Tugas Mata Kuliah Pengantar Bisnis

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengantar Bisnis. Dosen Pengampu : Bapak Prof. Dr. Drs. H. Khairinal, Dpt.BA., M.Si.

MAKALAH
PERKEMBANGAN USAHA KERUPUK KAYU API
CEMPAKA 2 DI MENDAHARA ILIR MUARA SABAK
JAMBI
Mata Kuliah :
Pengantar Bisnis
Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Drs. H. H.Khairinal, Dpt.BA., M.Si.
DISUSUN OLEH :
Nurhidayatul Khotimah (A1A123055)
Kelas : R-002
UNIVERSITAS JAMBI
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TAHUN AJARAN
2O23
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul
“Perkembangan Usaha Kerupuk Kayu Api 2 di Mendahara Ilir Muara Sabak
Jambi ” pada waktunya. Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah
untuk memenuhi tugas Bapak Prof. Dr. Drs. H. H.Khairinal, Dpt.BA., M.Si. pada
mata kuliah Pengantar Bisnis. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk
menambah wawasan tentang perkembangan usaha kerupuk kayu api.
Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua orang yang telah
membantu menyelesaikan makalah ini, terutama kepada Bapak Prof. Dr. Drs. H.
H.Khairinal, Dpt.BA., M.Si.. yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat
menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.
Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini.
Saya sangat menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan
demi kesempurnaan makalah ini.
Jambi, 03 September 2023
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang .................................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah.............................................................................................. 2
1.3. Tujuan dan Manfaat Penulisan........................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................. 4
2.1. Sejarah lahirnya Kerupuk Kayu Api Cempaka 2.................................................. 4
2.2. Wilayah usaha Kerupuk Kayu Api Cempaka 2 ................................................. 4
2.3. Produk yang dihasilkan...................................................................................... 5
2.4. Modal yang dibutuhkan untuk membuat Kerupuk Kayu Api Cempaka 2......... 5
2.5. Sumber Daya Manusia untuk Usaha Kerupuk Kayu Api Cempaka 2 ............... 6
2.6. Cara memasarkan Kerupuk Kayu Api Cempaka 2 ............................................ 6
2.7. Fasilitas yanga digunakan untuk membuat Kerupuk Kayu Api Cempaka 2 ..... 8
2.8. Kendala yang terjadi .......................................................................................... 9
2.9. Solusi yang dapat digunakan............................................................................ 10
2.10. Kemungkinan Masa Depan yang terjadi........................................................ 10
BAB III PENUTUP ................................................................................................... 12
3.1. Kesimpulan ...................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................iii
LAMPIRAN FOTO-F0TO USAHA........................................................................... 14
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Negara Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang
sebagian besar wilayahnya adalah perairan yang dikelilingi dengan pulau-
pulau yang kaya akan keberagaman sumber daya alam baik dibidang
kehutanan, pariwisata, pertambangan dan pertanian. Selain itu Indonesia
juga memiliki kekayaan sumber daya alam yang cukup besar dibidang
kelautan dan perikanan . Oleh sebab itu, Sektor perikanan merupakan salah
satu bagian dari rencana pembangunan nasional yang dilaksanakan secara
terus-menerus dan bertahap.
Salah satu sektor perikanan yang merupakan komoditas unggulan
dan sumber daya alam yang berlimpah serta beraneka ragam yaitu udang.
Udang adalah hewan laut yang mengandung gizi dan memiliki banyak
manfaat. Kandungan gizi yang terdapat di dalam udang adalah 100 gram
berat : protein = 21 g, lemak = 0,2g, karbohidrat = 0,1 g, kalsium = 136
mg, besi = 8,0 mg. Udang juga merupakan 1 dari 10 komoditi ekspor utama
Indonesia. Karena udang adalah makanan yang tidak tahan lama, sehingga
memerlukan penanganan untuk memperlama masa penggunaannya. Salah
satu cara yang dapat dilakukan adalah membuat kerupuk.
Kerupuk adalah jenis pangan yang digemari di Indonesia. Berbagai
kalangan menyukai jenis pangan ini baik golongan rendah maupun
golongan yang tinggi. Kerupuk sangat beragam dalam bentuk, ukuran, bau,
warna, rasa, kerenyahan, ketebalan dan nilai gizinya. Perbedaan ini bisa
disebabkan pengaruh budaya daerah penghasil kerupuk, bahan baku dan
bahan tambahan yang digunakan serta alat dan cara pengolahannya.
Komposisi bahan sendiri beserta pengolahannya akan sangat
mempengaruhi kualitas kerupuk, di mana komposisi bahan ini juga
mempengaruhi pengembangan pada kerupuk tersebut. Hal tersebut juga
menjadi salah satu peluang usaha bagi masyarakat yang membuat usaha
kecil menengah dalam proses pembuatan kerupuk, salah satunya yaitu
kerupuk udang.
Pembuatan kerupuk udang selain menambah lamanya penggunaan
udang juga merupakan salah satu variasi dari penggunaan udang, dengan
adanya kerupuk udang ini bagi orang yang tidak menyukai secara langsung
dapat pula menikmati udang dengan adanya kerupuk udang. Di Kelurahan
Mendahara Ilir Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur
dimana masyarakat sebagian besar kegiatan yang dilakukan berupa
pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan dengan melakukan
2
penangkapan ikan dan udang di sekitar daerah guna untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu untuk memanfaatkan hasil lautan
tersebut masyarakat memproduksi kerupuk yang terbuat dari udang.
Dari waktu ke waktu usaha kerupuk udang ini mengalami
perkembangan dengan pesat dan menjadi pilihan usaha yang sangat
menguntungkan, sehingga banyak masyarakat yang menekuni usaha
kerupuk udang tersebut. Ada berbagai macam kerupuk udang yang
diproduksi oleh masyarakat Mendahara Ilir, salah satunya ialah kerupuk
udang “Kayu Api”. Kayu Api adalah salah satu nama produk kerupuk udang
yang banyak diminati oleh berbagai lapisan masyarakat, khususnya
masyarakat Mendahara Ilir.
Kerupuk udang Kayu Api bisa dikatakan sebagai salah satu cemilan
khas Mendahara Ilir, tidak jarang jika ada pengunjung atau pendatang dari
daerah lain ke Mendahara Ilir mereka selalu memberi respon baik dan
bahkan membawa kerupuk udang Kayu Api ke daerah mereka sebagai oleh-
oleh khas dari Mendahara Ilir. Kerupuk udang Kayu Api di Mendahara Ilir
terdiri dari beberapa merk dan pengelolah diantaranya adalah kerupuk
udang Kayu Api Aulia, Cempaka 1, Cempaka 2, Surya, Lely, Teratai Putih,
Bahagia, Anugerah, Az- Zahra dan Rismika. Dari beberapa merk kerupuk
udang Kayu Api tersebut terdapat beberapa merk kerupuk udang Kayu Api
yang pada awalnya diproduksi dalam satu tempat yang sama yaitu Aulia,
Cempaka 1, Cempaka 2, dan Surya.
1.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Sejarah lahir usaha kerupuk kayu api cempaka 2 ?
2. Di mana wilayah usaha kerupuk kayu api cempaka 2 ?
3. Apa produk yang dihasilkan dari usaha tersebut ?
4. Berapa modal yang dibutuhkan untuk membuat kerupuk kayu api
cempaka 2 ?
5. Bagaimana sumber daya manusia berperan di dalam sebuah usaha
kerupuk kayu api cempaka 2 ?
6. Bagaimana cara memasarkan kerupuk kayu api cempaka 2 ?
7. Apa saja Fasilitas yang digunakan dalam melakukan usaha ?
8. Apa saja kendala usaha yang terjadi ?
9. Apa solusi yang dapat digunakan ?
10. Apa kemungkinan masa depan yang terjadi ?
1.3. Tujuan dan Manfaat Penulisan
1. Mengetahui Sejarah lahirnya usaha kerupuk kayu api cempaka 2
2. Mengetahui wilayah usaha kerupuk kayu api cempaka 2
3. Mengetahui produk yang dihasilkan dari usaha tersebut
3
4. Mengetahui modal yang dibutuhkan untuk membuat kerupuk
kayu api cempaka 2 ?
5. Mengetahui sumber daya manusia yang berperan di dalam
sebuah usaha kerupuk kayu api cempaka 2
6. Mengetahui cara memasarkan kerupuk kayu api cempaka 2
7. Mengetahui fasilitas yang digunakan dalam melakukan usaha
8. Mengetahui kendala usaha yang terjadi
9. Mengetahui solusi yang digunakan
10. Mengetahui kemungkinan masa depan yang terjadi
