Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.
PEMERINTAH PROVINSI JAMBI
PERATURAN DAERAH PROVINSI JAMBI
TENTANG
RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
PROVINSI JAMBI 2013-20...
RTRWP Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
i
KATA PENGANTAR
Dengan ditetapkannya Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Pen...
RTRWP Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .........................................................
RTRWP Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
iii
1.3.6 Potensi Ekonomi Wilayah ....................................................
RTRWP Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
iv
BAB 4 RENCANA POLA RUANG WILAYAH PROVINSI JAMBI................. 4-1
4.1 Kawasan...
RTRWP Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
v
4.2.4 Kawasan Peruntukan Pertambangan ....................................... 4-2...
RTRWP Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
vi
BAB 7 ARAHAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG..................... 7-1
7.1 Indikas...
RTRWP Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
vii
DAFTAR TABEL
Tabel 1-1 Wilayah Administrasi Provinsi Jambi Tahun 2010.............
RTRWP Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
viii
Tabel 6.1 Indikasi Program Utama Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Provinsi Ja...
RTRWP Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
ix
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Peta Orientasi Wilayah ...................................
RTRWP Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
x
Gambar 4-1 Peta Rencana Pola Ruang .................................................
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-1
1
1.1. Latar Belakang
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 ten...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-2
Wewenang pemerintah daerah provinsi dalam pelaksanaan penataan
ruang wilayah pro...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-3
10. Undang – Undang No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan (Lembaran
Negara tahun 1992 ...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-4
Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-5
34. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan
Kesehatan Hewan (Le...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-6
45. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006
tentang Jalan (L...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-7
55. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009
tentang Perubaha...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-8
67. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 327
Tahun 2002 tent...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-9
1.3. Profil Wilayah
1.3.1 Karakteristik Fisik Wilayah
1.3.1.1 Letak Geografis
Pr...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-10
Tabel 1.1
Wilayah Administrasi Provinsi Jambi
No Kabupaten/Kota Luas (KM2) Ibuk...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-11
Gambar 1.1
Peta Orientasi Wilayah
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-12
Gambar 1.2
Peta Administrasi Wilayah
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-13
Tabel 1.2
Klasifikasi Topografi di Provinsi Jambi
Topografi
(meter dpl)
Luas Wi...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-14
Gambar 1.3
Peta Kelerengan
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-15
Beberapa jenis tanah yang secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel ...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-16
Gambar 1.4
Peta Jenis Tanah
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-17
1.3.1.5 Hidrologi
Dilihat dari pola aliran sungai, dimana di daerah hulu pola a...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-18
b) Pertanian lahan kering dataran rendah sampai sedang (LKDR)
luasnya 2.747.105...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-19
Sementara itu berdasarkan karakter komplek ekologinya, perkembangan
kawasan bud...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-20
perkebunan karet dapat tergambar bahwa sementara untuk pemanfaatan
sektor perke...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-21
1.3.2 Kependudukan dan Sumber Daya Manusia
1.3.2.1 Jumlah dan Pertumbuhan Pendu...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-22
Gambar 1.6 Trend dan Perkiraan Pertumbuhan Penduduk Provinsi Jambi
Tahun 1971 –...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-23
Gambar 1.7 Piramida Penduduk Provinsi Jambi
Tahun 1990 dan Tahun 2000
Sumber: H...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-24
Gambar 1.8 Piramida Penduduk Provinsi Jambi Tahun 2012
Sumber: Hasil analisis, ...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-25
Gambar 1.9 Perubahan Penduduk Provinsi Jambi dirinci per
Kabupaten/Kota Tahun 2...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-26
Gambar 1.10
Peta Sebaran Penduduk
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-27
Tabel 1.9.
Luas Wilayah dan Proyeksi Kepadatan Penduduk di Provinsi Jambi
Tahun...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-28
Untuk jumlah sekolah Merangin dan Sarolangun dan Muara Jambi
merupakan Kabupate...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-29
1.3.3. Potensi Bencana Alam
Di Provinsi Jambi terdapat beberapa daerah yang dik...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-30
Gambar 1.11
Peta Rawan Bencana di Provinsi Jambi
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-31
1.3.4 Potensi Sumberdaya Alam
1.3.4.1 Kondisi Geomorfologi dan Geologi
Secara g...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-32
Tangkui. Sesar di daerah Bungo dan Tebo terlihat di hulu Sungai Pelepat
yang me...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-33
mencakup kegiatan konservasi, pendayagunaan, dan pengendalian daya
rusak sungai...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-34
1.3.6 Potensi Ekonomi Wilayah
1.3.6.1 Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi P...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-35
1.3.6.2. Struktur Perekonomian
Mencermati fakta perkembangan perekonomian di Pr...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-36
Sektor Listrik dan air bersih memberi kontribusi terkecil dalam PDRB
Provinsi J...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-37
belakang di Provinsi Jambi dan juga di daerah perbatasan dengan
provinsi lain.
...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-38
Pengembangan industri dimasa datang lebih di fokuskan pada
agroindustri yang da...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-39
1. Isu sistem dan jaringan perkotaan dimana banyak pihak yang
menilai bahwa sis...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-40
Gambar 1.15
Peta Penggunaan Lahan
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
1-41
Gambar 1.16
Peta Kawasan Hutan
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
2-1
2.1 Tujuan Penataan Ruang Provinsi Jambi
Pengembangan Provinsi Jambi, didasarkan...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
2-2
d. Kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil Provinsi Jambi dengan garis pantai
yang...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
2-3
2.2 Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Provinsi Jambi
Untuk mencapai tujuan t...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
2-4
3. Pengoptimalisasian pemanfaatan kawasan budi daya untuk mendukung
pengembangan...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
2-5
Jambi dan Sarolangun.
b. Mempertahankan kawasan lindung seluas minimum 30% dari ...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
3-1
Bila pola pemanfaatan ruang, kota-kota dan
jaringan prasarana terikat dalam suat...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
3-2
Tabel 3.1
Peranan dan Fungsi Wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi
Tahun 2013...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
3-3
No Kabupaten/Kota Peranan dan Fungsi Keterangan
8 Tanjung Jabung Barat 1. Perdag...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
3-4
3. Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) yaitu pusat kegiatan pemerintahan, sosial,
ekono...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
3-5
t. Perkotaan Pijoan;
u. Perkotaan Sebapo;
v. Perkotaan Marga;
w. Perkotaan Tanju...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
3-6
4. Kuala
Tungkal
PKW
1. Pusat pemerintahan
kabupaten
2. Pusat perdagangan dan ja...
RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033
3-7
12. Siulak
PKL
1. Pusat Pemerintahan
2. Pusat Pertanian/Agrowisata
Perkotaan
di
...
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033
Nächste SlideShare
Wird geladen in …5
×

Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033

1.032 Aufrufe

Veröffentlicht am

Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033

  • Als Erste(r) kommentieren

Materi Teknis RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013-2033

  1. 1. PEMERINTAH PROVINSI JAMBI PERATURAN DAERAH PROVINSI JAMBI TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) PROVINSI JAMBI 2013-2033 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH 2013
  2. 2. RTRWP Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 i KATA PENGANTAR Dengan ditetapkannya Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) telah memberikan pengaruh yang besar terhadap kebijakan penataan ruang di daerah terutama adanya perubahan paradigma penataan ruang khususnya dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia. RTRW Provinsi Jambi disusun sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pembangunan, landasan kebijakan dan sebagai upaya untuk terus mendorong kegiatan penataan ruang selama 20 tahun mendatang (tahun 2013 – 2033). Untuk itu maka pada Tahun Anggaran 2011 ini telah ditetapkan kegiatan penyempurnaan RTRW Provinsi Jambi sebagai upaya untuk memantapkan kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan/pengendalian pembangunan pada umumnya, dan bidang penataan ruang khususnya. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas bantuan dan perhatiannya dalam penyusunan buku RTRW Provinsi Jambi ini. Jambi, Desember 2012 Pemerintah Provinsi Jambi
  3. 3. RTRWP Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...................................................................................................... i DAFTAR ISI................................................................................................................... ii DAFTAR TABEL............................................................................................................ vii DAFTAR GAMBAR........................................................................................................ ix BAB1 PENDAHULUAN................................................................................. 1-1 1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1-1 1.2 Dasar Hukum....................................................................................... 1-2 1.3 Profil Wilayah....................................................................................... 1-9 1.3.1 Karakteristik Fisik Wilayah .......................................................... 1-9 1.3.1.1 Letak Geografis............................................................... 1-9 1.3.1.2 Administrasi wilayah........................................................ 1-9 1.3.1.3 Topografi......................................................................... 1-10 1.3.1.4 Jenis tanah...................................................................... 1-13 1.3.1.5 Hidrologi ....................................................................... 1-17 1.3.1.6 Karakteristik Lahan.......................................................... 1-17 1.3.1.7 Penggunaan Lahan......................................................... 1-19 1.3.2 Kependudukan dan Sumber Daya Manusia................................ 1-21 1.3.2.1 Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk............................... 1-21 1.3.2.2 Kepadatan Penduduk...................................................... 1-25 1.3.2.3 Sarana Pendidikan.......................................................... 1-27 1.3.3 Potensi Bencana Alam................................................................ 1-29 1.3.4 Potensi Sumberdaya Alam.......................................................... 1-31 1.3.4.1 Kondisi Geomorfologi dan Geologi .................................. 1-31 1.3.4.2 Potensi Bahan Galian...................................................... 1-32 1.3.5 Potensi Sumber Daya Air............................................................ 1-32
  4. 4. RTRWP Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 iii 1.3.6 Potensi Ekonomi Wilayah ........................................................... 1-34 1.3.6.1 Pertumbuhan Ekonomi.................................................... 1-34 1.3.6.2 Struktur Perekonomian.................................................... 1-35 1.3.6.3 Kecenderungan Perkembangan Perekonomian .............. 1-36 1.4 Isu Strategis Pengembangan Wilayah di Provinsi Jambi...................... 1-38 BAB 2 TUJUAN, KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENATAAN RUANG ........ 2-1 2.1 Tujuan Penataan Ruang Provinsi Jambi .............................................. 2-1 2.2 Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Provinsi Jambi ..................... 2-3 BAB 3 RENCANA STRUKTUR RUANG WILAYAH PROVINSI JAMBI ........ 3-1 3.1 Rencana Sistem Perkotaan ................................................................. 3-1 3.2 Sistem Jaringan Prasarana Utama ...................................................... 3-13 3.2.1 Sistem Jaringan Transportasi Darat ......................................... 3-13 3.2.1.1 Jaringan Lalu Lintas Angkutan Jalan ............................ 3-13 3.2.1.2 Jaringan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) ......................................................................... 3-20 3.2.2 Sistem Jaringan Perkeretaapian............................................... 3-21 3.2.3 Sistem Jaringan Transportasi Laut........................................... 3-23 3.2.4 Sistem Jaringan Transportasi Udara ........................................ 3-28 3.3 Sistem Jaringan Prasarana Lainnya .................................................... 3-28 3.3.1 Sistem Jaringan Energi dan Kelistrikan....................................... 3-28 3.3.2 Sistem Jaringan Telekomunikasi................................................. 3-34 3.3.3 Sistem Jaringan Sumber Daya Air .............................................. 3-35 3.3.4 Sistem Jaringan Prasarana Lainnya............................................ 3-37 3.3.4.1 Sistem Persampahan ................................................... 3-37 3.3.4.2 Sistem Penyediaan Air Minum...................................... 3-42 3.3.4.3 Sistem Pengolahan Air Limbah..................................... 3-43 3.3.4.4 Sistem Drainase .......................................................... 3-45 3.3.4.5 Jalur dan Ruang Evakuasi Bencana............................. 3-45
