ‫ي‬ ‫ا‬ َ‫م‬
ُ
‫ه‬
ْ
‫ن‬ َ‫ع‬ َ
‫ب‬
َ
‫ه‬
َ
‫ذ‬ ‫ا‬ َ
‫ه‬
َ
‫ال‬
َ
‫ق‬ ْ
‫و‬
َ
‫ل‬
‫ا‬
‫ة‬ َ‫م‬ِ‫ل‬
َ
‫ك‬ ُ
‫م‬
َ
‫ل‬ ْ‫ع‬
َ َ
‫َل‬ ‫ي‬
ِّ
‫ب‬ِ‫إ‬
ُ
‫د‬ ِ
‫ج‬َ‫ي‬ ‫ا‬ َ‫م‬
ُ
‫ه‬
ْ
‫ن‬ َ‫ع‬ َ
‫ب‬
َ
‫ه‬
َ
‫ذ‬ ، ِ
‫ان‬
َ
‫ط‬ْ‫ي‬
َّ
‫الش‬ َ
‫ن‬ ِ
‫م‬ ِ
‫ه‬
‫اَّلل‬ِ‫ب‬
ُ
‫وذ‬ ُ‫ع‬
َ
‫أ‬ : َ‫ال‬
َ
‫ق‬ ْ
‫و‬
َ
‫ل‬
“
“Pada suatu hari aku duduk bersama-sama Nabi shallallahu ‘alaihi wa
salam sedang dua orang lelaki sedang saling mengeluarkan kata-kata
kotor satu dan lainnya. Salah seorang daripadanya telah merah
mukanya dan tegang pula urat lehernya. Lalu Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya aku tahu satu perkataan
sekiranya dibaca tentu hilang rasa marahnya jika sekiranya ia mau
membaca, ‘A’udzubillahi minas-syaitani’ (Aku berlindung kepada
Allah dari godaan setan), niscaya hilang kemarahan yang
dialaminya.” (HR Bukhari, no. 3282)
Juga ada hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
َّ
‫الر‬ َ
‫ب‬ ِ
‫ض‬
َ
‫غ‬ ‫ا‬
َ
‫ذ‬ِ‫إ‬
ُ
‫ه‬ُ‫ب‬
ْ
‫ض‬
َ
‫غ‬ َ
‫ن‬
َ
‫ك‬ َ
‫س‬ ، ِ‫اهلل‬ِ‫ب‬
ُ
‫ذ‬ ْ
‫و‬ ُ‫ع‬
َ
‫أ‬ َ‫ال‬
َ
‫ق‬
َ
‫ف‬ ُ‫ل‬ ُ
‫ج‬
“Jika seseorang dalam keadaan marah, lantas ia ucapkan, ‘A’udzu
billah (Aku meminta perlindungan kepada Allah)’, maka redamlah
marahnya.” (HR. As-Sahmi dalam Tarikh Jarjan, 252. Silsilah Al-
Ahadits Ash-Shahihah, no. 1376)
2- Diam
Karena yang namanya marah itu jika keluar bisa jadi keluar kata-kata
yang tidak Allah ridhai. Ada yang marah keluar kata-kata kufur, ada
yang marah keluar kalimat mencaci maki, ada yang marah keluar
kalimat laknat, ada yang marah keluar kalimat cerai hingga hal-hal
sekitarnya pun bisa hancur. Kalau seseorang memaksa dirinya untuk
diam ketika akan marah, hal-hal yang rusak tadi tidak akan terjadi.
Ada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad,
َ‫ي‬
ْ
‫ل‬
َ
‫ف‬ ْ
‫م‬
ُ
‫ك‬
ُ
‫د‬ َ
‫ح‬
َ
‫أ‬ َ
‫ب‬ ِ
‫ض‬
َ
‫غ‬ ‫ا‬
َ
‫ذ‬ِ‫إ‬ َ
‫و‬
ْ
‫ت‬
ُ
‫ك‬ ْ
‫س‬
“Jika salah seorang di antara kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad,
1: 239. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits
ini hasan lighairihi).
3- Berganti posisi
Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
ْ
‫م‬
ُ
‫ك‬
ُ
‫د‬ َ
‫ح‬
َ
‫أ‬ َ
‫ب‬ ِ
‫ض‬
َ
‫غ‬ ‫ا‬
َ
‫ذ‬ِ‫إ‬
ُ
‫ه‬
ْ
‫ن‬ َ‫ع‬ َ
‫ب‬
َ
‫ه‬
َ
‫ذ‬
ْ
‫ن‬ِ‫إ‬
َ
‫ف‬ ، ْ
‫س‬ِ‫ل‬ ْ
‫ج‬َ‫ي‬
ْ
‫ل‬
َ
‫ف‬ ٌ
‫م‬ِ‫ائ‬
َ
‫ق‬ َ
‫و‬
ُ
‫ه‬ َ
‫و‬
ْ‫ع‬ ِ
‫ج‬
َ
‫ط‬
ْ
‫ض‬َ‫ي‬
ْ
‫ل‬
َ
‫ف‬
َّ
‫ال‬ِ‫إ‬ َ
‫و‬ ، ُ
‫ب‬
َ
‫ض‬
َ
‫غ‬
ْ
‫ال‬
“Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah.
Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak
lenyap pula maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud, no. 4782. Al-
Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
4- Mengambil air wudhu
Dari Athiyyah As-Sa’di radhiyallahu ‘anhu berkata,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
َ
‫ب‬
َ
‫ض‬
َ
‫غ‬
ْ
‫ال‬
َّ
‫ن‬ِ‫إ‬
‫ا‬ َ‫م‬
َّ
‫ن‬ِ‫إ‬ َ
‫و‬ ِ
‫ار‬
َّ
‫الن‬ ْ
‫ن‬ ِ
‫م‬ َ
‫ق‬ِ‫ل‬
ُ
‫خ‬
َ
‫ان‬
َ
‫ط‬ْ‫ي‬
َّ
‫الش‬
َّ
‫ن‬ِ‫إ‬ َ
‫و‬ ِ
‫ان‬
َ
‫ط‬ْ‫ي‬
َّ
‫الش‬ ْ
‫ن‬ ِ
‫م‬
ْ
‫أ‬
َّ
‫ض‬ َ
‫و‬
َ
‫ت‬َ‫ي‬
ْ
‫ل‬
َ
‫ف‬ ْ
‫م‬
ُ
‫ك‬
ُ
‫د‬ َ
‫ح‬
َ
‫أ‬ َ
‫ب‬ ِ
‫ض‬
َ
‫غ‬ ‫ا‬
َ
‫ذ‬ِ‫إ‬
َ
‫ف‬ ِ‫اء‬ َ‫م‬
ْ
‫ال‬ِ‫ب‬ ُ
‫ار‬
َّ
‫الن‬
ُ
‫أ‬
َ
‫ف‬
ْ
‫ط‬
ُ
‫ت‬
“Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api.
Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian
marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Abu Daud, no. 4784. Al-Hafizh
Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
5- Ingat wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan janji
beliau
Dari Mu’adz radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
َ
‫َّل‬ َ‫ع‬ َّ‫ل‬ َ
‫ج‬ َ
‫و‬ َّ
‫ز‬ َ‫ع‬ ُ‫هللا‬ ُ‫أه‬ َ‫ع‬
َ
‫د‬ ُ‫ذه‬
ِّ
‫ف‬
َ
‫ن‬ُ‫ي‬
ْ
‫ن‬
َ
‫أ‬
َ
‫َّل‬ َ‫ع‬ ٌ
‫ر‬ ِ
‫اد‬
َ
‫ق‬ َ
‫و‬
ُ
‫ه‬ َ
‫و‬
ً
‫ظا‬ْ‫ي‬
َ
‫غ‬ َ
‫م‬
َ
‫ظ‬
َ
‫ك‬ ْ
‫ن‬ َ‫م‬
َ‫اء‬
َ
‫ش‬ ‫ا‬ َ‫م‬ ِ
‫ر‬ ْ
‫و‬ ُ
‫ح‬
ْ
‫ال‬ َ
‫ن‬ ِ
‫م‬ ُ‫ه‬َ ِّ
ّ
‫ن‬
َ
‫خ‬ُ‫ي‬ َّّ
‫ب‬ َ
‫ح‬ ِ‫ة‬ َ‫ام‬َ‫ي‬ ِ
‫ق‬
ْ
‫ال‬ َ
‫م‬ ْ
‫و‬َ‫ي‬ ِ
‫ق‬ِ‫ئ‬
َ
‫ال‬
َ
‫خ‬
ْ
‫ال‬ ِ
‫س‬ ْ
‫و‬
ُ
‫ؤ‬ ُ
‫ر‬
“Barangsiapa menahan amarahnya padahal mampu meluapkannya,
Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk pada hari
Kiamat untuk memberinya pilihan bidadari yang ia inginkan.” (HR.
Abu Daud, no. 4777; Ibnu Majah, no. 4186. Al-Hafizh Abu Thahir
mengatakan bahwa hadits ini sanadnya hasan)
Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Wahai
Rasulullah tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat
memasukkan dalam surga.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam lantas bersabda,
ُ
‫ة‬
َّ
‫ن‬ َ
‫ج‬
ْ
‫ال‬
َ
‫ك‬
َ
‫ل‬ َ
‫و‬ ْ
‫ب‬
َ
‫ض‬
ْ
‫غ‬
َ
‫ت‬
َ
‫ال‬
“Janganlah engkau marah, maka bagimu surga.” (HR. Thabrani
dalam Al-Kabir. Lihat Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, hadits ini
shahih lighairihi).
Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.
7. Marah karena Mencari Keridhaan Allah
Syaikh Musthafa Dieb Al Bugha menjelaskan bahwa marah yang
dilarang dalam hadits ini adalah marah karena dendam dan bukan
untuk membela agama Allah. Sedangkan marah karena mencari
keridhaan Allah dan membela agama-Nya tidak dilarang. Bahkan
pada kasus tertentu menjadi wajib.
Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan:
ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ه‬
‫ال‬ِ‫إ‬ ِ‫ه‬ِ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ِ‫ل‬ َ‫م‬‫ه‬‫ل‬َ‫س‬ َ‫و‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫هللا‬ ‫ى‬‫ه‬‫ل‬َ‫ص‬ ِ ‫ه‬
‫َّللا‬ ُ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َ‫م‬َ‫ق‬َ‫ت‬ْ‫ن‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫و‬
‫ا‬َ‫ه‬ِ‫ب‬ ِ ‫ه‬ ِ
‫َلِل‬ َ‫م‬ِ‫ق‬َ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫ي‬َ‫ف‬ ،ِ ‫ه‬
‫َّللا‬ ُ‫ة‬َ‫م‬ْ‫ر‬ُ‫ح‬ َ‫ك‬َ‫ه‬َ‫ت‬ْ‫ن‬ُ‫ت‬
Tidaklah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membalas atau
menghukum karena dirinya (disakiti) sedikit pun, kecuali apabila
kehormatan Allah dilukai. Beliau menghukum dengan sebab itu
karena Allah azza wa jalla. (HR. Bukhari dan Muslim)
Demikian pula, beliau bisa marah jika melihat atau mendengar apa
yang dimurkai Allah. Beliau tidak membiarkan kejahatan,
kemungkaran atau keburukan terjadi.
ِ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ٌ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫ر‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ِِّ‫ى‬ ِ
‫ار‬َ‫ص‬ْ‫ن‬َ‫ْل‬‫ا‬ ٍ‫د‬‫و‬ُ‫ع‬ْ‫س‬َ‫م‬ ‫ى‬ِ‫ب‬َ‫أ‬ ْ‫َن‬‫ع‬
ِ ‫ه‬
‫َّللا‬
-
‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬
-
ِ‫ة‬َ‫ال‬َ‫ص‬ ْ‫َن‬‫ع‬ ُ‫ر‬‫ه‬‫خ‬َ‫أ‬َ‫ت‬َ‫ْل‬ ‫ى‬ِِّ‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫ف‬
‫ه‬‫ى‬ِ‫ب‬‫ه‬‫ن‬‫ال‬ ُ‫ْت‬‫ي‬َ‫أ‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫ف‬ .‫ا‬َ‫ن‬ِ‫ب‬ ُ‫ل‬‫ي‬ِ‫ط‬ُ‫ي‬ ‫ا‬‫ه‬‫م‬ِ‫م‬ ٍ‫ن‬َ‫ال‬ُ‫ف‬ ِ‫ل‬ْ‫ج‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ِ‫ح‬ْ‫ب‬ُّ‫ص‬‫ال‬
-
‫صلى‬
‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬
-
‫ا‬‫ه‬‫م‬ِ‫م‬ ‫ه‬‫د‬َ‫ش‬َ‫أ‬ ُّ‫ط‬َ‫ق‬ ٍ‫ة‬َ‫ظ‬ِ‫ع‬ ْ‫و‬َ‫م‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ َ‫ب‬ ِ
‫ض‬َ‫غ‬
َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ٍ‫ذ‬ِ‫ئ‬َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ َ‫ب‬ ِ
‫ض‬َ‫غ‬
«
َ‫ين‬ ِ
‫ر‬ِِّ‫ف‬َ‫ن‬ُ‫م‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ه‬‫ن‬ِ‫إ‬ ُ‫اس‬‫ه‬‫ن‬‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ي‬
َ‫يف‬ِ‫ع‬‫ه‬‫ض‬‫ال‬َ‫و‬ َ‫ير‬ِ‫ب‬َ‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِ‫ه‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫ر‬َ‫و‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ه‬‫ن‬ِ‫إ‬َ‫ف‬ ْ‫ز‬ ِ‫وج‬ُ‫ي‬ْ‫ل‬َ‫ف‬ َ
‫اس‬‫ه‬‫ن‬‫ال‬ ‫ه‬‫م‬َ‫أ‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ُّ‫ي‬َ‫أ‬َ‫ف‬
ِ‫ة‬َ‫ج‬‫ا‬َ‫ح‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫ذ‬َ‫و‬
Dari Abu Mas’ud Al Anshari, ia berkata, seorang laki-laki
menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata,
“Sesungguhnya aku memperlambat shalat Shubuh disebabkan oleh
Si Fulan (imam shalat) yang memanjangkan shalat dengan kami.”
Maka tidaklah aku melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam marah
dalam memberikan nasihat yang lebih hebat dari kemarahan beliau
pada hari itu. Lantas beliau bersabda, “Wahai manusia,
sesungguhnya di antara kamu itu ada orang-orang yang membuat
manusia lari (dari agama)! Siapa saja di antara kamu yang
mengimami orang banyak, maka hendaklah dia
meringkaskan. Karena sesungguhnya di belakangnya, ada orang
yang sudah tua, orang yang lemah, dan orang yang memiliki
keperluan.” (HR. Muslim)
1 von 7

