SlideShare a Scribd company logo
1 of 32
Oleh:
Ulan Noputri, S.Ked
Pembimbing:
dr. Syabriyansyah, Sp. THT-KL
ILMU KESEHATAN TELINGA HIDUNG TENGGOROK
FKIK UNIVERSITAS BENGKULU
RSUD Dr. M.YUNUS BENGKULU
2015
LAPORAN KASUS
POLIP KAVUM NASI DEKSTRA SINISTRA
STADIUM II
BAB I
LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN
 Nama : Ny.YP
 Umur : 24 tahun
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Alamat : Ds. Kembung Duai Padang,
Lebong
 Pekerjaan : Petani
 Suku Bangsa : Indonesia
 No. MR : 686183
 Masuk Rumah Sakit : 27 April 2015
Anamnesis
Keluhan Utama :
 Hidung tersumbat sejak 4 tahun SMRS
Riwayat Penyakit Sekarang :
 Sejak 4 tahun yang SMRS, pasien mengeluh
hidung tersumbat. Keluhan hidung tersumbat ini
dirasakan pada kedua hidung, namun lebih
berat pada hidung sebelah kiri. Keluhan hidung
tersumbat ini sering menyebabkan sulit
bernafas serta penciumannya berkurang.
 Ini diperberat, jika pasien mengalami batuk dan pilek, jika
udara dingin, hujan, dan saat pilek mengeluarkan ingus
yang kental berwarna putih. Pasien juga mengeluh,
sering bersin-bersin yang berulang saat pagi hari dan
merasakan seperti terdapat benjolan pada rongga hidung
sebelah kiri dan tidak tahu pasti kapan benjolan tersebut
mulai muncul.
 Sejak ± 6 bulan SMRS, pasien sering mengeluhkan
keluhan yang sama, yang terasa semakin. Juga
merasakan bila bersin dan bekerja terlalu lama dibawah
terik matahari kepala menjadi terasa sakit.
 Pasien sudah pernah berobat kedokter, diberikan obat.
Namun tidak ada perbaikan. Pasien ke RSUD Lebong,
oleh dokter dikatakan terdapat sumbatan didalam lubang
hidung pasien, akhirnya pasien dirujuk ke RS. M Yunus
Kota Bengkulu.
 Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien belum pernah
mengalami keluhan ini sebelumnya. Riwayat
alergi (+). Riwayat trauma dibagian hidung (-),
Riwayat epistaksis (-)
 Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada keluarga
pasien yang mengalami keluhan serupa.
 Riwayat Pekerjaan, Sosial Ekonomi dan
Kebiasaan : Pasien bekerja sebagai petani.
PEMERIKSAAN FISIS
 Status Generalis:
Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Compos Mentis
TD : 120/ 70 mmHg
Nadi : 88x/menit, reguler
Pernapasan : 20x/ menit
Suhu : 37,10C
 Pemeriksaan Sistemik
 Kepala : Normocephali, wajah simetri.
 Mata : Konjungtiva anemis (-/-), Sklera
Ikterik (-/-)
 Toraks : Tidak ada kelainan
 Abdomen: Tidak ada kelainan
 Ekstremitas : Tidak ada kelainan
Status Lokalis
Pemeriksaan Penunjang
 GDS : 104 mg/dl
 Ureum : 19 mg/dl
 Creatinin : 0,7 mg/dl
 SGOT : 14,9 U/L
 SGPT : 9 U/L
 Hemoglobin : 14,9 mg/dl
 Hematokrit : 42 %
 Leukosit : 7.500 mg/dl
 Trombosit : 272.000
Resume Pasien
 Anamnesis:
Pasien datang dengan keluhan hidung tersumbat
yang dirasakan sejak 4 tahun yang lalu. Dirasakan pada
kedua hidung, namun lebih berat pada hidung sebelah kiri,
menyebabkan sulit bernafas serta penciumannya
berkurang. Ini diperberat, jika pasien mengalami batuk dan
pilek, jika udara dingin, hujan, dan saat pilek mengeluarkan
ingus yang kental berwarna putih. Juga sering bersin-
bersin yang berulang saat pagi hari dan merasakan seperti
terdapat benjolan pada rongga hidung sebelah kiri dan
tidak tahu pasti kapan benjolan tersebut mulai muncul.
6 bulan SMRS, pasien merasakan keluhan semakin
memberat. Dan kepala sering terasa sakit. Pasien sudah
pernah berobat, namun tidak ada perbaikan.
 Pemeriksaan Fisis:
Pada pemeriksaan fisik didapatkan, kavum nasi sempit,
terdapat sekret. Pada konka inferior, media, dan
superior didapatakan mukosa hipertrofi, hiperemis,
basah, dan licin. Meatus inferior dan meatus media
sempit dan terdapat polip (massa) berwarna putih
dekstra dan sinistra.
Diagnosis
Diagnosis utama:
 Polip Kavum Nasi Dekstra Sinistra Grade II
Diagnosis banding:
 Konka Polipoid
Penatalaksanaan
PENATALAKSANAAN
 Rencana operasi polipektomi tanggal 28 April 2015
 Persiapan operasi : pasien puasa ± 6 jam
PROGNOSIS
 Quo ad vitam : ad bonam
 Quo ad functionam : ad bonam
Laporan Operasi
Operasi dimulai pukul 09.00 WIB
 Pasien tidur terlentang dilakukan intubasi, aseptik antiseptik, lapangan operasi
dipersempit.
 Dipasang tampon efedrin 1:100.000, ditunggu 5 menit, kemudian tampon dikeluarkan
 Evaluasi polip dengan menggunakan telenasoendoskopi
 Polip diekstervasi dengan menggunakan tang polip (Forcep Cincin Bownye)