  5. 5. RTRWP Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 iv BAB 4 RENCANA POLA RUANG WILAYAH PROVINSI JAMBI................. 4-1 4.1 Kawasan Lindung ................................................................................ 4-2 4.1.1 Hutan Lindung.......................................................................... 4-6 4.1.2 Kawasan yang Memberikan Perlindungan Kawasan Bawahannya ............................................................................ 4-7 4.1.2.1 Kawasan Resapan Air .................................................. 4-7 4.1.2.2 Kawasan Bergambut .................................................... 4-7 4.1.3 Kawasan yang Memberikan Perlindungan Setempat ............... 4-8 4.1.3.1 Kawasan Sempadan Pantai ......................................... 4-9 4.1.3.2 Kawasan Sempadan Sungai ........................................ 4-9 4.1.3.3 Kawasan Sekitar Danau/Waduk ................................... 4-10 4.1.3.4 Ruang Terbuka Hijau.................................................... 4-11 4.1.4 Kawasan Suaka Alam, Cagar Alam dan Cagar Budaya ........... 4-11 4.1.4.1 Kawasan Suaka Alam Laut dan Perairan Lainnya ........ 4-11 4.1.4.2 Kawasan Cagar Alam................................................... 4-12 4.1.4.3 Taman Nasional ........................................................... 4-12 4.1.4.4 Taman Hutan Raya ...................................................... 4-13 4.1.4.5 Taman Wisata Alam ..................................................... 4-14 4.1.4.6 Kawasan Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan .......... 4-15 4.1.5 Kawasan Rawan Bencana ....................................................... 4-15 4.1.5.1 Kawasan Rawan Tanah Longsor.................................. 4-16 4.1.5.2 Kawasan Rawan Banjir................................................. 4-18 4.1.5.3 Kawasan Letusan Gunung Api ..................................... 4-18 4.1.5.4 Kawasan Rawan Gempa Bumi..................................... 4-20 4.2 Kawasan Budidaya .............................................................................. 4-21 4.2.1 Kawasan Peruntukan Hutan Produksi........................................ 4-22 4.2.1.1 Kawasan Hutan Produksi Terbatas .............................. 4-22 4.2.1.2 Kawasan Hutan Produksi Tetap ................................... 4-23 4.2.2 Kawasan Peruntukan Pertanian................................................. 4-23 4.2.2.1 Kawasan Pertanian Tanaman Pangan ......................... 4-24 4.2.2.2 Kawasan Peruntukan Hortikultura ................................ 4-26 4.2.2.3 Kawasan Peruntukan Perkebunan ............................... 4-26 4.2.2.4 Kawasan Peruntukan Peternakan ................................ 4-27 4.2.3 Kawasan Peruntukan Perikanan .............................................. 4-27
  6. 6. RTRWP Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 v 4.2.4 Kawasan Peruntukan Pertambangan ....................................... 4-28 4.2.5 Kawasan Peruntukan Industri................................................... 4-31 4.2.6 Kawasan Peruntukan Pariwisata.............................................. 4-31 4.2.7 Kawasan Peruntukan Permukiman .......................................... 4-31 4.3. Rencana Pengembangan Kawasan Peruntukan Lainnya.......... 4-34 4.3.1 Kawasan Peruntukan Pertahanan dan Keamanan .......... 4-34 4.3.2 Kawasan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil .......................... 4-35 BAB 5 PENETAPAN KAWASAN STRATEGIS PROVINSI JAMBI ............... 5-1 5.1 Rencana Kawasan Strategis Provinsi di Provinsi Jambi....................... 5-1 5.1.1 Rencana Kawasan Strategis Nasional...................................... 5-3 5.1.2 Rencana Kawasan Strategis Provinsi....................................... 5-5 5.1.2.1 Kawasan Strategis dari Sudut Kepentingan Ekonomi ....................................................................... 5-5 5.1.2.2 Kawasan Strategis dari Sudut Kepentingan Sosial dan Budaya........................................................ 5-7 5.1.2.3 Kawasan Strategis dari Sudut Kepentingan Pendayagunaan Sumberdaya Alam dan/atau Teknologi Tinggi............................................................................ 5-8 5.2 Pengembangan Kawasan Strategis..................................................... 5-10 BAB 6 ARAHAN PEMANFAATAN RUANG WILAYAH................................. 6-1 6.1 Prioritas Pemanfaatan Ruang.............................................................. 6-1 6.1.1 Perwujudan Rencana Pengembangan Struktur Ruang .............. 6-1 6.1.1.1 Program Perwujudan Pengembangan Pusat Kegiatan di Provinsi Jambi.......................................................... 6-1 6.1.1.2 Perwujudan Program Sistem Prasarana Utama .......... 6-3 6.1.1.3 Perwujudan Program Sistem Prasarana Lainnya......... 6-4 6.1.2 Perwujudan Rencana Pola Ruang ............................................. 6-6 6.1.3 Perwujudan Kawasan Strategis ................................................. 6-12 6.2 Indikasi Program Utama ...................................................................... 6-12 6.3 Pembiayaan Program Pemanfaatan Ruang......................................... 6-13
  7. 7. RTRWP Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 vi BAB 7 ARAHAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG..................... 7-1 7.1 Indikasi Arahan Peraturan Zonasi ....................................................... 7-1 7.1.1 Indikasi Arahan Peraturan Zonasi Struktur Ruang.................... 7-2 7.1.2 Indikasi Arahan Peraturan Zonasi zonasi Pola Ruang.............. 7-5 7.1 Ketentuan Umum Peraturan Zonasi .................................................... 7-11 7.1.1 Ketentuan Umum Peraturan Zonasi Struktur Ruang................. 7-13 7.1.2 Ketentuan Umum Peraturan zonasi Pola Ruang ...................... 7-13 7.3 Perizinan.............................................................................................. 7-44 7.3.1 Arahan Perizinan...................................................................... 7-44 7.3.2 Penetapan Izin ......................................................................... 7-44 7.3.3 Kelembagaan Perizinan ........................................................... 7-44 7.4 Arahan Insentif dan Disinsentif ............................................................. 7-45 7.4.1 Arahan Umum Insentif-Disinsentif ............................................ 7-45 7.5 Arahan Sanksi ..................................................................................... 7-50 7.5.1 Sanksi Administrasi.................................................................. 7-50 7.5.2 Sanksi Pidana .......................................................................... 7-51 7.5.3 Sanksi Perdata......................................................................... 7-52 7.6 Kelembagaan ...................................................................................... 7-54 BAB 8 HAK, KEWAJIBAN DAN PERAN SERTA MASYARAKAT ............... 8-1 8.1 Umum.................................................................................................. 8-1 8.2 Hak Masyarakat................................................................................... 8-2 8.3 Kewajiban Masyarakat......................................................................... 8-3 8.4 Peran Masyarakat................................................................................ 8-3 8.4.1 Bentuk Peran Masyarakat dalam Perencanaan Tata Ruang .... 8-3 8.4.2 Bentuk Peran Masyarakat dalam Pemanfaatan Ruang ............ 8-4 8.4.3 Bentuk Peran Masyarakat dalam Pengendalian Pemanfaatan Ruang ...................................................................................... 8-4
  8. 8. RTRWP Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 vii DAFTAR TABEL Tabel 1-1 Wilayah Administrasi Provinsi Jambi Tahun 2010......................................... 1-9 Tabel 1-2 Klasifikasi Topografi di Provinsi Jambi.......................................................... 1-13 Tabel 1-3 Luas Wilayah Menurut Jenis Tanah di Provinsi Jambi .................................. 1-15 Tabel 1-4 Luas Lahan Sawah Provinsi Jambi Tahun 2007 - 2010 ................................ 1-18 Tabel 1-5 Luas Penutupan Lahan di Provinsi Jambi Tahun 2010 ................................. 1-19 Tabel 1-6 Luas Kawasan Hutan di Provinsi Jambi berdasarkan Fungsi Tahun 2010.... 1-20 Tabel 1-7 Perubahan Penduduk Provinsi Jambi Tahun 1971-2010 .............................. 1-21 Tabel 1-8 Pertumbuhan Penduduk Provinsi Jambi Tahun 1971-2010 .......................... 1-21 Tabel 1-9 Luas Wilayah dan Proyeksi Kepadatan Penduduk Provinsi Jambi tahun 2033 ................................................................................................... 1-27 Tabel 1-10 Potensi Bahan Galian di Wilayah Provinsi Jambi.......................................... 1-32 Tabel 1-11 Luas Daerah Pengaliran dan Debit dari Beberapa Sungai Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi................................................................ 1-33 Tabel 1-12 Tren Perubahan Struktur Ekonomi Provinsi Jambi Tahun 1999 – 2009 (dalam persen) ............................................................................................. 1-34 Tabel 1-13 Perkembangan Luas Lahan Perkebunan menurut Komoditi di Provinsi Jambi Periode Tahun 1990 – 2005 (Ha)....................................................... 1-37 Tabel 3-1 Peranan dan Fungsi Wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi Tahun 2013 – 2033 ................................................................................................. 3-2 Tabel 3-2 Sistem Pusat Permukiman di Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033................. 3-5 Tabel 3-3 Proyeksi Kebutuhan Energi Listrik di Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033...... 3-31 Tabel 3-4 Proyeksi Kebutuhan Prasarana Telekomunikasi di Provinsi Jambi Tahun 2013 – 2033 ................................................................................................. 3-33 Tabel 3-5 Proyeksi Timbunan Sampah di Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 .............. 3-38 Tabel 3-6 Arahan Pengembangan TPAS Regional Provinsi Jambi Tahun 2033........... 3-39 Tabel 3-7 Proyeksi Kebutuhan Air Bersih di Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033........... 3-42 Tabel 3-8 Proyeksi Produksi Air Limbah di Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033............. 3-44 Tabel 4-1 Rencana Kawasan Lindung Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 ................... 4-3 Tabel 4-2 Kawasan Rawan Bencana di Provinsi Jambi................................................ 4-16
  9. 9. RTRWP Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 viii Tabel 6.1 Indikasi Program Utama Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jambi 2013 – 2033.......................................................................... 6-15 Tabel 7-1 Ketentuan Umum Peraturan Zonasi Rencana Struktur Ruang Provinsi Jambi 7-13 Tabel 7-2 Ketentuan Umum Peraturan Zonasi Rencana Pola Ruang Provinsi Jambi ... 7-11 Tabel 7-3 Insentif dan Disinsentif Pemanfaatan Ruang Di Provinsi Jambi.................... 7-45 Tabel 7-4 Pemberian Insentif dan Disinsentif Pemanfaatan Ruang di Provinsi Jambi... 7-46 Tabel 7-5 Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif .................................................. 7-51
  10. 10. RTRWP Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 ix DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Peta Orientasi Wilayah .......................................................................... 1-11 Gambar 1.2 Peta Administrasi Provinsi jambi ............................................................ 1.12 Gamber 1.3 Peta Kelerengan..................................................................................... 1.14 Gamber 1.4 Peta Jenis Tanah.................................................................................... 1.16 Gambar 1.5 Perubahan Penggunaan Lahan di Provinsi Jambi tahun 1992 - 2009..... 1-20 Gambar 1.6 Trend dan Perkiraan Pertumbuhan Penduduk Provinsi Jambi Tahun 1971 - 2010 ....................................................................................................... 1.22 Gambar 1.7 Piramida Penduduk Provinsi Jambi Tahun 1990 dan Tahun 2000.......... 1.23 Gambar 1.8 Piramida Penduduk Provinsi Jambi......................................................... 1.24 Gambar 1.9 Perubahan Penduduk Provinsi Jambi dirinci per Kabupaten/Kota 2000 – 2010 ....................................................................................................... 1-25 Gambar 1.10 Peta Sebaran Penduduk......................................................................... 1-26 Gambar 1.11 Persebaran Jumlah Sekolah di Wilayah Provinsi Jambi Tahun 2010...... 1-28 Gambar 1.12 Peta Kawasan Rawan Bencana.............................................................. 1-30 Gambar 1.13 Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi Tahun 2001 - 2010..................... 1-34 Gambar 1.14 Perkembangan PDRB Provinsi Jambi Menurut Harga Konstan 1993 Periode 1990-2005 ................................................................................. 1-35 Gambar 1.15 Peta Penggunaan Lahan ........................................................................ 1-40 Gambar 1.16 Peta Kawasan Hutan ............................................................................. 1-41 Gambar 3.1 Peta Rencana Struktur Ruang ................................................................ 3-10 Gambar 3-2 Peta Rencana Pengembangan Sistem Perkotaan .................................. 3-11 Gambar 3-3 Peta Rencana Sistem Pusat Permukiman .............................................. 3-12 Gambar 3-4 Peta Rencana Sistem Jaringan Jalan ..................................................... 3-20 Gambar 3-5 Peta Rencana Peta Rencana Pengembangan Sistem Jaringan Transportasi ............................................................................................................... 3-25 Gambar 3-6 Peta Rencana Pengembangan Sistem Jaringan Jalan Tol ..................... 3-26 Gambar 3-7 Peta Rencana Sistem Jaringan Jalan Kereta Api.................................... 3-27 Gambar 3-8 Peta Rencana Pengembangan Sistem Jaringan Energi.......................... 3-33 Gambar 3-9 Peta Rencana Sanitary Landfill............................................................... 3-41
  11. 11. RTRWP Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 x Gambar 4-1 Peta Rencana Pola Ruang ..................................................................... 4-4 Gambar 4.2 Peta Rencana Kawasan Pertambangan ................................................ 4-30 Gambar 5.1 Peta Rencana Kawasan Strategis Nasional............................................ 5-4 Gambar 5.2 Peta Rencana Kawasan Strategis Provinsi............................................. 5-9 Gambar 5.3 Peta Rencana Kawasan Strategis .......................................................... 5-11
  12. 12. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-1 1 1.1. Latar Belakang Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Daerah Provinsi harus menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembangunan di wilayah Provinsi. Penyusunan rencana tata ruang wilayah provinsi dimaksud harus memperhatikan beberapa hal diantaranya: perkembangan permasalahan nasional dan hasil pengkajian implikasi penataan ruang provinsi, upaya pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi provinsi, serta keselarasan aspirasi pembangunan provinsi dan pembangunan kabupaten/kota. Dalam Undang-Undang Penataan Ruang tersebut juga menyatakan bahwa Rencana tata ruang wilayah provinsi menjadi pedoman untuk penyusunan rencana pembangunan jangka panjang daerah, penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang dalam wilayah provinsi, mewujudkan keterpaduan, keterkaitan, dan keseimbangan perkembangan antar wilayah kabupaten/kota, serta keserasian antarsektor, penetapan lokasi dan fungsi ruang untuk investasi, penataan ruang kawasan strategis provinsi, dan penataan ruang wilayah kabupaten/kota. Wewenang pemerintah daerah provinsi dalam penyelenggaraan penataan ruang meliputi: a. pengaturan, pembinaan, dan pengawasan terhadap pelaksanaan penataan ruang wilayah provinsi, dan kabupaten/kota, serta terhadap pelaksanaan penataan ruang kawasan strategis provinsi dan kabupaten/kota; b. pelaksanaan penataan ruang wilayah provinsi; c. pelaksanaan penataan ruang kawasan strategis provinsi; dan d. kerja sama penataan ruang antar provinsi dan pemfasilitasan kerja sama penataan ruang antar kabupaten/kota. P E N D A H U L U A N
  13. 13. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-2 Wewenang pemerintah daerah provinsi dalam pelaksanaan penataan ruang wilayah provinsi meliputi perencanaan tata ruang wilayah provinsi, pemanfaatan ruang wilayah provinsi dan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah provinsi. 1.2. Dasar Hukum Dasar hukum yang menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jambi adalah sebagai berikut: 1. Undang-Undang Nomor 61 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 19 Tahun 1957 tentang Pembentukan Daerah-daerah Swatantra Tingkat I Sumatera Barat, Jambi, dan Riau menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 112) jo. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1979; Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1979 Nomor 44, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3146); 2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok- Pokok Agraria (Lembaran Negara Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2043); 3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1983 tentang Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 44, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3122); 4. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1984 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3272); 5. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3419); 6. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3469); 7. Undang – undang No. 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3478) 8. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 27 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3470); 9. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3647);