Recomendados

Hadits Arbain ke 16 Jangan Marah.docx von
Hadits Arbain ke 16 Jangan Marah.docxHadits Arbain ke 16 Jangan Marah.docx
Hadits Arbain ke 16 Jangan Marah.docxSaepudin7
21 views1 Folie
G h i b a h von
G h i b a hG h i b a h
G h i b a hAlvin Saputra
380 views4 Folien
Meski Didzalimi Tetapi Berpahala von
Meski Didzalimi Tetapi BerpahalaMeski Didzalimi Tetapi Berpahala
Meski Didzalimi Tetapi Berpahalatundungmemolo
23 views5 Folien
ICB maaf.pptx von
ICB maaf.pptxICB maaf.pptx
ICB maaf.pptxShantiDamayanti2
3 views9 Folien
Bab 3 hadits 2 Riyadhus Shalihin ppt von
Bab 3 hadits 2 Riyadhus Shalihin pptBab 3 hadits 2 Riyadhus Shalihin ppt
Bab 3 hadits 2 Riyadhus Shalihin pptsoleh solehudin
958 views63 Folien
Di antara akhlak orang-orang yang takutkan Allah von
Di antara akhlak orang-orang yang takutkan AllahDi antara akhlak orang-orang yang takutkan Allah
Di antara akhlak orang-orang yang takutkan AllahBicara Ilmu
248 views3 Folien