 Perdarahan diatasi dengan tampon efedrin, dipasang tampon roll antibiotik 1-1
 Operasi selesai.
Operasi selesai pukul 10.00 WIB
Intruksi Post Operasi :
 Awasi tanda perdarahan dan tanda vital
 Nafas melalui mulut
 Diet Nasi lunak
 IVFD RL XX gtt/menit
 Inj Ceftriaxone 2 x 1g vial iv
 Inj Asam Traneksamat 3x500 mg
 Inj Ketorolac 3 x 30mg
 Inj Ranitidin 2 x 50mg
Follow Up Pasien
1. Hari Pertama perawatan (28/4/2015 13:00 WIB)
S : Hidung tersumbat (+), pilek (+), perdarahan dari hidung (-)
O : TSS/CM. TD: 110/80 mmHg. N: 86x/m. P: 20x/m. S: 36,90C
A : Post op. polipektomi a.i Polip Kavum Nasi Dekstra Sinistra grade II
P : IVFD RL XX gtt/menit. Inj Ceftriaxone 2 x 1g vial iv. Inj Asam
Traneksamat 3x500 mg. Inj Ketorolac 3 x 30mg amp iv. Inj Ranitidin
2 x 50mg amp iv.
2. Hari Kedua perawatan (29/4/2015 07.30 WIB)
S : Hidung tersumbat (+), pilek (+), perdarahan dari hidung (-)
O : TSS/CM. TD: 110/70 mmHg. N: 88x/m. P: 20x/m. S: 370C
A : Post op. polipektomi a.i Polip Kavum Nasi Dekstra Sinistra grade II
P : IVFD RL XX gtt/menit. Inj Ceftriaxone 2 x 1g vial iv. Inj Asam
Traneksamat 3x500 mg. Inj Ketorolac 3 x 30mg amp iv. Inj Ranitidin
2 x 50mg amp iv.
R/ Aff tampon.
Tangal 30 April 2015, drip Adona 1x1 amp.
3. Hari Ketiga perawatan (30/4/2015 07.30 WIB)
S : Hidung tersumbat (+), pilek (+), perdarahan dari hidung (-)
O : TSS/CM. TD: 110/80 mmHg. N: 86x/m. P: 20x/m. S: 36,90C
A : Post op. polipektomi a.i Polip Kavum Nasi Dekstra Sinistra grade II
P : IVFD RL + drip adona gtt xxx menit. Inj Ceftriaxone 2 x 1g vial iv. Inj
Asam Traneksamat 3x500 mg. Inj Ketorolac 3 x 30mg amp iv. Inj
Ranitidin 2 x 50 mg amp iv.
R/ aff tampon.
Pasien boleh pulang, kontrol rawat jalan Senin tanggal 04 Mei 2015.
Terapi pulang :
 Ceefila tab 2x100 mg
 Analtram tab 3x1
 Sanexon tab 4 mg 3x1
Edukasi pasien:
 Hindari bersin
 Gunakan masker
 Diet biasa
PEMBAHASAN
Penegakkan Diagnosis:
 Diagnosis polip kavum nasi dekstra sinistra stadium II,
ditegakkan berdasarkan:
Anamnesis
• pasien mengeluhkan hidung tersumbat yang dirasakan
sejak 4 tahun yang lalu.
• Keluhan hidung tersumbat ini dirasakan pada kedua
hidung, namun lebih berat pada hidung sebelah kiri.
• Keluhan hidung tersumbat ini sering menyebabkan
sulit bernafas serta penciumannya berkurang.
• Diperberat, jika pasien mengalami batuk dan pilek, jika
udara dingin, hujan dan saat pilek mengeluarkan ingus
yang kental berwarna putih.
• merasakan seperti terdapat benjolan pada rongga
hidung sebelah kiri.
• Pasien suka merasakan kepala pusing
• Pasien sudah mengobati keluhan namun tidak ada
perbaikan.
Penegakkan Diagnosis:
 Diagnosis polip kavum nasi dekstra sinistra stadium II,
ditegakkan berdasarkan:
Pemeriksaan
Fisik
• Pemeriksaan Fisis:
• Pada pemeriksaan fisik didapatkan,
kavum nasi sempit, terdapat sekret. Pada
konka inferior, didapatakan mukosa
eutrofi, hiperemis, basah, dan licin.
Meatus inferior dan meatus media sempit
dan terdapat polip (massa) berwarna
putih dekstra dan sinistra.
 Untuk penatalaksaan pada pasien ini dilakukan operasi
polipektomi atas indikasi polip kavum nasi stadium 2 yaitu
polip yang sudah keluar dari meatus media, tampak
dirongga hidung tetapi belum memenuhi rongga hidung,
yang menyebabkan hidung tersumbat, kesulitan bernafas
dan penciumannya berkurang sejak 4 tahun yang lalu.
juga sudah diberikan obat namun tidak ada perbaikan, dan
keluhan semakin berulang.
 Kemungkinan etiologi terjadinya polip pada pasien ini
adalah Rinitis alergi dengan riwayat bersin-bersin di pagi
Tatalaksana
1. Ceftriaxone injeksi
Ceftriaxone merupakan golongan sefalosporin generasi
ketiga. Golongan Sefalosporin lebih stabil terhadap banyak
bakteri beta laktamase sehingga memiliki aktivitas spektrum
yang lebih luas.
2. Asam traneksamat injeksi
Asam traneksamat digunakan untuk mengentikan
perdarahan (hemostatik) dengan cara menghambat
mekanisme fibrinolisis. Fibrinolisis adalah proses pemecahan
atau penghancuran fibrin (bekuan darah) oleh plasmin.
3. Ketorolac injeksi
Ketorolac adalah obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID).
Efek analgesik ini terbukti efektif untuk menggantikan morfin
dalam beberapa situasi yang melibatkan nyeri pasca operasi
ringan dan sedang.
4. Ranitidin injeksi
Ranitidin merupakan golongan obat anti histamin reseptor 2.
antihistamin ini dapat menghambat sekresi cairan lambung
saat pasca operasi.
Terimakasih