  14. 14. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-3 10. Undang – Undang No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan (Lembaran Negara tahun 1992 Nomor 99, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3656); 11. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3888) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4310); 12. Undang-undang Nomor 54 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo, Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 182 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3903); 13. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4152) 14. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara No. 4247); 15. Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 115, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4327) 16. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3477) 17. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389); 18. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4411); 19. Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 154, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 5073); 20. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 21. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah dua kali diubah, terakhir dengan Undang- Undang Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 12 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
  15. 15. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-4 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 22. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 132); 23. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4739); 24. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723); 25. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 26. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4690); 27. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4849); 28. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4851); 29. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2008 Undang-Undang tentang Pembentukan Kota Sungai Penuh di Provinsi Jambi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 98, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4871); 30. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 117, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4925); 31. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4956); 32. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4959); 33. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4966);
  16. 16. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-5 34. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Tepublik Indonesia Nomor 5014); 35. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5025); 36. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059); 37. Undang-undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 149, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5068); 38. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1991 tentang Sungai (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 44, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3658); 39. Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 1996 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 101, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3658); 40. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1996 tentang Pelaksanaan Hak dan Kewajiban, serta Bentuk Tata Cara Peran Serta Masyarakat dalam Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3660); 41. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2000 tentang Ketelitian Peta Tata Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3934); 42. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 tentang Tata Guna Tanah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4385); 43. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2004 tentang Perencanaan Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2007 Nomor 146; Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4452); 44. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4532);
  17. 17. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-6 45. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4655); 46. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663); 47. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664); 48. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4696); 49. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 50. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumber Daya Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4779); 51. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dana Dekosentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816); 52. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); 53. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4858); 54. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Kawasan Perkotaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5004);
  18. 18. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-7 55. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 88, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5019); 56. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 Tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 128, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5047); 57. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5048); 58. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2004 tentang Perlindungan Hutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5056); 59. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 151, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5070); 60. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2010 tentang Tata Cara Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5097); 61. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5103); 62. Peraturan Presiden Nomor 13 tahun 2012 Rencana Tata Ruang Pulau Sumatera (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 31). 63. Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung; 64. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 63 Tahun 1993 tentang Garis Sempadan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai; 65. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 15/PRT/M/2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi; 66. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun tentang Tata Cara Peran Masyarakat Dalam Proses Perencanaan Tata Ruang di Daerah;
  19. 19. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-8 67. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 327 Tahun 2002 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi. 68. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.14/Menhut/II/2006 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan 69. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.64/Menhut – II/2006 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan. 70. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 134 tahun 1998 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan Daerah Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I dan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II. 71. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 tahun 1998 tentang Tata Cara Peran Serta Masyarakat dalam Proses Perencanaan Tata Ruang di Daerah. 72. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan. 73. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Perencanaan Kawasan Perkotaan. 74. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2008 tentang Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Daerah; 75. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2009 tentang Pedoman Koordinasi Penataan Ruang Daerah; 76. Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.727/Menhut-II/2012 Tentang Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan Menjadi Bukan Kawasan Hutan Seluas + 13.712 (Tiga Belas Ribu Tujuh Ratus Dua Belas) Hektar, dan Perubahan Fungsi Kawasan Hutan Seluas + 20.529 (Dua Puluh Ribu Lima Ratus Dua Puluh Sembilan) Hektar di Provinsi Jambi; 77. Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (Lembaran Daerah Provinsi Jambi Tahun 2008 Nomor 3, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jambi Nomor 3); dan 78. Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Provinsi Jambi, (Lembaran Daerah Provinsi Jambi Nomor , Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jambi Nomor 1).
  20. 20. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-9 1.3. Profil Wilayah 1.3.1 Karakteristik Fisik Wilayah 1.3.1.1 Letak Geografis Provinsi Jambi terletak pada Bagian Tengah Pulau Sumatera berhadapan dengan Selat Karimata dan Selat Berhala pada Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I dan lalu lintas internasional. Secara geografis Provinsi Jambi terletak diantara 0º 74’– 20 46,16’ Lintang Selatan dan 1010 12’ – 1040 44’ Bujur Timur.Luas wilayah Provinsi Jambi tercatat 53.435,92 Km2 yang terbagi atas luas daratan 48.989,98 Km2 dan luas lautan 4.445,94 Km2 serta dengan panjang garis pantai 223,025 km. Batas-batas Wilayah Provinsi Jambi adalah sebagai berikut :  Sebelah Utara dengan Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)  Sebelah Selatan dengan Provinsi Sumatera Selatan  Sebelah Barat dengan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Bengkulu  Sebelah Timur dengan Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 1.3.1.2 Administrasi Wilayah Provinsi Jambi terbagi atas 9 kabupaten, 2 kota, 131 kecamatan, 1.124 desa dan 150 kelurahan. Secara rinci luas dan jumlah administrasi pemerintahan Provinsi Jambi Tahun 2012 dapat dilihat pada Tabel 1.1.
  21. 21. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-10 Tabel 1.1 Wilayah Administrasi Provinsi Jambi No Kabupaten/Kota Luas (KM2) Ibukota Jumlah Kecamatan 1 Kerinci 3.334,99 Siulak 12 2 Merangin 7.508,23 Bangko 24 3 Sarolangun 5.948,73 Sarolangun 10 4 Bungo 4.673,16 Muara Bungo 17 5 Tebo 6.205,81 Muara Tebo 12 6 Batanghari 5.536,86 Muara Bulian 8 7 Muaro Jambi 5.321,67 Sengeti 11 8 Tanjung Jabung Barat Darat 4.990,95 Kuala Tungkal 13 Laut 384,21 9 Tanjung Jabung Timur Darat 4.943.36 Muara Sabak 11 Laut 4.061,73 10 Kota Sungai Penuh 353,76 Sungai Penuh 5 11 Kota Jambi 172,26 Jambi 8 Jumlah daratan 48.989,98 131 Jumlah lautan 4.445,94 Total 53.435,92 Sumber :Biro Pemerintahan & Otda Setda Prov. Jambi, 2012 1.3.1.3 Topografi Provinsi Jambi berada di bagian tengah Pulau Sumatera memiliki topografi wilayah yang bervariasi mulai dari ketinggian 0 meter di atas permukaan laut (m dpl) di bagian timur sampai pada ketinggian di atas 1.000 m dpl, ke arah barat kontur lahannya semakin tinggi dimana di bagian barat merupakan kawasan pegunungan Bukit Barisan yang berbatasan dengan Provinsi Bengkulu dan Sumatera Barat yang merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.
  22. 22. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-11 Gambar 1.1 Peta Orientasi Wilayah
  23. 23. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-12 Gambar 1.2 Peta Administrasi Wilayah
  24. 24. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-13 Tabel 1.2 Klasifikasi Topografi di Provinsi Jambi Topografi (meter dpl) Luas Wilayah/ KabupatenHa % Dataran Rendah (0 – 100 ) 3.282.315 67 Kota Jambi, Tanjung Jabung barat, Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, Merangin, Batang Hari Dataran sedang (100 – 500) 832.826,26 17 Sebagian Sarolangun, Tebo, sebagian Batang Hari, Kota Sungai Penuh, Merangin,sebagian Tanjung Jabung Barat, Dataran Tinggi (> 500) 783.836,48 16 Kerinci, Kota Sungai Penuh, sebagian Merangin, sebagian Sarolangun dan sebagian Bungo Jumlah Luas Daratan 4.898.978 100 Sumber : Bappeda, 2012 1.3.1.4 Jenis Tanah Pada dataran rendah didominasi oleh tanah-tanah yang penuh air dan rentan terhadap banjir pasang surut serta banyaknya sungai besar dan kecil yang melewati wilayah ini. Wilayah ini didominasi jenis tanah gley humus rendah dan orgosol yang bergambut. Daya dukung lahan terhadap pengembangan wilayah rendah dibanding wilayah Tengah dan Barat sehingga membutuhkan input teknologi dalam pengembangannya. Dibagian tengah didominasi jenis tanah podsolik merang kuning yang kesuburannya relatif rendah. Daya dukung lahan cukup baik terutama pada lahan kering dan sangat potensial untuk pengembangan tanaman keras dan perkebunan. Pada bagian barat didominasi dataran tinggi lahan kering yang berbukit- bukit. Wilayah ini didominasi oleh jenis tanah latosol dan andosol. Pada bagian tengah Kabupaten Kerinci banyak di temui jenis tanah alluvial yang subur yang dimanfaatkan sebagai lahan persawahan irigasi yang cukup luas.
  25. 25. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-14 Gambar 1.3 Peta Kelerengan
  26. 26. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-15 Beberapa jenis tanah yang secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1.3 Luas Wilayah Menurut Jenis Tanah di Provinsi Jambi No. Jenis Tanah Jumlah % 1 Podzolik Merah Kuning 1,956,162 39.93 2 Latosol 914,639 18.67 3 Gley Humus Rendah 526,150 10.74 4 Andosol 340,479 6.95 5 Organosol 296,388 6.05 6 Podzolik Coklat + Andosol + Podzolik 264,545 5.4 7 Podzolik Merah Kuning 226,823 4.63 8 Alluvial 191,550 3.91 9 Hidomorfik Kelabu 80,343 1.64 10 Latosol Andosol 57,808 1.18 11 Rawa Laut 41,151 0.84 12 Komplek Latosol + Litosol 2,449 0.05 Jumlah 48,989.78 100 Sumber: Hasil Analisis, 2010 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa jenis tanah yang dominan di Provinsi Jambi adalah Podzolik Merah Kuning dengan luas 1.956.162 hektar atau 39,93% dari luas wilayah sedangkan jenis tanah yang terendah adalah komplek latosol dan litosol yaitu 2.449 hektar atau 0,05%.
  27. 27. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-16 Gambar 1.4 Peta Jenis Tanah
  28. 28. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-17 1.3.1.5 Hidrologi Dilihat dari pola aliran sungai, dimana di daerah hulu pola aliran sungainya berbentuk radial terutama di Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Merangin dan Kabupaten Kerinci, sedangkan di daerah pesisir pola alirannya berbentuk paralel. Sungai-sungai di Provinsi Jambi terutama Sungai Batanghari sangat berpengaruh pada musim hujan dan kemarau. Pada musim hujan kecenderungan air sungai menjadi banjir, sebaliknya pada musim kemarau kecenderungan air sungai menjadi dangkal dan fluktuasinya dapat mencapai 7 (tujuh) meter. Dari kondisi ini sangat berpengaruh pula pada permukiman penduduk yang tinggal di sepanjang Wilayah Sungai Batang Hari baik sebagai tempat tinggal maupun sebagai tempat usaha tani. Berdasarkan aliran sungai hampir semua wilayah Provinsi Jambi dilalui oleh Sungai Batanghari dengan orde-ordenya sehingga sebagian besar wilayah di Provinsi Jambi berada dalam DAS Batanghari yang mencakup 6 sub DAS didalamnya yaitu : 1) Sub DAS Batanghari Hulu 2) Sub DAS Batang Merangin Tembesi 3) Sub DAS Batang Tabir 4) Sub DAS Batang Bungo 5) Sub DAS Batang Tebo 6) Sub DAS Batanghari Hilir Disamping itu terdapat DAS lainnya di wilayah Provinsi Jambi yang prosentasinya tidak terlalu besar yaitu : 1) DAS Betara Pengabuan mencakup 7 Sub Das didalamnya 2) DAS Mendahara mencakup 9 Sub Das didalamnya 3) DAS Air Hitam Laut mencakup 4 Sub Das didalamnya. 1.3.1.6 Karakteristik Lahan Berdasarkan kondisi topografi, kelerengan dan kondisi hidrologi, dapat disimpulkan berbagai karakter lahan di Provinsi Jambi ini adalah sebagai berikut: a) Pertanian lahan basah (LB), luasnya 684,060 hektar atau 13,96 % dari total luas daratan Provinsi Jambi, dengan kemiringan 0-3 % dan ketinggian 0-10 m dpl. Terdapat di wilayah timur bagian utara sepanjang pesisir pantai dan bagian wilayah tengah yang merupakan WS Batanghari dan sub WS nya.