4
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Sejarah lahirnya Kerupuk Kayu Api Cempaka 2
Kerupuk udang Kayu Api Cempaka 2 di dirikan pada tahun 1990 yang
dimiliki oleh ibu yang bernama ibu Siti Aminah. Awalnya ibu Siti Aminah
ini membuka usaha bersama empat orang adik-adiknya sebelum usaha ini
menjadi merk Cempaka 2, mereka membuka usaha bersama-sama dengan
nama merk Cempaka, sejak awalnya dibuka usaha ini. Dalam
pengerjaannya mereka belum mempunyai karyawan, hanya mereka yang
mengerjakannya.
Kemudian, karena semakin banyak kerupuk udang Kayu Api Cempaka
ini di kenal oleh masyarakat, maka dari itulah mereka berfikir untuk
membuka usaha masing-masing. Maka bermunculanlah merk-merk seperti
Cempaka 1, Cempaka 2, Aulia dan Surya. Sehingga mereka juga telah
memiliki karyawannya masing-masing.
Mengenai asal kata Kerupuk udang Kayu Api diambil dari bahasa daerah
yaitu daerah Kelurahan Mendahara Ilir, berdasarkan filosofinya Kerupuk
udang Kayu Api ini diambil dari kata Kayu dan Api. Kayu yang dimaksud
adalah dari segi bentuknya yang panjang seperti potongan- potongan kayu
bakar sedangkan diambil dari kata api karna kayu bakar itu apabila dibakar
akan mengeluarkan api, hal tersebut yang menjadi alasan kenapa kerupuk
tersebut dinamakan kayu api.
2.2. Wilayah usaha Kerupuk Kayu Api Cempaka 2
Usaha kerupuk udang Kayu Api Cempaka 2 merupakan salah satu
usaha yang memproduksi kerupuk udang di Kelurahan Mendahara Ilir yang
beralamat dijalan Al- Falah RT. 02 Mendahara Ilir Kecamatan Mendahara
Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Lokasi untuk mendapatkan bahan baku
utama yaitu udang segar kerupuk udang Kayu Api Cempaka 2 juga tidak
5
terlalu jauh karena dekat dengan laut. Sehingga tidak mengalami kesulitan
dalam mendapatkan bahan baku untuk pembuatan kerupuk udang Kayu
Api.
2.3. Produk yang dihasilkan
Produk yang dihasilkan dari usaha ini adalah kerupuk kayu api
yang berbahan dasar udang. Kerupuk udang Kayu Api bisa dikatakan
sebagai salah satu cemilan khas Mendahara Ilir, tidak jarang jika ada
pengunjung atau pendatang dari daerah lain ke Mendahara Ilir mereka selalu
memberi respon baik dan bahkan membawa kerupuk udang Kayu Api ke
daerah mereka sebagai oleh-oleh khas dari Mendahara Ilir. Kerupuk udang
Kayu Api di Mendahara Ilir terdiri dari beberapa merk dan pengelolah
diantaranya adalah kerupuk udang Kayu Api Aulia, Cempaka1, Cempaka
2, Surya, Lely, Teratai Putih, Bahagia, Anugerah, Az- Zahra dan Rismika.
2.4. Modal yang dibutuhkan untuk membuat Kerupuk Kayu Api Cempaka
2
Modal yang dikeluarkan untuk membuat kerupuk kayu api adalah
sebesar Rp 3000.000 setiap kali produksi yang mana dalam hal ini
menghasilkan satu pikul/100kg kerupuk udang Kayu Api. Sebagaimana
yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa kerupuk udang Kayu Api
Cempaka 2 memiliki dua ukuran kemasan yaitu kemasan yang berukuran
1kg dan kemasan berukuran ¼ kg.
Jadi, setiap 100kg/1 pikul kerupuk udang Kayu Api Cempaka 2 yang
diproduksi dalam satu hari tersebut jika dipasarkan kepada konsumen dapat
menghasilkan keuntungan sekitar Rp. 850.000 bersih dari modal produksi.
Dari Rp. 850.000 tersebut belum menjadi keuntungan bersih yang
didapatkan, karena untuk hasil Rp. 850.000 masih terdapat gaji karyawan
yang belum menjadi potongan.yaitu sebesar 400.000. Berdasarkan rincian
tersebut maka keuntungan bersih yang diperoleh dari setiap memproduksi
kerupuk udang Kayu Api Cempaka 2 adalah Rp. 450.000.
6
2.5. Sumber Daya Manusia untuk Usaha Kerupuk Kayu Api Cempaka 2
Jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk usaha kerupuk
kayu api cempaka 2 berjumlah kurang lebih 8 orang dan dapat bervariasi
tergantung pada skala produksi, tingkat permintaan pasar, dan kompleksitas
operasional. Namun, secara umum, ada beberapa posisi yang biasanya ada
dalam usaha kerupuk kayu api cempaka 2, yaitu :
1. Pemilik atau pengelola usaha
Bertanggung jawab atas pengelolaan keseluruhan operasional usaha,
termasuk pengadaan bahan baku, produksi, pemasaran, dan manajemen
keuangan.
2. Operator produksi
Bertugas mengoperasikan mesin dan peralatan yang digunakan dalam
proses produksi kerupuk kayu api cempaka 2 , seperti mesin penggiling,
mesin aduk, dan mesin penggoreng.
3. Tenaga produksi
Melakukan tugas-tugas produksi seperti membersihkan udang, mencuci,
menggiling, mengaduk adonan, menggoreng kerupuk, dan mengemas
produk jadi.
4. Karyawan administrasi
Mengelola tugas-tugas administratif seperti pembukuan, pengelolaan
inventaris, pengiriman, dan administrasi umum.
5. Pemasaran dan penjualan
Bertanggung jawab untuk memasarkan dan menjual produk kerupuk kayu
api cempaka 2 kepada pelanggan, baik melalui penjualan langsung ke
konsumen, penjualan grosir ke toko atau distributor, atau melalui pemasaran
online.
2.6. Cara memasarkan Kerupuk Kayu Api Cempaka 2
Pemasaran merupakan suatu fungsi bisnis yang mengidentifikasi
kebutuhan pasar, mendefinisikan dan mengukur besarnya kebutuhan pasar,
menentukan produk atau jasa dan program-program yang sesuai untuk
7
melayani pasar yang ada dan meminta setiap jajaran organisasi untuk
berusaha memberikan palayanan yang terbaik.
Menurut American Marketing Association (AMA) mendefinisikan
pemasaran sebagai proses perencanaan dan pelaksanaan rencana penetapan
harga, promosi dan distribusi dari ide-ide, barang-barangdanjasa-jasa untuk
menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individual dan
organisasional. Sedangkan Philip Kotler mendefinisikan pemasaran
sebagai proses sosial dan manajerial yang dilakukan oleh seseorang atau
kelompok untuk memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan
melalui penciptaan, penawaran dan pertukaran produk-produk yang bernilai
dengan yang lainnya.
Strategi pemasaran berfokus pada tujuan jangka panjang perusahaan
dan melibatkan perencanaan program- program pemasaran untuk
mewujudkan tujuan perusahaan. Strategi pemasaran adalah proses
perencanaan dan implementasi kebijakan perusahaan untuk mewujudkan
tujuan-tujuan perusahaan yang sesuai dengan visi perusahaan. Salah satu
contoh strategi pemasaran misalnya mengurangi harga untuk meningkatkan
pertumbuhan pasar, diferensiasi produk dan sejumlah strategi spesifik pada
area pemasaran lainnya.
Menurut Hermawan (2012) Strategi pemasaran adalah ujud rencana
yang terarah di bidang pemasaran, untuk memperoleh suatu hasil yang
optimal. Strategi pemasaran mengandung dua faktor yang terpisah tetapi
berhubungan dengan dengan erat, yaitu :
a) Pasar target/sasaran, yaitu suatu kelompok konsumen yang
homogen, yang merupakan “sasaran” perusahaan
b) Bauran pemasaran (marketing mix), yaitu variabel-variabel
pemasaran yang dapat dikontrol, yang akan dikombinasikan oleh
perusahaan untuk memperoleh hasil yang maksimal, yaitu Produk, Price,
Place and Promotion.
Produk kerupuk udang Kayu Api Cempaka 2 sudah di pasarkan di
berbagai tempat seperti diseputaran Tanjung Jabung Timur yaitu Sabak,
Kampung Laut, Simpang Kiri, Mendahara Ulu, Mendahara Tengah dan
8
khususnya Kelurahan Mendahara Ilir. Selain di tempat-tempat tersebut
kerupuk udang Kayu Api Cempaka 2 juga telah dipasarkan di kota Jambi
dan tidak jarang banyak yang melakukan pemesanan baik itu melalui
perantara maupun secara langsung kepada penjualnya.
Pemasaran kerupuk udang Kayu Api ini dilakukan dengan
menggunakan Strategi promosi dari mulut ke mulut, dan Strategi Promosi
dari Teknologi/Sosial Media yaitu melalui Whatsapp dan Facebook. Para
Pengusaha juga menjalin kerja sama dengan supermarket di perkotaan
seperti Mandala Mart (Jambi) untuk mendistribusikan produknya.
Menurut Diana bahwa: Strategi pada penetapan harga produk
kerupuk udang Kayu Api Cempaka 2 adalah sesuai dengan perhitungan
modal yang di keluarkan. Harga pada setiap kemasan yang berbeda dalam
produk kerupuk udang Kayu Api Cempaka tersebut sering berubah-ubah
tergantung dari kenaikan harga pokok atau bahan-bahan yang digunakan.
Akan tetapi kenaikan harga pada produk tersebut tidakterlalu jauh dari harga
sebelumnya hanya naik sekitar seribu rupiah dalam setiap ukuran kemasan
yang berbeda. Harga kerupuk KayuApi Cempaka 2 dalam 1 kg Rp.35.000
jika harganya harus dinaikkan hanya berkisar Rp.36.000/kg namun, jika