More Related Content

What's hot

Cbd epistaksis posterior (Gerasimos Hasiholan)
Cbd epistaksis posterior (Gerasimos Hasiholan)Cbd epistaksis posterior (Gerasimos Hasiholan)
Cbd epistaksis posterior (Gerasimos Hasiholan)
gerasimoos
 
Asuhan keperawatan pneumonia
Asuhan keperawatan pneumoniaAsuhan keperawatan pneumonia
Asuhan keperawatan pneumonia
Yesi Tika
 
Presentasi kasus klinis
Presentasi kasus klinisPresentasi kasus klinis
Presentasi kasus klinis
Agus Maulana
 
Laporan pendahuluan asma
Laporan pendahuluan asmaLaporan pendahuluan asma
Laporan pendahuluan asma
Dwi Zhagtris
 

What's hot (20)

Cbd epistaksis posterior (Gerasimos Hasiholan)
Cbd epistaksis posterior (Gerasimos Hasiholan)Cbd epistaksis posterior (Gerasimos Hasiholan)
Cbd epistaksis posterior (Gerasimos Hasiholan)
 
CBD rhinitis vasomotor
CBD rhinitis vasomotorCBD rhinitis vasomotor
CBD rhinitis vasomotor
 
CBD otitis eksterna
CBD otitis eksternaCBD otitis eksterna
CBD otitis eksterna
 
Asma
AsmaAsma
Asma
 
Septic Pulmonary Embolism Associated with Periodontal Disease: A case report ...
Septic Pulmonary Embolism Associated with Periodontal Disease: A case report ...Septic Pulmonary Embolism Associated with Periodontal Disease: A case report ...
Septic Pulmonary Embolism Associated with Periodontal Disease: A case report ...
 
Paket 11 1-50
Paket 11 1-50 Paket 11 1-50
Paket 11 1-50
 
Cbd rhinitis medikamatosa
Cbd   rhinitis medikamatosaCbd   rhinitis medikamatosa
Cbd rhinitis medikamatosa
 
Cbd epiglotitis akut
Cbd epiglotitis akutCbd epiglotitis akut
Cbd epiglotitis akut
 
Laporan kasus
Laporan kasusLaporan kasus
Laporan kasus
 
Tetanus
TetanusTetanus
Tetanus
 
Preskas dhf
Preskas dhfPreskas dhf
Preskas dhf
 
Asuhan keperawatan pneumonia
Asuhan keperawatan pneumoniaAsuhan keperawatan pneumonia
Asuhan keperawatan pneumonia
 
Laporan kasus ppok
Laporan kasus ppokLaporan kasus ppok
Laporan kasus ppok
 
CBD othematoma
CBD othematomaCBD othematoma
CBD othematoma
 
Bed Side Teaching Tetanus
Bed Side Teaching TetanusBed Side Teaching Tetanus
Bed Side Teaching Tetanus
 
Presentasi kasus klinis
Presentasi kasus klinisPresentasi kasus klinis
Presentasi kasus klinis
 
Ppt dhf
Ppt dhfPpt dhf
Ppt dhf
 
Case Presentation : Severe Dengue With Menstruation and Plasma Leakage
Case Presentation :  Severe Dengue  With Menstruation and Plasma Leakage   Case Presentation :  Severe Dengue  With Menstruation and Plasma Leakage
Case Presentation : Severe Dengue With Menstruation and Plasma Leakage
 