  29. 29. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-18 b) Pertanian lahan kering dataran rendah sampai sedang (LKDR) luasnya 2.747.105 hektar atau 56,08% dari luas total daratan Provinsi Jambi dengan kemiringan 3-12 % dan ketinggian 10-100 m dpl. Terdapat di wilayah timur bagian selatan (Tanjung Jabung Timur), sebagian besar wilayah tengah kecuali WS (Kota Jambi, Batanghari, Bungo, Tebo bagian tengah dan selatan) dan wilayah barat (Sarolangun, Merangin bagian selatan dan Kerinci bagian tengah). c) Pertanian lahan kering dataran tinggi (LKDT) luasnya 903.180 hektar atau 18,44 % dari total luas Provinsi Jambi dengan kemiringan 12-40 % dan ketinggian 100-500 m dpl. Umumnya terdapat di wilayah barat (seluruh Kerinci kecuali bagian tengah, Sarolangun-Merangin bagian utara dan barat serta Bungo, Tebo bagian barat dan utara). Sedangkan sisanya 11,53 % merupakan dataran tinggi dengan ketinggian di atas 500 m dpl merupakan daerah pegunungan dari rangkaian pegunungan bukit barisan yang membujur di sebelah barat wilayah Provinsi Jambi. Tabel 1.4 Luas Lahan Sawah Provinsi Jambi Tahun 2007 – 2010 No. Kabupaten/Kota Luas (Ha) 2007 2008 2009 2010 2011*) 1. Kabupaten Kerinci 17360 19258 16274 16788 13190,04 2. Kabupaten Merangin 13732 13702 14107 13906 6258,18 3. Kabupaten Sarolangun 6152 6341 6092 6091 5028,06 4. Batang Hari 18853 18189 18116 19063 10543,26 5. Muaro Jambi 25743 20739 21765 21909 14,987,339 6. Tanjung Jabung Timur 64078 58161 49758 43824 41437,05 7. Tanjung Jabung Barat 25054 21433 25321 21920 18206,59 8. Tebo 9333 9957 10503 10552 4,963,366 9. Bungo 9793 9823 9837 7095 8,604,886 10. Kota Jambi 1676 1576 1676 1664 1337,29 11. Kota Sungai Penuh - - 3874 3833 3560,15 Sumber: BPS 2007 - 2010, diolah. *) Hasil Interpretasi Citra Satelit, 2011 Jika dibandingkan data luas sawah pada BPS Tahun 2007 – 2010 dengan data perhitungan dan interpretasi citra satelit maka dapat dilihat bahwa luas lahan sawah pada masing-masing Kabupaten/Kota secara umum mengalami penurunan. Perbedaan luas yang cukup signifikan dapat dilihat di Kabupaten Merangin, Kabupaten Batang Hari, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Tebo. Hal ini diperkirakan akibat perubahan penggunaan lahan ke lahan non pertanian seperti permukiman, perkebunan, industri dan lainnya.
  30. 30. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-19 Sementara itu berdasarkan karakter komplek ekologinya, perkembangan kawasan budidaya khususnya untuk pertanian terbagi atas tiga daerah yaitu kelompok ekologi hulu, tengah dan hilir. Masing-masing memiliki karakter khusus, dimana pada komplek ekologi hulu merupakan daerah yang terdapat kawasan lindung, ekologi tengah merupakan kawasan budidaya dengan ragam kegiatan yang sangat bervariasi dan komplek ekologi hilir merupakan kawasan budidaya dengan penerapan teknologi tata air untuk perikanan budidaya dan perikanan tangkap. 1.3.1.7 Penggunaan Lahan Pada tahun 2011 selain kawasan hutan yang mencapai porsi 30 persen, penggunaan lahan Provinsi Jambi berdasarkan hasil perhitungan citra masih didominasi oleh lahan perkebunan dengan kontribusi sebesar 16,1 persen, sedangkan untuk perkebunan sawit menempati 15 persen dari total luas penggunan lahan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 1.5 di bawah ini. Tabel 1.5. Luas Penutupan Lahan di Provinsi Jambi Tahun 2011 No Jenis Penggunaan Luas (Ha) Persentase 1 Lahan Permukiman 46.607,13 0,95 2 Sawah 128,116,22 2,61 3 Tegalan/Ladang 299.937,92 6,12 4 Perkebunan Campuran 788.125,35 16,1 5 Perkebunan Lain 687.567,25 14 6 Kebun Sawit 770.867,78 15,7 7 Rawa 35.380,89 0,72 8 Bandara 114,41 0,002 9 Semak/Belukar 524.381,99 10,7 10 Mangrove 10.534,27 0,21 11 Hutan 1.539.629,30 31,4 12 Lain-lain 68.715,49 1,4 Jumlah 4,899,978,00 100.00% Sumber: Perhitungan Citra Satelit 2011, diolah. Sementara itu, berdasarkan data eksisting tahun 1993 – 2011 penggunaan lahan Provinsi Jambi pada tahun 2011 diluar fungsi kawasan hutan didominasi oleh perkebunan karet dengan kontribusi penggunaan sebesar 26,2 persen, diikuti oleh perkebunan sawit sebanyak 19,22 persen. Melihat perkembangan guna lahan tahun 1993 hingga tahun 2011 dapat dijelaskan bahwa pemanfaatan lahan untuk hutan mengalami penurunan, sedangkan untuk perkebunan mengalami peningkatan yang signifikan terutama perkebunan sawit dan kulit manis. Khusus untuk
  31. 31. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-20 perkebunan karet dapat tergambar bahwa sementara untuk pemanfaatan sektor perkebunan karet mengalami masa gemilang pada tahun 2002 yakni sebesar 32 persen. Hal dapat dilihat pada Gambar 1.5. Gambar 1.5 Perubahan Penggunaan Lahan di Provinsi Jambi Tahun 1993 – 2009 Untuk luas Kawasan Hutan di wilayah Provinsi Jambi berdasarkan fungsinya didominasi oleh Hutan Produksi Tetap dan Taman Nasional dimana terdapat 4 (empat) Taman Nasional di Provinsi Jambi yang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional. Rincian luas kawasan Hutan dapat dilihat pada Tabel 1.6. Tabel 1.6 Luas Kawasan Hutan di Provinsi Jambi berdasarkan Fungsi Tahun 2010 No Jenis Hutan Luas Lahan (Hektar) 1 Cagar Alam 4.990 2 Hutan Lindung 112.722 3 Hutan Lindung Gambut 60.810 4 Hutan Produksi Tetap 1.006.266 5 Hutan Produksi Terbatas 264.034 6 Taman Hutan Rakyat 33.943 7 Taman Nasional 657.120 8 Taman Wisata Alam 417 Sumber : Dinas Kehutanan, 2010 0 20 40 60 80 100 Penggunaan Lahan Provinsi Jambi Tahun 1993 - 2009 (dalam persen) 1993 2002 2009
  32. 32. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-21 1.3.2 Kependudukan dan Sumber Daya Manusia 1.3.2.1 Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2010 oleh BPS, jumlah penduduk Provinsi Jambi tahun 2010 sebanyak 3.092.265 jiwa, meningkat 28,11% dibandingkan satu dasawarsa sebelumnya yang berjumlah 2.413.846 jiwa, dan telah berubah sebesar 207,36% sejak Sensus Penduduk pertama kali diadakan pada tahun 1971, seperti tertera pada Tabel 1.7. Tabel 1.7. Perubahan Penduduk Provinsi Jambi Tahun 1971 - 2013 Tahun Penduduk % Perubahan 1971 1,006,084 - 1980 1,445,994 43.73% 1990 2,020,568 39.74% 2000 2,413,846 19.46% 2010 3,092,265 28.11% Sumber : Sensus Penduduk 1971, 1980, 1990, 2000, 2010 Sedangkan laju pertumbuhan tiap dasawarsa menunjukkan kondisi fluktuatif dengan tren cenderung menurun seperti pada tabel 1.7, dan pada tahun 2033 diperkirakan laju pertumbuhan di Provinsi Jambi tidak akan melebihi angka 1,5% per tahun sebagaimana terlihat pada Gambar 1.6. Tabel 1.8 Pertumbuhan Penduduk Provinsi Jambi Tahun 1971 - 2010 Tahun Laju Pertumbuhan Penduduk per Tahun 1971-1980 4.07 1980-1990 3.40 1990-2000 1.84 2000-2010 2.55 Sumber : Sensus Penduduk 1971, 1980 , 1990 , 2000 , dan 2010
  33. 33. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-22 Gambar 1.6 Trend dan Perkiraan Pertumbuhan Penduduk Provinsi Jambi Tahun 1971 – 2010 Sumber BPS Provinsi Jambi. 2010, Diolah) Pertumbuhan penduduk Provinsi Jambi cenderung menurun dari sekitar 4,07% pada periode 1971–1980 menjadi sekitar 1,48% pada periode 2023-2033, sehingga diproyeksikan pada akhir 2033 jumlah penduduk Jambi menjadi sekitar 4,63 juta orang atau bertambah sekitar 1,54 juta orang dibanding pada tahun 2010. Semua pertumbuhan mengindikasikan peningkatan demand terhadap infrastruktur dasar termasuk kegiatan produksi, pendidikan, dan kesehatan. Kondisi demografi Provinsi Jambi lebih jelas dapat dilihat dalam piramida penduduk selama tiga dekade yakni tahun 1990, 2000 dan 2010. Hal ini dapat dilihat bahwa pada tahun 1990 jumlah penduduk didominasi oleh kelompok usia sekolah dasar dan pada tahun 2000, jumlah penduduk didominasi oleh kelompok usia sekolah dasar-menengah pertama/wajib belajar 9 tahun (10-14 tahun) hingga kelompok usia sekolah menengah atas sampai usia masuk Perguruan Tinggi (15-19 tahun) (Gambar 1.7). 4.07 3.4 1.84 2.55 y = 4.6996e-0.202x R² = 0.5619 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5
  34. 34. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-23 Gambar 1.7 Piramida Penduduk Provinsi Jambi Tahun 1990 dan Tahun 2000 Sumber: Hasil analisis, 2012 Sedangkan fakta yang dapat terlihat pada Piramida Penduduk Provinsi Jambi tahun 2010 menunjukkan bahwa jumlah balita cenderung tinggi, mengimbangi kelompok usia produktif, kelompok usia Sekolah Dasar serta Sekolah Menengah Pertama cenderung tinggi. Kelompok usia Sekolah Menengah Atas hingga lulusan Perguruan Tinggi memperlihatkan bahwa pada usia tersebut banyak penduduk meninggalkan Jambi untuk bersekolah. Ini dapat diasumsikan sebagai indikasi untuk tuntutan tehadap infrastruktur pendidikan dengan kualitas yang baik (Gambar 1.8). Proyeksi penduduk pada tahun 2033 menunjukkan gejala bahwa kelompok usia produktif akan berjumlah cukup signifikan. Hal ini menyiratkan kebutuhan akan lapangan pekerjaan yang cukup banyak bagi kelompok angkatan kerja baru. Di sisi lain kelompok usia produktif 25 – 29 tahun masih menjadi kelompok angkatan kerja dominan dan belum memasuki usia pensiun atau dengan kata lain kelompok ini belum tergantikan. 200,000 100,000 0 100,000 200,000 0-4 5 - 9 10 - 14 15 - 19 20 - 24 25 - 29 30 - 34 35 - 39 40 - 44 45 - 49 50 - 54 55 - 59 60 - 64 65 - 69 70 - 74 75+ 200,000 100,000 0 100,000 0-4 5 - 9 10 - 14 15 - 19 20 - 24 25 - 29 30 - 34 35 - 39 40 - 44 45 - 49 50 - 54 55 - 59 60 - 64 65 - 69 70 - 74 75+
  35. 35. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-24 Gambar 1.8 Piramida Penduduk Provinsi Jambi Tahun 2012 Sumber: Hasil analisis, 2012 Sementara itu, berdasarkan data jumlah penduduk di Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi relatif seimbang sehingga kepadatan penduduk lebih ditentukan oleh luas wilayah administratif. Porsi terbesar penduduk Jambi masih berorientasi pada wilayah yang berada di pusat kota Jambi dan wilayah hinterlandnya, Kabupaten Muaro Jambi. Sampai tahun 2010 Kota Jambi memiliki jumlah penduduk terbesar di Provinsi Jambi yakni 531.857 jiwa atau 17,20%, sedangkan jumlah penduduk terendah berada di Kota Sungai Penuh dengan jumlah 82.293 jiwa atau 2,66%. Hal ini dapat dipahami bahwa Kota Jambi menjadi pusat gravitasi dinamika demografi mengingat perkembangan sektor jasa yang lebih maju. Untuk Wilayah bagian Barat dapat dilihat fenomena yang sama di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Gambar 1.9. 200,000 150,000 100,000 50,000 0 50,000 100,000 150,000 200,000 0-4 5 - 9 10 - 14 15 - 19 20 - 24 25 - 29 30 - 34 35 - 39 40 - 44 45 - 49 50 - 54 55 - 59 60 - 64 65 - 69 70 - 74 75+
  36. 36. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-25 Gambar 1.9 Perubahan Penduduk Provinsi Jambi dirinci per Kabupaten/Kota Tahun 2000 – 2010. (Sumber BPS. Diolah) Sumber: Hasil analisis, 2012 1.3.2.2 Kepadatan Penduduk Kepadatan penduduk menggambarkan jumlah penduduk dibandingkan dengan luas wilayah. Berdasarkan luas daratan Provinsi Jambi rata-rata kepadatan penduduk Provinsi Jambi pada tahun 2010 adalah 63 jiwa/km2. Pada tahun 2033 diproyeksi memiliki kepadatan rata-rata sebesar 99 jiwa/km2. Perkembangan kepadatan penduduk ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya tidak merata. Ada kecenderungan kepadatan penduduk yang besar terdapat di daerah perkotaan. Kota Jambi yang sekaligus sebagai ibu kota Provinsi Jambi merupakan daerah terpadat penduduknya yaitu 3.570 jiwa/km2, sedangkan daerah yang relatif jarang penduduknya adalah Kabupaten Merangin yaitu 53 jiwa/km2. Perincian dan penyebaran kepadatan penduduk pada setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada Tabel 1.9. Persebaran Penduduk di wilayah Provinsi Jambi tergambar dalam Gambar 1.10 Peta Sebaran Penduduk - 500,000 1,000,000 1,500,000 2,000,000 2,500,000 3,000,000 3,500,000 Kota Sungai Penuh Kota Jambi Bungo Tebo Tanjab Barat Tanjab Timur Muaro Jambi Batanghari Sarolangun Merangin Kerinci