Más contenido relacionado

Similar a Kultum 8.docx

keterkaitan ayat asmaul husna dengan hadis rasul dan dalam kehidupan sehari -... von
keterkaitan ayat asmaul husna dengan hadis rasul dan dalam kehidupan sehari -...keterkaitan ayat asmaul husna dengan hadis rasul dan dalam kehidupan sehari -...
keterkaitan ayat asmaul husna dengan hadis rasul dan dalam kehidupan sehari -...Muna Muna
2.1K views16 Folien
Meski Didzalimi Tetapi Berpahala von
Meski Didzalimi Tetapi Berpahala Meski Didzalimi Tetapi Berpahala
Meski Didzalimi Tetapi Berpahala TundungMemolo1
78 views7 Folien
Keperluan Kepada kebijaksanaan dan tahaluf von
Keperluan Kepada kebijaksanaan dan tahalufKeperluan Kepada kebijaksanaan dan tahaluf
Keperluan Kepada kebijaksanaan dan tahalufAbdul Ghani
437 views31 Folien
Pengendalian emosi dalam islam von
Pengendalian emosi dalam islamPengendalian emosi dalam islam
Pengendalian emosi dalam islamHatta Syamsuddin
367 views35 Folien
RUBRIK PARENTING MAJALAH HIDAYATULLAH von
RUBRIK PARENTING MAJALAH HIDAYATULLAH RUBRIK PARENTING MAJALAH HIDAYATULLAH
RUBRIK PARENTING MAJALAH HIDAYATULLAH MAJALAH HIDAYATULLAH
398 views7 Folien
Puasa mengawal emosi share von
Puasa mengawal emosi sharePuasa mengawal emosi share
Puasa mengawal emosi shareMuhdsalam Nasip
476 views24 Folien

Similar a Kultum 8.docx(15)

keterkaitan ayat asmaul husna dengan hadis rasul dan dalam kehidupan sehari -... von Muna Muna
keterkaitan ayat asmaul husna dengan hadis rasul dan dalam kehidupan sehari -...keterkaitan ayat asmaul husna dengan hadis rasul dan dalam kehidupan sehari -...
keterkaitan ayat asmaul husna dengan hadis rasul dan dalam kehidupan sehari -...
Muna Muna2.1K views
Meski Didzalimi Tetapi Berpahala von TundungMemolo1
Meski Didzalimi Tetapi Berpahala Meski Didzalimi Tetapi Berpahala
Meski Didzalimi Tetapi Berpahala
TundungMemolo178 views
Keperluan Kepada kebijaksanaan dan tahaluf von Abdul Ghani
Keperluan Kepada kebijaksanaan dan tahalufKeperluan Kepada kebijaksanaan dan tahaluf
Keperluan Kepada kebijaksanaan dan tahaluf
Abdul Ghani437 views
PAI Kelas 9 BAB 7 - www.ilmuguru.org.pptx von Herani3
PAI Kelas 9 BAB 7 - www.ilmuguru.org.pptxPAI Kelas 9 BAB 7 - www.ilmuguru.org.pptx
PAI Kelas 9 BAB 7 - www.ilmuguru.org.pptx
Herani39 views
Kompilasi khutbah-jumat-5 von SUDIYANA
Kompilasi khutbah-jumat-5Kompilasi khutbah-jumat-5
Kompilasi khutbah-jumat-5
SUDIYANA899 views
Bertaqwa kepada allah anjuran_untuk_selalu von Helmon Chan
Bertaqwa   kepada allah anjuran_untuk_selaluBertaqwa   kepada allah anjuran_untuk_selalu
Bertaqwa kepada allah anjuran_untuk_selalu
Helmon Chan68 views
Bertaqwa kepada allah anjuran_untuk_selalu von Helmon Chan
Bertaqwa   kepada allah anjuran_untuk_selaluBertaqwa   kepada allah anjuran_untuk_selalu
Bertaqwa kepada allah anjuran_untuk_selalu
Helmon Chan62 views
bekal para dai.pptx von jokeutama
bekal para dai.pptxbekal para dai.pptx
bekal para dai.pptx
jokeutama4 views
Hadits tentang budi pekerti von Warnet Raha
Hadits tentang budi pekertiHadits tentang budi pekerti
Hadits tentang budi pekerti
Warnet Raha835 views

Más de adiabadi1

kultum 15.docx von
kultum 15.docxkultum 15.docx
kultum 15.docxadiabadi1
2 views4 Folien
kultum 16.docx von
kultum 16.docxkultum 16.docx
kultum 16.docxadiabadi1
2 views7 Folien
kultum 13.docx von
kultum 13.docxkultum 13.docx
kultum 13.docxadiabadi1
1 view7 Folien
YATIMAN.pdf von
YATIMAN.pdfYATIMAN.pdf
YATIMAN.pdfadiabadi1
2 views3 Folien
kultum8.docx von
kultum8.docxkultum8.docx
kultum8.docxadiabadi1
1 view2 Folien
Gaya Kepemimpinan.ppt von
Gaya Kepemimpinan.pptGaya Kepemimpinan.ppt
Gaya Kepemimpinan.pptadiabadi1
3 views10 Folien

Más de adiabadi1(20)

Gaya Kepemimpinan.ppt von adiabadi1
Gaya Kepemimpinan.pptGaya Kepemimpinan.ppt
Gaya Kepemimpinan.ppt
adiabadi13 views
teori antrian.ppt von adiabadi1
teori antrian.pptteori antrian.ppt
teori antrian.ppt
adiabadi16 views
1.MANAJEMEN_OPERASIONAL.ppt.ppt von adiabadi1
1.MANAJEMEN_OPERASIONAL.ppt.ppt1.MANAJEMEN_OPERASIONAL.ppt.ppt
1.MANAJEMEN_OPERASIONAL.ppt.ppt
adiabadi16 views
PENILAIAN ARTIKEL MASTAMA21.docx von adiabadi1
PENILAIAN ARTIKEL MASTAMA21.docxPENILAIAN ARTIKEL MASTAMA21.docx
PENILAIAN ARTIKEL MASTAMA21.docx
adiabadi15 views
PENILAIAN ARTIKEL MASTAMA21.docx von adiabadi1
PENILAIAN ARTIKEL MASTAMA21.docxPENILAIAN ARTIKEL MASTAMA21.docx
PENILAIAN ARTIKEL MASTAMA21.docx
adiabadi17 views
Puasa (Kelompok 2).pptx von adiabadi1
Puasa (Kelompok 2).pptxPuasa (Kelompok 2).pptx
Puasa (Kelompok 2).pptx
adiabadi111 views
islamisasi ilmu.pdf von adiabadi1
islamisasi ilmu.pdfislamisasi ilmu.pdf
islamisasi ilmu.pdf
adiabadi15 views
pertemuan 2.pptx von adiabadi1
pertemuan 2.pptxpertemuan 2.pptx
pertemuan 2.pptx
adiabadi12 views
islamisasi ilmu1.pptx von adiabadi1
islamisasi ilmu1.pptxislamisasi ilmu1.pptx
islamisasi ilmu1.pptx
adiabadi120 views
pertemuan 1.pptx von adiabadi1
pertemuan 1.pptxpertemuan 1.pptx
pertemuan 1.pptx
adiabadi17 views
Manajemen Pemasaran Bank.pptx von adiabadi1
Manajemen Pemasaran Bank.pptxManajemen Pemasaran Bank.pptx
Manajemen Pemasaran Bank.pptx
adiabadi1225 views
SAP DAN SILABUS KKNI 24 SEPT .docx von adiabadi1
SAP DAN SILABUS KKNI 24 SEPT .docxSAP DAN SILABUS KKNI 24 SEPT .docx
SAP DAN SILABUS KKNI 24 SEPT .docx
adiabadi14 views