Laporan pendahuluan asma
Laporan pendahuluan asmaLaporan pendahuluan asma
Laporan pendahuluan asma
 
OMA OMSK
OMA OMSKOMA OMSK
OMA OMSK
 

Similar to Prescase

PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK.pptx
PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK.pptxPENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK.pptx
PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK.pptx
VJPex
 
PPT ASKEP PASIEN PPOK,Kel 1.pptx
PPT ASKEP PASIEN PPOK,Kel 1.pptxPPT ASKEP PASIEN PPOK,Kel 1.pptx
PPT ASKEP PASIEN PPOK,Kel 1.pptx
eko adi purnomo
 
BAB II CH 2 Jongga print (AutoRecovered).docx
BAB II CH 2 Jongga print (AutoRecovered).docxBAB II CH 2 Jongga print (AutoRecovered).docx
BAB II CH 2 Jongga print (AutoRecovered).docx
abdulrazak928000
 

Similar to Prescase (20)

Case report anestesi
Case report anestesiCase report anestesi
Case report anestesi
 
askep keperawatan anestesiologi ppt.pptx
askep keperawatan anestesiologi ppt.pptxaskep keperawatan anestesiologi ppt.pptx
askep keperawatan anestesiologi ppt.pptx
 
ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA TN. C DENGAN PNEUMONIA.pdf
ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT  PADA TN. C DENGAN PNEUMONIA.pdfASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT  PADA TN. C DENGAN PNEUMONIA.pdf
ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA TN. C DENGAN PNEUMONIA.pdf
 
Case ga
Case gaCase ga
Case ga
 
222878561 case-report-spondy-tb
222878561 case-report-spondy-tb222878561 case-report-spondy-tb
222878561 case-report-spondy-tb
 
219629232 case-tiva
219629232 case-tiva219629232 case-tiva
219629232 case-tiva
 
Presentasi laporan kasus impetigo krustosa
Presentasi laporan kasus impetigo krustosaPresentasi laporan kasus impetigo krustosa
Presentasi laporan kasus impetigo krustosa
 
Ujian UKMPPD Pembahasan Soal Mata Ada beberapa soal
Ujian UKMPPD Pembahasan Soal Mata Ada beberapa soalUjian UKMPPD Pembahasan Soal Mata Ada beberapa soal
Ujian UKMPPD Pembahasan Soal Mata Ada beberapa soal
 
123456900 case
123456900 case123456900 case
123456900 case
 
DEATH CASE An Seiya Akira.pptx
DEATH CASE An Seiya Akira.pptxDEATH CASE An Seiya Akira.pptx
DEATH CASE An Seiya Akira.pptx
 
Laporan Kasus THT Anindya.pptx
Laporan Kasus THT Anindya.pptxLaporan Kasus THT Anindya.pptx
Laporan Kasus THT Anindya.pptx
 
PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK.pptx
PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK.pptxPENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK.pptx
PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK.pptx
 
PPT ASKEP PASIEN PPOK,Kel 1.pptx
PPT ASKEP PASIEN PPOK,Kel 1.pptxPPT ASKEP PASIEN PPOK,Kel 1.pptx
PPT ASKEP PASIEN PPOK,Kel 1.pptx
 
BAB II CH 2 Jongga print (AutoRecovered).docx
BAB II CH 2 Jongga print (AutoRecovered).docxBAB II CH 2 Jongga print (AutoRecovered).docx
BAB II CH 2 Jongga print (AutoRecovered).docx
 
Laparotomi
LaparotomiLaparotomi
Laparotomi
 
Ppt peritonitis ec app
Ppt peritonitis ec appPpt peritonitis ec app
Ppt peritonitis ec app
 
LAPORAN KASUS INDIVIDU ASUHAN KEPERAWATAN ANESTESI minggu ke 2 (1).docx
LAPORAN KASUS INDIVIDU ASUHAN KEPERAWATAN ANESTESI minggu ke 2 (1).docxLAPORAN KASUS INDIVIDU ASUHAN KEPERAWATAN ANESTESI minggu ke 2 (1).docx
LAPORAN KASUS INDIVIDU ASUHAN KEPERAWATAN ANESTESI minggu ke 2 (1).docx
 
Pneumonia
PneumoniaPneumonia
Pneumonia
 
147325776 case-report-omsk
147325776 case-report-omsk147325776 case-report-omsk
147325776 case-report-omsk
 
SJS TEN Lapkas.pptx
SJS TEN Lapkas.pptxSJS TEN Lapkas.pptx
SJS TEN Lapkas.pptx
 

Recently uploaded

BLC PD3I, Surveilans Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
BLC PD3I, Surveilans Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasiBLC PD3I, Surveilans Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
BLC PD3I, Surveilans Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
NezaPurna
 
pengertian mengenai BAKTERI dan segala bentuk bakteri.ppt
pengertian mengenai BAKTERI dan segala bentuk bakteri.pptpengertian mengenai BAKTERI dan segala bentuk bakteri.ppt
pengertian mengenai BAKTERI dan segala bentuk bakteri.ppt
RekhaDP2
 