konsumen membeli di toko-toko tempat menitipkan kerupuk udang
harganya lebih mahal yaituRp. 40.000/kg jika harganya dinaikkan yaitu
berkisar Rp. 41.000/kg dan untuk kemasan ¼ harganya tetap sama baik itu
harga pokok naik atau menetap yaitu Rp.10.000.
2.7. Fasilitas yanga digunakan untuk membuat Kerupuk Kayu Api
Cempaka 2
Untuk produksi kerupuk kayu api, beberapa fasilitas umumnya
diperlukan. Berikut adalah beberapa fasilitas yang biasa digunakan dalam
usaha kerupuk kayu api:
a. Ruang produksi
Ruang produksi adalah ruangan khusus yang digunakan untuk
melakukan proses pembuatan kerupuk kayu api. Ruang produksi harus
9
memiliki ventilasi yang baik untuk menghindari akumulasi asap dan
memastikan kualitas udara yang baik bagi pekerja.
b. Area pengolahan bahan baku
Area ini adalah area di mana bahan baku seperti tepung tapioka, air,
dan bumbu-bumbu lainnya diolah sebelum diproses menjadi adonan
kerupuk. Area ini harus bersih dan terorganisir.
c. Mesin penggiling
Digunakan untuk menggiling bahan baku menjadi tepung yang halus.
Mesin ini biasanya terdiri dari penggilingan basah dan penggilingan
kering.
d. Alat pemotong kerupuk
Alat ini digunakan untuk memotong adonan kerupuk menjadi bentuk
yang diinginkan, seperti bentuk memanjang. Alat pemotong ini dapat
berupa gunting atau alat pemotong otomatis.
e. Alat penggoreng
Setelah dicetak, kerupuk diolah dengan cara digoreng menggunakan
wajan penggoreng. Wajan penggoreng menggunakan minyak panas
untuk menggoreng kerupuk hingga matang dan berwarna kecokelatan.
f. Area pengepakan
Setelah kerupuk digoreng, kerupuk yang sudah matang perlu
dikemas dengan rapi dalam kemasan yang sesuai. Area pengepakan
harus bersih dan higienis untuk memastikan keamanan dan kebersihan
produk.
2.8. Kendala yang terjadi
Kendala yang terjadi pada usaha kerupuk kayu api yaitu dalam
berjalannya sebuah pemasaran sering terjadinya kekurangan bahan baku
atau bahan utamanya yaitu udang yang terkadang tidak terpenuhi sesuai
kebutuhan. Dimana hal tersebut terjadi karena cuaca yang tidak menentu
atau tidak mendukung para nelayan untuk mencari udang. Musim hujan,
angin kencang dan ombak besar adalah kendala yang menjadikan para
nelayan setempat yang biasa mencari udang menjadi kesulitan untuk
menghasilkan udang dengan jumlah yang dibutuhkan sebagaimana
biasanya, keterbatasan udang yang dihasilkan tersebut dapat menjadi
10
sebuah pengaruh besar untuk pemasaran produk kerupuk udang Kayu Api
Cempaka 2.
2.9. Solusi yang dapat digunakan
a. Mencari pemasok udang alternatif yang dapat menyediakan pasokan
udang yang memadai.
b. Mengganti dengan bahan pengganti.
Misalnya dengan menggunakan bahan pengganti yang memiliki
tekstur dan rasa yang mirip dengan udang. Contoh bahan pengganti yang
dapat digunakan adalah ikan, rumput laut, atau bahan nabati seperti jagung
atau kentang.
c. Menjalin kerjasama dengan peternakan udang.
Dengan menjalin kerjasama dengan peternakan udang lokal dapat
memastikan pasokan udang yang stabil. Dengan terjalinnya kerjasama
jangka panjang, akan mendapat kan pasokan udang yang konsisten untuk
produksi kerupuk kayu api.
d. Menyesuaikan produksi
Jika pasokan udang benar-benar terbatas maka harus dapat
menyesuaikan produksi dengan mengurangi jumlah produksi.
2.10. Kemungkinan Masa Depan yang terjadi
1. Peningkatan produksi
Dalam usaha yang berkembang pesat, permintaan pasar
meningkat secara signifikan. Untuk memenuhi permintaan tersebut, usaha
kerupuk kayu api perlu meningkatkan kapasitas produksi. Hal ini dapat
mencakup penambahan mesin dan peralatan produksi, peningkatan jumlah
sumber daya manusia, dan perluasan fasilitas produksi.
2. Peningkatan pasar dan distribusi
Dalam usaha yang berkembang pesat, usaha kerupuk kayu api
dapat mengekspansi ke pasar yang lebih luas, baik lokal maupun regional.
Hal ini dapat melibatkan peningkatan upaya pemasaran dan promosi,
kemitraan dengan distributor atau toko grosir, serta memperluas jaringan
distribusi untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
3. Inovasi produk
Dalam usaha yang berkembang pesat, usaha kerupuk kayu api
dapat melakukan inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi
pelanggan yang beragam. Ini dapat mencakup pengembangan varian rasa
baru, penambahan bahan tambahan yang menarik, atau pengembangan
produk turunan yang lebih kreatif.
4. Peningkatan efisiensi operasional
11
Dalam usaha yang berkembang pesat, penting untuk
meningkatkan efisiensi operasional agar dapat menghasilkan produk
dengan biaya yang lebih rendah dan waktu produksi yang lebih cepat. Hal
ini dapat melibatkan pemecahan proses produksi, penggunaan teknologi
yang lebih canggih, atau peningkatan manajemen pasokan rantai.
12
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Kerupuk udang Kayu Api bisa dikatakan sebagai salah satu cemilan khas
Mendahara Ilir, tidak jarang jika ada pengunjung atau pendatang dari daerah
lain ke Mendahara Ilir mereka selalu memberi respon baik dan bahkan
membawa kerupuk udang Kayu Api ke daerah mereka sebagai oleh-oleh
khas dari Mendahara Ilir. Kerupuk udang Kayu Api di Mendahara Ilir terdiri
dari beberapa merk dan pengelolah diantaranya adalah kerupuk udang Kayu
Api Aulia, Cempaka 1, Cempaka 2, Surya, Lely, Teratai Putih, Bahagia,
Anugerah, Az- Zahra dan Rismika.
Dari sisi produksi, Kerupuk Kayu Ai Cempaka 2 dibuat secara manual
tanpa menggunkan alat mesin dan hanya menggunakan peralatan dapur
biasa seperti kompor dan wajan berukuran besar. Dalam proses
pembuatannya di kerjakan dengan beberapa orang tenaga kerja yaitu 8
orang. Selanjutnya yang diterapkan dalam Kerupuk Kayu Api Cempaka 2
yaitu dengan mempertahakan kualitas rasa yang menggunakan bahan udang
segar dan tidak menggunkan udang biasa, udang yang digunakan yaitu
udang S dan udang SM yang mereka dapatkan langsung dari para nelayan
setempat dan mereka selalu memenuhi kebutuhan pesanan pada tepat
waktu.
Promosi yang digunakan Kerupuk Kayu Api Cempaka 2 dalam
memasarkan produknya adalah menggunakan promosi dari mulut ke mulut,
sosial media, FB dan WA. Selain itu mereka juga mempromosikannya
melalui kemasan yang ada di pembungkus Kerupuk Kayu Api Cempaka 2
yaitu No HP, P-IRT serta sertifikat dari MUI.
Kendala yang terjadi pada usaha kerupuk kayu api yaitu dalam
berjalannya sebuah pemasaran sering terjadinya kekurangan bahan baku
atau bahan utamanya yaitu udang yang terkadang tidak terpenuhi sesuai
kebutuhan. Solusi yang dapat digunakan yaitu mencari pemasok udang
alternatif, mengganti dengan bahan pengganti, menjalin kerjasama dengan
peternakan udang dan menyesuaikan produksi.
iii
DAFTAR PUSTAKA
Pangiuk, Ambok.2020, Analisis Hasil Manajemen Pengolahan Kerupuk Kayu Api
Cempaka 2 di Mendahara Ilir Muara Sabak Jambi, UIN Jambi, volume 5 No-1 Di
akses pada 03 September 2023 :
http://e-journal.lp2m.uinjambi.ac.id/ojp/index.php/ijoieb
Hermawan Agus, 2012. Komunikasi Pemasaran, Jakarta. Erlangga Hm,
Rahmayati. 2015. Analisis SWOT Dalam Menentukan StrategiPemasaran Udang
Beku Pt. Mustika Mina Nusa AuroraTarakan, Kalimantan Utara Jurnal Galung
Tropika, 4 (1)
Barus Mastarina, Adikahriani. 2017, Produk Kerupuk Pangsit Herbal Sebagai
Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Pengusaha Home Industri di Kota Medan ,
UIN Medan, Volume 23 No-2,
Purwana, Dedi dan Nurdin Hidayat. 2016. Studi Kelayakan Bisnis Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Al-Qur’an & Terjemahannya, 2008. Jakarta: Departemen Agama RI Anoraga,
Pandji. 2011 Pengantar Bisnis Pengelolaan Bisnis Dalam Era Globalisasi Jakarta:
PT Rineka Cipta.
14
LAMPIRAN FOTO-F0TO USAHA
Proses penyediaan bahan baku,
yaitu udang yang telah
dihaluskan, tepung terigu,
telor, dan penyedap rasa.
Proses pengadonan tepung dan udang
sampai adonan kalis/ homogen.
Proses pembentukan adonan,
dengan bentuk persegi, setelah
itu dipotong-potong
memanjang.
Proses penggorengan, adonan yang
telah dipotong dimasukkan ke dalam
minyak yang masih dalam keadaan
dingin. Kemudian, hidupkan kompor.
Proses penggorengan
dilakukan selama kurang lebih
20 menit hingga kerupuk kayu
api benar-benar matang.
Tahap akhir ialah proses pengemasan
menggunakan plastik politilen.
15
Sebelum dikemas, kerupuk
kayu api di dinginkan terlebih
dahulu di dalam wadah,
kemudian dikemas.

