Diese Präsentation wurde erfolgreich gemeldet.
Wir verwenden Ihre LinkedIn Profilangaben und Informationen zu Ihren Aktivitäten, um Anzeigen zu personalisieren und Ihnen relevantere Inhalte anzuzeigen. Sie können Ihre Anzeigeneinstellungen jederzeit ändern.
PENURUNAN TITIK
BEKU LARUTAN
NAMA :
- Aficena Himdani ( 02 )
- Irsyad Azhar ( 15 )
- Meirsa Sawitri Hayyusari ( 19 )
- Ris...
I. RUMUSAN MASALAH
Bagaimanakan hubungan antara titik beku larutan dengan jumlah partikel dan
molalitas ?
II. TUJUAN
Tujua...
Karena setiap cairan mempunyai suhu beku tertentu,maka jika suatu cairan digunakan
sebagai pelarut, dapat diamati bahwa ti...
∆Tf = Kf . m
ΔTf = penurunan titik beku
Kf = tetapan penurunan titik beku zat pelarut
m = molal larutan
Untuk larutan elek...
• Larutan urea 1 molal
• Larutan NaCl 0,1 molal
• Es Batu
• Garam dapur
V. CARA KERJA :
1) Masukkan pecahan kecil – kecil ...
Dari hasil percobaan yang telah di lakukan, masing-masing zat mempunyai titik beku
yang berbeda. Tidak tergantung pada jen...
Dari hasil eksperimen dapat disimpulkan bahwa setiap larutan memiliki
penurunan titik beku yang berbeda-beda tergantung pa...
Sie haben dieses Dokument abgeschlossen.
Lade die Datei herunter und lese sie offline.
Nächste SlideShare
Laporan Praktikum Kimia Penurunan Titik Beku dan Kenaikan Titik Didih
Weiter
Nächste SlideShare
Laporan Praktikum Kimia Penurunan Titik Beku dan Kenaikan Titik Didih
Weiter
Herunterladen, um offline zu lesen und im Vollbildmodus anzuzeigen.

Teilen

Laporan Kimia - Hubungan Titik Beku dengan Jumlah Partikel dan Molalitas

Herunterladen, um offline zu lesen

views

Doc ini dibuat oleh Riksa Rizki Zetta Adeli dan tim.
Di dalamnya, terdapat hal-hal berikut.
- Rumusan Masalah Hubungan Titik Beku dengan Jumlah Partikel dan Molalitas
- Tujuan Percobaan
- Dasar Teori
- Alat Bahan
- Cara Kerja
- Hasil Pengamatan
- Pembahasan
- Kesimpulan dan Saran
diolah dari berbagai sumber. Semoga dapat bermanfaat.

http://facebook.com/rrza28
http://twiter.com/risarizi
http://noonecanfly.blogspot.com

Ähnliche Bücher

Kostenlos mit einer 30-tägigen Testversion von Scribd

Alle anzeigen

Ähnliche Hörbücher

Kostenlos mit einer 30-tägigen Testversion von Scribd

Alle anzeigen
  • Gehören Sie zu den Ersten, denen das gefällt!