Último

Aksi Nyata Melakukan Refleksi Perencanaan (Guru).pptx von
Aksi Nyata Melakukan Refleksi Perencanaan (Guru).pptxAksi Nyata Melakukan Refleksi Perencanaan (Guru).pptx
Aksi Nyata Melakukan Refleksi Perencanaan (Guru).pptxidaparidah56
198 views13 Folien
MATERI LHO X AYU.pptx von
MATERI LHO X AYU.pptxMATERI LHO X AYU.pptx
MATERI LHO X AYU.pptxDelviaAndrini1
14 views33 Folien
RAGAM BAHASA INDONESIA von
RAGAM BAHASA INDONESIARAGAM BAHASA INDONESIA
RAGAM BAHASA INDONESIAAzmiMustafa4
14 views6 Folien
tugas PPT_Chita putri_E1G022007.pptx von
tugas PPT_Chita putri_E1G022007.pptxtugas PPT_Chita putri_E1G022007.pptx
tugas PPT_Chita putri_E1G022007.pptxchitaputrir30
17 views9 Folien
Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021.pdf von
Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021.pdfPermendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021.pdf
Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021.pdfIrawan Setyabudi
33 views35 Folien
Unggah Rencana Kerja Pengembangan Program.pdf von
Unggah Rencana Kerja Pengembangan Program.pdfUnggah Rencana Kerja Pengembangan Program.pdf
Unggah Rencana Kerja Pengembangan Program.pdfMayaKurniawati6
23 views9 Folien

Último(20)

Aksi Nyata Melakukan Refleksi Perencanaan (Guru).pptx von idaparidah56
Aksi Nyata Melakukan Refleksi Perencanaan (Guru).pptxAksi Nyata Melakukan Refleksi Perencanaan (Guru).pptx
Aksi Nyata Melakukan Refleksi Perencanaan (Guru).pptx
idaparidah56198 views
tugas PPT_Chita putri_E1G022007.pptx von chitaputrir30
tugas PPT_Chita putri_E1G022007.pptxtugas PPT_Chita putri_E1G022007.pptx
tugas PPT_Chita putri_E1G022007.pptx
chitaputrir3017 views
Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021.pdf von Irawan Setyabudi
Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021.pdfPermendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021.pdf
Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021.pdf
Irawan Setyabudi33 views
Unggah Rencana Kerja Pengembangan Program.pdf von MayaKurniawati6
Unggah Rencana Kerja Pengembangan Program.pdfUnggah Rencana Kerja Pengembangan Program.pdf
Unggah Rencana Kerja Pengembangan Program.pdf
MayaKurniawati623 views
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Training_"Effective INVENTORY CONTROL & WAREHOUSIN... von Kanaidi ken
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Training_"Effective INVENTORY CONTROL & WAREHOUSIN...PELAKSANAAN & Link2 MATERI Training_"Effective INVENTORY CONTROL & WAREHOUSIN...
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Training_"Effective INVENTORY CONTROL & WAREHOUSIN...
Kanaidi ken23 views
533960798-Presentasi-Modul-9-Matematika.pptx von schulzt1
533960798-Presentasi-Modul-9-Matematika.pptx533960798-Presentasi-Modul-9-Matematika.pptx
533960798-Presentasi-Modul-9-Matematika.pptx
schulzt118 views
strategi pembelajaran modul 12 (2).pptx von AzizahRaiza1
strategi pembelajaran modul 12 (2).pptxstrategi pembelajaran modul 12 (2).pptx
strategi pembelajaran modul 12 (2).pptx
AzizahRaiza130 views
Menyambut Usia Baligh Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka von ahmadmistari
Menyambut Usia Baligh Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka Menyambut Usia Baligh Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka
Menyambut Usia Baligh Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka
ahmadmistari58 views
Motivasi Meningkatkan Diri von KemindoGroup
Motivasi Meningkatkan DiriMotivasi Meningkatkan Diri
Motivasi Meningkatkan Diri
KemindoGroup13 views
Pengisian Dokumen SIMKATMAWA UMAHA 2023.pptx von Khoirul Ngibad
Pengisian Dokumen SIMKATMAWA UMAHA 2023.pptxPengisian Dokumen SIMKATMAWA UMAHA 2023.pptx
Pengisian Dokumen SIMKATMAWA UMAHA 2023.pptx
Khoirul Ngibad12 views
Link MATERI & RENCANA Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)". von Kanaidi ken
Link MATERI & RENCANA Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".Link MATERI & RENCANA Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".
Link MATERI & RENCANA Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".
Kanaidi ken16 views
LATIHAN7_RENATA ROSERIA SARAGIH_E1G022041.pptx von RenataRoseria
LATIHAN7_RENATA ROSERIA SARAGIH_E1G022041.pptxLATIHAN7_RENATA ROSERIA SARAGIH_E1G022041.pptx
LATIHAN7_RENATA ROSERIA SARAGIH_E1G022041.pptx
RenataRoseria18 views
Capacity Building Kekerasan Seksual dan Peranan kampus.pdf von Irawan Setyabudi
Capacity Building Kekerasan Seksual dan Peranan kampus.pdfCapacity Building Kekerasan Seksual dan Peranan kampus.pdf
Capacity Building Kekerasan Seksual dan Peranan kampus.pdf
Irawan Setyabudi26 views