Recomendados

MAKALAH PENGANTAR BISNIS von
MAKALAH PENGANTAR BISNISMAKALAH PENGANTAR BISNIS
MAKALAH PENGANTAR BISNISTiaraUkhti
13 views13 Folien
Resume Pengantar Bisnis docx von
Resume Pengantar Bisnis docxResume Pengantar Bisnis docx
Resume Pengantar Bisnis docxHeskyIntan
30 views13 Folien
Cindy group2 von
Cindy group2Cindy group2
Cindy group2agus_ibnu_hasan
719 views19 Folien
MAKALAH.docx von
MAKALAH.docxMAKALAH.docx
MAKALAH.docxRittaArdiati
29 views11 Folien
MAKALAH TIKA.docx von
MAKALAH TIKA.docxMAKALAH TIKA.docx
MAKALAH TIKA.docxAtikaAtika23
12 views17 Folien
MAKALAH PENGANTAR BISNIS “UMKM TAHU PONG SLAMET”.docx von
MAKALAH PENGANTAR BISNIS “UMKM TAHU PONG SLAMET”.docxMAKALAH PENGANTAR BISNIS “UMKM TAHU PONG SLAMET”.docx
MAKALAH PENGANTAR BISNIS “UMKM TAHU PONG SLAMET”.docxDEAAMANDASAPUTRIDea
76 views16 Folien

Más contenido relacionado

Similar a Tugas Mata Kuliah Pengantar Bisnis

Cindy group3 von
Cindy group3Cindy group3
Cindy group3agus_ibnu_hasan
1.4K views36 Folien
PKM-K STRATEGI MEMPROMOSIKAN KREASI ROLL CAKE BONGGOL PISANG YANG KAYA SERAT... von
PKM-K  STRATEGI MEMPROMOSIKAN KREASI ROLL CAKE BONGGOL PISANG YANG KAYA SERAT...PKM-K  STRATEGI MEMPROMOSIKAN KREASI ROLL CAKE BONGGOL PISANG YANG KAYA SERAT...
PKM-K STRATEGI MEMPROMOSIKAN KREASI ROLL CAKE BONGGOL PISANG YANG KAYA SERAT...Muhammadiyah University Of Jember
2.2K views23 Folien
Proposal usaha Pembesaran bibit ikan lele unggul von
Proposal usaha Pembesaran bibit ikan lele unggulProposal usaha Pembesaran bibit ikan lele unggul
Proposal usaha Pembesaran bibit ikan lele unggulBung HaFied
8.9K views14 Folien
Pengembangan Usaha Agroindustri Gandum di Pasar Jambi.docx von
Pengembangan Usaha Agroindustri Gandum di Pasar Jambi.docxPengembangan Usaha Agroindustri Gandum di Pasar Jambi.docx
Pengembangan Usaha Agroindustri Gandum di Pasar Jambi.docxdindaratuzahro1
29 views10 Folien
gula semut von
gula semutgula semut
gula semutRochmad Putra
7.7K views14 Folien
MAKALAH WIRAUSAHA BUDIDAYA PEMBENIHAN IKAN HIAS.docx von
MAKALAH WIRAUSAHA BUDIDAYA PEMBENIHAN IKAN HIAS.docxMAKALAH WIRAUSAHA BUDIDAYA PEMBENIHAN IKAN HIAS.docx
MAKALAH WIRAUSAHA BUDIDAYA PEMBENIHAN IKAN HIAS.docxShelsyalesiyah2906
12 views23 Folien

Similar a Tugas Mata Kuliah Pengantar Bisnis (20)