Laporan Kimia - Hubungan Titik Beku dengan Jumlah Partikel dan Molalitas

  1. 1. PENURUNAN TITIK BEKU LARUTAN NAMA : - Aficena Himdani ( 02 ) - Irsyad Azhar ( 15 ) - Meirsa Sawitri Hayyusari ( 19 ) - Riska Rizki Zetta Adeli ( 24 ) - Riska Dewi Noviana ( 25 ) XII IPA 5
  2. 2. I. RUMUSAN MASALAH Bagaimanakan hubungan antara titik beku larutan dengan jumlah partikel dan molalitas ? II. TUJUAN Tujuan dari percobaan ini adalah untuk memahami, mengetahui dan mengamati pengaruh dari faktor jumlah partikel dan molalitas suatu larutan yang sejenis ataupun tidak terhadap penurunan titik bekunya. III. DASAR TEORI Larutan merupakan suatu campuran yang homogen, dan dapat berwujud padatan, atau cairan. Akan tetapi, larutan yang paling umum dijumpai adalah larutan berbentuk cairan, dimana suatu zat tertentu dilarutkan ke dalam pelarut yang berbentuk cairan yang sesuai hingga konsentrasi tertentu (James Brady, 2003). Terdapat empat sifat yang berhubungan dengan larutan encer, atau kira-kira pada larutan yang ada. Jadi, sifat-sifat tersebut tidak tergantung pada jenis terlarut. Keempat sifat tersebut ialah penurunan tekanan uap, peningkatan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik yang semuanya dinamakan sifat-sifat koligatif (Petrucci, 1987). Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut tetapi bergantung pada banyaknya jumlah partikel zat terlarut dalam larutan (Syukri, 1999). Titik beku adalah suhu pada saat larutan mulai membeku pada tekanan luar 1 atm. Titik beku normal air adalah 0°C yang diukur pada tekanan 1 atm. Titik beku merupakan suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap padatnya, atau dengan kata lain titik beku adalah suhu dimana pada suhu tersebut, zat cair berubah menjadi padat. Jika air murni didinginkan pada suhu 0°C, maka air tersebut akan membeku dan tekanan uap permukaannya sebesar 1 atm. Tetapi, bila kedalamnya dilarutkan zat terlarut yang sukar menguap, maka pada suhu 0°C ternyata belum membeku dan tekanan uap permukaannya lebih kecil dari 1atm. Supaya larutan membeku tekanan uap permukaannya harus mencapai 1 atm. Hal ini dapat dicapai bila suhu larutan diturunkan (Yazid, 2005). Setiap larutan memiliki nilai titik didih dan titik beku. Nilai titik didih dan titik beku larutan masing-masing berbeda. Misalnya saja air, air meiliki titik didih sebesar 100˚C dan mempunyai nilai titik beku sebesar 0˚C. Titik didih dan titik beku air tadi tentu berbeda dengan larutan lainnya (Annisa, 2008).
  3. 3. Karena setiap cairan mempunyai suhu beku tertentu,maka jika suatu cairan digunakan sebagai pelarut, dapat diamati bahwa titik beku larutan tersebut ternyata selalu lebih rendah dibandingkan titik beku cairan murninya (pelarut). Hal ini disebut penurunan titik beku. Sebagai contoh, suhu air ketika air tersebut berubah menjadi es disebut titik beku air. Titik beku suatu pelarut dalam larutannya juga bergantung pada konsentrasi zat terlarut dan sifat pelarut tersebut. Pada tekanan 1 atm, air membeku pada suhu 0°C karena pada suhu itu tekanan uap air sama dengan tekanan uap es. Keberadaan zat terlarut dalam suatu larutan menyebabkan terjadinya penurunan tekanan uap jenuh pelarutnya dalam larutan tersebut dan hal ini menyebabkan titik beku larutan berkurang. Besarnya pengurangan titik beku suatu pelarut dalam larutannya tersebut kemudian dikenal dengan sebagai penurunan titik beku (∆Tf). Jika zat telarutnya merupakan zat non elektrolit, maka penurunan titik bekunya sebanding dengan molalitas larutan (m). Titik beku (Tf) pelarut murni lebih tinggi daripada titik beku larutan. Adanya zat terlarut menyebabkan entropi (ketidakteraturan) pelarut semakin tinggi atau mengakibatkan suatu pelarut semakin sulit membeku. Dengan demikian, untuk mengubah pelarut dari fasa cair menjadi fasa padat diperlukan usaha ekstra. Hal ini mengakibatkan titik beku larutan akan lebih rendah dibandingkan dengan titik beku pelarut murninya. Selisih antara titik beku larutan dengan titik beku pelarut murninya disebut penurunan titik beku larutan. Berikut ini adalah persamaan dari penurunan titik beku. ∆Tf = Tf o – Tf ΔTf = penurunan titik beku Tf = titik beku larutan Tfº = titik beku pelarut murni Titik beku tidak tergantung pada jenis zat terlarut, tetapi tergantung pada konsentrasi atau jumlah partikel zat terlarut dalam larutan. Semakin besar konsentrasi larutan, maka semakin besar penurunan titik bekunya. Penambahan zat terlarut dalam pelarut akan mengakibatkan peningkatan konsentrasi yang mengakibatkan semakin rendah titik bekunya. Jadi, makin besar molaritas larutan, makin tinggi kenaikan titik didih larutan dan makin tinggi pula penurunan titik beku larutan. Jumlah partikel yang lebih banyak, akan membuat larutan elektrolit lebih sukar membeku, sehingga membutuhkan suhu yang lebih rendah, dan waktu yang lama. Hal inilah yang membuat titik beku larutan elektrolit lebih rendah. ∆Tf ~ m Untuk larutan nonelektrolit berlaku persamaan :
