Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.

Multiplexing

6.782 Aufrufe

Veröffentlicht am

Veröffentlicht in: Bildung
  • Als Erste(r) kommentieren

Multiplexing

  1. 1. Multiplexing penggabungan dua sinyal atau lebih untuk disalurkan ke satu saluran komunikasi agar membuat suatu komunikasi data menjadi efisien. Contoh sederhana : Multidrop.
  2. 2. Gambaran Multiplexing
  3. 3. Keuntungannya : <ul><li>Komputer host hanya butuh satu port I/O untuk banyak terminal </li></ul><ul><li>Hanya satu line transmisi yang dibutuhkan. </li></ul>
  4. 4. Alasan menggunakan multiplexer adalah sebagai berikut: <ul><li>Hemat biaya </li></ul><ul><li>Memanfaatkan sumber daya se-efisien mungkin </li></ul><ul><li>Menggunakan kapasitas saluran komunikasi semaksimum mungkin. </li></ul>
  5. 5. Teknik multiplexing : <ul><li>frequency-division multiplexing (FDM), paling umum dipakai untuk radion atau TV </li></ul><ul><li>time-division multiplexing (TDM) atau synchronous TDM, dipakai untuk multiplexing digital voice. </li></ul><ul><li>peningkatan efisiensi synchronous TDM dengan variasi </li></ul>
  6. 6. Teknik Frequency Division Multiplexing <ul><li>Digunakan saat bandwidth dari medium melebihi bandwidth sinyal yang diperlukan </li></ul><ul><li>Tiap sinyal dimodulasikan kedalam frekuensi carrier yang berbeda dan terpisah </li></ul>
  7. 7. FDM (Frequency-division multiplexing)
  8. 8. Contoh sederhana dari FDM yaitu transmisi full-duplex FSK (Frequency Shift Keying). Contoh lainnya yaitu broadcast dan TV kabel.
  9. 9. Teknik Time-Division Multiplexing <ul><li>Digunakan saat data rate dari medium melampui data rate dari sinyal digital </li></ul><ul><li>Sinyal digital yang banyak melewati transmisi tunggal dengan cara pembagian porsi yang dapat berupa level bit atau dalam blok-blok byte </li></ul>
  10. 10. Teknik interlaving (pembagian): <ul><li>Character-interlaving : Dipakai dengan sumber asynchronous. Tiap time slot mengandung 1 karakter dari data. </li></ul><ul><li>Bit-interlaving : Dipakai dengan sumber synchronous atau sumber asynchronous. Tiap time slot mengandung hanya 1 bit. </li></ul>
  11. 11. Synchronous TDM : <ul><li>Disebut synchronous karena time slot-time slotnya dialokasikan ke sumber-sumber tertentu dimana time slot untuk tiap sumber ditransmisi. </li></ul><ul><li>Dapat mengendalikan sumber-sumber dengan kecepatan yang berbeda-beda. </li></ul>
  12. 12. TDM (Time-Division Multiplexing)
  13. 13. TDM (Time-Division Multiplexing)
  14. 14. Peningkatan efisiensi synchronous TDM dengan variasi sebagai berikut : <ul><li>o Statistical TDM </li></ul><ul><li>o Asynchronous TDM </li></ul><ul><li>o Intelligent TDM </li></ul>
  15. 15. Channel adalah serangkaian slot-slot yang mewakili satu sumber, dari frame ke frame. Panjang slot sama dengan panjang buffer transmitter yaitu 1 bit atau 1 karakter.
  16. 16. Perbedaan antara FDM & TDM FDM TDM - Pembagian terhadap frekuensi - Pembagian terhadap waktu - Digunakan ketika ada kelebihan bandwidth - Digunakan ketika ada kelebihan data rate - Dimodulasi melalui frekuensi carrier - Dimodulasi melalui frekuensi tunggal - Gambaran - Gambaran

×