  37. 37. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-26 Gambar 1.10 Peta Sebaran Penduduk
  38. 38. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-27 Tabel 1.9. Luas Wilayah dan Proyeksi Kepadatan Penduduk di Provinsi Jambi Tahun 2033 No Kabupaten/ Kota Luas Daratan (Km²) Jumlah Kec. Kepadatan 2010 2033* 1 Kerinci 3,334.99 12 229,495 69 370,000 111 2 Merangin 7,508.23 24 333,206 44 400,000 53 3 Sarolangun 5,948.73 10 246,245 41 365,000 61 4 Bungo 4,673.16 17 303,135 65 455,000 97 5 Tebo 6,205.81 12 297,735 48 375,000 60 6 Batanghari 5,536.86 8 241,334 44 345,000 62 7 Muaro Jambi 5,321.67 11 342,952 64 705,000 132 8 Tanjung Jabung Barat 4,990.95 13 278,741 56 460,000 92 9 Tanjung Jabung Timur 4,943.36 11 205,272 42 285,000 58 10 Kota Sungai Penuh 353.76 5 82,293 233 125,000 353 11 Kota Jambi 172.26 8 531,857 3,088 615,000 3,570 Jumlah 48,989.78 131 3,092,265 63 4,629,258 99 *Proyeksi Sumber : BPS Provinsi Jambi 2000 – 2010. Diolah. 1.3.2.3 Sarana Pendidikan Berdasarkan data Jambi Dalam Angka oleh BPS pada tahun 2010, sarana pendidikan di Provinsi Jambi masih didominasi oleh sarana pendidikan dasar hal ini sesuai dengan piramida penduduk pada gambar 1.8 yang didominasi oleh kelompok umur sekolah dasar. Sementara itu melihat fakta pada tahun tahun 2009 – 2010 terkait kebutuhan pelayanan dasar di Provinsi Jambi, dapat digambarkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Untuk pendidikan dasar, secara umum Kabupaten dan Kota di Provinsi Jambi memilki infrastruktur yang relatif merata. Kabupaten Kerinci dan Merangin memiliki jumlah sekolah dan jumlah murid yang cukup baik demikian juga dengan rasio murid terhadap guru yang berkisar 12,42 – 14,72. Beberapa Kabupaten seperti Tanjung Jabung Barat, Sarolangun, Tebo, dan Kota Jambi memiliki rasio murid terhadap guru yang lebih tinggi diatas 16. 2. Kota Jambi dan Kerinci merupakan Kota dan Kabupaten di Provinsi Jambi yang memiliki jumlah murid SLTP terbanyak sedangkan untuk rasio murid terhadap guru Kota Sungai Penuh dan Merangin memiliki rasio yang paling kecil sementara Tanjung Jabung Barat dan Tebo memiliki rasio tertinggi. Rata-rata rasio murid terhadap guru di Provinsi Jambi untuk tingkat SLTP adalah dalam kondisi ideal yaitu 11,24.
  39. 39. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-28 Untuk jumlah sekolah Merangin dan Sarolangun dan Muara Jambi merupakan Kabupaten dengan jumlah sekolah terbanyak. 3. Untuk pendidikan menengah, rasio murid dan guru rata-rata sudah cukup baik, rata-rata tingkat Provinsi Jambi mencapai 11,66. 4. Jumlah sekolah, murid dan guru untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Jambi masih sangat terbatas. Sekolah dan murid terbanyak terdapat di Kota Jambi diikuti oleh Kabupaten Kerinci dan Merangin. Rasio murid terhadap guru sudah cukup baik kecuali di Sarolangun terutama untuk SMK Swasta dimana rasionya mencapai 86,80. Penambahan tenaga guru di sekolah-sekolah ini mutlak untuk dilakukan. Kabupaten yang memiliki jumlah sekolah dan murid paling sedikit adalah Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur dan Tebo. Untuk Kabupaten Tanjung Jabung Barat bahkan tidak ditemukan sekolah kejuruan yang dikelola oleh swasta. Melihat data tersebut maka Jumlah sekolah kejuruan masih sangat terbatas di Provinsi Jambi apalagi jika mengacu kepada proyeksi ke depan bahwa rasio lulusan SLTA Umum dan Kejuruan adalah 40 : 60. Gambar 1.11 Persebaran Jumlah Sekolah di Wilayah Provinsi Jambi Tahun 2010 Sumber: Hasil Analisis, 2012 0 100 200 300 400 500 600 700 Dasar Menengah Atas
  40. 40. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-29 1.3.3. Potensi Bencana Alam Di Provinsi Jambi terdapat beberapa daerah yang dikategorikan sebagai daerah rawan bencana yaitu :  Bencana geologi di Kabupaten Kerinci, Kota Sungai penuh dan Kabupaten Merangin yang berupa amblasan, longsoran, gempa tektonik dan ancaman letusan gunung berapi (vulkanik). 1. Daerah bahaya Gunung Kerinci adalah suatu daerah disekitar lereng gunung ini, bilamana kegiatannya meningkat (terjadi letusan) akan tertimpa awan panas letusan, bahaya vulkanik yang mematikan. Jika kegiatan gunung ini meningkat, seluruh wilayah daerah bahaya harus dikosongkan. 2. Daerah waspada Gunung Kerinci adalah suatu daerah disekitar lereng gunung ini bilamana kegiatan gunung meningkat (terjadi letusan) akan tertimpa lapili (kerikil vulkanik) dan abu, ataupun jika di puncak gunung terjadi hujan setelah adanya kegiatan (letusan) daerah ini akan terserang lahar hujan.  Bencana banjir yaitu di Kota Jambi, Kabupaten Batang Hari, Kabupaten Sarolangun dan beberapa kabupaten lainnya yang merupakan kejadian rutin di setiap musim hujan. Potensi Bencana Lainnya  Bencana Kebakaran, terjadi di Kota Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Muaro Jambi, dan Kabupaten Merangin.  Bencana Kebakaran Hutan, Provinsi Jambi juga termasuk daerah yang memiliki titik api akibat dari kebakaran lahan yaitu tahun 2006 mencapai 6.752 titik api, tahun 2007 berkurang menjadi 2.782 titik api dan tahun 2008 sebanyak 2020 titik api. Untuk angka terakhir pada tahun 2009 sebesar 1.784 titik api, dengan wilayah yang terbesar terjadinya titik api berada di Kabupaten Tebo sebanyak 419 titik, Sarolangun sebanyak 398 dan Kabupaten Bungo sebanyak 270 titik serta Tanjung Jabung Barat 118 titik. Kebakaran ini disebabkan oleh adanya pembukaan lahan baru yang sangat berkaitan dengan lahan- lahan perkebunan baik milik masyarakat maupun perkebunan swasta.
  41. 41. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-30 Gambar 1.11 Peta Rawan Bencana di Provinsi Jambi
  42. 42. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-31 1.3.4 Potensi Sumberdaya Alam 1.3.4.1 Kondisi Geomorfologi dan Geologi Secara geomorfologi wilayah Jambi dikelompokkan menjadi 3 (tiga) satuan morfologi yaitu: - Perbukitan terjal dengan ketinggian lebih dari 500 meter di atas permukaan laut (dpl), mempunyai kelerengan antara (200-400), kawasan ini terletak di bagian barat Jambi yang membujur barat laut- tenggara, dengan puncak tertinggi Gunung Kerinci (3.805 meter). Sebagian besar termasuk wilayah Kabupaten Kerinci dan sebagian kecil Kabupaten Sarolangun dan Merangin. - Perbukitan bergelombang, ketinggian antara (50-500) meter dengan kemiringan lereng (100 - 200) wilayah ini terletak di bagian tengah Jambi yang sebagian besar merupakan wilayah Kabupaten Sarolangun, Merangin, Bungo, Tebo, dan sebagian kecil Kabupaten Batang Hari. - Dataran Ketinggian antara (0-50) meter dengan kelerengan antara (00-100) wilayah ini terletak di bagian timur Jambi yang sebagian besar merupakan wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kota Jambi serta sebagian kecil Kabupaten Batang Hari. Di wilayah ini masih banyak terdapat rawa- rawa, di ujung timur yang menuju barat laut – tenggara merupakan dataran pantai. Geologi Susunan batuan di wilayah Provinsi Jambi terdiri dari: endapan permukaan, batuan sedimen, batuan malihan, batuan gunung api dan batuan terobosan. Struktur geologi di Jambi adalah sturuktur regional yang merupakan bagian dari sesar utama Sesar Besar Sumatera yang lebih dikenal dengan Patahan Semangko berarah barat laut tenggara. Selain itu, terdapat pula sesar-sesar sekunder yang memotong struktur regional tersebut yang berarah timur laut barat daya, utara selatan dan barat timur, di samping struktur sesar, struktur lipatan serta kekar pun banyak dijumpai. Struktur lipatan terutama terdapat di Kabupaten Kerinci, Sarolangun, Merangin, Bungo, Tebo serta Batanghari. Sedangkan kekar terdapat pada semua jenis batuan yang ada. Sesar di daerah Kerinci dapat dipisahkan menjadi tiga jalur sesar yaitu : Jalur Sesar Bukit Barisan, Jalur Sesar Sebelah Barat Bukit Barisan dan Jalur Sesar Sebelah Timur Bukit Barisan. Sesar daerah Sarolangun dan Merangin yang utama adalah Sesar Turun Tembesi dan Sesar Naik
  43. 43. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-32 Tangkui. Sesar di daerah Bungo dan Tebo terlihat di hulu Sungai Pelepat yang merupakan sesar tua bagian dari Sesar Besar Sumatera. 1.3.4.2 Potensi Bahan Galian Potensi bahan galian di wilayah Provinsi Jambi hingga tahun 2010 dapat dilihat pada Tabel 1.10 sebagai berikut : Tabel 1.10 Potensi Bahan Galian di Wilayah Provinsi Jambi Bahan Galian Lokasi (Kabupaten) Golongan A 1. Batubara Bungo, Tebo, Sarolangun, Merangin, Sarolangun, Batanghari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat 2. Minyak bumi Batang Hari, Muaro Jambi 3. Gas bumi Batang Hari, Muaro Jambi 4. Timah putih Tebo Golongan B 1. Emas Bungo, Merangin, Sarolangun, Tebo 2. Air raksa Kerinci , Merangin 3. Bijih besi Bungo, Merangin, Sarolangun, 4. Tembaga Sarolangun, Merangin Golongan C 1. Batu gamping Merangin, Sarolangun, Kerinci 2. Marmer Merangin, Kerinci 3. Bentonit Merangin, Tebo, Batang Hari, Bungo 4. Oker Merangin, Bungo 5. Lempung Sarolangun, Kerinci, Merangin, Tebo 6. Felspar Merangin 7. Tras Merangin, Kerinci 8. Batu permata Merangin 9. Granit Merangin, Bungo, Tanjung Jabung Barat, Krinci, Sarolangun, Bungo, Tebo 10. Andesit Kerinci, Bungo 11. Pasir dan kerikil kuarsa Sarolangun, Merangin, Bungo, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Tebo 12. Pasir, batu dan kerikil Batanghari 13. Obsidian/perlit Tanjung Jabung Barat, Kerinci 14. Kaolin Bungo, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Kerinci, Tanjung Jabung Timur, Tebo Sumber: Dinas Pertambangan Provinsi Jambi, 2010 1.3.5 Potensi Sumber Daya Air Sungai merupakan salah satu sumber daya air utama yang mempunyai peran penting bagi hidup dan kehidupan, perlu ditingkatkan fungsi dan daya gunanya serta dilindungi secara berkelanjutan, baik sebagai bagian dari ekosistem maupun sekaligus sebagai penunjang perkembangan berbagai aspek kehidupan. Pengelolaan wilayah sungai dimaksudkan sebagai upaya untuk mengembangkan sistem pengelolaan yang
  44. 44. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-33 mencakup kegiatan konservasi, pendayagunaan, dan pengendalian daya rusak sungai secara terpadu, guna menjamin fungsi sungai. Provinsi Jambi memiliki 5 wilayah sungai antara lain Batanghari Hulu, Batanghari Tengah, Batanghari Hilir, Sungai Pengabuan dan Sungai Air Hitam Laut Benuh. Ada 15 danau yang terdaftar di Provinsi Jambi, yaitu sebagai berikut : Danau Kerinci, Danau Gunung Tujuh, Danau Belibis, Danau Lingkat, Danau Duo, Danau Sipin, Danau Kenali, Danau Teluk, Danau Biaro, Danau Baru, Danau Sarang Burung, Danau Sepati Empat, Danau Kecil dan Danau Pauh. Selain itu, terdapat juga beberapa Rawa Pasang Surut yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Batanghari. Ada juga terdapat Rawa Non Pasang Surut yang berada di beberapa kabupaten seperti Kabupaten Kerinci, Kabupaten Merangin, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo, Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Muaro Jambi. Tabel 1.11. Luas Daerah Pengaliran dan Debit dari Beberapa Sungai Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi Kabupaten/ Kota Nama Sungai Luas Daerah Pengaliran Debit Max (m3/dtk) Debit Min (m3/dtk) Kerinci Batang Merao 187,50 245,00 5,11 Merangin Batang Merangin 3.645,00 2.300,00 26,07 Sarolangun Batang Sarolangun 1.258,00 - - Batang Hari Batang Hari 35.984,38 8.484,00 202,00 Muaro Jambi Batang Hari 38.704,00 8.363,00 515,00 Tanjab Timur Jangkat - - - Tanjab Barat Batang Pengabuhan Merlung 4.300,00 57,11 2,50 Tebo Batang Tebo 1.831,60 742,00 20,60 Bungo Batang Bungo 410,60 177,20 6,54 Kota Jambi Batang hari 42.142,00 12.059,00 - Sumber: Dinas PU, 2012.