Proposal usaha Pembesaran bibit ikan lele unggul von Bung HaFied
Proposal usaha Pembesaran bibit ikan lele unggulProposal usaha Pembesaran bibit ikan lele unggul
Proposal usaha Pembesaran bibit ikan lele unggul
Bung HaFied8.9K views
Pengembangan Usaha Agroindustri Gandum di Pasar Jambi.docx von dindaratuzahro1
Pengembangan Usaha Agroindustri Gandum di Pasar Jambi.docxPengembangan Usaha Agroindustri Gandum di Pasar Jambi.docx
Pengembangan Usaha Agroindustri Gandum di Pasar Jambi.docx
dindaratuzahro129 views
MAKALAH WIRAUSAHA BUDIDAYA PEMBENIHAN IKAN HIAS.docx von Shelsyalesiyah2906
MAKALAH WIRAUSAHA BUDIDAYA PEMBENIHAN IKAN HIAS.docxMAKALAH WIRAUSAHA BUDIDAYA PEMBENIHAN IKAN HIAS.docx
MAKALAH WIRAUSAHA BUDIDAYA PEMBENIHAN IKAN HIAS.docx
Laporan study lingkungan von DIANITA ARDI
Laporan study lingkunganLaporan study lingkungan
Laporan study lingkungan
DIANITA ARDI1.9K views
LOLOS PROPOSAL UTY CEL COMPETITION (WIRAUSAHA MUDA) von pop.art
LOLOS PROPOSAL UTY CEL COMPETITION (WIRAUSAHA MUDA)LOLOS PROPOSAL UTY CEL COMPETITION (WIRAUSAHA MUDA)
LOLOS PROPOSAL UTY CEL COMPETITION (WIRAUSAHA MUDA)
pop.art92 views
Pisang manisque von nanana30
Pisang manisquePisang manisque
Pisang manisque
nanana3026 views
QUEEN OF TABU (TAHU BULAT).pdf von HikmahInsyirah
QUEEN OF TABU (TAHU BULAT).pdfQUEEN OF TABU (TAHU BULAT).pdf
QUEEN OF TABU (TAHU BULAT).pdf
HikmahInsyirah620 views
TUGAS PENGANTAR BISNIS_SALE PISANG_RIZKA WAHYUNI_2023.pdf von RizkaWahyuni13
TUGAS PENGANTAR BISNIS_SALE PISANG_RIZKA WAHYUNI_2023.pdfTUGAS PENGANTAR BISNIS_SALE PISANG_RIZKA WAHYUNI_2023.pdf
TUGAS PENGANTAR BISNIS_SALE PISANG_RIZKA WAHYUNI_2023.pdf
RizkaWahyuni137 views
LAPORAN PEMBUATAN PRODUK MODIFIKASI XII IPS 3.docx von AnisaFebriyanti11
LAPORAN PEMBUATAN PRODUK MODIFIKASI XII IPS 3.docxLAPORAN PEMBUATAN PRODUK MODIFIKASI XII IPS 3.docx
LAPORAN PEMBUATAN PRODUK MODIFIKASI XII IPS 3.docx
AnisaFebriyanti11128 views
Pengembangan Usaha Agroindustri Coklat di Yogyakarta.docx von mellamaysaroh15
Pengembangan Usaha Agroindustri Coklat di Yogyakarta.docxPengembangan Usaha Agroindustri Coklat di Yogyakarta.docx
Pengembangan Usaha Agroindustri Coklat di Yogyakarta.docx
mellamaysaroh1514 views

Último

LATIHAN7 PPT_Roq'is syah swarna dwiva_E1G022071.pptx von
LATIHAN7 PPT_Roq'is syah swarna dwiva_E1G022071.pptxLATIHAN7 PPT_Roq'is syah swarna dwiva_E1G022071.pptx
LATIHAN7 PPT_Roq'is syah swarna dwiva_E1G022071.pptxrois04880
7 views9 Folien
situs slot online.pdf von
situs slot online.pdfsitus slot online.pdf
situs slot online.pdfHaseebBashir5
5 views1 Folie
Sarung mangga.pdf von
Sarung mangga.pdfSarung mangga.pdf
Sarung mangga.pdfseobacklink5
8 views1 Folie
KatalogSlot365 von
KatalogSlot365KatalogSlot365
KatalogSlot365robertmwilsonrober
10 views1 Folie
BAHAN SETELAH MID BU SRI.doc von
BAHAN SETELAH MID BU SRI.docBAHAN SETELAH MID BU SRI.doc
BAHAN SETELAH MID BU SRI.docNellyAgustini
45 views82 Folien
6. Analisis Leverage.pptx von
6. Analisis Leverage.pptx6. Analisis Leverage.pptx
6. Analisis Leverage.pptxNellyAgustini
29 views31 Folien

Último(8)

LATIHAN7 PPT_Roq'is syah swarna dwiva_E1G022071.pptx von rois04880
LATIHAN7 PPT_Roq'is syah swarna dwiva_E1G022071.pptxLATIHAN7 PPT_Roq'is syah swarna dwiva_E1G022071.pptx
LATIHAN7 PPT_Roq'is syah swarna dwiva_E1G022071.pptx
rois048807 views
Persamaan Dasar Akuntansi.pptx von botsea
Persamaan Dasar Akuntansi.pptxPersamaan Dasar Akuntansi.pptx
Persamaan Dasar Akuntansi.pptx
botsea6 views
MAKALAH BUK HERI 1.docx von tdxrt4j664
MAKALAH BUK HERI 1.docxMAKALAH BUK HERI 1.docx
MAKALAH BUK HERI 1.docx
tdxrt4j66411 views