Kultum 8.docx

  • 1. َ َ ‫ش‬ َ‫ع‬ ُ ‫س‬ ِ‫اد‬ َّ ‫الس‬ ُ ‫ث‬ْ‫ي‬ ِ ‫د‬ َ ‫الح‬ ُ ‫ه‬ ‫اَّلل‬ ‫ه‬ ‫َّل‬ َ ‫ص‬ ِّ ‫ي‬ ِ ‫ب‬ َّ ‫لن‬ِ‫ل‬ َ‫ال‬ َ ‫ق‬ ‫ا‬ ‫ًل‬ ُ ‫ج‬ َ ‫ر‬ َّ ‫ن‬ َ ‫أ‬ ُ ‫ه‬ ْ ‫ن‬ َ‫ع‬ ُ ‫ه‬ ‫اَّلل‬ َ ‫ي‬ ِ ‫ض‬ َ ‫ر‬ َ ‫ة‬َ ‫ر‬ْ‫ي‬ َ ‫ر‬ ُ ‫ه‬ ‫ي‬ ِ ‫ب‬ َ ‫أ‬ ْ ‫ن‬ َ‫ع‬ ْ ‫ب‬ َ ‫ض‬ ْ ‫غ‬ َ ‫ت‬ َ ‫َل‬ َ‫ال‬ َ ‫ق‬ ‫ا‬ً ‫ار‬َ ‫ر‬ ِ ‫م‬ َ ‫د‬ َّ ‫د‬َ ‫ر‬ َ ‫ف‬ ْ ‫ب‬ َ ‫ض‬ ْ ‫غ‬ َ ‫ت‬ َ ‫َل‬ َ‫ال‬ َ ‫ق‬ ‫ي‬ ِ ‫ب‬ ِ ‫ص‬ ْ ‫و‬ َ ‫أ‬ َ ‫م‬ ‫ه‬ ‫ل‬ َ ‫س‬ َ ‫و‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬ َ ‫ل‬ َ‫ع‬ ‫ي‬ِ ‫ار‬ َ ‫خ‬ُ‫الب‬ ُ‫اه‬ َ ‫و‬ َ ‫ر‬ Hadits Ke-16 Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, seorang lelaki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah aku wasiat.” Beliau menjawab, “Janganlah engkau marah.” Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 6116] Penjelasan Hadits 1. Rindu kepada Surga Sabda Rasulullah “la taghdlob” umumnya didahului dengan pertanyaan atau permintaan para sahabat yang ingin masuk surga. َ‫ة‬‫ه‬‫ن‬َ‫ج‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ي‬ِ‫ن‬ُ‫ل‬ ِ‫ْخ‬‫د‬ُ‫ي‬ ٍ‫ل‬َ‫م‬َ‫ع‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ي‬ِ‫ن‬‫ه‬‫ل‬ُ‫د‬ ،ِ ‫ه‬ ‫َّللا‬ َ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬ “Wahai Rasulullah, tunjukilah aku suatu amal yang memasukkan aku ke surga.” Pada hadits 16 Arbain Nawawi ini, sahabat minta nasihat. Aushinii (‫)أوصني‬ yang artinya, nasihatilah aku. Seorang muslim itu suka minta nasihat. Nasihat yang bermanfaat di dunia dan akhirat. Nasihat yang memasukkan ke dalam surga. Demikian pula akan kita dapati banyak dialog shahabat dengan Rasulullah dalam hadits-hadits lainnya yang menunjukkan betapa para shahabat sangat merindukan surga. Kerinduan kepada surga ini kemudian membuat para sahabat Nabi selalu berorientasi mendapatkannya. Dengan menanyakan kepada Rasulullah amal-amal yang bisa memasukkan ke surga lalu dengan bersegera mereka mengamalkannya. Semoga kita juga memiliki kerinduan yang sama. Sebab dunia ini sementara. Hidup di dunia ini sebentar saja. Sedangkan akhirat yang kekal abadi selamanya, di sana hanya ada dua tempat kembali; surga dan neraka. 2. Akhlak Seorang Muslim Hadits ini menunjukkan akhlak mendasar seorang muslim. Pengelolaan emosi yang baik akan menjaga dirinya dari banyak keburukan dan mendatangkan banyak kebaikan. Dan itu terangkum dalam sabda Rasulullah, “Jangan marah.” Abu Muhammad Abdullah Ibnu Zaid, seorang ulama besar madzhab Maliki di Maroko mengatakan, “Siklus kebaikan terletak pada empat hadits. Pertama, Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir
  • 2. hendaklah berkata yang baik atau diam. Kedua, Di antara tanda sempurnanya iman seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak mendatangkan manfaat bagi baginya. Ketiga, Jangan marah. Keempat, Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.” Sabar dan menahan marah juga merupakan karakter orang yang bertaqwa. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: ُ‫ات‬َ‫و‬َ‫م‬‫ه‬‫س‬‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُ‫ض‬ْ‫َر‬‫ع‬ ٍ‫ة‬‫ه‬‫ن‬َ‫ج‬َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ِِّ‫ب‬َ‫ر‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ٍ‫ة‬َ‫ر‬ِ‫ف‬ْ‫غ‬َ‫م‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫ُوا‬‫ع‬ ِ ‫ار‬َ‫س‬ َ‫و‬ ِ‫اء‬‫ه‬‫ر‬‫ه‬‫س‬‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫ون‬ُ‫ق‬ِ‫ف‬ْ‫ن‬ُ‫ي‬ َ‫ِين‬‫ذ‬‫ه‬‫ل‬‫ا‬ . َ‫ين‬ِ‫ق‬‫ه‬‫ت‬ُ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ل‬ ْ‫هت‬‫د‬ِ‫ع‬ُ‫أ‬ ُ‫ض‬ْ‫ر‬َ ْ ‫اْل‬َ‫و‬ َ‫و‬ ِ‫اء‬‫ه‬‫ر‬‫ه‬‫ض‬‫ال‬َ‫و‬ ُ ‫ه‬ ‫َّللا‬َ‫و‬ ِ ‫اس‬‫ه‬‫ن‬‫ال‬ ِ‫َن‬‫ع‬ َ‫ين‬ِ‫ف‬‫ا‬َ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ َ‫ظ‬ْ‫ي‬َ‫غ‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫ين‬ِ‫م‬ِ‫َاظ‬‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫ين‬ِ‫ن‬ِ‫س‬ْ‫ح‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُّ‫ب‬ ِ‫ح‬ُ‫ي‬ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali Imran: 133- 134) 3. Marah Menghimpun Seluruh Keburukan Dalam hadits ini, Rasulullah mengulang-ulang sabda “jangan marah.” Menunjukkan betapa pentingnya larangan marah. Di antaranya karena marah adalah seluruh keburukan. Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, laki-laki yang mendapat nasihat “jangan marah” itu akhirnya mengerti bahwa kemarahan menghimpun seluruh keburukan. ِِّ‫ى‬ِ‫ب‬‫ه‬‫ن‬‫ال‬ ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ح‬ْ‫ص‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ٍ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫ر‬ ْ‫َن‬‫ع‬ ِ‫ن‬َ‫م‬ْ‫ح‬‫ه‬‫الر‬ ِ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ِ‫ن‬ْ‫ب‬ ِ‫د‬ْ‫ي‬َ‫م‬ُ‫ح‬ ْ‫َن‬‫ع‬ - ‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬ - ِ ‫ه‬ ‫َّللا‬ َ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬ ٌ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫ر‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ‫ى‬ِ‫ن‬ ِ ‫ص‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ . َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ « ْ‫ب‬َ‫ض‬ْ‫غ‬َ‫ت‬ َ‫ال‬ .» ُ‫ج‬‫ه‬‫الر‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫ين‬ ِ‫ح‬ ُ‫ت‬ْ‫هر‬‫ك‬َ‫ف‬َ‫ف‬ ُ‫ل‬ ُّ‫ى‬ِ‫ب‬‫ه‬‫ن‬‫ال‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ - ‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬ - ُ‫ب‬َ‫ض‬َ‫غ‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬َ‫ف‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ‫ا‬َ‫م‬ ُ‫ه‬‫ه‬‫ل‬ُ‫ك‬ ‫ه‬‫هر‬‫ش‬‫ال‬ ُ‫ع‬َ‫م‬ْ‫ج‬َ‫ي‬ Dari Humaid bin Abdurrahman, dari seorang laki-laki shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ia mengatakan, ada seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasulullah, berilah aku nasihat.” Rasulullah bersabda, “Jangan marah.” Laki-laki itu kemudian mengatakan, “Maka aku memikirkan apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sabdakan dan mengerti bahwa kemarahan menghimpun seluruh keburukan.” (HR. Ahmad)