  45. 45. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-34 1.3.6 Potensi Ekonomi Wilayah 1.3.6.1 Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi yang digambarkan oleh PDRB atas dasar harga konstan dari tahun 2000 hingga tahun 2010 rata-rata pertumbuhannya 6,20 persen per tahun. Secara berurutan pertumbuhan PDRB Provinsi Jambi pada tahun 2001 sebesar 6,65 persen, kemudian mengalami penurunan pada tahun 2002 sebesar 5,86 persen; pada tahun 2003 kembali menurun menjadi 5 persen dan pada tahun 2004 meningkat menjadi 5,38 persen serta pada tahun 2005 sebesar 5,57 persen. Pada tahun 2006 pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi sebesar 5,89 persen; pada tahun 2007 meningkat menjadi sebesar 6,82 persen; dan pada tahun 2008 sebesar 7,16 persen. Pada tahun 2009 mengalami penurunan kembali menjadi 6,37 persen dan tahun 2010 kembali meningkat menjadi 7,30 persen. Fluktuasi pertumbuhan ekonomi dapat dilihat pada Gambar 1.12. Gambar 1.12 Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi Tahun 2001 – 2010 Sumber: Hasil Analisis, 2012 Melihat data pertumbuhan ekonomi di atas, dapat diproyeksikan bahwa angka pertumbuhan ini masih relatif stabil untuk 20 tahun ke depan. Sedangkan perkembangan PDRB Provinsi Jambi Menurut Harga Konstan 1993 cenderung fluktuatif dari tahun 1990 hingga tahun 2005 perkembangannya terus meningkat. 6.65 5.86 5.00 5.38 5.57 5.89 6.82 7.16 6.37 7.30 0 2 4 6 8 10 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010
  46. 46. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-35 1.3.6.2. Struktur Perekonomian Mencermati fakta perkembangan perekonomian di Provinsi Jambi, hingga tahun 2009, sektor pertanian masih mendominasi sektor-sektor perekonomian di Provinsi Jambi. Meskipun pada tahun 2008 sektor Pertambangan dan Penggalian sempat unggul, menggeser peran sektor Pertanian. Pada tahun 2009, kontribusi sektor Pertanian mencapai 26,51 persen. Sub sektor Tanaman Perkebunan memberi sumbangan tertinggi terhadap sektor ini setiap tahunnya, dari tahun 2006 hingga tahun 2009 sumbangannya berturut-turut : 13,16 persen (tahun 2006), 12,24 persen (tahun 2007), 11,27 persen (tahun 2008) dan 12,21 persen pada tahun 2009 . Sektor penyumbang terbesar kedua dalam perekonomian Jambi adalah Pertambangan dan Penggalian dengan peranannya sebesar 18,15 persen di tahun 2009 dan sub sektor Minyak dan Gas Bumi memberi sumbangan tertinggi yaitu 15,42 persen terhadap sektor ini. Sektor- sektor lain juga tak kalah pentingnya dalam menyumbang PDRB provinsi Jambi dan peranannya pun cukup signifikan. Seperti sektor perdagangan, hotel dan restoran tahun 2009 berperan sebesar 15,19 persen sebagai penyumbang terbesar ketiga dalam pembentukan PDRB. Peranan sektor Industri Pengolahan pada tahun 2009 menduduki tempat ke empat setelah sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran. Peranan sektor Industri Pengolahan tahun 2009 sebesar 11,85 persen. Sektor Jasa-jasa berperan sebesar 10,30 persen; sektor Pengangkutan dan komunikasi sebesar 7,08 persen. Sektor Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan yang pada tahun 2009 pertumbuhannya sangat tinggi (17,85 persen), peranannya hanya sebesar 5,24 persen terhadap PDRB, dan selanjutnya peranan Sektor Bangunan sebesar 4,82 persen. Gambar 1.14. Perkembangan PDRB Provinsi Jambi Menurut Harga Konstan 1993 Periode 1990-2005 0 500000000 1000000000 1500000000 2000000000 2500000000 3000000000 3500000000 4000000000 4500000000 5000000000 1990 1993 1996 1999 2002 2005 Tahun Rp PDRB Menurut Harga Konstan 1993 (Rp)
  47. 47. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-36 Sektor Listrik dan air bersih memberi kontribusi terkecil dalam PDRB Provinsi Jambi, yakni 0,86 persen, meski demikian sub sektor ini merupakan penunjang sektor-sektor lainnya. Sumbangan sektor ekonomi tanpa migas terhadap PDRB provinsi Jambi tahun 2009, ternyata diatas 80% walaupun sempat dibawah 80% pada tahun 2008. Pada tahun 2006 sebesar 84,72 persen, kemudian terus menurun pada tahun 2007 menjadi sebesar 81,66 persen, tahun 2008 turun sebesar 76,17 persen dan pada tahun 2009 menjadi 83,50 persen. Dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir dapat digambarkan kondisi struktur ekonomi Provinsi Jambi, untuk sektor primer cenderung meningkat trennya, sementara sektor sekunder dan tersier cenderung menurun seperti pada Tabel 1.12. Dapat dilihat bahwa kedepan struktur ekonomi menjadi semakin bergantung kepada eksploitasi Sumberdaya alam dan lahan. Dikaitkan dengan pertumbuhan angkatan kerja, maka diperkirakan akan semakin rentan akan konflik pemanfaatan lahan pada periode 2020 – 2033. Tabel 1.12. Tren Perubahan Struktur Ekonomi Provinsi Jambi 1999 – 2009 (dalam persen) Sektor 1999 2004 2009 Tren Primer 35.75 38.20 44.66 Sekunder 20.85 19.46 16.05 Tersier 43.40 42.34 39.29 Jumlah 100.00 100.00 100.00 Sumber: RPJP Prov. Jambi 2005 – 2025; BPS. Diolah 1.3.6.3 Kecenderungan Perkembangan Perekonomian Dengan struktur ekonomi yang didukung oleh kegiatan primer dan sekunder yang berimbang serta ditunjang kegiatan tersier yang berkembang cepat di Kota Jambi dan beberapa kota lainnya, maka pertumbuhan perekonomian di Provinsi Jambi memiliki prospek yang lebih baik di masa datang. Kawasan yang berkembang cepat dengan ciri perekonomian perkotaan terutama berkembang di kawasan Kota Jambi, Kota Sungai Penuh dan sekitarnya, Muara Bungo dan sekitarnya, serta Kuala Tungkal dan sekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut secara ekonomi berfungsi sebagai pusat pelayanan jasa perkotaan bagi daerah
  48. 48. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-37 belakang di Provinsi Jambi dan juga di daerah perbatasan dengan provinsi lain. Di sektor pertanian, subsektor perkebunan baik rakyat maupun besar menjadi sektor andalan Provinsi Jambi terutama wilayah potensial di setiap kabupaten. Sub sektor ini akan mempengaruhi pembentukan basis ekonomi Provinsi Jambi, baik dari segi ekspor maupun arah pengembangan industri, serta orientasi penyediaan jasa perdagangan, maupun perbankan. Tabel 1.13 Perkembangan Luas Lahan Perkebunan menurut Komoditi di Provinsi Jambi Periode 1990 – 2005 (Ha) Tahun Karet Kelapa Kelapa Sawit Kopi Cassiavera Teh Jumlah 1990 468,813 113,828 44,763 30,732 45,367 2,619 706,122 1991 480,051 114,401 66,591 31,855 46,689 2,619 742,206 1992 490,483 116,237 79,297 30,855 48,276 2,625 767,773 1993 501,262 117,225 92,688 27,258 50,685 2,625 791,743 1994 505,453 117,908 100,036 26,771 57,887 2,625 810,680 1995 520,660 122,221 146,295 25,565 52,483 2,625 869,849 1996 538,634 122,847 185,934 25,761 57,680 2,625 933,481 1997 538,990 130,409 211,058 27,063 58,627 2,625 968,772 1998 551,525 134,720 242,692 26,978 58,887 2,625 1,017,427 1999 554,796 134,664 266,797 27,190 60,177 2,625 1,046,249 2000 558,570 135,113 296,010 28,755 60,776 2,625 1,081,849 2001 558,663 135,190 301,879 28,594 61,769 2,625 1,088,720 2002 561,162 135,192 302,152 28,532 62,128 2,629 1,091,795 2003 564,381 128,875 328,829 28,400 59,845 3,020 1,113,350 2004 572,674 134,747 337,000 28,560 63,815 3,020 1,139,816 2005 636,796 120,383 397,332 28,700 50,586 3,020 1,236,817 Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, 2006 Subsektor perikanan yang memiliki prospek di Provinsi Jambi perlu dikelola secara optimal, baik dari segi penangkapan maupun pemasaran. Dengan adanya kebijakan pemerintah untuk memberdayakan subsektor perikanan sebagai bagian dari pemanfaatan sumberdaya kelautan, maka dukungan terhadap pengembangan subsektor perikanan akan lebih besar. Kontribusi sub sektor perikanan terhadap PDRB Provinsi Jambi tahun 2008 tercatat 7,48% dan meningkat menjadi 8,57% pada tahun 2009. Sektor industri berkembang di Kawasan Kota Jambi, dan disusul dua kawasan lainnya yakni Muaro Jambi dan Kuala Tungkal serta di beberapa kabupaten lainnya seperti Kabupaten Bungo dan Merangin. Sektor industri semula di dominasi oleh industri sedang dan menengah, akan segera disusul dengan perkembangan industri kecil di perdesaan.