KETIDAKBERDAYAAN DAN KEPUTUSASAAN (1).pptx
KETIDAKBERDAYAAN DAN KEPUTUSASAAN (1).pptxKETIDAKBERDAYAAN DAN KEPUTUSASAAN (1).pptx
KETIDAKBERDAYAAN DAN KEPUTUSASAAN (1).pptx
Zuheri
 
Anatomi Fisiologi Sistem Muskuloskeletal.ppt
Anatomi Fisiologi Sistem Muskuloskeletal.pptAnatomi Fisiologi Sistem Muskuloskeletal.ppt
Anatomi Fisiologi Sistem Muskuloskeletal.ppt
Acephasan2
 
PPT.Materi-Pembelajaran-genetika.dasarpptx
PPT.Materi-Pembelajaran-genetika.dasarpptxPPT.Materi-Pembelajaran-genetika.dasarpptx
PPT.Materi-Pembelajaran-genetika.dasarpptx
Acephasan2
 
1 FEB_KEBIJAKAN DAN SITUASI SURV PD3I_AK I CIKARANG.pptx
1 FEB_KEBIJAKAN DAN SITUASI SURV PD3I_AK I CIKARANG.pptx1 FEB_KEBIJAKAN DAN SITUASI SURV PD3I_AK I CIKARANG.pptx
1 FEB_KEBIJAKAN DAN SITUASI SURV PD3I_AK I CIKARANG.pptx
NezaPurna
 
Asuhan Keperawatan Jiwa Resiko Bunuh Diri
Asuhan Keperawatan Jiwa Resiko Bunuh DiriAsuhan Keperawatan Jiwa Resiko Bunuh Diri
Asuhan Keperawatan Jiwa Resiko Bunuh Diri
andi861789
 
DAM DALAM IBADAH HAJI 2023 BURHANUDDIN_1 (1).pptx
DAM DALAM IBADAH HAJI  2023 BURHANUDDIN_1 (1).pptxDAM DALAM IBADAH HAJI  2023 BURHANUDDIN_1 (1).pptx
DAM DALAM IBADAH HAJI 2023 BURHANUDDIN_1 (1).pptx
kemenaghajids83
 

Recently uploaded (20)

Farmakologi_Pengelolaan Obat pada Anak.pptx
Farmakologi_Pengelolaan Obat pada Anak.pptxFarmakologi_Pengelolaan Obat pada Anak.pptx
Farmakologi_Pengelolaan Obat pada Anak.pptx
 
BLC PD3I, Surveilans Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
BLC PD3I, Surveilans Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasiBLC PD3I, Surveilans Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
BLC PD3I, Surveilans Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
 
FRAKTUR CALVARIA FOTO WATERS PERBEDAAN OA RA.pptx
FRAKTUR CALVARIA FOTO WATERS PERBEDAAN OA RA.pptxFRAKTUR CALVARIA FOTO WATERS PERBEDAAN OA RA.pptx
FRAKTUR CALVARIA FOTO WATERS PERBEDAAN OA RA.pptx
 
Ppt Inflamasi, mekanisme, obat, penyebab, pdf
Ppt Inflamasi, mekanisme, obat, penyebab, pdfPpt Inflamasi, mekanisme, obat, penyebab, pdf
Ppt Inflamasi, mekanisme, obat, penyebab, pdf
 
asuhan keperawatan jiwa dengan diagnosa keperawatan resiko perilaku kekerasan
asuhan keperawatan jiwa dengan diagnosa keperawatan resiko perilaku kekerasanasuhan keperawatan jiwa dengan diagnosa keperawatan resiko perilaku kekerasan
asuhan keperawatan jiwa dengan diagnosa keperawatan resiko perilaku kekerasan
 
tatalaksana chest pain dan henti jantung.pptx
tatalaksana chest pain dan henti jantung.pptxtatalaksana chest pain dan henti jantung.pptx
tatalaksana chest pain dan henti jantung.pptx
 
Farmakologi_Pengelolaan Obat pd Lansia.pptx
Farmakologi_Pengelolaan Obat pd Lansia.pptxFarmakologi_Pengelolaan Obat pd Lansia.pptx
Farmakologi_Pengelolaan Obat pd Lansia.pptx
 
pengertian mengenai BAKTERI dan segala bentuk bakteri.ppt
pengertian mengenai BAKTERI dan segala bentuk bakteri.pptpengertian mengenai BAKTERI dan segala bentuk bakteri.ppt
pengertian mengenai BAKTERI dan segala bentuk bakteri.ppt
 
KETIDAKBERDAYAAN DAN KEPUTUSASAAN (1).pptx
KETIDAKBERDAYAAN DAN KEPUTUSASAAN (1).pptxKETIDAKBERDAYAAN DAN KEPUTUSASAAN (1).pptx
KETIDAKBERDAYAAN DAN KEPUTUSASAAN (1).pptx
 