  • 3. Betapa banyaknya keburukan yang terjadi akibat seseorang tidak bisa menahan marah. Kata-kata yang tidak terkontrol hingga tindakan di luar kendali dan keputusan tanpa pikir panjang yang akhirnya disesali. Saat marah, suami dan istri mengeluarkan kata-kata yang tidak terkontrol hingga membuat rumah tangga berantakan. Bahkan kadang berujung kata cerai dan perpisahan. Bukan hanya mereka berdua yang rugi, anak-anak juga menderita menjadi korban. Ketika marah, orangtua bisa berbuat di luar kendali. Selain kata-kata yang membuat anak takut, terkadang ayah yang marah main tangan kepada anak. Buah hati yang mestinya disayangi justru disakiti. Anak yang mestinya mendapat kasih sayang justru menjadi sasaran kekerasan. Anak pun tumbuh dengan luka inner child dan mengalami amputasi kecerdasan. Apalagi pemimpin yang suka marah. Keputusannya yang tanpa pikir panjang saat marah akan berakibat buruk kepada orang-orang yang dipimpinnya bahkan kepada pihak ketiga yang menjadi stake holder kepemimpinannya. Semakin tinggi level kepemimpinan, semakin luas dampak buruk akibat kemarahannya. Pemimpin perusahaan yang marah lalu mengambil keputusan tanpa pikir panjang, ia bisa merusak perusahaan yang ia pimpin. Kepala daerah yang mengambil keputusan dalam kondisi marah, ia bisa merusak masa depan daerahnya. Apalagi kepala negara. Bukankah tidak sedikit perang antar negara yang tercipta akibat kemarahan? 4. Sabar Menghimpun Seluruh Kebaikan Kemarahan menghimpun seluruh keburukan. Kebalikannya, sabar menghimpun seluruh kebaikan. Seseorang yang sabar dan tidak marah, ia akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan. Maka kata-katanya pun terkontrol, tindakannya terkendali, keputusannya juga matang. Orang yang sabar dan menjauhi kemarahan, ia akan dicintai Allah kemudian dicintai sesama manusia. ِ ‫ه‬ ‫َّللا‬ َ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َ‫ل‬َ‫أ‬َ‫س‬ ُ‫ه‬‫ه‬‫ن‬َ‫أ‬ ‫و‬ ٍ ‫ر‬ْ‫م‬َ‫ع‬ ِ‫ن‬ْ‫ب‬ ِ ‫ه‬ ‫َّللا‬ ِ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ْ‫َن‬‫ع‬ - ‫هللا‬ ‫صلى‬ ‫وسلم‬ ‫عليه‬ - َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ‫ه‬‫ل‬َ‫ج‬َ‫و‬ ‫ه‬‫َز‬‫ع‬ ِ ‫ه‬ ‫َّللا‬ ِ‫ب‬ ِ ‫ض‬َ‫غ‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ى‬ِ‫ن‬ُ‫د‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ب‬ُ‫ي‬ ‫ا‬َ‫ذ‬‫ا‬َ‫م‬ ْ‫ب‬َ‫ض‬ْ‫غ‬َ‫ت‬ َ‫ال‬ Dari Abdullah bin Amr, ia berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Apa yang bisa menjauhkanku dari kemurkaan Allah Azza wa Jalla?” Rasulullah bersabda, “Jangan marah.” (HR. Ahmad) Sabar dan tidak marah juga merupakan kekuatan yang sesungguhnya. Sebagaimana sabda Rasulullah:
  • 4. ‫ِي‬‫د‬‫ه‬‫ش‬‫ال‬ ‫ا‬َ‫م‬‫ه‬‫ن‬ِ‫إ‬ ، ِ‫ة‬َ‫ع‬َ‫ر‬ُّ‫ص‬‫ال‬ِ‫ب‬ ُ‫د‬‫ِي‬‫د‬‫ه‬‫ش‬‫ال‬ َ ‫س‬ْ‫ي‬َ‫ل‬ ُ‫ه‬َ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ ُ‫ك‬ِ‫ل‬ْ‫م‬َ‫ي‬ ‫ِى‬‫ذ‬‫ه‬‫ل‬‫ا‬ ُ‫د‬ ِ‫ب‬َ‫ض‬َ‫غ‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫د‬ْ‫ن‬ِ‫ع‬ Orang yang kuat bukanlah orang yang pandai bergulat. Sesungguhnya orang yang kuat adalah orang yang bisa menguasai dirinya ketika marah. (HR. Ahmad) 5. Mengendalikan Marah Kunci Masuk Surga Rasulullah mengulang-ulang nasihat “jangan marah” menunjukkan pentingnya sabar dan mengelola emosi dengan baik. Yang paling membahagiakan adalah hadits “jangan marah” yang diriwayatkan Abu Darda’. Sebab sabar dan tidak marah merupakan kunci surga. ‫ا‬َ‫ق‬ ،ِ‫َاء‬‫د‬ْ‫هر‬‫د‬‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ب‬َ‫أ‬ ْ‫َن‬‫ع‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ي‬ِ‫ن‬‫ه‬‫ل‬ُ‫د‬ ،ِ ‫ه‬ ‫َّللا‬ َ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬ :ُ‫ت‬ْ‫ل‬ُ‫ق‬ :َ‫ل‬ ُ‫ة‬‫ه‬‫ن‬َ‫ج‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫ك‬َ‫ل‬َ‫و‬ ، ْ‫ب‬َ‫ض‬ْ‫غ‬َ‫ت‬ ‫ال‬ :َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ،َ‫ة‬‫ه‬‫ن‬َ‫ج‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ي‬ِ‫ن‬ُ‫ل‬ ِ‫ْخ‬‫د‬ُ‫ي‬ ٍ‫ل‬َ‫م‬َ‫ع‬ Abu Darda’ berkata, aku bertanya: “Wahai Rasulullah, tunjukilah aku suatu amal yang memasukkan aku ke surga.” Rasulullah menjawab, “Jangan marah, bagimu surga.” (HR. Thabrani) “Empat hal yang siapapun bisa melakukannya, niscaya Allah akan menjaganya dari setan dan dijauhkan dari neraka,” kata Hasan Al Bashri. “Yaitu orang yang mampu menguasai dirinya ketika menginginkan sesuatu, merasa takut, ketika syahwatnya bergejolak dan ketika marah.” Keistimewaan lainnya bagi orang-orang yang sabar dan tidak