  49. 49. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-38 Pengembangan industri dimasa datang lebih di fokuskan pada agroindustri yang dapat memanfaatkan hasil produksi pertanian namun dalam jangka panjang, pengembangan industri besar dipacu untuk peningkatan pendapatan daerah dengan nilai tambah yang lebih besar. Sektor perdagangan, hotel dan restoran tercatat tumbuh dengan pesat namun kontribusinya terhadap PDRB relatif kecil. Kontribusi sektor perdagangan, hotel dan restoran terhadap PDRB Provinsi Jambi tahun 2008 tercatat 3,99% dan meningkat menjadi 7,56% pada tahun 2009. Dengan kedudukan Provinsi Jambi baik secara internal maupun regional, terutama berpeluang sebagai pusat pelayanan untuk kawasan Sumatera bagian tengah, sektor perdagangan, hotel dan restoran ini diharapkan berkembang cukup pesat. Disisi lain, sektor pengangkutan dan komunikasi selama ini belum memberikan sumbangan yang berarti bagi pembentukan PRDB Provinsi Jambi. Sektor pengangkutan dan komunikasi pada tahun 2009 tumbuh sebesar 5,81 persen, naik dibanding pertumbuhan tahun 2008 yang tumbuh sebesar 3,37 persen. Subsektor angkutan udara laju pertumbuhannya terbesar di sektor Pengangkutan dan Komunikasi yaitu sebesar 17,95 persen. Sub sektor angkutan jalan raya tumbuh sebesar 4,85 persen lebih tinggi dari pertumbuhan tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,40 persen. Sub sektor angkutan laut dan angkutan sungai, masing-masing tumbuh sebesar 4,33 persen dan 1,52 persen. Disisi lain pesatnya bisnis telekomunikasi yang ditandai dengan banyaknya pengguna telepon seluler di Provinsi Jambi, mengakibatkan sub sektor komunikasi mengalami laju pertumbuhan sebesar 6,96 persen, lebih tinggi jika dibandingkan pertumbuhan pada tahun 2008 yang sebesar 4,23 persen. Basis perekonomian yang semakin kuat akan berpengaruh terhadap perkembangan kegiatan sektor pengangkutan dan komunikasi dalam menunjang kegiatan perekonomian di Provinsi Jambi. Peran sektor ini diperkirakan akan segera meningkat sejalan dengan rencana pembangunan pelabuhan utama Ujung Jabung di kawasan Pantai Timur Provinsi Jambi. 1.4 Isu Strategis Pengembangan Wilayah di Provinsi Jambi Dinamika pembangunan wilayah di Provinsi Jambi cukup tinggi sehingga cenderung menimbulkan beberapa dampak positif dan negatif yang semuanya berpengaruh baik langsung maupun tidak langsung terhadap perkembangan wilayah Provinsi Jambi. Berdasarkan fakta dan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa ada beberapa isu strategis yang berkembang di wilayah Provinsi Jambi saat ini, yaitu :
  50. 50. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-39 1. Isu sistem dan jaringan perkotaan dimana banyak pihak yang menilai bahwa sistem transportasi di wilayah Provinsi Jambi masih dirasakan kurang memadai terutama yang menyangkut peningkatan kondisi jalan, penyediaan terminal, penyediaan Bandar udara dan pembangunan jalan baru untuk sistem jaringan jalan primer. Untuk itu diharapkan adanya upaya peningkatan atau pembangunan sistem transportasi wilayah yang lebih baik dan memadai lagi sehingga dapat mendorong percepatan pembangunan di wilayah Provinsi Jambi. 2. Isu pengembangan pantai timur dimana di kawasan pantai timur Provinsi Jambi saat ini terdapat berbagai potensi sumber daya alam dan kelautan yang perlu dioptimalkan pemanfaatannya. 3. Isu adanya kawasan yang rawan bencana alam baik berupa longsoran/amblasan, banjir, gunung berapi dan gempa. Untuk Provinsi Jambi kawasan yang rawan bencana ini menyebar di beberapa kabupaten sehingga dalam pengembangannya harus dikendalikan dan diarahkan sesuai dengan tingkat bencana yang diperkirakan terjadi. 4. Isu terhadap optimalisasi pemanfaatan lahan berupa tumpang tindih perizinan, dan lain-lain.
  51. 51. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-40 Gambar 1.15 Peta Penggunaan Lahan
  52. 52. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 1-41 Gambar 1.16 Peta Kawasan Hutan
  53. 53. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 2-1 2.1 Tujuan Penataan Ruang Provinsi Jambi Pengembangan Provinsi Jambi, didasarkan pada faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kawasan secara makro (bersifat eksternal) maupun mikro wilayah (bersifat internal). Kecenderungan perkembangan tata ruang wilayah Provinsi Jambi pada saat ini maupun di masa yang akan datang, dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1. Potensi a. Provinsi Jambi merupakan salah satu provinsi secara geogrogfis mempunyai letak yang sangat strategis yang didukung oleh sarana dan prasarana transportasi darat, laut dan udara yang memadai, seperti jalan nasional Transi Sumatera, Bandara Sultan Thaha dan Pelabuhan Kuala Tungkal dan Muara Sabak. Provinsi juga termasuk dalam Kawasan Ekonomi Sub Regional (KESR) segitiga pertumbuhan IMT-GT, dengan letak geografis tersebut selayaknya disikapi melalui penataan ruang wilayah dalam rangka pemanfaatan pertumbuhan kawasan. b. Provinsi Jambi mempunyai potensi budaya yang beragam yang menjadi aset berharga untuk memperkaya khasanah seni dan budaya di Provinsi Jambi khususnya dan di Indonesia umumnya. Hal ini ditunjang oleh kondisi topografi Provinsi Jambi yang terdiri dari kawasan pantai, dataran rendah, perbukitan dan pegunungan sehingga memiliki potensi bagi pengembangan kegiatan pariwisata. c. Karakteristik alam Provinsi Jambi dan sumberdaya manusia menjadi potensi keunggulan komparatif untuk pengembangan kegiatan pertanian beberapa komoditi unggulan, perikanan dan kelautan, pariwisata, perkebunan, pertambangan, industri pengolahan bahan baku lokal dan kerajinan. TUJUAN, KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENATAAN RUANG
  54. 54. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 2-2 d. Kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil Provinsi Jambi dengan garis pantai yang panjang (sebagai sumberdaya alam) menyimpan sejumlah potensi pengembangan yang dapat dijadikan sebagai kekuatan pembangunan lainnya. Kegiatan perikanan tangkap dan budidaya perairan pantai, pariwisata, pertambangan minyak dan gas serta pengembangan pelabuhan laut pada beberapa lokasi strategis bisa didukung dengan kawasan industri yang merupakan potensi-potensi yang dapat dikembangkan di kawasan tersebut. 2. Permasalahan a. Pemanfaatan sumberdaya lahan terkait dengan fisiografi perbukitan dan pegunungan membutuhkan kehati-hatian agar tidak menimbulkan bencana alam, khususnya di kawasan-kawasan tertentu di Provinsi Jambi yang rawan terhadap bahaya bencana letusan gunung api, gempa bumi, longsor dan banjir. b. Belum optimalnya pemanfaatan sumberdaya alam yang potensial di Provinsi Jambi karena berada dalam kawasan hutan lindung seperti eksploitasi bahan tambang batubara dan lainnya. c. Pusat-pusat pertumbuhan yang ada belum mampu memicu perkembangan wilayah di sekitarnya (hinterland) dikarenakan terbatasnya aksesibilitas dan sarana prasarana lainnya. d. Pengendalian pemanfaatan ruang yang belum optimal, seperti dijumpai pemanfaatan ruang non kehutanan di kawasan hutan serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. e. Besarnya potensi kepariwisataan di Provinsi Jambi belum didukung oleh keterpaduan penyediaan dan peningkatan sarana dan prasarana, serta kesiapan masyarakat setempat dalam menerima kunjungan wisatawan. Berdasarkan kecenderungan tersebut diatas, maka penataan ruang wilayah Provinsi Jambi bertujuan : “Untuk mewujudkan ruang wilayah yang harmonis dan merata berbasis pengelolaan sumberdaya alam dan infrastruktur secara optimal dan berkelanjutan”.
  55. 55. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 2-3 2.2 Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Provinsi Jambi Untuk mencapai tujuan tersebut, maka kebijakan dan strategi (terukur/dituangkan dalam spasial) yang akan dilaksanakan, meliputi: 1. Pengurangan kesenjangan pembangunan dan perkembangan wilayah Barat- Tengah dan Timur, melalui : a. Mengembangkan interaksi kawasan untuk peningkatan perkembangan ekonomi kawasan dengan pengembangan jalan arteri primer, kereta api, dan sarana pendukungnya dengan tidak mengganggu kawasan lindung dan fungsi lingkungan. b. Meningkatkan akses kawasan budidaya (sektor unggulan) ke sistem jaringan transportasi melalui peningkatan jalan kolektor primer. c. Meningkatkan sarana dan prasarana pendukung untuk menunjang pengembangan pusat-pusat pelayanan berupa pengembangan fasilitas bongkar muat dan sarana pelabuhan perikanan di PKN, PKNp, PKW, PKWp dan PKL. d. Meningkatkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam di wilayah barat, tengah dan timur melalui pengolahan produk pertanian, perkebunan, pertambangan dan perikanan. 2. Pengembangan ekonomi sektor primer, sekunder dan tersier sesuai daya dukung wilayah, melalui : a. Meningkatkan kegiatan pertanian, kehutanan dan perkebunan melalui pola intensifikasi dan ekstensifikasi dengan tetap mempertahankan ekosistem lingkungan. b. Meningkatkan dan mengembangkan kawasan agropolitan dengan melengkapi fasilitas perdagangan pusat koleksi distribusi dan jasa pendukung komoditas pertanian kawasan. c. Meningkatkan dan mengembangkan industri berbasis sumberdaya alam potensial beserta infrastruktur dan sarana pendukungnya. d. Meningkatkan dan mengembangkan kegiatan jasa perdagangan untuk mendukung kegiatan primer dan sekunder, serta menciptakan lapangan kerja perkotaan. e. Meningkatkan dan mengembangkan kegiatan sektor unggulan pada kawasan strategis antara lain pertanian, perkebunan, pertambangan, industri, perikanan dan pariwisata.
  56. 56. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 2-4 3. Pengoptimalisasian pemanfaatan kawasan budi daya untuk mendukung pengembangan ekonomi daerah melalui : a. Mengembangkan sektor unggulan di masing-masing kabupaten/kota sesuai dengan potensi yang ada. b. Mengembangkan dan melestarikan kawasan budidaya pertanian pangan untuk mendukung perwujudan ketahanan pangan. c. Mengembangkan pulau-pulau kecil dengan pendekatan gugus pulau untuk meningkatkan daya saing dan mewujudkan usaha ekonomi produktif. d. Meningkatkan pemanfaatan kawasan budidaya sesuai dengan kapasitas daya dukung lingkungan. 4. Penetapan pusat-pusat kegiatan perkotaan untuk mendukung pelayanan sosial/ekonomi dan pengembangan wilayah, melalui : a. Melakukan pemantapan PKN Kota Jambi sebagai pusat orientasi wilayah menuju Metropolitan Jambi sesuai kriteria dan peraturan perundangan yang berlaku. b. Melakukan promosi PKW yang berada pada kawasan andalan yaitu Perkotaan Muara Bungo dan Perkotaan Sarolangun untuk diarahkan menjadi PKNp. c. Melakukan pemantapan PKW yang terdiri dari Perkotaan Kuala Tungkal dan Perkotaan Muara Bulian sesuai arahan RTRWN. d. Meningkatkan dan menetapkan Kota Sungai Penuh, Perkotaan Bangko, Perkotaan Muara Sabak, Perkotaan Muara Tebo, dan Perkotaan Sengeti menjadi Pusat Kegiatan Wilayah yang dipromosikan provinsi (PKWp) untuk melayani kegiatan skala provinsi atau beberapa kabupaten/kota. e. Menetapkan Perkotaan Batang Sangir, Sanggaran Agung, Siulak, Sungai Manau, Pasar Masurai, Rantau Panjang, Pasar Pamenang, Pekan Gedang, Singkut, Pauh, Rantau Keloyang, Embacang Gedang, Tuo Limbur, Rantau Ikil, Wiroto Agung, Sungai Bengkal, Simpang Sungai Rengas, Muara Tembesi, Muara Jangga, Pijoan, Sebapo, Marga, Tanjung, Merlung, Tebing Tinggi, Serdang Jaya, Mendahara, Nipah Panjang, dan Pandan Jaya, menjadi PKL untuk melayani kegiatan skala kabupaten/kota atau beberapa kecamatan. 5. Penetapan kawasan lindung untuk menjaga kelestarian sumberdaya alam secara terpadu dengan provinsi yang berbatasan, melalui: a. Meningkatkan pemantapan fungsi kawasan lindung Kabupaten Kerinci, Bungo, Tebo, Merangin, Kota Sungai Penuh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Batanghari, Muaro Jambi, Kota
  57. 57. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 2-5 Jambi dan Sarolangun. b. Mempertahankan kawasan lindung seluas minimum 30% dari luas wilayah Provinsi Jambi. c. Melakukan sinkronisasi fungsi kawasan lindung dengan provinsi yang berbatasan di Kabupaten Kerinci, Bungo, Tebo, Merangin, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Kabupaten Sarolangun. 6. Peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan Negara, melalui: a. Mendukung penetapan kawasan pertanahan dan keamanan di wilayah provinsi; b. Mengembangkan kawasan budidaya secara selektif di dalam dan di sekitar kawasan pertanahan dan keamanan negara untuk menjaga fungsi pertahanan dan keamanan; c. Mengembangkan kawasan lindung dan/atau kawasan budidaya tidak terbangun di sekitar kawasan pertahanan dan keamanan dengan kawasan budidaya terbangun; dan d. Turut serta menjaga dan memelihara aset-aset pertahanan /TNI.