  4. 4. ∆Tf = Kf . m ΔTf = penurunan titik beku Kf = tetapan penurunan titik beku zat pelarut m = molal larutan Untuk larutan elektrolit berlaku persamaan : ∆Tf = Kf . m . � = Kf . m . [ 1 + (n – 1) α ] ΔTf = penurunan titik beku = faktor Van't Hoff Kf = konstanta penurunan titik beku molal n = jumlah koefisien m = molalitas zat terlarut = derajat ionisasi IV. ALAT DAN BAHAN Alat-alat: • Kaca arloji • Termometer • Tabung reaksi • Plastik • Neraca Ohauss • Beaker glass • Neraca Triple Beam Bahan: • Aquades • Larutan urea 0,1 molal
  5. 5. • Larutan urea 1 molal • Larutan NaCl 0,1 molal • Es Batu • Garam dapur V. CARA KERJA : 1) Masukkan pecahan kecil – kecil es batu dalam gelas kimia hingga ¾ bagian dan beri 10 sendok garam dapur, aduk hingga rata ! 2) Masukkan larutan urea ( CO(NH2)2 0,5 m hingga ½ bagian pada tabung reaksi, kemudian masukkan tabung reaksi tersebut ke dalam gelas kimia yang berisi pecahan es ! 3) Masukkan termometer kedalam mulut tabung reaksi tersebut 4) Amati penurunan suhu pada larutan urea tersebut tiap 30 menit sekali , hingga larutan tersebut mencapai kesetimbangan atau membeku 5) Ukur suhu konstan dari urea tersebut dan catat sebagai titik beku larutan 6) Ulangi langkah 1 – 5 untuk larutan aquades, urea 1 m dan NaCl 0,5 m ! VI. HASIL PENGAMATAN NO UREA (0,1 m) UREA ( 1 m) NaCl ( 0,1 m ) Aquades Temperatur Awal(T o ) 0 °C 0 °C 0 °C 0 °C Temperatur Akhir(T ) - 3 °C - 4 °C - 4 °C 0 °C Perubahan Temperatur VII.PEMBAHASAN
  6. 6. Dari hasil percobaan yang telah di lakukan, masing-masing zat mempunyai titik beku yang berbeda. Tidak tergantung pada jenis zat terlarut, tetapi pada konsentrasi atau jumah partikel zat terlarut dalam larutan. Semakin besar jumlah partikel zat terlarut dalam larutan, maka akan semakin besar penurunan titik bekunya. Sebaliknya, semakin kecil jumlah partikel zat terlarut dalam larutan, maka akan semakin kecil penurunan titik bekunya. Pada percobaan di dapat data sebagai berikut : NO LARUTAN PENURUNAN TITIK BEKU 1 AQUADES 0 °C 2 UREA 0,1 m - 3 °C 3 UREA 1 m - 4 °C 4 NaCl 0,1 m - 4 °C Dari data eksperimen yang telah dilakukan, dapat kita lihat Aquades (murni tidak ada campuran bahan lain) memiliki penurunan titik beku sebesar 0 °C. Urea 0,1 M dengan Urea 1 M mengalami perbedaan titik beku di karenakan adanya perbedaan jumlah partikel pada kedua larutan. Urea 1 M memiliki jumlah partikel yang lebih banyak di bandingkan dengan Urea 0,1 M. Sehingga penurunan titik beku larutan Urea 1 M lebih besar di bandingkan denga Urea 0,1 M. Urea 1 M penurunan titik beku - 4 °C sedangkan Urea 0,1 M penurunan titik beku hanya mencapai – 3 °C. Pada larutan NaCl penurunan titik beku lebih besar di banding larutan Urea yang sama- sama memiliki molaritas 0,1 M. Ini disebabkan karena NaCl merupakan salah satu larutan elektrolit, dan larutan elektrolit memiliki penurunan titik didih yang lebih besar dari larutan nonelektrolit. Dikarenakan larutan elektrolit memiliki derajat ionisasi (α) = 1 sehingga mudah mengion, yang mengakibatkan jumlah partikel pada larutan elektrolit bertambah banyak, jadi semakin tinggi penurunan titik bekunya VIII. PENUTUP a. KESIMPULAN :
  7. 7. Dari hasil eksperimen dapat disimpulkan bahwa setiap larutan memiliki penurunan titik beku yang berbeda-beda tergantung pada jumlah partikel dalam larutan tersebut. Semakin besar jumlah partikel zat terlarut dalam larutan, maka akan semakin besar penurunan titik bekunya. Sebaliknya, semakin kecil jumlah partikel zat terlarut dalam larutan, maka akan semakin kecil penurunan titik bekunya. Penurunan titik beku pada larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit terdapat perbedaan. Ini dikarenakan larutan elektrolit memiliki derajat ionisasi (α) = 1 sehingga mudah mengion, yang mengakibatkan jumlah partikel pada larutan elektrolit bertambah banyak, jadi semakin tinggi penurunan titik bekunya. Sedangkan larutan nonelektrolit tidak mengion sehingga penurunan titik bekunya akan cenderung lebih rendah dibandingakan dengan larutan elektrolit. Garam dapur berfungsi sebagai zat yang menurunkan titik beku es batu sehingga es batu tidak akan membeku pada suhu 0 °C, jadi ketika sebuah tabung reaksi diletakkan didalam gelas kimia, akan terbentuk sebuah sistem antara larutan es batu yang suhunya 0 °C dengan larutan uji yang ada di dalam tabung reaksi. b. SARAN  Sebaiknya para siswa lebih berhati hati dalam mengukur penurunan suhu pada setiap larutan  Disarankan lebih berhati hati dalam penimbangan setiap larutan untuk mendaatkan data yang lebih akurat

views Doc ini dibuat oleh Riksa Rizki Zetta Adeli dan tim. Di dalamnya, terdapat hal-hal berikut. - Rumusan Masalah Hubungan Titik Beku dengan Jumlah Partikel dan Molalitas - Tujuan Percobaan - Dasar Teori - Alat Bahan - Cara Kerja - Hasil Pengamatan - Pembahasan - Kesimpulan dan Saran diolah dari berbagai sumber. Semoga dapat bermanfaat. http://facebook.com/rrza28 http://twiter.com/risarizi http://noonecanfly.blogspot.com

Aufrufe

Aufrufe insgesamt

17.561

Auf Slideshare

0

Aus Einbettungen

0

Anzahl der Einbettungen

1

Befehle

Downloads

58

Geteilt

0

Kommentare

0

Likes

0

×