marah, terutama saat ia bisa membalas, Allah menyediakan hadiah istimewa baginya di surga. Yakni bidadari spesial. ‫ا‬ً‫ظ‬ْ‫ي‬َ‫غ‬ َ‫م‬َ‫ظ‬َ‫ك‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ – ِ‫د‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫و‬ُ‫ه‬َ‫و‬ ُ‫ه‬َ‫ذ‬ِ‫ف‬ْ‫ن‬ُ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ٌ‫ر‬ – ُ ‫ه‬ ‫َّللا‬ ُ‫ه‬‫َا‬‫ع‬َ‫د‬ ُ‫ه‬َ‫ر‬ِِّ‫ي‬َ‫خ‬ُ‫ي‬ ‫ى‬‫ه‬‫ت‬َ‫ح‬ ِ‫ة‬َ‫م‬‫ا‬َ‫ي‬ِ‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ ِ‫ق‬ِ‫ئ‬َ‫ال‬َ‫خ‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِ ‫وس‬ُ‫ء‬ُ‫ر‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ه‬‫ل‬َ‫ج‬َ‫و‬ ‫ه‬‫َز‬‫ع‬ َ‫ء‬‫َا‬‫ش‬ ‫ا‬َ‫م‬ ِ ‫ور‬ُ‫ح‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ُ ‫ه‬ ‫َّللا‬ Barangsiapa yang menahan marah, padahal ia mampu melampiaskannya, kelak pada hari kiamat Allah Azza wa jalla memanggilnya di hadapan seluruh makhluk hingga memberikan pilihan kepadanya, bidadari mana yang ia inginkan. (HR. Thabrani; hasan) 6. Lima Kiat Meredam Marah 1- Membaca ta’awudz, meminta perlindungan pada Allah dari godaan setan Kenapa sampai meminta tolong pada Allah agar dilindungi dari setan? Karena dalil-dalil berikutnya akan terlihat jelas bahwa marah bisa dari setan. Maka kita mengamalkan firman Allah dari ayat berikut, ٌ ‫يم‬ِ‫ل‬ َ‫ع‬ ٌ‫يع‬ ِ ‫م‬ َ ‫س‬ ُ ‫ه‬ َّ ‫ن‬ِ‫ۚإ‬ ِ ‫ه‬ ‫اَّلل‬ِ‫ب‬ ْ ‫ذ‬ ِ ‫ع‬ َ ‫ت‬ ْ ‫اس‬ َ ‫ف‬ ٌ ‫غ‬ْ ‫ز‬ َ ‫ن‬ ِ ‫ان‬ َ ‫ط‬ْ‫ي‬ َّ ‫الش‬ َ ‫ن‬ ِ ‫م‬ َ ‫ك‬ َّ ‫ن‬ َ ‫غ‬َ ْ ‫ن‬َ‫ي‬ ‫ا‬ َّ‫م‬ِ‫إ‬ َ ‫و‬
  • 5. “Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 200) Sulaiman bin Shurod radhiyallahu ‘anhu berkata, ، ِ ‫ان‬َّ‫ب‬ َ ‫ت‬ ْ ‫س‬َ‫ي‬ ِ ‫ن‬ َ ‫ال‬ ُ ‫ج‬ َ ‫ر‬ َ ‫و‬ َ ‫م‬ ‫ه‬ ‫ل‬ َ ‫س‬ َ ‫و‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬ َ ‫ل‬ َ‫ع‬ ُ‫هللا‬ ‫ه‬ ‫َّل‬ َ ‫ص‬ ِّ ‫ي‬ ِ ‫ب‬ َّ ‫الن‬ َ‫ع‬ َ‫م‬ ‫ا‬ ً ‫س‬ِ‫ال‬ َ ‫ج‬ ُ ‫ت‬ ْ ‫ن‬ ُ ‫ك‬ ‫ه‬ ‫َّل‬ َ ‫ص‬ ُّ ‫ي‬ ِ ‫ب‬ َّ ‫الن‬ َ‫ال‬ َ ‫ق‬ َ ‫ف‬ ، ُ ‫ه‬ ُ ‫اج‬ َ ‫د‬ ْ ‫و‬ َ ‫أ‬ ْ ‫ت‬ َ ‫خ‬ َ ‫ف‬ َ ‫ت‬ ْ ‫ان‬ َ ‫و‬ ، ُ ‫ه‬ ُ ‫ه‬ ْ ‫ج‬ َ ‫و‬ َّ ‫ر‬ َ‫م‬ ْ ‫اح‬ ‫ا‬ َ‫م‬ ُ ‫ه‬ ُ ‫د‬ َ ‫ح‬ َ ‫أ‬ َ ‫ف‬ َ ‫م‬ ‫ه‬ ‫ل‬ َ ‫س‬ َ ‫و‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬ َ ‫ل‬ َ‫ع‬ ُ‫هللا‬ ” : ، ُ ‫د‬ ِ ‫ج‬َ‫ي‬ ‫ا‬ َ‫م‬ ُ ‫ه‬ ْ ‫ن‬ َ‫ع‬ َ ‫ب‬ َ ‫ه‬ َ ‫ذ‬ ‫ا‬ َ ‫ه‬ َ ‫ال‬ َ ‫ق‬ ْ ‫و‬ َ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫ة‬ َ‫م‬ِ‫ل‬ َ ‫ك‬ ُ ‫م‬ َ ‫ل‬ ْ‫ع‬ َ َ ‫َل‬ ‫ي‬ ِّ ‫ب‬ِ‫إ‬ ُ ‫د‬ ِ ‫ج‬َ‫ي‬ ‫ا‬ َ‫م‬ ُ ‫ه‬ ْ ‫ن‬ َ‫ع‬ َ ‫ب‬ َ ‫ه‬ َ ‫ذ‬ ، ِ ‫ان‬ َ ‫ط‬ْ‫ي‬ َّ ‫الش‬ َ ‫ن‬ ِ ‫م‬ ِ ‫ه‬ ‫اَّلل‬ِ‫ب‬ ُ ‫وذ‬ ُ‫ع‬ َ ‫أ‬ : َ‫ال‬ َ ‫ق‬ ْ ‫و‬ َ ‫ل‬ “ “Pada suatu hari aku duduk bersama-sama Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam sedang dua orang lelaki sedang saling mengeluarkan kata-kata kotor satu dan lainnya. Salah seorang daripadanya telah merah mukanya dan tegang pula urat lehernya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya aku tahu satu perkataan sekiranya dibaca tentu hilang rasa marahnya jika sekiranya ia mau membaca, ‘A’udzubillahi minas-syaitani’ (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan), niscaya hilang kemarahan yang dialaminya.” (HR Bukhari, no. 3282) Juga ada hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, َّ ‫الر‬ َ ‫ب‬ ِ ‫ض‬ َ ‫غ‬ ‫ا‬ َ ‫ذ‬ِ‫إ‬ ُ ‫ه‬ُ‫ب‬ ْ ‫ض‬ َ ‫غ‬ َ ‫ن‬ َ ‫ك‬ َ ‫س‬ ، ِ‫اهلل‬ِ‫ب‬ ُ ‫ذ‬ ْ ‫و‬ ُ‫ع‬ َ ‫أ‬ َ‫ال‬ َ ‫ق‬ َ ‫ف‬ ُ‫ل‬ ُ ‫ج‬ “Jika seseorang dalam keadaan marah, lantas ia ucapkan, ‘A’udzu billah (Aku meminta perlindungan kepada Allah)’, maka redamlah marahnya.” (HR. As-Sahmi dalam Tarikh Jarjan, 252. Silsilah Al- Ahadits Ash-Shahihah, no. 1376) 2- Diam Karena yang namanya marah itu jika keluar bisa jadi keluar kata-kata yang tidak Allah ridhai. Ada yang marah keluar kata-kata kufur, ada yang marah keluar kalimat mencaci maki, ada yang marah keluar kalimat laknat, ada yang marah keluar kalimat cerai hingga hal-hal sekitarnya pun bisa hancur. Kalau seseorang memaksa dirinya untuk diam ketika akan marah, hal-hal yang rusak tadi tidak akan terjadi. Ada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, َ‫ي‬ ْ ‫ل‬ َ ‫ف‬ ْ ‫م‬ ُ ‫ك‬ ُ ‫د‬ َ ‫ح‬ َ ‫أ‬ َ ‫ب‬ ِ ‫ض‬ َ ‫غ‬ ‫ا‬ َ ‫ذ‬ِ‫إ‬ َ ‫و‬ ْ ‫ت‬ ُ ‫ك‬ ْ ‫س‬ “Jika salah seorang di antara kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad, 1: 239. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan lighairihi). 3- Berganti posisi Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ْ ‫م‬ ُ ‫ك‬ ُ ‫د‬ َ ‫ح‬ َ ‫أ‬ َ ‫ب‬ ِ ‫ض‬ َ ‫غ‬ ‫ا‬ َ ‫ذ‬ِ‫إ‬ ُ ‫ه‬ ْ ‫ن‬ َ‫ع‬ َ ‫ب‬ َ ‫ه‬ َ ‫ذ‬ ْ ‫ن‬ِ‫إ‬ َ ‫ف‬ ، ْ ‫س‬ِ‫ل‬ ْ ‫ج‬َ‫ي‬ ْ ‫ل‬ َ ‫ف‬ ٌ ‫م‬ِ‫ائ‬ َ ‫ق‬ َ ‫و‬ ُ ‫ه‬ َ ‫و‬ ْ‫ع‬ ِ ‫ج‬ َ ‫ط‬ ْ ‫ض‬َ‫ي‬ ْ ‫ل‬ َ ‫ف‬ َّ ‫ال‬ِ‫إ‬ َ ‫و‬ ، ُ ‫ب‬ َ ‫ض‬ َ ‫غ‬ ْ ‫ال‬ “Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud, no. 4782. Al- Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