Tugas Mata Kuliah Pengantar Bisnis

  • 1. MAKALAH PERKEMBANGAN USAHA KERUPUK KAYU API CEMPAKA 2 DI MENDAHARA ILIR MUARA SABAK JAMBI Mata Kuliah : Pengantar Bisnis Dosen Pengampu : Prof. Dr. Drs. H. H.Khairinal, Dpt.BA., M.Si. DISUSUN OLEH : Nurhidayatul Khotimah (A1A123055) Kelas : R-002 UNIVERSITAS JAMBI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN TAHUN AJARAN 2O23
  • 2. i KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Perkembangan Usaha Kerupuk Kayu Api 2 di Mendahara Ilir Muara Sabak Jambi ” pada waktunya. Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Bapak Prof. Dr. Drs. H. H.Khairinal, Dpt.BA., M.Si. pada mata kuliah Pengantar Bisnis. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang perkembangan usaha kerupuk kayu api. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua orang yang telah membantu menyelesaikan makalah ini, terutama kepada Bapak Prof. Dr. Drs. H. H.Khairinal, Dpt.BA., M.Si.. yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni. Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Saya sangat menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini. Jambi, 03 September 2023 Penulis
  • 3. ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................................................................... i DAFTAR ISI................................................................................................................. ii BAB I PENDAHULUAN............................................................................................ 1 1.1 Latar Belakang .................................................................................................... 1 1.2. Rumusan Masalah.............................................................................................. 2 1.3. Tujuan dan Manfaat Penulisan........................................................................... 2 BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................. 4 2.1. Sejarah lahirnya Kerupuk Kayu Api Cempaka 2.................................................. 4 2.2. Wilayah usaha Kerupuk Kayu Api Cempaka 2 ................................................. 4 2.3. Produk yang dihasilkan...................................................................................... 5 2.4. Modal yang dibutuhkan untuk membuat Kerupuk Kayu Api Cempaka 2......... 5 2.5. Sumber Daya Manusia untuk Usaha Kerupuk Kayu Api Cempaka 2 ............... 6 2.6. Cara memasarkan Kerupuk Kayu Api Cempaka 2 ............................................ 6 2.7. Fasilitas yanga digunakan untuk membuat Kerupuk Kayu Api Cempaka 2 ..... 8 2.8. Kendala yang terjadi .......................................................................................... 9 2.9. Solusi yang dapat digunakan............................................................................ 10 2.10. Kemungkinan Masa Depan yang terjadi........................................................ 10 BAB III PENUTUP ................................................................................................... 12 3.1. Kesimpulan ...................................................................................................... 12 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................iii LAMPIRAN FOTO-F0TO USAHA........................................................................... 14
  • 4. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Negara Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang sebagian besar wilayahnya adalah perairan yang dikelilingi dengan pulau- pulau yang kaya akan keberagaman sumber daya alam baik dibidang kehutanan, pariwisata, pertambangan dan pertanian. Selain itu Indonesia juga memiliki kekayaan sumber daya alam yang cukup besar dibidang kelautan dan perikanan . Oleh sebab itu, Sektor perikanan merupakan salah satu bagian dari rencana pembangunan nasional yang dilaksanakan secara terus-menerus dan bertahap. Salah satu sektor perikanan yang merupakan komoditas unggulan dan sumber daya alam yang berlimpah serta beraneka ragam yaitu udang. Udang adalah hewan laut yang mengandung gizi dan memiliki banyak manfaat. Kandungan gizi yang terdapat di dalam udang adalah 100 gram berat : protein = 21 g, lemak = 0,2g, karbohidrat = 0,1 g, kalsium = 136 mg, besi = 8,0 mg. Udang juga merupakan 1 dari 10 komoditi ekspor utama Indonesia. Karena udang adalah makanan yang tidak tahan lama, sehingga memerlukan penanganan untuk memperlama masa penggunaannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membuat kerupuk. Kerupuk adalah jenis pangan yang digemari di Indonesia. Berbagai kalangan menyukai jenis pangan ini baik golongan rendah maupun golongan yang tinggi. Kerupuk sangat beragam dalam bentuk, ukuran, bau, warna, rasa, kerenyahan, ketebalan dan nilai gizinya. Perbedaan ini bisa disebabkan pengaruh budaya daerah penghasil kerupuk, bahan baku dan bahan tambahan yang digunakan serta alat dan cara pengolahannya. Komposisi bahan sendiri beserta pengolahannya akan sangat mempengaruhi kualitas kerupuk, di mana komposisi bahan ini juga mempengaruhi pengembangan pada kerupuk tersebut. Hal tersebut juga menjadi salah satu peluang usaha bagi masyarakat yang membuat usaha kecil menengah dalam proses pembuatan kerupuk, salah satunya yaitu kerupuk udang. Pembuatan kerupuk udang selain menambah lamanya penggunaan udang juga merupakan salah satu variasi dari penggunaan udang, dengan adanya kerupuk udang ini bagi orang yang tidak menyukai secara langsung dapat pula menikmati udang dengan adanya kerupuk udang. Di Kelurahan Mendahara Ilir Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur dimana masyarakat sebagian besar kegiatan yang dilakukan berupa pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan dengan melakukan
  • 5. 2 penangkapan ikan dan udang di sekitar daerah guna untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu untuk memanfaatkan hasil lautan tersebut masyarakat memproduksi kerupuk yang terbuat dari udang. Dari waktu ke waktu usaha kerupuk udang ini mengalami perkembangan dengan pesat dan menjadi pilihan usaha yang sangat menguntungkan, sehingga banyak masyarakat yang menekuni usaha kerupuk udang tersebut. Ada berbagai macam kerupuk udang yang diproduksi oleh masyarakat Mendahara Ilir, salah satunya ialah kerupuk udang “Kayu Api”. Kayu Api adalah salah satu nama produk kerupuk udang yang banyak diminati oleh berbagai lapisan masyarakat, khususnya masyarakat Mendahara Ilir. Kerupuk udang Kayu Api bisa dikatakan sebagai salah satu cemilan khas Mendahara Ilir, tidak jarang jika ada pengunjung atau pendatang dari daerah lain ke Mendahara Ilir mereka selalu memberi respon baik dan bahkan membawa kerupuk udang Kayu Api ke daerah mereka sebagai oleh- oleh khas dari Mendahara Ilir. Kerupuk udang Kayu Api di Mendahara Ilir terdiri dari beberapa merk dan pengelolah diantaranya adalah kerupuk udang Kayu Api Aulia, Cempaka 1, Cempaka 2, Surya, Lely, Teratai Putih, Bahagia, Anugerah, Az- Zahra dan Rismika. Dari beberapa merk kerupuk udang Kayu Api tersebut terdapat beberapa merk kerupuk udang Kayu Api yang pada awalnya diproduksi dalam satu tempat yang sama yaitu Aulia, Cempaka 1, Cempaka 2, dan Surya. 1.2. Rumusan Masalah 1. Bagaimana Sejarah lahir usaha kerupuk kayu api cempaka 2 ? 2. Di mana wilayah usaha kerupuk kayu api cempaka 2 ? 3. Apa produk yang dihasilkan dari usaha tersebut ? 4. Berapa modal yang dibutuhkan untuk membuat kerupuk kayu api cempaka 2 ? 5. Bagaimana sumber daya manusia berperan di dalam sebuah usaha kerupuk kayu api cempaka 2 ? 6. Bagaimana cara memasarkan kerupuk kayu api cempaka 2 ? 7. Apa saja Fasilitas yang digunakan dalam melakukan usaha ? 8. Apa saja kendala usaha yang terjadi ? 9. Apa solusi yang dapat digunakan ? 10. Apa kemungkinan masa depan yang terjadi ? 1.3. Tujuan dan Manfaat Penulisan 1. Mengetahui Sejarah lahirnya usaha kerupuk kayu api cempaka 2 2. Mengetahui wilayah usaha kerupuk kayu api cempaka 2 3. Mengetahui produk yang dihasilkan dari usaha tersebut
  • 6. 3 4. Mengetahui modal yang dibutuhkan untuk membuat kerupuk kayu api cempaka 2 ? 5. Mengetahui sumber daya manusia yang berperan di dalam sebuah usaha kerupuk kayu api cempaka 2 6. Mengetahui cara memasarkan kerupuk kayu api cempaka 2 7. Mengetahui fasilitas yang digunakan dalam melakukan usaha 8. Mengetahui kendala usaha yang terjadi 9. Mengetahui solusi yang digunakan 10. Mengetahui kemungkinan masa depan yang terjadi