Dbd analisis SOAP, tugas Farmakoterapi klinis dan komunitas
Dbd analisis SOAP, tugas Farmakoterapi klinis dan komunitasDbd analisis SOAP, tugas Farmakoterapi klinis dan komunitas
Dbd analisis SOAP, tugas Farmakoterapi klinis dan komunitas
 
MEMBERIKAN OBAT INJEKSI (KEPERAWATAN DASAR).ppt
MEMBERIKAN OBAT INJEKSI (KEPERAWATAN DASAR).pptMEMBERIKAN OBAT INJEKSI (KEPERAWATAN DASAR).ppt
MEMBERIKAN OBAT INJEKSI (KEPERAWATAN DASAR).ppt
 
4. Pengelolaan rantai Vaksin di puskesmas .pdf
4. Pengelolaan rantai Vaksin di puskesmas .pdf4. Pengelolaan rantai Vaksin di puskesmas .pdf
4. Pengelolaan rantai Vaksin di puskesmas .pdf
 
Anatomi Fisiologi Sistem Muskuloskeletal.ppt
Anatomi Fisiologi Sistem Muskuloskeletal.pptAnatomi Fisiologi Sistem Muskuloskeletal.ppt
Anatomi Fisiologi Sistem Muskuloskeletal.ppt
 
PPT.Materi-Pembelajaran-genetika.dasarpptx
PPT.Materi-Pembelajaran-genetika.dasarpptxPPT.Materi-Pembelajaran-genetika.dasarpptx
PPT.Materi-Pembelajaran-genetika.dasarpptx
 
Pentingnya-Service-Excellent-di-Rumah-Sakit.pdf
Pentingnya-Service-Excellent-di-Rumah-Sakit.pdfPentingnya-Service-Excellent-di-Rumah-Sakit.pdf
Pentingnya-Service-Excellent-di-Rumah-Sakit.pdf
 
Presentasi materi antibiotik kemoterapeutika
Presentasi materi antibiotik kemoterapeutikaPresentasi materi antibiotik kemoterapeutika
Presentasi materi antibiotik kemoterapeutika
 
karbohidrat dalam bidang ilmu farmakognosi
karbohidrat dalam bidang ilmu farmakognosikarbohidrat dalam bidang ilmu farmakognosi
karbohidrat dalam bidang ilmu farmakognosi
 
1 FEB_KEBIJAKAN DAN SITUASI SURV PD3I_AK I CIKARANG.pptx
1 FEB_KEBIJAKAN DAN SITUASI SURV PD3I_AK I CIKARANG.pptx1 FEB_KEBIJAKAN DAN SITUASI SURV PD3I_AK I CIKARANG.pptx
1 FEB_KEBIJAKAN DAN SITUASI SURV PD3I_AK I CIKARANG.pptx
 
Asuhan Keperawatan Jiwa Resiko Bunuh Diri
Asuhan Keperawatan Jiwa Resiko Bunuh DiriAsuhan Keperawatan Jiwa Resiko Bunuh Diri
Asuhan Keperawatan Jiwa Resiko Bunuh Diri
 
DAM DALAM IBADAH HAJI 2023 BURHANUDDIN_1 (1).pptx
DAM DALAM IBADAH HAJI  2023 BURHANUDDIN_1 (1).pptxDAM DALAM IBADAH HAJI  2023 BURHANUDDIN_1 (1).pptx
DAM DALAM IBADAH HAJI 2023 BURHANUDDIN_1 (1).pptx
 

