Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.
Shalat Dhuha 
Bagian 2
Tata Cara Shalat Dhuha 
• Dilaksanakan dua rakaat salam – dua 
rakaat salam 
• Dari Ibn Umar radhiyallahu ’anhu, Nabi 
sha...
Shalatnya Panjang atau Ringan? 
• Dalam hadis Umu Hani' yang mengkisahkan 
shalat Dhuhanya Nabi shallallahu ’alaihi wa 
sa...
Terdapat riwayat dalam Mushannaf Ibn Abi Syaibah (7816) 
dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan 
خَرَجْتُ ...
Bacaan Ketika Shalat Dhuha 
• Ada hadis menyatakan: 
صلوا ركعتي الضحى بسورتيها : (والشمس 
وضحاها) ، و ( الضحى) 
"Shalatlah...
• Hadis di atas diriwayatkan oleh Ar-Ruyani dalam 
Musnadnya dan Ad Dailami dalam musnad Al- 
Firdaus (2/242) dari jalur M...
• Hadis ini juga didlaifkan oleh Al-Munawi dalam 
Faidhul Qodir dengan alasan adanya perowi 
yang bernama Musyaji' bin Amr...
• Kaidah: 
"Membatasi setiap ibadah yang sifatnya 
mutlak dengan tata cara tertentu – 
misalnya waktu, tempat, bacaan, jum...
Do'a setelah Shalat Dhuha 
Lafadz Do'anya: 
اللّهُ ض م إضض ض ن اضضلضّحَاضءضَ ضضحَاؤُكَ ، 
وَالْبَهَاضضءَ بَضضهَاؤُضض ، كَض...
Status Keabsahan Doa 
• Do'a ini disebutkan oleh As Syarwani dalam 
Syarhul Minhaj (7/293) dan Abu Bakr Ad- 
Dimyathi dala...
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

Shalat dhuha 02

Shalat dhuha 02 - Ammi Nur Baits
10 Sep 2014

  • Loggen Sie sich ein, um Kommentare anzuzeigen.

  • Gehören Sie zu den Ersten, denen das gefällt!