  • 7. 4 BAB II PEMBAHASAN 2.1. Sejarah lahirnya Kerupuk Kayu Api Cempaka 2 Kerupuk udang Kayu Api Cempaka 2 di dirikan pada tahun 1990 yang dimiliki oleh ibu yang bernama ibu Siti Aminah. Awalnya ibu Siti Aminah ini membuka usaha bersama empat orang adik-adiknya sebelum usaha ini menjadi merk Cempaka 2, mereka membuka usaha bersama-sama dengan nama merk Cempaka, sejak awalnya dibuka usaha ini. Dalam pengerjaannya mereka belum mempunyai karyawan, hanya mereka yang mengerjakannya. Kemudian, karena semakin banyak kerupuk udang Kayu Api Cempaka ini di kenal oleh masyarakat, maka dari itulah mereka berfikir untuk membuka usaha masing-masing. Maka bermunculanlah merk-merk seperti Cempaka 1, Cempaka 2, Aulia dan Surya. Sehingga mereka juga telah memiliki karyawannya masing-masing. Mengenai asal kata Kerupuk udang Kayu Api diambil dari bahasa daerah yaitu daerah Kelurahan Mendahara Ilir, berdasarkan filosofinya Kerupuk udang Kayu Api ini diambil dari kata Kayu dan Api. Kayu yang dimaksud adalah dari segi bentuknya yang panjang seperti potongan- potongan kayu bakar sedangkan diambil dari kata api karna kayu bakar itu apabila dibakar akan mengeluarkan api, hal tersebut yang menjadi alasan kenapa kerupuk tersebut dinamakan kayu api. 2.2. Wilayah usaha Kerupuk Kayu Api Cempaka 2 Usaha kerupuk udang Kayu Api Cempaka 2 merupakan salah satu usaha yang memproduksi kerupuk udang di Kelurahan Mendahara Ilir yang beralamat dijalan Al- Falah RT. 02 Mendahara Ilir Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Lokasi untuk mendapatkan bahan baku utama yaitu udang segar kerupuk udang Kayu Api Cempaka 2 juga tidak
  • 8. 5 terlalu jauh karena dekat dengan laut. Sehingga tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan baku untuk pembuatan kerupuk udang Kayu Api. 2.3. Produk yang dihasilkan Produk yang dihasilkan dari usaha ini adalah kerupuk kayu api yang berbahan dasar udang. Kerupuk udang Kayu Api bisa dikatakan sebagai salah satu cemilan khas Mendahara Ilir, tidak jarang jika ada pengunjung atau pendatang dari daerah lain ke Mendahara Ilir mereka selalu memberi respon baik dan bahkan membawa kerupuk udang Kayu Api ke daerah mereka sebagai oleh-oleh khas dari Mendahara Ilir. Kerupuk udang Kayu Api di Mendahara Ilir terdiri dari beberapa merk dan pengelolah diantaranya adalah kerupuk udang Kayu Api Aulia, Cempaka1, Cempaka 2, Surya, Lely, Teratai Putih, Bahagia, Anugerah, Az- Zahra dan Rismika. 2.4. Modal yang dibutuhkan untuk membuat Kerupuk Kayu Api Cempaka 2 Modal yang dikeluarkan untuk membuat kerupuk kayu api adalah sebesar Rp 3000.000 setiap kali produksi yang mana dalam hal ini menghasilkan satu pikul/100kg kerupuk udang Kayu Api. Sebagaimana yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa kerupuk udang Kayu Api Cempaka 2 memiliki dua ukuran kemasan yaitu kemasan yang berukuran 1kg dan kemasan berukuran ¼ kg. Jadi, setiap 100kg/1 pikul kerupuk udang Kayu Api Cempaka 2 yang diproduksi dalam satu hari tersebut jika dipasarkan kepada konsumen dapat menghasilkan keuntungan sekitar Rp. 850.000 bersih dari modal produksi. Dari Rp. 850.000 tersebut belum menjadi keuntungan bersih yang didapatkan, karena untuk hasil Rp. 850.000 masih terdapat gaji karyawan yang belum menjadi potongan.yaitu sebesar 400.000. Berdasarkan rincian tersebut maka keuntungan bersih yang diperoleh dari setiap memproduksi kerupuk udang Kayu Api Cempaka 2 adalah Rp. 450.000.
  • 9. 6 2.5. Sumber Daya Manusia untuk Usaha Kerupuk Kayu Api Cempaka 2 Jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk usaha kerupuk kayu api cempaka 2 berjumlah kurang lebih 8 orang dan dapat bervariasi tergantung pada skala produksi, tingkat permintaan pasar, dan kompleksitas operasional. Namun, secara umum, ada beberapa posisi yang biasanya ada dalam usaha kerupuk kayu api cempaka 2, yaitu : 1. Pemilik atau pengelola usaha Bertanggung jawab atas pengelolaan keseluruhan operasional usaha, termasuk pengadaan bahan baku, produksi, pemasaran, dan manajemen keuangan. 2. Operator produksi Bertugas mengoperasikan mesin dan peralatan yang digunakan dalam proses produksi kerupuk kayu api cempaka 2 , seperti mesin penggiling, mesin aduk, dan mesin penggoreng. 3. Tenaga produksi Melakukan tugas-tugas produksi seperti membersihkan udang, mencuci, menggiling, mengaduk adonan, menggoreng kerupuk, dan mengemas produk jadi. 4. Karyawan administrasi Mengelola tugas-tugas administratif seperti pembukuan, pengelolaan inventaris, pengiriman, dan administrasi umum. 5. Pemasaran dan penjualan Bertanggung jawab untuk memasarkan dan menjual produk kerupuk kayu api cempaka 2 kepada pelanggan, baik melalui penjualan langsung ke konsumen, penjualan grosir ke toko atau distributor, atau melalui pemasaran online. 2.6. Cara memasarkan Kerupuk Kayu Api Cempaka 2 Pemasaran merupakan suatu fungsi bisnis yang mengidentifikasi kebutuhan pasar, mendefinisikan dan mengukur besarnya kebutuhan pasar, menentukan produk atau jasa dan program-program yang sesuai untuk
  • 10. 7 melayani pasar yang ada dan meminta setiap jajaran organisasi untuk berusaha memberikan palayanan yang terbaik. Menurut American Marketing Association (AMA) mendefinisikan pemasaran sebagai proses perencanaan dan pelaksanaan rencana penetapan harga, promosi dan distribusi dari ide-ide, barang-barangdanjasa-jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individual dan organisasional. Sedangkan Philip Kotler mendefinisikan pemasaran sebagai proses sosial dan manajerial yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok untuk memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran dan pertukaran produk-produk yang bernilai dengan yang lainnya. Strategi pemasaran berfokus pada tujuan jangka panjang perusahaan dan melibatkan perencanaan program- program pemasaran untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Strategi pemasaran adalah proses perencanaan dan implementasi kebijakan perusahaan untuk mewujudkan tujuan-tujuan perusahaan yang sesuai dengan visi perusahaan. Salah satu contoh strategi pemasaran misalnya mengurangi harga untuk meningkatkan pertumbuhan pasar, diferensiasi produk dan sejumlah strategi spesifik pada area pemasaran lainnya. Menurut Hermawan (2012) Strategi pemasaran adalah ujud rencana yang terarah di bidang pemasaran, untuk memperoleh suatu hasil yang optimal. Strategi pemasaran mengandung dua faktor yang terpisah tetapi berhubungan dengan dengan erat, yaitu : a) Pasar target/sasaran, yaitu suatu kelompok konsumen yang homogen, yang merupakan “sasaran” perusahaan b) Bauran pemasaran (marketing mix), yaitu variabel-variabel pemasaran yang dapat dikontrol, yang akan dikombinasikan oleh perusahaan untuk memperoleh hasil yang maksimal, yaitu Produk, Price, Place and Promotion. Produk kerupuk udang Kayu Api Cempaka 2 sudah di pasarkan di berbagai tempat seperti diseputaran Tanjung Jabung Timur yaitu Sabak, Kampung Laut, Simpang Kiri, Mendahara Ulu, Mendahara Tengah dan
  • 11. 8 khususnya Kelurahan Mendahara Ilir. Selain di tempat-tempat tersebut kerupuk udang Kayu Api Cempaka 2 juga telah dipasarkan di kota Jambi dan tidak jarang banyak yang melakukan pemesanan baik itu melalui perantara maupun secara langsung kepada penjualnya. Pemasaran kerupuk udang Kayu Api ini dilakukan dengan menggunakan Strategi promosi dari mulut ke mulut, dan Strategi Promosi dari Teknologi/Sosial Media yaitu melalui Whatsapp dan Facebook. Para Pengusaha juga menjalin kerja sama dengan supermarket di perkotaan seperti Mandala Mart (Jambi) untuk mendistribusikan produknya. Menurut Diana bahwa: Strategi pada penetapan harga produk kerupuk udang Kayu Api Cempaka 2 adalah sesuai dengan perhitungan modal yang di keluarkan. Harga pada setiap kemasan yang berbeda dalam produk kerupuk udang Kayu Api Cempaka tersebut sering berubah-ubah tergantung dari kenaikan harga pokok atau bahan-bahan yang digunakan. Akan tetapi kenaikan harga pada produk tersebut tidakterlalu jauh dari harga sebelumnya hanya naik sekitar seribu rupiah dalam setiap ukuran kemasan yang berbeda. Harga kerupuk KayuApi Cempaka 2 dalam 1 kg Rp.35.000 jika harganya harus dinaikkan hanya berkisar Rp.36.000/kg namun, jika konsumen membeli di toko-toko tempat menitipkan kerupuk udang harganya lebih mahal yaituRp. 40.000/kg jika harganya dinaikkan yaitu berkisar Rp. 41.000/kg dan untuk kemasan ¼ harganya tetap sama baik itu harga pokok naik atau menetap yaitu Rp.10.000. 2.7. Fasilitas yanga digunakan untuk membuat Kerupuk Kayu Api Cempaka 2 Untuk produksi kerupuk kayu api, beberapa fasilitas umumnya diperlukan. Berikut adalah beberapa fasilitas yang biasa digunakan dalam usaha kerupuk kayu api: a. Ruang produksi Ruang produksi adalah ruangan khusus yang digunakan untuk melakukan proses pembuatan kerupuk kayu api. Ruang produksi harus