Prescase

  • 1. Oleh: Ulan Noputri, S.Ked Pembimbing: dr. Syabriyansyah, Sp. THT-KL ILMU KESEHATAN TELINGA HIDUNG TENGGOROK FKIK UNIVERSITAS BENGKULU RSUD Dr. M.YUNUS BENGKULU 2015 LAPORAN KASUS POLIP KAVUM NASI DEKSTRA SINISTRA STADIUM II
  • 2. BAB I LAPORAN KASUS IDENTITAS PASIEN  Nama : Ny.YP  Umur : 24 tahun  Jenis Kelamin : Perempuan  Alamat : Ds. Kembung Duai Padang, Lebong  Pekerjaan : Petani  Suku Bangsa : Indonesia  No. MR : 686183  Masuk Rumah Sakit : 27 April 2015
  • 3. Anamnesis Keluhan Utama :  Hidung tersumbat sejak 4 tahun SMRS Riwayat Penyakit Sekarang :  Sejak 4 tahun yang SMRS, pasien mengeluh hidung tersumbat. Keluhan hidung tersumbat ini dirasakan pada kedua hidung, namun lebih berat pada hidung sebelah kiri. Keluhan hidung tersumbat ini sering menyebabkan sulit bernafas serta penciumannya berkurang.
  • 4.  Ini diperberat, jika pasien mengalami batuk dan pilek, jika udara dingin, hujan, dan saat pilek mengeluarkan ingus yang kental berwarna putih. Pasien juga mengeluh, sering bersin-bersin yang berulang saat pagi hari dan merasakan seperti terdapat benjolan pada rongga hidung sebelah kiri dan tidak tahu pasti kapan benjolan tersebut mulai muncul.  Sejak ± 6 bulan SMRS, pasien sering mengeluhkan keluhan yang sama, yang terasa semakin. Juga merasakan bila bersin dan bekerja terlalu lama dibawah terik matahari kepala menjadi terasa sakit.  Pasien sudah pernah berobat kedokter, diberikan obat. Namun tidak ada perbaikan. Pasien ke RSUD Lebong, oleh dokter dikatakan terdapat sumbatan didalam lubang hidung pasien, akhirnya pasien dirujuk ke RS. M Yunus Kota Bengkulu.
  • 5.  Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien belum pernah mengalami keluhan ini sebelumnya. Riwayat alergi (+). Riwayat trauma dibagian hidung (-), Riwayat epistaksis (-)  Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada keluarga pasien yang mengalami keluhan serupa.  Riwayat Pekerjaan, Sosial Ekonomi dan Kebiasaan : Pasien bekerja sebagai petani.
  • 6. PEMERIKSAAN FISIS  Status Generalis: Keadaan Umum : Tampak sakit sedang Kesadaran : Compos Mentis TD : 120/ 70 mmHg Nadi : 88x/menit, reguler Pernapasan : 20x/ menit Suhu : 37,10C
  • 7.  Pemeriksaan Sistemik  Kepala : Normocephali, wajah simetri.  Mata : Konjungtiva anemis (-/-), Sklera Ikterik (-/-)  Toraks : Tidak ada kelainan  Abdomen: Tidak ada kelainan  Ekstremitas : Tidak ada kelainan
  • 9.
  • 10.
  • 11.
  • 12.
  • 13.
  • 14.
  • 15.
  • 16.
  • 17. Pemeriksaan Penunjang  GDS : 104 mg/dl  Ureum : 19 mg/dl  Creatinin : 0,7 mg/dl  SGOT : 14,9 U/L  SGPT : 9 U/L  Hemoglobin : 14,9 mg/dl  Hematokrit : 42 %  Leukosit : 7.500 mg/dl  Trombosit : 272.000
  • 18. Resume Pasien  Anamnesis: Pasien datang dengan keluhan hidung tersumbat yang dirasakan sejak 4 tahun yang lalu. Dirasakan pada kedua hidung, namun lebih berat pada hidung sebelah kiri, menyebabkan sulit bernafas serta penciumannya berkurang. Ini diperberat, jika pasien mengalami batuk dan pilek, jika udara dingin, hujan, dan saat pilek mengeluarkan ingus yang kental berwarna putih. Juga sering bersin- bersin yang berulang saat pagi hari dan merasakan seperti terdapat benjolan pada rongga hidung sebelah kiri dan tidak tahu pasti kapan benjolan tersebut mulai muncul. 6 bulan SMRS, pasien merasakan keluhan semakin memberat. Dan kepala sering terasa sakit. Pasien sudah pernah berobat, namun tidak ada perbaikan.
  • 19.  Pemeriksaan Fisis: Pada pemeriksaan fisik didapatkan, kavum nasi sempit, terdapat sekret. Pada konka inferior, media, dan superior didapatakan mukosa hipertrofi, hiperemis, basah, dan licin. Meatus inferior dan meatus media sempit dan terdapat polip (massa) berwarna putih dekstra dan sinistra.
  • 20. Diagnosis Diagnosis utama:  Polip Kavum Nasi Dekstra Sinistra Grade II Diagnosis banding:  Konka Polipoid
  • 21. Penatalaksanaan PENATALAKSANAAN  Rencana operasi polipektomi tanggal 28 April 2015  Persiapan operasi : pasien puasa ± 6 jam PROGNOSIS  Quo ad vitam : ad bonam  Quo ad functionam : ad bonam
  • 22. Laporan Operasi Operasi dimulai pukul 09.00 WIB  Pasien tidur terlentang dilakukan intubasi, aseptik antiseptik, lapangan operasi dipersempit.  Dipasang tampon efedrin 1:100.000, ditunggu 5 menit, kemudian tampon dikeluarkan  Evaluasi polip dengan menggunakan telenasoendoskopi  Polip diekstervasi dengan menggunakan tang polip (Forcep Cincin Bownye)  Perdarahan diatasi dengan tampon efedrin, dipasang tampon roll antibiotik 1-1  Operasi selesai. Operasi selesai pukul 10.00 WIB Intruksi Post Operasi :  Awasi tanda perdarahan dan tanda vital  Nafas melalui mulut  Diet Nasi lunak  IVFD RL XX gtt/menit  Inj Ceftriaxone 2 x 1g vial iv  Inj Asam Traneksamat 3x500 mg  Inj Ketorolac 3 x 30mg  Inj Ranitidin 2 x 50mg