  58. 58. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 3-1 Bila pola pemanfaatan ruang, kota-kota dan jaringan prasarana terikat dalam suatu sistem akan membentuk suatu struktur ruang wilayah. Berdasarkan itu maka struktur ruang wilayah Provinsi Jambi adalah suatu struktur yang memperlihatkan dan dibentuk oleh struktur pengembangan sistem pusat permukiman perkotaan dan perdesaan sebagai pusat pelayanan, jaringan prasarana transportasi, kelistrikan, telekomunikasi dan sumberdaya air dalam mendukung fungsi utama pada wilayah perkotaan sebagai pusat pelayanan, kawasan budidaya dan kawasan fungsional di darat maupun di laut. Pertimbangan utama dalam penetapan struktur ruang wilayah di Provinsi Jambi adalah pengembangan struktur ruang yang lebih efisien melalui pembangunan prasarana transportasi ke arah sentra-sentra produksi sebagai penghasil sumberdaya primer. Disamping itu, struktur ruang yang dibentuk memiliki hirarki pusat-pusat kegiatan sesuai dengan kemampuan pelayanan suatu wilayah perkotaan dan jaringan pendukungnya dengan tetap memperhatikan aspek keseimbangan pertumbuhan walayah dalam satuan ruang. 3.1 Rencana Sistem Perkotaan Arahan pengembangan wilayah untuk setiap kabupaten/kota di Provinsi Jambi 20 tahun mendatang berdasarkan pertimbangan sektor andalan, sektor potensial/unggulan dan kendala pengembangan yang ada maka di arahkan sebagai berikut : RENCANA STRUKTUR RUANG WILAYAH PROVINSI JAMBI
  59. 59. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 3-2 Tabel 3.1 Peranan dan Fungsi Wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 No Kabupaten/Kota Peranan dan Fungsi Keterangan 1 Kerinci 1. Perkebunan 2. Pertanian 3. Pariwisata 4. Kawasan konservasi 2 Merangin 1. Perkebunan 2. Pertanian 3. Pariwisata 4. Pertambangan 5. Kawasan konservasi 3 Sarolangun 1. Perkebunan 2. Pertanian 3. Pariwisata 4. Pertambangan 5. Kawasan produksi 4 Bungo 1. Perkebunan 2. Peternakan dan perikanan 3. Pertanian 4. Pariwisata 5. Pertambangan 6. Kawasan produksi 5 Tebo 1. Perkebunan 2. Peternakan dan perikanan 3. Pertanian 4. Pariwisata 5. Pertambangan 6. Kawasan produksi 6 Batanghari 1. Perdagangan dan jasa regional 2. Industri pengolahan 3. Perkebunan 4. Peternakan dan perikanan 5. Pertanian 6. Pariwisata 7. Pertambangan 8. Kawasan produksi 7 Muaro Jambi 1. Penyangga Ibukota Provinsi 2. Perdagangan dan jasa regional 3. Industri pengolahan 4. Perkebunan 5. Peternakan dan perikanan 6. Pertambangan 7. Pariwisata 8. Perumahan skala besar Termasuk ke dalam Wilayah Metropolitan Jambi
  60. 60. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 3-3 No Kabupaten/Kota Peranan dan Fungsi Keterangan 8 Tanjung Jabung Barat 1. Perdagangan dan jasa 2. Industri pengolahan dan industri skala besar 3. Pelabuhan laut 4. Perikanan dan kelautan 9 Tanjung Jabung Timur 1. Perdagangan dan jasa 2. Industri pengolahan dan industri skala besar 3. Pelabuhan laut 4. Perikanan dan kelautan 5. Kawasan Ekonomi 10 Kota Sungai Penuh 1. Pelayanan pariwisata 2. Pendidikan 3. Kawasan konservasi 11 Kota Jambi 1. Pemerintahan provinsi 2. Perdagangan dan jasa regional 3. Pusat distribusi dan kolektor barang dan jasa 4. Industri 5. Transportasi 6. Pendidikan tinggi 7. Perumahan skala besar Sumber :Hasil Analisis, 2012 Sedangkan hirarki dari masing-masing pusat-pusat kegiatan dalam struktur ruang di Provinsi Jambi untuk 20 tahun mendatang diwujudkan dalam 3 hirarki pusat pelayananya itu: 1. Pusat Kegiatan Nasional (PKN), berada di Kota Jambi yang melayani wilayah Provinsi Jambi serta wilayah nasional serta mempunyai potensi sebagai pintu gerbang ke kawasan-kawasan internasional. Oleh karena itu Kota Jambi diarahkan sebagai pusat aktivitas sekunder dan tersier. Selanjutnya dilakukan pemantapan keterkaitan PKN dengan kota-kota utama di Sumatera dan Jawa, bahkan dengan Indonesia bagian Barat, Tengah dan Timur melalui prasarana transportasi darat, laut dan udara; Penyediaan prasarana perkotaan sesuai dengan fungsi perkotaan; Peningkatan peranan swasta dalam pembangunan sarana prasarana perkotaan; dan Pengembangan ekonomi kota yang bertumpu pada industri dan jasa untuk memacu pertumbuhan daerah serta memperluas kesempatan kerja; serta Penataan ruang kota melalui perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang kota. 2. Pusat Kegiatan Nasional promosi (PKNp) yaitu pusat kegiatan yang dipromosikan untuk di kemudian hari dapat ditetapkan sebagai PKN. PKNp ini adalah pusat kegiatan yang sudah berstatus PKW.Dalam rencana yang diarahkan menjadi PKNp adalah Perkotaan Muara Bungo dan Perkotaan Sarolangun.
  61. 61. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 3-4 3. Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) yaitu pusat kegiatan pemerintahan, sosial, ekonomi dan transportasi yaitu wilayah kabupaten/kotayang berdekatan/berbatasan. Pusat Kegiatan Wilayah di Provinsi Jambi meliputiPerkotaan Kuala Tungkal dan Perkotaan Muara Bulian. 4. Pusat Kegiatan Wilayah promosi (PKWp) yaitu Pusat kegiatan yang dipromosikan untuk di kemudian hari dapat ditetapkan sebagai PKW. Pusat kegiatan yang ditetapkan sebagai PKWp adalah kota-kota yang memenuhi persyaratan sebagai PKL. perkotaan yang diarahkan menjadi PKW promosi (PKWp) meliputi : a. Perkotaan Muara Sabak; b. Kota Sungai Penuh; c. Perkotaan Bangko; d. Perkotaan Sengeti; dan e. Perkotaan Muara Tebo. PKW di wilayah tengah dikembangkan pada kegiatan produksi berbasis sektor primer dan sekunder dengan intensitas yang lebih tinggi untuk memacu pertumbuhan ekonomi wilayah sekitarnya. PKW di wilayah Barat dikembangkan dengan intensitas yang lebih tinggi pada kegiatan konservasi untuk keberlanjutan tapak ekologi dan pertumbuhan ekonomi wilayah sekitarnya. PKW di wilayahPantai Timur dikembangkan sebagai kawasan strategis Provinsi yang diarahkan sebagai pintu gerbang utama distribusi barang ekspor Provinsi terhadap wilayah pertumbuhan sub regional ASEAN. 5. Pusat Kegiatan Lokal (PKL) yaitu Ibukota Kabupaten dan Kota yang berfungsi sebagai pusat simpul jasa distribusi barang dalam satu wilayah kabupaten dan mempunyai potensi untuk mendorong pusat-pusat kecamatan (daerah belakangnya). a. Perkotaan Batang Sangir; b. Perkotaan Sanggaran Agung; c. Perkotaan Siulak; d. Perkotaan Sungai Manau; e. Perkotaan Pasar Masurai f. Perkotaan Rantau Panjang; g. Perkotaan Pasar Pamenang; h. Perkotaan Pekan Gedang; i. Perkotaan Singkut; j. Perkotaan Pauh; k. Perkotaan Rantau Keloyang; l. Perkotaan Embacang Gedang; m. Perkotaan Tuo Limbur; n. Perkotaan Rantau Ikil; o. Perkotaan Wiroto Agung; p. Perkotaan Sungai Bengkal; q. Perkotaan Simpang Sungai Rengas; r. Perkotaan Muara Tembesi; s. Perkotaan Muara Jangga ;
  62. 62. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 3-5 t. Perkotaan Pijoan; u. Perkotaan Sebapo; v. Perkotaan Marga; w. Perkotaan Tanjung; x. Perkotaan Merlung; y. Perkotaan Tebing Tinggi; z. Perkotaan Serdang Jaya; aa.Perkotaan Mendahara; bb.Perkotaan Nipah Panjang; dan cc. Perkotaan Pandan Jaya Sistem Pusat Kegiatan di Provinsi Jambi dapat dilihat pada Tabel 3.2. Tabel 3.2 Sistem Pusat Kegiatan di Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 No. Nama Kota/Pusat Permukiman Hirarki Pelayanan Peranan dan Fungsi Pusat Kegiatan Keterangan 1. Jambi PKN 1. Pusat pemerintahan provinsi 2. Pusat perdagangan dan jasa regional 3. Pusat distribusi dan kolektor barang dan jasa 4. Industri 5. Pusat transportasi 6. Pendidikan tinggi 7. Perumahan skala besar Ibukota Provinsi Jambi 2. Muara Bungo PKW  PKNp 1. Pusat pemerintahan kabupaten 2. Pusat Perdagangan dan jasa regional 3. Pusat transportasi 4. Industri pengolahan 5. Pusat pendidikan 6. Perumahan skala besar Ibukota Kabupaten Bungo 3. Sarolangun PKW  PKNp 1. Pusat pemerintahan kabupaten 2. Pusat Perdagangan dan jasa 3. Industri pengolahan 4. Pertambangan 5. Pelayanan transportasi 6. Perumahan skala besar Ibukota Kabupaten Sarolangun
  63. 63. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 3-6 4. Kuala Tungkal PKW 1. Pusat pemerintahan kabupaten 2. Pusat perdagangan dan jasa regional 3. Industri perikanan dan kelautan 4. Pelabuhan laut dan antar pulau 5. Pusat pendidikan 6. Kawasan pertahanan dan keamanan maritim Ibukota Kabupaten Tanjung Jabung Barat 5. Muara Bulian PKW 1. Pusat pemerintahan Kabupaten 2. Perdagangan dan jasa 3. Industri manufaktur 4. Pertambangan 5. Pendidikan Ibukota Kabupaten Batanghari 6. Muara Sabak PKWp 1. Pusat pemerintahan kabupaten 2. Pusat koleksi dan distribusi barang 3. Pusat perdagangan dan jasa regional 4. Kawasan industri besar 5. Pusat transportasi laut 6. Kawasan Pertahanan dan Keamanan maritim Ibukota Kabupaten Tanjung Jabung Timur 7. Sengeti PKWp 1. Pusat pemerintahan kabupaten 2. Perdagangan dan jasa 3. Industri pengolahan 4. Pendidikan Ibukota Kabupaten Muaro Jambi 8. Bangko PKWp 1. Pusat pemerintahan kabupaten 2. Perdagangan dan jasa 3. Pariwisata 4. Pendidikan 5. Pelayanan Agribisnis dan Agroindustri Ibukota Kabupaten Merangin 9. Muara Tebo PKWp 1. Pusat pemerintahan kabupaten 2. Perdagangan dan jasa 3. Industri manufaktur Ibukota Kabupaten Tebo 10. Sungai Penuh PKWp 1. Pusat pemerintahan 2. Pusat pelayanan pariwisata 3. Perdagangan dan Jasa 4. Pendidikan 5. Konservasi Ibukota Kota Sungai Penuh 11. Sanggaran Agung PKL 1. Pusat pelayanan pariwisata 2. Pusat Pertanian/Agrowisata Perkotaan di Kabupaten Kerinci
  64. 64. RTRW Provinsi Jambi Tahun 2013 - 2033 3-7 12. Siulak PKL 1. Pusat Pemerintahan 2. Pusat Pertanian/Agrowisata Perkotaan di Kabupaten Kerinci 13. Batang Sangir PKL 1. Pusat pertanian agribisnis dan agrowisata 2. Pelayanan Pariwisata 3. Konservasi Perkotaan di Kabupaten Kerinci 14. Muara Tembesi PKL 1. Perdagangan dan distribusi barang 2. Industri manufaktur 3. Simpul transportasi Perkotaan di Kabupaten Batanghari 15. Simpang Sungai Rengas PKL 1. Perdagangan dan distribusi barang lokal 2. Industri manufaktur Perkotaan di Kabupaten Batanghari 16. Muara Jangga PKL 1. Perdagangan dan distribusi barang lokal 2. Industri manufaktur Perkotaan di Kabupaten Batanghari 17. Merlung PKL 1. Simpul transportasi 2. Perdagangan dan distribusi barang lokal Perkotaan di Kabupaten Tanjab Barat 18. Tebing Tinggi PKL 1. Industri besar 2. Perdagangan dan distribusi barang lokal 3. Perumahan skala menengah Perkotaan di Kabupaten Tanjab Barat 19. Serdang Jaya PKL 1. Perdagangan dan jasa 2. Industri Pengolahan 3. Simpul transportasi Perkotaan di Kabupaten Tanjab Barat 20. Nipah Panjang PKL 1. Perdagangan dan jasa sub regional 2. Sentra perikanan/minapolitan 3. Simpul transportasi Perkotaan di Kabupaten Tanjab Timur 21. Mendahara PKL 1. Simpul transportasi 2. Perdagangan dan distribusi barang lokal Perkotaan di Kabupaten Tanjab Timur 22. Pandan Jaya PKL 1. Pusat sumber daya energi 2. Industri Pengolahan 3. Simpul transportasi Perkotaan di Kabupaten Tanjab Timur

×