  • 6. 4- Mengambil air wudhu Dari Athiyyah As-Sa’di radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, َ ‫ب‬ َ ‫ض‬ َ ‫غ‬ ْ ‫ال‬ َّ ‫ن‬ِ‫إ‬ ‫ا‬ َ‫م‬ َّ ‫ن‬ِ‫إ‬ َ ‫و‬ ِ ‫ار‬ َّ ‫الن‬ ْ ‫ن‬ ِ ‫م‬ َ ‫ق‬ِ‫ل‬ ُ ‫خ‬ َ ‫ان‬ َ ‫ط‬ْ‫ي‬ َّ ‫الش‬ َّ ‫ن‬ِ‫إ‬ َ ‫و‬ ِ ‫ان‬ َ ‫ط‬ْ‫ي‬ َّ ‫الش‬ ْ ‫ن‬ ِ ‫م‬ ْ ‫أ‬ َّ ‫ض‬ َ ‫و‬ َ ‫ت‬َ‫ي‬ ْ ‫ل‬ َ ‫ف‬ ْ ‫م‬ ُ ‫ك‬ ُ ‫د‬ َ ‫ح‬ َ ‫أ‬ َ ‫ب‬ ِ ‫ض‬ َ ‫غ‬ ‫ا‬ َ ‫ذ‬ِ‫إ‬ َ ‫ف‬ ِ‫اء‬ َ‫م‬ ْ ‫ال‬ِ‫ب‬ ُ ‫ار‬ َّ ‫الن‬ ُ ‫أ‬ َ ‫ف‬ ْ ‫ط‬ ُ ‫ت‬ “Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Abu Daud, no. 4784. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). 5- Ingat wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan janji beliau Dari Mu’adz radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, َ ‫َّل‬ َ‫ع‬ َّ‫ل‬ َ ‫ج‬ َ ‫و‬ َّ ‫ز‬ َ‫ع‬ ُ‫هللا‬ ُ‫أه‬ َ‫ع‬ َ ‫د‬ ُ‫ذه‬ ِّ ‫ف‬ َ ‫ن‬ُ‫ي‬ ْ ‫ن‬ َ ‫أ‬ َ ‫َّل‬ َ‫ع‬ ٌ ‫ر‬ ِ ‫اد‬ َ ‫ق‬ َ ‫و‬ ُ ‫ه‬ َ ‫و‬ ً ‫ظا‬ْ‫ي‬ َ ‫غ‬ َ ‫م‬ َ ‫ظ‬ َ ‫ك‬ ْ ‫ن‬ َ‫م‬ َ‫اء‬ َ ‫ش‬ ‫ا‬ َ‫م‬ ِ ‫ر‬ ْ ‫و‬ ُ ‫ح‬ ْ ‫ال‬ َ ‫ن‬ ِ ‫م‬ ُ‫ه‬َ ِّ ّ ‫ن‬ َ ‫خ‬ُ‫ي‬ َّّ ‫ب‬ َ ‫ح‬ ِ‫ة‬ َ‫ام‬َ‫ي‬ ِ ‫ق‬ ْ ‫ال‬ َ ‫م‬ ْ ‫و‬َ‫ي‬ ِ ‫ق‬ِ‫ئ‬ َ ‫ال‬ َ ‫خ‬ ْ ‫ال‬ ِ ‫س‬ ْ ‫و‬ ُ ‫ؤ‬ ُ ‫ر‬ “Barangsiapa menahan amarahnya padahal mampu meluapkannya, Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk pada hari Kiamat untuk memberinya pilihan bidadari yang ia inginkan.” (HR. Abu Daud, no. 4777; Ibnu Majah, no. 4186. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sanadnya hasan) Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Wahai Rasulullah tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan dalam surga.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, ُ ‫ة‬ َّ ‫ن‬ َ ‫ج‬ ْ ‫ال‬ َ ‫ك‬ َ ‫ل‬ َ ‫و‬ ْ ‫ب‬ َ ‫ض‬ ْ ‫غ‬ َ ‫ت‬ َ ‫ال‬ “Janganlah engkau marah, maka bagimu surga.” (HR. Thabrani dalam Al-Kabir. Lihat Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, hadits ini shahih lighairihi). Wallahu waliyyut taufiq was sadaad. 7. Marah karena Mencari Keridhaan Allah Syaikh Musthafa Dieb Al Bugha menjelaskan bahwa marah yang dilarang dalam hadits ini adalah marah karena dendam dan bukan untuk membela agama Allah. Sedangkan marah karena mencari keridhaan Allah dan membela agama-Nya tidak dilarang. Bahkan pada kasus tertentu menjadi wajib. Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan: ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ه‬ ‫ال‬ِ‫إ‬ ِ‫ه‬ِ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ِ‫ل‬ َ‫م‬‫ه‬‫ل‬َ‫س‬ َ‫و‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫هللا‬ ‫ى‬‫ه‬‫ل‬َ‫ص‬ ِ ‫ه‬ ‫َّللا‬ ُ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َ‫م‬َ‫ق‬َ‫ت‬ْ‫ن‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ه‬ِ‫ب‬ ِ ‫ه‬ ِ ‫َلِل‬ َ‫م‬ِ‫ق‬َ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫ي‬َ‫ف‬ ،ِ ‫ه‬ ‫َّللا‬ ُ‫ة‬َ‫م‬ْ‫ر‬ُ‫ح‬ َ‫ك‬َ‫ه‬َ‫ت‬ْ‫ن‬ُ‫ت‬ Tidaklah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membalas atau menghukum karena dirinya (disakiti) sedikit pun, kecuali apabila kehormatan Allah dilukai. Beliau menghukum dengan sebab itu karena Allah azza wa jalla. (HR. Bukhari dan Muslim)
  • 7. Demikian pula, beliau bisa marah jika melihat atau mendengar apa yang dimurkai Allah. Beliau tidak membiarkan kejahatan, kemungkaran atau keburukan terjadi. ِ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ٌ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫ر‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ِِّ‫ى‬ ِ ‫ار‬َ‫ص‬ْ‫ن‬َ‫ْل‬‫ا‬ ٍ‫د‬‫و‬ُ‫ع‬ْ‫س‬َ‫م‬ ‫ى‬ِ‫ب‬َ‫أ‬ ْ‫َن‬‫ع‬ ِ ‫ه‬ ‫َّللا‬ - ‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬ - ِ‫ة‬َ‫ال‬َ‫ص‬ ْ‫َن‬‫ع‬ ُ‫ر‬‫ه‬‫خ‬َ‫أ‬َ‫ت‬َ‫ْل‬ ‫ى‬ِِّ‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ‫ه‬‫ى‬ِ‫ب‬‫ه‬‫ن‬‫ال‬ ُ‫ْت‬‫ي‬َ‫أ‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫ف‬ .‫ا‬َ‫ن‬ِ‫ب‬ ُ‫ل‬‫ي‬ِ‫ط‬ُ‫ي‬ ‫ا‬‫ه‬‫م‬ِ‫م‬ ٍ‫ن‬َ‫ال‬ُ‫ف‬ ِ‫ل‬ْ‫ج‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ِ‫ح‬ْ‫ب‬ُّ‫ص‬‫ال‬ - ‫صلى‬ ‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ - ‫ا‬‫ه‬‫م‬ِ‫م‬ ‫ه‬‫د‬َ‫ش‬َ‫أ‬ ُّ‫ط‬َ‫ق‬ ٍ‫ة‬َ‫ظ‬ِ‫ع‬ ْ‫و‬َ‫م‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ َ‫ب‬ ِ ‫ض‬َ‫غ‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ٍ‫ذ‬ِ‫ئ‬َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ َ‫ب‬ ِ ‫ض‬َ‫غ‬ « َ‫ين‬ ِ ‫ر‬ِِّ‫ف‬َ‫ن‬ُ‫م‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ه‬‫ن‬ِ‫إ‬ ُ‫اس‬‫ه‬‫ن‬‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ي‬ َ‫يف‬ِ‫ع‬‫ه‬‫ض‬‫ال‬َ‫و‬ َ‫ير‬ِ‫ب‬َ‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِ‫ه‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫ر‬َ‫و‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ه‬‫ن‬ِ‫إ‬َ‫ف‬ ْ‫ز‬ ِ‫وج‬ُ‫ي‬ْ‫ل‬َ‫ف‬ َ ‫اس‬‫ه‬‫ن‬‫ال‬ ‫ه‬‫م‬َ‫أ‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ُّ‫ي‬َ‫أ‬َ‫ف‬ ِ‫ة‬َ‫ج‬‫ا‬َ‫ح‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫ذ‬َ‫و‬ Dari Abu Mas’ud Al Anshari, ia berkata, seorang laki-laki menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Sesungguhnya aku memperlambat shalat Shubuh disebabkan oleh Si Fulan (imam shalat) yang memanjangkan shalat dengan kami.” Maka tidaklah aku melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam marah dalam memberikan nasihat yang lebih hebat dari kemarahan beliau pada hari itu. Lantas beliau bersabda, “Wahai manusia, sesungguhnya di antara kamu itu ada orang-orang yang membuat manusia lari (dari agama)! Siapa saja di antara kamu yang mengimami orang banyak, maka hendaklah dia meringkaskan. Karena sesungguhnya di belakangnya, ada orang yang sudah tua, orang yang lemah, dan orang yang memiliki keperluan.” (HR. Muslim)