Shalat dhuha 02

  1. 1. Shalat Dhuha Bagian 2
  2. 2. Tata Cara Shalat Dhuha • Dilaksanakan dua rakaat salam – dua rakaat salam • Dari Ibn Umar radhiyallahu ’anhu, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: صَلةَُ اللّيْلِ وَالنّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى "Shalat sunah siang dan malam adalah dua rakaat-dua rakaat." (HR. Abu Daud 1295, Ibn Majah 1322, dan Ahmad 4791)
  3. 3. Shalatnya Panjang atau Ringan? • Dalam hadis Umu Hani' yang mengkisahkan shalat Dhuhanya Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika fathu Makah terdapat pernyataan: فَمَا رَأَيْتُهُ صَلّى صَلةًَ أَخَفّ مِنْهَا غَيْرَ أَنّهُ يُتِمّ الرّكُوعَ وَالسّجُودَ "Aku tidak pernah melihat shalat yang lebih ringan melebihi shalat yang beliau kerjakan, hanya saja Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menyempurnakan rukuk dan sujudnya." (HR. Bukhari 1103 & Muslim 336)
  4. 4. Terdapat riwayat dalam Mushannaf Ibn Abi Syaibah (7816) dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan خَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللّهِ صَلّى اُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ إِلَى حَرّةِ بَنِي مُعَاوِيَةَ فَصَلّى الضّحَى ثَمَانِ رَكَعَاتٍ طَوّلَ فِيهِنّ ”Saya pernah keluar bersama Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menuju harrah[1] bani Mu’awiyah. Kemudian beliau shalat Dhuha 8 rakaat dan beliau memperlama shalatnya.” [Riwayat ini dishahihkan oleh Ibn Hajar dalam Fathul Bari (3/54) dan Al-Aini dalam Umdatul Qori (7/146)]. - - - - - [1] Harrah: daerah yang tanahnya keras, yang tersusun dari bebatuan hitam. Bentuk jamaknya; hirar. (Jamharatul Lughah, 1/25)
  5. 5. Bacaan Ketika Shalat Dhuha • Ada hadis menyatakan: صلوا ركعتي الضحى بسورتيها : (والشمس وضحاها) ، و ( الضحى) "Shalatlah dua rakaat Dhuha dengan membaca dua surat Dhuha, yaitu surat Was syamsi waDhuhaa haa dan surat Al dhuha." • Dalam riwayat yang lain terdapat tambahan: "barangsiapa yang mengamalkannya maka dia diampuni."
  6. 6. • Hadis di atas diriwayatkan oleh Ar-Ruyani dalam Musnadnya dan Ad Dailami dalam musnad Al- Firdaus (2/242) dari jalur Musyaji' bin 'Amr. Hadis ini juga disebutkan oleh Al-Hafidz Ibn Hajar dalam Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari dan tidak dikomentari. Beliau hanya menyatakan bahwa bacaan surat tersebut ada kesesuaian bacaan dengan shalat yang dikerjakan. Namun yang benar, hadis di atas adalah hadis palsu. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Al-Albani, beliau mengatakan: "Hadis ini palsu, cacatnya ada pada Musyaji' bin Amr. Ibn Ma'in berkomentar tentang Musyaji': "yang saya tahu dia (musyaji') adalah seorang pendusta." (Silsilah Hadis Dlaif & Palsu, hadis ke-3774)
  7. 7. • Hadis ini juga didlaifkan oleh Al-Munawi dalam Faidhul Qodir dengan alasan adanya perowi yang bernama Musyaji' bin Amr. Imam Ad Dzahabi dalam Ad-Dlu'afa' mengatakan dengan menukil perkataan Ibn Hibban: "Dia memalsukan hadis dari Ibn Lahi'ah dan dia adalah dla'if." (Faidhul Qodir, 4/201). • Disimpulkan dengan yakin bahwa hadis yang menganjurkan shalat Dhuha dengan bacaan tertentu adalah hadis dlaif. Artinya tidak ada anjuran untuk mengkhususkan shalat Dhuha dengan bacaan tertentu, baik di rakaat pertama, rakaat kedua, maupun do'a setelah shalat Dhuha.
  8. 8. • Kaidah: "Membatasi setiap ibadah yang sifatnya mutlak dengan tata cara tertentu – misalnya waktu, tempat, bacaan, jumlah, dan yang lainnya – tanpa ada keterangan dalil yang shahih termasuk salah satu bentuk bid'ah." (Qowa’id Ma’rifatil Bida’, hal. 52)
  9. 9. Do'a setelah Shalat Dhuha Lafadz Do'anya: اللّهُ ض م إضض ض ن اضضلضّحَاضءضَ ضضحَاؤُكَ ، وَالْبَهَاضضءَ بَضضهَاؤُضض ، كَضضض وَالْجَمَالَ جَمَالُضضضك ، وَالْقُوّضض ةَ قُضضوّتُك، وَالْقُدْرَضضةَ ق ضضدْرَتُ ضضك، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُك اللّهُ مّ إ نْ كَا نَ رِزْقِي فِي السّمَاءِ فَأَنْزِلْ هُ ، وَإِنْ كَانَ فضِيض الْرَْضفَض ض ضِضضأَخْرِجْضهُ ،ضض وَإِنْ كَانَ مُعَسّرًا فَيَسّرْهُ ، وَإِنْ كَانَ
  10. 10. Status Keabsahan Doa • Do'a ini disebutkan oleh As Syarwani dalam Syarhul Minhaj (7/293) dan Abu Bakr Ad- Dimyathi dalam I'anatut Thalibiin (1/295). Namun kedua penulis ini tidak menunjukkan dalil bacaan ini. • Dikomentari dalam fatwa Syabakah Islamiyah: ولم نجده في المراجع التي بين أيدينا معزوا للحديث "Kami tidak mendapatkan acuan dalil yang menunjukkan adanya do'a ini pada referensi-referensi yang kami miliki." (Fatawa Syabakah Islamiyah no. 53488).

×