  • 12. 9 memiliki ventilasi yang baik untuk menghindari akumulasi asap dan memastikan kualitas udara yang baik bagi pekerja. b. Area pengolahan bahan baku Area ini adalah area di mana bahan baku seperti tepung tapioka, air, dan bumbu-bumbu lainnya diolah sebelum diproses menjadi adonan kerupuk. Area ini harus bersih dan terorganisir. c. Mesin penggiling Digunakan untuk menggiling bahan baku menjadi tepung yang halus. Mesin ini biasanya terdiri dari penggilingan basah dan penggilingan kering. d. Alat pemotong kerupuk Alat ini digunakan untuk memotong adonan kerupuk menjadi bentuk yang diinginkan, seperti bentuk memanjang. Alat pemotong ini dapat berupa gunting atau alat pemotong otomatis. e. Alat penggoreng Setelah dicetak, kerupuk diolah dengan cara digoreng menggunakan wajan penggoreng. Wajan penggoreng menggunakan minyak panas untuk menggoreng kerupuk hingga matang dan berwarna kecokelatan. f. Area pengepakan Setelah kerupuk digoreng, kerupuk yang sudah matang perlu dikemas dengan rapi dalam kemasan yang sesuai. Area pengepakan harus bersih dan higienis untuk memastikan keamanan dan kebersihan produk. 2.8. Kendala yang terjadi Kendala yang terjadi pada usaha kerupuk kayu api yaitu dalam berjalannya sebuah pemasaran sering terjadinya kekurangan bahan baku atau bahan utamanya yaitu udang yang terkadang tidak terpenuhi sesuai kebutuhan. Dimana hal tersebut terjadi karena cuaca yang tidak menentu atau tidak mendukung para nelayan untuk mencari udang. Musim hujan, angin kencang dan ombak besar adalah kendala yang menjadikan para nelayan setempat yang biasa mencari udang menjadi kesulitan untuk menghasilkan udang dengan jumlah yang dibutuhkan sebagaimana biasanya, keterbatasan udang yang dihasilkan tersebut dapat menjadi
  • 13. 10 sebuah pengaruh besar untuk pemasaran produk kerupuk udang Kayu Api Cempaka 2. 2.9. Solusi yang dapat digunakan a. Mencari pemasok udang alternatif yang dapat menyediakan pasokan udang yang memadai. b. Mengganti dengan bahan pengganti. Misalnya dengan menggunakan bahan pengganti yang memiliki tekstur dan rasa yang mirip dengan udang. Contoh bahan pengganti yang dapat digunakan adalah ikan, rumput laut, atau bahan nabati seperti jagung atau kentang. c. Menjalin kerjasama dengan peternakan udang. Dengan menjalin kerjasama dengan peternakan udang lokal dapat memastikan pasokan udang yang stabil. Dengan terjalinnya kerjasama jangka panjang, akan mendapat kan pasokan udang yang konsisten untuk produksi kerupuk kayu api. d. Menyesuaikan produksi Jika pasokan udang benar-benar terbatas maka harus dapat menyesuaikan produksi dengan mengurangi jumlah produksi. 2.10. Kemungkinan Masa Depan yang terjadi 1. Peningkatan produksi Dalam usaha yang berkembang pesat, permintaan pasar meningkat secara signifikan. Untuk memenuhi permintaan tersebut, usaha kerupuk kayu api perlu meningkatkan kapasitas produksi. Hal ini dapat mencakup penambahan mesin dan peralatan produksi, peningkatan jumlah sumber daya manusia, dan perluasan fasilitas produksi. 2. Peningkatan pasar dan distribusi Dalam usaha yang berkembang pesat, usaha kerupuk kayu api dapat mengekspansi ke pasar yang lebih luas, baik lokal maupun regional. Hal ini dapat melibatkan peningkatan upaya pemasaran dan promosi, kemitraan dengan distributor atau toko grosir, serta memperluas jaringan distribusi untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. 3. Inovasi produk Dalam usaha yang berkembang pesat, usaha kerupuk kayu api dapat melakukan inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi pelanggan yang beragam. Ini dapat mencakup pengembangan varian rasa baru, penambahan bahan tambahan yang menarik, atau pengembangan produk turunan yang lebih kreatif. 4. Peningkatan efisiensi operasional
  • 14. 11 Dalam usaha yang berkembang pesat, penting untuk meningkatkan efisiensi operasional agar dapat menghasilkan produk dengan biaya yang lebih rendah dan waktu produksi yang lebih cepat. Hal ini dapat melibatkan pemecahan proses produksi, penggunaan teknologi yang lebih canggih, atau peningkatan manajemen pasokan rantai.
  • 15. 12 BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan Kerupuk udang Kayu Api bisa dikatakan sebagai salah satu cemilan khas Mendahara Ilir, tidak jarang jika ada pengunjung atau pendatang dari daerah lain ke Mendahara Ilir mereka selalu memberi respon baik dan bahkan membawa kerupuk udang Kayu Api ke daerah mereka sebagai oleh-oleh khas dari Mendahara Ilir. Kerupuk udang Kayu Api di Mendahara Ilir terdiri dari beberapa merk dan pengelolah diantaranya adalah kerupuk udang Kayu Api Aulia, Cempaka 1, Cempaka 2, Surya, Lely, Teratai Putih, Bahagia, Anugerah, Az- Zahra dan Rismika. Dari sisi produksi, Kerupuk Kayu Ai Cempaka 2 dibuat secara manual tanpa menggunkan alat mesin dan hanya menggunakan peralatan dapur biasa seperti kompor dan wajan berukuran besar. Dalam proses pembuatannya di kerjakan dengan beberapa orang tenaga kerja yaitu 8 orang. Selanjutnya yang diterapkan dalam Kerupuk Kayu Api Cempaka 2 yaitu dengan mempertahakan kualitas rasa yang menggunakan bahan udang segar dan tidak menggunkan udang biasa, udang yang digunakan yaitu udang S dan udang SM yang mereka dapatkan langsung dari para nelayan setempat dan mereka selalu memenuhi kebutuhan pesanan pada tepat waktu. Promosi yang digunakan Kerupuk Kayu Api Cempaka 2 dalam memasarkan produknya adalah menggunakan promosi dari mulut ke mulut, sosial media, FB dan WA. Selain itu mereka juga mempromosikannya melalui kemasan yang ada di pembungkus Kerupuk Kayu Api Cempaka 2 yaitu No HP, P-IRT serta sertifikat dari MUI. Kendala yang terjadi pada usaha kerupuk kayu api yaitu dalam berjalannya sebuah pemasaran sering terjadinya kekurangan bahan baku atau bahan utamanya yaitu udang yang terkadang tidak terpenuhi sesuai kebutuhan. Solusi yang dapat digunakan yaitu mencari pemasok udang alternatif, mengganti dengan bahan pengganti, menjalin kerjasama dengan peternakan udang dan menyesuaikan produksi.
  • 16. iii DAFTAR PUSTAKA Pangiuk, Ambok.2020, Analisis Hasil Manajemen Pengolahan Kerupuk Kayu Api Cempaka 2 di Mendahara Ilir Muara Sabak Jambi, UIN Jambi, volume 5 No-1 Di akses pada 03 September 2023 : http://e-journal.lp2m.uinjambi.ac.id/ojp/index.php/ijoieb Hermawan Agus, 2012. Komunikasi Pemasaran, Jakarta. Erlangga Hm, Rahmayati. 2015. Analisis SWOT Dalam Menentukan StrategiPemasaran Udang Beku Pt. Mustika Mina Nusa AuroraTarakan, Kalimantan Utara Jurnal Galung Tropika, 4 (1) Barus Mastarina, Adikahriani. 2017, Produk Kerupuk Pangsit Herbal Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Pengusaha Home Industri di Kota Medan , UIN Medan, Volume 23 No-2, Purwana, Dedi dan Nurdin Hidayat. 2016. Studi Kelayakan Bisnis Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Al-Qur’an & Terjemahannya, 2008. Jakarta: Departemen Agama RI Anoraga, Pandji. 2011 Pengantar Bisnis Pengelolaan Bisnis Dalam Era Globalisasi Jakarta: PT Rineka Cipta.
  • 17. 14 LAMPIRAN FOTO-F0TO USAHA Proses penyediaan bahan baku, yaitu udang yang telah dihaluskan, tepung terigu, telor, dan penyedap rasa. Proses pengadonan tepung dan udang sampai adonan kalis/ homogen. Proses pembentukan adonan, dengan bentuk persegi, setelah itu dipotong-potong memanjang. Proses penggorengan, adonan yang telah dipotong dimasukkan ke dalam minyak yang masih dalam keadaan dingin. Kemudian, hidupkan kompor. Proses penggorengan dilakukan selama kurang lebih 20 menit hingga kerupuk kayu api benar-benar matang. Tahap akhir ialah proses pengemasan menggunakan plastik politilen.
  • 18. 15 Sebelum dikemas, kerupuk kayu api di dinginkan terlebih dahulu di dalam wadah, kemudian dikemas.