  • 23.
  • 24. Follow Up Pasien 1. Hari Pertama perawatan (28/4/2015 13:00 WIB) S : Hidung tersumbat (+), pilek (+), perdarahan dari hidung (-) O : TSS/CM. TD: 110/80 mmHg. N: 86x/m. P: 20x/m. S: 36,90C A : Post op. polipektomi a.i Polip Kavum Nasi Dekstra Sinistra grade II P : IVFD RL XX gtt/menit. Inj Ceftriaxone 2 x 1g vial iv. Inj Asam Traneksamat 3x500 mg. Inj Ketorolac 3 x 30mg amp iv. Inj Ranitidin 2 x 50mg amp iv. 2. Hari Kedua perawatan (29/4/2015 07.30 WIB) S : Hidung tersumbat (+), pilek (+), perdarahan dari hidung (-) O : TSS/CM. TD: 110/70 mmHg. N: 88x/m. P: 20x/m. S: 370C A : Post op. polipektomi a.i Polip Kavum Nasi Dekstra Sinistra grade II P : IVFD RL XX gtt/menit. Inj Ceftriaxone 2 x 1g vial iv. Inj Asam Traneksamat 3x500 mg. Inj Ketorolac 3 x 30mg amp iv. Inj Ranitidin 2 x 50mg amp iv. R/ Aff tampon. Tangal 30 April 2015, drip Adona 1x1 amp.
  • 25. 3. Hari Ketiga perawatan (30/4/2015 07.30 WIB) S : Hidung tersumbat (+), pilek (+), perdarahan dari hidung (-) O : TSS/CM. TD: 110/80 mmHg. N: 86x/m. P: 20x/m. S: 36,90C A : Post op. polipektomi a.i Polip Kavum Nasi Dekstra Sinistra grade II P : IVFD RL + drip adona gtt xxx menit. Inj Ceftriaxone 2 x 1g vial iv. Inj Asam Traneksamat 3x500 mg. Inj Ketorolac 3 x 30mg amp iv. Inj Ranitidin 2 x 50 mg amp iv. R/ aff tampon. Pasien boleh pulang, kontrol rawat jalan Senin tanggal 04 Mei 2015. Terapi pulang :  Ceefila tab 2x100 mg  Analtram tab 3x1  Sanexon tab 4 mg 3x1 Edukasi pasien:  Hindari bersin  Gunakan masker  Diet biasa
  • 27. Penegakkan Diagnosis:  Diagnosis polip kavum nasi dekstra sinistra stadium II, ditegakkan berdasarkan: Anamnesis • pasien mengeluhkan hidung tersumbat yang dirasakan sejak 4 tahun yang lalu. • Keluhan hidung tersumbat ini dirasakan pada kedua hidung, namun lebih berat pada hidung sebelah kiri. • Keluhan hidung tersumbat ini sering menyebabkan sulit bernafas serta penciumannya berkurang. • Diperberat, jika pasien mengalami batuk dan pilek, jika udara dingin, hujan dan saat pilek mengeluarkan ingus yang kental berwarna putih. • merasakan seperti terdapat benjolan pada rongga hidung sebelah kiri. • Pasien suka merasakan kepala pusing • Pasien sudah mengobati keluhan namun tidak ada perbaikan.
  • 28. Penegakkan Diagnosis:  Diagnosis polip kavum nasi dekstra sinistra stadium II, ditegakkan berdasarkan: Pemeriksaan Fisik • Pemeriksaan Fisis: • Pada pemeriksaan fisik didapatkan, kavum nasi sempit, terdapat sekret. Pada konka inferior, didapatakan mukosa eutrofi, hiperemis, basah, dan licin. Meatus inferior dan meatus media sempit dan terdapat polip (massa) berwarna putih dekstra dan sinistra.
  • 29.  Untuk penatalaksaan pada pasien ini dilakukan operasi polipektomi atas indikasi polip kavum nasi stadium 2 yaitu polip yang sudah keluar dari meatus media, tampak dirongga hidung tetapi belum memenuhi rongga hidung, yang menyebabkan hidung tersumbat, kesulitan bernafas dan penciumannya berkurang sejak 4 tahun yang lalu. juga sudah diberikan obat namun tidak ada perbaikan, dan keluhan semakin berulang.  Kemungkinan etiologi terjadinya polip pada pasien ini adalah Rinitis alergi dengan riwayat bersin-bersin di pagi
  • 30. Tatalaksana 1. Ceftriaxone injeksi Ceftriaxone merupakan golongan sefalosporin generasi ketiga. Golongan Sefalosporin lebih stabil terhadap banyak bakteri beta laktamase sehingga memiliki aktivitas spektrum yang lebih luas. 2. Asam traneksamat injeksi Asam traneksamat digunakan untuk mengentikan perdarahan (hemostatik) dengan cara menghambat mekanisme fibrinolisis. Fibrinolisis adalah proses pemecahan atau penghancuran fibrin (bekuan darah) oleh plasmin.
  • 31. 3. Ketorolac injeksi Ketorolac adalah obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID). Efek analgesik ini terbukti efektif untuk menggantikan morfin dalam beberapa situasi yang melibatkan nyeri pasca operasi ringan dan sedang. 4. Ranitidin injeksi Ranitidin merupakan golongan obat anti histamin reseptor 2. antihistamin ini dapat menghambat sekresi cairan lambung saat pasca operasi.